Author: Gak Ganti Gambar

  • Saklar Lampu Sering Panas Pertanda Ada Kerusakan, Harus Segara Diganti



    Jakarta

    Sakelar berguna untuk menghidupkan dan mematikan lampu di rumah. Permukaan sakelar umumnya memakai material yang bersifat isolator agar arus listrik dan panasnya tidak terasa hingga ke permukaannya. Lantas, jika sakelar lampu terasa panas, apa penyebabnya?

    Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis sakelar lampu yang sering panas berarti kapasitasnya tidak sesuai dengan besar daya lampu yang dipakai di rumah tersebut.

    Nurcholis menjelaskan saat ini standar sakelar sudah berubah dari yang semula. Kebanyakan sakelar dulu hanya bisa membantu untuk mengoperasikan lampu maksimal 2.200 watt, sekarang sudah mencapai 3.200 watt.


    Apabila kapasitas listrik tersebut tidak sesuai dengan kemampuan sakelar yang terjadi adalah muncul panas berlebih yang terasa hingga ke bagian luar.

    “Secara material, konektor. Dia kan cetek, nempel. Nah nempelnya ini mungkin kurang kencang, jadi menyebabkan dia itu seperti membara. artinya resistannya tinggi, pambatannya tinggi, jadi dia lebih panas, mengakibatkan panas, dan itu bisa terbakar,” kata Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Apabila kedua masalah tersebut dapat diatasi sakelar tidak akan pernah menghasilkan panas. Selain itu, Nurcholis juga membantah bahwa lampu yang menyebabkan saklar panas. Selama kapasitas sakelar mampu memberi perintah kepada banyak lampu yang memiliki daya ribuan, tidak akan ada panas yang terasa.

    “Yang harus diganti adalah sakelarnya, bukan lampunya. Dengan kapasitas yang lebih besar. Ampernya harus kita pilih yang paling besar,” tegasnya.

    Itulah penyebab saklar panas ketika digunakan, semoga membantu untuk mengetahui tanda masalah pada kelistrikan di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 5 Hal Ini Bisa Bikin Laba-laba Masuk Rumah


    Jakarta

    Keberadaan laba-laba terkadang bisa mengganggu para penghuni rumah. Belum lagi, hewan tersebut kerap membuat sarang yang bisa membuat ruangan terkesan tidak terawat.

    Laba-laba tidak begitu saja datang ke rumah. Ada beberapa hal yang bisa menarik mereka untuk datang ke rumah. Apa itu?

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Tempat Sampah Terbuka

    Lalat biasanya mengerubungi sampah makanan. Hal ini tentu bisa menjadi sumber makanan bagi laba-laba yang merupakan insektivora atau pemakan serangga.

    Dikutip dari The Spruce, kalau rumah tidak ingin disambangi laba-laba, sebaiknya penghuni pastikan sudah membuang sampah di tempat sampah yang tertutup, apalagi kalau sampah makanan. Selain itu, jangan tinggalkan dus-dus kosong karena bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba.

    2. Pintu dan Jendela Rumah yang Terbuka

    Hal ini bisa menjadi salah satu cara masuk laba-laba ke dalam rumah. Belum lagi, rumah bisa menjadi tempat yang pas bagi laba-laba untuk berlindung dari cuaca panas maupun hujan.

    Maka dari itu, penting untuk menutup celah di sekitar jendela dan pintu, termasuk retak pada fondasi.

    3. Tidak Rutin Membersihkan Rumah

    Rumah yang kotor dan berantakan bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba. Dilansir dari Real Simple, bagian-bagian rumah seperti pilar dan sudut ruangan harus dibersihkan untuk menghindari adanya sumber makanan serta tempat berkembang biak laba-laba.

    4. Terlalu Banyak Tanaman di Dalam Rumah

    Memiliki tanaman di rumah memang baik karena bisa membuat ruangan tampak asri dan indah. Namun kalau terlalu banyak justru bisa menjadi tempat berkembang biak laba-laba.

    “Di dalam rumah, laba-laba cenderung tidak menghadapi predator yang biasanya mengancam mereka di lingkungan luar, sehingga ruangan dalam [dan tanaman indoor] menjadi habitat jangka panjang yang menarik,” ujar pendiri perusahaan pest control, Pestie, Matt Rogers, dikutip dari Real Simple.

    5. Menyalakan Lampu Luar Rumah

    Menyalakan lampu luar rumah pada malam hari memang bisa memberikan rasa aman. Tapi hal itu bisa mengundang serangga lain yang menjadi sumber makanan laba-laba.

    Roger menyarankan untuk menggunakan lampu yang menyala berdasarkan sensor atau waktu.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin laba-laba masuk ke rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ahli Jelaskan Alasan Listrik di Rumah Suka Tiba-tiba Turun



    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap terjadi pada kelistrikan di rumah adalah listrik turun atau jepret. Umumnya hal ini terjadi tiba-tiba, tanpa ada peringatan listrik akan mati.

    Kondisi ini biasanya hanya sementara, listrik tetap bisa dihidupkan kembali. Namun, kejadian ini tentu mengganggu karena bisa saja saat kejadian di rumah tersebut sedang sibuk memanggang, mencuci, atau menggosok. Kegiatan tersebut jadi tertunda karena listrik perlu dinyalakan kembali.

    Selain itu, dari sisi keselamatan ternyata listrik yang terlalu sering turun juga bisa menyebabkan kebakaran lho. Hal ini diungkapkan oleh Spesialis Keselamatan Listrik sekaligus Dosen Kelistrikan di Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji.


    “Kalau yang cepat itu ada yang koslet. Koslet itu ada yang ketemu kabel dengan kabel. Itu bisa bikin kebakaran,” kata Damar saat ditemui di Talkshow dan Peluncuran Alat Kerja Kelistrikan dari Bosch Power Tools, Kemayoran, Jakarta, ditulis Jumat (19/9/2025).

    Damar mengatakan penyebab listrik sering turun cukup beragam dan umumnya karena kerusakan pada sistem atau penggunaan listrik yang berlebihan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang menyebabkan listrik sering turun.

    1. Beban Berlebih

    Setiap rumah memiliki jumlah pemakaian listrik berbeda-beda. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya rumah tersebut luas dan banyak perangkat elektronik yang perlu digunakan setiap saat. Jika kondisinya seperti itu kebutuhan listriknya tentu cukup besar.

    Listrik turun ini disebabkan listrik yang akan digunakan lebih besar daripada kemampuan daya listrik yang sudah terpasang di rumah. Oleh karena itu ketika pemilik rumah memakai banyak perangkat listrik yang menyedot listrik besar di waktu bersamaan, potensi listrik turun juga sangat besar.

    Solusinya adalah kurangi pemakaian listrik atau pemakaian perangkat elektronik dilakukan bergantian. Bisa juga dengan menambahkan watt listrik di rumah agar kapasitas listrik semakin besar.

    2. Isolasi Kabel Longgar

    Kualitas kabel dan instalasi kelistrikan di rumah sangat berpengaruh pada keamanan. Damar mengatakan apabila terdapat kabel yang isolasinya rusak dan longgar dapat menyebabkan kebocoran arus listrik. Hal ini yang bisa menyebabkan listrik turun.

    Untuk mengatasi listrik yang sudah bocor, bagian yang rusak tersebut harus segera diganti. Proses perbaikannya harus dilakukan oleh ahli atau pihak PLN. Jangan sekali-kali nekat untuk memperbaiki kabel yang rusak sendiri karena cukup berbahaya. Dibutuhkan alat khusus yang memiliki isolator yang bagus agar listrik tidak menyambar ke arah seseorang.

    Apakah Listrik Turun Boleh Langsung Dihidupkan Kembali?

    Damar menjelaskan tidak masalah jika listrik yang sudah turun dihidupkan kembali dalam jangka waktu yang cepat. Namun, apabila setelah itu listrik kembali mati dan terjadi berulang kali dalam waktu sejam, lebih baik langsung hubungi tenaga ahli untuk mengecek dan memperbaikinya.

    Itulah beberapa penyebab listrik turun atau jepret dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 4 Masalah Listrik yang Sering Terjadi di Rumah


    Jakarta

    Bukan cuma maling, masalah pada kelistrikan di rumah juga bisa menimbulkan bahaya baik dari harta dan keselamatan jiwa. Penting untuk mengetahui apa saja kemungkinan kecelakaan yang terjadi akibat masalah pada kelistrikan di rumah.

    Umumnya masalah kelistrikan di rumah yang sering terjadi adalah korsleting. Benar, itu salah satunya. Ada masalah-masalah lain yang mungkin tidak disadari dan tidak disangka akan menjadi ancaman bagi keselamatan.

    Spesialis keselamatan listrik sekaligus Dosen Kelistrikan di Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji, menyebutkan beberapa masalah pada kelistrikan yang sering ditemukan di rumah, yaitu:


    1. Masalah pada Instalasi Kelistrikan yang Sudah Tua

    Instalasi listrik di rumah perlu rutin dicek dan dirawat. Apabila tidak, banyak bagian dari instalasi listrik di rumah yang akan rusak seperti kabel terkelupas atau kabel sobek. Hal ini dapat menyebabkan aliran listrik tidak stabil dan memicu korsleting listrik.

    2. Cara Penyambungan Kabel yang Tak Benar

    Cara pemasangan kabel pada instalasi listrik di rumah harus tertutup atau terisolasi dengan material yang tidak menghantarkan listrik. Kemudian, setiap kabel tidak ada yang tergencet apalagi tertumpuk. Semua dipasang dengan dengan rapi dan tertata.

    Pemasangan kabel yang menumpuk dan berantakan dapat menimbulkan panas. Hal ini dapat menyebabkan lapisan isolasi meleleh seiring waktu.

    Damar mengatakan pemakaian kabel dengan stop kontak lebih dari satu atau extension socket juga tidak dianjurkan. Misalnya dalam satu extension socket digunakan untuk kulkas, oven, dan penanak nasi, cara penggunaan kabel seperti ini dapat menyebabkan kebocoran arus.

    “Kebocoran arus itu akibat isolasinya gagal. Nah kita harus tahu isolasi itu seperti kita pakai sepatu nih karena tegangan dengan lantai itu ada beda potensial. Itu bisa lewat kita (kasih efek) kalau kita tanpa alas kaki. Jadi sebaiknya kalau di rumah, pakai alas kaki (sebagai isolator),” jelas Damar saat ditemui di Talkshow dan Peluncuran Alat Kerja Kelistrikan dari Bosch Power Tools, Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (17/9/2025).

    3. Korsleting Listrik

    Korsleting listrik umumnya disebabkan karena adanya kerusakan pada isolasi kabel, ada sambungan listrik yang longgar, dan terjadi lonjakan arus pendek.

    “Kalau yang cepat itu ada yang korslet. Korslet itu ada yang ketemu kabel dengan kabel. Itu bisa bikin kebakaran,” kata Damar.

    4. Listrik Turun

    Kejadian listrik tiba-tiba mati tetapi setelah MCB dinyalakan, listrik akan kembali seperti semula disebut dengan listrik turun atau jepret. Penyebabnya adalah isolasi kabel yang tidak baik atau sudah rusak dan kelebihan beban pemakaian. Listrik yang turun berulang kali dalam waktu yang berdekatan juga bisa menyebabkan korsleting listrik.

    Itulah masalah-masalah pada kelistrikan di rumah yang harus diwaspadai, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jaga Furnitur Kayu biar Awet dan Kinclong


    Jakarta

    Pemilik rumah yang mempunyai furnitur kayu perlu merawat dan menjaganya sebaik mungkin. Hal ini penting kalau mau perabotan itu awet dan tetap terlihat indah.

    Desainer objek dan interior Hendro Hadinata mengatakan furnitur merupakan benda yang seharusnya tahan lama dan bisa diberikan kepada generasi selanjutnya. Namun, pemakaian furnitur memang perlu dijaga.

    Bagaimana cara menjaga furnitur kayu agar tetap awet dan kinclong? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Menjaga Furnitur Kayu

    Inilah beberapa hal yang perlu dilakukan agar furnitur kayu tetap terjaga menurut desainer.

    1. Bersihkan Secara Berkala

    Menurut Hendro, perawatan furnitur kayu pada dasarnya bisa dengan menjaga kebersihannya. Ia menganjurkan untuk membersihkan furnitur secara berkala sesuai kebutuhan.

    “Ada baiknya kita bersihkan furnitur secara menyeluruh. Misalnya kita sering bersihkan dengan kain yang lembap. Kalau mau, dikasih detergen ringan misalnya pembersih piring. Kemudian dibilas dengan kain lembap,” ujar Hendro kepada detikProperti dalam acara Indonesia Design Week Exhibition di Indonesia Design District, PIK2, Selasa (16/9/2025).

    2. Semir Enam Bulan Sekali

    Selanjutnya, furnitur kayu juga perlu rutin dirawat menggunakan produk pembersih khusus furnitur atau semir setiap enam bulan sekali. Caranya cukup dengan mengoleskan produk tersebut menggunakan kain.

    3. Hindari Benturan

    Pemilik perlu berhati-hati ketika menggunakan furnitur kayu. Hindari benturan keras pada furnitur untuk menjaga bentuknya.

    “Furnitur itu mesti dipakai selayaknya, jangan sering tertabrak benda keras,” ucapnya.

    4. Letakkan Sesuai Peruntukan

    Terakhir, pastikan untuk meletakkan furnitur kayu di tempat yang sesuai peruntukannya. Perhatikan label furnitur untuk mengetahui penggunaannya bisa di dalam atau di luar ruangan.

    “Furnitur yang memang dilabeli indoor dia nggak bisa direct kena sinar matahari, atau furnitur yang tidak bisa kena hujan secara terus menerus itu harus ditaruh di posisi yang lebih aman,” kata Hendro.

    “Kalau memang buat outdoor ya harus beli yang benar-benar outdoor yang (aman) kena direct sinar matahari dan direct kena hujan,” sambungnya.

    Itulah tips untuk menjaga furnitur kayu tetap awet, kinclong, dan indah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Bidet Kloset Beserta Tips Pakainya


    Jakarta

    Setelah buang air, pengguna kamar mandi biasanya akan membersihkan diri menggunakan air. Air itu disemprotkan menggunakan alat yang disebut bidet.

    Bidet adalah alat sanitasi untuk membersihkan sisa kotoran setelah buang air. Alat ini sering ditemukan di sejumlah negara di Eropa dan Asia.

    Ada beragam bentuk bidet yang cara menggunakannya pun berbeda. Bahkan, beberapa sangat canggih, bisa menyemprotkan air hangat.


    Apa saja jenis-jenis bidet? Simak ulasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Bidet

    Inilah jenis-jenis bidet dikutip dari laman health, Kamis (18/9/2025).

    1. Jet Spray

    Ilustrasi desain kamar mandi.Ilustrasi desain kamar mandi. Foto: iStock

    Jenis bidet yang sering ditemui di Indonesia biasa disebut jet spray. Alatnya berbentuk selang dengan kepala pancuran dan terpisah dari kloset. Pengguna mesti menjangkau genital dan anus dengan perangkat tersebut.

    2. Bidet Bawaan

    toiletIlustrasi bidet bawaan. Foto: (Wahyu/detikTravel)

    Lalu, ada bidet elektrik yang sudah bawaan, posisinya berada di bawah dudukan kloset. Bidet ini tidak memakan ruang kamar mandi. Area yang dapat dibersihkan mungkin terbatas karena alat tersebut terpasang pada dudukan toilet.

    3. Bidet Terpisah

    Beautiful Large Bathroom in Luxury Home with double sink, bathtub and bidetBidet terpisah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mariakray

    Ada juga bidet berukuran agak besar seperti wastafel yang terpasang di sebelah kloset sehingga cukup memakan ruang. Pengguna kamar mandi harus berpindah dari toilet ke bidet untuk menggunakannya.

    Tips Pakai Bidet

    Meski membersihkan diri menggunakan air sangat dianjurkan, caranya pun harus benar agar lebih higienis. Berikut ini tipsnya.

    1. Bersihkan dari Arah Depan ke Belakang

    Pastikan untuk menyemprotkan air dari depan ke belakang. Cara ini akan menghindari bakteri dari kotoran BAB mengenai uretra sehingga mencegah penyakit akibat infeksi.

    2. Bersihkan Bidet secara Rutin

    Untuk meminimalisir penyebaran bakteri, bersihkan atau desinfeksi bidet secara rutin terutama pada kamar mandi umum. Bersihkan bidet genggam atau jet spray dengan kain atau tisu toilet sebelum menggunakannya.

    3. Lap Setelah Menggunakan Bidet

    Setelah menggunakan bidet, lap area genital dan anus. Ini membantu memastikan semua kotoran feses, darah menstruasi, atau urin tidak tersisa.

    Itulah jenis-jenis bidet dan tips pakainya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kasus Ledakan Pamulang, Segera Lakukan Ini Bila Gas Bocor


    Jakarta

    Sebuah ledakan di kawasan Pamulang, Tangsel terjadi akibat kebocoran tabung gas pekan lalu. Kejadian ini mengakibatkan 20 rumah terdampak, termasuk 3 di antaranya roboh.

    Dikutip dari detikNews, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang mengungkap ledakan berasal dari salah satu rumah warga yang mengalami kebocoran gas. Akumulasi gas terkumpul di ruangan tertutup di dapur, lalu ledakan terpicu oleh pemantik kompor.

    “Dapat kami sampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan Puslabfor Bareskrim Polri diperoleh kesimpulan bahwa ledakan berasal dari kebocoran tabung gas LPG ukuran 12 kilogram di salah satu rumah warga di lokasi tempat kejadian perkara,” katanya, Jumat (19/9/2025).


    Ledakan terjadi di Jalan Talas II RT 003 RW 001 Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangsel, pada pukul 05.30 WIB, Jumat (12/9) lalu.

    Penghuni rumah perlu waspada terhadap kebocoran tabung gas karena dapat menimbulkan celaka kalau tidak ditangani dan dicegah dengan baik. Simak penyebab hingga cara mencegah tabung gas bocor berikut ini berdasarkan catatan detikcom.

    Penyebab Tabung Gas Bocor

    Salah satu penyebab tabung gas bocor adalah pemasangan regulator yang kurang tepat. Penghuni perlu memastikan regulator rapat dan tidak bocor setiap memasang tabung gas baru.

    Tabung gas juga bisa bocor akibat keadaan tabung yang tidak layak. Oleh karena itu, penting untuk penghuni mengantisipasi dengan mengetahui langkah mengatasi tabung gas bocor.

    Cara Mengatasi Tabung Gas Bocor

    Jika curiga tabung gas bocor atau ingin melakukan pengecekan, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan.

    1. Kenali Tanda Kebocoran Tabung Gas

    Pertama, penghuni perlu mengenali tanda-tanda kebocoran tabung gas. Biasanya tanda awal tabung gas bocor adalah muncul aroma gas di dalam rumah, terutama area dapur di mana tabung disimpan.

    Apabila mencium aroma gas, jangan melakukan kontak listrik seperti menyalakan ataupun mematikan kontak listrik. Biarkan saja perangkat listrik sebagaimana keadaannya saat itu. Selain itu, jangan coba-coba rendam tabung gas ke dalam air.

    2. Cabut Regulator Tabung Gas

    Jika penghuni yakin tabung gas bocor karena kerusakan pada tabung, segera mencabut regulator pada tabung. Cara ini tak hanya menghentikan aliran gas ke kompor, tetapi juga memungkinkan penghuni memindahkan tabung.

    3. Buat Sirkulasi Udara

    Pastikan ada sirkulasi udara dengan membuka pintu dan ventilasi. Langkah ini memungkinkan gas di dalam ruangan bisa keluar.

    Kemudian, pindahkan tabung ke tempat terbuka dan diamkan hingga gas habis dengan sendirinya. Gas yang keluar akan bercampur dengan udara sekitar sehingga menjadikannya netral dan aman.

    Penghuni juga perlu mengamankan lingkungan sekitar. Jangan sampai ada yang menyalakan api karena dapat memicu ledakan.

    4. Tabung Gas Terbakar

    Kalau sudah muncul api pada tabung gas, itu menandakan tabung tidak akan meledak. Segera tutup titik api menggunakan karung, seprai, handuk, atau kain yang lembap. Lalu, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Selokan Mampet Bisa Bikin Banjir, Begini Cara Cegahnya



    Jakarta

    Selokan merupakan jalur pembuangan air dan limbah yang pasti ada di sekitar permukiman. Sebagai saluran pembuangan, jalurnya tidak boleh ada hambatan karena selokan yang mampet dapat meluap saat debit air meningkat.

    Untuk mencegah selokan mampet, caranya tidak sulit, tidak perlu menggunakan alat canggih. Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki kuncinya adalah selokan tersebut dibuat dengan benar. Mulai dari luas, kedalaman, dan jalurnya. Semuanya harus dipikirkan sebelum rumah dibangun.

    Selain itu, selokan yang baik harus memiliki kemiringan yang benar dan sesuai. Tujuannya untuk membuat aliran air di selokan deras dan lancar.


    “Biasanya sih tindakan preventifnya itu dimulai dari sebelum mulai pembangunan itu rumah. Nah, jadi kalau misalkan rumah itu belum terbangun, kita bisa nih bikin desainnya saluran itu harus benar dengan kemiringan yang memang sesuai,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, beberapa waktu lalu.

    Ada pun penyebab selokan mampet salah satunya karena aliran air yang tidak lancar dan kecil. Umumnya dikarenakan ada hambatan sehingga jalur air menyempit, sementara debit yang akan lewat cukup besar. Hambatan tersebut bisa dari sampah dan kotoran padat yang tersangkut.

    “Jadi mampet itu kan sebenarnya karena jalannya air tidak lancar. Alirannya kurang, akhirnya karena ada kotoran yang agak besar airnya jadi tidak lancar dan kotorannya tidak bisa terdorong. Kalau misalkan ada kotoran tapi airnya deras dan lancar kan bisa kebuang. Nah, makanya kalau dari perencanaan itu tindakan preventifnya adalah desain saluran air itu benar-benar harus dengan kemiringan yang lancar,” jelas Panggah.

    Untuk perumahan yang siap huni, pastinya sudah tersedia selokan di depan rumah. Tugas pemilik rumah jauh lebih ringan, cukup merawat dan menjaga kebersihannya.

    Salah satu caranya adalah rutin menyaring semua yang masuk ke dalam saluran pembuangan. Proses penyaringan ini bukan di lubang luar yang mengarah langsung ke selokan, melainkan memisahkan cairan dan benda padat sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Hal ini bisa diterapkan saat mencuci piring, memasak, dan di kamar mandi. Misalnya, ambil dan buang rambut yang rontok agar tidak masuk ke saluran air kamar mandi.

    “Nah, kalau misalkan sudah jadi (rumahnya) itu ya mau nggak mau misalkan rumah itu salurannya sering mampet gitu, ya tetap maintenance harus dilakukan terus. Terus bisa juga dilakukan penyaringan dulu di lubang-lubang saat air itu mau keluar, misalkan di kitchen sink,” ungkapnya.

    Itulah tips mencegah selokan mampet, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Bocor Bikin Air Cepat Habis? Ini Cara Perbaikinya Tanpa Perlu Bongkar


    Jakarta

    Toren adalah tempat untuk menampung cadangan air bersih di rumah. Setelah lama digunakan, toren air dapat mengalami kerusakan hingga terjadi kebocoran. Kalau toren bocor, pasokan air bisa cepat habis.

    Kerusakan kecil pada toren sulit buat disadari oleh penghuni rumah. Penghuni perlu mengenali tanda-tanda toren air bocor.

    Tanda toren bocor antara lain air yang keluar dari keran kecil, bahkan cepat habis. Lalu, ketika toren sudah diisi, airnya tak kunjung penuh.


    Jika dibiarkan, kerusakan toren bakal semakin parah. Celah pada tangki pun dapat memicu pertumbuhan lumut dan alga di dalam toren.

    Lantas, bagaimana cara memperbaiki toren air yang bocor? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Toren Air Bocor

    Dikutip dari Water Tank Factory, toren air yang bocor tidak selalu harus dibongkar dan digantikan baru. Pemilik rumah masih bisa memperbaiki toren air bocor. Berikut ini cara memperbaiki toren air berbahan plastik.

    1. Tutup dengan Lem

    Pemilik rumah dapat mengatasi toren air bocor menggunakan produk penutup kebocoran menggunakan lem khusus pada tempat penyimpanan air. Cara ini cocok untuk mengatasi kebocoran kecil pada tangki air.

    2. Pengelasan Poli

    Selain itu, retakan berukuran kecil hingga besar dapat diatasi oleh tenaga ahli. Mereka bisa menutup retakan dengan teknik pengelasan poli, yakni material dipanaskan agar menyatu kembali.

    3. Perbaiki Pipa

    Toren air bocor bisa disebabkan karena ada pipa yang tersumbat, retak, atau pecah. Periksa bagian ring dan gasket untuk mencari indikasi terjadi aus. Lalu, tutup celah yang berpotensi jadi tempat keluar air menggunakan lakban khusus.

    Itulah cara memperbaiki toren air bocor tanpa perlu bongkar pasang. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cahaya Merah dari Lampu Bisa Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Kok Bisa?


    Jakarta

    Cara agar tanaman dapat tumbuh subur umumnya disiram secara berkala supaya tanahnya tidak kering. Selain itu, tanaman juga perlu terpapar sinar matahari agar proses pertumbuhannya bisa cepat.

    Namun, sejumlah pakar di bidang tanaman membagikan tips lain agar tanaman bisa tumbuh subur, yakni memanfaatkan cahaya merah. Cahaya itu ternyata dapat membantu proses pertumbuhan tanaman.

    Bagaimana cara memanfaatkan cahaya merah agar tanaman bisa tumbuh subur? Simak penjelasannya menurut pakar dalam artikel ini.


    Manfaat Cahaya Merah untuk Tanaman

    Tukang kebun dan desainer taman profesional Linda Pereira menyebut penggunaan cahaya merah dapat membantu tumbuhan lebih cepat panen. Sebab, panjang gelombang atau warna cahaya diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

    Sebagai contoh, Linda menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan dengan pencahayaan berwarna merah. Cahaya tersebut dapat membantu selada dan basil panen lebih awal.

    “Menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan menggunakan lampu LED merah dapat membantu panen lebih awal,” kata Linda dikutip situs The Spruce.

    Selain merah, cahaya berwarna biru juga dapat membantu proses fotosintesis bagi tumbuhan. Namun, kedua warna cahaya ini memiliki fungsi yang berbeda.

    Cahaya biru dapat mendukung pertumbuhan vegetatif tumbuhan, sedangkan cahaya merah mendorong pembuahan dan tahap pertumbuhan selanjutnya dalam siklus hidup tanaman.

    Tips Menggunakan Cahaya Merah untuk Tanaman

    Ada sejumlah tips yang perlu diketahui sebelum menggunakan cahaya merah untuk tanaman. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Pilih Jenis Lampu yang Tepat

    Lampu terdiri dari beberapa jenis, mulai dari lampu neon, pijar, dan LED. Agar tumbuhan dapat menyerap cahaya merah secara optimal, sebaiknya pilih lampu LED karena lebih terang.

    Namun, harga lampu LED memang cenderung lebih mahal daripada jenis lampu lainnya. Meski begitu, penggunaannya lebih hemat energi sehingga dapat menghemat tagihan listrik.

    “Sudah menjadi rahasia umum kalau lampu LED lebih andal dan efisien daripada lampu jenis lainnya,” ujar Linda.

    2. Durasi Tanaman Terpapar Cahaya Merah

    Lama waktunya tanaman terpapar cahaya merah bisa berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman atau siklus hidupnya. Misalnya, tanaman hidroponik seperti selada membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam per hari.

    Untuk tanaman hias berbunga dianjurkan terpapar cahaya merah selama 14-16 jam per hari. Sementara untuk bibit tanaman membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 14-16 jam per hari agar bisa tumbuh subur.

    Demikian penjelasan mengenai manfaat cahaya merah untuk tanaman agar bisa tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com