Author: Gak Ganti Gambar

  • 9 Benda yang Harus Dijauhkan dari Kompor, Bisa Picu Kebakaran!


    Jakarta

    Ketika sedang memasak, keamanan adalah nomor satu. Jangan sampai ketika memasak muncul titik api yang dapat menyebabkan kebakaran atau ada barang yang rusak karena sering terpapar panas.

    Untuk mencegah hal tersebut, kita harus berhati-hati ketika berada di dekat sumber api, yakni kompor dan gas. Pastikan area tersebut aman dari barang-barang yang mudah terbakar atau tak tahan api. Dilansir Real Simple, berikut benda-benda yang sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor.

    Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

    1. Bahan Plastik

    Plastik merupakan material yang mudah meleleh ketika terkena api dan panas yang tinggi. Material plastik tidak bisa lepas dari barang-barang di dapur, sebagai contoh tempat minyak, centong, hingga piring yang berisi bahan makanan yang akan dimasak. Perabotan dari plastik sebaiknya diletakkan jauh dari kompor untuk mencegah risiko kebakaran.


    2. Kain

    Di dapur kotor pasti ada satu kain yang tergeletak di dekat kompor. Fungsinya untuk membersihkan cairan atau minyak yang berserakan saat memasak. Ketika meletakkan kain di dekat kompor sebaiknya lebih berhati-hati karena material ini mudah sekali terbakar.

    3. Tisu

    Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Sebaiknya tisu diletakkan di daerah yang kering dan jauh dari kompor.

    4. Minyak Goreng

    Untuk mempermudah ketika memasak, minyak goreng biasanya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti di samping, atas, dan bawah kompor. Meletakkan minyak goreng terlalu dekat dengan kompor dapat menurunkan kualitas minyak.

    5. Rempah-rempah

    Rempah-rempah juga sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor karena panasnya dapat mengeringkan minyak esensial di dalamnya. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

    6. Benda Elektronik

    Siapa di sini suka memasak sembari mengakses perangkat elektronik seperti ponsel, radio, atau speaker. Hati-hati ya, benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

    7. Makanan Cepat Busuk

    Meskipun tidak memicu kebakaran, bahan masakan seperti kentang, sayuran, dan bawang tidak bisa diletakkan di dekat kompor. Hal ini dikarenakan sayur dan buah sebaiknya disimpan di suhu dingin atau suhu udara. Suhu di dekat kompor terlalu panas dan dapat memicu pembusukan pada sayur dan buah.

    8. Produk Pembersih

    Benda selanjutnya yang tidak boleh disimpan di dekat kompor adalah produk kebersihan, seperti cairan pembersih noda dan sabun cuci piring. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

    9. Cuka

    Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

    Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Usir Tikus Tanpa Racun, Aman untuk Anak dan Hewan Peliharaan


    Jakarta

    Tikus terkadang dijumpai di dalam rumah. Hewan pengerat ini biasanya suka bersembunyi dan menggerogoti berbagai benda.

    Tak hanya merusak barang, tikus merupakan hewan kotor yang membawa sumber penyakit. Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menjaga rumah agar bebas tikus.

    Mungkin penghuni bakal terpikir untuk menggunakan racun maupun perangkap untuk membasmi tikus. Namun, cara tersebut bisa kurang aman kalau ada penghuni rumah yang masih anak-anak.


    Tapi tenang aja, ada cara lain buat membasmi tikus tanpa racun kok. Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Basmi Tikus Tanpa Racun

    Inilah beberapa tips untuk membuat rumah bebas tikus, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Minyak Esensial

    Beberapa minyak esensial yang efektif mengusir tikus antara lain pepermin, eucalyptus, citronella, dan lavender. Teteskan minyak esensial pada bola kapas dan letakkan di tempat yang sering dilalui tikus.

    Cara lain adalah menyemprotkan larutan minyak esensial secara berkala ke area tersebut. Namun, perlu diingat beberapa minyak esensial bisa saja berbahaya bagi hewan peliharaan ya.

    2. Bumbu Masakan

    Tikus sensitif terhadap bau-bauan, termasuk dari bumbu masakan. Penghuni bisa menaruh sejumlah bumbu pada akses masuk tikus ke rumah. Bumbu tersebut antara lain, cengkeh utuh, daun salam kering, cabai rawit atau lada hitam.

    3. Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Tikus tidak suka aroma bawang putih dan bawang bombai. Letakkan bawang bombai segar atau bawang putih yang telah dihaluskan di sudut-sudut yang memungkinkan tikus masuk.

    Namun, ini bukan cara yang ideal kalau ada hewan peliharaan di rumah. Selain itu, penghuni perlu mengganti bawang tersebut secara berkala sebelum membusuk.

    4. Cuka dan Amonia

    Tikus juga tidak menyukai bau asam dalam cuka dan amonia yang berbau mirip urin predator. Letakkan bola kapas yang sudah direndam amonia atau cuka di titik-titik akses tikus masuk.

    Cara lain bisa dengan mencampurkan bahan tersebut dengan air dan menyemprotkannya ke area yang sering dilalui tikus. Akan tetapi, tetap berhati-hati menggunakan metode amonia jika mempunyai hewan peliharaan.

    5. Tanaman Anti Tikus

    Beberapa bunga dan tanaman dapat mengusir tikus di halaman rumah. Coba tanam marigold, daffodil, krisan, mint, atau bawang supaya tikus ogah dekati rumah.

    Itulah beberapa cara untuk membasmi tikus di rumah tanpa racun. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Kitchen Set Kayu Bisa Berjamur dan Ambruk



    Jakarta

    Kitchen set merupakan lemari penyimpanan di dapur yang umumnya dipasang di atas dan di bawah kompor. Kitchen set menjadi unsur yang penting di dapur dan harus dirawat dengan baik.

    Saat memasang kitchen set pastikan bahan yang dipakai tahan terhadap kelembapan karena dapur merupakan salah satu ruangan yang mudah sekali lembap. Sumber kelembapan ini berasal dari tidak adanya ventilasi untuk mengurangi kelembapan di dapur, adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sekitar kitchen set lembap dan basah, dan terpapar uap saat memasak menurut JMT Kitchens and Bedrooms.

    Kelembapan tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur. Tanda kitchen set telah ditumbuhi jamur adalah muncul noda berwarna, seperti putih, coklat, hijau, hingga hitam dengan serabut halus di permukaannya.


    Bahan yang biasa berjamur adalah kayu. Apabila didiamkan, jamur dapat membuat kualitas kayu menurun, bahayanya jika kitchen set sampai rusak atau ambruk pada saat kamu tengah memasak di dapur. Selain berjamur, material dari kayu juga rawan jadi sasaran rayap sehingga perawatannya harus ekstra jika ingin membuat kitchen set dari kayu.

    Beruntungnya masalah ini sebenarnya sudah ada solusinya. Banyak produsen kayu melapisi material tersebut dengan cat khusus yang bisa melindungi kayu dari jamur dan rayap sehingga tahan lama.

    Bahan Kitchen yang Aman dari Jamur

    Saat ini sudah terdapat berbagai jenis material kitchen set yang tersedia. Hasilnya pun tidak kalah menarik dari kitchen set kayu. manajer FurnitureMu, Sidiq, menyarankan untuk memilih material seperti PVC board dan aluminium yang lebih tahan terhadap jamur.

    “Untuk bahan PVC board dan aluminium cocok digunakan bagi konsumen yang tidak ingin memiliki masalah dengan jamur dan rayap, namun dari segi harga juga berbeda. Bahan dari PVC board dinilai lebih mahal dari kedua bahan yang lain,” sebutnya saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tung Desem Waringin Spill Jurus Jual Rumah Cepat Laku


    Jakarta

    Bisnis properti cukup diminati masyarakat karena bisa memperoleh keuntungan besar. Namun, salah satu kendalanya adalah menggaet pembeli agar rumah cepat laku.

    Motivator bisnis dan praktisi bisnis properti Tung Desem Waringin mengungkap tips bagi pengusaha yang kesulitan menjual rumah. Ia menyebut seseorang membeli rumah karena beberapa faktor, yakni mengetahui ada penjualan, mampu membeli, menginginkan rumah, serta mempercayai penjualnya.

    Lantas, bagaimana cara cepat menjual rumah? Berikut ini tipsnya menurut Tung.


    Cara Jual Rumah Cepat Laku

    Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan agar rumah cepat terjual.

    1. Pasang Spanduk

    Tung mengatakan penjual perlu memasang spanduk agar pembeli tahu rumah sedang dijual. Menurutnya, adanya spanduk dapat meningkatkan kemungkinan penjualan hingga 70 persen daripada tidak memasang spanduk.

    “Orang beli itu karena tahu, kalau enggak tahu rumah Anda dijual kan celaka. Jadi pasang spanduk,” kata Tung dalam acara Indonesia Property Forum, Kamis (25/9/2025).

    2. Pasang Iklan di Situs Jual Beli

    Selain memasang spanduk, penjual rumah dapat memasang iklan di banyak situs jual beli properti. Tung menyebut ada puluhan situs gratis buat pasang iklan rumah.

    3. Tunjukan Penjual Butuh Uang

    Saat memasang iklan, Tung menyarankan menggunakan kata-kata yang menunjukkan penghuni membutuhkan uang, misalnya ‘Dijual BU banget’. Hindari kata-kata yang menandakan rumah itu mahal.

    “Kita bisa pasang di sana (situs) tapi kata-katanya tidak boleh ‘Dijual villa mewah ada kolam renangnya’. Angel, mesti mahal,” katanya.

    4. Bandingkan dengan Properti Lain

    Kemudian, iklan bisa mengandung unsur perbandingan dengan penjualan rumah lain. Perbandingan tersebut dapat dari segi harga lebih murah ataupun kelebihan lainnya.

    “Anda kasih perbandingan dengan sebelah. ‘Sebelah harga Rp 3,5 miliar, kami mulai dengan Rp 2,2 miliar,” ucapnya.

    Ia menyebut properti selalu akan ada yang harganya lebih murah. Sebab ada perbedaan dari segi material bangunan, luas, hingga ketersediaan perabotan.

    Lalu, penjual dapat memberi kenikmatan tambahan pada properti agar calon pembeli ingin membeli. Misalnya ada kolam renang, gratis biaya asuransi, gratis BPHTB, bahkan ada kerja sama dengan bank tertentu.

    5. Bangun Rasa Percaya

    Selain menarik, penjual harus membuat calon pembeli percaya. Penjual perlu membuktikan dan menyebutkan kredibilitasnya kepada calon pembeli.

    “Orang percaya itu karena salah satunya histori, karena prestasi, karena bukti, karena garansi, karena testimoni. Itu didesainkan sehingga orang ‘I trust you and I buy’,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Dekat Tiang Listrik Berbahaya? Begini Faktanya



    Jakarta

    Pemandangan tiang dan kabel listrik di depan rumah merupakan hal lumrah. Tidak semua daerah di Indonesia melakukan sistem jaringan bawah tanah (underground) untuk kabel listrik.

    Selain pemasangannya yang kerap mengganggu pemandangan, sebenarnya tiang listrik di dekat rumah itu aman atau nggak ya?

    Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan dalam infrastruktur ketenagalistrikan terbagi dalam beberapa macam, yaitu sambungan rumah dan jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), saluran udara tegangan tinggi (SUTT), dan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET).


    Sebagai informasi, JTR merupakan sambungan listrik yang berfungsi menyalurkan listrik bertegangan rendah, seperti 220 Volt. Jaringan ini menghubungkan listrik dari jaringan tegangan menengah sampai ke rumah-rumah. Sementara itu, JTM bertegangan 20 kiloVolt (kV). Umumnya JTM digunakan untuk menyalurkan listrik dari gardu induk ke gardu distribusi.

    Pada jaringan listrik PLN, hal yang perlu diperhatikan dalam keamanannya adalah jarak kabel, bukan tiang listrik.

    “Berdasarkan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 606.K/Dir/2010 tentang Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik, jarak aman kabel listrik tegangan menengah 20 kiloVolt (kV) yaitu 3 meter. Artinya, secara mekanis atau elektromagnetis, pada jarak tersebut tidak memberikan pengaruh membahayakan untuk sekitarnya. Jadi jarak yang perlu dijaga adalah dengan kabel, bukan tiang,” ujar Gregorius kepada detikProperti, dikutip Minggu (14/1/2024).

    Ia melanjutkan, untuk SUTT memiliki tegangan 150 kV dan SUTET memiliki tegangan 250-500 kV. Keduanya memiliki batas vertikal dam horizontal yang berbeda-beda sesuai jenis menaranya. Batasan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 13 Tahun 2021 Tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi Atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

    Gregorius menyampaikan bangunan atau benda yang berada terlalu dekat dengan jaringan kabel itu berbahaya. Sebab, bisa menyebabkan listrik mati.

    “Adapun pohon, bangunan, rumah, dan berbagai kegiatan yang dekat dengan jaringan kabel listrik itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan listrik padam dan tak jarang membuat wilayah padam makin luas. Dengan mematuhi aturan tersebut, maka aktivitas di lingkungan rumah lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

    “PLN juga mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan potensi bahaya pada jaringan kelistrikan dapat menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123,” tambahnya.

    Itulah penjelasan mengenai rumah yang berada di dekat kabel listrik dapat berbahaya, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mesin Cuci Ternyata Harus Dibersihkan Secara Berkala, Ini Caranya


    Jakarta

    Mesin cuci punya fungsi untuk membersihkan pakaian agar kembali bersih dan wangi. Sebab, mesin cuci bekerja dengan cara mengangkat kotoran dan debu yang menempel di pakaian.

    Walau kotoran akan keluar melalui selang, bukan berarti mesin cuci akan tetap bersih. Sebab, ada sisa kotoran yang menumpuk di sela-sela mesin cuci dan jika dibiarkan dapat terus menumpuk.

    Kotoran yang menumpuk di mesin cuci membuat pakaian justru kembali kotor meski sudah dicuci. Selain itu, muncul aroma tidak sedap dari dalam tabung mesin cuci sehingga pakaian kembali bau walau sudah dicuci.


    Maka dari itu, penting untuk membersihkan mesin cuci secara berkala. Lalu bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Mesin Cuci dengan Tepat

    Ingin membersihkan mesin cuci agar kotoran yang menempel hilang? Dilansir situs ABC News, berikut langkah-langkahnya:

    1. Membersihkan Pintu Mesin Cuci

    Langkah yang pertama adalah membersihkan pintu mesin cuci. Bagian ini biasanya mudah kotor karena selalu tersentuh oleh tangan sehingga muncul bercak jari.

    Untuk membersihkan pintu mesin cuci, biarkan pintu terbuka atau sedikit terbuka jika memungkinkan. Lalu, bersihkan pintu dengan kain lembap yang lembut dan keringkan dengan kain microfiber kering.

    2. Bersihkan Tabung Mesin Cuci

    Langkah berikutnya adalah membersihkan tabung mesin cuci karena bagian ini sangat kotor dan ditemukan banyak kotoran yang menempel. Kamu dapat menyalakan mesin cuci dan menekan tombol cleaning cycle. Secara otomatis kotoran yang menempel akan larut dan terbuang bersama air.

    Saat membersihkan tabung mesin cuci, kamu bisa menuangkan sedikit detergen dan air panas secukupnya. Cara ini dapat mengangkat kotoran di mesin cuci lebih efektif.

    “Langkah ini sangat penting dilakukan jika kamu menggunakan pelembut pakaian yang dapat menyebabkan penumpukan kotoran. Cara ini juga penting jika Anda hanya mencuci baju dengan air biasa,” kata pakar kebersihan Ashley Iredale.

    3. Bersihkan Filter Mesin Cuci

    Langkah berikutnya adalah dengan membersihkan filter mesin mesin cuci. Bagian ini juga kerap ditemukan kotoran yang menumpuk dan beraroma tidak sedap.

    Cara membersihkannya cukup dengan membuka penutup filter di mesin cuci. Lalu bersihkan serat, rambut, atau kotoran yang menempel dengan sikat. Setelah itu, bilas filter dengan air mengalir sampai bersih.

    Cek juga bagian filter mesin cuci apakah ada benda yang tersangkut atau menumpuk di dalamnya. Cara ini agar pakaian tidak kotor dan bau meski sudah dicuci.

    4. Periksa Selang Mesin Cuci

    Selang mesin cuci juga perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, sisa-sisa kotoran yang terbuang dari dalam tabung bisa saja menumpuk di selang.

    Pastikan kamu membersihkan selang secara berkala. Jika selang sudah sangat kotor dan mulai ada retakan, sebaiknya diganti dengan yang baru.

    5. Bersihkan Rak Detergen

    Langkah terakhir adalah membersihkan rak detergen di mesin cuci setiap 2-3 bulan sekali. Apabila rak sudah benar-benar kotor, kamu dapat membersihkannya dengan cara direndam dalam air sabun hangat. Jika seluruh kotoran sudah terangkat, pasang lagi rak detergen ke dalam mesin cuci.

    Itulah cara membersihkan mesin cuci agar mengangkat semua kotoran. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Atas Rumah Sering Terasa Panas dan Pengap? Ini 4 Biang Keroknya


    Jakarta

    Bagi yang rumahnya memiliki dua lantai atau lebih, pernah nggak merasakan lantai atas terasa lebih panas dan pengap? Perubahan suhu ini terasa bahkan saat masih berada di tangga rumah.

    Hal ini cukup mengherankan karena bisa hampir setiap siang lantai atas terasa seperti itu. Sementara, ventilasi seperti jendela dan lubang angin dalam keadaan terbuka untuk udara masuk. Kira-kira apa ya penyebabnya?

    Dilansir BBC, berikut alasan lantai atas bisa lebih panas dan pengap dari lantai bawah.


    1. Sirkulasi Udara Lantai Atas Buruk

    Jika rumah tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, panas akan meresap melalui atap. Hal ini yang kemudian terasa di seluruh ruangan di lantai dua. Solusinya adalah buat jalur pertukaran udara di lantai bawah dan atas agar udara panas bisa keluar dan udara segar bisa masuk. Selain itu, tambahkan insulasi atau peredam panas pada atap, misalnya papan kayu besar yang menutupi seluruh atap.

    2. Tidak Ada Perangkat yang Membantu Pergerakan Udara

    Apabila sirkulasi di rumah tersebut tidak dapat diperbaiki karena sulit dan membutuhkan biaya besar. Minimal lantai dua disediakan kipas angin. Perangkat elektronik ini bisa membantu membuat pergerakan udara dan sirkulasi udara dengan cepat pada sebuah ruangan sehingga tidak begitu terasa panas dan pengap. Disarankan juga untuk memutar kipas langit berlawanan dengan arah jarum jam.

    3. Terpapar Sinar Matahari

    Panas siang hari biasanya berasal dari atap. Namun, panas juga bisa datang dari jendela. Sebaiknya saat siang hari gorden jendela dalam keadaan tertutup agar panas matahari tidak terus menyorot langsung ke dalam rumah.

    4. Lampu Jarang Dimatikan

    Lampu juga bisa menjadi sumber panas apabila dihidupkan. Oleh karena itu, banyak anjuran untuk mematikan lampu apabila tidak digunakan atau di luar terang. Apabila saat gorden jendela ditutup ruangan jadi gelap, setidaknya di ruangan tersebut terdapat sirkulasi udara yang baik dan kipas angin atau AC.

    Itu dia beberapa alasan lantai atas rumah sering panas dan pengap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Bau Apek, Begini Waktu Ideal Mencuci Handuk



    Jakarta

    Penghuni rumah masih ingat enggak kapan terakhir kali mencuci handuk? Ternyata handuk itu harus rutin dicuci, lho.

    Handuk sering digunakan penghuni rumah untuk mengeringkan tubuh setelah mandi. Benda ini kerap kali dalam keadaan basah, lalu kering kembali. Nah, penghuni rumah perlu mencuci handuk untuk menjaga kebersihan.

    Lalu, seberapa sering handuk perlu dicuci ya?


    Dilansir dari Real Simple, ahli laundry dan mantan ilmuwan utama Tide & Downy Mary Johnson mengatakan handuk harus sering dicuci. Biasanya handuk bisa dipakai untuk mandi sebanyak 3-4 kali sebelum akhirnya dicuci.

    Namun, intensitas itu dalam keadaan normal, yakni handuk dibiarkan hingga kering lagi setelah dipakai. Jika penghuni tak ingat sudah menggunakan handuk berapa kali, indikatornya adalah bau apak dari handuk.

    “Bau dapat disebabkan oleh jamur yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi tidak dengan hidung kita,” kata Mary Johnson, dikutip dari Real Simple.

    “Jika handuk Anda terlihat bersih tetapi masih berbau tidak sedap, berarti handuk tersebut tidak benar-benar bersih,” tambahnya.

    Di sisi lain, Johnson menjelaskan handuk harus sering dicuci karena bisa menjadi tempat berkembangnya kuman hingga bakteri. Handuk yang kotor pun membuat pengguna berisiko mengalami jerawat dan infeksi.

    “Tubuh kita terus menerus memproduksi keringat, garam, sebum, dan sel-sel kulit, dan sebagian besar dapat berpindah ke handuk (ketika digunakan),” katanya.

    “Belum lagi adanya kotoran dan kotoran tubuh lainnya yang dapat menumpuk seiring berjalannya waktu, antara lain lendir, ketombe, riasan, dan sisa-sisa produk kecantikan. Hal tersebut akan tumbuh subur di kamar mandi yang gelap dan beruap, sehingga handuk Anda sangat rentan terhadap penumpukan bakteri,” lanjutnya.

    Selain itu, handuk khusus untuk mengeringkan tanah sebaiknya dicuci setiap 2 hari sekali. Sementara handuk anggota keluarga yang sakit perlu selalu dicuci untuk mencegah penyebaran bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Buat yang Punya Alergi, Jangan Pernah Taruh Tanaman Ini di Rumah!


    Jakarta

    Menaruh tanaman hias di dalam rumah bisa menjadi pilihan dekorasi sekaligus membuat ruangan tampak asri. Namun harus hati-hati ya saat memilih tanaman hias karena bisa menjadi alergen bagi penghuni rumah yang memiliki alergi.

    Ya, beberapa tanaman memang bisa memicu reaksi alergi pada seseorang. Jangan sampai niat hati ingin membuat rumah tampak indah tapi malah bikin susah.

    Nah, berikut ini ada beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah karena bisa memicu alergi. Ini informasinya.


    1. English Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantEnglish ivy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman rambat yang satu ini kerap menjadi pilihan bagi pemilik rumah untuk mempercantik halaman. Walau demikian, penderita alergi sebaiknya hindari tanaman ini karena bisa menyebabkan bersin-bersin.

    Selain itu, dilansir dari Real Simple, ahli tanaman dan pendiri blog The Houseplant Guru, Lisa Eldred Steinkopf menyarankan untuk menggunakan sarung tangan saat mengurus English ivy. Hal itu karena tanaman tersebut mengandung falcarinol yaitu suatu kandungan yang bisa menyebabkan iritasi kulit.

    2. Rubber Plant

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Rubber plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman hias yang satu ini juga menjadi langganan yang ada di rumah karena mudah beradaptasi. Tapi, tanaman ini bisa jadi bukan pilihan yang tepat bagi penderita alergi.

    Rubber plant menghasilkan zat putih yang disebut lateks yang merupakan sumber utama karet. Kalau terkena getahnya, bisa membuat tubuh gatal-gatal.

    “Saat memangkas tanaman ini, berhati-hatilah agar getahnya tidak mengenai kulit Anda, terutama jika Anda alergi lateks. Getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal-gatal, dan kesulitan bernapas,” ujar ahli tanaman dan pendiri Plants with Krystal, Krystal Duran, dikutip dari Real Simple, Kamis (25/9/2025).

    3. Lili Perdamaian

    Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily atau lily perdamaian. Foto: Dok. Istock

    Bunga cantik ini langganan menjadi pilihan banyak orang untuk ditanam di rumah. Namun, tanaman ini ternyata bisa memicu alergi.

    4. Geranium

    Selective focus on Geranium flowers pot with blurred background of light interior of open work space office with desks, chairs and green plants. Coworking. Minimalism business style. Copy spaceGeranium Foto: iStock

    Bunga geranium yang beraroma (scented geranium) bisa memicu alergi dari aromanya yang cukup kuat. Sebaiknya penderita alergi pikir-pikir lagi kalau mau tanam ini di rumah.

    “Hindari penggunaan geranium beraroma (pelargonium) sebagai tanaman hias jika Anda memiliki alergi, aromanya yang kuat dapat berpotensi mengiritasi dan menyebabkan gatal-gatal atau dermatitis kontak,” kata ahli alergi bersertifikat dan juru bicara Yayasan Asma dan Alergi Amerika (AAFA) Dr. John James, M.D., dikutip dari Martha Stewart.

    5. Pakis

    Jenis tanaman hias pakis-pakisanJenis tanaman hias pakis-pakisan Foto: Instagram @airy_garden_official

    Pakis adalah tanaman hias yang indah dengan dedaunan yang rimbun, tetapi bisa mengganggu penderita alergi karena adanya spora.

    “Akhirnya, spora kecil di bagian belakang daun pakis akan pecah, atau terbuka, dan melepaskan partikel kecil serbuk sari yang tidak menyenangkan ke udara, yang merupakan agitator,” tutur pemilik Mosaic Home & Garden Center, Joe Moussa.

    Tips Memilih Tanaman untuk Penderita Alergi

    Masih dilansir dari Martha Stewart, bagi penderita alergi yang masih ingin merawat tanaman, sebaiknya tanyakan dulu ke ahlinya, misalnya ahli tanaman atau ahli alergi. Beri tahu mereka kondisi penderita alergi, nantinya para ahli tersebut akan menyarankan tanaman yang aman untuk ditanam.

    Selanjutnya, pastikan tanaman bebas debu untuk mencegah alergi kambuh. Lalu, rawat agar tanaman tidak ditumbuhi jamur yang bisa memicu alergi juga.

    Untuk menghindari atau mengurangi masalah terkait jamur, Dr. James menyarankan untuk memperhatikan jenis tanaman hias yang dimiliki dan kondisi tempat penyimpanannya. Pembersihan rutin dan ventilasi yang baik dapat mencegah masalah tersebut.

    “Jamur tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah, dan sporanya dapat menyebar di udara,” ujarnya.

    Ia menambahkan, mengurangi kelembapan dengan menggunakan pembersih udara juga bisa membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    Itulah beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah terlebih bagi penderita alergi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Kelabang di Rumah? Begini Cara Ampuh Basminya


    Jakarta

    Pernah lihat kelabang di rumah? Hewan yang memiliki kaki banyak ini terkadang ditemukan di kamar mandi.

    Kelabang atau lipan bukanlah serangga, melainkan arthropoda atau hewan invertebrata yang berwarna merah kecokelatan dengan panjang sekitar 2,5-7,6 cm. Hewan tersebut umumnya memakan semut dan kecoak, tapi bisa menggigit manusia juga. Apabila penghuni rumah memiliki alergi pada bisa, sebaiknya segera ke dokter jika digigit kelabang.

    Dilansir dari Southern Living, asisten profesor dan ahli entomologi penyuluhan di Texas A&M AgriLife Research and Extension Center Rafia Khan, PhD, mengatakan kelabang kerap ditemukan di tempat yang lembap dan tertutup seperti di bawah batu atau kompos serta sampah dedaunan. Sebab, mereka membutuhkan kelembapan agar bisa hidup.


    Walau demikian, kadang-kadang mereka bisa masuk ke area lembap di rumah seperti kamar mandi atau ruang bawah tanah. Profesor madya penyuluhan manajemen hama struktural di North Carolina State University, Chris Hayes, PhD berpendapat apabila ditemukan kelabang sekali dua kali di sana, itu berarti penghuni rumah memiliki lingkungan yang sehat.

    “Namun, jika Anda sering melihatnya di dalam ruangan atau dalam jumlah besar, kehadiran mereka mungkin mengindikasikan adanya kebocoran atau masalah kelembapan yang perlu diselidiki,” ujar Hayes, dikutip dari Southern Living.

    Cara Basmi Kelabang

    Kalau kelabang berada di luar rumah, penghuni bisa mengabaikannya. Tapi kalau ada di dalam rumah dalam jumlah banyak sebaiknya lakukan beberapa cara berikut ini.

    Bersihkan Dedaunan

    Sebaiknya bersihkan sampah-sampah daun di sekitar rumah agar tidak jadi tempat persembunyian kelabang. Selain itu, sampah daun juga bisa menjadi tempat tinggal hama-hama lainnya.

    Taruh Pot Tanaman di Tempat Tinggi

    Taruh pot tanaman di tempat tinggi untuk mencegah penumpukan kelembapan di permukaan, seperti dek atau teras, agar tidak jadi tempat tinggal kelabang. Perlu diketahui juga bahwa kelabang mungkin ikut ke dalam rumah melalui tanaman pot yang dibawa masuk.

    Tutup Celah Kecil

    Tutup celah-celah kecil agar kelabang tidak masuk ke dalam rumah. Gunakan sealant atau busa semprot untuk menutup lubang di sekitar kusen jendela dan pintu. Pastikan juga kasa dan kusen pintu terpasang dengan baik.

    Lakukan Investigasi

    Jika ada banyak kelabang berkeliaran di dalam ruangan, carilah masalah kelembapan, seperti kayu lapuk di sekitar kusen pintu. Penghuni rumah harus mengatasi akar masalah untuk membasmi kelabang.

    Cari Bantuan

    Jika tidak tahu dari mana kelabang berasal, dan hal ini sudah menjadi gangguan rutin, penghuni rumah mungkin perlu berkonsultasi dengan perusahaan pengendalian hama profesional.

    Itulah cara membasmi kelabang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com