Author: Gak Ganti Gambar

  • Jangan Kayak Kasus di Pondok Ranji, Begini Buang Kasur Bekas yang Benar


    Jakarta

    Belum lama ini terjadi sebuah insiden KRL yang diakibatkan kawat spring bed. Kejadian ini berimbas pada terhambatnya perjalanan KRL Tanah Abang- Rangkasbitung di Stasiun Pondok Ranji.

    Dikutip dari detikFinance, Senin (5/2/2024), terhambatnya Commuter Line nomor 1772 itu karena ada oknum yang membuang spring bed sehingga kawatnya menyangkut pada rangkaian bawah kereta.

    Nah, buat kamu yang punya spring bed atau jenis kasur bekas yang tak terpakai lainnya, sebaiknya jangan dibuang pada sembarang tempat sebab dapat berpotensi membahayakan orang lain seperti kejadian di atas.


    Lalu, bagaimana caranya membuang kasur bekas atau terpakai dengan benar dan aman? Dikutip dari The Spruce, Senin (5/2/2024), berikut cara buang kasur tak terpakai dengan benar.

    Daur Ulang kasur

    Untuk kasur yang memiliki ukuran yang besar (tergantung pada ukuran kasur), akan sulit untuk didaur ulang. Namun, ada beberapa komponen yang dapat didaur ulang, sekitar 80 persen bahan dalam kasur dapat didaur ulang.

    Saat kamu membuang kasur ke tempat sampah, bahan-bahan tersebut terbuang percuma. Jadi, cara terbaik untuk mendaur ulang kasur bekas adalah melalui jasa daur ulang kasur yang akan menjemputnya, menghancurkannya, dan mendaur ulang.

    Atau kamu juga dapat mendaur ulang sendiri dengan mengambil komponen yang penting seperti isi kapuk untuk isi bantal, kain sebagai kain perca, kawat dan bahan lainnya.

    Menyumbangkan kasur

    Cara membuang kasur bekas berikutnya adalah dengan menyumbangkannya. Sebelum menyumbangkan kasur bekas milikmu, pastikan tidak ada kerusakan dan terlihat masih layak. Sebab jika kasur yang disumbangkan kondisinya dalam kondisi buruk, kemungkinan akan berakhir di tempat sampah.

    Atasi masalah seperti noda, robekan, lubang, sobekan, jamur, atau kutu busuk sebelum kasur disumbangkan. Jika ingin menyumbangkan kasur bekas, kamu juga dapat menjangkau tempat penampungan tunawisma.

    Menjual Kasur Bekas

    Cara untuk menyingkirkan kasur bekas lainnya adalah dengan menjualnya. Jika kasur bekas milikmu dalam kondisi masih layak, daripada membuangnya secara sembarangan, kamu dapat menjualnya untuk menutupi biaya pembelian kasur baru. Sebelum kamu menjual kasur bekas, sebaiknya dibersihkan atau didesinfeksi secara profesional terlebih dahulu.

    Kamu bisa jual kepada orang terdekat yang butuh kasur dengan harga murah. Namun, kamu dapat menjualnya secara online. Jangan lupa untuk promosikan kasur bekas milikmu pada situs-situs jual-beli online dan media sosial.

    Demikian cara buang kasur bekas yang benar. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Ide Dekorasi Rumah untuk Sambut Tahun Baru Imlek


    Jakarta

    Tahun Baru Imlek tinggal hitungan hari. Momen ini sangat ditunggu-tunggu bagi warga Tionghoa. Tak sekadar momen pergantian tahun, tapi juga waktu berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga serta sanak saudara.

    Tak heran, untuk menyambut perayaan, banyak orang sudah mulai mendekorasi rumah. Mendekorasi rumah untuk menyambut Imlek tak hanya mempercantik hunian, tapi juga bertujuan mengundang kemakmuran dan keberuntungan selama 365 hari ke depan.

    Selain mendekorasi, membersihkan rumah juga penting dilakukan saat Tahun Baru Imlek. Nah, dilansir dari Taste of Home, Senin (5/2/2024), berikut sejumlah ide mendekorasi rumah untuk menyambut Tahun Baru Imlek.


    1. Pasang Lampion Merah

    Dikutip dari Cosmopolitan, lampion menjadi salah satu ornamen Imlek yang banyak digunakan untuk dekorasi, seperti di rumah, mal, maupun gedung-gedung. Lampion merah melambangkan cahaya tahun yang akan datang. Kamu bisa menggantung lampion di dalam maupun luar ruangan. Ada beberapa jenis lampion seperti menggunakan tali dan ada yang melayang di luar ruangan dengan bantuan udara panas.

    2. Rangkaian Bunga

    Seperti makanan, bunga memiliki makna dalam budaya Asia. Untuk dekorasi Imlek, kamu dapat memilih tanaman bunga anggrek yang melambangkan kesuburan, bunga persik untuk romansa, pussy willow melambangkan pertumbuhan, dan narsis (alias bunga bakung) untuk keberuntungan. Selain itu, bisa pula menggunakan bunga berwarna kuning karena melambangkan kebaikan.

    3. Hiasi Rumah dengan Hiasan Berwarna Merah

    Agar lebih meriah kamu dapat menggunakan hiasan berwarna merah. Salah satu kebiasaan Tahun Baru Imlek adalah menggantungkan hiasan kertas merah di jendela, pintu, dan di sekitar rumah. Tradisi ini diyakini berasal dari legenda kuno yang melibatkan binatang buas yang disebut Nian (namanya adalah kata dalam bahasa Mandarin untuk “tahun”), yang dikenal sangat takut dengan warna merah.

    Merah juga melambangkan kekuatan, kebahagiaan, dan vitalitas. Tentu kamu ingin menggunakan merah dalam mendekorasi rumah. Misalnya, merangkai lentera kertas merah atau menempatkan bunga merah dalam vas di sekeliling ruangan.

    4. Tambahkan Aksen Emas

    Meski dekorasi tradisional Tahun Baru Imlek identik dengan warna merah, warna emas tak kalah penting. Warna emas sendiri melambangkan kekayaan, keberuntungan, dan kemakmuran. Ini juga merupakan tradisi Tahun Baru Imlek untuk menulis pesan-pesan yang mengharapkan keberuntungan, nasib baik, kekayaan, kemakmuran, dan umur panjang kepada orang-orang terkasih.

    Tempatkan pesan-pesan itu di area orang akan menemukannya. Untuk sentuhan keberuntungan tambahan, tulislah pesan-pesan tersebut dengan tinta emas di atas kertas merah.

    5. Sertakan Dekorasi Berupa Naga dan Singa

    Naga menyimbolkan rasa sayang untuk Tahun Baru Imlek, yang juga menunjukkan kekuatan, kebaikan, keberuntungan, serta kekuatan supernatural, sehingga perlu menyertakannya saat mendekorasi rumah.

    Sedangkan singa sendiri melambangkan kekuatan, stabilitas, dan superioritas untuk Tahun Baru Imlek. Kamu dapat membuat hiasan naga menggunakan karangan bunga naga merah panjang di sepanjang plafon atau dinding.

    Demikian 5 dekorasi rumah untuk sambut Tahun Baru Imlek. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Memilih Kasur yang Tepat Biar Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Kasur merupakan salah satu perabotan penting di rumah. Dengan memilih kasur yang tepat, tentunya bisa membuat kualitas tidurmu lebih baik.

    Dengan banyaknya pilihan kasur di pasaran terkadang membuat calon pembeli bingung. Dilansir dari Casper, berikut ini tips memilih kasur yang bisa dilakukan.

    1. Ukuran Kamar

    Sebelum membeli kasur, penting untuk mengukur luas kamar terlebih dahulu. Hal itu supaya kamar tidak terasa sempit apabila membeli kasur yang terlalu besar.


    Jika kamu memiliki kamar yang sempit, kamu bisa membeli kasur twin bed karena ukurannya yang kecil. Sementara itu, kalau ukuran kamarmu cukup luas, kamu bisa membeli kasur double bed, queen bed, bahkan king bed.

    2. Tinggi Badan

    Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah tinggi badan. Selain tinggi badan, ukuran tubuh badan juga perlu diperhatikan agar kasur yang dibeli tidak kekecilan.

    3. Bahan Kasur

    Terdapat berbagai jenis bahan kasur yang ada di pasar. Pilihan jenis bahan kasur juga bisa membuatmu nyaman.

    Misalnya, kalau kamu suka yang empuk dan lembut bisa memilih kasur memory foam. Apabila kamu senang kasur yang empuk, tidak keras, nyaman, bisa memilih spring bed. Tak hanya itu, ada berbagai jenis bahan kasur lainnya, seperti kapuk, futon, hingga latex.

    4. Ketebalan Kasur

    Umumnya, kasur memiliki ketebalan 22-30 cm. Kasur yang lebih tebal dari ukuran tersebut tidak selalu lebih baik. Kalau kasur terlalu tebal terkadang sulit untuk mendapatkan seprai yang cocok.

    5. Siapkan Budget

    Selanjutnya perhatikan budget yang dimiliki. Sebaiknya, beli lah kasur yang sesuai dengan budget yang dimiliki. Sebab, kasur yang mahal belum tentu kasur terbaik dan cocok untuk kamu.

    Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum membeli kasur. Semoga bermanfaat!

    (abr/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Dijadikan Tempat Usaha Perlu Izin Tetangga? Begini Hukumnya



    Jakarta

    Pertanyaan

    Bagaimana dasar hukum Peraturan Bangunan Gedung rumah tinggal untuk dijadikan tempat usaha, dan apakah harus mendapatkan izin dari warga setempat?

    Demikian yang dapat kami tanyakan.

    Pembaca detikProperti


    Jawaban

    Menjawab pertanyaan diatas dengan ini kami sampaikan terkait bangunan gedung merupakan salah satu wujud fisik pemanfaatan ruang. Dalam pengaturan bangunan gedung mengacu pada pengaturan penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk menjamin kepastian dan ketertiban hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung, setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan teknis bangunan gedung, serta harus diselenggarakan secara tertib.

    Sehubungan dengan pertanyaan apakah rumah dapat dijadikan tempat usaha, hal ini telah diatur sebagaimana Pasal 49 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman (UU 1/2011), menyatakan bahwa pemanfaatan rumah dapat digunakan sebagai kegiatan usaha secara terbatas tanpa membahayakan dan tidak mengganggu fungsi hunian.

    Adapun persyaratan dan kesesuaiannya terhadap peraturan perundang-undangan terkait sebagaimana ketentuan Pasal 7 dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung dan ketentuan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, sehubungan dengan Izin Mendirikan Bangunan, guna memastikan bahwa pemanfaatan bangunan tersebut telah sesuai dengan fungsi peruntukannya sebagaimana ketentuan Pasal 49 Ayat (1) UU 1/2011 di mana rumah yang dijadikan tempat usaha tidak membahayakan dan tidak mengganggu fungsi hunian, terutama bagi warga di sekitarnya.

    Apabila pemilik rumah melanggar ketentuan Pasal 49 Ayat (2) UU 1/2011 yakni apabila tempat usaha di dalam permukiman tersebut diduga telah melanggar aturan tersebut, yang mengakibatkan tidak terpeliharanya perumahan dan lingkungan hunian, maka masyarakat dapat membuat aduan kepada instansi sehingga pemilik rumah dapat dikenakan sanksi administratif sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 150 Ayat (2) UU 1/2011, mulai dari peringatan tertulis hingga pencabutan izin usaha dan penutupan lokasi.

    Pengacara dan Pengamat Hukum Properti

    Muhammad Rizal Siregar, S.H,. M.H

    SIREGAR & CO

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Karpet yang Cocok Untuk Jadi Matras Bermain Anak di Rumah


    Jakarta

    Bagi kamu yang memiliki anak, ruang keluarga bisa jadi selalu berantakan karena mainan anak yang berserakan di lantai. Membiarkan anak main di lantai bisa membuat dia merasa bebas dan nyaman, apalagi areanya luas.

    Tapi, ada yang perlu diperhatikan saat membiarkan anak bermain di lantai. Risiko masuk angin, terpeleset, atau jatuh hingga kepala mengenai lantai juga bisa terjadi bila kita tak hati-hati.

    Nah, agar tempat bermain anak semakin nyaman dan aman, penambahan karpet sebagai alas bermain bisa membuat area tersebut jauh lebih hangat dan juga menghindari risiko anak terluka bila terjatuh atau terpeleset.


    Selain itu, lantai tidak akan mudah rusak karena goresan karena tertutupi dengan karpet. Apabila ada cairan yang tumpah tidak akan membahayakan karena bahan karpet bisa menyerap cairan tersebut.

    Lokasi yang tepat untuk memasang karpet adalah di ruangan yang tidak basah seperti kamar tidur, ruang keluarga, dan tempat anak bermain.

    Pemasangan karpet di rumah bisa menutupi seluruh lantai (wall to wall carpet) atau karpet standar yang bisa digulung. Wall to wall carpet biasanya ukuran dan bentuknya akan meyesuaikan dengan bentuk lantai, tetapi untuk karpet gulung biasanya berntuk persegi, persegi panjang, bulat, dan lainnya dengan luas dan diameter beragam.

    Mengutip dari The Spruce, Senin (5/2/2024) ternyata terdapat 3 jenis bahan karpet yang aman digunakan sebagai alas main anak. Mengutip dari The Spurce, Senin (5/2/2024) berikut diantaranya.

    1. Karpet Bahan Nilon

    KarpetKarpet Foto: Avalon Flooring

    Bahan nilon terbuat dari olahan polimer plastik yakni poliamida linier. Meski terbuat dari olahan plastik, karpet nilon memiliki serat yang lembut seperti bulu boneka.

    Biasanya karpet nilon akan dipotong pendek bulu-bulunya. Sehingga dari jauh permukaannya terlihat solid, namun ketika dipegang terasa empuk dan lembut.

    Namun perlu diketahui karpet berbahan nilon bisa menghantarkan listrik statis seperti balon yang digosokkan ke rambut, maka akan ada yang tertarik. Meski tidak berbahaya, fenomena ini akan mengejutkan bagi anak-anak bila melakukan banyak gesekan ke karpet saat bermain.

    Karpet yang menggunakan bahan Nilon bisa bertahan lama. Bahan ini mudah untuk dibersihkan dengan alat pembesih vakum atau dengan sapu lidi. Apabila ingin dibersihkan dengan uap bisa setiap 12-18 bulan sekali.

    2. Karpet Bahan PET

    KarpetKarpet Foto: Carpetguys

    Polyethyline terafthatlate (PET) adalah bahan yang paling umum digunakan pada karpet. Karpet PET ada yang berasal dari serpihan asli PET atau daur ulangnya sehingga bahan ini disebut ramah lingkungan.

    Selain itu, karpet PET juga aman untuk pemilik rumah yang memiliki alergi. Ketika diinjak, permukaannya tidak tercetak jejak kaki. Karpet ini pun mudah dibersihkan, sayangnya ketahanan karpet nilon jauh lebih bagus daripada jenis ini.

    3. Karpet Bahan Triexta

    KarpetKarpet Foto: Godfreyhirst

    Triexta adalah bahan berjenis poliester yang di dalamnya terdapat serat jagung. Diantara ketiganya, bahan triexta disebut paling ramah lingkungan. Karpet jenis ini memiliki desain terbatas tetapi paling elegan dari pada bahan nilon dan PET.

    Sama seperti bahan nilon dan PET, karpet berbahan Triexta tahan terhadap noda dan tekanan. Sementara untuk harga triexta tidak jauh berbeda dengan nilon.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Sederhana Bersihkan Toren Sendiri di Rumah dalam 7 Langkah



    Jakarta – Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, Rabu (17/1/2024), kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak infografis berikut ini!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Bikin Rumah Sulit Kejual


    Jakarta

    Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mempermudah banyak kegiatan manusia, termasuk dalam proses jual-beli rumah. Menjual rumah kini bisa dilakukan melalui internet dengan memanfaatkan berbagai situs jual-beli properti.

    Dengan adanya situs jual-beli properti, kamu cukup mengiklankan rumah yang ingin dijual untuk mendapatkan calon pembeli. Situs jual-beli properti juga memudahkan kita saat ingin membeli rumah.

    Meski tampak sederhana, rumah yang dijual, khususnya melalui internet, tak serta merta mudah terjual. Ada beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan penjual rumah sehingga membuat calon pembeli ragu untuk membeli rumah yang ditawarkan.


    Dalam catatan detikFinance, Senin (5/2/2024), ada sejumlah kesalahan umum yang kerap membuat rumah sulit terjual.

    Minimnya Foto

    Foto sangatlah penting saat ingin menjual rumah melalui internet. Hal tersebut agar calon pembeli bisa melihat gambaran bentuk dan kondisi rumah yang kita tawarkan. Nah, karena itu, unggahlah foto rumah sebanyak-banyaknya. Tampilkan foto dari setiap ruangan yang ada di dalam rumah. Buatlah foto yang menarik dengan kualitas yang baik.

    Tata Bahasa Buruk

    Rumah kerap sulit terjual karena tata bahasa iklan yang buruk sehingga menyebabkan calon pembeli kebingungan saat membacanya. Agar bisa dipahami sepenuhnya, buatlah ikla dengan ejaan yang baik dan benar dan tidak bertele-tele. Penting juga untuk membuat judul iklan semenarik mungkin agar diklik oleh banyak orang.

    Harga Terlalu Mahal

    Harga rumah yang dipatok terlalu mahal juga bisa membuatnya sulit terjual. Pastikan kamu mengecek harga jual pasaran untuk tipe rumah yang ingin kamu jual di lokasi yang sama. Patoklah harga sesuai dengan harga jual pasaran tersebut. Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan keterangan bahwa harga jual rumah bisa dinegosiasi untuk menambah daya tarik iklan rumahmu.

    Kondisi Lingkungan di Sekitar Rumah

    Calon pembeli juga kerap memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar rumahmu. Kondisi lingkungan tersebut, seperti fasilitas umum apa saja yang terdapat di sekitar rumah, serta seberapa aman dan bersahabat kondisi rumah tersebut untuk ditinggali/

    Tidak Ada Kelebihan

    Rumah yang tidak memiliki kelebihan dibandingkan rumah-rumah lainnya tentu akan membuatnya sulit terjual. Calon pembeli tentu akan melihat banyak iklan rumah untuk kemudian mempertimbangkan rumah yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Nah, karena itu, pastikan kamu juga menjelaskan apa saja kelebihan dan keuntungan rumah yang kamu jual, seperti bebas banjir, hemat energi, atau aman dari maling.

    Demikianlah 5 kesalahan umum yang membuat rumah sulit terjual. Dengan mengetahui kesalahan tersebut, kamu bisa mengevaluasi kembali iklan rumah yang kamu buat dan memperbaikinya agar segera laku terjual. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menyimpan Produk Pembersih di Rumah yang Benar dan Aman, Biar Gampang Dicari



    Jakarta

    Untuk menjaga kebersihan rumah, selain mempunyai alat pembersih juga harus menyiapkan produk pembersih.

    Produk seperti cairan pembersih lantai, furnitur, hingga bahan kimia lainnya terkadang memakan tempat. Hal ini membuat kamu terkadang bingung, sebenarnya dimana produk pembersih seharusnya diletakkan.

    Hal ini juga penting jika kamu memiliki anak kecil yang suka memasukkan apapun ke dalam mulut. Nah, biar aman kamu harus tahu cara menyimpan produk pembersih dengan benar.


    Mengutip dari Martha Stewart, Selasa (6/2/2024), berikut pembahasannya.

    1. Jauhkan Produk Pembersih dari Lantai

    Menurut Malaika Lubega, seorang pengelola profesional, dekorator interior, dan pemilik Huza Home Concept, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menyimpan produk pembersih berbahan kimia. Salah satunya menjauhkan produk pembersih dari lantai.

    “Sebagai seorang ibu dan penyelenggara profesional, saya menyarankan klien saya yang memiliki anak kecil yang penasaran di rumah untuk menyimpan perlengkapan pembersih (seperti produk pembersih cair atau deterjen) di tempat yang sejuk dan kering, dan jauh dari jangkauan anak-anak,” terang Lubega.

    Menurut dia, semua perlengkapan pembersih harus dijauhkan dari lantai. Simpan barang-barang di rak yang dipasang di dinding. Jika kamu tidak memiliki ruang untuk penyimpanan di luar pintu, Lubega mengatakan kamu dapat meletakkan produk pembersih dalam wadah berlabel anti bocor di lemari yang aman. Peralatan pembersih, seperti penyedot debu, sapu, atau kain pel, harus disimpan di area yang sama agar mudah digunakan.

    2. Simpan Produk Pembersih di Garasi atau Ruang Penyimpanan Khusus

    Marilee Nelson, ahli biologi bangunan bersertifikat, konsultan lingkungan, dan salah satu pendiri Branch Basics, menjelaskan bahwa ruang penyimpanan di luar, seperti garasi, bisa dibilang tempat teraman untuk menyimpan produk pembersih.

    “Orang-orang tidak menyadari bahwa memiliki pembersih beracun yang tersebar di seluruh rumah mereka menciptakan senyawa kimia tingkat rendah yang dihirup dan diserap oleh setiap orang dalam keluarga melalui kulit setiap harinya,” papar Nelson.

    “Produk melepaskan bahan-bahannya ke udara, banyak di antaranya adalah senyawa organik volatil yang berbahaya,” imbuhnya. Dia menambahkan, mengeluarkan produk ini dari salah satu area tempat tinggal akan meningkatkan kualitas udara di rumah, dan pada gilirannya kesehatan kamu.

    3. Simpan di tempat yang Kering dan Aman

    Simpan seluruh perlengkapan dan produk pembersih pada tempat yang sejuk dan kering. Nelson berujar, kamu harus menghindari ruangan dengan kelembaban tinggi, jika tidak, reaksi berbahaya dapat terjadi. Oleh karena itu, jauhkan produk dari sumber panas, dan biarkan dalam kemasan aslinya.

    “Saat kamu membersihkan, bawa hanya apa yang kamu perlukan untuk digunakan di rumah. Saat menggunakan produk, pastikan area tersebut memiliki ventilasi yang baik dengan membuka jendela atau menggunakan kipas,” ucap Nelson. Kemudian, kembalikan pembersih ke penyimpanan dalam wadah kedap udara agar tidak terus mencemari udara yang dihirup oleh keluarga.

    4. Mengelompokkan Jenis Produk Pembersih Sesuai Fungsi

    Untuk kemudahan akses kamu dapat menyimpan produk yang kamu gunakan setiap hari di bawah wastafel atau di tempat lain yang mudah diakses. Pastikan produk-produk itu disimpan bersama.

    “Cara terbaik untuk menyimpan perlengkapan pembersih harian, seperti pembersih serbaguna, deterjen piring, spons, pembersih stainless steel, dan sabun cuci piring, adalah dengan menyimpan barang-barang ini bersama-sama untuk memudahkan akses,” jelas Lubega

    5. Ciptakan Ruang Penyimpanan Produk Pembersih

    Kamu bisa menempatkan produk pembersih ke dalam wadah kedap udara. Memisahkan produk-produk berbahan kimiawi akan membantu kamu menghindari kontaminasi silang antara produk pembersih lainnya. “Simpan barang serupa bersama-sama di wadah yang mudah dijangkau, sehingga kamu dapat melihat dengan jelas apa yang kamu miliki. Pisahkan dan beri label pembersih lantai, pembersih kamar mandi, dan pembersih dapur. Keluarkan wadah ini dari lantai, ke rak atau di lemari,” saran Lubega.

    Demikian 5 cara meletakkan produk pembersih di rumah dengan benar dan aman.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Ngebor Dinding, Perhatikan 6 Hal Ini


    Jakarta

    Memasang dekorasi dapat membuat rumah tampak lebih estetik. Kamu dapat memanfaatkan dinding sebagai ruang untuk dekorasi.

    Hiasan dekorasi yang umum dipasang di dinding adalah lukisan, jam dinding hingga pigura foto. Tak jarang untuk memasang dekorasi kita perlu memasang paku atau baut, sehingga kita harus mengebor dinding.

    Namun, sebelum kamu memulai mengebor dinding sendiri, ada baiknya kamu perhatikan 6 hal berikut seperti yang dikutip dari Point2homes, Selasa (6/2/2024). Berikut pemaparanya.


    1. Waspada dengan Kabel Listrik

    Salah satu bahaya terbesar mengebor dinding rumah adalah risiko merusak atau menabrak saluran kabel rumah. Jika hunian kamu seperti apartemen atau rumah dengan kabel yang tersembunyi di dinding tentu ini berbahaya. Sederhananya dapat memutus jaringan listrik di rumah kamu.

    Masalahnya, memperbaiki kabel putus yang tertanam di dinding juga bukan tugas kecil, dan kamu akan membutuhkan tenaga profesional untuk menanganinya. Terlebih untuk memperbaikinya perlu mendapatkan akses ke kabel yang rusak dengan membuka dinding terlebih dahulu, kemudian prosesnya yang akan memakan biaya mahal, dan memakan waktu.

    Sebelum memulai pengeboran, kamu harus mengetahui terlebih dahulu lokasi kabel bersembunyi dengan melihat outlet listrik dan sakelar lampu ditempatkan. Kabel biasanya dipasang secara vertikal atau horizontal dari outlet dan saklar listrik. Jadi berhati-hatilah saat mengebor di dekatnya.

    2. Hati-hati dengan Pipa

    Selain memperhatikan kabel listrik kamu juga perlu hati-hati terhadap pipa yang tersembunyi dibalik dinding. Bergantung pada jenis pipa, kamu mungkin akan terkena semburan air bertekanan tinggi tanpa henti, yang akan menyebabkan kerusakan air yang luar biasa pada saat kamu mematikan listrik. kamu juga bisa menabrak pipa gas, yang bisa sangat berbahaya jika terjadi percikan api.

    Pipa lebih sulit dilacak daripada kabel karena penempatannya seringkali kurang dapat diprediksi. Setiap rumah berbeda dan, tergantung pada usia rumah, pipa bisa dari logam atau plastik, terbuka atau tersembunyi. Waspadalah terhadap pipa yang mungkin juga mengalir melalui lantai dan dinding luar.

    3. Ketahui Lokasi yang Berbahaya

    Area rumah yang paling mungkin menampung banyak kabel dan pipa adalah dapur dan dinding serta lantai kamar mandi. Dinding kamar mandi dapat menampung berbagai macam pipa. Jadi jika kamar tidur berada di sisi lain dan kamu perlu hati-hati ketika ingin menggantung lukisan.

    Dapur biasanya lebih kompleks, dan dapat menampung pipa gas, pipa air, pipa pemanas, dan kabel. Di bagian lain rumah, pipa dan kabel mungkin berfungsi dengan rapi.

    4. Cek Logam di Balik Dinding

    Pasalnya kabel listrik dan pipa merupakan barang-barang yang terbuat dari material berbahan logam dan besi. Alat pendeteksi logam akan sangat berguna untuk mengecek keberadaan kabel dan pipa yang tertanam di balik dinding.

    Caranya, cukup jalankan perangkat di sepanjang permukaan; akan berbunyi bip jika ada sesuatu di balik dinding. Pastikan mengujinya terlebih dahulu pada semua jenis material, dan periksa kedalaman di mana ia akan terus dideteksi.

    5. Ketahui dan Pahami Dahulu Material Dinding

    Setelah area tersebut aman untuk dikerjakan, perhatikan proses pengerjaannya. Penting untuk mengetahui dari bahan apa dinding, dan apakah kamu dapat melakukan apa yang telah direncanakan dengan aman.

    Misalnya, jika baru saja membeli cermin antik menakjubkan dengan ukuran yang cukup berat, kamu perlu tahu bahwa dinding tempat menggantungnya itu sesuai dan mampu menampung sebagai ruang untuk meletakkan barang tersebut. Selanjutnya, jika material dinding terbuat dari kayu, maka hati-hatilah dalam proses pengeboran. Dinding kayu juga rentan ketika dibor, resikonya kayu dinding di rumah kamu akan terbelah dan rusak.

    6. Gunakan Alat Bor yang tepat

    Bahan yang berbeda membutuhkan alat yang berbeda pula. Misalnya, jika dinding, lantai, atau langit-langit kamu terbuat dari batu/beton, kamu akan mendapatkan pemasangan yang bagus, tetapi membutuhkan bor yang lebih kuat dan mata bor yang benar.

    Kamu bisa mendapatkan mata bor yang berbeda untuk pasangan bata, kayu dan logam, dan penting untuk mengetahui perbedaannya. Jika perlu mengebor ubin, kamu memerlukan mata bor ubin khusus (biasanya memiliki ujung seperti berlian) untuk mencegah retak atau pecah.

    Demikian 6 Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengebor dinding untuk pasang dekorasi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Pilih Kosan yang Nyaman



    Jakarta – Kosan merupakan salah satu opsi tempat tinggal dengan harga terjangkau. Maka tak heran banyak mahasiswa rantau atau orang yang masih tinggal sendiri memilih kosan.

    Meskipun demikian, memilih kosan tidak boleh sembarangan dan terburu-buru.

    Pertimbangkan tips dalam infografis ini ya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com