Author: Gak Ganti Gambar

  • 8 Tanaman Hias Ini Bikin Kamar Tidur Jadi Asri dan Nyaman


    Jakarta

    Menata kamar tidur tidak harus dengan furniture mewah dan modern, tapi juga bisa dengan meletakkan tanaman hias. Selain membantu menyegarkan ruangan, hadirnya tanaman hias juga dapat mempercantik kamar tidur.

    Namun, tidak semua tanaman hias bisa diletakkan di kamar tidur. Ada beberapa tanaman hias yang harus terkena sinar matahari langsung. Jika ditanam di ruangan malah layu dan mati karena kurang terpapar cahaya matahari.

    Ingin tahu apa saja tanaman hias yang cocok di kamar tidur agar terasa asri dan nyaman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Cocok di Kamar Tidur

    Ada beberapa tanaman hias yang cocok untuk kamar tidur agar menambah kesan asri dan nyaman. Dilansir situs Good Housekeeping, berikut daftarnya:

    1. Lidah Mertua

    Apabila kamu termasuk orang yang sering lupa menyiram tanaman hias, maka lidah mertua sangat cocok ditanam di rumah. Sebab, tanaman ini tak harus disiram setiap hari, cukup 1-2 kali dalam sebulan.

    Meski membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh, tetapi lidah mertua tidak harus terkena cahaya setiap hari. Tanaman ini juga dapat menyaring udara kotor di dalam ruangan saat siang maupun malam hari.

    2. Lidah Buaya

    Lidah buaya jadi salah satu tanaman hias yang populer. Tanaman ini sangat mudah dirawat karena tidak perlu disiram setiap hari. Kalau terlalu sering disiram justru bisa menyebabkan layu dan mati.

    Lidah buaya juga membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Namun sebaiknya diletakkan di area yang tidak terlalu banyak terkena cahaya matahari.

    3. Pakis Boston

    Pakis boston bisa menjadi pilihan menarik untuk tanaman hias di kamar tidur. Sama seperti lidah buaya, tanaman ini juga tidak perlu disiram secara rutin, cukup dua kali dalam seminggu.

    Pakis boston juga dapat hidup di area yang lembap, terutama di kamar tidur dan kamar mandi. Menanam pakis boston akan menambah kesan asri di ruangan.

    4. Melati

    Ingin menanam tanaman hias yang dapat mengharumkan ruangan? Melati bisa menjadi pilihan terbaik. Aroma wangi melati dapat memberikan efek rileks saat beristirahat.

    Warna putih dari bunga melati juga dapat mempercantik kamar tidur. Agar melati tumbuh subur, sebaiknya diletakkan di dekat jendela agar terkena sinar matahari dan jangan ditaruh di bawah AC.

    5. Sirih Gading

    Sirih gading atau disebut juga pothos emas merupakan salah satu tanaman hias yang mudah dirawat. Selain dapat memperindah kamar tidur, sirih gading juga dapat menyaring udara kotor di dalam ruangan.

    Sirih gading dapat dirawat dengan cara disiram secara teratur. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari, tapi dalam jumlah sedang.

    6. Janda Bolong

    Monstera atau disebut janda bolong bisa menjadi pilihan terbaik untuk tanaman hias di kamar tidur. Sebab, tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat yang minim cahaya dan cukup disiram seminggu sekali saja.

    7. Peace Lily

    Selain melati, kamu bisa menanam peace lily di kamar tidur. Bunganya yang indah bisa memberikan mood bahagia dan menenangkan.

    Merawat peace lily cukup dengan menjaga kelembapan pada tanah agar tidak terlalu kering. Pastikan tanaman ini tidak terpapar sinar matahari langsung.

    8. Lavender

    Lavender sudah dikenal sebagai salah satu tanaman yang ampuh mengusir serangga seperti nyamuk dan lalat. Selain itu, lavender juga cocok diletakkan di kamar tidur karena dapat mempercantik ruangan.

    Disarankan untuk meletakkan lavender di dekat jendela agar terpapar sinar matahari langsung. Tanaman ini juga tidak perlu disiram setiap hari, cukup seminggu sekali saja.

    Itu dia delapan tanaman hias yang cocok untuk kamar tidur. Tertarik menanam yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampas Kopi Jangan Dibuang ke Wastafel, Bisa Bikin Pipa Cepat Mampet


    Jakarta

    Setelah menyeruput secangkir kopi, biasanya ampas kopi akan menumpuk di dasar gelas. Beberapa orang memilih membuang ampas kopi langsung ke wastafel agar lebih cepat dan praktis.

    Padahal, membuang ampas kopi langsung ke wastafel bisa menimbulkan dampak buruk bagi saluran air. Sayangnya, banyak orang belum sadar dan masih terbiasa melakukan hal tersebut.

    Pakar kebersihan mengungkap dampak yang terjadi jika membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Apa saja dampaknya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Dampak Membuang Ampas Kopi ke Wastafel

    Pakar kebersihan di Roto-Rooter Plumbing & Water Cleanup Paul Abrams menganjurkan agar tidak membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Jika kebiasaan ini terus dilakukan maka dapat menyumbat saluran air.

    “Jika terlalu banyak, ampas kopi dapat menyumbat pipa pembuangan dan menyebabkan penyumbatan di wastafel Anda,” kata Abrams dikutip dari Better Homes & Gardens.

    Abrams mengatakan ampas kompi memiliki tekstur yang menggumpal. Apabila ampas kopi yang dibuang ke wastafel dalam jumlah banyak, maka ampas kopi akan saling menumpuk di saluran air yang berbentuk ‘U’ di bawah wastafel.

    Jika ampas kopi yang menumpuk sudah banyak dan bercampur kotoran di dalam pipa air, maka bisa membentuk endapan yang tebal. Seiring waktu, endapan tersebut dapat mengganggu aliran air sehingga menyebabkan penyumbatan.

    “Tekanan air yang sangat besar dibutuhkan untuk mendorong gumpalan bubuk kopi keluar dari saluran air, dan sayangnya bubuk tidak bisa larut dalam air,” ujarnya.

    Abrams menyebut tidak masalah jika sesekali membuang ampas kopi ke wastafel. Masalah justru akan muncul jika hal tersebut dijadikan suatu kebiasaan.

    “Jika kamu berulang kali menuangkan ampas kopi dalam jumlah kecil ke saluran air setiap hari, maka ampas kopi bisa menumpuk dan bercampur dengan sisa makanan, lemak, kerak sabun, dan minyak,” ungkap Abrams.

    Cara Alternatif Membuang Ampas Kopi di Rumah

    Daripada harus membuangnya ke wastafel, Abrams menyarankan agar ampas kopi bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, yaitu:

    1. Kompos Tanaman

    Ampas kopi mengandung nitrogen yang tinggi sehingga dapat menyuburkan tanaman. Namun, ampas kopi akan bermanfaat bagi tanaman jika digunakan dalam jumlah yang tepat.

    2. Membasmi Hama

    Alih-alih dibuang, ampas kopi dapat digunakan untuk membasmi hama, terutama semut dan siput di halaman rumah. Cukup taburkan ampas kopi di sekitar halaman untuk mengusir dan mencegahnya masuk ke rumah.

    3. Membersihkan Sejumlah Barang

    Ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan sejumlah barang di rumah, seperti panci, wajan, dan kompor. Soalnya, ampas kopi memiliki sifat yang cukup abrasif.

    4. Menghilangkan Bau

    Nitrogen yang terkandung dalam ampas kopi juga dapat menghilangkan bau tak sedap, seperti di lemari pakaian dan kulkas. Caranya juga mudah, cukup tuang ampas kopi ke dalam cangkir dan simpan di ruangan yang mengeluarkan bau tak sedap.

    Demikian penjelasan soal ampas kopi apakah bisa dibuang ke wastafel atau tidak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Mudah Tambal Lantai Keramik yang Retak


    Jakarta

    Rumah semakin berusia tentu akan mengalami kerusakan, termasuk bagian lantai. Lantai keramik yang terkena benturan keras atau tekanan kencang bisa pecah atau retak.

    Kondisi seperti ini bikin rumah kelihatan tidak estetik. Oleh karena itu, pemilik rumah sebaiknya memperbaikinya.

    Tenang aja, pemilik enggak harus ganti ubin seluruh lantai kok. Kalau kerusakan tergolong ringan, pemilik bisa menambal retakan pada lantai keramik.


    Lalu, bagaimana cara menambal lantai keramik yang retak? Berikut ini penjelasannya.

    Cara Tambal Lantai Keramik yang Retak

    Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki lantai keramik yang pecah, dikutip dari Home Decor Bills.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, bersihkan retakan keramik dengan menggunakan amplas atau pengikis. Kikis bagian dalam retakan yang terlalu tajam. Kemudian, bersihkan kotoran pada keramik menggunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, isi retakan dengan epoxy. Siapkan dulu campuran epoxy sesuai petunjuk pada kemasan serta karton atau alat khusus buat meratakan permukaan keramik.

    Setelah siap, tuangkan epoxy ke bagian keramik yang retak, lalu biarkan mengeras. Jika retakan lantai tipis dan kecil, pemilik bisa pakai tusuk gigi. Untuk retakan lebar, gunakan alat dengan permukaan rata. Namun, sebaiknya tidak pakai pisau ya karena bikin epoxy cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain. Jika itu kondisinya, bersihkan dengan mengikis bagian epoxy sebelum cairan mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Jika epoxy sudah mengering, pemilik bisa mengecatnya agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Sebaiknya pilih warna cat yang serupa dengan keramik dan memiliki finishing mengkilap. Pilih juga cat berbahan dasar minyak supaya tidak cepat pudar kalau kena air.

    Itulah cara mudah menambal lantai keramik yang retak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Dikira Sama, Ini 4 Perbedaan Kasur Ukuran King dan Queen


    Jakarta

    Banyak orang yang dilema saat membeli tempat tidur. Sebab, mereka ingin membeli kasur yang empuk dan nyaman agar kualitas tidur tetap terjaga baik.

    Selain soal kenyamanan, hal yang harus diperhatikan saat membeli kasur adalah tentang ukurannya. Adapun dua jenis kasur yang banyak dibeli orang, yakni ukuran king dan queen.

    Banyak yang mengira kalau kasur king dan queen adalah sama karena sekilas punya ukuran yang hampir mirip. Padahal, keduanya memiliki sejumlah perbedaan dari segi ukuran hingga harga.


    Ingin tahu perbedaan antara kasur king dan queen? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Perbedaan Kasur King dan Queen

    Ada sejumlah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen. Agar tidak salah saat membelinya, simak perbedaannya di bawah ini yang dilansir situs Sleep Foundation:

    1. Ukuran

    Perbedaan yang paling jelas terlihat adalah dari segi ukurannya. Meski sama-sama besar, tapi ukuran queen justru lebih kecil daripada king bed.

    Kasur ukuran king memiliki panjang 180 cm dan lebar 200 cm. Sementara queen bed punya ukuran sedikit lebih kecil, yakni 160 x 200 cm.

    2. Sesuaikan Kebutuhan

    Karena memiliki ukuran lebih lebar, kasur king size dapat menampung dua orang dewasa dan satu anak kecil. Tempat tidur ini cocok bagi keluarga yang memiliki anak kecil dengan usia di bawah 3 tahun.

    Sementara itu, kasur queen bed lebih cocok untuk pasangan yang baru menikah karena hanya muat untuk dua orang dewasa. Sebenarnya masih bisa menampung satu anak kecil, tapi dikhawatirkan akan terasa sempit.

    3. Tentukan Ukuran Kamar

    Selain membeli kasur sesuai kebutuhan, pastikan juga kamu telah mengukur kamar tidur di rumah. Jangan sampai sudah membeli kasur yang besar tapi ternyata tidak muat atau justru bikin sempit ruangan.

    Kasur ukuran king sangat cocok ditempatkan untuk kamar yang luas. Apabila kamar tidur di rumah minimalis dan ukurannya cukup kecil, maka queen bed bisa menjadi pilihan terbaik.

    4. Harga

    Mengenai harga, baik kasur ukuran king atau queen memiliki banderol yang berbeda-beda. Selain karena dibedakan oleh jenisnya, harga kasur juga tergantung dari mereknya.

    Di berbagai situs marketplace, harga kasur ukuran king dibanderol mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 25 juta. Sementara tempat tidur jenis queen bed punya harga mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 22 jutaan.

    Sejumlah merek kerap menawarkan beberapa promo menarik dan paket bundling. Jadi, harga kasur bisa jauh lebih murah sekaligus mendapatkan bantal, guling, dan seprai.

    Itulah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen bed. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Rumah Langganan Bocor Tiap Hujan? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Atap bocor biasanya diketahui pertama kali saat hujan turun. Hal ini bisa terjadi pada rumah baru dan rumah lama.

    Penyebabnya cukup banyak, mulai dari pemasangan atap yang tidak rapih, tidak dilengkapi dengan bahan-bahan pelindung air, adanya sumbatan pada talang air, hingga memang ada retakan atau kerusakan pada atap.

    Tanda kebocoran pada atap rumah umumnya adalah muncul rembesan air pada atap dan dinding. Kemudian, jika kerusakannya sudah parah tetesan air akan terdengar dengan jelas dan lama kelamaan akan muncul noda kehitaman pada plafon. Noda tersebut sebenarnya jamur yang tumbuh di area yang lembap.


    Sayangnya, saat ini tidak ada jenis atap yang benar-benar 100 persen dapat melindungi rumah dari kebocoran. Namun, kebocoran pada atap bisa diatasi, dilansir How Home, berikut caranya.

    1. Tentukan Lokasi Kebocoran

    Ketika hendak memperbaiki atap, kita harus tahu titik kerusakan dahulu agar tahu bagaimana cara mengatasinya. Caranya adalah dengan naik ke atas. Jangan lupa ingat-ingat lokasi kebocoran yang terlihat dari dalam untuk dijadikan patokan kemungkinan letak kerusakannya.

    Terkadang air mengalir jauh dari tempat kerusakan karena perbedaan ketinggian permukaan atap, maka dari itu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

    2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

    Setelah mengetahui letak kerusakan, lakukan perbaikan dari bagian yang terbesar agar tidak bekerja dua kali. Apabila ada retak besar berarti harus dilakukan waterproofing berupa cairan mirip cat tetapi dengan hasil yang lebih tebal dan kental. Apabila hanya retakan kecil, bisa ditutup dengan cairan resin. Jangan lupa ditutup dengan bahan-bahan anti bocor lainnya sebelum genteng baru dipasang kembali.

    3. Mengganti Genteng

    Jangan memakai genteng atau jenis atap yang rusak. Apabila sudah retak, pecah, atau hancur, harus diganti dengan yang baru. Bisa juga meminta bantuan ahli untuk pemasangannya apabila tidak memiliki pengalaman.

    4. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

    Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti roll roofing atau genteng double.

    5. Bersihkan Talang Air

    Talang air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi talang air. Sering kali talang air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera bersihkan talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat talang air jebol.

    6. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    Itulah beberapa tips mencegah rumah bocor kala dilanda hujan lebat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Pakai Parfume, Begini Cara Menghilangkan Bau Rokok yang Efektif


    Jakarta

    Asap rokok merupakan campuran asap dengan partikel halus dari hasil pembakaran. Saat asap dibuang ke udara, bukan hanya zat yang terkandung di dalamnya yang berbahaya bagi non perokok, tetapi baunya juga tidak sedap.

    Bau rokok bukan hanya tercium setelah asap dilepas ke udara, melainkan bisa bertahan dalam beberapa menit, terutama jika berada di ruang tertutup. Hal ini tentu tidak bagus karena pasti akan ada orang yang terganggu dengan baunya.

    Dilansir Real Simple, ada cara untuk menghilangkan asap rokok, berikut diantaranya.


    1. Buka Pintu dan Jendela

    Untuk mengurangi bau rokok, cara pertama adalah dengan membuka semua ventilasi udara di ruangan tersebut seperti pintu dan jendela. Dengan begitu ada pertukaran udara di dalam ruangan dan bau asap rokok dapat berkurang

    2. Buang Asbak

    Asbak kerap digunakan untuk membuang puntung. Meskipun sudah tidak lagi terbakar, terkadang baunya masih menempel di asbak tersebut. Sebaiknya, setelah merokok atau ada orang yang baru selesai merokok, cepat bersihkan asbaknya.

    3.Bersihkan Perabotan

    Asap rokok mengandung partikel halus yang bisa menempel pada benda di sekitar, seperti dinding, kursi, bahkan pakaian. Untuk menghilangkan bekas rokok secara maksimal sebaiknya bersihkan segala perabotan di dalam ruangan dengan pembersih yang tepat. Misalnya jika ingin membersihkan pakaian dari asap rokok harus direndam dahulu memakai deterjgen dan satu cangkir soda kue di wadah tersendiri.

    4. Gunakan Cuka

    Cuka juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau asap rokok karena cairan satu ini dapat menyerap bau tersebut. Caranya cukup tuang cuka putih suling ke dalam beberapa mangkuk kecil dan letakkan di sekitar ruangan di area yang tidak terganggu.

    5. Taburkan Soda Kue

    Sama seperti cuka, soda kue juga ampuh untuk menyerap bau dan kelembapan pada ruangan. Caranya taburkan soda kue pada furnitur yang kering seperti sofa atau apapun, bisa gosok dengan sikat yang berbulu lembut. Kemudian, biarkan 4 hingga 8 jam lalu bersihkan dengan penyedot debu.

    6. Bersihkan Dinding

    Asap rokok juga bisa menempel pada dinding dan menimbulkan noda. Apabila menemukan noda bekas rokok di rumah, lekas bersihkan menggunakan campurkan 1 sendok teh pembersih serbaguna dan ½ cangkir soda kue pada 1 liter air hangat dalam ember kemudian aduk. Celupkan spons atau kain mirofiber ke dalam larutan, lalu seka dinding dari atas ke bawah dengan lembut. Kemudian, gunakan spons lain yang sudah dibasahi dengan air biasa untuk menyeka dinding agar menghilangkan sisa sabun.

    7.Bersihkan Karpet

    Biasanya seseorang merokok di luas ruangan, tetapi apabila ada yang suka merokok di dalam ruangan yang lantainya dilapisi dengan karpet, bagian tersebut harus dibersihkan. Sebab, bukan hanya pakaian saja yang akan terkontaminasi zat di dalam asap rokok, melainkan karpet juga. Cara membersihkannya dengan menggunakan penyedot debu, tetapi lebih baik taburkan soda kue dan diamkan selama 8 jam sebelum menyedot debu. Berikan penyegar kain untuk menghilangkan bau.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar bau rokok di ruangan bisa hilang dengan maksimal. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang Ini Jangan Ditaruh di Kamar Mandi, Bisa Rusak-Terpapar Bakteri!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang kerap ditemukan aneka macam barang. Benda-benda tersebut bahkan selalu digunakan setiap hari, seperti sikat gigi dan sabun cuci muka.

    Sebenarnya, tidak masalah jika menaruh barang di kamar mandi, seperti tempat sabun, shampoo, atau pasta gigi. Namun, tidak semua barang ternyata bisa ditaruh di ruangan tersebut.

    Jika kebiasaan menaruh sejumlah barang ini di kamar mandi, dampaknya bisa rusak seiring waktu. Bahkan, kotoran dan bakteri bisa menggerogoti barang tersebut dan akhirnya membahayakan kesehatan.


    Penasaran, apa saja barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kamar mandi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Barang Ini Sebaiknya Jangan Ditaruh di Kamar Mandi

    Menurut berbagai pakar, ada sejumlah barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Dikutip dari situs Bob Vila, berikut daftar barangnya:

    1. Sikat Gigi

    Banyak orang yang terbiasa menaruh sikat gigi di kamar mandi. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat membahayakan kesehatan karena bakteri dan kotoran bisa menempel di sikat gigi.

    “Kamar mandi adalah tempat yang lembap dan sering dilalui orang, dan setiap kali toilet disiram, partikel mikroskopis dapat beterbangan di udara dan menempel di permukaan di sekitarnya,” kata pakar interior rumah tangga Lori Bailey.

    Daripada meletakkan sikat gigi di kamar mandi, Bailey menyarankan untuk menyimpannya di rak atau kantong khusus sikat gigi. Selain melindungi sikat gigi tetap bersih, cara ini membuat kamar mandi tidak terlihat berantakan.

    2. Perhiasan

    Menyimpan perhiasan di kamar mandi merupakan kebiasaan yang salah. Soalnya, perhiasan seperti cincin dan kalung berisiko jatuh ke wastafel atau kloset, lalu bisa terbuang lewat saluran air.

    Lalu, beberapa perhiasan seperti batu permata juga bisa rusak karena terpapar air. Suhu yang lembap di kamar mandi juga dapat merusak perhiasan kamu yang harganya jutaan rupiah.

    “Solusinya adalah menyimpan perhiasan di lemari atau memasukkannya ke kota perhiasan agar tetap aman,” ujar Bailey.

    3. Alat Penata Rambut

    Alat penata rambut seperti hair dryer dan hair straightener (catokan) jangan ditaruh di kamar mandi. Sebab, benda ini bisa cepat rusak jika karena terkena cipratan air. Jika kamu mencoloknya ke stop kontak maka bisa tersengat arus listrik atau menimbulkan korsleting.

    Bailey menyebut tidak masalah menggunakan hairdryer di kamar mandi, asalkan langsung dicabut dari stop kontak dan disimpan di tempat yang kering setelah digunakan.

    “Saya selalu menyarankan untuk mencabut kabel dari stop kontak setelah alat penata rambut selesai digunakan dan menyimpannya dengan benar,” jelasnya.

    4. Makeup

    Barang lain yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi adalah alat makeup. Kondisi kamar mandi yang lembap dapat merusak alat makeup seiring waktu.

    “Kamar mandi adalah lingkungan yang punya kelembapan tinggi sehingga dapat merusak makeup, mengurangi masa penggunaan, dan menyebabkan pertumbuhan bakteri, terutama pada krim dan bedak,” papar Bailey.

    5. Obat-obatan

    Beberapa orang terkadang menyimpan obat-obatan di kamar mandi karena mudah diambil. Namun, Bailey menyebut suhu yang lembap di kamar mandi justru dapat memengaruhi kualitas obat.

    “Kamar mandi jauh dari kata ideal untuk menyimpan obat-obatan. Banyak obat yang sudah tidak efektif menyembuhkan penyakit jika disimpan di tempat yang lembap seperti kamar mandi,” pungkasnya.

    Demikian lima barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Cahaya Lampu Kamar yang Dianjurkan biar Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Umumnya warna lampu di kamar adalah putih. Warna ini dipercaya sebagai warna cahaya paling terang dan memiliki jangkauan yang lebih luas ketika menyala. Ternyata putih bukanlah warna cahaya terbaik untuk dipakai di kamar tidur.

    Bagi yang masih merasa semua warna cahaya lampu sama saja bagi kesehatan, faktanya tidak lho. Dilansir dari Healthline, jenis cahaya tertentu dapat memengaruhi suasana hati dan kualitas tidur. Hal ini yang mendasari adanya nasihat sebelum tidur kita harus menghindari cahaya terang.

    Melatonin adalah hormon yang sebagian besar mengendalikan siklus tidur-bangun alami tubuh. Fotoreseptor khusus di mata akan mengirimkan informasi kembali ke otak dan memengaruhi produksi melatonin. Reseptor ini paling sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang sekitar 450 hingga 480 nanometer (nm). Menurut kebanyakan orang, cahaya ini tampak biru.


    Untuk mengetahui jenis cahaya lampu yang baik di kamar tidur, dilansir Sleep Foundation berikut beberapa warna cahaya yang baik dan warna cahaya yang buruk untuk tidur.

    Warna Cahaya Lampu Terbaik untuk Tidur

    Cahaya Merah

    Lampu dengan warna cahaya merah tidak mempengaruhi ritme sirkadian, warna cahaya ini bagus digunakan di malam hari. Paparannya dapat meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan produksi melatonin. Saat bangun tidur, tubuh tidak merasa lelah dan linglung.

    Cahaya Kuning dan Oranye

    Cahaya berwarna kuning dan oranye redup memiliki dampak kecil pada ritme sirkadian dan merupakan pilihan yang baik untuk digunakan di malam hari. Sama seperti warna merah, paparan cahaya kuning dan oranye dapat meningkatkan produksi melatonin, terutama jika dibandingkan dengan warna yang lebih dingin.

    Warna Cahaya Lampu Terburuk untuk Tidur

    Cahaya Biru

    Seperti yang disebutkan sebelumnya reseptor cahaya di mata sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang sekitar 450 hingga 480 nanometer (nm). Cahaya tersebut merupakan biru. Warna cahaya ini mempengaruhi ritme sirkadian, menekan melatonin, dan mengaktifkan ritme sirkadian untuk membantu tubuh tetap waspada.

    Cahaya biru jika digunakan terus menerus dapat memberikan efek pada tubuh jika kamar tersebut masih siang. Hal ini mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi kualitas tidur.

    Cahaya biru juga bisa muncul dari paparan perangkat elektronik, seperti ponsel, laptop, TV, hingga komputer.

    Cahaya Hijau

    Meskipun tidak begitu berpengaruh seperti cahaya biru, warna satu ini juga dapat mengurangi produksi melatonin. Jadi sebaiknya menghindari pemakaian cahaya lampu hijau pada kamar.

    Itulah aturan jenis warna cahaya lampu di kamar yang dianjurkan dan dilarang, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sat Set! Ini Cara Cepat Rapikan Tempat Tidur Anti Ribet


    Jakarta

    Setelah bangun tidur di pagi hari, biasanya penghuni rumah bakal merapikan tempat tidur. Namun, sebagian orang mungkin melewatkan berberes tempat tidur karena terburu-buru atau merasa ribet.

    Padahal, penghuni bisa banget rapikan tempat tidur dalam waktu singkat kok. Dalam waktu kurang lebih dua menit, kasur bisa keliatan rapi dan estetik.

    Jika tidak dibereskan, tempat tidur berantakan malah bikin kamar kurang sedap dipandang. Oleh karena itu, sebaiknya sempatkan waktu untuk membereskan tempat tidur di pagi hari ya.


    Lantas, bagaimana cara cepat merapikan tempat tidur? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cepat Rapikan Tempat Tidur

    Inilah langkah-langkah untuk merapikan tempat tidur, dikutip dari Clean My Space.

    1. Kosongkan Tempat Tidur

    Pertama, kosongkan permukaan tempat tidur sampai hanya tersisa seprai. Taruh bantal dan selimut di tempat duduk atau meja terlebih dahulu. Singkirkan juga benda-benda yang tidak diperlukan, misalnya kaos kaki yang terselip.

    2. Rapikan Seprai

    Selanjutnya, pastikan seprai terpasang dengan rapi dan pas pada tempat tidur. Penghuni bisa mengelilingi kasur sambil menarik dan menyelipkan ujung seprai agar pas.

    3. Bentangkan Selimut

    Bentangkan selimut ke seluruh permukaan tempat tidur secara merata. Lalu, lipat bagian atas selimut sejauh preferensi penghuni rumah, misalnya sekitar 30 cm. Luangkan waktu sejenak untuk meratakan kerutan dan menarik selimut beberapa kali di bagian samping untuk membuat permukaan benar-benar halus.

    4. Susun Bantal

    Terakhir, letakkan dan susun bantal dengan rapi di atas tempat tidur. Jika ada bantal dekoratif, penghuni dapat mempercantik tempat tidur dengan bantal tersebut.

    Waktu Ideal Cuci Seprai

    Selain merapikan tempat tidur setiap hari, penghuni rumah juga harus rutin mencuci seprai bantal dan kasur. Sebaiknya cuci seprai setiap 1-2 minggu sekali. Jika merasa sibuk, maksimal menunda hingga satu bulan untuk mencuci seprai tempat tidur. Sementara itu, selimut mesti dicuci setiap 3 bulan sekali ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Efek Sering Hidup-Matikan AC Bisa Lebih Hemat Listrik?



    Jakarta

    Pemakaian AC di rumah saat ini menjadi hal yang lumrah karena kipas angin tidak cukup untuk mendinginkan suhu ruangan. Sementara, suhu udara di Indonesia semakin lama, semakin panas, terutama di kota-kota besar seperti Jabodetabek.

    Sayangnya, pemakaian AC di rumah juga bisa menyedot daya cukup besar. Banyak orang menyiasati hal ini dengan menghidupkan AC saat ruangan sedang digunakan, selebihnya AC akan dimatikan. Di sisi lain, ada yang berpendapat jika mematikan dan menyalakan AC bisa membuat penggunaan listrik lebih boros. Lantas, bagaimana cara menggunakan AC yang benar agar tidak boros listrik?

    Dilansir dari laman The Washington Post, mematikan AC beberapa jam, kemudian menghidupkannya lagi hanya bisa menghemat sedikit listrik. Apabila melakukan hal seperti itu di bawah 1 jam atau bahkan hanya mematikan beberapa menit karena keluar kamar, itu bukan mengemat listrik. Sebab, AC harus menyedot banyak energi agar ruangan kembali dingin.


    Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder. Ia mencari tahu apakah mematikan AC benar bisa menghemat energi.

    Dalam penelitiannya, ia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 °C.

    Hasilnya menunjukkan bahwa AC yang dimatikan bisa menghemat sedikit energi. Tapi saat setiap AC dinyalakan kembali, listrik yang terpakai jauh lebih banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

    Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena mesin akan berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara jika AC yang telah dinyalakan lama, tidak membebani sistem motor untuk menyesuaikan suhu.

    “Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” ujar mahasiswa pascasarjana tersebut.

    Dengan demikian, sering menyalakan dan mematikan AC justru bisa menaikkan tagihan listrik.

    Cara Menghemat Energi Listrik AC

    Dari penjelasan sebelumnya, mematikan dan menyalakan AC terlalu sering hanya bisa menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal berikut yang dinilai lebih efektif untuk menghemat listrik.

    1. Memastikan Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

    Kerja AC di dalam ruangan bisa maksimal kalau AC di luar ruangan dan salurannya ditempatkan dengan benar. Maka pastikan:

    • AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
    • AC luar punya penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.
    • Rajin mengganti dan membersihkan filter untuk bisa membantu menghemat energi sekitar 5-15 persen.

    2. Tidak Menyalakan AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

    Menyalakan banyak perangkat elektronik bersamaan dapat menyedot daya listrik yang besar. Apabila besar daya di rumah tidak cukup untuk mengoperasikan semua perangkat yang digunakan, listrik di rumah akan tiba-tiba mati. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pemilik rumah harus menyesuaikan pemakaian dengan jumlah daya di rumah. Salah satunya adalah menghindari menyalakan AC bersamaan dengan peralatan elektronik lain agar listrik tetap hemat.

    Itulah penjelasan mengenai apakah memakai AC dengan sering dihidupkan dan dimatikan akan lebih baik, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com