Author: Gak Ganti Gambar

  • 5 Bahan Dapur Sederhana yang Bikin Tikus Ogah Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Salah satu hewan yang sering kali muncul di dalam rumah adalah tikus. Hama ini kerap muncul di kamar mandi, dapur, dan loteng rumah.

    Tikus bisa menggerogoti sisa-sisa makanan yang ada di dapur dan meja makan. Tak hanya itu, hewan pengerat ini juga bisa membuang kotoran sembarangan yang bisa memicu bau tak sedap.

    Untuk mencegah tikus datang ke rumah ternyata bisa menggunakan bahan dapur sederhana. Ingin tahu apa saja bahan dapur tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Dapur yang Ampuh Cegah Tikus Masuk Rumah

    Ada sejumlah bahan dapur yang bisa mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Dikutip dari situs The Spruce, berikut daftar bahan dapurnya:

    1. Bawang Putih

    Bawang putihBawang putih Foto: ji jiali/Unsplash

    Bawang putih umumnya digunakan sebagai salah satu bumbu masak. Selain menciptakan rasa sedap pada makanan, ternyata bawang putih juga ampuh mencegah tikus masuk ke rumah.

    Sebab, bawang putih memiliki bau yang menyengat bagi tikus. Agar efektif mengusir hama tersebut, letakkan beberapa siung bawang putih di dekat pintu masuk. Bisa juga menaburkan bubuk bawang putih di sekitar jalur tikus yang sering dilalui.

    2. Kayu Manis

    Hindari Efek Samping Konsumsi Kayu Manis, Ikuti Saran Ahlikayu manis. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Kayu manis memiliki aroma yang harum dan menciptakan rasa lezat pada makanan. Meski begitu, aroma dari kayu manis ternyata tidak disukai oleh kawanan tikus karena baunya dianggap sangat tajam.

    Untuk cara pakainya, taburkan bubuk kayu manis di sekitar pintu masuk atau celah. Bisa juga menaburkan kayu manis di area yang sering dilalui hama tersebut.

    3. Cuka Putih

    white vinegar on wood table topcuka putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cuka putih merupakan salah satu bahan dapur yang disebut efektif untuk mencegah tikus masuk rumah. Aromanya yang tajam dan memiliki sifat asam membuat tikus memilih untuk menghindarinya.

    Cukup masukkan bola-bola kapas ke dalam wadah berisi cuka putih, lalu letakkan di area yang sering dilalui tikus. Jangan lupa untuk mengganti bola kapas setiap 4-5 hari sekali agar aroma cuka putih tetap keluar.

    4. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Bubuk kopi bisa menjadi pilihan alternatif untuk mencegah tikus datang lagi. Caranya juga gampang, cukup tuang bubuk kopi ke dalam beberapa wadah, lalu letakkan di sudut-sudut rumah.

    Disarankan untuk menggunakan bubuk kopi hitam, bukan kopi dengan campuran gula atau krimer. Sebab, bubuk kopi tersebut justru bisa mengundang semut untuk datang.

    5. Merica Bubuk

    Coarse ground black pepper on a wooden spoon and spilled on an old, weathered wood surface.Merica bubuk. Foto: iStock

    Satu lagi bahan dapur yang dapat digunakan, yakni merica bubuk. Aroma pedas dari merica ternyata dapat mengusir tikus karena tidak tahan dengan baunya.

    Cara pakainya cukup dengan menaburkan merica bubuk ke area yang sering dilalui tikus. Agar tidak mengotori rumah, sebaiknya tuang merica bubuk ke dalam wadah kecil.

    Itulah lima bahan dapur sederhana yang dapat mencegah tikus masuk ke rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Keran Air Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Keran air masih bisa mengeluarkan tetesan air meski sudah ditutup secara rapat. Hal ini terkadang dibiarkan oleh banyak orang karena air yang menetes masih dianggap sangat sedikit.

    Namun, jika dibiarkan terus-menerus maka keran air yang menetes bisa memicu masalah. Bisa saja tetesan air semakin banyak dan memicu kebocoran pada keran air.

    Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab keran air sering menetes walau sudah ditutup secara rapat. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Keran Air Sering Menetes

    Dilansir situs Swan’s Plumbing, keran air selalu menetes disebabkan karena kondisi keran yang sudah aus sehingga tidak lagi bisa tertutup secara rapat. Bagian keran yang biasanya mudah aus adalah washer, yakni segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

    Penyebab lainnya karena bagian ring-o, seal, washer, dan katup air keran yang sudah longgar atau rusak, sehingga saat ditutup atau dibuka tetap masih ada air yang keluar. Kondisi ini bisa dipicu adanya karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian.

    Selain itu, terlalu sering membuka air keran secara lebar-lebar juga bisa memengaruhi usia keran, sehingga lebih cepat rusak. Soalnya, tekanan air yang terlalu tinggi dapat menekan komponen di dalam keran sehingga menyebabkan retakan halus yang tak terlihat.

    Cara Perbaiki Keran Air yang Rusak

    Memperbaiki keran air yang terus menetes masih bisa dilakukan secara mandiri tanpa perlu bantuan teknisi profesional. Dikutip dari My Plumber London dan Your Repair, berikut langkah-langkah memperbaikinya:

    1. Siapkan Alat

    Langkah pertama adalah mempersiapkan alat-alat, seperti kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

    2. Matikan Saluran Air

    Saat ingin membongkar keran air, pastikan air di rumah dalam keadaan kosong atau mati. Hal ini demi mencegah air tersembur secara tiba-tiba dan tidak ada air yang terbuang.

    3. Lepas Gagang Keran

    Jika sudah aman, buka gagang keran air terlebih dahulu secara perlahan. Jangan dibuka secara paksa karena bisa merusak keran.

    4. Buka Katup Keran

    Keran air biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai, lalu putar berlawanan searah jarum jam. Jika berhasil dibuka, ambil komponen tersebut.

    5. Cek Washer atau Ring-O

    Cek kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Jika dilihat dari bentuknya sudah tidak normal atau ditemukan ada kerusakan, maka segera diganti dengan yang baru.

    6. Pasang Selotip Ledeng

    Apabila keran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar bagian atas, maka cara menghentikan tetesan air bisa dengan memasang selotip pipa berwarna putih secara melingkar.

    7. Pasang Kembali Keran

    Kalau semua masalah sudah teratasi, pasang kembali keran dengan sempurna. Pastikan dipasang secara kencang dan tepat untuk mencegah terjadinya kebocoran di kemudian hari.

    8. Nyalakan Air

    Terakhir, cobalah buka keran air dan tutup kembali. Jika sudah tidak ada tetesan air yang keluar saat keran tertutup rapat, maka air keran sudah kembali normal.

    Itulah penyebab keran air sering menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Barang yang Harus Disimpan di Rak agar Dapur Terlihat Rapi


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang hampir setiap hari berantakan. Ada istilah rumah tidak terlihat hidup jika dapur nggak ngebul, artinya penting sekali jika selalu ada kegiatan masak atau membuat makanan di ruangan tersebut.

    Sebagai ruangan yang selalu dipakai setiap hari, berarti pemilik rumah pasti hampir setiap hari membersihkan dan merapikan dapur. Selain karena untuk menjaga tampilannya, dapur yang rapi juga memudahkan penggunanya bergerak. Jika panci, piring, hingga rak berserakan di lantai, ruang gerak jadi terbatas.

    Cara membuat dapur rapi bukan hanya menempatkan setiap benda pada tempatnya, melainkan menyingkirkan beberapa hal yang tidak berguna.


    Dilansir dari The Spruce, berikut barang yang harus disimpan dan tidak terlihat di dapur karena sering membuat berantakan.

    1. Pisau di Atas Meja

    Saat ini terdapat sebuah benda yang berguna untuk meletakkan pisau yang aman. Materialnya dari kayu. Biasanya tempat penyimpanan pisau ini diletakkan di atas meja. Ternyata menurut desainer interior sekaligus pendiri Of Space and Mind, Ashley La Fond, peralatan masak tidak harus berada terlalu dekat dengan area memasak. Peralatan masakan seharusnya tetap disembunyikan di balik laci-laci meja di dapur.

    Alasannya agar area memasak lebih luas dan mencegah peralatan masak terkontaminasi dengan debu.

    2. Rak Piring Bersih

    Kebanyakan rumah menyediakan rak pengering piring dan meletakkan tidak jauh dari bak cuci piring atau wastafel. Menurut Julie Peak seorang pakar tata letak rumah adanya rak piring bersih sebenarnya hanya memakan tempat dan tidak begitu berguna.

    Lebih baik membuat rak pengering yang dapat dilipat atau digulung sehingga dapat disimpan saat tidak digunakan. Bentuknya seperti rak pengering di dalam laci.

    3. Toples Makanan

    Hampir setiap rumah pasti memiliki toples makanan di rumah, terutama yang sering menyimpan camilan. Umumnya toples berisi camilan yang sering dimakan akan diletakkan di area yang mudah dijangkau. Namun, pakar kerapian rumah tidak sepakat dengan ini.

    Memiliki banyak toples apalagi meletakkannya di meja dapur, hanya akan memakan tempat dan membuat dapur berantakan. Lebih baik, simpan toples tersebut di lemari atau kulkas dan ambil ketika ingin dimakan.

    4. Struk Belanjaan dan Tumpukan Kertas

    Bagi yang sering mengumpulkan struk belanjaan, sebaiknya jangan diletakkan di meja dapur. Menurut Laura Price, pendiri The Home Organization, sebaiknya langsung dibuang atau disimpan di rak yang tertutup.

    5. Aksesoris Tak Penting

    Julie Peak mengatakan bahwa aksesoris berlebihan dan tidak begitu bermanfaat di dapur harus disingkirkan. Ia menyebut lebih baik pilih aksesoris yang bisa digantung daripada yang harus diletakkan di area memasak.

    6. Peralatan Masak

    Terkadang penyimpanan di rumah tidak muat untuk menyimpan panci, teflon, hingga panci. Cara mengatasinya adalah dengan membuat gantungan di area kompor agar saat hendak dipakai mudah digapai.

    Julie Peak mengatakan cara menyimpan peralatan masak seperti ini justru membuat tampilan ruangan berantakan. Lebih baik disimpan di dalam rak yang tidak terlihat apabila tidak digunakan.

    Itulah tips membuat dapur tetap terlihat rapi, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpel Rawat Tanaman Saat Cuaca Panas Agar Tetap Subur


    Jakarta

    Beberapa hari terakhir cuaca panas ekstrem melanda sejumlah daerah di Indonesia. Suhu udara di luar ruangan saat siang hari bisa mencapai 37 derajat Celcius.

    Cuaca panas ekstrem tidak hanya bikin gerah dan pengap, tapi juga memengaruhi makhluk hidup lainnya seperti tanaman. Sebab, panas dari matahari bisa membuat tumbuhan layu dan akhirnya mati jika tidak dirawat.

    Apabila detikers memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lebih sering dirawat dan diperhatikan ketika cuaca panas ekstrem. Ingin tahu tipsnya? Simak dalam artikel ini.


    Tips Merawat Tanaman Saat Cuaca Panas

    Beberapa tanaman seperti sukulen dan kaktus mungkin dapat bertahan hidup saat cuaca panas ekstrem. Namun lain halnya dengan tanaman hias dalam ruangan yang justru membutuhkan perawatan ekstra.

    Dilansir situs Ugaoo, berikut tips merawat tanaman hias saat cuaca panas ekstrem:

    1. Rutin Siram Tanaman

    Tips yang pertama adalah rutin menyiram tanaman saat cuaca panas sedang melanda. Sebab, udara panas menyebabkan air menguap lebih cepat sehingga tanaman lebih mudah dehidrasi.

    Teknik menyiram tanaman juga tidak bisa sembarangan. Sebaiknya siram tanaman secara perlahan agar tanah bisa punya waktu untuk menyerap air.

    Jika tanaman langsung disiram dalam jumlah banyak maka tanah tidak memiliki waktu untuk menyerap air dan langsung terbuang lewat lubang drainase. Sedangkan jika disiram terlalu sedikit maka hanya lapisan tanah bagian atas saja yang akan basah, sedangkan akar tanaman tetap dehidrasi.

    2. Jaga Kelembapan Tanaman

    Sejumlah tanaman hias menyukai kelembapan tinggi, seperti fittonia, monstrea, calathea, dan sejumlah pakis. Tanaman tersebut perlu disemprot air secara berkala saat cuaca panas ekstrem.

    Selain itu, isi pot tanaman dengan batu kerikil. Fungsinya untuk memastikan kelembapan tanah tetap terjaga dengan baik.

    3. Jauhi Tanaman dari Sinar Matahari Berlebih

    Saat cuaca panas ekstrem, sebaiknya jauhi tanaman dari sinar matahari langsung. Sebab, tumbuhan yang terpapar panas matahari berlebih bisa menyebabkan layu dan akhirnya mati.

    Pindahkan tanaman ke sudut rumah yang tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Selain itu, siram tanaman secara berkala setiap pagi.

    4. Kenali Tanda-tanda Tanaman Stres

    Tanaman juga bisa mengalami stres akibat jarang dirawat. Ketika cuaca sedang panas-panasnya, tanaman bisa lebih mudah stres dan akhirnya mati.

    Ada sejumlah tanda-tanda yang perlu diketahui saat tanaman sudah mulai stres, yakni:

    • Tanaman tropis (terutama yang merambat) akan layu karena terlalu panas.
    • Muncul bintik-bintik cokelat pada tanaman.
    • Setelah itu, daun mulai berwarna kuning kecokelatan.
    • Jika tidak segera diatasi, daun akan berwarna cokelat tua dan mulai berguguran.

    5. Jangan Beri Pupuk Jika Tanaman Mulai Layu

    Banyak orang yang sengaja memberi pupuk tambahan untuk tanaman yang sudah mulai layu. Sayangnya, hal tersebut bukan ide yang baik dan justru membuat tanaman cepat mati.

    Meski pupuk bisa membantu tanaman jadi subur dan menambah nutrisi, tetapi tanaman yang stres akibat cuaca panas kurang tepat jika diberi pupuk. Tanaman lebih membutuhkan air yang cukup agar bisa kembali segar.

    Itulah tips simpel dalam merawat tanaman saat cuaca panas ekstrem. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Diinjak! Begini Cara Ampuh Usir Kaki Seribu Tanpa Bikin Bau



    Jakarta

    Pernah mendadak menemukan barisan kaki seribu merayap di lantai rumah? Hewan kecil ini memang sering muncul tiba-tiba, terutama saat malam hari. Meski tidak berbahaya, banyak orang merasa geli melihat hewan berkaki banyak ini.

    Melansir Australia Plus ABC, kaki seribu atau millipede merupakan hewan invertebrata yang bisa memiliki hingga 350 pasang kaki. Binatang ini aktif di malam hari dan tertarik pada cahaya terang, sehingga sering terlihat di dinding berwarna putih atau lampu rumah.

    Namun, jangan langsung menginjaknya! Menurut pengendali hama asal Australia Selatan, Michael Cutting, kaki seribu yang tergencet bisa mengeluarkan bau menyengat sebagai bentuk pertahanan diri.


    Lalu, bagaimana cara yang tepat mengusir kaki seribu dari rumah tanpa bikin bau? Berikut tipsnya:

    1. Gunakan Semprotan Kimia

    Michael menjelaskan, hambatan kimia dan fisik bisa membantu mengatasi serangan kaki seribu dengan mudah. Gunakan semprotan pembasmi serangga di area yang sering dilewati kaki seribu.Selain itu, pastikan semua celah atau retakan kecil di dinding dan lantai tertutup rapat agar hewan ini tidak bisa masuk.

    2. Bersihkan Sumber Makanan

    Kaki seribu tertarik pada area lembap dan penuh daun busuk. Jadi, singkirkan tumpukan daun atau sampah organik di sekitar rumah agar mereka tidak betah dan mencari tempat lain.

    3. Usir dengan Sapu, Bukan Injak

    Jika menemukan kaki seribu di dalam rumah, sebaiknya sapu keluar daripada diinjak. Menginjaknya justru bisa menimbulkan bau menyengat yang bertahan lama.

    Dengan langkah sederhana ini, rumah bisa kembali bersih dan bebas dari hewan melata yang bikin merinding. Jadi, sebelum panik melihat barisan kaki seribu, coba dulu cara-cara di atas ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Pakai Kipas Angin Semalaman Saat Tidur? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Penggunaan kipas angin di rumah berguna untuk menyejukkan ruangan apabila tidak ada AC. Saat cuaca panas atau gerah, sering kali penghuni rumah menggunakannya semalaman ketika tidur.

    Namun, boleh nggak sih memakai kipas angin semalaman saat tidur?

    Ternyata hal itu tidak disarankan oleh para ahli. Memang, menggunakan kipas angin bisa membuat rumah terasa sejuk tapi juga bisa memperparah gejala alergi dalam semalam.


    Bahaya Pakai Kipas Angin Semalaman Saat Tidur

    Berikut ini bahaya pakai kipas angin semalaman.

    Bikin Sakit Leher

    Siapa sangka memakai kipas angin semalaman bisa membuat leher kaku? Hal itu bisa saja terjadi apalagi kalau kipas angin dipanjar langsung mengarah ke badan.

    “Kipas angin yang mengarah langsung ke badan bisa mendinginkan otot secara berlebihan, menyebabkan kekakuan atau kram terutama pada leher dan bahu. Hal ini dapat membuat Anda terbangun dengan perasaan pegal dan tegang,” ujar Martin Seeley, CEO dan pakar tidur di MattressNextDay, dikutip dari Tom’s Guide, Senin (27/10/2025).

    Selain itu, mengarahkan kipas langsung ke badan juga bisa membuat mata dan kulit kering. Hal ini bisa menyebabkan iritasi, sakit tenggorokan dan memicu tubuh menghasilkan lendir berlebih sehingga terasa tidak nyaman.

    Ia menyarankan untuk tidak memanjar kipas angin langsung ke badan, sebaiknya dibiarkan berputar agar ruangan terasa sejuk.

    Tubuh Jadi Overcooling

    Efek lainnya adalah tubuh menjadi overcooling atau terlalu dingin. Hal ini bisa menyebabkan tidur kurang nyenyak.

    “Tubuh Anda secara alami menurunkan suhunya untuk memulai tidur, tetapi pendinginan berlebihan dari kipas angin dapat mengganggu proses ini,” kata Seeley.

    “Gangguan ini dapat menyebabkan tidur yang terfragmentasi dan mengurangi jumlah istirahat nyenyak dan restoratif yang Anda dapatkan,” tambahnya.

    Seeley menyarankan untuk menggunakan kipas angin dalam waktu singkat saja. Misalnya, 30 menit sebelum tidur dan bisa menggunakan timer untuk 60 menit setelah tidur.

    “Ini akan membantu Anda mendinginkan diri untuk tidur tanpa membuat diri Anda terpapar risiko aliran udara sepanjang malam,” tuturnya.

    Picu Alergi

    Bahaya selanjutnya adalah memicu alergi. Hal itu karena tungau debu maupun alergen lain yang sebelumnya menempel di furnitur tertiup angin dan memicu gejala alergi.

    “Tidur dengan kipas angin menyala memang dapat memperparah alergi Anda, karena kipas angin tidak membersihkan udara, melainkan memindahkannya,” jelas Katie Lilywhite, pakar pengolahan udara di AO.com, dikutip dari Ideal Home.

    Hal yang Harus Dilakukan Jika Ingin Pakai Kipas Angin

    Tapi jangan khawatir jika penghuni rumah ingin tetap memakai kipas angin. Katie menyarankan untuk membersihkan kipas dengan lap basah setiap beberapa hari untuk meminimalisir debu.

    Selain itu, bisa juga dengan menggunakan air purifier untuk memfilter udara agar tidur bisa lebih nyenyak.

    Itulah informasi mengenai penggunaan kipas angin saat tidur menurut pakar. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Cocok buat di Kamar, Bikin Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Kamar tidur seharusnya menjadi tempat yang menenangkan buat penghuni rumah beristirahat. Salah satu cara untuk menambah kenyamanan di kamar tidur adalah meletakkan tanaman hias.

    Banyak tanaman tak hanya meregulasi kelembapan udara, tetapi juga membuat suasana tenang. Hal ini membantu penghuni untuk tidur nyenyak.

    “Meletakkan tanaman hijau di kamar tidur Anda akan menambah suasana alami dan ketenangan. Ini akan membantu Anda rileks dan tidur,” ujar Lisa Eldred Steinkopf atau lebih dikenal sebagai The Houseplant Guru, dikutip dari Good Housekeeping, Senin (27/10/2025).


    Bagi yang mencari tanaman hias buat di kamar tidur, simak rekomendasinya berikut ini.

    Tanaman yang Cocok di Kamar Tidur

    Inilah beberapa tanaman yang cocok ditaruh di kamar tidur.

    1. Spider Plant

    cat playing in spider plantSpider Plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant atau lili paris termasuk tanaman hias paling populer dan digemari buat di rumah. Bentuknya cantik dengan daunnya yang melengkung berwarna hijau-putih sehingga menambah keindahan kamar tidur.

    Tanaman hias ini sangat cocok buat kamar tidur karena mereka memproduksi oksigen di malam hari. Dengan begitu, spider plant menjadi tanaman yang bikin penghuni rumah tidur lebih nyenyak.

    2. Tanaman Mint

    Ilustrasi tanaman mintIlustrasi tanaman mint Foto: Getty Images/iStockphoto/t_kimura

    Bagi yang menderita alergi atau sering pilek, coba pertimbangkan buat pelihara tanaman mint. Tanaman ini bisa bekerja sebagai dekongestan alami yang membantu melegakan hidung tersumbat dan meredakan dengkuran.

    Cara merawat tanaman mint juga cukup mudah. Penghuni rumah perlu memastikan tanahnya tetap lembap dan diletakkan di dekat jendela.

    3. Aglaonema

    bunch of green houseplant cuttings, Aglaonema, rooting and growing in a large glass vaseAglaonema Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Aglaonema atau Chinese evergreen adalah pilihan yang tepat buat bikin tidur nyenyak di kamar. Tanaman ini dapat meningkatkan kelembapan, membantu pernapasan lebih baik, dan mengurangi batuk di malam hari. Aglaonema melepaskan kelembapan ke udara yang dapat membantu menjaga kulit tetap terhidrasi.

    4. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryRosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary selain jadi bahan masakan, ternyata juga bisa bikin suasana kamar lebih relax lho. Tanaman hias ini kaya akan antioksidan dan asam carnosic yang membantu melawan racun di lingkungan kamar. Biar rosemary tumbuh subur, pastikan memberi paparan sinar matahari penuh dan menyiram dua minggu sekali ya.

    5. Anggrek

    pot bunga anggrek.Pot Bunga Anggrek Foto: Getty Images/Elizabeth Fernandez

    Jika ingin menambah sentuhan warna di kamar tidur, anggrek bisa jadi pilihan yang bagus. Tanaman ini cocok di kamar apalagi diletakkan di meja nakas atau ambang jendela.

    “Anggrek (bukan anggrek biasa yang dijual di toko kelontong) bersifat hipoalergenik dan membersihkan udara, serta menghasilkan bunga,” kata Christopher Satch, pendiri dan CEO NYC Plant Help.

    Itulah beberapa pilihan tanaman yang cocok ditaruh di kamar tidur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Pengusir Cicak dan Tikus di Dapur, Wangi Alami Tanpa Bahan Kimia



    Jakarta

    Dapur adalah area yang krusial dalam rumah. Sebagai tempat mengolah makanan, dapur harus selalu dijaga agar tetap higienis dan bebas dari gangguan hama pembawa penyakit.

    Cicak dan tikus merupakan hama yang seringkali dijumpai di dapur. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengusirnya adalah dengan menempatkan tanaman tertentu.

    Secara alami, cicak dan tikus tidak menyukai aroma kuat dan mengandung minyak esensial. Tanaman tersebut, dapat ditempatkan di sudut dapur ataupun di dekat area penyimpanan makanan.


    Berikut ini beberapa tanaman yang dapat diletakkan di dapur, untuk mengusir cicak dan tikus.

    Mint

    Ilustrasi tanaman peppermintIlustrasi tanaman peppermint Foto: Getty Images/La_vanda

    Mint adalah tanaman herbal alami yang kuat dan aromatik. Tanaman ini dikenal dengan batangnya yang persegi dan daunnya yang harum. Tanaman mint tumbuh dengan cepat dan seringkali menyebar secara agresif, sehingga sering ditanam dalam pot untuk mengontrol pertumbuhannya.

    Dilansir dari Tomsguide, Tanaman ini memiliki wangi yang tajam, dengan aroma mentol yang kuat. Aroma tersebut tidak disukai tikus sehingga dapat membantu mengurangi kemunculan hama tersebut di dalam dapur. Tanaman ini dapat diletakkan di pot dekat pintu dapur ataupun di sekitar laci untuk menyimpan bahan makanan.

    Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamuk Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender adalah tanaman semak yang wangi dan dikenal karena bunga ungu yang khas dan memiliki aroma minyak esensial. Tanaman ini seringkali dibudidayakan karena aromanya yang harum dan perawatan yang mudah.

    Tanaman ini memiliki aroma segar yang tahan lama dan bisa mengusir tikus di rumah. Dengan menanam bunga lavender, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menaburkan beberapa tangkai di sekitar pangkal tanaman yang sudah ada. Kemudian, lavender kering juga dapat diletakkan di tempat ataupun celah yang kemungkinan besar menjadi sarang tikus. Aroma yang kuat dapat mengusir tikus, karena tikus terganggu dengan wangi-wangian aromatik.

    Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman herbal rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary adalah tanaman semak hijau dengan daun seperti jarum dan memiliki bunga berwarna biru hingga ungu. Tanaman ini memiliki aroma kayu yang kuat karena berasal dari senyawa aromatik.

    Tanaman ini memiliki aroma yang tajam dan cenderung tidak disukai oleh beberapa jenis hama, termasuk tikus dan cicak. Karena aromanya yang kuat, hama tidak akan tertarik untuk mendekat karena tanaman ini juga mampu mengganggu kemampuan hama untuk mencium makanan. Untuk menggunakannya, bisa dengan menyemprotkan minyak yang terbuat dari esensial rosemary.

    Bawang Putih dan Bawah Merah

    Group of large leek plants in raised garden bed. Known as scallion, green onion or  Allium porrum. Selective focus on one leek in the middle.Group of large leek plants in raised garden bed. Known as scallion, green onion or Allium porrum. Selective focus on one leek in the middle. Foto: Getty Images/Petra Richli

    Tanaman dari keluarga bawang-bawangan ini tidak hanya bermanfaat sebagai bahan masakan, tetapi juga dikenal efektif mengusir cicak dan tikus di dapur. Aroma menyengat yang dihasilkan tanaman ini berasal dari senyawa sulfur alami, salah satunya adalah allicin.

    Dilansir dari situs Urvann, bagi cicak, bau sulfur tersebut menciptakan aroma tidak nyaman dan membuat mereka enggan mendekat. Sementara untuk tikus, aroma kuat dari bawang dapat mengacaukan kemampuan mereka dalam mengenali bau makanan atau mendeteksi bahaya. Karena itulah, meletakkan bawang merah atau bawang putih di sudut dapur tertentu sering direkomendasikan sebagai metode alami untuk mengurangi kehadiran hama kecil tanpa menggunakan bahan kimia.

    Serai

    Cara Menanam Sereh Sendiri di Rumah, Mudah Kaya akan Manfaat!Cara Menanam Sereh Sendiri di Rumah, Mudah Kaya akan Manfaat! Foto: Mokkie/Wikimedia Commons/CC BY-SA 3.0

    Serai adalah tanaman rumput yang memiliki aroma segar seperti lemon. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang panjang seperti tali dengan batang yang kuat dan berserat, serta ketika diremas akan mengeluarkan aroma jeruk yang kuat.

    Wanginya yang aromatik, selain untuk mengusir nyamuk juga dapat digunakan untuk mengusir hama-hama kecil seperti cicak. Tanaman ini dapat diletakkan di pot besar dan ditempatkan di area dapur.

    Bunga Krisan

    Ilustrasi bunga krisanIlustrasi bunga krisan Foto: Getty Images/iStockphoto/miwa_in_oz

    Bunga Krisan dikenal sebagai tanaman berbunga yang memiliki warna yang mencolok. Bunga ini merupakan tanaman hias karena keindahan warna dan bentuknya. Bunga ini juga banyak digunakan dengan tujuan untuk menetralkan udara dalam ruangan.

    Namun, bunga ini juga mengeluarkan bau menyengat bagi tikus. Dilansir dari toms guide, bunganya mengandung kombinasi khusus senyawa insektisida yang beracun dan merupakan salah satu tanaman pengusir hama yang cukup efektif. Tanaman ini dapat diletakkan di luar ruangan atau juga di dalam ruangan.

    Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah Mertua adalah tanaman hias yang cukup populer dengan daunnya yang tegak dan berbentuk seperti pedang. Tanaman ini dapat dirawat dengan mudah karena dapat bertahan hidup dengan kadar air minimal dan berbagai kondisi cahaya.

    Tanaman ini dapat meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan dan menciptakan ruangan tidak nyaman bagi cicak. Daunnya yang tegak dan kaku dapat melindungi sudut-sudut ruangan dan mengusir cicak yang menyukai bersembunyi di sana.

    Itulah beberapa jenis tanaman yang dapat mengusir kedatangan tikus dan cicak di dalam dapur. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Lemari Pakaian Tercium Bau Apak dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Lemari pakaian merupakan salah satu furniture penting di dalam rumah. Tanpa ada lemari, pakaian kesayanganmu tidak bisa disimpan secara rapi.

    Sayangnya, tak semua orang sadar untuk merawat lemari pakaian secara rutin. Apabila lemari pakaian jarang dirawat dan dibersihkan maka bisa mengeluarkan bau apak yang tidak sedap.

    Ada sejumlah penyebab lemari pakaian bisa mengeluarkan bau apak. Ingin tahu penyebab lemari pakaian bau apak dan cara atasinya? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Lemari Bau Apak

    Dilansir situs Southern Living, bau apak di lemari pakaian disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya sirkulasi udara yang tidak lancar. Saat lemari pakaian ditutup dalam waktu lama tanpa ada sirkulasi udara, maka lemari akan menjadi lembap dan menimbulkan bau apak.

    Kondisi lembap pada lemari pakaian tak hanya menyebabkan bau, tapi juga menimbulkan jamur dan lumut. Jika dibiarkan terus-menerus maka pakaian kesayangan yang disimpan di lemari bisa rusak akibat serangan jamur.

    Kebiasaan menyimpan pakaian kotor ke dalam lemari juga bisa menimbulkan bau apak. Jika pakaian telah digunakan dan tercium aroma tidak sedap, sebaiknya segera masukkan ke dalam keranjang bau kotor.

    Selain menyebabkan bau tidak sedap, menyimpan pakaian kotor di lemari juga memicu pertumbuhan bakteri. Jika terus dibiarkan maka bakteri bisa menyebar ke pakaian lain.

    Cara Atasi Bau Apak di Lemari Pakaian

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau apak di lemari pakaian. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Atur Kelembapan

    Faktor utama yang menyebabkan bau apak di lemari pakaian karena kelembapan tinggi. Untuk mengatasinya, gunakan dehumidifier agar mampu mengendalikan kelembapan berlebih di dalam lemari. Alat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi kelembapan di dalam ruangan.

    2. Kipas Angin

    Kipas angin bisa digunakan untuk menghilangkan bau apak di lemari. Caranya sangat mudah, cukup buka pintu lemari semalaman dan letakkan satu kipas angin di dalam lemari. Fungsinya agar udara yang terjebak di dalam lemari bisa keluar berkat dorongan dari kipas angin.

    Sebelum memulai langkah di atas, pastikan seluruh pakaian telah dipindahkan dari dalam lemari. Jadi, lemari pakaian dalam kondisi benar-benar kosong.

    3. Soda Kue

    Cara paling efektif dan praktis untuk menghilangkan bau apak di kamar mandi adalah dengan soda kue. Bahan dapur yang satu ini dikenal dapat menyerap bau tidak sedap di dalam ruangan.

    Tuang soda kue ke dalam wadah kecil, lalu tempatkan di dalam lemari pakaian. Pastikan seluruh baju telah dikeluarkan dari dalam lemari agar baking soda bekerja efektif mengatasi bau apak.

    Itulah penyebab bau apak di dalam lemari pakaian dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Udara Lembap di Musim Hujan, Jangan Sembarangan Gunakan Humidifier di Rumah!



    Jakarta

    Musim hujan identik dengan udara yang lebih dingin, basah, dan lembap. Pada saat inilah terkadang rumah menjadi kurang nyaman baik karena udara yang terlalu lembap, ruangan terasa dingin dan pengap, atau bahkan sebagian orang merasa kulit dan saluran napas menjadi kering akibat sering menutup ventilasi. Kondisi ini membuat orang mencari cara agar udara tetap nyaman, salah satunya dengan menggunakan humidifier.

    Humidifier atau pelembab udara merupakan alat yang berfungsi untuk menambah kelembaban udara di dalam ruangan. Alat ini bekerja dengan cara menyemprotkan uap air dalam bentuk kabut halus. Penggunaannya saat suhu udara di dalam ruangan terasa kering atau di ruangan ber-AC, karena mampu membantu meredakan bibir dan kulit kering.

    Namun, ketika musim hujan tiba dan kelembaban alami ruangan sedang tinggi, apakah humidifier tetap bermanfaat atau malah memperburuk keadaan? Dilansir melalui Medical News Today, berikut penjelasan lengkapnya.


    Musim Hujan dan Kegunaan Humidifier Saat Hujan

    Pada dasarnya, humidifier memang berfungsi sebagai penambah kadar uap air yang akan disemprotkan ke dalam ruangan melalui kabut halus. Sehingga, alat ini memang berguna saat udara terlalu kering. Tidak hanya membantu mengatasi bibir dan kulit kering, humidifier juga dapat membantu meringankan iritasi mata, kekeringan pada tenggorokan, hingga saluran napas yang terganggu.

    Akan tetapi, saat musim hujan seringkali kita mendapati kondisi sebaliknya. Udara akan semakin lembab, suhu menjadi dingin, dan ventilasi semakin minim karena dibatasi untuk mencegah air hujan masuk ke dalam ruangan. Lantas, keputusan untuk menggunakan humidifier saat musim hujan tidak dapat langsung dianggap perlu, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi udara di dalam rumah.

    Kondisi Rumah yang Masih Membutuhkan Humidifier Meskipun Saat Hujan

    Meskipun terkesan kontradiktif, ternyata terdapat kondisi khusus di mana penggunaan humidifier bisa sangat membantu. Ketika tinggal di rumah yang sangat rapat ventilasi udaranya, ditambah dengan penggunaan AC atau pemanas ruangan, hal itu akan membuat udara menjadi kering, meskipun sedang hujan.

    Selain itu, saat musim hujan di Indonesia yang beriklim tropis, terkadang ruangan tetap terasa kering walaupun udara luar menjadi lembap. Karena jendela sebagai ventilasi ini ditutup, humidifier dapat membantu menjaga kelembapan dalam ruangan agar tetap ideal.

    Namun, perlu diingat bahwa penggunaan humidifier bukan berarti dapat digunakan kapan saja. Penempatan, jenis humidifier, serta kondisi lingkungan harus diperhatikan agar humidifier tidak malah membahayakan keadaan.

    Kondisi Saat Penggunaan Humidifier Perlu Dihindari

    Ada banyak kondisi yang tidak menganjurkan penggunaan humidifier saat musim hujan. Kondisi ini akan berpotensi membahayakan kesehatan dan bisa merusak lingkungan rumah jika diteruskan. Ketika kelembapan dalam ruangan sudah tinggi, di atas 50%-60% menggunakan humidifier hanya akan memperbesar risiko jamur, tungau debu, dan kondensasi.

    Berdasarkan artikel dari Medical News Today, penggunaan humidifier di ruangan yang sudah lembap dapat meningkatkan kadar kelembapan secara berlebihan. Kondisi ini tidak hanya memicu pertumbuhan jamur, tetapi juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan memperburuk gejala alergi.

    Selain itu, jika ruangan sudah terlihat memiliki dinding yang berembun atau dapat terlihat noda jamurnya, penggunaan humidifier juga tidak disarankan. Karena hal tersebut membuat kelembapan udara dalam ruangan menjadi tidak terkontrol. Kelembapan yang tidak terkontrol ini dapat mengundang banyak permasalahan seperti bau, kerusakan kayu, hingga gangguan pernapasan.

    Tips Aman Penggunaan Humidifier di Musim Hujan

    Agar penggunaan humidifier di musim hujan tetap aman dan efektif, berikut beberapa tips praktis yang dapat diterapkan.

    • Selalu pantau kelembapan udara dalam ruangan menggunakan hygrometer. Idealnya berada di kisaran 40%-50% di dalam rumah. Kelembapan yang terlalu tinggi justru bisa berbahaya.
    • Gunakan air yang tepat, seperti air suling atau demineralisasi. Kandungan mineral air yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.
    • Memperhatikan jenis dan penempatan humidifier juga penting untuk dilakukan. Model humidifier yang menghasilkan uap panas, dapat berbahaya untuk anak kecil. Tempatkan humidifier yang menggunakan air panas, jauh dari jangkauan anak kecil.
    • Jika ruangan terasa lembap atau ada tanda munculnya embun dan jamur, matikan humidifier dan pertimbangkan dengan menggunakan dehumidifier (pengering udara) atau dengan meningkatkan sirkulasi melalui ventilasi sebagai alternatif.

    Dengan memahami kapan humidifier bermanfaat dan kapan harus dihentikan, kita dapat menjaga kualitas udara di rumah tetap sehat selama musim hujan berlangsung.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com