Author: Gak Ganti Gambar

  • Material yang Aman Buat Perabotan Outdoor, Tahan di Musim Hujan-Panas


    Jakarta

    Sudah sering ditemukan, banyak pemilik rumah meletakkan perabotan di teras atau area luar rumah. Perabotan tersebut seperti kursi, meja kecil, rak sepatu hingga sofa untuk bersantai.

    Jika cuacanya bagus, tanpa hujan dan tidak begitu panas, meletakkan perabotan tersebut di luar ruangan sepertinya tidak masalah. Namun, akhir-akhir ini hujan turun sangat deras, bahkan disertai angin yang kencang. Kemudian beberapa jam setelahnya suhunya naik jadi sangat panas karena matahari yang terik. Apakah aman meletakkan perabotan di luar rumah?

    Dilansir dari The Spruce, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di POLYWOOD, Lindsay Schleis, mengatakan asalkan material yang dipakai pada perabotan tersebut benar-benar tahan cuaca, tidak akan ada masalah pada perabotan tersebut.


    Jenis perabotan yang tidak boleh dibiarkan berada di luar terutama saat hujan adalah sofa yang dibuat khusus di dalam ruangan dan perlengkapan makan. Jadi setiap habis berkumpul di luar, peralatan makan harus segera dikembalikan.

    “Furnitur luar ruangan dibuat agar tahan cuaca, tetapi itu tidak selalu berarti tahan cuaca,” kata Schleis, seperti yang dikutip pada Selasa (28/10/2025).

    Material Perabotan yang Aman di Luar Ruangan

    1. Kayu plastik

    Saat ini sudah banyak produk yang bisa meniru tampilan atau tekstur kayu. Salah satunya adalah plastik. Material tersebut tahan air, panas, dan lembap. Dengan memakai material kayu plastik, dari segi tampilan bakal tetap estetik, tetapi dari kualitas bakal tetap tahan lama.

    2. Aluminium

    Aluminium kerap dipakai sebagai material untuk rak sepatu. Berbeda dengan besi yang mudah karatan, aluminium lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Selain itu, dari segi tampilan, aluminium cukup berkelas dan bisa cocok dengan segala jenis desain.

    3. Kayu

    Banyak orang menghindari kayu sebagai material di luar ruangan karena takut cepat lapuk, berjamur, dan jadi sasaran rayap. Padahal kayu memiliki banyak sekali jenis. Bisa jadi yang mengalami gejala tadi merupakan jenis kayu yang tidak cocok untuk luar ruangan.

    Kalau dilihat ke belakang, rumah tradisional di Indonesia kebanyakan memakai kayu, tetapi bisa bertahan lama. Beberapa jenis kayu yang bagus dipakai di luar ruangan adalah jati, ulin, akasia, kayu merah, cedar, dan eukaliptus.

    Itulah penjelasan mengenai perabotan di luar ruangan saat hujan, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jenis Atap Rumah yang Mudah Rusak dan Lepas Saat Hujan Angin



    Jakarta

    Akhir-akhir ini beberapa wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan fenomena tersebut disebabkan karena memasuki fase peralihan musim atau pancaroba, dari musim kemarau menuju musim hujan.

    Salah satu ancaman ketika terjadi hujan deras disertai angin adalah kondisi atap rumah. Banyak kejadian akhir-akhir ini, atap bangunan lepas atau rusak terbawa angin.

    Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, mengatakan di tengah musim hujan disertai angin seperti ini memang harus sering mengecek kondisi atap rumah. Material atap yang ringan seperti spandek, seng, dan asbes merupakan jenis yang rentan rusak dan lepas terbawa angin.


    Ia mengatakan lebih baik mengganti jenis atap yang memiliki bobot yang lebih berat, seperti genteng tanah liat dan genteng beton. Apabila mencari atap yang kuat, tetapi dengan harga yang lebih murah dari genteng, Wildan menyarankan untuk memakai jenis Unplasticized Polyvinyl Chloride (UPVC), yakni atap yang terbuat dari plastik padat yang lebih kokoh dan kaku.

    “Mungkin ke UPVC kali ya, yang single layer. Kalau yang double layer agak mahal soalnya atau spandek. Asal pemasangannya betul itu bisa jadi opsi utama,” kata Wildan kepada detikcom pada Rabu (29/10/2025).

    Cara Mengetahui Kondisi Atap yang Rentan Terbawa Angin

    Wildan mengatakan tanda-tanda paling jelas untuk mengetahui atap rentan rusak adalah terdengar suara berisik seperti gemuruh atau bergetar setiap terkena angin.

    “Kayak mau lepas kena angin, oglak dia, goyang-goyang gitu,” ujar Wildan.

    Untuk mencegah atap terbang atau rusak saat hujan angin, kata Wildan, lakukan pengecekan secara berkala dan lihat setiap baut pengikat sudah kencang atau longgar. Lalu, cek juga apakah ada retakan dan celah bocor. Sebab, celah tersebut bisa membuat retakan panjang pada atap saat menerima tekanan ketika terjadi hujan angin.

    “Yang paling penting pengecekan berkala karena kadang si atapnya sudah ngasih tanda-tanda kerusakan tapi ownernya (pemiliknya) yang suka nggak peka,” jelasnya.

    Itulah jenis atap yang rentan rusak saat hujan angin dan penggantinya. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 5 Kebiasaan Ini Bikin AC di Rumah Cepat Rusak


    Jakarta

    Air conditioner atau AC berfungsi untuk mendinginkan ruangan agar terasa sejuk. Dengan begitu, penghuni rumah tidak akan merasa gerah ketika cuaca di luar sedang panas.

    Sama halnya seperti barang elektronik lainnya, AC juga perlu dirawat secara berkala. Cara ini agar AC dapat berfungsi dengan baik dan bisa dipakai dalam jangka waktu lama.

    Sayangnya, tak semua pemilik rumah tahu bagaimana cara merawat AC. Meski punya fitur canggih dan harganya selangit, AC bisa tetap rusak jika tidak paham cara merawatnya.


    Selain itu, AC juga bisa rusak gara-gara melakukan sejumlah kebiasaan buruk di rumah. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kebiasaan Buruk yang Bikin AC Rumah Cepat Rusak

    Ada sejumlah kebiasaan buruk yang dapat memperpendek umur AC. Dilansir situs Reader’s Digest, berikut penjelasannya:

    1. AC Jarang Dibersihkan

    Seiring penggunaan, AC akan kotor dan tidak dapat menghembuskan udara dingin ke seluruh ruangan. Selain itu, AC yang jarang dibersihkan membuat mesinnya harus bekerja lebih ekstra, sehingga membuat boros listrik.

    “Semua kotoran dan debu yang menempel di dalam AC membuat kapasitor harus bekerja lebih keras. Semakin keras AC bekerja, maka semakin cepat juga akan mudah rusak,” kata Chief Operating Officer One Hour Heating & Air Conditioning Mark Dawson.

    Ia menyarankan untuk membersihkan AC rumah setiap 1-3 bulan sekali sesuai petunjuk produsen. Dawson juga menganjurkan untuk rutin mengganti filter secara teratur agar udara yang keluar lebih dingin.

    2. Pemakaian AC yang Berlebihan

    Banyak orang yang menyalakan AC di rumah ketika cuaca sedang panas-panasnya. Namun, tak sedikit orang yang menyalakan AC hingga 24 jam agar ruangan terus terasa dingin.

    Masalahnya, AC yang terus menyala selama berhari-hari akan membuatnya cepat rusak. Sebaiknya matikan AC ketika ruangan tidak digunakan atau saat sedang bepergian keluar rumah.

    Namun, jika takut lupa untuk mematikan AC sebaiknya aktifkan fitur timer. Sudah banyak AC modern yang bisa diatur waktunya agar bisa mati secara otomatis dalam hitungan menit hingga jam.

    “Kebanyakan AC sekarang memiliki pengatur waktu yang dapat diprogram dan pemilik rumah dapat menggunakannya untuk menyalakan AC sebelum mereka kembali ke rumah. Bahkan, beberapa AC terbaru dapat diatur menggunakan WiFi dari smartphone,” ujar pendiri Home Living Labs Albert Lee.

    3. Meletakkan AC Outdoor di Tempat Tersembunyi

    AC terbagi menjadi dua unit, yakni unit indoor dan outdoor. Sayangnya, beberapa orang hanya fokus dalam meletakkan posisi AC indoor agar ruangan terasa dingin, tapi lupa untuk mengecek posisi AC outdoor.

    Padahal, meletakkan AC outdoor di tempat yang sempit atau tersembunyi dapat membuat AC jadi cepat rusak. Soalnya, udara yang dihembuskan AC luar jadi terhalang bahkan bisa menimbulkan penyumbatan pada sistem ventilasi.

    4. Meletakkan AC di Dekat Sumber Panas

    AC memang berfungsi untuk mendinginkan suhu ruangan. Namun, bukan berarti AC bisa ditempatkan di dekat peralatan yang mengeluarkan hawa panas, seperti kulkas, TV, oven, atau kompor.

    Sebab, AC yang dipasang di dekat sumber panas membuatnya bekerja lebih keras karena harus mendinginkan ruangan, sedangkan di ruangan itu terdapat sumber panas yang menyala. Oleh sebab itu, ada penempatan khusus jika ingin memasang AC di dapur, yakni arah anginnya tidak boleh mengarah langsung ke kompor.

    5. Terlambat Servis AC

    Satu lagi kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan AC cepat rusak, yakni terlambat untuk diservis. Banyak orang yang sengaja menunda servis AC karena masih menghembuskan udara dingin. Padahal, bisa saja AC sudah harus diperbaiki karena ada kerusakan yang tak terlihat.

    Menurut teknisi AC Bradley Stroot, ada beberapa komponen kecil pada AC yang perlu diganti selama beberapa tahun. Kalau ternyata sudah rusak dan tidak diganti, maka risikonya bisa membuat seluruh komponen AC jadi rusak.

    “Ada beberapa bagian komponen seperti kapasitor pada sistem AC yang mungkin perlu diganti sebelum waktu masa pakainya habis. Jika dibiarkan, maka dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut dan harus mengeluarkan biaya mahal,” pungkas Stroot.

    Itulah lima kebiasaan buruk yang bikin AC rumah cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Injak Laba-laba di Rumah! Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Keberadaan laba-laba bisa saja membuat penghuni rumah merasa terganggu dan ingin segera membasminya. Namun jangan pernah coba untuk membasmi laba-laba dengan cara menginjaknya ya.

    Menginjak atau menghancurkan laba-laba bisa membuat masalah baru di rumah seperti memicu alergi atau masalah kesehatan penghuni rumah. Hal ini diungkapkan oleh Ed Dolshun dari Catchmaster.

    “Menekan laba-laba di permukaan dinding atau di lantai akan meninggalkan genangan cairan tubuh dan, tergantung dari apa yang dimakan oleh laba-laba, bakteri dari makanan terakhirnya,” katanya, dikutip dari Homes & Gardens, Rabu (29/10/2025).


    Ed menambahkan, dalam beberapa kasus, jika seseorang sensitif atau memiliki alergi dan kontak langsung dengan cairan laba-laba atau bagian tubuh lainnya, bisa menyebabkan badan iritasi.

    Sementara itu, ahli pengendali hama dan pendiri The Pied Piper Pest Control, Tony King, juga menyarankan untuk tidak menginjak laba-laba.

    “Salah satu efek yang paling tak terduga dan tidak menyenangkan dari membunuh seekor laba-laba, terutama seperti wolf spider, adalah bisa ada puluhan bayi laba-laba di punggung seekor laba-laba betina. Ketika Anda menghancurkan mereka, bayi-bayi laba-laba akan berhamburan ke segala arah,” tuturnya.

    Menurut entomolog tersertifikasi di Hawx Pest Control, Daniel Baldwin, laba-laba memiliki manfaatnya tersendiri dan bisa menjadi pengendali hama alami untuk tumbuhan. Hal itu karena laba-laba memakan serangga kecil jadi mereka bisa membantu mengurangi hama yang bisa merusak rumah.

    “Laba-laba juga sangat bermanfaat di kebun, dengan senang hati memakan kutu daun, ulat, dan serangga lain yang diketahui merusak dedaunan dan bunga,” ujar Daniel Baldwin.

    Cara Mengatasi Laba-laba di Rumah

    Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi adanya laba-laba di rumah adalah dengan mengelap permukaan benda dan membuang benda-benda yang tak digunakan.

    Dilansir dari Mirror, penghuni rumah juga bisa memakai bahan dapur seperti cuka putih. Laba-laba bisa sangat sensitif karena kandungan asam asetat yang tinggi pada cuka.

    Metode ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan setengah air dan setengah cuka ke tempat laba-laba yang menyelinap masuk. Selain itu, cuka tidak memiliki efek yang berbahaya dan beracun sehingga aman untuk digunakan ketika penghuni rumah dalam posisi dekat hewan peliharaan.

    Dilansir dari The Spruce, entomolog di Mosquito Squad Plus, Emma Grace Crumbley mengatakan untuk mencegah keberadaan laba-laba di rumah, khususnya pada beranda, sebaiknya buat area tersebut yang tidak mudah diakses untuk laba-laba. Contohnya seperti membatasi sumber makanan dan lainnya.

    Selain itu masih ada beberapa cara lainnya. Berikut ini informasinya.

    Hilangkan Jalur Masuk Laba-laba

    Untuk mencegah laba-laba masuk ke rumah, Crumbley menyarankan untuk pastikan tidak ada lubang di bawah pintu, jendela, atau di antara struktur rumah.

    Matikan Lampu Depan

    Menyalakan lampu di depan rumah kerap dilakukan untuk mengindikasikan bahwa ada penghuni di dalamnya. Tapi hal ini justru bisa menarik beberapa serangga yang bisa jadi mangsa laba-laba.

    “Matikan lampu depan kalau kamu tidak memerlukannya untuk mencegah menarik sumber makanan laba-laba” ujar ahli pest control dan co-owner dari Green Pest Management Matt Smith, dikutip dari The Spruce.

    Kurangi Sumber Makanan Laba-laba

    Cara lainnya adalah dengan mengurangi sumber makanan laba-laba. Hal itu berarti menutup tempat sampah dan menjaganya agar tetap bersih supaya lalat nggak berkeliaran, matikan lampu depan, bersihkan got, dan cek area yang tergenang air yang bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk.

    Basmi Sarang Laba-laba

    Crumbley menjelaskan, untuk membangun sarang laba-laba dibutuhkan waktu dan energi. Menghilangkan sarang mereka, tentunya membuat laba-laba enggan membuat sarang di sana lagi.

    Menghancurkan sarang laba-laba memberikan pesan bahwa area tersebut tidak cocok untuk mereka huni.

    Itulah alasan jangan menginjak laba-laba dan cara mengatasinya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Dekorasi, Kolam Ikan Ternyata Bisa Bikin Rumah Sejuk



    Jakarta

    Fungsi kolam ikan di rumah biasanya sebagai dekorasi dan pemanis tampilan sudut hunian. Kolam ikan bisa menghidupkan sudut rumah dan cukup fleksibel dibuat di lahan yang sempit maupun luas. Bahkan kolam ikan bisa dibuat di bawah lantai rumah jika bentuknya seperti rumah panggung.

    Cara membuat dan merawat kolam ikan sebenarnya tidak sulit asalkan pemiliknya benar-benar berkomitmen dan rajin. Apabila pemiliknya benar-benar senang untuk merawatnya, hal-hal yang berhubungan dengan kolam ikan bisa dikerjakan layaknya melakukan urusan rumah pada umumnya.

    Hal yang membuat orang ragu untuk membuat kolam ikan di rumah adalah karena mereka tidak tahu manfaatnya. Memang jika dipikir-pikir membuat kolam ikan sebagai dekorasi, perawatannya terlalu menguras tenaga, biaya, dan waktu.


    Namun, coba ubah pemikiran kita. Memiliki kolam ikan bukan dekorasi semata. Menurut arsitek Denny Setiawan manfaat adanya kolam ikan di rumah dapat menurunkan suhu di rumah. Hal ini sangat berguna untuk rumah-rumah yang berada di negara tropis yang terkenal panas dan terik pada siang hari.

    Alasan kolam ikan dapat membantu menurunkan suhu di rumah adalah air-air yang menguap akan mengalami evaporasi dan membuat area sekitarnya terasa lembap sehingga suhu rumah menurun. Hal yang sama juga berlaku untuk pemakaian pancuran dan kolam renang di rumah.

    Di sisi lain, kolam ikan juga bermanfaat untuk membantu orang yang melihatnya merasa lebih tenang. Denny mengatakan riak air pada kolam ikan dapat berpengaruh pada orang tersebut.

    “Goyangan air apalagi ditambah liukan ikan, itu akan membuat psikologi akan terasa lebih tenang. Gerakan ikan itu, penelitiannya mengatakan bahwa itu membuat otak atau pikiran kita menjadi lebih tenang,” ungkap Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

    Denny sangat menyarankan rumah memiliki kolam ikan. Ukurannya tidak perlu luas, untuk desainnya pemilik rumah bisa mencari ide dari media sosial atau memanggil arsitek untuk konsultasi. Apabila rumah tidak cukup untuk membuat kolam ikan, membuat akuarium di dalam rumah yang sederhana juga bisa memberikan efek yang serupa.

    “Manfaatnya tetap sama karena kolam ikan dan akuarium digunakan untuk mereduksi tingkat stres yang ada di otak manusia. Itu saja tujuannya. Jadi, terserah dia mau kolam ikan, mau kolam akuarium, yang penting kan memang sebenarnya liukan atau hasil cahaya yang dihasilkan oleh liukan air yang membuat suasana atau otak kita tingkat stresnya menurun,” jelasnya.

    Cara merawat kolam ikan juga tidak begitu sulit, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah pada bagian filter air. Setiap kolam memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, jadi sesuaikan ukuran filter air dengan volume kolam dan jenis ikan yang ada di dalamnya.

    Ada pun fungsi dari filter kolam ikan adalah untuk menjaga kebersihan kolam agar ikan tetap nyaman dan sehat. Kolam yang tidak dipasang filter, sangat cepat ditumbuhi alga dan bakteri yang membuat air kolam cepat keruh serta dasarnya berlumut dan licin.

    Itulah manfaat adanya kolam ikan, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Mesin Cuci Bergetar Kencang Saat Dipakai? Bisa Jadi Ini Sebabnya


    Jakarta

    Mesin cuci yang berfungsi normal akan sedikit mengalami getaran ketika sedang membilas pakaian. Namun, dalam beberapa kasus mesin cuci bisa bergetar kencang.

    Hal tersebut bikin pemilik rumah panik dan khawatir karena getaran atau goyangan dari mesin cuci sangat kencang. Getaran tersebut biasanya diiringi dengan bunyi “Duk-duk!” selagi mesin cuci terus berputar.

    Sebenarnya, ada penyebab mesin cuci bisa mengalami getaran sangat kencang ketika sedang digunakan. Namun tak perlu khawatir karena masalah ini bisa diatasi dengan mudah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Mesin Cuci Bergetar Kencang

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan mesin cuci dapat bergetar hebat ketika digunakan. Dilansir situs Whirlpool, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Beban Tidak Seimbang

    Penyebab utama mesin cuci bergetar kencang karena beban yang tidak seimbang. Hal ini dipicu karena pakaian tidak terdistribusi secara merata. Saat membilas pakaian, sisi yang lebih berat membuat tabung mesin cuci berputar tidak seimbang sehingga menimbulkan getaran hebat.

    2. Posisi Mesin Cuci Tidak Seimbang

    Faktor lain yang menyebabkan mesin cuci bergetar hebat karena posisinya yang tidak seimbang. Misalnya, posisi lantai di rumah sedikit miring atau terdapat ganjalan di bawah mesin cuci sehingga tidak rata.

    Mesin cuci akan bergetar saat menggiling pakaian, tetapi tidak terlalu kencang. Kalau posisi mesin cuci yang tidak rata maka bisa menimbulkan getaran hebat saat membilas pakaian.

    3. Kelebihan Beban

    Selain beban yang tidak seimbang, mesin cuci juga bergetar karena kelebihan beban. Perlu diketahui, mesin cuci memiliki kapasitas tabung yang berbeda-beda.

    Ada mesin cuci yang punya kapasitas 6-7 kg dan cocok untuk memenuhi keluarga kecil. Lalu ada juga mesin cuci berkapasitas yang lebih besar yang memuat 8-10 kg pakaian.

    4. Saluran Air Mesin Cuci Tidak Berfungsi

    Penyebab lainnya karena saluran air pembuangan di mesin cuci tidak berfungsi dengan baik, sehingga menimbulkan getaran atau goyangan. Kondisi ini biasanya dipicu oleh pipa air yang tersumbat, sehingga air dari dalam mesin cuci tidak dapat mengalir dengan lancar.

    Cara Atasi Mesin Cuci yang Bergetar Kencang

    Cara mengatasi mesin cuci yang bergetar kencang bisa berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Berikut langkah-langkah untuk mengatasinya:

    1. Cek Pakaian di Tabung Mesin Cuci

    Jika penyebabnya karena beban yang tidak seimbang, segera setop mesin cuci secara paksa. Lalu, atur kembali pakaian agar bebannya seimbang. Setelah itu, nyalakan kembali mesin cuci dan pastikan getarannya sudah hilang.

    2. Letakkan Mesin Cuci di Tempat yang Datar

    Kalau posisi mesin cuci tidak seimbang, sebaiknya pindahkan ke tempat yang datar. Cara ini dapat mengatasi mesin cuci yang bergetar kencang karena posisinya tidak stabil.

    3. Cek Bagian Tabung Mesin Cuci

    Terkadang, mesin cuci dapat bergetar hebat karena peredam kejut atau bantalan tabung sudah usang atau mengalami aus akibat pemakaian. Untuk memperbaikinya terbilang cukup rumit. Maka dari itu, sebaiknya hubungi teknisi dari produsen mesin cuci untuk mengganti bantalan tabung.

    Demikian penyebab dan cara mengatasi mesin cuci yang bergetar hebat saat digunakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Alami yang Baunya Menyengat, Bikin Semut Tak Berdaya


    Jakarta

    Semut merupakan serangga yang mudah sekali ditemukan di rumah. Semut seperti bisa menemukan jalannya sendiri untuk mendapatkan makanan.

    Hidupnya yang berkoloni kerap membuat penghuni rumah repot. Sebab, ketika semut sudah menemukan target makanan, butuh waktu lama untuk memaksa mereka benar-benar pergi. Bahkan setelah wadah makanan digoyang-goyang pun tidak begitu berpengaruh, pasti ada semut bandel yang bertahan di dalam wadah.

    Dilansir Better Homes and Gardens, cara paling ampuh untuk mengusir dan mematikan semut adalah dengan meletakkan bahan berbau menyengat. Indra penciuman semut yang kuat bisa menjadi kelemahan bagi mereka jika ada bahan-bahan tersebut.


    Bahan Alami yang Baunya Tidak Disukai Semut

    1. Cuka Putih Suling

    Larutan yang kerap dipakai untuk membersihkan noda ini ternyata ampuh untuk mengusir semut. Bahkan cuka putih suling yang sangat pekat bisa membunuh koloni tersebut tetapi juga dapat membunuh mereka.

    Semut mencari makanan menggunakan feromon, meninggalkan jejak untuk diikuti semut lain. Untuk menghilangkan jejak dan membuat mereka bingung semprotkan campuran cuka dengan air dengan perbandingan 1:3 di mana pun penghuni rumah melihat semut.

    Cari juga titik pertama dan terakhir mereka terlihat. Umumnya semut membuat sarang pada celah di rumah, seperti kusen jendela, pintu belakang, atau papan alas. Penyemprotan ini perlu digunakan seminggu sekali atau lebih dan lihat efeknya.

    2. Jeruk

    Siapa di sini sering menyimpan jeruk di rumah? Ternyata selain menyegarkan ketika dikonsumsi, jeruk juga memiliki aroma yang tidak disukai oleh semut. Jenis jeruk yang dimaksud adalah lemon, jeruk nipis, dan jeruk bali.

    Bagian dari jeruk yang dipakai adalah kulit. Lalu sebarkan ke sekitar pintu masuk. Jika tidak ada kulit jeruk, bisa juga menggunakan minyak esensial jeruk. Sebarkan minyak esensial tersebut di sekitar rumah.

    3. Minyak Peppermint

    Cara instan lainnya untuk mengusir semut adalah memakai minyak Peppermint. Selain semut, aroma dari cairan ini juga tidak disukai oleh lalat dan nyamuk. Lokasi yang tepat untuk menyemprotkan cairan minyak ini adalah ambang pintu, kusen jendela, dan papan lis.

    4. Kayu Manis

    Bukan rahasia umum lagi jika kayu manis memiliki aroma yang kuat. Oleh karena itu bahan ini kerap dipakai sebagai bahan masakan. Penelitian menunjukkan bahwa kayu manis memiliki senyawa yang dikenal sebagai trans-cinnamaldehyde yang efektif mengusir dan membunuh semut.

    Cara memasang perangkapnya adalah dengan meletakkan bubuk kayu manis di sekitar pintu masuk umum. Aromanya yang kuat akan bertindak sebagai pengusir semut alami. Cara lainnya bisa dengan melapisi bola kapas dengan bubuk kayu manis atau minyak kayu manis, lalu meletakkannya di dekat area yang rawan semut.

    5. Cabai Rawit atau Lada Hitam

    Bahan yang biasanya dipakai sebagai bahan masakan kini menjadi senjata paling ampuh untuk mengusir semut. Caranya dengan menaburkan lada di sekitar area yang sering dimasuki semut di rumah. Bisa juga membuat larutan campuran dari air dan lada, kemudian disemprotkan ke semut tersebut. Menurut studi Texas A&M larutan air dan lada efektif membunuh semut.

    Itulah beberapa bahan yang ampuh mengusir semut dari rumah, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! Ini 5 Jenis APAR yang Harus Ada di Tiap Bangunan


    Jakarta

    Kebakaran merupakan salah satu insiden dengan risiko paling besar yang bisa terjadi di lingkungan tempat tinggal, kantor, hingga area industri. Oleh karena itu, setiap bangunan diwajibkan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sesuai dengan standar keamanan.

    APAR dirancang untuk memadamkan api pada tahap awal sebelum menjadi kebakaran besar. Memahami jenis-jenis APAR yang sesuai dengan klasifikasi kebakaran, sangat penting untuk keselamatan dan perlindungan aset.

    Melansir dari situs IFSEC Global, ada lima jenis utama APAR yang dapat digunakan di berbagai bangunan, masing-masing dirancang untuk mengatasi jenis kebakaran tertentu. Berikut ini penjelasannya.


    1. APAR Air (Water & Water Mist)

    Jenis APAR ini umumnya digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, dengan jenis kebakaran yang disebabkan oleh bahan padat seperti kertas, kain, plastik, dan juga kayu. APAR air dengan label merah, dinilai efektif menanggulangi kebakaran kelas A karena mampu menurunkan suhu bahan yang terbakar dengan cepat.

    Namun, APAR air tidak boleh digunakan pada kebakaran yang disebabkan oleh minyak, gas, dan listrik, karena dapat mengakibatkan korsleting dan ledakan. APAR air dengan jenis water mist extinguisher dapat digunakan pada beberapa kelas kebakaran (A, B, C, dan F) karena menghasilkan kabut air halus yang tidak menghantarkan listrik, serta minim residu.

    APAR ini sering ditemukan di toko, perkantoran, sekolah, hotel hingga gudang.

    2. APAR Busa (Foam)

    APAR dengan label krem ini sangat efektif untuk mengatasi kebakaran kelas A dan B. Jenis ini dapat digunakan untuk kebakaran bahan padat serta cairan mudah terbakar seperti bensin ataupun cat.

    Busa pada alat ini bekerja dengan menutup permukaan cairan yang terbakar sehingga mencegah uap bahan bakar beraksi dengan oksigen. Namun, penggunaannya tetap harus hati-hati dan tidak disarankan untuk kebakaran yang melibatkan minyak goreng atau peralatan listrik dengan tegangan tinggi.

    3. APAR Serbuk Kering (Dry Powder)

    APAR dengan label biru ini dikenal sebagai APAR paling serbaguna. Dry powder extinguisher dapat digunakan untuk kebakaran kelas A, B, dan C, termasuk kebakaran akibat gas seperti butana atau propana.

    Ada juga versi khusus serbuk logam (Kelas D), untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan logam seperti magnesium dan alumunium. Meski efektif, alat ini memiliki kekurangan, yaitu residu serbuk bisa mengganggu sistem elektronik dan sulit dibersihkan, sehingga tidak disarankan untuk digunakan di area perkantoran dan rumah.

    4. APAR Karbon Dioksida (C0₂)

    Untuk area perkantoran, terlebih pada ruang server, jenis APAR ini wajib tersedia. IFSEC Global, menyebutkan bahwa APAR dengan label hitam ini sangat ideal untuk kebakaran listrik dan cairan mudah terbakar (Kelas B).

    Kelebihan APAR jenis ini adalah tidak meninggalkan residu, sehingga aman untuk digunakan pada peralatan elektronik jadi cocok untuk di perkantoran. Namun, pengguna harus berhati-hati karena suhu gas C0₂ yang keluar sangat dingin dan bisa menyebabkan frostbite (cedera kulit yang terjadi karena paparan suhu sangat dingin).

    5. APAR Kimia Basah (Wet Chemical)

    Untuk dapur atau area memasak, APAR kimia basah adalah pilihan terbaik. APAR jenis ini dirancang khusus untuk kebakaran kelas F, yaitu akibat minyak goreng dan lemak.

    APAR ini bekerja dengan menyemprotkan cairan kimia alkali yang membentuk lapisan busa pelindung di atas minyak panas, mendinginkan area terbakar, dan mencegah api menyala kembali. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan pada kebakaran kecil kelas A.

    Memahami jenis-jenis APAR dapat membantu untuk menentukan mana yang cocok digunakan untuk kebakaran di kelas tertentu. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Atasi Dinding Rembes Saat Turun Hujan


    Jakarta

    Ada sejumlah masalah yang kerap terjadi ketika turun hujan, salah satunya air hujan yang menembus hingga ke dinding. Hal tersebut membuat dinding menjadi rembes dan lembap.

    Penyebab utama dinding rembes saat hujan karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika dinding rembes tak segera diatasi maka bisa menimbulkan jamur hitam hingga merusak struktur bangunan.

    Jika dinding di rumah sering rembes, jangan khawatir. Ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi masalah tersebut. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Atasi Dinding Rembes Akibat Hujan

    Dilansir situs All Weather Coating dan Water Proofing, berikut sejumlah cara untuk mengatasi permasalahan dinding rembes ketika turun hujan:

    1. Memperbaiki Sambungan Rumah yang Rusak

    Saat melakukan renovasi rumah, mungkin ada salah satu sudut rumah yang tidak disambung dengan baik. Alhasil, saat turun hujan air bisa mengalir lewat celah tersebut dan menyebabkan rembes ke dinding rumah.

    Cara mengatasinya yakni dengan memperbaiki sambungan tersebut dengan tepat. Lalu, cek kembali saat turun hujan apakah air merembes ke dinding atau tidak.

    2. Melapisi Retak Rambut

    Munculnya retak rambut di dinding tidak bisa dianggap sepele. Hal itu karena retakan ini membuat air hujan dapat merembes ke dinding rumah.

    Untuk memperbaikinya, lapisi retak rambut di dinding dengan menggunakan semen putih dan cat pelapis anti bocor (cat waterproof). Langkah ini agar pori-pori pada dinding bisa tertutup sehingga air tidak merembes.

    3. Pakai Sealant Dinding

    Dinding rumah yang rembes juga bisa diatasi dengan menggunakan sealant, yaitu bahan yang dapat mengisi dan menyegel celah atau retakan pada dinding. Fungsinya untuk menyerap air ke dalam bata, sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

    Meski begitu, cara ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali. Jadi, tidak begitu efektif untuk menahan rembesan secara terus-menerus.

    4. Mengecat Eksterior Rumah

    Tidak hanya soal estetika, mengecat eksterior rumah juga penting untuk menjaga bangunan tetap tahan dari segala kondisi cuaca, termasuk hujan.

    Dianjurkan memakai cat eksterior waterproof berkualitas tinggi yang diformulasikan tahan terhadap cuaca. Jadi tak hanya terlihat estetis, tapi juga melindungi tembok rumah dari rembes dan kelembapan saat turun hujan.

    5. Perbaiki Pipa yang Rusak

    Selain karena air hujan, dinding bisa rembes karena ada kerusakan pada pipa, seperti pipa retak, bocor, atau sambungan antar pipa yang sudah longgar.

    Apabila kurang paham untuk memperbaiki pipa yang rusak, sebaiknya panggil tukang yang ahli di bidangnya. Dengan begitu, pipa bisa diperbaiki dengan cepat dan dinding rumah tidak rembes lagi saat hujan.

    Itulah lima cara ampuh untuk mengatasi dinding rembes saat turun hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Buat Kolam Renang di Rumah? Segini Perkiraannya Untuk Ukuran 3×5 Meter



    Jakarta

    Kolam renang merupakan salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan rekreasi di rumah. Penghuni rumah tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk datang ke kolam renang umum jika di rumah bisa membuatnya.

    Banyak orang berfikir membuat kolam renang harus memiliki lahan yang cukup. Menurut arsitek Denny Setiawan tidak ada ukuran khusus untuk luas kolam renang. Namun, batas minimum luasnya adalah 2,4 meter persegi yang dinilai cukup untuk meluruskan kaki dan berendam.

    Bagi detikers yang tertarik untuk membuat kolam renang, tetapi belum tahu biaya yang dibutuhkan, begini simulasi perhitungannya untuk kolam renang ukuran 3×5 meter dengan kedalaman 2 meter.


    Biaya Material

    Hal pertama yang harus disiapkan adalah biaya material. Berikut rinciannya.

    Semen: Rp 57.000 per sak. Jumlah kebutuhan 50 sak. Total biaya: Rp 2.850.000

    Pasir: 1 truk, total biaya sekitar Rp 2.200.000. Sebagai informasi, harga pasir di setiap kota berbeda, tergantung jenis dan wilayahnya.

    Biaya konstruksi lainnya (besi, kerikil untuk campuran beton, dsb): Rp 5.000.000

    Umumnya kolam renang memakai penutup dari material keramik yang permukaannya lebar atau yang keramik mozaik yang kecil-kecil. Menimbang luas kolam renang yang hanya 3×5 meter, lebih baik menggunakan keramik mozaik.

    Dalam satu dus ada keramik mozaik ukuran 30×30 dengan total satu meter persegi, harganya sekitar Rp 199.000.

    Nah, untuk menghitung kebutuhan keramik kolam renang ukuran 3×5 dengan kedalaman 2 meter yaitu:

    Panjang x tinggi x 2 = 5x2x2 = 20 m2

    Lebar x tinggi x 2 = 3x2x2 = 12 m2

    Panjang x lebar = 5×3 = 15 m2

    Totalnya: 47 m2

    Untuk membeli keramik untuk kebutuhan 47 m2 dibutuhkan sebanyak 47 dus. Maka: Rp 199.000 x 47 = Rp 9.353.000

    Pipa air 1 set: Rp 10.000.000

    Pompa air: 20.000.000

    Tangga kolam renang: Rp 1.500.000 per buah.

    Total biaya material: Rp 40.853.000

    Biaya Tukang

    Saat membuat kolam renang, tentu kita membutuhkan tukang. Mereka akan bertanggung jawab mengeruk tanah, memastikan keamanan dan kepadatan tanahnya, meratakan tanah, membuat kolam renang, finishing, pemasangan pompa air, hingga pengisian air. Jumlah tukang yang dibutuhkan untuk ukuran kolam renang tersebut adalah 4 tukang dengan estimasi pengerjaan 3 bulan atau 120 hari.

    Upah tukang untuk membuat kolam renang pribadi berukuran 3x5x2 meter adalah Rp 200 ribu. Maka, untuk pengerjaan 3 bulan, berikut biaya tukang yang harus disiapkan.

    4 x 120 x Rp 200.000 = Rp 96.000.000

    Biaya Pengisian Air Kolam

    Pengisian kolam renang juga membutuhkan biaya. Hal ini dikarenakan volume air yang dibutuhkan besar dan terdapat biaya listrik untuk pompanya. Sebagai informasi, air yang dibutuhkan untuk mengisi kolam per m3 yaitu 1.000 liter. Berikut biaya yang dibutuhkan untuk mengisi kolam renang bervolume 30 m3.

    30 x 1.000 liter: 30.000 liter

    Bila membeli air sendiri lewat perusahaan air tangki, harganya rata-rata sekitar Rp 800.000 per 8.000 liter. Karena volume air kolam renang 30.000 liter, maka dibutuhkan 4 truk tangki. Jadi biayanya Rp 800 ribu x 4 = Rp 3.200.000.

    Total Biaya Pembuatan Kolam Renang

    Apabila ditotal, kisaran biaya pembuatan kolam renang ukuran 3x5x2 meter:

    Rp 40.853.000 + Rp 96.000.000 + Rp 3.200.000 = Rp 140.053.000.

    Itulah kisaran biaya pembuatan kolam renang ukuran 3×5 meter dengan kedalaman 2 meter. Besar biaya tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk semua pembuatan kolam renang karena harga material bisa meningkat dari waktu ke waktu, biaya upah juga bisa disesuaikan dengan desain, waktu pengerjaan, dan kerumitannya, serta biaya pengisian air bisa berbeda di masin-masing wilayah. Simulasi ini diharapkan bisa menjadi panduan dasar untuk memperkirakan agar mendapat gambaran besar biaya yang perlu disiapkan. Bisa jadi saat detikers membuat kolam renang, biayanya jauh lebih murah dan mahal. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com