Author: Gak Ganti Gambar

  • 5 Tanaman Ini Bisa Bikin Dapur Bebas Lembap dan Jadi Sejuk


    Jakarta

    Tanaman umumnya diletakkan di halaman dan teras rumah. Hal ini karena tanaman di luar ruangan bisa mendapatkan cahaya matahari dan sumber air yang dibutuhkan.

    Tanaman tidak hanya tumbuh subur di luar ruangan, tapi di dalam rumah juga bisa. Bahkan ada satu ruangan yang butuh sekali tanaman, yakni dapur. Area yang digunakan untuk memasak ini bisa menjadi tempat yang lebih sehat apabila diletakkan tanaman.

    Beberapa jenis tanaman ada yang bisa menyerap kelembapan dan menyaring udara menjadi lebih bersih. Alhasil dapur tidak akan mudah lembap dan tidak muncul banyak noda jamur yang bisa berbahaya bagi pernapasan manusia.


    Selain itu, tanaman merupakan penghasil oksigen sehingga baik bagi penghuni rumah. Jika dapur sering terasa panas, tanaman bisa menjaga ruangan tersebut tetap sejuk.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa tanaman yang cocok diletakkan di dapur.

    1. Pothos

    Ilustrasi pothosIlustrasi pothos Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Pilihan tanaman yang pas untuk dapur yang kecil dan tidak bisa ada banyak barang dipajang di area memasak adalah pothos. Tanaman hias satu ini tidak memiliki bunga, hanya daun-daun hijau yang mungil. Tanaman ini terlihat indah karena batangnya yang bisa memanjang karena termasuk tanaman rambat.

    Untuk memajang tanaman ini bisa dengan digantung atau diletakkan di dinding. Jadi tidak akan menghabiskan banyak tempat di dapur. Pothos atau Epipremnum aureum juga salah satu tanaman hias yang paling mudah dirawat karena tidak butuh banyak cahaya dan dapat tetap tumbuh meski jarang disiram.

    Dalam feng shui, tanaman ini dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan. Secara ilmiah, manfaatnya dapat menyaring racun di udara dan menyerap kelembapan.

    2. Spider Plant

    cat playing in spider plantIlustrasi spider plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant (Chlorophytum comosum) merupakan tanaman hias yang paling mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa digantung, bisa berbunga, dan di ruangan yang tidak ada sinar matahari karena tanaman ini tidak bisa terkena sinar matahari langsung.

    Tanaman dengan bentuk daun memanjang dan ramping ini disebut dapat menyaring polutan di udara dan menyerap kelembapan.

    3. Lidah Mertua

    Ilustrasi lidah mertuaIlustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Tanaman lidah mertua pasti sudah tidak asing lagi di Indonesia karena tanaman ini memang mudah tumbuh di dalam dan luar ruangan. Tanaman ini juga mudah dirawat tanpa perlu sering disiram.

    Jika diletakkan di dapur, tanaman ini dapat menyerap bau, polutan hingga memperindah tampilan dapur. Untuk meletakkan tanaman ini di dalam rumah, umumnya memakai pot dan diletakkan di tempat yang datar.

    4. ZZ Plant

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Tanaman ZZ Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Mungkin sebagian orang merasa nama tanaman ini agak sedikit aneh. Namun, tanaman yang memiliki nama ilmiah Zamioculcas zamiifolia ini punya segudang manfaat mulai dari membersihkan udara dari polutan dan racun hingga mengurangi kelembapan pada ruangan. Sebagai catatan, tanaman ini jangan sampai digapai oleh hewan peliharaan karena bisa menjadi racun bagi mereka.

    Sama seperti lidah mertua, ZZ Plant kebanyakan juga ditempatkan di pot dan diletakkan di area yang terlihat.

    5. Sukulen

    House indoor plants collection. Succulent and cactus in different pots on white backgroundSukulen. Foto: Getty Images/Zakharova_Natalia

    Jika penghuni rumah mencari tanaman yang kecil dengan bentuk menarik, coba pilih sukulen. Tanaman ini ukurannya seperti kaktus kecil dan memiliki daun yang keras dan kaku. Selain itu, ada berbagai macam sukulen yang bisa dipilih.

    Selain itu manfaatnya nggak main-main, mulai dari bisa melepas banyak oksigen di malam hari, membuat ruangan tidak lembap, dan membersihkan racun dari udara.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa diletakkan di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Rumah Bau Amis Setelah Dipel? Coba 5 Cara Ampuh Ini!


    Jakarta

    Mengepel lantai merupakan kegiatan bersih-bersih yang perlu dilakukan secara rutin. Jika tidak, maka lantai akan terlihat kotor dan terasa lengket saat diinjak.

    Setelah dipel, lantai rumah akan jadi bersih dan terasa wangi. Namun terkadang, lantai justru mengeluarkan aroma tak sedap seperti bau amis yang sangat menyengat.

    Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan para penghuni rumah. Apalagi jika ada tamu yang datang, tentu mereka akan risih karena mencium bau amis dari lantai.


    Namun jangan khawatir, lantai rumah yang bau amis setelah dipel dapat diatasi dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Mudah Atasi Lantai Bau Amis Setelah Dipel

    Ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi lantai bau amis setelah dipel. Dilansir situs Be The Story dan Eufy, berikut langkah-langkahnya:

    1. Cuka dan Kulit Jeruk

    Cara yang pertama bisa menggunakan cuka putih dan kulit jeruk. Kedua bahan ini diklaim ampuh untuk mengatasi bau amis di lantai secara alami.

    Caranya dengan memasukkan beberapa kulit jeruk ke dalam wadah, lalu tuang cuka putih hingga setengah wadah, kemudian tambahkan air secukupnya. Simpan wadah di tempat yang sejuk selama tiga minggu agar bereaksi.

    Setelah disimpan, tuang cairan kulit jeruk yang sudah tercampur dengan cuka putih dan air ke dalam botol semprot. Lalu, gunakan cairan tersebut untuk membersihkan lantai yang bau amis.

    2. Pakai Air Bersih

    Pastikan menggunakan air bersih saat mengepel lantai rumah. Hindari menggunakan air kotor yang sudah digunakan untuk mengepel lantai sebelumnya karena dapat memicu bau amis.

    Disarankan untuk menggunakan air hangat saat mengepel lantai agar kotoran yang menempel di lantai keramik dapat dibersihkan dengan lebih mudah.

    3. Jaga Kebersihan Kain Pel

    Meski sudah menggunakan cairan pembersih yang sangat wangi, lantai masih bisa tercium bau amis jika kain pel sudah kotor. Tanda-tanda kain pel kotor biasanya terlihat dari kain yang sudah menghitam dan tercium aroma tidak sedap.

    Sebaiknya segera mengganti kain pel dengan yang baru. Selain mencegah bau amis, mengepel lantai akan lebih mudah dan cepat karena kain pel mampu mengangkat kotoran secara optimal.

    4. Bersihkan Ember

    Selain itu, perhatikan juga ember yang digunakan untuk mengepel lantai. Walau sudah menggunakan kain pel baru dan air bersih, tapi jika ember dipenuhi kotoran maka semuanya akan jadi sia-sia.

    Dianjurkan untuk segera membuang air kotor dari dalam ember. Kalau dibiarkan selama berhari-hari bisa menyebabkan bau tidak sedap dan menimbulkan banyak jamur.

    5. Gunakan Cairan Pembersih Lantai

    Agar lantai selalu wangi saat dipel, pastikan menggunakan cairan pembersih lantai yang dijual bebas. Selain dapat mengangkat kotoran, cairan ini juga mampu membunuh bakteri dan kuman. Alhasil, lantai rumah jadi lebih bersih, wangi, dan kinclong.

    Itulah lima cara mudah mengatasi lantai bau amis setelah dipel. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Kamar Mandi Harus Dibersihkan? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Membersihkan kamar mandi perlu dilakukan agar tidak tumbuh jamur dan timbul bau. Apalagi, kamar mandi jadi salah satu tempat paling kotor di rumah jadi tak heran kalau ruangan itu harus rutin dibersihkan.

    Tentunya, kamar mandi yang bersih bisa membuat penghuni rumah maupun tamu yang memakainya merasa lebih nyaman. Tapi, seberapa sering sih kamar mandi harus dibersihkan?

    Dilansir dari The Spruce, co-owner dan president dari Sophia’s Cleaning Service, Carolina Kazimierski, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan kamar mandi harus dibersihkan setidaknya seminggu sekali. Pembersihan secara rutin akan mencegah penumpukan kotoran.


    “Saya merekomendasikan bersihkan kamar mandi secara cepat setiap minggu, lalu pembersihan mendalam setiap sebulan sekali,” ujarnya.

    Nah, ada juga beberapa bagian kamar mandi yang harus dibersihkan dalam jangka waktu tertentu. Dilansir dari Southern Living dan Martha Stewart, berikut ini informasinya.

    Membersihkan Cermin Kamar Mandi

    Young woman wiping windows at homeMembersihkan kaca. Foto: Getty Images/urbazon

    Menurut pakar kebersihan Sara San Angelo, cermin kamar mandi bisa dibersihkan sesuai kebutuhan. Kalau kamar mandi jarang dipakai, cermin jadi tidak kotor dan tidak perlu dibersihkan rutin.

    Kalau cermin di kamar mandi sudah kotor, penghuni bisa membersihkannya dengan campuran cuka dan air dengan perbandingan yang sama dan lap dengan lap.

    Membersihkan Toilet

    Shot of a young woman cleaning a bathroom toiletIlustrasi membersihkan toilet Foto: iStock

    Toilet merupakan salah satu bagian kamar mandi yang paling kotor. President dan co-founder AspenClean Alicia Sokolowski menyarankan untuk membersihkan toilet setidaknya seminggu sekali kalau sering digunakan.

    “Membersihkan secara rutin membantu menghilangkan kuman, menurunkan risiko penyakit dan penyebaran infeksi,” ujarnya, dikutip dari Martha Stewart.

    Membersihkan Area Shower

    Kalau di kamar mandi pakai shower, sebaiknya bersihkan seminggu sekali. Hal ini agar tidak ada sisa sabun yang menempel pada shower.

    “Sangat penting untuk menjaga kamar mandi tetap kering. Kerak sabun dan jamur tidak dapat menempel pada permukaan bak mandi atau shower jika tidak ada air yang bisa digunakan,” ujar pakar kebersihan dan founder Clean My Space Melissa Maker.

    Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Action of a human's hand is using floor brush to cleaning toilet marble tile floor. Close-up and selective focus at hand part.Ilustrasi membersihkan lantai kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Thank you for your assistant

    Untuk lantai kamar mandi sebaiknya dibersihkan secara rutin. Hal itu karena bagian lantai sering ada penumpukan bakteri, debu hingga sabun. Apalagi, kalau lantai kamar mandi jarang dibersihkan bisa jadi licin dan berbahaya bagi penggunanya.

    “Secara umum, disarankan untuk membersihkan lantai kamar mandi setidaknya seminggu sekali sebagai bagian dari rutinitas pembersihan rutin Anda untuk mencegah penumpukan kotoran, debu, rambut, dan cipratan dari perlengkapan mandi,” kata Sokolowski.

    Membersihkan Wastafel

    Kalau di kamar mandi ada wastafel, bersihkan setidaknya seminggu sekali. Hal itu supaya mencegah penumpukan sisa sabun, pasta gigi, maupun air yang bisa menjadi sarang bakteri.

    Itulah waktu yang tepat untuk membersihkan kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hujan Deras Tak Masalah! Begini Cara Bikin Dinding Rumah Anti Rembes dan Jamur



    Jakarta

    Kelembapan dan rembesan air adalah tantangan nyata bagi kenyamanan dan keawetan dinding rumah. Terlebih di Indonesia sebagai daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Untuk itu, pemilihan material dinding menjadi kunci dalam menjaga struktur dan estetika rumah agar tetap aman, kering, dan tahan lama.

    Air hujan bisa merembes di dinding rumah karena beberapa faktor. Bisa jadi karena air masuk melalui pori-pori material atau karena sambungan yang tidak rapat. Kemudian, kelembapan yang terperangkap dalam dinding, dapat menyebabkan cat mengelupas, jamur tumbuh, plaster rusak, serta menurunnya ketahanan interior.

    Dilansir dari situs Cohoom, kelembapan bisa meresap ke dalam rumah melalui kebocoran pada fondasi, udara lembap, kondensasi, atau percikan air sehari-hari. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan kerusakan serius, seperti cat yang mengelupas, munculnya jamur, serta plester yang rusak.


    Karena itu, penting untuk menggunakan material anti rembes untuk mencegah air hujan merembes ke dinding rumah. Berikut beberapa material anti rembes.

    1. Cat Waterproof

    Cat waterproof adalah solusi praktis dan efektif untuk melindungi dinding rumah dari rembesan air. Selain mudah diaplikasikan, cat ini membentuk lapisan pelindung yang mencegah kerusakan seperti cat mengelupas, plester retak, atau pertumbuhan jamur.

    Cat ini memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Cat berbasis akrilik air, dikenal fleksibel dan mudah diaplikasikan. Cat berbasis minyak, menawarkan daya tahan dan resistensi kelembapan yang lebih tinggi, cocok untuk area dengan kelembapan tinggi. cat berbasis silikon, dikenal paling tahan air karena permukaannya bersifat anti air dan bisa membiarkan uap air keluar sehingga tidak mengurus kelembapan.

    2. Plester Anti Air

    Plester anti air adalah lapisan struktural yang biasanya diterapkan sebelum cat atau finishing. Material ini berfungsi sebagai penghalang utama terhadap rembesan air.

    Beberapa hal perlu diperhatikan saat menggunakan material ini. Terdapat metode plester dengan tambahan aditif anti air untuk meningkatkan resistensi air. Untuk area yang sangat lembap atau basah, plester ini sangat penting untuk mencegah air merembes melalui kelembapan dan kebocoran.

    3. Material Modern dan Teknologi Baru

    Selain cat dan plester dengan metode umum, terdapat juga material modern dengan bahan maksimal untuk menahan air dan jamur. Material seperti beton telah banyak digunakan sebagai dinding tahan air. Teknologi nano struktur juga banyak digunakan untuk proses waterproofing agar bangunan menjadi kedap air.

    Dilansir dari situs Better Homes & Gardens, penggunaan material plester kapur juga banyak digunakan saat ini. Penggunaannya dengan cara dipoles dan dilapisi sabun agar tahan air. Material ini populer sebagai pilihan yang estetis sekaligus fungsional untuk dinding agar tidak lembab.

    Cat waterproof memberikan proteksi permukaan yang relatif mudah diterapkan. Kemudian plester anti‑air memastikan struktur dinding mendapat perlindungan dasar. Sedangkan material modern, menawarkan solusi jangka panjang dengan fitur tahan air dan estetika tinggi.

    Dengan pemilihan dan penerapan yang tepat, dapat memastikan dinding rumah tetap kering dan awet. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Ciri-ciri Rumah Bekas yang Tak Terawat, Hati-hati Kalau Mau Beli!


    Jakarta

    Rumah second atau bekas menjadi opsi hunian bagi pencari rumah yang tak sanggup beli baru. Harga rumah bekas bisa lebih rumah karena bangunannya sudah lama.

    Namun, jangan buru-buru beli rumah bekas ya. Pencari rumah mesti cek dulu keadaan bangunannya.

    Pasalnya, rumah lama biasanya terdapat kerusakan. Nah, pemburu rumah perlu perhitungkan apakah mampu menanggung biaya perbaikan setelah pembelian atau tidak.


    Sebaiknya membeli rumah bekas yang terawat. Dengan begitu, pembeli tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya renovasi.

    Para pencari rumah harus tahu ciri-ciri rumah yang bangunannya kurang terawat. Simak ulasannya berikut ini.

    Ciri-ciri Bangunan Rumah Tak Terurus

    Inilah beberapa ciri-ciri rumah yang membutuhkan perawatan karena kurang terurus, dikutip dari Bluenote Painting.

    1. Tumbuh Rumput Liar Tinggi di Pekarangan

    Pertanda paling jelas untuk mengetahui rumah sudah lama tak dirawat bisa dilihat dari pekarangannya. Kondisi pekarangan mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

    Rumah yang tidak dirawat biasanya banyak rumput liar yang menjulang tinggi di halaman. Padahal, halaman rumah perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali agar terawat.

    2. Cat Eksterior Pudar atau Terkelupas

    Kemudian, perhatikan juga kondisi cat eksterior rumah. Kalau warnanya memudar dan lapisannya terkelupas, bisa jadi kualitasnya kurang baik, terlalu lembap, atau ada kebocoran.

    3. Cat Interior Rusak

    Selain itu, cek juga kondisi cat interior rumah. Cat interior seharusnya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena berada di dalam bangunan. Jika tampilan cat interior kurang bagus seperti eksterior rumah, kemungkinan akan diperlukan perbaikan besar-besaran.

    4. Perangkat Rumah Rusak

    Terakhir, periksa perangkat dan bagian-bagian penting di rumah, termasuk sistem kelistrikan, air, dan saluran pembuangan. Kalau ketiga sistem tersebut bermasalah, pemilik baru perlu melakukan perbaikan.

    Itulah tanda-tanda rumah tidak terawat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemunculan 6 Hewan Ini Bisa Jadi Pertanda Kamar Mandi Lagi Kotor


    Jakarta

    Banyak sekali hewan atau serangga yang mungkin saja muncul di kamar mandi. Umumnya mereka muncul karena mengetahui ada sumber makanannya.

    Kemunculan hewan juga bisa berarti kamar mandi itu kotor karena ada hewan yang makanannya adalah kotoran. Jadi jangan anggap sepele kehadiran hewan-hewan di kamar mandi karena bisa jadi sinyal penting untuk segera membersihkan kamar mandi.

    Lantas, kenapa hewan tersebut muncul di kamar mandi? Berikut daftarnya


    6 Hewan yang Suka Muncul di Kamar Mandi

    Inilah deretan hewan yang kerap ditemukan di kamar mandi beserta cara mengatasinya, dilansir dari AZ Animals.

    1. Lalat Limbah

    Lalat limbah merupakan serangga yang dapat terbang seperti lalat. Namun, bentuk dan ukurannya berbeda dengan lalat yang biasa ditemukan di dekat tempat sampah atau makanan. Lalat ini umumnya tidak banyak bergerak. Mereka senang menempel di dekat saluran pembuangan, kamar mandi tak terpakai, pipa bocor, dan genangan air. Bisa juga di dinding kamar mandi. Mereka akan bergerak jika ada gangguan, tetapi tidak akan menyerang.

    Serangga tersebut muncul untuk mengincar kotoran organik di kamar mandi. Cara mengatasi lalat limbah adalah segera membersihkan kamar mandi, pastikan tidak ada genangan di dalamnya dan sumbatan pada saluran air yang tersumbat dan pipa bocor, serta menyingkirkan genangan air. Lalu, siapkan cairan yang bisa mengusir mereka berupa campuran cuka apel dan detergen pencuci piring. Letakkan di dekat area yang bermasalah.

    2. Kecoak

    susu kecoaKecoak Foto: iStock

    Serangga yang cukup mengganggu dan banyak ditakuti adalah kecoak. Hewan ini bergerak cukup cepat dan bisa terbang. Bahkan hewan ini gerakannya tidak bisa ditebak karena mereka bisa lari ke arah manusia bukan menjauh. Kemunculan kecoak disebabkan karena lingkungannya mendukung, yakni lingkungannya yang lembap, kotor, dan ada area yang gelap.

    Untuk mengatasi kecoak, tutup lubang, celah, lubang pembuangan, dan akses masuk ke kamar mandi. Taburkan campuran soda kue dan gula di sekitar area bermasalah.

    3. Kelabang

    KelabangKelabang Foto: Pixabay/Alexas_Fotos

    Kelabang berbentuk panjang dan bisa berjalan dengan cepat. Kelabang umumnya hidup di area yang tersembunyi. Mereka menyukai tempat yang lembap, seperti tempat kebocoran dan air yang tergenang. Mirip seperti lalat limbah, kelabang menyukai kotoran organik di kamar mandi.

    Untuk mencegah kelabang mendekat, pemilik rumah harus rajin membersihkan kamar mandi dan memastikan tidak lembap. Tuang cuka ke saluran pembuangan agar kelabang tidak masuk ke kamar mandi.

    4. Laba-laba

    Cara Mengusir Laba-laba di Rumah Tanpa Membunuh dan Obat PembasmiLaba-laba Foto: Christian Cagni/Unsplash

    Laba-laba senang sekali hidup di celah kecil, jendela, lubang ventilasi, pojokan, hingga wastafel. Umumnya di area yang agak kering. Laba-laba bisa masuk kamar mandi karena mencari sumber makanan dan air.

    Cara mengatasi serangga ini adalah tutup retakan dan celah di kamar mandi termasuk di bagian dinding. Lalu, semprotkan campuran cuka dan air di sekitar sudut-sudut.

    5. Cacing

    Earthworm on gravel asphalt. Close-up with selected focus.Earthworm on gravel asphalt. Close-up with selected focus. Foto: Getty Images/Andie_Alpion

    Cacing sangat menyukai tempat yang lembap, minim ventilasi, dan kotor. Lingkungan seperti itu bukan hanya membantunya mencari makan, melainkan untuk berkembang biak juga. Cara mengatasinya adalah membersihkan kamar mandi secara menyeluruh di setiap sudut. Selain disikat, coba juga memakai cuka dan air panas untuk memastikan tidak ada noda yang menempel.

    Itulah sejumlah hewan yang suka muncul di kamar mandi serta cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Perbaiki Lantai Keramik Retak Jadi Seperti Baru Lagi


    Jakarta

    Lantai keramik bisa retak atau pecah akibat benturan keras atau termakan usia. Meski sepele, retakan itu cukup mengganggu estetika lantai.

    Tenang saja, pemilik rumah bisa dengan mudah memperbaiki lantai keramik yang retak. Tak perlu bongkar dan ganti ubin baru, pemilik bisa menambalnya selama retakan enggak parah.

    Setidaknya dengan begitu, retaknya tersamarkan. Lantai pun terlihat seperti semula tanpa harus diganti.


    Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik yang retak? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak

    Inilah langkah-langkah untuk menambal lantai keramik yang retak, dikutip dari Home Decor Bliss.

    1. Bersihkan Retakan

    Langkah pertama adalah membersihkan retakan keramik. Gunakan amplas atau pengikis untuk mengikis bagian dalam retakan yang tajam. Setelah itu, bersihkan kotoran pada keramik pakai sabun cuci piring atau cairan pembersih.

    2. Oleskan Epoxy

    Setelah lantai keramik retak bersih, saatnya mengoleskan epoxy. Siapkan campuran epoxy dengan mengikuti petunjuk produk.

    Tuang epoxy ke bagian retak pada keramik dan biarkan mengeras. Pemilik bisa meratakan epoxy pada retakan tipis pakai tusuk gigi. Kalau retakannya lebar, pakai alat yang permukaannya rata.

    Namun, hindari menggunakan pisau untuk meratakan epoxy ya. Alat tersebut membuat epoxy cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Jika epoxy menyebar ke bagian lain, pemilik bisa bersihkan dengan cara dikikis. Sebaiknya langkah ini dilakukan sebelum epoxy mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Kalau epoxy sudah mengering atau mengeras, saatnya mengecatnya agar terlihat seperti ubin baru. Oleskan cat pada bekas retakan menggunakan kuas tipis.

    Disarankan untuk memilih warna cat yang mirip dengan keramik serta finishnya mengkilap. Selain itu, pilih cat berbahan dasar minyak agar warnanya tidak cepat pudar akibat air.

    Itulah tips memperbaiki lantai keramik yang retak menjadi seperti baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Dinding Rumah Bisa Jebol gegara Hujan Angin, Ini Alasannya


    Jakarta

    Hampir seluruh wilayah di Indonesia akhir-akhir ini diguyur hujan angin. Hal ini bukan fenomena yang biasa karena hujan angin bisa mengancam keselamatan masyarakat dan bangunan.

    Angin tersebut sangat berisiko merusak rumah. Buktinya sudah banyak, salah satunya adalah beberapa dinding rumah dilaporkan jebol akibat hujan angin. Kejadian terbaru ditemukan di Kabupaten Bogor.

    Dilansir dari detikNews, dinding yang jebol tersebut berada di kamar tidur. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bogor dinding rumah itu jebol setelah daerah tersebut diguyur hujan angin dalam durasi yang cukup lama.


    Dari foto yang diterima detikcom, dinding rumah tersebut sudah dibangun dengan bata yang telah diplester dan diaci dengan ketebalan yang wajar. Namun, ternyata konstruksi tersebut tidak dapat selamat dari guyuran hujan angin.

    Kejadian tersebut bisa menjadi pengingat dan alarm bagi masyarakat untuk segera mengecek kondisi dinding di rumahnya. Selain mengecek, masyarakat juga harus mengetahui penyebab dinding bisa jebol setelah diguyur hujan angin.

    Penyebab Dinding Jebol saat Hujan Angin

    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan ada dua penyebab yang menjadi biang kerok utama dinding jebol ketika hujan angin, berikut di antaranya.

    1. Kondisi Dinding yang Tidak Kuat Menahan Tekanan

    Alasan bangunan bisa roboh karena angin memberikan tekanan yang besar. Ketika pembangunannya tidak sesuai standar, kata Wildan, dinding jebol mungkin saja terjadi. Bisa juga dikarenakan bahan perekat dindingnya tidak dibuat dengan benar. Untuk membuat bahan perekat dibutuhkan semen, kapur, pasir, dan air.

    “Karena adukannya juga bisa. Spesi (adukan) kan ada rasio campuran antara pasir dan semen,” kata Wildan kepada detikcom, pada Senin (3/11/2025).

    2. Struktur Dinding Tidak Pakai Angkur

    Widan mengatakan pembangunan dinding yang tidak memakai angkur, yakni elemen pengikat yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara batu bata atau hebel dengan kolom beton bertulang. Angkur bisa memastikan bahwa dinding yang dibangun tersebut akan kuat menahan berbagai tekanan agar tidak mudah ambruk.

    Pembangunan tanpa angkur, kata Wildan, mungkin saja terjadi terutama pada pembangunan rumah yang dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli.

    “Mungkin di daerah belum teredukasi dengan baik, jadi bangun rumah yang penting berdiri,” ujarnya.

    Kondisi struktur dinding yang tidak kuat sebenarnya ada hubungannya dengan pembangunannya yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, ketika ingin membangun rumah sangat disarankan untuk melibatkan tenaga ahli seperti arsitek, ahli sipil, kontraktor, hingga tukang bangunan.

    Wildan memperingatkan agar hati-hati atau sebaiknya pindah sementara dari rumah yang dindingnya sudah jebol. Sebab, satu sisi yang sudah jebol bisa berpengaruh pada dinding yang lain.

    Itulah 2 penyebab dinding rumah ambruk ketika hujan angin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Pilih Waktu Terbaik Bangun Rumah Menurut Tradisi Jawa


    Jakarta

    Dalam tradisi Jawa, proses pembangunan rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat anjuran dan pantangan yang dibuat berdasarkan budaya dan spiritual atau kepercayaan masyarakat Jawa.

    Salah satu aturan tersebut mengenai cara memilih waktu yang baik jika ingin membangun rumah. Aturan tersebut muncul dari pengalaman orang terdahulu dan diharapkan dapat memberikan kelancaran, keberkahan, serta keharmonisan dalam pengerjaannya.

    Dilansir dari detikJateng yang mengutip dari buku Arsitektur Tradisional terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI serta artikel ilmiah berjudul Persepsi Masyarakat Desa Jiwan Terhadap Kalender Jawa dalam Membangun rumah oleh Berti Fitri Permatasari dan Novi Triana Habsari, berikut penjelasannya.


    1. Hindari Bangun Rumah Saat Musim Hujan

    Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan hujan. Dalam tradisi Jawa, terdapat 12 musim dalam setahun, seperti Kasa, Karo, Ketiga, hingga Kasada. Namun, 12 musim tersebut dibagi dalam dua kategori besar, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

    Musim hujan terjadi pada musim Kapitu, Kawolu, dan Kasanga. Umumnya pada tiga musim tersebut curah hujan sedang tinggi sehingga bisa menghambat proses pembangunan dan berisiko mengancam keselamatan tukang maupun penghuni awal rumah, serta bisa mengakibatkan rumah bahan bangunan rusak.

    Selain ketiga musim tadi, tradisi Jawa disebut menghindari musim Kalima karena dianggap masa peralihan yang cuacanya masih tidak menentu sehingga masih kurang ideal untuk membangun rumah.

    2. Cari Hari Baik untuk Bangun Rumah

    Selain musim, hari pembangunan pun harus diperhitungkan. Ada beberapa hari yang sebaiknya dihindari, ada juga hari yang baik.

    Uniknya, penentuan waktu ini berdasarkan hitungan hari lahir dan pasaran orang yang akan menempati rumah. Dalam tradisi Jawa, cara ini punya nilai khusus dan disebut dengan neptu. Sebagai contoh hari Ahad nilainya 5, Senin 4, dan seterusnya. Pasaran seperti Pahing, Kliwon, Legi juga punya nilai sendiri. Jumlah dari nilai hari dan pasaran ini kemudian dihitung untuk menentukan hari yang tepat dalam pembangunan.

    Setelah didapatkan total neptu, angka ini akan dihitung lagi menggunakan rumus Panca Suda, yaitu sistem pembagian lima jenis bagian rumah berdasarkan urutan pembangunan. Hasil dari perhitungan ini akan menjadi panduan untuk membangun rumah berdasarkan ruangan, begini pembagiannya.

    Sri: untuk membangun lumbung padi

    Werdi: untuk kandang atau gandhok

    Naga: untuk dapur atau pawon

    Kencana (emas): untuk rumah utama (omah jero)

    Salaka (perak): untuk bagian depan seperti pendhapa

    Sebagai contoh seseorang ingin membangun bagian utama rumah, yang disebut ‘omah jero’, maka harinya harus menghasilkan sisa Kencana (yaitu angka 4) setelah dihitung. Misalnya memilih hari Ahad Pahing (Ahad = 5, Pahing = 9), maka totalnya 14. Angka ini dikurangi dua kali jumlah unsur Panca Suda (2 x 5 = 10), sisa 4. Karena sisa 4 berarti Kencana, maka hari itu dianggap cocok untuk membangun rumah utama.

    Contoh lain, kalau ingin membangun lumbung padi, perlu mencari hari yang hasil akhirnya jatuh pada Sri, misalnya Selasa Kliwon (Selasa = 3, Kliwon = 8, total 11). Setelah dikurangi 10, sisa 1, yang berarti Sri. Maka hari itu cocok untuk mendirikan lumbung.

    Aturan ini berlaku untuk semua bagian rumah. Pemilik rumah perlu menghitung masing-masing ruangan kemudian, menyusun jadwal pembangunannya. Cara pemilihan hari ini dipercaya dapat membawa berkah dan ketenteraman bagi penghuninya.

    Itulah cara menentukan waktu yang tepat untuk membangun rumah berdasarkan tradisi Jawa, semoga membantu.

    Artikel ini sudah tayang di detikJateng

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini Tanda-tanda Ada Tikus di Rumah dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hewan yang bikin resah penghuni rumah. Tak heran penghuni rumah sering mencari cara untuk mencegahnya masuk atau membasminya.

    Bukan tanpa alasan hewan pengerat ini bikin penghuni rumah uring-uringan. Selain karena tabiatnya yang suka menggerogoti sesuatu, tikus juga merupakan hewan pembawa penyakit yang bisa menyebarkannya lewat urine, saliva, dan kotorannya.

    “Mereka dapat menularkan penyakit seperti hantavirus dan leptospirosis, dan mereka mungkin membawa kutu, yang kemudian dapat menggigit Anda atau hewan peliharaan,” ujar Sheldon Owen, PhD, spesialis penyuluhan satwa liar di West Virginia University, dikutip dari Southern Living, Selasa (4/11/2025).


    Di sisi lain, tikus kerap masuk ke dalam rumah karena butuh tempat bernaung dan juga makanan.

    Tanda-tanda Ada Tikus di Rumah

    Lalu, apa saja tanda-tanda ada tikus di rumah? Masih dilansir dari Southern Living, berikut ini informasinya.

    – Adanya kotoran tikus di dekat lemari, di bawah wastafel, dan area lainnya yang tidak terlihat.

    – Ada bekas gigitan tikus pada material tertentu, seperti kertas, kain, dan lainnya.

    – Jejak kaki tikus.

    – Suara berisik dari dinding atau atap.

    Cara Mengatasi Tikus di Rumah

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan penghuni untuk mengatasi tikus di rumah. Berikut ini caranya.

    Gunakan Perangkap Tikus

    Penggunaan perangkap tikus menjadi salah satu cara yang efektif dan murah untuk menangkap tikus. Profesor madya dan spesialis penyuluhan perikanan dan satwa liar di University of Missouri, Robert Pierce, PhD, menyarankan untuk menggunakan umpan agar tikus tertarik, seperti keju atau buah kering.

    “Biarkan perangkap tetap berumpan tetapi jangan dijepret selama satu atau dua hari agar tikus terbiasa. Ini mencegah mereka menjadi takut pada perangkap,” kata Pierce.

    Lalu, Owen menyarankan untuk meletakkan perangkap tegak lurus ke dinding dengan ujung pemicu menghadap permukaan vertikal, atau di ruang sempit, pasang dua perangkap sejajar dengan dinding, dengan pemicu menghadap ke kedua arah.

    Owen juga mengatakan untuk tidak menggunakan bahan beracun untuk membasmi tikus karena bisa saja justru terkena ke hewan peliharaan. Kalau tikus tersebut memakan bahan beracun itu bisa saja mati di dalam rumah yang bisa memicu bau busuk.

    Gunakan Jasa Profesional

    Penghuni rumah juga bisa lho menggunakan jasa profesional untuk membasmi tikus. Apalagi, kalau di rumah ada banyak tikus, bisa jadi menggunakan jasa profesional adalah pilihan yang tepat.

    Cara Mencegah Tikus Masuk Rumah

    Nah, agar tikus tidak masuk ke rumah lagi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut ini informasinya.

    Tutup Lubang

    Tikus bisa masuk melalui lubang yang cukup kecil bahkan jika hanya terbuka setengah saja. Jadi, pastikan tidak ada lubang seperti di pintu, jendela, dan area perpipaan.

    Tebang Dahan Pohon

    Langkah selanjutnya bisa menebang dahan pohon yang mengarah ke rumah dan memangkas semak-semak. Sebab, tikus merupakan hewan yang bisa memanjat dan melompat dengan baik.

    Rapikan Tumpukan Barang

    Selanjutnya adalah rapikan tumpukan barang di rumah agar tidak berantakan. Buang barang-barang yang sudah tidak digunakan agar tidak menumpuk di rumah dan menjadi tempat persembunyian tikus.

    Gunakan Tempat Sampah Tertutup

    Tikus bisa mencari makanan dari sampah. Maka dari itu, pastikan tempat sampah tertutup rapat dan bersihkan secara berkala agar tidak menarik hama lainnya seperti semut.

    Itulah tanda ada tikus di rumah dan cara mengatasinya. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com