Author: Gak Ganti Gambar

  • Masa Simpan Cat Berdasarkan Jenis dan Ciri-ciri Kedaluwarsa


    Jakarta

    Sisa cat dinding yang sudah dipakai masih bisa digunakan lagi lho. Tapi, harus diperhatikan dulu karena cat dinding memiliki ‘umur’ alias masa simpan yang aman untuk digunakan.

    Umur cat dinding ini tergantung dari beberapa hal, salah satunya cara penyimpanannya. Kalau disimpan sembarangan, masa simpannya bisa semakin pendek.

    Menurut superintendent dari ASAP Restoration, Brandon Walker, cat dinding bisa bertahan beberapa tahun jika belum dibuka dan disimpan dengan baik.


    “Jika kaleng-kaleng ini dibuka, atau disimpan di tempat yang tidak memiliki pengaturan suhu dan kelembaban, maka masa pakainya akan berkurang secara signifikan,” katanya, dikutip dari Martha Stewart, Selasa (4/11/2025).

    Berikut ini masa simpan cat berdasarkan jenisnya.

    Cat latex: 2-5 tahun
    Cat akrilik: 5-10 tahun
    Cat berbahan dasar minyak: 5 tahun hingga lebih dari 10 tahun
    Cat berbahan dasar air: 1-2 tahun

    Kualitas cat, warna, dan hasil akhir tidak memengaruhi masa simpan, tetapi jika perlu menyimpan cat di garasi atau gudang, cat berbahan dasar minyak mungkin lebih tahan lama daripada cat berbahan dasar air, termasuk cat akrilik dan lateks.

    “Jika cat disimpan di lingkungan yang suhunya berfluktuasi, seperti suhu beku dan mencair, cat berbahan dasar air lebih rentan mengalami degradasi dalam bentuk cair dibandingkan dengan cat berbahan dasar minyak,” kata senior project manager di Behr, Ed Edrosa.

    Walau demikian, setiap merek cat dinding memiliki panduannya tersendiri untuk masa simpan kaleng cat yang sudah dibuka maupun yang belum dibuka.

    Tanda Cat Sudah Kedaluwarsa

    Ada beberapa tanda cat yang sudah kedaluwarsa dan sebaiknya tidak dipakai lagi. Berikut ini informasinya masih dilansir dari Martha Stewart.

    Cat Menggumpal

    Menurut Edorsa, seharusnya cat yang sudah diaduk, konsistensinya halus dan tidak boleh ada gumpalan atau bertekstur.

    Bau Tak Sedap

    Cat yang sudah kedaluwarsa memiliki ciri-ciri bau tengik. Jadi kalau cat dinding di rumah sudah mengeluarkan bau, sebaiknya ganti dengan yang baru.

    “Cat yang sudah melewati masa simpannya dapat menimbulkan bau tengik, terkadang seperti telur busuk,” kata Edrosa.

    Perubahan Warna dan Hasil Akhir

    Cat yang disimpan terlalu lama juga dapat menunjukkan perubahan warna atau hasil akhir. Jika cat tampak berubah warna, menguning, atau kilapnya tidak merata setelah diaduk, itu pertanda cat telah rusak. Cat yang lebih lama ini kemungkinan besar tidak akan sama dengan warna atau hasil akhir aslinya saat diaplikasikan.

    Cara Menyimpan Cat Agar Awet

    Jaga Cat Tetap Bersih

    Untuk mencegah bakteri masuk ke dalam cat, selalu tuang ke dalam wadah sebelum mengecat, dan buang sisa cat alih-alih menuangkannya kembali ke dalam kaleng. Hal itu karena cat bisa terkontaminasi dan menyebabkan kerusakan dini.

    “Jangan celupkan kuas dan rol langsung ke dalam kaleng, dan jangan pernah meninggalkan kuas dan penutup rol di dalam kaleng atau wadah,” kata Edrosa.

    Penyimpanan yang Tepat

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, pastikan untuk menyimpan cat di lokasi yang sejuk dan kering. Tempatkan kaleng cat di tempat yang tidak terkena fluktuasi suhu ekstrem, seperti gudang yang tidak terisolasi.

    Penutup yang Kedap Udara

    Pastikan kaleng cat tertutup dengan baik. Segel kedap udara bisa mengurangi risi pertumbuhan jamur dan lumut. Untuk menciptakan penutup yang kedap udara, tutup kaleng, lalu balikkan sehingga cat cair mendorong penutup ke dalam dengan kuat.

    Itulah informasi mengenai masa simpan cat dan ciri-ciri cat kedaluwarsa.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan! 5 Lokasi di Rumah yang Tak Boleh Dipasangi AC


    Jakarta

    Pemasangan air conditioner atau AC kadang diperlukan agar ruangan terasa semakin sejuk. Tapi, pasang AC di rumah tidak bisa sembarangan.

    Ada beberapa area di rumah kurang cocok untuk dipasang AC. Hal itu karena bisa menyebabkan ruangan bau hingga memicu terjadinya korsleting listrik.

    Dilansir dari House Digest, berikut ini beberapa lokasi yang sebaiknya dihindari untuk memasang AC.


    1. Dekat Tempat Sampah

    AC sebaiknya tidak dipasang di dekat atau menghadap langsung ke tempat sampah. Hal itu karena aroma tak sedap dari tempat sampah bisa menyebar ke seluruh ruangan. Ruangan memang terasa dingin, tapi penghuni rumah tetap tidak nyaman karena mencium bau busuk.

    Perlu diingat, mencium bau tak sedap serta tidak adanya ventilasi udara di ruangan bisa berdampak pada masalah pernapasan. Dalam jangka panjang bisa memicu asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    2. Dekat Barang yang Mudah Panas

    Apabila di dalam ruangan terdapat kompor atau di dekat oven, sebaiknya jangan pasang AC di sana dan maksimalkan penggunaan ventilasi udara.

    AC yang dipasang di dekat sumber panas membuatnya bekerja lebih keras karena harus mendinginkan ruangan, sedangkan di ruangan itu terdapat sumber panas yang menyala. Oleh sebab itu, ada penempatan khusus jika ingin memasang AC di dapur, yakni arah anginnya tidak boleh mengarah langsung ke kompor.

    3. Dekat Perangkat Elektronik

    Memasang AC di dekat perangkat elektronik juga tidak dianjurkan. Hal itu karena AC terkadang mengeluarkan uap air dan tetesan air dari unitnya. Jika tetesan air tersebut jatuh dan mengenai perangkat elektronik di bawahnya maka bisa menimbulkan kerusakan atau lebih parahnya terjadi korsleting listrik.

    4. Terhalang Benda Besar

    Saat memasang AC juga tidak disarankan untuk tidak memasang AC di dekat benda atau perabotan yang berukuran besar, misalnya lemari. Hal itu karena udara dingin yang dikeluarkan AC bisa terhalang dan tidak menyebar ke seluruh ruangan. Kondisi ini tak hanya bikin ruangan tetap terasa panas, tapi bisa membuat AC jadi cepat rusak.

    5. Di Atas Pintu

    Posisi AC sebaiknya juga jangan berada di atas pintu, seperti pintu kamar atau pintu depan rumah. Hal itu karena pintu sering kali dibuka dan ditutup sehingga dikhawatirkan udara dingin justru berhembus keluar yang membuat ruangan terasa tidak dingin. Itu bisa berdampak pada meningkatkan tagihan listrik karena AC harus bekerja ekstra.

    Itulah beberapa lokasi AC yang harus dihindari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar Meski Sudah Dinyalakan


    Jakarta

    Kipas angin berfungsi untuk menghembuskan udara ke seluruh ruangan agar terasa sejuk. Namun, kipas angin bisa saja tidak berputar meski sudah menyala.

    Kondisi ini tentu sangat menyebalkan, apalagi cuaca di luar sedang panas-panasnya. Kipas angin yang tidak berputar membuat udara di dalam ruangan terasa panas sehingga bikin tubuh gerah.

    Namun jangan khawatir, ada sejumlah faktor yang memicu kipas angin tidak berputar meski sudah menyala. Ingin tahu penyebabnya? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar

    Ada sejumlah faktor yang membuat kipas angin tidak berputar meski sudah menyala. Dilansir dari situs Home Care 24 dan Lito Electrical Service, berikut penyebabnya.

    1. Kapasitor Lemah atau Rusak

    Pemicu yang pertama karena kapasitor lemah atau sudah rusak. Komponen ini berfungsi untuk membantu memulai putaran pada motor kipas angin.

    Jika kapasitor sudah rusak maka tidak punya cukup tenaga untuk memutar baling-baling kipas angin. Jadi jangan heran kalau kipas angin tidak berputar meski sudah diatur pada kecepatan kencang.

    2. Motor Kipas Aus

    Kondisi motor kipas angin yang sudah aus bisa menjadi penyebab selanjutnya. Hal ini terjadi karena seiring pemakaian kipas setiap hari, sehingga sudah waktunya untuk diganti dengan yang baru.

    Kipas angin juga perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, kipas angin yang kotor akibat dipenuhi debu bisa menghambat putaran baling-baling kipas.

    Debu dan kotoran yang menempel juga dapat menyumbat ventilasi motor, sehingga kipas menjadi lebih panas saat dinyalakan. Seiring waktu, kipas angin bisa cepat rusak.

    Di sisi lain, debu yang menumpuk di kipas angin juga tidak baik untuk kesehatan. Soalnya, debu bisa terhirup dan masuk ke dalam tubuh.

    4. Baling-baling Kipas Tertekan

    Faktor selanjutnya karena baling-baling kipas yang dipasang terlalu kencang. Kondisi ini membuat baling-baling kipas tidak mampu berputar dengan normal akibat gesekan yang terlalu besar.

    5. Masalah Kelistrikan

    Terkadang, kipas angin yang tidak berputar bisa disebabkan oleh masalah kelistrikan di rumah. Bisa jadi stopkontak sudah rusak atau aliran listrik yang tidak stabil, sehingga kipas tiba-tiba berhenti berputar.

    Cara Mengatasi Kipas Angin yang Tidak Berputar

    Ada sejumlah cara mudah untuk mengatasi kipas angin yang tidak berputar meski sudah menyala. Berikut solusinya.

    1. Cek Motor Kipas Angin

    Langkah pertama adalah mengecek motor kipas angin. Terkadang, kipas angin tidak mau berputar karena kondisi motor sudah aus.

    Jika kondisi motor kipas belum terlalu aus, penghuni rumah bisa mengakalinya dengan mengoleskan minyak atau oli ke dalam motor kipas. Cara ini membuat motor kipas dapat berputar dengan lancar dan meminimalisir gesekan.

    2. Bersihkan Kipas Angin

    Kalau masalah utamanya karena debu dan kotoran yang menumpuk, segera bersihkan kipas angin. Biasanya, kipas angin akan berputar lebih kencang jika sudah bersih.

    3. Cek Aliran Listrik

    Apabila kipas angin tidak mau berputar, coba pindahkan ke stopkontak lain yang ada di rumah. Apabila kipas angin bisa menyala dan berputar normal, itu tandanya ada kerusakan pada stopkontak tersebut.

    Itulah lima penyebab kipas angin tidak mau berputar meski sudah menyala dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh 7 Barang Ini di Atas Kulkas, Bisa Bahaya!


    Jakarta

    Jika diperhatikan, banyak ditemui beberapa orang memanfaatkan bagian atas kulkas sebagai tempat untuk meletakkan berbagai barang. Mulai dari yang bobotnya ringan hingga yang berat seperti perangkat elektronik dapur.

    Umumnya kebiasaan ini terjadi pada kulkas yang hanya memiliki satu pintu dan tingginya tidak melebihi manusia sehingga mudah digapai. Sayangnya, bagian atas kulkas tersebut seharusnya dikosongkan, tanpa ada penutup maupun barang-barang.

    Dilansir dari Reader’s Digest, banyak ahli elektronik berpendapat membersihkan bagian atas kulkas dari barang-barang, akan jauh lebih aman bagi keselamatan penghuni rumah. Sebab, bagian atas kulkas merupakan permukaan yang tidak stabil. Permukaannya memang rata, tetapi cukup licin dan terkadang bergetar saat membuka dan tutup pintu kulkas. Kedua hal tersebut yang membuat benda rawan sekali jatuh atau bergeser. Belum lagi jika nanti terjadi guncangan hebat, barang-barang di atas kulkas tersebut yang paling berisiko terjatuh dan hancur.


    Di sisi lain, ada pakar yang menyebutkan tidak masalah untuk meletakkan benda di atas kulkas apalagi hanya sementara waktu, asalkan bukan benda-benda berikut ini.

    Barang yang Tak Boleh Diletakkan di Atas Kulkas

    1. Obat

    Obat merupakan bahan yang akan dikonsumsi dan berpengaruh pada tubuh. Dalam penyimpanannya sudah dituliskan ketentuan bahwa obat sebaiknya diletakkan di tempat yang sejuk dan kering. Obat tidak bisa disimpan di atas kulkas karena bagian tersebut bisa menghantarkan panas sehingga mungkin saja bereaksi dengan kandungan yang ada di dalam obat. Lebih baik letakkan obat di kamar, lemari, atau wadah yang memang jauh dari panas dan basah.

    2. Alat Makan dan Wadah dari Kaca

    Umumnya peralatan makan disimpan di meja makan atau di dekat dapur untuk mempermudah pengambilannya. Namun, ada lho orang-orang yang meletakkan alat makan di atas kulkas. Padahal alat makan yang apabila diletakkan di tempat yang sama memiliki bobot yang cukup berat. Apalagi posisinya terlalu pinggir dan jatuh, suaranya pasti nyaring sekali.

    Hal yang sama juga berlaku pada wadah makanan yang terbuat dari kaca. Sebaiknya, peralatan makan ini diletakkan di dekat meja makan atau area yang lebih aman di dapur.

    3. Perangkat Masak

    Selain peralatan makan, perangkat memasak juga tidak dibebankan di atas kulkas, contohnya rice cooker, air fryer, dan mesin pembuat kopi. Benda tersebut dapat bergeser secara perlahan setiap kali kulkas dibuka dan ditutup. Dikhawatirkan benda berat itu sewaktu-waktu bisa terjatuh dan melukai seseorang.

    4. Buku

    Mungkin ini jarang terjadi, tetapi pasti ada beberapa orang yang memanfaatkan bagian atas kulkas sebagai rak bukunya. Apabila buku tersebut hanya diletakkan sementara seperti saat sedang memasak, itu tidak masalah. Apabila diletakkan karena dianggap tempat yang pas untuk rak buku, itu yang justru berbahaya. Alasannya buku dan benda kertas lainnya dapat menghalangi ventilasi kulkas. Apalagi barang tersebut terbuat dari bahan yang rawan terbakar sehingga membahayakan.

    5. Buah dan Sayur

    Selanjutnya adalah bahan makanan seperti buah dan sayur. Bahan makanan ini seharusnya diletakkan di dalam kulkasnya, bukan di bagian atas. Hawa panas dari kulkas dapat mempercepat pembusukan makanan.

    6. Bumbu Rempah

    Jelas salah meletakkan bumbu rempat di atas kulkas. Selain terlalu sulit untuk mengambilnya, panas dari kulkas juga bisa berpengaruh pada aroma dan rasanya. Lebih baik letakkan area yang tidak terpapar panas dan kering.

    7. Roti

    Siapa di sini sering menyimpan roti berhari-hari di atas kulkas? Hati-hati, hawa panas dari kulkas bakal bikin roti cepat basi.

    Itulah beberapa hal yang sebaiknya tidak diletakkan di bagian atas kulkas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Cairan Mahal, Kompor Kotor Bisa Kinclong Lagi Cuma Pakai Ini!


    Jakarta

    Kompor punya fungsi penting untuk memasak makanan. Namun, seiring penggunaan kompor akan cepat kotor akibat noda bumbu, sisa makanan, hingga minyak yang menempel.

    Kondisi kompor yang sangat kotor tentu kurang ideal digunakan untuk memasak. Selain terlihat menjijikkan, tercium juga aroma tidak sedap dari sisa makanan atau noda minyak yang mengendap.

    Maka dari itu, penting untuk membersihkan kompor di dapur secara berkala. Tak harus menggunakan cairan pembersih yang mahal, cukup dengan sejumlah bahan alami sudah ampuh membersihkan noda di kompor.


    Cara Membersihkan Sisa Noda di Kompor

    Kotoran yang menempel di kompor terkadang sulit untuk dibersihkan, terutama yang sudah berkerak. Namun, noda tersebut masih bisa diatasi dengan menggunakan bahan sederhana.

    Dilansir situs Merry Maids, berikut langkah-langkah membersihkan sisa noda yang menempel di kompor:

    1. Siapkan Bahan-bahan

    Proses pembersihan kompor di dapur ternyata bisa menggunakan bahan sederhana, yakni soda kue dan sabun cuci piring. Lalu, siapkan juga 2-3 kain microfiber untuk mengelap kotoran dan minyak di kompor.

    2. Seduh Air Panas

    Langkah pertama yakni dengan menyiapkan air panas untuk membersihkan kotoran di kompor. Air panas diklaim mampu mengangkat noda secara efektif. Jika air panas sudah matang, tuang ke dalam wadah secara perlahan.

    3. Masukkan Kain Microfiber

    Masukkan kain microfiber ke dalam wadah yang berisi air panas. Setelah itu, angkat dan pindahkan ke wadah yang kering. Peras kain microfiber tapi jangan terlalu kencang agar masih menyisakan sedikit air.

    4. Lap Kompor

    Lap kompor dengan kain microfiber yang sudah direndam air panas secara menyeluruh. Gosok noda dan kotoran yang menempel secara perlahan.

    5. Tuang Sabun Cuci Piring ke Air Panas

    Apabila noda di kompor sulit dihilangkan, saatnya menggunakan campuran sabun cuci piring. Caranya dengan menuangkan sabun secukupnya ke dalam wadah berisi air panas, lalu aduk hingga merata.

    Kemudian celupkan kain microfiber hingga basah, lalu peras sedikit agar masih menyisakan sisa air. Lap kompor secara perlahan, terutama pada bagian yang sangat kotor dan sulit dihilangkan.

    6. Gunakan Soda Kue

    Agar kompor lebih bersih, gunakan soda kue untuk membersihkannya. Caranya dengan mencampur 1/2 soda kue dan 1 sendok makan air ke dalam mangkuk kecil, lalu aduk hingga merata sampai menghasilkan pasta.

    Celupkan kain microfiber ke dalam pasta, lalu oleskan ke bagian yang kotor dan penuh kerak noda di kompor.

    7. Bilas dengan Air dan Keringkan

    Langkah terakhir, bilas kompor dengan kain microfiber yang lembap untuk menyingkirkan sisa noda. Lalu, keringkan kompor dengan kain bersih agar tidak ada sisa-sisa air yang menempel.

    Demikian cara mudah bersihkan noda dan minyak yang menempel di kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keuntungan Titip Sewa Rumah ke Agen Properti, Cocok buat Pemilik yang Sibuk



    Jakarta

    Memasarkan rumah bukan perkara mudah karena modalnya yang besar. Kondisinya akan berbeda jika lokasi rumah yang hendak disewakan berada di area yang strategis dan harganya lebih rendah dari pasaran.

    Keadaan ini yang membuat banyak pemilik rumah bekerjasama dengan pihak ketiga atau agen perumahan untuk dibantu dicarikan sosok penyewa yang cocok. Sebab, saat menyewakan rumah, pemilik perlu stand by karena calon penyewa pasti ingin mengecek kondisi rumah tersebut. Sementara tidak semua pemilik rumah memiliki waktu untuk itu, bahkan ada pemilik rumah yang tidak tinggal di rumah tersebut, melainkan di daerah lain sehingga tidak bisa bolak-balik.

    Lantas, apa akan lebih baik menggunakan jasa agen untuk mengurus penyewaan rumah?


    Menurut Vice President Xavier Marks Home Nina Kuntjoro tidak ada salahnya mempromosikan properti sewa melalui agen. Namun, pemilik rumah harus berhati-hati dan memilih perusahaan yang berakreditasi baik.

    “Lebih baik dipasarkan melalui agen properti yang sudah terakreditasi baik dan memiliki kantor perusahaan yang jelas. Alasannya karena kita mau menyerahkan rumah tersebut ke tangan orang lain,” kata Nina beberapa waktu lalu.

    Manfaat Sewakan Rumah Lewat Agen

    Meminta agen untuk menyewakan rumah sebenarnya banyak sekali keuntungannya, berikut di antaranya.

    1. Membantu Pemasaran dan Hubungan dengan Penyewa

    Agen properti layaknya kepanjangan tangan dari si pemilik rumah. Mereka bisa melakukan pemasaran rumah, menjembatani, dan mempertanggungjawabkan proses sewa tersebut. Agen properti juga yang akan mengurusi perpindahan penyewa ketika masa sewa sudah selesai. Pemilik rumah nantinya bisa hanya mendapatkan laporan dan uang masuk saja, semua urusan sudah dibantu oleh agen.

    “Kalau pakai agent nanti bisa memantau calon penyewa ini orangnya seperti apa, jadi nanti agent yang bertanggung jawab. Dalam pemasaran juga agent akan meng-handel-nya. Kalau jangka waktu sewa penghuni sudah habis, nanti ketika mengembalikan properti kan harus dalam keadaan baik, nah itu tugasnya agent untuk mengkomunikasikan semuanya antara penyewa dengan pemilik,” jelas Nina.

    2. Membantu Memberi Arahan dan Bimbingan

    Bantuan dari agen properti ini bukan hanya membantu pemilik yang sibuk bekerja atau rumahnya jauh, melainkan untuk pemilik yang sudah tua. Perusahaan yang amanah akan memberikan pengarahan yang tepat ketika melakukan jual beli atau sewa sebuah properti.

    “Ada juga kejadian dimana calon penyewa dan pemiliknya bertemu secara langsung. Nah si pemilik ini sudah berumur (tua) dan mereka tidak ada perjanjian dan sebagainya. Hanya transfer dan kuitansi saja. Nah pas jangka sewa sudah berakhir, si penyewanya nggak mau keluar dari rumah atau nunggak,” ungkap Nina.

    Tips Pakai Jasa Agen buat Sewakan Rumah

    Nina mengatakan ketika hendak memakai jasa agen properti, pastikan dahulu perusahaan tersebut amanah dan nantinya yang mengurus seluruh tahapan hanya satu orang tidak lebih. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah adanya salah paham atau membuat rumit proses jual beli atau sewa rumah tersebut.

    “Memasarkan rumah dijual atau disewa itu sebaiknya dengan satu agent yang dipercaya saja. Karena pemilik menyerahkan rumah tersebut ke orang lain. Kalau banyak orang nanti pusing. itu bisa lebih minim tindak kejahatan. Kalau cuma satu agent kan bisa ketahuan kalau sampai sertifikatnya tersebar dan dijadikan bahan penipuan,” terangnya.

    Itulah keuntungan dan tips menyewakan rumah melalui agen properti, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Bocor Bikin Kesal? Coba Cara Mudah Ini Sebelum Hubungi Tukang!



    Jakarta

    Masalah keran bocor sering terjadi di rumah, terutama pada keran yang sudah digunakan cukup lama. Meskipun terlihat bukan masalah yang besar, tetesan air yang keluar bisa menyebabkan pemborosan dan membuat area sekitar keran selalu basah. Jika diabaikan, masalah ini juga bisa mempercepat kerusakan pada komponen keran lainnya.

    Banyak orang langsung memanggil tukang ketika menghadapi permasalahan ini. Padahal sebagian besar, permasalahan ini dapat diatasi sendiri. Dengan memahami penyebabnya dan mengikuti langkah perbaikan sederhana, masalah ini dapat diselesaikan tanpa biaya besar.

    Penyebab Kran Air Bocor Meski Sudah Dimatikan

    Dilansir dari situs Roto Rooter, ada beberapa penyebab utama mengapa keran tetap menetes meski sudah dimatikan. Penyebab yang paling umum adalah karena washer atau O-ring yang aus. Komponen ini berfungsi menutup rapat aliran air, sehingga ketika kondisinya sudah tua ataupun rusak, air akan tetap menetes sedikit demi sedikit.


    Selain itu, kerak dan endapan mineral juga bisa menumpuk di dudukan katup. Endapan ini membuat sambungan antara washer dan katup tidak bisa menutup sempurna. Dalam jangka panjang, kerak dapat mempercepat kerusakan bagian dalam keran.

    Faktor lainnya adalah karena tekanan air yang terlalu tinggi di pipa rumah. Tekanan berlebih membuat air tetap terdorong keluar meskipun katup sudah tertutup rapat. Jika hal ini sering terjadi, kerusakan pada komponen penyegel keran bisa muncul lebih cepat.

    Cara Memperbaiki Keran Air yang Bocor

    Dilansir dari situs Roto Rooter, berikut langkah-langkah praktis untuk memperbaiki keran air bocor dan dapat dilakukan sendiri di rumah.

    1. Matikan Aliran Air

    Pastikan aliran air menuju keran sudah tertutup sepenuhnya sebelum mulai membongkar.Langkah ini bisa dilakukan dengan menutupnya melalui katup di bawah wastafel atau mematikan aliran air utama di dekat meteran rumah.

    2. Bongkar Bagian Tuas Keran

    Gunakan obeng kecil untuk membuka tutup tuas keran, lalu lepaskan sekrup pengikatnya. Setelah itu, keluarkan batang katup, washer, dan O-ring dengan hati-hati agar tidak merusak ulir atau komponen di dalamnya.

    3. Periksa dan Ganti Komponen yang Rusak

    Periksa kondisi washer dan O-ring setelah dilepas dari keran. Jika keduanya terlihat mengeras, retak, atau longgar, segera ganti dengan komponen baru yang memiliki ukuran dan tipe yang sama.

    4. Bersihkan Dudukan Katup

    Gunakan amplas halus atau kain lembut untuk membersihkan kerak dan kotoran pada duduk katup. Jika bagian ini sudah rusak berat, pertimbangkan untuk mengganti komponennya.

    5. Pasang Kembali Keran dengan Rapat

    Setelah semua bagian dibersihkan dan diganti, pasang kembali keran sesuai urutan. Kencangkan sekrup dengan hati-hati, lalu buka aliran air untuk memastikan tidak ada kebocoran.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi keran yang bocor. Semoga membantu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Asal, Ini Cara Bersihkan Layar TV dengan Benar


    Jakarta

    Dari sekian banyak barang elektronik di rumah, TV merupakan salah satu yang perlu dijaga kebersihannya secara rutin. Sebab, debu dan kotoran sering menempel di layar dan bagian atas TV.

    Layar TV yang sudah berdebu tentu bikin tidak nyaman. Selain mengurangi kenyamanan saat menonton, layar TV yang penuh debu bisa memicu gangguan kesehatan jika terhirup ke dalam tubuh.

    Namun, membersihkan layar TV juga tidak bisa sembarangan. Jika dilakukan secara asal justru malah bikin rusak. Alhasil, TV kesayanganmu malah harus diservis karena tidak bisa menyala.


    Ingin tahu cara membersihkan layar TV dengan aman dan benar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Bersihkan Layar TV dengan Benar

    Membersihkan layar TV sebenarnya sangat mudah dan cepat, tapi harus dilakukan dengan benar. Kalau tidak, TV justru bisa rusak karena kemasukan air.

    Dikutip dari situs Real Simple, berikut cara membersihkan layar TV dengan benar:

    1. Matikan TV

    Langkah yang pertama adalah dengan mematikan TV terlebih dahulu. Pastikan TV sudah dicabut dari stopkontak sehingga tidak ada aliran listrik.

    Cara ini dilakukan demi menghindari TV rusak akibat terkena air. Di sisi lain, kamu juga terhindar dari sengatan arus listrik saat membersihkan layar TV.

    2. Lap Layar TV dengan Kain Lembut

    Bersihkan layar TV hanya dengan menggunakan kain lembut, seperti kain microfiber. Kain ini direkomendasikan untuk membersihkan layar karena bahannya lembut dan tidak menimbulkan goresan halus.

    Lakukan secara perlahan dengan mengelap layar TV dari bagian atas, lalu perlahan hingga ke bawah. Lap juga bagian sisi samping, atas, dan bawah TV karena debu sering menumpuk di area tersebut.

    Perlu diingat, hindari menyemprotkan air ke layar TV secara langsung. Sebab, layar TV berisiko mengalami kerusakan akibat terkena cipratan air.

    3. Lap Layar TV dengan Kain Basah

    Mengelap layar TV dengan kain microfiber memang bisa mengangkat debu, tapi cukup sulit untuk menghilangkan noda minyak atau kotoran yang menempel. Salah satu solusinya adalah menggunakan kain basah.

    Namun, cara ini juga harus dilakukan secara hati-hati. Pastikan yang dibasahi adalah kain microfiber, bukan menyemprotkan air secara langsung ke layar TV.

    Selain itu, siapkan juga satu kain microfiber kering. Fungsinya untuk mengelap layar TV agar air tidak masuk ke dalam komponen TV.

    Pastikan kain microfiber yang digunakan tidak terlalu basah. Peras kain hingga agak kering, baru setelah itu mengelap layar TV dengan perlahan.

    4. Hilangkan Goresan Halus dengan Air Suling

    Jika menemukan ada goresan halus di layar TV setelah dibersihkan, kamu bisa menggunakan air suling. Sebab, air ini tidak mengandung kotoran atau mineral seperti kalsium atau zat besi, sehingga tidak meninggalkan residu.

    Caranya dengan membasahi kain microfiber dengan air suling, lalu peras hingga cukup kering. Setelah itu, usap layar TV secara perlahan dari atas ke bawah. Jika sudah, lap layar TV dengan kain microfiber kering.

    Kalau masih ada goresan, basahi kain microfiber dengan 1/2 cangkir air suling dan 1/2 cangkir cuka. Peras kain hingga agak kering, lalu ulangi proses pembersihan di atas secara perlahan.

    Demikian cara membersihkan layar TV dengan aman dan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Telur Busuk dari Air Toren? Bisa Jadi Karena Hal Ini!


    Jakarta

    Air yang disimpan dalam toren atau tandon air rumah sering dianggap aman dan siap digunakan. Tetapi, tidak jarang muncul masalah berupa bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan pengguna.

    Bau tersebut bisa muncul dari aroma seperti telur busuk, tanah lembap, hingga logam yang kadang menunjukkan adanya kondisi penyimpanan atau aliran air yang kurang optimal. Bau tak sedap di tandon air biasanya dikarenakan air yang terlalu lama berada dalam tandon dan menjadi tempat berkembangnya bakteri atau organisme lain.

    Penyebab Air Toren Bau

    Dilansir dari situs Watertest Systems, penyebab air bau di toren tidak selalu berasal dari sumber utama, tetapi juga karena kondisi tangki itu sendiri, seperti tidak tertutup rapat, ventilasi buruk, endapan organik, atau juga karena air yang stagnan. Toren air yang aliran oksigennya rendah dapat memicu pertumbuhan bakteri anaerobik, sehingga air yang lama disimpan berbau sulfur dan tidak sedap. Selain itu juga terdapat penyebab lainnya.


    Pertumbuhan Bakteri dan Alga

    Salah satu penyebab utama air tandon berbau tak sedap adalah karena adanya pertumbuhan bakteri dan alga. Air yang diam atau jarang dikuras, menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang

    Bakteri jenis ini bisa menghasilkan gas sulfur yang menimbulkan bau tak sedang . Alga yang menempel di dinding tangki juga dapat memproduksi aroma tanah atau amis.

    Penumpukan Endapan dan Kotoran Organik

    Endapan di dasar toren juga sering menjadi penyebab bau. Daun, ranting, serangga, atau kotoran burung yang masuk ke toren bisa terurai dan menghasilkan bau tidak sedap. Endapan mineral atau karat di dasar tangki pun bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri yang memperparah aroma air.

    Kualitas Air dan Material Tandon

    Air yang digunakan untuk mengisi toren bisa mengandung senyawa sulfur, besi, atau mangan, yang berpotensi menimbulkan bau. Selain itu, tandon yang terbuat dari bahan yang sudah tua atau rapuh rentan mengalami korosi dan menumpuk lumut, yang mempercepat terbentuknya bau logam atau tanah.

    Ventilasi dan Sirkulasi yang Buruk

    Toren yang tertutup rapat tanpa ventilasi atau aliran air yang jarang bergerak menciptakan kondisi air stagnan tertampung dalam tandon. Kondisi ini memudahkan bakteri anaerobik berkembang, sehingga bau muncul lebih cepat.

    Tutup Tangki Tidak Rapat atau Sambungan Bocor

    Jika tutup toren tidak rapat atau sambungan pipa bocor, debu, serangga, dan kotoran bisa masuk. Hal ini menyebabkan kontaminasi yang menimbulkan bau, terutama saat air toren jarang dibersihkan.

    Cara Mengatasi Air Tandon yang Bau

    Bersihkan Toren Secara Rutin

    Dilansir dari situs Watertest System, pembersihan tandon disarankan minimal enam bulan sekali untuk menjaga kebersihan air. Kosongkan toren, bersihkan dinding, dan dasar dari endapan lumut, lalu bilas dengan air bersih.

    Pastikan Tutup Toren dan Saringan Baik

    Pastikan tutup tangki rapat dan saringan pipa masuk bebas dari daun atau kotoran. Untuk toren yang diisi air hujan, gunakan first-flush diverter untuk mencegah kotoran besar masuk.

    Perbaiki Sirkulasi dan Ventilasi

    Kuras air dalam toren sesekali dengan cara mengalirkannya dan membiarkannya tergantikan dengan yang baru. Pastikan juga ventilasi toren berfungsi untuk mencegah kondisi anaerobik.

    Periksa Sumber Air dan Instalasi

    Jika air sumber berbau, lakukan pengujian kualitas dan gunakan filter atau sistem pengolahan. Periksa kondisi pipa dan tandon, ganti jika terjadi korosi atau kerusakan.

    Disinfeksi Bila Diperlukan

    Untuk bau akibat bakteri sulfur, bisa dilakukan pengapuran ringan atau shock chlorination. Langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak peralatan atau tanaman jika air digunakan untuk irigasi.

    Itulah penyebab air toren berbau tidak sedap dan cara mengatasinya. Lakukan pengecekan air tandon sekarang. Semoga membantu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Bahan Sofa yang Bikin Rumah Terlihat Makin Stylish


    Jakarta

    Sofa merupakan perabotan yang sering ditemui di rumah. Furnitur ini biasanya diletakkan di ruang tamu atau ruang keluarga, berseberangan dengan TV.

    Ada berbagai jenis sofa, salah satunya dibedakan berdasarkan materialnya. Pemilik rumah bisa mempertimbangkan bahan saat hendak membeli sofa.

    Bahan sofa bisa mempengaruhi tampilan interior ruangan. Lalu, faktor ini juga menentukan berapa lama usia pakai sofa.


    Bagi yang sedang mencari sofa, bisa pelajari jenis-jenis bahannya. Temukan pilihan bahan sofa yang bikin rumah terlihat stylish berikut ini.

    Jenis Bahan Sofa

    Inilah beberapa opsi bahan sofa yang bisa dipertimbangkan, dikutip dari Livingetc.

    Serat Alami

    Wide shot of cozy flat interior with home office area including big sofa, wooden table and motivational posters at dark-gray wallSofa Foto: Getty Images/SeventyFour

    Sofa berbahan serat alami seperti linen, katun, dan wol umum digunakan. Bahan linen punya tampilan yang terkesan mewah, mudah dicuci, dibersihkan, dan disedot debu. Bahan ini cocok untuk suasana kasual, tetapi bahannya mudah kusut dan melar.

    Sementara itu, katun bisa jadi opsi yang baik karena bahannya lembut, mudah menyerap keringat, dan terjangkau sehingga cocok untuk suasana kasual atau tradisional. Namun, katun dapat kusut dan kurang tahan lama kecuali dicampur dengan bahan sintetis.

    Kemudian, kain wol ideal untuk iklim dingin. Namun, bahan ini bisa jadi agak kasar sehingga perlu pertimbangan lebih jauh.

    Beludru

    sofa beludru/Future via Ideal HomeSofa Beludru Foto: Future via Ideal Home

    Sofa beludru bisa menambah kesan elegan pada ruangan. Bahan ini hadir dalam berbagai warna, termasuk yang netral untuk tampilan lebih kalem.

    “Beludru modern memiliki tumpukan yang lebih pendek, sehingga memberikan tampilan yang ramping dan kontemporer sekaligus sangat tahan lama dan anti noda. Bahannya lembut, dan ramah anak menjadikannya pilihan yang praktis namun mewah,” kata Thea Bloch-Neal, pendiri dan desainer Curated by Thea.

    Kain Chenille

    Sofa Hijau Berbahan ChenilleSofa Chenille Foto: Pexels/Designecologist

    Selain itu, ada bahan chenille yang bisa jadi alternatif dari linen. Material ini dapat dilihat sebagai perpaduan yang pas antara beludru dan bounclé.

    Bahan ini sangat nyaman sebagai sofa. Detail teksturnya menambah estetika ruangan. Namun, tekstur kain chenille rentan untuk tersangkut.

    Kulit

    Real photo of handmade macrame and mockup poster hanging on the wall in bright sitting room interior with leather sofa and metal rack with decor and booksSofa Kulit Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Jika ingin menambah sentuhan berkelas pada ruangan, coba tambahkan sofa kulit. Kulit merupakan pilihan material yang tidak lekang oleh waktu. Bahan kulit juga mudah dibersihkan.

    Berbagai jenis kulit, seperti kulit asli, yang memberikan kesan alami dan mewah sehingga membentuk patina seiring waktu. Sementara itu, kulit sintetis menawarkan alternatif yang terjangkau, meskipun kurang tahan lama.

    “Namun, tidak ada yang lebih baik daripada sofa kulit berwarna cerah,” kata Cheryl, seorang desainer.

    Itulah beberapa pilihan sofa berdasarkan bahannya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com