Author: Gak Ganti Gambar

  • Biar Nggak Licin! Ini Jenis Lantai Terbaik untuk Kamar Mandi Menurut Arsitek



    Jakarta

    Jenis lantai di kamar mandi berbeda dengan lantai lain. Lantai kamar mandi yang selalu basah sangat berisiko licin ketika diinjak sehingga pilihan lantai yang digunakan adalah tipe anti selip.

    Sayangnya tidak banyak orang yang sudah menggunakan keramik anti slip di kamar mandinya karena keterbatasan dana. Padahal material lantai sangat berguna terutama untuk kamar mandi kecil yang tidak memiliki ruang basah dan kering.

    Kamar mandi yang luas umumnya dibuat area yang basah dan kering. Area yang basah merupakan bagian yang biasa digunakan untuk mandi. Di area tersebut terdapat shower, bak mandi, ember, bathtup, dan keran tanpa tampungan di bawahnya. Kemudian, area kering adalah area yang jarang basah seperti wastafel, cermin di kamar mandi, dan kloset.


    Menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan menyarankan baik area basah dan kering sebaiknya memakai jenis material lantai yang tidak licin atau anti selip. Apabila tidak bisa, minimal lantai anti selip tersebut dipasang di area basah.

    “Di area basah, tentunya harus (keramik) bertekstur karena kemungkinan bersentuhan dengan sabun atau sampo. Itu membuatnya jadi licin. Jadi memang sebaiknya di 2 area dalam kamar mandi dipisah berdasarkan tekstur dari penutup lantainya,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Jumat (4/7/2025).

    Jenis material pelapis lantai yang disarankan dan memiliki tekstur anti selip adalah adalah granite tile, keramik bertekstur, andesit, basalto, granit alam, dan marmer dengan finishing honed.

    “Beberapa produsen granite tile sekarang sudah membuat yang anti selip. Jadi walaupun dia halus dan terlihat polish, tapi kalau kita injak atau terkena air pun dia akan anti selip,” sebutnya.

    Kemudian, pilih ukuran ubin sesuai dengan luas. Apabila ukuran kamar mandi kecil, pakai ubin berukuran kecil untuk menghindari banyak sisa ubin yang tidak terpakai.

    “Lantainya lebar biasanya akan banyak potongan di keramiknya. Jadi keramik kecil lebih efektif karena nggak perlu ada potongan. Yang kedua, kamar mandi itu biasanya lantainya harus membutuhkan kemiringan supaya air bisa mengalir. Jadi dengan keramik kecil, si tukang atau pembangun bisa mengarahkan dengan mudah,” jelasnya.

    Selain pemilihan keramik yang tepat, kebersihan kamar mandi juga berpengaruh pada keselamatan penggunanya. Sebab, kamar mandi yang licin bukan hanya disebabkan oleh permukaan lantai saja, melainkan sabun yang terjatuh atau tumbuhnya jamur juga bisa membuat permukaannya licin.

    Kemiringan lantai kamar mandi juga penting, kata Denny. Lantai yang dibuat miring sekitar 1-2 cm mengarah ke lubang pembuangan dapat mengurangi genangan di lantai.

    “1-2 cm cukup sepertinya. Air pasti akan masuk flood drain. Kemudian air dari kamar mandi itu diresapkan di sumur resapan,” jelasnya.

    Itulah tips memastikan lantai kamar mandi tidak licin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Kanopi Baja Ringan yang Dipasang dengan Semen Mudah Berkarat?



    Jakarta

    Kanopi dengan baja ringan saat ini menjadi pilihan menarik karena tahan lama, mudah dibentuk dan dipasang. Namun, ada yang menyebut kanopi baja sebaiknya tidak dipasang dengan semen karena mudah berkarat.

    Menanggapi hal ini, Head of Marketing Semen Merah Putih Nyiayu Chairunnikma membantah anggapan tersebut. Semen bukanlah penyebab utama kanopi baja berkarat. Melainkan karena air yang mengenai baja tersebut.

    “Yang salah bukan bajanya atau semennya. Sebenarnya semen itu kan mengandung alkali. Alkali itu sifatnya korosif, yang menjadi penyebab dia (baja) korosif adalah air. Tapi kalau udah kering (semen) di dalam bajanya itu, terus masuk air airnya ini yang menyebabkan dia karat,” kata wanita yang kerap disapa Ayu, di Agora Mall, Jakarta, pada Jumat (7/11/2025).


    Ia mengatakan kalau masalahnya ada di semen, berarti besi-besi yang merupakan salah satu material utama pembangunan rumah juga akan berisiko berkarat.

    “Kebayang semua struktur rumah pasti pake apa? Besi. Semen juga pake. Rumah itu tahan berapa lama? Semua rumah strukturnya pasti sekarang besi kan, besi tulangan nah terus dilapis sama semen,” jelasnya.

    Masalah korosi akibat air ini telah menjadi masalah umum yang kerap ditemui di bidang konstruksi. Oleh karena itu, saat ini sudah muncul produk semen yang bisa menahan air dan kelembapan menembus lapisan semen yang sudah mengeras.

    “Kalau udah kering (semen) di dalam besinya itu, terus masuk air, airnya ini yang menyebabkan dia (besi) karat. Itu kenapa ada Semen Merah Putih Water Shield. Semen Merah Putih Water Shield dia menolak air nggak masuk ke dalam dinding sehingga besi di dalam itu, besi tulangan di dalam dinding nggak kena air,” jelasnya.

    Itulah penjelasan mengenai penyebab kerangka kanopi baja ringan bisa berkarat, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan? Ternyata Ini Sebabnya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik rumah. Tidak cukup menyapu dan mengepel lantai, tapi juga perlu membersihkan debu yang menempel di sudut-sudut ruangan.

    Meski sudah rutin dibersihkan secara berkala, tapi terkadang rumah masih terasa kotor dan berdebu. Terkadang masih ditemukan sisa-sisa kotoran yang menempel di lantai atau karpet.

    Hal ini tentu menyebalkan karena rumah yang harusnya tampak bersih tapi malah tetap kotor. Lantas apa penyebabnya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Rumah Tetap Kotor Meski Sudah Sering Dibersihkan

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan rumah masih tetap kotor meski sudah rutin dibersihkan. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Menyapu Lantai Secara Asal

    Terdengar sepele, tapi jika menyapu lantai secara asal bisa menyebabkan rumah tetap kotor. Mungkin ada beberapa sudut rumah yang tidak disapu sehingga debu dan kotoran masih menempel. Seiring waktu, debu tersebut akan menumpuk dan bisa memicu masalah kesehatan.

    Cobalah menyapu lantai secara perlahan dan gunakan pengki (pengeruk sampah) untuk menampung kotoran di lantai. Pastikan sapu bagian kolong meja, kolong lemari, dan sudut ruangan karena area tersebut sering ditemukan banyak debu.

    2. Karpet Jarang Dibersihkan

    Jika memiliki karpet di rumah sebaiknya juga rutin dibersihkan secara berkala. Karpet jadi salah satu tempat paling berdebu di rumah karena sering diinjak atau diduduki oleh penghuninya.

    Untuk membersihkan karpet bisa menggunakan vacuum cleaner. Lakukan pembersihan setiap seminggu sekali jika karpet sering digunakan, seperti dipasang ruang tamu atau kamar tidur.

    3. Jendela dan Pintu Rumah Dibiarkan Terbuka

    Membuka jendela dan pintu dapat mengalirkan udara ke dalam rumah sehingga terasa lebih adem. Meski begitu, pintu dan jendela yang selalu dibiarkan terbuka justru membuat debu masuk ke dalam rumah.

    Sebaiknya buka pintu dan jendela rumah saat pagi dan sore agar meminimalisir debu yang masuk ke rumah. Selain itu, membuka jendela dan pintu saat siang hari berpotensi membuat rumah terasa panas.

    4. Punya Hewan Peliharaan

    Memelihara hewan seperti kucing atau anjing juga memicu rumah cepat kotor meski sudah rutin dibersihkan. Sebab, bulu-bulu hewan bisa beterbangan ke udara dan menempel di sofa, lantai, karpet, hingga kamar tidur.

    Solusinya adalah dengan lebih sering membersihkan rumah agar tidak ada sisa-sisa bulu hewan. Selain itu, pastikan hewan peliharaanmu rutin dibersihkan agar bulunya tidak mudah rontok.

    5. Memakai Sepatu di Dalam Rumah

    Kebiasaan memakai sepatu di dalam rumah membuat lantai jadi cepat kotor. Apalagi jika sepatu atau sendal yang dipakai penuh lumpur dan tanah, tentu lantai rumah yang seharusnya bersih jadi kembali kotor.

    Untuk itu, hindari kebiasaan menggunakan sepatu di dalam rumah karena berpotensi membuat lantai cepat kotor. Pastikan sepatu dan sendal diletakkan di luar rumah serta disusun di rak sepatu agar terlihat rapi.

    Demikian lima penyebab rumah cepat kotor meski rutin dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Hias yang Cantik Bisa Cepat Mati Gegara 5 Hal Ini


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik hunian dan menciptakan kesan asri di rumah. Asalkan tanaman tersebut dirawat secara rutin agar bisa tumbuh subur.

    Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana cara merawat tanaman dengan tepat. Seiring waktu, tanaman bisa layu dan akhirnya mati karena salah dalam merawatnya.

    Ingin tahu penyebab tanaman hias yang cantik bisa layu dan mati? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Hias Bisa Cepat Mati

    Sejumlah ahli tanaman membeberkan beberapa hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu dan akhirnya mati. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Minim Cahaya

    Ada beberapa tanaman hias yang membutuhkan banyak cahaya matahari agar bisa tumbuh subur. Jika tumbuhan diletakkan di area yang sempit dan gelap, maka tak heran bisa cepat layu dan mati.

    “Memindahkan tanaman ke tempat yang mendapatkan lebih banyak cahaya alami di siang hari akan sangat membantu proses pertumbuhan,” kata ahli hortikultura Justin Hancock.

    Jika rumah kurang mendapatkan sinar matahari, Justin menyarankan untuk menggunakan lampu LED agar tanaman bisa memperoleh banyak cahaya setiap hari.

    2. Terlalu Banyak Air

    Tidak ada salahnya menyiram tanaman secara berkala. Namun kalau terlalu banyak disiram justru membuat tanaman cepat layu. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah tanaman di rumah perlu disiram rutin atau sesekali saja.

    “Setiap seminggu sekali, coba masukkan jari Anda ke dalam tanah dan cek kelembapannya. Kebanyakan tanaman membutuhkan setidaknya separuh bagian atas tanah untuk benar-benar kering saat setelah disiram,” ujar pakar tanaman Jarrod Bouchie.

    3. Terlalu Banyak Diberi Pupuk

    Terlalu banyak memberikan pupuk pada tanaman ternyata juga tidak baik. Seiring waktu, tanaman bisa layu dengan tanda-tanda awal seperti daun berwarna kuning kecokelatan dan batang layu.

    Ada beberapa tanaman hias yang perlu diberi pupuk setiap sebulan sekali. Lalu, ada juga tumbuhan yang perlu diberi pupuk 2-4 kali dalam setahun. Jadi, penting untuk mencari tahu penggunaan pupuk untuk tanaman hias di rumah.

    4. Serangan Hama

    Penyebab berikutnya karena tanaman hias di rumah diserang hama. Untuk mengatasinya bisa menggunakan cairan pestisida yang dijual bebas di pasaran.

    Kalau khawatir efek samping dari bahan kimia, detikers bisa menggunakan pestisida dari sejumlah bahan alami, seperti semprotan bawang putih, tembakau, dan cabai.

    5. Terpapar Suhu Ekstrem

    Tanaman hias bisa cepat mati karena faktor cuaca ekstrem, seperti suhu panas atau tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, pilih tanaman hias yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, maka sebaiknya pilih tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    Demikian lima hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Bikin Ruangan Wangi Pakai Bahan Alami, Bye-bye Bau Tak Sedap



    Jakarta

    Rumah yang harum membuat suasana di rumah lebih nyaman dan menenangkan. Tak jarang pemilik memasang pengharum ruangan agar rumahnya wangi sekaligus menghilangkan bau tak sedap.

    Namun, pengharum ruangan yang tersedia di pasaran mengandung senyawa kimia. Jika ingin alternatif yang lebih alami, ada bahan-bahan yang bisa digunakan.

    Lalu, bahan apa yang bisa digunakan sebagai pengharum ruangan? Simak ulasannya berikut ini.


    Bahan Alami Sebagai Pengharum Ruangan

    Inilah pengharum ruangan alami yang dapat menghilangkan bau tak sedap di rumah, dikutip dari The Spruce.

    1. Kopi

    bubuk kopiKopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Pemilik rumah bisa mengharumkan ruangan menggunakan kopi. Bahan ini punya aroma yang khas sehingga dapat menghilangkan bau. Cara pakainya dengan meletakkan bubuk kopi yang sudah dipanggang di dalam oven pada ruangan yang bau.

    Selain yang berupa bubuk, pemilik juga bisa merebus biji kopi. Lalu, cairannya dimasukkan ke dalam diffuser.

    2. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu Manis Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Kayu manis dapat mengharumkan ruangan dengan aromanya yang kuat. Bahan ini mengeluarkan wangi yang manis dan hangat sehingga membuat suasana ruangan lebih rileks.

    Pemilik bisa memanfaatkan kayu manis sebagai pengharum ruangan dengan cara direbus, lalu dimasukkan ke dalam diffuser. Cara lain bisa dengan mencampurkan kayu manis, air, dan minyak esensial.

    3. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukLavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender memiliki aroma yang lembut dan menenangkan. Pemilik dapat meletakkan bunga lavender ke dalam mangkuk atau vas berisi air dingin untuk menjadikannya pengharum ruangan.

    Kalau tidak punya bunga lavender, minyak esensial bunga lavender bisa jadi alternatif. Campurkan minyak tersebut dengan air.

    Itulah bahan-bahan alami untuk menghilangkan bau di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Warga Wajib Tahu! Ini Langkah Tepat Hadapi Parkir Liar di Depan Rumah



    Jakarta

    Sering kali ditemui pengendara memarkirkan mobil di bahu jalan atau di depan rumah. Hal ini biasanya dikarenakan pengendara tersebut tidak memiliki lahan yang cukup untuk kendaraan mereka di dalam rumah.

    Ada orang yang memaklumkan hal tersebut karena masih ada jalan yang cukup untuk melintas. Namun bagaimana jika keadaannya, lahan depan rumah yang dijadikan tempat parkir orang lain secara terus menerus dan tanpa izin?

    Pasti ada perasaan tidak terima karena kendaraan tersebut bisa menghalangi matahari masuk ke rumah, membatasi jarak pandang ke luar, hingga menyulitkan penghuni rumah untuk keluar. Pada Juli 2024, pengacara properti Muhammad Rizal Siregar mengatakan tindakan memberhentikan kendaraan tanpa izin di lahan orang lain disebut dengan parkir liar. Pemilik kendaraan tersebut tidak boleh asal parkir apalagi mengklaim lahan tersebut milik mereka.


    “Jadi jika depan rumah Anda masih termasuk kategori jalan yang digunakan oleh umum, meskipun Anda parkir di jalan depan rumah Anda dan tidak mengganggu orang lain atau tetangga sekitar, hal tersebut tetap saja dilarang,” kata Rizal Siregar kepada detikcom kala itu.

    Untuk area parkir sendiri sebenarnya sudah ada peraturannya yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan.

    Misalnya pada PP Nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan, pada pasal 38 disebutkan bahwa setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 34, pasal 35, pasal 36, dan pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.

    Ruang manfaat jalan yang dimaksud meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya. Ruang manfaat jalan merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi, dan kedalaman tertentu yang ditetapkan oleh penyelenggara jalan yang bersangkutan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh menteri.

    Apabila ingin parkir di bahu jalan, pengendara hanya dapat parkir kendaraan di bahu jalan yang ada rambu lalu lintas atau marka jalan yang menandakan bahwa bahu jalan tersebut dapat digunakan sebagai tempat parkir. Lalu, untuk tempat parkir di apartemen, developer harus menyiapkan lahan parkir di area tersebut.

    “Kemudian, terkait pemilik rumah di perumahan tapak (landed), atau tempat permukiman maka pemilik rumah menyediakan lahan parkirannya sendiri,” paparnya.

    Jika pemilik lahan merasa terganggu jika lahan depan rumahnya dipakai tanpa izin untuk parkiran, berikut hal yang harus dilakukan.

    1. Menegur Pemilik Kendaraan

    Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menegur secara halus dan sopan pemilik kendaraan. Menanyakan alasan dan tujuan pengendara berhenti di lahan milik kita. Apabila itu tetangga, beritahu jika kita keberatan jika depan rumah dipakai sebagai tempat parkir.

    Pastikan semua komunikasi dilakukan secara baik-baik, tanpa emosi agar kedua belah pihak bisa sama-sama memahami.

    2. Laporkan ke RT/RW Setempat

    Apabila tidak bisa diselesaikan secara baik-baik, laporkan tindakan tersebut kepada RT/RW setempat sampai mencapai kesepakatan dan jalan keluar.

    Itulah penjelasan soal larangan parkir kendaraan di depan rumah orang lain, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Ribet, Begini Cara Hilangkan Bau Apak pada Pakaian Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Pakaian yang mengeluarkan bau apak tentu tidak nyaman untuk digunakan. Biasanya, bau apak yang menempel di baju disebabkan karena tidak kering saat dijemur.

    Untuk menghilangkan bau apak di pakaian bisa dilakukan pencucian ulang. Namun, butuh waktu dan tenaga untuk mencuci dan menjemur pakaian lagi.

    Solusi cepatnya adalah dengan menggunakan soda kue. Ternyata, bahan dapur ini disebut efektif untuk menghilangkan bau apak di pakaian, lho.


    Dilansir dari situs The Spruce, penggunaan detergen dan pewangi pakaian hanya menutupi bau apak secara sesaat. Jika pakaian sudah kering terkadang masih tercium aroma tidak sedap dari baju.

    Nah, soda kue diklaim dapat menghilangkan bau apak yang menempel di pakaian. Sebab, baking soda bersifat basa sehingga dapat menetralkan asam yang menghasilkan bau.

    Selain mengatasi bau apak, soda kue juga dapat menyerap minyak yang menyebabkan bau pada pakaian. Bahkan, bahan ini juga ampuh mengatasi bau asap yang menempel di baju.

    Cara Pakai Soda Kue untuk Atasi Bau Apak pada Pakaian

    Penggunaan soda kue untuk menghilangkan bau apak di pakaian terbilang sangat mudah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

    1. Masukkan Pakaian ke Mesin Cuci

    Langkah pertama adalah memasukkan pakaian ke mesin cuci, terutama yang tercium bau apak. Masukkan seluruh baju secara merata di dalam mesin cuci.

    2. Tuang Soda Kue

    Untuk menghilangkan bau apak, cukup siapkan 1/2 cangkir soda kue. Langsung taburkan soda kue ke atas pakaian alih-alih menuangkannya ke dalam wadah atau kompartemen detergen di mesin cuci.

    3. Nyalakan Mesin Cuci

    Jika sudah menaburkan seluruh soda kue secara merata, langkah selanjutnya tinggal menyalakan mesin cuci. Biarkan baju, air, dan soda kue bercampur menjadi satu untuk mengatasi bau apak.

    4. Jemur Pakaian

    Jika pakaian sudah selesai dicuci, segera angkat dari dalam mesin cuci dan dijemur di bawah sinar matahari. Langkah ini dilakukan agar pakaian bisa cepat kering sekaligus menghilangkan bau apak.

    Saat mencuci pakaian dengan soda kue, sebaiknya jangan menambahkan detergen atau pewangi pakaian. Hal itu karena, bahan kimia pada detergen dan pewangi bisa mengurangi efektifitas soda kue untuk menghilangkan bau apak.

    Selain mengatasi bau apak, penggunaan soda kue juga dapat mengatasi pakaian yang bau keringat. Ingat, pastikan baju langsung dijemur agar tidak kembali bau apak akibat lembap.

    Itulah cara mudah mengatasi pakaian yang bau apak dengan menggunakan soda kue. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Anjurkan Rutin Membersihkan Shower Biar Tak Mampet, Begini Caranya


    Jakarta

    Banyak rumah modern yang kini menggunakan pancuran air atau shower di kamar mandi. Agar bisa berfungsi normal, shower perlu dibersihkan secara berkala.

    Sayangnya, tak semua pemilik rumah membersihkan shower secara rutin. Alhasil, air yang keluar dari shower cenderung kecil gara-gara tersumbat oleh kotoran.

    Shower yang kotor dan tersumbat tak bisa dianggap sepele. Sebab, kegiatan mandi jadi terhambat karena air yang keluar terlalu kecil.


    Selain itu, tubuh akan bisa kembali kotor karena air tercampur dengan kotoran. Sebab, bukan hanya endapan mineral saja yang menghambat lubang shower, tapi terkadang ada bakteri dan jamur.

    Sejumlah pakar kebersihan menjelaskan seberapa sering shower kamar mandi harus dibersihkan. Lalu, ada tips khusus saat membersihkan shower agar bersih kembali. Penasaran? Simak dalam artikel ini.

    Seberapa Sering Shower Harus Dibersihkan?

    Dilansir dari situs The Spruce, pakar kebersihan Rachel Mullaney menyarankan untuk membersihkan shower kamar mandi secara menyeluruh setiap sebulan sekali. Shower juga bisa dibersihkan dengan cara dilap agar tidak kotor setiap seminggu sekali.

    Sementara itu, presiden dan co-CEO AspenClean Alicia Sokolowski menganjurkan untuk membersihkan shower secara menyeluruh setiap tiga bulan sekali. Lebih dari itu, biasanya kotoran akan menumpuk dan menyumbat lubang shower.

    “Idealnya Anda perlu membersihkan atau mengelap shower secara ringan setiap sebulan sekali untuk mencegah terjadi penumpukan kotoran. Lalu, setiap tiga bulan sekali membersihkan shower secara menyeluruh,” kata Sokolowski.

    Untuk membersihkan shower bisa menggunakan produk pembersih yang dapat mengangkat kerak. Disarankan juga memakai sikat agar lebih mudah mengatasi kotoran yang menempel.

    Hindari penggunaan cairan pemutih untuk membersihkan kotoran di shower. Sebab, kandungan kimia pada pemutih justru bisa merusak sambungan karet sekaligus bereaksi dengan endapan mineral.

    “Jangan menggunakan cairan pemutih karena dapat merusak sambungan krom dan sambungan karet di dalam shower. Cairan ini juga dapat bereaksi dengan endapan mineral di dalam shower dan melepaskan zat berbahaya,” ujar pakar kebersihan Gina Glendinning.

    Cara Mudah Membersihkan Shower

    Membersihkan shower kamar mandi ternyata cukup mudah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Lepas Kepala Shower

    Cara yang pertama adalah melepas kepala shower agar bisa dibersihkan. Lakukan secara perlahan dan pastikan air dalam kondisi mati.

    2. Siapkan Wadah

    Setelah itu, siapkan wadah berisi air yang sudah dicampur dengan larutan alami seperti cuka putih. Wadah ini digunakan untuk merendam kepala shower agar kotoran bisa terangkat.

    3. Rendam Kepala Shower

    Rendam kepala shower secara menyeluruh dan diamkan selama 2-3 jam. Lebih ideal lagi jika kepala shower direndam selama semalaman.

    4. Bersihkan Kepala Shower

    Jika sudah direndam, kini saatnya membersihkan kepala shower dengan sikat. Gunakan juga cairan pembersih agar bisa mengatasi kotoran yang sudah berkerak di shower.

    5. Bilas dengan Air Panas

    Terakhir, bilas kepala shower dengan air panas agar kotoran dan bakteri bisa larut. Setelah itu, pasang kembali shower dengan benar dan nyalakan air untuk membuang sisa-sisa residu.

    Demikian penjelasan soal pentingnya membersihkan shower kamar mandi secara rutin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Kelelawar Bersarang di Rumah, Ini Risiko dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Kelelawar yang masuk ke rumah tidak hanya menakutkan, tetapi juga bisa membawa risiko kesehatan serius seperti rabies jika terkena gigitan atau cakaran. Penanganan yang salah ataupun mengabaikan kelelawar bersarang di dalam rumah dapat meningkatkan risiko paparan pada penghuni rumah dan hewan peliharaan.

    Selain risiko kesehatan, keberadaan kelelawar di atap, loteng, atau juga dinding dapat merusak struktur rumah melalui kotoran (guano) yang bersifat korosif dan menimbulkan bau serta masalah higienis. Mengusir kelelawar tanpa cara yang tepat seringkali terasa sia-sia karena mereka akan kembali ke titik masuk yang sama.

    Dirangkum dari situs Bat Conservation International dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut risiko yang dapat terjadi jika kelelawar dibiarkan bersarang di rumah.


    Risiko Penularan Penyakit

    Kelelawar merupakan salah satu hewan pembawa virus rabies yang paling umum ditemukan di permukiman. Dilansir dari situs CDC, setiap kontak yang menimbulkan gigitan atau cakaran harus segera diperiksa oleh tenaga medis karena bisa berisiko penularan rabies.

    Kerusakan dan Masalah Kebersihan

    Kotoran kelelawar (guano) bisa menumpuk di plafon, loteng, atau dinding rumah. Guano tidak hanya menimbulkan bau tak sedap yang menyengat, tapi juga dapat merusak bahan bangunan serta mengundang hewan seperti kecoak dan lalat.

    Risiko Infeksi Jamur dari Guano

    Tumpukan guano yang lama dapat menjadi sumber penyakit, seperti infeksi paru-paru akibat jamur. CDC juga memperingatkan bahwa jamur ini bisa terhirup manusia saat membersihkan area yang terkontaminasi kotoran kelelawar jika membersihkannya tanpa perlindungan yang memadai.

    Gangguan Struktural dan Kesehatan Lingkungan

    Kelelawar umumnya bersarang di rumah secara koloni. Hal itu, menyebabkan kelembaban tinggi dan menodai permukaan dinding atau plafon. Sarang yang dibiarkan terlalu lama dapat melemahkan struktur kayu dan menurunkan kualitas udara di dalam rumah sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan penghuni.

    Cara Mengusir dan Mencegah Kelelawar Masuk Kembali

    Berikan Jalan Keluar

    Dilansir dari situs Bat Conservation International, jika kelelawar masuk ke dalam rumah, tetaplah tenang dan matikan lampu ruangan. Tutup semua pintu menuju area lain dan buka jendela atau pintu yang langsung mengarah ke luar. Biarkan kelelawar menemukan jalan keluarnya sendiri tanpa gangguan.

    Gunakan Metode Penangkapan yang Aman

    Apabila kelelawar tidak keluar sendiri, kenakan sarung tangan tebal dan gunakan kardus untuk menangkap dan menutupinya dengan hati-hati. Setelah itu, lepaskan kelelawar di luar rumah pada malam hari. Hindari menyentuh langsung tubuh kelelawar untuk mencegah risiko penularan penyakit.

    Jangan Membunuh Kelelawar

    Membunuh kelelawar akan mengganggu ekosistem karena kelelawar juga berperan penting dalam mengendalikan serangga malam. Selain itu, membunuhnya juga dapat berisiko penularan virus yang ada di jaringan tubuhnya. Bangkai Kelelawar bisa menjadi sumber penyebaran mikroorganisme.

    Cegah Kelelawar Masuk Kembali

    Setelah kelelawar keluar, lakukan pemeriksaan menyeluruh di atap, ventilasi, celah, genteng, dan cerobong asap. Tutup semua celah kecil menggunakan kawat kasa atau penutup ventilasi yang rapat.

    Kurangi Daya Tarik bagi Kelelawar

    Kurangi penerangan luar rumah yang berlebihan karena cahaya menarik serangga sebagai salah satu sumber makanan kelelawar. Sebagai alternatif, jika sudah ada potensi datangnya kelelawar ke rumah, alihkan kelelawar ke tempat lain. Bisa juga dengan memasang rumah kelelawar di lokasi yang jauh dari bangunan, agar kelelawar tetap memiliki tempat berlindung tanpa mengganggu hunian.

    Itulah risiko yang ditimbulkan jika kelelawar yang bersarang di rumah dan sering diabaikan. Terdapat juga cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengusirnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lidah Buaya, Tanaman Kaya Manfaat dan Mudah Dirawat


    Jakarta

    Siapa yang tidak tahu tanaman lidah buaya? Tanaman yang memiliki segudang manfaat ini kerap ditemukan di halaman rumah.

    Selain kaya akan manfaat, lidah buaya ternyata juga mudah dirawat. Tak heran kalau tanaman berbentuk tajam ini banyak ditanam di rumah.

    Bagi pemilik rumah yang ingin mulai merawat tanaman lidah buaya atau aloe vera, bisa banget cek informasi berikut ini. Tapi sebelum mengetahui cara merawat tanaman lidah buaya, simak dulu manfaat dari tanaman tersebut.


    Manfaat Lidah Buaya

    Dilansir dari Good Housekeeping, lidah buaya memiliki gel yang bisa digunakan untuk mengatasi kulit terbakar akibat sinar matahari. Selain itu, gel tersebut juga bisa melembapkan kulit kering, mengatasi jerawat, dan bekas luka gores.

    Dalam catatan detikcom, lidah buaya juga bisa menguatkan dan membuat rambut berkilau karena mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B12, C, dan E.

    Selain berkhasiat untuk pengobatan, tanaman lidah buaya juga dapat memberikan sentuhan pada ruangan. Tanaman hias ini sangat cocok diletakkan di dalam ruangan, terutama di ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, atau meja kerja.

    Cara Merawat Lidah Buaya

    Lidah buaya merupakan tanaman yang mudah dirawat sehingga cocok bagi pemula atau pemilik rumah yang tidak punya banyak waktu untuk mengurus tanaman.

    “Tetap saja, satu hal yang paling penting dalam perawatan lidah buaya adalah tanah dan pot mereka,” ujar pakar tanaman berkebun bersertifikat dari aplikasi PlantIn, Lotte Berendsen, dikutip dari Architectural Digest, Rabu (5/11/2025).

    Berikut ini cara merawat tanaman lidah buaya dilansir dari Architectural Digest.

    Pilih Pot dengan Drainase yang Baik

    Karena daunnya mampu menahan kelembapan, tanaman ini membutuhkan tanah yang bisa kering dengan baik dan pot berlubang untuk mencegah air menggenang. Berendsen dan pendiri dan direktur kreatif The Botanocal Bar, Beaty, merekomendasikan untuk menggunakan campuran tanah kaktus untuk membantu mencegah lidah buaya tergenang air yang bisa menyebabkan akar busuk dan tanaman mati.

    Letakkan di Tempat Terang

    Lidah buaya bisa tumbuh subur saat terkena sinar matahari 6-8 jam, tapi jangan sampai terkena sinar matahari langsung ya. Penghuni rumah bisa menaruhnya di jendela yang menghadap selatan atau barat untuk mendapatkan cahaya matahari tidak langsung.

    Kalau mau diletakkan di luar rumah, pastikan tidak terkena sinar matahari langsung, misalnya bisa ditaruh di teras atau beranda rumah. Hindari tempat dengan kelembapan tinggi dan tempat gelap.

    Jangan Disiram Terlalu Sering

    Tanaman ini tidak butuh banyak air. Jadi sebelum menyiramnya, pastikan dulu tanahnya kering agar tidak overwatering. Penghuni rumah juga bisa melihat dari daunnya. Kalau daunnya mengkerut dan turun, berarti sudah waktunya disiram.

    “Tergantung pada waktu dalam setahun, sebaiknya Anda menyirami lidah buaya Anda sekitar empat hingga enam minggu sekali,” kata Beaty.

    Pakai Pupuk

    Sebenarnya tidak diberi pupuk juga tak masalah, tapi kalau ingin tanaman dengan baik bisa diberikan pupuk ikan karena kaya akan nutrisi.

    Dengan perawatan yang tepat, lidah buaya bisa hidup sekitar 5-25 tahun. Menyediakan perawatan yang optimal dan kondisi yang baik bisa membantu penghuni rumah untuk memperpanjang usia tanaman rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com