Author: Gak Ganti Gambar

  • Daftar Makanan yang Punya Kalori Tinggi ‘Tersembunyi’, Bisa Bikin Gagal Diet


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal dan sehat adalah impian banyak orang. Namun, proses menurunkan berat badan bisa menjadi sangat sulit terlebih jika masih mengonsumsi asupan yang ternyata berkalori tinggi.

    Ada beberapa jenis makanan yang ternyata memiliki kalori ‘tersembunyi’ yang lebih banyak dari yang dikira. Dikutip dari Business Insider berikut ini adalah beberapa jenis bahan makanan tinggi kalori yang kerap tak disadari bisa bikin rencana diet gagal total:

    Minyak Goreng

    Minyak goreng merupakan salah satu bahan makanan yang tinggi kalori. Satu sendok makan minyak masak bisa mengandung hingga 140 kalori.


    “Minyak goreng seringkali diabaikan padahal secara konsisten dapat menambah kalori secara signifikan setiap hari,” ucap pelatih kebugaran dan penurunan lemak Graeme Tomlinson.

    Tomlinson menuturkan bahwa sebaiknya penggunaan minyak goreng bisa diminimalkan. Beberapa jenis minyak lain, seperti minyak zaitun khususnya memiliki banyak manfaat kesehatan sehingga patut untuk dimasukkan ke dalam menu makanan.

    Kopi dengan Gula

    Minuman kopi dengan berbagai jenis pemanis yang banyak disukai orang bisa menjadi ‘penghalang’ kesuksesan diet yang besar. Pilihlah menu kopi yang tepat agar jumlah kalori yang masuk tidak terlalu besar.

    Jika menyukai kopi susu, pilihlah jenis susu skim yang lebih rendah kalori. Jika suka kopi manis, pilihlah menu yang lebih rendah gula atau menggunakan sirup bebas gula.

    “Banyak yang tidak menyadari bahwa Anda dapat membuat penyesuaian sederhana pada kopi ‘on the go’ yang dapat menghemat ratusan bahkan ribuan kalori setiap minggunya,” kata Tomlinson.

    Daging Tinggi Lemak

    Konsumsi daging tinggi lemak secara rutin dapat mempengaruhi proses penurunan berat badan. Daging sapi cincang dengan berat 200 gram dan 20 persen lemak mengandung sekitar 504 kalori, tetapi daging cincang dengan berat sama dan 5 persen lemak hanya mengandung 248 kalori.

    “Potongan daging yang rutin Anda konsumsi juga dapat berpengaruh besar terhadap kemajuan penurunan lemak Anda,” ujar Tomlinson.

    Sama halnya juga dengan ayam, mengonsumsi bagian dada akan lebih baik jika mengonsumsi bagian paha yang lebih tinggi lemak.

    Pilihan Saus untuk Salad

    Mengonsumsi salad yang memiliki banyak sayuran memang sehat. Namun terkadang saus dressing yang digunakan justru membuat salad yang dikonsumsi menjadi tinggi kalori.

    “Olesan seperti mayones dan saus salad bisa menambah jumlah kalori yang relatif besar pada makanan meski kelihatannya tidak signifikan,” jelasnya.

    Satu sendok makan mayones misalnya mengandung sekitar 95 kalori. Jika sedang melakukan diet defisit kalori, Tomlinson merekomendasikan versi yang rendah kalori atau dengan mengurangi porsi.

    Camilan

    Tomlinson menuturkan bahwa ada kecenderungan seseorang yang menghitung kalori meremehkan jumlah yang dikonsumsi setiap hari. Kondisi ini yang menjadi alasan lain mengapa seseorang susah payah menurunkan berat badan.

    “Melupakan jumlah kalori dari camilan atau kebiasaan menghabiskan makanan orang lain mungkin tampak sepele. Namun, seiring berjalannya waktu hal ini bisa menambahkan kalori,” pungkas Tomlinson.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Rekomendasi Makanan untuk Golongan Darah O, Cocok Dikonsumsi saat Diet


    Jakarta

    Diet golongan darah pertama kali dipopulerkan oleh seorang dokter naturopati sekaligus penulis buku Eat Right 4 Your Type, Peter D’Adamo. Dalam bukunya, ia mengklaim bahwa mengikuti pola makan dan olahraga tertentu berdasarkan golongan darah dapat mengoptimalkan kesehatan.

    Jika mengikuti diet yang dirancang untuk golongan darah, tubuh disebut akan mencerna makanan lebih efisien. Hal ini diyakini bermanfaat untuk menurunkan berat badan, memiliki lebih banyak energi, dan membantu mencegah penyakit.

    Untuk golongan darah O, D’Adamo mengaitkan kondisi kesehatan tertentu, seperti masalah pencernaan, resistensi insulin, dan kinerja tiroid yang buruk. Lantas, apa saja makanan diet yang direkomendasikan untuk golongan darah O?


    Menurut D’Adamo, pemilik golongan darah O disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan protein tinggi. Dikutip dari Healthline, berikut makanan yang direkomendasikan.

    • Daging, terutama daging tanpa lemak dan makanan laut untuk menurunkan berat badan
    • Ikan
    • Sayuran, termasuk brokoli, bayam, dan rumput laut baik untuk menurunkan berat badan
    • Buah-buahan
    • Minyak zaitun

    Ada juga beberapa makanan yang tidak direkomendasikan saat menjalani diet golongan darah O. Di antaranya:

    • Gandum
    • Jagung
    • Kacang-kacangan
    • Kacang merah
    • Produk susu
    • Kafein dan alkohol.

    (suc/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Masih Makan Nasi? Nggak Masalah! Bisa Kok Turun BB, Asalkan…


    Jakarta

    Saat menjalani program diet, sebagian orang mungkin sangat menghindari nasi dalam menu makanannya. Banyak yang beranggapan bahwa tidak mengkonsumsi nasi bisa mempercepat proses penurunan berat badan.

    Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat utama bagi masyarakat Indonesia. Karbohidrat ini berfungsi sebagai sumber energi tubuh agar bisa menjalankan rutinitas sehari-hari.

    Kira-kira masih bisa nggak sih diet tapi tetap makan nasi?


    Menurut spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, makan nasi saat diet itu masih diperbolehkan. Karbohidrat yang ada pada nasi adalah sumber energi tubuh, terutama untuk otak.

    “Jadi, nasi masih nggak masalah asal porsinya disesuaikan, tergantung tiap orang. Karena setiap orang itu kebutuhan kalorinya berbeda-berbeda,” tutur dr Davie pada detikcom, Kamis (18/1/2024).

    Utamakan Defisit Kalori

    Meski diperbolehkan makan nasi, prinsip utama dalam menurunkan berat badan adalah defisit kalori. Jika misalnya seseorang kebutuhan kalorinya 1.500 kalori per hari, bisa dikurangi secara perlahan menjadi 1.300 kalori dan seterusnya.

    dr Davie tidak menyalahkan tips diet viral yang hanya menyarankan makan satu kali sehari, dengan menu sarapan minuman shake dan makan malam buah-buahan. Namun, lebih baik terapkan pola diet yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

    “Jadi lebih baik mencoba diet gizi seimbang yang sederhana, makannya tiga kali sehari, dan masih mengenyangkan. Karena kalau diet itu kita nggak boleh yang namanya kelaparan, nanti jadinya malnutrisi,” tegasnya.

    NEXT: Bagaimana Caranya Tetap Makan Nasi saat Diet?

    Pola Diet dengan Tetap Makan Nasi

    “Kita ambil contoh, misalnya 1 hari diberikan 1.500 kalori. Itu nanti dibagi untuk tiga kali makan, dan dua kali selingan,” kata dr Davie.

    Selain karbohidratnya, asupan lain seperti protein dan serat juga harus diperhatikan. Protein dibutuhkan untuk mempertahankan massa otot, sedangkan serat sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan. Berikut pola diet dengan tetap makan nasi pagi, siang, dan malam:

    • Karbohidrat, seperti nasi setengah porsi (setengah centong nasi atau 5-6 sendok makan)
    • Protein, bisa ayam atau ikan dengan ukuran setengah telapak tangan 2 potong, bisa juga diganti dua butir telur (bisa dikombinasikan)
    • Lauk nabati, seperti tahu atau tempe sebanyak satu potong atau sekitar 50 gram
    • Serat, seperti sayur-mayur yang bervariasi sebanyak satu piring kecil atau mangkuk sedang penuh

    “Perlu diingat, dalam satu piring disarankan minim yang digoreng. Karena lemak atau yang digoreng-goreng itu tinggi kalori. Jadi, kalau dari saya boleh saja ada yang digoreng tapi nggak semuanya,” ujar dr Davie.

    “Nanti selingannya utamanya buah-buahan bervariasi, tinggi serat, untuk membantu mengontrol rasa lapar kita. Ini biasanya dua jam setelah makan pagi (sekitar jam 10) dan jam 3 sore,” jelasnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Tren Diet di China, Karaokean Berjam-jam Demi Bakar Kalori

    Jakarta

    Viral tren diet tak biasa di antara anak muda China. Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam karokean untuk membakar kalori.

    Dalam sebuah video yang beredar di TikTok, seorang gadis pergi ke salah satu tempat karaoke dan bernyanyi selama satu setengah jam. Setelah itu dia mengecek telah membakar lebih dari 400 kalori saat bernyanyi.

    Pengguna lain menyebut berhasil membakar lebih dari 1.000 kalori setelah bernyanyi selama hampir lima jam! Satu unggahan online bahkan mencatat berapa banyak kalori yang diharapkan terbakar per lagu. My Heart Will Go On karya Celine Dion misalnya, konon bisa membakar 13,5 kalori.


    Betulan ngaruh nggak sih?

    Laman Live Strong menjelaskan bernyanyi meningkatkan fungsi paru-paru dan jantung, dan latihan yang lebih serius memberikan manfaat aerobik, meningkatkan volume tulang rusuk, dan fungsi pernapasan.

    Seperti aktivitas lainnya, kalori yang terbakar saat karaokean bergantung pada berat badan orang yang bernyanyi, serta posisi tubuh dan aktivitas terkait lainnya. Seseorang dengan berat 65 kg bisa membakar sekitar 100 kalori dengan bernyanyi selama satu jam sambil duduk, dan orang dengan berat 90 kg membakar sekitar 140 kalori.

    Tentu saja ada beberapa variabel yang menentukan. Semakin berat seseorang, semakin banyak kalori yang akan dibakar. Usia dan kemampuan aerobik juga akan berperan.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Retinol Bikin Kulit Menipis’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (kna/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Tantangan Diet 30 Hari Tanpa Gula, Amankah? Begini Pandangan Ahli Gizi


    Jakarta

    Di awal tahun, banyak yang berlomba-lomba menyiapkan resolusi hidup sehat. Mulai dari mencoba olahraga baru sampai membatasi pola makan dengan mengurangi gula.

    Salah satu tantangan diet yang banyak dicoba yakni 30 hari tanpa gula. Aman nggak ya?

    Spesialis gizi klinik dr Davie Muhamad, SpGK mengatakan asupan gula memang harus dibatasi jika ingin memulai hidup yang lebih sehat. Terlalu banyak mengonsumsi gula, terlebih dari pemanis buatan akan berdampak pada tubuh.


    “Kalau tujuannya untuk sehat, asupan gulanya harus dibatasi per hari. Tapi, kalau tujuannya untuk diet, itu sebenarnya masih bisa juga, karena sebenarnya gula itu isinya glukosa. Glukosa itu adalah bentuk sederhana dari karbohidrat,” kata dr Davie saat dihubungi detikcom ditulis Senin (22/1/2023).

    Beberapa sumber karbohidrat yakni nasi, ubi, dan kentang yang ketika dikonsumsi akan diubah menjadi glukosa. Glukosa termasuk sumber energi sehingga kebutuhan tubuh bisa tetap terpenuhi meski tidak mengonsumsi gula tambahan.

    dr Davie menambahkan gula sederhana seperti yang terkandung di gula pasir, sirup dan minuman kemasan mengandung fruktosa. Apabila asupannya berlebih, saat masuk ke tubuh, sistem metabolisme akan mengubah fruktosa menjadi lemak.

    “Itu yang menyebabkan peningkatan berat badan atau peningkatan massa lemak,” ujarnya.

    Lebih lanjut, tantangan 30 hari diet tanpa gula menurutnya aman, tetapi sebelum memulai perlu diperhatikan juga kebutuhan tubuh masing-masing.

    “Saya lebih menekankan ke sarapan itu wajib. Jadi kalau kita misalnya tipikal orang yang suka makan gula yang manis-manis, tiba-tiba mau diet tanpa gula, perbaiki dulu makanan utamanya atau makan besarnya,” jelas dr Davie.

    “Makan pagi, siang, malamnya diperbaiki dulu dari komposisinya, jumlahnya, dari jenisnya. Kalau sudah diperbaiki, nggak ada itu rasa ingin makan gula-gula, nafsu makannya bisa terkontrol. Jadi diet gizi seimbang itu bisa menjadi tips untuk membantu diet tanpa gula tadi,” tandasnya.

    (kna/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Kenapa Selalu Lapar Saat Hujan? Penjelasan Ilmiahnya Ada di Sini


    Jakarta

    Sering merasa lapar saat cuaca dingin, mendung, atau hujan? Banyak kok yang mengalami, dan ternyata kecenderungan ini memang bisa dijelaskan secara ilmiah.

    Salah satu penjelasan di balik rasa lapar saat hujan adalah bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk menghangatkan diri di tengah cuaca dingin. Namun demikian, tidak banyak penelitian yang cukup valid untuk mengkonfirmasi adanya pengaruh intake kalori secara keseluruhan.

    “Sebenarnya tidak sedingin itu di luar, jadi kita tidak benar-benar butuh ekstra kalori ataupun makanan meski mungkin lagi hujan,” kata nutrisionis Susie Burrell, dalam sebuah tulisannya di news.com.au.


    Kemungkinan lain yang bisa menjelaskan rasa lapar saat hujan adalah perubahan hormonal yang terjadi di dalam tubuh. Sebuah penelitian tahun 2019 di jurnal Nutrition and Metabolism menyebut hormon leptin yang memicu rasa lapar mengalami peningkatan pada temperatur rendah.

    Lagi-lagi, tidak ada kesimpulan yang bulat terkait penjelasan ini. Penelitian lain di jurnal Frontiers in Neuroscience menjelaskan bahwa hormon leptin dan ghrelin memang berfluktuasi. Namun tidak ada bukti kuat bahwa leptin meningkat di musim dingin, dan ghrelin berkurang.

    Bri Bell, seorang nutrisionis di Toronto, berpendapat bahwa kemungkinan memang ada sedikit peningkatan kebutuhan energi saat cuaca dingin. Bisa juga, memang terjadi peningkatan suhu tubuh setelah makan.

    “Proses makan dan mencerna makanan bisa benar-benar meningkatkan temperatur tubuh kita sedikit, jadi wajar kalau tubuh memberi sinyal untuk makan lebih banyak agar tetap hangat,” katanya, dikutip dari Eatingwell.

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Nggak Cuma Langsing, Diet ala Ahli Gizi Ini Juga Bisa Bikin Panjang Umur!


    Jakarta

    Bukan cuma membantu penurunan berat badan dan mencegah obesitas, diet yang tepat juga bisa meningkatkan potensi hidup panjang umur. Sebab dengan pola makan yang tepat, risiko penyakit kronis yang melemahkan fisik seseorang di usia lanjut bisa ditekan.

    Namun sebagaimana dijelaskan oleh ahli gizi dan epidemiolog, Frank Hu, diet yang tepat idealnya tidak bersifat kaku. Artinya agar berlangsung konsisten dan hasilnya optimal, diet seharusnya tidak bersifat ‘menyiksa’. Dengan begitu, orang yang menjalani tetap bisa mengkonsumsi makanan utuh yang disukai dengan pola makan sehat yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

    Pada dasarnya menurut Hu, diet yang tepat umumnya menekankan banyaknya asupan makanan utuh dan makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Bersamaan dengan itu, idealnya asupan makanan olahan, makanan ringan, dan minuman bersoda dikurangi.


    “Itulah cara untuk benar-benar meningkatkan kenikmatan mereka dan juga kepatuhan jangka panjang terhadap pola makan,” ungkap Hu dikutip dari lama Harvard School of Public Health, Selasa (16/1/2024). Seraya ia menegaskan, agar efek diet berlangsung optimal, penting untuk seseorang menjalani program dietnya secara fleksibel sembari tetap menikmati pola makan yang sehat.

    Lantas biar program diet efektif menurunkan berat badan sekaligus menambah potensi hidup panjang umur, apa saja yang harus diterapkan? Begini penjelasan Hu lebih lanjut dikutip dari CNBC:

    1. Perbanyak Makanan Utuh, Kurangi Makanan Instan

    “Pertama-tama, fokuslah pada makanan utuh dan minimal olahan, terutama makanan nabati,” kata Hu. Sembari ia menyarankan, perbanyak asupan makanan nabati seperti buah, sayur, biji dan kacang-kacangan dalam menu makan sehari-hari.

    “Pola pola makan tersebut telah terbukti mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, beberapa jenis kanker, dan juga risiko demensia. (Penyakit) itu adalah penyebab utama kematian. Itulah sebabnya pola makan sehat tersebut terbukti mengurangi risiko kematian dini dan memperpanjang harapan hidup,” sambungnya.

    Seiring itu, sebuah studi yang meneliti kondisi kesehatan lebih dari 11 ribu orang dewasa dalam rentang waktu 19 tahun menemukan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi makanan olahan 31 persen lebih berisiko mengalami penyakit penyebab kematian.

    2. Jalani Diet Tanpa Tersiksa!

    Banyak orang beranggapan, diet yang berhasil pasti berlangsung menyiksa lantaran secara ketat membatasi asupan makanan-makanan lezat yang tidak menyehatkan. Padahal nyatanya menurut Hu, agar efeknya optimal, proses diet seharusnya berjalan sembari dinikmati, disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

    “Tidak ada pola makan kaku yang harus diikuti setiap orang agar bisa hidup lebih lama [dan] lebih sehat. Saya pikir ada pola makan yang berbeda, dan orang dapat membuat pola makan mereka sendiri,” tutur Hu.

    “Itulah cara untuk benar-benar meningkatkan kenikmatan dan juga kepatuhan jangka panjang terhadap pola makan. Penting untuk menjadi lebih fleksibel dan menikmati pola makan sehat,” pungkasnya.

    NEXT: Makan sambil ‘bergaul’

    3. Makan Sambil ‘Bergaul’

    Sudah banyak yang mengetahui, beberapa kunci di balik hidup panjang umur adalah aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta pola makan yang baik. Namun sebenarnya di samping itu, hubungan sosial yang terjalin baik juga bisa meningkatkan harapan hidup seseorang.

    Menurut Hu, seseorang bisa menjalani momen makan sehatnya sembari bergaul dan menjalin relasi baik dengan orang-orang terdekat. Sebab dengan memprioritaskan waktu makan sebagai momen berkumpul dan bersosialisasi, seseorang dapat menggabungkan dua aktivitas yang berkaitan dengan potensi hidup panjang umur.

    “Hubungan antara makanan dan hubungan sosial sangatlah alami, karena makanan memang menyatukan manusia. Makan makanan sehat bersama-sama, tidak hanya menyehatkan tubuh kita, tapi juga menyehatkan jiwa kita,” pungkas Hu.

    (vyp/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Paling Sering Bikin BB Susah Turun saat Diet


    Jakarta

    Memiliki badan ramping dan sehat merupakan impian banyak orang. Tak sedikit yang mencoba berbagai macam metode diet untuk mendapatkan berat badan ideal.

    Namun, tak jarang kesalahan-kesalahan berikut ini dilakukan sehingga membuat diet gagal. Alih-alih berat badan ideal tercapai, berat badan malah terus naik bahkan dibarengi risiko gangguan kesehatan tertentu Berikut ini adalah beberapa kesalahan diet yang harus dihindari dikutip dari Healthline:

    Makan Terlalu Banyak atau Sedikit Kalori

    Kalori defisit memang diperlukan untuk membantu penurunan berat badan. Pada kondisi ini, seseorang harus membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi.


    Selama bertahun-tahun, banyak yang percaya bahwa mengurangi 3.500 kalori setiap minggunya per minggu dapat menurunkan berat badan hingga 0,45 kg. Rupanya sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa kalori defisit yang dibutuhkan bisa berbeda dari setiap orang.

    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan, responden secara signifikan melebih-lebihkan atau meremehkan jumlah kalori dalam makanan. Sebagian orang juga mengonsumsi makanan yang sehat, namun tinggi kalori misalnya seperti kacang-kacangan dan ikan. Mengonsumsi makanan dengan porsi sedang adalah kuncinya.

    Dalam sebuah studi lain, terlalu banyak mengurangi kalori dapat menyebabkan hilangnya massa otot dan memperlambat metabolisme secara signifikan.

    Olahraga Terlalu Berat atau Ringan

    Selama proses diet, seseorang pasti akan kehilangan lemak dan juga massa otot walaupun jumlahnya bisa berbeda setiap orang. Jika seseorang diet tanpa olahraga, kemungkinan besar orang tersebut akan mengalami penurunan massa otot dan laju metabolisme.

    Olahraga sangat baik untuk membantu proses diet yang lebih sehat, namun olahraga yang berlebihan juga dapat menimbulkan masalah. Penelitian mengungkapkan olahraga berlebihan tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang dan menyebabkan stres.

    Kondisi ini dapat berdampak negatif pada hormon endokrin yang membantu mengatur fungsi seluruh tubuh.

    Salah Pilih Makanan Rendah Lemak

    Tak jarang seseorang akan memilih produk-produk makanan sehat rendah lemak untuk membantu proses diet. Namun, dalam beberapa kasus kondisi ini dapat memberi efek sebaliknya.

    Banyak produk mengandung lebih tinggi gula untuk meningkatkan rasanya, misalnya seperti yogurt rendah lemak dengan rasa.

    Produk rendah lemak memiliki kecenderungan membuat seseorang lebih sering lapar. Kondisi ini membuat keinginan makan lebih besar dan membuat konsumsi menjadi lebih tinggi.

    Daripada mengonsumsi makanan rendah lemak, cobalah kombinasi makanan bergizi dan makanan yang diproses secara minimal. Pilihlah buah-buahan dan sayur karena keduanya secara alami rendah lemak namun tinggi nutrisi.

    Kurang Makan Protein

    Mengonsumsi cukup protein sangat penting untuk proses penurunan berat badan yang lebih sehat. Berdasarkan penelitian, protein sudah terbukti membantu proses diet.

    Beberapa manfaat protein untuk diet antara lain mengurangi nafsu makan, meningkatkan perasaan kenyang, mempertahankan laju metabolisme, dan melindungi massa otot selama proses penurunan berat badan.

    Coba konsumsi lebih banyak makanan tinggi protein selama diet. Beberapa pilihan menu yang bisa dicoba seperti daging, susu, kacang-kacangan, hingga quinoa juga bisa dijadikan sebagai sumber protein.

    Minum Minuman Manis dengan Gula

    Mengurangi konsumsi minuman tinggi gula menjadi salah satu langkah terbaik dalam proses diet. Namun, perlu diingat bahwa pilihan yang dianggap lebih sehat seperti jus buah belum tentu lebih baik.

    Jus buah tanpa tambahan gula tetap bisa menyebabkan masalah kesehatan dan obesitas yang setara dengan efek minuman manis berpemanis jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Terlebih kalori cair cenderung tidak memengaruhi nafsu makan di otak sehingga akan lebih mudah kenyang.

    (avk/vyp)



    Sumber : health.detik.com

  • Kata Siapa ‘Skip’ Sarapan Bikin Turun BB? Justru Begini Faktanya Menurut Ahli Gizi


    Jakarta

    Banyak orang beranggapan, ‘skip’ sarapan pagi hari bisa membantu menurunkan berat badan. Padahal sebaliknya, asupan makan di pagi hari justru bisa membantu menjaga berat badan ideal. Seperti apa penjelasannya?

    “Sarapan terbukti tidak hanya membantu Anda membuat pilihan makanan yang lebih baik sepanjang hari, tetapi juga mendukung metabolisme dan keseimbangan gula darah Anda. Kedua hal ini dapat membantu menurunkan berat badan,” kata ahli gizi, Nicola Shubrook, dikutip dari Express, Minggu (7/1/2024).

    Namun Shubrook mengingatkan, pastikan ada asupan segelas besar air putih sebelum makan apa pun di pagi hari. Pasalnya, hal ini terbukti efektif membantu menurunkan berat badan seiring waktu.


    Lantas biar berat badan bisa turun, makanan apa saja yang paling pas dikonsumsi pagi hari?

    1. Makanan kaya akan protein

    “Selalu makan dengan lemak atau protein yang baik untuk memastikan Anda merasa kenyang lebih lama dan dapat mengontrol gula darah dengan lebih baik,” kata Shubrook.

    Banyak orang ‘craving’ makanan manis, bahkan sejak pagi hari. Shubrook mengingatkan, penting untuk memasukan protein ke menu sarapan agar gula darah terjaga, begitu juga berat badan. Pasalnya, asupan protein memberikan tubuh kontrol gula darah yang lebih stabil, rasa kenyang yang tahan lebih lama, sekaligus menurunkan hasrat untuk memakan makanan manis.

    “Ketika Anda mengonsumsi protein, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mengubahnya menjadi glukosa (darah) dibandingkan jika itu adalah karbohidrat sederhana, karbohidrat sudah menjadi bentuk gula,” tuturnya lebih lanjut.

    2. Ngopi

    Banyak orang merasa, produktivitas seharian tak bakal terdongkrak jika belum ada asupan kopi di pagi hari. Namun Shubrook menyarankan, sebaiknya makan sarapan dulu di pagi hari sebelum meminum kopi. Mengapa demikian?

    “Minum kopi saat perut kosong di pagi hari dapat menyebabkan lonjakan kortisol, hormon stres, dan gula darah (glukosa), yang keduanya memengaruhi energi dan metabolisme Anda secara keseluruhan,” jelasnya.

    Juga seiring itu, minum kopi hitam setelah sarapan membantu memperlambat produksi glukosa yang berarti menghasilkan lebih sedikit sel lemak.

    NEXT: Makan dengan perlahan

    Lihat Video: Mitos atau Fakta: Olahraga Efektif Ditandai dengan Banyak Keringat

    [Gambas:Video 20detik]

    3. Tak kalah penting: kunyah dengan benar!

    Selain menu sarapan, yang juga tak kalah penting untuk diperhatikan adalah proses mengunyah. Pasalnya, mengunyah adalah langkah pertama dalam proses pencernaan. Proses mengunyah yang tidak berlangsung dengan baik akan membebani sistem pencernaan.

    Bahkan lebih dari itu, orang yang terbiasa tidak mengunyah dengan baik cenderung makan dengan porsi berlebihan karena otak tidak punya waktu untuk menyadari bahwa perut sebenarnya sudah kenyang.

    (vyp/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi Usai Kalap Makan Daging di Malam Tahun Baru

    Jakarta

    Acara bakar-bakaran daging atau pesta barbeque di malam tahun baru bisa memicu kolesterol tinggi. Ada banyak cara mengatasi kolesterol tinggi agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

    Memang, makan daging di malam tahun baru sah-sah saja. Hanya saja, suasana perayaan tahun baru sering membuat orang-orang ‘kalap’ dan mengonsumsi daging secara berlebihan.

    Padahal, terlalu banyak mengonsumsi daging bisa membuat kadar kolesterol dalam tubuh meningkat. Jika kolesterol terlalu tinggi, maka dapat memicu sejumlah masalah kesehatan, mulai dari darah tinggi hingga serangan jantung.


    Karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi kolesterol tinggi, khususnya bagi orang-orang yang kalap makan daging saat malam tahun baruan. Apa saja tipsnya?

    Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi

    1. Batasi Asupan Lemak Jenuh

    Salah satu cara mengatasi kolesterol tinggi usai kalap makan daging tentunya dengan membatasi konsumsi daging selama beberapa hari ke depan. Daging merah, seperti daging sapi dan kambing, merupakan makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi sehingga dapat memicu kenaikan kolesterol.

    Karena itu, jika memang sudah kelewat kalap makan daging saat malam tahun baruan, maka sebisa mungkin batasi konsumsi daging untuk beberapa hari ke depan agar kolesterol dalam tubuh semakin tidak menjadi-jadi. Sebagai alternatif, bisa dengan mengonsumsi daging ikan yang kaya akan protein dan tentunya rendah lemak jenuh.

    Selain daging, jauhi pula makanan lain yang bisa memicu kenaikan kolesterol, seperti kuning telur dan gorengan.

    2. Ganti Minyak Goreng dengan Minyak Zaitun

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lemak jenuh dapat memicu kenaikan kolesterol dalam tubuh. Salah satu sumber lemak jenuh yang sering dikonsumsi sehari-hari adalah minyak goreng.

    Umumnya, minyak goreng memiliki kadar lemak jenuh yang sangat tinggi. Kandungan lemak inilah yang sebenarnya memberikan rasa pada masakan. Tapi di saat yang sama, lemak dalam minyak goreng juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dalam tubuh.

    Sebagai alternatif, gunakanlah minyak zaitun sebagai pengganti minyak untuk menggoreng. Selain rendah lemak, minyak zaitun juga kaya akan asam oleat, antioksidan, serta polifenol yang dapat membantu mengatasi peradangan dalam tubuh.

    3. Konsumsi Makanan Berserat

    Memperbanyak konsumsi makanan berserat juga menjadi salah satu cara untuk mengatasi kolesterol tinggi usai kalap makan daging. Serat dapat mengikat lemak pada proses pencernaan, sehingga mencegahnya diserap oleh tubuh. Hal ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, sehingga mencegah kenaikan kolesterol.

    Serat dapat dengan mudah diperoleh dengan mengonsumsi berbagai jenis buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, oatmeal, dan masih banyak lagi.

    4. Setop Merokok

    Merokok memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap kolesterol. Rokok, baik yang biasa maupun elektrik, memiliki kandungan nikotin dan zat-zat kimia lain yang bisa bisa menurunkan kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein/HDL), serta meningkatkan kolesterol LDL dalam tubuh. Seiring waktu, hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya peradangan dan penumpukan plak pada pembuluh darah, yang berujung pada kondisi serius seperti serangan jantung atau stroke.

    5. Berolahraga

    Selain untuk menurunkan berat badan, berolahraga juga bermanfaat untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh. Dikutip dari laman Healthline, olahraga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL, yang mana sangat dibutuhkan tubuh untuk mencegah terjadinya penyempitan pada pembuluh darah.

    Berolahraga pun tidak perlu dengan melakukan latihan yang berat. Cukup dengan berolahraga ringan 30 menit sehari, lima kali dalam seminggu, atau aerobik intens 20 menit sehari, tiga kali seminggu, sudah memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan kolesterol LDL dalam tubuh.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Nutrisi Sayur Hilang Bila Dipanaskan’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com