All posts by Gak Ganti Gambar

BB Sempat Nyaris 100 Kg, Ed Sheeran Sukses Turun 32 Kg Pakai Cara Ini

Jakarta

Ed Sheeran belum lama ini blak-blakan soal ‘fase gemuk’ yang dialaminya beberapa tahun silam. Pelantun lagu ‘Shape of You’ itu mengaku dirinya pernah kecanduan makan chicken wings atau sayap ayam selama 1,5 tahun.

Dalam podcast Session 24, Ed mengatakan dirinya mengadopsi pola makan tersebut saat sedang berusaha diet tanpa karbohidrat. Awalnya, Ed mengira diet tanpa karbohidrat berarti masih boleh mengonsumsi sayap ayam.

“Saya berada dalam fase gemuk, di Amerika. Saya dulu berpikir tidak ada karbohidrat berarti tidak makan roti, tidak makan kentang goreng. Saya pun berpikir ‘Saya bisa makan sayap ayam’,” ujarnya dikutip dari The Sun, Kamis (13/6/2024).


“Saya pun hanya makan sayap ayam selama 1,5 tahun. Dan berat badan saya naik 25 kg,” sambungnya.

Namun pada 2020, Ed muncul dengan penampilan yang lebih langsing, dan dia berhasil mempertahankannya selama empat tahun terakhir. Apa rahasianya?

Rahasia Turun BB Ed Sheeran

Saat ditanya tentang rahasia dietnya, Ed mengaku tidak ada yang istimewa. Penyanyi berusia 33 tahun itu mengatakan dirinya sekarang rajin berolahraga di gym dan mengatur porsi makan.

“Saya orangnya gampang gemuk, dan apa yang jadi rahasia saya adalah rutin pergi ke gym dan mencoba mengatur porsi makan,” ucapnya.

Dalam interview terpisah, Ed juga mengaku mengurangi makanan take away yang kerap dia konsumsi.

“Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya merasa sehat. Saya menghentikan semua kebiasaan buruk yang ada di hidup saya. Saya berolahraga setiap hari. Saya dulu makan take away setiap hari, tapi sekarang saya tidak lagi makan take away setiap hari dan saya merasa baik,” ucapnya.

Selain itu, Ed juga berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Hal itu dia lakukan menjelang kelahiran anak pertamanya.

“Saya berhenti tiga bulan sebelum Lyra lahir karena saya bertekad untuk menjadi orang yang mengantarkan istri saya ke rumah sakit. Berat badan saya 98 kg pada puncaknya, dan sekarang saya 66,6 kg. Saya sangat besar, dan itu terlihat. Lingkar pinggang saya 36, sekarang turun menjadi 28,” tandasnya.

(avk/naf)



Sumber : health.detik.com

Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak? Ini Kata Ahli Diet

Jakarta

Banyak orang di seluruh dunia yang mengkonsumsi kopi. Meskipun populer untuk meningkatkan energi, ternyata kopi hitam bisa berperan dalam penurunan badan.

Oleh sebab itu, kopi hitam tanpa gula bermanfaat untuk diet. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

Apakah Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak?

Ahli diet di Preg Appetit, Ashley Shaw , RD, mengungkapkan bahwa kopi tanpa gula bisa membakar lemak untuk menurunkan berat badan.


“Kopi, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan, dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata Ashley Shaw dikutip dari laman Business Insider.

Kandungan kafein dalam kopi membantu dalam meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan energi.

Selain itu, kopi juga mengandung sejumlah nutrisi seperti potasium, magnesium, niasin, dan antioksidan. Kandungan-kandungan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik untuk menurunkan berat badan, karena tidak mengandung tambahan gula atau lemak yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

Manfaat kopi hitam tersebut juga dibuktikan dalam studi tahun 2023 oleh Matthias Henn, dkk, yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition, yang menyebut bahwa minum kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan, sementara penambahan gula ke kopi dikaitkan dengan penambahan berat badan.

Hasil menunjukkan kalau minum kopi tanpa pemanis mungkin bermanfaat dalam pengelolaan berat badan. Namun, penelitian ini juga perlu direplikasi dengan penelitian di masa depan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

Dilansir Harvard of Public Health, terdapat penelitian yang mengkaji data dari tiga studi kesehatan utama: Studi Kesehatan Perawat, Studi Kesehatan Perawat II, dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan. Hal ini memungkinkan peneliti mengakses sejumlah besar data dan partisipan.

Para peneliti menemukan, meminum 1 cangkir kopi setiap hari (baik tanpa kafein atau biasa) dikaitkan dengan penurunan 0,12 kilogram (kg) berat badan selama 4 tahun.

Shaw merekomendasikan untuk minum 4 cangkir kopi ons sehari atau setara dengan 400mg kafein. Ukuran tersebut dalam rangka untuk mendapatkan manfaat kopi dan mencapai penurunan berat badan.

“Empat cangkir kopi sehari memberikan manfaat merasa lebih terjaga dan metabolisme lemak lebih baik tanpa terlalu banyak berdampak pada tidur dan kelaparan,” jelas Shaw.

Ia menambahkan bahwa minum 1 cangkir setiap beberapa jam merupakan hal yang masuk akal, untuk merasakan efek jangka panjang di setiap interval.

Namun jika seseorang menyukai kopi kental , minumlah lebih sedikit cangkir atau tidak lebih dari 400mg kafein per hari.

“Kopi yang diidentifikasi sebagai ‘kuat’ punya kandungan kafein yang lebih tinggi karena konsentrasi kopi per porsi airnya lebih besar,” kata Shaw.

Jika seseorang menyukai kopi yang manis, ada berikut beberapa alternatif pemanis rendah kalori yang bisa digunakan yakni:

  • Pemanis berbahan dasar buah, seperti erythritol atau ekstrak buah biksu.
  • Pemanis nabati, contohnya stevia dan sirup yacon.
  • Alkohol gula seperti xylitol dan maltitol.

(khq/fds)



Sumber : health.detik.com

Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak? Ini Kata Ahli Diet

Jakarta

Banyak orang di seluruh dunia yang mengkonsumsi kopi. Meskipun populer untuk meningkatkan energi, ternyata kopi hitam bisa berperan dalam penurunan badan.

Oleh sebab itu, kopi hitam tanpa gula bermanfaat untuk diet. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

Apakah Kopi Hitam Tanpa Gula Bisa Membakar Lemak?

Ahli diet di Preg Appetit, Ashley Shaw , RD, mengungkapkan bahwa kopi tanpa gula bisa membakar lemak untuk menurunkan berat badan.


“Kopi, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa terlalu banyak pemanis tambahan, dapat membantu menurunkan berat badan dan bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan,” kata Ashley Shaw dikutip dari laman Business Insider.

Kandungan kafein dalam kopi membantu dalam meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan energi.

Selain itu, kopi juga mengandung sejumlah nutrisi seperti potasium, magnesium, niasin, dan antioksidan. Kandungan-kandungan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik untuk menurunkan berat badan, karena tidak mengandung tambahan gula atau lemak yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

Manfaat kopi hitam tersebut juga dibuktikan dalam studi tahun 2023 oleh Matthias Henn, dkk, yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition, yang menyebut bahwa minum kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan, sementara penambahan gula ke kopi dikaitkan dengan penambahan berat badan.

Hasil menunjukkan kalau minum kopi tanpa pemanis mungkin bermanfaat dalam pengelolaan berat badan. Namun, penelitian ini juga perlu direplikasi dengan penelitian di masa depan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

Dilansir Harvard of Public Health, terdapat penelitian yang mengkaji data dari tiga studi kesehatan utama: Studi Kesehatan Perawat, Studi Kesehatan Perawat II, dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan. Hal ini memungkinkan peneliti mengakses sejumlah besar data dan partisipan.

Para peneliti menemukan, meminum 1 cangkir kopi setiap hari (baik tanpa kafein atau biasa) dikaitkan dengan penurunan 0,12 kilogram (kg) berat badan selama 4 tahun.

Shaw merekomendasikan untuk minum 4 cangkir kopi ons sehari atau setara dengan 400mg kafein. Ukuran tersebut dalam rangka untuk mendapatkan manfaat kopi dan mencapai penurunan berat badan.

“Empat cangkir kopi sehari memberikan manfaat merasa lebih terjaga dan metabolisme lemak lebih baik tanpa terlalu banyak berdampak pada tidur dan kelaparan,” jelas Shaw.

Ia menambahkan bahwa minum 1 cangkir setiap beberapa jam merupakan hal yang masuk akal, untuk merasakan efek jangka panjang di setiap interval.

Namun jika seseorang menyukai kopi kental , minumlah lebih sedikit cangkir atau tidak lebih dari 400mg kafein per hari.

“Kopi yang diidentifikasi sebagai ‘kuat’ punya kandungan kafein yang lebih tinggi karena konsentrasi kopi per porsi airnya lebih besar,” kata Shaw.

Jika seseorang menyukai kopi yang manis, ada berikut beberapa alternatif pemanis rendah kalori yang bisa digunakan yakni:

  • Pemanis berbahan dasar buah, seperti erythritol atau ekstrak buah biksu.
  • Pemanis nabati, contohnya stevia dan sirup yacon.
  • Alkohol gula seperti xylitol dan maltitol.

(khq/fds)



Sumber : health.detik.com

6 Makanan Rendah Kalori untuk Diet, Mudah Didapatkan dan Bikin Kenyang

Jakarta

Ketika seseorang sedang menjalani diet, penting untuk memilih makanan yang tidak hanya rendah kalori namun juga bisa membuat kenyang lebih lama.

Kalori adalah salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, bahkan ketika sedang menjalani diet. Kalori berperan sebagai sumber energi untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari bergerak, berpikir, bernapas, hingga menjaga suhu tubuh. Tanpa kalori yang cukup, tubuh tidak akan bisa bekerja secara optimal.

Namun saat sedang diet, seseorang perlu mengurangi asupan kalori yang dikonsumsi. Hal ini bertujuan agar jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak menyebabkan penumpukan yang berujung pada kenaikan berat badan.


Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan rendah kalori. Makanan-makanan ini sebenarnya tidak sulit untuk didapat. Bahkan, ada beberapa makanan rendah kalori yang tetap bisa memberikan rasa kenyang hingga waktu makan selanjutnya.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar makanan rendah kalori yang murah dan mengenyangkan.

1. Telur

Selain tergolong makanan rendah kalori, telur juga padat akan nutrisi. Satu butir telur dapat mengandung sekitar 72 kalori, 6 gram protein, dan berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan.

Studi menunjukkan mengonsumsi telur saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi sepanjang hari.

Penelitian lain juga mengungkapkan mengonsumsi makanan tinggi protein saat sarapan, seperti telur, dapat mengurangi kecenderungan ngemil, memperlambat pengosongan perut, dan menurunkan tingkat hormon penyebab lapar.

2. Kentang

Kentang adalah salah satu makanan yang kerap dikonsumsi sebagai pengganti nasi saat sedang diet. Selain rendah kalori, kentang juga kaya akan protein dan serat yang tak kalah penting untuk menurunkan berat badan.

Protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Di sisi lain, serat dapat memperlambat penyerapan makanan di saluran pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan melancarkan buang air besar (BAB).

Sebuah penelitian juga menyebutkan kentang memiliki komponen inhibitor protease yang dapat menekan nafsu makan dan mengurangi jumlah asupan makanan untuk meningkatkan rasa kenyang.

3. Dada ayam

Dada ayam merupakan menu yang sudah tidak asing lagi buat para pejuang diet. Sebab, potongan dada merupakan bagian daging ayam yang paling rendah lemak dan kalori.

Misalnya, 100 gram daging dada ayam yang dimasak dapat mengandung hingga 160 kalori dan 32 gram protein. Kombinasi ini tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan kalori harian tubuh, tapi juga menekan nafsu makan dan rasa lapar.

4. Ikan

Selain dada ayam, daging ikan juga menjadi salah satu sumber protein hewani yang baik dikonsumsi saat diet. Sebuah studi juga mengungkapkan protein dari daging ikan dapat memberikan efek kenyang yang lebih besar dibanding daging ayam atau sapi.

Beberapa jenis ikan, seperti salmon dan makerel, juga mengandung asam lemak omega-3 yang penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

5. Legum

Legum atau polong-polongan juga termasuk makanan rendah kalori yang mengenyangkan. Tak hanya itu, legum juga mengandung protein dan serat tinggi yang dapat membantu mengurangi nafsu makan dan rasa lapar.

Adapun contoh legum antara lain kacang kedelai, buncis, lentil, kacang tanah, kacang arab, kacang hijau, dan lain sebagainya.

6. Semangka

Semangka adalah salah satu buah terbaik untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang menurunkan berat badan. Satu cangkir semangka potong (sekitar 150 gram) hanya mengandung 46 kalori saja. Tak hanya itu, semangka juga kaya akan mikronutrien penting, seperti vitamin A dan C.

Studi menunjukkan konsumsi makanan dengan kepadatan kalori rendah, seperti semangka, dapat memberikan efek kenyang yang serupa dengan makanan padat kalori. Selain itu, mengonsumsi makanan dengan kepadatan kalori yang lebih rendah dikaitkan dengan penurunan asupan kalori dan berat badan.

(ath/suc)



Sumber : health.detik.com

7 Makanan Berkalori Tinggi yang Sering Bikin Diet Gagal, Termasuk Kopi Kekinian

Jakarta

Hampir seluruh program diet fokus untuk membatasi asupan kalori harian. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi.

Dikutip dari NHS, kalori adalah nilai yang menunjukkan seberapa banyak energi yang dapat diperoleh dari makanan dan minuman. Kalori diubah menjadi energi melalui proses metabolisme. Energi tersebut kemudian digunakan untuk mendukung kinerja dan fungsi berbagai organ tubuh, seperti bergerak, bernapas, berpikir, dan masih banyak lagi.

Sisa kalori yang tidak diubah menjadi energi akan disimpan sebagai lemak di dalam tubuh. Inilah alasan mengapa mengonsumsi makanan berkalori tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.


Orang-orang yang sedang diet mungkin sering tidak sadar mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Akibatnya, proses penurunan berat badan terhambat atau tidak optimal. Karena itu, penting untuk mengenali jenis makanan berkalori tinggi yang bisa mengganggu program diet.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut makanan berkalori tinggi yang perlu dibatasi saat sedang diet.

1. Minuman Bersoda

Minuman bersoda cenderung mengandung gula yang sangat tinggi. Gula, seperti halnya karbohidrat lain, memiliki kandungan kalori. Inilah alasan mengapa orang yang sering mengonsumsi minuman bersoda rentan mengalami kenaikan berat badan.

Tak hanya itu, kandungan gula dalam minuman bersoda juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.

2. Gorengan

Meski tidak mengandung gula, gorengan juga termasuk makanan berkalori tinggi. Kalori gorengan berasal dari minyak, lemak jenuh, dan garam yang digunakan saat memasak makanan tersebut.

Ketika digoreng di dalam minyak, makanan akan kehilangan kandungan air dan menyerap lebih banyak lemak. Inilah yang menyebabkan makanan yang digoreng memiliki kalori tinggi.

Kandungan kalori gorengan juga semakin meningkat ketika disantap bersama saus tomat atau mayones yang juga tinggi kalori.

3. Olahan Daging

Sama seperti gorengan, produk olahan daging juga cenderung mengandung garam dan lemak yang sangat tinggi. Inilah yang membuat produk olahan daging tergolong makanan berkalori tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasi produk olahan daging, seperti ham, dendeng, salami, dan frankfurt sebagai kelompok 1 karsinogenik, atau makanan yang dapat memicu kanker. Terlalu sering mengonsumsi olahan daging dikaitkan dengan risiko kanker perut dan usus besar.

4. Keripik

Jangan tertipu dengan bentuk keripik yang tipis dan kecil. Sebab, makanan ini memiliki kalori yang cukup tinggi.

Kalori keripik umumnya berasal dari garam yang digunakan saat memproses mekanan tersebut. Selain itu, keripik cenderung diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak, sehingga semakin meningkatkan kandungan kalorinya.

5. Roti Tawar

Makanan yang kerap dijadikan menu sarapan ini tak hanya tinggi kalori, tapi juga mengandung karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana adalah jenis karbohidrat yang cepat dicerna oleh tubuh dan dapat mengakibatkan lonjakan gula darah yang signifikan. Kombinasi inilah yang membuat roti tawar dapat dengan mudah menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan.

6. Es Krim

‘Cheat day’ dengan makan es krim? Sebaiknya pikirkan lagi. Pasalnya, es krim termasuk makanan berkalori tinggi yang bisa dengan mudah mengacaukan program diet.

Kalori es krim berasal dari berbagai macam hal, seperti gula, karbohidrat, lemak, dan bahkan garam. Tak hanya itu, es krim juga mengandung sejumlah kolesterol yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

7. Kopi Kekinian

Kopi sejatinya adalah minuman yang rendah kalori. Tapi lain cerita jika kopi ditambahkan dengan susu, krim, atau pemanis tambahan lain.

Dikutip dari Healthline, kopi latte (kopi yang ditambahkan susu) dapat mengandung hingga 72 kalori. Jumlah tersebut bisa meningkat jika latte ditambahkan dengan perasa, seperti sirup atau bubuk coklat.

Selain itu, menambahkan gula, susu, dan pemanis dapat merusak khasiat kesehatan yang dimiliki oleh kopi. Jadi jika ingin mendapat manfaat dari minum kopi, hindari menambahkan bahan-bahan tersebut.

(ath/kna)



Sumber : health.detik.com

Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Jakarta

Menurunkan berat badan kerap identik dengan membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, ada banyak faktor yang sebenarnya tak kalah penting untuk diperhatikan. Salah satunya memilih jam makan yang baik untuk diet.

Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menganalisa berbagai aspek yang memengaruhi penurunan berat badan. Salah satu hasil penelitian tersebut menemukan jam makan tertentu dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap proses diet.

Lantas, kapan dan bagaimana cara makan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut jam makan yang baik untuk diet saat sarapan, makan siang, dan makan malam.


1. Sarapan

Banyak orang beranggapan melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun sebaliknya, sarapan justru merupakan waktu makan yang amat krusial bagi seseorang yang sedang diet.

Mengonsumsi menu sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi, tapi dapat menentukan kecenderungan makan selama seharian. Sejumlah studi menunjukkan pola makan tinggi protein dan serat saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan mengurangi asupan kalori selama seharian.

Lantas, kapan waktu sarapan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari Parade, para peneliti sepakat waktu sarapan terbaik adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur, atau 12 jam setelah waktu makan terakhir.

Selain makan di waktu yang tepat, usahakan untuk mengonsumsi menu sarapan yang terdiri dari makanan kaya nutrisi.

2. Makan Siang

Jam makan siang seringkali diisi dengan makanan berat dalam porsi yang lebih banyak. Kebanyakan orang cenderung overeating atau makan secara berlebihan saat makan siang.

Bagi orang yang sedang menurunkan berat badan, waktu makan siang terbaik adalah sekitar 4-5 jam setelah sarapan. Dikutip dari laman Northwestern Medicine, hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mencegah makan secara berlebihan.

3. Makan Malam

Pemilihan waktu makan malam dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pengelolaan berat badan. Pasalnya, makan setelah jam tertentu dapat menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar pinggang.

Para peneliti setuju bahwa waktu terbaik untuk makan malam adalah pada pukul 2-3 jam sebelum tidur. Usahakan untuk makan malam lebih awal, sekitar pukul 16.00 atau 17.00. Namun jika terpaksa makan lebih larut, atur porsinya agar tidak berlebihan.

(ath/up)



Sumber : health.detik.com

Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Jakarta

Menurunkan berat badan kerap identik dengan membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, ada banyak faktor yang sebenarnya tak kalah penting untuk diperhatikan. Salah satunya memilih jam makan yang baik untuk diet.

Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menganalisa berbagai aspek yang memengaruhi penurunan berat badan. Salah satu hasil penelitian tersebut menemukan jam makan tertentu dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap proses diet.

Lantas, kapan dan bagaimana cara makan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut jam makan yang baik untuk diet saat sarapan, makan siang, dan makan malam.


1. Sarapan

Banyak orang beranggapan melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun sebaliknya, sarapan justru merupakan waktu makan yang amat krusial bagi seseorang yang sedang diet.

Mengonsumsi menu sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi, tapi dapat menentukan kecenderungan makan selama seharian. Sejumlah studi menunjukkan pola makan tinggi protein dan serat saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan mengurangi asupan kalori selama seharian.

Lantas, kapan waktu sarapan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari Parade, para peneliti sepakat waktu sarapan terbaik adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur, atau 12 jam setelah waktu makan terakhir.

Selain makan di waktu yang tepat, usahakan untuk mengonsumsi menu sarapan yang terdiri dari makanan kaya nutrisi.

2. Makan Siang

Jam makan siang seringkali diisi dengan makanan berat dalam porsi yang lebih banyak. Kebanyakan orang cenderung overeating atau makan secara berlebihan saat makan siang.

Bagi orang yang sedang menurunkan berat badan, waktu makan siang terbaik adalah sekitar 4-5 jam setelah sarapan. Dikutip dari laman Northwestern Medicine, hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mencegah makan secara berlebihan.

3. Makan Malam

Pemilihan waktu makan malam dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pengelolaan berat badan. Pasalnya, makan setelah jam tertentu dapat menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar pinggang.

Para peneliti setuju bahwa waktu terbaik untuk makan malam adalah pada pukul 2-3 jam sebelum tidur. Usahakan untuk makan malam lebih awal, sekitar pukul 16.00 atau 17.00. Namun jika terpaksa makan lebih larut, atur porsinya agar tidak berlebihan.

(ath/up)



Sumber : health.detik.com

Cara Diet Kentang untuk Turunkan BB dengan Cepat, Tertarik Coba?

Jakarta

Tak sedikit orang yang melakukan diet ketat untuk memperoleh berat badan ideal dalam waktu singkat. Di sisi lain, mereka menginginkan diet dengan tetap konsumsi makanan sehat. Karena itu, diet kentang banyak dipilih.

Diet kentang menawarkan metode penurunan berat badan dalam waktu cepat. Ini dilakukan dengan hanya mengkonsumsi kentang saat diet berlangsung selama beberapa hari.

Dilansir Verywell Fit, orang yang telah menjalani diet kentang mengklaim berat badan mereka berhasil turun sekitar 0,45 kg per minggu. Sebab itu, tak sedikit yang tertarik dengan metode diet ini. Jadi, apakah kamu mau coba diet kentang? Simak cara melakukannya berikut.


Cara Diet Kentang untuk Turunkan Berat Badan

Sesuai namanya, diet kentang dilakukan dengan hanya memakan kentang selama beberapa hari. Tim Steele yang mempopulerkan kembali diet kentang pada 2016 lewat bukunya memiliki aturan bahwa diet ini berlangsung selama 3-5 hari.

Dalam diet ini, kentang menjadi sumber karbohidrat dan kalori utama. Kentang juga berperan sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Makanan lain termasuk bumbu, saus, dan minyak apapun tidak diizinkan. Garam boleh digunakan tapi lebih baik dihindari. Dan hanya bisa minum air putih, teh, atau kopi hitam.

Metode memasak kentangnya juga mesti diperhatikan. Tidak dianjurkan menggoreng kentang, hanya boleh direbus atau dipanggang. Tentunya produk kentang olahan seperti french fries atau keripik kentang tidak boleh.

Konsumsi obat selama diet kentang diperbolehkan sesuai arahan dokter. Akan tetapi, suplemen makanan tidak diperkenankan. Olahraga berat juga tidak dianjurkan, sebaliknya bisa lakukan olahraga ringan atau berjalan kaki.

Variasi diet yang mirip bernama Spud Fit Challenge juga dibuat oleh Andrew Taylor. Metode dietnya ini memperbolehkan makan ubi jalar. Untuk bumbu, rempah-rempah, dan kondimen bebas lemak juga diizinkan asalkan dalam jumlah sedikit.

Diet kentang memiliki aturan yang sangat membatasi. Karenanya, diet ini tidak cocok untuk diterapkan dalam jangka panjang.

Manfaat Diet Kentang

Selain dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat, ada beberapa manfaat lain dari diet kentang, dikutip Healthline.

1. Gizi Kentang Cukup Lengkap

Walau hanya memakan kentang selama program diet, ternyata kandungan gizi kentang cukup lengkap. Kentang menjadi sumber vitamin dan mineral penting, seperti vitamin C, potasium, folat, dan zat besi.

2. Kentang Tinggi Serat

Kentang juga memiliki serat yang tinggi. Setiap 100 gram kentang rebus tanpa garam mengandung 1,8 gram serat. Serat dapat membuat kenyang lebih lama dan bisa menjaga kesehatan pencernaan.

3. Mudah Diikuti

Diet kentang cukup mudah dilakukan karena aturannya yang terbilang sederhana. Dengan begitu, orang dapat dengan mudah mengikutinya.

4. Harga Kentang Terjangkau

Bahan utama kentang yang digunakan juga sangat mudah didapatkan di Indonesia. Terlebih, harganya cukup terjangkau. Sebab itu, tak sedikit orang yang memilih kentang sebagai alternatif diet.

Efek Samping Diet Kentang

Mengandalkan hanya kentang sebagai asupan makanan selama diet disebutkan memiliki efek samping. Berikut efek samping yang mungkin terjadi selama atau setelah diet kentang:

  • Defisiensi protein
  • Hilangnya massa otot
  • Memperlambat metabolisme tubuh
  • Fungsi kekebalan tubuh yang terganggu
  • Sembelit atau kembung
  • Tidak bertenaga dan mudah lesu
  • Anemia
  • Bisa menimbulkan masalah mata dan tulang.

Orang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes mesti berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mencoba diet kentang. Karena bisa menyebabkan kadar gula darah melonjak dengan cepat.

Diet kentang juga tergolong diet ketat. Karena itu, tidak disarankan untuk dilakukan dalam jangka panjang karena dapat merusak nutrisi yang diperlukan tubuh.

(azn/fds)



Sumber : health.detik.com

Harus Minum Berapa Cangkir Teh Hijau untuk Pangkas BB? Ini Saran Pakar Nutrisi

Jakarta

Menjaga pola makan dan rutin berolahraga adalah dua hal paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Selain itu, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat pembakaran lemak dan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

Salah satunya adalah teh hijau. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang.

Pertanyaannya, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa menurunkan berat badan? Berikut penjelasan dari pakar nutrisi di Balance One Supplements, Trista Best RD.


Sebelumnya, mari kita telaah dulu khasiat teh hijau dalam menurunkan berat badan. Dikutip dari Eat This, teh hijau adalah minuman penghancur lemak yang kaya akan kandungan antioksidan.

Sebuah penelitian pada 2021 menyebutkan teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak. Meskipun ini bukan solusi yang instan, menjadikan minum teh hijau sebagai bagian dari rutinitas harian dapat melengkapi pola makan seimbang dan gaya hidup aktif untuk pengelolaan berat badan yang sehat.

Selain itu, kandungan kafein yang ada pada teh hijau juga turut berperan dalam membantu menurunkan berat badan.

“Salah satu faktor kuncinya adalah kandungan kafeinnya, stimulan alami yang dikenal untuk meningkatkan metabolisme sementara. Peningkatan laju metabolisme ini dapat memfasilitasi pembakaran lebih banyak kalori, sehingga berkontribusi pada upaya penurunan berat badan,” terang Best.

Berapa Banyak Teh Hijau yang Harus Diminum untuk Turun BB?

Lantas, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa mendapatkan khasiat tersebut?

Sebuah penelitian pada 2013 menemukan orang yang mengonsumsi hingga empat cangkir teh hijau dalam sehari dapat mengalami penurunan berat badan, lingkar pinggang, dan tekanan darah yang cukup signifikan. Namun, Best menegaskan setiap orang memiliki jumlah optimal yang berbeda-beda.

“Menentukan jumlah optimal teh hijau untuk menurunkan berat badan dapat bervariasi berdasarkan faktor individu dan toleransi terhadap kafein. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir teh hijau setiap hari dapat memberikan beberapa manfaat,” ujarnya.

Best juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi teh hijau secara berlebihan. Sebab, kandungan kafein pada teh hijau dapat menyebabkan sejumlah efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, seperti insomnia, gelisah, peningkatan detak jantung, dan masalah pencernaan.

(ath/naf)



Sumber : health.detik.com

11 Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari, Pangkas BB sampai Cegah Penyakit

Jakarta

Minuman air lemon cukup digemari orang. Rasanya yang menyegarkan menjadikan air lemon sebagai pilihan minuman, tak terkecuali pada pagi hari. Ternyata tak hanya menyegarkan, minum air lemon juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Air lemon mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Lantas, apa saja manfaat minum air lemon di pagi hari? Simak artikel berikut.

Kandungan Air Lemon

Mengutip Healthline, 1 gelas air lemon yang diperas dari 1 buah lemon mengandung:


  • 10,6 kalori
  • 21% dari kebutuhan vitamin C harian
  • 2% dari kebutuhan folat (vitamin B9) harian
  • 1% dari kebutuhan potasium harian
  • 1% dari kebutuhan vitamin B1 harian
  • 1% dari kebutuhan vitamin B5 harian
  • 0,5% dari kebutuhan vitamin B2 harian.

Manfaat Minum Air Lemon

Berikut manfaat minum air lemon di pagi hari.

1. Menghidrasi Tubuh

Kementerian Kesehatan menganjurkan orang dewasa mengonsumsi sekitar 8 gelas (sekitar 2 liter) air per hari. Memenuhi kebutuhan air harian sangat penting untuk menghindari dehidrasi.

Jika tak suka minum air putih saja yang rasanya hambar, detikers bisa menambahkan perasan air lemon agar lebih rajin minum air.

2. Sumber Asupan Vitamin C

Buah citrus seperti lemon kaya akan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh sehingga tubuh terhindari dari inflamasi dan berbagai penyakit.

Selain itu, vitamin C juga berperan dalam metabolisme protein, memproduksi hormon, dan menyerap zat besi.

Kekurangan vitamin C akan menyebabkan kelelahan, insomnia, kulit kering, dan meningkatkan risiko tubuh terkena infeksi.

Minum air lemon di pagi hari bisa membantu menurunkan berat badan, lho. Sebab, hal ini meningkatkan rasa kenyang, sehingga mendorong kita untuk makan lebih sedikit.

Air lemon mengandung kalori dan nutrisi bagi tubuh, sekaligus membuat kita mengurangi asupan kalori berlebih dari makanan.

4. Melancarkan Pencernaan

Air lemon mengandung asam sitrat yang membantu meningkatkan kinerja asam lambung. Asam lambung berperan membantu tubuh memecah dan mencerna makanan.

Sebagai tambahan, minumlah air lemon yang masih mengandung serat lemon. Serat pada lemon meningkatkan kesehatan usus dan memperlambat pencernaan gula, sehingga menurunkan kadar gula dalam darah.

5. Mengurangi Hipertensi

Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, air lemon mengandung zat-zat yang berperan dalam menurunkan angka inflamasi dan stres, serta meningkatkan antioksidan yang mencegah oksidasi kolesterol jahat LDL dan pembentukan plak pada dinding arteri.

Riset tahun 2014 yang dilakukan oleh Faculty of Health and Welfare Prefectural University of Hiroshima bersama Pokka Sapporo Food and Beverage menunjukkan bahwa konsumsi lemon tiap hari menunjukkan kaitan dengan penurunan tekanan darah.

Tentunya air lemon saja tidak cukup untuk menurunkan tekanan darah. Demi hasil yang lebih baik, pengidap hipertensi juga perlu rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki.

6. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Air lemon kaya akan vitamin C yang mampu mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Bukan hanya vitamin C, serat pada lemon juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung secara signifikan.

7. Mencegah Batu Ginjal

Batu ginjal adalah butiran kecil yang terbentuk akibat kristalisasi zat sisa di ginjal. Asam sitrat pada air lemon mampu menurunkan risiko batu ginjal karena meningkatkan volume dan pH urine, sehingga batu ginjal tidak bisa terbentuk.

8. Mengurangi Risiko Anemia

Anemia bisa terjadi salah satunya karena tubuh kekurangan zat besi. Usus mampu menyerap zat besi heme dengan mudah. Zat besi heme ini terdapat pada daging, ayam, dan ikan. Tetapi, zat besi non heme yang terdapat pada tumbuhan lebih sulit diserap oleh usus.

Penyerapan zat besi non heme mampu ditingkatkan dengan asupan vitamin C dan asam sitrat dari air lemon.

9. Menghilangkan Bau Mulut

Menurut dokter gigi Gavin Laidlaw di situs resminya, air lemon bisa menjadi salah satu cara mengurangi bau mulut. Kandungan asam sitrat dalam lemon meningkatkan produksi saliva dan mengurangi bau mulut

10. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Mengutip Healthshots, air lemon membantu menjaga kesehatan jaringan gusi agar gigi tidak mudah copot. Selain itu, air lemon membantu mencegah gingivitis (pembengkakan gusi).

11. Mengurangi Stres

Tak hanya menjaga kesehatan fisik, minum air lemon di pagi hari juga bisa menjaga kesehatan mental. Menurut jurnalis dan penulis Sandi Schwartz di situs Ecohappiness Project, vitamin C yang terkandung di air lemon menurunkan kadar hormon stres.

Selain itu, vitamin C juga mampu mencegah kerusakan otak akibat hormon stres yang disebut kortisol.

Saat stres, tubuh mengeluarkan lebih banyak radikal bebas. Vitamin C mengontrol kadar radikal bebas dan memperbaiki tubuh. Jadi, vitamin C pada air lemon membantu melindungi tubuh dari efek stres yang menumpuk.

Itu dia berbagai manfaat kesehatan meminum air lemon di pagi hari. Perlu diingat, terlalu banyak mengonsumsi air lemon bisa mengikis enamel gigi. Untuk mengurangi risiko ini, sebaiknya minum air lemon melalui sedotan untuk mengurangi kontak dengan gigi. Lalu, berkumurlah dengan air setelahnya.

(fds/fds)



Sumber : health.detik.com