All posts by Gak Ganti Gambar

Pengin Punya ‘Body Goals’ Tapi Ogah Olahraga, Bisa Nggak Ya? Begini Kata Ahli


Jakarta

Obesitas merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang berbahaya. Penyakit yang umumnya disebabkan oleh permasalahan gaya hidup ini bisa menjadi penyebab berbagai penyakit mematikan lain. Misalnya seperti penyakit jantung, stroke, hingga diabetes.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengatasi obesitas adalah perubahan gaya hidup sehat secara total. Perubahan gaya hidup itu meliputi diet dan juga olahraga.

Muncul pertanyaan di tengah masyarakat, apakah bisa menurunkan berat badan secara sehat tanpa berolahraga? Dokter spesialis olahraga dr Elyse, SpKO menuturkan bahwa olahraga tetap dibutuhkan dalam proses penurunan berat badan.


Menurutnya, diet dan olahraga menjadi faktor yang dapat mendukung satu sama lain dalam proses menurunkan berat badan.

“Jadi nggak bisa ya menurunkan berat badan dengan sehat tanpa olahraga. Jadi kalau kita melakukan aktif harus juga melakukan hidup yang sehat dari faktor nutrisi,” kata dr Elyse dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan, Senin (4/3/2024).

“Jadi makanan itu berperan penting. Biasanya faktor dari diet itu sekitar 70 persen berkontribusi untuk melakukan gaya hidup yang sehat, terus 30 persennya itu olahraga,” sambungnya.

Ketika seseorang ingin menurunkan berat badan dengan lebih sehat, maka keduanya faktor tersebut harus berjalan beriringan tanpa hanya memilih salah satu saja. Kebiasaan diet tanpa olahraga juga dapat menyebabkan berat badan yoyo atau lebih mudah naik kembali.

“Kalau kita mau punya berat badan yang ideal, tetap sehat dan bugar. Nggak bisa tuh cuma sebelah-sebelah doang. Kalau kita misalnya melakukan dari diet saja, biasanya gampang terjadi yang namanya berat badan yoyo. Gampang turun, tapi juga gampang naik,” ungkap dr Elyse.

“Tapi kalau kita melakukan latihan fisik yang teratur disertai dengan diet yang sehat itu akan terjadi berat badan yang ideal,” pungkasnya.

(avk/kna)



Sumber : health.detik.com

Dokter Gizi Beberkan Kesalahan saat Diet Ketat, Bisa Berujung Masuk IGD


Jakarta

Memiliki berat badan ideal menjadi mimpi banyak orang. Sejumlah cara bahkan dilakukan demi diet agar memiliki bentuk tubuh impian.

Hanya saja diet tak melulu soal mengurangi porsi makan. Pada orang dengan kondisi tertentu, terlalu mengatur pola makan dengan ketat bisa berujung fatal.

“Ada juga yang beranggapan kalau niat kurangin makan, pasti bisa turun berat badannya. Lalu apa dampak dari stigma kalo makan pasti turun? Ada yang puasa, nggak makan,” kata spesialis gizi klinik dr Gaga Irawan Nugraha, SpGK(K) kepada media di Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2024).


“Intermittent fasting sampai masuk emergency karena maag-nya kambuh,” sambungnya.

Dia menambahkan masalah obesitas tak bisa ditangani hanya dengan diet dan olahraga. Beberapa hal yang juga penting dilakukan pengidap obesitas adalah memperhatikan faktor pemicu mereka mengalami kegemukan.

Obesitas menurutnya juga dipengaruhi faktor lingkungan. Jika seseorang berada di lingkungan yang gemar menyantap makanan cepat saji, misalnya, maka akan sulit untuk mengatur dan menetapkan pola makan yang baik.

Di sisi lain, otak juga memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme tubuh. Kemampuan untuk mengeksekusi keinginan makan atau tidak, keinginan untuk olahraga atau tidak merupakan salah satu peran otak bagi tubuh manusia.

“Kan yang membuat seseorang menolak tawaran makan atau minum itu otak. Yang menyebutkan ‘nggak’ itu kan yang nyuruh otak. Termasuk ketersediaan bahwa saya ingin bangun pagi untuk berolahraga walau semalam bedagang, itu semua kan ada peran dari otak,” tandasnya.

(Haifa Nur Raidah/kna)



Sumber : health.detik.com

Berat Badan Saykoji Turun 40 Kg Tanpa Pantang Nasi, Begini Tipsnya


Jakarta

Ignatius Rosoinaya Penyami alias Igor Saykoji dalam beberapa tahun terakhir sering membagikan aktivitas diet yang Ia jalani di akun Instagram pribadinya. Rapper hitz tanah air itu lagi rajin-rajinnya olahraga dan mengatur pola makan untuk menurunkan berat badan.

Igor mengaku kalau pola makannya jauh berbeda dengan yang dulu. Konsumsi makanan lebih dijaga dan tidak asal-asalan. Sekarang, dia harus melakukan kalori defisit yakni jumlah kalori yang masuk harus lebih banyak yang dikeluarkan.

“Untuk kalori itu bukan berarti kita harus makan sedikit loh, ternyata harus mengurangi makanan yang kalorinya tinggi. Saya hindarin gula dan karbohidrat berlebih. Tapi, bukan berarti nggak boleh dimakan ya. Ukurannya yang ditakar,” kata Igor saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2024).


Dia mengaku tidak menghindari konsumsi nasi, tapi memang lebih banyak konsumsi serat, seperti buah dan sayur. Tidak kalah penting juga untuk konsumsi protein karena otot di dalam tubuh akan berkembang oleh protein.

“Otot itu bisa dibangun dengan modal protein, makanya paling banyak konsumsi protein. Saya bisa lebih banyak ngenyangin diri dengan makan dada ayam dibanding makan lauk sedikit terus nasinya banyak, apalagi makan snack manis,”

Selama menjalankan diet dengan menjaga pola makan salah satunya, Igor berhasil turun sekitar 40 kg. Semula berada di angka hampir 150 kg, sekarang sudah berada di sekitar 100 kg.

Tentunya dengan berat badannya yang turun jauh, Dia mengaku sudah berganti size baju. Sekarang sudah bisa di size XL atau XXL. Sedangkan dulu, paling kecil di XXXL dan itu ngepress di badan.

(up/up)



Sumber : health.detik.com

Begini Kriteria Orang yang Bisa Jalani Operasi Bariatrik demi Turun BB


Jakarta

Operasi bariatrik kerap menjadi pilihan untuk penurunan berat badan mereka yang mengidap obesitas. Padahal, tidak semua orang dengan berat badan berlebih bisa menjalani prosedur tersebut.

Operasi bariatrik merupakan prosedur medis untuk membantu menurunkan berat badan pada orang dengan obesitas morbid, yakni obesitas dengan indeks massa tubuh di atas 40.

Namun, ternyata tidak semua orang bisa menjalaninya. Pakar gizi masyarakat Dr dr Tan Shot Yen, MHum, mengungkap indikasi dari prosedur tersebut.


“Tentu saja bariatrik itu adalah tindakan invasif. Jadi, kita tidak akan menganjurkan pasien melakukan tindakan invasif kalau yang konvensional belum dijalankan,” jelasnya dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan, Senin (4/3/2024).

Indikasi yang menandakan seseorang bisa melakukan prosedur operasi bariatrik, yakni:

  • Indeks massa tubuh harus di atas 32,5
  • Memiliki penyakit penyerta

dr Tan menegaskan orang yang bisa melakukan operasi bariatrik memang memiliki kondisi lain atau komorbid yang mengganggu kehidupannya. Misalnya seperti diabetes hingga gangguan metabolisme yang harus dalam kondisi stabil.

“Pokoknya amburadul deh, sudah gangguan metabolisme, ada hipertensi, hiperkolesterol, arthritis, yang mana sebelum dioperasi itu semua harus distabilkan dulu,” tegas dr Tan.

“Jadi, nggak bisa tiba-tiba lambungnya digunting setengah. Tentu ada indikasi dan indikasi setiap orang itu tidak sama,” sambungnya.

NEXT: Kapan bisa menjalani operasi bariatrik?

Kapan Bisa Operasi Bariatrik?

Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis kedokteran olahraga dr Elsye, SpKO, mengungkapkan soal kapan seseorang bisa melakukan operasi bariatrik. Menurutnya, pasien harus terlebih dulu dilihat dari faktor fisik dan aktivitas fisiknya.

Pasien yang akan menjalani operasi bariatrik perlu menjalani pola makan dan aktivitas fisik sesuai arahan dokter dalam waktu 3-6 bulan. Jika metode itu tidak berhasil dan tidak ada perubahan pada penyakit penyerta yang diidapnya, dianjurkan untuk konsultasi ke dokter untuk proses operasi.

Setelah operasi bariatrik, pasien akan dianjurkan untuk konsultasi ke dokter spesialis kedokteran olahraga. Ini dilakukan agar pasien bisa tetap aktif secara fisik pasca operasi.

“Setelah operasi bukan berarti harus duduk diam saja. Bukan alasan jadi malas bergerak,” beber dr Elsye.

“Tapi, kita harus tetap melakukan olahraga dan biasanya kita pantau dan tetap bekerja sama dengan dokter bedah,” pungkasnya.

(sao/kna)



Sumber : health.detik.com

Viral Tren Diet Pakai Obat Diabetes, Aman Nggak Sih?


Jakarta

Diet menjadi salah satu cara yang dilakukan para pemilik berat badan berlebih untuk mengurangi berat badannya. Ada banyak cara diet yang dilakukan, mulai dari membatasi jumlah makanan yang masuk hingga aktivitas fisik yang cukup berat.

Namun, belakangan sedang ramai mengenai pola diet yang dilakukan hanya dengan suntik obat, termasuk menggunakan obat diabetes seperti Ozempic. Obat ini belakangan jadi primadona bagi pengidap diabetes setelah dipakai pesohor seperti Elon Musk sampai Julia Fox.

“Obat suntik Ozempic itu kan sebenarnya untuk diabetes, tapi memang berfungsi juga untuk mengurangi nafsu makan. Namun, tetap saja kita tidak boleh mengandalkan obat karena itu hanya membantu merubah gaya hidup untuk jaga pola makan,” jelas dokter gizi dr Gaga Irawan Nugraha kepada detikcom saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2024).


Dikutip dari laman UCDavis Health, Ozempic bekerja dengan meniru hormon alami. Ketika kadar hormon meningkat, molekul-molekul tersebut menuju ke otak dan memberi tahu bahwa sudah kenyang. Dengan menggunakan obat suntik ini juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit serius, seperti masalah jantung.

Namun, tetap saja tingkat penurunan berat badan yang dicapai dengan obat tidak seinstan saat dilakukan pembedahan. Ibaratnya, obat-obatan hanya bekerja sebagai terapi saja.

Adapun untuk kasus obesitas dan sedang menjalankan diet, dr Gaga menyarankan 3 hal, yakni terapi antiobesitas dengan menggunakan obat-obatan, tindakan pembedahan, dan intervensi perilaku dan psikologis.

“Kalau dilakukan tindakan pembedahan itu contohnya memotong lambung. Nantinya lambung nggak bisa nampung banyak makanan. Bisa juga sedot lemak, tapi itu biasanya untuk mereka punya bagian yang bergelambir saat sudah berhasil diet. Nah, itu bisa sedot lemak,” jelas dr Gaga.

Penggunaan obat diabetes untuk diet bukan tanpa risiko. penelitian baru dari University of British Columbia memberikan lebih banyak bukti yang menghubungkan penggunaan agonis GLP-1 dengan peningkatan risiko masalah pencernaan serius, termasuk kelumpuhan lambung, pankreatitis, dan obstruksi usus.

Dalam jurnal yang dipublikasikan di laman JAMA, peneliti menemukan efek GLP-1 pada sistem gastrointestinal setelah memperhatikan seseorang di ruang gawat darurat mengalami mual dan muntah signifikan yang tidak dapat dijelaskan.

“Sebagai catatan, dia baru-baru ini memulai Ozempic untuk menurunkan berat badan,” jelas Mohit Sodhi, peneliti dan mahasiswa kedokteran tahun keempat di Universitas British Columbia dan penulis pertama studi baru ini kepada Medical News Today.

(kna/kna)



Sumber : health.detik.com

Mau Diet Tapi Tetap Makan Nasi? Ini 3 Alternatifnya

Jakarta

Diet adalah aturan makan khusus untuk kesehatan. Salah satu tujuan diet adalah menurunkan berat badan. Orang-orang yang berdiet biasanya mengontrol pola dan porsi makanan mereka.

Salah satu makanan yang kerap dihindari saat berdiet adalah nasi. Mengutip Hello Doctor, nasi sering dihindari karena tinggi akan karbohidrat dan kalori. Karena rasanya yang hambar, nasi umumnya dimakan bersama berbagai lauk lain. Sehingga dalam satu porsi makanan berisi nasi dan lauk, kita cenderung mendapat asupan kalori yang lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Bagi orang Indonesia yang terbiasa memakan nasi sebagai makanan pokok, menjalani diet tanpa nasi mungkin merupakan hal yang sulit. Namun jangan khawatir, ada berbagai alternatif diet yang bisa menurunkan berat badan meski tetap memakan nasi.


Alternatif Diet Tetap Makan Nasi

Jika detikers ingin berdiet tetapi tetap makan nasi, berikut beberapa alternatif diet yang bisa dicoba.

1. Diet Rendah Lemak

Mengutip Banner Health, ada beberapa jenis lemak dan tidak semuanya baik untuk tubuh. Misalnya, ada lemak jenuh yang terkandung dalam daging merah, keju, mentega, susu, dan lain-lain. Ada juga lemak trans yang rata-rata terbentuk dari makanan yang digoreng menggunakan minyak.

Lemak jenuh dan lemak trans mampu meningkatkan kadar kolesterol sehingga sebaiknya detikers mengurangi makanan yang mengandung kedua jenis lemak tersebut.

Tetapi, ada juga lemak yang baik untuk tubuh, seperti lemak tak jenuh yang terkandung alpukat, minyak zaitun, dan ikan salmon.

Ketika menjalani diet rendah lemak, sebaiknya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Roti, sereal, nasi, dan pasta juga boleh dikonsumsi. Daging dan susu tetap boleh dikonsumsi, tetapi pilihlah bagian daging yang mengandung sedikit lemak, seperti daging ayam. Pilihlah juga susu atau yoghurt rendah lemak.

2. Diet Vegan

Diet vegan berarti tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan. Ini mencakup daging, susu, telur, keju, sampai madu. Protein tetap bisa didapatkan dari berbagai produk nabati seperti tahu, biji-bijian, dan susu kedelai atau susu almond. Tentu saja, nasi tetap bisa dikonsumsi.

Mengutip Healthline, diet vegan sangat efektif dalam menurunkan berat badan sebab makanan yang dikonsumsi sangat rendah akan lemak dan tinggi akan serat, sehingga detikers akan merasa kenyang lebih lama. Selain mampu mengurangi berat badan, diet vegan mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

3. Puasa Selang-seling (Intermittent Fasting)

Ada alternatif diet lain bagi detikers yang tidak ingin membatasi jenis makanan yang bisa dimakan, yaitu puasa selang-seling atau intermittent fasting. Ada beberapa pola puasa yang populer, yaitu:

  • Metode 16/8: Berpuasa selama 16 jam sehari dan hanya boleh makan siang dan makan malam dalam periode 8 jam sisanya.
  • Metode eat-stop-eat: Tidak makan selama 24 jam setiap 1 atau 2 kali seminggu.
  • Diet 5:2: 2 kali seminggu, kurangi konsumsi kalori hingga 500-600 kalori sehari. Untuk 5 hari sisanya, detikers tidak perlu membatasi konsumsi kalori. Perlu diingat, 2 hari yang dipilih tidak boleh berturut-turut.
  • Warrior diet: Konsumsi buah dan sayur dalam porsi kecil pada siang hari, lalu makan kenyang pada malam hari.

Intermittent fasting mampu mengurangi berat badan karena metode diet ini mengurangi konsumsi kalori keseluruhan. Tetapi ingat, diet ini tidak akan efektif jika detikers makan terlalu banyak demi mengkompensasi kalori yang dibatasi saat berpuasa.

Perlu diingat juga bahwa metode diet ini tidak cocok untuk semua orang. Ibu hamil dan menyusui, anak-anak, remaja, dan orang-orang yang underweight tidak disarankan mengikuti pola diet ini.

Itu dia beberapa alternatif diet untuk menurunkan berat badan bagi detikers yang tetap ingin makan nasi. Namun, jangan lupa untuk tetap mengontrol porsi nasi yang dikonsumsi, ya! Perlu juga diingat bahwa tidak semua jenis diet cocok untuk semua orang. Berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk mengetahui jenis diet yang cocok untuk detikers.

Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Obesitas Berpotensi Sulit Hamil’:

[Gambas:Video 20detik]

(fds/fds)



Sumber : health.detik.com

Lebih Sehat Putih atau Kuning Telur? Begini Faktanya

Jakarta

Telur kaya akan nutrisi yang banyak manfaatnya untuk kesehatan. Makanan satu ini mengandung protein, vitamin, dan lemak sehat.

Kebanyakan orang juga sangat suka sarapan dengan telur. Misalnya telur dadar, telur orak-arik, hingga telur rebus.

Meski diolah dengan banyak cara, telur tetap bermanfaat untuk tubuh. Sebab, semua protein berkualitas tinggi, vitamin, dan mineral penting ada di dalam telur.


Tapi, yang jadi pertanyaan sebenarnya lebih sehat putih atau kuning telur ya?

Dikutip dari Times of India, ada perbedaan jumlah kalori yang signifikan pada kuning telur dan putih telur. Kuning telur berukuran besar mengandung sekitar 55 kalori, sedangkan bagian putihnya hanya 17 kalori.

Kuning telur

Kuning telur mungkin kerap dihindari karena mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan membuat seseorang rentan terhadap penyakit jantung.

Namun, dari fakta yang ada, ternyata kuning telur mengandung lebih banyak nutrisi dibandingkan putih telur. Nutrisi pada kuning telur lebih padat.

Bagian itu mengandung nutrisi penting seperti vitamin B6, B12, A, D, E, dan K. Kuning telur juga kaya akan kalsium, magnesium, zat besi, dan selenium.

Karotenoid dalam kuning telur juga membantu meningkatkan penglihatan. Itu berperan sebagai antioksidan dan melindungi mata dari radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan pada retina.

Kolin, vitamin yang larut dalam air yang terdapat dalam kuning telur memiliki sifat anti-inflamasi dan juga mengatur fungsi kardiovaskular tubuh.

NEXT: Bagaimana dengan putih telur?

Putih telur

Albumen atau yang biasa disebut putih telur merupakan lapisan luar telur. Kebanyakan orang yang sadar kesehatan cenderung hanya makan bagian ini karena bebas lemak dan rendah kalori.

Putih telur memberikan protein sehat bagi tubuh tanpa menambah kalori ekstra. Itu juga dikenal karena kemampuannya membantu membangun otot dan menambah berat badan, serta membuat kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama.

Kehadiran mineral kalium dalam putih telur dapat membantu menurunkan dan menjaga tekanan darah. Vitamin riboflavin yang ada dalam putih telur juga membantu mencegah katarak dan sakit kepala migrain.

Dalam telur utuh, zat besi terbesar sebanyak 93 persen dipegang oleh kuning telur, dan 7 persen sisanya di putihnya. Meski kedua bagian telur itu sehat, jika dilihat dari kandungan nutrisinya disimpulkan bahwa kuning telur tampaknya lebih banyak manfaatnya.

Namun, karena mengandung kolesterol yang dapat menyebabkan risiko penyakit, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang. Tapi, disarankan juga untuk tidak membuangnya karena banyak nutrisi berharga di dalamnya.

Jadi, sebaiknya konsumsilah telur secara utuh. Dengan begitu, semua nutrisi dari kedua bagian tersebut bisa didapatkan tubuh.

(sao/up)



Sumber : health.detik.com

Minum Air Lemon untuk Pangkas BB, Fakta atau Mitos?

Jakarta

Air lemon adalah minuman yang dianggap bisa membantu menerapkan pola hidup sehat. Tak heran jika minuman ini disarankan bagi yang ingin menurunkan berat badan (BB).

Dilansir dari laman Medical News Today, air lemon adalah minuman menyegarkan yang mengandung vitamin C. Namun, air lemon tidak memberikan nutrisi signifikan khususnya untuk menurunkan berat badan.

Situs Medicine Net menjelaskan, konsumsi air lemon dapat menjaga sistem pencernaan menjadi lebih sehat. Hasilnya tubuh menjadi lebih sehat, hingga mampu mencegah serangan penyakit infeksius atau noninfeksius.


Kandungan pada Satu Gelas Air Lemon

Disebutkan dalam laman Healthline, lemon seberat 48 gram yang diperas dan dicampur air hingga menjadi segelas mengandung nutrisi:

  • 10,6 kalori.
  • 21% dari kecukupan nilai kebutuhan harian (DV) vitamin C.
  • 2% dari DV folat.
  • 1% dari DV vitamin.
  • 1% dari DV kalium.
  • 1% dari DV vitamin B1.
  • 1% dari DV vitamin B5.
  • 0,5% dari DV vitamin B2.

Minum Air Lemon Untuk Turunkan BB, Bener Nih?

Penelitian yang dilakukan National Institute of Health tahun 2018 menyebutkan, mekanisme untuk menurunkan berat badan dengan konsumsi air lemon sebelum makan belum jelas.

Para ahli menyebutkan, efektivitas air lemon untuk menurunkan BB terhitung sama dengan air putih biasa. Konsumsi air lemon untuk diet membutuhkan olahraga dan makanan bergizi agar BB cepat turun.

Air lemon mungkin tak berdampak besar bagi BB, namun jelas berdampak baik bagi kesehatan. Berikut manfaat dan kandungannya:

1. Meningkatkan hidrasi

Dikutip dari penelitian National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDKK), orang dewasa membutuhkan konsumsi 8 gelas air berukuran 8 ons per hari. Namun tidak semua orang dapat minum air putih dalam jumlah banyak, sehingga perasan lemon dapat mendorong konsumsi air lebih banyak.

Adapun air lemon ini dapat membantu mengurangi beberapa penyakit seperti:

  • Kelelahan.
  • Rasa haus berlebih.
  • Kulit dan bibir kering.
  • Palpitasi jantung.
  • Rasa panas karena sembelit.

2. Mengandung Vitamin C

Buah lemon memiliki kandungan vitamin C yang berperan untuk melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Dalam penelitian yang dipublikasikan pada Journal of American College of Nutrition, disebutkan kadar vitamin C ini mampu membakar 30% lebih lemak tubuh jika diimbangi intensitas olahraga tinggi.

Vitamin C memberi manfaat sebagai berikut:

  • Mensintesis kolagen dan L-carnitine.
  • Meningkatkan metabolisme protein.
  • Meregenerasi antioksidan lain.
  • Menunda kanker tertentu dan penyakit kardiovaskular.
  • Menyerap zat besi.
  • Memproduksi hormon.

3. Alternatif Sehat Minuman Manis

Kandungan gula alami pada buah tidak memberikan efek samping berbahaya, seperti obesitas atau diabetes. Sehingga air lemon cocok menjadi pengganti minuman manis detikers yang lebih sehat dan alami.

4. Mangandung Asam Sitrat

Kandungan asam sitrat pada lemon mampu mencegah batu ginjal dengan memecah batu-batu kecil pada urine. Dilansir dari laman Healthline, National Kidney Foundation menyarankan campuran 4 ons konsentrat jus lemon saat diet dan untuk mencegah batu ginjal.

5. Melancarkan Pencernaan

Penelitian Daniela Freitas, dkk, berjudul Glycemic Response, Satiety, Gastric Secretions and Emptying After Bread Consumption with Water, Tea or Lemon Juice: A Randomized Crossover Intervention using MRI menyebutkan, asam sitrat pada jus lemon dapat meningkatkan sekresi lambung.

Kandungan zat ini mampu membantu tubuh mengolah makanan dan memperbaiki kerusakan sistem pencernaan di dalamnya. Terbukti air lemon mampu meningkatkan gerak peristaltik yang mempermudah pemindahan makanan menuju lambung.

6. Memberi Efek Diuretik

Sifat diuretik yang dimiliki air lemon mampu meningkatkan jumlah urine yang keluar dari tubuh. Kandungan flavonoid yang bekerja dengan metode detoksifikasi bisa membersihkan usus dari zat-zat beracun yang berbahaya bagi tubuh.

7. Mengandung Serat

Serat yang ada pada air lemon mampu menghindari kenaikan gula darah dan memperlama waktu keluarnya usus dari makanan. Hal ini akan menunda rasa lapar dan keinginan untuk makan para konsumennya. Uniknya kandungan pektin terbanyak justru ditemui pada kulit jeruk dan bukan jusnya.

8. Kaya Antioksidan

Pada penelitian dengan objek tikus, ditemukan antioksidan pada lemon yang berhasil mengurangi penambahan berat berlebih pada badan tikus. Antioksidan dan kandungan anti inflamasi yang ada dapat menghindari seseorang dari penyakit kardiovaskular, diabetes, obesitas, dan kanker.

Kadar Harian Air Lemon yang Dibutuhkan Tubuh

Dilansir pada laman Healthline, peneliti menyarankan satu atau dua cangkir gelas lemon per hari (lemon 48 gram yang diperas dalam segelas air). Pada takaran ini detikers akan memperoleh 21% kadar vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh.

Manfaat konsumsi air lemon untuk kesehatan memang tak perlu diragukan. Namun untuk menurunkan BB diperlukan upaya lain misal olahraga, mengatur pola makan, dan menerapkan gaya hidup sehat lainnya.

(row/row)



Sumber : health.detik.com

7 Makanan yang Bikin Kenyang Tahan Lama, Cocok Buat yang Ingin Turun BB


Jakarta

Saat ingin memilih makanan dengan rasa kenyang lebih lama, tiga kandungan yang setidaknya menjadi faktor penting adalah protein, serat, serta lemak sehat, seperti omega 3.

Makanan yang bebas bahan tambahan, cenderung semakin mengenyangkan. Sederet makanan ini cocok saat seseorang sedang menjalani diet atau mencoba memperbaiki pola makan sehat.

Apa Saja Makanan Mengenyangkan? Berikut rangkumannya dikutip dari Healthline:


1. Gandum Utuh

Biji-bijian utuh, seperti nasi merah, roti gandum utuh, dan pasta gandum utuh, dikaitkan dengan pengendalian berat badan dan menjaga berat badan yang sehat. Kandungan serat, nutrisi, dan senyawa tumbuhan yang ditemukan dalam biji-bijian dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu seseorang mengonsumsi lebih sedikit kalori sekaligus.

Biji-bijian utuh juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan, dan cenderung membantu mencapai berat badan yang sehat secara lebih konsisten dibandingkan biji-bijian olahan.

2. Yoghurt

Yoghurt juga menjadi makanan yang mengenyangkan. Penting untuk mencoba memilih variasi tambahan topping dalam yoghurt, yang rendah gula tambahan saat sedang diet.

Menambahkan buah seperti persik atau stroberi akan memberikan rasa manis yang diperlukan, dengan tambahan manfaat vitamin, mineral, antioksidan, dan serat. Topping seperti granola rendah gula atau kacang-kacangan juga dapat menambah serat, serta meningkatkan rasa kenyang.

3. Alpukat

Alpukat adalah makanan padat nutrisi. Buah ini kaya akan lemak yang menyehatkan jantung, dan merupakan sumber serat yang baik, sekitar 3 gram per 1⁄3 alpukat, adalah ukuran porsi yang disarankan.

Lemak sehat dalam alpukat juga membantu memuaskan nafsu makan lebih lama, terlebih rasanya enak.

4. Oat

Oat cukup rendah kalori dan merupakan sumber serat larut yang baik, yang memiliki kemampuan menyerap air, membantu merasa kenyang. Oatmeal juga dapat membantu melepaskan hormon kenyang dan menunda pengosongan lambung. Cobalah untuk memilih variasi topping yang polos dan tanpa rasa untuk menghindari tambahan gula yang berlebihan.

Kamu bisa menambahkan oatmeal dengan buah atau kacang-kacangan agar lebih mengenyangkan dan meningkatkan kandungan nutrisinya.

5. Ikan

Ikan adalah sumber protein yang ramping, sehat, dan mengenyangkan. American Heart Association dan Dietary Guidelines 2015-2020 merekomendasikan minimal dua porsi ikan per minggu, terutama ikan berlemak tinggi. Satu porsi setara dengan 3,5 ons atau 3⁄4 cangkir ikan serpihan.

Ikan tidak hanya memberi protein yang tersedia secara hayati, tetapi juga merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik. Lemak sehat ini bagus untuk melindungi jantung dan menurunkan peradangan di tubuh. Ikan dengan kandungan omega-3 tertinggi adalah salmon, mackerel, herring, lake trout, sarden, dan tuna albacore.

6. Kacang

Kacang adalah pilihan camilan yang bagus untuk membantu mengisi waktu di antara waktu makan pokok. Mereka adalah sumber yang baik untuk ketiga penambah rasa kenyang: protein, serat, dan lemak sehat.

Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa kacang campur meningkatkan rasa kenyang pada orang dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas sekaligus menjaga kestabilan kadar glukosa darah dan insulin.

Kacang campuran juga memiliki vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Cobalah untuk memilih kacang tanpa garam dan tanpa pemanis untuk mendapatkan manfaat kesehatan paling banyak.

7. Telur

Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi, yang dapat dijadikan makanan mengenyangkan, serta vitamin, mineral, dan antioksidan karotenoid,yang membantu melindungi kesehatan mata.

Telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein, termasuk kesembilan asam amino esensial. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa memasukkan telur lebih sering ke dalam makanan kita dapat meningkatkan rasa kenyang dan secara signifikan mengurangi asupan makanan jangka pendek.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur untuk sarapan pagi mengakibatkan berkurangnya variasi glukosa plasma dan insulin, penekanan respons ghrelin, dan berkurangnya asupan energi. Cobalah menambahkan sayuran ke dalam telur dadar yang lezat seperti bayam, jamur, dan brokoli) untuk lebih membantu meningkatkan rasa kenyang, dan juga asupan sayuran harian secara keseluruhan.

(naf/kna)



Sumber : health.detik.com

7 Cara Diet Kolesterol, Daftar Asupan yang Perlu Dikonsumsi dan Dibatasi

Jakarta

Diet kolesterol adalah metode hidup sehat dengan menekan kadar zat ini dalam tubuh. Diet juga dilakukan dengan lebih selektif pada asupan yang hendak dikonsumsi.

Mengutip laman RSUP Dr. Sardjito, diet kolesterol dilakukan untuk menurunkan kadar zat ini dalam darah di atas 250 mg/dl. Diet dilakukan untuk mencegah efek buruk kolesterol bagi tubuh, misal terjadinya gangguan jantung.

Orang yang memiliki kolesterol tinggi harus memperhatikan makanan yang ingin dikonsumsi. Kadar kolesterol yang tinggi sendiri bisa menyebabkan penyakit stroke atau jantung. Sehingga, diet kolesterol diperlukan.


7 Cara Diet Kolesterol

Diet kolesterol bisa dilakukan dengan konsumsi serat, membatasi asupan lemak jenuh, hingga membatasi alkohol. Lemak tetap bisa dikonsumsi namun dengan porsi terkontrol.

1. Tambahkan Lebih Banyak Serat Larut dalam Makanan

Mengutip situs Cleveland Clinic, makanan tinggi serat larut membantu mencegah saluran pencernaan menyerap kolesterol. Beberapa contoh makanan ini adalah aneka buah, sayur, dan kacang-kacangan.

Makanan tersebut membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) dalam darah. Jenis kolesterol ini berisiko menyebabkan obesitas hingga diabetes.

2. Batasi Asupan Lemak Jenuh

Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL yang berisiko bagi kesehatan tubuh. Sumber lemak jenuh umumnya ada di protein hewani misal daging merah, unggas, produk susu, dan turunannya.

Kandungan lemak jenuh juga bisa ditemukan pada makanan yang dipanggang dan digoreng. Konsumsi makanan dengan lemak jenuh perlu dikontrol pada pelaku diet kolesterol.

3. Hindari Lemak Trans

Lemak trans adalah jenis kandungan lain yang dapat meningkatkan kadar LDL. Kandungan lemak trans banyak terdapat pada produk olahan misal margarin batangan, kerupuk, dan kentang goreng frozen.

4. Makan Ikan Tinggi Asam Omega 3

Makanan ini perlu dikonsumsi untuk membantu meningkatkan kadar kolesterol baik. Mengutip Medlineplus ikan tinggi asam omega 3 bisa melindungi jantung dari pembekuan darah, peradangan, serta mengurangi risiko serangan.

Beberapa ikan yang merupakan sumber asam lemak omega 3 yang baik di antaranya yaitu salmon, tuna dan makarel. Jenis makanan ini sebaiknya dikonsumsi minimal dua kali seminggu, dengan pengolahan secukupnya.

5. Batasi Garam

Jumlah natrium atau garam yang dikonsumsi tidak boleh lebih dari 2.300 mg, Jumlah ini setara dengan kurang lebih satu sendok teh garam dalam sehari. Porsi tersebut mencakup semua garam yang dikonsumsi, baik yang ditaburkan ketika memasak ataupun saat makanan sudah jadi.

Membatasi asupan garam tidak menurunkan kolesterol, namun menurunkan risiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan tekanan darah. Kamu juga bisa mengurangi asupan garam dengan memilih makanan dan bumbu rendah garam.

6. Batasi Alkohol

Alkohol meningkatkan jumlah kalori dalam tubuh, yang berdampak pada berat badan. Kondisi ini ini jika terus berlanjut dapat meningkatkan risiko hipertensi, gangguan jantung, dan diabetes.

7. Konsumsi Makanan Seimbang

Untuk bisa mendapat kadar kolesterol yang sehat, penting untuk memakan makanan seimbang. Contoh dari makanan seimbang yaitu, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, makanan berprotein, susu, dan lemak.

Pola makan yang kaya dengan buah-buahan dan sayur-sayuran bisa meningkatkan senyawa penurun kolesterol dalam makanan. Senyawa ini disebut sebagai stanol atau sterol tumbuhan yang bekerja seperti serat larut.

Cara diet kolesterol tentunya bisa dilakukan dengan mudah dan murah. Pilihan menunya juga tidak mahal serta tersedia dalam banyak pilihan. Diet kolesterol dapat dilakukan tiap saat demi menjaga kesehatan.

(row/row)



Sumber : health.detik.com