Author: Gak Ganti Gambar

  • 4 Bahan yang Ampuh Hilangkan Bekas Cetakan Setrika pada Pakaian


    Jakarta

    Ketika menyetrika pakaian pasti kamu akan mengangkat permukaan logamnya. Lalu menggosokkannya kembali setelah permukaan baju yang kusut siap.

    Hal ini dikarenakan pakaian juga memiliki batas ketahanan terhadap panas. Apabila dalam beberapa menit terus ditekan panas di posisi yang sama, maka bahannya akan berubah teksturnya. Bahannya jika bahan pakaian yang digunakan tipis dan dari bahan sintetis bisa membuat bagian tersebut bolong.

    Namun jika bahan pakaian cukup tebal, hanya menyisakan cetakan permukaan logam setrika di tempat setrika yang tidak diangkat. Bekas cetakan setrika ini tidak bisa hilang hanya dengan membilasnya dengan air. Cetakan tersebut adalah bekas terbakar karena kain terlalu lama terkena panas.


    Permukaan setrika yang lebar tentu membuat cetakan tersebut terlihat jelas. Jika cetakan tersebut berada di permukaan pakaian yang mudah terlihat tentu mengganggu estetika. Alhasil kamu pasti enggan untuk memakainya kembali.

    Namun, sebenarnya cetakan dari setrika ini bisa dipudarkan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah. Sebelum menggunakan barang pembersih pada pakaian, perhatian label perawatan di dalam baju atau di bagian kerah. Hal ini untuk menghindari kerusakan lainnya pada pakaian.

    Mengutip dari laundryheap.com pada Rabu (21/2/2024), berikut beberapa bahan yang dapat membantu memudarkan cetakan setrika di baju.

    Pemutih noda

    Cairan ini mudah ditemukan di warung-warung dan bisa dibeli dengan harga dari Rp 1.000 saja. Pemutih noda biasa digunakan pada pakaian putih, tetapi ada pula yang menggunakannya untuk pakaian berwarna.

    Pastikan pula sebelum merendam pakaian cek label perawatan apakah pakaian bisa terkena cairan pemutih. Jika bahan pakaian memungkinkan, rendam baju tersebut di dalam air yang telah dicampur pemutih selama 15 menit. Setelah itu bilas dengan air bersih dan jemur.

    Lemon

    Buah yang memiliki rasa asam ini ternyata bisa menghilangkan noda cetakan setrika. Caranya dengan peras air lemon lalu campurkan dengan air panas. Setelah itu masukkan pakaian, rendam selama 15-30 menit dan jemur.

    Air Es

    Air Es dapat membantu untuk menghilangkan bekas cetakan setrika yang tipis atau tidak begitu jelas. Cara menghilangkan noda dengan air es ini cukup dengan merendamnya selama sejam. Setelah itu, coba sikat bagian bekas cetakan setrika.

    Cuka Putih

    Jenis cuka yang disarankan untuk memudarkan cetakan setrika pada pakaian adalah cuka putih saja. Cuka jenis lain justru akan menambah noda pada pakaian. Cara membersihkannya dengan membasahi noda cetakan setrika dengan cuka putih sembari menggosok nodanya. Setelah itu diamkan selama 10-15 menit baru bilas dengan air dingin.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Anak Suka Bermain Air di Dispenser? Begini Tips Pencegahannya


    Jakarta

    Dispenser adalah alat yang biasa digunakan di rumah untuk mengambil air minum dari galon. Dispenser membantu penggunanya mendapatkan air minum tanpa harus mengangkat galon setiap kali hendak minum.

    Biasanya dispenser memiliki 3 tombol untuk menyajikan suhu air yang berbeda yakni ada air mineral biasa, air panas, dan air dingin. Fitur mengubah suhu air ini membuat penyajiannya lebih instan karena tidak perlu memasak atau mendinginkan air dahulu untuk mendapatkannya.

    Namun, jika kamu memiliki anak kecil yang cukup aktif, mereka bisa saja tertarik untuk menekan kerana tau tombol pada dispenser.


    Apalagi beberapa dispenser memang dibuat tidak terlalu tinggi agar mempermudah penggunanya menaikkan galon, posisi ini menguntungkan bagi anak-anak yang ingin menekan tombol dispenser.

    Bahayanya jika anak-anak justru menekan tombol air panas dan posisi tangannya berada di saluran air keluar. Tangan anak yang terkena air panas dapat memerah dan melepuh.

    Untuk menghindari kecelakaan ini, kamu bisa menggunakan beberapa cara mengamankan dispenser agar tidak berbahaya bagi anak-anak seperti yang dikutip dari situs storables.com berikut.

    Kunci Pengaman

    Dispenser yang menggunakan saluran airnya seperti keran yang harus di tarik tutupnya bisa menggunakan semacam kunci pengaman untuk mencegah anak iseng menekanya.

    Kunci pengaman ini menahan keran diputar atau di tarik sehingga tidak ada air yang keluar. Kunci pengaman ini bentuknya tidak seperti kunci logam atau gembok melainkan seperti segel yang menutup pada bagian lubang saluran air atau pada bagian atasnya. Barang ini terbuat dari bahan plastik sehingga tahan lama.

    Menjauhkan Dispenser dari Jangkauan Anak

    Kunci pengaman terkadang menyulitkan orang lain di rumah jika perlu mengambil air minum buru-buru. Jika merasa tidak efesien, orangtua bisa memindahkan dispenser ke tempat yang tidak bisa dijangkau oleh anak seperti tempatnya yang lebih tinggi atau tidak terlihat.

    Sembunyikan Kabel Listrik dari Jangkauan Anak

    Dispenser sama seperti TV mereka membutuhkan listrik untuk dapat digunakan terutama dispenser yang menyajikan air panas dan air dingin.

    Kabel dispenser biasanya tidak terlalu panjang, sehingga stop kontak dan kabel tersebut cukup rendah dan bisa dijangkau oleh anak. Ini bisa berbahaya untuk anak yang masih merangkak atau belajar berjalan sembari berpegangan dengan benda di sekelilingnya.

    Membersihkan Secara Teratur

    Membersihkan dispenser secara teratur sebenarnya bukan hanya untuk kebaikan anak tetapi seluruh penghuni rumah yang mengonsumsi air dari alat tersebut.

    Meski air galon tersebut terbukti bersih tetapi jika alat perantaranya berlumut tentu akan terkontaminasi. Maka dari itu, membersihkan dispenser secara rutin perlu dilakukan.

    Saat membersihkan dispenser pastikan galon diturunkan dan colokan telah dicabut. Setelah itu lepas penyangga galon dan tempat alas gelas. Bersihkan menggunakan sabun colek. Untuk bagian yang sudah berlumut atau kerak bisa menggunakan air hangat sembari disikat dengan sikat kecil atau spons agar tidak merusak permukaan dispenser.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Detail Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Bangun Rumah


    Jakarta

    Membangun sebuah rumah memerlukan perencanaan yang matang. Namun, tak jarang di tengah kesibukan pembangunan rumah, hal-hal kecil yang sebenarnya merupakan detail penting bisa terlewatkan.

    Untuk membangun rumah dengan hasil yang memuaskan, pastikan untuk mempertimbangkan setiap aspek hingga ke detailnya. Hal ini akan bermanfaat untuk menjadikan rumah nyaman dan fungsional ketika ditinggali.

    Dilansir dari laman Well by Design, berikut sejumlah detail penting yang tidak boleh dilewatkan ketika membangun rumah.


    1. Lokasi

    Hal pertama yang tentunya menjadi pertimbangan orang-orang dalam membangun rumah adalah lokasi. Meski demikian, ada saja yang melupakan aspek penting terkait lokasi rumah, seperti histori dan saluran air untuk menghindari masalah di kemudian hari.

    Untuk itu, coba lakukan penelusuran sejarah dari kawasan yang ingin dibangun untuk memastikan tidak ada masalah, misalnya area tersebut bekas pemakaman, tempat pembuangan sampah, dan lainnya. Selain itu, cari tahu juga tentang perairan sekitar dan saluran air agar terhindar dari memilih area yang rawan banjir.

    2. Luas dan Tata Letak Lahan

    Sebelum membangun rumah, sebaiknya mempertimbangkan luas dan tata letak lahan untuk rencana jangka panjang. Jangan hanya merencanakan rumah untuk saat ini saja, tetapi juga memikirkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang.

    Seperti halnya jika berencana membangun keluarga ke depannya yang mungkin memerlukan ruangan lebih dan tempat bermain di halaman rumah. Lalu, bisa juga mempertimbangkan hiburan apa saja yang diinginkan, seperti gazebo, kebun, atau kolam renang di halaman luar.

    3. Tinggi Ruangan

    Tinggi ruangan atau langit-langit rumah tidak kalah penting untuk direncanakan tergantung pada kesan rumah yang diinginkan pemilik rumah. Adapun rumah dengan langit-langit yang lebih tinggi membuat ruangan terasa lapang dan sejuk.

    Untuk itu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan arsitek ataupun desainer agar membangun rumah dengan tinggi ruangan yang sesuai dengan keinginan. Namun, perlu diingat juga agar menyesuaikan pilihan pintu, jendela, dan dekor agar proporsional dengan tinggi ruangan.

    4. Material

    Ketika memilih material bangunan atau interior, bahan-bahan yang sustainable dan aman untuk kesehatan menjadi poin penting untuk dipertimbangkan. Sekarang ini, sudah ada arsitek dan desainer yang mempertimbangkan aspek kesehatan dalam pembangunan.

    Terdapat banyak komponen rumah yang rentan mengandung bahan-bahan beracun yang dapat mengancam kesehatan, seperti lantai dan cat. Agar rumah menjadi aman dan nyaman untuk ditinggali, sebaiknya lebih teliti dalam memilih bahan bangunan dan interior.

    5. Penempatan Kabel dan Stopkontak

    Detail yang tak kalah penting dalam membangun rumah adalah merencanakan penempatan kabel dan stopkontak. Meski sepele, hal ini perlu menjadi salah satu prioritas ketika merencanakan desain rumah.

    Sebab, rumah yang nyaman dan fungsional tentunya membutuhkan banyak stopkontak yang ditempatkan pada lokasi yang strategis. Selain itu, penempatan kabel perlu dibuat agar tampak rapi dan tidak berserakan di mana-mana.

    6. Pencahayaan Lampu dan Matahari

    Pencahayaan rumah sangat esensial dalam pembangunan rumah untuk mendukung keseharian maupun memberi kesan pada rumah. Tentukan posisi jendela dan letak ruangan sesuai dengan arah sinar matahari untuk sepanjang hari.

    Mungkin Anda menginginkan cahaya matahari pagi di dapur, sedangkan di ruang kerja pada sore hari. Semua itu bisa direncanakan sebelum membangun rumah.

    7. Ruang Penyimpanan

    Sebaiknya merencanakan ruang penyimpanan dalam rumah serta mempersiapkan lebih banyak ruang. Sebab, semakin banyak ruang penyimpanan akan baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta memastikan rumah tetap rapi.

    Pastikan setiap barang nantinya memiliki tempat penyimpanan khusus. Ruang penyimpanan bisa berupa lemari dan laci. Adapun laci menjadi yang tempat penyimpanan paling praktis untuk mengatur barang-barang, terutama di dapur.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Tips Jitu Dapatkan Rumah Impian yang Efisien


    Jakarta

    Kamu sedang dalam proses menjemput rumah impian? Atau sudah lama mencari tapi belum juga dapat yang pas di hati? Jangan khawatir, dengan strategi yang tepat, kamu dapat menemukan rumah impian dengan lebih cepat dan efisien. Yuk simak 9 tips jitu mempercepat pencarian rumah!

    Memburu rumah merupakan perjalanan yang unik bagi setiap orang. Durasi pencarian pun bervariasi, tergantung pada berbagai faktor. Rata-rata waktu berburu rumah berbeda-beda, tergantung pada:

    Kondisi Ekonomi: Pasar yang sedang naik daun dapat memperpanjang waktu pencarian.
    Anggaran: Semakin tinggi anggaran, semakin banyak pilihan yang tersedia.
    Tren Pasar: Pahami tren untuk menentukan waktu yang tepat untuk membeli.
    Lokasi: Permintaan di lokasi populer dapat meningkatkan waktu pencarian.
    Persyaratan dan Preferensi: Semakin spesifik kriterianya, semakin lama waktu pencariannya.
    Persaingan: Di pasar yang kompetitif, kamu harus semakin cepat bertindak.
    Waktu dalam Setahun: Musim tertentu dapat memengaruhi aktivitas pasar.


    Lantas bagaimana cara cepat mendapatkan rumah impian?

    1. Kenali Target

    Langkah pertama adalah menentukan kriteria rumah impian kamu. Buat daftar kriteria yang jelas, mulai dari lokasi, ukuran, fasilitas, dan keamanan. Apa saja yang kamu inginkan? Semakin spesifik, semakin cepat pencarian rumah kamu.

    2. Gandeng Agen Pembeli Terpercaya

    Carilah agen pembeli yang terpercaya dan memiliki banyak pengetahuan tentang area yang kamu idamkan, dengan begitu agen yang tepat akan membantu kamu untuk menemukan properti yang sesuai dengan kriteria yang kamu mau.

    3. Optimalkan Portal Properti Online

    Portal properti online dapat membantu kamu menjelajahi berbagai pilihan dan memahami nilai properti di area yang kamu minati. Ingatlah untuk selalu teliti dan cek fakta, karena informasi online tidak selalu akurat.

    4. Jelajahi Area Incaran

    Sebelum berburu, pelajari area yang anda inginkan. Hal ini juga akan memudahkan agen pembeli untuk mempersempit pencarian dan menghemat waktu kamu.

    5. Siapkan Pra-Persetujuan KPR

    Dapatkan pra-persetujuan KPR untuk mengetahui anggaranmu dan menunjukkan keseriusan kepada penjual. Konsistensi keuangan juga penting untuk meningkatkan peluang kamu menjemput rumah impian.

    6. Fleksibilitas adalah Kunci

    Sediakan waktu untuk melihat properti, dan bersiaplah untuk bergerak cepat jika kamu menemukan properti yang cocok.

    7. Catat dan Bandingkan

    Buatlah daftar periksa dan catatlah detail setiap properti yang kamu lihat. Ini akan membantumu mengingat dan membandingkan berbagai pilihan.

    8. Realistis dan Terbuka untuk Kompromi

    Memiliki preferensi yang jelas itu baik, tetapi bersiaplah untuk berkompromi dalam beberapa aspek. Pertimbangkan juga keseimbangan antara idealisme dan realisme.

    9. Bertindak Cepat dan Tepat

    Ketika kamu menemukan properti yang kamu impikan, jangan ragu! Persiapkan untuk membuat keputusan yang tepat dan menguntungkan, berdasarkan pengetahuan pasar dan konteks yang relevan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Manfaatkan Area Sempit Rumah di Perkotaan Jadi Ladang Cuan


    Jakarta

    Hidup di lingkungan kota besar seperti Jakarta adalah hal yang tidak mudah. Biaya hidup yang tinggi, serta terbatasnya lahan menjadikan peluang ide bisnis dan pemanfaatan lahan cukup terbatas.

    Bahkan tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa melakukan aktivitas berkebun di daerah perkotaan adalah hal yang tidak mungkin. Namun, anggapan ini sudah tidak valid lagi dengan munculnya sistem perkebunan di tengah kota.

    Sistem perkebunan ini dikenal dengan istilah Urban Farming. Melakukan urban farming tidak semata hanya untuk memanfaatkan lahan saja, tetapi dengan melakukan ini, kamu juga ikut membantu memerangi perubahan iklim dan menjaga lingkungan kota besar agar tetap asri.


    Jika kamu tertarik, mari kita mengenal lebih dalam mengenai urban farming di bawah ini.

    Apa itu Urban Farming?

    Dikutip dari blog.eigeradventure.com, istilah urban farming ini adalah konsep berkebun yang dilakukan di lahan terbatas, seperti pekarangan rumah, teras, balkon, dan lainnya.

    Sebelum kamu melakukan urban farming, alangkah baiknya kita mengetahui dulu jenis-jenisnya. Melansir dari simplicable.com dan online.aurora.edu, urban farming memiliki beberapa jenis, seperti vertikultur, hidroponik, aquaponik, wall garden, dan masih banyak lagi. Tentukan tipe jenis urban farming yang ingin kamu coba sesuai dengan ketersediaan tempat dan media tanamnya.

    Tips Melakukan Urban Farming

    Kegiatan urban farming adalah kegiatan yang terbilang cukup mudah untuk dilakukan dibandingkan dengan berkebun dengan media tanah. Media yang digunakan untuk melakukan urban cenderung lebih mudah didapatkan di daerah perkotaan besar karena media yang digunakan biasanya berupa barang bekas, diantaranya yaitu botol air, kaleng, dan paralon bekas.

    Setelah kamu menentukan jenis urban farming yang cocok, selanjutnya kamu harus tahu tips-tips dalam melakukannya. Di bawah ini ada tips-tips dari beberapa jenis urban farming yang bisa kamu contoh.

    1. Aquaponik

    Jenis aquaponik adalah jenis konsep berkebun yang digabungkan dengan budidaya ikan sekaligus. Jenis ini memanfaatkan kotoran ikan sebagai pupuk organik. Tanaman yang biasa dipakai dalam metode ini diantaranya adalah kangkung, pakcoy dan selada. Untuk jenis ikan yang biasa digunakan diantaranya adalah ikan lele, nila, dan ikan mas.

    Keunggulan dari penggunaan metode aquaponik adalah produk yang dihasilkan ada 2 jenis, yaitu Ikan dan sayuran.

    2. Vertikultur

    Jenis vertikultur adalah jenis konsep yang memanfaatkan media tanam bertingkat ke arah atas, biasanya menggunakan paralon atau botol bekas yang disusun vertikal. Tanaman yang biasa dipakai dalam metode ini diantaranya adalah bayam, sawi, seledri, anggur, dan strawberry.

    Keunggulan dari metode ini adalah kemampuannya untuk bisa dilakukan pada lahan yang sangat sempit namun dapat menghasilkan produk yang melimpah.

    3. Hidroponik

    Sama seperti aquaponik, metode hidroponik memanfaatkan air sebagai media tanamnya. Namun, metode hidroponik menggunakan media air mengalir terpisah yang sudah dicampur dengan nutrisi dan disalurkan kepada tanaman.

    Keunggulan dari metode ini adalah perawatan yang lebih mudah dibandingkan dengan aquaponik.

    4. Wall Garden

    Metode wall garden sebenarnya cukup mirip dengan metode vertikultur. Bedanya, metode wall garden memanfaatkan media dinding sebagai media tanam. Beberapa tanaman yang cocok untuk metode ini diantaranya yaitu umbi-umbian, cabai, tomat, dan berbagai jenis tanaman hias.

    Keunggulan dari metode ini adalah sangat minimnya penggunaan lahan. hanya berbekalkan tembok rumah yang terpapar sinar matahari saja, sudah bisa menanam berbagai macam tanaman. Tidak hanya sayuran saja, tetapi tanaman hias untuk mempercantik rumah juga bisa.

    Itulah pengenalan dan beberapa tips dalam melakukan urban farming. Bagaimana teman-teman, setelah kalian mengenal urban farming yang penuh manfaat ini, apakah kalian tertarik untuk mencobanya?

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Cuci Keset Kamar Mandi yang Baik dan Benar


    Jakarta

    Keset kamar mandi punya peran penting untuk kebersihan rumah. Seperti yang kita ketahui kalau keset kamar mandi membantu mengeringkan kaki kita yang basah.

    Pasti kamu sering temui keset kamar mandi umum yang jarang diperhatikan kebersihannya. Keadaan seperti keset basah, bau, dan lusuh sering terlihat di kamar mandi umum seperti di minimarket, SPBU, dan mushola. Termasuk di rumah juga kita kerap mengabaikan kebersihan keset.

    Keset kamar mandi harus selalu diperhatikan kebersihan dan kelembabannya agar terhindar dari bau tidak sedap dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan seperti terpeleset.


    Dilansir dari Germany Brilliant, Sabtu (30/12/2023), kamu harus rajin mencuci kain keset kamar mandi agar memperpanjang usia pakainya. Kalau per hari banyak yang menggunakan kamar mandi, disarankan untuk mencuci keset seminggu sekali. Sebaliknya jika per hari sedikit penggunaanya, kamu hanya perlu mencuci keset dua sampai tiga minggu saja.

    Begini cara mencuci keset kamar mandi

    Cuci Keset Kain dengan Tangan

    Sediakan ember lalu tuang air hangat dan deterjen. Kalau ada noda, kamu bisa kasi deterjen tepat di nodanya dan diamkan selama lima menit. Setelah itu sikat dna jemur.

    Cuci Keset Kain dengan Mesin Cuci

    Karena bahannya kain, kamu bisa mencucinya dengan mesin cuci tapi harus diperhatikan labelnya. Bersihkan dulu kesetnya dari debu lalu langsung masukkan ke dalam mesin cuci. Gunakan air hangat dan keringkan sesuai label di keset kain.

    Cuci Keset Karet dengan Tangan

    Tuang air hangat dan deterjen, lalu kamu bisa bersihkan dengan spons hingga bersih dan keringkan.

    Cuci Keset Karet dengan Mesin Cuci

    Pertama, masukkan handuk atau kain terlebih dahulu agar tidak ada kotoran yang tertinggal. Pakai air hangat untuk mencucinya. Setelah kering, keringkan keset di luar agar bentuknya tetap sama.

    Sekarang kamu sudah tahu cara-cara membersihkan keset, selamat mencoba!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Appraisal dalam Proses Pengajuan KPR?



    Jakarta

    Memiliki rumah pribadi mungkin menjadi impian dari banyak orang. Namun, kebutuhan pokok dan harga properti yang semakin meningkat seiring waktu kerap menjadi rintangan dalam mewujudkannya.

    Oleh karena itu, melakukan cicilan atau Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bisa menjadi solusi untuk meringankan beban dalam mewujudkan impian tersebut, dikarenakan sistem pembayaran kredit bisa disesuaikan dengan kondisi finansial kamu selaku debitur.

    Sebelum melakukan transaksi, ada beberapa prosedur yang harus diikuti oleh calon debitur, salah satunya yaitu appraisal. Proses ini tidaklah gratis, beban biaya proses appraisal ini ditanggung oleh calon debitur.


    Lalu, apa itu appraisal? Berapa biaya untuk melakukan appraisal? Bila kamu belum paham, sebaiknya kamu mengenalnya terlebih dahulu. Artikel di bawah ini akan membahas lebih dalam mengenai appraisal, yuk kita simak bersama!

    Apa itu Appraisal?

    Melansir dari btnproperti.co.id. Appraisal dalam KPR adalah prosedur untuk menaksir nilai sebuah bangunan yang dilakukan oleh pihak bank. bentuk prosedurnya yaitu berupa menilai kondisi bangunan dan melakukan verifikasi keabsahan dokumen pengajuan kredit oleh calon debitur. Tujuannya adalah untuk menentukan nilai jual dari rumah objek KPR tersebut.

    Prosedur ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 101/PMK.01/2014, dimana peraturan tersebut menjelaskan bahwa appraisal merupakan proses yang dilakukan untuk memberi opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI).

    Prosedur ini juga hanya boleh dilakukan oleh petugas ahli yang patuh terhadap Kode Etik Penilai Indonesia. Oleh karena itu, pihak bank penyedia KPR sudah bekerja sama dengan penilai ahli dari pihak ketiga untuk melakukan prosedur appraisal KPR ini.

    Proses appraisal ini biasanya memakan waktu selama kurang lebih 2 sampai 3 minggu. Maka dari itu, calon debitur sebaiknya menyiapkan dokumen yang diperlukan sebelum proses dimulai.

    Apa saja dokumen yang perlu disiapkan sebelum melakukan appraisal?

    • Formulir pengajuan KPR
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Fotokopi Buku Nikah (bagi pemohon yang sudah menikah)
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
    • Fotokopi Rekening Koran
    • Fotokopi Slip Gaji tiga bulan terakhir
    • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

    Dan yang terakhir, Calon debitur baiknya sudah memastikan bahwa properti yang akan ditaksir harganya sudah memiliki Akta kepemilikan dan Surat Hak Milik Tanah Bangunan untuk memverifikasi legalitas properti objek KPR.

    Faktor yang Mempengaruhi Hasil Appraisal

    Mungkin kamu bertanya-tanya, Apa saja sih faktor yang mempengaruhi hasil appraisal? Agar kamu tidak tersesat, sebaiknya kamu pahami dulu faktor-faktornya di bawah ini.

    1. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

    Hal yang pertama diperiksa oleh appraiser adalah NJOP yang tertera pada Pajak Bumi dan Banguan dari bangunan yang akan ditaksir. Walaupun NJOP bukanlah hal yang mutlak dalam menentukan nilai jual bangunan, tetapi appraise bisa menjadikan nilai ini sebagai pertimbangan dalam pendekatan harga pasar dan pendekatan biaya.

    2. Kondisi Fisik Properti

    Kondisi fisik bangunan tentu menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan nilai jual properti. Bentuk kerusakan kebocoran, jamur, rayap, tembok yang retak, cat yang pudar, dan bentuk kecacatan lain bisa mengurangi nilai harga jual properti.

    Kualitas dari fitur-fitur properti seperti listrik, saluran air, dan lingkungan properti juga menjadi faktor penentu dalam menentukan nilai jual properti tersebut, tentunya semakin buruk kondisinya, semakin kecil nilainya.

    3. Lokasi

    Lokasi dari properti akan mempengaruhi nilai dari properti tersebut. Tentunya Lokasi yang strategis seperti dikelilingi fasilitas kesehatan, pusat belanja, sekolah, transportasi umum dan lainnya akan meningkatkan nilai jual properti tersebut.

    Lokasi geografis juga bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi. Properti yang terletak di lokasi rawan bencana alam pastinya memiliki nilai lebih rendah.

    4. Akses Lokasi

    Akses seperti ketersediaan jalan dan kemudahan transportasi tentunya akan mempengaruhi nilai jual dari properti tersebut.

    5. Lingkungan Sekitar

    Yang terakhir adalah lingkungan disekitar properti seperti keamanan, pengairan, dan kebersihan. Walaupun sering dianggap sepele tetapi para tenaga ahli appraisal juga memperhatikan hal kecil ini, karena lingkungan sekitar properti juga bisa mendatangkan resiko terhadap calon penghuni.

    Berapa Biaya Apraisal?

    Untuk biaya yang diperlukan bervariatif tergantung dengan bank yang menyediakan. Dan biasanya pihak bank sudah menyediakan tim appraisalnya sendiri, jadi kamu tidak perlu repot-repot mencari orang untuk melakukan appraisal

    Kapan Biaya Apprasial Dibayarkan?

    Biasanya appraisal di awal pengajuan KPR, namun beberapa bank mungkin memiliki kebijakan yang berbeda. Kamu tidak perlu khawatir, kamu bisa berkonsultasi kepada pihak bank mengenai kebijakan ini.

    Nah, itulah pengenalan singkat terkait appraisal. Setelah mengenalnya lebih dalam apakah kamu tertarik untuk mengajukan KPR demi rumah impianmu?

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tertipu! Begini Cara Membedakan Sertifikat Tanah Asli dan Palsu


    Jakarta

    Sertifikat tanah adalah bukti resmi tertulis hak kepemilikan atas suatu lahan atau tanah yang dimiliki oleh individu maupun milik organisasi.

    Namun tahukah kamu, sertifikat ini bisa saja dipalsukan untuk disalahgunakan. namun kamu tidak perlu khawatir akan hal itu, karena disini kita akan memberikan tips atau cara untuk membedakan antara sertifikat tanah asli dan sertifikat tanah palsu. Cara ini bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara fisik, dan secara online.

    Mengenali Dari Bentuk Fisik

    Dikutip dari Lamudi, Selasa (19/12/2023), dalam beberapa kasus, sampul buku atau cover sertifikat tanah ditemukan berwarna abu-abu. Padahal cover sertifikat tanah yang seharusnya itu berwarna hijau, selain itu cap serta tanda tangan pada sertifikat tersebut berbeda dengan yang asli.


    Cek Keaslian ke Badan Pertanahan Nasional

    Cara yang selanjutnya yaitu melakukan pengecekan langsung ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kamu tidak perlu khawatir repot, prosedurnya cukup mudah, berikut adalah prosedur dan hal-hal yang perlu disiapkan untuk melakukan pengecekan sertifikat tanah di BPN.

    1. Siapkan sertifikat asli, KTP, bukti lunas PBB tahun terakhir

    2. Datang ke kantor BPN terdekat

    3. Pergi ke loket pengecekan sertifikat tanah

    4. Siapkan uang Rp 50.000 untuk biaya pengecekan

    5. Waktu pengecekan sertifikat tanah sehari

    Cek Keaslian Melalui Aplikasi Sentuh Tanahku

    Bila kamu malah untuk pergi ke BPN, kamu bisa melakukan pengecekan melalui ponsel pribadi menggunakan cara ini, berikut caranya.

    1. Download aplikasi Sentuh Tanahku di Play Store atau App Store

    2. Jika belum memiliki akun, kamu bisa daftar terlebih dahulu dengan memilih ‘Masuk’ dan pilih ‘Daftar di Sini’ dan lengkapi data yang diperlukan

    3. Selanjutnya cek link aktivasi di email dan klik tautan tersebut

    4. Login untuk masuk ke aplikasi Sentuh Tanahku dengan username dan password yang sudah dibuat

    5. Pilih layanan ‘Cari Berkas’ dan isi data yang diperlukan dan klik ‘Cari Berkas’

    Cek Keaslian Melalui Website Kementerian ATR/BPN

    Selain melalui aplikasi, kamu juga bisa menggunakan website resmi yang sudah disediakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Berikut caranya.

    1. Buka laman www.atrbpn.go.id

    2. Pilih ‘Publikasi’

    3. Pilih ‘Layanan’ lalu klik ‘Pengecekan Berkas’

    4. Isi data yang diperlukan seperti Kantor Pertanahan, Nomor Berkas, dll

    5. Klik Cari Berkas di bagian bawah

    Cek Keaslian Melalui Website BHUMI

    Website lainnya yang bisa digunakan untuk mengecek keaslian sertifikat tanah juga bisa dilakukan melalui website BHUMI. Berdasarkan catatan detikcom, website ini merupakan website peta interaktif yang bisa menampilkan bidang-bidang tanah yang terdaftar di kementerian ATR/BPN. Berikut adalah cara pengecekan keaslian sertifikat tanah melalui website bhumiartbpn.go.id.

    1. Buka website https://bhumi.atrbpn.go.id/peta

    2. Di bagian atas, klik simbol kaca pembesar bertanda plus

    3. Klik Pencarian Bidang (NIB/HAK)

    4. Masukkan nama Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan

    5. Masukkan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) atau Nomor Hak

    6. Klik “Cari Bidang”. Nantinya akan muncul informasi terkait bidang tanah yang dicari.

    Itulah cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk mengecek dan membedakan antara sertifikat tanah asli dan sertifikat tanah palsu. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Kucing Rusak Perabotan di Rumah


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan di rumah berarti kamu harus siap perabotan rumah penuh goresan atau interior berbahan kain rusak akibat cakaran mereka.

    Salah satu hewan yang kerap mencakar benda di sekitarnya adalah kucing. Jika pemilik rumah tidak menyediakan tiang khusus yang bisa mereka cakar, maka sasaran mereka adalah benda di sekelilingnya. Beberapa benda yang kerap menjadi incaran mereka adalah sofa, gorden, karpet, hingga kayu penyangga meja dan kursi.

    Tingkah kucing yang suka mencakar itu sebenarnya adalah sifat alamiah mereka, tetapi melihat sofa dan perabotan lain banyak goresan dan rusak, tentu mengganggu tampilan dalam rumah.


    Mengutip dari washingtonpost.com pada Rabu (21/2/2024), kebiasaan kucing mencakar perabotan ini bisa dihentikan dengan langkah berikut.

    Alihkan Perhatiannya

    Pendekatan pertama agar kucing tidak mencakar perabotan rumah sembarangan adalah dengan sesekali mengalihkan perhatiannya dengan mainan kucing seperti tongkat atau mainan bergerak agar mereka berlarian. Memarahi kucing tidak akan mempengaruhi mereka untuk berhenti mencakar karena itu sifat alamiahnya.

    Sediakan Tiang Cakaran atau Garukan

    Benda ini seperti rumah untuk burung. Berupa tiang tinggi dan memiliki beberapa cabang atau tempat untuk mereka beristirahat di atas. Perbedaannya di seluruh permukaan tiang dilapisi bahan kain yang disukai oleh kucing seperti karpet, karton, atau sisal.

    Jika sudah memiliki tiang garukan letakkan benda tersebut di tempat yang tepat. Dibandingkan meletakkan jauh dari perabotan yang sudah kucing rusak, ternyata lebih baik tiang diletakkan berdekatan dengan perabotan tersebut. Dengan begitu mereka akan melihat tiang garukan sebagai penggantinya. Bisa juga meletakkan tiang di ruang tersendiri untuk kucing.

    Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Jika tiang goresan tidak dapat mengalihkan perhatian kucing, bisa menggunakan penutup kuku kucing topi kecil atau biasa disebut soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Perlu diingat mungkin saja kucing tidak nyaman saat menggunakan penutup kuku ini. Sebelum memberikannya sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan.

    Melapisi Perabotan

    Memang cara paling aman adalah melindungi perabotan itu sendiri. Bisa dengan melapisi dengan suatu bahan yang tidak mudah rusak atau mengganti perabotan dengan bahan yang lebih awet dari goresan.

    Selimut bisa digunakan untuk melindungi area rawan goresan. Pilihan lainnya adalah dengan membungkus beberapa perabotan dengan menggunakan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    (aqi/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Dispenser Galon Atas atau Bawah Mana yang Lebih Baik? Ini Bedanya


    Jakarta

    Dispenser adalah alat yang mempermudah penggunanya untuk mengambil air tanpa perlu mengangkat galon setiap hendak minum. Dispenser juga penggunaannya sangat efisien dan beberapa diantaranya menyediakan fitur penyediaan air panas dan dingin.

    Tidak heran jika dispenser tersedia hampir di setiap rumah, selain karena fungsinya yang efisien, juga dispenser memiliki 2 tempat meletakkan galon yakni di atas dan di bawah.

    Keduanya sama-sama bisa mengeluarkan air dengan mudah. Adanya dua cara meletakkan galon di dispenser ini sebagai pilihan bagi pengguna yang tidak bisa mengangkat galon air yang berat seperti lansia, ibu hamil, atau orang yang cedera. Pemasangan galon biasanya bisa meminta bantuan dari petugas yang mengantarkan ke rumah, tetapi tidak semua penjual galon memiliki layanan ini.


    Sebelum memutuskan untuk menggunakan dispenser galon di atas atau di bawah ketahui kelebihan dan kekurangannya menurut situs cookindocs.com yang dikutip pada Rabu (21/2/2024) sebagai berikut.

    Kelebihan Dispenser Galon Atas

    1. Meletakkan galon atas cukup dengan mengganti dengan tutup berlubang dan badan galon dipasang secara terbalik.
    2. Harga dispenser dengan letak galon di atas lebih murah dan terjangkau.
    3. Lebih mudah mengetahui kapan air perlu diisi ulang.

    Kekurangan Dispenser Galon Atas

    1. Dispenser galon atas membutuhkan waktu lama untuk membuat air panas karena bagian atas yang terbuka membuat sirkulasi pemanasan dan pendinginannya lebih lama.
    2. Mengangkat galon yang tengahnya berlubang pasti membuat air berceceran di lantai jika galon terkena guncangan. Selain itu, mengangkat galon berat bisa membuat membuat punggung sakit.
    3. Dispenser galon atas perlu dibersihkan secara rutin karena debu biasa menumpuk di sekitar lubang. Sebaiknya setiap mengganti galon air, dispenser juga dibersihkan.

    Kelebihan Dispenser Galon Bawah

    1. Desain galon ini memasukkan galon dari bawah dan tidak perlu diangkat. Dispenser ini menyediakan ruang kosong di bagian bawah dan ada selang yang berfungsi untuk memompa air naik ke atas.
    2. Galon dan air terjamin kebersihannya karena tempat galon tertutup.
    3. Proses pemanasan dan pendinginan air jauh lebih cepat karena galon berada di tempat yang tertutup.

    Kekurangan Dispenser Galon Bawah

    1. Dispenser galon bawah memiliki teknologi tambahan untuk membantu air naik ke atas. Selain itu pemasangannya yang jauh lebih aman membuat peminatnya meningkat sehingga harga galon ini jauh lebih mahal.

    2. Ketersediaan air harus sering di cek karena tidak terlihat dari luar.

    3. Lebih sulit dibersihkan karena biasanya bagian-bagian tertentu tidak bisa dibersihkan karena berat dan memang tidak bisa dilepas.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com