Author: Gak Ganti Gambar

  • Membandingkan Aspal VS Paving Block untuk Jalan Akses ke Rumah


    Jakarta

    Ketika kamu membangun rumah, tentu kamu perlu membangun jalan masuk ke rumahmu. Khususnya untuk rumah yang memiliki garasi, pastinya kamu membutuhkan jalan untuk kendaraan mu.

    Saat kamu merencanakan untuk membangun jalan, kamu juga perlu menentukan bahan yang digunakan. Beberapa bahan yang bisa digunakan diantaranya yaitu aspal dan paving block. Lalu, diantara kedua bahan tersebut, mana yang lebih baik?

    Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan. Melansir dari build-review.com, ada beberapa hal yang perlu perhatikan saat memilih bahan antara paving block dan aspal. Berikut rangkumannya.


    Hal yang perlu Diperhatikan Saat Memilih Bahan Jalan Rumah

    1. Tampilan

    Selain untuk memberikan akses yang mudah, salah satu alasan membangun jalan masuk juga karena penampilan. Dengan adanya jalan masuk, rumah akan terlihat lebih bagus. Maka dari itu mempertimbangkan bahan jalan juga menjadi salah satu prioritas.

    Bahan aspal memiliki karakter gelap dan bertekstur. Menggunakan bahan aspal membatasi pilihan warna, karena pada umumnya aspal berwarna hitam dan semakin berjalannya waktu, warna aspal akan berubah menjadi abu-abu. Aspal juga cukup sulit untuk diwarnai, karena aspal memiliki daya serap warna yang kurang baik.

    Sebaliknya, paving block memiliki tekstur lebih mulus dan memiliki bentuk yang beragam, serta bisa diwarnai. Sehingga paving block memiliki fleksibilitas lebih baik sesuai dengan kebutuhan.

    2. Harga

    Dikutip dari masterblockindonesia.com dan kontraktorjalan.com, harga Aspal di Indonesia berkisar dari Rp 70.000 ~ Rp 150.000 per m² sedangkan paving block berkisar dari Rp 100.000 ~ Rp 200.000 per m². Maka dari itu, bila kamu memiliki budget yang sedikit, menggunakan bahan aspal bisa menjadi pilihan terbaikmu.

    Akan tetapi, bila kamu menghitungnya untuk jangka waktu panjang. Menggunakan paving block justru terhitung lebih murah. Mengapa demikian? Ayo kita simak alasannya pada poin selanjutnya.

    3. Daya Tahan dan Perawatan

    Aspal memiliki daya tahan hingga 20 tahun. Sedangkan paving block bisa bertahan hingga dua kali lipatnya. maka dari itu secara teknis, paving block bisa menjadi pilihan yang tepat bila kamu menginginkan bahan yang tahan lama.

    Untuk perawatannya, bahan aspal hanya perlu mengganti lapisan atasnya saja. Sedangkan paving block, kamu perlu menggantinya dengan yang baru.

    Mencari bentuk paving block yang sama juga bisa menjadi tantangan saat memperbaiki jalan berbahan paving block. Seburuk-buruknya, bila kamu tidak berhasil menemukan bentuk yang sama, kamu perlu mengganti semuanya. Sehingga biaya perawatan jalan berbahan paving block terhitung lebih mahal.

    4. Cuaca

    Cuaca juga menjadi faktor penting saat memilih bahan jalan. Jika rumahmu berada di lingkungan yang panas, sebaiknya kamu menggunakan paving block. Karena bahan aspal mudah meleleh saat cuaca panas, dan akan retak atau pecah ketika kembali dingin.

    5. Pemasangan

    Pemasangan aspal terhitung lebih cepat dibandingkan paving block. Aspal hanya memerlukan beberapa jam untuk mengeras dan bisa digunakan. Sedangkan paving block membutuhkan waktu berhari-hari sebelum semen mengeras dan bisa digunakan.

    6. Efek Terhadap Lingkungan

    Bahan aspal lebih ramah lingkungan karena bisa didaur ulang, sedangkan paving block memerlukan alat khusus untuk bisa diolah sebelum di daur ulang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Handuk Basah Bisa Padamkan Kebakaran Kecil di Rumah?



    Jakarta

    Ancaman kebakaran bisa terjadi di mana saja, terutama di dapur yang juga berpotensi karena memiliki sumber api dari kompor. Ada saja kejadian kebakaran di dapur karena kelalaian maupun kecelakaan.

    Kebakaran bisa timbul ketika meninggalkan masakan dengan kompor menyala terlalu lama karena lupa tengah memasak, sehingga minyak beserta makanannya terbakar. Tentunya, langkah yang paling benar adalah menggunakan alat pemadam api.

    Namun, saat tidak ada alat tersebut mungkin insting pertama seseorang adalah memadamkan api dengan menyiram. Padahal, justru menyiram air malah akan memperbesar api, bahkan menyambar orang yang menyiramnya.


    Lantas bagaimana dengan memadamkan api dengan handuk basah? Berikut ini penjelasannya.

    Melansir dari UVTV44 dikutip Senin (4/3/2024), kebakaran yang terjadi ketika memasak berarti ada unsur minyak yang terbakar. Air dan minyak tidak dapat menyatu, sehingga menyiram air justru akan membuat airnya muncrat dan menambah kobaran api.

    Adapun menggunakan handuk basah sebenarnya bisa menjadi alternatif dari alat pemadam api. Dengan catatan, handuk cukup dibuat lembap saja karena kalau terlalu basah justru dikhawatirkan ada tetesan air yang menciptakan sambaran api.

    Jadi cara yang lebih tepat adalah untuk sedikit membasahi handuk, lalu di dikibaskan untuk memastikan tidak ada tetesan air. Selanjutnya, lemparkan handuk lembab tersebut menutupi panci dan seluruh permukaan api.

    Langkah ini akan membantu padamkan api karena handuk lembap tersebut akan menghilangkan oksigen dalam panci, alhasil api tidak bisa terbentuk lagi. Sebab, api tercipta dari gabungan tiga hal, yakni panas, bahan bakar, dan udara. Hilangkan satu hal saja, maka api akan padam.

    Selain itu, yang tak kalah penting adalah untuk tidak panik menghadapi kebakaran. Segera siapkan handuk lembab, pindahkan panci dari sumber panas, matikan kompor, dan padamkan api dengan handuk tersebut.

    Dengan demikian, handuk basah sebenarnya bisa membantu padamkan api pada masakan asal tidak terlalu basah dan meneteskan air. Namun, jangan lupa agar selalu berhati-hati saat berurusan dengan api dan utamakan menggunakan alat pemadam api.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Ide Pintu untuk Rumah Minimalis Biar Terlihat Makin Manis


    Jakarta

    Tren desain rumah minimalis masih memiliki banyak sekali penggemar. Desain minimalis cenderung terlihat sederhana namun tetap menonjolkan unsur modern.

    Untuk membuat rumah dengan gaya minimalis ini, banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari bentukmya, kombinasi warna cat, perabotan di dalamnya. Gaya minimalis tak hanya terpaku pada interior dan bentuk umum keseluruhan rumah, pintu juga mempengaruhi gaya minimalis sebuah rumah .Selain fungsi utamanya sebagai pemisah dan jalan keluar masuk rumah, pintu juga menjadi elemen penting dalam desain dan arsitektur rumah.

    Bentuk dan model pintu biasanya disesuaikan dengan desain rumah untuk memaksimalkan tampilan rumah. Ada banyak sekali model pintu yang bisa disesuaikan untuk setiap desain rumah, mulai dari bentuk sampai materialnya. Beberapa bentuk dan material pintu akan cocok untuk desain rumah tertentu, termasuk juga untuk desain rumah minimalis. Bentuk pintu yang sesuai akan memaksimalkan desain rumah dan juga menambah nilai estetikanya.


    Untuk kamu penggermar gaya rumah minimalis, pintu-pintu berikut akan cocok untuk dipasang di rumah kamu!

    Pintu Minimalis dari Bahan

    Bahan Aluminium

    Ilustrasi pintu minimalis6 Ide Pintu Untuk Rumah Minimalis! Foto: Ilustrasi pintu minimalis

    Pintu dengan bahan aluminium sekarang sudah semakin banyak dipilih dan digunakan pada berbagai desain rumah saat ini. Dengan tampilannya yang simple dan bersih, pintu berbahan aluminium sangat cocok dipakai untuk untuk rumah dengan gaya minimalis. Untuk memaksimalkan desain minimalis pada rumah, inovasi pada pintu rumah aluminium kini juga memungkinkan kusen pintu lebih ramping sehingga tampilan pintu semakin minimalis.

    Bahan Kayu

    Ilustrasi pintu minimalisIlustrasi pintu minimalis Foto: Ilustrasi pintu minimalis

    Pintu berbahan kayu dengan desain minimalis adalah jenis pintu yang paling banyak digunakan. Selain bahannya yang tahan lama, sifat kayu yang dapat diolah dan dibentuk sedemikian rupa menjadikan kayu juga cocok untuk disesuaikan dengan gaya rumah yang minimalis. Penggunaan material kayu pada panel pintu cocok untuk membuat ciri khas kayu menjadi lebih menonjol, sehingga cocok untuk kamu yang menginginkan gaya minimalis dan menonjolkan kesan natural.

    Bahan UPVC

    Ilustrasi pintu minimalisIlustrasi pintu minimalis Foto: Ilustrasi pintu minimalis

    Jika kamu ingin memasang pintu dengan bahan aluminium tapi dana kamu terbatas, pintu dengan bahan UPVC bisa menjadi alternatifnya. Bahannya yang ringan, mudah diwarnai, murah, dan tahan lama adalah beberapa keunggulan bahan UPVC, sehingga bahan ini akan mudah untuk disesuaikan dengan desain rumah minimalis. Tak heran jika material UPVC kerap menjadi alternatif ekonomis pengganti material pintu alumunium yang jauh lebih kokoh, kedap air, dan tahan lama.

    Selain materialnya, kamu juga bisa menyesuaikan pintu sesuai dengan jenis-jenis dan cara kerjanya. Segala jenis pintu sebenarnya cocok dijadikan pintu untuk desain rumah minimalis. Namun ada beberapa pertimbangan untuk memastikan jenis pintu yang digunakan sudah sesuai. Dibawah ini adalah beberapa rekomendasi jenis pintu yang bisa kamu pasang di rumah minimalis kamu!

    Pintu Minimalis Berdasarkan Jenis

    Pintu Swing/Ayun

    Ilustrasi pintu minimalisIlustrasi pintu minimalis Foto: Ilustrasi pintu minimalis

    Pintu swing atau pintu ayun adalah pintu yang paling umum digunakan untuk semua tipe rumah, sehingga pintu ini juga cocok untuk rumah gaya minimalis. Pintu ini biasanya terdiri dari satu atau dua daun pintu yang bisa berayun ke satu sisi, ke dalam atau ke luar. Pintu jenis ini banyak digunakan untuk pintu masuk rumah dan pintu masuk ke kamar, atau kamar mandi. Untuk memaksimalkan konsep minimalis pada jenis pintu ini, kamu bisa memilih handle atau desain pintu ayun yang lebih simple dan modern.

    Pintu Geser

    Ilustrasi pintu minimalisIlustrasi pintu minimalis Foto: Ilustrasi pintu minimalis

    Pintu geser adalah pilihan yang tepat untuk kamu yang memiliki rumah dengan lahan yang terbatas dan minimalis karena pintu ini cukup menghemat tempat. Pintu geser menggunakan jalur di atas dan bawah panel pintu untuk bisa menggerakkannya ke kanan dan ke kiri. Material yang bisa digunakan untuk membuat pintu ini juga beragam, tapi untuk kamu yang memiliki rumah dengan lahan sempit bisa menggunakan material kaca untuk membuat pintu ini. Bahan kaca akan membuat ruangan kamu menjadi lebih terbuka dan juga terlihat lebih luas.

    Pintu Lipat

    Ilustrasi pintu minimalisIlustrasi pintu minimalis Foto: Ilustrasi pintu minimalis

    Pintu lipat juga bisa menjadi pilihan kamu jika ingin memaksimalkan ruang di rumah yang minimalis. Sama juga dengan pintu geser, pintu lipat juga menggunakan jalur di atas dan di bawah panel untuk menggerakkan dan melipatnya. Pintu ini mempunyai desain yang modern tapi juga fungsional karena kamu bisa melipatnya jika kamu menginginkan suasana rumah yang lebih terbuka dan luas, dan kamu juga bisa menutupnya jika ingin lebih banyak privasi dan lebih tertutup.

    Nah, itulah beberapa ide pintu yang bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan desain rumah kamu yang minimalis. Semoga membantu, ya!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Perlu Panik, Ikuti 3 Langkah Ini Ketika Tabung Gas Bocor


    Jakarta

    Kebocoran tabung dapat menimbulkan kebakaran apabila tidak ditangani dengan benar. Meski bisa berujung fatal, kamu tidak perlu panik kalau sewaktu-waktu menemukan tanda-tanda tabung gas bocor di dalam rumah.

    Pasalnya, kepanikan hanya akan memperparah keadaan karena tidak bertindak dengan rasional. Apalagi sebenarnya langkah yang perlu diambil untuk mengatasi tabung gas bocor tidak terlalu sulit.

    Sebenarnya, gas bocor bisa saja terjadi setelah memasang tabung gas baru karena regulator tidak terpasang dengan benar. Jadi setiap memasang tabung gas baru, selalu pastikan regulator rapat dan tidak bocor.


    Namun, kalau tabung gas bocor karena keadaan tabung yang tidak layak, maka perlu melakukan beberapa langkah mengatasi tabung gas bocor. Berikut ini tiga langkah yang perlu dilakukan kalau tabung gas bocor, berdasarkan catatan detikcom, dikutip Senin (4/3/2024).

    Kenali Tanda Kebocoran Tabung Gas

    Tanda awal kebocoran tabung gas biasanya diketahui dari bau yang tercium di dalam rumah, terutama area dapur di mana tabung disimpan.

    Jika mencium aroma gas, tidak diperkenankan untuk melakukan kontak listrik seperti menyalakan ataupun mematikan kontak listrik, biarkan saja sebagaimana keadaannya saat itu. Selain itu, jangan coba-coba rendam tabung gas ke dalam air.

    Cabut Regulator Tabung Gas

    Apabila yakin tabung gas bocor karena kerusakan pada tabung, maka penanganannya dengan segera mencabut regulator pada tabung ketika menemukan tanda kebocoran. Selain untuk menghentikan aliran gas ke kompor, juga untuk memungkinkan memindahkan tabung.

    Buat Sirkulasi Udara

    Selanjutnya, pastikan ada sirkulasi udara dengan membuka pintu dan ventilasi agar gas di dalam ruangan bisa keluar. Kemudian, pindahkan tabung ke tempat terbuka dan diamkan hingga gas habis dengan sendirinya.

    Gas yang keluar dari tabung akan bercampur dengan udara sekitar, sehingga menjadikannya netral dan aman. Lalu, amankan juga lingkungan sekitar agar tidak ada yang menyalakan api.

    Tabung Gas Terbakar

    Jika sudah muncul api pada tabung gas, berarti tabung tidak akan meledak. Maka cara penanganannya adalah dengan menutup titik api dengan karung, seprai, handuk, atau kain yang lembap. Kemudian, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Begini Cara Mencegah Kebakaran di Dapur


    Jakarta

    Dapur merupakan ruangan yang rawan terjadi kebakaran. Tak heran, ruangan ini memang difungsikan untuk menggunakan api dan gas buat memasak makanan.

    Adapun kebakaran di dapur bisa disebabkan karena kelalaian manusia maupun faktor-faktor yang tidak terduga. Oleh karena itu, penghuni rumah harus tetap berhati-hati ketika beraktivitas di area dapur, terutama ketika sedang menggunakan kompor.

    Melansir dari laman Fire and Rescue New South Wales dikutip Senin (4/3/2024), berikut ini kiat-kiat mencegah kebakaran di dapur.


    Jangan Tinggalkan Alat Masak Menyala

    Jangan pernah biarkan kompor menyala tanpa pengawasan serta meninggalkannya ketika memasak. Begitu juga dengan oven, sebaiknya tidak ditinggalkan karena dikhawatirkan kamu akan lupa, sehingga malah menimbulkan kebakaran.

    Jika benar-benar harus meninggalkan dapur, kamu bisa mematikan kompor terlebih dahulu atau memasang timer agar tidak lupa.

    Gunakan Peralatan Masak Sebagaimana Mestinya

    Sebelum menggunakan peralatan dapur seperti pemanas air, kompor, atau oven pelajari dan ikuti instruksi dari pabrik soal pemasangan dan pemakaian. Selain itu, pastikan agar alat masak dimatikan setelah selesai digunakan.

    Jangan memanaskan barang atau makanan yang tidak dianjurkan ke dalam microwave. Sebab, sejumlah makanan bisa lebih rentan untuk terbakar jika tidak sesuai ketentuan..

    Jauhkan Alat Masak dari Risiko Kebakaran

    Jangan letakkan serbet, sarung tangan, dan barang-barang yang mudah terbakar di dekat kompor. Lalu, awasi anak-anak agar tidak mendekati kompor atau oven yang menyala. Sebagai langkah pencegahan, kamu bisa memasang penghalang kompor supaya lebih aman.

    Gunakan Alat Pendeteksi Asap

    Sebaiknya memasang alat pendeteksi asap agar bisa segera mengetahui tanda-tanda maupun kebakaran di dapur. Pilih alat berjenis photoelectric di luar dapur supaya tidak sering berbunyi ketika memasak.

    Siapkan Alat Pemadam Api

    Selalu sediakan alat pemadam api dan selimut api di area dapur dan pelajari cara penggunaannya. Alat-alat ini harus diletakkan setidaknya 1 meter dari kompor dan menuju jalan keluar. Penting untuk segera mengatasi kebakaran agar tidak tumbuh dan menyebar.

    Namun, perlu diingat agar tidak memadamkan api yang disebabkan oleh lemak dan minyak dengan menyiramkan air. Cara ini hanya akan memperbesar api, bahkan luapan api dapat penyambar dirimu.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Posisi Rumah Lebih Rendah dari Jalan Rawan Kotor dan Banjir, Begini Cegahnya


    Jakarta

    Saat ini posisi rumah berada lebih rendah daripada jalan di depannya. Posisi rumah seperti ini sebenarnya tidak bagus untuk kebersihan dan keamanan rumah terutama area halaman dan teras.

    Ketika kondisi jalan lebih tinggi daripada rumah, debu dan air dengan cepat menyasar ke area rumah. Debu yang beterbangan karena terbawa angin atau dari kendaraan yang melintas bisa masuk ke halaman.

    Kemudian saat hujan, kondisi ini akan jauh lebih buruk jika tidak diimbangi dengan drainase atau selokan yang baik di depan rumah. Tanpa drainase yang cukup, air akan langsung menuju ke rumah dan bisa membuat banjir.


    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, penyebab jalanan lebih tinggi daripada rumah adalah adanya peremajaan jalan. Setiap tahun pemerintah daerah akan memperbaiki jalan dengan cara melakukan pengecoran. Namun dalam prosesnya tidak jalan tersebut hanya ditambah lapisan baru di atasnya tanpa pengerukan bagian bawah jalan. Selain itu, posisi jalan yang lebih tinggi dari rumah juga bisa disebabkan karena kontur tanah yang menurun.

    Terdapat beberapa cara untuk mencegah rumah kebanjiran saat hujan berdebu dengan posisi rumah seperti itu. Mulai dari cara paling sederhana dengan memaksimalkan drainase atau selokan hingga melakukan peninggian level lantai rumah.

    Maksimalkan Drainase di Depan Rumah

    Posisi rumah yang lebih rendah dari jalan bisa diantisipasi dengan drainase yang dapat menjadi area pembuangan pertama sebelum masuk ke area rumah.

    “Salurannya harus baik, optimal. Jadi di depannya itu harus ada saluran. Jadi strukturnya itu kan, jalan, terus lalu saluran ke bawah, baru gerbangnya. Itu salurannya harus optimal bekerjanya, jangan mampet atau buruk drainasenya,” kata Panggah saat dihubungi oleh detikProperti pada Senin (5/3/2024).

    Dia juga menyebutkan untuk rumah yang terletak di pinggir jalan raya, seharusnya desain pembangunan jalan tersebut harus dibuatkan drainase sebelum rumah warga. Ketentuan ini disebut dengan Daerah Milik Jalan (Damija).

    Membuat Tanggul

    Pembuatan tanggul kecil dapat menahan derasnya air yang turun. Panggah menyarankan lokasi tanggul ini berada jauh dari pintu utama.

    “Biasanya pake hebel (bata ringan) atau bata merah dibuat tanggul, untuk biaya yang murah. Kalau mau lebih kuat lagi misalnya dicor,” jelas Panggah.

    Meninggikan Lantai Rumah

    Jika drainase dan tanggul tidak berpengaruh untuk mencegah air masuk, maka perlu adanya peninggian level lantai rumah.

    Dia menyebutkan untuk menaikkan lantai rumah agar sejajar atau lebih tinggi yang perlu diperhatikan adalah ketinggian plafon dengan lantai. Idealnya tinggi plafon rumah adalah 3 meter. Jika lebih tinggi lebih bagus untuk sirkulasi udara dan cahaya di dalam rumah.

    Apabila tinggi plafon tersebut lebih dari 3 meter, maka menaikkan lantai beberapa sentimeter bisa dilakukan lebih mudah.

    “Bagian yang ditinggikan dari depan, carport, halaman, terus baru dinaikkan keramik ruangan utama,” sebutnya.

    Lain halnya jika tinggi atap kurang dari 3 meter, maka atap perlu dibongkar. Untuk rumah dua lantai, peninggian lantai juga akan berefek pada lantai atasnya.

    “Biasanya kita lihat di plafon itu kan masih ada sisa untuk dinaikkan atau nggak. Kalau masih bisa dinaikkan, kita naikkan. Kalau nggak bisa dinaikkan kita lihat modelnya beton ekspos, kalau di lantai atas udah lantai 2. Kita ubah konsep rumah,” ujarnya.

    Perbanyak Sumur Resapan

    Membuat biopori atau sumur resapan dapat dilakukan setelah lantai rumah dinaikkan. Pembuatan lubang sumur resapan jika kondisinya air tetap masuk ke halaman rumah.

    “Kalau tetap masuk ke halaman rumah atau carport, itu nggak masalah. Nanti solusinya buat biopori, bikin sumur-sumur resapan. Jadi ketika air itu limpah ke arah rumah, cepet kering. Tetapi rumahnya tetap clear (aman dari banjir),” pungkasnya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Bikin Ruang Shalat di Rumah biar Makin Khusyuk Ibadah


    Jakarta

    Setiap ruangan di dalam rumah mempunyai fungsi khusus. Bagi umat Islam, tak jarang yang menyediakan ruang khusus untuk beribadah atau salat yang disebut musala.

    Meski salat sebenarnya bisa dilakukan di mana saja, mempunyai musala bisa menjadi cara agar ibadah semakin khusyuk di rumah. Sebab, musala menjadi tempat khusus bagi keluarga beribadah dengan tenang dan tanpa gangguan.

    Untuk menciptakan ruang musala lebih nyaman untuk menunjang aktivitas ibadah, kamu bisa mengikuti beberapa tips desain musala sebagai berikut, dilansir dari The Halal Times dikutip Selasa (5/3/2024).


    Lokasi yang Cocok

    Tentukan lokasi musala yang nyaman di ruang yang tidak terpakai atau bahkan di kamar tidurmu. Pertimbangkan juga arah kiblat dalam memilih ruangan yang paling cocok. Lalu, pastikan ruang tersebut cukup untuk diisi sajadah. Apalagi kalau berencana menampung sejumlah orang di dalamnya.

    Warna Tembok yang Tidak Mencolok

    Tembok ruangan tentu akan menarik perhatian mata, sehingga sebaiknya memilih warna cat yang bisa menambah perasaan spiritual di dalam musala. Jika ingin nuansa ruangan yang kalem dan menenangkan, pilih warna yang lebih lembut, terang, dan netral. Kamu bisa mengecat seluruh tembok dengan warna tersebut, atau cukup pada tembok aksen saja.

    Furnitur Pelengkap

    Sebaiknya musala tidak sesak dengan banyak barang, tetapi cukup barang-barang yang dibutuhkan saja. Selain sajadah, kamu bisa menambahkan kursi, bantalan, dan meja kecil jika ada ruang lebih. Lalu, bisa tambahkan kabinet untuk menyimpan buku, Al-Qur’an, perlengkapan ibadah lainnya.

    Lantai yang Mendukung

    Karpet yang lembut bisa membantu membuat ruangan terasa lebih nyaman untuk beribadah. Tak hanya memberi sentuhan pada ruangan, karpet berfungsi sebagai alas ketika berjalan, duduk, mendekul, dan bersujud. Dengan begitu, tubuh tidak bersentuhan langsung dengan lantai yang dingin dan keras.

    Dekorasi yang Indah

    Sebagai tambahan, kamu boleh menghias ruangan dengan berbagai dekorasi bernuansa Islam, seperti kaligrafi, poster motivasi, ataupun gambar yang dibingkai. Kamu juga bisa memakai lampu LED mini untuk menambah estetika ruangan.

    Lalu, memajang bunga segar untuk memberi warna tambahan dan aroma pada ruangan bisa kamu pertimbangkan. Dekorasi ini bisa meningkatkan suasana musala dalam beribadah, serta menambah kenyamanan agar lebih khusyuk.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah di Lahan Miring Disebut Bawa Energi Buruk, Apa Solusinya?


    Jakarta

    Mendirikan rumah tidak selamanya dilakukan di permukaan yang datar, melainkan ada pula yang berada di tanah miring. Nantinya posisi rumah harus disesuaikan dengan kontur tanah tersebut.

    Rumah perlu dinaikkan agar sejajar atau lebih tinggi dari jalan. Hal ini untuk mempermudah akses masuk bagi penghuni dan kendaraannya. Selain itu, posisi rumah yang ditinggikan dapat mencegah dari banjir, erosi tanah, dan bencana lainnya.

    Posisi rumah di tanah miring ternyata tidak disarankan dalam feng shui. Melansir dari fengshuitricks.com pada Selasa (5/2/2024), rumah di lahan miring ini tidak baik karena dapat menimbulkan kerusakan pada rumah jika terjadi bencana seperti banjir.


    Struktur tanah yang miring juga dipercaya menguras chi (energi) positif yang seharusnya tersimpan di dalam rumah. Hal ini menimbulkan berbagai masalah seperti sulit dalam keuangan, masalah kesehatan, dan nasib buruk.

    Dengan pembuatan struktur rumah sama tinggi dengan jalan dikatakan bisa menjadi solusi karena dapat membantu energi chi mengalir dengan mudah tanpa ada hambatan. Lebih baik lagi rumah dilengkapi dengan drainase yang baik agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

    Selain dua cara tersebut, terdapat 4 cara lainnya agar rumah di lahan miring dapat membawa keberuntungan bagi penghuninya.

    Membangun Dinding di Depan Rumah

    Mendirikan dinding di depan rumah efektif menghalangi aliran energi chi negatif ke dalam rumah. Kamu bisa menggunakan batu bata untuk membangun dinding tersebut.

    Menanam Pohon Tinggi

    Adanya pohon di depan rumah ternyata dapat membantu menghalangi aliran energi negatif. Pohon dan bunga yang merupakan elemen kayu dipercaya membawa keberuntungan dalam feng shui. Pohon juga baik untuk sirkulasi udara dan membuat sejuk rumah. Keberadaan pohon di tanah yang miring juga dapat mencegah longsor sehingga rumah akan tetap aman.

    Ubah Posisi Pintu

    Lokasi pintu depan juga ternyata berpengaruh pada keberuntungan pemilik rumah. Jika dirasa membahayakan, disarankan untuk mengubah posisinya. Selain itu, pintu rumah berwarna yang menguntungkan seperti merah. Warna merah melambangkan kekuatan, kekuatan, dan keaktifan.

    Pastikan Pencahayaan Rumah Maksimal

    Pencahayaan dapat menarik aliran energi positif ke dalam rumah dan menghalau energi negatif. Hal ini diperlukan untuk mempermudah pekerjaan di dalam rumah karena biasanya rumah yang berada di lahan miring dianggap pencahayaannya kurang baik.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Renovasi Minim Budget untuk Rumah Minimalis Sambut Ramadhan



    Jakarta

    Bulan suci Ramadhan sudah dekat, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh makna bagi umat Islam. Terutama bagi masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah Islam.

    Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak dari masyarakat Indonesia yang ingin membuat momen ini menjadi spesial. Salah satunya adalah dengan mendekorasi atau bahkan merenovasi rumah agar terlihat lebih indah.

    Biasanya mereka memanfaatkan uang THR (Tunjangan Hari Raya) yang akan mereka dapatkan pada hari raya Idul Fitri untuk melakukan dekorasi atau renovasi ini.


    Nah, kali ini kita akan berbagi tips untuk menggunakan uang THR secara efisien saat merenovasi rumah kamu. Dikutip dari sensestudio.co.id, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk menghemat biaya renovasi rumahmu, berikut rangkumannya.

    Tips Menghemat Uang Saat Renovasi Rumah

    1. Buat Anggaran Khusus

    Membuat rencana secara matang tentunya adalah hal yang umum. Kamu harus menentukan kapan rumahmu akan direnovasi, dan berapa biayanya. Kamu bisa menggunakan tabungan yang sebelumnya sudah kamu siapkan sebelum bulan Ramadhan dan menggabungkannya dengan sebagian THR yang akan kamu dapat.

    2. Lakukan Renovasi Secara Bertahap

    Lakukanlah renovasi ini secara bertahap dan hindari renovasi rumah menjelang hari raya Idul Fitri. Hal ini perlu kamu lakukan karena harga material akan naik saat menjelang hari raya Idul Fitri.

    3. Gunakan Bahan Bekas

    Menggunakan material bekas juga bisa kamu lakukan untuk menekan biaya renovasi. Kamu bisa membeli material hasil daur ulang, atau membeli perabot bekas yang masih layak pakai.

    4. Jual Perabot Tidak Terpakai

    Bila kamu memiliki perabot yang sudah tidak terpakai, alangkah baiknya kamu menjualnya saja. Selain bisa membantu biaya renovasi, kamu juga bisa membuat ruangan terasa lebih lega.

    Itulah rangkuman tips menghemat biaya renovasi untuk kamu yang ingin merenovasi rumahmu sebelum bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat!

    5. Gunakan Konsep Minimalis

    Konsep minimalis bisa menjadi salah satu alternatif. Selain menghemat biaya, konsep ruangan yang minimalis bisa menghasilkan suasana yang nyaman.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Meninggikan Rumah yang Lebih Rendah dari Jalan, Segini Kisaran Biayanya



    Jakarta

    Penyebab banjir bukan hanya berasal dari drainase mampet atau kurangnya daerah resapan. Lokasi bangunan yang berada di jalan menurun juga bisa membuat rumah kebanjiran karena sifat air yang mengalir menuju permukaan terendah.

    Antisipasi yang bisa dilakukan agar rumah tidak terkena limpasan air adalah dengan meninggikan fondasi rumah sejajar atau lebih tinggi dari jalan.

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, ketinggian carport dengan jalan itu idealnya 20-30 cm. Carport dibuat menurun untuk memudahkan akses keluar masuk terutama saat mengeluarkan kendaraan.


    Proses meninggikan rumah bukan hanya pada bagian carport saja, melainkan pada bagian lantai atau keseluruhan bangunan. Jika fondasi rumah sudah terlanjur dibuat lebih rendah dari jalan maka meninggikan rumah bisa dilakukan dari lantai dengan mempertimbangkan ketinggian plafon.

    “Naikin keramik, lihat plafonnya, kalau misalkan masih 3 meter masih aman, bawahnya kita tinggiin. Tapi kalau nggak bisa, mau nggak mau dibongkar atapnya, bongkar daknya,” kata Panggah saat dihubungi tim detikProperti.

    Pembongkaran atap juga berlaku untuk rumah dua lantai. Jika ketinggian atap di lantai pertama kurang dari 3 meter maka lantai dua perlu dibongkar untuk menaikkan atapnya.

    “Biasanya kita lihat di plafon itu kan masih ada sisa untuk dinaikkan atau nggak. Kalau masih bisa dinaikkan (lantainya), kita naikkan. Kalau nggak bisa dinaikkan kita lihat modelnya beton ekspos, kalau di lantai atas sudah lantai 2. Kita ubah konsep rumah,” tambahnya.

    Perlu diketahui dengan meninggikan rumah maka berpengaruh pada perubahan komposisi ruangan. Biaya yang dibutuhkan untuk meninggikan rumah menurut Panggah sekitar Rp 150-200 juta untuk rumah tipe 36. Sementara untuk waktu pengerjaannya membutuhkan 3-4 bulan.

    “Sebenarnya ninggiin lantai itu nggak terlalu mahal, tapi efek dari pekerjaan nambah level itu kemana-mana. Plafon jadi lebih pendek, kalau mentok harus bongkar atap, ninggiin dinding sekeliling termasuk luar, pasang atap lagi untuk meninggikan plester dan aciannya,” jelasnya.

    Biaya meninggikan rumah Rp 150-200 juta tersebut merupakan kisaran untuk biaya peninggian struktur, peninggian dinding, pembongkaran rangka dan atap, pemasangan kembali rangka dan atap, pengurugan lantai, pemasangan keramik lantai baru, pembongkaran rangka plafon dan pemasangan kembali, pemasangan instalasi air dan listrik, plester acian dinding, hingga pengecatan rumah.

    Tetapi jika rumah memungkinkan untuk meninggikan bagian lantai saja tanpa bongkar plafon, maka biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 10-12 juta untuk rumah tipe 36. Biaya tersebut sudah termasuk dengan biaya tukang, tanah urugan, dan keramik, menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat.

    “Bagian lantai yang ditinggikan dari depan, carport, halaman, terus baru dinaikkin keramik ruangan utama,” sebut Panggah.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com