Author: Gak Ganti Gambar

  • Cara Cek Sertifikat Tanah Makin Mudah, Cuma Gerakin Jempol!


    Jakarta

    Sertifikat tanah merupakan dokumen penting untuk membuktikan kepemilikan tanah seseorang. Kini, untuk bisa mengecek sertifikat tanah lewat jempol saja alias berselancar secara online.

    Nah, untuk mengetahui keabsahan sertifikat tanah, tentunya harus dicek. Hal ini untuk menghindari adanya upaya pemalsuan sertifikat tanah oleh oknum tertentu.

    Cara cek sertifikat tanah secara online kini bisa dilakukan dengan mudah. Caranya bisa melalui website resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan (ATR/BPN), melalui aplikasi Sentuh Tanahku, atau bahkan website BHUMI.


    Cek Sertifikat Tanah Secara Online Lewat Website Kementerian ATR/BPN

    Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengecek sertifikat tanah adalah melalui website Kementerian ATR/BPN. Berikut ini caranya.

    1. Buka laman www.atrbpn.go.id
    2. Pilih ‘Publikasi’
    3. Pilih ‘Layanan’ lalu klik “Pengecekan Berkas’
    4. Isi data yang diperlukan seperti Kantor Pertanahan, Nomor Berkas, dll
    5. Klik Cari Berkas di bagian bawah

    Cek Sertifikat Tanah Secara Online Lewat Aplikasi

    Cara lainnya untuk mengecek keabsahan sertifikat tanah adalah melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Begini caranya.

    1. Download aplikasi Sentuh Tanahku di Play Store atau App Store
    2. Jika belum memiliki akun, kamu bisa daftar terlebih dahulu dengan memilih ‘Masuk’ dan pilih ‘Daftar di Sini’ dan lengkapi data yang diperlukan
    3. Selanjutnya cek link aktivasi di email dan klik tautan tersebut
    4. Login untuk masuk ke aplikasi Sentuh Tanahku dengan username dan password yang sudah dibuat
    5. Pilih layanan ‘Cari Berkas’ dan isi data yang diperlukan dan klik ‘Cari Berkas’

    Website BHUMI

    Website BHUMI.atrbpn adalah situs peta interaktif yang terintegrasi dengan geoportal ATLAS untuk menggambarkan bidang-bidang tanah yang terdaftar di Kementerian ATR/BPN. Caranya adalah sebagai berikut:

    1. Buka website https://bhumi.atrbpn.go.id/peta

    2. Di bagian atas, klik simbol kaca pembesar bertanda plus

    3. Klik Pencarian Bidang (NIB/HAK)

    4.Masukkan nama Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan

    5. Masukkan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) atau Nomor Hak

    6. Klik “Cari Bidang”

    7. Akan muncul informasi terkait bidang tanah tersebut

    Demikian cara mengecek sertifikat tanah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Luas Tanah di Sertifikat dan PBB Berbeda, Ini yang Harus Dilakukan


    Jakarta

    Setiap bangunan pasti akan dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang besarannya tergantung pada luas tanah dan bangunan. Namun, bagaimana jika luas tanah yang tercantum dalam sertifikat tanah dan PBB berbeda?

    Perbedaan luas tanah ini bisa terjadi pada hunian berbentuk perumahan atau rumah yang berdiri di lahan sendiri. Kedua jenis bangunan ini sama-sama bisa mengajukan perubahan nilai luas tanah apabila terjadi kesalahan.

    Hal ini dapat berpengaruh pada jumlah nominal pajak yang harus dibayarkan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terhitung Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB). Maka dari itu kamu perlu menyamakan luas tanah tersebut ke BPN (Badan Pertahanan Nasional) atau BAPPENDA (Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah).


    Perlu diketahui luas tanah di sertifikat tanah dengan PBB yang tidak sama bisa terjadi secara sengaja. Hal ini biasanya terjadi pada rumah yang dibangun pada lahan pribadi. Misalnya luas tanah seharusnya adalah 1.000 meter persegi, tetapi saat didaftarkan oleh petugas pajak atau kecamatan menjadi 900 meter persegi.

    Menurut pengacara dan pengamat properti Rizal Siregar, pengurangan nilai luas tanah ini terjadi karena adanya perubahan tata ruang, pengurangan tapel batas, tanahnya, daerah aliran sungai, dan sebagainya.

    “Kalau di daerah tersebut mengalami perubahan tata ruang ya. Tapi kalau tidak ada perubahan. dia tetap menjadi sempurna (luas tanahnya),” kata Rizal Siregar saat dihubungi tim detikProperti pada Jumat (22/3/2024).

    Kondisi ini tentu akan berbeda jika rumah berada di dalam sebuah perumahan yang sejak awal pengembang telah menyatakan luas tanah dengan jelas. Jika luas tanah dalam sertifikat berbeda dengan PBB maka kesalahan ada pada pengembang yang salah saat memasukkan data.

    “Karena kita sebagai pembeli yang beritikad baik jadi nggak mungkin developer (pengembang) terjadi pengurangan-pengurangan angka di tanah kita, di luas bangunan kita, di PBB dengan sertifikat,” jelas Rizal.

    Jika nantinya ada perbedaan luas tanah yang tertera pada sertifikat dan PBB, maka pemilik rumah perlu beracuan pada data luas tanah di sertifikat tanah.

    “Tetap yang dilihat itu adalah luas tanah, bukan luas PBB. Kalau ada pengurangan-pengurangan nggak mungkin, berarti developer-nya lalai itu,” ujarnya.

    Proses Pengajuan Perubahan Luas Tanah yang Berbeda

    Rumah di Perumahan

    1. Cek luas tanah

    Untuk mengetahui berbeda atau tidak, tentu pemilik rumah perlu mengetahui luasnya. Pemilik rumah perlu memastkan pada besaran luas tanah di sertifikat telah sesuai dengan yang dijanjikan pengembang.

    2. Minta Surat Pengantar dari Pengembang

    Jika ada perbedaan, letak kesalahan berasal dari pengembang. Dengan begitu kamu perlu meminta surat pengantar dari pengembang bahwa terjadi pengurangan luas tanah dari yang seharusnya.

    “Harus developer menerbitkan surat. Dia terlibat dan ikut karena posisinya developer bertanggungjawab,” jelas Rizal.

    3. Ajukan surat pengantar dan dokumen lainnya kepada BAPPENDA untuk bisa merubah luas tanah rumah yang tidak sesuai.

    Rumah di Lahan Sendiri

    1. Cek luas tanah

    Untuk rumah yang dibangun di lahan sendiri, kamu perlu melihat nilai dari PBB. Jika ada pengurangan, bisa jadi karena saat dimasukkan datanya, besaran luas tanah sudah dikurangi dengan perubahan tata ruang, pengurangan tapel batas, tanahnya, daerah aliran sungai, dan sebagainya.

    Jika tidak ada masalah pada perubahan tata ruang, maka kamu bisa mengajukan perubahan luas tanah agar sama dengan yang tertera pada sertifikat tanah.

    2. Minta Surat Pengantar dari Kepala Desa atau Kelurahan

    Perubahan besaran luas tanah rumah yang tidak sesuai perlu mendapat surat pengantar dari kepala desa atau kelurahan.

    3. Ajukan Surat Pengantar dan Dokumen Lainnya kepada BAPPENDA untuk Bisa Mengubah Luas Tanah Rumah yang Tidak Sesuai.

    Dokumen yang Perlu Dilampirkan

    Selain surat pengantar, saat mengajukan perubahan luas tanah yang salah atau berbeda antara di sertifikat tanah dan SPPT PBB, kamu perlu melengkapi dengan dokumen pendukung. Setiap daerah dokumen yang dibutuhkan akan berbeda, kamu bisa mengeceknya secara online di situs BAPPENDA daerah masing-masing.

    Sebagai contoh, mengutip dari BAPPENDA Bogor, berikut beberapa dokumen yang perlu disiapkan.

    1. Fotocopy SPPT PBB P2 Tahun Pajak Terbaru;
    2. Fotocopy Kartu Identitas Wajib Pajak dan Kuasa Wajib Pajak;
    3. Surat Kuasa Khusus /Surat Kuasa dari Wajib Pajak;
    4. Formulir SPOP (Surat Pemberitahuan Objek Pajak) dan atau Lampiran SPOP bukti kepemilikan tanah dan bangunan;
    5. Fotocopy Sertifikat/Akte Jual Beli/Risalah Lelang/Akta Waris/Akta Hibah/SK Pengadilan/Akad Kredit;
    6. Surat pengantar dari desa yang memuat Keterangan Riwayat Tanah & tidak Sengketa;
    7. Fotocopy Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Surat Keterangan Luas Bangunan dari Desa atau Kelurahan;
    8. Foto bangunan tampak depan.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Ular Masuk Rumah, Kita Harus Apa?


    Jakarta

    Kejadian ular masuk rumah atau ular ditemukan di dalam rumah kerap dialami warga Indonesia. Ular cenderung menyukai tempat yang gelap dan lembab karena ular adalah hewan berdarah dingin. Tak jarang ular ditemukan di kamar mandi, plafon rumah, atau bahkan lemari.

    Meskipun kejadian ular masuk rumah sudah sering terjadi, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular mendekat ke rumah. Ketua Sioux Snake, Sioux One, menjelaskan alasan ular masuk ke rumah adalah untuk mencari makan dan mencari tempat berlindung. Jadi, cara mencegah ular masuk rumah adalah dengan mengurangi makanannya dan menjaga kebersihan rumah.

    “Ular mendekat ke rumah karena mencari makan dan mencari tempat berlindung. Cara agar ular tidak mendekat adalah kurangi makanannya, dengan cara buang sisa makanan di tempat sampah dan jangan sampai keluar keselokan, khawatir mengundang tikus. Lalu, jangan menumpuk barang terlalu lama, pohon yang sudah menjulang ke arah rumah dipangkas,” ungkap Sioux One lewat pesan seluler kepada detikcom, Rabu (20/3/2024)


    Cara-cara tersebut bisa dilakukan untuk menghindari ular masuk ke rumah. Namun, apa yang harus dilakukan jika ular sudah terlanjur masuk rumah? Pertanyaan ini seringkali muncul di benak orang-orang saat pertama kali melihat ular di rumah. Biasanya karena takut dan panik, kebanyakan orang akan berlari.

    Padahal, hal pertama yang harus dilakukan saat bertemu ular di rumah adalah tenang dan waspada. Ular yang masuk ke rumah belum tentu menyerang penghuninya. Akan tetapi, ular akan mudah terprovokasi saat melihat gerakan-gerakan yang mengagetkan, jadi sangat disarankan untuk meminimalisir gerakan.

    “Kalo sudah terlanjur ular masuk ke dalam rumah, tenang. Gunakan metode STOP, pantau ular geraknya ke mana, jika ke dalam kamar, lebih baik ditutup agar tidak keluar. Jika terlihat tidak masuk ruangan, usahakan ruangan yang bisa di jangkau tutup pintu nya. Call Sioux Snake Rescue atau Damkar terdekat,” kata Sioux menjelaskan.

    Sempat disebutkan apabila ular sudah masuk ke dalam rumah gunakan metode STOP. Metode STOP adalah Silent, Thinking, Observe, dan Prepare. Berikut ini caranya.

    Metode STOP

    1. Silent

    Jika bertemu ular harus diam sejenak. Diam ini dari pergerakan bukan suara, jadi dibolehkan untuk memanggil asalkan tidak bergerak.

    2. Thinking

    Berpikir ular apa yang dilihat, di mana lokasinya.

    3. Observe

    Melihat sekeliling tempat apakah ada alat, atau lokasi aman untuk menghindar.

    4. Prepare

    Langkah selanjutnya, apakah mau menjauh, atau apa. Sebaiknya menjauh sambil memantau ular itu pergi ke mana.

    Selain itu, Sioux juga mengatakan tidak ada bahan yang bisa untuk mengusir atau mencegah ular masuk rumah, termasuk penggunaan garam. Namun, ular bisa diusir dengan menggunakan sapu, gagang pel, atau obat nyamuk.

    “Untuk mengusir apabila ular sudah masuk, bisa pakai sapu bergagang, kain pel bergagang, dorongan air bergagang, atau semprotkan obat nyamuk atau pewangi ruangan,” pungkasnya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jakarta Diterjang Banjir, Ini 5 Tips Agar Rumah dan Listrik Aman


    Jakarta

    Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Jumat (22/3/2024) sejak pukul 04.00 WIB telah menyebabkan banjir di 14 rukun tetangga (RT) dan 15 ruas jalan menurut pantauan Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

    “BPBD mencatat genangan saat ini terdiri dari 14 RT atau 0,045 persen dari 30.772 RT dan 15 ruas jalan tergenang yang ada di wilayah DKI Jakarta,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan seperti yang dikutip dari detikNews pada Jumat (22/3/2024).

    Sebanyak 13 RT yang tergenang banjir berada di wilayah Jakarta Barat, dengan ketinggian air berkisar 30-55 cm. Sementara itu, satu RT lainnya berada di wilayah Rawa Terate, Jakarta Timur.


    Ketinggian air 30-55 cm ini setara dengan tinggi betis dari orang dewasa. Kondisi ini tentu menyulitkan penghuni rumah untuk bergerak dan akan berbahaya jika air semakin tinggi.

    Sebelum meninggalkan rumah untuk mengungsi sebaiknya pastikan rumah dan listrik dalam keadaan aman dengan cara berikut. Berikut ini tipsnya.

    1. Matikan Listrik di Rumah

    Saat air sudah masuk ke dalam rumah, langsung matikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) karena ditakutkan ada stopkontak terjadi korsleting listrik.

    Mengutip dari situs Perusahaan Listrik Negara (PLN), peralatan listrik yang masih tersambung dengan stopkontak dan alat elektronik sebaiknya dinaikkan ke tempat yang lebih aman. Selain itu, cabut barang elektronik yang masih tersambung ke listrik.

    Apabila terjadi banjir dan belum sempat mematikan listrik, kamu bisa melaporkan melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat.

    2. Pakai Lampu Darurat

    Selama listrik mati, otomatis rumah dalam keadaan gelap atau kurang pencahayaan, kamu bisa menerangi rumah dengan cahaya dari senter, ponsel, atau lampu darurat yang tersedia di rumah. Hindari menggunakan lilin karena permukaan rumah yang tidak stabil akibat pergerakan air.

    Jika perlu keluar saat banjir atau berjalan di dalam rumah bisa gunakan alat untuk memandu jalan seperti kayu panjang, tiang payung, sapu, dan atau barang panjang lainnya agar tidak tersandung atau terperosok di lubang.

    3. Taruh Perabotan di Tempat Tinggi

    Pindahkan perabotan yang ringan dan kecil ke atas dan kering agar tidak terendam banjir terutama yang berbahan kain atau besi yang mudah berkarat dan timbul jamur. Untuk barang-barang berharga, simpan ke tempat yang kering dan aman sehingga saat meninggalkan rumah tidak ada barang yang hilang dan rusak.

    4. Jangan Tutup Saluran Air

    Biarkan saluran air tetap terbuka untuk mempercepat air surut. Namun, tetap gunakan semacam penyaring agar hewan seperti ular tidak keluar dari lubang di dalam rumah.

    5. Kunci Rumah

    Saat listrik dimatikan tidak ada barang elektronik yang berfungsi termasuk alat keamanan di rumah seperti smart door atau CCTV. Dengan demikian kamu perlu menggunakan sistem keamanan manual. Sebelum meninggalkan rumah untuk mengungsi pastikan sudah mengunci pintu, jendela, pagar, menutup gorden, dan akses lainnya agar tetap aman.

    Itulah tips supaya rumah dan listrik aman saat terjadi banjir. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pajang Lukisan hingga Foto Keluarga di Rumah, Bolehkah Hukumnya Menurut Islam?



    Jakarta

    Kita ingin mendandani rumah kita agar terlihat estetik dan nyaman ditinggali. Salah satu cara untuk mendekorasi rumah adalah dengan memajang barang-barang seperti patung, lukisan atau hanya foto keluarga.

    Nah bagaimana hukumnya menurut Islam? Apa ajaran Islam memperbolehkan kita memajang barang-barang tersebut?

    Patung

    Patung kerap dijadikan sebagai pelengkap interior rumah. Namun, keberadaan patung di rumah menurut ajaran Islam justru tidak dianjurkan meskipun sekadar menjadi pajangan karena dikhawatirkan akan mengurangi keberkahan dalam rumah tersebut.


    Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tarmidzi.

    “Sesungguhnya malaikat tidak memasuki suatu rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar timbul (relief).” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban)
    Relief atau patung yang dilarang dalam Islam adalah karya seni pahatan berbentuk makhluk hidup seperti manusia dan hewan yang menyerupai ciptaan Allah SWT. Rumah tersebut tidak akan mendapatkan keberkahan karena Malaikat enggan mengunjungi hunian tersebut.

    Anggota anggota Dewan Pengawas Syariah LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Mohamad Suharsono, mengatakan para ulama berpendapat keberadaan patung di dalam rumah seorang Muslim tidak dianjurkan karena dikhawatirkan akan mengurangi keberkahan rumah tersebut, malaikat rahmah enggan memasuki rumah tersebut.

    Ilustrasi lukisan aliran impresionisme Pierre-Auguste RenoirIlustrasi lukisan aliran impresionisme Pierre-Auguste Renoir Foto: Dok. BBC

    Lukisan

    Karya seni lainnya yang dilarang dalam Islam adalah lukisan manusia dan hewan yang terlalu detail hingga menyerupai ciptaan Allah SWT.

    Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan dalam Hadits Bukhari dan Muslim berikut.

    “Barangsiapa yang di dunia pernah menggambar gambar (bernyawa), ia akan dituntut untuk meniupkan ruh pada gambar tersebut di hari kiamat, dan ia tidak akan bisa melakukannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Namun untuk lukisan, terdapat beberapa keringanan dan pengecualian. Suharsono menjelaskan jika ingin melukis manusia atau hewan sebaiknya beberapa potongan saja dan tidak secara detail.

    “Kalau melukis hanya beberapa potong saja tidak seluruhnya boleh saja, tanpa kepalanya. Yang tidak boleh itu melukis yang utuh dari ujung kepala hingga kaki,” jelas Suharsono saat dihubungi oleh detikProperti pada Rabu (21/3/2024).

    Sementara itu, lukisan yang menggambarkan pemandangan alam, pohon, dan tanaman masih diperbolehkan dalam Islam.

    “Banyak ulama yang menyarankan untuk menghindari makhluk hewan untuk dilukis. Untuk tumbuh-tumbuhan boleh saja,” lanjut Suharsono.

    Dalam situs NU Online, dijelaskan patung dan gambar semasa Nabi hidup bahkan hingga Rasulullah SAW wafat, banyak ditemukan masyarakat justru menyembah dan mengagung-agungkan dua benda tersebut.

    Imam Muslim meriwayatkan, bahwa Abu Dluha pernah berkata, “Saya dan Masruq berada di sebuah rumah yang di sana terdapat beberapa patung. Lalu Masruq berkata kepadaku, apakah ini patung Kaisar? Saya jawab, tidak. Ini adalah patung Maryam. Masruq bertanya demikian, karena menurut anggapannya bahwa lukisan itu buatan Majusi dimana mereka biasa melukis raja-raja mereka di bejana-bejana. Tetapi akhirnya ketahuan bahwa patung tersebut adalah buatan orang Nasrani.”

    Kemudian Masruq berkata, “Saya pernah mendengar Ibnu Mas’ud menceritakan apa yang ia dengar dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya nanti di hari kiamat ialah orang-orang yang menggambar.” (HR Muslim).

    Imam Thabari menjelaskan maksud orang yang menggambar adalah orang yang menciptakan sesuatu dan disembah selain Allah dalam keadaan dia mengetahui dan disengaja.

    Bahkan jika seseorang tidak ada maksud untuk menyembahnya, dia tetap tergolong orang yang berdosa karena menggambar menyerupai ciptaan Allah SWT. Hal ini hampir sama dengan persoalan orang yang melukis atau membuat patung terinspirasi dari makhluk yang bernyawa dengan tujuan menandingi ciptaan Allah.

    “Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya ialah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah.” (HR Muslim).

    Cerita Para Musisi Soal HIV/AIDS dalam Bingkai FotoCerita Para Musisi Soal HIV/AIDS dalam Bingkai Foto Foto: Chelsea Olivia Daffa

    Foto

    Sebagai gantinya, interior rumah bisa dihias dengan karya seni dari hasil fotografi, dibandingkan menyimpan patung atau lukisan.

    Penulis buku Fatwa-Fatwa kontemporer Syekh Al-Qardhawi yang mengutip pendapat salah satu Mufti Mesir, Al-Allamah Asy-Syekh Muhammad Bakhit Almuthí mengatakan foto bukan kegiatan menciptakan makhluk baru.

    “Foto itu hukumnya boleh karena foto bukan termasuk menciptakan makhluk baru, tetapi foto itu bagian dari gambaran makhluk yang sudah ada, ibaratnya melihat cermin, seperti melihat bayangan. Sehingga foto ini hukumnya boleh, mau ditempel di dinding dan lain sebagainya,” sebutnya.

    Gambar dari hasil kamera seperti foto keluarga, foto pemandangan, foto hewan, hingga foto bangunan tidak ada larangan untuk ditempel di dalam rumah asalkan tidak mendatangkan fitnah.

    “Maksud fitnah di sini, ketertarikan untuk melakukan perbuatan zina dan mengundang orang memiliki komentar negatif. Misalnya foto tersebut mengumbar aurat sehingga adanya zina mata,” pungkas Suharsono.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Membersihkan Gorden Vertical Blind di Rumah


    Jakarta

    Vertical blind adalah salah satu jenis gorden yang digantung secara vertikal. Biasanya gorden ini banyak digunakan di kantor-kantor. Namun, sekarang banyak juga rumah-rumah modern yang menggunakan vertical blind di beberapa tempat seperti di pintu kaca geser atau jendela yang besar.

    Bentuk gorden yang vertikal dan sederhana memberikan membuat tampilan ruangan menjadi lebih tinggi dan terkesan elegan. Bentuk dan bahan dari gorden vertical blind berbeda dari gorden pada umumnya sehingga cara membersihkannya pun juga berbeda.

    Bagi kamu yang memasang vertical blind di rumah, berikut adalah cara mudah membersihkan vertical blind, dilansir dari laman Expert Home Tips, Jumat (22/3/2024).


    7 Langkah Membersihkan Gorden Vertical Blind

    1. Bersihkan Debu Pada Gorden Vertical Blind

    Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah bersihkan gorden vertical blind ini dengan menggunakan kemoceng. Jangan lupa untuk membersihkan dengan teliti, bersihkan di setiap sela-sela gordennya.

    2. Lap Gorden Vertical Blind Menggunakan Kain Microfiber

    Setelah selesai membersihkan debu menggunakan kemoceng, kamu bisa menggunakan kain microfiber untuk mengelap gordennya supaya lebih bersih. Kain microfiber bisa mengangkat kotoran-kotoran kecil yang ada di gorden. Gunakan kain yang sedikit basah tapi jangan terlalu basah karena kain yang terlalu basah akan membuat kotoran di tirai menjadi menyebar.

    3. Gunakan Vacuum Cleaner

    Selanjutnya, vacuum cleaner akan membantu membersihkan gorden vertical blind ini dengan cepat. Gunakan sikat kecil yang biasa ada pada vacuum cleaner untuk membersihkan dengan lebih detail di setiap sisi gordennya. Sikat bisa menghilangkan kotoran yang menempel pada tirai, sementara penghisap debu memungkinkan kamu mengangkat kotoran berlebih

    4. Lepaskan Gorden Vertical Blind

    Lepas Gorden Vertical Blind untuk ke tahap pembersihan selanjutnya. Cara melepaskannya adalah dengan mengangkat setiap gordennya dari klip pegas. Pada proses ini kamu harus tekun karena kamu harus melepas gordennya satu persatu.

    5. Rendam Gorden Vertical Blind di Bak Mandi

    Rendam gorden vertical blind ini di dalam bak mandi menggunakan air panas dan detergen pakaian. Masukkan masing-masing gorden dengan hati-hati ke dalam bak mandi dan biarkan terendam selama sekitar satu jam. Kemudian, biarkan air mengalir sepenuhnya dan isi bak mandi dengan air dingin untuk membilas gordennya. Pastikan untuk membilasnya secara menyeluruh sebelum melanjutkan.

    6. Keringkan Gorden Vertical Blind

    Keringkan gorden ini di udara terbuka, dan jangan memasukkannya ke dalam mesin pengering! Biarkan gordennya hingga benar-benar kering sebelum menggantungnya kembali. Untuk mengeringkan dengan lebih cepat, kamu bisa menggunakan dehumidifier.

    7. Gantung Kembali Gorden Vertical Blind

    Pastikan gordennya sudah kering sebelum kamu gantung kembali. Kamu harus hati-hati memasangnya satu per satu gordennya.

    Itulah beberapa cara membersihkan gorden vertical blind di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 1 Teknik Ini, Bisa Langsung Tahu Kebocoran pada Atap Dak Beton



    Jakarta

    Semua jenis atap yang dibangun tidak sesuai pasti ada kemungkinan terjadi bocor atau rembes ke dalam rumah. Hal ini juga terjadi pada jenis atap dak beton datar yang struktur permukaannya tidak ada kemiringan.

    Namun, kebocoran pada atap dak beton datar dapat dicegah dengan teknik perendaman air pada seluruh permukaannya. Hal ini dilakukan pada saat pembangunan masih berjalan untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Sebenarnya teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini biasa digunakan oleh kontraktor untuk memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.


    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, teknik perendaman air ini dilakukan setelah pondasi atap dak depan telah selesai dan dilapisi dengan water proofing.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” sebut Panggah saat dihubungi oleh detikProperti pada Jumat (22/3/2024).

    Perendaman air ini membutuhkan waktu 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Cara mengetahui letak bocor atau rembesan air adalah melihat jejak air yang timbul di dinding dalam rumah. Panggah menjelaskan air sifatnya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Jika misalnya ditemui bocor atau rembes di bagian sebelah kiri dinding dalam rumah, maka air datang dari sisi lain.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan dari atap dak beton datar ini, kontraktor atau pekerja bangunan perlu memperbaikinya. Panggah menyebutkan perbaikan atap dak beton yang bocor bisa dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali, hingga dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Kebocoran pada atap dek beton atas ini jika tidak langsung ditangani dapat menyebabkan pondasi bangunan menurun. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air yakni mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Cat Ulang Pagar Besi yang Berkarat


    Jakarta

    Perubahan cuaca dari panas dan hujan dapat mengakibatkan pagar besi rumah kamu cepat berkarat. Kondisi ini membuat ketahanan pagar besi menurun dan mengganggu estetika bagian depan rumah.

    Melansir dari BBC pada Jumat (22/3/2024), karat pada besi dapat muncul akibat hasil dari reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) yang tidak diinginkan. Besi akan bereaksi dengan air dan oksigen, lalu membentuk besi (III) oksida terhidrasi yang kita kenal sebagai karat.

    Karat pada besi ini penyebabnya selain karena cuaca juga bisa dipicu besi yang kotor, terdapat tumbuhan yang tumbuh di dekatnya, hingga cat pelindung yang terkelupas.


    Untuk mengetahui pagar besi kamu telah berkarat terlihat dari tanda berikut.

    1. Terdapat noda kehitaman yang kasar dan timbul pada permukaan pagar.
    2. Bentuk pagar melengkung dan terdapat permukaan yang rusak atau bolong. Hal ini karena karat bisa melemahkan struktur besi.
    3. Pagar sulit saat ditarik dan didorong serta terdengar suara berderit.

    Jika sudah melihat tanda-tanda tadi, kamu tidak perlu mengganti pagar tersebut. Apabila pagar masih kokoh kamu bisa menghilangkan karat tersebut dengan pengecatan ulang.

    Mengutip dari The Spruce, berikut cara pengecetan ulang pagar besi yang berkarat.

    1. Bersihkan Karat pada Pagar Besi

    Gunakan sikat kawat saat membersihkan karat yang timbul dan cat yang terkelupas. Bisa juga menggunakan pisau dempul untuk mengikis karat.

    Setelah itu, ketuk logam secara perlahan dengan palu untuk menilai kekuatan besi masih bagus atau tidak untuk dicat ulang. Apabila logam tidak hancur atau patah saat terkena hantaman, berarti logam tersebut masih bagus untuk dicat ulang.

    2. Haluskan Permukaan Pagar

    Haluskan permukaannya dengan ampelas. Kali ini yang dihaluskan secara keseluruhan termasuk cat pagar besi yang masih bagus. Saat menghilangkan cat lama jangan menggunakan alcohol atau pelarut cat karena dapat membuat tekstur bergelombang pada cat baru.

    3. Berikan Penghilang Karat

    Setelah permukaan pagar besi yang berkarat dibersihkan dan dikeringkan, berikan cairan penghilang karat dengan cara dioleskan atau disemprotkan.

    Selama melapisi hindari adanya tetesan sehingga kamu perlu menambahkan lapisan di bawah pagar agar cairan tidak jatuh langsung ke tanah. Biarkan penghilang karat bekerja selama 24 jam.

    4. Cat Ulang Pagar

    Gunakan cat khusus untuk besi yang dicampurkan dengan thinner. Pengecatan ini memerlukan 3-4 lapisan cat agar warna yang diinginkan terlihat. Setiap lapisan kamu perlu menunggu sampai mengering sempurna maksimal 8 jam, baru melanjutkan dengan lapisan cat kedua hingga lapisan terakhir.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Baru Pindah Rumah Apa Perlu Ada Syukuran? Begini Hukumnya



    Jakarta

    Siapa yang tidak senang memiliki rumah baru? Bahkan dalam ajaran Islam, setiap Muslim yang memiliki atau pindah ke rumah baru dianjurkan untuk bersyukur akan nikmat dari Allah SWT.

    Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 7 yang mengatakan:

    “Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS. Ibrahim [14]: 7).


    Menurut anggota Dewan Pengawas Syariah LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Mohamad Suharsono, syukur itu rukunnya ada 3 yakni mengetahui nikmat Allah, memuji Allah atas nikmat tersebut dengan mengucapkan alhamdulillah, dan memanfaatkan nikmat tersebut untuk tujuan yang baik.

    Selain mengamalkan rukun syukur, menunjukkan rasa syukur juga bisa dirayakan bersama orang lain dengan mengadakan acara syukuran dalam bentuk pengajian selagi tidak melanggar perintah Allah SWT.

    “Biasanya saat syukuran itu ada makan-makan bersama, bagi-bagi makanan, nah itu sesuatu yang tidak ada larangan dalam melakukan kegiatannya,” kata Suharsono kepada detikProperti pada Rabu (20/3/2024).

    Namun, perlu diingat saat mengadakan acara syukuran rumah baru jangan sampai ada makanan yang terbuang sia-sia atau digelar secara berlebihan seperti berfoya-foya.

    “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra [17]: 27).

    Mengutip dari NU Online pada Jumat (22/3/2024), terdapat 3 amalan yang bisa diterapkan saat menempati rumah baru, di antaranya sebagai berikut.

    1. Membaca Surat Al-Fatihah 3 kali
    2. Membaca Surat Al-Mu’minun ayat 28-29.
    3. Membaca doa berikut sebanyak 3 kali:

      Allahumma ya man falaqal bahra li Musa bin ‘Imran, wa najja Yunusa min bathnil ḫut, wa sayyaral fulka li man sya-a, antal ‘alimu bi ‘adadi qathril biḫari, wa dzarratir rimal. Ya Khaliqa ashnafi ‘aja’ibil makhluqat. As’alukal kifayah, ya kafiya man istakfah, ya Mujiba man da’ah, ya muqila man rajah. Antal kafi, la kafiya illa anta. Ikfini syarra ma akhafu wa ahdzar. Wamla’ manzili hadza khairan wa barakah. Washalli ‘ala nabiyyika wa rasulika sayyidina Muḫammadin wa alihi wa shaḫbih wa sallim.”

      Artinya: Ya Allah yang membelah lautan untuk Musa bin ‘Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yang menjalankan perahu kepada siapapun yang dikehendaki. Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan-satuan kerikil. Wahai zat yang menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk-makhluk. Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yang mencukupi hamba yang memintakan kecukupan kepada-Nya. Wahai zat yang mengabulkan hamba yang berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi. Tiada yang mencukupi selain-Mu. Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yang kukhawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan. Shalawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya.

    Selain ketiga amalan tersebut, Suharsono juga menyarankan saat pindahan rumah juga membaca Surat Al-Baqarah.

    “Membacakan rumah baru dengan surat Al-Baqarah memang ada keterangannya dalam Islam. Hal tersebut masuk dalam makna umum dari Hadits Rasulullah saw bahwa membaca surat Al-Baqarah ini ada keistimewaan yang bisa mengusir hal-hal yang negatif,” jelas Suharsono.

    Rasulullah saw bersabda : “Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya setan tidak akan masuk ke dalam rumah yang dibacakan di rumah tersebut surat Al-Baqarah.” HR. Al-Hakim dan dishahihkan oleh Syekh Albani dalam Silsilah Ashahihah.

    Suharsono juga mengingatkan agar rumah selalu diisi dengan lantunan Al-Qur’an agar tidak sepi seperti di kuburan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan dalam Hadits Muslim berikut:

    “Janganlah kamu jadikan rumah-rumah kamu itu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR Muslim).

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Rawat Tanaman di Rumah saat Musim Hujan


    Jakarta

    Belakangan ini, musim hujan masih banyak melanda berbagai daerah. Turunnya hujan terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk merawat tanaman di rumah.

    Untuk memastikan kelestarian dan pertumbuhan tanaman tetap optimal di musim hujan, perlu perhatian khusus dan tindakan preventif. Lalu, bagaimana caranya merawat tanaman saat musim hujan?

    Melansir Root Bridges, Sabtu (23/3/2024), berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa membantumu merawat tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan.


    1. Hindari Adanya Genangan Air

    Salah satu tantangan utama selama musim hujan adalah genangan air. Ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyediakan sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir keluar dari taman.

    Tanaman sukulen, sebagai contoh, memerlukan ekstra perhatian karena sering kali menerima air lebih dari yang diperlukan. Setelah hujan berhenti, pastikan untuk taruh tanaman tersebut agar dapat sinar matahari untuk jangka waktu tertentu.

    2. Sediakan Cahaya Tambahan

    Kekurangan cahaya seringkali terjadi selama musim hujan. Untuk tanaman yang sangat bergantung pada sinar matahari, bisa menggunakan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya.

    3. Lindungi Tanaman dari Hujan Lebat

    Gunakan penutup berlubang yang tembus cahaya untuk melindungi tanaman dari hujan berlebihan. Penutup berlubang dari plastik, misalnya, bisa memastikan tanaman tetap mendapatkan kelembaban yang diperlukan tanpa membahayakan pertumbuhan mereka.

    4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

    Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat potong yang tepat saat musim hujan. Ini adalah waktu yang tepat bagi tunas baru untuk tumbuh, tetapi pastikan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    5. Manfaatkan Cacing Tanah dan Pupuk

    Jaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan cacing tanah dan pupuk organik selama musim hujan. Cacing tanah tidak hanya menjaga tanah tetap aerobik, tetapi juga memastikan air meresap ke dalam tanah. Gunakan pupuk organik yang lambat melepaskan untuk memberikan nutrisi tanaman secara berkelanjutan.

    6. Bersihkan Alga yang Tumbuh

    Periksa permukaan tanah untuk tumbuhan hijau berlendir yang tumbuh seiring dengan dimulainya musim hujan. Bersihkan alga secara teratur untuk mencegah gangguan terhadap pertumbuhan tanamanmu di rumah.

    7. Berikan Dukungan Fisik pada Tanaman yang Rentan

    Hindari kerusakan akibat angin kencang dengan memberikan dukungan fisik pada tanaman yang rentan. Kamu bisa mengikatnya pada sebuah kayu agar tanaman tetap berdiri kokoh. Ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan lambat tumbuh.

    8. Cegah Erosi Tanah

    Buat penghalang di sekitar tanaman untuk mencegah erosi tanah akibat air hujan. Pastikan penghalang ini tidak menciptakan genangan air yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

    Demikianlah tips merawat tanaman di rumah saat musim hujan. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menjaga kesehatan tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan. Terapkan langkah-langkah preventif ini untuk memastikan tanaman tetap tumbuh subur dan berbunga meskipun hujan turun dengan deras. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com