Author: Gak Ganti Gambar

  • Panduan Ukuran Ideal Garasi Berdasarkan Jumlah Mobil



    Jakarta

    Garasi adalah salah satu ruangan yang penting di rumah. Garasi dirancang untuk menyediakan tempat penyimpanan dan perlindungan untuk mobil dan juga barang-barang lainnya. Jika kamu berencana untuk melakukan renovasi atau membangun garasi, beberapa aspek yang perlu kamu perhatikan adalah fungsi, lokasi, serta ukuran dan bentuknya.

    Lokasi garasi yang ideal adalah di dekat dapur, ruang lumpur, dan ruang utilitas karena garasi merupakan bagian dari area servis rumah. Jika kamu mendesain tata letak garasi dengan benar, garasi bisa menjadi ruangan yang lebih fungsional. Lantas bagaimana dengan ukuran dan bentuknya?

    Kamu harus menentukan ukuran garasi berdasarkan jumlah kendaraan dan ruang tambahan yang dibutuhkan untuk penyimpanan, termasuk juga ruang bengkel jika diperlukan. Bagi kamu yang masih kesulitan merancang ukuran dan bentuk garasi, di bawah ini adalah panduan ukuran garasi sesuai jumlah mobil, dilansir dari laman Design Evolutions.


    Ukuran Garasi Sesuai Jumlah Mobil

    Untuk mendapatkan pengukuran ruang kosong, kurangi 18 cm dari lebar dan kedalaman.

    Ukuran Garasi Mobil Tunggal

    Gunakan pintu berukuran 2,5 meter sampai 2,7 meter dengan garasi satu ruang ukuran apa pun.

    · Ukuran kecil – 3,6 meter x 6 meter (22,3 meter persegi)

    · Ukuran sedang – 4,3 meter x 6,7 meter (28,7 meter persegi)

    · Ukuran besar – 4,9 meter x 7,3 meter (35,8 meter persegi)

    Garasi dua mobil

    · Ukuran kecil – 6,1 meter x 6,1 meter (37,1 meter persegi)

    Dengan dua pintu berukuran 2,4 meter atau satu pintu selebar 4,9 meter saja.

    · Ukuran sedang – 6,7 meter x 6,7 meter (45,1 meter persegi)

    Dengan dua pintu tunggal berukuran 2,4 meter atau 2,7 meter, atau satu pintu berukuran 4,9 meter atau 5,5 meter.

    · Ukuran besar – 7,3 meter x 7,3 meter (53,8 meter persegi)

    Dengan dua pintu tunggal berukuran 2,4 meter atau 2,7 meter, atau satu pintu berukuran 4,9 meter atau 5,5 meter.

    Garasi tiga mobil

    · Ukuran kecil – 9,1 meter x 6,1 meter (55,7 meter persegi)

    Dengan tiga pintu berukuran 2,4 meter saja.

    · Ukuran sedang – 9,8 meter x 6,7 meter (65,5 meter persegi)

    Dengan tiga pintu tunggal berukuran 2,4 meter atau 2,7 meter/ atau satu pintu berukuran 4,9 meter dan 2,4 meter/ atau satu pintu berukuran 5, 5 meter dan 2,7 meter.

    · Besar – 10,3 meter x 7,3 meter (75,9 meter persegi)

    Dengan tiga pintu tunggal berukuran 2,4 meter atau 2,7 meter/ atau satu pintu berukuran 4,9 meter dan 2,4 meter/ atau satu pintu berukuran 5,5 meter dan 2,7 meter.

    Itulah panduan ukuran garasi minimum yang disarankan untuk satu, dua, dan tiga mobil. Selebihnua, kamu bisa menyesuaikan lebar atau kedalaman agar sesuai dengan situasi desain khusus yang kamu inginkan. Semoga membantu!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Layar Semua Tipe TV dengan Benar


    Jakarta

    TV sudah menjadi salah satu perabot yang umum ada di rumah sebuah keluarga di Indonesia. Biasanya TV dimanfaatkan sebagai hiburan atau hanya sekedar sebagai alat untuk meramaikan suasana rumah agar tidak sunyi.

    Seiring berjalannya waktu, layar TV akan menjadi kotor. Beberapa faktor yang menyebabkan layar TV menjadi kotor diantaranya adalah, tersentuh oleh tangan, dan akibat dari ruangan yang lembap sehingga debu mudah menempel pada permukaan layar TV.

    Namun di samping itu, banyak orang yang masih takut untuk membersihkan layar TV mereka, alasannya karena mereka khawatir akan merusak layar TV tersebut. Pasalnya saat ini sudah ada banyak tipe layar TV yang baru, dan setiap tipenya memiliki karakteristik yang berbeda-beda


    Tapi sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi. Di bawah ini ada cara yang bisa kamu contoh untuk membersihkan semua tipe layar TV seperti TV plasma, LCD, LED, OLED, dan QLED.

    Tips Saat Membersihkan layar TV

    Mengutip dari hgtv.com, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika ingin membersihkan TV, diantaranya yaitu.

    1. Gunakan Kain Mikrofiber yang Lembut dan Tidak Berbulu

    Layar TV sangatlah rentan terhadap goresan, terutama tipe layar TV plasma. Layar TV bahkan bisa tergores oleh tisu, maka dari itu kamu harus pastikan untuk menggunakan bahan yang lembut seperti mikrofiber. Pastikan kamu menyediakan setidaknya 3 buah kain mikrofiber

    2. Jangan Semprotkan Cairan Pembersih Langsung ke TV

    Sebaiknya ketika ingin membersihkan dengan cairan pembersih, jangan menyemprotkannya secara langsung ke layar TV. Sebaiknya kamu menyemprotkannya pada kain mikrofiber terlebih dahulu.

    3. Wajib Membaca Buku Panduan TV

    Selalu gunakan buku panduan TV sebagai patokan cara membersihkan. Karena bisa saja TV tersebut tidak memperbolehkan cairan tertentu atau harus diperlakukan secara spesial.

    Berikut cara membersihkan semua tipe layar TV yang bisa kamu contoh.

    Cara Membersihkan Layar TV

    1. Matikan TV dan Cabut Kabelnya

    Sebelum membersihkannya, kamu wajib untuk mematikan dan mencabut semua kabel yang terpasang pada TV kamu dan tunggu hingga TV menjadi dingin. Selain agar tidak terjadi korsleting listrik, layar TV yang mati juga memudahkan kita untuk melihat bagian layar yang kotor.

    2. Bersihkan Debu dari Lubang Kabel, Sudut, dan Layar TV

    Kamu bisa membersihkan debu pada lubang kabel TV kamu dengan menggunakan air duster. Lakukan secara perlahan agar tidak merusak luabng kabel tersebut.

    Setelah itu, kamu bisa membersihkan debu pada bagian sudut TV dan layar TV dengan kain mikrofiber. Pastikan untuk melakukannya dengan lembut, supaya tidak merusak layar TV.

    3. Buat Cairan Pembersih

    Kamu bisa membuat cairan pembersih sendiri dengan mencampurkan cuka dan air suling dengan perbandingan 1:1 pada sebuah botol semprotan. Atau kamu juga bisa membuat cairan lain dengan bahan air suling yang dicampur dengan 70% isopropyl alcohol dengan perbandingan 1:4.

    Seperti yang sudah dijelaskan, kamu juga harus membaca buku panduan TV tersebut, mungkin saja beberapa TV tidak memperbolehkan penggunaan bahan cairan di atas. Hindari juga penggunaan cairan pembersih dengan bahan amonia, aseton atau alkohol dengan konsentrasi yang lebih tinggi.

    4. Basahi Mikrofiber dengan Cairan Pembersih

    Seperti yang sudah dijelaskan, sebaiknya kamu tidak menyemprotkan langsung ke layar TV. Gunakanlah kain mikrofiber bersih yang baru, lalu basahi sedikit dengan cairan pembersih. Pastikan kamu tidak membuat kain terlalu basah karena nantinya akan sulit untuk mengering.

    5. Bersihkan Layar

    Selanjutnya bersihkan layar dengan kain mikrofiber yang sudah dibasahi tersebut secara perlahan dan tidak menekan layar terlalu keras. Pastikan saat membersihkan, layar Tv tidak terlalu basah. Setelah itu tunggu hingga kering.

    6. Bersihkan Sisa Noda Bekas Air

    Setelah mengering, pastikan layar tersebut bersih secara menyeluruh. Terkadang bila kamu menggunakan terlalu banyak cairan pembersih, tumpukan cairan pembersih itu akan meninggalkan noda air. Maka dari itu, kamu harus membersihkannya dengan kain mikrofiber yang baru.

    7. Jaga Layar TV Tetap Bersih

    Setelah kamu membersihkannya, kamu harus menjaganya agar tetap bersih. Bila kamu melihat ada noda segeralah untuk membersihkannya dengan kain mikrofiber, karena noda tersebut akan membuat debu menempel dengan mudah.

    Itu dia beberapa tips dan cara untuk membersihkan semua tipe layar TV agar kembali kinclong seperti baru.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Keuntungan Tinggal di Apartemen, Bisa Jadi Pertimbangan


    Jakarta

    Apartemen menjadi alternatif hunian di tengah kota bagi sebagian orang. Properti ini memang terbilang efektif untuk menunjang kehidupan produktif seseorang yang mempunyai mobilitas tinggi serta gaya hidup tertentu.

    Meski tak jarang yang menganggap lebih baik tinggal di rumah tapak, sebenarnya ada berbagai keuntungan menghuni apartemen. Adapun keputusan untuk tinggal di apartemen sangat tergantung pada kecocokan gaya hidup seseorang.

    Melansir dari laman Mint Homes pada Rabu (27/3/2024), berikut ini beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang perlu kamu ketahui.


    Pemeliharaan Mudah

    Dengan tinggal di apartemen, kamu tidak perlu pusing memikirkan pemeliharaan di lingkungan apartemen karena sudah menjadi tanggung jawab manajemen apartemen. Setiap fasilitas di apartemen akan dirawat oleh manajemen, berbeda halnya dengan tinggal di rumah yang perlu dirawat halaman dan eksterior rumahnya supaya tampak rapi.

    Fasilitas Lengkap

    Apartemen biasanya dibangun dilengkapi dengan beragam fasilitas untuk menunjang kebutuhan dan gaya hidup. Kamu bisa memanfaatkan fasilitas kolam renang, taman, dan gym. Lalu, kamu dapat mudah berbelanja kebutuhan karena ada minimarket dan tempat laundry.

    Keamanan Terjamin

    Biasanya pemilik rumah harus memasang sistem keamanan sendiri di rumah, sedangkan bangunan apartemen sudah ada sistem keamanan yang menyeluruh. Kamu bisa merasa lebih aman karena ada petugas sekuriti dan kamera pengawas, sehingga tindak kejahatan dapat diminimalisir.

    Ukuran

    Proporsi ukuran apartemen cenderung kecil, tetapi segala kebutuhan seperti kamar, dapur, kamar mandi, dan lainnya tetap terpenuhi. Ukuran ini sangat cocok untuk mahasiswa atau pengantin baru yang sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak ruang. Meski lebih kecil, hal ini justru menjadikannya hunian praktis dan mudah dirawat.

    Lokasi Strategis

    Lokasi apartemen yang strategis tentunya sangat menguntungkan penghuninya. Biasanya apartemen berada di tengah kota, sehingga dapat menunjang kehidupan penghuni yang mungkin ingin tinggal dekat kantornya. Selain itu, penghuni bisa mendapat akses mudah dan cepat untuk pergi ke mall ataupun sekolah.

    Itulah beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang membantu kamu hidup lebih nyaman dan praktis. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Pakai Elemen Kayu buat Interior Ruangan buat Kesan Hangat & Nyaman


    Jakarta

    Kayu merupakan bahan yang sudah lama digunakan oleh manusia buat berbagai barang, termasuk untuk mengisi rumah. Material kayu untuk interior ruangan mampu memancarkan kesan hangat dari alam.

    Motifnya yang indah serta bentuknya yang kokoh menjadikannya bahan yang cocok digunakan di sekitar rumah. Kamu dapat menambahkan nilai estetika pada ruangan dengan menghadirkan elemen kayu.

    Melansir dari laman Mega Furniture pada Rabu (27/3/2024), berikut ini cara menggunakan elemen kayu sebagai interior ruangan. Kamu bisa memilih beberapa cara berikut untuk menciptakan suasana hangat dengan elemen kayu.


    Panel Dinding

    Rumah Mona Ratuliu dan Indra BrascoDinding Panel Kay Foto: Instagram @monaratuliu @indrabrasco

    Hadirkan alam di dalam rumah dengan memasang panel dinding yang terbuat dari kayu. Bagian dinding ini akan menjadi ‘statement’ pada ruangan. Lalu, elemen kayu juga dapat menambah tekstur pada ruangan.

    Lantai

    Room with cozy light decorated in Scandinavian style, using natural materials.Lantai Kayu Foto: Getty Images/iStockphoto/Studio Light and Shade

    Lantai dari kayu membuat tampilan ruangan menjadi lebih stylish. Kamu bisa bermain dengan ragam jenis kayu serta penyusunan lantai yang unik. Ruangan pun bisa terkesan mewah ataupun cozy tergantung pada desain yang dipilih.

    Hiasan

    Perajin menata produk kerajinan dari kayu pada pameran UMKM di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Minggu (27/8/2023). Pemerintah terus berupaya memperkuat dan mendorong perusahaan teknologi keuangan atau financial technology (fintech) sebagai salah satu strategi untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM melalui program kredit UMKM seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YUPerlengkapan Kayu Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS

    Apabila kamu ingin menggunakan kayu dengan cara yang tidak terlalu mencolok. Kamu dapat menggunakan perintilan hiasan dari bahan kayu. Beberapa di antaranya seperti lampu, cermin, karya seni, hingga plafon.

    Furnitur

    Furniture Kayu Retro.Furniture Kayu Retro. Foto: Lucas Hoang/Unsplash

    Tambahkan sentuhan alam pada interior ruangan dengan motif kayu menggunakan furnitur. Berbagai furnitur bisa dibuat dari kayu, termasuk meja makan, dipan, dan laci. Namun, ada baiknya untuk memilih kayu reklamasi atau sumber yang sustainable supaya lebih ramah lingkungan.

    Plafon

    Plafon RumahPlafon Rumah Foto: (istimewa)

    Kamu boleh bereksperimen dengan material kayu, salah satunya dengan menambah memasang elemen kayu pada plafon. Plafon dengan motif kayu terbilang unik serta dapat memberi kesan rustic dan suasana seperti kabin.

    Itulah berbagai aspek interior rumah yang bisa dibuat dari kayu. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Efektif Bersihkan Sela-sela Keramik Lantai di Rumah


    Jakarta

    Lantai di rumah adalah tempat yang paling mudah kotor di rumah karena sering dilewati dan diinjak. Cara membersihkannya sebenarnya mudah dengan disapu atau dipel sudah kembali bersih. Namun, jika kamu perhatikan lantai yang sering dipel ternyata tidak membuat sela-sela ubin juga ikut menjadi bersih.

    Hal ini dikarenakan bahan yang berbeda. Keramik memiliki permukaan yang mengkilap dan mudah dibersihkan. Sementara sela-selanya terbuat dari campuran semen, pasir, dan air sehingga cara membersihkannya perlu digosok.

    Membersihkan sela-sela ubin juga membutuhkan waktu lama apalagi untuk rumah yang luas. Kamu bisa mencobanya pada area kamar mandi atau dinding dapur yang memakai keramik.


    Mengutip dari Ideal Homes, Rabu (27/3/2024), berikut bahan-bahan yang efektif membersihkan sela-sela ubin agar tampilannya seperti baru lagi.

    1. Pakai Baking Soda dan Cuka

    Campurkan dua sendok makan baking soda ke dalam air secukupnya. Jika noda susah dihilangkan, tambahkan dengan cuka. Namun jika menggunakan larutan cuka, kamu perlu menambahkan pasta gigi agar tidak merusak keramik. Gosok kembali sela-sela keramik, bilas permukaannya dengan kain lembap agar lantai rumah kamu tidak becek.

    Namun, dua bahan ini tidak untuk digunakan terlalu sering karena dapat merusak keramik. Efeknya ubin tidak terlihat berkilau lagi karena lapisan pelindungnya rusak.

    2. Pasta Gigi

    Pasta gigi mengandung soda bikarbonat yang merupakan bahan ampuh yang mampu mengangkat noda. Kamu cukup mengoleskan pasta gigi ke nat atau sela keramik menggunakan sikat gigi bekas. Kemudian bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih.

    3. Lemon

    Asam dari lemon bisa membersihkan noda pada sela-sela keramik. Caranya dengan mengiris lemon dan mengoleskan airnya ke sepanjang sela-sela keramik. Diamkan selama 15 menit lalu gosok dengan sikat gigi. Setelah itu, bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih.

    4. Pemutih

    Pemutih bisa menghilangkan jamur dan kotoran yang membandel dari nat tetapi dengan batas pemakaian yang cukup. Jika berlebihan dapat memudarkan warna sela keramik yang asli.

    Cara membersihkannya bisa menuangkan sedikit pemutih ke dalam wadah dan mencelupkan sikat gigi bekas ke dalamnya sebelum digosok. Bisa pula mencampurkan pemutih dengan pasta gigi. Setelah dioleskan ke sela keramik harus ditunggu selama 15 menit baru bisa digosok.

    Sehabis dibilas, keringkan dengan cara ditunggu atau kipas angin. Hindari menggunakan kertas atau kain karena seratnya dapat menempel di lantai yang telah bersih.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pernah Jemur Pakaian di Depan Rumah, Beneran deh Jangan!


    Jakarta

    Menjemur baju di depan rumah merupakan kegiatan yang sudah sangat umum terjadi di masyarakat kita. Meskipun terlihat sebagai tindakan yang biasa dilakukan, nyatanya, ada beberapa pertimbangan penting yang mungkin belum kamu pikirkan.

    Memang, menjemur baju di halaman depan mungkin terasa nyaman dan praktis, tetapi beberapa alasan ini bisa jadi membuat kamu meninggalkan kebiasaan jemur baju di depan rumah. Dilansir dari laman The Spruce, berikut adalah alasan untuk tidak menjemur baju di depan rumah.

    Alasan Jangan Jemur Baju di Depan Rumah

    Merusak Estetika

    Bagi sebagian orang, tali jemuran dianggap merusak pemandangan lingkungan dan menurunkan nilai estetika dari rumah itu sendiri. Tumpukan baju yang terlihat di halaman depan atau tergantung di pagar bisa memberikan kesan berantakan dan kurang teratur, terutama jika tidak dilakukan dengan rapi.


    Selain itu, baju-baju yang menjuntai di pagar atau tergantung di tali pengering juga dapat memberikan kesan kurang terawat dan tidak ramah lingkungan. Dengan mempertimbangkan hal ini, kamu bisa memilih untuk menjemur baju di belakang rumah atau membuat area jemuran sendiri.

    Membuat Baju Menjadi Bau

    Terpapar langsung dengan udara luar yang tidak selalu segar dan terkontrol, serta paparan sinar matahari yang intens, dapat menyebabkan bau yang tidak sedap pada baju. Selain itu, lingkungan luar yang kotor atau berdebu juga dapat menyebabkan baju menyerap bau yang tidak diinginkan. Jika kamu menjemur baju berada di area yang kurang baik, baju bisa menyerap bau dari sekitar, seperti bau asap kendaraan, bau kandang, atau bau material bangunan.

    Rawan Terkena Serangga dan Kotoran

    Menjemur baju di depan rumah atau area yang benar-benar terbuka rentan terhadap serbuan serangga seperti lalat, nyamuk, atau bahkan burung yang bida meninggalkan kotoran di sana. Selain serangga, baju yang dijemur di depan rumah juga rawan terkena kotoran yang terbawa oleh angin, seperti debu, dedaunan, atau polusi udara.

    Hal ini bisa membuat baju terlihat kotor dan memerlukan pencucian ulang. Tentunya kamu tidak akan menghemat energi harus mencuci ulang cucian Anda setelah menjemurnya di luar ruangan hingga kering karena serangga dan burung. Maka dari itu, kamu bisa berpikir dua kali untuk menjemur baju di depan rumah.

    Kondisi Cuaca Buruk

    Cuaca cerah dan kering biasanya dianggap ideal untuk mengeringkan pakaian secara alami. Tapi, cuaca yang terlalu terik juga bisa membuat warna pakaian menjadi luntur dan membuat debu menempel. Lebih buruk lagi, jika tiba-tiba hujan. Hujan bisa membuat pakaian yang tadinya sudah kering menjadi basah dan harus dicuci lagi untuk menghilangkan noda yang muncul akibat hujan tersebut. Jadi, meskipun cuaca cerah merupakan waktu yang baik untuk mengeringkan pakaian di luar, penting untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jika udara terlalu kering atau ada kemungkinan hujan mendadak, lebih baik mencari alternatif lain untuk mengeringkan pakaian agar menghindari masalah yang tidak diinginkan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Beli Rumah Atas Nama Anak di Bawah Umur, Bisa Nggak Sih?



    Jakarta

    Syarat utama untuk membeli tanah atau rumah adalah KTP. Dengan kata lain pemiliknya harus sudah berusia 17 tahun ke atas. Namun, ada segelintir orangtua yang membeli tanah mengatasnamakan anaknya yang masih di bawah umur. Memangnya bisa?

    Ternyata hal ini tidak diperbolehkan dalam hukum. Hal ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Pasal 10, Pasal 19 dan Pasal 34 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (PMNA/KaBPN) Nomor 19 Tahun 1999 yang menyebutkan pembuat sertifikat tanah harus melampirkan fotokopi identitas Kartu Tanda Penduduk atau KTP yang berarti berusia 17 tahun ke atas seperti yang dikutip dari InsertLive, Selasa (26/3/2024).

    Hal serupa juga dikatakan oleh Notaris PPAT dan Pejabat Lelang Kelas II Bima, Fitri Khairunnisa, S.H.M.Kn sertifikat tanah mengatasnamakan anak di bawah umur tidak sah di dalam hukum.


    “Secara legalitas anak yang di bawah umur ini tidak bisa naik di sertifikat,” kata Fitri saat dihubungi oleh detikProperti pada Rabu (27/3/2024).

    Hal ini dikarenakan syarat untuk balik nama pada sertifikat tanah di BPN (Badan Pertahanan Nasional) adalah KTP.

    Alasan yang memungkinkan menggunakan nama anak di bawah umur di sertifikat tanah atau rumah, apabila aset tersebut adalah warisan dan ahli warisnya adalah anak tersebut.

    Namun dalam kasus ini, anak tersebut perlu didampingi oleh seorang wali yang diajukan terlebih dahulu ke Pengadilan Negeri untuk mendapatkan penetapan.

    “Untuk pewarisan misalnya diisyaratkan ada perwalian. Nah kita mintakan ke pengadilan. Dalam praktek jual beli atau praktek apa pun anak di bawah 18 tahun tidak boleh jadi subjek hukum langsung. Jadi harus ada perwalian yang mendapat persetujuan dari Pengadilan Negeri,” ungkap Fitri.

    Dokumen yang harus diserahkan saat mengajukan perwalian ini diantaranya sebagai berikut.

    • KTP orangtua anak
    • Kartu Keluarga
    • Akta nikah orangtua anak
    • Akta kelahiran anak
    • KTP dari saksi 2 orang yang sudah dewasa (wali)
    • Sertifikat Tanah
    • PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

    Selain itu, Fitri menyebutkan jika dalam praktiknya jika ada yang mengatasnamakan anak di bawah umur pada saat jual dan beli tanah atau rumah, notaris tersebut perlu membuat perjanjian tambahan subsider (tambahan). Menurut Kamus Bahasa Indonesia

    Perjanjian tambahan ini berisi pernyataan sertifikat tanah tersebut akan dibaliknamakan setelah anak tersebut masuk ke usia legal dan mendapatkan KTP.

    “Ada semacam perjanjian, misalnya, nanti ketika anaknya sudah berumur 18 tahun bahwa properti ini akan dibaliknamakan kepada namanya,” jelasnya.

    Meskipun ada perjanjian tambahan, nama yang tercantum pada sertifikat tanah saat ini tetap menggunakan nama orangtuanya, bukan nama sang anak yang masih di bawah umur.

    “Untuk kasus seperti ini, tidak mungkin BPN mau menerbitkan sertifikat untuk orang yang belum memiliki KTP karena itu syarat utama balik nama dari proses jual beli itu,” pungkas Fitri.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih CCTV Kabel atau Wireless? Ini Perbandingannya


    Jakarta

    Saat ini, CCTV sudah menjadi pilihan yang paling mudah untuk menjaga keamanan rumah. CCTV bekerja sebagai kamera pengawas yang biasa dipasang di area rumah untuk menjaga keamanan. Dengan menggunakan CCTV, kamu bisa memantau rumah kapan pun dan dimana pun, termasuk saat berlibur atau bekerja. Ada dua jenis CCTV yang paling sering digunakan, yaitu CCTV berkabel (wired) dan CCTV nirkabel (wireless).

    CCTV berkabel memerlukan lebih banyak waktu dan pengaturan yang lebih rumit, tapi menawarkan keandalan yang lebih baik. Sedangkan CCTV nirkabel tidak mahal dan dapat dipasang dengan cepat. Namun, karena CCTV nirkabel mengandalkan jaringan internet, kegagalan jaringan dan gangguan di tempat menjadi kendala yang sering kali terjadi.

    Untuk penjelasan yang lebih detail, simak perbandingan CCTV Berkabel dan Nirkabel yang penting kamu ketahui sebelum mutuskan untuk memilih salah satunya. Dilansir dari laman Forbes Home, inilah perbandingannya.


    CCTV Kabel (wired CCTV)

    1. Transmisi dan Daya

    CCTV berkabel mengirimkan sinyal video dan audio melalui kabel ke hub pusat. Rekaman tersebut bisa disimpan secara lokal di hub untuk dilihat nanti atau dapat dikirim ke luar rumah ke jaringan. Kamera keamanan berkabel menerima daya listriknya melalui kabel dari stopkontak.

    2. Keuntungan

    – Sinyal video dan audio yang jernih

    – Sinyal yang dapat diandalkan, tidak mudah terganggu

    – Daya konstan ke kamera

    – Sulit dan memiliki kemungkinan yang rendah untuk diretas

    3. Kekurangan

    – Tidak portabel; sistem tetap ada di rumah jika kamu pindah

    – Memiliki kabel yang panjang, jadi harus disembunyikan

    – Pengkabelan harus dijalankan ke berbagai lokasi

    – Jumlah kamera dibatasi oleh jumlah jack pada DVR

    CCTV Nirkabel (wireless CCTV)

    1. Transmisi dan Daya

    CCTV nirkabel mengirimkan rekaman dari kamera yang ditempatkan di sekitar rumah ke Wi-Fi rumah. Transmisinya sepenuhnya nirkabel (wireless). Setelah Wi-Fi menerima sinyal, sinyal tersebut dikirim ke server cloud, tempat rekaman dapat dilihat secara real-time atau diarsipkan untuk dilihat nanti. Beberapa kamera memiliki kartu micro SD internal yang menyimpan rekaman dalam jumlah terbatas.

    CCTV nirkabel bertenaga baterai. Karena terbatasnya daya, kamera ini menghemat daya dengan hanya merekam saat mendeteksi sinyal. Sebaliknya, CCTV berkabel menerima daya konstan dari rumah dan mampu merekam secara konstan. CCTV ini juga bisa diatur untuk merekam hanya ketika gerakan terdeteksi.

    2. Keuntungan

    – Instalasi bersih

    – Sistem fleksibel, mobile

    – Mudah untuk ditingkatkan dan menambahkan lebih banyak kamera

    – Penyusup tidak dapat memotong kabel karena tidak ada

    3. Kekurangan

    – Jangkauan sinyal terbatas

    – Dinding, lantai, dan elemen bangunan lainnya dapat menghalangi sinyal

    – Gangguan dengan sistem lain yang bergantung pada Wi-Fi mungkin terjadi

    – Rentan terhadap pengintaian digital atau peretasan

    – Baterai perlu sering diganti

    CCTV Berkabel vs Nirkabel, Mana yang Harus Dibeli?

    Seiring dengan kemajuan teknologi, CCTV berkabel dan nirkabel menjadi lebih baik dari sebelumnya. Keputusan kamu sebelum memilih harus didasarkan pada kebutuhan dan preferensi kamu.

    CCTV Berkabel

    Cocok jika kamu mencari keandalan jangka panjang dan tidak keberatan dengan instalasi kabel yang rumit. Ideal bagi pemilik rumah yang berencana tinggal lama dan tidak keberatan dengan pekerjaan instalasi yang detail.

    CCTV Nirkabel

    Lebih sesuai untuk orang yang menginginkan sistem yang mudah dipasang, berjalan cepat, dan lebih fleksibel. Cocok untuk penyewa atau pemilik yang ingin sistem yang dapat dipindahkan dengan mudah ke rumah baru tanpa perlu instalasi ulang yang rumit.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Karena Pinjol, Ternyata Ini 4 Penyebab KPR Kamu Ditolak


    Jakarta

    Ketika kamu hendak membeli rumah baik berupa rumah tapak atau apartemen, kamu bisa membayar lunas di awal dan bisa pula menggunakan KPR atau cicilan dengan bank.

    Membayar rumah lunas di awal berarti kamu memerlukan modal yang besar karena harganya yang cukup mahal. Anak muda yang baru pertama kali membeli rumah biasanya akan memilih untuk mengambil KPR di bank.

    Tentunya dengan pertimbangan adanya suku bunga per tahun yang tidak sedikit, tenor atau waktu pencicilan yang cukup lama, dan jaminan yang harus diajukan.


    Namun, tidak setiap pengajuan KPR dapat diterima oleh bank. Menurut Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran, Arianto Muditomo ada beberapa penyebab KPR seseorang ditolak, diantaranya sebagai berikut.

    1. Karakter (Character)

    Calon debitur (peminjam) memiliki riwayat kredit yang buruk sebelumnya, memiliki tunggakan atau kredit macet saat ini, pekerjaan atau penghasilan tidak stabil, hingga usianya terlalu muda atau terlalu tua.

    Bank juga tidak memberikan KPR kepada calon debitur yang memiliki pinjaman online atau pinjol. Mereka bisa melihatnya melalui BI Check. Batas utang seseorang seharusnya hanya sekitar 30-40%.

    “Batas rule of thumb-nya (biasanya) tidak lebih dari 30-40% penghasilan, cukup untuk mengangsur bulanan,” kata Arianto saat dihubungi detikProperti pada Rabu (27/3/2024).

    2. Kemampuan (Capacity)

    Debitur memiliki kemampuan bayar kredit yang rendah. Bisa pula kreditur (bank) melihat pinjaman yang diajukan debitur terlalu tinggi rasionya dibandingkan dengan pendapatannya.

    3. Jaminan (Collateral)

    Setiap pinjaman, kreditur tentu akan meminta sebuah jaminan atau nilai agunan untuk berjaga-jaga jika di tengah jalan debitur kesulitan melunasi cicilannya. Jaminan ini tentu harus cukup untuk mengganti nilai uang kredit yang telah diberikan kepada debitur.

    4. Keadaan (Condition)

    Bank ragu untuk menyetujui KPR kepada debitur yang kondisi ekonomi yang tidak stabil. Namun ada pula yang kondisinya cukup stabil tetapi tidak disetujui KPR-nya karena berbagai alasan lain.

    Cara Lolos Pengajuan KPR

    Agar kamu lolos saat mengajukan KPR ke bank, menurut Arianto, kamu perlu mempelajari bagaimana bank melakukan analisis kredit seperti yang disebutkan sebelumnya menggunakan rumus 4C.

    1. Tepat Waktu Membayar Pinjaman

    Hal terpenting adalah perbaiki cara membayar cicilan tersebut. Misalnya jika sering melakukan pinjaman, baik pinjol atau KPR di bank lain, kamu harus membayar lunas terlebih dahulu agar tidak kesulitan. Baru setelah itu, mengajukan cicilan lain, sehingga tidak ada pinjaman yang macet di tengah jalan. Setelah melunasi utang, kamu juga perlu minta bukti pelunasannya.

    “Kalau melakukan pelunasan, pihak kreditur akan mengeluarkan bukti pelunasan. Dan bagi debitur sebaiknya selalu minta bukti pelunasan pada saat menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.

    2. Cicilan Tidak Boleh Lebih dari 30% dari Penghasilan

    Untuk meyakinkan bank untuk mengambil KPR, atur keuanganmu agar bisa mengambil cicilan. Pastikan alokasi penghasilan yang dipakai untuk cicilan atau KPR tidak lebih dari 30% jumlah penghasilan.

    Kamu juga bisa meningkatkan penghasilan misalnya dengan membuka usaha sampingan sehingga sumber pendapatan tidak hanya dari satu pintu.

    3. Memilih Jaminan yang Tepat

    Siapkan jaminan yang tepat yakni yang cukup nilai dan likuidnya. Likuid adalah jaminan yang mudah untuk dikonversikan menjadi uang tunai atau mudah dijual.

    “Jaminan yang tepat adalah cukup nilainya bila dibandingkan dengan pinjaman yang diterima dan likuid untuk dapat ‘dijual’ sewaktu gagal bayar,” jelas Arianto.

    4. Perkirakan Momen yang Tepat

    Kamu perlu memahami kondisi ekonomi saat ini dan kebijakan bank terkait KPR yang diajukan. Sebelum mengajukan KPR kamu bisa melakukan riset antar bank, mana yang cocok dengan kondisi keuangan saat ini.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips agar Rumah Bebas Serangga saat Musim Hujan


    Jakarta

    Saat musim hujan, serangga-serangga bagaikan tamu tak diundang. Nyamuk, semut, rayap, hingga kecoak dapat masuk dan menetap di dalam rumah untuk berlindung.

    Jika sudah begini, serangga yang berdatangan bisa menyebabkan infeksi dan penyakit bagi penghuni rumah. Seperti nyamuk dapat membawa virus dengue, penyebab penyakit demam berdarah (DBD).

    Lantas, adakah cara agar rumah tetap terjaga dari serangga selama musim hujan?


    Tips Rumah Bebas Serangga di Musim Hujan

    Ada sejumlah cara yang dapat kamu lakukan agar rumah terbebas dari serangga saat musim hujan. Dikutip dari catatan detikProperti dan laman BornGood, berikut tipsnya:

    1. Rapikan Area Rumah

    Pertama-tama, tentunya kamu harus merapikan lingkungan dalam maupun luar rumah terlebih dahulu ketika musim hujan datang.

    Periksa seluruh area rumah dan singkirkan hal-hal yang mungkin mengundang hadirnya serangga. Seperti membersihkan genangan air, merapikan tumpukan barang-barang, hingga membuang sampah dan benda bekas yang sudah tidak terpakai.

    2. Perbaiki Kerusakan Struktural

    Ukuran serangga yang kecil memungkinkannya untuk masuk ke dalam rumah lewat celah-celah yang tidak kita sadari. Karena itu, periksa jendela, pintu, saluran air, hingga dinding. Jika ada kerusakan atau celah bisa segera perbaiki agar serangga tidak bisa masuk ke rumah.

    3. Pasang Jaring Anti Serangga

    Kalau sudah memastikan jendela hingga pintu tidak ada celah, jangan lupakan juga bagian ventilasi. Kamu dapat memasang jaring anti serangga pada ventilasi agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.

    Dengan pemasangan ini, memungkinkan serangga jadi tersangkut di jaring. Di sisi lain, aliran keluar masuk udara tetap lancar.

    4. Jaga Kebersihan Rumah

    Kebersihan rumah tentunya harus dijaga secara rutin. Seiring musim hujan, kamu juga perlu menjadwalkan untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah agar tidak terdapat genangan air maupun sampah yang menumpuk.

    Selain itu, area dalam rumah juga mesti diperhatikan dengan rajin menyapu dan mengepel, membersihkan kamar mandi, dapur, hingga area yang sulit dijangkau. Rawat juga furnitur kayu yang dimiliki karena musim hujan menjadikannya cenderung lembap dan bisa saja dihinggapi rayap.

    Jika kamu memiliki hewan peliharaan, jangan malas pula untuk membersihkan kotoran maupun air pipisnya ya.

    5. Tutup Rapat Wadah Makanan

    Selama musim hujan, makanan dan persediaan makanan juga mesti diperhatikan. Usahakan untuk menyimpannya di wadah tertutup rapat dan di tempat yang bersih. Ini agar tidak mengundang semut dan kecoak datang untuk mengacak-acak makananmu.

    6. Semprotkan Produk Anti Serangga

    Kamu dapat menyemprotkan area yang kerap didatangi nyamuk hingga rayap dengan produk anti serangga untuk mencegahnya berdatangan. Produk ini biasanya tersedia di toko, warung, maupun minimarket.

    Jika tidak ingin semprotan berbahan kimia, kamu bisa membuat sendiri produk anti serangga dengan minyak esensial lavender hingga peppermint. Aroma yang kuat dapat mengusir serangga sekaligus menjadikan udara di rumah tercium segar.

    Kalau tidak ada, rempah beraroma menyengat seperti cengkih dan kayu manis juga dapat digunakan. Kamu bisa meletakkan wadah berisi beberapa cengkih atau kayu manis di sudut-sudut rumah yang sering dilalui serangga.

    7. Tanam Tanaman Pengusir Serangga

    Selain itu, kamu dapat pula menanam tanaman alami seperti lavender, sereh, rosemary, hingga citronella di pekarangan rumah. Sejumlah tanaman ini bisa bantu mengusir serangga-serangga yang berdatangan.

    Kamu juga bisa menanam tanaman ini dalam pot dan meletakkannya di area dalam rumah.

    Nah, itu dia sejumlah tips agar rumah terbebas dari serangga selama musim hujan. Dengan mengikuti tips di atas, kamu dan keluarga juga bisa tinggal nyaman di rumah dan terhindar dari penyakit atau infeksi yang mungkin dibawa serangga-serangga.

    (azn/fds)



    Sumber : www.detik.com