Author: Gak Ganti Gambar

  • 5 Cara Agar Lantai Kamar Mandi Nggak Licin


    Jakarta

    Kamar mandi adalah tempat yang biasa terpapar oleh air. Lantai kamar mandi yang tidak terawat biasanya akan ditumbuhi oleh lapisan lumut yang licin, membuatnya jadi tempat yang berbahaya, terutama untuk para lansia yang sudah sulit untuk menyeimbangkan diri.

    Bukan hanya karena lumut saja, penggunaan bahan lantai yang tidak cocok juga bisa membuat kamar mandi menjadi licin dan berbahaya. Bahan lantai yang terlalu mulus, bisa menjadi licin bila terkena air, atau sabun.

    Selain melakukan perawatan untuk mencegah terpeleset atau tergelincir akibat lantai kamar mandi yang licin, kamu juga bisa lakukan beberapa hal berikut ini supaya kamar mandi rumahmu supaya tidak terpeleset.


    Cara Agar Kamar Mandi Tidak Licin

    Dikutip dari ccl-wetrooms.co.uk, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar tidak terpeleset saat menggunakan kamar mandi, berikut caranya.

    1. Keset Shower/Keset Anti-selip

    Cara yang pertama adalah dengan memasang anti-slip mat (keset anti-selip). Dengan memasang keset anti-selip, kamar mandi kamu akan menjadi lebih aman.

    Biasanya keset anti-selip ini terbuat dari karet, vinil, atau plastik yang bagian bawahnya dibentuk seperti mangkuk yang nantinya akan menempel di lantai. Bagian atas dari keset ini bertekstur dan memiliki daya cengkeram tinggi, sehingga kamu tidak perlu khawatir untuk terpeleset.

    2. Besi Pegangan dan Kursi

    Cara yang kedua yaitu dengan memasang besi untuk kita berpegangan ketika di kamar mandi atau toilet. Cara in memang tidak menyelesaikan lantai yang licin, tetapi dengan memasang besi pegangan, kamu jadi bisa memiliki tempat untuk berpegangan ketika kamu hendak bergerak atau berdiri dari toilet.

    Di samping memasang pegangan besi, kamu juga bisa menambahkan kursi anti-selip pada kamar mandi kamu. Gunanya adalah untuk kamu duduk ketika sedang mandi, sehingga kamu tidak perlu bertumpu pada kaki kamu.

    Selain itu, kamu juga harus memastikan agar besi pegangan ini dipasang sesuai dengan aturan yang ada.

    3. Lakban/Plester Anti-selip

    Cara yang selanjutnya yaitu dengan melapisi lantai kamar mandi kamu dengan lakban anti-selip. Cara ini sangat mudah dilakukan dan hanya membutuhkan budget yang minim.

    Akan tetapi, kekurangan dari lakban anti selip ini adalah dari segi kemampuannya menahan licin. Dibandingkan dengan keset anti-selip, lakban anti-selip ini memiliki kekuatan yang lebih kecil.

    4. Cek Saluran Air

    Ketika membuat kamar mandi atau toilet, kamu harus memastikan agar sistem pembuangan airnya baik dan tidak menyisakan genangan air.

    Sebab, adanya genangan air ini akan mempercepat pertumbuhan lumut pada lantai kamar mandi. Maka dari itu, kamu harus pastikan kalau saluran pembuangan air kamar mandi atau toilet kamu dalam keadaan baik sehingga tidak menyisakan genangan air.

    5. Ganti Lantai dengan Lantai Anti-selip

    Cara yang terakhir tentunya dengan memastikan bahwa lantai yang kamu gunakan pada kamar mandi atau toilet kamu adalah lantai yang dibuat khusus anti-selip.

    Bila kamu merasa lantai kamar mandi kamu tetap licin walaupun sering dibersihkan, itu artinya kamu perlu mengganti lantai tersebut dengan lantai anti selip khusus kamar mandi atau toilet.

    Nah, itu dia 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat lantai kamar mandi kamu tidak licin supaya terhindar dari bahaya terpeleset. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatian! Ini 5 Ciri Rumah Kamu Kurang Terurus


    Jakarta

    Pemilik rumah mempunyai tanggung jawab untuk merawat rumah dari waktu ke waktu supaya senantiasa terlihat bagus dan berfungsi dengan baik. Tak jarang pemilik rumah bisa lupa atau abai terhadap tanda-tanda kecil yang menunjukkan rumah butuh perawatan.

    Alhasil, rumah menjadi usang dan banyak kerusakan. Selain penampilan rumah menjadi tidak menarik, berbagai kerusakan di rumah bisa menghambat aktivitas sehari-hari penghuninya.

    Oleh karena itu, perhatikan apabila sudah ada tanda rumah yang sudah lama tidak dirawat. Melansir dari laman bluenote painting pada Kamis (29/3/2024), berikut ini ciri-ciri rumah yang kurang terurus dan membutuhkan perawatan.


    Cat Eksterior Rumah Memudar atau Mengelupas

    Cat eksterior rumah sudah memudar dan mengelupas menandakan rumah tidak mendapatkan perawatan yang baik. Cat yang usang tidak hanya mengganggu estetika tetapi dapat juga mempengaruhi struktur bangunan.

    Padahal, cat eksterior rumah berperan sebagai perisai yang menjaga rumah dari lingkungan eksternal seperti sinar matahari, angin, hujan, dan suhu yang fluktuatif.

    Cat Interior Rumah yang Rusak

    Cat interior rumah sangat penting untuk menciptakan suasana ruangan yang nyaman dan mengundang. Maka dari itu, cat interior yang sudah rusak atau usang bisa membuat rumah tampak tidak terurus.

    Cat interior yang kurang terawat biasanya memudar, retak, ataupun mengelupas. Hal ini juga dapat menandakan adanya masalah, seperti kerusakan air atau masalah struktur bangunan.

    Pekarangan Ditumbuhi Rumput Liar Tinggi

    Kondisi pekarangan rumah bisa mencerminkan bagaimana perawatan rumah. Rumput yang tumbuh tinggi dan rumput liar yang dibiarkan menunjukkan rumah tidak mendapatkan pemeliharaan yang cukup. Sebab, pekarangan rumah yang selalu dipotong dan tampak rapi akan meningkatkan penampilan rumah.

    Peralatan Rusak

    Ketika berbagai peralatan seperti oven, mesin cuci, dan kipas di dalam rumah tidak berfungsi dengan baik, maka menandakan pemeliharaan rumah terabaikan. Padahal, kerusakan bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu rutinitas harian penghuni rumah.

    Sebaiknya masalah pada peralatan tersebut segera diatasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut atau bahaya keselamatan.

    Barang-barang Rusak atau Usang

    Barang-barang seperti lampu gantung, kran, dan gagang pintu perlu diperhatikan untuk menjaga fungsionalitas dan estetika rumah. Barang-barang yang dibiarkan usang dan rusak berarti rumah kurang mendapat perawatan. Hal ini tentu akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari para penghuni rumah.

    Itulah ciri-ciri rumah kurang terurus, sehingga perlu diperbaiki dan dirawat untuk mempunyai rumah yang bagus dan berfungsi dengan baik. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Rempah Biasa, Bunga Lawang Bisa Usir 3 Hewan Ini dari Rumah


    Jakarta

    Bunga lawang adalah obat herbal sekaligus rempah-rempah yang mudah ditemui di Indonesia. Bahan dapur ini kaya akan manfaat baik untuk tubuh, masakan, hingga dapat melindungi rumah dari gangguan hewan.

    Mengutip dari situs Kemendikbud, bunga lawang memiliki sebutan lain yakni pekak. Rempah satu ini juga memiliki nama ilmiah Illicium verum. Bunga lawang bentuknya seperti bunga dengan 8 lengkungan dan berwarna coklat. Jika dimakan mentah, bunga lawang terasa manis. Namun, biasanya bunga lawang diolah dahulu dan banyak digunakan dalam makanan dari Aceh, Minangkabau, Jawa, maupun Bali.

    Mulai sekarang, kamu juga bisa memanfaatkan bunga lawang di rumah untuk mengusir 3 hewan berikut.


    1. Mengusir Nyamuk

    Menurut situs latestly.com, Sabtu (30/3/2024), bunga lawang bisa mengusir nyamuk di rumah. Bahan dapur satu ini mengandung bahan aktif (E)-cinnamaldehyde atau (E)-anethole yang keduanya berfungsi sebagai pengusir nyamuk.

    Cara menggunakannya adalah ambil minyak dari bunga lawang, lalu campurkan dengan minyak kelapa. Setelah itu oleskan ke seluruh tangan dan kaki. Nyamuk pasti tidak akan mendekat karena baunya.

    2. Mengusir Siput

    Bunga lawang bisa dimanfaatkan untuk mengusir siput memakan tanaman di rumah. Menurut greenhouseemporium.com, menanam tanaman rempah dengan bau yang kuat seperti bunga lawang, rosemary, dan mint dapat mengusir hama.

    Untuk mengusir siput, kamu bukan hanya memakai bagian bunganya saja, melainkan satu tanaman bunga lawang. Pastikan tumbuhan tersebut diletakkan di dekat tanaman hias yang suka rusak karena dimakan siput.

    3. Mengusir Semut

    Melansir dari House Digest, rempah ini juga telah lama digunakan di Mesir untuk berbagai pengobatan di negara tersebut. Bijinya, minyak atsirinya, akarnya, dan daunnya semuanya bermanfaat. Begitu juga dengan aroma dari bunga lawang ini dapat mengusir semut. Sejak dulu, Mesir juga menggunakan bunga lawang untuk mengusir semut.

    Bahkan campuran cengkeh, bunga lawang, kapulaga, dan kayu manis dapat mengusir semut dari tumpukan gula. Caranya dengan memasukkan 4 bahan tadi ke dalam wadah gula yang terbuka. Bahan-bahan tadi tidak perlu dipotong ataupun dikubur di antara gula, cukup diletakkan di permukaannya. Tunggu sampai 1 jam, semut akan pergi sendirinya.

    Lalu jika di rumah ada melon embun madu dan mulai didatangi semut, letakkan bunga lawang di sekitarnya, jangan lupa tutup melon, terutama yang sudah dipotong. Aroma bunga lawang akan membingungkan semut.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Hilangkan Jamur yang Muncul di Dinding Beton


    Jakarta

    Kamu mungkin berpikir jika menggunakan beton sebagai dinding di rumah, tidak mudah ditumbuhi jamur. Anggapan tersebut salah, jamur mudah tumbuh di berbagai bahan bangunan bahkan beton sekalipun jika ada faktor pendukungnya.

    Munculnya jamur di dinding beton dapat mengganggu estetika. Seperti yang diketahui wujud jamur tidak hanya satu melainkan terdiri dari beberapa macam dan warna. Bisa hijau, putih, hitam, coklat, hingga kuning.

    Awal mula kemunculan jamur pada dinding beton adalah hinggapnya spora jamur yang sebelumnya melayang di udara. Jika dia menemukan tempat dan suhu yang tepat, jamur dapat berkembang dan menyebar di media tersebut. Kisaran suhu yang mendukung jamur berkembang adalah di antara 25-30 derajat Celcius. Permukaan yang basah dan lembap juga disukai oleh jamur daripada yang kering.


    Apakah jamur bisa dibersihkan jika sudah menyebar? Jawabannya bisa. Mengutip dari Concrete Renovation, Sabtu (30/3/2024), berikut beberapa tips menghilangkan jamur di dinding beton rumah.

    1. Menyiramkan Air Panas

    Layaknya menghapus noda, jamur bisa dihilangkan dengan air panas. Cukup tuangkan air panas ke dinding yang berjamur lalu digosok hingga benar-benar hilang. Namun kamu perlu berhati-hati terkena tetesan air panasnya. Coba cara ini untuk jamur yang muncul di bagian bawah dinding.

    2. Menyemprotkan Air yang Kencang

    Jika jamur di dinding kamu timbul dan bertekstur, kamu bisa membersihkannya dengan menyemprotkan air dari selang. Kamu bisa gosok terlebih dahulu agar lebih bersih. Cara ini juga lebih aman dibandingkan dengan menyiramkan air panas dan bisa digunakan untuk jamur di bagian atas.

    3. Soda Kue

    Soda kue adalah bahan dapur yang ampuh untuk mengangkat noda membandel di berbagai benda. Menggunakan soda kue juga tidak berbahaya. Kamu cukup taburkan soda kue ke permukaan dinding beton yang berjamur, lalu tunggu selama 24 jam. Pastikan permukaan dinding tidak basah atau lembap.

    4. Campuran Cuka dan Air

    Jika memakai soda kue tidak mempan, kamu bisa menggunakan cuka dan air. Campurkan keduanya lalu masukkan ke dalam semprotan. Jangan lupa untuk mengaduk cuka dan air tadi. Pastikan kamu memakai sarung tangan saat memegang cuka. Setelah itu semprotkan ke dinding beton yang berlumut.

    5. Campuran Pemutih dan Air

    Selain soda kue dan cuka putih, kamu juga bisa menggunakan pemutih, tetapi bahan ini berbahaya jika terkena kulit manusia. Pastikan memakai sarung tangan. Lalu benda di dekat dinding atau keramik juga sebaiknya dilapisi dengan plastik agar tetap aman jika terkena tetesan.

    Setelah pemutih dicampurkan dengan air, masukkan ke botol semprotan. Semprotkan campuran ini ke dinding beton yang berjamur. Setelah beberapa menit, sikat dan siram dinding beton dengan air biasa.

    Itulah 5 cara menghilangkan jamur pada dinding beton. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagaimana Hukum Bangun Toilet di Dalam Masjid? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Masjid adalah tempat ibadah bagi umat Muslim dan terbuka untuk umum. Sebagai tempat ibadah, Masjid adalah tempat yang suci. Bahkan jika ingin memasukinya dianjurkan sudah dalam keadaan berwudhu.

    Namun, sering ditemui pula di dekat tempat wudhu terdapat toilet atau kamar mandi. Dalam Islam sendiri toilet atau kamar mandi dianggap sebagai tempat kotor yang disukai oleh setan dan jin.

    Rasulullah SAW pernah menyebut toilet adalah tempatnya para setan laki-laki maupun perempuan menurut riwayat Hadits Ahmad dan Ibnu Majah, sebagai berikut.


    “Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri setan, maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

    Dengan demikian, apakah boleh ada kamar mandi di dalam Masjid atau di dekat tempat wudhu? Mengutip dari NU Online, adanya toilet di dalam Masjid itu diperbolehkan. Baik kamar mandi di dalam bangunan Masjid atau terpisah.

    Keputusan ini didukung oleh Kitab Bughyatul Mustarsyidin, As-Sayyid ‘Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar Ba ‘Alawy, (Darul Fikr, Beirut Libanon, cetakan pertama 1994 M), halaman 104.

    “Sedangkan bangunan toilet yang bersusun dengan bangunan Masjid, baik di lantai satu atau lantai dua dan seterusnya itu hukumnya diperinci. Kalau toilet tersebut dibangun setelah dibangunnya Masjid, maka hukumnya menjadi Masjid (suci). Jadi haram menjadikan toilet sebagai tempat buang najis. Kalau toilet tersebut dibangun bersamaan dengan dibangunnya Masjid atau sebelum dibangunnya Masjid, maka boleh menjadikan toilet sebagai tempat buang najis karena tidak menjadi hukum Masjid.”

    Jadi ketentuan membuat kamar mandi di area Masjid adalah membangun keduanya secara bersamaan agar penetapan hukum tersebut terpisah. Jika toilet dibangun setelahnya, area Masjid yang semula suci tidak bisa diubah. Penambahan kamar mandi dianggap mengotori area Masjid. Berbeda lagi halnya untuk membuat tempat wudhu, untuk ini masih diperbolehkan.

    Selain itu, dalam Islam dilarang membuang hajat menghadap kiblat. Posisi WC duduk atau jongkok beserta bak airnya perlu berlawanan dengan arah kiblat.

    Mengutip dari detikHikmah, Imam Syafi’i dalam Kitab Al Umm mengatakan, “Abu Ayyub mengetahui larangan tersebut dan dia melihatnya sebagai larangan yang bersifat mutlak. Ibnu Umar mengetahui menghadapnya Rasulullah SAW ketika buang hajat ke Baitul Muqaddas, dan dia tidak mengetahui larangan beliau.”

    Dalam riwayat lain disebutkan dalam Kitab al-Muwatha’ karya Imam Malik. Dikatakan, Rasulullah SAW pernah melarang orang buang hajat menghadap kiblat.

    “Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi dari seorang laki-laki dari Anshar, bahwa Rasulullah SAW melarang menghadap kiblat bagi orang yang buang air besar atau kecil.”

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Take Over KPR? Ketahui Sejumlah Syarat dan Prosedurnya


    Jakarta

    Masyarakat dapat membeli rumah dengan dua cara, yakni secara secara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau cash. Tak hanya itu, detikers juga bisa membeli rumah impian dengan cara take over KPR atau over kredit rumah.

    Sebagai informasi, take over KPR adalah proses pembelian rumah yang masih dalam proses cicilan oleh pemilik sebelumnya. Dengan begitu, kamu hanya perlu meneruskan cicilan rumah tersebut.

    Meski begitu ada sejumlah prosedur dan syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan take over KPR. Agar lebih jelas, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Pengertian Take Over KPR

    Mengutip laman Bank Mega Syariah, take over KPR adalah pemindahan pembiayaan properti dari satu pihak ke pihak lain melalui pengawasan bank berdasarkan ketentuan yang berlaku.

    Proses over kredit rumah dapat membuat status debitur berubah dan berpindah ke pihak yang baru. Dengan begitu, debitur lama yang telah membayar angsuran dalam jangka waktu cicilan tertentu akan mendapatkan uang tunai sebagai gantinya.

    Selain itu, rumah yang cicilan KPR-nya masih berjalan dapat dipindahkan ke bank lain dengan pinjaman KPR baru melalui cara take over KPR.

    Jenis-jenis Take Over KPR

    Sebelum melakukan over kredit rumah, detikers perlu mengetahui jenis-jenis prosedurnya terlebih dahulu. Setiap jenisnya dapat menentukan siapa pihak yang terlibat, bagaimana proses perjanjiannya, hingga tingkat keamanannya.

    Agar lebih mudah memahaminya, simak jenis-jenis take over KPR di bawah ini:

    1. Take over Antarbank

    Take over antarbank adalah jenis over kredit rumah yang dilakukan dengan memindahkan kredit dari bank lama ke bank lain. Artinya, jenis take over yang satu ini tidak melibatkan pihak debitur baru karena hanya mengganti pembiayaan ke bank lain.

    2. Over Kredit dari Debitur Lama ke Debitur Baru

    Jenis take over KPR ini merupakan proses jual beli rumah dengan mengalihkan tanggung jawab angsuran kepada orang lain. Prosesnya memang agak sedikit rumit, karena melibatkan penjual selaku debitur lama, pembeli selaku debitur baru, dan pihak bank.

    3. Take Over KPR di Bawah Tangan

    Berbeda dengan jenis sebelumnya, take over KPR di bawah tangan hanya melibatkan dua pihak saja, yaitu antara penjual dan pembeli tanpa melibatkan pihak bank.

    Sayangnya, cara ini terbilang sangat berisiko karena tidak adanya keterlibatan pihak bank. Soalnya, bank pemberi KPR hanya akan menyerahkan sertifikat hak milik properti kepada pihak yang namanya tercantum sebagai debitur saja.

    Syarat Take Over KPR

    Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar bisa melakukan take over KPR rumah. Simak syarat-syaratnya di bawah ini:

    • Fotokopi Perjanjian Kredit
    • Fotokopi Sertifikat dengan stempel bank
    • Fotokopi IMB
    • Fotokopi PBB yang sudah dibayar
    • Fotokopi bukti pembayaran angsuran
    • Asli buku tabungan bernomor rekening untuk pembayaran angsuran
    • Data penjual dan pembeli, seperti KTP, Kartu Keluarga, buku nikah (jika sudah menikah), NPWP, slip gaji terakhir, surat keterangan kerja, surat keterangan penghasilan, fotokopi mutasi keuangan tiga bulan terakhir dari rekening, dan sebagainya.

    Prosedur Take Over KPR

    Sebenarnya, prosedur take over KPR bisa berbeda-beda tergantung dari bank yang digunakan. Meski begitu, umumnya proses take over KPR tak jauh berbeda dari pengajuan KPR.

    Namun, ada proses re-appraisal atau perhitungan ulang nilai rumah. Selain itu, detikers juga diwajibkan untuk membayar biaya take over KPR yang jumlahnya sudah disepakati bersama.

    Pada umumnya, prosedur take over KPR rumah sebagai berikut:

    1. Penilaian Ulang

    Langkah yang pertama adalah melakukan penilaian ulang. Setelah menerima pengajuan take over KPR, bank akan melakukan re-appraisal atas jaminan yang menjadi objek KPR.

    Cara ini untuk menilai pasar jaminan terkini dan mengevaluasi kelayakan jaminan dari sisi kelengkapan dokumen serta keabsahan sertifikat. Apabila dinyatakan lolos penilaian uang, maka detikers bisa mengajukan pemindahan KPR.

    2. Proses Kredit Ulang

    Prosedur selanjutnya adalah pihak bank akan melakukan proses kredit ulang. Hal ini dilakukan karena kriteria setiap bank berbeda-beda. Sebab, lolos di satu bank bukan berarti langsung lolos di bank yang lain.

    Apabila terjadi peningkatan nilai pinjaman, bank harus memastikan bahwa nasabah tetap mampu membayarnya walaupun jumlah cicilannya lebih besar.

    3. Pembayaran Harga Jual Beli Rumah

    Jika biaya pinjaman dari bank tidak cukup untuk membayar harga jual beli, maka kamu harus merogoh kantong sendiri untuk membayar uang muka agar proses jual beli rumah dapat berjalan.

    Manfaat Melakukan Take Over KPR

    Pada umumnya, seseorang memindahkan KPR ke bank atau pihak lain disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari tidak mampu melanjutkan angsuran rumah, ingin memperoleh cicilan yang lebih ringan, dan lain sebagainya.

    Meski begitu, ada sejumlah manfaat yang didapat dari melakukan take over KPR, di antaranya:

    • Mendapatkan besaran angsuran lebih murah karena plafon pembiayaan yang diajukan jadi lebih sedikit.
    • Dapat menyusun ulang tenor KPR, dapat memperpanjang atau mempersingkat masa pembiayaan sesuai dengan kebutuhan keuangan kamu.
    • Bisa memperoleh dana segar yang bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya. Keuntungan ini diperoleh bagi debitur lama atau debitur yang melakukan take over KPR ke bank lain.

    Demikian penjelasan cara take over KPR beserta syarat dan jenis-jenisnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Menyimpan Tanaman Saat Ditinggal Bepergian Tanpa Khawatir Layu


    Jakarta

    Saat hendak bepergian selama beberapa hari meninggalkan rumah, selain keamanannya, kamu juga perlu memikirkan nasib tumbuhan. Sebagai makhluk hidup mereka perlu dirawat minimal dengan disiram agar tidak mati.

    Saat musim hujan, kamu akan terbantu karena tumbuhan mendapatkan air tanpa perlu disiram manual. Namun jika selama kamu pergi tidak ada hujan, bagaimana?

    Melansir dari House Beautiful, Jumat (29/3/2024) berikut ada beberapa tips meninggalkan tumbuhan agar tidak mudah layu dan rusak selama liburan.


    1. Kelompokkan Tanaman di Luar Ruangan

    Pertama kamu bisa mengelompokkan jenis-jenis tanaman yang harus diletakkan di luar dan di dalam rumah. Untuk tanaman yang di luar ruangan adalah tanaman yang memerlukan cahaya matahari langsung, tidak masalah jika tidak disiram terlalu sering, dan tanaman rambat. Letakkan di tempat yang teduh, tetapi masih bisa terkena air hujan.

    2. Siapkan Tempat Untuk Tanaman di Dalam Ruangan

    Tanaman di dalam ruangan juga ada yang bisa tidak diberi air setiap hari, tetapi mereka tidak bisa terkena matahari secara langsung sehingga di bawa masuk.

    Untuk tanaman yang butuh air setiap hari, kamu bisa menggunakan bathtub, ember, kolam karet anak-anak, atau bak untuk menampung pot-pot tanaman tersebut. Isi air setinggi 3-5 cm ke dalam wadah besar tersebut lalu letakkan tanaman dan pot tersebut di genangan air tersebut. Tanaman akan menyerap air sendiri sesuai kebutuhannya.

    3. Atur Suhu Ruangan

    Apa pun musimnya, tanaman menyukai suhu rendah ke normal sekitar 13-27 derajat celsius. Cara untuk melembapkan suhu di dalam ruangan adalah dengan menyiapkan wadah berisi air dan kerikil. Letakkan di dekat tumbuhan tersebut dan pilih tempat yang memiliki ventilasi udara.

    4. Buat Irigasi Tetes

    Membuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekasMembuat irigasi tetes memanfaatkan botol bekas. Foto: YouTube Petani Pedas/Tangkapan Layar

    Jika kamu punya waktu dan biaya lebih, coba buat aliran irigasi otomatis sederhana untuk tanaman di rumah. Misalnya menggunakan botol gelas lengkap dengan tutupnya. Isi botol dengan air sampai penuh. Buat satu lubang sebesar ujung sumpit bambu, lalu hambat dengan menusukkan kayu sebesar lubang tersebut. Balikkan botol plastik dengan posisi tutup botol di bawah, air akan keluar dari lubang yang ditusuk kayu. Cara ini seperti kerja infus di rumah sakit.

    Irigasi tetes menggunakan galon dan selangIrigasi tetes menggunakan galon dan selang. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

    Jika tanamannya banyak, kamu bisa menggunakan galon bekas berisi air. Lalu siapkan selang sesuai pot yang butuh disiram. Masukkan kain ke dalam selang tersebut dan lebihkan sampai menjuntai di kedua ujung. Posisikan ujung selang ke bawah sehingga saat ujung kain di dalam galon menyerap air, ujung lainnya yang mengarah ke pot dapat meneteskan air.

    Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah.Melubangi bawah botol bekas dan menutupi dengan tanah. Foto: YouTube Green Wall Garden/Tangkapan Layar

    Bisa juga melobangi botol plastik bekas sebesar tutup pulpen. Lubangi di samping bagian bawah botol sehingga tetap bisa tertutup dengan tanah. Nanti air akan keluar sedikit-sedikit.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Rumah Sering Berdebu dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Kamu lagi merasa rumahmu lebih berdebu dari biasanya? Atau tiba-tiba alergimu kambuh? Mungkin penyebabnya adalah hal sederhana misalnya jendela terbuka atau bisa jadi perbaikan jalan atau renovasi rumah yang berada di depan pintu rumahmu.

    Tumpukan debu di permukaan bukan hanya membuat rumah terlihat kotor, tapi juga mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan. Begini cara mengurangi tumpukan debu di rumah.

    Kenapa Rumah Berdebu?

    1. Sirkulasi Udara Buruk

    Tumpukan debu di rumah biasanya disebabkan karena aliran udara yang buruk. Gabungan dari sirkulasi udara yang buruk dengan jarangnya pembersihan bisa menimbulkan debu dan tungau bersarang di beberapa area rumahmu.


    2. Karpet Kotor

    Karpet bisa jadi penghasil utama debu. Walaupun sulit menyingkirkan debu di karpet rumah, membersihkan karpet secara rutin setidaknya bisa bantu mengurangi penumpukan debu.

    3. Hewan Peliharaan yang Tidak Dimandikan

    Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing salah satu sumber utama debu. Maka dari itu, kalau kamu memelihara hewan harus rajin dimandikan. Upaya-upaya ini tidak akan menyingkirkan debu dan tungau sepenuhnya. Tapi, setidaknya bisa mengurangi paparan terhadap debu dan tungau.

    4. Sprei Kotor

    Tungau hidup di bantal, kasur, dan sprei. Jadi kamu bisa mencegah hal ini terjadi dengan memakai sprei anti alergi untuk mencegah tungau bersarang dan bisa mengiritasi mereka yang punya alergi dan asma. Gorden adalah penyebab umum lainnya, pastikan untuk mencuci gorden kamu secara rutin.

    Seberapa Sering Membersihkan Debu?

    Membersihkan debu bukan hanya mengelap pada permukaan yang keras, tapi juga termasuk menyedot debu dan mencuci sprei secara rutin. Kamu bisa mencuci dan mengganti sprei setiap hari Minggu, menyedot debu setiap hari Jumat, dan mengelap permukaan yang keras di hari lain dalam seminggu.

    Cara Menghilangkan Debu di Rumah

    1. Sedot Debu Secara Rutin

    Menyedot debu secara rutin adalah salah satu solusi mudah mengurangi debu. Jangan lupa untuk mengganti atau membersihkan filternya saat penyedot debu dirasa kurang berfungsi dengan baik. Kalau penyedot debumu punya wadah debu, maka harus dikosongkan setiap kali selesai digunakan untuk memaksimalkan penyedotan.

    2. Beli Pembersih Udara

    Kamu bisa coba untuk membeli alat pembersih udara guna membersihkan partikel debu di udara.

    3. Pelembab Udara

    Selain mempertimbangkan alat pembersih udara, sebaiknya kamu juga mulai mencari alat pelembab udara. Kelembaban yang rendah bisa meningkatkan kadar debu di rumah. Perlu dicatat, jika lingkungan terlalu lembab akan memperburuk masalah tungau, jadi keseimbangan sangatlah penting. Usahakan agar kelembaban rumah sekitar 40% dan 50%.

    4. Bersihkan Permukaan yang Keras

    Kamu perlu mengelap permukaan yang keras secara rutin. Pakai kain mikrofiber atau kemoceng, selalu mulai dari bagian atas dan lanjut ke bawah agar debu tidak terdorong ke area yang baru kamu bersihkan.

    5. Hindari Karpet

    Seperti yang sudah disebut di atas, karpet salah satu sumber debu yang banyak. Karpet tebal dikenal menampung debu, maka dari itu karpet ini tidak direkomendasikan kalau kamu punya alergi. Menyedot debu karpet secara rutin bisa mengurangi debu.

    6. Tidak Memakai Sepatu di Dalam Ruangan

    Langkah ini merupakan salah satu cara mengurangi debu di rumah. Sepatu membawa banyak kotoran dari luar, jadi lepaskan sepatu sebelum masuk rumah. Gunakan keset pintu untuk menampung kotoran sebelum masuk rumah, dan bersihkan sesering mungkin.

    7. Merawat Hewan Peliharaan

    Memandikan dan menyisir hewan peliharaan secara rutin, idealnya dilakukan di luar ruangan, hal ini akan bantu mencegah debu. Tapi, kalau berlebihan juga akan membuat kulit hewan peliharaanmu kering, sehingga kulitnya bersisik dan pada akhirnya jadi lebih banyak debu. Konsultasikan dengan dokter hewan untuk menentukan rutinitas dan frekuensi perawatan yang baik.

    Bagaimana Cara Membasmi Tungau

    Kalau kamu punya alergi atau asma, perjuangan tidak berakhir pada menyingkirkan debu. Dilansir dari Real Simple, Sabtu (30/3/2024) walaupun tungau berukuran mikroskopis, bagian tubuh dan kotorannya bisa menjadi alergen yang bisa menyebabkan bersin-bersin, pilek, mata gatal, hidung tersumbat, kesulitan bernapas, dan lain-lain.

    Selain menggunakan sprei anti alergi dan untuk mengurangi penumpukan debu, seperti yang dijelaskan di atas, seringlah mencuci sprei dengan suhu panas (setidaknya 54°C) bisa mematikan tungau dan menyingkirkan serpihan kulit mati, yang biasa dijadikan makanan oleh tungau.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Boleh Bangun Rumah 100% Luas Tanah?



    Jakarta

    Saat membangun rumah, ada banyak peraturan dan ketentuan yang harus dipatuhi oleh pemilik tanah termasuk peraturan setempat, kondisi tanah, dan perizinan yang diperlukan.

    Salah satu aturan yang seringkali menjadi pertanyaan adalah apakah pemilik tanah boleh membangun bangunan rumah seluas tanahnya 100 persen?

    Dalam banyak kasus, pemilik tanah dapat memanfaatkan sebagian besar tanah mereka untuk pembangunan rumah, tetapi ada batasan-batasan yang harus dipatuhi.


    Direktur FWA Law Office, Febrian Willy Atmaja menyampaikan apabila seseorang membeli tanah saja di perumahan tidak berikut bangunan, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

    Terutama berkaitan dengan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Hal ini dikarenakan fasum dan fasos adalah fasilitas yang menyangkut kepentingan banyak orang sehingga pembangunan rumah harus mematuhi batas-batas ketentuan yang sudah ditetapkan.

    “Ketika di perumahan beli tanahnya saja, tidak berikut bangunan, ya itu pastinya kita akan lihat juga berkaitan dengan fasumnya dan fasosnya. Nah, fasilitas umum ya yang memang harus kita pikirkan. Misalkan kalau ada perumahan tapi kita beli tanahnya aja, nggak apa-apa, yang penting jangan naik ke trotoar melewati batas siring untuk pembuangan air, itu yang memang harus kita pikirkan,” kata Febrian menjelaskan kepada detikcom via telepon seluler, Kamis (28/3/2024).

    Akan tetapi, Febrian juga menambahkan bahwa ketentuan ini bisa sedikit berbeda apabila seseorang membeli tanah kosong di luar kawasan perumahan.

    Sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2011, untuk hal ini, pemilik tanah diperbolehkan untuk membangun 100 persen bangunan rumah seluas tanah yang dimiliki sesuai dengan yang tertera di dalam sertifikat tanah.

    “Akan tetapi kalau kita beli tanah kosong, terus kita bangun, kita full kan bangunan itu sesuai daripada sertifikat, pun tidak jadi masalah. Karena sesuai UU Nomor 1 Tahun 2011, ini kan ada semua berkaitan pasal yang mengatur tentang perumahan dan kawasan pemukiman, Jadi, kalau misalkan poin pertanyaannya, apakah bisa membangun tanah yang memang kita beli itu full langsung bangunan? poinnya kalau itu tanahnya kosong, poinnya bisa. Nah, ada pun kalau yang di perumahannya itu yang menjadi pembedanya,” ungkap Febrian.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tutorial Mengganti Sertifikat Rumah yang Hilang dan Rusak


    Jakarta

    Sertifikat rumah merupakan dokumen penting yang harus disimpan dengan baik dan aman. Akan tetapi, terkadang ada saja kejadian tidak terduga yang membuat sertifikat tersebut hilang ataupun rusak. Lantas, apa yang harus dilakukan jika menemui masalah serupa?

    Tenang saja, sertifikat baru dapat diterbitkan sebagai pengganti sertifikat yang hilang atas permohonan pemegang hak atas tanah yang namanya tertera dalam sertifikat. Kamu bisa mengurus penggantian sertifikat di Kantor Pertanahan yang akan diproses selama 40 hari kerja sesuai ketetapan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

    Melansir dari website Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), berikut ini persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum mengajukan sertifikat pengganti.


    1. Menandatangani formulir permohonan oleh pemohon atau kuasanya di atas meterai
    2. Surat kuasa apabila dikuasakan
    3. Fotokopi kartu identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
    4. Fotokopi Sertifikat (jika ada)
    5. Surat Pernyataan di bawah sumpah oleh pemegang hak/yang menghilangkan
    6. Surat tanda lapor kehilangan dari Kepolisian setempat

    Sebelumnya, pastikan untuk mempersiapkan biaya untuk menerbitkan sertifikat pengganti yang hilang sekitar Rp 350.000 per sertifikat. Rinciannya, Rp 200.000 untuk biaya sumpah, Rp 100.000 untuk biaya salinan Surat Ukur, dan Rp 50.000 untuk biaya pendaftaran.

    Setelah menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan, selanjutnya bisa menjalankan prosedur mengurus sertifikat rumah yang hilang sebagaimana dikutip dari detikJatim yang melansir dari Hukum Online, menurut Irma Devita Purnamasari, SH, M.Kn. dalam buku “Hukum Pertanahan”.

    Cara Mendapatkan Sertifikat Rumah Pengganti

    Surat laporan kehilangan sertifikat tersebut dari kepolisian setempat. Untuk mengajukan laporan hilang pemohon harus membawa fotokopi sertifikat yang hilang (bila ada) dan surat keterangan Lurah setempat yang menerangkan memang benar ada tanah yang tertera dalam fotokopi sertifikat tanah tersebut dan berlokasi di kelurahan itu.

    1. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam surat kabar sebanyak 2×2 bulan
    2. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia sebanyak 2×2 bulan
    3. Fotokopi KTP pemohon yang dilegalisasi
    4. Bukti Kewarganegaraan RI yang dilegalisasi
    5. Bukti Pembayaran Lunas PBB tahun terakhir
    6. Aspek penatagunaan tanah jika terjadi perubahan penggunaan tanah

    Dengan demikian, kamu dapat segera memblokir sertifikat rumah untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggungjawab. Kemudian, kamu bisa memulai proses pengajuan sertifikat rumah.

    Mengajukan Penggantian Sertifikat Rumah

    1. Mengisi berkas permohonan sertifikat pengganti dan melengkapi persyaratan
    2. Pengambilan sumpah pemilik sertifikat di hadapan Kepala Kantor Pertanahan. Lalu, BPN akan mengumumkan berita acara pengambilan sumpah ke media. Jika tidak terdapat sanggahan atau gugatan dari orang lain kurang lebih selama satu tahun, maka proses penggantian sertifikat akan dilanjutkan
    3. Setelah dokumen lengkap, pihak BPN akan meninjau kembali lokasi dan melakukan pengukuran ulang untuk memastikan keadaan tanah masih sama dengan yang tertera dalam Buku Tanah dan fotokopi sertifikat pemohon
    4. Penerbitan Sertifikat Pengganti yang biasanya terbit dalam kurun waktu 3 bulan setelah permohonan diterima secara lengkap.

    Demikian cara mengurus sertifikat rumah yang hilang dan rusak. Semoga membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com