Author: Gak Ganti Gambar

  • Lakukan 7 Hal Ini Sebelum Meninggalkan Rumah Saat Libur Panjang Mudik Lebaran


    Jakarta

    Libur panjang lebaran sebentar lagi akan tiba. Biasanya masyarakat Indonesia akan memanfaatkan waktu ini untuk pulang ke kampung halaman masing-masing dan merayakan hari raya bersama keluarga besar. Namun, untuk memastikan momen berkumpul dengan keluarga ini berjalan tanpa hambatan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum meninggalkan rumah saat mudik.

    Mengutip dari laman Amateur Traveler, berikut adalah 7 hal yang harus kamu lakukan sebelum meninggalkan rumah saat mudik.

    1. Rapikan Rumah Sebelum Mudik

    Merapihkan rumah sebelum mudik bisa sangat membantu kamu saat nanti kembali ke rumah. Dengan menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum pergi mudik, kamu akan lebih leluasa saat berkumpul dengan keluarga tanpa harus memikirkan pekerjaan yang ditinggalkan di rumah.


    Kamu bisa membuat daftar pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, seperti membersihkan permukaan debu, menyedot debu karpet, membersihkan sudut-sudut, dan membuang sampah. Selain itu, tuangkan larutan cuka dan air ke dalam waktafel dan juga sedikit klorin ke dalam toilet untuk menghindari penumpukan bakteri.

    2. Tunda Kiriman atau Paket

    Sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, sebaiknya kamu menunda kiriman atau paket yang akan masuk ke rumah kamu. Paket yang menumpuk di depan rumah akan menjadi tanda bahwa rumah tersebut kosong, dan hal ini bisa menarik penjahat atau pencuri untuk menargetkan rumah. Alternatif lainnya adalah kamu bisa meminta bantuan tetangga atau orang kepercayaan untuk mengamankan paket.

    3. Matikan Kulkas

    Kulkas adalah salah satu peralatan rumah tangga yang menghabiskan banyak energi. Oleh karena itu, kamu bisa mematikannya untuk lebih menghemat listrik. Sebelum mematikan kulkas jangan lupa juga untuk menghabiskan atau membuang sisa makanan yang ada di dalam kulkas. Untuk menjaga kulkas agar tidak bau, kamu bisa menggunakan soda kue.

    Cabut steker kulkas dan bersihkan bagian dalamnya dengan soda kue yang dicampur air. Kamu juga bisa membiarkan sebungkus soda kue terbuka di dalam kulkas untuk menyerap bau dan mencegah tumbuhnya jamur dan lumut.

    4. Hemat Listrik

    Selain kulkas, peralatan litrik lainnya juga berpotensi untuk menghabiskan listrik apabila tidak digunakan. Maka dari itu, lebih baik untuk mencabut semua pelaratan yang menggunakan listrik sebelum kamu meinggalkan rumah dalam waktu lama. Cabut mesin pembuat kopi, microwave, TV, dan juga matikan AC.

    5. Matikan Air

    Selain listrik, jangan lupa juga untuk mematikan air atau menghentikan segala aliran air yang mengalir ke rumah, seperti wastafel, keran, dan mesin cuci. Meskipun saat ini rumah kamu sedang tidak mengalami kebocoran, jangan biarkan apa pun terjadi secara kebetulan.

    6. Jadwalkan Lampu

    Mematikan semua lampu sepertinya bisa menjadi solusi ideal saat kamu pergi untuk waktu yang lama. Namun, dengan mematikan seluruh lampu di rumah kamu hanya akan membuat rumah menjadi lebih terlihat kosong dan tak berpenghuni yang akan mengundang pencuri. Solusinya kamu bisa membeli lampu otomatis yang menyala saat gelap atau kamu bisa memasang lampu dengan sistem pengatur waktu yang bisa diatur kapanpun.

    Kamu bisa menjadwalkan lampu untuk menyala dan mati pada waktu tertentu. Akan tetapi jika kamu merasa keberatan dengan hal tersebut, kamu bisa dengan mudah menyalakan saja lampu yang ada di teras atau luar. tapi tentu saja opsi ini akan membuat listrik kamu menjadi lebih boros.

    7. Ambil Tindakan Keamanan

    Hal terpenting sebelum meninggalkan rumah untuk mudik adalah memastikan rumah tetap aman. Jangan lupa untuk selalu mengunci pintu, jendela, dan pagar dengan benar. Pasang juga CCTV di beberapa titik di rumah agar kamu tetap bisa memantau rumah walaupun sedang mudik.

    Jangan lupa juga untuk mengunci barang-barang berharga di brankas. Jika kamu memiliki garasi, parkirkan mobil di dalam dan kunci. Jika kamu parkir di bandara, buatlah reservasi terlebih dahulu. Lebih baik juga untuk memberi tahu tetangga atau orang kepercayaan bahwa kamu akan pergi, dan berikan nomor telepon kamu agar mereka dapat menghubungi jika perlu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Kita Bisa Telusuri Rekam Jejak Pengembang Nakal Pakai Cara Ini!



    Jakarta

    Harganya yang terbilang mahal membuat mimpi punya rumah sering kali jadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

    Meski demikian, permintaan hunian masih cukup tinggi. Sayang, ada saja pihak-pihak tak bertanggung jawab yang sering memanfaatkan tingginya kebutuhan masyarakat tersebut untuk melakukan penipuan demi keuntungan pribadi.

    Penipuan bisa dilakukan siapa saja, termasuk pengembang. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengenali ciiri-ciri pengembang nakal yang harus dihindari.


    Advokat dari Muzakki Law Firm, Ismail Muzakki mengatakan, untuk mengetahui rekam jejak pengembang, ada cara jitu yang bisa kita lakukan.

    Ismail menyampaikan langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah membeli rumah dari pengembang nakal, yakni dengan memeriksa data historis atau track record di situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Melalui laman tersebut, pembeli rumah bisa mempelajari kasus yang terjerat oleh pengembang sesuai lokasi rumah sebelumnya sebagai pertimbangan.

    “SIPP itu adalah sistem informasi penelusuran perkara masing-masing pengadilan ada di seluruh Indonesia. Jadi misal ini beli rumah di Malang atau di Bogor, soalnya objek tanah itu mengikuti pengadilannya,” jelasnya.

    “Jadi kompetensi pengadilan jadi lingkupnya ketika tanahnya di wilayah Bogor tidak mungkin disidangkan di wilayah Malang begitu juga sebaliknya jadi kalau beli tanah otomatis rumah ya di Malang gitu ya maka ngeceknya SIPP-nya itu di Malang,” sambungnya.

    Lalu, ia menerangkan agar mencari informasi pengembang dengan mengetik nama pihak-pihak terkait seperti nama pengembang dan direktur pada laman tersebut. Apabila muncul catatan kasus dengan nama-nama itu sebagai tergugat, maka bisa menjadi indikasi sebagai pengembang nakal.

    Pembeli rumah dapat melakukan penelusuran lebih komprehensif pada laman SIPP, termasuk tentang putusan pengadilan. Semua itu bisa menjadi informasi tambahan bagi pembeli untuk membuat penilaian terhadap pengembang.

    “Tidak menutup kemungkinan dia pindah ganti bikin PT baru. Kalau ganti PT baru dengan nama orang yang baru sebetulnya bisa dicek juga tapi itu ngeceknya di Kementerian Hukum dan HAM dari riwayat dia berada atau apa di PT mana di CV mana itu kan riwayatnya ada semua,” tutur Ismail.

    Dengan demikian, pembeli rumah bisa lebih cermat dalam berurusan dengan developer. Sebab, membeli rumah dari pengembang yang berperkara berisiko terkena masalah.

    “Jarang ada yang langsung ganti PT itu, jadi ketika orang yang sudah didaftarkan digugatkan itu pasti ada namanya walaupun beberapa tahun yang lalu juga masih (ada datanya). Jadi (SIPP) mesin pembuka aib lah istilahnya,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 3 Kesalahan Dekorasi Ini Biar Kamar Tidur Kamu Makin Nyaman


    Jakarta

    Apabila kamu sedang ingin mendekorasi kamar tidur, sebaiknya hindari kesalahan-kesalahan berikut ini. Sebab, hal-hal ini bisa membuat kamar tidur kurang menarik bahkan terasa sempit.

    Maka dari itu, pastikan kamu tidak membuat kesalahan-kesalahan berikut ini ketika mendekorasi kamar tidur. Apa aja sih kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat mendekorasi kamar tidur?

    Dilansir dari The Spruce, Senin (1/4/2024), berikut ini kesalahan-kesalahan dalam mendekorasi kamar tidur.


    1. Menggunakan Furnitur Besar

    Furnitur-furnitur yang berukuran besar bisa membuat kamar tidur terasa lebih sempit. Maka dari itu, pemilihan furnitur yang akan digunakan harus diperhatikan.

    “Hal ini sering membuat kamar tidur terasa gelap, sempit, dan lebih kecil daripada aslinya,” kata founder Carolynleona, Liz Goldberg.

    2. Menggunakan Karpet yang Kecil

    Sebaiknya, kamu menggunakan karpet dengan ukuran yang besar alih-alih ukuran yang kecil. Hal ini supaya kamar tidur kamu terasa ‘lengkap’.

    Pendiri Tay Fusco Design, Taylor Fusco mengatakan bahwa karpet terbaik adalah dengan ukuran 9×12 kaki untuk ukuran tempat tidur king size, ukuran 8×10 kaki untuk tempat tidur queen size, dan ukuran 7×9 kaki untuk kasur ukuran twin. Kamu juga bisa menggunakan ukuran yang lebih besar jika kamu mau.

    3. Tidak Ada Tempat Penyimpanan

    Salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk penyediaan tempat penyimpanan adalah adanya meja samping tempat tidur. Adanya meja samping tempat tidur bisa menyimpan berbagai barang, misalnya buku-buku, lampu tidur, atau yang lainnya.

    Founder Gina Sims Designs, Gina Sims menyarankan untuk membeli meja samping tempat tidur yang lebarnya tidak kurang dari 30 inci jika kamar kamu memiliki tempat tidur king size.

    Itulah beberapa kesalahan yang harus dihindari agar kamar tidur tetap nyaman dan ciamik. Semoga bermanfaat!

    (abr/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Tetangga Tanam Kaktus Mepet Tembok Kita, Nggak Bahaya Ta?



    Jakarta

    Kaktus seringkali menjadi pilihan tanaman hias untuk ditaruh di rumah ataupun di halaman rumah. Bentuknya yang unik dan perawatan nya yang cukup mudah membuat kaktus menjadi pilihan yang cocok untuk di tanam di rumah.

    Namun, dalam beberapa kasus ada orang yang menanam kaktus di luar rumah sampai mepet ke tembok tetangga. Lantas, jika kasusnya seperti ini apakah akar kaktus berpotensi untuk merusak tembok tersebut?

    Menjawab pertanyaan itu, Pemilik Kebun Binar Bumi, Pandasurya Wijaya mengatakan bahwa akar kaktus tidak berpotensi untuk merusak tembok ataupun pondasinya.


    Secara umum, kemungkinannya cukup kecil karena kaktus biasanya memiliki sistem akar yang dangkal dan tidak agresif.

    Akar kaktus memang menyebar luas, namun tidak dirancang untuk menembus tembok. Akarnya mencari air dan nutrisi secara horizontal di lapisan tanah bagian atas.

    “Akar kaktusnya tidak akan merusak pondasi tembok,” kata Pandasurya kepada detikcom lewat pesan seluler pada Senin (1/4/2024).

    Namun, jika memang ada kekhawatiran tentang kerusakan pada pondasi, solusi terbaik yang bisa dilakukan adalah memindahkan kaktus ke lokasi yang lebih aman atau memangkas bagian atasnya.
    Jika ingin kaktus tetap di dekat tembok, maka dianjurkan untuk memangkas batangnya secara berkala untuk mengurangi beban pada akar.

    Jangan lupa berkomunikasi dengan tetangga dan melakukan pemeriksaan rutin pada kaktus dan tembok untuk mendeteksi tanda-tanda kerusakan apabila terjadi.

    Jika memilih untuk memindahkah kaktus, Pandasurya menyarankan untuk memindahkannya pada jarak aman yaitu sekitar 1-2 meter dari tembok atau lebih.

    Namun, jarak ideal dapat bervariasi tergantung jenis kaktus, kondisi tanah, dan potensi angin kencang di lokasi. Semakin besar kaktus dan semakin rawan angin, semakin jauh jarak idealnya dari tembok.

    “Jarak aman untuk memindahkan kaktus tersebut ya kira-kira 1 sampai 2 meter dari tembok, atau lebih,” ungkapnya.

    Meskipun akar kaktus umumnya tidak merusak tembok, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya.

    Dengan perencanaan yang baik dan pemeliharaan yang tepat, kaktus bisa tetap menjadi bagian yang indah dari lanskap rumah tanpa menimbulkan masalah yang signifikan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Angkat Jemuran di Malam Hari Cegah Pakaian Ditempelin Setan, Bener Gak Sih?



    Jakarta

    Menjemur pakaian adalah kegiatan yang biasa dilakukan di pagi atau siang hari. Hal ini tentunya dilakukan karena di pagi dan siang hari, sinar matahari akan membantu kita untuk mengeringkan pakaian lebih cepat. Selain itu, udara panas di siang hari bisa membantu membunuh kuman dan bakteri yang ada di pakaian.

    Menjemur pakaian di malam hari sebenarnya tidak dianjurkan karena udara malam memperlambat proses pengeringan pakaian. Udara malam yang dingin apabila bertemu dengan kain atau pakaian yang masih basah akan mengakibatkan jamur lebih cepat tumbuh.

    Hal ini tentunya tidak baik untuk kesehatan kita. Selain itu, banyak juga obrolan di masyarakat yang mengatakan bahwa menjemur pakaian di malam hari akan mengundang setan atau pakaian “ditempeli” setan. Lantas, apakah hal tersebut benar adanya?


    Menjawab pertanyaan tersebut, Ustad Farid Nu’man Hasan menjelaskan bahwa dalam agama Islam sendiri tidak ada aturan atau larangan mengenai menjemur baju di malam hari. Ia juga menegaskan bahwa pendapat yang mengatakan menjemur baju di malam hari akan membuat baju “ditempeli” setan adalah tahayul dan tidak benar adanya.

    “Tidak ada larangan hal itu dalam Islam, baik Al Quran, As Sunnah, Ijma’, atau keterangan ulama empat mazhab. Apa yang tersebar di medsos bahwa itu menjadi tempatnya syetan adalah khurafat dan tahayul, tidak ada dasar sama sekali,” ungkap Ustad Farid kepada detikcom melaui pesan seluler, Senin (1/4/2024).

    Selanjutnya, Syaikh Shalih al Munajjid mengomentari keyakinan tersebut dengan perkataan sebagai berikut:

    وإنما هي دعوى باطلة ، وخرافة كالتي تنتشر بين الناس

    Artinya: Itu adalah klaim batil dan khurafat yang tersebar di antara manusia. (Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 212916)

    Islam memang agama yang mencintai kebersihan dan keindahan. Namun, apabila menjemur baju di malam hari dikaitkan dengan setan dan makhluk ghaib, itu adalah perkataan yang tidak benar dan tidak berdasar menurut Islam. Islam menganjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan pakaian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk tidak menggantung pakaian di dinding rumah.

    “Namun jika alasannya adalah kebersihan dan kesehatan memang sebaiknya tidak menggantungkan pakaian di dinding rumah. Jika kotor maka taruh di tempat khusus pakaian kotor, jika bersih letakkan di lemari pakaian,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menentukan Lokasi Rumah yang Baik Menurut Islam Agar Diberkahi


    Jakarta

    Dalam ajaran Islam, rumah bukan hanya tempat tinggal fisik, tetapi juga merupakan tempat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk membangun atau membeli rumah di lingkungan yang baik dan jauh dari tempat maksiat. Memilih lokasi rumah yang baik menurut Islam melibatkan pertimbangan yang lebih mendalam daripada sekadar lokasi geografis atau harga properti.

    Untuk kamu seorang muslim yang berencana membeli atau membangun rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai lokasi rumahnya. Dilansir dari laman Learn Islam, berikut adalah beberapa tips yang dapat dipertimbangkan dalam memilih lokasi rumah yang baik menurut ajaran Islam.

    Rumah Harus Dekat dengan Masjid

    Sebagai seorang muslim, memilih rumah yang dekat dengan masjid adalah hal yang sangat penting. Masjid adalah tempat ibadah bagi umat muslim. Memilih lokasi rumah yang dekat dengan masjid memudahkan untuk melaksanakan salat berjamaah, mengikuti ceramah atau pengajian, dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu, tinggal dekat dengan masjid juga bisa memperkuat silaturahmi antar tetangga dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.


    Rumah Tidak Boleh Berada di Lingkungan Dekat Tempat Maksiat

    Di dalam ajaran Islam, lingkungan tempat tinggal memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang. Oleh karena itu, memilih lokasi rumah yang terhindar dari lingkungan yang dipenuhi dengan orang-orang yang melakukan perbuatan maksiat atau lingkungan yang dekat tempat maksiat adalah penting. Tempat-tempat maksiat yang dimaksud contohnya adalah klub malam, tempat perjudian, dan juga tempat prostitusi. Hal ini bertujuan untuk menjaga diri dan keluarga dari pengaruh negatif yang dapat memengaruhi perilaku dan moral mereka.

    Lokasi Harus Berada di Kawasan yang Bersih dan Nyaman

    Menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan merupakan bagian dari kewajiban seorang Muslim. Memilih lokasi rumah di kawasan yang bersih dan nyaman membantu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan menyenangkan untuk ditinggali. Lingkungan yang bersih dan nyaman juga akan membuat penghuni rumah semakin nyaman dan khusyuk dalam melakukan Ibadah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Selesai Renovasi Tapi Tak Urus IMB, Ada Sanksi Hukum? Apa Solusinya?



    Jakarta

    Pertanyaan

    Saya melakukan renovasi rumah atau tepatnya meningkatkan sebagian rumah tahun 2017, namun di luar pengetahuan saya ternyata dapat teguran mengurus IMB renovasi tersebut. Dengan ini saya bertanya, apakah IMB penting bagi pemilik rumah yang mengalami renovasi?

    Apa persyaratan dan biaya dalam mengurus IMB tersebut? Kemudian apakah ada sanksi hukum apabila IMB tersebut tidak diurus atau terlambat dalam pengurusannya?


    Umar B

    Pembaca detikProperti

    Jawaban

    Menanggapi pertanyaan bapak di atas, dengan ini kami sampaikan bahwa Pemerintah menghapus status Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan menggantinya dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagaimana diubah menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang diatur dalam ketentuan Pasal 24 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021. PBG adalah perizinan yang dikeluarkan dari pemerintah kepada pemilik sebuah bangunan gedung atau perwakilannya.

    PBG berlaku untuk memulai pembangunan, merenovasi, merawat, atau mengubah bangunan gedung sesuai dengan yang direncanakan. Persetujuan Bangunan Gedung yang selanjutnya disingkat PBG adalah perizinan yang diberikan kepada pemilik Bangunan Gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat Bangunan Gedung sesuai dengan standar teknis Bangunan Gedung,” seperti tertuang dalam poin 17 Pasal 1 UU Cipta Kerja.

    Perubahan IMB dan PBG menjadi hal yang menarik di tengah berkembangnya kota dan banyaknya pendirian bangunan. IMB dan PBG memiliki beberapa perbedaan, sehingga perubahannya harus dicermati setiap pemilik bangunan. Syarat dan hal yang wajib dilaporkan harus dipersiapkan dan sanksi yang ada harus dihindari. Kehadiran PBG diharapkan bisa menjadi aturan perizinan yang mewujudkan bangunan yang aman, nyaman dan ramah sesuai peruntukan tata ruang.

    Terkait proses pengurusan Pendirian Bangunan Gedung untuk perumahan maupun pribadi diajukan kepada Pemerintah Daerah melalui Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG). Permohonan PBG ini sebaiknya dilakukan sebelum pelaksanaan konstruksi agar meminimalkan masalah yang bisa terjadi di kemudian hari. Adapun persyaratan teknis dalam mengurus PGB yakni, 1) Mengisi data pemilik. 2) Memasukkan Informasi Data Tanah, 3)Melengkapi Data Teknis Bangunan. Setelah semua dokumen sudah lengkap, tahap terakhir adalah mengecek kembali dan memastikan semua data yang diberikan telah lengkap dan benar serta telah membaca ketentuan yang ada dan telah disetujui.

    Sanksi bagi pemilik rumah tidak mengurus PGB meliputi sanksi administratif mulai dari peringatan tertulis sampai dengan sanksi untuk perintah pembongkaran bangunan Gedung/ rumah. Selain itu, terdapat sanksi pidana dan denda juga apabila tidak dipenuhinya ketentuan dalam UU Bangunan Gedung jo. UU Cipta Kerja. Jika pemilik bangunan gedung dan/atau pengguna bangunan gedung tidak memenuhi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan, maka ia berpotensi dipidana penjara paling lama 3 tahun atau pidana denda paling banyak 10% dari nilai bangunan gedung jika karenanya mengakibatkan kerugian harta benda orang lain.

    Demikian yang dapat kami jawab

    Hormat kami

    Pengamat Hukum Properti

    Muhammad Rizal Siregar, S.H,. M.H
    SIREGAR & CO

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu yang Tepat Buat Ganti Kasur? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Kasur merupakan salah satu perlengkapan tidur yang keberadaannya cukup penting di rumah. Jika memiliki kasur yang nyaman tentunya bisa membuat kualitas tidur lebih baik.

    Ternyata, kasur juga memiliki masanya. Sebaiknya, apabila kasur sudah tidak nyaman digunakan segera diganti karena bisa menurunkan kualitas tidur bahkan bisa membuat badan menjadi sakit.

    Dilansir dari Sleeping Foundation, Senin (1/4/2024), umumnya kasur harus diganti setiap 6-8 tahun, tergantung dari bahannya. Nah, untuk informasi lebih lanjut, berikut ini ‘umur’ kasur berdasarkan bahannya. Dilansir dari Healthline, berikut ini informasinya.


    Masa Kasur Berdasarkan Jenisnya

    Innerspring

    Untuk kasur jenis innerspring, terdapat per sebagai support sistemnya yang bisa mendistribusikan berat badan ke seluruh kasur. Kasur jenis ini bisa bertahan hingga lebih dari 10 tahun.

    Memory Foam

    Untuk kasur jenis ini bisa tahan hingga 10-15 tahun apabila dirawat dengan benar sesuai petunjuknya, termasuk membalik kasur.

    Latex

    Untuk kasur latex bisa bertahan dengan waktu yang lama, tergantung bahan yang dipilih apakah latex sintetis atau organik. Beberapa kasur latex memiliki garansi hingga 20-25 tahun lamanya.

    Waterbed

    Waterbed merupakan kasur yang diisi oleh air. Untuk kasur jenis ini bisa bertahan hingga 5-10 tahun.

    Tanda-tanda Kasur Harus Diganti

    Selain dari masa penggunaan, terdapat beberapa tanda bahwa kasur kamu harus segera diganti. Berikut ini beberapa tandanya.

    1. Kasur sudah rusak, seperti tidak empuk lagi atau bahkan sudah sobek-sobek.
    2. Per yang berisik.
    3. Bikin sakit badan. Jika kasur kamu sudah bikin badan kamu sakit atau tidak nyaman, bisa jadi itu pertanda untuk segera menggantinya.
    4. Alergi sering kambuh. Kasur menjadi tempat yang banyak mengandung debu dan kutu kasur, apabila sudah menumpuk tentunya hal ini bisa memicu alergi atau asma yang semakin parah. Jika sudah dibersihkan dan alergi masih parah, sudah waktunya kamu mengganti kasur.

    Salah satu cara untuk memperpanjang umur kasur adalah dengan membaliknya. Dengan membaliknya setiap 6-12 bulan dapat memperpanjang umur kasur karena bagian kasur yang digunakan menjadi seimbang sehingga kenyamanannya bisa bertahan lebih lama.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Caranya Menyetrika Pakaian Dry-Clean di Rumah


    Jakarta

    Dry-clean adalah salah satu metode pencucian pakaian tanpa air, tapi menggunakan bahan kimia tertentu yang bisa membersihkan noda. Metode dry-clean ini biasanya tidak digunakan untuk semua jenis pakaian, melainkan pakaian dengan bahan kain tertentu. Contohnya seperti pakaian berbahan wool, satin, dan juga sutera, biasanya terdapat label dry-clean di pakaiannya.

    Metode dry-clean ini biasanya dilakukan oleh professional atau jasa laundry, tapi jangan khawatir karena kamu juga bisa menyetrika pakaian dry-clean sendiri di rumah dengan menggunakan teknik dan cara-cara yang tepat. Mengutip dari laman The Spruce, berikut cara menyertrika pakaian dry-clean di rumah.

    Cara-cara Menyetrika Pakaian Dry Clean

    Sebelum kamu mulai menyertika pakaian dry-clean, pastikan pakaian yang akan kamu setrika sudah bersih dan bebas dari noda ataupun bekas keringat. Setelah itu, kamu harus memerhatikan kandungan serat pada laber pakaian dan menggunakan suhu yang tepat untuk menyetrika. Suhu yang tidak tepat akan membuat pakaian rusak. Terakhir, akan lebih baik jika kamu memiliki setrika uap karena setrika uap bekerja lebih baik untuk menghilangkan kusut daripada setrika listrik.


    Untuk mulai menyetrika pakaian dry-clean, siapkan alat dan bahan berikut:

    Peralatan

    Setrika
    Papan setrika
    Gantungan/hanger baju
    Botol semprotan
    Bahan

    Air sulingan/pewangi
    Sepotong kain katun putih

    Langkah-langkah

    1. Baca Tag Perawatan Pada Pakaian

    Sebelum menyetrika pakaian, penting untuk membaca tag perawatannya terlebih dahulu. Ini akan membantu kamu mengetahui jenis serat yang digunakan dalam pembuatan pakaian tersebut. Menggunakan setrika terlalu panas bisa merusak kain, sementara setrika yang terlalu dingin tidak efektif menghilangkan kerutan.

    2. Siapkan Peralatan Setrika

    Gunakan papan setrika yang kokoh dan empuk, atau kamu juga bisa menyetrika dengan melapisi meja, atau lantai dengan kain. Pastikan setrika kamu bersih dan siap digunakan. Siapkan juga sepotong kain sebagai pelindung antara setrika dan pakaian, serta botol semprot berisi air suling untuk menambah kelembapan pada pakaian saat menyetrika.

    3. Balik Pakaian

    Sebelum mulai menyetrika, baliklah pakaian terlebih dahulu. Membalik pakain penting terutama untuk pakaian berwarna gelap, berbahan sutra, rayon, linen, beludru, korduroi, dan pakaian yang bertekstur. Membalik pakaian bertujuan untuk mencegah kerusakan pada kain.

    4. Setrika Pakaian

    Ketika menyetrika, letakkan sepotong kain di atas area yang kusut dan sesuaikan suhu setrika. Gerakkan setrika dengan hati-hati, dan jika perlu, tambahkan sedikit kelembapan pada pakaian dengan menggunakan botol semprot berisi air suling.

    5. Gantung Pakaiannya

    Setelah menyetrika, gantunglah pakaian menggunakan hanger. Jangan melipat atau menggantung pakaian di dalam lemari saat masih lembap. Untuk kain yang bisa melar, seperti rajutan, letakkan secara mendatar di tempat tidur atau rak pengering berventilasi untuk menyelesaikan pengeringan, karena menggantungnya dapat merusak seratnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ubah Kamar Mandi yang Sempit Agar Terlihat Luas


    Jakarta

    Punya rumah dengan luas terbatas, perlu perhitungan yang matang untuk membagi setiap ruangan, salah satunya menentukan luas kamar mandi.

    Bukan hanya kamar tidur dan ruang keluarga yang perlu dibuat luas dan nyaman, kamar mandi pun begitu. Tetapi terkadang kamar mandi justru mendapat area di pojokan rumah yang tertutup dan sempit. Padahal kamar mandi sama pentingnya dengan ruangan lain.

    Apabila luas ruangan sudah tidak dapat diubah, kamu bisa mengatur tampilan dalam kamar mandi jadi luas dan minimalis dengan 5 cara dari Forbes berikut.


    1. Tambah Skylight atau Ventilasi yang Besar

    Selain lampu, kamu sebaiknya membuat semacam ventilasi yang besar di atap kamar mandi atau salah satu dindingnya. Ventilasi ini selain membantu sirkulasi di dalam kamar mandi, bisa juga menjadi akses cahaya masuk jika lampu di kamar mandi mati atau rusak. Sementara itu, pemasangan skylight cocok untuk kamar mandi yang atasnya langsung ditutupi atap. Saat siang hari, kamar mandi terlihat terang dari skylight tersebut.

    2. Keramik

    Pemasangan keramik dengan corak dan warna yang sama dari lantai sampai dinding di kamar mandi dapat menimbulkan efek luas. Lalu keramik yang disarankan adalah berbentuk memanjang dan ramping dengan teknik pemasangan seperti tampilan batu bata di dinding yakni setiap sela keramik tidak ada yang bertemu.

    3. Pilih Warna Cat yang Terang

    Warna terang seperti putih, kuning, biru, atau pink adalah warna-warna yang disarankan untuk cat dinding kamar mandi. Warna terang dapat menambah volume ruangan dan memantulkan cahaya lampu dengan baik.

    Selain itu, pilih warna cat yang berlawanan dengan warna keramik. Hal ini berguna untuk membuat ilusi ruangan terlihat lebih luas dan mengubah suasana kamar mandi jauh lebih nyaman.

    4. Tambahkan Cermin

    Interior yang dibutuhkan dan berguna di kamar mandi adalah cermin. Keberadaan cermin membuat ilusi kamar mandi lebih luas.

    Cermin yang digunakan tidak perlu setinggi badan. Bentuk cermin yang disarankan adalah bulat atau kotak yang ukurannya tidak terlalu besar yang hanya bisa melihat wajah dan tanpa memakai bingkai di pinggirannya.

    Kamu bisa menggantung menghadap pintu, di seberang shower, atau di atas wastafel jika letaknya di dalam kamar mandi.

    5. Pakai Interior Kamar Mandi yang Kecil

    Suatu ruangan bisa terlihat luas apabila tidak diisi dengan barang yang terlalu banyak dan besar. Pada kamar mandi sendiri, mengganti bak air dengan shower bisa membuat ruangan lebih luas.

    Selain itu, hindari memasang wastafel yang terlalu besar di dalam kamar mandi, pasang rak di dinding atau membolongi dinding untuk tempat peralatan mandi, letakkan ember di luar kamar mandi saat tidak digunakan, dan pasang gantungan handuk di balik pintu agar lebih rapih.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com