All posts by Ganti Gambar Fifu

9 Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa, Kenali Sebelum Beli!


Jakarta

Ban adalah komponen penting dari kendaraan agar dapat bergerak dengan nyaman. Karena faktor usia dan penggunaan, ban akan menipis dan harus diganti dengan yang baru.

Di toko, detikers akan diberi pilihan apakah ingin menggunakan ban tubeless atau ban biasa. Sebelum beli, ketahui dulu 9 perbedaan ban tubeless dan ban biasa berikut ini, supaya tidak keliru.

Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa

Dirangkum dari situs Astra Daihatsu dan Suzuki Aceh, berikut ini perbedaan ban tubeless dan ban biasa, mulai dari bahan baku, komponen, hingga harganya:


1. Bahan Baku

Perbedaan ban tubeless dan ban biasa yang pertama adalah dilihat dari bahan baku bannya. Memang kedua jenis ban sama-sama berbahan baku karet.

Namun pada ban tubeless terdapat lapisan fluid sealant yang mempertahankan kerapatan ban. Fluid sealant berfungsi membuat ban tubeless tidak mudah bocor.

Sementara ban biasa tidak memiliki lapisan fluid sealant, sehingga membutuhkan ban dalam. Hal inilah yang membuat ban tubeless tidak cepat kehabisan udara jika terkena benda tajam.

2. Bobot

Dilihat dari bobot atau beratnya, ban tubeless biasanya lebih berat dari ban biasa. Hal ini disebabkan ban tubeless memiliki desain yang lebih kompleks dan lebih tebal untuk menahan tekanan udara langsung.

3. Komponen

Jika dilihat dari komponennya, ban tubeless lebih ringkas karena hanya terdiri dari ban dan velg. Sementara pada ban biasa terdapat beberapa komponen yang harus dipasang, seperti velg, ban dalam, ban luar, flap, dan lock ring.

4. Daya Tahan

Daya tahan atau durability juga penting untuk menjadi pertimbangan memilih ban tubeless atau ban biasa. Ban tubeless biasanya cenderung lebih kuat dan kokoh, sehingga cocok untuk melewati berbagai jenis medan jalan.

Sementara ban biasa dirancang mampu meredam berbagai jenis getaran, karena ban ni mempunyai tambahan bantalan dari dalam.

5. Tekanan Udara

Dalam hal pemakaian, pengguna harus memperhatikan tekanan udara ketika mengisi angin. Cek pabrikan ban masing-masing untuk mengetahui besaran tekanan udara yang tepat.

Namun pada umumnya, tekanan udara ban tubeless berkisar antara 2,2 hingga 2,5 bar. Sedangkan tekanan udara ban biasa berkisar antara 1,8 hingga 2,3 bar

6. Kenyamanan

Dalam hal kenyamanan, masing-masing jenis ban memiliki kelebihan dan kekurangan. Ban tubeless lebih terasa enteng saat berkendara, tetapi tidak nyaman dipakai melewati jalanan yang basah dan licin

Sementara ban biasa mungkin terasa lebih berat, namun ban biasa nyaman dipakai melewati jalanan yang basah dan licin.

7. Lama Pemakaian

Lama pemakaian ban bisa berbeda-beda tergantung penggunaannya. Namun ban tubeless cenderung lebih pendek masa pakainya dibandingkan ban biasa.

Ban tubeless biasanya bisa dipakai hingga sekitar 1,5 tahun, sedangkan ban biasa bisa dipakai sampai 2 tahun

8. Ketika Ban Bocor

Hal lain yang membedakan adalah ketika ban bocor. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ban tubeless ketika bocor biasanya lebih mudah penanganannya, karena cukup menutup lubang dengan cairan anti bocor. Namun jika lubangnya cukup parah, maka tidak semua bengkel bisa memperbaikinya.

Sementara ban biasa akan langsung bocor ketika tertancap benda tajam. Penanganannya adalah dengan menambalnya menggunakan karet perekat. Ada yang cukup ditempel dan di-press, ada juga yang harus dipanaskan.

Jika tambalan di ban dalam sudah banyak, maka ban dalam harus diganti baru. Bengkel tambal ban biasa dapat ditemukan di banyak tempat.

9. Harga

Perbedaan terakhir adalah terkait harga. Ban tubeless biasanya lebih mahal dari ban biasa, karena memiliki desain lebih kompleks dan teknologi lebih modern.

Sementara ban biasa cenderung lebih murah. Ban dalam dibeli secara terpisah. Ban biasa cocok bagi konsumen yang ingin berhemat.

Itulah 9 perbedaan ban tubeless dan ban biasa yang wajib detikers ketahui sebelum membeli. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalian bisa membeli sesuai kebutuhan.

(bai/row)

Sumber : oto.detik.com

Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / obi

Begini Penanganan Pertama Mobil Overheat



Jakarta

Saat cuaca sedang panas-panasnya, mobil yang bermasalah bisa mengalami overheat. Mesin overheat dapat berdampak fatal. Kalau tidak ditangani dengan benar, biaya perbaikannya bisa membengkak.

Situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk overheat pada mobil. Untuk itu, penting bagi setiap pengemudi untuk memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai dalam menangani situasi tersebut.

Overheat pada mobil bisa terjadi kapan saja ketika suhu mesin mengalami kenaikan di atas rata-rata. Apabila tiba-tiba muncul asap dari kap mesin, bisa saja dikarenakan mesin yang overheat. Jika indikator temperatur mobil menunjukkan panas berlebih (overheat), mobil akan mengalami kehilangan tenaga. Biasanya akan terdengar bunyi ping atau ketukan keras, hal ini bisa saja terjadi karena mesin terlalu panas (overheating).


Dealer resmi Hyundai Gowa memberikan tips menangani mobil yang overheat. Tak perlu panik, ini dia tujuh langkah pengecekan yang bisa dilakukan ketika mesin overheat, seperti dikutip dari siaran pers Hyundai Gowa.

1. Menepi dan berhenti segera setelah cukup aman untuk melakukannya.

2. Pindahkan gear ke posisi P (Parkir, untuk mobil matic) atau ke Netral (untuk kendaraan bertransmisi manual) dan terapkan rem parkir. Jika A/C aktif, matikan.

3. Jika ada tetesan air pendingin mesin (coolant) di bawah kendaraan atau uap keluar dari kap mesin, matikan mesin. Jangan buka kap mesin hingga pendingin berhenti bekerja atau penguapan berhenti. Jika tidak terlihat adanya kebocoran air pendingin mesin dan tidak ada uap, biarkan mesin hidup dan periksa untuk memastikan kipas pendingin mesin beroperasi. Jika kipas tidak bekerja, matikan mesin.

4. Periksa kebocoran air pendingin mesin dari radiator, selang atau di bawah kendaraan. Jika A/C telah digunakan, air dingin akan menetes saat Anda berhenti, itu adalah hal normal.

5. Jika air pendingin mesin bocor, segera matikan mesin.

6. Jika Anda tidak dapat menemukan penyebab overheating, tunggu hingga temperatur mesin kembali normal. Kemudian, jika air pendingin mesin menyusut/habis, tambahkan air pendingin mesin ke reservoir dengan hati-hati untuk menaikkan level air pendingin mesin di reservoir hingga tanda setengahnya.

7. Lanjutkan dengan hati-hati, waspada terhadap tanda-tanda terlalu panas/overheating lebih lanjut. Jika terjadi lagi overheating, segera hubungi bengkel.

(rgr/dry)

Sumber : oto.detik.com

Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / obi

Jangan Remehkan Ban Kempis, Bisa Bikin Kecelakaan!



Jakarta

Belum lama ini banyak keluhan dari salah satu pengguna mobil MPV yang tiba-tiba mengalami pecah ban. Perlu diketahui, pecah ban bisa dipicu lantaran tekanan angin ban kempis.

Dikutip dari siaran pers Auto2000, dalam banyak kasus, ban mobil pecah sampai rusak berat umumnya disebabkan oleh tekanan udara yang kurang alias ban kempis dan dibiarkan terlalu lama. Situasi ini jelas berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan.

“Tekanan udara ban yang pas, sanggup menjaga bidang kontak telapak ban agar tetap optimal sehingga daya cengkeram ban ke permukaan jalan selalu pas. Tekanan udara ban yang sesuai juga membantu dinding ban menopang berat mobil serta meredam gaya akibat gerakan ban. Alhasil, tekanan udara yang sesuai memegang peran sangat penting dalam menjaga performa ban di jalan,” jelas Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Selasa (9/7/2024).


Tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi bisa dilihat pada stiker petunjuk di pilar B sisi pengemudi atau buku petunjuk pemilik kendaraan. Di sana ada tabel tekanan udara yang direkomendasikan untuk beberapa kondisi berkendara, seperti muatan kosong atau penuh.

Pengendara disarankan selalu memeriksa tekanan udara ban mobil di pagi hari saat ban belum berjalan dan suhu lingkungan masih dingin. Kalau repot setiap hari cek tekanan ban, paling tidak usahakan minimal seminggu sekali.

Sebab, kalau ban dibiarkan kempis ada potensi bahaya. Lantaran kempis, ban tidak memiliki area kontak dengan aspal (contact patch) yang cukup. Bahkan cenderung berlebih akibat hanya tertumpu di pinggir telapak ban. Kondisi ini dapat mengakibatkan ban aus di pinggir sisi luar dan dalam saja. Mobil juga akan terasa semakin berat dikemudikan karena daya cengkeramnya terlalu kuat ke aspal jalan.

Gerakan naik turun dinding ban menjadi tidak terkendali ketika kempis. Alhasil, ban menjadi terlalu lentur dan dapat membuat anyaman kawat baja dinding ban rusak. Bahkan dalam kondisi terburuk ketika muatan mobil penuh, perjalanan jauh, dan tekanan udara ban terlalu kempis, bibir pelek dapat menyentuh dinding ban dan berpotensi membuat ban robek.

Tekanan udara ban yang kurang akan langsung terasa pada pengendalian mobil yang lebih sulit. Selain itu, biasanya mobil akan menarik ke sisi ban yang kempis atau mobil bergoyang akibat gerakan dinding ban yang berlebihan.

Tak cuma itu, kenyamanan berkendara juga jadi berkurang akibat gerakan dinding ban yang tiada henti. Gerakan berlebih pada ban juga dapat terjadi ketika mobil berakselerasi atau melakukan pengereman, termasuk ketika belok ke kiri atau ke kanan.

Akibatnya, mobil kian sulit dikendalikan karena gerakan dinding ban semakin liar, termasuk membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh sehingga mengurangi keselamatan berkendara. Dalam kondisi ekstrem di mana tekanan udara ban sangat rendah, dapat membuat ban terlepas dari pelek.

“Jangan pernah lupa mengecek tekanan udara ban setidaknya satu minggu sekali. Dengan begitu, kemungkinan ban kempis yang berisiko pecah atau sobek dapat ditekan. Termasuk pula servis berkala, jangan pernah lupa melakukannya untuk menjaga kondisi mobil supaya selalu prima cukup dengan booking via Auto2000.co.id,” tutup Yagimin.

(rgr/dry)

Sumber : oto.detik.com

Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / obi

8 Tips Mudik Bawa Banyak Barang agar Aman Sampai di Tujuan


Jakarta

Ada banyak persiapan yang dilakukan oleh pemudik sebelum pulang ke kampung halaman, salah satunya menyiapkan barang bawaan. Namun terkadang, barang yang dibawa terlalu banyak sehingga kesulitan untuk memasukkannya ke dalam mobil.

Hal ini juga harus jadi perhatian detikers sebelum melakukan perjalanan mudik. Sebab, kelebihan muatan juga berisiko menyebabkan kecelakaan.

Lantas, bagaimana cara membawa banyak barang saat mudik namun tetap aman dan nyaman? Simak tipsnya dalam artikel ini.


Tips Mudik Bawa Barang Banyak

Beberapa waktu lalu, Senior Instructor dar Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana membagikan tips keselamatan terkait mudik dengan membawa banyak barang. Menurutnya, safety loading sering dianggap remeh dan cenderung dilupakan oleh pemudik.

Sedikit informasi, safety loading adalah praktik memuat barang ke dalam kendaraan secara aman dan nyaman. Hal ini untuk meminimalisir risiko bahaya yang dapat terjadi dengan adanya tambahan muatan barang ke dalam kendaraan.

Menurut Sony, ada delapan poin yang perlu diperhatikan pemudik dalam memuat barang bawaan. Simak tipsnya di bawah ini:

1. Mengenali Kendaraan yang Digunakan

Pemilik kendaraan wajib mengenali kendaraan yang digunakan untuk mudik. Sebab, Masih banyak pemudik yang kurang memperhatikan jenis kendaraannya dan memaksa untuk memuat barang secara berlebihan.

Perlu diketahui, tidak semua kendaraan bisa mengakomodasi seluruh barang bawaan. Meskipun barang dapat dimuat dalam kendaraan, bukan berarti terbilang aman karena belum tentu memenuhi standar keselamatan yang seharusnya.

Oleh sebab itu, selalu pastikan bahwa barang muatan yang dibawa tidak melebihi kapasitas beban maksimal kendaraan, karena kendaraan akan bekerja lebih keras dengan adanya muatan tambahan tersebut.

2. Pakai Roof Box

Apabila barang bawaan sudah tidak cukup ditaruh di dalam bagasi mobil, sebaiknya pasang roof box. Sebab, sering ditemui pemudik yang asal meletakkan barang di atap mobil tanpa roof box. Cara tersebut sangat tidak disarankan karena berbahaya.

Namun, memasang roof box juga tidak boleh asal-asalan. Pastikan roof box tertutup rapat, lalu dimensi dan berat barang yang dimasukkan sesuai dengan ukuran roof box.

Perlu diingat, memasang roof box di atap mobil akan menambah dimensi dan berat mobil. Jadi, tetap harus hati-hati selama di perjalanan.

3. Penempatan Barang

Lokasi penempatan barang yang benar berada di dalam kabin kendaraan. Pastikan muatan barang tidak overload dan over dimension, lalu jangan memaksakan untuk memasukkan barang yang melebihi dari dimensi kendaraan karena sangat berbahaya.

Selain itu, usahakan untuk menempatkan muatan yang paling berat di bagian paling bawah dan yang paling ringan di bagian paling atas.

4. Lashing

Lashing atau mengikat barang bawaan juga merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan. Cara ini untuk memastikan barang-barang bawaan tidak bergerak dan mengganggu pengendara saat di jalan.

Untuk muatan di dalam kabin kendaraan dapat menggunakan cargo net. Sedangkan barang muatan yang diletakkan di bagian atap (roof box) harus menggunakan alat yang berstandar keamanan seperti strapper agar tidak terlepas pada saat kendaraan berjalan.

Oh ya, pastikan alat yang digunakan memiliki standar keamanan karena jika barang muatan tersebut lepas akan membahayakan dirimu dan juga pengendara lainnya.

5. Ketahui Sejumlah Faktor Bahaya

Pengendara juga harus menyadari faktor-faktor bahaya tambahan eksternal ketika membawa banyak barang. Faktor bahaya seperti angin kencang, jalanan berlubang, tikungan tajam, dan jalanan menanjak/menurun merupakan hal yang perlu diperhatikan.

Sebab, muatan yang banyak akan membuat kendaraan bekerja dua kali lebih berat dari biasanya. Jadi, pengendara harus menyadari batas kemampuan dari kendaraan dan harus tetap waspada.

6. Perhatikan Cara Berkendara

Membawa barang yang banyak perlu perhatian lebih dari pengendaranya. Jika barang tidak dimuat secara aman, barang tersebut akan bergerak ke mana-mana.

Pengendara perlu memastikan untuk tidak melakukan hard-braking (menginjak rem secara tiba-tiba) dan selalu menjaga jarak. Saat di jalanan menurun, selalu pastikan untuk menahan kecepatan dengan menggunakan engine brake.

Saat di jalanan menanjak, pastikan untuk menggunakan momentum gerakan kendaraan secara maksimal agar tidak gagal saat menanjak. Perhatikan juga saat menikung karena pusat gravitasi kendaraan akan berubah jika berisi muatan barang tambahan. Kalau tidak hati-hati, kendaraan dapat terguling jika menikung terlalu tajam.

7. Manajemen Perjalanan yang Baik

Sebelum memulai perjalanan, penting untuk melakukan manajemen perjalanan. Kamu bisa berdiskusi dengan anggota keluarga untuk memutuskan barang apa saja yang akan dibawa pergi dan nantinya dibawa kembali.

Sebab, barang muatan yang dibawa kembali dari kampung halaman akan lebih banyak dari sebelumnya, misalnya membawa oleh-oleh. Pastikan barang bawaan yang dibawa sudah disepakati dan tidak melebihi dari kapasitas kendaraan yang digunakan.

8. Peran Penting Co-Driver

Co-driver memiliki peranan penting selama mudik. Fungsinya untuk menjadi pengemudi cadangan, membantu navigasi, dan juga menemani pengendara sepanjang jalan.

Pastikan pengendara dan co-driver memiliki visi dan misi yang sama. Akan lebih baik lagi jika keduanya memiliki chemistry yang cocok agar dapat membuat perjalanan menjadi jauh lebih menyenangkan.

Demikian delapan tips mudik bawa banyak barang agar tetap aman sampai di kampung halaman. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

(ilf/fds)

Sumber : oto.detik.com

Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / obi

Cara Terbaik Atasi Mobil Overheat, Jangan Sampai Mudik Terganggu



Jakarta

Tak terasa libur lebaran sebentar lagi, momen mudik ke kampung halaman jadi hal yang ditunggu-tunggu. Bertemu dengan keluarga tercinta dan menikmati makanan-makanan khas lebaran yang menggugah selera.

Namun, sebelum menikmati kebersamaan itu tentunya perjalanan menuju kampung halaman jadi hal yang harus dijalani. Banyak dari pemudik yang pergi ke kampung halaman dengan berbagai moda transportasi, ada yang menggunakan fasilitas kendaraan umum atau pribadi.

Jika menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, sudah pasti pemudik harus lebih ekstra untuk memperhatikan kendaraan sebelum dipakai untuk mudik. Karena kesiapan dan keadaan kendaraan prima memiliki pengaruh yang besar.


Kita tak pernah tahu apa yang terjadi dalam perjalanan kita, tak terhindarkan masa-masa mudik ini membuat jalanan macet. Bahkan pernah terjadi kemacetan hingga beberapa kilometer yang menyebabkan arus kendaraan tidak bisa berkutik.

Maka dari itu, mempersiapkan kendaraan adalah hal yang wajib sebelum mudik nanti. Jangan sampai saat dalam perjalanan kendaraan yang digunakan mengalami overheat dan tak bisa meneruskan perjalanan.

Jika kamu menggunakan mobil pribadi untuk mudik nanti dan mengalami keadaan overheat jangan risau.

Berikut cara penanganan mobil over heat:

1. Berhenti dan Matikan Mesin
Setelah mengetahui mobil yang kita kendarai mengalami overheat, pertama kali yang harus dilakukan adalah menepi dan mematikan mesin. Cara ini dilakukan untuk mencegah mobil tidak mengalami kerusakan yang lebih parah, setelah itu jangan lupa untuk mengawasi jarum temperature.

2. Buka Kap Mobil untuk Mengeluarkan Suhu Panas
Langkah ini bisa mengeluarkan suhu panas yang terdapat di ruang mesin. Dan ketika membuka kap mesin perlu kehati-hatian karena beberapa tuas pembuka kap berada di dekat radiator sehingga bisa berisiko tersengat panas radiator.

3. Jangan Buka Tutup Radiator saat Mesin Panas
Jika membuka tutup radiator yang masih dalam keadaan mesin masih panas, ini bisa mengakibatkan uap dan air bertekanan tinggi akan lepas dan bisa mengakibatkan luka bakar yang serius. Jadi hati-hati!

4. Periksa Tabung Cadangan Air Radiator dan Isi Jika Perlu
Setiap mobil memiliki cadangan air radiator yang terhubung ke bagian atas radiatornya. Ini untuk membantu melihat air radiator kurang atau tidak dan terdapat juga indikator ketinggian air. Saat air radiator kurang dan tidak segera diisi bisa sangat berbahaya untuk mesin.

Untuk mencegah itu, tambahkan cairan pendingin hingga posisi garis atas, pengisian tersebut bisa dilakukan meskipun mesin masih panas. Dan jika mobil hanya memiliki radiator tanpa tabung cadangan, hal yang harus dilakukan adalah menunggu mesin terlebih dahulu sebelum membukanya.

5. Cari Kebocoran pada Sistem Pendinginan
Saat radiator atau kepala silinder rusak, kemungkinan adanya kebocoran dalam sistem pendinginan. Jika kamu mengerti tentang mesin periksalah radiator, blok mesin, atau kepala silinder di dekat gasket dan cek apakah terdapat kebocoran atau tidak. Sebaliknya, kalau tak mengerti sama sekali cari bantuan dan bengkel terdekat untuk melakukan tes tekanan sistem pendinginan.

6. Ambil Keputusan Terbaik untuk Melanjutkan Perjalan atau Tidak
Bila radiator hanya mengalami kekurangan cairan tinggal atasi dengan pengisian ulang dan kami bisa melanjutkan perjalanan.

Namun ada kalanya mobil mengalami over heat sudah terlalu parah. Jangan khawatir, tetap tenang, dan lakukan hal ini:

  • Jika air terlihat kering, jangan jalankan mobil
  • Jika bantuan mudah didapat, panggil derek jangan memaksakan melanjutkan perjalanan
  • Jika tidak ada bantuan atau kondisi tidak memungkinkan karena tidak aman, teruskanlah demi keselamatan diri.

Jika terpaksa berkendara dalam keadaan overheat, langkah yang harus kamu lakukan adalah:

1. Matikan AC
2. Nyalakan heater untuk mengurangi panas mesin
3. Awasi selalu petunjuk temperature, menepi, dan matikan mesin jika perlu
4. Matikan mesin, namun segera putar kunci kembali ke ‘on’ agar kipas radiator tetap berputar untuk mendinginkan air radiator
5. Jalankan mobil dengan stabil
6. Jangan melanjutkan perjalanan saat macet, lebih baik menunggu hingga kemacetan berkurang.

(din/din)

Sumber : oto.detik.com

Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / obi

Jangan Beli Helm Kalau Pertanyaan Ini Belum Bisa Dijawab



Jakarta

Helm kini muncul dengan banyak ragam pilihan, yang membuat pemotor bingung memutuskan pilihan. Hadir dengan berbagai bentuk, ukuran, dan gaya, membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana menentukan helm yang tepat untuk dibeli? Eits, jangan asal beli. Berikut tipsnya.

Sepeda motor adalah kendaraan paling populer di Indonesia. Oleh karena itu, helm sebagai alat keselamatan terpenting bagi pengendara sepeda motor sering diburu. Namun, persoalan membeli helm sering kali jadi masalah yang disepelekan oleh pengendara.

Mengutip Rideapart, ada beberapa pertanyaan yang bisa jadi indikator sebelum membeli helm.


Standarisasi Helm, Apa Itu Sharp, Snell, DOT, dan SNI?

Pertama, membeli helm baru harus sesuai kebutuhan, tergantung apakah Anda mau mengganti helm yang rusak, kedaluwarsa atau sudah usang, atau Anda memang baru pertama membeli helm.

Karena fungsinya yang sangat krusiual, helm di seluruh dunia ada stadarisasinya. Sejauh ini, dua standar helm paling ‘menjanjikan’ di dunia, yaitu ECE dan FIM. Standar lain seperti Sharp, Snell, dan DOT juga bisa jadi pilihan.

Namun ingat, standar helm yang diakui di Indonesia adalah SNI (Standar Nasional Indonesia). Meski begitu, satu jenis helm bisa mengantongi satu atau lebih standar yang ada. Jadi, pastikan helm yang mau dibeli sudah mengantongi standar yang diakui secara nasional.

Apa Kebutuhanmu Membeli Helm?

Kedua, cocokan helm dengan kebutuhan dan tujuan pemakaian. Jika Anda mempertimbangkan helm untuk digunakan di trek, maka sesuaikan dengan standar keselamatan helm yang telah ditentukan. Sebab, penting untuk mendapatkan helm yang cocok dengan gaya berkendara Anda dan tempat di mana Anda sering berkendara.

Helm Arai.Helm Arai. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

Selain itu, aerodinamis dan isolasi kebisingan adalah hal yang penting dalam memilih helm. Helm tanpa visor biasanya lebih bising saat digunakan di jalan raya terbuka, sementara helm dengan visor bisa membantu mengurangi kebisingan, terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi.

Gaya juga merupakan faktor penting dalam pembelian helm. Meski fungsinya sebagai alat keselamatan, tidak ada salahnya jika helm juga memiliki nilai modis untuk menambah ‘fesyen’ pengendaranya. Oleh karena itu, pembelian helm perlu dilakukan dengan cermat.

Mampukah Kamu Membelinya?

Jangan buat diri Anda kelaparan dalam beberapa bulan ke depan hanya karena membeli helm yang terlalu mahal. Helm yang bagus tidak harus mahal, kriteria paling mendasar ketika ingin membeli helm adalah berstandar SNI.

Pertimbangkan baik-baik kondisi keuangan Anda, termasuk ketika harus membayar biaya perawatannya nanti.

Petani menggunakan helm yang diselimuti abu vulkanik di Nagari Aia Angek, Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (30/12/2023). Petani di kaki Gunung Marapi mengeluhkan tanamannya yang rusak akibat abu vulkanik yang turun terus-menerus dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt.Petani menggunakan helm (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt) Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Apa Mereknya dan Apakah Fiturnya Oke?

Helm yang baik pasti memiliki semua perlengkapan dasar modern seperti bantalan pipi yang dapat dilepas, pelindung yang dapat diganti, dan akomodasi untuk sistem komunikasi. Standar modern ini menunjukkan bahwa helm akan bertahan lama.

Pastikan fiturnya sudah sesuai dengan kebutuhan dan selera Anda. Jika ada fitur yang penting seperti pelindung ganda, Pin Lock, atau bahkan akomodasi untuk kacamata, tidak ada salahnya menambahkan sedikit uang untuk kenyamanan.

Apakah Anda menyukainya?

Tidak ada gunanya membeli helm sepeda motor yang aman, terjangkau, dan dari merek ternama jika Anda tidak menyukainya. Meskipun kesesuaian, keselamatan, kinerja, dan fitur-fiturnya penting, pada akhirnya Anda harus membeli apa yang Anda suka selama semua hal mendasar sudah terpenuhi.

(din/din)

Sumber : oto.detik.com

Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / obi