Author: Ganti Gambar Fifu

  • Hindari 6 Hal Ini Kalau Mau Renovasi Rumah Lancar Tanpa Drama


    Jakarta

    Renovasi rumah memang menjanjikan perubahan yang menyenangkan. Banyak orang membayangkan prosesnya akan berjalan lancar selama ada tukang, waktu, dan anggaran yang disiapkan.

    Tapi di balik prosesnya sering muncul drama yang bisa memicu perdebatan dengan tukang yang mengerjakannya. Mulai dari biaya yang tiba-tiba berubah, hasil pekerjaan yang kurang sesuai harapan, hingga jadwal yang terus mundur. Semua ini biasanya berawal dari titik konflik yang kurang diperhatikan.

    Sebagian besar persoalan muncul bukan karena kesalahan satu pihak tetapi karena komunikasi yang kurang jelas, detail pekerjaan yang tidak dirinci sejak awal, dan keputusan yang terlambat diberikan. Jika tidak diatur sejak awal, proyek renovasi bisa mudah bergeser dari rencana ideal menjadi kendala yang sebenarnya bisa saja dicegah.


    Dilansir dari situs Today’s Homeowner, Sabtu (15/11/2025), berikut beberapa konflik yang membuat proyek berantakan, namun sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

    1. Komunikasi yang Buruk

    Penyebab terbesar proyek renovasi melebihi anggaran adalah komunikasi yang buruk antara pemilik rumah dan kontraktor. Jika apa yang dibicarakan berbeda dari apa yang dipahami, proyek bisa langsung kacau.

    Di lapangan, situasi seperti ini sering memicu konflik antara pemilik rumah dan tukang. Daftar pekerjaan tidak pernah benar-benar jelas. Pemilik rumah membayangkan hasil (A) sementara tukang mengerjakan (B), lalu harga tiba-tiba berubah karena item pekerjaan ternyata lebih banyak dari perkiraan awal.

    Untuk mencegah kekacauan seperti itu, solusi paling efektif adalah membuat daftar pekerjaan secara rinci, mulai dari volume, bahan, hingga spesifikasi teknis. Serta, pemilik rumah juga harus memastikan pihak kontraktor memahami dan menyetujui.

    2. Tidak Ada Perhitungan yang Detail

    Banyak pemilik rumah menetapkan anggaran hanya berdasarkan perkiraan kasar tanpa menghitung volume pekerjaan, harga material, atau risiko munculnya pekerjaan tambahan. Maka dari itu, membuat daftar yang juga menyertakan anggaran realistis itu penting.

    Dengan begitu, estimasi biaya tidak diserahkan kepada tukang yang terkadang berbeda pemahaman dengan pemilik rumah. Pemilik rumah perlu menghitung volume pekerjaan secara detail melalui rancangan anggaran biaya (RAB), meneliti harga material dan biaya tenaga kerja, serta menyiapkan anggaran sekitar 10-20 persen untuk mengantisipasi biaya tak terduga.

    3. Perubahan Mendadak

    Perubahan yang terjadi di tengah proyek adalah penyebab utama biaya membengkak. Setiap perubahan, sekecil apapun, bisa mempengaruhi jumlah material, tenaga kerja, dan waktu penyelesaian.

    Masalah ini sering muncul dari konflik hasil awal yang kurang sesuai ekspektasi. Banyak pemilik rumah memulai renovasi hanya dengan mengandalkan foto inspirasi, lalu merasa hasil awal tidak sesuai ekspektasi dan meminta perubahan. Solusinya adalah membuat gambar kerja lengkap, menentukan material sejak awal, dan sebisa mungkin menghindari perubahan yang tidak mendesak.

    4. Detail Teknis yang Terlewat

    Saat proyek berlangsung, sering muncul temuan tak terduga seperti pipa bocor, rangka dinding keropos, instalasi listrik usang, atau jamur yang tersembunyi. Masalah-masalah ini baru terlihat ketika pekerjaan sudah berjalan, sehingga bisa mengganggu jadwal dan menambah biaya.

    Hal ini berkaitan juga dengan masalah detail teknis yang terlewat. Stop kontak meleset, titik lampu salah, atau drainase miring kerap baru terlihat ketika proyek sudah setengah jalan. Solusinya adalah melakukan inspeksi awal pada plumbing, kelistrikan, dan struktur, dan membuat denah mekanikal elektrikal yang lengkap, serta menyiapkan anggaran biaya untuk keadaan tak terduga.

    5. Adanya Keterlambatan Stok Material

    Keterlambatan pengiriman barang, stok habis, atau perubahan harga material kerap membuat jadwal proyek bergeser. Masalah ini bisa menunda pekerjaan dan mempengaruhi keseluruhan timeline proyek.

    Namun, masalah timeline bukan hanya soal material. Persetujuan pemilik rumah yang molor, revisi terlambat, atau keputusan mendadak juga bisa menghentikan pekerjaan sementara. Solusinya adalah memesan material lebih awal, menetapkan batas waktu persetujuan misalkan 1×24 jam, dan membuat jadwal kerja mingguan sambil memantau progres secara rutin.

    6. Inflasi dan Kenaikan Harga

    Kenaikan harga material dan biaya tenaga kerja bisa membuat anggaran awal cepat habis. Jika proyek berjalan lama karena perubahan atau keterlambatan, biaya akan terus naik dan anggaran semakin membengkak.

    Masalah ini juga terhubung dengan permasalahan lain, seperti timeline molor membuat harga material naik, komunikasi memburuk, dan proyek pun semakin kacau. Solusinya adalah memesan material lebih awal untuk stok, tidak menunda keputusan penting, dan memastikan timeline tetap berjalan tanpa terkendala persetujuan yang lambat.

    Itulah beberapa permasalahan yang kerap memicu perdebatan dengan tukang. Cegah dan atasi sekarang agar proyek renovasi berjalan dengan lancar. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

    Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

    Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


    Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

    “Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

    Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

    Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

    Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

    Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

    1. Lantai Kusam atau Pudar

    Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

    Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

    3. Titik-titik Lengket

    Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

    4. Nat yang Tampak Kotor

    Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

    5. Alergi Kambuh

    Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

    Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci, Bisa Cepat Rusak!


    Jakarta

    Mesin cuci berfungsi untuk mencuci pakaian agar lebih bersih dan wangi. Namun, beberapa orang mengandalkan mesin cuci untuk membersihkan segala barang yang ada di rumah.

    Padahal, tidak semua barang dapat dicuci dengan mesin cuci. Alih-alih jadi bersih dan wangi, barang tersebut malah cepat rusak dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

    Ingin tahu apa saja barang-barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Barang-barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci

    Walau berfungsi untuk mencuci pakaian, tetapi tidak semua pakaian ataupun barang di rumah dapat dicuci di mesin cuci. Dilansir situs Better Homes & Gardens, Senin (17/11/2025), berikut sejumlah barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci.

    1. Sepatu Kulit dan Suede

    Tidak masalah jika mencuci sepatu di mesin cuci, tetapi ada beberapa jenis bahan sepatu yang dilarang, seperti sepatu kulit dan suede. Sebab, sepatu jenis ini bisa rusak jika direndam dalam air sehingga perlu metode yang tepat untuk mencucinya.

    Sedangkan jenis sepatu yang terbuat dari kanvas, katun, nilon, atau poliester masih aman dicuci pakai mesin cuci. Namun, tetap disarankan mencucinya secara manual menggunakan tangan.

    2. Sweater Kasmir

    Secara umum, banyak sweater yang aman dicuci dengan mesin cuci. Namun, sweater berbahan kasmir (bulu halus kambing) sebaiknya dicuci menggunakan tangan. Jika mencucinya pakai mesin cuci maka bisa merusak bahan sweater.

    3. Pakaian yang Hanya Bisa Dicuci Tangan

    Setiap pakaian memiliki care label atau label perawatan pakaian untuk mengetahui cara merawat baju dengan tepat. Nah, ada beberapa jenis pakaian yang tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci karena pakaian tersebut bisa mudah rusak.

    Agar pakaian lebih awet dan bisa digunakan dalam waktu lama, disarankan untuk mencucinya secara manual menggunakan tangan. Beberapa jenis pakaian juga disarankan untuk dicuci tanpa air atau dry cleaning.

    4. Pakaian Berbahan Sutra dan Satin

    Pakaian yang menggunakan bahan sutra, satin, renda, atau sifon akan cepat rusak jika dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, bahan pakaian ini rentan tersangkut di mesin cuci atau menyusut.

    Pertimbangkan untuk mencuci pakaian secara manual daripada berisiko merusak baju. Kalau ragu, pakaian bisa dibawa ke penatu (laundry).

    5. Pakaian Berukuran Sangat Kecil

    Beberapa pakaian berukuran sangat kecil seperti kaus kaki bayi tidak disarankan dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, pakaian yang terlalu kecil berisiko dapat menyumbat saluran pembuangan air.

    Solusinya, masukkan pakaian berukuran kecil ke dalam kantong jaring agar bisa dicuci di mesin cuci. Selain lebih aman, cara ini juga dapat mencegah pakaian mudah rusak.

    6. Selimut Tebal dan Besar

    Mencuci selimut yang tebal dan besar sebaiknya jangan menggunakan mesin cuci di rumah. Sebab, beban yang berat dapat menghambat motor mesin cuci untuk bekerja secara optimal sehingga lebih cepat panas dan berpotensi rusak.

    Selain itu, beban yang berat membuat mesin cuci tidak mampu berputar secara maksimal sehingga selimut akan tetap kotor. Disarankan membawa selimut tebal ke laundry agar bisa dicuci secara bersih.

    Demikian enam barang yang sebaiknya jangan dicuci di mesin cuci. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Coba-coba Jual Rumah Kalau Ada 5 Kondisi Ini, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Menjual rumah bekas atau second kebanyakan pasti harganya jauh lebih rendah daripada harga belinya. Hal ini dikarenakan pasar melihat properti tersebut pasti sudah mengalami banyak penurunan kualitas sehingga tidak bisa dihargai mahal.

    Harga rumah bekas juga bisa ditawar sadis oleh calon pembeli jika mereka menemukan banyak kerusakan dan kondisi rumah yang ternyata tidak terurus. Ada taktik yang bisa dilakukan pemilik rumah untuk menjaga nilai propertinya, yakni pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik sebelum menjualnya.

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut beberapa hal yang harus segera dicek dan diperbaiki sebelum memutuskan untuk menjual rumah.


    1. Kerusakan Atap

    Kerusakan pada atap merupakan masalah serius karena dapat mengganggu kenyamanan dan berbahaya bagi penghuni rumah. Apalagi Indonesia hanya memiliki dua musim, sudah pasti saat musim hujan pasti kejadian atap bocor. Kebocoran juga kerusakan yang paling terlihat, bahkan tanpa perlu naik ke atap karena bisa dilihat dari plafon.

    Oleh karena itu, apabila calon pembeli menemukan kerusakan tersebut mereka memiliki celah dan alasan yang masuk akal untuk minta pengurangan harga.

    2. Kerusakan Akibat Air dan Jamur

    Imbas dari kebocoran, area sekitarnya pasti akan lembap dan jamur mudah tumbuh di sana. Tanda pertumbuhan jamur adalah noda warna atau biasanya berwarna gelap pada beberapa permukaan. Noda tersebut tidak mudah dibersihkan dan sebelumnya tidak ada di sana. Apabila menemukan penampakan seperti itu berarti bagian rumah tersebut berjamur.

    “Pemilik rumah harus segera memperbaiki sisa kerusakan akibat air di rumah mereka, bahkan jika itu hanya noda pada cat dari kebocoran sebelumnya yang telah diperbaiki,” kata Kate Wollman-Mahan, dari Coldwell Banker Warburg, seperti yang dikutip pada Rabu (19/11/2025).

    3. Perpipaan yang Rusak

    Perpipaan di rumah ada banyak fungsinya, bisa sebagai jalur masuknya air, pembuangan air, hingga jalur keluar masuknya udara. Sistem perpipaan di rumah harus dalam kondisi baik karena apabila ada kerusakan, dapat menurunkan nilai rumah karena penghuni berikutnya akan rugi untuk mengganti pipa dan air yang terbuang sia-sia

    Adanya kerusakan pada perpipaan juga bisa diketahui dengan mudah. Salah satunya dengan mengecek ketika pengisian air, mengecek tanda-tanda jamur pada bagian rumah, hingga perangkat sanitasi kamar mandi.

    “Kebocoran harus segera diperbaiki. Jika tidak segera diatasi, kebocoran biasanya akan menyebabkan kerusakan lebih parah atau membuat tagihan air kamu membengkak,” ujar George Rosko, seorang agen real estat.

    4. Masalah Struktural dan Fondasi

    Kerusakan di rumah yang benar-benar fatal dan dapat menurunkan nilai rumah adalah jika ada masalah struktural, seperti retak dinding yang besar, bangunan miring, lantai retak, keramik terangkat, hingga terdengar suara seperti rumah mengalami pergerakan.

    Apabila nekat menjual rumah yang mengalami kerusakan struktural, risikonya sangat besar karena rumah tersebut bisa saja tidak layak lagi dipakai. Pemilik rumah pasti tidak mau dipidana oleh keluarga pembeli karena rumah yang ambruk beberapa haru seteleh ditempati oleh penghuni baru, bukan?

    “Masalah struktural dan mendasar sulit dijelaskan karena hal itu menyiratkan adanya masalah lain di balik tembok tersebut,” kata Ivan Chorney, penasihat real estat di Compass.

    5. Perlengkapan Lampu Rusak

    Perlengkapan lampu merupakan perbaikan mudah yang sangat berguna saat menata rumah. Pastikan semua bohlam berfungsi, hal ini menghilangkan kekhawatiran pembeli akan kemungkinan adanya masalah pada kelistrikan.

    Kamu juga harus mengatasi masalah pencahayaan lain yang lebih serius yang memiliki implikasi besar terhadap keselamatan.

    Itulah beberapa masalah pada rumah yang harus segera diperbaiki agar tidak menurunkan nilai rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Salah Kaprah yang Bikin Vacuum Cleaner Cepat Rusak


    Jakarta

    Saat ini sudah banyak peralatan canggih untuk membersihkan rumah. Salah satunya vacuum cleaner yang dapat menyedot segala jenis debu dan kotoran halus. Bahkan saat ini sudah muncul vacuum yang dapat menyedot cairan tanpa menyisakan warna pada permukaan yang basah.

    Meskipun peralatan sudah canggih, masih ditemukan beberapa vacuum cleaner tidak memahami cara memakai peralatan tersebut. Alhasil bukannya rumah jadi bersih, justru lebih kotor.

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut beberapa kesalahan saat menggunakan vacuum cleaner yang bikin alatnya cepet rusak.


    1. Memakai Jenis Vacuum Cleaner yang Tidak Sesuai

    Vacuum cleaner memiliki beberapa jenis yang dibedakan oleh fungsinya. Sebagai contoh ada yang bisa menyedot kotoran kering dan basah. Sebelum membeli dan memakainya, pengguna harus mengecek mana alat yang sesuai dengan kebutuhan.

    “Misalnya, penyedot debu tegak paling baik untuk karpet, karena biasanya lebih kuat daripada penyedot debu tanpa kabel. Jika Anda memiliki karpet atau permadani yang lebih tebal, penting untuk menggunakan penyedot debu yang paling cocok untuk jenis permukaan ini, dan memungkinkan Anda mengumpulkan semua kotoran dan kotoran di dalam serat tebal tersebut,” tutur Manager di Online Carpets, James Higgins, seperti yang dikutip pada Kamis (20/1/2025).

    2. Tidak Memasang Alat-alat dengan Benar Sesuai Fungsinya

    Kesalahan lainnya disebabkan salah memasang alat tambahan pada vacuum cleaner. Alat tambahan ini bentuknya seperti bentuk moncong dari vacuum cleaner. Umumnya semakin rapat penghalangnya berarti semakin halus kotoran yang tersedot. Memakai alat tambahan yang sesuai juga mencegah perabotan di rumah rusak.

    3. Memakai Vacuum Cleaner Terburu-buru

    Prinsip memakai vacuum cleaner sama dengan sapu biasanya, yakni jangan dipakai terburu-buru agar semua kotoran dapat terangkat. Namun, banyak orang mengira ketika memakai vacuum cleaner justru harus cepat-cepat karena kotoran halus mudah terhisap. Padahal dengan menggerakkan vacuum cleaner secara lambat dan stabil lebih cepat membersihkan kotoran.

    “Pertahankan kecepatan yang lambat namun stabil agar peralatan Anda memiliki peluang terbaik untuk mengangkat semua kotoran, terutama saat menyedot debu dan membersihkan karpet,” kata CEO dan Founder Sparking Clean Pro, Vanessa Bossart.

    4. Menyedot Kotoran yang Besar

    Sebelum memakai vacuum cleaner, penting untuk diketahui bahwa peralatan ini didesain untuk menyedot kotoran kecil, bukan yang besar hingga tidak muat masuk ke dalam vacuum. vacuum cleaner tanpa mengangkat kotoran yang besar.

    “Menyedot debu pada benda keras seperti batu mungkin tampak tidak berbahaya, namun dapat merusak penyedot debu Anda. Hindari hal ini dengan mengambil benda keras yang terlihat sebelum menyedot debu. Jika Anda memiliki lantai kayu keras, pertimbangkan untuk menyapu sebelum menyedot debu untuk mencegah potensi kerusakan pada penyedot debu Anda,” ujar CEO Bringer Appliance Repair David Bringer.

    5. Tidak Membuang Kotoran pada Vacuum Cleaner

    Semua penyedot debu atau vacuum cleaner memiliki batas maksimal keterisian dan banyak orang mengabaikannya. Hal ini bisa berdampak buruk pada vacuum cleaner.

    “Jika kantong terlalu penuh, daya hisapnya berkurang karena semakin sedikit ruang untuk mengalirkan udara. Penyedot debu juga tidak mengangkat kotoran, dan bahkan bisa menjadi terlalu panas, sehingga membahayakan daya tahan dan memperpendek masa pakainya,” jelas Cleaning Expert dan Operations Manager di Deluxe Maid, James King.

    Maka dari itu, penting untuk mengosongkan kantong sampah pada vacuum cleaner ketika sudah setengah penuh.

    6. Tidak Membersihkan Vacuum Cleaner

    Membersihkan vacuum cleaner perlu dilakukan agar alat tersebut tetap awet. Namun, masih saja ada yang jarang membersihkannya.

    “Jadikan rutinitas untuk membersihkan vacuum cleaner. Saat kantung debunya penuh, bersihkan. Filternya? Bersihkan atau ganti seperti yang ada di manual. Dan jangan lupa untuk memeriksa apakah ada yang menghambat pada selang atau bagian sikat. Rutin membersihkan vacuum cleaner berarti alat tersebut bisa tetap bekerja dengan baik,” kata Profesional Cleaner dan General Manager di Park Slope Cleaning, Diana Ciechorska.

    Itulah beberapa kesalahan dalam penggunaan vacuum cleaner. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Penting! Ini 9 Komponen Mobil yang Perlu Dicek sebelum Trabas Hujan



    Jakarta

    Musim hujan mulai intens di berbagai daerah. Jalanan licin, genangan air, hingga kabut menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi mobil. Karena itu, sebelum mobil dipakai menembus hujan, penting untuk memastikan semua komponennya dalam kondisi prima agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

    9 Komponen Wajib Dicek Sebelum Terabas Hujan

    Dijelaskan Auto2000, berikut sembilan komponen mobil yang wajib dicek sebelum menghadapi cuaca ekstrem:

    1. Ban Mobil

    Pastikan kondisi ban masih layak pakai dan tekanan udaranya sesuai rekomendasi pabrikan. Ban aus bisa memicu aquaplaning alias kehilangan cengkeraman di jalan basah. “Gejala aquaplaning bisa membuat mobil tergelincir, karena itu penting memastikan kondisi ban prima,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.


    2. Sistem Rem

    Periksa kampas rem dan cairan rem agar daya pengereman tetap optimal di jalan licin. Hindari kebocoran atau endapan kotoran di saluran rem.

    3. Wiper dan Washer

    Pastikan karet wiper tidak getas dan tangki washer terisi penuh agar kaca tetap bersih dan visibilitas terjaga.

    4. Lampu Mobil

    Pastikan semua lampu berfungsi, baik depan maupun belakang, untuk meningkatkan visibilitas saat hujan deras.

    5. Karet Pintu dan Jendela

    Periksa kondisi karet agar air tidak masuk ke dalam kabin. Termasuk karet panoramic roof jika ada.

    6. AC Mobil

    AC yang dingin membantu mencegah embun di kaca depan dan menjaga kenyamanan kabin.

    7. Perlengkapan Darurat

    Senter, dongkrak, kunci roda, dan kotak P3K wajib ada di mobil, termasuk ban serep yang siap pakai.

    8. Sistem Kelistrikan

    Cek aki dan sistem listrik, apalagi saat hujan semua fitur seperti lampu dan wiper bekerja bersamaan.

    9. Kaki-kaki Mobil

    Pastikan shock absorber, bushing, dan sistem kemudi tidak bermasalah agar mobil tetap stabil di jalan licin.

    Sebagai tambahan, pengemudi juga perlu menyiapkan payung, sandal plastik, pakaian ganti, dan air minum di mobil. Kalau tak sempat ke bengkel, servis bisa dilakukan lewat THS – Auto2000 Home Service, yang siap datang ke rumah atau kantor untuk perawatan ringan di musim hujan.

    (lua/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • 8 Tips Mudik Bawa Banyak Barang agar Aman Sampai di Tujuan


    Jakarta

    Ada banyak persiapan yang dilakukan oleh pemudik sebelum pulang ke kampung halaman, salah satunya menyiapkan barang bawaan. Namun terkadang, barang yang dibawa terlalu banyak sehingga kesulitan untuk memasukkannya ke dalam mobil.

    Hal ini juga harus jadi perhatian detikers sebelum melakukan perjalanan mudik. Sebab, kelebihan muatan juga berisiko menyebabkan kecelakaan.

    Lantas, bagaimana cara membawa banyak barang saat mudik namun tetap aman dan nyaman? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Tips Mudik Bawa Barang Banyak

    Beberapa waktu lalu, Senior Instructor dar Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana membagikan tips keselamatan terkait mudik dengan membawa banyak barang. Menurutnya, safety loading sering dianggap remeh dan cenderung dilupakan oleh pemudik.

    Sedikit informasi, safety loading adalah praktik memuat barang ke dalam kendaraan secara aman dan nyaman. Hal ini untuk meminimalisir risiko bahaya yang dapat terjadi dengan adanya tambahan muatan barang ke dalam kendaraan.

    Menurut Sony, ada delapan poin yang perlu diperhatikan pemudik dalam memuat barang bawaan. Simak tipsnya di bawah ini:

    1. Mengenali Kendaraan yang Digunakan

    Pemilik kendaraan wajib mengenali kendaraan yang digunakan untuk mudik. Sebab, Masih banyak pemudik yang kurang memperhatikan jenis kendaraannya dan memaksa untuk memuat barang secara berlebihan.

    Perlu diketahui, tidak semua kendaraan bisa mengakomodasi seluruh barang bawaan. Meskipun barang dapat dimuat dalam kendaraan, bukan berarti terbilang aman karena belum tentu memenuhi standar keselamatan yang seharusnya.

    Oleh sebab itu, selalu pastikan bahwa barang muatan yang dibawa tidak melebihi kapasitas beban maksimal kendaraan, karena kendaraan akan bekerja lebih keras dengan adanya muatan tambahan tersebut.

    2. Pakai Roof Box

    Apabila barang bawaan sudah tidak cukup ditaruh di dalam bagasi mobil, sebaiknya pasang roof box. Sebab, sering ditemui pemudik yang asal meletakkan barang di atap mobil tanpa roof box. Cara tersebut sangat tidak disarankan karena berbahaya.

    Namun, memasang roof box juga tidak boleh asal-asalan. Pastikan roof box tertutup rapat, lalu dimensi dan berat barang yang dimasukkan sesuai dengan ukuran roof box.

    Perlu diingat, memasang roof box di atap mobil akan menambah dimensi dan berat mobil. Jadi, tetap harus hati-hati selama di perjalanan.

    3. Penempatan Barang

    Lokasi penempatan barang yang benar berada di dalam kabin kendaraan. Pastikan muatan barang tidak overload dan over dimension, lalu jangan memaksakan untuk memasukkan barang yang melebihi dari dimensi kendaraan karena sangat berbahaya.

    Selain itu, usahakan untuk menempatkan muatan yang paling berat di bagian paling bawah dan yang paling ringan di bagian paling atas.

    4. Lashing

    Lashing atau mengikat barang bawaan juga merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan. Cara ini untuk memastikan barang-barang bawaan tidak bergerak dan mengganggu pengendara saat di jalan.

    Untuk muatan di dalam kabin kendaraan dapat menggunakan cargo net. Sedangkan barang muatan yang diletakkan di bagian atap (roof box) harus menggunakan alat yang berstandar keamanan seperti strapper agar tidak terlepas pada saat kendaraan berjalan.

    Oh ya, pastikan alat yang digunakan memiliki standar keamanan karena jika barang muatan tersebut lepas akan membahayakan dirimu dan juga pengendara lainnya.

    5. Ketahui Sejumlah Faktor Bahaya

    Pengendara juga harus menyadari faktor-faktor bahaya tambahan eksternal ketika membawa banyak barang. Faktor bahaya seperti angin kencang, jalanan berlubang, tikungan tajam, dan jalanan menanjak/menurun merupakan hal yang perlu diperhatikan.

    Sebab, muatan yang banyak akan membuat kendaraan bekerja dua kali lebih berat dari biasanya. Jadi, pengendara harus menyadari batas kemampuan dari kendaraan dan harus tetap waspada.

    6. Perhatikan Cara Berkendara

    Membawa barang yang banyak perlu perhatian lebih dari pengendaranya. Jika barang tidak dimuat secara aman, barang tersebut akan bergerak ke mana-mana.

    Pengendara perlu memastikan untuk tidak melakukan hard-braking (menginjak rem secara tiba-tiba) dan selalu menjaga jarak. Saat di jalanan menurun, selalu pastikan untuk menahan kecepatan dengan menggunakan engine brake.

    Saat di jalanan menanjak, pastikan untuk menggunakan momentum gerakan kendaraan secara maksimal agar tidak gagal saat menanjak. Perhatikan juga saat menikung karena pusat gravitasi kendaraan akan berubah jika berisi muatan barang tambahan. Kalau tidak hati-hati, kendaraan dapat terguling jika menikung terlalu tajam.

    7. Manajemen Perjalanan yang Baik

    Sebelum memulai perjalanan, penting untuk melakukan manajemen perjalanan. Kamu bisa berdiskusi dengan anggota keluarga untuk memutuskan barang apa saja yang akan dibawa pergi dan nantinya dibawa kembali.

    Sebab, barang muatan yang dibawa kembali dari kampung halaman akan lebih banyak dari sebelumnya, misalnya membawa oleh-oleh. Pastikan barang bawaan yang dibawa sudah disepakati dan tidak melebihi dari kapasitas kendaraan yang digunakan.

    8. Peran Penting Co-Driver

    Co-driver memiliki peranan penting selama mudik. Fungsinya untuk menjadi pengemudi cadangan, membantu navigasi, dan juga menemani pengendara sepanjang jalan.

    Pastikan pengendara dan co-driver memiliki visi dan misi yang sama. Akan lebih baik lagi jika keduanya memiliki chemistry yang cocok agar dapat membuat perjalanan menjadi jauh lebih menyenangkan.

    Demikian delapan tips mudik bawa banyak barang agar tetap aman sampai di kampung halaman. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Jangan Remehkan Ban Kempis, Bisa Bikin Kecelakaan!



    Jakarta

    Belum lama ini banyak keluhan dari salah satu pengguna mobil MPV yang tiba-tiba mengalami pecah ban. Perlu diketahui, pecah ban bisa dipicu lantaran tekanan angin ban kempis.

    Dikutip dari siaran pers Auto2000, dalam banyak kasus, ban mobil pecah sampai rusak berat umumnya disebabkan oleh tekanan udara yang kurang alias ban kempis dan dibiarkan terlalu lama. Situasi ini jelas berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan.

    “Tekanan udara ban yang pas, sanggup menjaga bidang kontak telapak ban agar tetap optimal sehingga daya cengkeram ban ke permukaan jalan selalu pas. Tekanan udara ban yang sesuai juga membantu dinding ban menopang berat mobil serta meredam gaya akibat gerakan ban. Alhasil, tekanan udara yang sesuai memegang peran sangat penting dalam menjaga performa ban di jalan,” jelas Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Selasa (9/7/2024).


    Tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi bisa dilihat pada stiker petunjuk di pilar B sisi pengemudi atau buku petunjuk pemilik kendaraan. Di sana ada tabel tekanan udara yang direkomendasikan untuk beberapa kondisi berkendara, seperti muatan kosong atau penuh.

    Pengendara disarankan selalu memeriksa tekanan udara ban mobil di pagi hari saat ban belum berjalan dan suhu lingkungan masih dingin. Kalau repot setiap hari cek tekanan ban, paling tidak usahakan minimal seminggu sekali.

    Sebab, kalau ban dibiarkan kempis ada potensi bahaya. Lantaran kempis, ban tidak memiliki area kontak dengan aspal (contact patch) yang cukup. Bahkan cenderung berlebih akibat hanya tertumpu di pinggir telapak ban. Kondisi ini dapat mengakibatkan ban aus di pinggir sisi luar dan dalam saja. Mobil juga akan terasa semakin berat dikemudikan karena daya cengkeramnya terlalu kuat ke aspal jalan.

    Gerakan naik turun dinding ban menjadi tidak terkendali ketika kempis. Alhasil, ban menjadi terlalu lentur dan dapat membuat anyaman kawat baja dinding ban rusak. Bahkan dalam kondisi terburuk ketika muatan mobil penuh, perjalanan jauh, dan tekanan udara ban terlalu kempis, bibir pelek dapat menyentuh dinding ban dan berpotensi membuat ban robek.

    Tekanan udara ban yang kurang akan langsung terasa pada pengendalian mobil yang lebih sulit. Selain itu, biasanya mobil akan menarik ke sisi ban yang kempis atau mobil bergoyang akibat gerakan dinding ban yang berlebihan.

    Tak cuma itu, kenyamanan berkendara juga jadi berkurang akibat gerakan dinding ban yang tiada henti. Gerakan berlebih pada ban juga dapat terjadi ketika mobil berakselerasi atau melakukan pengereman, termasuk ketika belok ke kiri atau ke kanan.

    Akibatnya, mobil kian sulit dikendalikan karena gerakan dinding ban semakin liar, termasuk membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh sehingga mengurangi keselamatan berkendara. Dalam kondisi ekstrem di mana tekanan udara ban sangat rendah, dapat membuat ban terlepas dari pelek.

    “Jangan pernah lupa mengecek tekanan udara ban setidaknya satu minggu sekali. Dengan begitu, kemungkinan ban kempis yang berisiko pecah atau sobek dapat ditekan. Termasuk pula servis berkala, jangan pernah lupa melakukannya untuk menjaga kondisi mobil supaya selalu prima cukup dengan booking via Auto2000.co.id,” tutup Yagimin.

    (rgr/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Begini Penanganan Pertama Mobil Overheat



    Jakarta

    Saat cuaca sedang panas-panasnya, mobil yang bermasalah bisa mengalami overheat. Mesin overheat dapat berdampak fatal. Kalau tidak ditangani dengan benar, biaya perbaikannya bisa membengkak.

    Situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk overheat pada mobil. Untuk itu, penting bagi setiap pengemudi untuk memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai dalam menangani situasi tersebut.

    Overheat pada mobil bisa terjadi kapan saja ketika suhu mesin mengalami kenaikan di atas rata-rata. Apabila tiba-tiba muncul asap dari kap mesin, bisa saja dikarenakan mesin yang overheat. Jika indikator temperatur mobil menunjukkan panas berlebih (overheat), mobil akan mengalami kehilangan tenaga. Biasanya akan terdengar bunyi ping atau ketukan keras, hal ini bisa saja terjadi karena mesin terlalu panas (overheating).


    Dealer resmi Hyundai Gowa memberikan tips menangani mobil yang overheat. Tak perlu panik, ini dia tujuh langkah pengecekan yang bisa dilakukan ketika mesin overheat, seperti dikutip dari siaran pers Hyundai Gowa.

    1. Menepi dan berhenti segera setelah cukup aman untuk melakukannya.

    2. Pindahkan gear ke posisi P (Parkir, untuk mobil matic) atau ke Netral (untuk kendaraan bertransmisi manual) dan terapkan rem parkir. Jika A/C aktif, matikan.

    3. Jika ada tetesan air pendingin mesin (coolant) di bawah kendaraan atau uap keluar dari kap mesin, matikan mesin. Jangan buka kap mesin hingga pendingin berhenti bekerja atau penguapan berhenti. Jika tidak terlihat adanya kebocoran air pendingin mesin dan tidak ada uap, biarkan mesin hidup dan periksa untuk memastikan kipas pendingin mesin beroperasi. Jika kipas tidak bekerja, matikan mesin.

    4. Periksa kebocoran air pendingin mesin dari radiator, selang atau di bawah kendaraan. Jika A/C telah digunakan, air dingin akan menetes saat Anda berhenti, itu adalah hal normal.

    5. Jika air pendingin mesin bocor, segera matikan mesin.

    6. Jika Anda tidak dapat menemukan penyebab overheating, tunggu hingga temperatur mesin kembali normal. Kemudian, jika air pendingin mesin menyusut/habis, tambahkan air pendingin mesin ke reservoir dengan hati-hati untuk menaikkan level air pendingin mesin di reservoir hingga tanda setengahnya.

    7. Lanjutkan dengan hati-hati, waspada terhadap tanda-tanda terlalu panas/overheating lebih lanjut. Jika terjadi lagi overheating, segera hubungi bengkel.

    (rgr/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi