Author: Ganti Gambar

  • Sederet ‘Ritual’ Awet Muda Chuando Tan, Tak Heran Tubuhnya Kekar di Usia 57


    Jakarta

    Chuando Tan, fotografer di Singapura mendadak jadi sorotan lantaran di usianya yang menginjak 57 tahun, penampilan wajahnya masih terlihat sangat muda bahkan seperti di umur 20. Pria yang juga berprofesi sebagai model di era 1980-an ini sangat menjaga pola makan.

    Bukan tanpa sebab, Chuando Tan memegang prinsip bahwa tubuh dan kesehatan seseorang, termasuk secara fisik dan mental 70 persen bergantung pada makanan yang dimakan, sisanya berasal dari olahraga.

    Karenanya, Tan mengaku rutin memakan enam butir telur rebus untuk sarapan dengan hanya mengambil dua bagian kuning telur tersebut, lantaran menghindari kemungkinan kolesterol tinggi. Chuando Tan juga terbiasa meminum segelas susu dan terkadang menambahkan alpukat, juga buah beri ke dalam menu sarapannya.


    Sementara untuk makan siang, Tan memilih porsi sedikit lebih banyak dengan menambahkan nasi. Misalnya, makan ayam dengan nasi, sayuran panggang, dan sup ikan. Fotografer tersebut juga menghindari kopi dan teh, lebih sering meminum air putih.

    Tan bahkan tidak merokok dan minum alkohol. Untuk malam, dirinya memilih mengonsumsi salad sayuran segar.

    Pola makan sehat Chuando Tan dibarengi dengan workout, minimal tiga hingga empat kali dalam sepekan. Dalam satu kali latihan, bisa 30 menit terlewati.

    Beragam workout yang diikuti termasuk latihan kardio. Terkadang dia juga memilih berenang.

    Wajah Tan di usia 50 tahun-an kerap dituding hasil operasi plastik dan pemakaian kosmetik khusus. Dalam beberapa kali kesempatan, Chuando Tan jelas membantahnya.

    “Saya memiliki kulit sensitif, itulah mengapa saya hanya menggunakan dua hal setiap hari, pembersih wajah berbentuk gel dan krim pelembap,” tegasnya.

    Tidak banyak perawatan wajah yang dilakukan Chuando Tan, dirinya mengaku pernah mencoba prosedur botox satu kali, tetapi hasil atau efek yang didapatkan jauh dari yang dibayangkan. Karenanya, dirinya tidak lagi melakukan sejumlah prosedur tersebut.

    Jam tidur Tan bahkan nyaris selalu teratur. Dirinya berusaha untuk tidak tidur lewat jam 11 malam dan mendapatkan ‘deep sleep’ lantaran berhenti makan lima sampai enam jam sebelum tidur.

    “Percayalah, tidur lebih awal adalah hal yang bermanfaat. Dengan tidur yang cukup, Anda akan dapat melakukan lebih banyak hal di siang hari dibandingkan bekerja di malam hari,” pesan Tan, dikutip dari Bright Side, Rabu (3/1/2024).

    (naf/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Minuman Penurun Kolesterol-Darah Tinggi, Pendamping Makan Enak Tahun Baru

    Jakarta

    Minuman penurun kolesterol dan darah tinggi dapat membantu menetralisir efek makan daging. Karenanya, minuman-minuman tersebut cocok disuguhkan pada acara malam tahun baruan, yang kerap identik dengan kegiatan bakar-bakar daging alias barbeque.

    Barbeque merupakan salah satu aktivitas favorit yang dilakukan sambil menunggu momen pergantian tahun. Biasanya, jenis daging yang sering dikonsumsi adalah daging merah, seperti daging sapi atau kambing.

    Suasana perayaan tahun baru pun sering membuat orang lupa diri dan ‘kalap’ mengonsumsi hidangan daging tersebut. Padahal, terlalu banyak mengonsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, jantung, hingga stroke.


    Karena itu, penting untuk menurunkan kolesterol dan darah tinggi setelah makan hidangan daging tersebut. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman penurun kolesterol dan darah tinggi yang bisa menetralkan efek setelah makan daging. Apa saja minuman tersebut?

    Minuman Penurun Kolesterol dan Darah Tinggi

    Berikut ini beberapa minuman yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

    1. Jus Tomat

    Jus tomat merupakan salah satu minuman penurun kolesterol dan darah tinggi yang cukup ampuh. Pasalnya, jus tomat mengandung likopen yang dapat menurunkan kadar lemak sekaligus mengurangi kolesterol LDL.

    Tak hanya itu, likopen dalam jus tomat juga dapat menstabilkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Kedua khasiat dari likopen itulah yang membuat jus tomat ideal sebagai pendamping untuk makan daging.

    2. Jus Wortel

    Khasiat wortel selama ini identik dengan mata. Namun, wortel ternyata juga bisa diolah menjadi minuman untuk menurunkan kolesterol dan darah tinggi loh.

    Wortel mengandung beta-karoten yang dapat merangsang aktivitas beta carotene oxygenase 1 (BCO1). BCO1 inilah yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL (low-density lipoprotein) dalam tubuh.

    Wortel juga kaya akan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari risiko penyakit kardiovaskular, seperti darah tinggi. Sebuah studi menyebutkan mengonsumsi setidaknya 100 gram wortel setiap hari dapat menurunkan tekanan darah hingga 10 persen.

    3. Jus Timun

    Sayuran lain yang dapat diolah menjadi minuman penurun kolesterol dan darah tinggi adalah timun. Timun mengandung serat tinggi yang dapat memperlambat proses penyerapan lemak di sistem pencernaan. Hal ini secara langsung dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh.

    Timun juga mengandung kalium (potasium) dan magnesium yang dapat membantu menstabilkan tekanan darah.

    4. Teh Hijau

    Teh hijau merupakan salah satu minuman yang terkenal berkat efeknya untuk kesehatan. Salah satu khasiat teh hijau adalah dapat membantu menurunkan kolesterol dan darah tinggi.

    Teh hijau mengandung beragam senyawa antioksidan, seperti katekin, yang dapat membantu menurunkan kolesterol LDL dalam tubuh. Selain menurunkan kolesterol, teh hijau juga dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi dengan cara merilekskan pembuluh darah. Alhasil, aliran darah menjadi lebih lancar sehingga mengurangi beban kerja otot jantung.

    5. Minuman Cocoa

    Cocoa adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat coklat hitam. Coklat hitam sendiri merupakan salah satu makanan yang dapat membantu menurunkan kolesterol LDL dalam tubuh.

    Sebab, coklat hitam mengandung antioksidan seperti flavanol yang tak hanya menurunkan kolesterol LDL, tapi juga meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein). Kolesterol HDL ini dibutuhkan oleh tubuh untuk mencegah terjadinya risiko penyumbatan pada pembuluh darah.

    Flavanol juga dapat membantu merilekskan pembuluh darah, sehingga memperlancar sirkulasi darah dan mencegah terjadinya darah tinggi.

    (ath/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Cara Mencegah Perut Buncit dan Melar Selama Musim Liburan

    Jakarta

    Ada beragam cara mencegah perut buncit yang bisa dilakukan selama musim liburan. Mulai dari olahraga hingga menambah waktu tidur, ternyata tidak sesulit itu menghilangkan lemak yang menumpuk.

    Liburan akhir tahun merupakan momen yang dimanfaatkan orang-orang untuk memanjakan diri. Entah itu dengan bepergian atau bersantai di rumah, beragam aktivitas seru selama liburan kerap membuat banyak orang lalai dalam menerapkan pola hidup sehat.

    Alhasil, berat badan bisa semakin bertambah selama liburan. Jika dibiarkan, hal ini tentunya dapat memicu kondisi yang dapat mengancam kesehatan, seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.


    Cara Mencegah Perut Buncit Selama Liburan

    Agar terhindar dari situasi tersebut, berikut sejumlah cara mencegah kenaikan berat badan dan perut buncit selama musim liburan.

    1. Tetap Berolahraga

    Liburan memang menjadi waktu yang tepat untuk bersantai. Tapi, bukan berarti boleh terus bermalas-malasan dan tidak berolahraga.

    Olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh. Selain membakar lemak, olahraga juga membantu memelihara kesehatan pembuluh darah, memperkuat otot jantung, hingga meningkatkan jumlah kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein) dalam tubuh. Keseluruhan manfaat tersebut dapat membantu melindungi dari risiko penyakit seperti hipertensi hingga serangan jantung.

    2. Kontrol Porsi Makan

    Momen liburan bisa membuat orang terlalu memanjakan diri untuk urusan makanan, apalagi mereka yang bepergian ke tempat-tempat wisata. Tak jarang, godaan kuliner eksotis membuat banyak orang ‘kalap’ dan tidak menjaga porsi makannya.

    Hal ini tentunya membuat badan menjadi ‘melar’ dan memicu sejumlah penyakit. Salah satu cara yang efektif untuk mengontrol porsi makan adalah dengan menggunakan piring atau wadah yang lebih kecil, agar jumlah makanan yang diambil tidak terlalu banyak.

    3. Kurangi Makanan Manis

    Makanan manis juga menjadi godaan yang sulit untuk dilawan selama musim liburan, apalagi liburan tahun baru. Pasalnya, banyak acara-acara perayaan tahun baru yang kerap menyuguhkan aneka makanan manis seperti keik dan kue kering.

    Keseringan mengonsumsi makanan-makanan manis tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan, hingga bahkan obesitas. Obesitas sendiri merupakan salah satu faktor yang dapat memicu berbagai macam penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan lain sebagainya. Agar terhindar dari risiko-risiko tersebut, sebisa mungkin batasi konsumsi makanan manis selama liburan.

    4. Perbanyak Asupan Serat dan Protein

    Liburan tidak menjadi alasan untuk melupakan pola makan sehat. Terlebih, dengan banyaknya godaan makanan tinggi gula dan karbohidrat yang tersedia selama musim liburan.

    Memperbanyak asupan protein dan serat merupakan salah satu cara untuk mencegah perut buncit akibat mengonsumsi makanan berkarbohidrat dan gula tinggi tersebut. Serat dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dan gula oleh tubuh. Proses penyerapan yang lambat ini membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga menekan keinginan untuk ngemil.

    Di sisi lain, protein juga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori. Karenanya, mengonsumsi makanan atau minuman berprotein sebelum makan besar dapat membantu mengontrol porsi makan agar tidak bablas dan menyebabkan kenaikan berat badan.

    5. Banyak Minum Air Putih

    Air putih memiliki manfaat yang sangat dahsyat dalam mencegah kenaikan berat badan. Salah satu alasannya adalah karena air putih dapat sedikit mengenyangkan perut sehingga membantu mengontrol nafsu makan.

    Tak hanya itu, air putih juga dapat membantu melancarkan proses pembuangan kotoran dari dalam tubuh. Terkadang, kotoran dan cairan yang menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan kembung atau pembengkakan yang membuat perut tampak lebih buncit.

    Air putih juga dapat meningkatkan proses metabolisme tubuh. Jika metabolisme berjalan dengan optimal, maka semakin banyak pula kalori dan lemak yang bisa dibakar.

    6. Pastikan Waktu Tidur Cukup

    Banyaknya aktivitas seru yang bisa dilakukan selama liburan bisa membuat orang melupakan waktu tidur. Padahal, kurang tidur bisa menghambat proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari laman Sleep Foundation, kurang tidur bisa meningkatkan produksi hormon ghrelin, dan menurunkan jumlah hormon leptin dalam tubuh. Ghrelin adalah hormon yang menyebabkan munculnya rasa lapar, sementara leptin merupakan hormon yang berpengaruh dalam memunculkan rasa kenyang setelah makan.

    Jika hormon ghrelin terlalu tinggi, maka akan mendorong seseorang untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalori untuk memuaskan rasa laparnya. Tapi karena hormon leptin yang bertanggung jawab atas rasa kenyang berkurang, orang tersebut sulit merasa kenyang meski sudah makan banyak. Hal inilah yang akhirnya membuat berat badan bertambah.

    (ath/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Kebiasaan Pagi Hari Ini Ampuh Hempaskan Lemak Perut, Simpel tapi Efeknya ‘Jos’!

    Jakarta

    Banyak orang sudah mencoba metode diet ini-itu, namun timbunan lemak di perut tak kunjung terpangkas. Nyatanya menurut sejumlah praktisi, keberhasilan diet boleh jadi ditentukan oleh kebiasaan di pagi hari. Lantas agar diet tak berujung sia-sia, apa saja yang harus dilakukan pagi hari setelah bangun tidur?

    “Dalam upaya mendapatkan lingkar pinggang yang lebih ramping, menerapkan ritual pagi yang efektif dapat menentukan keberhasilan hari pembakaran lemak,” kata pakar gastroenterologi, dr Harsh Kapoor Chairman, dikutip dari Hindustan Times, Selasa (16/1/2024).

    Lantas biar berat badan bisa menurun dan timbunan lemak di perut terpangkas, apa saja yang perlu dilakukan pagi hari? Berikut penjelasan dr Kapoor:


    1. Minum air putih yang banyak!

    Menurut dr Kapoor, kebiasaan memulai hari dengan segelas air putih yang diberi potongan jus lemon adalah cara paling baik untuk melancarkan metabolisme tubuh. Tak hanya menyegarkan, ‘ramuan’ ini bisa melancarkan pencernaan, mendetoksifikasi tubuh secara alami, serta mendukung penurunan berat badan dengan meningkatkan proses pembakaran lemak.

    2. Sempatkan olahraga tipis-tipis

    Berolahraga di pagi hari juga merupakan cara efektif untuk membakar lemak perut, misalnya dengan berjalan kaki, yoga, atau HIIT.

    Pasalnya, menggerakkan tubuh di pagi hari membantu meningkatkan metabolisme dan meningkatkan oksidasi lemak. Usahakan untuk melakukan olahraga intensitas ringan sampai sedang setidaknya 30 menit setiap pagi.

    3. Utamakan asupan makanan berprotein

    Makanan yang kaya akan kandungan protein bisa membuat seseorang merasa kenyang dalam waktu lama, sekaligus menstabilkan kadar gula darah dan meningkatkan metabolisme tubuh.

    Pasalnya, protein membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna, membantu proses pembakaran kalori lebih optimal, serta menekan napsu makan sepanjang hari.

    4. Makan pelan-pelan

    Makan dengan penuh kesadaran (mindful eating) bisa membuat seseorang lebih menikmati setiap gigitan. Dengan begitu, tubuh akan lebih ‘terlatih’ untuk mengontrol rasa lapar, porsi makan pun jadi lebih terjaga dan tak berlebih. Dengan begitu, risiko kenaikan berat badan dan lemak tertimbun di bagian perut bisa diminimalkan.

    5. Meditasi

    Sudah banyak yang mengetahui, stres berkepanjangan bisa bikin berat badan bertambah, terutama di bagian perut. Mengatasi risiko itu, cobalah sempatkan bermeditasi di pagi hari setelah bangun tidur agar untuk mengendalikan strs dan menyeimbangkan hormon.

    (vyp/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Olahraga dan Mudah Dilakukan

    Jakarta

    Mengecilkan perut buncit bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam prosesnya diperlukan kerja keras, kedisplinan hingga kesabaran yang ekstra. Mungkin masih banyak orang yang berpikir bahwa olahraga berjam-jam merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan kelebihan lemak di perut.

    Padahal, faktanya cara mengecilkan perut buncit juga dapat diatasi tanpa olahraga. Namun dalam penerapannya diperlukan konsistensi dalam mengubah pola makan serta menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari.

    Perlu diingat juga, olahraga tetap memiliki manfaat yang signifikan baik untuk menurunkan berat badan maupun kesehatan. Jadi bila memang memungkinkan, lakukan olahraga ringan secara rutin, misalnya jalan kaki sesuai dengan batas kemampuan.

    Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Olahraga

    Nah, buat detikers yang lagi mencari cara menghilangkan perut buncit tanpa olahraga, berikut beberapa metode yang terbukti secara sains dan dianjurkan oleh ahli diet.


    1. Perbanyak Asupan Serat

    Serat merupakan salah satu jenis karbohidrat yang sangat berperan penting dalam proses menurunkan berat badan. Serat dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan.

    “Ia (serat) mengembang di dalam perut seperti spons, jadi wajar jika bisa menekan rasa lapar,” ujar ahli diet sekaligus penulis buku Healing Superfoods for Anti-Aging: Stay Younger, Live Longer, Karen Ansel, M S., R D N.

    Ansel menambahkan studi juga menunjukkan serat dapat memberikan manfaat terhadap bakteri baik di perut yang membantu produksi hormon yang memunculkan rasa kenyang.

    “Usahakan untuk setidaknya mengonsumsi 25 gram (serat) per hari dari berbagai makanan seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran,” imbuhnya.

    2. Konsumsi Lemak ‘Sehat’

    Ahli diet Jessica Cording menegaskan pentingnya mengonsumsi lemak ‘sehat’ dalam proses menurunkan berat badan. Menurutnya, lemak sehat dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama. Tak hanya itu, lemak sehat juga bisa mencegah gula darah menurun akibat membatasi porsi makan.

    “Saya masih menjumpai orang-orang yang ‘takut’ dengan lemak. Lemak membantu Anda merasa kenyang lebih lama, dan bisa membantu mencegah penurunan kadar gula darah,” tuturnya.

    Adapun lemak sehat yang dianjurkan, yakni minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak ikan.

    3. Jangan Abaikan Protein

    Protein juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan dengan cara merangsang produksi hormon yang memunculkan rasa kenyang.

    “Sama halnya seperti serat, protein secara alami dapat membuat Anda merasa kenyang dengan cara merangsang produksi hormon kenyang,” ucap Ansel.

    Ia menambahkan protein termasuk jenis asupan yang lama dicerna. Sehingga, seseorang cenderung tidak lagi ingin ngemil setelah mengonsumsi makanan yang penuh dengan protein.

    “Usahakan mengonsumsi 20 gram (protein) setiap makan dari sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam, kalkun, telur, dan produk susu rendah lemak,” tambahnya.

    4. Tidur dan Istirahat yang Cukup

    Waktu tidur yang cukup dan berkualitas memiliki dampak yang sangat besar terhadap proses menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dilakukan pada 2022 menunjukkan kurang tidur dapat memengaruhi bagian tertentu pada otak yang memunculkan keinginan ngemil makanan manis dan berkarbohidrat.

    “Tidur kurang dari enam jam setiap malam dapat memengaruhi hormon yang menimbulkan rasa lapar, sehingga membuat Anda lebih sering ngemil dan merubah kebiasaan makan,” kata spesialis obesitas dan lipid, dr Spencer Nadolsky, D.O.

    5. Minum Air Putih

    Terkadang, tubuh salah memaknai haus sebagai rasa lapar. Akibatnya, seseorang bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari jumlah yang sebenarnya dibutuhkan.

    Sebuah studi juga menemukan minum air sebelum makan dapat membantu mengurangi kelebihan cairan ikut berkontribusi meningkatkan berat badan.

    “Jika Anda tidak minum cukup air, tubuh akan mempertahankan cairan yang ada di dalamnya untuk mencegah dehidrasi,” ujar pakar diet Amy Shapiro, R.D.

    6. Kurangi Asupan Gula

    Gula merupakan salah satu musuh besar bagi orang yang ingin menghilangkan perut buncit. Selain tinggi kalori, gula juga tidak mengandung nutrisi sehat lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

    “Gula cenderung ada pada makanan yang memiliki kalori tinggi. Entah itu soda, latte yang ditambahkan pemanis, atau hidangan penutup, mereka adalah makanan pertama yang harus Anda singkirkan jika ingin melangsingkan tubuh,” ucap Ansel.

    Ansel mengingatkan gula juga terdapat pada makanan lain seperti roti, kecap, dressing salad, dan lain sebagainya.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ramai Cara Pangkas BB Puluhan Kg dalam Hitungan Bulan, Aman Nggak Sih?


    Jakarta

    Belakangan ramai tips diet yang mengklaim mampu menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram. Bahkan, ini bisa didapatkan dalam jangka waktu beberapa bulan.

    Meski pola dietnya tergolong ekstrem, masih banyak yang penasaran dan ingin mencobanya untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Sebenarnya berat badan yang turun puluhan kilogram dalam hitungan bulan ini masih aman nggak sih?

    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, mengatakan turun berat badan hingga puluhan kilogram masih tergolong aman. Namun, hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk apakah menyusutnya bobot tubuh benar-benar karena penurunan massa lemak.


    “Sebenarnya berat badan yang sehat atau nggak sehat itu kuncinya bukan masalah turun berat badannya berapa, yang terpenting adalah apa yang turun. Apakah massa lemak, massa air, atau malah massa ototnya,” jelas dr Davie saat dihubungi detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau yang sehat itu yang turun adalah massa lemaknya. Nah turun berat badan yang sehat itu kalau misalnya dia awalnya berat badannya berlebih, yang turun harus massa lemaknya, bukan ototnya,” lanjutnya.

    dr Davie menjelaskan idealnya berat badan yang turun selama diet dihitung per minggu, sekitar setengah hingga 1 kg per minggunya. Jika dihitung per bulan, berat badan yang turun maksimal bisa sekitar empat kg.

    Ia menegaskan angka itu adalah hitungan berat badan maksimal yang turun selama program diet. Angka tersebut bisa dicapai dengan jika diet dijalani dengan konsisten.

    “Yang bikin nggak sehat itu berat badannya turun, tapi pas dicek komposisi tubuhnya ternyata yang turun malah massa ototnya. Itu yang nggak baik dan nggak sehat,” kata dr Davie.

    “Jadi, kalau misalnya dalam 6 bulan bisa turun sampai 30 kg misalnya, itu perlu dicek lagi dengan pemeriksaan komposisi tubuh. Apakah penurunannya berat badannya konstan per minggunya dan apakah yang turun itu massa lemaknya. Karena diet yang sehat itu bukan hanya dilihat dari berat badan yang turun saja,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Dokter Ungkap Kunci Diet Anti Menyiksa, Tapi Cepat Pangkas BB


    Jakarta

    Setiap orang pasti ingin memiliki berat dan bentuk tubuh yang ideal. Tak jarang, banyak yang berusaha ekstra menjalani pola diet hingga bisa menurunkan puluhan kilogram dalam waktu beberapa bulan saja.

    Namun, ternyata pola diet yang dijalani tidak bisa selalu sama pada setiap orang. Bisa saja pola dietnya sudah baik, tetapi tidak berpengaruh pada berat badannya atau mungkin berdampak pada kesehatannya.

    Seperti apa sih pola diet yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap sehat?


    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, menjelaskan pola diet yang ada saat ini, seperti intermittent fasting hingga mediterranean diet memberikan banyak manfaat. Baik untuk kesehatan maupun penurunan berat badan.

    Namun, dr Davie menggarisbawahi pola diet yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing orang. Hal yang terpenting adalah konsisten menjalaninya.

    “Kalau sudah cocok dengan programnya ya silahkan dijalani programnya dan harus konsisten. Jadi nggak bisa ganti-ganti metode diet, karena tubuh butuh adaptasi sama pola diet yang kita terapkan yang akan mengubah metabolisme tubuh,” jelas dr Davie pada detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau kita ganti-ganti, nggak sabar, nggak konsisten, tubuh akan adaptasi terus. Nggak akan sampai tujuan nantinya,” sambungnya.

    Salah satu program diet yang menurut dr Davie cocok untuk kebanyakan orang di Indonesia adalah diet gizi seimbang. Dalam menjalani pola diet tersebut, masih bisa makan tiga kali sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.

    Menurutnya, yang terpenting dalam menjalani pola diet gizi seimbang ini ada pada sarapan. Sebab, sarapan ini akan sangat berpengaruh pada penurunan berat badan.

    “Yang penting ada di sarapannya. Jadi nggak bisa tuh sarapannya hanya roti atau telur rebus saja. Dari penelitian yang ada, sarapan itu harus lengkap. Ada karbohidrat, protein, serat dari sayur dan buah-buahan,” beber dr Davie.

    “Diet gizi seimbang ini juga membantu mengontrol gula darah. Jika gula darah kita terkontrol, otomatis berat badan akan terkendali. Itu karena asupan makan yang komplit,” lanjut dia.

    Meski dalam pola diet ini tetap mengkonsumsi karbohidrat, itu masih bisa membantu menurunkan berat badan. Asalkan, porsi dari karbohidrat yang dikonsumsi tidak berlebihan.

    dr Davie mengungkapkan karbohidrat adalah sumber utama tubuh manusia. Maka dari itu, karbohidrat harus tetap ada meski tengah menjalani program diet.

    Untuk menurunkan berat badan yang signifikan tidak bisa hanya dengan diet. dr Davie menekankan perlunya aktivitas fisik, seperti olahraga, agar hasilnya lebih maksimal.

    “Misalnya makannya saja yang diatur, tapi nggak olahraga, jadi nggak bisa turun berat badannya. Atau olahraga saja, tapi makannya bebas ya nggak akan optimal hasilnya,” tutur dia.

    “Jadi, harus olahraga, atur pola makan, pola hidup sehat seperti makan teratur, tidak begadang, bangun pagi, dan mengelola stres. Sebab, stres itu bisa meningkatkan nafsu makan bahkan bisa meningkatkan pembentukan sel lemak,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 4 Minuman buat Hempaskan Lemak Perut, Cocok Diminum Saat Cuaca Dingin Habis Hujan


    Jakarta

    Banyak orang menjajal beragam cara untuk memangkas timbunan lemak di perut, namun tak kunjung berhasil. Misalnya dengan mengurangi asupan makan, atau dibarengi upaya olahraga tertentu.

    Tak perlu berkecil hati, memang diperlukan konsistensi agar upaya tersebut membuahkan hasil. Tidak mudah, tetapi proses tak akan mengkhianati hasil jika upaya kalori defisit tersebut dilakukan denagn tepat!

    Namun di samping itu, ada sejumlah minuman yang diyakini bisa membantu proses pemangkasan timbunan lemak di perut. Tak hanya lezat, beberapa jenis minuman ini juga cocok dikonsumsi ketika malam hari atau cuaca dingin lantaran bisa bikin nyaman badan.


    Apa saja minuman yang dimaksud? Dikutip dari Times of India, berikut penjelasannya:

    1. Teh Jahe

    Selain baunya yang khas, teh jahe juga rupayanya diyakini efektif membantu menghilangkan timbunan lemak di perut. Pasalnya, jahe memiliki sifat termogenik yang dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori.

    Cara pembuatannya pun simpel. Seduh secangkir teh jahe hangat dengan menyeduh irisan jahe segar ke dalam air panas. Tambahkan perasan jus lemon dan satu sendok teh madu untuk menambah rasa.

    2. Teh Kayu Manis dan Madu

    Minuman satu ini jelas bikin nyaman, bukan karena hangatnya saja melainkan juga karena aroma dan manisnya yang khas. Sebab, kayu manis dapat membantu mengatur kadar gula darah, sekaligus berpotensi mengurangi keinginan ngemil.

    Untuk membuat minuman teh ini, campurkan satu sendok teh bubuk kayu manis dengan air hangat. Tambahkan satu sendok teh madu dan aduk rata.

    Simak juga Video: KuTips: Pertolongan Pertama pada Sepatu Basah Biar Tak Rusak dan Bau

    [Gambas:Video 20detik]

    3. Teh Hijau

    Sudah banyak yang mengetahui, teh hijau amat kaya akan khasiat. Salah satunya, teh hijau kaya akan antioksidan dan dapat meningkatkan metabolisme.

    Mengolahnya pun super simpel. Caranya, seduh secangkir teh hijau dan biarkan agak dingin. Tambahkan perasan jus lemon dan satu sendok teh madu.

    4. Air Lemon Hangat

    Banyak orang terbiasa meminum infused water, yakni air mineral yang diberi potongan jeruk lemon. Sebab selain bisa menambah sensasi kesegaran, minuman ini juga diyakini efektif meningkatkan metabolisme dan melancarkan pencernaan. Dalam jangka waktu panjang, efek lain dari minuman ini tak lain membantu memangkas timbunan lemak.

    Selain menggunakan potongan jeruk lemon, minuman air lemot juga bisa dibuat dengan cara peras air perasan setengah buah lemon ke dalam secangkir air hangat. Tambahkan satu sendok madu untuk menambah rasa manis.

    (vyp/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Yang Ingin Diet Merapat! Ini 5 Menu Sarapan Paling ‘Jos’ buat Pangkas BB


    Jakarta

    Pilihan menu sarapan bisa menjadi kunci keberhasilan diet untuk menurunkan berat badan. Pasalnya, menu sarapan tertentu bisa mempertahankan ‘stok’ energi sepanjang hari, sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lama.

    Beberapa penelitian menunjukkan, orang yang terbiasa sarapan teratur cenderung memiliki bentuk tubuh ramping dan lebih sukses menurunkan berat badan. Lebih lagi, mereka memiliki potensi yang lebih besar untuk mempertahankan berat badan ideal.

    Dikutip dari Eating Well, pada dasarnya, sarapan seimbang idealnya mengandung protein, karbohidrat kompleks, serat, dan lemak sehat untuk membuat seseorang kenyang dan bertenaga beraktivitas seharian. Lantas agar berat badan bisa turun, harus pilih menu sarapan apa saja?


    1. Telur

    Satu butir telur berukuran besar mengandung 6 gram protein dan 72 kalori. Dibandingkan karbohidrat dan lemak, protein membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

    Sebuah studi Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat pada 2020 menemukan bahwa mengonsumsi telur untuk sarapan meningkatkan kepuasan makan dan menurunkan konsumsi kalori pada waktu makan berikutnya.

    2. Oatmeal

    Sudah banyak yang mengetahui, oatmeal kaya akan manfaat buat kesehatan, termasuk untuk jantung. Di samping itu, oatmeal juga cocok dijadikan menu sarapan oleh orang-orang yang sedang diet menurunkan berat badan. Pasalnya, kandungan serat dalam oatmeal bisa membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

    Selain itu, asupan karbohidrat “slow-release” dalam makanan seperti oatmeal tidak akan meningkatkan gula darah setinggi karbohidrat olahan seperto roti putih. Dengan mengkonsumsi oatmeal, kadar insulin tidak akan melonjak tinggi, sehingga lemak tidak akan tertimbun, kadar gula tak melonjak, dan pembakaran lemak dapat berlangsung.

    3. Yogurt

    Selain karena lezat, yogurt juga cocok dijadikan menu sarapan karena bisa membantu proses penurunan berat badan. Laporan yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 2020 mengungkapkan, yogurt adalah salah satu dari lima makanan yang paling berkaitan erat dengan penurunan berat badan.

    Protein dalam yogurt dan produk susu lainnya bersifat mengenyangkan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dalam tubuh dibandingkan karbohidrat sederhana.

    4. Selai Kacang

    Kacang juga mengandung protein dan serat untuk membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sekaligus mendorong penurunan berat badan. Sebab pada dasarnya, kacang-kacangan termasuk selai kacang mengandung lemak sehat, serat, dan protein dalam dosis yang baik.

    Meskipun kacang-kacangan dan selai kacang dikenal memiliki kandungan kalori yang besar, dua sendok makan selai kacang hanya mengandung kurang dari 200 kalori, 8 g protein, dan 2,5 g serat.

    5. Raspberry

    Menu sarapan diet selanjutnya cocok banget untuk orang-orang yang doyan buah-buahan manis nan asam. Yap! Raspberry cocok menjadi andalan saat sarapan jika ingin menurunkan berat badan.

    Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), secangkir raspberry mengandung 8 gram serat, lebih dari dua kali lipat jumlah serat dalam secangkir stroberi. Efeknya, orang yang rutin mengkonsumsi raspberry saat sarapan memiliki peluang lebih besar untuk turun berat badan dalam waktu enam bulan.

    (vyp/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Benarkah Kopi Hitam Tanpa Gula Ampuh Bakar Lemak? Begini Faktanya


    Jakarta

    Tak hanya menahan ngantuk, mengkonsumsi kopi seringkali dikaitkan dengan penurunan berat badan. Banyak yang percaya bahwa meminum kopi hitam tanpa gula bisa membakar lemak. Benar nggak sih?

    Ternyata, mengonsumsi kopi hitam tanpa gula bermanfaat untuk membakar lemak di tubuh. Dikutip dari Business Insider, kopi mengandung nutrisi seperti niasin, potasium, magnesium, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

    Kandungan tersebut mampu meningkatkan kesehatan pencernaan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung. Kopi juga mengandung kafein yang bisa meningkatkan metabolisme, energi, serta menurunkan berat badan.


    Penurunan berat badan sangat erat kaitannya dengan defisit kalori, yaitu kalori yang dikonsumsi lebih sedikit daripada yang dibakar. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori dari biasanya.

    Kopi hitam ini menjadi salah satu minuman yang cocok untuk diminum saat diet karena mengandung kurang dari 5 kalori per sajian. Tetapi, kopi rendah kalori itu tanpa ditambah pemanis buatan, susu, maupun krimer.

    “Meskipun kopi hitam rendah kalori, kopi ini dapat dengan cepat menjadi tinggi kalori, gula, dan lemak jika ditambahkan susu dan gula yang berbeda,” kata ahli diet profesional di Preg Appetit, Ashley Shaw.

    Selain rendah kalori, kafein yang ada di dalam kopi berfungsi untuk meningkatkan metabolisme basal (BMR). Itu dikenal sebagai tingkat di mana tubuh membakar kalori saat beristirahat.

    Metabolisme yang lebih tinggi atau lebih cepat akan memungkinkan tubuh membakar lebih banyak kalori saat istirahat atau selama aktivitas fisik, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan.

    “Ada banyak penelitian yang terus berkembang tentang bagaimana konsumsi kopi berhubungan positif dengan BMR, namun penting untuk diingat bahwa kita memetabolisme makanan dan minuman dengan kecepatan yang berbeda. Kopi dapat meningkatkan tingkat metabolisme seseorang, tetapi tidak untuk orang lain,” jelasnya.

    Minum kopi hitam tanpa gula juga bisa mengontrol nafsu makan lho. Kandungan kafein dalam kopi dapat mengurangi kadar ghrelin, hormon yang membuat tubuh merasa lapar.

    Sebuah penelitian kecil di tahun 2014 menemukan partisipan mengalami peningkatan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan hanya dalam waktu empat minggu, setelah meminum kopi setiap hari berdasarkan kadar ghrelin mereka.

    “Kafein juga merangsang hormon kenyang peptida YY (PYY). Lebih banyak PYY berarti Anda akan merasa kenyang dan tidak terlalu lapar,” beber Shaw.

    Meskipun kopi dapat membantu menurunkan berat badan, perlu diperhatikan bahwa setiap orang memiliki toleransi kafein yang berbeda-beda. Maka dari itu, perlu untuk selalu mendengarkan kata tubuh dan konsultasi dengan dokter jika diperlukan.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera