Category: Diet

  • Punya Body Goals di Usia 40-an, Melanie Putria Pantang Makan Ini


    Jakarta

    Artis cantik Melanie Putria menjadi panutan banyak orang karena memiliki body goals di usianya yang sudah menginjak 41 tahun. Hal tersebut tak lepas dari gaya hidup sehat yang selama ini telah dijalaninya.

    Selain rutin berolahraga, Melanie Putria rupanya juga memiliki beberapa aturan terkait pola makan yang sedang ia jalani. Beberapa jenis makanan yang ia hindari seperti gorengan dan mi instan.

    “Kalau pantangan makan aku sudah nggak makan gorengan lagi, aku nggak makan jeroan, aku nggak menyentuh santan, kadang-kadang masih makanan manis,” ucap Melanie Putria ketika ditemui detikcom, Selasa (6/2/2024).


    Artis yang menggeluti olahraga lari ini menuturkan terkadang ia masih mengonsumsi makanan manis untuk kebutuhan sebelum berlari. Melanie Putria menuturkan asupan gula sebagai sumber karbohidrat digunakan sebagai tambahan ‘bahan bakar’ ketika mengikuti kompetisi lari.

    “Kalau sekarang aku makan seimbang saja. Nasi putih masih, karena nasi putih itu kan gula juga dibutuhkan oleh pelari, sumber karbohidrat,” kata pemenang Putri Indonesia 2002 itu.

    Ia mengimbau masyarakat bisa lebih selektif memilih makanan yang masuk ke dalam tubuh. Jenis makanan yang masuk dapat menentukan bagaimana nantinya kesehatan tubuh di masa yang akan datang. Melanie Putria menyarankan konsumsi makanan junk food atau mi instan sebaiknya dikurangi oleh masyarakat.

    Pada saat ini, Melanie Putria juga sudah secara sepenuhnya meninggalkan junk food dan mi instan.

    “Saya biasanya kalau makan sih makanan normal aja, makanan rumahan. Karbohidrat, protein, dan lemak baik. Misalnya contoh nasi putih, ayam panggang, steam, atau yang nggak terlalu banyak digoreng, terus sayuran, serat. Nah, itu saja sih yang menurut saya. Pastikan nggak processed food, makanan solid, nggak ribet, dan seimbang,” pungkasnya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Tips Diet Anti Nyiksa untuk Hempaskan Lemak yang Cocok Buat Pemula


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal dan sehat merupakan keinginan banyak orang. Namun dalam beberapa kasus, proses penurunan berat badan terasa sangat menyiksa dan sulit dilakukan oleh pemula.

    Bagaimana langkah yang perlu dilakukan oleh pemula jika ingin mulai diet? Langka awal yang bisa diterapkan adalah mulai secara perlahan merubah kebiasaan makan menjadi lebih sehat. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diterapkan dikutip dari Business Insider:

    Makan Lebih Banyak Sayur dan Buah

    Buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Beberapa kandungan zat yang bermanfaat yang ada di sayur dan buah antara lain seperti serat, magnesium, vitamin A dan C, kalium, dan potasium.


    Serat bermanfaat untuk meredakan sembelit dan membantu pencernaan, magnesium baik untuk tulang, dan kalium baik untuk menjaga tekanan darah lebih sehat. Sedangkan vitamin A bermanfaat untuk melindungi dari infeksi dan menjaga kesehatan kulit dan mata, vitamin C baik untuk membantu penyerapan zat besi dan menjaga kulit dan gusi.

    Selain baik untuk proses penurunan berat badan, konsumsi buah dan sayur banyak dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2018 menemukan pola makan kaya akan buah dan sayur dapat mengurangi peradangan yang berhubungan dengan penyakit kesehatan kronis seperti jantung, kanker, dan diabetes.

    Batasi Makanan Olahan

    Makanan olahan cenderung memiliki tinggi kalori dan rendah nutrisi. Beberapa jenis contoh makanan olahan yang sebaiknya dikurangi adalah keripik, biskuit, permen, kue, hingga makanan beku seperti nugget dan sosis.

    Garam, gula, dan bahan pengawet biasanya ditambahkan ke makanan olahan yang dapat berdampak pada kesehatan. Hal ini dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit berbahaya seperti penyakit jantung hingga kanker.

    Beberapa jenis alternatif makanan yang bisa dikonsumsi misalnya seperti oatmeal sebagai pengganti sereal manis, popcorn tawar sebagai pengganti keripik, dan yogurt.

    Pilih Lemak Sehat

    Lemak adalah bagian penting dari pola makan sehat. Zat nutrisi ini membantu tubuh menjaga metabolisme dan menyimpan energi tubuh. Namun, perlu dipahami tidak semua lemak sehat dan ada yang dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan.

    Jenis lemak yang lebih sehat adalah lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan ikan berlemak seperti salmon. Lemak tak jenuh dapat meningkatkan kesehatan jantung.

    Dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2009, responden yang mengganti 5 persen asupan lemaknya dengan lemak tak jenuh memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami penyakit jantung koroner.

    Buat Rencana Makan

    Membuat rencana makan juga bisa menjadi peranan penting untuk proses diet. Jenis makanan yang perlu ditingkatkan mencakup buah, sayur, protein, dan biji-bijian. Rencana makan juga meliputi bagaimana cara makanan diolah dan kapan makanan dikonsumsi.

    Selain itu, buat lingkungan menjadi lebih ‘sehat’. Hal ini bisa dilakukan dengan hanya menyimpan pilihan makanan yang sehat di kulkas dan membatasi stok makanan olahan. Ini dapat membuat diri terbiasa dengan camilan sehat.

    Rencana makan dapat berbeda-beda setiap orang. Jika memerlukan bantuan, datangi dokter atau ahli kesehatan terpercaya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Deretan Makanan Ini Bisa Bantu Hempaskan Lemak di Perut, Bye Buncit!


    Jakarta

    Lemak perut yang yang ‘membandel’ kerap menjadi masalah besar dalam proses penurunan berat badan. Lemak di perut atau yang dikenal juga dengan lemak visceral melapisi ruang antara organ di dalam perut sehingga berisiko memberikan efek yang membahayakan untuk kesehatan.

    Banyaknya jumlah lemak visceral dikaitkan dengan berbagai macam penyakit seperti diabetes tipe dua, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker. Dikutip dari NY Post, berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat membantu proses penurunan berat badan dan mengurangi lemak di perut:

    Kimchi

    Makanan fermentasi kubis dari Korea Selatan ini rupanya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 116 ribu orang di Korsel, makanan ini dapat mengurangi risiko obesitas hingga 11 persen.


    Orang yang menyukai makan kimchi cenderung memiliki lingkar perut yang lebih kecil menurut penelitian yang diterbitkan oleh BMJ Open tersebut. Hal itu diakibatkan oleh bakteri hidup yang ada di kimchi tersebut.

    “Kimchi rendah kalori, kaya akan serat makanan, bakteri asam laktat, vitamin, dan polifenol,” ucap peneliti.

    Protein Rendah Lemak

    Beberapa jenis sumber protein rendah lemak seperti daging putih, ikan, daging merah tanpa lemak, tahu, dan kacang-kacangan memiliki manfaat yang besar dalam proses penurunan berat badan. Ahli diet di Inggris Priya Tew menuturkan pemilihan jenis protein ini dapat mempermudah jalan menuju berat badan ideal.

    “Saya tidak mengatakan ada makanan tertentu yang dapat mengurangi atau mencegah lemak di perut, melainkan pendekatan gaya hidup. Mengonsumsi makanan ala mediterania terbukti baik untuk tekanan darah, kesehatan jantung, dan kesehatan secara keseluruhan,” kata Priya.

    Diet mediterania memang menjadi salah satu pola diet yang banyak dianjurkan selama proses penurunan berat badan. Pola makan ini menekankan variasi konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan, serta makanan tinggi omega 3 seperti salmon dan tuna.

    Alpukat

    Sumber lemak sehat juga bisa didapatkan dari buah alpukat. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan, alpukat, dan minyak zaitun dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat.

    Asam lemak omega-3 memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu melawan perkembangan lemak visceral. Selain itu, lemak sehat ini juga berperan mengatur hormon dan meningkatkan kesehatan metabolisme.

    Greek Yogurt

    Greek yogurt memiliki kandungan probiotik yang tinggi. Probiotik baik untuk meningkatkan mikrobioma usus yang sehat dan dikaitkan dengan pengurangan lemak visceral.

    Selain itu, greek yogurt juga dapat mengatur peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga mampu berkontribusi pada berat badan yang lebih sehat.

    Oatmeal

    Oatmeal merupakan jenis makanan yang memiliki serat larut tinggi. Serat larut memiliki manfaat untuk menurunkan glukosa darah, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan, dan mengurangi risiko diabetes tipe dua.

    Oatmeal juga membantu menekan nafsu makan dan memperpanjang durasi kenyang untuk membantu mengurangi lemak visceral.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Begini Tips Minum Air Putih untuk Bantu Turunkan BB dari Pakar Diet


    Jakarta

    Saat menjalani program diet untuk menurunkan berat badan hal yang perlu dilakukan adalah meninjau setiap bagian dari rutinitas harian. Salah satunya adalah mengevaluasi makanan dan minuman apa saja yang dikonsumsi setiap hari.

    Faktanya, sesuatu yang sederhana seperti minum air putih bisa membantu menurunkan berat badan. Ahli diet Amy Goodson memberikan berapa banyak air putih yang harus diminum untuk menurunkan berat badan.

    Bisakah minum air putih membantu menurunkan berat badan?

    Tetap terhidrasi dengan minum air putih adalah kunci utama untuk menghidrasi tubuh. Selain itu, Goodson mengatakan itu juga bisa membantu menurunkan berat badan secara tidak langsung.


    “Minum air memang bermanfaat untuk membantu rasa kenyang, tapi itu bukan penyebab langsung penurunan berat badan,” katanya yang dikutip dari Eat This, Senin (5/2/2024).

    Berikut cara air putih dalam membantu menurunkan berat badan:

    Meningkatkan rasa kenyang

    “Minum air sebelum dan sesudah makan membuat kenyang. Hal ini dapat mengakibatkan konsumsi lebih sedikit kalori selama waktu makan,” jelas Goodson.

    Selain itu, menurut penelitian dari Wageningen University di Belanda, orang yang meminum milkshake dan kemudian segelas besar air mengalami penurunan rasa lapar dan peningkatan rasa kenyang. Itu berbanding terbalik pada mereka yang meminum segelas kecil air setelah milkshake.

    Hidrasi bebas kalori

    Minum air adalah cara bebas kalori untuk meningkatkan hidrasi. Daripada mengonsumsi minuman manis seperti es teh manis atau minuman berenergi, disarankan untuk minum air putih.

    “Itu dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, mendukung pengelolaan berat badan,” kata Goodson.

    Peningkatan kinerja fisik

    Memastikan tubuh tetap terhidrasi sangat penting untuk mencapai kinerja fisik yang optimal. Dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan dan individu bergerak lebih lambat saat berolahraga.

    “(Ini) dapat berkontribusi pada pembakaran kalori selama berolahraga,” kata Goodson.

    Berapa banyak air yang harus diminum setiap hari untuk menurunkan berat badan?

    Mengenai jumlah ideal air yang harus diminum setiap hari untuk menurunkan berat badan, tidak ada pendekatan yang universal. Menurut Goodson, ada beberapa faktor yang mempengaruhi berapa banyak air yang harus diminum.

    “Meskipun ada aturan lama yang menyatakan bahwa harus minum delapan gelas air, kenyataannya banyak faktor yang mempengaruhi berapa banyak air yang dibutuhkan, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kesehatan Anda secara keseluruhan,” jelasnya.

    Bagi wanita, jumlah total air yang harus diminum adalah sekitar 11,5 gelas per hari, sementara untuk pria sekitar 15,5 gelas. Namun, perkiraan ini mencakup cairan yang dikonsumsi baik dari makanan maupun minuman, termasuk air.

    Biasanya seseorang akan mendapatkan sekitar 20 persen air dari hal lainnya, seperti dari makanan yakni buah, sayuran, sup, dan lain-lainnya.

    Dengan mempertimbangkan hal tersebut, wanita membutuhkan sekitar 9 gelas cairan per hari dan pria sekitar 13 gelas untuk membantu mengisi kembali jumlah air yang hilang.

    NEXT: Waktu yang Dianjurkan untuk Minum

    Rekomendasi ini menyoroti minum air putih saat makan, yang dapat meningkatkan rasa kenyang yang meningkatkan cairan saat makan.

    Sebelum makan: Minum air sebelum makan dapat membantu mengontrol ukuran porsi dengan lebih baik dan mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi selama makan.

    Sepanjang hari: Konsisten dengan hidrasi adalah kuncinya. Ditambah lagi, banyak orang sering salah mengartikan rasa haus dengan rasa lapar dan mungkin mengambil makanan, padahal sebenarnya mereka hanya haus. Hal ini berpotensi menyebabkan asupan kalori lebih besar.

    Setelah makan: Setelah selesai makan kecil, di mana seseorang merasa tercukupi daripada kenyang. Minum lebih banyak air dapat meningkatkan rasa kenyang.

    Sebelum berolahraga: Minum air sebelum berolahraga adalah kunci untuk mendapatkan performa terbaik dan menghindari atau menunda dehidrasi. Biasanya dianjurkan minum 2-4 jam sebelum berolahraga.

    “Tujuannya adalah memulai olahraga dengan warna urin Anda kuning pucat hingga jernih,” tutur Goodson.

    Selama berolahraga: Saat berolahraga, seseorang harus minum 0,29 liter air setiap 20 menit untuk menurunkan kemungkinan mengalami dehidrasi.

    Setelah berolahraga: “Meskipun kebanyakan orang tidak menimbang berat badan sebelum dan sesudah berolahraga, rekomendasinya adalah mengonsumsi sekitar 0,59 liter air,” kata Goodson.

    “Bagi kebanyakan individu, tujuannya adalah mengonsumsi sekitar 0,59 liter cairan, dan kemudian terus terhidrasi hingga warna urine mereka kuning pucat hingga jernih.”

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Cerita Pria Sukses Pangkas 59 Kg, Termotivasi Diet gegara Takut Mati Muda


    Jakarta

    Seorang pria menceritakan perjalanan dietnya yang berhasil menurunkan 59 kg, salah satunya berkat jalan kaki 10 ribu langkah sehari. Dia memutuskan menurunkan berat badan setelah dokter menyatakan dirinya mengidap pre diabetes.

    Joe Marro (38) di New York, Amerika Serikat, sudah obesitas hampir sepanjang hidupnya. Titik balik dia bertekad menurunkan berat badan ketika bobotnya hampir menyentuh 300 pound atau 136 kg yang membuatnya sulit beraktivitas.

    “Saya mencapai titik saat angka di timbangan hampir 300 pon (139 kg) dan saya harus melakukan sesuatu. Saya tidak ingin mati,” ujar Joe kepada TODAY.


    Selain risiko terkena diabetes, Joe juga memiliki masalah dengan tiroidnya, tingkat energi yang rendah, dan masalah pernapasan. Joe telah mencoba banyak jenis diet yang berbeda, tetapi ia selalu kesulitan.

    Begitu dia belajar cara makan dan berolahraga dengan cara yang mendukung kesehatannya, berat badannya turun 130 pon atau 59 kg. Beberapa cara yang dia lakukan adalah mengikuti kelas dengan fokus pada latihan interval intensitas tinggi (HIIT), kickboxing, dan angkat beban.

    Selain itu dia juga mengurangi ukuran porsinya dan menghitung kalori. Perubahan ini membantunya menurunkan berat badannya sebanyak 55 kg.

    Dia juga menyewa pelatih untuk berolahraga bersama dan membuat rencana latihan yang menantang dirinya sendiri. Saat ini dia menargetkan berjalan 10 ribu langkah sehari demi mempertahankan bobotnya.

    Perjalanan penurunan berat badan ini akhirnya membuatnya terbebas dari risiko diabetes yang selama ini membebaninya.

    “Saya baru saja menjalani pemeriksaan darah, dan kesehatan saya bersih dan tidak ada masalah. Dokter saya mengatakan tidak ada yang perlu saya perbaiki,” ujarnya.

    (kna/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 7 Menu Sarapan untuk Menghilangkan Perut Buncit

    Jakarta

    Menghilangkan perut buncit memang tidak mudah, apalagi jika sarapan masih dengan menu asal-asalan. Sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi untuk beraktivitas seharian, tapi juga menjaga perut tidak cepat lapar sehingga terhindar dari makan berlebihan.

    Menurut sejumlah penelitian, orang yang rutin sarapan memiliki bentuk tubuh yang lebih langsing dibanding mereka yang jarang sarapan. Hal ini dimungkinkan antara lain jika menu sarapan yang dipilih tinggi protein dan serat.

    Protein dan serat adalah dua nutrisi yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Ketika dikonsumsi saat sarapan, makanan yang mengandung protein dan serat tersebut dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil sehingga bisa membantu menurunkan berat badan.


    Lantas, apa saja makanan untuk mengecilkan perut yang cocok dikonsumsi saat sarapan? Berikut pembahasannya.

    1. Telur

    Tak heran jika telur kerap dikonsumsi sebagai menu sarapan. Sebab, telur mengandung protein tinggi yang bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu menurunkan berat badan.

    Sebuah studi mengungkapkan mengonsumsi telur untuk sarapan dapat menurunkan berat badan hingga 65 persen, serta mengecilkan lingkar pinggang hingga 34 persen.

    2. Pisang

    Pisang adalah makanan yang cocok dikonsumsi ketika ingin mengecilkan perut buncit. Selain mengandung karbohidrat sehat, buah ini juga kaya akan serat dan rendah kalori, sehingga bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    Tak hanya itu, pisang juga kaya akan kalium (potasium). Zat ini dapat membantu membersihkan kelebihan cairan akibat mengonsumsi makanan asin serta menetralkan kadar natrium dalam tubuh.

    3. Buah Beri

    Sama seperti pisang, buah beri kaya akan serat yang mengenyangkan. Buah beri-berian juga rendah kalori, sehingga membuatnya cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang ingin mengecilkan perut buncit.

    Khasiat buah beri yang tak kalah penting adalah mencegah risiko darah tinggi dan kanker. Ini karena buah beri mengandung senyawa antioksidan, seperti flavonoid dan anthocyanin, yang dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh.

    4. Roti Gandum dan Selai Kacang

    Selai kacang mengandung beragam nutrisi yang bisa membantu mengecilkan perut buncit, seperti serat, protein, dan lemak sehat. Zat-zat tersebut juga dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah keinginan ngemil atau bablas saat makan.

    Di sisi lain, roti gandum mengandung serat utuh yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Karenanya, kombinasi roti gandum dan selai kacang membuatnya menjadi menu sarapan yang bisa membantu mengecilkan perut buncit.

    5. Oatmeal

    Makanan praktis ini memiliki segudang manfaat untuk mengecilkan perut buncit dan menurunkan berat badan. Pertama, oatmeal kaya akan serat yang bisa membuat tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama. Alhasil, orang yang sedang diet tidak perlu mengonsumsi lebih banyak kalori ketika jam makan siang.

    Kedua, oatmeal mengandung zat bernama beta-glucan yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Beta-glucan juga meningkatkan produksi hormon peptide YY dalam tubuh, yakni hormon yang membantu memunculkan rasa kenyang.

    6. Yogurt

    Yogurt bisa menjadi salah satu menu tambahan untuk membantu menurunkan berat badan, terutama Greek yogurt. Sebab, Greek yogurt kaya akan protein yang tak hanya memberikan energi, tapi membuat perut merasa kenyang lebih lama.

    Sebuah studi juga menyebut kombinasi antara konsumsi Greek yogurt, olahraga teratur, dan pola makan yang seimbang dapat menunjang proses penurunan berat badan.

    7. Kiwi

    Tak hanya kaya akan vitamin C, K, kalium, kiwi juga mengandung serat yang dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama, khususnya jika dikonsumsi saat sarapan. Studi juga menunjukkan buah kiwi memiliki khasiat berupa menekan nafsu makan dan menurunkan gula darah, dua faktor yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Buah kiwi juga dapat menjadi pencahar alami dengan merangsang pergerakan pada saluran pencernaan.

    (ath/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Fakta-fakta Pria Depok Berhasil Pangkas BB 45 Kg, Sukses Diet Tanpa Musuhi Nasi


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal adalah impian bagi semua orang. Demi mencapai hal tersebut, tentunya membutuhkan usaha dan konsisten untuk menerapkan hidup sehat. Prinsip ini juga diterapkan oleh pria di Depok yang viral setelah berhasil memangkas berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot 123 kg.

    Hal itu didapatkan usai dirinya konsisten menjalankan diet sehat dan rutin berolahraga.

    Motivasi Jalani Diet

    Pria bernama M Azie Pangestu mengaku menjalani diet tidak menggunakan bantuan dokter gizi maupun obat-obatan tertentu. Ia justru mempelajari tips diet sehat melalui media sosial dan mendapat masukkan dari teman-temannya.


    Adapun motivasi Azie menjalani diet lantaran mengalami sejumlah kondisi tertentu, seperti asam urat imbas berat badannya yang berlebih. Kondisi tersebut membuat segala aktivitasnya menjadi terganggu. Selain itu, Azie juga kesulitan untuk mencari ukuran baju dan tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain.

    “Awal masuk kuliah 2014 itu aku udah nggak olahraga sama sekali sampai kurang lebih selama 8 tahun. Yang namanya olahraga udah males banget. Pola makan nggak beraturan sering banget beli cemilan di minimarket, begadang, makan2an berminyak, gorengan. Minum manis sama bersoda. Suka banget ganyem (ngunyah) nggak pengen berenti rasanya,” curhatnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

    “Semenjak obesitas itu sudah mulai tanda-tanda kayak penyakit mulai datang, lutut sudah berasa nyeri, dada juga sesak kalo napas, tidur sering ngorok, terus aku sempet kena asam urat juga. Jadi aku sering bgt bolak balik ke rumah sakit,” katanya.

    Tetap Konsumsi Nasi

    Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet. Ia justru menghindari mengonsumsi makanan manis dengan gula tinggi, tepung, minyak, santan, hingga gorengan saat menjalani diet sehat.

    “Awal-awal agak lemas karena diet gula, tapi lama kelamaan jadi terbiasa jadi gula nya itu di ganti sama buah-buahan,” tutur Azie.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    Rutin Olahraga

    Selain mengubah pola makan, Azie juga rutin melakukan olahraga. Setiap habis pulang kerja, pria yang saat ini berusia 27 tahun sering menyempatkan diri untuk pergi ke gym. Dirinya melakukan olahraga angkat beban dan diakhiri olahraga kardio selama 45 menit.

    “Sehabis olahraga aku makan buah-buahan aja sama telor rebus. Aku gym itu seminggu 5 kali,” imbuhnya.

    Kondisi Terkini

    Usaha tak mengkhianati hasil, Azie berhasil menurunkan berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot 123 kg dalam waktu sembilan bulan. Tak hanya itu, kondisi dirinya saat ini juga membaik setelah mengidap penyakit tertentu imbas berat badannya yang berlebih saat itu.

    “Lutut sudah nggak sakit, asam urat udah ga kambuh lagi, napas udah ga sesak dan kalo tidur juga udah ga ngorok lagi. Tapi karena perut masih bergelambir jadi aku tetep gym & fokus untuk menaikkan massa otot,” imbuhnya lagi.

    Di sela-sela ceritanya, Azie juga memberikan saran bagi pejuang diet di luar sana untuk tetap semangat dan jangan terlalu terpaku dengan angka timbangan. Tetap konsisten jaga pola makan, olahraga, dan istirahat.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Diet Ketat

    Jakarta

    Bagi sebagian besar orang, memiliki perut buncit dapat menimbulkan beragam masalah dalam kehidupannya. Mulai dari mengganggu penampilan, menurunkan rasa percaya diri, menyulitkan saat memilih pakaian, dan lain sebagainya.

    Tak hanya itu, perut buncit juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Sejumlah penelitian mengaitkan perut buncit sebagai faktor risiko dari beragam penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung.

    Karenanya, tak heran orang-orang rela melakukan hampir segala cara demi menghilangkan perut buncit, termasuk menjalani diet. Diet adalah aturan makanan khusus yang diikuti demi kebutuhan kesehatan dan sebagainya.


    Namun, diet untuk menghilangkan perut buncit tak jarang melibatkan aturan yang cukup ekstrem. Misalnya, tidak makan selama berjam-jam, atau hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu saja.

    Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Diet Ketat

    Meski diet memang menjadi cara efektif untuk menghilangkan perut buncit, tidak semua orang bisa melakukannya. Ada sejumlah alasan mengapa orang-orang enggan melakukan diet, seperti karena sedang menyusui atau mengidap kondisi medis tertentu.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara menghilangkan perut buncit tanpa diet yang bisa dicoba.

    1. Makan dengan piring kecil

    Dikutip dari Healthline, orang yang makan dengan piring berukuran besar cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan sehingga lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan. Piring besar dapat membuat makanan terlihat sedikit, sehingga mendorong keinginan untuk mengambil lebih banyak makanan.

    Sebaliknya, makan dengan piring yang lebih kecil dapat membuat porsi makanan yang diambil tampak lebih banyak sehingga membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi.

    2. Minum sebelum makan

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan di situs National Library of Medicine mengungkapkan minum air sebelum makan dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang kelak dikonsumsi.

    Sementara itu, penelitian lain juga menyebutkan minum sekitar 568 mililiter air sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori sekaligus meningkatkan rasa kenyang.

    3. Tidur malam yang cukup

    Tidur malam yang cukup dan berkualitas memiliki peran yang sangat signifikan untuk menghilangkan perut buncit. Dikutip dari laman Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin dalam tubuh. Hormon ini bertugas untuk memberitahu otak kalau tubuh merasa lapar.

    Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Kombinasi kedua hal itulah yang dapat mendorong seseorang untuk makan lebih banyak keeseokan harinya, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    4. Mengunyah makanan dengan perlahan

    Mengunyah makanan secara perlahan juga menjadi salah satu cara menghilangkan perut buncit tanpa diet. Hal ini berhubungan dengan cara otak merespons aktivitas hormon yang memengaruhi rasa kenyang.

    Setelah makan, tubuh tidak akan langsung merasa kenyang. Sebab, otak membutuhkan waktu untuk menerima sinyal dari hormon yang memunculkan rasa kenyang tersebut. Di saat yang sama, perut akan menekan hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit, jadi mengunyah makanan secara perlahan akan memberikan waktu bagi otak untuk menerima sinyal tersebut.

    5. Perbanyak asupan protein

    Protein memiliki dampak yang luar biasa dalam mengendalikan nafsu makan. Tidak hanya membuat perut merasa kenyang, protein juga dapat mengurangi rasa lapar dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori.

    Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2017 menemukan orang yang menjalani diet tinggi protein mengalami penurunan berat badan yang lebih signifikan dibanding mereka yang mengonsumsi protein dalam jumlah normal.

    Sementara itu, penelitian lain mengungkapkan orang-orang yang mengonsumsi sarapan berprotein tinggi berupa telur dan roti panggang tidak merasa terlalu lapar dan mengonsumsi lebih sedikit kalori di waktu makan selanjutnya.

    6. Kelola stres dengan baik

    Dikutip dari Medical News Today, stres yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan sejumlah hormon untuk membantu tubuh menghadapi tekanan yang dirasakan. Hormon tersebut akan mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan ke otot dan organ tubuh yang penting untuk merespons ‘ancaman’. Alhasil, sistem pencernaan menjadi melambat.

    Selain itu, hormon kortisol yang dilepaskan tubuh saat stress dapat mendongkrak kadar glukosa dalam darah. Sebuah studi pada 2022 mengungkapkan orang sering mengalami stres berisiko mengalami resistensi insulin akibat kadar glukosa yang terus terusan tinggi. Akibatnya, tubuh tidak bisa memanfaatkan hormon insulin secara efektif, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 7 Makanan yang Bikin Kenyang Tahan Lama, Cocok Buat Diet

    Jakarta

    Saat ingin memilih makanan dengan rasa kenyang lebih lama, tiga kandungan yang setidaknya menjadi faktor penting adalah protein, serat, serta lemak sehat, seperti omega 3.

    Makanan yang bebas bahan tambahan, cenderung semakin mengenyangkan. Sederet makanan ini cocok saat seseorang sedang menjalani diet atau mencoba memperbaiki pola makan sehat.

    Apa Saja Makanan Mengenyangkan? Berikut rangkumannya dikutip dari Healthline:


    1. Gandum Utuh

    Biji-bijian utuh, seperti nasi merah, roti gandum utuh, dan pasta gandum utuh, dikaitkan dengan pengendalian berat badan dan menjaga berat badan yang sehat. Kandungan serat, nutrisi, dan senyawa tumbuhan yang ditemukan dalam biji-bijian dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu seseorang mengonsumsi lebih sedikit kalori sekaligus.

    Biji-bijian utuh juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan, dan cenderung membantu mencapai berat badan yang sehat secara lebih konsisten dibandingkan biji-bijian olahan.

    2. Yoghurt

    Yoghurt juga menjadi makanan yang mengenyangkan. Penting untuk mencoba memilih variasi tambahan topping dalam yoghurt, yang rendah gula tambahan saat sedang diet.

    Menambahkan buah seperti persik atau stroberi akan memberikan rasa manis yang diperlukan, dengan tambahan manfaat vitamin, mineral, antioksidan, dan serat. Topping seperti granola rendah gula atau kacang-kacangan juga dapat menambah serat, serta meningkatkan rasa kenyang.

    3. Alpukat

    Alpukat adalah makanan padat nutrisi. Buah ini kaya akan lemak yang menyehatkan jantung, dan merupakan sumber serat yang baik, sekitar 3 gram per 1⁄3 alpukat, adalah ukuran porsi yang disarankan.

    Lemak sehat dalam alpukat juga membantu memuaskan nafsu makan lebih lama, terlebih rasanya enak.

    4. Oat

    Oat cukup rendah kalori dan merupakan sumber serat larut yang baik, yang memiliki kemampuan menyerap air, membantu merasa kenyang. Oatmeal juga dapat membantu melepaskan hormon kenyang dan menunda pengosongan lambung. Cobalah untuk memilih variasi topping yang polos dan tanpa rasa untuk menghindari tambahan gula yang berlebihan.

    Kamu bisa menambahkan oatmeal dengan buah atau kacang-kacangan agar lebih mengenyangkan dan meningkatkan kandungan nutrisinya.

    5. Ikan

    Ikan adalah sumber protein yang ramping, sehat, dan mengenyangkan. American Heart Association dan Dietary Guidelines 2015-2020 merekomendasikan minimal dua porsi ikan per minggu, terutama ikan berlemak tinggi. Satu porsi setara dengan 3,5 ons atau 3⁄4 cangkir ikan serpihan.

    Ikan tidak hanya memberi protein yang tersedia secara hayati, tetapi juga merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik. Lemak sehat ini bagus untuk melindungi jantung dan menurunkan peradangan di tubuh. Ikan dengan kandungan omega-3 tertinggi adalah salmon, mackerel, herring, lake trout, sarden, dan tuna albacore.

    6. Kacang

    Kacang adalah pilihan camilan yang bagus untuk membantu mengisi waktu di antara waktu makan pokok. Mereka adalah sumber yang baik untuk ketiga penambah rasa kenyang: protein, serat, dan lemak sehat.

    Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa kacang campur meningkatkan rasa kenyang pada orang dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas sekaligus menjaga kestabilan kadar glukosa darah dan insulin.

    Kacang campuran juga memiliki vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Cobalah untuk memilih kacang tanpa garam dan tanpa pemanis untuk mendapatkan manfaat kesehatan paling banyak.

    7. Telur

    Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi, yang dapat dijadikan makanan mengenyangkan, serta vitamin, mineral, dan antioksidan karotenoid,yang membantu melindungi kesehatan mata.

    Telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein, termasuk kesembilan asam amino esensial. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa memasukkan telur lebih sering ke dalam makanan kita dapat meningkatkan rasa kenyang dan secara signifikan mengurangi asupan makanan jangka pendek.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur untuk sarapan pagi mengakibatkan berkurangnya variasi glukosa plasma dan insulin, penekanan respons ghrelin, dan berkurangnya asupan energi. Cobalah menambahkan sayuran ke dalam telur dadar yang lezat seperti bayam, jamur, dan brokoli) untuk lebih membantu meningkatkan rasa kenyang, dan juga asupan sayuran harian secara keseluruhan.

    (naf/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Bantah Sedot Lemak, Marion Jola Beberkan Rahasia Turun BB 9 Kg


    Jakarta

    Netizen dibuat pangling dengan penampilan baru Marion Jola. Penyanyi jebolan ajang bakat Indonesian Idol itu rupanya berhasil menurunkan berat badan sampai sembilan kg dalam waktu tujuh bulan.

    Tidak sedikit yang menuding proses penyusutan bobot tubuhnya dibantu operasi sedot lemak. Melalui akun TikTok pribadinya, Marion Jola jelas membantah hal tersebut.

    “Ada yang bilang aku sedot lemak, ada yang bilang aku suntik ini, itu, jd aku mau address dikit ke kalian aku mulai benar-benar diet itu dari bulan Agustus, aku mencoba dietnya bagaimana sih?” tuturnya dalam postingan yang diunggah Sabtu (24/2/2024).


    Marion yang kerap disapa Lala ini memulai rutin olahraga gym sejak 26 Juni tahun lalu. Dibantu dengan personal trainer, Lala mencoba membiasakan diri untuk angkat beban sampai olahraga cardio.

    Di tengah rutinitas olahraga, tantangan menurunkan berat badan berikutnya adalah menahan nafsu makan. Wanita asal Kupang itu kemudian memutuskan untuk mencari bantuan dokter gizi.

    “Kalau ke dokter gizi, itu kita dicek badannya itu butuh untuk mengurangi berapa banyak fat dan juga meningkatkan berapa banyak muscle massa,” terang dia.

    Dokter gizi kemudian memberikan meal plan yang cocok untuknya, sambil terus menyempatkan olahraga dalam seminggu. Lala bahkan tidak pernah sekalipun melewatkan satu minggu untuk berolahraga minimal tiga kali.

    “Ini aku 7 bulan ini, dari awalnya 61 sekarang 52, jadi kurang 9 kg, jadi dalam 7 bulan ini aku sudah turun 9 kilo pergi ke gym, angkat beban, mengurangi makan,” jelas Lala.

    “Melelahkan juga pasti karena mencoba melakukan perubahan gaya hidup,” pungkas dia.

    (naf/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing