Category: Diet

  • Tren Belly Dance Viral di TikTok, Betulan Ampuh untuk Turunkan Berat Badan?

    Jakarta

    Tren menurunkan berat badan di media sosial tidak ada habisnya. Terbaru, di TikTok ramai diperbincangkan soal tari perut atau belly dance yang disebut bisa menurunkan berat badan.

    Jauh sebelum viral di TikTok, sebagian orang sudah meyakini kalau belly dance dapat meratakan dan membentuk otot perut. Sekilas dari gerakannya, belly dance memang terlihat cukup menjanjikan. Namun, apakah benar gerakan belly dance ampuh untuk menurunkan berat badan?

    Dikutip dari Better Me, ada beberapa mitos tentang belly dance yang perlu diluruskan. Pertama, gerakan tari perut tidak bisa membentuk otot sixpack yang diidamkan banyak orang.


    Meski belly dance menargetkan beberapa bagian otot perut, gerakan tarian ini tidak cukup intens untuk bisa membentuk perut sixpack.

    Kedua, belly dance tidak bisa meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan. Faktanya, belly dance bahkan tidak bisa membakar kalori dalam jumlah yang sebanding dengan olahraga biasa.

    Lantas, apakah belly dance bisa membantu menurunkan berat badan?

    Meski efeknya tidak sebagus olahraga biasa, belly dance dapat dianggap sebagai salah satu olahraga kardio yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Olahraga kardio dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan sistem kardiovaskular, seperti pembuluh darah dan jantung.

    Selain itu, olahraga kardio juga dapat membakar kalori, sehingga membantu menurunkan berat badan. Dikutip dari Healthline, melakukan olahraga kardio selama 30 menit sehari dapat membantu membakar sekitar 140 hingga 295 kalori.

    Berdasarkan fakta tersebut, berlatih belly dancing selama 30 menit setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan. Belly dance juga menyasar pada otot perut, area yang biasanya ingin diperkuat atau dikecilkan karena menjadi tempat penumpukan lemak.

    Gerakan belly dance juga dapat mengencangkan otot dan mempercantik penampilan di area pinggang.

    Belly dance juga melibatkan beberapa gerakan lengan, sehingga dapat melatih kekuatan pada lengan, bahu, serta otot-otot kecil yang ada di area tersebut.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Kebiasaan Simpel di Pagi Hari yang Ternyata Ampuh untuk Bakar Lemak di Perut


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal menjadi dambaan setiap laki-laki dan perempuan. Tak ayal, mereka yang memiliki berat badan berlebih akan melakukan segala cara untuk bisa mencapai angka yang diinginkan.

    Banyak strategi diet yang dipilih untuk bisa membantu menurunkan berat badan. Mulai dari diet yang aman, hingga diet ketat untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat yang justru bisa berisiko untuk kesehatan tubuh.

    Padahal, beberapa perubahan rutinitas sederhana di pagi hari dapat membantu seseorang lebih efektif menurunkan berat badan dengan aman. Dikutip dari Healthline, berikut rutinitas di pagi hari yang bisa membantu menurunkan berat badan:


    1. Sarapan dengan makanan berprotein tinggi

    Sarapan dianggap menjadi waktu terpenting untuk makan. Pasalnya, sarapan dengan menu makanan yang benar akan membantu seseorang merasa kenyang dan puas sampai siang hari. Mengonsumsi makanan tinggi protein juga dapat membantu mengurangi nafsu makan hingga siang hari, sehingga akan membantu dalam proses penurunan berat badan.

    Hasil penelitian pada 15 pria, sarapan berprotein tinggi akan membantu menurunkan kadar ghrelin atau ‘hormon kelaparan’ yang bertanggung jawab soal nafsu makan. Sarapan tinggi protein dinilai lebih efektif daripada yang tinggi karbohidrat. Pertimbangkan untuk mulai mengonsumsi telur, kacang-kacangan, biji chia, dan keju cottage.

    2. Minum banyak air putih

    Memulai pagi dengan meminum satu hingga dua gelas air putih dinilai sangat efektif membantu menurunkan berat badan. Pasalnya air dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi atau jumlah kalori yang dibakar tubuh.

    Dalam sebuah penelitian penelitian, minum 500 ml air dapat meningkatkan laju metabolisme sebesar 30 persen. Serta, 500 ml air juga mampu mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi saat sarapan sebesar 13 persen.

    3. Menimbang berat badan

    Menggunakan timbangan setiap pagi dapat menjadi menjadi cara efektif untuk terus meningkatkan motivasi dan pengendalian diri dalam mencapai target penurunan berat badan. Selain itu, rutinitas ini bisa menumbuhkan perilaku atau kebiasaan sehat.

    Waktu yang tepat untuk menimbang badan setelah bangun tidur di pagi hari adalah sebelum makan atau minum apapun.

    4. Berjemur dengan sinar matahari

    Membuka tirai atau sekadar berjalan keluar ruangan untuk mendapatkan sinar matahari dinilai mampu membantu dalam upaya penurunan berat badan. Dengan paparan sinar matahari yang cukup, mampu memenuhi kebutuhan vitamin D seseorang.

    Membiarkan sinar matahari masuk atau duduk di luar ruangan selama 10-15 menit setiap pagi dapat memberikan efek yang menguntungkan selama proses penurunan berat badan.

    5. Memilih transportasi umum atau bersepeda ke tempat kerja

    Penelitian menunjukkan seseorang yang berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum memiliki kaitan dengan penurunan berat badan dan penurunan risiko penambahan berat badan.

    Mereka yang setiap hari bepergian menggunakan mobil cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih banyak dibanding mereka yang tidak. Serta, mereka yang aktif bersepeda atau berjalan kaki dikaitkan dengan indeks massa tubuh atau persentase lemak tubuh yang lebih rendah, daripada mereka yang menggunakan transportasi pribadi.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Ahli Ungkap 5 Cara Ampuh Bakar Kalori untuk Turunkan Berat Badan, Mau Coba?

    Jakarta

    Membakar kalori lebih banyak menjadi salah satu kunci untuk menurunkan berat badan. Menurut para ahli, cara nomor satu untuk membakar lebih banyak kalori adalah dengan lebih banyak bergerak.

    “Pada dasarnya kita tahu kalau tidak ada cara lain untuk membakar lebih bayak kalori atau meningkatkan metabolisme selain dengan bergerak lebih banyak,” ujar direktur program obesitas interdisipliner di Universitas North Carolina, Barry M Popkin, dikutip dari WebMD.

    Meski begitu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pembakaran kalori. Apa saja? Berikut pembahasannya.


    1. Menambah Waktu Olahraga

    Instruktur kebugaran sekaligus peneliti dari Yale University, Christopher Wharton, PhD mengatakan semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang dibakar. Terlebih, jika peningkatan waktu itu dibarengi dengan peningkatan intensitas.

    Saat berolahraga, tubuh akan membakar kalori sebagai sumber energi. Namun, hal ini tidak hanya sebatas saat berolahraga saja. Faktanya, tubuh akan terus membakar kalori meski sudah selesai berolahraga.

    “Meskipun sulit untuk memastikan berapa lama efek ini bertahan, bisa disimpulkan bahwa peningkatan metabolisme pasca latihan aerobik dapat bertahan setidaknya 24 jam,” ucap Wharton.

    Jadi jika ingin membakar lebih banyak kalori, Wharton menyarankan untuk menambah durasi berolahraga.

    2. Melakukan Latihan Kekuatan

    Latihan kekuatan yang membangun massa otot juga dapat membantu pembakaran kalori. Semakin banyak otot yang dimiliki, maka semakin banyak pula kalori yang terbakar, bahkan saat Anda sedang beristirahat.

    “Cara paling efektif untuk meningkatkan metabolisme dan membakar lebih banyak kalori adalah dengan latihan aerobik dan latihan kekuatan. Keduanya penting,” kata peneliti di School of Nutrition and Exercise Science di Bastyr University, Megan A McCrory, PhD.

    3. Mengonsumsi Teh Hijau atau Teh Hitam Berkafein

    Mengonsumsi teh hijau atau teh hitam yang berkafein dapat meningkatkan pembakaran kalori. Sebab, kafein adalah stimulan yang bisa meningkatkan metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori.

    “Bahkan penelitian terdahulu menunjukkan mengonsumsi 250 miligram kafein bersama makanan dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar saat tubuh memetabolisme makanan tersebut sebesar 10 persen,” tutur dosen nutrisi dari Vanderbilt University School of Nursing, Jamie Pope, MS, RD, LDN.

    4. Sering Makan dalam Porsi Kecil

    Kalori dibutuhkan sebagai ‘bahan bakar’ untuk mengaktifkan sistem pencernaan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti percaya bahwa sering makan dalam porsi kecil dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh sepanjang hari.

    Meski tidak banyak bukti yang mendukung teori ini, McCrory mengungkapkan makan lebih sering dalam porsi kecil jauh lebih menyehatkan dibandingkan makan satu sampai dua kali sehari tapi dengan porsi yang banyak.

    5. Tidak Melewatkan Sarapan

    Sebagian orang percaya melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Padahal, hal yang terjadi justru sebaliknya.

    Beberapa penelitian menunjukkan orang yang melewatkan sarapan cenderung akan mengonsumsi lebih banyak kalori di waktu makan berikutnya. Studi lain juga menemukan bahwa kebiasaan skip sarapan dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi pada remaja.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Kelly Clarkson Buka-bukaan Resep Dietnya, Kini Sukses Turun 27 Kg


    Jakarta

    Penyanyi Kelly Clarkson buka-bukaan mengenai perjalanan dietnya. Dia mengaku sempat disangka depresi berat saat berat badannya menyentuh angka 92 kg.

    “Bobot saya yang paling berat 92 kg. Ini lucu karena orang berasumsi ‘oh dia pasti sengsara dan depresi’, padahal kenyataannya nggak,” tutur Clarkson dalam sebuah wawancara dikutip dari TODAY.

    Dalam wawancara terbaru, pelantun ‘Since You’ve Been Gone’ ini mengaku mengonsumsi obat untuk membantu menurunkan berat badannya. Hal itu tentunya atas rekomendasi dari dokter.


    Selain mengonsumsi obat penurun berat badan, Clarkson telah melakukan perubahan gaya hidup untuk kesehatan jangka panjangnya.

    “Punyaku (obat penurun berat badan) berbeda dari perkiraan orang, tapi akhirnya aku harus melakukan itu juga karena pemeriksaan darahku menjadi sangat buruk,” jelas Clarkson.

    Selain itu dia mengungkapkan bahwa berat badannya turun karena sekarang menjaga kesehatannya dengan serius dan lebih banyak berjalan kaki. Wanita pemenang Grammy Award ini juga tidak menjalani diet ketat atau membatasi konsumsi daging.

    Adapun alasannya menurunkan berat badan adalah untuk mengatasi masalah tiroid dan autoimun yang diidapnya. Selama episode acara bincang-bincangnya pada Januari 2024, dia mengungkapkan bahwa dia menderita pradiabetes.

    Dua tahun setelah mengetahuinya, dia memutuskan untuk mengubah kebiasaan gaya hidupnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet? 14 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

    Jakarta

    Bagi sebagian orang, diet adalah cara jitu untuk menurunkan berat badan. Setelah melihat kisah-kisah sukses orang yang menurunkan berat badan setelah diet, kita mungkin jadi tertarik untuk mencoba berdiet pula, dengan harapan bisa menurunkan berat badan seperti orang lain.

    Tetapi, tak semua orang bisa sukses menurunkan berat badan dengan mudah, bahkan setelah diet. Berat badan yang tidak turun bahkan setelah menjalani diet mungkin akan membuat kita merasa bingung dan kecewa.

    Apakah detikers pernah mengalami hal ini? Jangan bingung lagi, berat badan bisa saja tidak turun meski sudah melakukan diet karena beberapa hal berikut.


    Penyebab Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet

    Berikut beberapa alasan mengapa berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet.

    1. Kurang Makan

    Asumsi yang kerap dibuat jika ingin menurunkan berat badan adalah mengurangi konsumsi kalori. Mengutip NBC News, Bonnie Taub-Dix, seorang ahli gizi dan ahli diet mengatakan bahwa diet yang sangat rendah kalori pada mulanya memang membuat berat badan turun dengan cepat.

    Namun, tak jarang orang justru melakukan binge eating saat merasa sangat lapar. Ini membuat berat badan yang sempat turun jadi naik kembali.

    Selain itu, ketika kita tiba-tiba mengonsumsi sangat sedikit kalori, tubuh akan merasa ada yang salah. Tubuh akan memasuki mode kelaparan yang memperlambat berbagai proses yang dibutuhkan untuk membakar kalori, seperti metabolisme dan tekanan darah.

    Ditambah lagi, bagi wanita, kondisi tubuh yang seperti ini bisa membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Hal ini mempengaruhi hormon yang bisa memicu kenaikan berat badan.

    2. Hanya Menghindari Makanan Tertentu

    Orang-orang yang baru mulai diet mungkin mengacu pada daftar makanan yang perlu dihindari. Misalnya, menghindari gorengan atau makanan dengan pemanis.

    Tetapi, hal ini bisa membuat kita justru melarikan diri ke makanan-makanan lain yang juga tidak sehat, tetapi kita menganggap hal itu tidak masalah asalkan sudah menghindari makanan-makanan yang jadi pantangan.

    Taub-Dix berpendapat, makanan-makanan yang perlu dihindari tetap boleh dimakan dalam porsi yang terbatas. Sebab, diet seharusnya tidak membuat kita menderita karena tidak bisa menikmati makanan favorit.

    Taub-Dix merekomendasikan untuk lebih awas terhadap apa yang kita makan dan kapan kita memakannya. Misalnya, menjadi lebih sadar untuk tidak mengemil jika tidak perlu atau tidak sedang lapar.

    3. Terlalu Membatasi Makronutrien

    Mengutip Heathline, yang dimaksud makronutrien adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga nutrisi ini dibutuhkan dalam jumlah besar agar tubuh bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

    Karena itu, Taub-Dix menyarankan untuk menghindari jenis diet yang melarang konsumsi makronutrien ini. Makronutrien bisa didapat dari berbagai makanan yang cocok untuk menurunkan berat badan, seperti gandum, daging tanpa lemak, seafood, dan kacang-kacangan. Untuk diet yang sukses, pilihlah makanan yang diolah secara alami.

    4. Mengalami Plateau Berat Badan

    Setelah rutin menjalani diet, detikers mungkin mulai mengalami penurunan berat badan secara sukses. Tetapi setelah itu, berat badan tidak turun-turun lagi meskipun diet tetap dilanjutkan. Mengapa?

    Plateau berat badan ini bisa disebabkan oleh diet yang monoton. Setelah tubuh mengalami penurunan berat badan di awal masa diet, tubuh pun mulai terbiasa dengan pola diet yang baru. Sehingga, tubuh tidak bereaksi dengan penurunan berat badan lagi.

    Plateau setelah sukses menurunkan berat badan tidak selalu merupakan hal yang buruk. Berat badan yang stabil lebih baik daripada berat badan yang naik turun akibat diet yoyo.

    5. Terlalu Banyak Duduk

    Riset yang dilakukan oleh University of Missouri-Columbia menemukan bahwa tidak melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu panjang membuat tubuh berhenti memproduksi lipase, enzim yang berperan dalam metabolisme. Enzim ini memecah lemak pada makanan agar diserap di usus.

    Jika detikers sudah menjalani diet tetapi tidak mengalami penurunan berat badan, bisa jadi itu karena detikers kurang bergerak. Sibuk bekerja atau belajar memang membuat kita lebih sering duduk dibandingkan beraktivitas fisik. Oleh karena itu, sempatkanlah untuk rutin berdiri dan bergerak, meski hanya sebentar.

    6. Kurang Tidur

    Riset tahun 2018 yang diterbitkan di Journal of Obesity and Metabolic Syndrome menunjukkan bahwa kualitas maupun kuantitas tidur yang kurang dapat berdampak buruk pada metabolisme. Kurang tidur bisa memengaruhi hormon leptin dan ghrelin, 2 hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar.

    7. Stres

    Stres berlebih juga bisa membuat diet gagal dan berat badan tidak turun, lho. Terkadang, orang yang stres memiliki kebiasaan makan untuk melegakan perasaannya.

    Selain itu, stres juga bisa membuat seseorang merasa malas memikirkan makanan yang seimbang dan lebih memilih memakan apa saja yang praktis dan cepat, meski tidak sehat.

    8. Makan Terlalu Cepat

    Kehidupan yang sibuk dan serba cepat terkadang memaksa kita untuk makan dengan terburu-buru. Padahal, mindful eating merupakan salah satu cara ampuh menurunkan berat badan.

    Caranya adalah makan dengan perlahan dan tanpa hal yang bisa mengalihkan perhatian dari makanan. Nikmati setiap suapan hingga kita merasa sudah cukup kenyang.

    Riset yang dilakukan oleh University of Zurich di Swiss menunjukkan bahwa mindful eating tak kalah efektif dari program diet konvensional dalam menurunkan berat badan.

    9. Kurang Minum Air

    Minum air yang cukup dapat memperlancar metabolisme, sehingga membantu penurunan berat badan.

    Riset yang dilakukan oleh Autonomous University of Baja California menemukan beberapa strategi penurunan berat badan yang melibatkan minum air, yaitu meningkatkan konsumsi air harian, mengganti minuman berkalori dengan air putih, dan minum air yang banyak sebelum makan.

    10. Banyak Minum Alkohol

    Berat badan tidak turun meski suduah menjalani diet bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang terlalu banyak atau terlalu sering. Alkohol dapat memengaruhi nafsu makan sehingga kita merasa lebih lapar.

    Selain itu, riset yang dilakukan oleh University of Pennsylvania bersama The Children’s Hospital of Philadelphia menunjukkan bahwa mengurangi alkohol membantu penurunan berat badan bagi penderita diabetes.

    Alkohol sendiri mengandung 7 kalori per gram. Jika ingin minum alkohol, pilihlah jenis seperti vodka yang dicampur dengan minuman tanpa kalori.

    11. Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu

    Beberapa kondisi kesehatan memengaruhi berat badan seseorang atau membuat berat badan sulit turun. Contohnya adalah beberapa penyakit berikut:

    • Hipotiroidisme
    • Polycystic ovary syndrome (PCOS)
    • Binge eating disorder (BED)
    • Depresi.

    Jika penyakit-penyakit di atas menghambat penurunan berat badan, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mencari tahu strategi penurunan berat badan yang efektif.

    12. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

    Beberapa jenis obat-obatan bisa menghambat penurunan berat badan, atau bahkan mengakibatkan berat badan naik. Misalnya, mengutip WebMD, obat steroid untuk mengatasi peradangan bisa memengaruhi metabolisme dan memicu rasa lapar.

    Begitu juga dengan antihistamin yang meredakan gejala demam akibat alergi. Obat ini memengaruhi nafsu makan sehingga kita ingin makan lebih banyak.

    13. Menopause

    Alasan lain berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet adalah menopause yang dialami wanita. Perubahan pada hormon, massa otot yang berkurang, serta kurang tidur bisa mengakibatkan berat badan meningkat.

    Rasa lelah yang dialami saat menopause juga bisa membuat wanita ingin makan camilan agar mendapat energi yang cukup.

    14. Kurang Berolahraga

    Kurang berolahraga bisa jadi penyebab berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet. Begitu juga jika rutin berolahraga, tetapi makan banyak setelahnya, sehingga kalori yang masuk lebih banyak dari kalori yang dibakar.

    2 olahraga yang cukup populer untuk penurunan berat badan adalah kardio dan angkat beban. Tetapi, karena kedua olahraga ini membakar kalori yang banyak, berhati-hatilah agar tidak ngemil setelah berolahraga.

    Usaha diet setiap orang dapat membuahkan hasil yang berbeda-beda. Tidak semua orang bisa menurunkan berat badan dengan lancar dan terkadang berat badan bisa stagnan tanpa turun lagi. Bagi detikers yang sedang berdiet, tetaplah bersabar dan berusaha, ya!

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Mengenal Intermittent Fasting, Diet Puasa Ade Rai yang Viral

    Jakarta

    Diet intermittent fasting adalah salah satu metode diet yang paling populer saat ini. Diet ini dianggap tidak menyiksa karena tidak membatasi jenis makanan yang boleh atau tidak boleh dimakan, melainkan kapan boleh memakannya.

    Oleh karena itu, banyak yang menjalani diet ini, tak terkecuali binaragawan Indonesia Ade Rai. Aturan utamanya adalah membatasi waktu makan selama beberapa jam saja, selebihnya kita tidak makan alias berpuasa. Misalnya, membatasi waktu makan selama 8 jam. Berarti, seseorang makan siang jam 11.00, dilanjutkan dengan makan malam jam 19.00, dan selebihnya berpuasa.

    Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Dunia Ade Rai pada 23/9/2020, Ade Rai menyebutkan bahwa diet puasa ini adalah salah satu strategi yang paling sederhana dan mudah. Badan pun memiliki kemampuan untuk melakukan strategi diet intermittent fasting ini, asal dilakukan secara bertahap.


    Penasaran dengan intermittent fasting, diet puasa ala Ade Rai? Simak artikel berikut.

    Mengenal Intermittent Fasting

    Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur siklus makan dan berpuasa. Metode intermittent fasting yang sering dilakukan adalah berpuasa selama 16 jam dalam sehari dan makan dalam jangka waktu 8 jam sisanya.

    Menurut Ade Rai, tujuan berpuasa ini adalah agar tubuh menggunakan lemak yang akan dipecah sebagai sumber tenaga. Hal ini hanya akan terjadi jika kita tidak makan.

    Durasi Intermittent Fasting Ala Ade Rai

    Ade Rai menganjurkan mencoba intermittent fasting secara bertahap. Berikut durasi puasa yang direkomendasikan Ade Rai dalam videonya yang diunggah pada 18/12/2021.

    • 12-12: Makan 12 jam, puasa 12 jam
    • 10-14: Makan 10 jam, puasa 14 jam
    • 8-16: Makan 8 jam, puasa 16 jam.

    Ade Rai berkata tidak masalah jika durasi puasa berganti-ganti. Misalnya, hari ini berpuasa selama 16 jam, lalu esok harinya berpuasa selama 12 jam saja.

    Metode Intermittent Fasting

    Metode intermittent fasting yang dibahas Ade Rai, yaitu berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam sisanya adalah salah satu metode intermittent fasting yang populer. Selain itu, ada juga metode-metode lainnya.

    Dikutip dari Healthline, berikut metode intermittent fasting yang populer dilakukan.

    1. Metode 16/8

    Inilah metode yang dibahas oleh Ade Rai. Metode ini membagi waktu 24 jam menjadi 16 jam berpuasa dan 8 jam waktu untuk makan.

    Sebagian orang memilih untuk menggunakan 8 jam ini untuk makan siang dan makan malam. Tetapi, jika detikers terbiasa makan pagi, 8 jam ini bisa dipakai untuk makan pagi dan makan siang saja, lalu tidak makan malam.

    2. Eat-Stop-Eat

    Metode ini melibatkan puasa selama 24 jam selama 1 atau 2 kali per minggu. Metode puasa ini mungkin lebih sulit dilakukan oleh pemula karena rasa laparnya lebih terasa setelah berpuasa selama 24 jam.

    3. Diet 5:2

    Dengan metode ini, detikers makan seperti biasa selaam 5 hari dalam seminggu. Untuk 2 hari sisanya, batasi konsumsi kalori sebanyak 500-600 kalori per hari.

    Siapa yang Tidak Disarankan Menjalani Intermittent Fasting?

    Sama seperti metode diet lainnya, intermittent fasting belum tentu cocok untuk semua orang. Kelompok orang berikut sebaiknya berhati-hati jika ingin menjalani intermittent fasting, sebab mungkin metode diet puasa ini kurang cocok untuk mereka.

    1. Orang dengan Kadar Lemak Rendah

    Ade Rai menganjurkan intermittent fasting untuk orang yang memiliki kadar lemak di atas 30% (bagi wanita) dan di atas 25% (bagi pria). Sebab, diet puasa ini menggunakan tabungan lemak dalam tubuh menjadi sumber energi.

    Mengutip situs resmi Johns Hopkins Medicine, anak-anak dan remaja di bawah umur 18 tahun sebaiknya tidak mengikuti diet puasa ini. Kadar lemak dalam tubuh mereka belum tentu cukup sebagai persediaan energi.

    2. Ibu Hamil dan Menyusui

    Konsumsi kalori dibutuhkan selama kehamilan dan periode menyusui agar janin tetap sehat dan produksi ASI tetap lancar. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengikuti metode diet puasa ini.

    3. Orang dengan Kondisi Kesehatan Tertentu

    Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berhati-hati dengan metode diet yang melibatkan puasa. Jika detikers memiliki salah satu kondisi kesehatan berikut, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter sebelum mencoba intermittent fasting.

    • Diabetes
    • Tekanan darah rendah
    • Eating disorder
    • Riwayat amenorrhea
    • Masalah dengan regulasi gula darah.

    Dengan diet puasa dan olahraga yang teratur, Ade Rai berkata lemak bisa mulai hilang dalam seminggu. Jika detikers tertarik menjalani diet puasa ini, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui apakah metode ini cocok atau tidak.

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Asal Minum Obat Diet untuk Pangkas Berat Badan Bisa Picu Masalah Ginjal


    Jakarta

    Tidak sedikit orang yang seringkali menerapkan diet ekstrem demi memiliki berat badan ideal. Padahal pola makan yang terlalu ketat juga bisa berisiko terhadap kesehatan.

    Spesialis gizi klinik dr Christopher Andrian mengatakan meski banyak program diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan, seseorang perlu mengetahui kondisi tubuhnya sebelum memutuskan memilih pola makan tertentu.

    “Nggak semua orang cocok dengan diet keto, diet OCD, semua tergantung kondisi tubuh. Karena setiap orang itu punya persentase lemak, otot, dan air yang berbeda. Supaya berat badan turunnya itu sehat, kita harus turunkan kadar lemak dulu,” katanya dalam temu media Dermagene, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2024).


    Ada juga yang memakai jalan pintas dengan mengonsumsi obat diet yang dibeli asal secara daring tanpa tau efek sampingnya. Padahal kebanyakan obat pelangsing yang banyak beredar menurunkan berat badan bekerja dengan cara mengurangi cairan dalam tubuh.

    “Obat yang dijual di luar sana kan biasanya malah bikin pipis terus, bikin diare, yang keluar apa? Air, bukan lemak. Ketika kita minum air lagi, berat badan akan naik lagi. Malah bikin risiko penyakit lain seperti ginjal,” jelasnya.

    Maka dari itu, dia menyarankan untuk konsultasi ke dokter sebelum memulai program diet agar diberikan perawatan yang pas. Obat diet boleh dikonsumsi, asal sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tentunya oleh resep dokter.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Pakar Ungkap 7 Minuman yang Bisa Bantu Bakar Lemak, Perut Mendadak Auto Rata

    Jakarta

    Tidak ada yang mau memiliki perut buncit. Selain merusak penampilan, perut buncit juga dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit dan membahayakan kesehatan.

    Untungnya, menghilangkan perut buncit tidaklah sesulit yang dibayangkan. Selain dengan rajin berolahraga, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat proses penurunan berat badan dan menghilangkan perut buncit.

    Pertanyaannya, minuman apa yang bisa membantu proses tersebut? Ahli diet teregistrasi Trista Best, MPH, RD, LD, mengatakan minuman untuk membantu menurunkan berat badan itu umumnya terbuat dari sayur atau buah, dan beberapa jenis teh tertentu.


    Penting diingat, hanya mengonsumsi minuman-minuman ini saja tidak cukup untuk menghilangkan perut buncit. Minuman-minuman ini dapat membantu mempercepat penurunan berat badan apabila dipadukan dengan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang.

    Lalu, apa saja jenisnya? Dikutip dari Eat This, berikut daftar minuman yang bisa membantu memangkas lemak dan menghilangkan perut buncit.

    1. Teh hijau

    Teh hijau sejak lama dikenal sebagai salah satu minuman yang bermanfaat untuk kesehatan. Khasiat teh hijau berasal dari kandungan antioksidan bernama katekin yang ada pada minuman tersebut.

    Katekin juga berperan dalam menurunkan berat badan. Antioksidan ini dapat meningkatkan pembakaran lemak, sensitivitas insulin, serta membantu menjaga berat badan tetap ideal.

    “Teh hijau mengandung antioksidan dan senyawa, seperti katekin, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak,” ujar Best.

    2. Air lemon

    Best menuturkan air lemon mengandung vitamin C tinggi yang dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh. Air lemon juga dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga membantu menekan nafsu makan dan mencegah overeating.

    “Dia (lemon) juga menambah rasa pada air biasa membuatnya lebih nikmat untuk diminum,” ucap Best.

    3. Air timun

    Selain nikmat sebagai lalapan, timun juga bisa diolah menjadi minuman untuk membantu menghilangkan perut buncit. Best menjelaskan campuran air dan timun dapat membantu mengelola berat badan dan menghidrasi tubuh.

    Tak hanya itu, timun juga rendah kalori dan mengandung senyawa yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan.

    4. Air jahe

    Tak hanya sebagai penyedap masakan, jahe juga kerap diolah menjadi obat alami untuk beragam penyakit. Bahkan, air jahe juga dikonsumsi untuk membantu menghilangkan perut buncit.

    Jahe mengandung antioksidan tinggi yang bermanfaat untuk meredakan berbagai masalah pencernaan. Air jahe juga dapat mengatasi kembung yang membuat perut terlihat buncit sementara.

    “Jahe memiliki sifat anti peradangan dan bisa membantu pencernaan, sehingga berpotensi mengurangi kembung dan membuat perut rata,” tutur Best.

    5. Teh peppermint

    Sama seperti air jahe, teh peppermint dapat membantu mengurangi gas lambung, kembung, dan gangguan pencernaan. Hal ini dapat membuat perut menjadi lebih nyaman dan tampak lebih rata.

    “Teh peppermint dapat meredakan ketidaknyamanan akibat masalah pencernaan dan mengurangi kembung, membuatnya jadi pilihan yang tepat untuk membuat perut lebih rata,” kata Best.

    6. Air kelapa

    Meski tidak secara langsung menyasar lemak perut, air kelapa dapat membantu meningkatkan fungsi metabolisme, mencegah retensi air, mengurangi kembung, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    “Air kelapa adalah minuman alami yang kaya akan elektrolit dan dapat mencegah dehidrasi, serta menyeimbangkan cairan tubuh,” ucap Best.

    7. Air putih

    Sesimpel air putih saja ternyata juga mampu membantu menghilangkan perut buncit. Best mengatakan memulai hari dengan minum air putih dapat melancarkan metabolisme serta menekan nafsu makan.

    Studi juga mengungkapkan minum air sebelum makan dapat mencegah overeating atau makan secara berlebihan. Adapun jumlah air yang disarankan adalah 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari.

    “Tetap terhidrasi dengan baik sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan dapat membantu mengurangi nafsu makan, mencegah makan berlebihan, serta mendukung metabolisme,” tandas Best.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Jus yang Bagus untuk Diet, Cocok Diminum di Pagi Hari

    Jakarta

    Selain berolahraga, pola makan yang sehat juga memengaruhi kesuksesan menurunkan berat badan. Salah satunya bisa dengan mengonsumsi jus yang bagus untuk diet, seperti yang terbuat dari buah atau sayuran.

    Pasalnya, jus yang terbuat dari buah dan sayur mengandung beragam nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Nutrisi-nutrisi itu tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga meningkatkan metabolisme dan mengendalikan nafsu makan.

    Lantas, apa saja rekomendasi jus yang bagus untuk diet? Dikutip dari Healthline, berikut daftarnya.


    1. Jus Wortel

    Selain jadi sayur pendamping lauk pauk, wortel juga dapat diolah menjadi jus yang bagus untuk diet. Wortel kaya akan vitamin A serta beta-karoten yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    Tak hanya itu, wortel juga mengandung serat tinggi. Serat dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan mengendalikan nafsu makan. Alhasil, makan menjadi tidak berlebihan dan berat badan dapat turun.

    2. Jus Seledri

    Seledri mengandung kalori yang sangat rendah, sehingga cocok dijadikan jus untuk diet. Beberapa studi menunjukkan mengonsumsi makanan atau minuman yang rendah kalori dapat menunjang proses pembakaran lemak dan penurunan berat badan.

    Selain itu, sayuran yang kerap dijadikan penyedap masakan ini juga mengandung sejumlah antioksidan yang dapat mengurangi efek stres oksidatif dan melawan peradangan.

    3. Jus Buah Bit

    Buah bit mengandung nitrat yang dapat meningkatkan efisiensi dan ketahanan otot. Tak hanya itu, nitrat juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah agar sirkulasi menjadi lebih lancar.

    Di sisi lain, buah bit juga termasuk makanan rendah kalori dan kaya akan serat. Kombinasi itulah yang membuat buah bit cocok diolah menjadi jus untuk diet.

    4. Jus Semangka

    Selain rendah kalori, semangka juga mengandung banyak cairan yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Kandungan cairan pada semangka juga dapat membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik, yang mendukung proses penurunan berat badan.

    Semangka juga mengandung mikronutrien penting, seperti kalium, vitamin A, dan vitamin C.

    5. Jus Bayam

    Bayam juga cocok diolah menjadi jus untuk diet lantaran kaya akan serat dan rendah kalori. Sebuah studi menunjukkan mengonsumsi jus sayuran, termasuk bayam, dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan seiring waktu.

    Selain itu, bayam juga kaya akan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 10 Menu Sarapan yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok Buat Diet

    Jakarta

    Memilih menu sarapan dengan tepat penting agar kita memiliki cukup nutrisi dan energi untuk mengawali hari. Selain itu, sarapan yang sehat dan mengenyangkan membuat kita tidak merasa lapar sebelum waktu makan siang. Sehingga, kita tidak mengemil sebelum makan siang atau makan siang dalam porsi besar.

    Oleh karena itu, memilih menu sarapan yang membuat kenyang sampai makan siang penting diketahui bagi yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan.

    Orang yang sedang berdiet perlu berhati-hati dalam memilih sarapan, sebab beberapa makanan kemasan yang sering dimakan untuk sarapan mengandung gula, karbohidrat, dan zat tambahan yang kurang cocok untuk menurunkan berat badan. Untuk menghindari menu sarapan yang justru bisa menambah berat badan, simak menu sarapan yang cocok saat sedang diet di artikel berikut.


    Sarapan yang Bikin Kenyang Lebih Lama

    Mengutip Healthline, sarapan yang baik dan seimbang mengandung banyak serat, protein, lemak sehat, dan mikronutrien. Berikut jenis makanan yang cocok dimakan untuk sarapan sebab membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    1. Telur

    Telur adalah menu sarapan yang simpel, mudah dibuat, dan bergizi. Telur mengandung protein untuk pembentukan otot serta membantu kita merasa kenyang.

    Riset tahun 2020 yang dilakukan oleh UniSA Clinical and Health Sciences, University of South Australia menemukan bahwa orang yang makan roti dan telur untuk sarapan merasa lebih kenyang jika dibandingkan dengan memakan sereal dengan susu dan jus jeruk. Ini menandakan protein pada telur yang lebih banyak dibandingkan sereal membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    Selain protein, telur juga mengandung nutrisi berikut.

    • Antioksidan lutein dan zeaxanthin yang menjaga kesehatan mata, ginjal, kulit, dan jantung
    • Vitamin B, termasuk folat
    • Kolin, nutrisi untuk kesehatan ginjal dan otak
    • Vitamin A
    • Zat besi, kalsium, dan mineral lainnya.

    2. Greek Yogurt

    Mengutip EatingWell, berbeda dengan yogurt biasa, greek yogurt melalui proses penyaringan yang lebih banyak, sehingga teksturnya lebih kental dan creamy.

    Greek yogurt memiliki kandungan gula yang lebih sedikit daripada yogurt biasa, dan kandungan proteinnya lebih banyak. Greek yogurt pun lebih rendah kalori dibandingkan berbagai makanan sumber protein lainnya.

    Greek yogurt juga mengandung probiotik, jenis bakteri baik yang membantu pencernaan. Selain itu, greek yogurt memiliki nutrisi berikut.

    • Kalsium
    • Vitamin B12
    • Zink
    • Potasium
    • Fosfor.

    3. Oatmeal

    Oatmeal mengandung betaglukan, serat yang membantu menurunkan kadar kolesterol dan glukosa pada tubuh. Serat ini juga mengandung antioksidan dan probiotik.

    Viskositas oatmeal yang lekat memperlambat gerakan peristaltik di usus kecil. Ini membuat pencernaan dan penyerapan nutrisi berlangsung lebih lambat sehingga kita pun merasa kenyang lebih lama.

    1 cup (81 gram) oatmeal kering mengandung 10 gram protein. Untuk meningkatkan kadar protein yang dikonsumsi, campurkan oatmeal dengan susu daripada menggunakan air.

    Oatmeal juga mengandung nutrisi berikut.

    • Zat besi
    • Vitamin B
    • Zat mangan
    • Magnesium
    • Zink
    • Selenium.

    4. Biji Chia

    Menu sarapan selanjutnya yang cocok untuk diet adalah biji chia. Biji ini kaya akan serat larut yang membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    Biji chia juga membantu menjaga kadar kolesterol dan glukosa dalam darah serta mencegah peradangan.

    Biji chia sendiri tidak kaya protein, tetapi bisa dimakan bersama greek yogurt atau bubuk protein.

    5. Buah Beri

    Berbagai buah beri seperti stroberi, blueberry, blackberry, dan raspberry mengandung antioksidan, kaya akan serat, dan rendah kalori.

    Buah-buahan beri mengandung antosianin, antioksidan yang memberikan warna ungu, merah, dan biru pada buah-buahan ini. Antosianin membantu mencegah peradangan, penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit kronis lainnya.

    Buah-buah beri ini bisa dimakan bersama greek yogurt, chia pudding, oatmeal, atau smoothie untuk sarapan yang enak dan mengenyangkan.

    6. Keju Cottage

    Cottage adalah keju lembut yang terbuat dari dadih dan memiliki rasa asam. 1 cup (220 gram) keju cottage mengandung 24 gram protein dan hanya 180 kalori. Jadi, keju cottage ini adalah menu yang cocok untuk menurunkan berat badan tanpa membuat kita merasa lapar.

    Keju cottage bisa dimakan dengan berbagai makanan bergizi lain, seperti buah-buahan, biji chia, dan granola.

    7. Roti Gandum

    Roti gandum kaya akan protein dan karbohidrat kompleks yang membuat kita merasa kenyang lebih lama. Dibandingkan dengan roti yang terbuat dari tepung, roti dari gandum lebih kecil kemungkinannya untuk meningkatkan kadar gula darah.

    Roti gandum bisa dimakan dengan berbagai menu, mulai dari telur, alpukat, stroberi, keju cottage, pisang, sampai tuna.

    8. Kacang-kacangan

    Segala jenis kacang-kacangan mengandung magnesium, potasium, antioksidan, dan lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung.

    Kacang-kacangan juga mengandung protein, lemak, dan serat yang membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    1 atau 2 sendok makan kacang-kacangan bisa ditambahkan pada greek yogurt, oatmeal, atau keju cottage untuk sarapan yang bernutrisi. Tetapi, perlu diingat kacang-kacangan tinggi akan kalori, sehingga terlalu banyak mengonsumsinya bisa menaikkan berat badan.

    9. Smoothie

    Smoothie bisa menjadi pilihan menu sarapan yang enak dan mengenyangkan. Campurkan air dan susu dengan buah-buahan. Bubuk protein juga bisa ditambahkan ke dalam smoothie untuk menambah nutrisinya.

    Jika detikers berolahraga di pagi hari, minum smoothie setelah olahraga bisa jadi pilihan dibandingkan sarapan berat.

    10. Buah-buahan

    Buah-buahan bisa jadi opsi sarapan ringan yang tetap mengenyangkan. Buah-buahan rendah kalori dan tinggi akan serat, vitamin, mineral, dan gula sederhana. Serat pada buah membuat tubuh lebih lambat menyerap gulanya, sehingga kita memiliki sumber energi yang lebih banyak.

    Buah utuh mengandung lebih banyak serat daripada jus buah. Ditambah lagi, jus buah dalam kemasan umumnya mengandung gula tambahan. Sehingga, sebaiknya konsumsilah buah utuh dibandingkan meminum jus.

    Untuk sarapan dengan gizi seimbang, konsumsi buah dengan makanan yang kaya akan protein seperti greek yogurt, keju cottage, atau telur.

    Memilih menu sarapan yang sehat dan mengenyangkan penting agar kita merasa kenyang lebih lama dan tidak mengemil sebelum makan siang. Sehingga pola makan menjadi lebih teratur dan diet penurunan berat badan pun bisa berhasil. Semoga bermanfaat!

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing