Category: Doa Hadits

  • Arti “Wa Ufawwidu Amri Ilallah” (Surat Ghafir Ayat 44) dan Tafsirnya


    Jakarta

    “Wa ufawwidu amri ilallah” adalah kutipan bacaan surat Ghafir ayat 44 dalam Al Qur’an. Surat Ghafir juga dinamai dengan surat al Mu’min.

    Allah SWT berfirman:

    فَسَتَذْكُرُونَ مَآ أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ


    Latin: Fasatażkurụna mā aqụlu lakum, wa ufawwiḍu amrī ilallāh, innallāha baṣīrum bil-‘ibād.

    Artinya:
    “Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (QS Ghafir :4)

    Arti Wa Ufawwidu Amri Ilallah

    Dalam surat Ghafir ayat 44, lafaz wa ufawwidu amri ilallah artinya “Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah”.

    Dalam hal ini, seorang hamba bertawakal kepada Allah SWT untuk memohon pertolongan-Nya.

    Dikutip dari buku Be Excellent Menjadi Pribadi Terpuji oleh H. Ahmad Yani, secara harfiah tawakal berasal dari kata wakala yang berarti memercayakan, menyerahkan, atau mewakili urusan kepada orang lain.

    Arti tawakal bagi umat Islam adalah menyerahkan segala perkara dan usaha kepada Allah SWT, serta berserah diri kepada-Nya. Hal ini dilakukan agar seorang hamba mendapatkan kemaslahatan atau menolak dari kemudaratan.

    Dikutip dari Ensiklopedia Islam, seorang ulama Arab Saudi Muhammad bin Abdul Wahab mengungkapkan bahwa tawakal adalah pekerjaan hati manusia dan puncak tertinggi keimanan.

    Abu Bakr Jabir al-Jazairi dalam buku Minhaajul-Muslim, mengartikan tawakal seorang muslim yaitu perbuatan dan harapan yang disertai jiwa yang tentram, hati yang tenang, keyakinan kuat bahwa apa yang dikehendaki Allah SWT pasti terjadi (begitu pula sebaliknya.

    Tafsir Surat Ghafir Ayat 44

    Dikutip dari laman Qur’an Nahdlatul Ulama (NU), dalam tafsir Wajiz, ayat di atas menegaskan bahwa hamba-hambanya akan ingat dan mengakui kebenaran yang disampaikan Allah SWT kepada kamu.

    Bahkan apa yang dikatakan-Nya kepadamu selama ini adalah sesuatu yang layak untuk diyakini. Oleh karena itu, seorang hamba harus menyerahkan seluruh urusannya hanya kepada Allah SWT.

    Sebab, Allah SWT Maha Melihat segala yang diperbuat oleh hamba-hamba-Nya. Dia juga yang akan memberi balasan atas segala perbuatan hamba-Nya.

    Itu tadi penjelasan mengenai wa ufawwidu amri ilallah, lafaz yang mengandung pesan untuk manusia agar senantiasa memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa untuk Orang yang Menikah, Bisa Dibaca Pengantin dan Tamu Undangan


    Jakarta

    Pernikahan acara sakral yang mengikat pria dan wanita selama hidup mereka. Oleh karena itu secara adat maupun agama tidak boleh bermain-main dalam pernikahan, utamanya panjatkan doa supaya diberikan perlindungan.

    Melansir dari buku Hukum Pernikahan Islam yang ditulis Nurhadi dan Muammar Gadapi dijelaskan bahwa nikah dalam hukum perkawinan Islam adalah melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dan perempuan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara dua belah pihak, dengan rasa sukarela dan keridhaan kedua belah pihak untuk mewujudkan suatu kebahagiaan hidup berkeluarga yang diliputi rasa kasih sayang.

    Dalam Islam juga dijekaskan pernikahan yang disampaikan Allah SWT melalui firmannya pada Al-Qur’an. Surah An-Nisa ayat 1:


    يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ١

    Artinya: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

    Seringkali kita diundang menghadiri acara pernikahan keluarga, saudara ataupun teman. Berikut ini bacaan doa yang bisa kita baca ketika menghadiri pernikahan atau diri kita yang hendak menikah.

    Doa untuk Orang Menikah

    1. Doa Menghadiri Undangan Pernikahan

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَ جَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab-latin: Barakallahahu laka wa baarika ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoiir

    Artinya: “Semoga Allah memberkahi engkau di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan semoga Allah (senantiasa) mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

    2. Doa Terhadap Kawan yang Baru Menikah

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَير

    Arab-latin: Baarokal laahu laka wa baaroka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khairin

    Artinya: “Semoga Allah memberi berkah untukmu, dan (mengekalkan) berkah itu atasmu dan mengumpulkan antara kamu berdua di dalam kebaikan”. (HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ibnu Majah).

    3. Doa untuk Pengantin

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab-latin: Baarokalaahu laka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian dalam kebaikan.”

    4. Doa Pengantin Pria untuk Pasangannya

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Arab-latin: Alaahumma inni as-aluka khoirohaa, wakhoiro maa jabaltahaa ‘alaihi, wa-a’uuzubika min syarrihaa, wasyarrimaa jabaltahaa ‘alaihi.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ke- baikan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan perempuan atau budak ini dan apa yang dalam wataknya. telah Engkau ciptakan.”

    5. Doa Mohon Pasangan Saleh

    رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

    Arab-latin: Rabbi hab lī ḥukmaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS Al-Syu’ara’ [26]: 83)

    6. Doa Mohon Pasangan Penuh Kasih Sayang

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Arab-latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā

    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqân [25]: 74)

    7. Doa Mohon Pasangan yang Adil

    رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

    Arab-latin: Rabbanā lā taj’alnā ma’al-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang-orang yang zalim.” (QS Al-A’raf [7]: 47).

    Demikianlah macam-macam doa untuk orang menikah. Semoga detikers bisa mengamalkannya.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Safar sesuai Sunnah, Dibaca saat Hendak Bepergian


    Jakarta

    Doa safar sesuai sunnah dapat dipanjatkan umat Islam yang sedang melakukan perjalanan. Sebab, dalam sebuah hadits waktu bepergian menjadi momen mustajab berdoa.

    “Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan), tak ada keraguan padanya; doa orang dizalimi, doa musafir, dan doa seorang bapak untuk anaknya.” (HR Abu Daud)

    Mengutip buku Fiqih Do’a dan Dzikir Jilid 1 oleh Syaikh Abdurraazb bin Abdul Muhsin Al-Badr terbitan Griya Ilmu, semakin lama perjalanan seseorang, semakin dekat pula pengabulan doanya. Dikatakan, momen safar bertepatan dengan luluhnya jiwa yang disebabkan dari lamanya terasing di suatu tempat dan menanggung kesulitan.


    Melalui hadits lainnya, Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa safar adalah bagian dari azab karena kesulitan yang dihadapi oleh musafir atau pelaku safarnya. Ini berlaku selama safar yang dilakukan bukan untuk perbuatan maksiat.

    “Safar adalah bagian dari azab (siksaan). Ketika safar salah seorang dari kalian akan sulit makan, minum dan tidur. Jika urusannya telah selesai, bersegeralah kembali kepada keluarganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Safar sesuai Sunnah

    Mengutip dari buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syekh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi terjemahan Tirmidzi Lc dkk, berikut sejumlah doa safar sesuai sunnah yang bisa diamalkan.

    بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

    Arab latin: Bismillahhi tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illa billaah, allahumma inni audzubika an adhilla aw udholla aw azilla aw uzalla aw azhlima aw uzhlama aw ajhala aw yujhala alayya

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, dan tidak ada daya maupun kekuatan kecuali dengan izin Allah. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari menjadi sesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari berbuat zalim atau dizalimi, dari menjadi bodoh atau dibodohi.”

    Doa Naik Kendaraan

    Setelah membaca doa safar, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa kendaraan. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam karya Anshari Taslim.

    1. Doa Naik Kendaraan Darat

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak akan mampu menguasainya, dan sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    2. Doa Naik Kendaraan Laut

    بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا، إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

    Arab latin: Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rohiim

    Artinya: “Dengan nama Allah, kami berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

    3. Doa Naik Kendaraan Udara

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab latin: Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

    Bisa juga membaca doa berikut,

    للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai.

    Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

    Anjuran Memperbanyak Doa dan Zikir Selama Perjalanan

    Diterangkan dalam Buku Pintar Beribadah dalam Perjalanan oleh Mahima Diahloka, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir selama perjalanan sesuai sunnah Nabi SAW. Kaum muslimin bisa membaca tasbih saat berada di dataran rendah, bisa pula takbir saat di dataran tinggi.

    Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Adalah Rasulullah SAW dan pasukannya apabila naik ke tempat tinggi mereka bertakbir. Jika turun mereka bertasbih.” (HR Abu Daud)

    Itulah doa safar sesuai sunnah yang dapat diamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa Malaikat Jibril yang Diamini Rasulullah SAW dan Makna di Baliknya


    Jakarta

    Malaikat Jibril adalah makhluk Allah SWT yang tugasnya menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul. Suatu ketika, sang malaikat pernah memanjatkan doa dan diamini oleh Rasulullah SAW.

    Seperti apa doanya? Simak bahasannya berikut ini.

    3 Doa Malaikat Jibril yang Diamini Nabi SAW

    Terkait doa ini disebutkan dalam riwayat yang dinukil dari buku Jamuan Ramadhan susunan M A Fadlan Fatazka. Salah satunya dalam sebuah hadits yang tercantum dalam Shahih Muslim.


    Dari Abu Hurairah RA, ia berkata ketika Nabi Muhammad SAW pernah naik mimbar kemudian berkata, “Amin, Amin, Amin.”

    Ditanyakan kepadanya, “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?”

    Beliau bersabda, “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku, dia berkata, “Barang siapa yang mendapati bulan Ramadan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan ‘Amin’ maka aku pun mengucapkan Amin…” (HR Ibnu Khuzaimah, Ahmad dan Al-Baihaqi).

    Selain itu, dalam riwayat berbeda turut dijelaskan terkait doa yang diamini oleh sang rasul. Nabi SAW naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, Amin, Amin.”

    Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berkata ‘Amin, Amin, Amin, Ya Rasulullah?”

    Nabi SAW menjawab, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata, ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau Namun dia tidak bersholawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadan tetapi keluar dari bulan Ramadan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’ maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’.” (HR Al-Bazzar, Hakim, dan Bukhari)

    Makna dari Doa Malaikat Jibril yang Diamini Nabi SAW

    Menukil dari buku Di Bawah Bimbingan Ilahi: Mengungkap Makna di Balik Kisah karya Sholihin dan 30 Khutbah Penggetar Hati Jilid 1 karya Bagus, setidaknya ada sejumlah makna di balik hadits yang berisi doa tersebut yaitu:

    1. Manusia Dikatakan Merugi Jika Tidak Bersholawat kepada Nabi SAW

    Pertama, mengenai sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Model manusia merugi menurut hadits tersebut ialah orang yang apabila disebut nama beliau di sisinya, namun tidak bersholawat atas beliau. Pasalnya, bersholawat atas Rasulullah SAW merupakan salah satu amalan yang dicintai oleh Allah SWT.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Ahzab ayat 56,

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

    Terkait hal tersebut, Rasulullah SAW juga bersabda, “Barang siapa memohonkan sholawat atasku sekali, Allah SWT bersholawat atasnya sepuluh kali.” (HR Muslim)

    2. Kedatangan Bulan Ramadan

    Kedua, datangnya bulan Ramadan harus kita sikap sebagai bulan berlimpahnya pahala dan kebaikan. Sekecil apapun kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT karena melimpah ruahnya pahala dan balasan.

    3. Peran Orang Tua terhadap Anaknya

    Ketiga, besarnya peran dan keberadaan orang tua terhadap anak diibaratkan sebagai kunci untuk memasuki surga Allah SWT. Menurut penjelasan dalam buku tersebut, jika ingin masuk surga maka buatlah orang tua tersenyum bahagia.

    Adapun, jika orang tua bersedih dan duka karena ulah anaknya, itu pertanda anak tersebut telah jauh dari ridha Allah SWT. Allah SWT baru akan ridha jika orang tua ridha dan Allah SWT akan murka manakala orang tuanya juga tidak ridha terhadapnya.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Hadits tentang Bersyukur, Pahami agar Tidak Takabur


    Jakarta

    Bersyukur kepada Allah SWT sudah semestinya dilakukan oleh kaum muslimin. Ungkapan syukur dapat menjauhkan seseorang dari sifat takabur.

    Terkait bersyukur diterangkan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surah Ibrahim ayat 7.

    وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧


    Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

    Mengutip buku Syukur Pintu Menuju Bahagia oleh Kartini Hilmatunnida, syukur berasal dari kata syakara-yaskuru-syukran yang artinya pujian karena mendapatkan sesuatu. Bersyukur dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan berzikir dan mengingat nama Allah yang agung.

    Para nabi dan rasul telah memberikan teladan mengenai sifat-sifat syukur yang mereka miliki, salah satunya Nabi Nuh AS. Disebutkan dalam Kitab Qashash Al-Anbiyaa oleh Imam Ibnu Katsir, terdapat riwayat yang menyebut bahwa Nabi Nuh AS selalu mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah atas makanan, minuman, pakaian, dan segala hal terkait dirinya.

    Kumpulan Hadits tentang Bersyukur

    1. Hadits tentang Bersyukur Versi Pertama

    Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah Allah menganugerahkan nikmat kepada seorang hamba kemudian ia mengetahui nikmat tersebut berasal dari Allah, melainkan Allah menulis syukur untuknya sebelum ia mensyukuri nikmat tersebut. Tidaklah seorang hamba berbuat dosa kemudian ia menyesalinya, melainkan Allah menulis ampunan baginya sebelum ia meminta ampunan kepada-Nya.” (HR Al Hakim)

    2. Hadits tentang Bersyukur Versi Kedua

    Al-Kharaithi dalam Fadhilatusy Syukr meriwayatkan hadits dari Abu Amr Asy-Syaibani bahwa Musa AS berkata,

    “Tuhanku, jika aku salat, maka karena-Mu. Jika aku bersedekah, maka karena-Mu. Jika aku menyampaikan risalah-Mu, maka karena-Mu. Oleh karena itu, bagaimana cara aku bersyukur kepada-Mu?” Allah berfirman, “Engkau sekarang telah bersyukur kepada-Ku.”

    3. Hadits tentang Bersyukur Versi Ketiga

    Dari Anas bin Malik RA, dari Nabi SAW yang bersabda,

    “Tidaklah Allah memberikan nikmat kepada seorang hamba kemudian ia mengatakan, ‘Alhamdulillah’ melainkan apa yang ia berikan itu lebih baik daripada yang ia ambil.” (HR Ibnu Majah)

    Dalam riwayat lain, Bakr bin Abdullah berkata, “Seorang hamba tidak mengucapkan ‘Alhamdulillah’ sekali, melainkan ia wajib mendapatkan nikmat dengan ucapannya, ‘Alhamdulillah.’ Apa balasan perkataannya tersebut? Balasannya ialah ia bisa mengucap ‘Alhamdulillah’ kemudian datanglah nikmat yang lain. Nikmat-nikmat Allah tidak pernah habis.” (HR Ibnu Abu Ad-Dunya dalam Asy-Syukr)

    4. Hadits tentang Bersyukur Versi Keempat

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR Muslim)

    Itulah sejumlah hadits tentang bersyukur yang dapat direnungkan oleh kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Rumah Terhindar dari Maling dan Tindak Kriminal Lain


    Jakarta

    Pencurian tentu merupakan hal yang ingin dihindari oleh semua orang. Selain melakukan ikhtiar dengan menjaga keamanan rumah, terdapat doa agar rumah terhindar dari maling.

    Memanjatkan doa adalah sesuatu yang sangat dianjurkan, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Gafir ayat 60.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Doa agar Rumah Terhindar dari Maling

    Mengutip buku Pasti Terkabul karya Thoriq Anwar, berikut doa yang dapat dipanjatkan agar terhindar dari maling.

    اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ اللَّهُ حَفِيظٌ، قَدِيمُ، أَزَلِيُّ، قَيُّوْمُ لَا يَنَامُ.

    Allaahu lathiifum bi’ibaadih. Allaahu hafiizhun, qadiimun, azaliyyun, qayyuumun laa yanaam.

    Artinya: “Allah Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya. Allah Maha Penjaga, Maha Dahulu, Maha Azali, Maha Hidup, Maha Kekal, dan tidak pernah tidur.”

    Ada juga doa memohon perlindungan seperti disebutkan dalam hadits. Berikut bacaannya.

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

    Allahumma inni a-‘udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (setan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)

    Selain doa terhindar dari maling dan kejahatan, terdapat doa lain yang bisa dipanjatkan agar terhindar dari maha bahaya, yaitu doa keselamatan dan doa selamat dunia akhirat.

    Doa Keselamatan

    Menukil buku Doa-doa Rasulullah Sehari-hari dan Sepanjang Masa karya Luthfi Yansyah, doa yang dapat dipanjatkan untuk meminta keselamatan yaitu sebagai berikut.

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Rabbana la tu’akhizna in nasina au akhta’na, rabbana wa la tahmil alaina isran kama hamaltahu alal-lazina min qablina, rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih(i), wafu anna, wagfir lana, warhamna, anta maulana fansurna alal qaumil-kafirin

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

    Doa Selamat Dunia Akhirat

    Menukil buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya Sulaiman bin Muhammad Bahri, berikut beberapa doa selamat dunia akhirat yang bisa dipanjatkan.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa ban naar.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ حِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ

    Allaahumma ahsin ‘aaqibatana fil umuuri kulliha wa ajirnaa min khiyid dunya wa’azaabil aarhirah.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah semua perkara kami berakhir dengan baik, dan selamatkanlah kami dari menerima malu di dunia dan azab di akhirat.”

    رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّلِمِينَ

    Rabbanaa laa taj’alnaa ma’al qaumidhaalimiin.

    Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, semoga Engkau tidak memasukkan kami semua kepada golongan orang-orang yang zalim.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Penenang Hati dan Pikiran yang Gelisah dalam Islam


    Jakarta

    Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa berdoa kepada Allah SWT saat gelisah. Muslim juga dapat membaca doa penenang hati dan pikiran agar diberikan petunjuk dari segala masalah yang ada.

    Kecemasan dan stres dapat yang berlebihan dapat mempengaruhi kondisi tubuh kita. Apabila tubuh sakit, maka ada kesulitan dalam beraktivitas dan beribadah. Dikutip dari buku Pengobatan dan Doa Mustajab karya Muhammad Hasan Husen, kecemasan dan stres dapat dikurangi dengan beristirahat dan diselingi dengan berdoa.

    Dijelaskan dalam buku Penyembuhan dengan Doa & Zikir karya Muhammad Abdul Ghoffar, doa dapat membantu untuk menghilangkan stres dan menenangkan hati dan pikiran. Hal tersebut termaktub dalam QS Ar Rad ayat 28 yang berbunyi,


    الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨

    Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

    Tidak hanya itu, doa juga mampu mengubah kesusahan menjadi kemudahan, kesedihan menjadi kebahagiaan, bahkan bisa mengubah takdir. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits. “Tidak ada yang merubah sebuah takdir, kecuali doa.” (HR Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah).

    6 Doa Penenang Hati dan Pikiran yang Gelisah

    Diambil dari buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati oleh Darul Insan, berikut beberapa bacaan doa yang dapat diamalkan untuk menenangkan hati dan pikiran:

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin.

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Rabbisrahlii sadrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqahu qaulii’

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati wa rabbul ardli wa rabbul arsyil kariim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بعَطائِكَ

    Allahumma innii as aluka nafsan bika muthmainnah tu’minu biliqaaika wa tardha biqadlaaika wa taqna’u bi ‘athaaika

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu, qanaah (menerima) apa yang menjadi pemberian-Mu dan yang rela hati terhadap ketentuan.”

    Wallahu a’lam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Doa Barakallahu Laka Wa Aaarakaa Alaika yang Penuh Berkah


    Jakarta

    Pernikahan merupakan salah satu momen paling bahagia dalam hidup. Menurut KBBI daring, nikah adalah ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama.

    Dalam Islam, nikah adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam suatu rumah tangga melalui akad yang dilakukan sesuai hukum syariat Islam.

    Menikah tak hanya soal mencintai dan dicintai atau memenuhi kebutuhan biologis manusia. Lebih dari itu, menikah juga perlu saling mengasihi dan dikasihi, dapat diajak bekerja sama untuk mewujudkan ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan hidup berumah tangga.


    Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    “Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW berkata kepada kami ‘Hai para pemuda, barangsiapa diantara kamu telah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu dapat menundukkan mata dan memelihara faraj (kelamin) dan barang siapa tidak sanggup maka hendaklah berpuasa karena puasa itu menjadi perisai (dapat melemahkan syahwat)’.” (HR. Bukhari Muslim).

    Ketika menghadiri suatu pernikahan, baik itu dari keluarga, saudara, atau kerabat dekat, banyak umat muslim yang menyampaikan doa ‘barakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir’ untuk pasangan yang menikah.

    Lantas, apa arti dan makna dari doa tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Arti Doa Barakallahu Laka Wa Baarakaa Alaika

    Dalam e-jurnal Scribd berjudul Doa untuk Pernikahan yang Bahagia oleh Surya B. Laden, ucapan doa barakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir memiliki arti yang baik untuk pasangan yang baru saja menikah.

    Agar lebih jelas, berikut doa barakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir dalam bahasa Arab dan artinya:

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Latin: Barakallahu laka wabaaraka alaikuma wa jamaa bainakumaa fii khoir

    Artinya: “Mudah-mudahan Allah SWT memberkatimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.” (HR. Abu Daud)

    Jadi, doa tersebut bermakna agar pasangan yang telah menikah selalu mendapat keberkahan di dalam hidupnya, meski dalam kondisi susah maupun senang. Insya Allah, pasangan tersebut dapat menjalin hubungan rumah tangga dengan bahagia dan penuh berkah sampai hari tua.

    Tujuan Menikah

    Mengutip e-modul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti oleh Kementerian Agama, secara umum tujuan pernikahan menurut Islam adalah untuk memenuhi hajat manusia (pria terhadap wanita atau sebaliknya) dalam rangka mewujudkan rumah tangga yang bahagia.

    Selain itu, ada tujuan lain dari melangsungkan pernikahan, yakni sebagai berikut:

    1. Memperoleh Kebahagiaan

    Tujuan yang pertama adalah memperoleh kebahagiaan dan ketenangan hidup (sakinah). Allah SWT telah berfirman dalam Surat Ar-Rum ayat 21, yaitu:

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ – ٢١

    Bacaan latin: Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

    2. Membina Rasa Cinta dan Kasih Sayang

    Nikah dapat membina laki-laki dan perempuan untuk saling mengasihi dan mencintai. Selain itu, nikah juga merupakan salah satu cara untuk membina kasih sayang antara suami, istri, dan anak-anak.

    3. Mematuhi Perintah Allah SWT

    Nikah merupakan salah satu perintah Allah SWT kepada manusia. Oleh sebab itu, menikah akan dicatat sebagai ibadah.

    4. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

    Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya untuk menikah. Sebagaimana yang diungkapkan beliau dalam suatu hadits:

    “Nikah itu adalah sunnahku. Barangsiapa yang tidak senang dengan sunnahku, maka bukan golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    5. Memperoleh Keturunan yang Sah

    Dengan melaksanakan pernikahan yang sah sesuai ajaran Islam, maka kedua pasangan tersebut dapat memenuhi kebutuhan biologisnya secara halal dan memperoleh keturunan yang sah. Insya Allah, anak yang lahir dari pasangan sah dapat menjadi anak soleh serta membawa rezeki bagi keluarganya.

    Demikian penjelasan arti doa barakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir yang sering diucapkan kepada pasangan yang menikah. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Syawal yang Disunnahkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Puasa Syawal adalah amalan sunnah yang dikerjakan pada bulan Syawal selama enam hari. Dalil pelaksanaannya tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Ayyub Al Anshari, Nabi SAW bersabda:

    “Barangsiapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)

    Mengutip buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah oleh Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari, bulan Syawal dimaknai sebagai bulan peningkatan. Ini berarti, setelah melewati bulan suci Ramadan dan kembali ke fitrah pada hari Idul Fitri, umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah.


    Puasa Syawal bisa dikerjakan sejak tanggal 2 Syawal sampai berakhirnya bulan Syawal. Diterangkan dalam buku Jangan Lepaskan Islam Walau Sedetik oleh Masyuril Khamis, Imam Ahmad bin Hambal berpendapat puasa Syawal boleh dikerjakan secara terus menerus ataupun berselang-seling, yang penting masih dalam bulan Syawal.

    Adapun menurut Imam Hanafi dan Syafi’i, puasa Syawal lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri atau 1 Syawal secara terus menerus, yaitu pada 2 sampai 7 Syawal.

    Sama seperti puasa pada umumnya, saat berbuka ada doa buka puasa Syawal yang bisa dipanjatkan. Doa tersebut menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan Nabi SAW, terlebih momen buka puasa termasuk waktu mustajab untuk berdoa.

    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,

    “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan.” (HR. Tirmidzi no. 2449)

    Doa Buka Puasa Syawal

    Setidaknya ada dua versi doa buka puasa Syawal yang bisa dipanjatkan. Berikut bacaannya yang dikutip dari sumber yang sama.

    1. Doa Buka Puasa Syawal Versi Pertama

    Bacaan doa buka puasa ini diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau berbuka puasa. Berikut bacaan lengkapnya menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim,

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Arab-latin: Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.”

    2. Doa Buka Puasa Syawal Versi Kedua

    Menurut Imam Abu Daud, terdapat bacaan doa buka puasa. Berikut bacaan doanya,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Arab latin: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.

    Artinya: Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah.

    Keutamaan Puasa Syawal

    1. Pahala Puasa Sepanjang Tahun

    Mengutip dari buku Kedahsyatan Puasa oleh M. Syukron Maksum, salah satu keutamaan puasa Syawal seperti berpuasa setahun penuh.

    Rasulullah SAW bersabda, “Puasa bulan Ramadan (ganjarannya) sepuluh bulan, dan puasa enam hari (sama dengan) dua bulan. Itulah puasa satu tahun.” (HR Ibnu Khuzaimah)

    2. Penyempurna Puasa Ramadan

    Disebutkan dalam buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan tulisan Ceceng Salamudin, keutamaan puasa Syawal lainnya adalah menambal kekurangan-kekurangan ketika menunaikan ibadah Ramadan, seperti salat sunah menutupi kekurangan salat fardhu.

    3. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW

    Muslim yang menjalankan puasa Syawal akan mendapatkan pertolongan dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Sebab, pelakunya telah menghidupkan sunah yang dianjurkan oleh sang rasul.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Ada Petir dan Kilat, Amalkan untuk Memohon Perlindungan


    Jakarta

    Doa ketika ada petir dibaca untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Petir adalah peristiwa alam yang muncul saat hujan deras.

    Biasanya, kilatan petir muncul bersama dengan gemuruh guntur yang menggelegar. Petir juga dapat menyambar manusia.

    Terkait petir dijelaskan dalam surah Ar Ra’d ayat 13,


    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

    Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.”

    Berikut doa yang dapat dibaca kaum muslimin ketika ada petir.

    Bacaan Doa ketika Ada Petir dan Kilat

    Mengutip dari Al-Adzkar Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah susunan Imam Nawawi terjemahan Masturi Irham dan Muhammad Aniq, berikut doa ketika ada petir.

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Doa ketika ada petir ini dibaca oleh Nabi Muhammad SAW saat mendengar gemuruh petir, sebagaimana diriwayatkan oari Abdullah bin Azzubair RA. Beliau menganjurkan umat Islam membaca doa tersebut sebanyak tiga kali.

    Selain itu, ada juga doa lainnya yang dapat dipanjatkan ketika ada petir. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

    Adapun, ketika seorang muslim melihat kilat maka bisa membaca doa berikut:

    سُبْحَانَ مَنْ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَعَمًا

    Arab latin: Subhaana mayyuriikumul barqo khoufan wa tho’amaan

    Artinya: “Maha suci Allah yang telah melihatkan pada kita semua pada petir dengan perasaan takut dan berharap.”

    Itulah bacaan doa ketika ada petir dan kilat yang dapat diamalkan kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com