Category: Doa Hadits

  • Doa Haji Mabrur Tulisan Arab dan Latin


    Jakarta

    Menunaikan ibadah haji yang mabrur merupakan impian umat Islam. Berdasarkan hadits, terdapat doa yang bisa dibaca agar haji menjadi mabrur. Berikut bacaan doa haji mabrur beserta artinya.

    Dikutip dari buku Panduan Ibadah Haji dan Umrah karya Retno Widyani dan Mansyur Pribadi, definisi haji menurut ulama fikih adalah menyengaja mendatangi Kakbah untuk menunaikan amalan-amalan tertentu.

    Hukum menunaikan haji adalah wajib bagi umat Islam yang mampu secara biaya, fisik, dan waktu. Hal ini bersandar pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 97.


    فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

    Artinya: “Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.”

    Pengertian Haji Mabrur

    Menukil buku Tuntunan Super Lengkap Haji & Umrah karya Sholihin As Suhaili, mabrur berasal dari kata barra yang berarti mendapat kebaikan atau menjadi baik. Selain itu, Ibnu Mandzur dalam Lisananul Arab menjelaskan kata mabrur mengandung dua makna. Pertama, mabrur berarti baik, suci, dan bersih. Kedua, mabrur berarti maqbul atau mendapat rida Allah SWT.

    Dari penjelasan makna kata mabrur tersebut, haji mabrur adalah haji yang dikerjakan seorang muslim dengan memperoleh kebaikan setelahnya, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, sebagai bukti bahwa hajinya telah diterima dan mendapat rida di sisi Allah SWT.

    Mengutip buku Panduan Doa dan Dzikir Haji dan Umrah yang Dicontohkan Rasulullah dan Para Ulama karya Deden Hafid Usman dkk, keutamaan haji mabrur dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW,

    “Haji mabrur pahalanya tiada lain kecuali surga.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    Selain itu, diriwayatkan pula bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya seorang laki-laki, “Amal apakah yang paling baik?” Rasulullah SAW menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

    Lelaki itu pun bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Rasulullah SAW menjawab, “Jihad di jalan Allah.”

    Lagi, lelaki tersebut bertanya, “Kemudian apa lagi?” Rasulullah SAW menjawab, “Haji mabrur.” (HR Ahmad)

    Doa Haji Mabrur

    Dinukil dari buku Untaian Mutiara Doa karya Ali Manshur, berikut bacaan doa haji mabrur.

    اللهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

    Allaahummaj-‘alhaa hajjan mabruuran wa dzanban maghfuuraan.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.”

    Doa ini berasal dari hadits yang diriwayatkan dari Jarir, dari Laits, dari Muhammad bin Abdurrahman bin Yazid, dari ayahnya. Ia berkata,

    “Aku bersama Abdullah hingga berhenti di Jumrah Aqabah, lalu ia berkata, ‘Beri aku beberapa batu’, maka aku memberinya tujuh batu, lalu ia berkata padaku ‘Ambilkan aku tali kekang unta.’

    Kemudian dia kembali ke Jumrah Aqabah dan melemparnya dari perut lembah dengan tujuh batu kerikil, sedangkan dia menunggangi untanya sambil bertakbir setiap kali melempar satu kerikil, dan dia mengucapkan, ‘Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.’

    Kemudian dia berkata, ‘Di sini berdiri orang yang diturunkan kepadanya surah Al-Baqarah’.” (HR Ahmad)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hari Pertama Haid bagi Muslimah, Dibaca agar Mendapat Pahala


    Jakarta

    Doa hari pertama haid adalah bacaan yang dapat diamalkan wanita muslim. Doa ini diajarkan oleh istri Nabi SAW, Aisyah RA atau biasa disebut Ummul Mukminin.

    Dalam Islam, wanita dalam kondisi haid tidak diperbolehkan untuk beribadah. Larangan ini tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 222,

    وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ


    Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

    Pada dasarnya, haid adalah kondisi biologis setiap wanita. Diterangkan dalam Kitab Haid, Nifas, dan Istihadhah oleh Sayyid Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qadir Assegaf yang diterjemahkan Ahmad Atabik dan Abdul Majid, haid menandakan organ reproduksi wanita berfungsi dengan baik.

    Prof Wahbah Az Zuhaili dalam bukunya yang berjudul Terjemah Fiqhul Islam wa Adillatuhu Jilid 1 menjelaskan bahwa ada sejumlah perkara yang diharamkan bagi wanita haid, mulai dari salat, puasa, thawaf, membaca atau memegang Al-Qur’an, bersetubuh, dan talak. Meski demikian, wanita haid diperbolehkan untuk berzikir dan berdoa.

    Bacaan Doa Hari Pertama Haid

    Doa hari pertama haid ini diajarkan oleh Aisyah RA. Wanita haid yang membaca doa tersebut niscaya akan memperoleh pahala yang luar biasa, berikut doanya yang dinukil dari buku Mencari Pahala Disaat Haid tulisan Ratu Aprilia Senja.

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلٰى كُلِّ حَالٍ وَاَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ

    Arab latin: Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullah.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan, dan mohon ampun kepada Allah.”

    Menurut sumber yang sama, doa awal haid ini disebutkan dalam kitab Dzurratun Nasihin oleh Utsman bin Hasan Ahmad Syakir al Khubawi. Dari Sayyidah Aisyah, ia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda:

    “Tidak ada perempuan yang haid, kecuali haidnya bisa menghapus dosa masa lalu dari semua dosanya dan jika ia membaca “alhamdulillah ala kulli halin wa astaghfurullaha min kulli dzanbin”, pada hari pertama haid maka Allah akan menuliskan kepadanya bahwa ia akan melewatkan api neraka dan kemudian dapat berada di jembatan Shirathal Mustaqim dengan selamat dan aman dari siksaan dan akan dinaikkan pangkatnya oleh Allah setiap hari dan tiap malam pahala empat puluh syuhada bagi ia yang berdzikir tersebut kepada Allah dalam masa haidnya.”

    Selain itu, bisa juga membaca doa hari pertama haid lainnya untuk meredakan rasa nyeri. Menukil dari buku Keutamaan Doa & Dzikir susunan M Khalilurrahman Al Mahfani, berikut bacaannya.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Arab latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syaafi laa syifaa illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR Bukhari)

    Amalan yang Bisa Dikerjakan Muslimah Sewaktu Haid

    1. Sedekah

    Mengutip Buku Lengkap Fiqh Wanita karya Abdul Syukur al-Azizi, muslimah yang haid bisa melakukan sedekah sebagai amalan. Terlebih, banyak keutamaan yang diperoleh dari sedekah.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya naungan seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad)

    2. Istighfar

    Istighfar termasuk amalan lain yang dapat dikerjakan bagi wanita haid. Dengan beristighfar, Allah SWT menjamin ampunan dan pahala yang besar bagi siapa saja yang meminta.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan melapangkan kesusahannya, mengeluarkannya dari kesempitan dan memberinya rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (HR Muslim)

    3. Mempelajari Ilmu Agama

    Mempelajari ilmu agama juga bisa dilakukan oleh wanita ketika haid dan tidak bisa untuk melaksanakan salat serta puasa. Cara mempelajarinya bisa dengan mendengar ceramah guru atau ustaz.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Mujadalah ayat 11,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

    4. Membaca Al-Qur’an Tanpa Menyentuh Lembaran Mushaf

    Menurut buku Tentang Bagaimana Surga Merindukanmu karya Ustazah Umi A Khalil, amalan lainnya yang bisa dikerjakan wanita haid adalah membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan ponsel atau tablet yang terdapat aplikasi Al-Qur’an online.

    Itulah bacaan doa hari pertama haid dan informasi terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Selamat untuk Jemaah Haji, Panjatkan agar Diberi Kelancaran


    Jakarta

    Doa selamat untuk jemaah haji bisa dibaca untuk melepas kerabat yang hendak menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Doa dibaca agar jemaah selamat dan diberi kemudahan saat melangsungkan haji.

    Mengutip buku Ensiklopedia Fikih Indonesia: Haji & Umrah karya Ahmad Sarwat, pengertian haji secara bahasa adalah al-qashdu yang artinya menyengaja untuk melakukan sesuatu yang mulia dan mendatangi sesuatu atau seseorang. Menurut istilah, haji artinya mendatangi Ka’bah untuk mengadakan amalan tertentu, atau berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu, dan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah.

    Diterangkan dalam buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 susunan Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi yang diterjemahkan Shofa’u Qolbi Djabir dkk, hukum melaksanakan haji adalah fardhu bagi setiap muslim yang mampu. Allah SWT berfirman dalam surah Ali ‘Imran ayat 97,


    فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

    Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    Selain itu, kewajiban haji juga diterangkan dalam hadits Nabi SAW yang berbunyi,

    “Agama Islam itu ditegakkan atas lima dasar, pertama: bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kedua: mendirikan salat, ketiga: membayar zakat, keempat: melaksanakan haji, dan kelima: berpuasa di bulan Ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Selamat untuk Orang yang Berangkat Haji

    Mengutip Fiqh as-Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq terjemahan Abu Aulia dkk, ada bacaan sesuai hadits Rasulullah SAW yang bisa dijadikan bacaan doa selamat untuk orang yang berangkat haji. Diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dari Anas RA, doa dalam hadits itu dibaca bagi muslim yang akan melakukan perjalanan.

    زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ

    Arab latin: zawwadakallaahut-taqwaa, wa ghafara dzan- baka, wa yassara lakal-khaira haitsu maa kunta

    Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, memudahkan bagimu kebaikan di mana saja kamu berada.” (HR Tirmidzi)

    Doa tersebut dibaca Rasulullah SAW ketika salah seorang sahabat mengatakan dirinya akan melakukan perjalanan jauh. Berikut bunyi hadits lengkapnya,

    Anas berkata, “Ada seseorang menemui Rasulullah SAW kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah SAW aku ingin melakukan perjalanan, karenanya, aku ingin engkau memberi bekal kepadaku.’

    Rasulullah SAW kemudian bersabda, ‘Semoga Allah memberi perbekalan ketakwaan kepadamu.’ Ia berkata, ‘Berilah tambahan lagi.’

    Rasulullah SAW lantas bersabda, ‘Semoga Allah mengampuni dosamu.’ Ia berkata, ‘Demi ayah dan ibuku, berilah tambahan lagi.’

    Rasulullah SAW kemudian bersabda, ‘Dan semoga Allah memberi kemudahan kepadamu di manapun engkau berada’.” (HR Tirmidzi)

    Selain doa tersebut, muslim juga dapat membaca doa selamat untuk jemaah haji seperti yang diriwayatkan Abu Hurairah berikut ini.

    أسْتَوْدِعُكَ اللهَ الَّذِي لا تَضِيعُ ودائِعُهُ

    Arab latin: Astaudiukallaha alladzi la tadhi’u wada’i’uhu

    Artinya, “Aku titipkan engkau kepada Allah SWT yang tak pernah meninggalkan titipannya.” (HR Ahmad)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Doa untuk Orang yang Mau Berangkat Haji agar Mabrur


    Jakarta

    Mendoakan orang yang berangkat haji tentunya merupakan amalan baik. Doa tersebut dipanjatkan dengan harapan agar ibadahnya lancar dan menjadi haji mabrur.

    Dinukil dari buku Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 3 karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Misbah, ganjaran untuk haji yang mabrur adalah surga. Hal ini didasarkan dari riwayat Abu Hurairah RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW,

    الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءً إِلَّا الْجَنَّةَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


    Artinya: “Satu umrah sampai umrah berikutnya adalah merupakan kaffarah (pelebur) dosa-dosa yang terjadi di antara kedua umrah itu. Dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (Muttafaq ‘alaih)

    Untuk menunaikan ibadah haji mengharuskan kita untuk menempuh perjalanan jauh. Tak hanya itu, rangkaian ibadah haji juga memerlukan kondisi fisik yang kuat.

    Keluarga dan kerabat jemaah haji dapat memanjatkan doa kepada orang yang berangkat haji agar dapat menjalani setiap rangkaian ibadah lancar dan dapat kembali ke kampung halaman sebagai haji yang mabrur.

    Rasulullah SAW juga mengajarkan kita untuk memanjatkan doa untuk orang yang berangkat haji. Berikut doa yang dapat dibaca ketika ada seseorang yang akan berangkat haji.

    2 Pilihan Doa untuk Orang yang Berangkat Haji

    Dikisahkan, salah seorang sahabat menyatakan dirinya kepada Nabi Muhammad SAW bahwa ia akan mengadakan perjalanan jauh. Lalu, Nabi SAW memanjatkan doa untuknya. Berikut doa yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Anas RA.

    “Diriwayatkan kepada kami pada Kitab At-Tirmidzi, dari sahabat Anas RA. Ia bercerita bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasul, aku hendak bepergian. Karenanya, berikanlah aku bekal,’ kata sahabat tersebut. ‘Zawwadakallâhut taqwâ,’ kata Rasulullah SAW.

    ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa ghafara dzanbaka,‘ kata Rasulullah SAW.

    ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta,’ jawab Rasulullah SAW. Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa kualitas hadits ini hasan’.”

    Menukil dari Kitab Fiqih Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq, berikut bacaan doa yang dapat dipanjatkan untuk orang yang berangkat haji.

    • Doa untuk Orang yang Berangkat Haji Versi 1

    زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

    Zawwadakallaahut-taqwaa, wa ghafara dzan-baka, wa yassara lakal-khaira haitsu maa kunta

    Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”

    • Doa untuk Orang yang Berangkat Haji Versi 2

    أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

    Astaudi’ullaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima ‘amalik

    Artinya: “Aku menitipkan agamamu, amalanmu dan akhir amal perbuatanmu kepada Allah.”

    Keutamaan Ibadah Haji

    Selain mendapatkan surga bagi orang yang mendapat predikat haji, masih ada banyak lagi keutamaan dari ibadah haji. H. Syaiful Alim dalam bukunya yang berjudul Menuju Umrah dan Haji Mabrur, menyebutkan beberapa keutamaan ibadah haji berikut di antaranya:

    1. Haji Termasuk Jihad

    Terdapat sebuah riwayat yang mana Nabi SAW pernah menerangkan ibadah haji itu sama dengan berjihad di jalan Allah SWT. Aisyah RA pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah perempuan wajib pergi jihad?” Beliau menjawab, “Ya, bagi perempuan ada kewajiban jihad yang tanpa peperangan, yaitu haji dan umrah.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

    2. Penghapus Dosa

    Ibadah haji merupakan salah satu cara seorang muslim untuk menghapus dosa-dosanya. Hal ini sebagaimana riwayat hadits dari Abu Hurairah RA yang berbunyi,

    “Barang siapa menunaikan ibadah haji semata-mata karena Allah, serta tidak berkata kotor dan tidak melakukan kefasikan maka ia akan kembali (dalam keadaan bersih dari segala dosa) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    3. Sebab Terkabulnya Doa

    Ka’bah memiliki tempat yang mustajab untuk memohonkan doa, seperti Multazam. Terdapat riwayat yang menjelaskan mengenai hal tersebut, dari Abu Hurairah RA menuturkan bahwasanya,

    Rasulullah SAW. bersabda, “Jemaah haji dan umrah adalah tamu Allah, jika mereka berdoa kepada-Nya maka Dia menjawab doa mereka dan jika mereka mohon ampunan kepada-Nya, maka Dia akan mengampuni mereka.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

    Wallahu a’lam.

    tag:

    doa untuk orang berangkat haji
    doa
    ibadah haji 2024
    haji 2024

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa saat Kendaraan Mulai Bergerak dalam Perjalanan Haji


    Jakarta

    Ketika akan berangkat haji dan kendaraan sudah mulai bergerak, muslim dapat membaca doa agar diberi keselamatan selama perjalanan.

    Perjalanan menuju Tanah Suci untuk menunaikan haji memang perlu menempuh jarak yang sangat jauh. Terutama bagi muslim yang ada di Indonesia. Biasanya calon jemaah haji menggunakan moda transportasi udara agar perjalanan lebih cepat.

    Sewaktu kendaraan mulai bergerak, muslim dianjurkan untuk membaca doa. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk senantiasa membaca doa ketika sedang bepergian dengan kendaraan. Rasulullah SAW bersabda,


    ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

    Artinya: Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan), tak ada keraguan padanya; doa orang dizalimi, doa musafir, dan doa seorang bapak untuk anaknya (HR Abu Daud).

    Doa saat Kendaraan Mulai Bergerak untuk Perjalanan Haji

    Diambil dari buku Kamus Arab-Indonesia Indonesia-Arab + Panduan Praktis Haji & Umroh karya Toni Pransiska dkk, berikut bacaan lengkap doa saat kendaraan mulai bergerak.

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . اللَّهُ أَكْبَرُ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ . وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ . اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى .اللَّهُمَّ هَوِنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ . اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ . اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْتَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ وَالْوَلَدِ

    Bismillahir-rahmanir-rahim. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Subhanal-lazi sakhkhara lana haza wa ma kunna lahu muqrinin. Wa inna ila rabbina lamunqalibun. Allahmumma inna nas’aluka fi safarina hazal-birra wat-taqwa wa minal-‘amali ma tarda. Allahumma hawwin ‘alaina safarana haza wa atwi ‘anna bu’dah. Allahuma antas-sahibu fis-safari wal-khalifatu fil-ahli. Allahumma inni a’uzu bika min wa’sa’is-safari wa ka’abatil-manzari wa su’il munqalabi fil-mali wal-ahli wal-walad.

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang telah menggerakkan untuk kami kendaraan ini padahal kami tiada kuasa menggerakkannya. Dan Sesungguhnya kepada Tuhan, kami pasti akan kembali. Ya Allah kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan dan taqwa serta amal perbuatan yang Kau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkan jauhnya. Ya Allah, Engkau adalah yang menyertai dalam bepergian dan pelindung terhadap keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari kesukaran dalam bepergian, penampilan yang buruk, kepulangan yang menyusahkan dalam hubungan dengan harta benda, keluarga, dan anak.

    Adab-adab saat Perjalanan Jauh

    Islam juga mengajarkan adab-adab yang perlu diperhatikan ketika sedang menaiki kendaraan dalam perjalanan jauh. Mengutip buku Penuntun Doa, Yuk! Beserta Tata Caranya karya Abu Ihsan, berikut di antaranya:

    • Berangkat dari rumah telah membaca doa
    • Tidak bepergian untuk maksiat kepada Allah SWT
    • Mencari tempat yang aman dalam kendaraan
    • Paling utama sambil berzikir dalam kendaraan
    • Tidak berbicara yang sia-sia atau lebih baik diam
    • Tidak tertawa berlebihan seperti orang lalai
    • Selalu membaca doa karena di kendaraan itu peluang untuk selamat dan celaka sama besar
    • Lebih diutamakan shalat dua rakaat sebelum dan sesudah bepergian
    • Bepergian itu sebaiknya berjamaah atau tiga orang lebih
    • Biasakan naik dengan kaki kanan dan turun dengan kaki kiri
    • Tidak merokok dalam kendaraan, karena akan sangat mengganggu orang lain
    • Berani mengingatkan sopir yang ugal-ugalan

    Wallahu a’lam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Ibu yang Sudah Meninggal dan Amalan untuk Minta Maaf pada Orang Tua


    Jakarta

    Doa ibu yang sudah meninggal adalah bacaan yang wajib dibaca dan dihafalkan ketika salah satu surganya telah tiada. Bukan hanya setelah meninggal, doa kepada orang tua wajib dibaca sejak kecil ketika keduanya masih hidup.

    Anak yang mendoakan ibu yang telah meninggal sama halnya dengan menghadiahkan doa dan permohonan ampun kepada Allah untuknya. Seseorang yang mengamalkan hal tersebut niscaya akan dicatat sebagai anak berbakti oleh Allah SWT.

    Hal ini sesuai dengan wasiat yang Rasulullah berikan untuk anak yang telah kehilangan orang tua.


    وَرُوِيَ إنَّ الرَّجُلَ لَيَمُوتُ وَالِدَاهُ وَهُوَ عَاقٌّ لَهُمَا فَيَدْعُو اللَّهَ لَهُمَا مِنْ بَعْدِهِمَا فَيَكْتُبُهُ اللَّهُ مِنْ الْبَارِّينَ

    “Diriwayatkan bahwa seorang anak yang kedua orang tuanya wafat sementara ia pernah berdurhaka terhadap keduanya, lalu ia berdoa kepada Allah sepeninggal keduanya, niscaya Allah mencatatnya sebagai anak yang berbakti,” (Al-Bujairimi, Tuhfatul Habib alal Khatib, juz II, halaman 573).

    Doa Anak kepada Ibu yang Sudah Meninggal

    Dilansir dari laman NU Online, berikut adalah bacaan dan urutan mendoakan ibu yang sudah meninggal sesuai Kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Utsman bin Yahya (1822 M-1913 M), Perukunan Melayu, dan Majmuk Syarif. Doa ini juga bisa dibaca untuk ayah

    1. Membaca Doa untuk Kedua Orang Tua

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.

    Arti: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

    2. Membaca Doa Permohonan Ampunan kepada Ibu dan Orang Lain yang Berjasa Dalam Hidup

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

    Latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddātinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.

    Arti: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

    3. Membaca Doa Permohonan Rahmat, Ampunan, dan Syafaat untuk Ibu

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَ وَارْحَمْهَهَ وَعَافِهَهَ وَاعْفُ عَنْهَهَ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

    Latin: Allāhummaghfir laha, warhamha, wa ‘āfiha, wa’fu ‘anha. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

    Arti: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuknya (Ibu). Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

    4. Membaca Doa Sapu Jagad, Sholawat Nabi, dan Surat Al Fatihah

    رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ

    Latin: Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.

    Arti: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (membaca Surat Al-Fatihah).”

    Amalan untuk Minta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

    Dikutip dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut adalah amalan lain untuk memohon maaf kepada ibu atau orang tua yang sudah meninggal selain berdoa.

    1. Bersedekah dan melakukan amal jariyah atas nama orang tua

    Amal jariyah akan menjadi perbuatan dengan pahala yang selalu mengalir dan memberikan manfaat selama digunakan. Beberapa contoh hal yang bisa dilakukan yaitu mendirikan lembaga pendidikan, infaq & shodaqoh ke panti asuhan atau masjid, membangun sumur air, menyumbangkan Al Qur’an kepada masjid, dan lain-lain.

    2. Melakukan ziarah kubur

    Meskipun terdapat beberapa ulama yang menentang, namun dijelaskan pada sebuah hadis sebagai berikut.

    وَقَدْ رَوَى الْحَكِيمُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَفَعَهُ مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً غَفَرَ اللَّهُ لَهُ وَكَانَ بَارًّا بِوَالِدِيهِ

    “Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA dengan keadaan marfu’, ‘Siapa saja yang menziarahi sekali makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya pada setiap Jumat, niscaya Allah mengampuninya dan ia tercatat sebagai anak yang berbakti kepada keduanya,’” (Lihat Al-Bujairimi, Tuhfatul Habib alal Khatib, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 1996 M/1417 H], cetakan pertama, juz II, halaman 573).

    3. Meningkatkan ibadah dan kebaikan kepada Allah SWT

    Cara efektif bagi anak untuk memohon maaf atas segala hal yang pernah diperbuat kepada orang tua adalah dengan memperbanyak amal sholih. Memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah dan menjalankan ibadah wajib sekaligus sunnah akan menjadi jalan menjadi pribadi lebih baik dan mulia di sisiNya.

    Demikian doa ibu yang sudah meninggal dan wajib dibacakan anak setiap hari. Semoga dengan mengamalkannya akan menjadi berkah dan mempermudah jalan untuk mendapatkan ridho-Nya.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa setelah Sholat 5 Waktu Lengkap Arab dan Latin


    Jakarta

    Setelah melakukan ibadah sholat 5 waktu atau sholat fardhu dan membaca zikir, umat Islam dapat melanjutkannya dengan membaca doa. Begini bacaan doa setelah sholat 5 waktu lengkap Arab, latin, dan artinya.

    Membaca doa merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Mengutip buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar karya Neni Nuraeni, salah satu waktu utama dalam berdoa agar dikabulkan oleh Allah SWT adalah setelah selesai sholat 5 waktu.

    Hal tersebut bersandar pada hadits bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya, “Doa macam apakah yang paling didengarkan?” Beliau menjawab, “Bagian malam yang akhir dan setelah sholat fardhu.” (HR at-Tirmidzi)


    Bacaan Zikir setelah Sholat 5 Waktu Lengkap

    Mengutip buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Arif Rahman, berikut bacaan zikir setelah sholat 5 waktu.

    Bacaan Zikir Pertama

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ

    Astaghfirullaah. Astaghfirullaah. Astaghfirullaah. Allahumma antassalaam, wa mingkassalaam, tabarakta ya dzaljalaali wal ikraam.

    Artinya: “Saya memohon ampun kepada Allah. Saya memohon ampun kepada Allah. Saya memohon ampun kepada Allah. Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

    Bacaan Zikir Kedua

    لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْت، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِ مِنْكَ الْجَدُّ

    Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qadiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thayta, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yamfa’u dzaljaddi min kaljaddu.

    Artinya: “Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.”

    Bacaan Zikir Ketiga

    لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بالله ، لا إِلَهَ إلا الله ولا نَعْبُدُ إلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

    Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qadiir. Laa hawla wa laa kuwwata illa billaah, laa ilaaha illallaah, walaa na’budu illaa iyyaahu, lahunni’matu walahul fadhlu walahuts tsanaaul hasanu, laa ilaaha illallaah mukhlishiyna lahuddiyn walaw karihal kaafiruun.

    Artinya: “Tidak ada llah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada llah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

    Bacaan Zikir Keempat

    لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qadiir.

    Artinya: “Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x setiap selesai sholat Maghrib dan Subuh).

    Bacaan Zikir Kelima

    اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Allahumma a-‘inniy ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika.

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.”

    Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir

    سُبْحَانَ اللهُ

    Subhaanaallaah (33x)

    Artinya: “Mahasuci Allah”

    الْحَمْدُ لِلَّهِ

    Alhamdulillah (33x)

    Artinya: “Segala puji bagi Allah”

    اللهُ أَكْبَرُ

    Allahu Akbar (33x)

    Artinya: “Allah Maha Besar”

    Digenapkan menjadi seratus dengan membaca:

    لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qadiir.

    Artinya: “Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Membaca Al-Ikhlas

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    qul huwallaahu aḥad allaahuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

    Membaca Al-Falaq

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    qul a’ụżu birabbil-falaq min syarri maa khalaq wa min syarri gaasiqin iżaa waqab wa min syarrin-naffaaṡaati fil-‘uqad wa min syarri ḥaasidin iżaa ḥasad

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

    Membaca An-Nas

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    qul a’ụżu birabbin-naas malikin-naas ilaahin-naas min syarril-waswaasil-khannaas allażii yuwaswisu fii ṣudụrin-naas minal-jinnati wan-naas

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

    Membaca Ayat Kursi

    الله لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

    Allaahu laa ilaaha illaa huu, al hayyul qayyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ‘indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya- uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ‘azhiim.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

    Bacaan Doa setelah Sholat 5 Waktu Lengkap

    Menukil buku Panduan Sholat untuk Perempuan karya Nurul Jazimah, berikut contoh doa setelah sholat 5 waktu atau sholat fardhu yang dapat dibaca.

    الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ حَمْدًا شَاكِرِينَ حَمْدًا نَاعِمِين حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لجلال وجْهَكَ وَعَظِيمٍ سُلْطَانِكَ.

    Alhamdulillahi rabbil ‘alamiina hamdan syaakiriina hamdan na’imiin hamdan yuwaafi ni’amahu wa yukaafi’u mazidahu, yaa rabbanaa lakal hamdu kama yanbaghii li jalali wajhika wa ‘adziimi sulthaanika

    Artinya: “Maha Terpuji Allah, Tuhan semesta alam, pujian syukur, pujian berkah, pujian yang akan mencukupi nikmat-Nya dan memberikan tambahan. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian atas keagungan dan kebesaran kekuasaan-Mu.”

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَوَّلِينَ. وَصَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْآخِرِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي المَلاء الأعلى إلى يَوْمِ الدِّين. وَصَل وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ الْأَرْضِ وَمَنْ عَلَيْهَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِين

    Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidaa Muhammadin fil awwaalin. Wa shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin fil akhiriin. Wa shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin fil mala’il a’laa ila yawmid-diin. Wa shalli wa sallim ‘ala sayyidinaa Muhammadin hattaa taritsal ardha wa man ‘alayha wa anta khayrul waaritsin

    Artinya: “Ya Allah, sholawat dan salam kita aturkan kepada baginda Muhammad pada permulaan, sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad di akhir, sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad di tempat tertinggi hingga hari akhir, sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Muhammad hingga bumi ini mewarisi dan siapa yang hidup di atasnya, dan engkau adalah sebaik-baiknya orang yang mewarisi.”

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allaahumma innii as’alu salaamatan fid-diin wa ‘aafiyatan fil jasadi wa ziyaatan fil ‘ilmi wa barakatan fir-rizqi wa tawbatan qablal-mawti wa rahmatan ‘indal-mawti wa maghfiratan ba’dal-mawti allaahuma hawwin ‘alayna fi sakaratil-mawti wan-najaata minan-nari wal’afwu ‘indal-hisab

    Artinya: “Ya Tuhan, aku mohon kepada-Mu keselamatan agama, kesehatan jasad, ilmu yang bertambah, rezeki yang berkah, tobat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati, permudahlah sakaratul maut bagiku, selamat dari api neraka dan ampunan saat dihisab oleh-Mu pada hari kiamat nanti.”

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُودُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالهَرَمِ وَأَعُودُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُودُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Allaahumma innii a’uudzubika minal ‘ajzi, walkasal, waljaban, walbukhli, walharam. Wa a’uudzubika min ‘adzaabil qabri. Wa a’uudzubika min fitnatil mahya wal-mamaati.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, ketakutan, kikir, ketuaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian.”

    اللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

    Allaahumma yaa musharrifal-quluubi sharrif quluubanaa ‘alaa tha’aatika

    Artinya: “Ya Allah, yang dapat mengubah hati manusia, ubahlah hati kami untuk menaati-Mu.”

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتَّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

    Allaahumma innii as’alukal hudaa wal tuqaa wal ‘afaafa wal ghina

    Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu petunjuk, takwa, kesabaran dan kekayaan.”

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqiina imaaman.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahilah kepada kami, keluarga, dan keturunan kami kebahagiaan, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لنكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa la nakuunanna minal khaasiriina.

    Artinya: “Ya Tuhan, kami telah berbuat zalim kepada diri kami, jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami, maka kami akan menjadi orang-orang yang merugi.”

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytanaa wa hab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab.

    Artinya: “Ya Tuhan, janganlah guncang hati kami setelah mendapatkan hidayah-Mu, dan anugerahilah rahmat, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

    رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ إنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

    Rabbanaa innaka jaami’un-naasi liyawmin laa rayba fihi innallaaha laa yukhliful mii’aada.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau adalah penghimpun manusia di hari yang tidak ada keraguan di dalamnya. Sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji.”

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِدْنا إن نسينا أو أخطأنا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا
    رَبِّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لا طاقة لنا بهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلانَا فَانصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الْكَافِرِينَ

    Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alayna ishran kamaa hamaltahu ‘alal-ladzina min qablinaa rabbanaa wa laa tuhammilna maa laa thaaqata lana bihi wa’fu ‘anna waghfir lanaa warhamna anta mawlaanaa fanshurnaa ‘alaal qawmil kaafiriin.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbanaa aatinaa fid-dunya hasanatan wa fil akhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban-naari.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan selamatkan kami dari siksa neraka.”

    سبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلى المُرْسَلِينَ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الْفَاتِحَة

    Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuuna, wa salaamun ‘alaal mursalina, wal-hamdu lillaahi rabbil ‘alamin. Al Fatihah

    Artinya: “Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahamulia atas seluruh yang dilakukan hamba, dan salam damai bagi para utusan-Nya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Al-Fatihah.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menghilangkan Jerawat dan Waktu Tepat untuk Membacanya


    Jakarta

    Doa menghilangkan jerawat adalah salah satu upaya untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Meskipun terlihat penyakit sepele, namun berdoa akan menjadi otak ibadah dan Allah sangat menyukainya.

    Sebagai Dzat Yang Maha Penyembuh, Allah akan mengabulkan segala doa umatnya dari masalah kecil hingga terbesar. Tentu hal ini harus diiringi dengan usaha dan prasangka baik dari umat-Nya karena sejatinya Allah selalu mendengar doa-doa tersebut.

    يَقُوْلُ الله تَعَالى : يَا عَبْدِىْ اَنَا عِنْدَ ظَنِّكَ وَ اَنَا مَعَكَ اِذَا دَعَوْتَنِىْ


    Artinya: “Allah Ta’ala berfirman: “Wahai hamba-Ku, Aku menyertai prasangkamu, dan Aku pun menyertaimu ketika kamu berdoa kepada-Ku”. (HR Bukhari).

    Doa Menghilangkan Jerawat

    Dikutip dari buku Penyembuhan Dengan Doa dan Zikir Rasulullah karya Muhammad Abdul Ghoffar, berikut dua versi doa untuk menghilangkan jerawat.

    1. Doa Menghilangkan Jerawat Pertama

    اللَّهُمَّ مُصَغِّرَ الْكَبِيرِ، وَمُكَبِّرَ الصَّغِيْرِ، صَغِّرْ مَا بِي

    Bacaan Latin: Allahumma mushaggiral kabiiri wa mukabbirash shagiiri shaggir maa bii

    Artinya: “Ya Allah yang mengecilkan yang besar dan yang membesarkan yang kecil, kecilkanlah apa yang menimpaku ini.” (HR Nasa’i, Ahmad, dan Hakim, Hadits Shahih)

    2. Doa Menghilangkan Jerawat Kedua

    اللَّهُمَّ مُطْفِىءَ الْكَبِيرِ، وَ مُكَبِّرَ الصَّغِيرِ، أَطْفِئْهَا عَنِّى

    Bacaan Latin: Allahumma muthfi’a al-kabiiri wa mukabbira ash-shagiiri athfi’haa ‘annii

    Artinya: “Ya Allah, yang dapat mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, dan kempeskanlah jerawatku.” (HR Hakim, Hadits Shahih)

    Waktu Tepat Membaca Doa untuk Menghilangkan Jerawat

    Waktu yang tepat untuk membaca doa menghilangkan jerawat adalah ketika sedang mengobatinya. Seperti halnya penyakit lain, Allah akan segan ketika sebuah doa dipanjatkan setelah usaha untuk menyembuhkannya ada. Dalam kitab Ihya, Rasulullah bersabda.

    “Memohonlah kepada Allah Ta’ala dari karunia-Nya, karena Allah Ta’ala senang untuk dimintai. Adapun ibadah yang utama adalah menunggu kelapangan”.

    Oleh sebab itu detikers harus mengetahui terlebih dahulu mengapa penyebab jerawat itu muncul. Dilansir dari laman Healthline, jerawat dapat terjadi karena beberapa hal berikut.

    • Perubahan hormon karena kehamilan atau pubertas
    • Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) dan kondisi endokrin lain
    • Merokok
    • Kualitas tidur yang buruk
    • Stress
    • Penggunaan produk kecantikan tertentu
    • Konsumsi makanan yang mengandung minyak tinggi
    • Penggunaan obat-obatan tertentu (alat kontrasepsi hormonal, antikonvulsan, steroid)
    • Riwayat jerawat dalam keluarga.

    Setelah tahu penyebab jerawat terjadi, maka alangkah baiknya detikers menghindari hal-hal pemicu jerawat terjadi. Waktu tepat untuk membaca doa tersebut adalah ketika mengoleskan obat pada jerawat yang timbul. Obat yang dapat digunakan antara lain:

    • Tea tree oil
    • Gel aloe vera
    • Masker madu.

    Setelah berobat dan berdoa untuk kesembuhan jerawat, terdapat usaha lain sebelum akhirnya detikers qanaah (pasrah) dari segala hal yang Allah berikan. Pastikan untuk tidak memencet jerawat dan selalu menjaganya tetap steril untuk menghindari penyebaran bakteri.

    Demikian doa menghilangkan jerawat dan waktu tepat untuk membacanya. Disebutkan juga jika doa pertama berlaku untuk menghilangkan bisul, seperti yang terjadi pada ujung jari tangan istri Rasulullah SAW.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ketenangan Hati dan Pikiran, Panjatkan saat Gelisah


    Jakarta

    Doa ketenangan hati dan pikiran dapat dipanjatkan kaum muslimin saat dilanda rasa gelisah. Sebagai seorang manusia, ada kalanya kita merasa gundah karena permasalahan hidup.

    Dalam kondisi seperti itu, hendaknya seorang muslim membaca doa ketenangan hati dan pikiran. Allah SWT bahkan memerintahkan agar manusia berdoa kepada-Nya, sebagaimana disebutkan dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina’.”

    Mengutip buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah susunan H M Amrin Ra’uf, doa dapat menjadi penenang saat hati cemas. Selain itu, doa juga memiliki pengaruh baik bagi psikis seseorang.

    Berikut sejumlah doa ketenangan hati dan pikiran yang bisa diamalkan kaum muslimin seperti dikutip dari buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati susunan Darul Insan.

    Bacaan Doa Ketenangan Hati dan Pikiran

    1. Doa agar Hati Tenang dari Keburukan

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    2. Doa untuk Kesedihan yang Mendalam

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Arab latin: Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati wa rabbul ardli wa rabbul arsyil kariim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

    3. Doa agar Hati Lapang

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Robbisrohlii sodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    4. Doa agar Hati Diberikan Hidayah

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Arab latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”

    5. Doa agar Ditenangkan Hati dan Dimudahkan Urusan

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin.

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    6. Doa Ketenangan Hati agar Dilindungi dari Kesedihan

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ (رواه البخاري)

    Arab latin: Allahumma innī a’ūdzu bika minal hammi wal ḥazan wal ‘ajzi wal kasal wal bukhli wal jubni wa dhala’id daini wa ghalabatir rijāl.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemas dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

    Itulah beberapa bacaan doa ketenangan hati dan pikiran yang bisa diamalkan muslim. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Jimak, Berhubungan Badan Suami-Istri dalam Islam


    Jakarta

    Dalam Islam, berjimak atau melakukan hubungan suami istri merupakan perbuatan yang halal dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Umat Islam bisa membaca doa jimak agar mendapat keberkahan.

    Menurut sebuah hadits, hubungan intim antara suami dan istri bukan sekadar tindakan fisik semata, melainkan memiliki nilai ibadah sebagai salah satu cara menjaga bahtera rumah tangga.

    Diriwayatkan dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, “Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.”


    Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?”

    Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR Muslim)

    Dalam Islam, hubungan intim yang dilakukan dengan niat yang benar dan penuh kesadaran akan menjadi ibadah yang dipersembahkan kepada Allah SWT. Di samping itu, hubungan badan juga dianggap sebagai cara yang diperbolehkan untuk menyalurkan nafsu syahwat, yang jika tidak disalurkan dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai pasangan suami dan istri, hubungan badan juga menjadi sarana untuk mewujudkan harapan akan mendapatkan keturunan, yang merupakan anugerah dan tanggung jawab yang besar dalam kehidupan berumah tangga.

    Doa Jimak

    Bagi umat Islam, jimak bukan hanya sekedar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan dengan penuh rasa syukur dan penghormatan.

    Salah satu wujud rasa syukur dan penghormatan tersebut adalah dengan memanjatkan doa sebelum dan sesudah jimak. Doa-doa ini bukan hanya memohon perlindungan dari godaan setan, tetapi juga memohon keberkahan dan keturunan yang saleh.

    Dalam melakukan hubungan badan suami-istri, kita sebagai seorang Muslim dapat memanjatkan doa khusus. Menukil buku Kitab Doa-Doa Bagi yang Sudah Bekeluarga karya Siti Nur Aidah, berikut ini adalah doa jimak.

    1. Doa sebelum Jimak

    بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

    Arab latin: Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wajannibi syaithaana maarazaqtanaa

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

    2. Doa saat Mengeluarkan Air Mani

    اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً

    Arab latin: Allahummaj’alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah

    Artinya: “Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).”

    3. Doa setelah Jimak

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

    Arab lain: Alhamdulillaahilladzii khalaqa minal maa i basyaraa

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).”

    Memanjatkan doa sebelum jimak menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat pernikahan dan memohon agar hubungan yang terjalin diberkahi. Doa ini juga menjadi tameng dari gangguan setan yang ingin merusak hubungan suami istri.

    Memanjatkan doa sesudah jimak menunjukkan rasa syukur atas karunia keturunan yang diamanahkan Allah SWT. Doa ini juga memohon agar keturunan yang dilahirkan menjadi anak yang saleh dan salihah, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

    (hnh/hnh)



    Sumber : www.detik.com