Category: Doa Hadits

  • Doa Berkendara Perjalanan Darat, Laut dan Udara Lengkap dengan Artinya


    Jakarta

    Doa berkendara dibaca oleh muslim untuk memohon perlindungan Allah SWT. Dengan berdoa, umat Islam akan terhindar dari marabahaya.

    Perintah berdoa sebelum memulai aktifitas tercantum dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Terlebih, muslim yang sedang melakukan perjalanan doanya tergolong mustajab. Hal ini disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Ada tiga doa mustajab yang tidak disangsikan lagi, yaitu doa orang teraniaya, doa orang dalam perjalanan, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Doa Berkendara: Arab, Latin dan Arti

    Menukil dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 karya Anshari Taslim, berikut sejumlah doa berkendara yang bisa diamalkan muslim.

    1. Doa Berkendara Perjalanan Darat

    Doa berkendara yang pertama bisa diamalkan bagi muslim yang melakukan perjalanan darat. Berikut bacaannya,

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak akan mampu menguasainya, dan sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    2. Doa Berkendara Perjalanan Laut

    Selanjutnya, doa berkendara perjalanan laut memiliki lafaz sebagai berikut,

    بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا، إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

    Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rohiim

    Artinya: “Dengan nama Allah, kami berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

    3. Doa Berkendara Perjalanan Udara Versi Pendek

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

    4. Doa Berkendara Perjalanan Udara Versi Panjang

    للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai.

    Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

    Anjuran Perbanyak Zikir dan Doa saat Perjalanan

    Diterangkan dalam Buku Pintar Beribadah dalam Perjalanan oleh Mahima Diahloka, muslim yang sedang berada di perjalanan juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa. Bahkan, hal ini termasuk ke dalam sunnah Nabi Muhammad SAW sebagaimana diterangkan dalam hadits,

    “Adalah Rasulullah SAW dan pasukannya apabila naik ke tempat tinggi mereka bertakbir. Jika turun mereka bertasbih.” (HR Abu Daud)

    Manfaat Membaca Doa bagi Muslim

    Mengutip dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M Khalilurrahman Al-Mahfani, berikut manfaat berdoa bagi muslim.

    • Dapat mengubah takdir
    • Menjadi senjata orang beriman
    • Membantu keberlangsungan hidup yang lalu maupun mendatang
    • Menolak takdir buruk
    • Menyelamatkan dari musuh dan melancarkan rezeki

    Demikian doa berkendara yang bisa diamalkan kaum muslimin beserta pembahasan terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Wudhu Sesuai Sunnah dan Keutamaan Besarnya


    Jakarta

    Selesai wudhu, ada baiknya tidak langsung bergegas tapi hendaknya membaca doa setelah wudhu terlebih dahulu. Pasalnya, membaca doa sesudah wudhu punya keutamaan besar yang sangat disayangkan apabila dilewatkan.

    Wudhu sendiri merupakan tata cara bersuci yang disyariatkan sebelum menunaikan sholat dan melaksanakan ibadah lainnya. Perintah berwudhu tercantum dalam Surat Al-Maidah ayat, Allah SWT berfirman:

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ … – 6


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Menurut ulama madzhab Syafi’i, rukun wudhu terdiri dari enam, yaitu: berniat, membasuh muka, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki sampai kedua mata kaki, serta tertib.

    Setelah menyempurnakan rukunnya, muslim dianjurkan untuk membaca doa selesai wudhu. Dalam hadits, Rasulullah SAW menuturkan bahwa doa tersebut memiliki keistimewaan besar.

    Lantas, bagaimana bacaan doa setelah wudhu? Dan apa keutamaan membaca doa sesudah wudhu?

    Doa Setelah Wudhu: Arab, Latin, dan Arti

    Mengutip kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, ada bacaan doa setelah wudhu pendek dan panjang sesuai sunnah. Berikut redaksi doanya:

    1. Doa Setelah Wudhu Versi Pendek

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عبْدُهُ وَرَسُولُهُ

    Latin: Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

    2. Doa Setelah Wudhu Versi Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Latin: Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj ‘alnii minal mutathaahiriin.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.”

    Keutamaan Doa Setelah Wudhu

    Nabi SAW melalui sabdanya mengungkap keutamaan doa setelah wudhu. Dalam hadits, orang yang membaca doa sesudah wudhu akan dibebaskan masuk surga lewat pintu mana saja.

    Hal ini sebagaimana hadits dari Umar bin Khattab RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

    قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ : أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

    Artinya: “Barangsiapa yang berwudu, lalu mengucapkan doa, “Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah aku bersaksi bahwa Muhammad semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan adalah hamba dan utusan-Nya)” maka dibukakan baginya semua pintu surga yang delapan, ia boleh memasukinya dari pintu manapun yang disukainya.” (HR Muslim dalam kitab Shahih-nya)

    Rasul SAW pernah memberitakan bahwa surga terdiri dari delapan pintu. Masing-masing pintu akan terbuka tergantung jenis amalan yang dikerjakan muslim selama di dunia.

    Sementara cukup dengan doa sesudah wudhu, seluruh pintu surga akan dibuka untuknya. Dan ia bisa memasukinya dari pintu mana saja. Masya Allah, ini adalah keistimewaan besar bagi siapa saja yang membaca doa selesai wudhu.

    Imam Ibnu Sinni mengatakan doa setelah wudhu hendaknya dibaca seraya menghadap kiblat dan dilakukan langsung setelah orang yang bersangkutan selesai berwudhu.

    Semoga kita semua bisa senantiasa mengamalkan doa setelah wudhu, dan insya Allah memperoleh keutamaan besarnya. Aamiin.

    (azn/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Adzan, Amalan yang Dianjurkan Nabi SAW sesuai Hadits


    Jakarta

    Doa setelah adzan adalah amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Adzan sendiri menjadi penanda umat Islam untuk menunaikan salat lima waktu.

    Amalan doa setelah adzan baik dibaca karena waktu antara adzan dan iqamah tergolong mustajab. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah pada saat itu.” (HR Ahmad)


    Berikut bacaan doa setelah adzan yang bisa diamalkan kaum muslimin seperti dikutip dari buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq susunan Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi yang diterjemahkan Ahmad Tirmidzi dkk.

    Doa setelah Adzan: Arab, Latin dan Terjemahnya

    Doa setelah adzan ini didasarkan dari hadits yang diriwayatkan Bukhari. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    Arab latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

    Doa setelah Adzan Maghrib

    Merujuk pada sumber yang sama, setelah adzan Maghrib ada tambahan doa yang dapat diamalkan kaum muslimin, yaitu:

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    Arab latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini telah menjelang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”

    Tiga Hal yang Dianjurkan setelah Adzan

    Selain membaca doa, ada tiga hal yang dianjurkan bagi seorang muslim. Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika kamu mendengar muadzin, ucapkanlah seperti yang diucapkannya, kemudian berdoalah untukku. Siapa yang mendoakan kepadaku satu kali, Allah akan mendoakan kepadanya sepuluh kali, dan mintalah wasilah (kedudukan istimewa) kepada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi seorang hamba Allah, dan aku berharap bahwa aku adalah orang itu. Siapa yang meminta wasilah untukku, dia akan mendapatkan syafaatku.” (HR Muslim)

    Adab setelah Adzan Berkumandang

    Mengutip buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati susunan Thoriq Aziz Jayana, ada sejumlah adab bagi kaum muslimin setelah adzan berkumandang. Membaca doa setelah adzan juga termasuk salah satunya.

    1. Memperbanyak Sholawat

    Muslim dianjurkan memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW. Berikut bunyi sholawat yang bisa diamalkan,

    أَللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيّدِنا مُحَمَّدُ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٌ

    Arab latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad

    Artinya: “Ya Allah tambahkanlah kemuliaan dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan atas keluarga Nabi Muhammad.”

    Selain sholawat di atas, muslim bisa membaca sholawat dan wirid lainnya.

    2. Pergi ke Masjid

    Setelah mendengar adzan berkumandang, muslim hendaknya segera pergi ke masjid untuk melaksanakan salat. Kecuali, jika ada kewajiban lain yang harus dipenuhi dan menyebabkan tidak bisa salat di masjid.

    Itulah doa setelah adzan dan bahasan terkaitnya. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Helikopter Presiden Iran Jatuh, Jemaah Kampung Raisi Panjatkan Doa


    Jakarta

    Helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi jatuh di pegunungan barat laut Iran. Para pemimpin agama menyerukan masyarakat untuk berdoa.

    Dilansir Arab News, Senin (20/5/2024), TV pemerintah Iran menayangkan ratusan jemaah di kampung kelahiran Raisi, Mayshad, ramai-ramai memanjatkan doa. Mereka berdoa di Imam Reza Shrine, situs paling suci Islam Syiah di Iran, serta di Qom dan lokasi lain di seluruh negeri.

    Saluran utama TV pemerintah menayangkan doa tersebut tanpa henti. Di Teheran, sekelompok pria terlihat berlutut di pinggir jalan sambil genggam tasbih dan menonton video Raisi yang sedang salat. Beberapa di antara mereka tampak menangis.


    “Jika sesuatu terjadi padanya, kami akan patah hati,” kata salah seorang pria, Mehdi Syedi. “Semoga doanya dikabulkan dan semoga dia kembali ke pelukan bangsa dengan selamat.”

    Diketahui, helikopter yang membawa Ebrahim Raisi jatuh pada Minggu (19/5/2024) saat melintasi daerah pegunungan dengan kondisi kabut tebal, kata pejabat Iran kepada Reuters.

    Selain Raisi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Hossein Amirabdollahian dan pejabat lain turut dalam helikopter yang terlibat kecelakaan itu.

    Raisi saat itu tengah melakukan perjalanan di Provinsi Azerbaijan Timur Iran. TV pemerintah melaporkan helikopter melakukan “pendaratan keras” di dekat Jolfa, sebuah kota di perbatasan negara Azerbaijan, sekitar 600 kilometer barat laut ibu kota Iran.

    Puing-puing Ditemukan, Tak Ada yang Selamat

    Media pemerintah Iran melaporkan, tim penyelamat pada hari Senin (20/5/2024) menemukan sebuah helikopter yang membawa Raisi, menlu, dan pejabat lainnya, tidak ada tanda-tanda yang selamat dalam kecelakaan itu.

    Salah seorang tim penyelamat, Pir Hossein Kolovand, menyebut melihat helikopter Raisi dari jarak sekitar 2 kilometer. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hilangnya Raisi dan para pejabat selama lebih dari 12 jam itu.

    Raisi adalah pemimpin negara Islam Syiah yang terpilih pada 2021 lalu. Menurut jadwal, pemilihan presiden akan berlangsung pada 2025 mendatang. Pria berusia 63 tahun ini dipandang sebagai seorang garis keras yang pernah memimpin peradilan di negara itu.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memasuki Kota Makkah dan Melihat Ka’bah Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Jemaah haji yang hendak memasuki Kota Makkah lalu melihat Ka’bah dapat membaca doa sambil mengangkat kedua tangan. Adapun bacaan doa memasuki kota Makkah sebagai berikut.

    Makkah Al-Mukarramah adalah salah satu kota suci umat Islam yang menjadi tujuan untuk menunaikan ibadah haji. Di dalamnya terdapat masjid terbesar umat Islam yakni Masjidil Haram. Selain itu, ada juga Ka’bah yang merupakan kiblat umat Islam.

    Kota Makkah berbeda dari kota lain di muka bumi ini sebab menyandang kemuliaan dan kehormatan yang tidak dimiliki oleh tempat lainnya sekalipun Madinah. Allah SWT memuliakan Kota Makkah beserta Ka’bah yang mulia.


    Ditambah lagi, kemuliaan Makkah diterangkan pada sebuah hadits riwayat berikut yang diambil dari Buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an karya Nadiah Thayyarah. Dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda merujuk pada Makkah, “Engkau adalah negeri paling baik dan paling aku cintai. Jika bukan lantaran kaumku mengusirku darimu, aku takkan tinggal di negeri selainmu.” (HR Tirmidzi)

    Sebab kemuliaan itu, muslim dianjurkan untuk membaca doa memasuki Kota Makkah sebagai sebuah penghormatan kepada Allah SWT.

    Doa Memasuki Kota Makkah Sesuai Sunnah

    Diambil dari buku Ringkasan Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al Ghazali terjemahan Purwanto, berikut bacaan doa memasuki Kota Makkah yang dianjurkan bagi umat Islam ketika berihram:

    اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ، فَحَرِمْ لَحْمِي وَدَمِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَ آمِنِيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَا بِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ، يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

    Allâhumma hâdzâ haramuka wa amnuka, faharrim lahmî wa damî wa basyarî ‘alân nâri wa âminnî min ‘adzâbika yauma tabʻatsu ‘ibâdaka, waj’alnî min auliyâika wa ahli thâ’atika, yâ rabbal ‘âlamîna.

    Artinya: “Ya Allah, ini adalah tanah haram-Mu dan negeri aman-Mu. Haramkanlah daging, darah dan kulitku atas api neraka. Dan amankanlah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Dan jadikanlah aku termasuk kelompok kekasih-Mu dan orang-orang yang rajin serta taat kepada-Mu, wahai Rabb seru sekalian alam.”

    Doa ketika Melihat Ka’bah

    Ketika seseorang memasuki Makkah kemudian melihat Ka’bah, maka dianjurkan untuk mengangkat kedua tangannya sambil berdoa. Berdasarkan Buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi, berikut bacaan doa ketika melihat Ka’bah.

    اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَمَهُ وَعَظَمَهُ يَمَنْ حَجَّهُ أَوْ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبَرًا

    Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wa ta’dhiiman wa takriiman wamahaabatan wazidman syarrafahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wata’dhiiman wa takriiman wa birraa.

    Artinya: “Ya Allah, semoga Engkau menambahkan kemuliaan, keagungan dan kehormatan terhadap tempat ini. Dan berilah tambahan kemuliaan, kehormatan, keagungan serta kebaikan kepada orang yang memuliakan dan mengagungkannya yaitu orang-orang yang meramaikannya dengan berhaji dan berumrah.”

    Kemudian mengucapkan:

    اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلام وَمِنْكَ السَّلام فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَم

    Allahumma antas-salamu wa minkas-salamu, fa hayyina rabbana bis-salami.

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah yang memiliki keselamatan dan dari-Mu lah keselamatan. Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah hidup kami dengan keselamatan.”

    Mustajabnya doa ketika melihat Ka’bah ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas berikut.

    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الدُّعَاءَ مَسْتَجَابٌ عِنْدَ رُؤْيَةِ الْكَعْبَةِ

    Artinya: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya doa yang dikabulkan itu adalah ketika ia melihat Ka’bah.” (HR At Thabrani)

    Dijelaskan lebih lanjut dalam buku Selamat Tinggal Susah oleh Asrifin An-Nakhrawie, Ka’bah termasuk sebagai tempat mustajabah untuk berdoa yang hanya ada satu di dunia.

    Keistimewaan ini tidak dapat diperoleh di tempat lainnya. Untuk itu, jemaah haji yang memiliki hajat dapat menyempatkan waktu untuk berdoa sebanyak-banyak saat melihat Ka’bah.

    Wallahu a’lam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa di Pagi Hari: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Memulai hari dengan penuh rasa syukur dan pengharapan merupakan langkah awal yang tepat untuk menjalani hari yang produktif dan penuh makna. Bagi umat Islam, salah satu cara terbaik untuk mengawali pagi adalah dengan memanjatkan doa.

    Doa pagi bukan hanya ritual religius, tetapi juga sebuah bentuk komunikasi dengan Allah SWT. Memohon rahmat, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

    Dikutip dari buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M Khalilurrahman Al Mahfani, doa tidak sekadar memohon pertolongan ketika mengalami musibah atau kesulitan hidup. Doa juga dimaksudkan sebagai sarana memohon kepada Allah untuk meningkatkan kualitas diri.


    Dengan kualitas diri yang meningkat, seorang muslim dapat melakukan segala tugas dan pekerjaan dengan baik dan benar. Maka dari itu, sebaiknya berdoa di pagi hari memohon kepada Allah agar dimudahkan dan dilancarkan dalam melakukan tugas dan pekerjaan.

    Doa di Pagi Hari

    Anjuran untuk berdoa dan berdzikir di pagi hari disebutkan secara langsung di dalam kitab suci Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

    وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ

    Artinya: “Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” (QS Al A’raf: 205)

    Dikutip dari buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang karya Ustadz Abdul Wahhab, berikut ini adalah rangkaian doa di pagi hari:

    1. Membaca Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa’u ‘indahū illā bi’iżnih(ī), ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wala yuḥīṭū na bisyai’im min ‘ilmihi illā bimā syā'(a), wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard(a), wa lā ya’ūduhū hifzuhumā, wahuwal-‘aliyyul-‘azīm(u).

    Arti Ayat Kursi: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

    2. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing masing 3 kali

    Al-Ikhlas

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

    Al-Falaq

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    qul a’ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

    An-Nas

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    qul a’ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

    3. Membaca doa berikut

    أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulkulillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahulaa syarikalah, lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qodir. Robbi as aluka khoiro maa fii hadzal yaum wakhoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wasyarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wasu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin finnaari wa ‘adzabin fil qobri.

    Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.”

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti, Tulisan Arab, dan Waktu Pengucapannya


    Jakarta

    Aamiin ya Mujibassailin adalah ungkapan yang kerap digunakan pada kehidupan sehari-hari. Utamanya, digunakan setelah berdoa atau memohon kepada Allah SWT ataupun setelah membaca ayat Al Qur’an.

    Kalimat pendek ini mengandung makna yang sangat luas. Ketahui makna kandungannya berikut ini.

    Arti dan Tulisan Arab Aamiin Ya Mujibassailin

    Terdiri dari dua suku kata, yakni “Aamiin” dan “Ya Mujibassailin” Berikut Aamiin ya Mujibassailin dalam tulisan Arab beserta artinya:


    آمينَ يَا مُجِيبَ السَّائِلِينَ

    Artinya:
    “Kabulkanlah doa kami, wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan (Allah SWT) para peminta (orang-orang yang berdoa).”

    Dikutip dari buku Al-Alfaazh: Buku Pintar Memahami Kata-kata Dalam Al-Qur’an oleh Masduha, kata Aamiin (آمينَ) bukan lafazh Al-Qur’an. Aamiin merupakan kalimat isim yang berarti istijab atau kabulkanlah.

    Imam Al Maragi mengutip pandangan Ali, Sahabat Nabi mengenai kandungan aamiin. Ali mengatakan: Aamiin (آمينَ) adalah lafazh penutup dari Allah SWT, Tuhan semesta alam. Artinya, Allah menutup doa hambanya dengan Aamiin.

    Orang yang menutup itu dilarang melihat apa yang ditutupnya dengan mengutik-ngutik. Kata Aamiin, akan menghilangkan kekecewaan dari doa yang dipanjatkan oleh hambanya (doanya dikabulkan).

    Makna Amin, Aamiin, Aamin, Amiin

    Pada dasarnya, kata āmīn” artinya “Terimalah doa kami.” (As-Shabuni, 1999: 25). Kata amin (آمين) sendiri ada yang ditulis atau dibaca ‘amiin’, ‘aamin’, ‘aammiin’, atau ‘aamiin’.

    Dikutip dari laman Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, keempat kata tersebut sejatinya punya makna yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya.

    1. Aamiin

    Jika ditulis “aamiyn” atau “Aamiin” yaitu “a” dan mim panjang. Kata ini berarti “Ya Allah terimalah doa kami”.

    2. Aamiin

    Dalam kata ini, “a” panjang dan “mim” pendek Sehingga, arti “Aamin” adalah “percayalah atau amankanlah.”

    3. Amiin

    Jika ditulis amiin atau amiyn” yakni “a” pendek dan “mim” panjang. “Amiin” di sini artinya “jujur.”

    4. Amin

    Jika ditulis dengan “amin”, maka a dan mim pendek. Sehingga, artinya “amanlah.”

    Ustadz Adi Hidayat pernah menjelaskan bahwa sejatinya “amin” itu permohonan akan terkabulnya suatu hal, setelah menempuh ikhtiar sesuai dengan aturan yang ditetapkan. (HR Abu Dawud: 649).

    “Makna ‘amin’ bukan hanya sebatas permintaan atas suatu hal. Permohonan kamu dikabulkan terikat dengan mau atau tidaknya kamu berikhtiar,” ungkap Ustadz Adi Hidayat dalam video YouTube Al Hujjah Dakwah Islam yang tayang (12/03/2017).

    Ia menjelaskan bahwa jika seseorang berikhtiar mewujudkannya, maka Allah SWT bisa mengabulkan. Sebaliknya, jika seringkali mengatakan amin tidak mau berikhtiar sesuai dengan ketentuan Allah maka tidak akan diberikan oleh-Nya.

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Terbaik di Makkah yang Dapat Diamalkan Jemaah Haji


    Jakarta

    Bagi jemaah haji yang telah tiba di Makkah, dianjurkan untuk membaca doa sebanyak-banyaknya. Sebab, ada titik-titik di Makkah yang menjadi tempat mustajab untuk berdoa. Berikut doa-doa terbaik yang dapat dibaca ketika di Makkah.

    Dilansir buku Fikih Kontemporer Haji dan Umrah: Perspektif Empat Mazhab karya Ahmad Kartono, bahwa berdoa di Makkah itu mustajab atau pasti akan dikabulkan. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih berikut,

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ مِنْ مَسْعُودٍ لَمَا دَعَا النَّبِيُّ ﷺ عَلَى قُرَيْشٍ شَقَّ عَلَيْهِمْ وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّ الدَّعْوَة فِي تِلْكَ البَلْدَة مُسْتَجَابَةٌ.


    Artinya: Dari Abdullah bin Mas’ud RA, “Ketika Nabi SAW berdoa atas orang-orang Quraisy, mereka melihat bahwa doa di Tanah Haram Makkah mustajab.”

    Kumpulan Doa Terbaik di Makkah

    Merangkum buku Doa Dan Zikir Manasik Haji Dan Umrah susunan Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji Dan Umrah 1441 H/2020 M dan buku Special Guide Book Traveling di Tanah Suci karya H. Brilly El-Rasheed, berikut kumpulan doa terbaik ketika di Makkah.

    1. Doa saat Masuk ke kota Makkah

    Jemaah haji dianjurkan membaca doa ini ketika memasuki Makkah tepat sebelum gerbang Makkah. Berikut bacaannya.

    اللهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمُ لَحْمِيْ وَدَمِيْ وَشَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَامِنّي مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ.

    Allaahumma haadza haramuka wa amnuka faharrim lahmi wa damii wa basyarii ‘alan-nar, wa aminnii min ‘adzabika yauma tab’atsu ‘ibaadaka waj’alnii min auliyaa’ika wa ahli thaa’atik.

    Artinya: “Ya Allah kota ini adalah tanah Haram-Mu dan tempat yang aman, maka hindarkanlah daging, darah, rambut, bulu dan kulitku dari Neraka. Amankanlah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan aku ke dalam golongan aulia-Mu dan ahli taat pada-Mu.” [Al-Adzkar hal. 320]

    Bacaan doa versi pendeknya:

    اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ مَنَايَانَا بِهَا حَتَّى تُخْرِجَنَا مِنْهَا.

    Allahumma la taj’al manaayaanaa bihaa hatta tujrijanaa minhaa

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kematian kami padanya sampai Engkau mengeluarkan kami daripadanya.”

    2. Doa Masuk ke Masjidil Haram di Makkah

    Ketika memasuki Masjidil Haram, jemaah haji dan umrah dapat membaca doa berikut. Menurut hadits shahih yang diriwayatkan Al-Azraqi, Umar bin Khattab RA membaca doa berikut:

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَالسَّلَامَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَمَغْفِرَتِكَ وَأَدْخِلْنِيْ فِيْهَا. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ

    Allahumma antassalaam, waminkassalaam fahayyinaa rabbanaa bissalaam wa adkhilnal jannata daarassalaam tabaarakta wata’aalaita yaa dzaljalaali wal ikraam. Allahummaftah lii abwaaba rahmatika wamaghfiratika wa adkhilnii fiihaa. Bismillahi walhamdulillahi wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillaah.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau sumber keselamatan dan dari-Mulah datangnya keselamatan. Hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan keselamatan, dan tempatkanlah kami pada surga, negeri keselamatan. Maha banyak anugerah-Mu dan Maha Tinggi Engkau wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu. (Aku masuk masjid ini) dengan Nama Allah disertai segala puji bagi Allah, serta sholawat dan selamat untuk Rasulullah SAW.”

    3. Doa Melihat Ka’bah

    Ketika melihat Ka’bah, Rasulullah SAW berdoa sambil mengangkat kedua tangan. Berikut bacaan doanya:

    للَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرا

    Allahumma zid haadzaal baita tasyriifaa wa ta’dhiimaa wa takriimaa wa mahaabah wa zid man syarafahu wa karramah mimman hajjahu awi’tamarah tasyriifaa wa ta’dhiimaa wa takriimaa wa birra.

    Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada Bait (Ka’bah) ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.”

    4. Doa Melintasi Maqam Ibrahim

    Doa ketika melintasi Maqam Ibrahim termaktub dalam surah Al Isra ayat 80-81, kemudian diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Rasulullah SAW membaca doa ini ketika memasuki Kota Makkah pada peristiwa pembebasan kota Makkah. Berikut bacaan doanya:

    رَبِّ أَدْخِلْنِي مَدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا. وَقل جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

    Rabbi adkhilniy mudkhola shidqin wa akhrijniy mukhroja shidqin waj’al liyb miladunka sultonan nasiro. Wa qul jaa al haqo wazahaqol bathilu innal bathila kaana zahuqo.

    Artinya: “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar, dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolongku. Dan katakanlah, “kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh yang batil itu pasti lenyap.”

    5. Doa Meninggalkan Makkah

    Ketika jemaah haji atau umrah hendak meninggalkan kota Makkah untuk terakhir kalinya, dianjurkan melakukan tawaf wada’ (tawaf perpisahan). Ketika tawaf wada’ dianjurkan berdoa setiap putaran dengan doa meninggalkan kota Makkah dengan bacaan berikut.

    بسم الله اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ اللهِ ، والحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ العَلِي العَظِيمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . اللَّهُمَّ إِيْمَانَا بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتَّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . {إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ} يَا مُعِيْدُ أَعِدْنِي، يَا سَمِيْعُ أَسْمِعْنِي، يَا جَبَّارُ اجْبُرْنِي يَا سَتَارُ اسْتَرْنِي، يَا رَحْمَنُ ارْحَمْنِي، يَا رَدَّادُ ارْدُدْنِي إِلَى بَيْتِكَ هَذَا، وَارْزُقْنِيَ العَوْدَةَ ثُمَّ الْعَوْدَ كَرَّاتٍ بَعْدَ مَرَّاتٍ، تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَائِحُوْنَ لِرَبَّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ . اللَّهُمَّ احْفَظْني عَنْ عَيْنِي وَعَنْ يَسَارِيْ، وَمِنْ قُدَّامِيْ وَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي، وَمِنْ فَوْقِي وَمِنْ تَحْتِي حَتَّى تَوَصَلَنِي إِلَى أَهْلِي وَبَلَدِي . اللَّهُمَّ هَوَنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَأَطْوِ لَنَا بَعْدَ الْأَرْضِ اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Bismillaahi allaahu akbar, subhaanallaah wal-hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘azhiim. Wash-shalaatu was- salaamu ‘alaa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Allaahumma iimaanan bika wa tashdiiqan bikitaabika wa wafaa’an bi ‘ahdika wattibaa’an li sunnati nabiyyika muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Innalladzii faradha’alaikal-qur’aana laraadduka ilaa ma’aad. Yaa Mu’iidu a’idnii, yaa samii’u asmi’nii yaa jabbaru ujburnii, yaa sattaaru usturnii, yaa rahmaanu irhamnii, yaa raddaadu urdudnii ilaa baitika haadzaa, warzuqniyal-‘audata tsummal-‘auda karraatin ba’da marraatin. Taa’ibuuna ‘aabiduuna saa’ihuuna li rabbinaa haamiduun. Shadaqallaahu wa’dahu, wa nashara ‘abdahu wa hazamal-ahzaaba wahdahu. Allaahuumahfazhnii ‘an yamiinii wa ‘an yasaarii wa min quddaamii wa min waraa’i zhahrii wa min fauqii wa min tahtii hatta tuwashshilanii ilaa ahlii wa baladii. Allaahumma hawwin ‘alainas-safara wa athwi lanaa bu’dal-ardhi. Allaahumma ashbahnaa fii safarinaa wakhlufnaa fii ahlinaa yaa arhamar-raahimiin. Wa yaa rabbal-‘aalamiin.

    Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah dan segala puji hanya kepada Allah tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Besar, tidak daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kekuatan (untuk menolak kesulitan) kecuali dengan pertolongan dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Shalawat dan salam bagi junjungan Rasulullah. Ya Allah, aku datang kemari karena iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu dan karena menuruti sunnah Nabi-Mu Muhammad. Sesungguhnya Tuhan yang menurunkan al-Qur’an kepadamu niscaya memulangkanmu ke tempat kembali, wahai Tuhan yang Kuasa mengembalikan, kembalikan aku ke tempatku, wahai Tuhan yang Maha Mendengar, dengarlah (kabulkanlah) permohonanku wahai Tuhan Yang Maha Memperbaiki, perbaikilah aku, wahai Tuhan Yang Maha Pelindung tutupilah aibku, wahai Tuhan Yang Maha Kasih Sayang, sayangilah aku, wahai Tuhan Yang Maha Kuasa Mengembalikan, kembalikanlah aku ke Ka’bah ini dan berilah aku rizqi untuk mengulanginya berkali-kali, dalam keadaan bertaubat dan beribadat, berlayar menuju Tuhan kami sambil memuji, Allah Maha menepati janji-Nya membantu hamba-hamba-Nya, yang menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya. Ya Allah, peliharalah aku dari kanan, kiri, depan dan belakang, dari sebelah atas dan bawah sampai Engkau mengembalikan aku kepada keluarga dan tanah airku. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami, lipatkan bumi untuk kami. Ya Allah sertailah kami dalam perjalanan, dan gantilah kedudukan kami dalam keluarga yang ditinggal, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih melebihi segala pengasih, wahai Tuhan Yang Memelihara seluruh alam.”

    Sesudah selesai tawaf wada’ dianjurkan berdiri di Multazam yaitu antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah atau searah, lalu membaca doa sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ إِنَّ البَيْتَ بَيْتُكَ، وَالعَبْدَ عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ، حَمَلْتَنِيْ عَلَى مَا سَخَّرْتَ لِي مِنْ خَلْقِكَ حَتَّى سَيرَتَنِيْ إِلَى بِلادِكَ، وَبَلَّغْتَنِيْ بِنِعْمَتِكَ حَتَّى أَعَنْتَنِيْ عَلَى قَضَاءِ مَنَاسِكِكَ. فَإِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّي فَازْدَدْ عَنِيْ رِضًا، وَإِلا فَمُنَّ الآنَ عَلَيَّ قَبْلَ تَبَاعُدِيْ عَنْ بَيْتِكَ. هَذَا أَوَانُ انْصِرَافِي إِنْ أَذَنْتَ لِي غَيْرَ مُسْتَبْدَل بِكَ وَلَا بِبَيْتِكَ وَلَا رَاغِبًا عَنْكَ وَلا عَن بَيْنَكَ . اللَّهُمَّ اصْحِبْنِي بِالعَافِيَةِ فِي بَدَنِي وَالْعِصْمَةَ فِي دِينِي، وَأَحْسِنْ مُنْقَلَيْ وَارْزُقْنِي طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيتُنِي. وَاجْمَعْ لِي خَيْرُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ العَهْدِ بِيْتِكَ الحَرَامِ، وَإِنْ جَعَلْتَهُ آخِرَ الْعَهْدِ فَعَوَّضْنِيْ عَنْهُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ . امِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

    Allaahumma innal-Baita Baituka, wal-‘abda ‘abduka, wabnu ‘abdika wabnu amatika, hamaltanii ‘alaa maa sakhkhartu lii min khalqika hatta sayyartanii ilaa bilaadika, wa ballaghtanii bini’matika hatta a’antanii ‘alaa qadhaa’i manaasikika. Fa in kunta radhiita ‘annii fazdud ‘annii ridhan, wa illaa famunnal-aan ‘alayya qabla tabaa’udii ‘an baitika. Haadzaa awaanunshiraafii in adzAnta lii ghaira mustabdalin bika wa laa bibaitika wa laa raaghiban ‘anka wa laa ‘an baitika. Allaahummash-hibnii bil-‘aafiyati fii badanii wal-ishmata fii diinii wa ahsin munqalabii warzuqnii thaa’ataka maa abqaitanii. Wajma’ lii khairad-dunyaa wal-aAkhirati innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir. Allaahumma laa taj’al haadzaa aakhiral-‘ahdi bibaitikal-haraam, in ja’altahuu aakhiral- ‘ahdi fa’awwidhnii ‘anhul-jannata birahmatika yaa Arhamar- Raahimiin. Aamiin yaa Rabbal-‘Aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah, rumah ini adalah rumah-Mu, aku ini hamba-Mu anak hamba- Mu yang lelaki dan anak hamba-Mu yang perempuan. Engkau telah membawa aku di dalam hal yang Engkau sendiri memudahkan untukku sehingga Engkau jalankan aku negeri-Mu ini Engkau telah menyampaikan aku dengan nikmat-Mu juga, sehingga Engkau menolong aku untuk menunaikan ibadah haji. Kalau Engkau rela padaku, maka tambahkanlah keridhaan itu padaku, maka tambahkanlah keridhaan itu padaku. Jika tidak maka tuntaskan sekarang sebelum aku jauh dari rumah-Mu ini. Sekarang sudah waktunya aku pulang, jika Engkau izinkan aku dengan tidak menukar sesuatu dengan Engkau (Dzat-Mu) ataupun rumah-Mu tidak benci pada-Mu dan tidak juga benci pada rumah-Mu. Ya Allah, berikanlah aku ini dengan afiat pada tubuhku, tetap menjaga agamaku, baik kepulanganku, dan berilah aku taat setia pada-Mu selama-lamanya selama Engkau membiarkan aku hidup dan kumpulkanlah bagiku kebajikan dunia dan Akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan waktu ini masa terakhir bagiku dengan rumah-Mu. Sekiranya Engkau jadikan bagiku masa terakhir, maka gantilah Surga untukku, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Amin, wahai Tuhan Pemelihara seluruh alam.”

    Wallahu a’lam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah Larang Mencela Hujan dan Angin, Ini Alasannya



    Jakarta

    Ada kalanya rencana kaum muslim tertunda karena cuaca, misalnya hujan lebat dan angin kencang. Tertundanya rencana kadang membuat kesal, hingga keluar celaan kepada cuaca ciptaan Allah SWT tersebut. Namun, ternyata terdapat larangan mencela hujan dan angin.

    Hujan dan angin merupakan tanda kekuasaan yang diperlihatkan Allah SWT kepada setiap manusia. Hujan dan angin juga merupakan rahmat-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Asy-Syura ayat 28. Allah SWT berfirman,

    وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْد


    Artinya: “Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan (Dia pula yang) menyebarkan rahmat-Nya. Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.”

    Larangan Mencela Hujan dan Angin

    Menukil kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, selain surah Asy-Syura ayat 28, hujan sebagai berkah juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Zaid bin Khalid RA. Ia berkata, “Rasulullah SAW salat Subuh bersama kami di Al-Hudaibiyah setelah turun hujan pada malam hari. Setelah salat, beliau menghadap jemaah dan bersabda,

    ‘Apakah kalian tahu apa yang difirmankan Tuhan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Allah SWT dan utusan-Nya lebih tahu.’

    Rasulullah pun bersabda, ‘Allah berfirman, di antara hamba-Ku ada yang beriman dan kafir. Orang yang mengatakan ‘Telah turun hujan kepada kami dengan karunia dan rahmat Allah’, demikian itu yang iman kepadaku dan kafir kepada bintang-bintang. Sedangkan orang-orang yang mengatakan, ‘Telah turun hujan kepada kami, hujan karena rasi bintang ini dan itu’, maka dia itu yang kafir kepadaku dan beriman kepada bintang-bintang’.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kaum muslim dilarang mencela karunia dan rahmat Allah SWT. Selain itu, menurut penjelasan dalam al-Hadyu an-Nabawi fil-Fadhaail wal-Aadaab karya Ahmad Asy-Syaami yang diterjemahkan Abdul Hayyie Al Kattani dan Mujiburrahman Subadi, Rasulullah SAW melarang kaum muslim mencela sesuatu tidak pada tempatnya. Beliau bersabda,

    “Allah SWT berfirman, ‘Anak keturunan Adam menyakiti-Ku karena mereka mencela masa, padahal Aku adalah Zat yang menciptakan dan menguasai masa, Aku yang mempergantikan malam dan siang’.” (HR Muttafaq’alaih, Bukhari, dan Muslim)

    Selain itu, dalam hadits dijelaskan pula larangan mencela angin. Dikutip dari Shahih Adabul Mufrad karya Imam Bukhari yang diterjemahkan Abu Ahsan, dari Ubay, Rasulullah SAW bersabda,

    “Janganlah kamu mencela angin. Apabila kalian melihat angin yang tidak kalian sukai maka berdoalah, ‘Ya Allah, sesungguhnya kami mohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan apa yang ada di dalamnya, serta kebaikan apa yang telah Engkau kirim. Saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, serta apa yang ada di dalamnya dan apa yang telah Engkau kirim’.” (HR Bukhari)

    Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Angin itu termasuk ruh Allah yang dapat mendatangkan rahmat dan siksa, maka janganlah kamu mencelanya, tetapi mohonlah kebaikannya kepada Allah dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya.” (HR Bukhari)

    Doa ketika Hujan Turun

    Hendaknya kaum muslim mengucap doa ketika hujan turun. Masih dari kitab Al Adzkar, diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW membaca doa berikut ketika melihat hujan.

    اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

    Allaahumma shayyiban naafi’a.

    Artinya: “Ya Allah, semoga menjadi hujan yang manfaat.” (HR Bukhari)

    Doa ketika Angin Kencang

    Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata, “Ketika angin berhembus kencang Rasulullah SAW membaca:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ
    شَرَهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

    Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khairaa maa ursilat bihii wa a’uudzubika min syarihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bih.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kebaikan angin ini, kebaikan apa yang di dalamnya, kebaikan apa yang dikirimkan bersamanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan di dalamnya dan keburukan dari apa yang dikirim bersamanya.” (HR Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa untuk Anak Baru Lahir dan Sunnahnya yang Bisa Diamalkan


    Jakarta

    Doa untuk anak baru lahir dapat diamalkan muslim dengan harapan bayi tersebut tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah. Terlebih, Allah SWT menganjurkan umat Islam berdoa kepada-Nya dalam segala hal.

    Mengutip dari buku Ya Allah, Berkahilah Anak Kami tulisan Ummu Azzam, membaca doa untuk anak baru lahir juga termasuk sunnah Nabi Muhammad SAW menyambut bayi. Tak hanya ditujukan kepada bayi, doa tersebut termasuk ucapan syukur karena sang ibu telah diselamatkan oleh Allah SWT.

    Ahmad Sarwat dalam bukunya yang bertajuk Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Shalat menjelaskan bahwa dalam Kitab Tuhfatul-Maudud bi Ahkamil-Maulud oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, muslim dianjurkan untuk memberi kabar gembira kepada saudaranya jika anaknya lahir.


    Dalam Al-Qur’an juga diceritakan mengenai kelahiran, salah satunya pada surah Al Hijr ayat 53.

    إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٍ

    Artinya: “Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim.”

    Kumpulan Doa untuk Anak Baru Lahir

    Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan muslim untuk anak yang baru lahir seperti dinukil dari buku Lengkap & Praktis Doa Dzikir Harian Khusus Ibu Hamil susunan Syaifurrahman El-Fati.

    1. Doa untuk Anak Baru Lahir agar Diberi Perlindungan

    اعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَةٍ

    Arab latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

    Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

    2. Doa untuk Anak Baru Lahir setelah Diazankan

    أُعِيدُهُ (هَا) بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ كُلِّ شَرِّ ذِي حَسَدٍ

    Arab latin: U’idzuhu (haa) bil waahidis shamadi min kulli syarrin dzii hasad

    Artinya: “Aku berlindung kepada-Mu yang Maha Esa dan tempat meminta jagalah anak ini dari segala kejahatan dan dari orang yang dengki.”

    Sebagai informasi, jika bayi yang didoakan adalah laki-laki maka doa yang dilafalkan persis seperti di atas. Sementara itu, untuk bayi perempuan kata ganti “hu” diganti dengan “haa”.

    3. Doa untuk Anak Baru Lahir yang Dipanjatkan Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW pernah mendoakan kedua cucunya sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA, beliau berdoa dengan lafaz berikut.

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوَّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنِ لَامَّةٍ (صحيح البخاري)

    Artinya: Dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi SAW berdoa mohon perlindungan Allah untuk cucu Beliau SAW yaitu Hasan dan Husein, seraya bersabda: “Sungguh Ayahanda kalian (kakek moyang kalian yaitu Nabi Ibrahim AS) meminta perlindungan Allah untuk Ismail dan Ishak (putra Nabi Ibrahim AS yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq) dengan doa: Aku berlindung Demi kalimat kalimat Allah kesemuanya, dari segala syaitan, dan segala racun, dan dari segala penyakit penyakit akal dan kegilaan.” (HR Bukhari)

    4. Doa untuk Anak Baru Lahir ketika terus Menangis

    بسم الله الرحمن الرحيم

    بسم الله الشافي

    بسم الله الكافي

    بسم الله المعافي

    بسم الله لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم

    Arab latin: Bismillahir rohmaanir rohiim
    Bismillahisy syafi
    Bismillahil kaafi
    Bismillahil mu’afi
    Bismillahi la yadhurru ma’as mihi syai’ un fil ardhi wa la fis samai wahuwas sami’ul ‘alim

    Artinya: Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
    Bismillah, penyembuh
    Bismillah, Yang Maha Cukup
    Bismillah, penyembuh
    Dengan menyebut nama Allah tidak ada sesuatu pun yang dirugikan dengan nama-Nya di bumi dan di langit, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    Deretan Sunnah bagi Anak yang Baru Lahir

    Selain membaca doa, ada beberapa sunnah lainnya yang dianjurkan bagi anak yang baru lahir. Apa saja? Berikut penjelasannya yang dikutip dari Kitab Fiqh as Sunnah li an-Nisa’ karya Abu Malik Kamal terjemahan Firdaus Sanusi.

    1. Mengumandangkan Azan dan Iqamah

    Sang ayah dianjurkan mengumandangkan azan dan iqamah di telinga anak yang baru lahir. Ini bertujuan agar kalimat yang didengar sang bayi pertama kali adalah kalimat thayyibah dengan harapan dijauhkan dari gangguan setan.

    Dari Abu Rafi’ ia berkata,

    “Aku melihat Rasulullah SAW mengumandangkan azan di telinga Hasan bin Ali pada saat ia dilahirkan oleh Fatimah.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    2. Aqiqah

    Selain azan, bayi yang baru lahir hendaknya di-aqiqah pada hari ketujuh. Bagi anak laki-laki aqiqahnya berupa dua ekor kambung, sementara perempuan satu ekor kambing.

    Dari Abu Salman ibn Amir adh-Dhabbi, Nabi SAW bersabda:

    “Pada anak laki-laki terdapat aqiqah, maka tumpahkanlah darah (kambing) sebagai aqiqah untuknya dan singkirkanlah gangguan darinya.” (HR Bukhari, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

    3. Memberi Nama

    Menamai anak juga termasuk sunnah kelahiran dalam Islam. Penting dipahami, nama yang diberi tidak boleh sembarangan melainkan harus baik karena terdapat doa dan harapan dalam nama.

    Dari Samurah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, dan diberi nama pada hari itu, serta dicukur kepalanya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i)

    4. Memotong Rambut Anak

    Disunnahkan pula untu memotong rambut anak pada hari ketuju kelahiran. Ini dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika cucunya Hasan dan Husein lahir.

    5. Memberikan ASI

    Ibu yang baru melahirkan dianjurkan memberi Air Susu Ibu (ASI) kepada anaknya selama dua tahun. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 233,

    وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ

    Artinya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”

    Itulah doa untuk anak baru lahir beserta deretan sunnahnya yang dapat diamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com