Category: Doa Hadits

  • 7 Doa agar Wajah Tampak Berseri-seri dan Inner Beauty Terpancar, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Setiap orang tentunya tidak mau dibenci, tapi ingin dirinya disayangi orang lain. Terutama oleh orang-orang terdekatnya. Dengan begitu, ia dapat terhindar dari keburukan ataupun kejahatan manusia.

    Ada lho sejumlah doa yang bisa dibaca agar energi positif, wajah, dan inner beauty bersinar. Sederet doa ini bisa banget diamalkan muslimah secara rutin, terutama usai selesai sholat fardhu. Bagaimana bacaan doanya? Simak di bawah ini.

    Kumpulan Doa agar Wajah Bersinar dan Kecantikan Terpancar

    Mengutip Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya oleh Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf serta buku Kumpulan Doa Khusus Wanita oleh Arina Milatal Haq, berikut kumpulan doa agar wajah berseri-seri hingga disukai banyak orang:


    1. Doa agar Wajah Bercahaya dan Disukai Orang

    إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ

    Latin: Iż qāla yụsufu li`abīhi yā abati innī ra`aitu aḥada ‘asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra`aituhum lī sājidīn.

    Artinya: “(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS Yusuf: 4)

    Lanjut baca doa:

    اَنِ اقْذِفِيْهِ فِى التَّابُوْتِ فَاقْذِفِيْهِ فِى الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّيْ وَعَدُوٌّ لَّهٗ ۗوَاَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّيْ ەۚ وَلِتُصْنَعَ عَلٰى عَيْنِيْ

    Latin: Aniqżi fīhi fit-tābụti faqżi fīhi fil-yammi falyulqihil-yammu bis-sāḥili ya`khuż-hu ‘aduwwul lī wa ‘aduwwul lah, wa alqaitu ‘alaika maḥabbatam minnī, wa lituṣna’a ‘alā ‘ainī.

    Artinya: “Yaitu: ‘Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (QS Thaha: 39)

    2. Doa agar Wajah Terlihat Berseri-seri

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صُنْ وَجْهِي بِالْيَسَرِ وَلَا تَبْذَلْ جَاهِي بِالإِقْتَارِ فَاسْتَرْزِقَ طَالِبِي رِزْقِكَ وَاسْتَعْطِفَ شِرَارَ خَلْقِكَ وَابْتَلَى بِحَمْدِ مَنْ أَعْطَانِي وَاُفْتَتَنَ بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنِي وَأَنْتَ مِنْ وَرَاءِ ذَالِكَ كُلِّهِ وَلِيُّ الْإِعْطَاءِ وَالْمَنْعِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Latin: Allaahumma shalli ‘alaa muhammad, wa aali muhammad. allahumma shun wajhii bilyasari wa laa tabdzal jaahii bil- iqtaari fastarziqa thaalibii rizqika wasta’thifa syiraara khalqika wa ubtalaa bihamdi man a’thaanii wa uftatana bidzammi man mana-‘anii wa anta miw waraa-i dzaalika kullihi waliyyul i’thaa-i wal man-‘i innaka ‘alaa kulli syai- ing qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga beliau. Ya Allah, jagalah (kemuliaan) wajahku (harga diri) dengan kemudahan hidup dan jangan hinakan diriku dengan kemiskinan. Limpahkanlah kepada rezeki, janganlah aku mengemis rezeki kepada orang-orang yang mengemis kepada-Mu, berusaha mencari kesukaan makhluk-makhluk-Mu yang jahat, menyertakan diriku memuji kepada orang-orang yang memberi kepadaku serta mencerca orang-orang yang tidak memberi kepadaku. Padahal, Engkau di balik semua itu. Engkau penyebab pemberian dan penolakan. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Kuasa di atas segalanya.”

    3. Doa agar Disukai Banyak Orang

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيْبِ الْمَحْبُوبِ شَافِي الْعِلَلِ وَمُفَرِّجِ الْكُرَبِ

    Latin: Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad. habibil mahjuubil syaafil ‘ilali wa mufarrijil kurab.

    Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat atas baginda kami Nabi Muhammad yang mencintai dan dicintai Allah, yang menghilangkan segala penyakit dan menghilangkan segala kesempitan (kesusahan).”

    4. Doa agar Inner Beauty Terpancar

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

    Latin: Allaahumma baa’id baini wa baina khathaayaaya, kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. allaahumma naqqinii min khathaayaaya, kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danasi. allahummaghsilnii khathaayaaya bits tsalji, wal maa-i wal baradi

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahanku-kesalahanku, sebagaimana telah Engkau jauhkan antara arah timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih yang terbebas dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari dosa- dosa dengan es, air, dan embun pagi.”

    5. Doa agar Berkepribadian Baik

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِي وَسِرِّ السَّارِى فِي سَائِرِ الأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

    Latin: Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyidinaa muhammad nuuridz dzaatii wa sirris saarii fii saa-iril asmmaa-i washshifati wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yakni semua cahaya zat dan rahasia yang mengalir dalam semua nama dan sifat serta kepada keluarga dan sahabatnya semua.”

    6. Doa agar Energi Positif Raga Bersinar

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِ ثورًا وَمِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا وَعَنْ شِمَالِي نُوْرًا وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا وَمِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا وَاجْعَلْ فِي نَفْسِي نُورًا وَأَعْظِمْ لِي وعَظَّمْ لِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا وَاجْعَلْنِي نُورًا. اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي عَصَبِيْ نُوْرًا وَفي لَحْمِي نُورًا وَفِي دَمِّي نُورًا وَفِي شَعْرِي نُورًا وَفِي بَشَرِيْ نُورًا

    Latin: Allaahummaj’al fii qalbii nuuran, wa fii lisaanii nuuran, wa fii sam’ii nuuran, wa fii basharii nuuran, wa min fauqii nuuran, wa min tahtii nuuran, wa ‘an yamiinii nuuran, wa ‘an syimaalii nuuran, wa min amaamii nuuran, wa min khalfii nuuran, waj’al fii nafsi nuuran, wa aʼzhim lii nuuran, wa ‘azhzhim lii nuuran. allaahumma a’thinii nuuran, waj’al fii ‘ashabii nuuran, wa fii lahmii nuuran, wa fii dammii nuuran, wa fii sya’rii nuuran, wa fii basyarii nuuran.

    Artinya: “Ya Allah, berilah cahaya dalam hatiku, berilah cahaya pada lisanku, berilah cahaya pada pendengaranku, dan berilah cahaya pada penglihatanku. Berilah cahaya dari arah atasku, berilah cahaya dari arah bawahku, berilah cahaya dari arah kananku, berilah cahaya dari arah kiriku, berilah dari arah depanku, dan berilah cahaya pada nyawaku. Agungkanlah cahaya bagiku, muliakanlah cahaya untukku, berikanlah cahaya itu kepadaku, dan jadikanlah diriku bercahaya. Ya Allah, berilah cahaya pada uratku, berilah cahaya pada dagingku, berilah cahaya pada darahku, berilah cahaya pada rambutku, dan berilah cahaya pada kulitku.”

    7. Doa Terhindar dari Aura Negatif

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَأً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Latin: Allaahumma innii a’uudzubika biridhaaka min sakhatik. wa a’uudzubika bimu’aafaatika min ‘uquubatik. wa a’uudzubika mink. laa uhshii tsanaa-an ‘alaik. anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan keridhaan-Mu dari amarah-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak mampu memuji dari-Mu. Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji dari-Mu sendiri.”

    Cara Mengamalkan Doa agar Wajah Bersinar dan Kecantikan Terpancar

    Agar memperoleh apa yang diinginkan, sejumlah doa di atas bisa diamalkan dengan cara berikut:

    • Angkat tangan dan baca doa-doa di atas sebanyak tiga kali
    • Selesai dibaca, usapkan kedua tangan ke wajah
    • Ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah.

    Demikian sederet doa agar wajah bersinar hingga doa agar disukai banyak orang. Kamu dapat mengamalkannya setiap hari dengan cara di atas.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Doa agar Dimudahkan Segala Urusan, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya usaha yang kita lakukan diiringi dengan doa. Salah satunya dengan membaca doa agar dimudahkan segala urusan.

    Allah SWT memerintahkan muslim untuk senantiasa memohon dan berdoa kepada-Nya. Perintah ini termaktub dalam surah Al Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Dikatakan, Allah SWT menyukai orang-orang yang berdoa. Hal ini diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,

    “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa.” (HR Hakim)

    Berikut beberapa doa dimudahkan segala urusan yang bisa diamalkan muslim seperti dikutip dari buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera susunan M Khalilurrahman Al-Mahfani dan buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 oleh Syekh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr terjemahan Amiruddin Djalil.

    8 Doa Dimudahkan Segala Urusan bagi Muslim

    Kumpulan doa dimudahkan segala urusan ini tercantum dalam ayat suci Al-Qur’an dan beberapa hadits. Berikut bacaannya:

    1. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Pertama

    رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

    Arab latin: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaaban naar

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Al Baqarah: 201)

    2. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka bi qudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhiimi fa-innaka taqdiru walaa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii faqdurhu lii wa yassirhu lii. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa maa’aasyii wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii fashrifnii ‘anhu waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bihi

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon agar Engkau memilihkan mana yang baik menurut pengetahuan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu agar memberikan kepastian dengan kepastian-Mu Yang Maha Agung, karena sesungguhnya Engkau Maha memastikan sedang aku tidak dapat memastikan dan Engkau Maha mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan sungguh Engkau Maha mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku, dalam agamaku, dan dalam penghidupanku serta baik pula akibatnya bagiku, maka berikanlah perkara ini kepadaku dan mudahkanlah bagiku, kemudian berikanlah keberkahan bagiku di dalamnya. Wahai Tuhanku, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini tidak baik bagiku, maka jauhkanlah perkara ini dari padaku dan jauhkanlah aku darinya, dan berikanlah kebaikan di mana saja aku berada, kemudian jadikanlah aku orang yang ridha atas pemberian-Mu itu.” (HR Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, & Baihaqi, dari Jabir bin Abdullah)

    3. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Ketiga

    اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

    Arab latin: Idz awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladunka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā.

    Artinya: “(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS Al Kahfi: 10)

    4. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Keempat

    اللَّهُمَّ اِنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wa dhala’id daini wa ghalabatir rijaal

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan, kesedihan, kelemahan (pikun), kemalasan, kekikiran, banyak hutang, dan dari penguasaan seseorang.” (HR Tirmidzi, dari Anas bin Malik)

    5. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Kelima

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ

    Arab latin: Allahumma rahmataka arjuu falaa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin wa ashlih lii sya’nii kullahu, laa ilaaha illa anta

    Artinya: “Ya Allah, rahmat-Mulah yang aku harapkan, janganlah Engkau serahkan aku pada diriku sekejap mata pun, dan perbaiki untukku urusanku seluruhnya, tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud, dari Abu Bakrah)

    6. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Keenam

    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Arab latin: Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadzh dzhaalimiin

    Artinya: “Tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” (HR Tirmidzi, dari Said bin Abu Waqqash)

    7. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Ketujuh

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئتَ سَهْلاً

    Arab latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi-ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah, dan jika Engkau menghendaki, maka kesedihan dapat Engkau jadikan kemudahan.” (HR Ibnu Sunni, dari Anas bin Malik)

    8. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Kedelapan

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Arab latin: Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu selamanya.” (HR Tirmidzi)

    Adab Berdoa yang Perlu Diperhatikan

    Menukil dari buku Ringkasan Ihya Ulumuddin oleh Imam Al Ghazali terjemahan Abdul Rosyad Siddiq, setidaknya ada sejumlah adab berdoa yang perlu diperhatikan muslim. Antara lain sebagai berikut:

    1. Memilih waktu yang mulia dan diutamakan untuk berdoa
    2. Berada dalam kondisi suci
    3. Menghadap ke arah kiblat
    4. Bersuara santun
    5. Merendahkan diri
    6. Meyakini doanya akan dikabulkan dengan perasaan harap
    7. Memulai doa dengan mengagungkan nama Allah SWT

    Itulah beberapa doa dimudahkan segala urusan dan adabnya yang perlu diperhatikan muslim. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sebelum Belajar di Sekolah Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Ketika guru sudah mengucapkan salam pembuka, biasanya akan mengarahkan muridnya untuk bersama-sama membaca doa sebelum belajar di sekolah. Doa ini diamalkan agar murid mudah mencerna memahami pelajaran dan kegiatan menuntut ilmunya menjadi berkah.

    Berikut daftar doa sebelum belajar yang bisa dipanjatkan bersama-sama siswa dan guru yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.

    Kumpulan Doa sebelum Belajar dalam Islam

    • Doa sebelum Belajar Versi 1

    Mengutip buku Doa Harian Pilihan untuk Anak karya Muhammad Rayhan, inilah doa pendek sebelum belajar.


    رَبِّي زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَحْمًا.

    Arab-latin: Robbii zidnii ‘ilman warzuqnii fahman

    Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu dan berilah aku kepahaman.”

    • Doa sebelum Belajar Versi 2

    Bersumber dari buku Doa Anak Muslim Sehari-hari karya Tim Duta, bacalah doa ini sebelum memulai pembelajaran di kelas.

    رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِي فَهُمَا وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    Arab-latin: Rabbii zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash-shaalihiin

    Artinya: “Ya Allah tambahkanlah aku ilmu, dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang- orang yang saleh.”

    • Doa sebelum Belajar Versi 3

    Dilansir dari buku Al-Ma’tsurat dan Doa-doa Pilihan karya Tim Kreatif Qultum Media, inilah doa sebelum belajar yang lebih panjang dari doa-doa sebelumnya.

    اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلَّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ

    Arab-latin: Allaahumman fa’nii bimaa ‘allamtanii wa ‘allimnii maa yanfa’unii wa zidnii ‘ilmaa, alhamdulillahi ‘ala kulli haal, wa a’uudzu billahi min haali ahlin naar

    Artinya: “Ya Allah, berilah kemanfaatan, pada ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah kepadaku akan ilmu yang dapat memberikan manfaat kepadaku, dan berikanlah tambahan ilmu pada diriku. Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu, dan aku berlindung kepada Allah dari keadaan penghuni neraka.”

    • Doa Dilindungi dari Ilmu Tidak Bermanfaat

    Mengutip buku Hafalan Doa Pendek Sehari-hari karya Ibnu Muslih Djuremi, ada 2 doa yang baik dibacakan sebelum mulai belajar.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لا يَخْشَعُ وَدُعَاءِ لَا يُسْمَعُ.

    Arab-latin: Allaahumma innii a’uudzubika min ‘ilmil laa yanfa’, wa qalbil laa yakhsya’, wa du’aa-il laa yusma’

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, dan doa yang tidak didengar.”

    اللَّهُمَّ زِدْنِي عِلْمًا وَلاَ تُزِغْ قَلْبِيْ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِي وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

    Arab-latin: Allaahumma zidnii ‘ilmaa, wa laa tuzigh qalbii ba’da idzhadaitanii, wahablii mil ladunka rahmah, innaka antal wahhaab

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku tambahan ilmu dan janganlah Engkau menggeser hatiku setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan berilah aku rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya, Engkau Maha Pemberi.”

    Doa setelah Belajar di Sekolah

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَرْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ وَلَا تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِينَ.

    Arab-latin: Alloohumma innii astaudi’uka maa ‘allamtaniihi fardud-hu ilayya ‘inda haajatii ilaihi wa laa tansaniihi yaa robbal’aalamiin

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu atas ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah kepadaku ketika aku membutuhkannya. Dan janganlah Engkau lupakan ilmu itu kepadaku, wahai Tuhan semesta alam.”

    Adab-adab dalam Berdoa

    Mengutip buku Doa Penangkal Kejahatan karya M. Syukron Maksum, sebelum berdoa sebaiknya perhatikan adab-adabnya terlebih dahulu. Berikut adab-adab yang perlu diperhatikan.

    1. Keadaan yang Mulia

    Doa sebaiknya diamalkan dalam keadaan yang mulia. Beberapa di antaranya seperti, ketika sujud saat salat, waktu hujan turun, sebelum dan sesudah menunaikan salat, lalu saat jiwa sedang tenang dan bersih dari gangguan setan seperti waktu belajar.

    2. Merendahkan Suara, Khusyuk dan Tadharru

    Berdoa dengan rendah hati ini dijelaskan dalam surah Al-A’raf ayat 55:

    اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ ٥٥

    Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

    3. Memuji dan Memohon Ampun kepada Allah SWT

    Adab selanjutnya adalah memuji dan memohonkan ampun kepada Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam surah An Nasr ayat 3:

    فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ ٣

    Artinya: “Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.”

    Menurut arsip detikHikmah, tafsir ayat di atas menerangkan bahwa Allah SWT menerima tobat hamba-Nya yang bertasbih memujinya dan beristigfar, dan sebelum berdoa. Sebab hakikatnya hanya Allah SWT yang akan memberikan kemudahan dan kesuksesan kepada hamba-hambanya.

    Demikianlah contoh doa sebelum belajar di sekolah yang bisa dibaca oleh siswa. Semoga menuntut ilmu menjadi bekal pahala menuju surga.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Shahih 13, 14 dan 15 Muharram Arab-Latin


    Jakarta

    Mendahului doa buka puasa sebelum membatalkan puasa pada waktunya adalah sunnah berpuasa seperti pada pengamalan puasa 13, 14, dan 15 Muharram. Puasa tiga hari tersebut yang dikenal juga dengan puasa Ayyamul Bidh.

    Dijelaskan Said Hawwa dalam buku Al-Islam membaca doa ketika hendak berbuka puasa termasuk sunnah yang dianjurkan karena termasuk dalam salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda,

    ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


    Artinya: “Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

    Dalam riwayat lainnya bersumber dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash RA yang mendengar perkataan Rasulullah SAW, “Sesungguhnya, bagi orang yang berpuasa, pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR Ibnu Majah)

    Adapun puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang diamalkan pada 13, 14, dan 15 tiap bulannya. Landasannya didasarkan dari sebuah hadits Abu Dzar Al Ghifari, Rasulullah SAW bersabda, “Hai Abu Dzar, kalau kau hendak berpuasa sunnah setiap bulan, lakukanlah puasa pada 13, 14 dan 15.” (HR Tirmidzi)

    Doa Buka Puasa Shahih 13, 14, 15 Muharram

    Puasa pertengahan bulan ini dikerjakan mulai dari masuknya waktu Subuh hingga terbenam matahari. Untuk membatalkan puasa, muslim dianjurkan untuk mengawalinya dengan doa buka puasa.

    1. Doa Buka Puasa Muharram Versi Pertama

    ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

    Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insya Allah.” (HR Abu Dawud)

    Doa ini termaktub dalam Al-Adzkar: Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah (Edisi Indonesia) karangan Imam Nawawi yang diterjemahkan Masturi Irham dan Muhammad Aniq.

    2. Doa Buka Puasa Muharram Versi Kedua

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: “Ya Allah karenaMu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Bacaan doa ini termasuk dalam himpunan doa dan dzikir dari Abu Hurairah Abdul Salam terbitan PT Gramedia Pustaka Utama.

    Waktu Buka Puasa

    Untuk waktu berbuka dapat disesuaikan pada masing-masing wilayah. Acuannya bersumber dari riwayat Rasulullah SAW yang menyebutkan buka puasa dimulai pada waktu Magrib atau saat matahari tenggelam.

    إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

    Artinya: “Jika malam telah datang dari sini dan siang telah tertutup dari sini, serta matahari terbenam, itulah waktu berbuka bagi yang berpuasa.” (HR Bukhari)

    Sementara itu, dikutip dari buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, dan Thibbun Nabawi oleh Maryam Kinanti N, ada perbedaan pendapat yang menyatakan kapan doa buka puasa diamalkan.

    Ada yang berpendapat diamalkan setelah membatalkan puasa dengan air, kurma, atau semacamnya pertama kali. Pendapat lainnya menyebut doa buka puasa diamalkan sebelum berbuka puasa.

    Jadwal Puasa 13, 14, 15 Muharram

    Pemerintah menetapkan awal Muharram 1446 H jatuh pada Minggu, 7 Juli 2024. Hal ini juga sejalan dengan hasil hisab Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sudah memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS. Dengan kata lain, berikut jadwal puasa pertengahan bulan Muharram yang bisa diamalkan:

    • 13 Muharram 1446 H bertepatan dengan Jumat, 19 Juli 2024
    • 14 Muharram 1446 H bertepatan dengan Sabtu, 20 Juli 2024
    • 15 Muharram 1446 H bertepatan dengan Minggu, 21 Juli 2024

    Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyahnya menetapkan 1 Muharram 1446 H sehari setelah pemerintah yaitu pada Senin, 8 Juli 2024 berdasarkan istikmal. Jadi, jadwal puasa Ayyamul Bidh berdasarkan kalender Hijriah NU adalah sebagai berikut:

    • 13 Muharram 1446 H bertepatan dengan Sabtu, 20 Juli 2024
    • 14 Muharram 1446 H bertepatan dengan Minggu, 21 Juli 2024
    • 15 Muharram 1446 H bertepatan dengan Senin, 22 Juli 2024

    (rah/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Gaya Berpakaian Rasulullah dan Baju yang Beliau Sukai


    Jakarta

    Rasulullah SAW memiliki gaya pakaian yang khas. Ada dua pakaian yang paling beliau sukai.

    Gaya berpakaian Rasulullah SAW diceritakan dalam kitab as-Syamail al-Muhammadiyah karya Imam at-Tirmidzi. Kitab ini berisi sejumlah bab yang menggambarkan pribadi Nabi Muhammad SAW, mulai cara beliau makan, berpakaian, hingga keteladanan dan sifat rendah hati beliau.

    Dalam kitab edisi Indonesia terbitan AQWAM, At-Tirmidzi memaparkan satu bab khusus pakaian Rasulullah SAW. Hal ini mengacu pada sejumlah hadits shahih.


    Menurut riwayat dari Abu Sa’id Al-Khudri, “Apabila Rasulullah SAW mengenakan pakaian baru, beliau menamakan pakaian itu dengan namanya, seperti sorban, baju, atau selendang. Setelah itu beliau berdoa, ‘Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, sebagaimana Engkau telah memberi aku pakaian. Aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini, serta kebaikan sesuatu yang diciptakan untuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini, serta keburukan sesuatu yang diciptakan untuknya.” (HR At-Tirmidzi, Ahmad, dan Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Misykatul Mashabih)

    Dalam riwayat lain, saat Rasulullah SAW mengenakan qithr, sejenis pakaian yang terbuat dari katun dan ada warna merah di dalamnya, beliau meletakkannya di pundak. Hal ini dikatakan Anas bin Malik,

    “Suatu hari, Nabi SAW keluar rumah dengan bersandar kepada Usamah bin Zaid dengan mengenakan pakaian qithr yang diletakkan di pundak beliau. Kemudian beliau melakukan salat berjamaah bersama para sahabat.” (HR Ahmad dalam Musnad-nya dan Abu Ya’la dalam Musnad-nya. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Mukhtashar Asy-Syama’il)

    Menurut riwayat lain yang berasal dari Asma’ binti Yazid, Rasulullah SAW biasa mengenakan baju dengan lengan panjang. “Panjang lengan baju Rasulullah SAW adalah sampai pergelangan tangan.” (HR At-Tirmidzi)

    Namun, hadits yang dikeluarkan At-Tirmidzi dalam Sunan-nya itu dinilai dhaif oleh Al-Albani. Sementara At-Tirmidzi menyatakannya hasan gharib.

    Rasulullah Paling Suka Pakai Gamis dan Hibarah

    Rasulullah SAW paling suka memakai gamis. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang berasa; dari Ummu Salamah, ia berkata, “Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah SAW adalah baju gamis.” (HR At-Tirmidzi dan Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud dan Mukhtashar Asy-Syama’il. At-Tirmidzi sendiri menyatakan hadits ini hasan gharib)

    Selain gamis, Rasulullah SAW juga suka memakai hibarah, jenis pakaian katun dari Yaman. Anas bin Malik berkata, “Pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW adalah hibarah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Aun bin Abi Juhaifah turut meriwayatkan dari ayahnya, ia mengatakan melihat Rasulullah SAW mengenakan pakaian berwarna merah. Terkait hadits ini, Sufyan berkata, “Menurut pendapatku yang dimaksud dengan pakaian berwarna merah itu adalah hibarah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Anjuran Mengenakan Pakaian Putih

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya mengenakan pakaian putih. Menurut beliau, pakaian dengan warna ini lebih suci dan lebih baik. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Muhammad bin Basyar dari Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari Habib bin Abi Tsabit, dari Maimun bin Abi Syaib, dari Samurah bin Jundab yang mengatakan Rasulullah SAW bersabda,

    “Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena ia lebih suci dan lebih baik, dan gunakanlah untuk mengkafani orang-orang yang sudah meninggal di antara kalian.” (HR At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Ibnu Majah, dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. An-Nasa’i dan Ahmad turut meriwayatkannya dari jalur Samurah bin Jundab. Hadits shahih)

    Anjuran mengenakan pakaian putih juga disebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian berpakaian putih untuk dipakai oleh orang-orang yang hidup di antara kalian, dan gunakanlah untuk mengkafani orang-orang yang meninggal di antara kalian. Sebab, ia adalah sebaik-baik pakaian bagi kalian.” (HR At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’)

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Hari Biasa serta saat Ujian


    Jakarta

    Doa adalah permohonan kepada Allah agar harapan manusia terkabul. Selain itu, doa menunjukkan bahwa kita adalah manusia biasa yang membutuhkan pertolongan dari Allah.

    Salah satu doa yang bisa kita amalkan adalah doa masuk kelas dan keluar kelas. Doa ini dapat dibaca pada hari-hari biasa maupun saat ujian. Simak bacaannya dalam artikel ini, lengkap dengan bacaan Arab latin dan terjemahannya.

    Doa Masuk Kelas dan Keluar Kelas Sehari-hari

    Setiap hari saat sekolah, kita dianjurkan membaca doa saat masuk kelas dan keluar kelas. Doa-doa ini dibaca agar kita diberkahi selama menuntut ilmu maupun sepulang dari sekolah.


    1. Doa Masuk Kelas Sebelum Pelajaran

    Ada beberapa doa masuk kelas pilihan yang biasa dibaca sebelum memulai pelajaran. Antara lain sebagai berikut:

    a. Doa Sebelum Belajar

    رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab latin: Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash-sholihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkan lah ilmu kepadaku, dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikan lah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.”

    b. Doa Mohon Ilmu dan Pemahaman

    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا

    Arab latin: Rodlitu billahi robba, wabi islaamidina, wabimuhammadin nabiyya warasulla Robbi zidni ilman nafi’a warzuqni fahma

    Artinya: “Aku ridha Allah SWT sebagai Tuhanku, dan Islam sebagai agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasulku. Ya Allah tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pemahaman yang baik.”

    c. Doa Mohon Ilmu yang Bermanfaat

    اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي ، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي ، وَزِدْنِي عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

    Arab latin: Allahummanfa’ni bima ‘allamtani wa ‘allimni ma yanfa’uni wa zidni ‘ilman walhamdulillahi ‘ala kulli halin.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kemanfaatan atas segala ilmu yang Engkau ajarkan pada saya. Berilah saya ilmu yang bermanfaat dan tambahkanlah ilmu pada saya. Segala puji bagi Allah dalam setiap waktu.”

    d. Doa agar Dipermudah Urusannya

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Robbisy rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    2. Doa Sebelum Keluar Kelas

    Setelah pelajaran selesai dan sebelum keluar kelas, kita juga sebaiknya membaca doa. Beberapa pilihan doanya adalah sebagai berikut:

    a. Doa Penutup Majelis

    سُبْحَنَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ الَيْكَ

    Arab latin: Subhaanaka allaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

    Artinya: “Maha suci Engkau, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

    b. Doa agar Ditunjukkan Kebenaran

    اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

    Arab latin: Allahumma arinal haqqa haqqa warzugnat tiba’ah wa arinal batila batila warzuqaj tinabah.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami sesuatu yang salah (batil) sehingga kami dapat selalu menjauhinya.”

    c. Doa Minta Ilmu dan Rezeki

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Arab latin: Alllaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqon toyyiban wa ‘amalan mutaqobbalan.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang tidak tertolak.”

    Doa-doa saat Masuk Kelas Ujian

    Saat menjalani ujian atau tes, ada beberapa doa yang bisa dibaca agar dimudahkan oleh Allah.

    1. Doa Masuk Ruang Ujian

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَلُكَ خَيْرُ الْمَوْلَجِ وَخَيْرُ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا بِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا.

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khairal muulaji wa khairal mukhraji. Bismillaahi waljnaa bismillaahi kharajnaa wa’alallaahi rabbuna tawakkalnaa.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, sebaik-baiknya tempat masuk dan sebaik-baiknya tempat keluar. Dengan nama Allah, kami masuk. Dengan nama Allah, kami keluar. Dan, kepada Allah Tuban kami, kami berserah diri.”

    2. Doa agar Dimudahkan dalam Ujian

    اللَّهُمَّ الْطُفْ بِنَا فِي تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

    Arab latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    Demikian tadi berbagai pilihan doa masuk kelas dan keluar kelas untuk dibaca sehari-hari maupun saat ujian. Selain berdoa jangan lupa untuk belajar dan melakukan usaha terbaik selama di sekolah.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus Mustajab, Baca 40 Kali agar Hajat Terkabul


    Jakarta

    Ada satu doa yang dalam hadits disebut-sebut sebagai doa mustajab. Doa tersebut adalah doa Nabi Yunus.

    Mustajabnya doa Nabi Yunus ini dipaparkan dalam sejumlah hadits. Dalam Jaamii’ut Tirmidzi dan Shahih al-Hakim terdapat riwayat dari Sa’ad bin Abi Waqqash bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ، إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوْتِ: أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ إِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ


    Artinya: “Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) saat ia berada dalam perut ikan adalah ‘Bahwa tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang zalim’ (QS Al Anbiya: 87). Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam urusan apa pun, melainkan Allah akan mengabulkan doanya tersebut.” (Dinyatakan shahih oleh At-Tirmidzi)

    Dalam al-Mustadrak karya al-Hakim juga terdapat hadits tentang betapa mustajabnya doa Nabi Yunus untuk hajat. Diriwayatkan dari Sa’ad, dari Nabi SAW, beliau bersabda,

    أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِشَيْءٍ إِذَا نَزَلَ بِرَجُلٍ أَمْرٌ مُهِمْ، فَدَعَا بِهِ يُفَرِّجِ اللَّهُ عَنْهُ

    Artinya: “Maukah kalian kuberitahukan tentang sesuatu yang jika seseorang ditimpa suatu urusan yang menggelisahkan lalu ia berdoa dengannya, maka Allah akan memberinya jalan keluar?” Yang beliau maksud adalah doa Dzun Nun.

    Doa Nabi Yunus terdapat dalam Al-Qur’an surah Al Anbiyaa ayat 87. Berikut bacaan Arab, latin, dan terjemahannya.

    Bacaan Doa Nabi Yunus

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

    Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz-zaalimiin

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Baca Doa Nabi Yunus 40 Kali

    Ada hadits lain yang berisi anjuran membaca doa Nabi Yunus sebanyak 40 kali. Apabila seseorang membacanya dalam kondisi sakit, jika ia meninggal maka ia akan tercatat syahid dan jika sembuh gugurlah dosa-dosanya. Hadits ini terdapat dalam Shahiih al-Hakim, masih dari riwayat Sa’ad, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ الْأَعْظَمِ؟ دُعَاءُ يُوْنُسَ، قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! هَلْ كَانَتْ لِيُوْنُسَ خَاصَّةً؟ قَالَ: أَلَا تَسْمَعُ قَوْلَهُ تَعَالَى: فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ تُجِي الْمُؤْمِنِينَ ) فَأَيُّمَا مُسْلِمٍ دَعَا بِهَا فِي مَرَضِهِ أَرْبَعِيْنَ مَرَّةً فَمَاتَ فِي مَرَضِهِ ذَلِكَ أُعْطِيَ أَجْرَ شَهِيْدٍ، وَإِنْ بَرَأَ بَرَأَ مَغْفُورًا لَهُ.

    Artinya: “Maukah kalian kutunjukkan tentang nama Allah yang paling agung? Itulah doa Yunus.” Salah seorang bertanya, “Apakah doa ini khusus untuk Yunus?” Nabi SAW menjawab, “Tidakkah engkau mendengar firman Allah: ‘Maka Kami memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.’ (QS Al Anbiyaa: 88) Setiap muslim yang berdoa dengan doa tersebut ketika sedang sakit sebanyak 40 kali lalu ternyata dia meninggal dunia, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang mati syahid. Adapun jika dia sembuh, maka dia sembuh dalam keadaan dosanya terampuni.”

    Hadits-hadits tentang doa Nabi Yunus dan keutamaan di atas dipaparkan Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab Ad-Daa’ wad Dawaa’. Kitab ini ditahqiq Syaikh ‘Ali Hasan bin ‘Ali al-Halabi al-Atsari yang dalam edisi Indonesia terbitan Pustaka Imam asy-Syafii.

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kuburan Sesuai Sunnah Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Ziara kubur merupakan kegiatan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Dalam pelaksanaannya, muslim bisa membaca doa-doa ziarah kubur sesuai sunnah.

    Kesunnahan ziarah kubur bersandar pada sabda Rasulullah SAW,

    “Sengguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarah lah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian.” (HR Muslim)


    Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

    Mengutip buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, MA, berikut bacaan doa ziarah kubur sesuai sunnah dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.

    Doa Ziarah Kubur 1

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ.

    Arab-latin: Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu la-laahiquuna as alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan mukmin dan muslim dan kami insyaallah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.” (HR Muslim)

    Doa Ziarah Kubur 2

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا حَضْرَةَ الْمَرْحُوْمِ … وَيَا أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ وَأَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعُ نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ أَللَّهُمَّ رَبَّ الْأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ وَالْأَجْسَامِ الْبَالِيَةِ وَالْعِظَامِ النَّخِرَةِ الَّتِي خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةً اَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنَّا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيُّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Artinya: Assalamu ‘alaikum yaa hadratal marhum… wa yaa ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaati wal muslimiina wal musli- maati wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna wa antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Nasalullaahal ‘afiyata lanaa wa lakum. Allaahumma rabbal arwaahil faaniyati wal ajsaamil baaliyati wal ‘izhaamin nakhiratil-latii kharajat minad dunyaa wa hiya bika mu’minatun adkhil ‘alaihaa ruuhan minka wa salaaman minnaa laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika- lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu bi-yadikal khair, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Semoga keselamatan bagimu, ke haribaan almarhum, dan keharibaan seluruh penghuni rumah-rumah (kuburan-kuburan), dari golongan orang laki-laki dan perempuan yang beriman dan golongan laki-laki dan perempuan yang beragama Islam. Sesungguhnya kami-jika Allah berkehendak akan bertemu kalian. Kalian mendahului kami, dan kami akan menyusul kalian, kami memohon kesehatan kepada Allah untuk kami dan kalian. Wahai Pemilik roh-roh yang hancur, dan jasad-jasad yang remuk, serta tulang-belulang yang tergerogoti yang keluar meninggalkan dunia dalam keadaan beriman kepada-Mu. Berikanlah mereka ketenangan dan berikanlah kami keselamatan. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan puji-pujian milik-Nya, Dia Maha Menghidupkan dan Mematikan, segala kebaikan berada dalam kekuasaan-Nya, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    Doa Ziarah Kubur Versi 3

    Mengutip buku Surat Yaasiin & Tahlil karya Murodh Nurikhsan, terdapat bacaan doa ziarah kubur yang bisa dibacakan saat berkunjung ke kuburan.

    السّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ والمسلِمَاتِ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ الله بِكُمْ لاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَة أَنتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لكُمْ تَبَعُ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلَا تَضِلَّنَا بَعْدَهُمْ .

    Arab-latin: Assalamualaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaat, wal muslimiina wal muslimaat, wa yarhamullaahul mustaqdimiina minkum wal mustaʼkhiriina wa inna insyaa Allaahu bikum laahiquuna, as-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyata, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Allaahumma laa tahrimnaa ajrahum wa laa tudhillanaa ba’dahum.

    Artinya: “Keselamatan semoga atas saudara-saudara semua wahai ahli (penghuni) perumahan kubur dari golongan orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan dan yang beragama Islam baik laki-laki maupun perempuan, semoga Allah memberikan rahmat orang-orang yang meninggal terdahulu dan terbelakang dan sesungguhnya kami insyaallah pasti akan menyusul saudara-saudara. Aku mohon kepada Allah keselamatan untuk kami (yang hidup) dan untuk saudara-saudara kalian telah mendahului kami dan kami pasti akan mengikuti kalian. Ya Allah, janganlah Engkau menghalang-halangi pahala mereka pada kami dan jangan pula Engkau menyesatkan kami sepeninggal mereka.”

    Adab Ziarah Kubur

    Mengutip buku Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, ada adab-adab yang perlu diperhatikan saat melakukan ziarah kubur, di ataranya yaitu:

    1. Mengucapkan Salam

    Disunnahkan bagi peziarah untuk mengucapkan salam kepada penghuni kuburan muslim. Rasulullah SAW pernah mengucapkan salam dengan bacaan berikut,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَا حِقُونَ، أَنْتُمْ لَنَ فَرَطٌ ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعْ أَسْأَلُ اللَّهِ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Artinya: “Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insyaallah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua.” (HR Muslim)

    2. Tidak Memakai Sandal di Pekuburan

    Saat berziarah, hendaknya tak memakai alas kaki saat berjalan di atas pekuburan. Hal ini untuk menghormati penghuni kuburan. Rasulullah SAW bersabda,

    يَا صَاحِبَ السَّبْتِيَتَيْنِ وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَتَيْكَ فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

    Artinya: “Wahai orang yang memakai sendal, celaka engkau, lepaslah sandal- mu! Lalu orang itu melihat, dan tatkala dia mengetahui (bahwa yang menegurnya adalah) Rasulullah SAW maka dia melepas dan melempar sandalnya.” (HR Abu Dawud)

    Namun, jika pekuburan itu bertanah panas, basah, dan sebagainya, boleh saja memakai sandal.

    3. Membaca Surat Pendek

    Membaca surat pendek bagi yang hadir mendapat pahala, sedangkan bagi mayat akan mendapatkan rahmat.

    4. Mendoakan Mayat

    Rasulullah SAW mendatangi kuburan sahabat-sahabatnya bertujuan mendoakan dan memohon ampun untuk mereka.

    5. Boleh Menangis, tetapi Tidak Berlebihan

    Menangis dalam batas wajar diperbolehkan, karena Rasulullah SAW menangis ketika menziarahi kuburan ibunya.

    Tata Cara Ziarah Kubur

    Dijelaskan dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, tata cara ziarah kubur perlu memperhatikan sejumlah hal.

    Seorang penziarah yang sudah sampai di kuburan hendaknya menghadap ke mayat, lalu mengucapkan salam dan berdoa untuknya, seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits di bawah ini.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَنْتُمْ فَرَطْنَا وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ وَنَسْأَلُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.

    Artinya: “(Salam sejahtera bagi kalian wahai penghuni kubur dari kalangan kaum Mukminin dan Muslimin, sesungguhnya kami insyaallah akan berjumpра dengan kalian. Kalian telah meninggalkan kami, dan kami akan menyusul kalian. Dan kami memohon kepada Allah untuk memberi keselamatan kepada diri kami dan kalian.” (HR Muslim dan lainnya)

    Waktu Ziarah Kubur

    Menurut penjelasan dalam buku Mari Ziarah Kubur karya Abdurrahman Misno BP, tidak ada waktu khusus untuk berziarah. Berziarah boleh dilakukan kapan saja, pagi, siang, dan malam.

    Rasulullah SAW pernah berziarah pada waktu malam hari, seperti hadits di bawah ini.

    عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَأَرْسَلْتُ بَرِيرَةً فِي أَثَرِهِ لِتَنْظُرَ أَيْنَ ذَهَبَ قَالَتْ فَسَلَكَ نَحْوَ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ فَوَقَفَ فِي أَدْنَى الْبَقِيعِ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ ثُمَّ انْصَرَفَ فَرَجَعَتْ إِلَيَّ بَرِيرَةُ فَأَخْبَرَتْنِي فَلَمَّا أَصْبَحْتُ سَأَلْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ خَرَجْتَ اللَّيْلَةَ قَالَ بُعِثْتُ إِلَى أَهْلِ الْبَقِيعِ لِأُصَلِّيَ عَلَيْهِمْ

    Artinya: Dari Aisyah RA ia berkata, “Suatu malam Rasulullah keluar, maka aku mengutus Barirah di belakangnya untuk melihat ke mana beliau pergi. Barirah berkata ‘Rasulullah berjalan ke Baqi al-Gharqad, beliau berhenti di bawah al-Baqi, kemudian mengangkat kedua tangannya, lalu pulang. Maka Barirah kembali kepadaku. Setelah tiba waktu pagi, aku bertanya kepada beliau: ‘Ya Rasulullah, keluar ke mana Anda semalam?’ Beliau menjawab ‘Aku telah diutus ke al-Baqi’ untuk mendoakan mereka’.” (HR Ahmad dan an-Nasa’i)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Penarik Pembeli yang Bisa Diamalkan Muslim


    Jakarta

    Doa penarik pembeli bisa diamalkan muslim yang sedang menjajakan dagangannya. Sebagaimana perintah Allah SWT dalam surah Gafir ayat 60, mukmin diperintahkan untuk senantiasa berdoa kepada-Nya.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠

    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”


    Mengamalkan doa penarik pembeli diberi kemudahan oleh Allah SWT agar dagangan laris terjual. Meski demikian, doa harus diiringi dengan usaha dan perbuatan baik saat berjualan.

    Sifat ramah, jujur, dan amanah ketika berjualan sama seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Mengutip buku Sejarah Terlengkap 25 Nabi oleh Rizem Aizid, Rasulullah SAW telah belajar berdagang sejak usianya 12 tahun.

    Mulanya, Nabi Muhammad SAW diajak oleh pamannya, Abu Thalib, untuk ikut dalam rombongan dagang ke Syams. Sejak saat itulah beliau semakin menekuni dunia dagang.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bahkan pernah mengatakan jika seorang pedagang jujur maka akan bersama orang-orang yang mati syahid di hari kiamat kelak.

    “Pedagang yang cerdas dan dapat dipercaya bersama dengan orang-orang yang benar dan orang-orang yang mati syahid kelak di hari kiamat.” (HR Ibnu Majah)

    Berikut kumpulan doa penarik pembeli yang bisa diamalkan muslim seperti dinukil dari buku 99 Doa untuk Bisnis Lancar Rezeki Berlimpah oleh Abdurrahim Hamdi dan Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan.

    6 Doa Penarik Pembeli yang Dapat Diamalkan

    1. Doa Penarik Pembeli Versi Pertama

    اللهم اني أسْأَلُكَ صِحَةٌ فِي إِيْمَانِ وَإِيْمَانَا فِي حُسْنِ خُلُقٍ وَنَحَاحًا يَتْبَعُهُ فَلَاح وَرَحْمَةٌ مِنْكَ وَعَافِيَةٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنْكَ وَرِضْوَانًا

    Arab Latin: Alloohumma innii as-aluka shihhatan fii iimaanin wa iimaanan fii husni khulukin wa nahaahan yatba-‘uhu falaahun warohmatan minka wa-‘aafiyatan wa maghfirotan minka wa ridhwaanan

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kemurnian iman dan akhlak terpuji, serta kesuksesan yang disertai keberuntungan, dan aku mohon rahmat, kesehatan, pengampunan, dan keridaan dari-Mu.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    2. Doa Penarik Pembeli Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَامَشَقَّةٍ وَلَاضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab Latin: Allaahumma inni as’aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai`in qadiir

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki untukku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    3. Doa Penarik Pembeli Versi Ketiga

    اللهُمَّ يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا مَوْجُودُ يَاجَوَّادُ يَا بَاسِطُ يَا كَرِيْمُ يَاوَهَّابُ يَاذَا الطَّوْلِ يَاغَنِيُّ يَا مُغْنِي يَافَتَاحُ يَارَزَّاقُ يَا عَلِيمُ يَا حَيُّ يَاقَيُّومُ يَا رَحْمَنُ يَارَحِيْمُ يَابَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَاذَ الجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَاحَنَّانُ يَامَنَّانُ انْفَحْنِي مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ تُغْنِنِي عَمَّنْ سِوَاكَ

    Arab Latin: Allaahumma yaa ahadu yaa waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baasithu yaa kariimu yaa wahhaabu yaa dzath thauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa razzaaqu yaa ‘aliimu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa rahmaanu yaa rahiimu yaa badii’us samaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannaanu yaa mannaanu infahnii minka binafhati khairin tughninii ‘amman siwaaka.

    Artinya: “Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Esa tiada terbagi-bagi, wahai Dzat yang Maha Esa tiada bersekutu, wahai Dzat yang Maujud, wahai Dzat yang Maha pemurah, wahai Dzat yang Maha pembagi, wahai Dzat yang Mahamulia, wahai Dzat yang Maha pemberi, wahai Dzat yang memiliki Anugrah, wahai Dzat yang Mahakaya, wahai Dzat yang Maha pemberi wahai Dzat yang Maha pembuka pintu rezeki, wahai Dzat yang Maha mengetahui, ‘wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang Maha pengasih, wahai Dzat yang Maha penyayang, wahai Dzat yang Maha pemberi anugerah, limpahkanlah rezeki dari-Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian siapa pun selain Engkau.”

    4. Doa Penarik Pembeli Versi Keempat

    قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Arab Latin: Qala ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā ‘īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn

    Artinya: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan, turunkanlah kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami, maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki.” (QS Al Maidah: 114)

    5. Doa Penarik Pembeli Versi Kelima

    وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Arab Latin: Wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā

    Artinya: “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Barangsiapa bertawakal kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS At Talaq: 3)

    6. Doa Penarik Pembeli Versi Keenam

    بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي العظيم . (رواه الترميذي)

    Arab latin: Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaahi laa haula walaa quwwata illaa billaahilaliyyil`azhiim.

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan izin Allah.” (HR Tirmidzi)

    Itulah beberapa doa penarik pembeli yang bisa diamalkan muslim. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Sakit Gigi yang Bisa Diamalkan Muslim, Termasuk Surah Al Fatihah


    Jakarta

    Doa sakit gigi dapat dibaca muslim untuk memohon kesembuhan. Sebagaimana diketahui, umat Islam diperintahkan untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT seperti disebutkan dalam surah Gafir ayat 60.

    Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Sebagai seorang muslim kita harus meyakini bahwa hanya kepada Allah SWT kita memohon kesembuhan setelah berikhtiar. Adapun, ikhtiar yang dilakukan seperti pergi ke dokter dan mengonsumsi obat.

    Bahkan, Nabi Ibrahim AS dalam surah Asy Syu’ara ayat 80 mengatakan bahwa Allah SWT yang menyembuhkannya dari sakit,

    وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

    Artinya: “Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,”

    Kumpulan Doa Sakit Gigi yang Bisa Diamalkan

    1. Membaca Surah Al Fatihah

    Mengutip dari Buku Pegangan Doa dan Zikir Keselamatan Ratibul Haddad oleh Ustaz Ahmad Zacky el-Syafa, surah Al Fatihah dapat menjadi salah satu doa sakit gigi. Muslim bisa membaca surah Al Fatihah 41 kali di antara salat qobliyah Subuh dan fardhu Subuh. Khususkan bacaan tersebut pada gigi yang sakit, insyaAllah diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

    Berikut bacaan surah Al Fatihah,

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧

    Arab latin: (1) bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. (2) al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn. (3) ar-raḫmânir-raḫîm. (4) mâliki yaumid-dîn. (5) iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în. (6) ihdinash-shirâthal-mustaqîm. (7) shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn.

    Artinya: “(1) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, (3) Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, (4) Pemilik hari Pembalasan. (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. (6) Bimbinglah kami ke jalan yang lurus. (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.” (QS Al Fatihah: 1-7)

    2. Doa Sakit Gigi dari Hadits Nabi SAW Versi Pertama

    Menurut buku Kamus Doa oleh Luqman Junaedi, dalam redaksi lengkap hadits di bawah ini diterangkan bahwa Rasulullah SAW menempelkan tangannya kepada pipi Abdullah bin Rawahah yang sakit gigi dan membaca doa berikut sebanyak tujuh kali,

    اللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنْهُ سُوْءَ مَا يَجدُ وفَحْشَهُ بِدَعْوَةِ نَبِيِّكَ الْمَكِيْنِ الْمُبَارَكَ عِنْدَكَ

    Arab latin: Allaahumma adzhib ‘anhu suu-a maa yajidu wa fahsyahu bida’wati nabiyyikal makiinil mubaaraka ‘indaka

    Artinya: “Ya Allah, dengan doa nabi-Mu yang punya kedudukan yang diberkahi di sisi-Mu, hilangkanlah keburukan dan kekejian rasa sakitnya. Allah menyembuhkannya sebelum bengkaknya membesar.” (HR Baihaqi)

    3. Doa Sakit Gigi dari Hadits Nabi SAW Versi Kedua

    Masih dari sumber yang sama, doa sakit gigi menurut hadits Rasulullah SAW kali ini sang rasul memasukkan telunjuk kanannya dan meletakkannya pada gigi Fatimah yang sedang sakit. Beliau lalu membaca doa sakit gigi di bawah ini sekali.

    Nama Fatimah dalam doa ini bisa diubah menjadi nama orang yang sedang sakit gigi. Berikut bacaannya,

    بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ أَسأَلُكَ بِعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِنَّ مَرْيَمَ لَم تَلِدْ غَيْرَ عِيْسَى مِنْ رُوْحِكَ وَكَلِمَتِكَ أَنْ تَكْشِفَ مَا تَلْقَى فَاطِمَةَ بِنْتَ خَدِيْجَةَ مِنَ الضُّرِّ كُلِّهِ

    Arab latin: Bismillaahi wabillaahi as-aluka bi’izzatika wajalaalika waqudratika ‘alaa kulli syai-in fainna maryama lam talid ghaira ‘iisaa min ruuhika wakalimatika an taksyifa maa talqaa faathimata binta khadiiijata minadhdhurri kullihi

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku memohon kepada Allah. Dengan kegagahan, kemuliaan dan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, sesungguhnya, Maryam hanya melahirkan Isa dari Ruh dan Kalimat-Mu. Hilangkan seluruh bahaya penyakit yang dirasakan Fatimah binti Khadijah.” (HR Humaidi)

    4. Membaca Surah Al An’am Ayat 98

    Mengutip dari buku Penyembuhan dengan Doa & Zikir Rasulullah SAW susunan Muhammad Abdul Ghoffar, muslim yang sakit gigi juga bisa membaca surah Al An’am ayat 98 sambil meletakkan jarinya pada gigi yang sakit.

    وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ

    Arab latin: Wa huwallażī ansya`akum min nafsiw wāḥidatin fa mustaqarruw wa mustauda’, qad faṣṣalnal-āyāti liqaumiy yafqahụn

    Artinya: “Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.”

    5. Doa Sakit Gigi Lainnya

    Dalam buku Dzikir, Wirid, Doa dan Shalawat karya Sayyid M Dzikri, ada juga doa sakit gigi lainnya yang bisa diamalkan muslim. Berikut bacaannya,

    بِسْمِ اللهِ وَالشَّافِي اللَّهُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

    Arab latin: Bismillaahi wasy syaafillaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil azhiim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Adapun Dzat Yang Menyembuhkan hanya Allah. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    Itulah beberapa doa sakit gigi yang bisa diamalkan muslim. Semoga bermanfaat.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com