Category: Doa Hadits

  • Sudah Tahajud tapi Doa Belum Terkabul, Perkara Ini Bisa Jadi Sebabnya


    Jakarta

    Berdoa saat Tahajud disebut mustajab. Apalagi dilakukan di sepertiga malam akhir. Namun, bagaimana jika sudah Tahajud tapi doa belum terkabul?

    Mustajabnya doa saat salat Tahajud dijelaskan Imam al-Ghazali dalam kitabnya dengan bersandar pada sejumlah hadits. Di antaranya hadits yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat (waktu). Seandainya seorang muslim meminta sesuatu kebaikan di dunia maupun di akhirat kepada Allah SWT niscaya Allah akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.”


    Kemudian, dalam hadits lain terdapat keterangan bahwa Allah SWT akan turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir untuk mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Rasulullah SAW pernah bersabda,

    “Pada setiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia), ketika tinggal sepertiga malam yang akhir Dia berfirman, ‘Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaannya. Dan barang siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia’.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dalam kitab edisi bahasa Indonesia berjudul Agar Keinginan Cepat Terkabul, Imam al-Ghazali menjelaskan berdasarkan hadits di atas, seharusnya orang mengharapkan hajatnya terkabul tidak akan melewatkan salat Tahajud dan berdoa pada waktu itu. Sebab, kata Imam al-Ghazali, saat itulah doa-doa yang baik dikabulkan.

    Dalam kitab Al-Mustadrak, terdapat hadits dari Ibnu Umar RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda,

    الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ، فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

    Artinya: “Doa akan memberikan manfaat terhadap apa yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka hendaklah kalian berdoa, wahai hamba-hamba Allah.”

    Penyebab Doa Tak Dikabulkan Allah

    Ada kalanya Allah SWT tak kunjung mengabulkan doa meski sudah dipanjatkan berkali-kali dan dilakukan pada waktu-waktu mustajab. Salah satunya berdoa saat salat Tahajud.

    Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ edisi Indonesia terbitan Pustaka Imam asy-Syafi’i, hal tersebut bisa disebabkan karena tergesa-gesa dalam mengharap terkabulnya doa.

    “Salah satu kesalahan yang dapat menghalangi terkabulnya doa adalah ketergesa-gesaan seorang hamba. Ia menganggap doanya lambat dikabulkan, lantas ia merasa jenuh dan letih, sehingga akhirnya meninggalkan doa,” jelas Ibnu Qayyim.

    Pendapat Ibnu Qayyim ini mengacu pada sebuah riwayat yang terdapat dalam Shahih Bukhari, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُوْلُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

    Artinya: “Doa masing-masing kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu berkata: ‘Saya sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan’.”

    Dalam Shahih Muslim juga terdapat hadits yang menyebut sejumlah perkara yang menyebabkan doa tak terkabul. Rasulullah SAW bersabda,

    لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمِ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ . قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَمَا الْإِسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُوْلُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيْبُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

    Artinya: “Doa seorang hamba akan senantiasa terkabul selama ia tidak berdoa untuk kemaksiatan, atau untuk memutuskan silaturrahim, dan tidak tergesa-gesa.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk ketergesa-gesaan yang dimaksud?” Nabi SAW menjawab, “Hamba tadi berkata, ‘Aku telah berdoa, sungguh aku telah berdoa, namun Allah belum juga mengabulkan doaku. Ia merasa jenuh dan letih, lalu akhirnya meninggalkan doa’.”

    Anjuran Terus-menerus Berdoa

    Masih dalam kitab yang sama, seorang muslim dianjurkan untuk terus berdoa. Kata Ibnu Qayyim, sikap terus-menerus berdoa termasuk obat penawar yang begitu bermanfaat. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Aisyah RA, ia mengatakan Rasulullah SAW bersabda,

    اللَّهَ يُحِبُّ الْمُلِحِيْنَ فِي الدُّعَاءِ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang terus-menerus mengulang-ulang ketika berdoa.” (HR At-Thabrani dalam ad-Du’aa dan al’Uqaili dalam adh-Dhu’afaa, dan Ibnu ‘Adi)

    Disebutkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT akan memperkenankan doa hamba-Nya. Dia berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠

    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Gafir: 60)

    Wallahu a’lam.

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Anjuran Membunuh Cicak, Apa Hukumnya?


    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan agar membunuh cicak. Beliau menyebut cicak sebagai penjahat kecil.

    Anjuran membunuh cicak disebutkan dalam hadits yang berbunyi,

    أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا.


    Artinya: “Dari Sa’id bin Abi Waqqash RA bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan membunuh cicak, dan beliau menamainya si penjahat kecil.” (HR Muslim)

    Hadits tersebut termaktub dalam Ringkasan Shahih Muslim karya M Nashiruddin Al-Albani yang diterjemahkan Elly Lathifah. Selain itu ada juga hadits lainnya yang menerangkan tentang anjuran Rasulullah SAW membunuh cicak.

    Disebutkan dalam Sunan an-Nasai Jilid 2 edisi Indonesia terbitan Gema Insani, Abu Bakar bin Ishaq mengabarkan bahwa Ibrahim bin Muhammad bin Ar’arah mengatakan dari Mu’adz bin Hisyam dari bapaknya dari Qatadah dari Sa’id bin Musayyab bahwa seorang wanita menemui Aisyah RA dan di tangannya ada tongkat.

    Aisyah bertanya, “Apa itu?” Ia menjawab, “Untuk (membunuh) cicak, karena Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang tidak dilindungi oleh Ibrahim AS kecuali binatang ini.’ Beliau memerintahkan kami untuk membunuhnya dan melarang membunuh Jinnaan (ular kecil yang biasanya ada di rumah) kecuali yang memiliki dua garis putih di punggungnya dan ular yang pendek ekornya (ular yang jahat dan berbisa), karena keduanya menipu mata dan dapat menggugurkan kandungan perempuan.” (Ash-Shahihah No. 1581)

    Dalam redaksi lainnya, diriwayatkan dari Saibah Maulah atau bekas budak Al Fakih bin Al Mughirah bahwa dirinya menemui Aisyah RA dan melihat ada tombak tergeletak di rumahnya. Ia pun bertanya pada Aisyah,

    “Wahai Ummul mukminin, apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?”

    Aisyah menjawab, “Kami menggunakannya untuk membunuh cicak. Karena Rasulullah SAW memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim RA dilemparkan ke dalam api, semua binatang di atas bumi berusaha memadamkan kobaran api kecuali cicak. Ia justru meniup-niupkan apinya supaya berkobar semakin besar. Maka Rasulullah pun memerintahkan untuk membunuhnya.” (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, Syaikh Syu’aib menyatakan bahwa sanadnya shahih)

    Hukum Membunuh Cicak

    Mengutip dari buku Ustaz Abdul Somad Menjawab yang ditulis oleh H Abdul Somad Lc MA, hukum membunuh cicak diperbolehkan dan mendapat pahala. Bahkan ganjaran membunuh cicak juga disebutkan dalam hadits.

    Dari Abu Hurairah RA mengatakan Nabi SAW bersabda,

    “Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka dia mendapat kebaikan sekian dan sekian. Barang siapa membunuh cicak dengan dua kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang pertama. Jika dia membunuh cicak dengan tiga kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian yang lebih sedikit daripada yang kedua.” (HR Muslim)

    Ganjaran yang Diterima dari Membunuh Cicak

    Pada riwayat lain dalam Ringkasan Shahih Muslim disebutkan, “Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan maka dicatat untuknya 100 kebaikan. Jika dua kali pukulan, maka lebih sedikit dari itu. jika dengan tiga kali pukulan, maka lebih sedikit dari yang kedua.”

    Menurut tafsir Imam Nawawi dalam Syarh An Nawawi ala Shahih Muslim yang diterjemahkan Wawan Djunaedi Soffandi, tingkatan kebaikan yang berbeda itu adalah balasan Allah SWT pada kecermatan perilaku. Tetapi, Allah SWT tidak serta menuntut hamba-Nya untuk melalui kesulitan tersebut.

    Tingkat kesulitan ini dimaknai sebagai perbuatan yang ikhlas karena Allah SWT. Ini turut diterangkan dalam Al-Ajwibah Al-Qathi’ah Lihujaj Al-Khushum Lial-As’ilah Al-Waqi’ah Fi Kulli Al-Ulum yang disusun Syaikh Al-‘Izz bin Abdus Salam As-Sulmi terjemahan Masturi Irham.

    “Yang dimaksudkan dari dibanyakkannya pahala dalam pukulan pertama sewaktu membunuh cicak adalah anjuran untuk berinisiatif atau bergegas membunuhnya dan anjuran untuk membunuhnya dalam sekali pukulan. Jika ingin memukulnya beberapa kali, boleh jadi cicak justru bisa kabur dan usahanya menjadi gagal (karena kehilangan fokus lantaran asal pukul saja. Wallahu a’lam,” terang Imam Nawawi.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nurbuat Arab, Latin dan Artinya Lengkap


    Jakarta

    Usaha saja tidak cukup tanpa disertai doa. Salah satu doa yang dikenal dapat memenuhi hajat adalah doa nurbuat.

    Doa nurbuat memiliki banyak manfaat baik di dunia maupun di akhirat. Doa ini mengandung harapan yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh muslim yang mengamalkannya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai manfaat dari doa nurbuat, simak penjelasan berikut ini.

    Apa Itu Doa Nurbuat?

    Dilansir dari buku berjudul Malaikat Pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi karya Hamdan Hamedan, doa yang sering disebut sebagai doa nurbuat ini memiliki makna “cahaya kenabian”.


    Doa Nurbuat sangat baik untuk diamalkan dan dibaca kapan saja, karena memiliki makna yang baik untuk menjauhkan kita dari kesesatan dan memberikan perlindungan dari Allah SWT.

    Doa nurbuat berasal dari bahasa Arab yakni, nurun nubuwwah. Doa ini bersumber dari riwayat Imam Abul Qaim Ali Ibn Asakir dalam Tarikh Dimasyq.

    Doa Nurbuat Arab, Latin dan Artinya

    Dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah oleh KH. Ustadz Sholechul Azis, berikut ini adalah bacaan doa nurbuat lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

    اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِيْنَ وَعَيْنِ الْجِنِّ الْاِنْسِ وَالشَّيَاطِيْنِ

    وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنٌ وَمَاهُوَ اِلاَّذِكْرٌ لِّلْعَالَمِيْنَ وَمُسْتَجَابُ اْلقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُوالْعَرْشِ الْمَجِيْدِ

    طَوِّلْ عُمْرِيْ وَصَحِّحْ جَسَدِيْ وَاقْضِ حَاجَتِيْ وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ وَحَبِّبْنِيْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ اٰدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِيْنَ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ

    Allaahumma dzis-sultaanil ‘adziimi wadzil-mannil qadiimi wadzil-wajhil-kariimi wawaliyyil-kalimaatit taammati wadda’awaatil mustajaabaati ‘aaqilil hasani wal-husaini minanfusil haqqi ‘ainil qudrati wan-naaziriina wa ‘ainil jinni wal insi wasy-syayaatiin.

    Wa iy yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi absaarihim lammaa samii’udz-dzikra wayaquuluuna innahuu lamajnuunuw wamaa huwa illaa dzikrul lil-‘aalamiin, wamustajaabil-qur’aanil-‘aziim, wawaritsa sulaimaanu daawuuda ‘alaihimassalaam, al-wuduudu dzul ‘arsyil-majiid.

    Tawwil ‘umrii wa shahhih jasadii waqdii haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wahabbibnii linnaasi ajma ‘iina watabaa ‘adil ‘adaawata kullahaa mim banii aadama ‘alaihissalaamu mang kaana hayyaw wayahiqqal-qaulu ‘alal kaafiriina innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

    Subhaana rabbika rabbil-‘izzati ‘ammaa yasifuuna wasalaamun ‘alal-mursaliina walhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah yang Maha Kuat, yang memiliki anugerah, yang merupakan zat yang Maha Mulia, yang menguasai banyak kalimat sempurna dan doa yang mustajab, penjamin Al Hasan dan Al Husain dari jiwa yang hak, pandangan yang penuh kuasa, serta orang-orang yang melihat dari pandangan para jin, manusia dan juga setan.

    Sesungguhnya orang yang kafir itu adalah orang yang menjerumuskan kamu dengan pandangan dari mereka, ketika mendengar Alquran dan mereka pun berkata; sesungguhnya Muhammad adalah orang yang gila. Al Quran hanyalah peringatan untuk setiap umat. Wahai Dia yang memperkenankan melalui Al Quran yang sangat agung. Sulaiman dan juga Daud dan Dia yang Maha Pengasih,sebagai Pemilik Arasy yang Mulia.

    Maka panjangkanlah umurku, sehatkanlah tubuhku, tunaikanlah segala yang kuperlukan, dan perbanyakanlah harta dan anakku, jandikanlah aku orang yang terhindar dari segala permusuhan dari anak-anak adam yang masih hidup. Pastikan ketetapan atau azab untuk orang-orang yang kafir karena sesungguhnya Engkau adalah yang Maha Kuasa akan segala sesuatu.

    Maha suci Tuhanmu, yaitu Maha yang memiliki kebesaran, dari apapun yang (mereka) gambarkan yaitu orang-orang kafir dan melimpahlah kesejahteraan pada para Rasul, segala puji Bagi Allah pemilik Alam Semesta.”

    Keutamaan Doa Nurbuat

    Setiap doa memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri. Begitu pula dengan doa nurbuat yang memiliki keistimewaan jika kita amalkan dengan sungguh-sungguh.

    Berikut adalah beberapa keistimewaan doa nurbuat yang diuraikan dalam buku Tanya Jawab Islam: Piss KTB oleh Pustaka Ilmu Suni Salafiyah – KTB.

    1. Dapat mengabulkan segala hajat jika dibaca secara rutin setelah selesai sholat fardhu

    2. Dosa akan terampuni jika doa ini dibaca saat matahari terbenam

    3. Menjaga rumah dari segala gangguan gaib seperti sihir, santet, gangguan jin dan lain sebagainya

    4. Menjauhkan dari perbuatan maksiat dan kekufuran

    5. Mendapat kesejahteraan dalam dunia dan akhirat

    6. Dapat menghindarkan manusia dari segala perbuatan jahat dan munkar

    7. Selalu diberikan kesehatan, kemudahan dan keselamatan dari Allah SWT

    8. Dapat dimudahkan segala jalannya

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah untuk Pembuka Rezeki


    Jakarta

    Doa dzikir pagi dan petang bisa diamalkan sesuai dengan anjuran dalam Al-Qur’an dan hadits. Kedua waktu tersebut termasuk dalam waktu yang dianjurkan memperbanyak berdzikir.

    Anjuran berdzikir pada waktu pagi dan petang diperintahkan Allah SWT dalam surah Al-Ahzab ayat 41-42. Allah SWT berfirman,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا , وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا


    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.

    Bacaan Dzikir Pagi Pembuka Rezeki

    Bacaan ini dapat dilakukan setelah sholat Subuh hingga terbit matahari. Menurut Ustaz Abdul Wahhab dalam buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang, dzikir masih bisa diamalkan saat matahari meninggi ketika waktu Dhuha tiba, sekitar pukul tujuh atau delapan pagi.

    1. Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”

    2. Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, dan Surah An Nas (3x)

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al Ikhlas: 1-4)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    Qul a’ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al Falaq: 1-5)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    Qul a’ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An Nas: 1-6)

    3. Dzikir Pagi Pertama

    أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

    Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.”

    4. Dzikir Pagi Kedua

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur

    Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”

    5. Sayyidul Istighfar

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

    Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    6. Dzikir Pagi Ketiga (3x)

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اَللّٰھُمَّ اِنِّیْ اَعُوْذُبِکَ مِنَ الْکُفْرِ وَالْفَقْرِ ، اَللّٰھُمَّ اِنِّی اَعُوْذُ بِکَ مِنَ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا اِلَہَ اِلَّا اَنْتَ

    Allahumma ‘aafinii fii badani, Allahumma ‘aafini fii sam’ii, Allahumma ‘aafini fii basharii, laa ilaa haillah anta, Allahumma inni ‘auudzubika minal kufri walfaqri, Allahumma innii ‘audzubika min’adzaabil qabri, laa ilahaillaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, selamatkan tubuhku. Ya Allah, selamatkan pendengaranku. Ya Allah selamatkan penglihatanku. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud, Ahmad, dan An-Nasa’i)

    7. Dzikir Pagi Keempat

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah)

    8. Doa Pagi Pertama

    اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

    Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

    Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud, Shahih At-Tirmidzi)

    9. Dzikir Pagi Kelima

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

    Artinya: “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    10. Doa Pagi Kedua

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Yaa hayyu yaa qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (HR Hakim)

    11. Dzikir Pagi Keenam

    أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

    Artinya: “Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (HR Ahmad)

    12. Tasbih (100x)

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhaanaallaahi wabihamdih

    Artinya:”Maha Suci Allah sambil memuji-Nya”

    13. Dzikir Pagi Ketujuh

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُi

    Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir

    Artinya:”Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

    14. Dzikir Pagi Kedelapan (3x)

    .سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

    Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih

    Artinya: “Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.”

    15. Dzikir Pagi Kesembilan (3x)

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”

    16. Istighfar (100x)

    أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Astaghfirullaaha waatuubu ilaiih

    Artinya:”Aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”

    Bacaan Dzikir Petang Sesuai Sunnah

    Dilansir dari buku Dzikir Pagi & Petang karya Ustaz Fadli Ramadhan, waktu terbaik membaca dzikir petang dapat dimulai dari selepas salat Ashar hingga waktu terbenamnya matahari. Ada pula yang berpendapat dzikir petang boleh diamalkan setelah terbenamnya matahari apabila terdapat uzur karena lebih baik dilakukan daripada meninggalkannya.

    1. Taawudz

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Audzubillahiminasyaitonirojim

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    2. Ayat Kursi (1x)

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Allahu laa ilaa haillaa huwa hayyul qoyyuum, laa ta’khudzu sinatuu wa laa naum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi, mandzalladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi’idznihi ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiithuuna bi syai’im min ‘ilmihi illa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, wa laa yaudhuhu hifdzu humaa wa huwal aliyyul ‘adhiim.

    Artinya: “Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (QS Surah Al Baqarah: 255)

    3. Surah Al Ikhlas (3x)

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    Qul huwa allahu ahad, allahus shamad, lam yalid wa lam yuulad, wa lam ya kullahu kufuwan ahad.

    Artinya: “Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”

    4. Surah Al Falaq (3x)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    Qul a’uudzu birabbil falaq, min syarri maa khalaq, wa min syarri ghaasiqin idza waqab, wa min syarrin naffathaati fil ‘uqad, wa min syarri haasidin idza hasad.

    Artinya: Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Subuh dari kejahatan makhluk Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

    5. Surah An Nas (3x)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    Qul a’uudzu bi rabbin naas, malikin naas, ilahinaas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wannaas.

    Artinya: “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia’.”

    6. Dzikir Petang Pertama

    أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    Amsaynaa ‘ala fithrotil Islam, wa ‘ala kalimatil ikhlash, wa ‘ala diini nabiiyinaa muhammad shallallahu alaihi wa sallam, wa ‘ala millati abaina ibrahim haniifan muslimaw wa maa kaana minal musyrikiin.

    Artinya: “Di waktu petang kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”

    7. Dzikir Petang Kedua

    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

    Radhiitu billahi rabba, wa bil islaama diina, wa bimuhammadin nabiyya.

    Artinya: “Aku rela (rida) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”

    8. Dzikir Petang Ketiga

    اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا ، وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

    Allahumma bika amsaynaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa, wa bika namuutu wa ilaikal mashir.

    Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).”

    9. Dzikir Petang Keempat

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Amsaynaa wa amsal mulku lillahi, walhamdulillah, laa ilahaillallah wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahulhamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir, rabbi as’aluka khaira maa fii hadzal yaumi wa khaira maa ba’dahu, wa a’uudzu bika min syarri maa fii hadzal yaumi wa syarrimaa ba’dahu, rabbi a’uudzubika minal kasali, wa suu’ul kibari, rabbi a’uudzu bika min ‘adzaabin naari, wa ‘adzaabilqabri.

    Artinya: “Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala se-suatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.”

    10. Sayyidul Istighfar

    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Allahumma anta rabbi laa ilaa hailla anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tatho’tu. ‘a uudzu bika min syarrimaa shana’tu, abuu ‘u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidhanbii, faghfirlii, fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau lah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di dalam hidayahmu, dan perjanjian dengan-Mu. Sebisa yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu, dari segala kejelekan yang aku perbuat. Aku bersyukur atas nikmat yang Engkau limpahkan kepada kami, dan aku menyesal atas segala yang dosa yang aku perbuat. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

    11. Dzikir Petang Keenam

    اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal ‘afiyata fid dunya wal akhiroh. Allahumma inni as-alukal a’fwa wal ‘afiyata fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allahummastur ‘auroti wa amin row’ati. Allahummahfadzni min baini yadayya wa min kholfi wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi wa a’uzubika bi ‘adzomatika an ughtala min tahti.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”

    12. Dzikir Petang Ketujuh (3x)

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اَللّٰھُمَّ اِنِّیْ اَعُوْذُبِکَ مِنَ الْکُفْرِ وَالْفَقْرِ ، اَللّٰھُمَّ اِنِّی اَعُوْذُ بِکَ مِنَ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا اِلَہَ اِلَّا اَنْتَ

    Allahumma ‘aafinii fii badani, Allahumma ‘aafini fii sam’ii, Allahumma ‘aafini fii basharii, laa ilaa haillah anta, Allahumma inni ‘auudzubika minal kufri walfaqri, Allahumma innii ‘audzubika min’adzaabil qabri, laa ilahaillaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku. Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.

    13. Dzikir Petang Kedelapan

    اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

    Allahumma ‘aalimal ghaibi was syahaadah, faathiris samaawaati wal ardhi, rabbi kulli syain wa maliikahu, asyhadu allaa ilaa hailla anta, a’udzuu bika min syarri nafsii, wa syarri sysyaitahaai wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsi suu’aan au ajurrohu ila muslim.

    Artinya: “Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.

    14. Dzikir Petang Kesembilan (4x)

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Bismillahi laa yadhurru ma’a smihi syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa huwa ssmii’ul aliim.

    Artinya: “Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit. Dia-lah Yang Maha mendengar dan Maha mengetahui.”

    15. Dzikir Petang Kesepuluh

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

    Ya hayyun ya qayyum, birahmatika astaghiistu, ashlih lii sya’nii kullihi walaa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).

    16. Dzikir Kesebelas (3x)

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    A’udzu bikalimaatil lahit tammaa ti mins syarri maa kholaq.

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan-Nya.”

    17. Dzikir Petang Kedua Belas (100x)

    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhanallahi wabihamdihi.

    Artinya: “Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.”

    18. Dzikir Petang Ketiga Belas (1x, 10x, atau 100x)

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

    Laa ilaahaillallah wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syain qadiir.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan dan bagi-Nya pujian dan Dia Mahaberkuasa atas segala sesuatu.”

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus Lebih Baik Dibaca Kapan? Ini Waktunya


    Jakarta

    Doa Nabi Yunus dapat diamalkan umat Islam. Bacaan ini dipanjatkan oleh Nabi Yunus ketika ditelan ikan paus.

    Doa tersebut tercantum dalam surah Al Anbiya’ ayat 87. Bacaan di dalamnya ditujukan untuk memohon ampun dan petunjuk Allah SWT atas penyesalan dari kesalahan yang pernah diperbuat.

    Syamsuddin Noor dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Doa Para Nabi mengutip kitab Fathul Mu’in susunan Imam Zainuddin bin Abdul ‘Aziz Al Malebari bahwa doa Nabi Yunus bisa diamalkan untuk memohon petunjuk saat berada dalam kesulitan. Selain itu, doa juga dibaca ketika memiliki hajat tertentu.


    Lantas, kapan waktu terbaik mengamalkan doa Nabi Yunus?

    Doa Nabi Yunus Lebih Baik Dibaca sebelum Subuh

    Menukil dari buku Menyelami Seluk-Beluk Makrifat tulisan K H Nasaruddin Umar, doa Nabi Yunus sebaiknya dibaca setiap hari. Waktu terbaik membacanya adalah sebelum salat Subuh sebanyak 100 kali dan setelah salat Isya sebanyak 100 kali.

    Muslim dapat mengamalkan doa Nabi Yunus berulang kali sebagai bentuk pantang menyerah dalam berdoa. Dari Imam Abu Nu’aim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Demi Dzat yang menguasai jiwaku, sesungguhnya ada seorang hamba yang berdoa kepada Allah, tapi Allah sedang murka kepadanya, maka Allah tidak mengindahkan doanya. Kemudian ia berdoa kepada Allah (lagi), Allah tidak mengindahkan doanya (kembali). Kemudian ia berdoa kepada Allah (lagi), lalu Allah berkata kepada para malaikat-Nya: ‘Hamba-Ku ini tidak mau berdoa kepada selain-Ku, maka Aku sungguh mengabulkan doanya.’” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu terjemahan Muhammad Zaenal Arifin)

    Ada juga pendapat lebih umum yang menganjurkan memanjatkan doa pada waktu-waktu mustajab. Salah satunya pada sepertiga malam terakhir.

    Doa Nabi Yunus: Arab, Latin dan Artinya

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

    Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz-zaalimiin

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Keutamaan Membaca Doa Nabi Yunus

    Masih dari sumber yang sama, keutamaan membaca doa Nabi Yunus tercantum dalam hadits Rasulullah SAW,

    “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin’ Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR At Tirmidzi)

    Selain itu, dijelaskan dalam buku Zikir-zikir Pembersih dan Penentram Hati oleh M Rojaya, keutamaan doa Nabi Yunus lainnya adalah dimudahkan menghadapi kesulitan. Ketika seseorang sedang dihadapkan dengan masalah insyaallah saat mereka membaca doa Nabi Yunus akan diberi jalan keluar oleh Allah SWT.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Sulaiman untuk Mendapatkan Uang dan Kekayaan


    Jakarta

    Ada doa Nabi Sulaiman AS yang diamalkan untuk memohon kekayaan seperti uang kepada Allah SWT. Muslim bisa turut mengamalkannya setiap hari seusai salat fardhu.

    Nabi Sulaiman AS adalah salah satu nabi yang dianugerahi kekuasaan dan kekayaan. Ditambah lagi sejumlah mukjizat yang tidak banyak dimiliki oleh nabi lainnya seperti, berbicara dengan hewan hingga memimpin pasukan jin dan burung hud-hud yang diceritakan dalam surah An-Naml ayat 17,

    وَحُشِرَ لِسُلَيْمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ


    Artinya: “Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).”

    Dilansir dari buku Doa dalam Al-Quran dan Sunnah karangan Quraish Shihab, doa yang dipanjatkan Nabi Sulaiman AS berkenaan dengan kekayaan dan kekuasaan bukanlah doa yang terlarang dipanjatkan. Doa ini dibolehkan selama dengan tujuan mengabdi kepada Allah SWT dan masyarakat.

    Doa Nabi Sulaiman untuk Kekayaan Arab-Latin

    Nabi Sulaiman AS pernah memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk diturunkan mukjizat dan harta kekayaan yang melimpah tersebut. Doa tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an yakni surah Sad ayat 35.

    Menurut Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa dalam buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa, doa ini dapat diamalkan tiap hari setelah salat fardhu. Berikut bacaannya.

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ …

    .. rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li’aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb(u).

    Artinya: “… Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut (dimiliki) oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

    Dikutip dari buku Ensiklopedi Doa oleh Hamid Ahmad Ath-Thahir, muslim bisa mencontoh doa yang diamalkan Nabi Sulaiman AS dalam doa sehari-hari. Pada doanya, Nabi Sulaiman AS bertawasul kepada Allah SWT dengan menggunakan nama-nama-Nya yang indah.

    Tidak lupa, Nabi Sulaiman AS turut mengamalkan doa agar selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT berupa ilmu, kekayaan, dan kekuasaan. Doa ini termaktub dalam surah An Naml ayat 19 berikut bacaan doanya:

    رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ …

    … rabbi auzi’nī an asykura ni’matakal-latī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn(a).

    Artinya: … “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Kisah di Balik Doa Nabi Sulaiman untuk Kekayaan

    Dikisahkan, kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki sempat membuat Nabi Sulaiman AS lalai. Kisah tersebut kemudian terabadikan dalam surah Sad ayat 31-35.

    Ditafsirkan Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Lubab Jilid 3, Nabi Sulaiman AS terpesona kuda-kuda yang dimilikinya hingga lalai untuk berzikir di waktu Ashar. Nabi Sulaiman AS lalu diberikan ujian oleh Allah SWT berupa sakit keras yang menghilangkan kekuatannya.

    Allah SWT berfirman dalam surah Sad ayat 34 yang berbunyi,

    وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَىٰ كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ

    Artinya: “Sungguh, Kami benar-benar telah menguji Sulaiman dan Kami menggeletakkan(-nya) di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.”

    (rah/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Sholat Witir 3 Rakaat Lengkap dengan Latin dan Artinya


    Jakarta

    Sholat Witir adalah sholat sunnah yang jumlah rakaatnya ganjil dan dikerjakan pada malam hari. Jumlah rakaat sholat witir bisa satu rakaat, tiga, lima, tujuh sembilan dan paling banyak sebelas rakaat.

    Mengutip buku Pedoman Praktis Sholat Wajib dan Sunnah oleh Ahmad Muhaimin Azzet, Rasulullah SAW pernah menyampaikan jika mengerjakan sholat witir cukup sekali dalam semalam. Jika dilakukan dua kali, maka jumlah keseluruhan rakaat sholat Witir menjadi genap.

    Hukum mengerjakan sholat Witir adalah sunnah muakkad. Sholat Witir termasuk sholat yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sesuai riwayat Ali bin Abi Thalib,


    “Sholat Witir bukanlah merupakan sholat yang harus dikerjakan sebagaimana sholat fardhu. Sholat Witir adalah sholat yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.” (HR Tirmidzi, Nasa’i, & Ahmad)

    Sebagaimana hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari, “Sholat Witir adalah hak bagi setiap Muslim. Barang siapa yang senang mengerjakan sholat Witir sebanyak tiga rakaat, silakan ia kerjakan. Dan barang siapa yang senang mengerjakan sholat Witir sebanyak satu rakaat, silakan ia kerjakan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, & Ibnu Majah)

    Tata Cara Sholat Witir

    Kembali mengutip dari buku Pedoman Praktis Sholat Wajib dan Sunnah, cara mengerjakan sholat witir bila lebih dari satu rakaat bisa setiap dua rakaat salam dan yang terakhir dengan satu rakaat salam. Bila mengerjakan sholat witir tiga rakaat dan tidak memilih cara dengan dua rakaat salam, maka juga bisa dengan tiga rakaat sekaligus, tapi tidak memakai duduk tasyahud awal agar berbeda dengan sholat Maghrib.

    Sementara itu pada rakaat terakhir dari sholat witir yang dikerjakan, disunnahkan membaca doa qunut terutama pada sholat witir yang dilakukan setelah 15 Ramadhan sampai akhir bulan. Adapun niat apabila ingin mengerjakan sholat Witir tiga rakaat sekaligus sebagai berikut:

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab Latin: Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan (ma’muuman/imaaman ) lillahi ta’aala

    Artinya: Saya niat mengerjakan salalat Sunnah Witir, tiga raka’at dengan menghadap kiblat, [makmum/imam], karena AllahTa’ala.

    Doa Setelah Sholat Witir

    Setelah melaksanakan sholat Witir, jemaah tidak perlu langsung meninggalkan tempat sholat sebab ada doa yang dapat dipanjatkan setelah sholat Witir. Mengutip Buku Pintar Shalat dan kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, berikut ini lafaz doa setelah sholat Witir:

    سُبْحَانَ المَلِكِ القُدَّوْسِ 3x

    سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

    اللَّهُم إِنِّي أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوْذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِينًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ. اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيرَنَا يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Latin: Subhaanal malikil qudduus 3x

    Subbuuhun qudduusun rabbunaa warabbul malaaikatu warruuh

    Allahumma innii a’uudzu bi ridhaaka min sakhathika wa a’uudzu bi mu’aafaatika wa a’uudzu bika laa uhshii tsanaa-an ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘ala nafsika

    Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi’an. Wanas-aluka ‘ilman naafi’an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka ‘amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wanas-aluka tamaamal ‘aafiyah. Wanas alukasy-syukra ‘alal ‘aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a ‘anin naas.
    Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu’anaa watadharru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaah yaa allaah yaa allaah yaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu ‘alaa khairi khalqihii muhammadin wa ‘alaa aalihii wasahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina

    Artinya: “Maha Suci Raja yang Maha Kudus 3x.”

    “Maha Suci Tuhan kami, Tuhan segala malaikat dan roh.”

    “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu, dan aku berlindung kepada ampunan-Mu dari siksaan-Mu, serta aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak dapat menghitung pujian kepada-Mu, Engkau adalah seperti pujian yang Engkau tujukan untuk diri-Mu.”

    “Ya Allah Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu iman yang kekal, dan kami memohon kepada-Mu agar hati kami khusyuk, dan kami mohon kepada-Mu berikan ilmu yang bermanfaat, tetapkan keyakinan kami, amal yang sholeh, tetapkan agama Islam di hati kami, limpahkan kebaikan, ampunilah kami, berilah kesehatan, dan rasa cukup kepada kami. Ya Allah Tuhan kami, terimalah sholat kami, puasa kami, ruku’ kami, khusyuk kami, dan pengabdian kami. Sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat, ya Allah, ya Allah, ya Allah, Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang! Limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan kepada semua sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

    (HR Abu Dawud & Nasa’i dari Ubay bin Ka’ab, dan HR Abu Dawud, Nasa’i & Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib)

    Demikian bacaan doa setelah sholat witir 3 rakaat. Semoga bermanfaat.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sehabis Wudhu Arab, Latin dan Artinya Lengkap


    Jakarta

    Doa sehabis wudhu menjadi amalan sunnah yang dapat dikerjakan muslim. Wudhu sendiri adalah aktivitas yang wajib dilakukan sebelum melangsungkan salat karena termasuk syarat sah.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Maidah ayat 6,

    … يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki…”

    Menukil dari buku Kedahsyatan Manfaat Air Wudhu yang ditulis oleh Mukhsin Matheer, wudhu berasal dari kata Al-Wadha’ah yang artinya kebersihan dan kecerahan. Dari segi istilah, wudhu berarti menggunakan air untuk anggota-anggota tubuh tertentu untuk menghilangkan hal-hal yang dapat menghalangi seseorang untuk salat atau melakukan ibadah lainnya.

    Adapun, terkait doa sehabis wudhu diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya dari Umar bin Khattab RA, beliau bersabda:

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan lainnya)

    Doa sehabis Wudhu Lengkap Versi Panjang dan Pendek

    Setidaknya ada dua macam doa sehabis wudhu yang dapat diamalkan muslim. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Akil.

    1. Doa sehabis Wudhu Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    2. Doa sehabis Wudhu Pendek

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Keutamaan Doa sehabis Wudhu

    Disebutkan dalam buku Gantung Wudhu yang disusun oleh Dr H Sagiran, membaca doa sehabis wudhu akan menyucikan muslim dari dosa-dosa. Wudhu menjadi perantara menyucikan diri.

    Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita. Dengan memanjatkan doa tersebut, Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang yang suci.

    Tata Cara Wudhu yang Benar

    1. Membaca niat wudhu,

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala.”

    2. Membaca basmalah

    3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

    4. Berkumur tiga kali

    5. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

    6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

    7. Membasuh kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali

    8. Mengusap kepala tiga kali

    9. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri

    10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan kemudian kaki kiri

    Manfaat Wudhu bagi Muslim

    Mengutip dari buku Dahsyatnya Terapi Wudhu oleh Muhammad Syafi’ie el-Bantanie, manfaat berwudhu adalah menggugurkan dosa-dosa yang telah diperbuat. Amr bin Abasah meriwayatkan,

    “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang wudhu, maka Rasulullah menjawab, ‘Tiada seorang pun dari kalian yang berwudhu; berkumur, menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya kembali, melainkan keluarlah kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh mulut dan hidungnya. Kemudian, ketika ia membasuh mukanya seperti yang telah diperintahkan oleh Allah SWT, maka keluarkan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh wajahnya (mata dan telinganya) itu melalui janggutnya beserta air tersebut.

    Ketika ia membasuh kedua tangannya sampai siku, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh kedua tangannya itu melalui jari-jari beserta air tersebut. Ketika ia mengusap kepalanya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh kepala (pikiran)-nya itu melalui ujung rambutnya beserta air tersebut. Dan ketika ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh kedua kakinya itu melalui jari-jarinya beserta air tersebut.

    Lalu, apabila ia berdiri hendak menunaikan salat, kemudian melaksanakannya, memuji, memuliakan, dan mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya, disertai sikap khusyuk menghadap kepada-Nya, maka terlepaslah ia dari kesalahan-kesalahannya seperti ketika ia baru dilahirkan oleh ibunya.”

    Selanjutnya, Amr bin Abasah menceritakan hadis ini kepada Abu Umamah, seorang sahabat Rasulullah saw. Lalu, Abu Umamah berkata kepada Amr, ‘Hai Amr bin Abasah, pikirkanlah terlebih dahulu apa yang akan kau ucapkan kepada orang lain.’

    Amr menjawab, ‘Wahai Abu Umamah, umurku telah tua, tulangku telah lemah, dan ajalku pun telah dekat, apakah aku memiliki keinginan untuk berbohong atas nama Allah dan Rasulullah SAW? Sekiranya aku mendengar hadits tersebut dari Rasulullah SAW, hanya sekali, dua atau tiga kali, bahkan tujuh kali, maka aku tidak akan menceritakannya untuk selama-lamanya. Akan tetapi aku mendengar hadis tersebut lebih banyak dari itu.” (HR. Muslim).

    Itulah doa sehabis wudhu dan informasi terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Setelah Sedekah Subuh agar Dilancarkan Rezeki


    Jakarta

    Umat muslim dianjurkan untuk senantiasa bersedekah. Nah, ada suatu waktu yang sangat dianjurkan untuk bersedekah, yakni setelah salat Subuh atau disebut juga sedekah Subuh.

    Sedekah merupakan perbuatan mengeluarkan sebagian harta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah hukumnya sunnah dan termasuk amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW.

    Dalam suatu hadits, Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:


    “Allah SWT berfirman, ‘Hai manusia, berinfaklah niscaya Aku akan berinfak kepadamu’. Beliau menuturkan, ‘Janji Allah SWT akan terus mengalir melimpah ruah sepanjang malam dan siang hari tanpa kekurangan sedikitpun’.” (HR Muslim)

    Setelah melaksanakan sedekah Subuh, ada doa yang bisa dibaca dan diamalkan. Seperti apa doa setelah sedekah Subuh? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Doa Setelah Sedekah Subuh

    Seusai bersedekah di waktu Subuh, terdapat doa yang bisa dipanjatkaan untuk memperoleh keutamannya. Dalam buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari oleh Muhammad Ainur Rasyid, berikut bacaan doanya:

    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Rabbana taqabbal minna innaka antas sami’ul alim.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,”

    Lalu, terdapat juga niat yang bisa dibaca sebelum mengerjakan sedekah Subuh. Bacaan niatnya sebagai berikut:

    نَوَيْتُ التَّقَرُّبَ اِلَى اللهِ تَعَالَى وَاتِّقَاءَ غَضَبِ الرَّبِّ جل جلاله وَاتِّقَاءَ نَارِ جَهَنَّمَ وّالتَّرَحُّمَ عَلَى الاخْوَانِ وَصِلَةَ الرَّحِمِ وَمُعَاوَنَةَ الضُّعَفَاءِ وَمُتَابَعَةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَاِدْخَالَ السُّرُوْرِ عَلَى اْلاِخْوَانِ وَدَفْعِ البَلاَءِ عَنْهُ وَعَنْ سَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلاِنْفاَقَ مِمَّا رَزَقَهُ الله وَقَهْرَ النَّفْسِ وَالشَّيْطَانِ

    Arab latin: Nawaitut taqoruba ilallahi ta’ala wattiqoaa ghadlabir rabbi jalla jalaluhu wattiqoa nari jahannama wattarakhkhuma ‘ala ikhwani wa shilatur rahimi wa mu’awanatadh dlu’afai wa mutaba’atan nabiyyi shallallahu ‘alaihi wa sallama wa idkholas sururi ‘alal ikhwani wa daf’il balai ‘anhu wa ‘an sairil muslimina wal infaqo mimma razaqohullahu wa qohran nafsi wasy syaithoni.

    Artinya: “Aku niat (bersedekah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka Tuhan, menghindari api neraka jahannam, berbelas kasih kepada saudara dan menyambung silaturahmi, membantu orang-orang yang lemah, mengikuti Nabi Saw, memasukkan kebahagiaan pada saudara, menolak turunnya dari mereka dan semua kaum muslimin, menafkahkan rizki yang diberikan oleh Allah, dan untuk mengalahkan nafsu dan setan.”

    Anjuran untuk Bersedekah

    Dilansir buku Dahsyatnya Amalan Pembuka Rezeki oleh M. Arifin Ilham dan M. Nurani, waktu terbaik untuk bersedekah adalah saat Subuh, yakni setelah salat Subuh hingga menjelang salat Dzuhur.

    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

    Artinya: Nabi SAW menuturkan, “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya, lalu salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya.’ Sedangkan (malaikat) yang satunya lagi berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)’.” (HR Bukhari)

    Sebenarnya, bersedekah tak hanya dilakukan saat waktu Subuh saja, namun bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 245, Allah SWT telah berfirman mengenai perintah untuk bersedekah bagi seluruh umatnya,

    مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَٱللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

    Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

    Cara Mengamalkan Sedekah Subuh

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam mengamalkan sedekah Subuh. Perlu diketahui, sedekah Subuh dapat dilakukan pada waktu setelah salat Subuh hingga sebelum matahari keluar.

    Adapun cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengamalkan sedekah Subuh, yaitu:

    • Bersedekah di kotak amal masjid/mushola setelah melaksanakan salat Subuh berjamaah. Bagi para istri boleh menitipkan sedekahnya kepada suami atau anak yang beribadah di masjid/mushola.
    • Mengirim uang melalui rekening bank atau dompet digital di waktu Subuh kepada orang tua, saudara, lembaga sosial, atau kerabat yang sedang membutuhkan bantuan.
    • Memberi makanan kepada tetangga, pondok pesantren, panti asuhan, atau ke tempat-tempat yang memungkinkan disedekahi dalam bentuk makanan. Waktu membagikannya persis setelah salat Subuh atau sebelum matahari muncul.

    Selain dengan membagikan rezeki, sedekah Subuh juga bisa dilakukan dengan berdzikir atau berbuat baik kepada orang lain. Contohnya seperti memberi salam, menyapa, dan tersenyum kepada tetangga, membantu orang lain, serta mengucapkan hal-hal baik.

    Adab ketika Bersedekah

    Sebagai umat muslim yang taat sebaiknya perlu mengetahui sejumlah adab ketika bersedekah, terutama saat sedekah Subuh. Menukil buku 100 Kesalahan dalam Sedekah karya Reza Pahlevi Dalimuthe, berikut adab-adabnya:

    • Diniatkan dengan tulus semata-mata mengharap ridha Allah, bukan karena haus pujian
    • Sedekah menggunakan harta yang halal
    • Berasal dari hasil usaha yang terbaik
    • Merahasiakan saat mengeluarkan sedekah
    • Mewakilkan penyerahan untuk menghindari sifat riya
    • Mendoakan agar sedekah yang diberikan bermanfaat bagi si penerima
    • Mendahulukan orang saleh, orang yang sedang menuntut ilmu, serta fakir miskin yang meminta-minta
    • Tidak menunda-nunda sedekah
    • Tidak dibahasakan secara lugas kepada penerima untuk menjaga perasaannya.

    Itu dia pembahasan mengenai bacaan doa setelah sedekah Subuh agar mendapatkan keberkahan dan dilancarkan rezekinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Lama Doa Nabi Yunus Dikabulkan?


    Jakarta

    Nabi Yunus AS terkenal dengan kisah dan doanya saat ditelan paus. Kini, doa Nabi Yunus saat di dalam perut paus dapat diamalkan untuk mengabulkan hajat.

    Merangkum buku Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, Nabi Yunus AS adalah nabi yang diutus Allah SWT untuk berdakwah kepada penduduk di tempat bernama Ninawa. Sebab, penduduk di daerah ini masih dalam kegelapan, kebodohan dan kekafiran.

    Singkat cerita, perjalanan dakwah Nabi Yunus AS tidaklah mulus. Penduduk Ninawa adalah orang-orang yang keras kepala, mereka telah menutup mata dan telinga mereka dari ajaran Nabi Yunus AS.


    Sikap penduduk Ninawa membuat jengkel dan marah Nabi Yunus AS. Beliau memutuskan untuk pergi meninggalkan kewajiban dakwahnya kepada penduduk Ninawa untuk mengesahkan Allah SWT.

    Di tengah pelariannya, Nabi Yunus AS sampai di tepi dermaga dan dia mendapatkan sebuah kapal yang penuh dengan muatan siap untuk berangkat. Beliau akhirnya memutuskan untuk menumpang di kapal tersebut.

    Namun, saat mengarungi lautan keadaan memburuk karena kapal yang ditumpangi Nabi Yunus AS hampir tenggelam karena badai. Awak kapal memutuskan untuk mengundi siapa di antara penumpang yang harus keluar dari kapal tersebut.

    Setelah dilakukan pengundian, ternyata nama Nabi Yunus AS yang keluar sebanyak 3 kali. Akibatnya, Nabi Yunus AS harus dikorbankan untuk dilempar ke laut.

    Saat terombang-ambing di tengah laut, datanglah seekor paus besar. Paus tersebut kemudian menelan Nabi Yunus AS, tapi tidak memakannya. Ini membuat tubuh Nabi Yunus AS terjebak di dalam perut paus.

    Selama di dalam perut paus, Nabi Yunus AS berdoa dan berdzikir tiada henti kepada Allah SWT. Setelah 40 hari berdoa dan berdzikir, akhirnya tobat Nabi Yunus AS diterima dan diampuni oleh Allah SWT.

    Atas izin Allah, Nabi Yunus AS disembur keluar dari perut paus ke sebuah dataran yang kering dan tandus. Di tempat tersebut, Nabi Yunus AS diberikan pertolongan berupa tumbuhnya pohon labu untuk berteduh, dan buahnya bisa dimakan sebagai karunia dari Allah SWT. Di sana, Nabi Yunus AS bertemu kembali dengan kaum yang telah bertobat setelah sebelumnya menolak ajarannya.

    Bacaan Doa Nabi Yunus AS

    Mengutip buku Doa Para Rasul dan Nabi yang disusun oleh Nurul Huda, berikut bacaan doa Nabi Yunus yang ada di dalam Al-Qur’an pada surat Al-Anbiyaa’ ayat 87:

    لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Lā ilaha illa anta sub-ḥanaka inni kuntu minaẓ-ẓalimin

    Artinya: “Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

    Ayat di atas adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS ketika berada di dalam perut ikan paus. Nabi Yunus AS mengakui kesalahannya karena meninggalkan umatnya tanpa ridha Allah.

    Setelah memanjatkan doa tersebut selama 40 hari, tobat Nabi Yunus AS diterima dan dikeluarkan dari dalam perut ikan paus atas seizin Allah SWT.

    Kini, ayat tersebut bisa diamalkan sebagai doa supaya mendapat keselamatan. Jika selalu membaca ayat ini selama 40 hari, insyaallah Allah SWT akan mengampuni dosa hamba-Nya, dihindarkan dari marabahaya, diberi kemurahan dan kelapangan rezeki, dan semua keinginan bisa terkabul.

    Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus

    Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa dalam buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa mengutip cerita dari Sa’ad bin Abi Waqqash, bahwa doa Nabi Yunus selain dikenal sebagai doa memohon pertolongan Allah SWT di tengah kesulitan, doa ini juga memiliki keutamaan sebagai doa agar meninggal dalam keadaan syahid dan meminta kesembuhan dari sakit.

    Sa’ad berkata bahwa Rasulullah SAW menyebut doa Nabi Yunus ini dapat dibaca sebanyak 40 kali. Berikut bunyi haditsnya:

    مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ – أَرْبَعِيْنَ مَرَّةً – فِي مَرَضِهِ فَمَاتَ فِيْهِ، أُعْطِيَ أَجْرَ شَهِيْدٍ، وَإِنْ بَرِئَ بَرِئَ مَغْفُورًا لَهُ

    Artinya: “Barang siapa yang berdoa dengannya kepada orang yang sakit sebanyak 40 kali maka jika ia mati, ia mati dalam keadaan membawa pahala mati syahid. Jika sembuh maka sembuh dalam keadaan dosanya terampuni.” (HR Imam Hakim)

    Untuk mengamalkannya, para ulama menganjurkan untuk membaca doa Nabi Yunus sebanyak 40 kali setelah salat Subuh. Adapun yang mengamalkan doa Nabi Yunus sebanyak 1000 kali untuk mohon ampunan.

    Demikian doa Nabi Yunus yang insyaallah dikabulkan jika diamalkan terus menerus selama 40 hari. Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com