Category: Doa Hadits

  • Doa Masuk Pasar dan Adabnya yang Perlu Diperhatikan Muslim


    Jakarta

    Doa masuk pasar bisa diamalkan oleh kaum muslimin. Sebagai umat Islam, sudah sepantasnya kita menyertai doa dalam segala kegiatan, termasuk ketika pergi ke pasar.

    Perintah berdoa tertuang dalam surah Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Mengutip buku Amalan-Amalan Pembuka Pintu Rezeki yang ditulis Nasrudin & Husnul Akib, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah SWT membenci pasar karena satu alasan. Rasulullah SAW bersabda,

    “Tempat yang Allah paling cintai adalah masjid, dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar.” (HR Muslim)

    Hadits di atas ditafsirkan dalam Syarah Shahih Muslim oleh Imam An-Nawawi yang diterbitkan oleh Darus Sunnah. Menurutnya, alasan Allah SWT membenci pasar karena banyak kecurangan, penipuan, riba, persaingan duniawi hingga urusan yang membuat manusia lupa akan perintah Allah SWT.

    Hadits Anjuran Membaca Doa Masuk Pasar

    Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan muslim untuk membaca doa masuk pasar. Beliau bersabda,

    “Barang siapa masuk pasar, kemudian dia membaca (doa masuk pasar), siapa yang membaca doa tersebut ketika masuk pasar, Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, dan menghapuskan darinya satu juta keburukan,” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Darimi, Al Hakim).

    Bacaan Doa Masuk Pasar

    Mengutip dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa yang ditulis oleh Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa dan buku Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hayat karya Nurdin Hasan, setidaknya ada dua versi doa masuk pasar yang bisa diamalkan muslim. Berikut versi pertama doa masuk pasar,

    لا اله الا الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ قدير

    Arab latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syaarika lahu lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil khairu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiirun.

    Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang Maha Esa. Ti- ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia adalah Zat Yang Menghidupkan dan Mematikan serta Dia adalah Zat Yang Maha Hidup tidak akan mati. Dalam kekuasaan-Nya segala ke- baikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR Tirmizi)

    Adapun, doa masuk pasar versi kedua berbunyi sebagai berikut,

    بِسْمِ اللهِ الهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السُّوْقِ وَخَيْرَ مَافِيهَا أعوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَافِيهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أصِيْبَ فِيْهَا يَميْنًا فَاجرَةً أَوْ صَفَقَةً حَاسِرَةً

    Arab latin: Bismillaahi allaahumma innii as’aluka khairo haadzihis suuqi wa khaira maa fiihaa wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa. Allaahumma innii a’uudzu bika an ushiiba fiihaa yamiinan faajirotan au shafaqatan khaasirotan.

    Artinya: “Dengan nama Allah ya Allah, aku memohon kepada Engkau kebaikan pasar ini dan kebaikan apa yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan apa yang ada di dalamnya. Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau jangan aku terkena musibah padanya, karena sumpah durhaka atau laba yang merugikan.” (HR Hakim)

    Adab Masuk ke Pasar

    Menukil dari buku Pelajaran Adab Islam 2 susunan Suhendri dkk, berikut adab masuk ke pasar yang dapat diterapkan oleh muslim.

    1. Berdoa kepada Allah SWT
    2. Tidak menyaringkan suara atau berteriak
    3. Memenuhi akad dan janji antara pembeli-penjual
    4. Bersikap ramah
    5. Menjaga pandangan mata
    6. Tidak berlama-lama
    7. Datang ke pasar karena kebutuhan
    8. Amanah dan jujur

    Itulah doa masuk pasar dilengkapi dengan adabnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Tahajud Lengkap dengan Tata Cara Salat dan Waktu Pelaksanaannya


    Jakarta

    Doa setelah salat tahajud dapat dibaca agar hajat cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Tahajud sendiri merupakan amalan sunnah yang mengandung keutamaan.

    Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR Muslim)

    Mengutip dari buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh & Dhuha yang ditulis Adnan Tarsyah, salat tahajud bisa dikerjakan setelah salat Isya sampai fajar, serta setelah bangun dari tidur. Usai mendirikan tahajud, ada doa yang dapat diamalkan muslim.


    Doa setelah Tahajud: Arab, Latin dan Artinya

    Menukil buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap oleh Nasrullah dan Tim Shahih, berikut doa setelah tahajud.

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Arab latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagiMu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau Maha Benar. JanjiMu benar. Pertemuan denganMu kelak itu benar. FirmanMu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepadaMu aku berserah. Hanya kepadaMu juga aku beriman. KepadaMu aku pasrah. Hanya kepadaMu aku kembali. KarenaMu aku rela bertikai. Hanya padaMu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Jumlah Rakaat Salat Tahajud

    Merujuk pada sumber yang sama, tidak ada batasan rakaat pada salat tahajud. Namun, amalan sunnah ini dilaksanakan minimal dua rakaat.

    Beberapa riwayat menyebut jumlah rakaat tahajud tidak lebih dari 11 dan 13 rakaat, berikut salah satunya:

    “Telah bercerita kepada kami Abdullah ibn Maslamah dari Malik dari Sa’id al-Maqburi dari Abu Salamah ibn ‘Abdurrahman bahwa dia bertanya kepada Aisyah RA: ‘Bagaimana tata cara sholat Nabi SAW pada bulan Ramadhan?’ ‘Aisyah menjawab: “Beliau sholat (sunah qiyamu al-lail) pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau sholat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau sholat tiga rakaat. Aku pernah bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum melaksanakan sholat witir?’ Beliau menjawab: “Mataku memang tidur tapi hatiku tidaklah tidur.”

    Lalu, pada riwayat lainnya dari Ibnu Abbas RA mengatakan,

    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan salat malam 13 rakaat.”

    Tata Cara Salat Tahajud

    Berikut tata cara salat tahajud yang bisa diamalkan muslim seperti dinukil dari Buku Sholat Tahajud & Kebahagiaan oleh Abd Muqit.

    1. Membaca niat salat tahajud,

    اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Usholli sunatat tahajudi rak’ataini mustakbilal qiblati lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

    2. Takbiratul ihram diikuti doa iftitah

    3. Membaca surat Al Fatihah

    4. Membaca surat dalam Al-Qur’an

    5. Rukuk

    6. Itidal

    7. Sujud

    8. Mengulang gerakan seperti rakaat pertama

    9. Membaca doa tahiyat akhir pada rakaat kedua

    10. Salam

    Kapan Waktu Pelaksanaan Salat Tahajud?

    Menurut buku Panduan Sholat Sunnah Rekomendasi Rasulullah karya Zezen Zainal Alim, berikut waktu pelaksanaan salat tahajud yang bisa diamalkan muslim.

    • Sepertiga malam pertama, pukul 20.30 – 23.00
    • Sepertiga malam kedua, pukul 23.00 – 01.30 dini hari
    • Sepertiga malam ketiga, pukul 01.30 dini hari – jelang waktu Subuh

    Waktu yang paling utama mengerjakan salat tahajud adalah sepertiga malam ketiga, yaitu menjelang waktu Subuh.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Muhammad dan Nabi Ayyub ketika Alami Kesulitan


    Jakarta

    Berdoa menjadi salah satu ibadah. Melansir buku Doa Ajaran Ilahi yang ditulis Anis Masykhur dan Jejen Musfah, doa menjadi penyerahan sesuatu kepada Allah SWT. Untuk penyelesaian suatu masalah.

    Oleh karena itu, orang berdoa sebaiknya disertai dengan hati yang penuh kehadiran kepada Allah, yakni segala lafaz yang diucapkan, dipahami dan direnungkan.

    Selain itu orang yang berdoa harus menyadari sebagai pihak yang faqir. Allah SWT berfirman dalam surah Fathir ayat 15:


    يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ ١٥

    Artinya: “Wahai manusia, kamulah yang memerlukan Allah. Hanya Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

    Doa ketika Mengalami Kesulitan

    رَبِّ أَنِّي مَسَّنِي الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

    Rabbi annî massaniyadh-dhurru wa anta arhamur-rahimîn

    Artinya: Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang (QS Al-Anbiya’: 83).

    Doa ini merupakan pengaduan Nabi Ayyub a.s Beliau dikenal sebagai seorang Nabi yang dicoba Allah dengan cobaan yang bertumpuk- tumpuk dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

    Cobaan tersebut mulai dari ditinggal wafat anak-anaknya, harta kekayaannya terkuras habis, terbakar, terkena hama, dan banjir; dan pada akhirnya ditimpa penyakit yang sangat menjijikkan, yaitu penyakit kulit sehingga diusir dari kampungnya. Hanya istrinya, satu-satunya manusia yang setia mendampinginya. Cobaan tersebut, menurut riwayat Hasan dari Qatadah, menimpa Nabi Ayyub selama 7 tahun.

    Ibnu Katsir mengatakan, bahwa ketika Nabi Ayyub a.s. ditimpa cobaan yang sangat berat ini, setan juga gencar sekali melancarkan godaan-godaannya melalui berbagai lini.

    Sasaran pertama adalah para penduduk, sehingga Ayyub diasingkan (diusir) dari kehidupan masyarakat.

    Kedua, Ayyub diiming-imingi obat yang terbuat dari khamr (sejenis minuman arak yang memabukkan) dengan jaminan, bila ia menggunakannya akan mendapati kesembuhan dari penyakit hina tersebut.

    Setan berkata: “Bila dirimu ingin sembuh, cobalah obat dari khamr ini.”

    Ketiga, istrinya hampir saja tergoda oleh setan untuk meninggalkan dirinya; dan godaan-godaan lainnya.

    Nabi Ayyub membaca doa ini terus menerus dan memohon kepada Allah SWT sampai akhirnya diberikan kesembuhan.

    Doa Rasulullah SAW saat Mengalami Kesulitan

    Doa ketika dihadapkan dengan kesulitan yang dibaca Rasulullah SAW ini dikutip dalam buku Ampuhnya Mukjizat Doa dan Dzikir Para Nabi yang ditulis Ustadz Ali Amrin al-Qurawy:

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا.

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan, kecuali yang Engkau jadikan mudah. Sedangkan, yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.” (HR. Ibnu Hibban).

    Menurut Ibnu Sunni, Nabi Muhammad SAW membaca doa tersebut apabila menghadapi kesulitan agar dimudahkan oleh Allah SWT.

    Allah SWT memberikan ujian demi ujian kepada hamba-Nya. Ujian ini tidak semata-mata dalam bentuk kesulitan atau kemalangan hidup, tetapi kesenangan hidup. Hanya saja, manusia sering kali benar-benar merasa diuji kala ditimpa kesulitan hidup.

    (aeb/aeb)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa, Tata Cara dan Waktu Terbaik Memotong Kuku dalam Islam


    Jakarta

    Menjaga kebersihan tubuh merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Salah satu bentuk menjaga kebersihan adalah dengan memotong kuku secara rutin.

    Menurut buku Fakta Ilmiah Amal Sunnah Rekomendasi Nabi karya Haviva, kotoran yang berada di celah-celah kuku dapat mencegah air menyentuh pori-pori saat berwudhu. Oleh karena itu, memotong kuku penting agar wudhu seorang Muslim dianggap sah.

    Selain menjaga kebersihan, memotong kuku juga memiliki tata cara tersendiri dalam Islam. Tata cara potong kuku bisa diawali dengan doa.


    Doa Potong Kuku

    Dalam Islam, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca saat memotong kuku. Doa ini menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam rangka menjaga kesucian dan kebersihan tubuh, yang merupakan bagian penting dari ibadah.

    Berikut adalah doa yang bisa dibaca saat memotong kuku, sebagaimana tercantum dalam buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil.

    بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ، وَ عَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

    Arab latin: Bismillaah wa billaah, wa ‘alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Cara Potong Kuku dalam Islam

    Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Bari menyatakan bahwa tidak ada hadits yang sahih mengenai urutan memotong kuku yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Meski begitu, Rasulullah SAW pernah memberikan contoh untuk memulai segala sesuatu dari sisi kanan.

    Berikut ini adalah tata cara memotong kuku tangan yang baik, sebagaimana dijelaskan dalam buku Jangan Remehkan Amalan-amalan Ringan karya Abdul Aziz Sa’dua.

    1. Jari telunjuk tangan kanan
    2. Jari tengah tangan kanan
    3. Jari manis tangan kanan
    4. Jari kelingking tangan kanan (tinggalkan ibu jari tangan kanan)
    5. Jari kelingking tangan kiri
    6. Jari manis tangan kiri
    7. Jari tengah tangan kiri
    8. Jari telunjuk tangan kiri
    9. Ibu jari tangan kiri
    10. Ibu jari tangan kanan

    Waktu Potong Kuku

    Dikutip dari buku Safinah Simple Series karya Zackiyah Ahmad, waktu potong kuku yang terbaik berdasarkan suatu hadits di bawah ini.

    “Rasulullah memotong kuku dengan dan menggunting kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi salat.” (Riwayat Baihaqi dan Thabrani).

    Hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Thabrani ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW biasa memotong kuku dan menggunting kumis pada hari Jumat sebelum beliau berangkat untuk melaksanakan salat Jumat.

    Hadits ini menunjukkan bahwa Jumat adalah waktu yang sangat baik dan dianjurkan untuk melakukan kebersihan diri, termasuk memotong kuku dan merapikan kumis. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Rasulullah SAW.

    Dengan memotong kuku waktu tersebut, seorang muslim mengikuti contoh Rasulullah SAW, sekaligus memuliakan hari Jumat yang dikenal sebagai hari yang penuh berkah dalam Islam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Anak Yatim Golongan yang Istimewa, Disebut dalam Hadits Rasulullah SAW


    Jakarta

    Anak yatim memiliki kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam. Dalam beberapa dalil disebutkan tentang anak yatim, baik itu dalam Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW.

    Yatim adalah sebutan untuk anak-anak yang tidak memiliki ayah. Mereka adalah anak-anak yang kurang beruntung karena tidak bisa merasakan kebahagiaan dengan orang tua yang lengkap. Namun dalam ajaran Islam, anak yatim termasuk golongan yang istimewa.

    Golongan yang termasuk anak yatim yakni anak-anak yang ditinggal ayahnya ketika usianya belum baligh atau masih terbilang kecil. Ketika anak tersebut sudah baligh, maka tidak lagi disebut sebagai anak yatim.


    Dalam Al-Qur’an kata yatim disebutkan sebanyak 23 kali. Allah SWT dalam firman-Nya menyampaikan bahwa anak yatim adalah orang-orang yang harus dipelihara, dikasihi dan diperhatikan. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 220, Allah SWT berfirman,

    فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْيَتَٰمَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ ٱلْمُفْسِدَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    Artinya: Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    Rasulullah SAW Adalah Seorang Yatim

    Mengutip buku Kasih Islam untuk Yatim yang ditulis H. Brilly El-Rasheed, S.Pd. dijelaskan bahwa Rasulullah SAW lahir sebagai seorang yatim. Beliau lahir pada tahun Gajah.

    Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal dunia ketika Nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan.

    Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal dunia saat usia kandungan istrinya, Aminah, baru berusia dua bulan. Dengan demikian, Nabi Muhammad SAW terlahir sebagai yatim.

    Amjad Rasyid dalam bukunya yang berjudul Syarah Safinatun Naja: Ringkasan Akidah, Sirah Nabawiyah, Ibadah dalam Madzhab Asy-Syafi’i menjelaskan ibunda Nabi Muhammad SAW, Aminah binti Wahab meninggal dunia saat beliau berusia enam tahun. Ada yang mengatakan empat tahun.

    Semenjak ibundanya meninggal dunia, Nabi Muhammad SAW menjadi yatim piatu. Beliau kemudian dirawat oleh sang kakek Abdul Muthalib.

    Hadits Rasulullah SAW Tentang Anak Yatim

    Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat peduli terhadap anak yatim. Beliau mengalami sendiri bagaimana rasanya menjalani hidup sebagai seorang yatim piatu sejak usianya masih sangat kecil.

    Dalam haditsnya, beliau banyak memuji kafilul yatim yakni penyantun, pemelihara, pendidik dan donatur bagi anak yatim. Menyantuni anak yatim termasuk perintah dan kewajiban bagi setiap muslim.

    Kewajiban menjaga dan menyantuni anak yatim dijelaskan sebagaimana hadits Rasulullah SAW,

    “Barangsiapa yang mengurus anak yatim milik orang muslim, dalam makanan dan minumannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kemudian dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan dan balasan bagi muslim yang menjaga anak yatim

    “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta agak merenggangkan keduanya. (HR Ahmad)

    Hadits ini menegaskan bahwa menjaga anak yatim akan berbalas surga dan sekaligus mendapatkan tempat terdekat dengan Rasulullah SAW. Masyaallah.

    Berikut beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan bagi orang yang menjaga dan menyantuni yatim:

    1. Berbuat Baik Kepada Yatim

    Melansir laman Baznas, sebuah hadits menjelaskan tentang anjuran berbuat baik kepada yatim. Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa yang mengusap kepala anak yatim karena Allah, maka baginya setiap helai rambut yang diusapnya itu ada kebaikan. Dan siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang berada di sisinya, maka aku dan dia di surga seperti ini,” Rasulullah SAW menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit. (HR. Ahmad)

    2. Pahala bagi Orang yang Menjaga Yatim

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memberi makan dan minum anak yatim hingga merasa cukup, maka dia dijauhkan dari neraka sejauh jarak perjalanan tujuh puluh tahun.” (HR. Thabrani)

    Hadits ini menegaskan bahwa menyantuni anak yatim akan menjaga dari keburukan dan dijauhkan dari api neraka.

    3. Selamat dari Siksa Kiamat

    M. Khalilurrahman Al Mahfani dalam bukunya yang berjudul Dahyatnya Doa Anak Yatim disebutkan hadits yang menerangkan bahwa orang yang mengasuh anak yatim akan selamat dari hari kiamat.

    Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman, “Demi yang mengutusku dengan Hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR Thabrani)

    4. Menjadi Rumah Terbaik

    Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk.” (HR Ibnu Majah)

    5. Pahala Jariyah

    Rasulullah SAW bersabda, “Jika manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR Muslim)

    Memelihara dan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat).

    Deretan hadits ini menegaskan bahwa Islam sangat menganjurkan untuk melindungi dan menyayangi anak yatim.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 13 Doa Para Nabi dan Khasiatnya yang Mustajab dalam Al-Qur’an


    Jakarta

    Al-Qur’an mengabadikan doa-doa mustajab yang dipanjatkan para nabi dalam situasi yang dihadapi mereka masing-masing. Doa ini juga dapat diamalkan muslim sesuai kebutuhannya.

    Syekkh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 terjemahan Mukhlisin Adz-Dzaki dkk berpendapat, doa-doa ini terangkum dalam Al-Qur’an agar memudahkan dan memberi teladan pada muslim tata cara berdoa yang benar kepada Allah SWT. Apalagi, doa-doa tersebut dikabulkan Allah SWT sehingga muslim diharapkan dapat mengambil hikmah dari pengamalan doa tersebut.

    Kumpulan Doa Para Nabi Mustajab dan Khasiatnya

    Ada banyak doa-doa para nabi yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Doa ini memiliki khasiatnya masing-masing dan terangkum dalam buku Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al Qur’an oleh Syekh Bakar Abdul Hafizh Al-Khulaifat terjemahan Andi Muhammad Syahril.


    1. Doa Nabi Adam untuk Tobat

    رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ …

    … Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa illam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn(a).

    Artinya: “… Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Al-A’raf: 23)

    2. Doa Nabi Nuh untuk Mohon Ampun

    رَبِّ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌ ۗوَاِلَّا تَغْفِرْ لِيْ وَتَرْحَمْنِيْٓ اَكُنْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ ..

    Rabbi innī a’ūżu bika an as’alaka mā laisa lī bihī ‘ilm(un), wa illā tagfir lī wa tarḥamnī akum minal-khāsirīn(a).

    Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Hud: 47)

    3. Doa Nabi Nuh untuk Orang Tua

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا ࣖ

    Rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu’minaw wa lil-mu’minīna wal-mu’mināt(i), wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā(n).

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.” (QS Nuh: 28)

    4. Doa Nabi Ibrahim untuk Orang Tua

    (40) رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ
    (41) رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ

    Rabbij’alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī, rabbanā wa taqabbal du’ā'(i). Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb(u).

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (QS Ibrahim: 40-41)

    5. Doa Nabi Ibrahim AS untuk Kemenangan

    رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

    Rabbanā lā taj’alnā fitnatal lil-lażīna kafarū wagfir lanā rabbanā, innaka antal-‘azīzul-ḥakīm(u).

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Mumtahanah: 5)

    6. Doa Nabi Ibrahim Minta Keturunan

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

    Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn(a).

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.” (QS As Saffat: 100)

    7. Doa Nabi Yusuf agar Husnul Khatimah

    ۞ رَبِّ قَدْ اٰتَيْتَنِيْ مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِيْ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِۚ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنْتَ وَلِيّٖ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۚ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ

    Rabbi qad ātaitanī minal-mulki wa ‘allamtanī min ta’wīlil-aḥādīṡ(i), fāṭiras-samāwāti wal-arḍ(i), anta waliyyī fid-dun-yā wal-ākhirah(ti), tawaffanī muslimaw wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn(a).

    Artinya: “Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh.” (QS Yusuf: 101)

    8. Doa Nabi Sulaiman untuk Kekayaan Melimpah Ruah

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ …

    … Rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li’aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb(u).

    Artinya: “… Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut (dimiliki) oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS Sad: 35)

    9. Doa Nabi Musa Lancar Berbicara

    (25) رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ…
    (26) وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ
    (27) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ
    (28) يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ

    … Rabbisyraḫ lî shadrî, wa yassir lî amrî, waḫlul ‘uqdatam mil lisânî yafqahū qaulī.

    Artinya: “… Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Taha: 25-28)

    10. Doa Nabi Isa Meminta Rezeki

    اللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ ..

    … Allâhumma rabbanâ anzil ‘alainâ mâ’idatam minas-samâ’i takûnu lanâ ‘îdal li’awwalinâ wa âkhirinâ wa âyatam mingka warzuqnâ wa anta khairur-râziqîn

    Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS Al Ma’idah: 114)

    11. Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ …

    … Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn(a)

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS Al Anbiya: 87)

    12. Doa Nabi Zakaria Minta Keturunan

    رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ

    … Rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn(a).

    Artinya: “… Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris.” (QS Al Anbiya: 89)

    13. Doa Nabi Ayyub ketika Sakit Parah

    اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ ۚ…

    … Annî massaniyadl-dlurru wa anta ar-ḫamur-râḫimîn

    Artinya: “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (QS Al Anbiya: 83)

    (rah/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mandi Wajib setelah Haid dan Berhubungan Badan


    Jakarta

    Doa mandi wajib perlu dibaca setiap muslim yang menyucikan diri dari hadas besar ketika hendak mengerjakan ibadah. Pastikan sudah tahu bacaan doa mandi wajib sebelum mengerjakannya.

    Hadas besar dapat dibersihkan dengan mandi wajib atau dikenal juga dengan sebutan mandi besar dan mandi junub.

    Perintah mandi besar ketika berhadas besar telah dijelaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al Ma’idah ayat 6. Allah SWT berfirman,


    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

    Siapa yang Harus Mandi Wajib?

    Merangkum buku Panduan Muslim sesuai Al-Qur’an dan As Sunnah yang ditulis Dr. Abu Zakariya Sutrisno, M.Sc dijelaskan beberapa sebab yang membuat seorang muslim baligh harus mandi wajib.

    • Keluar mani, baik laki-laki maupun perempuan
    • Melakukan hubungan suami istri
    • Seseorang yang baru masuk Islam
    • Kematian, jika seorang muslim meninggal maka mayitnya wajib dimandikan, kecuali seorang yang syahid di medan perang
    • Selesai haid bagi perempuan
    • Selesai nifas bagi perempuan yang melahirkan

    Doa Mandi Wajib setelah Haid dan Berhubungan

    Doa atau niat mandi wajib dapat dibaca ketika mulai menyiramkan air ke tubuh. Berikut doa niat mandi wajib:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Arab-latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal jinâbati fardhollillahi ta’ala.

    Artinya: Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta’ala.

    Rukun dan Sunnah Mandi Wajib

    Berikut beberapa rukun dan sunnah mandi wajib yang harus diketahui setiap muslim. Mengutip buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa dan Zikir oleh Zakaria R. Rachman dan kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Ghazali dari laman Kemenag, berikut rinciannya:

    1. Rukun Mandi wajib

    • Niat
    • Menyiramkan atau mengalirkan air ke seluruh badan dan meratakannya dimulai dari rambut kepala

    2. Sunah Mandi Wajib

    • Mencuci tangan sebanyak tiga kali
    • Membersihkan segala najis yang menempel di badan
    • Berwudhu seperti wudhunya orang yang hendak salat sebelum mandi
    • Mengguyur kepala tiga kali
    • Diawali dengan mengalirkan air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dilanjutkan bagian kiri tiga kali
    • Menggosok seluruh badan sampai bersih sebanyak tiga kali
    • Menyela rambut dan jenggot
    • Mengalirkan air ke lipatan kulit dan pangkal rambut

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mimpi Buruk: Arab, Latin dan Terjemahan


    Jakarta

    Doa mimpi buruk dibaca ketika seorang memperoleh mimpi yang tidak menyenangkan. Doa ini dimaksudkan untuk memohon perlindungan dari Allah SWT terhadap gangguan setan.

    Bagi beberapa orang, mimpi hanya dianggap sebagai bunga tidur. S. Freud dalam karyanya Memperkenalkan Psikoanalisis Lima Cemara mengatakan, mimpi adalah penghubung antara kondisi bangun dengan tidur.

    Mengutip Kitab Shahih Bukhari dan Muslim karya Imam An-Nawawi yang diterjemahkan Muhammad Fuad Abdul Baqi, mimpi terbagi menjadi dua jenis yaitu mimpi buruk dan mimpi baik. Dikatakan bahwa mimpi yang baik berasal dari Allah SWT, sementara mimpi yang buruk berasal dari setan.


    Qatadah RA menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Mimpi yang baik berasal dari Allah SWT, sedangkan mimpi yang buruk berasal dari setan. Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah kecil ke arah kirinya sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan dari setan. Dengan demikian, setan tidak akan dapat memberikan mudarat.’

    Doa ketika mengalami mimpi buruk bertujuan agar umat Islam memohon perlindungan dari Allah SWT terhadap setan.

    Doa Mimpi Buruk

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْدُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الأحلام فَإِنَّهَا لَا تَكُوْنَ شَيْئًا

    Arab-latin: Allaahumma innii a’uudzubika min ‘amalisy syaithaani wa sayyi- aatil ahlaam fa inna la takunu syay’an

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan dan mimpi buruk. Sesungguhnya hal tersebut tidak akan menjadi kenyataan.”

    Doa mimpi buruk tersebut terdapat dalam buku Doa-Doa Mustajab karya Abu Qalbani. Adapun, M. Khalilurrahman Al Mahfani, dalam bukunya Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia dan Sejahtera, menyajikan doa untuk mengatasi mimpi buruk sebagai berikut:

    اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَل الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الْأَحْلَامِ

    Arab-latin: Allaahumma innii a’uudzubika min ‘amalisy syaithaani wasayyi aatil ahlaami.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syaitan dan keburukan mimpi.”

    Anjuran saat Mendapatkan Mimpi Buruk

    Mengutip Buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza, ada beberapa anjuran yang dapat umat Islam lakukan saat mendapatkan mimpi buruk. Berikut anjuran tersebut:

    1. Memohon perlindungan kepada Allah SWT.
    2. Meludah ke sebelah kiri.
    3. Berpindah tempat tidur.
    4. Salat dua rakaat.
    5. Tidak menceritakan kepada orang lain.

    Rasulullah SAW menganjurkan agar kita tidak menceritakan mimpi buruk yang dialami. Berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, dengan riwayat marfu’:

    “Jika seseorang di antara kalian mengalami mimpi yang tidak disukai, maka janganlah menceritakannya kepada siapa pun, dan hendaklah ia bangun dan melaksanakan salat.”

    Doa agar Memperoleh Mimpi Baik

    Ada usaha yang dapat dilakukan seorang muslim jika ingin memperoleh mimpi baik yaitu dengan cara membaca doa agar memperoleh mimpi baik sebelum tidur. Berikut doanya kembali mengutip buku Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia dan Sejahtera:

    اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

    Arab-latin: Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu. Wa arinal baathila baathilan warzuqnajtinabah.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami bisa mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya.”

    Demikian artikel mengenai doa mimpi buruk. Semoga detikers dilindungi dari gangguan setan.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Makan, Baca agar Selalu Mensyukuri Nikmat Allah


    Jakarta

    Doa setelah makan dibaca oleh umat Muslim setelah selesai makan. Dalam Islam, berdoa tidak hanya sebelum makan, melainkan juga setelah makan sebagai bentuk syukur atas rezeki dan karunia yang telah diberikan Allah SWT.

    Islam mengajarkan umatnya untuk menyertakan doa di setiap aktivitas yang mereka lakukan agar memperoleh keberkahan dan pahala dari Allah SWT. Dengan membaca doa sebelum makan, umat Islam diajarkan agar tidak bersifat rakus dan selalu merasa cukup terhadap makanan yang mereka konsumsi.

    Sebagian hadits menjelaskan tentang keutamaan membaca doa setelah makan. Mu’adz bin Anas RA, berikut bunyi sabdanya:


    “Siapa yang makan suatu makanan dan kemudian berdoa: اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقْنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلً مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dengan makanan ini dan menjadikannya rezeki untukku, tanpa daya dan kekuatan dariku), maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)

    Dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7 juga dijelaskan, Allah SWT mengingatkan manusia agar selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya, termasuk nikmat makanan. Sebagaimana firman Allah SWT berikut:

    وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

    Arab latin: wa idz ta’adzdzana rabbukum la’in syakartum la’azîdannakum wa la’ing kafartum inna ‘adzâbî lasyadîd

    Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.’

    Doa setelah Makan

    Agar segala aktivitas yang dikerjakan mendapat berkah, umat muslim wajib membaca doa sebelum atau sesudah aktivitas. Menukil buku Hafal Luar Kepala Doa-Doa Harian oleh Ustadz Khalili al-Sunguti, berikut ini bacaan doa setelah makan yang dapat diamalkan umat Muslim:

    1. Doa setelah Makan Versi 1

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

    Arab latin: Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wasaqoonaa waja’alanaa minal muslimiin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang memberikan makan dan minum kepada kami. Dan menjadikan kami orang Islam.”

    2. Doa setelah Makan Versi 2

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

    Arab latin: Alhamdulillaahil ladzii ath’amanii haadzaath tho’aama warozaqoniihi min ghoirihaulin minnii walaa quwwah)

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang memberiku makanan ini dan memberiku rezeki tanpa daya serta kekuatan dariku.

    Demikian doa setelah makan. Semoga dengan membaca doa setelah makan, kita sebagai umat Islam selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ayat dan Hadits Tentang Kemerdekaan Serta Cinta Tanah Air


    Jakarta

    Mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia (RI) bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan agama. Tak sedikit ulama yang mengatakan bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

    Bahkan disebutkan ada dalil yang berisi tentang kemerdekaan dan cinta tanah air. Simak artikel ini untuk mengetahui ayat dan hadits tentang kemerdekaan serta cinta tanah air.

    Arti Kemerdekaan dalam Islam

    Dikutip dari Mimbar Jumat 4 Muharram 1443 H/13 Agustus 2021 M dari situs Masjid Istiqlal, kemerdekaan berbangsa dalam bahasa Arab disebut dengan Al-Istiqlal. Tafsir Al-Istiqlal adalah al-Taharrur wa al-Khalash min ayy Qaydin wa Saytharah Ajnabiyyah, yang berarti bebas dan terlepas dari segala bentuk ikatan dan penguasaan pihak lain.


    Bisa juga diartikan sebagai kemerdekaan individu, yaitu al-Qudrah ‘ala al-Tanfidz ma’a In’idam Kulli Qasr wa ‘Unf min al-Kharij. Artinya adalah kemampuan mengaktualisasikan diri tanpa adanya segala bentuk pemaksaan dan kekerasan dari luar dirinya.

    Dengan demikian, kemerdekaan adalah bebas dari segala bentuk penindasan bangsa lain. Kata lainnya adalah al-hurriyyah yang diartikan sebagai kebebasan. Dari kata ini terbentuk kata al-tahrir yang artinya pembebasan. Maka orang yang bebas atau merdeka disebut sebagai al-hurr, lawan katanya adalah al-‘abd (budak).

    Ayat Al-Qur’an Tentang Kemerdekaan dan Cinta Tanah Air

    Dikutip dari situs Kemenag, dalil pertama tentang kemerdekaan dan cinta tanah yaitu bersumber dari Al-Qur’an. Beberapa ayat yang menerangkan hal ini antara lain sebagai berikut:

    1. Surat Al-Isra Ayat 70

    Dalam Al-Qur’an surat al-Isra ayat 70 dijelaskan bahwa setiap manusia berhak hidup mulia.

    وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

    Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

    Untuk mencapai kemuliaan ini, lslam menjamin kehidupan adil, aman secara jasmani dan rohani, serta merdeka dari penindasan.

    2. Surat Al-Mumtahanah Ayat 8

    Disampaikan oleh Prof Dr Quraish Shihab, mencintai tanah air sama kedudukannya dengan membela agama. Hal ini sesuai dengan Al-Quran surat Al Mumtahanah ayat 8 yang bunyinya:

    لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

    Untuk itu, para ulama menyerukan kewajiban umat Islam untuk mengikuti jihad fi sabilillah melawan penjajah dan menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia.

    Hadits Tentang Kemerdekaan dan Cinta Tanah Air

    Selain dari ayat Al-Qur’an, ada banyak hadits tentang kemerdekaan dan cinta tanah air. Berikut ini beberapa hadits yang dikutip dari NU Online:

    1. Hadits Menjaga Keselamatan

    Hadits tentang kemerdekaan yang pertama adalah tentang menjamin keselamatan sesama muslim. Rasulullah bersabda:

    الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

    Artinya: “Seorang Muslim adalah orang yang sanggup menjamin keselamatan orang-orang Muslim lainnya dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR Bukhari).

    2. Hadits Rasulullah Mencintai Madinah

    Hadits selanjutnya adalah mengenai sikap Rasulullah saat hendak tiba di Madinah. Dalam hadits ini dijelaskan betapa Nabi SAW mencintai kota di negara kelahirannya.

    عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ نَاقَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا ……. وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبِّ الوَطَنِ والحَنِينِ إِلَيْهِ

    Artinya: “Diriwayatkan dari sahabat Anas; bahwa Nabi SAW ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkannya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah. (HR Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi).

    Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany dalam kitabnya berjudul Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari (Beirut, Dar Al-Ma’rifah, 1379 H, Juz 3, hal. 621), menjelaskan bahwa hadits di atas memiliki makna tentang keutamaan kota Madinah, dan syariat tentang cinta tanah air.

    3. Hadits Tentang Doa Nabi untuk Madinah

    Rasulullah juga menunjukkan kecintaannya kepada Madinah melalui doanya. Tak heran, Madinah menjadi kota yang paling penuh berkah. Berikut hadits yang berisi doa untuk Madinah:

    اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ (رواه البخارى)

    Artinya: “Ya Allah, jadikan kami cinta Madinah, sebagaimana cinta kami kepada Makkah, atau melebihi Makkah” (HR Bukhari).

    Nah, itulah berbagai dalil, baik ayat Al-Qur’an maupun hadits tentang kemerdekaan dan cinta tanah air. Jadi, kita sebagai muslim dan warga Indonesia, harus selalu mensyukuri nikmat kemerdekaan ini.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com