Category: Doa Hadits

  • Tips Memilih Jodoh Menurut Hadits, Pilih yang Baik Akhlaknya


    Jakarta

    Jodoh adalah takdir dan ketetapan Allah SWT. Meskipun sudah ditentukan, setiap orang wajib berikhtiar mencari dan menjemput jodohnya.

    Dalam buku Kenali Bahasa Wajah Jodohmu: Bahasa Wajah Pria dan Wanita yang Disenangi karya Ahmad Zainal Abidin dijelaskan jodoh dicatat bersamaan dengan takdir yang akan dihadapi oleh manusia yang hidup di dunia.

    Dalam rangka memilih jodoh, Rasulullah SAW telah memberikan tips dan panduan melalui beberapa haditsnya.


    Melalui sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Perempuan itu dinikahi karena empat hal. Hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama. Jika tidak, kedua tanganmu akan lengket ke tanah.”

    Arti dari “Taribat yadaka” kedua tanganmu akan lengket dengan tanah artinya akan menderita di dunia dan akhirat.

    Hadits Memilih Jodoh

    Berikut beberapa hadits Rasulullah SAW yang berisi tips dan panduan dalam memilih jodoh:

    1. Orang yang Bertakwa

    Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat ketika seorang yang kaya lewat di hadapan beliau, “Bagaimana pendapat kalian tentang orang itu?”

    Sahabat menjawab, “Pasti jika ia meminang perempuan akan diterima. Jika menolong orang akan berhasil dan jika berbicara akan didengar orang.”

    Rasulullah SAW diam. Lalu, lewat seorang miskin di hadapan beliau. Sambil memandang para sahabatnya beliau bertanya, “Kalau orang ini, bagaimana pendapat kalian?”

    Sahabat menjawab, “Ia pasti akan ditolak kalau meminang perempuan. Jikaa menolong tidak akan berhasil dan jika berbicara tidak akan didengar.”

    Rasulullah SAW pun memberi penjelasan, “Orang ini lebih baik dari orang yang tadi sebanyak isi bumi ini.” (HR. Bukhari)

    Dalam buku Jodoh: Memilih Jodoh dan Meminang dalam Islam oleh Husein Muhammad Yusuf hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW ingin mengajarkan kepada para sahabatnya bahwa penampilan tidak menjamin keaslian, jangan sampai tertipu dengan penampilan fisik.

    Rasulullah SAW juga menerangkan bahwa fakir miskin yang bertakwa dan sering diperolok-olok dan diasingkan oleh masyarakat karena penampilannya, lebih berharga berjuta kali daripada orang kaya yang tidak beriman.

    Kemudian Rasulullah SAW kembali bersabda, “Mungkin orang yang tampak kusut, berdebu, kumal pakaiannya dan tidak diacuhkan orang, kalau ia memohon kepada Allah SWT pasti akan dipenuhi-Nya.” (HR. Ahmad dan Muslim)

    2. Asal Usulnya Baik

    Dalam memilih jodoh, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memilih perempuan baik dari keturunan yang baik.

    Rasulullah SAW bersabda, “Pilihlah untuk nutfahmu, nikahilah orang-orang yang serasi dan nikahilah mereka.” (HR Ibnu Majah)

    Hadits ini menegaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya agar memilih istri yang salihah dengan asal usul yang baik. Akhlak perempuan sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia dibesarkan dan diasuh.

    Kelak dalam membina rumah tangga dan mendidik anak, warisan akhlak ini pula yang akan diturunkan. Kecantikan akhlak, jauh lebih penting dari kecantikan paras.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Janganlah kalian menikahi perempuan karena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu bisa mencelakakan. Jangan pula kamu nikahi perempuan karena hartanya, mungkin hartanya itu bisa menyombongkannya. Akan tetapi, nikahilah mereka karena agamanya. Sesungguhnya, seorang hamba sahaya yang hitam warna kulitnya, tetapi beragama itu lebih utama.” (HR Ibnu Majah)

    3. Orang yang Berhati Lembut

    Rasulullah SAW memberi petunjuk kepada umatnya terkait memilih istri yang berakhlak baik. Rasulullah SAW bersabda,

    “Sebaik-baik perempuan Quraisy ialah yang paling kasih sayang kepada anak di waktu kecilnya dan yang paling teliti mengurusi suaminya.” (HR Bukhari)

    Hadits tersebut menjelaskan bahwa perempuan yang paling baik dan paling utama adalah perempuan yang memiliki naluriah mencintai dan menyayangi anak-anak kecil.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kubur, Amalkan saat Berdoa di Makam Pahlawan pada 17 Agustus


    Jakarta

    Para pahlawan kemerdekaan telah mengerahkan jiwa dan raga untuk membela Indonesia di masa lampau. Momen 17 Agustus menjadi salah satu waktu untuk berziarah dan mendoakan para pahlawan.

    Ziarah ke makam pahlawan merupakan bagian dari cara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Ziarah ini juga menjadi kesempatan untuk menghormati dan mendoakan para pahlawan sekaligus mengenang jasa-jasanya.

    Dalam buku Mari Ziarah Kubur oleh Abdurrahman Misno BP disebutkan bahwa ziarah kubur adalah tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu. Di Indonesia, ziarah kubur sudah menjadi sebuah tradisi.


    Tradisi ziarah sudah dilakukan masyarakat arab Jahiliyah, jauh sebelum Islam hadir. Ketika Rasulullah SAW masih kecil, beliau diajak sang ibunda berziarah ke makam sang ayah. Saat sang ibu, Siti Aminah, meninggal dunia maka Rasulullah SAW menziarahi makamnya.

    Rasulullah SAW berziarah ke makam ibunya, lalu beliau menangis dan menangislah orang-orang di sekitarnya. Beliau bersabda, “Aku meminta izin kepada Tuhanku guna memohonkan ampun kepada ibuku, namun Dia tidak memberi izin padaku. Dan aku meminta izin untuk berziarah ke kuburannya, maka Dia memberi kepadaku. Karena itu, berziarahlah kalian ke kuburan-kuburan karena ziarah itu mengingatkan kepada kematian.” (HR. Muslim)

    Secara bahasa, ziarah berasal dari bahasa Arab yakni zaara, yaziiru, ziyaratan dan mazaaran yang artinya mengunjungi atau menengok. Menurut KBBI, ziarah adalah kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam).

    Doa Ziarah Kubur

    Ketika melakukan ziarah kubur, usahakan untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur. Berikut bacaannya:

    السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

    Arab latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn wa yarhamullâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

    Artinya: Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul) kami. Sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian.

    Merangkum Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir dan Doa Yasin, Tahlil, Doa Haji & Umrah, berikut doa ziarah kubur yang dapat dibacakan,

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا تُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ قَبْلَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَابِما أَبَدًا

    Arab latin: Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin hamday yuwaafii ni-amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa rabaanaa lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik. Subhaanaka laa tuhshii tsanaa-a ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika falakal hamdu qablar ridha wa lakal hamdu badar ridha wa lakal hamdu idzaa radhiita annaa daa-iman abadaa.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

    Muslim juga dapat mengamalkan doa berikut dari hadits riwayat Ibnu Majah,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

    Arab latin: Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah

    Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

    Lanjutkan dengan membaca doa untuk jenazah. Berikut bacannya,

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Merasa Senang, Yuk Baca Saat Menang Lomba 17 Agustus!



    Jakarta

    Bersyukur adalah bentuk ucapan terima kasih atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Bersyukur juga patut diucapkan saat mendapat rezeki.

    Saking pentingnya mengucap syukur, Allah SWT memerintahkan setiap hamba-Nya untuk bersyukur. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Lukman ayat 12,

    وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِۗ وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ ۝١٢


    Artinya: Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang kufur (tidak bersyukur), sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

    Kemudian dalam surat Al-Mu’minun ayat 28, Allah SWT berfirman,

    فَإِذَا ٱسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى ٱلْفُلْكِ فَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى نَجَّىٰنَا مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Artinya: Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim”.

    Mengutip buku Psikologi Syukur oleh Mohammad Takdir dijelaskan dalam Al-Qur’an, kata syukur identik dengan makna hamdalah. Artinya ucapan terima kasih yang dimanifestasikan dalam bentuk ucapan dan perbuatan sebagai bentuk ketaatan kepada sang pencipta.

    Ungkapan syukur juga bisa diucapkan saat merasa senang. Termasuk ketika mendapatkan gelar juara pada perlombaan di momen 17 Agustus.

    Doa saat Merasa Senang

    Merangkum buku Kamus Doa yang disusun Luqman Junaedi, disebutkan doa yang bisa dibaca saat merasa senang. Doa ini diriwayatkan dari kitab Ibnu Majah dan Ibnu Sunni dari ‘Aisyah RA, dia berkata: Jika Rasulullah SAW melihat sesuatu yang disukai, beliau membaca:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

    Arab-latin: Alhamdulillahillazi bini’matihi tatimmus sholihat.

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan akan menjadi sempurna (HR. Ibnu Majah)

    Selain itu, dari Aisyah RA juga meriwayatkan sebuah hadits,

    “Rasulullah SAW apabila melihat sesuatu yang disukai, beliau mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat pemberian-Nya dapat sempurnalah yang baik-baik’. Jika beliau melihat sesuatu yang dibencinya, beliau mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah terhadap segala keadaan yang bagaimanapun. Ya Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari kelakuan ahli neraka.’”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Doa yang Diamalkan Para Nabi saat Kesulitan


    Jakarta

    Dalam perjalanan hidup, setiap manusia pasti pernah merasakan cobaan dan kesulitan. Baik itu ujian dalam bentuk penyakit, kehilangan, atau cobaan lainnya. Dalam situasi seperti ini, manusia cenderung mencari kekuatan dan penghiburan.

    Salah satu sumber kekuatan yang tak pernah habis dan bisa kita lakukan sebagai makhluk yang beriman adalah dengan memanjatkan doa. Para nabi, sebagai manusia pilihan Allah SWT, juga pernah mengalami kesulitan dan mereka mencontohkan kita untuk senantiasa berdoa kepada-Nya.

    Perintah untuk Berdoa kepada Allah SWT

    Berdoa merupakan salah satu bentuk ibadah yang penting. Menurut buku Doa Ajaran Ilahi karya Anis Masykhur dan Jejen Musfah, berdoa adalah cara untuk menyerahkan masalah kepada Allah SWT.


    Oleh karena itu, saat berdoa, seseorang harus melakukannya dengan hati yang benar-benar hadir di hadapan Allah SWT, memahami dan merenungkan setiap kata yang diucapkan.

    Selain itu, penting juga bagi orang yang berdoa untuk mengakui keadaan dirinya sebagai orang yang membutuhkan (faqir). Seperti yang disebutkan dalam surah Fatir ayat 15,

    يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ ١٥

    Artinya: “Wahai manusia, kamulah yang memerlukan Allah. Hanya Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

    Dikutip dari tafsir ringkas Kemenag, hanya Allah Tuhan yang patut disembah. Dia Maha Kuasa, pemilik langit dan bumi, sehingga itu manusia sudah pasti sangat memerlukan rahmat dan pertolongan-Nya. Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya, tidak memerlukan apa pun, lagi Maha Terpuji nama, sifat, dan perbuatan-Nya.

    2 Doa Para Nabi saat Mendapat Kesulitan

    1. Doa Nabi Muhammad SAW

    Rasulullah SAW sebagai sosok yang kita teladani juga mencontohkan kepada kita semua bahwa ketika mengalami kesulitan, sebaiknya kita bermunajat kepada-Nya. Dikutip dari buku Ampuhnya Mukjizat Doa dan Dzikir Para Nabi oleh Ustadz Ali Amrin al-Qurawy, berikut ini adalah doa ketika mengalami kesulitan:

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا.

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan, kecuali yang Engkau jadikan mudah. Sedangkan, yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.” (HR Ibnu Hibban)

    Menurut Ibnu Sunni, Rasulullah SAW membaca doa ini apabila mendapat ujian dari Allah SWT dan memohon agar dimudahkan urusannya oleh Allah SWT.

    2. Doa Nabi Ayyub AS

    Nabi Ayyub AS adalah salah seorang nabi yang diberikan cobaan bertubi-tubi oleh Allah SWT. Namun, cobaan yang datang terus-menerus tidak membuat keimanan Nabi Ayyub AS kepada Allah SWT berkurang sedikit pun.

    Dalam menghadapi masa sulitnya, beliau senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Dikutip dari arsip detikcom, berikut ini adalah doa Nabi Ayyub AS saat mendapatkan kesulitan hidup.

    رَبِّ أَنِّي مَسَّنِي الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

    Rabbi annî massaniyadh-dhurru wa anta arhamur-rahimîn

    Artinya: Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang (QS Al-Anbiya’: 83).

    Nabi Ayyub AS dikenal sebagai Nabi yang menghadapi serangkaian cobaan berat yang berlangsung selama tujuh tahun, menurut riwayat Hasan dari Qatadah. Cobaan ini termasuk kehilangan anak-anak, kekayaan, dan terkena penyakit kulit yang menyebabkan ia diusir dari komunitasnya, dengan hanya istrinya yang tetap setia di sisinya.

    Di tengah penderitaan ini, setan terus mencoba menggoda Nabi Ayyub AS. Pertama, dengan mengucilkan dia dari masyarakat. Kedua, menawarkan obat dari khamar yang dijanjikan dapat menyembuhkan penyakitnya. Ketiga, mencoba membujuk istrinya untuk meninggalkannya.

    Meskipun menghadapi godaan ini, Nabi Ayyub ASterus berdoa dan memohon kesembuhan kepada Allah SWT, yang pada akhirnya memulihkan kesehatannya.

    Mengapa Allah Memberikan Kesulitan?

    Allah SWT dalam memberikan ujian kepada hamba-Nya tentu bukan tanpa alasan. Terdapat berbagai hikmah yang bisa kita ambil dari kesulitan hidup yang kita terima. Dikutip dari situs Kemenag dan buku berjudul Ambil Berkah dari Musibah oleh Affan Fajrul Falaq, berikut ini adalah alasan mengapa Allah memberikan kesulitan kepada hambanya:

    1. Menguji Kualitas Iman

    Melalui kesulitan dan cobaan, Allah ingin menguji kualitas keimanan hamba-Nya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Al Ankabut ayat 2-3, yang artinya:

    “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami Telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)

    2. Menguji Kesabaran

    Alasan lainnya mengapa Allah memberikan kesulitan dalam hidup kita ini adalah untuk menguji kesabaran seseorang. Dalam menghadapi ujian, kita senantiasa mengucapkan kalimat istirja.

    Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam surah Al Baqarah ayat 155-156, “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. (Sesungguhnya kami adalah milik Allâh dan kepada-Nya-lah kami kembali.)”

    3. Allah SWT Menyiapkan Hadiah

    Di balik ujian kesabaran dalam menghadapi cobaan ini, Allah SWT menjanjikan kepada hamba-Nya berupa hadiah bagi mereka yang taat dan sabar.

    Salah satu ayat Al-Quran tentang hal ini tertulis dalam surah At Taubah ayat 111 yang artinya, “Sesungguhnya, Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri, dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.”

    Selain itu, orang yang bersabar menghadapi musibah akan dibersihkan dari dosanya dan diberikan berbagai kebaikan. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW,

    “Barang siapa dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka ia akan diuji (dicoba) dengan suatu musibah.” (HR. Bukhari)

    4. Menguji Kepedulian Umat

    Terakhir, musibah juga akan datang kepada seseorang untuk menguji kepedulian umat kepada saudaranya yang sedang mengalami cobaan yang berat dalam hidupnya. Rasulullah SAW bersabda,

    وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

    Artinya: “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.”

    Seorang muslim yang baik akan menolong saudaranya yang mengalami musibah. Bantuan ini bisa berupa harta maupun tenaga untuk meringankan bebannya. Jika kedua hal tersebut tidak memungkinkan, maka kita dapat mendoakan agar diberikan kesabaran dan ketabahan.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Penutup Majelis dan Adabnya yang Harus Diperhatikan


    Jakarta

    Doa penutup majelis dapat diamalkan muslim saat acara selesai. Biasanya, bacaan ini juga disebut sebagai doa kafaratul majelis.

    Doa penutup majelis dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bacaan ini tercantum dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi.

    Sebagaimana diketahui, majelis ilmu dalam Islam memiliki kedudukan yang penting. Disebutkan pada buku Adab dalam Majelis susunan Hafidz Muftisany, majelis ilmu memiliki kedudukan yang penting dalam Islam.


    Lantas, seperti apa doa penutup majelis yang bisa dilafalkan muslim? Berikut bacaannya.

    Kumpulan Doa Penutup Majelis

    1. Doa Penutup Majelis Versi Pertama

    Menukil dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H Hamdan Hamedan MA, doa penutup majelis versi pertama ini cukup panjang. Doa berasal dari Ibnu Umar RA riwayat Tirmidzi, dikatakan Rasulullah SAW jarang meninggalkan majelis ilmu sebelum membaca doa tersebut untuk para sahabatnya.

    اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

    Arab latin: Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahulu bainanaa wa baina ma’shiyyatik, wa min thaa’atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi ‘alaina mashaaibad dunya.

    Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj’alhul waaritsa minna waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa.

    Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

    Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami,” (HR Tirmidzi).

    2. Doa Penutup Majelis Versi Kedua

    Doa penutup majelis versi kedua lebih pendek dari yang pertama. Kali ini, doa penutup majelis tercantum dalam surah As Saffat ayat 180-182,

    سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Subhaana rabbikaa rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin

    Artinya: “Maha Suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

    3. Doa Penutup Majelis Versi Ketiga

    Selanjutnya, doa penutup majelis versi terakhir didasarkan dari hadits Nabi SAW riwayat Tirmidzi. Berikut bunyinya,

    سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik

    Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah. Segala sanjungan untukMu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu.” (HR Tirmidzi).

    Adab dalam Majelis Ilmu bagi Muslim

    Mengutip dari Kitabul Aadab oleh Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub yang diterjemahkan Azhar Khalid dan Muh Hidayat, berikut beberapa adab bagi muslim yang menghadiri majelis ilmu.

    1. Mengucap Salam ketika Datang dan Pulang

    Meski tidak wajib, mengucap salam ketika datang menghadiri majelis dan sebelum pulang termasuk sunnah. Rasulullah SAW bersabda dari Abu Hurairah RA,

    “Jika salah seorang dari kalian datang ke majelis, maka ucapkanlah salam, jika dia hendak duduk, maka duduklah. Kemudian bila bangun, maka ucapkanlah salam. Salam yang pertama tidaklah lebih layak dari salam yang terakhir.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)

    2. Berzikir kepada Allah SWT

    Melantunkan zikir kepada Allah SWT termasuk adab majelis yang perlu diperhatikan muslim. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya,

    “Tidak ada sekelompok orang yang bangun dari sebuah majelis yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, kecuali mereka bangun dari bangkai keledai, dan mereka akan menyesal.” (HR Abu Dawud, Ahmad dan At Tirmidzi)

    3. Duduk di Tempat yang Masih Tersedia

    Adab selanjutnya adalah duduk di tempat yang masih tersedia. Ini dilakukan oleh para sahabat nabi, dari Jabir bin Samurah RA ia berkata,

    “Kamu apabila mendatangi Rasulullah SAW, kami duduk di tempat yang masih tersedia.”

    4. Memilih Teman Majelis

    Memilih teman majelis dianjurkan oleh Rasulullah SAW, beliau berkata:

    “Seseorang itu dapat terpengaruh karena agama temannya, maka salah seorang dari kalian hendaklah melihat siapa yang menjadi temannya.” (HR Abu Dawud, Ahmad dan At Tirmidzi)

    5. Dilarang Berbisik kepada Dua Orang

    Larangan berbisik kepada dua orang tanpa melibatkan orang ketiga termasuk adab dalam majelis. Ini termasuk adab untuk menghindari rasa sedih ketiga dua orang berbisik namun orang ketiga tidak mengetahuinya. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Janganlah saling berbisik antara dua orang tanpa melibatkan yang ketiga, karena itu akan membuatnya bersedih.” (HR Bukhari)

    Itulah doa penutup majelis dan adabnya yang perlu diperhatikan muslim. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Supermoon Blue Moon 19 Agustus, Ini Doa saat Melihat Purnama


    Jakarta

    Fenomena Supermoon Blue Moon akan menghiasi langit malam Agustus 2024. Puncak purnama super ini berlangsung pada 19 Agustus dan dapat dilihat di wilayah Indonesia pada 20 Agustus dini hari.

    “Akan ada juga fenomena Blue Moon, yaitu purnama ke-4 (fenomena ini ekstra karena biasanya dalam satu musim hanya ada 3 bulan purnama) yang terjadi tanggal 19 Agustus,” tulis BRIN dalam laporannya pada 8 Januari 2024 seperti dikutip, Senin (19/8/2024).

    Dilansir Live Science, bulan purnama 19 Agustus ini adalah purnama terbesar dan paling terang pada 2024. Meski bulan purnama Agustus biasa disebut ‘Sturgeon Moon’, tapi bisa juga disebut ‘Blue Supermoon’.


    Fenomena Blue Moon terjadi setiap 2-3 tahun sekali. Blue Moon terakhir kali terjadi pada Oktober 2020 dan Agustus 2021 dan akan terjadi lagi pada Mei 2027.

    Menurut keterangan dalam situs NASA, fenomena Blue Moon tahun ini akan mencapai puncaknya pada Senin, 19 Agustus 2024 pukul 14.26 EDT atau Selasa, 20 Agustus 2024 pukul 1.26 WIB. Bulan akan tampak purnama selama tiga hari, dari Minggu pagi hingga Rabu dini hari atau 18-20 Agustus 2024.

    Doa ketika Melihat Bulan Purnama

    Dalam kitab Fiqh as-Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan Khairul Amru Harahap dan Masrukhin terdapat doa yang dibaca Rasulullah SAW saat melihat bulan purnama. Menurut riwayat Thabrani dari Abdullah bin Umar RA, ketika Rasulullah SAW melihat bulan purnama beliau membaca doa berikut,

    الله أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأمن والإيمان والسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله

    Artinya: “Allah Maha Besar. Ya Allah jadikanlah ia bulan bagi kami dengan aman, iman, keselamatan, pertolongan kedamaian dan taufik atas apa yang dicintai Tuhan kami dan yang diridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah.”

    Ada juga riwayat yang menyebut Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut ketika melihat hilal,

    هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ، هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدِ هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ

    Artinya: “Bulan kebaikan dan petunjuk. Bulan kebaikan dan petunjuk. Bulan kebaikan dan petunjuk. Aku beriman kepada Dzat yang menciptakan-Mu,”

    Sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau mengucapkan,

    الْحَمْدُ للهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا وَجَاءَ بِشَهْرٍ كَذَا

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan sebulan dan memunculkannya sebulan.”

    Doa Rasulullah SAW tersebut berasal dari hadits mursal yang diriwayatkan Abu Daud dari Qatadah RA. Hadits ini terdapat dalam kitab al-Adab bab Ma Yaqulu idza Ra’a al-Hilala.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Keluar Kamar Mandi Sesuai Sunnah dan Adabnya


    Jakarta

    Doa keluar kamar mandi dapat diamalkan oleh muslim. Bacaan ini termasuk adab yang bisa diterapkan ketika berada di kamar mandi.

    Menukil dari Ihya Ulumuddin oleh Imam Al-Ghazali yang diterjemahkan Achmad Sunarto, kamar mandi adalah tempat tinggal iblis dan setan. Karenanya, muslim dianjurkan membaca doa keluar kamar mandi agar dilindungi dari godaan keduanya.

    Abu Umamah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada saat iblis turun ke permukaan bumi, ia berkata, ‘Wahai Rabbku, Engkau telah menurunkan aku ke bumi, dan telah menjadikan aku terkutuk, maka jadikanlah untukku sebuah rumah.’ Allah SWT berfirman, ‘Rumahmu adalah kamar mandi’.” (HR Thabrani)


    Sementara itu dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu susunan Prof Wahbah Az-Zuhaili terjemahan Abdul Hayyie al-Kattani dkk, dikatakan membaca doa masuk dan keluar kamar mandi termasuk sunnah. Ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Asy-Syaikhan dengan bunyi,

    “Untuk melindungi aurat manusia dari mata-mata jin adalah apabila salah seorang di antara kamu memasuki kamar mandi, maka hendaklah dia membaca, ‘Bismillah,’ karena kamar mandi itu menunggui seseorang dengan penyakit.”

    Dalam riwayat lainnya, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa sebelum masuk kamar mandi menjadi pembatas antara jin dan manusia. Dari Ali RA, Nabi SAW bersabda:

    “Pembatas antara jin dengan aurat bani Adam (manusia) manakala seorang di antara mereka mask ke WC, adalah agar ia mengucapkan ‘Bismillah.’” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Doa Keluar Kamar Mandi Arab, Latin dan Artinya

    Berikut bacaan doa keluar kamar mandi yang dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hajat oleh Drs Nurdin Hasan MAg.

    الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

    Arab latin: Alhamdulillahilladzi azhaba ‘annil adzaa wa’aafaanii.

    Artinya: “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan.”

    Adab Keluar Kamar Mandi bagi Muslim

    Mengutip dari Buku Pintar 50 Adab Islam oleh Arfiani, berikut beberapa adab keluar kamar mandi yang harus diperhatikan muslim.

    1. Membaca Doa Keluar Kamar Mandi

    Salah satu adab keluar kamar mandi adalah membaca doa keluar kamar mandi. Lafaznya seperti yang sudah diterangkan di pembahasan sebelumnya.

    2. Mendahulukan Kaki Kanan ketika Keluar

    Muslim yang hendak keluar kamar mandi hendaknya mendahulukan kaki kanan ketimbang kiri. Ketika masuk, kaki kiri yang didahulukan.

    3. Tidak Berlama-lama di Kamar Mandi

    Tuntaskan keperluan yang dilakukan di kamar mandi. Jika sudah selesai, muslim bisa langsung keluar kamar mandi dan tidak berlama-lama di dalamnya.

    Itulah doa keluar kamar mandi dan adabnya yang bisa diamalkan oleh muslim. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa Nabi Ibrahim AS ketika Dibakar hingga Meminta Rezeki


    Jakarta

    Doa Nabi Ibrahim AS yang memohon pertolongan kepada Allah SWT bisa ditiru dan diamalkan bila dalam kondisi yang serupa. Kumpulan doa Nabi Ibrahim AS ketika dibakar, ketika mendapatkan keturunan hingga meminta rezeki terangkum dalam Al-Qur’an dan hadits.

    Allah SWT memerintahkan setiap hamba berdoa kepada-Nya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya surah Gafir ayat 60. Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    7 Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an dan Hadits

    1. Doa Nabi Ibrahim agar Diberi Keturunan Sholeh

    Menurut buku Kaya Melimpah Dengan Doa Para Nabi karya Ustaz Ali Amrin Al-Qurawy, doa Nabi Ibrahim kepada Allah SWT supaya dikaruniai keturunan sholeh tercantum dalam surah As Shaffat ayat 100:

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    Arab-latin: Rabbi hablii minash shaalihiin.

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang sholeh.”

    2. Doa Nabi Ibrahim Meminta Rezeki

    Doa ini terabadikan dalam surah Al Baqarah ayat 126:

    … رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ …

    Arab-latin: … Rabbij’al hâdzâ baladan âminaw warzuq ahlahû minats-tsamarâti man âmana min-hum billâhi wal-yaumil-âkhir…

    Artinya: ” …Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir…”

    3. Doa Nabi ibrahim untuk Anaknya

    Doa ini diamalkan Nabi Ibrahim AS supaya keturunannya dijauhkan dari perbuatan menyembah berhala. Berikut bacaan doa yang terangkum dalam surah Ibrahim ayat 35:

    رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ ٣٥ …

    Arab-latin: ... Rabbij’al hâdzal-balada âminaw wajnubnî wa baniyya an na’budal-ashnâm

    Artinya: “…Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari penyembahan terhadap berhala-berhala.”

    4. Doa Nabi Ibrahim Memohon Surga

    Berdasarkan buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, S.Ag. Nabi Ibrahim pernah memohon kepada Allah SWT agar dijaga kesalehannya dan menjadi ahli surga.

    Doa ini terdapat dalam surah Asy Syu’ara ayat 83-85:

    رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ ۙ ٨٣ وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ ٨٤ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ۙ ٨٥

    Arab-latin: Rabbi hab lî ḫukmaw wa al-ḫiqnî bish-shâliḫîn, waj’al lî lisâna shidqin fil-âkhirîn, waj’alnî miw waratsati jannatin-na’îm.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku hukum (ilmu dan hikmah) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang shalih. jadikanlah aku sebagai buah tutur yang baik di kalangan orang-orang (yang datang) kemudian. Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.”

    5. Doa Nabi Ibrahim agar Amal Diterima

    Doa ini terdapat dalam surah Asy Syu’ara ayat 87-89:

    وَلَا تُخْزِنِيْ يَوْمَ يُبْعَثُوْنَۙ ٨٧ يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ ٨٨ اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ ٨٩

    Arab-latin: Wa lâ tukhzinî yauma yub’atsûn, yauma lâ yanfa’u mâluw wa lâ banûn, illâ man atallâha biqalbin salîm.

    Artinya: “Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. Yaitu pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

    6. Doa Nabi Ibrahim agar Anak Rajin Sholat

    Menurut buku Kisah Akhlak 25 Nabi dan Rasul karya Puspa Swara, Nabi Ibrahim pernah berdoa memohon supaya diberikan keturunan yang rajin ibadah, melalui surah Ibrahim ayat 40:

    رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ ٤٠

    Arab-latin: Rabbij’alnî muqîmash-shalâti wa min dzurriyyatî rabbanâ wa taqabbal du’â’

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

    7. Doa Nabi Ibrahim ketika Dibakar dan Mendapat Kesulitan

    Menurut buku Memaafkan yang Tak Termaafkan karya Arifah Handayani. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS ketika ia hendak mau dibakar.

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

    Arab-latin: Hasbunallah wa ni mal wakiil.

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung.” (HR Bukhari)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Memohon Kesembuhan dari Sakit untuk Diri Sendiri


    Jakarta

    Doa memohon kesembuhan dapat diamalkan muslim agar Allah SWT mengangkat penyakitnya. Sakit tidak hanya tergolong sebagai musibah, melainkan juga momen untuk menggugurkan dosa seorang muslim.

    Ketika sakit, muslim dianjurkan untuk banyak berdoa dan istighfar. Allah SWT menganjurkan memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdoa sebagaimana firman-Nya dalam surah Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Berikut beberapa doa memohon kesembuhan yang bisa diamalkan muslim ketika sakit yang dikutip dari berbagai sumber.

    6 Doa Memohon Kesembuhan: Arab, Latin dan Arti

    1. Doa Memohon Kesembuhan Versi Pertama

    Doa memohon kesembuhan yang pertama ini dinukil dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa. Berikut bacaannya,

    بِسْمِ الله، حَسْبِيَ الله تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهُ، اِعْتَصَمْتا بِاللَّه فَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَى الله مَا شَاءَ اللَّهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُ وَّةَ إِلَّا بِاللَّه الْعَلِيُّ الْعَظِيمِ

    Bismillaahi hasbiyallaahi tawakkaltu ‘alallaahi i’tashamtu billaahi fawwadltu amri ilallaahi maa syaa-allahu laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aiyyil ‘adziimi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah-lah Zat Yang mencukupiku. Aku berserah diri kepada Allah. Aku memohon perlindungan kepada Allah. Tiada daya dan upaya hanyalah kepada Allah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    2. Doa Memohon Kesembuhan Versi Kedua

    Ada pula doa memohon kesembuhan versi lainnya yang tercantum dalam riwayat dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Dari Sayyidah Aisyah RA berkata bahwa Nabi Muhammad SAW membaca Al-Mu’awwidzat bagi sebagian anggota keluarganya dan mengusap dengan tangan kanannya sambil membaca doa berikut,

    للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذهبْ البَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِي إِلَّا أَنتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sisyfi antasy syaafi laa syaafiya illa anta syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia, hapuskanlah penyakit dan penderitaan ini. Sembuhkanlah karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak menimbulkan efek samping.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, & Abdurrazaq)

    3. Doa Memohon Kesembuhan Versi Ketiga

    Selain doa-doa di atas, ada pula doa memohon kesembuhan yang dapat diamalkan muslim yang dikutip dari buku Doa Menghadapi Musibah karya Arif Munandar Riswanto.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa’an lā yughaadiru saqaman.

    Artinya: “Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tidak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.”

    4. Doa Memohon Kesembuhan Versi Keempat

    Dalam kitab Al Adzkar oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Masturi Irham dan Muhammad Aniq terdapat pula doa memohon kesembuhan yang bisa dipanjatkan muslim. Bacaan ini diamalkan dengan menggunakan debu.

    بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

    Bismillahi turbatu ardhinaa biriiqati ba’dhinaa yusyfa saqiimunaa bi idzni rabbinaa

    Artinya: “Dengan nama Allah, debu tanah kami dengan ludah di antara kami, orang-orang yang menderita sakit di antara kami menjadi sembuh dengan izin Tuhan kami.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, & Hakim)

    5. Doa Memohon Kesembuhan Versi Kelima

    Selanjutnya, doa memohon kesembuhan turut tersemat dalam buku Panduan lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat yang disusun Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf M Pd. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّرًا فَاشْفِنِي وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِرْنِي

    Alloohumma in kaana ajalii qod hadhoro fa arihnii. wa in kaana muta’akhkhiron fasyfinii. wa in kana balaa-an fashobbirnii.

    Artinya: “Ya Allah, jika ajalku sudah dekat maka wafatkanlah aku dengan tenang, jika ajalku masih lama maka sembuhkanlah penyakitku, dan jika sakitku ini adalah ujian dari-Mu maka anugerahkanlah kesabaran untukku.”

    Lalu dilanjut dengan membaca doa berikut,

    أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru.

    Artinya: “Aku berlindung dengan kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang aku derita dan aku khawatirkan.”

    6. Doa Memohon Kesembuhan Versi Keenam

    Masih dari sumber yang sama, ada juga doa memohon kesembuhan versi lainnya dengan lafaz lebih singkat.

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، بِسْمِ اللهِ الْكَبِيرِ وَأَعُوْذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ مِنْ شَرِّ عِرْقٍ نَعَارٍ، وَ مِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ.

    Bismillahir rahmanirrahim, bismillaahil kabiir wa a’uudzu billaahil ‘azhiim min syarri ‘irqin na’-aarin wa min syarri kulli harrin naar.

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, dengan nama Allah Yang Maha Besar, aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari sakitnya darah mengalir (luka) dan dari buruknya panas api.”

    Itulah beberapa doa memohon kesembuhan yang bisa dilafalkan muslim. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Tata Cara Sholat Mayit Laki-laki dan Perempuan beserta Bacaan



    Jakarta

    Sholat mayit atau sholat jenazah adalah ibadah yang dilakukan untuk mendoakan seseorang yang telah meninggal dunia. Mengetahui tata cara sholat mayit penting untuk diketahui oleh semua umat Islam.

    Pelaksanaan sholat mayit berbeda dengan sholat fardhu atau sunnah pada umumnya. Dalam sholat mayit, tidak terdapat gerakan seperti rukuk dan sujud.

    Hukum Sholat Mayit

    Dikutip dari buku Panduan Shalat Lengkap & Juz ‘Amma karya Ahmad Najibuddin, Sholat jenazah hukumnya fardu kifayah atau kewajiban dapat gugur bila ada sebagian muslim yang mengerjakan.


    Sholat mayit menjadi kewajiban jika tidak ada orang yang melaksanakannya. Namun, jika sudah ada yang melakukannya, maka sholat mayit berubah menjadi sunnah. Berdosa bila sholat mayit tidak dilaksanakan ketika belum ada yang mengerjakannya.

    Misalnya, di sebuah kampung ada seseorang yang baru saja meninggal dunia. Maka, penduduk di kampung tersebut wajib untuk melaksanakan sholat mayit.

    Jika ada sebagian yang mengerjakannya, maka sudah gugur kewajibannya. Namun, jika warga kampung tidak ada yang melakukan sholat mayit untuk orang yang baru meninggal, maka mereka berdosa.

    Syarat Sholat Mayit

    Menurut buku Panduan Praktis Shalat Jenazah & Perawatan Jenazah oleh Ahmad Fathoni El-Kaysi, berikut adalah beberapa syarat pelaksanaan shalat jenazah:

    1. Mayit harus sudah dimandikan atau disucikan dari najis, termasuk tubuh, kafan, dan tempatnya.
    2. Orang yang mengerjakan sholat mayit harus memenuhi syarat sah sholat.
    3. Jika mayit ada di tempat, posisi orang yang sholat (mushalli) harus berada di belakang jenazah. Mayit laki-laki diletakkan dengan kepala menghadap ke utara, dan orang yang shalat harus berdiri lurus dengan kepala jenazah. Mayit perempuan diletakkan dengan cara yang sama, tetapi imam atau orang yang sholat berdiri lurus dengan pantat jenazah.
    4. Antara mayit dan orang yang melaksanakan sholat tidak boleh ada penghalang. Jika mayit berada dalam keranda, keranda tersebut tidak boleh dipaku.
    5. Jika mayit ada, orang yang melaksanakan sholat juga harus berada di tempat tersebut.

    Tata Cara Sholat Mayit dan Bacaannya

    Untuk dapat melakukan sholat mayit bagi seseorang yang sudah meninggal, tentunya kita wajib mengetahui bagaimana tata cara sholat mayit yang benar. Dikutip dari buku RIsalah Jenazah oleh Baihaqi Nu’man dan Muhammad Shonhaji, berikut ini adalah tata cara sholat mayit:

    1. Membaca Niat

    – Niat Sholat Mayit Perempuan

    اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Usholli ‘ala hadzihihil mayyitati arba’a takbirotin fardho kifayati imaman/ma’muman lillahi ta’ala

    Artinya: “Saya niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.”

    – Niat Sholat Mayit Laki-laki

    اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya niat sholat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.”

    2. Berdiri untuk yang Mampu

    Pelaksanaan sholat mayit sebaiknya dilakukan dengan berdiri. Namun, jika tidak memungkinkan, dapat dilakukan dengan duduk atau dalam posisi lain yang sesuai.

    3. Takbir Empat Kali

    Jumlah takbir dalam sholat mayit termasuk takbiratul ihram harus mencapai empat takbir. Sholat mayit dianggap tidak sah jika takbir yang dilakukan kurang dari empat kali.

    4. Membaca Surat Al Fatihah setelah Takbir Pertama

    Setelah takbir pertama (takbiratul ihram), dilanjutkan membaca ta’awudz, basamalah dan surah Al Fatihah. Sebaiknya, bacaan surah Al Fatihah dilakukan dengan suara pelan sehingga masih terdengar oleh dirinya sendiri, meskipun sholat mayit dilaksanakan pada malam hari.

    5. Membaca Sholawat setelah Takbir Kedua

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Bacaan latin: Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalii sayyidinaa muhammadin

    Artinya: “Ya Allah berilah atas sholawat Nabi Muhammad dan atas keluarganya.”

    6. Mendoakan Mayit setelah Takbir Ketiga

    – Doa untuk Mayit Laki-laki

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْحَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالتَّلْج وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى التَّوبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَابْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْحًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.

    Allôhummaghfir lahu, warhamhu, wa ‘âfihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi madkholahu, waghsilhu bil mâ’i wats tsalji wal barodi. Wa naqqihi minal khothôyâ kama yunaqqots tsaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu dáron khoiron min darihi, wa ahlan khoiron min ahlihi, wa zaujan khoiron min zaujihi, wa adkhilhul jannata, wa a’idzhu min fitnatil qobri wa min ‘adzâbin når.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia (si mayit). Rahmatilah dia. Selamatkanlah dia. Maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya. Luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih bersih yang dibersihkan dari kotoran. Gantikanlah untuk dirinya rumah yang lebih bagus daripada rumahnya; keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan istri yang lebih elok daripada istrinya. Masukkanlah dia ke sorga. Lindungilah dirinya dari siksa kubur dan azab neraka.”

    – Doa untuk Mayit Perempuan

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

    “Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa’afihaa wa’fu ‘anha wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minaddanas. Wa abdilhaa daaron khoiron mindaarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wazaujan khoiron minzaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzabil qobri au min ‘adzaabin naar.”

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Selamatkan dan ampunilah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, luaskanlah tempat kuburnya. Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga istri yang lebih baik dari istrinya. Dan serta peliharalah dan lindungilah ia dari azab kubur dan neraka.”

    7. Membaca Doa setelah Takbir Keempat

    – Untuk Mayit Laki-laki

    اللهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

    Bacaan latin: Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinaa ba’dahu wagfirlana walahu

    Artinya: “Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia.”

    – Untuk Mayit Perempuan

    اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

    Bacaan latin: Allahumma la tahrimna ajraha wa laa taftinna ba’daha waghfirlana walaha

    Artinya: “Ya Allah, jangan lah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia.”

    8. Salam

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Assalâmu’alaikum warahmatullâhi wa barakatuh

    Artinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan dari Allah tercurah atas kalian.”

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com