Category: Doa Hadits

  • 7 Doa agar Dijauhkan dari Orang Zalim, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Orang zalim adalah orang yang jauh dari sifat adil dan amanah. Orang-orang zalim ini mendatangkan kesengsaraan di dunia maupun akhirat, baik itu bagi dirinya sendiri maupun sekitarnya.

    Keberadaan orang zalim termasuk salah satu tanda kecil kedatangan hari kiamat. Ini dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Jika umurmu panjang, engkau akan segera melihat satu kaum membawa cambuk (seperti ekor sapi) di tangannya, setiap pagi, dan petang mereka dilaknati Allah SWT.” (HR Muslim)


    Juga dalam riwayat lain dari Abu Umamah RA yang berbunyi, “Pada akhir zaman, akan ada orang-orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Mereka pergi pada pagi hari dalam kemurkaan Allah dan kembali pada sore hari dalam kemarahan Allah.”(HR Albaniy)

    Ketika merasa terzalimi, umat muslim bisa membaca doa agar mendapatkan perlindungan Allah SWT. Doa agar dilindungi dari perbuatan zalim bisa dibaca setiap waktu.

    Berkaitan dengan itu, ada beberapa doa yang dapat diamalkan muslim agar terhindar dari orang yang zalim. Seperti apa? Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku yang ditulis Masriyah Amva dan buku Doa Ajaran Ilahi susunan Anis Masykhur & Jejen Musfah.

    Doa agar Dijauhkan dari Orang Zalim

    Doa dijauhkan dari orang zalim ini sekaligus berisi permohonan kepada Allah SWT agar didekatkan dengan orang-orang yang baik. Simak bacaannya berikut ini.

    1. Doa Pertama

    Doa pertama tercantum dalam surat Al-A’raf Ayat 47 agar terhindar dari orang zalim:

    ۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-Latin: Wa iżā ṣurifat abṣāruhum tilqā`a aṣ-ḥābin-nāri qālụ rabbanā lā taj’alnā ma’al-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.

    2. Doa Kedua

    اللَّهُمَّلَاتُسَلِّطْعَلَيْنَا-بِذُنُوْبِنَا-مَنْلَايَخَافُكَوَلَايَرْحَمُناَ

    Arab latin: Allahumma lâ tusallith ‘alainâ-bidzunübinâ-man lâ yakhâfuKa walâ yarhamunâ.

    Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami-karena dosa-dosa kami-orang yang tidak takut kepadaMu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami.

    3. Doa Ketiga

    Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW berdoa agar dilindungi dari pemimpin yang zalim:

    اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم

    Artinya: “Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia”. (HR. Muslim No 1828)

    4. Doa Keempat

    Surat Al-Qashash Ayat 21:

    فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-Latin: Fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.

    5. Doa Kelima

    Surat Al-Mu’minun Ayat 94:

    رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-Latin: Rabbi fa lā taj’alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim”.

    6. Doa Keenam

    Doa agar terhindar dari orang zalim selanjutnya juga tercantum dalam surah Al A’raf ayat 47. Berikut bunyinya,

    وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab latin: Wa iżā ṣurifat abṣāruhum tilqā`a aṣ-ḥābin-nāri qālụ rabbanā lā taj’alnā ma’al-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.”

    7. Doa Ketujuh

    Doa agar terhindar dari pemimpin zalim selanjutnya dipanjatkan oleh Nabi Musa AS ketika memohon perlindungan dari Firaun. Allah SWT berfirman dalam surah Al Qashash ayat 21,

    فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab latin: Fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Ayub ketika Sakit, Baca untuk Minta Kesembuhan


    Jakarta

    Doa Nabi Ayub AS ketika sakit dapat diamalkan muslim untuk memohon kesembuhan. Sebagaimana diketahui, Ayub AS diuji dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya dalam waktu cukup lama.

    Menurut Qashash Al-Anbiyaa’ oleh Ibnu Katsir yang diterjemahkan Saefulloh MS, Nabi Ayub AS dikenal dengan sifatnya yang sangat dermawan. Sebelum sakit, ia dianugerahi harta yang melimpah.

    Harta kekayaannya Ayub AS mencakup hewan ternak seperti kambing, sapi, unta, serta keledai. Sebagai utusan Allah SWT, Nabi Ayub AS menggunakan hartanya untuk kebaikan seperti disumbang kepada fakir miskin, membantu anak yatim, memuliakan tamu, dan lain sebagainya.


    Namun, semua nikmat itu dicabut oleh Allah SWT ketika Ayub AS sakit. Saking parahnya penyakit yang diderita Nabi Ayub AS, ia hanya dapat menggunakan lidah dan hatinya untuk beribadah kepada Allah SWT.

    Sehari-hari, sang istri terpaksa mencari nafkah sejak Ayub AS jatuh sakit. Sebagai sosok yang setia, istri Nabi Ayub AS merawat sang nabi dengan tulus.

    Doa Nabi Ayub AS ketika Sakit

    Doa ketika Nabi Ayub AS sakit tercantum dalam surah Al Anbiya ayat 83, berikut bunyinya:

    وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

    Arab latin: Wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

    Kisah Sembuhnya Ayub AS dari Penyakit yang Diderita

    Diceritakan dalam buku Mukjizat Doa-doa yang Terbukti Dikabulkan Allah karya Yoli Hemdi, alih-alih memohon kesembuhan kepada Allah SWT secara langsung, Ayub AS justru meminta Allah SWT menunjukkan bentuk Maha Penyayang-Nya. Ini menunjukkan pribadi sang nabi yang taat dan santun.

    Allah SWT lantas memberi Nabi Ayub AS kesembuhan. Hal tersebut dijelaskan dalam surah Al Anbiya ayat 84,

    فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

    Artinya: “Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.”

    Itulah doa Nabi Ayub AS ketika sakit yang bisa diamalkan muslim. Semoga kita senantiasa selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT, Aamiin.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Adam Memohon Ampun yang Mustajab


    Jakarta

    Doa Nabi Adam AS memohon ampun dikenal mustajab. Doa ini dipanjatkan Nabi Adam AS dan istrinya, Hawa, sebagai bentuk tobat.

    Kisah pertobatan Nabi Adam dan Hawa diceritakan dalam Al-Qur’an. Beberapa surah yang mengisahkan hal ini antara lain surah Al Baqarah, Al A’raf, dan Taha.

    Ulama tafsir sekaligus ahli hadits, Imam Ibnu Katsir, dalam kitab Qashash Al-Anbiyaa’ yang diterjemahkan Dudi Rosyadi memaparkan sejumlah ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tobat Nabi Adam dan Hawa. Allah SWT berfirman,


    وَنَادٰىهُمَا رَبُّهُمَآ اَلَمْ اَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَاَقُلْ لَّكُمَآ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ٢٢ قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ٢٣

    Artinya: “Tuhan mereka menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Al A’raf: 22-23)

    Ibnu Katsir menafsirkan, ayat tersebut adalah pengakuan dari Nabi Adam dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Nabi Adam AS bersimpuh, tunduk, merendah, dan mengharapkan ampunan di saat-saat yang tepat.

    Dalam tobat tersebut, Nabi Adam AS membaca doa yang akhirnya Allah SWT mengabulkan doanya dan menerima tobatnya.

    Doa Nabi Adam Arab, Latin dan Artinya

    رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

    Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa illam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn

    Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

    Doa Nabi Adam ini terdapat dalam Al-Qur’an surah Al A’raf ayat 23.

    Poin-poin yang Terkandung dalam Doa Nabi Adam

    Dijelaskan dalam Mausu’at Ad-Du’a karya Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni yang diterjemahkan Abdul Rosyad, doa Nabi Adam AS mengandung sejumlah hal penting. Berikut di antaranya:

    • Pengakuan kepada Allah SWT sebagai Rabb, dalam ucapan رَبَّنَا “Ya Rabb kami.”
    • Pengakuan atas kezaliman, berdasarkan ucapan ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا “Kami telah menganiaya diri kami sendiri”
    • Kepasrahan kepada Allah SWT dengan mengharap tobat, ampunan, dan rahmat-Nya.
    • Pengakuan merugi jika sampai Allah SWT tidak berkenan memberikan ampunan.

    Allah SWT menerima tobat Nabi Adam AS sebagaimana Dia berfirman,

    فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ٣٧

    Artinya: “Kemudian, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS Al Baqarah: 37)

    Doa Nabi Adam Dipanjatkan Para Nabi setelahnya

    Doa Nabi Adam AS memohon ampunan dari Allah SWT ini juga dipanjatkan para nabi setelahnya. Nabi Musa AS pernah berdoa dengan lafaz berikut,

    رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ

    Rabbi innī ẓalamtu nafsī fagfir lī

    Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” (QS Al Qasas: 16)

    Nabi Yunus AS juga pernah berdoa,

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

    Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz-zaalimiin

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS Al Anbiya’: 87)

    Doa tobat para nabi tersebut mustajab. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits bersabda,

    دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ، إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوْتِ: أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ إِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

    Artinya: “Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) saat ia berada dalam perut ikan adalah ‘Bahwa tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang zalim’ (QS Al Anbiya: 87). Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam urusan apa pun, melainkan Allah akan mengabulkan doanya tersebut.” (Dinyatakan shahih oleh At-Tirmidzi)

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Nabi Adam AS? Ini Haditsnya


    Jakarta

    Tinggi Nabi Adam AS sempat disebut dalam beberapa hadits. Ukuran tubuh sang nabi jauh berbeda dengan manusia di zaman sekarang.

    Tak hanya tinggi Nabi Adam AS, terkait ciri fisiknya turut diterangkan dalam sejumlah riwayat. Adam AS merupakan nabi sekaligus manusia pertama yang Allah SWT ciptakan.

    Menurut Qashash Al-Anbiyaa’ oleh Ibnu Katsir terjemahan H Dudi Rosyadi, Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS dengan tangan-Nya sendiri agar iblis tidak sombong. Adam AS diciptakan dari tanah yang diambil dari hamparan bumi dengan warna yang beragam, yaitu putih merah, dan hitam.


    Inilah yang menyebabkan anak cucu Nabi Adam AS lahir dengan warna kulit yang beragam. Allah SWT berfirman dalam surah Sad ayat 71-72,

    إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَٰجِدِينَ

    Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”

    Berapa Tinggi Nabi Adam AS?

    Mengutip dari An Na’im Al-Jinsi Li Ahli Al-Jannah susunan Syaikh Abdullah bin Qasim Al-Qasimi yang diterjemahkan H Masturi Irham Munawar dan H Malik Supar, ukuran tinggi Nabi Adam AS adalah 60 hasta. Jika dikonversi, maka setara dengan 27,4-30 meter.

    “Para penduduk surga ketika masuk surga, tingginya seperti Adam, 60 dzira (hasta), tampan seperti Yusuf, di usia seperti Isa sekitar 33 tahun, memiliki lisan seperti Nabi Muhammad SAW, badan tidak berbulu, berpenampilan muda, dan bercelak.” (HR Ibnu Abid Dunya)

    Selain itu, terkait tinggi Nabi Adam AS turut dijelaskan dalam hadits lainnya dari Abu Hurairah RA,

    “Allah telah menciptakan Adam AS berdasarkan bentuk-Nya, tingginya 60 hasta. Kemudian (Allah) berfirman, “Pergilah dan memberi salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepadamu. Itulah kehormatanmu dan keturunanmu.

    Lalu, (Adam) mengucapkan, “Assalamualaikum,” maka, (para malaikat) mengucapkan, “Assalamualaika wa rahmatullah,” (para malaikat) menambahkan ‘warrahmatullahi,’

    Maka, setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam (dalam hal perawakan/postur dan gambaran), dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    Proses Penciptaan Nabi Adam AS di Surga

    Proses penciptaan Nabi Adam AS tercantum dalam ayat Al-Qur’an dan hadits. Setelah ruhnya mulai masuk dari kepala, Adam AS bersin.

    Malaikat yang mendengar itu mengucap Alhamdulilah yang artinya segala puji bagi Allah, Nabi Adam pun turut mengucapkan Alhamdulilah. Ini terdapat dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,

    “Setelah Allah meniupkan ruh ke dalam jasad Adam hingga ketika ruh itu sampai di kepalanya, Adam pun bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), Allah Tabaraka wa Ta’ala menjawab: ‘Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu)” (HR Ibnu Hibban)

    Ketika ruh Nabi Adam AS mulai masuk ke matanya, ia melihat buah-buahan di surga. Setelah ruh tiba di perutnya, mulailah Adam AS berkeinginan untuk makan.

    Sebelum ruh tiba di kaki Nabi Adam AS, ia sudah meloncat lebih dulu karena ingin mendekati buah-buahan di surga. Karenanya, dalam surah Al Anbiya ayat 37 Allah menjelaskan tabiat manusia yang memiliki sifat tergesa-gesa.

    خُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُو۟رِيكُمْ ءَايَٰتِى فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

    Artinya: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Fajar Lengkap dengan Keutamaan di Baliknya


    Jakarta

    Sholat Fajar atau lebih dikenal juga dengan sholat sunnah qobliyah Subuh, adalah salah satu ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sholat ini merupakan salah satu dari sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, bahkan disebutkan bahwa sholat sunnah Fajar atau Qobliyah Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.

    Untuk meraih keutamaan dunia dan seisinya tentunya kita harus memahami tata cara sholat Fajar dengan benar. Selain itu, kita juga bisa menyempurnakan ibadah ini dengan memanjatkan doa sholat Fajar.

    Doa Sholat Fajar

    Setelah melaksanakan sholat sunnah Fajar, umat Islam dapat melanjutkan amalan ibadah di pagi hari dengan berdoa untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT. Berdoa setelah sholat Fajar tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memohon kebaikan dalam menjalani hari.


    Mengutip dari buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki karya Nasrudin, berikut adalah beberapa doa yang dapat dibaca setelah melaksanakan sholat sunnah Fajar:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ رَزَقَنِيْ هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَاقُوَّةٍ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ

    Arab latin: Alhamdulillaa hilladzii rozaqonii haadzaa min khoirin haulin minnii walaa quwwatin, Allahumma baarik fiihi.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan rezeki kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku. Ya Allah, berkahilah rezekiku.”

    Doa lain yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ، وَإِسْرَافِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَمُحَمَّدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّار

    Arab latin: Allahummarabbi jibrila, wa israfila, wamikaila, wamuhammadinnabiyyi shallallahu alaihi wasallam, a’udzu bika minannar.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan Jibril, Israfil, Mikail dan Tuhan Muhammad SAW. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka.”

    Doa ini dibaca oleh Nabi Muhammad SAW sebanyak tiga kali. Hal ini dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar, yang menukil doa sholat Fajar dari Kitab Ibnu Sunni melalui riwayat Amir bin Usamah.

    Badruddin Hasyim Subky, dalam bukunya yang berjudul Misteri Kedua Belah Tangan dalam Salat, Zikir, dan Doa, juga menguraikan tentang zikir dan doa setelah sholat Fajar. Buku tersebut menjelaskan bacaan zikir dan doa yang dianjurkan setelah sholat tersebut.

    للَّهُمَّ إِلَى أَسْتَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي مَا قَلْي وَتَجْمَعُ هَا شَمْلِي وَتَلُمُ مَا شَعْنِي وَتَرُدُّ بها الفتَنُ عَنِّى وَتَصْلُحُ بها دِيْنِي وَتَحْفَظُ مَا غَائِبِي وَتَرْفَعُ مَا شَاهِدِى وَتُزَكَّى بِمَا عَمَلِي وَتَبْيَضُهَا وَجْهَى وَتُلْهِمُنِي هَارُشدِى وَتُعْصِمُنِيهَا مِنْ كُلِّ سُوْء

    Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisi-Mu yang dapat menuntun hatiku, menghimpun harapan baikku, membersihkan dosa-dosaku, menjauhkan fitnah dariku, menyelesaikan segala urusan agamaku, melindungiku ketika aku tidak terlihat, meninggikan derajatku ketika aku tampak, membersihkan amalanku, mencerahkan wajahku, memberi ilham dengan ilmu-Mu, dan melindungiku dari setiap kejahatan.”

    أَللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيْمَانَا صَادِقًا وَيَقِينَا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ وَرَحْمَةٌ أَنَالُ بهَا شَرْفُ كَرَامَتِكَ في الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. أَللَّهُمَّ إنِّى أسفلُكَ الْفَوْز عِنْدَ القَضَاء وَمَنَازِلَ الشُّهَدَا وَعَيْشَ السُّعَدَاء وَالنَّصْرَ عَلَى الأَعْدَاءِ وَمُرَافَقَةَ الأَنْبِيَاءِ. أَللَّهُمَّ إِنِّي أُنْزِلُ بِكَ حَاجَتِي وَإِنْ ضَعُفَ رَأْيِي وَقَلَّتْ حِيْلَتِي وَقَصْرَ عَمَلِي وَافْتَقَرَّتْ إِلَى رَحْمَتُكَ، فَأَسْتَلُ يَا كَافِي الْأُمُوْر وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِ كَمَاتَجُرُّ بَيْنَ الْبُحُوْرِ أَنْ تُحِيْرَنِي مِنْ عَذَابِ لسَّعِيرِ وَمِنْ دَعوة التبور ومن فتنة القبور

    Artinya : “Ya Allah, berilah aku keimanan yang mendalam, keyakinan yang tidak disertai kekufuran, dan rahmat agar aku mendapatkan kedudukan yang mulia baik di dunia maupun di akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keberuntungan saat maut (al-Qada), kedudukan para syuhada, kehidupan yang membahagiakan, pertolongan untuk melawan musuh-musuh-Mu, dan dikumpulkan bersama para Anbiya. Ya Allah, sesungguhnya aku telah mengandalkan segala kemampuanku karena kekuasaan-Mu, penuhilah hajatku, meskipun pendirianku lemah, usahaku sedikit, amalanku lalai, namun aku sangat membutuhkan rahmat-Mu. Aku memohon kepada-Mu, Wahai Zat Yang Mencukupkan segala urusan, Wahai Zat Penyembuh hati, sebagaimana Engkau memelihara air di lautan, peliharalah aku dari siksa neraka Sa’ir, dan lindungilah aku dari doa yang sia-sia dan dari fitnah kubur.”

    Keutamaan Sholat Fajar

    Keutamaan sholat Fajar disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab Shalat Al-Musafirin. Aisyah RA menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    َكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا.

    Artinya : ”Dua rakaat (sebelum) fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

    Rasulullah SAW selalu menjaga sholat Fajar dengan sangat konsisten, sebagaimana dinyatakan oleh A.Q. Muhammad Manshur dalam bukunya Panduan Shalat an-Nisaa Menurut Empat Mazhab. Hal ini berdasarkan riwayat yang berasal dari Aisyah RA.

    أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

    Artinya : “Nabi SAW tidaklah menjaga sholat sunnah yang lebih daripada menjaga sholat sunnah rakaat sebelum Subuh.” (HR Muslim)

    Keutamaan sholat sunnah Fajar sangat jelas dari dua hadits tersebut. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menunjukkan bahwa dua rakaat sebelum fajar lebih bernilai daripada dunia dan segala isinya, menegaskan betapa besar keutamaannya.

    Selain itu, hadits lain menyatakan bahwa Rasulullah SAW sangat konsisten dalam menjaga sholat sunnah sebelum Subuh yang menandakan sholat Fajar merupakan sholat sunnah yang sangat diutamakan.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dan Diberi Ketenangan Hati


    Jakarta

    Ada doa yang dapat diamalkan untuk menjaga agar dijauhkan dari pikiran kotor. Pikiran kotor bisa saja terlintas saat melihat atau mengalami hal buruk yang tidak sesuai dengan harapan.

    Setiap manusia diciptakan dengan akal pikiran dan hati. Pikiran setiap orang tergantung pada hatinya. Ada kalanya terlintas pikiran kotor yang menjadi penghalang dari datangnya pahala.

    Pikiran kotor bisa membawa pada keburukan, oleh karenanya usahakan untuk terus berlatih menjaga pikiran agar selalu bersih dan terjaga. Pikiran kotor termasuk prasangka buruk atau dalam Islam dikenal dengan sebutan suudzon.


    Untuk menjauhkan dari pikiran kotor, setiap muslim harus meyakini bahwa setiap takdir dan ketetapan Allah SWT adalah yang terbaik.

    Mengutip buku Jangan Khawatir, Allah Bersamamu yang ditulis Muhammad Farid Wajdi disebutkan bahwa segala sesuatu yang berasal dari Allah SWT itu baik, meskipun terkadang manusia menganggapnya buruk. Anggapan ini berasal dari dangkalnya pemikiran manusia yang menilai adanya takdir baik dan takdir buruk. Padahal, semua takdir dan ketetapan Allah SWT adalah baik.

    Dalam surat Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirman tentang larangan berburuk sangka dan berpikiran kotor,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

    Dalam buku Belajar untuk Berakhlaq, Dr. Zubairi menjelaskan suudzon dan berpikiran kotor termasuk dalam perbuatan buruk serta akhlak tercela.

    Umar Bin Khattab RA menyatakan, “Janganlah kamu menyangka dengan satu katapun yang keluar dari seorang saudaramu yang mukmin kecuali dengan kebaikan yang engkau dapatkan bahwa kata-kata itu mengandung kebaikan.”

    Doa Menghilangkan Pikiran Kotor

    Dari Ziyad bin ‘Ilaqih dari pamannya mengatakan bahwa Rasulullah SAW membaca doa menghilangkan pikiran kotor berikut ini:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ ، وَالأَعْمَالِ ، وَالأَهْوَاءِ

    Bacaan latin: Allahumma inni a’udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang mungkar”. (HR. Tirmidzi)

    Doa Agar Diberi Ketenangan Hati

    Doa ini juga dapat diamalkan agar mendapat ketenangan hati sehingga dijauhkan dari pikiran kotor. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mendengar Adzan Subuh, Amalkan agar Berkah



    Jakarta

    Doa mendengar adzan subuh bisa diamalkan usai muazin mengumandangkannya. Doa ini dapat diamalkan setiap hari agar membawa berkah dan keutamaan.

    Adzan subuh menjadi penanda masuknya waktu salat Subuh. Adzan berkumandang seiring terbitnya sang fajar.

    Mengutip buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dijelaskan adzan adalah pemberitahuan akan masuknya waktu salat.


    Adzan dilaksanakan dengan tujuan untuk mengajak manusia untuk menunaikan salat berjamaah sekaligus menunjukkan syiar-syiar Islam.

    Dalam satu hari, adzan berkumandang sebanyak lima kali yang menandakan masuknya waktu salat Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya.

    Bacaan Adzan Subuh

    Bacaan adzan subuh berbeda dengan adzan salat fardhu lainnya. Berikut bacaan adzan subuh lengkap:

    (٢x) اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ

    Allâhu Akbar, Allâhu Akbar (2x)

    (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)

    (٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

    Asyhadu allâ ilâha illallâh. (2x)

    (Aku Bersaksi Tiada Tuhah selain Allah)

    (٢x) أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

    Asyhadu anna Muhammadan rasûlullâh. (2x)

    (Aku bersaksi sesugguhnya Muhammad adalah utusan Allah)

    (٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

    Hayya ‘alash shalâh (2x)

    (Marilah laksanakan sholat)

    (٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

    Hayya ‘alal falâh. (2x)

    (Marilah menuju kepada kejayaan.)

    (٢x) اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

    As shalaatu khairum minan naum. (2x)

    (Sholat lebih baik daripada tidur.)

    (١x) اَللهُ أَكْبَرُ ،اَللهُ أَكْبَرُ

    Allâhu Akbar, Allâhu Akbar

    (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)

    (١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

    Lâ ilâha illallâh (1x)

    (Tiada Tuhan selain Allah)

    Setelah muazin membacakan lafadz adzan, setiap muslim harus membaca ulang lafadz tersebut. Adapun pada saat mendengar lafadz hayya ‘alal falâh bisa mengucapkan laa haula walaa quwwata illaa billaah.

    Ada sedikit perbedaan khusus pada adzan subuh. Mengutip Kitab Lengkap Panduan Shalat oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani dijelaskan ketika muazin mengucapkan ashshalatu khairum minan nawm, maka orang yang mendengarnya disunnahkan membaca lafadz sebagai berikut:

    صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ

    Arab-latin: Shadaqta wa bararta

    Artinya: “Engkau telah berkata dan telah berbuat baik.”

    Saat mendengar iqamah, umat Islam juga disunnahkan berdoa dengan lafadz berikut:

    أقامها الله وادامها

    Arab-latin: Aqaamahallahu wa adaamahaa

    Artinya: “Semoga Allah menegarkan dan selalu melanggengkannya.”

    Ketika mendengar muazin mengucapkan asyhadu anna muhammadar rasuulullah, umat Islam yang mendengarnya disunnahkan mengucapkan bacaan berikut:

    Arab-latin: Wa ana asyhadu anna muhammadar rasuulullah, radliitu billaahi rabbaa, wa bi muhammadin shallallaahu ‘alaiahi wa sallama rasuulaan, wa bil islaami diinaa

    Artinya: “Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sebagai nabiku dan agama Islam sebagai agamaku.”

    Doa setelah Adzan Subuh

    Dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, ia berkata ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah para muazin telah melebihi keutamaan dari kami,” maka Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah sebagaimana yang mereka bacakan, jika (adzan) telah selesai, maka berdoalah niscaya Allah akan mengabulkannya.” (HR Abu Dawud)

    Berikut bacaan doa setelah adzan subuh:

    اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةْ وَالصَّلاةِ القَائِمَةْ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدَنِ اْلوَسِيْلَةَ وَاْلفَضِيْلَةْ وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوْدًا اَّلذِيْ وَعَدْتَهْ

    Arab-latin: Allâhumma rabba hâdzihid da’watit tâmmah, washshalâtil qâ-imah, âti sayyidana muhammadanil washîlata wal fadhîlah, wab’atshu maqâmam mahmûdanil ladzî wa’adtah.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, yang memiliki seruan sempurna ini serta shalat yang segera akan dilaksanakan, berilah kepada Junjungan kami Nabi Muhammad kedudukan sebagai wasilah serta kemuliaan dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan yang terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan.”

    Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca doa keselamatan dunia dan akhirat. Berikut bacaan doanya:

    اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِيْ الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ

    Arab latin: Allahumma innî as-alukal-‘âfiyah fid-dunya wal-âkhirah

    Artinya: “Ya Allah, aku mohon pada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat.”

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus untuk Apa? Benarkah dapat Mengabulkan Hajat?


    Jakarta

    Dalam Islam, doa adalah bentuk komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT. Melalui doa, kita dapat menyampaikan segala keluhan, harapan, dan permohonan kita.

    Doa Nabi Yunus merupakan salah satu doa populer yang sering kita bacakan sebagai kaum Muslim. Lantas, doa Nabi Yunus untuk apa?

    Bacaan Doa Nabi Yunus

    Menurut buku Mutiara Doa Para Nabi dan Rasul dari Al-Qur’an dan Hadis karya Ahmad Suhendra, doa ini dibaca oleh Nabi Yunus AS ketika berada dalam perut ikan paus untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.


    Berikut ini adalah doa Nabi Yunus lengkap, Arab, Latin, dan artinya:

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

    Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazzaalimiin

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Doa Nabi Yunus ini merupakan potongan dari surat Al-Anbiya ayat 87. Allah SWT berfirman,

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧

    Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim’.”

    Doa Nabi Yunus untuk Apa?

    Dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, dijelaskan bahwa dalam kitab Fathul Mu’in karya Imam Zainuddin bin Abdul ‘Aziz Al Malebari, disebutkan bahwa doa Nabi Yunus dapat diamalkan ketika seseorang memohon petunjuk saat menghadapi kesulitan.

    Selain itu, doa ini juga dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah juga mengungkapkan keistimewaan doa Nabi Yunus AS. Doa ini disebut dapat mengabulkan permohonan dari seorang muslim kepada Allah SWT.

    دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

    Artinya: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin’ Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR At Tirmidzi).

    Keistimewaan Doa Nabi Yunus

    Doa Nabi Yunus AS memiliki keutamaan yang luar biasa. Umat Muslim dianjurkan untuk mengucapkan doa Nabi Yunus AS agar mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

    Berdasarkan buku Tadabbur Doa Sehari-hari karya Jumal Ahmad, terdapat beberapa hadis yang menjelaskan keutamaan doa Nabi Yunus AS. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash RA, di mana Nabi SAW bersabda:

    “Doa Nabi Yunus tatkala ia berada di dalam perut ikan: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Sesungguhnya tak seorang muslim yang berdoa kepada Rabb-nya dengan doa tersebut dalam kondisi apapun kecuali Allah akan mengabulkan untuknya.” (HR Tirmidzi)

    Selain itu, daram riwayat Al-Hakim, Rasulullah juga bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu sesuati jika kamu ditimpa suatu masalah atau ujian dalam urusan dunia ini, kemudian berdoa dengannya yaitu, doa Dzun Nun atau Nabi Yunus.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Bendera Merah Putih, Benarkah Disebutkan dalam Hadits Nabi SAW?


    Jakarta

    Warna bendera Indonesia adalah merah dan putih yang mana melambangkan keberanian dan kesucian. Siapa sangka, ternyata pemilihan warna merah putih pada bendera Indonesia didasarkan dari hadits Nabi Muhammad SAW.

    Hal ini disampaikan oleh KH Abdullah Habib Faqih dalam acara Langitan Bersholawat 2021 lalu. Ia mengatakan bahwa warna merah putih bendera Indonesia diilhami dari hadits Nabi SAW yang bersumber dari kisah Al Habib Husain bin Abu Bakar Al-Idrus Luar Batang.

    Mengutip laman resmi Pondok Pesantren Langitan, KH Abdullah Habib Faqih adalah putra dari Syaikhina KH Abdullah Faqih yang merupakan pemimpin Ponpes Langitan terdahulu. Ponpes ini merupakan salah satu lembaga pendidikan yang basisnya dalam ormas Nahdlatul Ulama (NU).


    Sementara itu, Al Habib Husain bin Abu Bakar Al-Idrus Luar Batang adalah pendatang dari Hadramaut, Jazirah Arab yang merupakan pendiri Masjid Luar Batang pada 1736 silam yang berlokasi di Jakarta Utara. Ia adalah pendakwah sekaligus ulama asal Hadramaut, Yaman.

    Habib Husein terkenal sebagai sosok ulama zuhud yang disegani tentara kolonial Belanda dahulu kala.

    Hadits Rasulullah SAW yang Menyebut Warna Merah dan Putih

    Mengutip dari kitab Sunan At-Tirmidzi oleh Imam At-Tirmidzi yang diterbitkan Tim Gema Insani, berikut bunyi hadits Nabi SAW dari Tsauban,

    “Sesungguhnya Allah mendekatkan jarak bumi untukku, lalu aku dapat melihat bumi dari ujung timur sampai ke ujung barat. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan meliputi bagian bumi yang telah diperlihatkan kepadaku. Aku juga dikaruniai dua macam harta simpanan, yaitu yang berwarna merah dan yang berwarna putih ….” (Sunan Ibnu Majah, Muttafaq ‘alaih).

    Meski demikian, dalam beberapa tafsir dikatakan bahwa warna merah dan putih ini tidak diartikan secara gamblang melainkan ada makna tersirat. Imam Nawawi dalam buku Kumpulan Hadits Qudsi Pilihan oleh Syaikh Fathi Ghanim yang diterjemahkan Yasir Maqosid menafsirkan bahwa para ulama mengatakan warna merah dan putih itu merujuk pada emas dan perak.

    “Sedangkan yang dimaksud dalam hadits adalah harta simpanan Raja Kisra dan Raja Qaisar yang merupakan raja Iraq dan Syam,” bunyi keterangan dalam buku tersebut.

    Wisnu Sasongko melalui karyanya yang bertajuk Armageddon 2: Antara Petaka dan Rahmat menjelaskan dalam catatan kakinya bahwa hadits di atas diucapkan Rasulullah SAW di Jazirah Arab pada abad 6-7 Masehi. Kala itu, Jazirah sebagai titik acuan arah, maka yang dimaksud sang rasul dengan ujung timur bumi adalah belahan bumi yang paling timur dari Arab, yaitu kepulauan Indonesia.

    Sementara, yang dimaksud ujung barat bumi adalah belahan bumi paling barat dari Arab yang mana merupakan benua Amerika. Dikatakan pula bahwa kekuasaan umat nabi akan mencapai salah satu ujungnya. Bila ujung timur dan ujung barat dibandingkan dari segi jumlah umat Islamnya, maka ujung timurlah yang terbanyak. Berdasarkan fakta saat ini, salah satu komunitas Islam terbesar berada di ujung timur bumi, yaitu Indonesia.

    Jumlah umat Islam yang banyak ini kemungkinan nantinya akan menjadi salah satu kebanggaan Rasulullah di antara umat nabi-nabi lain pada Hari Pengadilan. Saat ini, Indonesia menjadi penyumbang jumlah terbesar sebagai umatnya.

    Walau begitu, beberapa ulama juga mengartikan bahwa merah dan putih dimaknai sebagai bangsa Persia dan Romawi. Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa untuk Ketenangan Hati dan Pikiran, Baca Saat Merasa Overthinking


    Jakarta

    Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, perasaan gelisah dan pikiran yang kacau seringkali menghantui kita. Overthinking menjadi musuh besar bagi ketenangan hati dan jiwa.

    Ketika pikiran terus berputar tanpa henti, doa menjadi pelabuhan yang menenangkan. Doa untuk ketenangan hati dan pikiran bukan hanya sekadar ungkapan, namun sebuah ikhtiar spiritual untuk meraih kedamaian batiniah.

    Dalam situasi seperti itu, seorang Muslim sebaiknya mengucapkan doa untuk ketenangan hati dan pikiran. Allah SWT bahkan memerintahkan umat manusia untuk berdoa kepada-Nya, sebagaimana yang dinyatakan dalam surah Gafir ayat 60.


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina’.”

    Doa Ketenangan Hati dan Pikiran

    Menurut buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah karya H M Amrin Ra’uf, doa dapat menjadi sumber ketenangan saat hati merasa gelisah. Selain itu, doa juga memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis seseorang.

    Berikut ini adalah beberapa doa untuk ketenangan hati dan pikiran yang dapat diamalkan oleh umat Muslim, sebagaimana disampaikan dalam buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati yang disusun oleh Darul Insan.

    1. Doa agar Hati Tenang dari Keburukan

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, walkasali, waljubni, walharomi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wamin fitnatil mahyaa wal mamaat.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    2. Doa untuk Kesedihan yang Mendalam

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Arab latin: Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati warabbul ardli warabbul arsyil kariim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

    3. Doa agar Hati Lapang

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Robbisrohlii sodrii, wayassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    4. Doa agar Hati Diberikan Hidayah

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Arab latin: Rabbana laa tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana minladunka rahmatan innaka antal wahhab.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”

    5. Doa agar Ditenangkan Hati dan Dimudahkan Urusan

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin.

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    6. Doa Ketenangan Hati agar Dilindungi dari Kesedihan

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ (رواه البخاري)

    Arab latin: Allahumma innī a’udzu bika minal hammi wal ḥazan wal ‘ajzi wal kasal wal bukhli waljubni wa dhala’id daini wa ghalabatir rijāl.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemas dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

    Kunci Hati dan Pikiran yang Tenang

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, berdoa dengan tulus kepada Allah SWT dapat menjadi cara untuk mendapatkan ketenangan hati. Namun, selain itu masih ada lagi hal yang bisa membuat hati dan pikiran kita merasa lebih tenang.

    Salah satu kunci untuk mendapatkan hati yang tenang adalah husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah. Menurut buku Aqidah Akhlaq karya Taofik Yusmansyah, husnuzan berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari kata “husnun” yang berarti baik, dan “zhannun” yang berarti prasangka. Secara sederhana, husnuzan berarti memiliki prasangka baik, yaitu sikap yang tidak curiga terhadap hal-hal di luar diri kita, sambil tetap menganggap bahwa segala sesuatu di luar diri kita itu baik.

    Overthinking sering kali terjadi karena kita kurang berbaik sangka kepada Allah, sehingga pikiran kita terus-menerus dipenuhi oleh hal-hal negatif. Ketika kita selalu membayangkan skenario terburuk, kita sebenarnya tidak percaya bahwa Allah selalu merencanakan yang terbaik bagi hamba-Nya.

    Dengan berbaik sangka kepada Allah maupun hal lainnya, kita dapat mengurangi overthinking dan merasa lebih tenang dalam menghadapi berbagai situasi serta mendapatkan hati dan pikiran yang tenang.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com