Category: Doa Hadits

  • 8 Tanda yang Muncul Jelang Kedatangan Dajjal menurut Hadits


    Jakarta

    Jelang hari akhir, Dajjal akan muncul untuk menyesatkan manusia yang tidak beriman. Berkaitan dengan itu, ada sejumlah tanda yang terlihat sebelum Dajjal menampakkan dirinya di hadapan manusia.

    Menurut buku Kemunculan Dajjal & Imam Mahdi Semakin Dekat susunan Ustaz Khalilurrahman El Mahfani, Dajjal muncul dengan berperangai layaknya orang saleh. Padahal, ia akan mengajak manusia dalam kesesatan sampai-sampai beberapa di antara mereka menganggapnya sebagai Tuhan.

    Lantas, apa saja tanda yang terlihat sebelum kemunculan Dajjal? Berikut bahasannya yang dikutip dari An Nihayah fi al Fitan wa al Malahim oleh Ibnu Katsir yang diterjemahkan Ali Nurdin dan Al-Masih Al-muntazhar wa nikayah Al-alam tulisan Abdul Wahab Abdussalam Thawilah terjemahan Subhanur.


    Tanda-tanda Kedatangan Dajjal

    1. Manusia Ditimpa Kelaparan

    Jelang kemunculan Dajjal, manusia akan dilanda kelaparan. Ini termasuk satu dari beberapa malapetaka yang terjadi sebelum Dajjal menampakkan dirinya.

    Dari Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Akan terjadi malapetaka selama tiga tahun sebelum Dajjal keluar, yaitu manusia ditimpa kelaparan. Pada tahun pertama Allah SWT memerintahkan langit untuk menahan sepertiga air hujannya dan menyuruh bumi menahan sepertiga tanamannya.

    Pada tahun kedua, Allah menyuruh langit menahan dua pertiga air hujannya dan menyuruh bumi menahan dua pertiga tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga Allah menyuruh langit untuk menahan seluruh air hujannya sehingga tidak ada hujan yang turun dan menyuruh bumi menahan semua tanamannya sehingga tidak ada tanaman yang tumbuh.

    Dengan demikian, semua tanah atau lahan akan rusak, kecuali yang dikehendaki Allah. Dikatakan bagaimana pada zaman itu manusia hidup? Mereka membaca tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid. Hal itu dilakukan agar mereka diberi makanan.” (HR Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim)

    2. Maraknya Pembunuhan, Huru-hara dan Fitnah

    Pembunuhan, huru-hara, harta melimpah serta fitnah bertebaran. Dajjal akan muncul dalam waktu dekat jika hal-hal ini telah terjadi sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA yang berbunyi,

    “Kiamat tidak akan terjadi sampai muncul Dajjal sebanyak 30 pendusta yang semuanya mengklaim bahwa dirinya utusan Allah, harta melimpah ruah, fitnah muncul, dan al-haraj serta al-maraj (huru-hara).

    Seseorang bertanya, ‘Apa al-haraj itu ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan, pembunuhan.” (HR Ahmad)

    3. Pendusta Bermunculan

    Munculnya banyak pendusta termasuk tanda yang muncul jelang kedatangan Dajjal. Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW berkata:

    “Kiamat tidak akan terjadi sampai dibankitkan Dajjal para pendusta yang berjumlah sekitar 30 orang. Semuanya mengaku sebagai utusan Allah).” (HR Bukhari)

    4. Kemerosotan dalam Ilmu Agama

    Ketika ilmu agama mengalami penurunan, inilah tanda bahwa Dajjal akan segera datang dan akhir zaman di depan mata. Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Dajjal akan keluar ketika agama berkurang dan ilmu merosot.” (HR Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Abu Ya’la, dan Hakim)

    5. Manusia Melupakan Allah SWT

    Tanda sebelum kemunculan Dajjal lainnya yaitu ketika para manusia melupakan Allah SWT. Dari Sha’b bin Jatsamah, ia mendengar Nabi SAW berkata,

    “Dajjal tidak akan keluar hingga manusia lupa mengingat Allah.” (HR Ahmad)

    6. Musim Paceklik

    Dari Asma binti Yazid Al-Ansari meriwayatkan bahwa ia bersama Nabi SAW di rumahnya, lalu beliau bersabda,

    “Selama tiga tahun sebelum Dajjal keluar, langit menahan sepertiga hujannya dan bumi menahan sepertiga tanamannya. Pada tahun kedua, langit menahan dua pertiga hujannya dan bumi menahan dua pertiga tanamannya, dan pada tahun ketiga langit menahan semua hujannya dan bumi menahan semua tanamannya sehingga tanah yang kering pun menjadi rusak.” (HR Ahmad dan Ath-Thabrani)

    7. Al Quds dan Al Aqsha Direbut Kembali dari Tangan Yahudi

    Disebutkan dalam ‘Asyarah Yantazhihural ‘Aalam ‘Indal Muslimin wal Yahuud wan Nashaara karya Manshur Abdul Hakim terjemahan Abdul Hayyie al-Kattani, tanda lainnya yang terlihat jelang kemunculan Dajjal adalah kaum muslimin berhasil merebut kembali Al Quds dan Al Aqsha dari tangan Yahudi. Dalam sebuah hadits dikatakan,

    “Kami diberitahu oleh Ahmad bin Salih, yang diberitahu oleh Asad bin Musa, yang diberitahu oleh Muawiyah bin Salih, yang memberi tahu saya, bahwa Ibn Zughb al-Iyadi mengisahkan kepada saya, ia berkata: ‘Abdullah bin Hawala al-Azdi datang kepadaku dan berkata: ‘Rasulullah SAW mengutus kami untuk menjarah dengan harapan mendapatkan harta rampasan, tetapi kami kembali tanpa berhasil mendapatkan apa pun.

    Kemudian, Rasulullah SAW melihat kelelahan yang terpancar di wajah kami, lalu berdiri di tengah-tengah kami dan berdoa: ‘Ya Allah, janganlah Engkau menimpakan beban kepada mereka yang mereka tidak sanggup memikulnya. Dan janganlah Engkau menimpakan beban kepada diri mereka sendiri sehingga mereka menjadi lemah. Dan janganlah Engkau menyerahkan mereka kepada orang-orang lain sehingga orang lain akan memanfaatkan mereka.’

    Kemudian, Rasulullah SAW meletakkan tangannya di atas kepalaku, atau dia mungkin mengatakan ‘hamah’ (leher/kepala), lalu dia berkata: ‘Wahai Ibn Hawala, ketika kamu melihat khilafah telah turun ke Baitul Maqdis (Yerusalem), maka saat itu akan mendekat gempa bumi, bencana besar, dan masalah besar. Pada hari itu, saat Kiamat akan lebih dekat bagi manusia daripada jarak ini antara tanganku dan kepalamu.’ Abu Dawud berkata: ‘Abdullah bin Hawala adalah dari Homs.’” (HR. Abu Dawud).

    Dalam Kitab Syarh Sunan Abi Dawud, Ibnu Ruslan menjelaskan bahwa Abdullah bin Hawala hidup sampai ia menyaksikan dua masa kekhalifahan yang berbeda selama zaman Umayyah. Pertama, yaitu kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan pada bulan Syawal tahun 41 Hijriah di kota suci Yerusalem (Bait al-Maqdis).

    Selaint itu, Abdullah bin Hawala juga hidup sampai masa kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan, yang dimulai pada tahun 80 Hijriah di wilayah Damaskus (Syam). Selama masa ini, banyak gempa bumi terjadi.

    Pada tahun 90 Hijriah, gempa-gempa bumi mengguncang dunia hingga bangunan-bangunan tinggi hancur. Selain itu, ada konflik besar antara Al-Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi (yang merupakan gubernur di wilayah Irak) dan Abdullah bin al-Asy’ats (pemberontak) yang berlangsung selama seratus hari dan melibatkan delapan puluh satu pertempuran.

    Walau demikian, hadits di atas dianggap lemah karena perawi-perawinya dalam rantai riwayat menimbulkan keraguan. Meski Muawiyah bin Salih dianggap perawi yang kuat, terlibat dalam beberapa riwayat hadits yang mencurigakan yang mempengaruhi tingkat kepercayaan terhadap hadits ini seperti diterangkan dalam sumber yang sama. Wallahu a’lam.

    8. Keringnya Danau Thabariyyah

    Mengeringnya danau Thabariyyah termasuk salah satu tanda jelang kedatangan Dajjal. Danau ini terletak di Syam dan dimanfaatkan Israel serta Yordania.

    Dari Tamiim ad-Daari dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dari Fathimah binti Qais. Dajjal berkata, “Air danau itu nanti akan habis.”

    Sejak tahun 1964 M, setelah dibangin stasiun besar di tepi bagian barat dari danau, volume air sangat besar hingga digunakan untuk mengairi pertanian. Namun, kini air Danau Thabariyyah kian berkurang. Israel menghentikan operasi pemompaan dari danau tersebut karena volumenya menurun sampai 500.000.000 m3.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Muhammad dan Nabi Ayub saat Kesulitan yang Mustajab


    Jakarta

    Doa adalah ibadah yang bisa dikerjakan kapan pun, termasuk ketika mengalami kesulitan. Nabi Muhammad SAW hingga Nabi Ayub AS pernah memanjatkan doa agar diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

    Setiap manusia pasti mengalami cobaan dan ujian hidup. Para nabi sebagai manusia terpilih pun mengalami ujian dalam hidupnya, apalagi manusia biasa seperti kita.

    Ujian hidup merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya.


    Haidar Musyafa dalam bukunya yang berjudul Hidup Berkah dengan Doa, menjelaskan tidak ada kehidupan yang terbebas dari masalah, ujian, musibah dan persoalan. Semua telah menjadi ketetapan Allah SWT.

    Dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 286, Allah SWT berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.”

    Hal yang harus dilakukan saat mengalami ujian hidup adalah tetap berbaik sangka pada takdir Allah SWT dan kemudian memohon seraya berdoa agar diberi jalan kemudahan melalui doa.

    Para nabi telah mencontohkan untuk berdoa kepada Allah SWT ketika mengalami kesulitan hidup. Hal ini sebagaima diabadikan dalam Al-Qur’an surah Al Mukmin ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Doa Para Nabi saat Mengalami Kesulitan

    Berikut doa para nabi saat mengalami kesulitan:

    Doa Nabi Muhammad SAW

    Mengutip buku Ampuhnya Mukjizat Doa dan Dzikir Para Nabi karya Ustadz Ali Amrin al-Qurawy, berikut doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW saat mengalami kesulitan,

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا.

    Arab-latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan, kecuali yang Engkau jadikan mudah. Sedangkan, yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.” (HR Ibnu Hibban)

    Dalam hadits, Nabi Muhamamd SAW juga kerap membaca doa ini agar dimudahkan menjalani ujian hidup,

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الكَرِيمُ العَظِيمُ، سُبْحَانَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Laa ilaaha illallaahul kariimul ‘adzhiim, subhaanahu tabaarakallaahu rabbul ‘arsyil ‘adzhiim, Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung, Maha Suci Dia, maha Berkah Allah, Rabb Arasy yang Agung, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.” (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib, HR Nasa’i & Ibnu Sunni)

    Kemudian dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW membaca doa ini untuk meminta pertolongan Allah SWT,

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

    Arab latin: Yaa hayu yaa qayyuumu birahmatika astaghiits

    Artinya: “Wahai Yang Hidup Abadi, wahai yang mengurus makhluk-Nya secara terus menerus, aku memohon pertolongan dengan rahmat-Mu,” (Riwayat dari Anas bin Malik, HR Tirmidzi).

    Doa Nabi Ayub AS

    Nabi Ayub AS adalah sosok yang dikenal memiliki kesabaran. Ibnu Katsir mengatakan bahwa Nabi Ayub AS ditimpa ujian dan cobaan yang datang selama tujuh tahun namun ia tetap sabar dalam ketakwaan.

    Berikut doa Nabi Ayub AS yang termaktub dalam Al-Qur’an surah An Anbiya’ ayat 83,

    رَبِّ أَنِّي مَسَّنِي الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

    Arab-latin: Rabbi annî massaniyadh-dhurru wa anta arhamur-rahimîn

    Artinya: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Waktu Terdekat Hamba dengan Allah, Besar Kemungkinan Doa Diijabah


    Jakarta

    Berdoa adalah hal yang sudah semestinya dilakukan seorang hamba karena telah diperintahkan langsung dalam Al-Qur’an. Ada satu waktu yang paling dekat antara hamba dan Allah SWT, Rasulullah SAW menganjurkan memperbanyak doa pada waktu tersebut.

    Waktu paling dekat seorang hamba dengan Allah SWT adalah ketika sujud. Hal ini mengacu pada sebuah hadits yang dikeluarkan Imam Muslim dari Abu Hurairah RA. Berikut bunyinya,

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ : (( أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاء )) رواه مسلم .


    Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa (saat sujud).” (HR Muslim dan an-Nasa’i)

    Rasulullah SAW juga pernah ditanya mengenai waktu mustajab untuk berdoa atau saat-saat doa paling didengar Allah SWT. Waktu itu jatuh pada akhir malam dan setelah salat wajib. Hal ini bersandar pada sebuah hadits yang berbunyi,

    وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ : قِيْلَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ : أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ : (( جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ ، وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ المَكْتُوبَاتِ )) . رَوَاهُ التَّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))

    Artinya: Dari Abu Umamah RA, dia berkata, Rasulullah SAW ditanya, “Wahai Rasulullah, doa apakah yang paling didengar?” Beliau menjawab, “Doa di tengah malam terakhir, serta setelah sholat-sholat wajib.” (HR At-Tirmidzi dan ia menyatakan ini hadits hasan)

    Umat Islam bisa memanjatkan doa pada waktu-waktu tersebut. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan terkait doa apa yang boleh dipanjatkan dan dilarang.

    Menurut riwayat yang berasal dari Jabir RA, seseorang dilarang mendoakan keburukan untuk diri sendiri, anak-anak, dan harta. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

    لَا تَدْعُوا عَلَى أَنفُسِكُمْ ؛ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ ، وَلا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ ، لَا تُوافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءً فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ

    Artinya: “Janganlah kalian mendoakan keburukan pada diri kalian, jangan mendoakan keburukan pada anak-anak kalian, jangan mendoakan keburukan pada harta-harta kalian, dan janganlah kalian menepati saat dikabulkannya doa dari Allah lalu Dia akan mengabulkan untuk kalian.” (HR Muslim dan Abu Dawud)

    Atau menurut terjemahan lain redaksi yang terakhir maksudnya “dan janganlah kalian berdoa seperti itu karena boleh jadi itu bertepatan dengan waktu Allah SWT akan mengabulkan doa.”

    Syarat Terkabulnya Doa

    Ada beberapa perkara yang bisa menghalangi terkabulnya doa. Rasulullah SAW mengabarkan hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Dikatakan, doa akan dikabulkan selagi seorang hamba tidak terburu-buru dalam berdoa.

    Selain terburu-buru dalam berdoa, memutus tali silaturahmi juga menjadi salah satu sebab terkabulnya doa. Ini berdasarkan keterangan dalam riwayat Muslim. Berikut bunyi hadits selengkapnya.

    وَعَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ : (( يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلُ : يَقُولُ: قَدْ دَعْوَتُ رَبِّي ، فَلَمْ يَسْتَجِبْ لِي )) متفق عَلَيْهِ .

    وفي رِوَايَةٍ لِمُسْلِم : (( لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْم ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِم ، مَا لَمْ سَتَعْجِلْ قَبْلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِسْتِعْجَالُ ؟ قَالَ : (( يَقُولُ : قَدْ دَعَوْتُ ، وَقَدْ دَعَوْتُ ، فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِبْ لِي ، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ ))

    Artinya: Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Doa kalian akan diijabahi selagi tidak terburu-buru dengan mengatakan, ‘Aku telah berdoa kepada Rabbku, namun tidak kunjung diijabahi’.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Senantiasa akan diterima doa seorang hamba selama dia tidak berdoa dalam hal dosa, atau memutus tali silaturahmi, dan selama ia tidak terburu-buru.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru itu” Beliau menjawab, “Seorang hamba berkata, ‘Aku telah berdoa, aku telah meminta, tapi aku melihat tidak ada yang dikabulkan, kemudian ia putus asa dan akhirnya meninggalkan doa’.”

    Hadits-hadits di atas dihimpun Imam an-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin.

    Wallahu a’lam.

    (kri/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Tahiyat Akhir Lengkap Sampai Salam Arab-Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa tahiyat akhir lengkap sampai salam dan tata caranya harus dipahami muslim. Sebab, bacaan ini dipanjatkan ketika salat wajib.

    Diterangkan dalam buku Kitab Lengkap panduan Shalat yang disusun M Khalilurrahman Al-Mahfani dkk, doa tasyahud ini berisi tahiyat atau ucapan penghormatan kepada Allah SWT serta salam kepada Rasulullah SAW dan dua kalimat syahadat. Membaca doa ini termasuk rukun salat yang tidak boleh tertinggal sebagaimana dikatakan oleh ulama mazhab Syafi’i.

    Lantas, bagaimana doa tahiyat akhir sampai salam yang bisa dilafalkan?


    Bacaan Doa Tahiyat Akhir Lengkap Sampai Salam Arab-Latin

    1. Doa Tahiyat Akhir

    Berikut doa tahiyat akhir sampai salam yang bisa dibaca muslim seperti dinukil dari buku Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap oleh Abdul Kadir Nuhuyanan dkk.

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله

    اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمّدْ وعلى آلِ مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

    اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ

    Arab latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah.

    Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

    Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wamin ‘adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.

    Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

    Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam.

    Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya Dajjal.”

    2. Bacaan Salam

    Adapun, bacaan salam berbunyi sebagai berikut:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

    Arab latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah.

    Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”

    Posisi Duduk Tahiyat Akhir yang Benar

    Mengutip dari buku Sifatu Wudhui An-Nabi karya Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh bin Baz yang diterjemahkan Geis Umar Bawazier, Nabi Muhammad SAW duduk tawarruk ketika tahiyat akhir. Sebagaimana sabdanya dalam sebuah hadits,

    “Beliau (Nabi SAW) duduk tawarruk pada tasyahudnya yang terakhir.” (HR Bukhari)

    Sementara itu posisi tawarruk yang benar disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, “Untuk cara duduk tawaruk yang benar sesuai sunnah Rasulullah SAW sendiri dirincikan dalam hadits: ‘Beliau meletakkan pinggulnya ke tanah, yaitu membebankan pada pinggul kirinya, dan menjulurkan setengah telapak kaki kirinya dari bawah betis yang kanan sekedarnya’.” (HR Abu Dawud)

    Selain itu, turut diterangkan dalam riwayat Ahmad bahwa Nabi Muhammad SAW membentangkan hasta tangannya di atas tangan kanan. Berikut bunyi haditsnya,

    “Nabi SAW membentangkan hasta tangan kanannya di atas paha yang kanan dan tidak memalingkan (menjauhkan) darinya, sehingga batas sikunya berada di pangkal paha. Lalu beliau menggenggam dua jarinya, yaitu jari kelingking dan jari manisnya serta melingkarkan jari tengah dan jempolnya seraya berdoa.” (HR Ahmad dan Ahlu Sunan)

    Pada riwayat lainnya dari Muslim, tangan kiri Rasulullah SAW pada jemarinya terbuka di atas paha kiri, “Adapun tangan yang kiri, jari jemarinya terbuka di atas paha kiri. Beliau menghadapkan jari-jarinya ke kiblat dalam tasyahud, mengangkat tangan, rukuk serta sujud. Juga di dalam sujudnya, beliau menghadapkan jari-jari kakinya ke kiblat.” (HR Muslim)

    Itulah doa tahiyat akhir lengkap sampai salam disertai posisi duduknya yang benar. Jangan sampai terlewat ya!

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus Latin dan Artinya, Dibaca Sebanyak 40 Kali


    Jakarta

    Doa Nabi Yunus AS adalah bacaan yang bisa diamalkan saat muslim dalam kesulitan. Selain itu, doa ini juga bisa dibaca ketika mempunyai hajat tertentu.

    Mengutip dari buku Dahsyatnya Doa Para Nabi tulisan Syamsuddin Noor, doa Nabi Yunus AS dibaca oleh sang nabi ketika ia berada dalam perut paus. Kala itu, Nabi Yunus AS tengah mengarungi lautan dengan kapal.

    Nahasnya, kapal tersebut hampir tenggelam karena badai. Karena penuh dengan muatan, awal kapal memutuskan untuk mengundi siapa yang harus keluar dari kapal itu.


    Pengundian dilakukan sebanyak 3 kali dan nama Nabi Yunus AS muncul sebanyak 3 kali juga. Akhirnya, atas izin Allah SWT ia dikorbankan untuk dilempar ke laut sampai akhirnya terombang-ambing dan ditelan paus.

    Ini menyebabkan Nabi Yunus AS terjebak di dalam perut paus. Selama di dalam, Yunus AS terus berdoa dan berzikir tanpa henti.

    Doa Nabi Yunus Latin dan Artinya

    Disebutkan dalam buku Doa Para Rasul dan Nabi karya Nurul Huda, doa Nabi Yunus AS tercantum dalam Al-Qur’an surah Al Anbiyaa’ ayat 87. Berikut bunyi doa Nabi Yunus latin,

    Lā ilaha illa anta sub-ḥanaka inni kuntu minaẓ-ẓalimin

    Artinya: “Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Al Anbiyaa’: 87)

    Bagaimana Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus AS?

    Menurut buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa yang ditulis Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, doa Nabi Yunus AS memiliki keutamaan sebagai bacaan agar meninggal dalam keadaan syahid dan meminta kesembuhan dari penyakit. Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa yang berdoa dengannya kepada orang yang sakit sebanyak 40 kali maka jika ia mati, ia mati dalam keadaan membawa pahala mati syahid. Jika sembuh maka sembuh dalam keadaan dosanya terampuni.” (HR Imam Hakim)

    Para ulama menganjurkan agar doa Nabi Yunus AS dibaca 40 kali setelah salat Subuh. Sementara itu, mengamalkan doa Nabi Yunus sebanyak 1.000 kali dilakukan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

    Keutamaan Membaca Doa Nabi Yunus AS

    Keutamaan membaca doa Nabi Yunus AS disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya,

    “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin’ Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR At Tirmidzi)

    Selain itu, turut diterangkan dalam buku Zikir-zikir Pembersih dan Penentram Hati karya M Rojaya, keutamaan doa Nabi Yunus AS yang lain adalah agar muslim dimudahkan dari kesulitan yang sedang dialami. Mengamalkan doa ini ketika ditimpa masalah insyaAllah akan diberi jalan keluar oleh Allah SWT.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa dan Adab Bercermin, Amalkan agar Jadi Cara Bersyukur


    Jakarta

    Bercermin menjadi satu kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, ada doa yang dapat dibaca ketika bercermin.

    Biasanya orang bercermin untuk melihat pantulan gambar diri dan memastikan sudah dalam keadaan terbaik. Bercermin umumnya dilakukan ketika hendak pergi, setelah berpakaian atau setelah mengenakan riasan wajah bagi perempuan.

    Bercermin dapat menjadi salah satu cara untuk bersyukur karena bisa melihat gambaran diri yang sempurna. Dalam Al-Qur’an surat At-Tin ayat 4, Allah SWT berfirman,


    لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

    Artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

    Dengan melihat cermin, sebaiknya bisa menambah keimanan dan rasa syukur.

    Doa Bercermin

    Mengutip buku 63 Adab Sunnah yang ditulis Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto, berikut doa bercermin yang bisa dibaca,

    اَللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

    Artinya: Hai Tuhanku, sebagaimana telah Kau baguskan kejadianku, maka baguskanlah perangaiku.

    Dalam hadits lain, disebutkan Rasulullah SAW juga membaca doa berikut ketika bercermin,

    “Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan dan memperbaiki penciptaanku, memuliakan bentuk wajahku , maka Dia membaguskan dan menjadikan aku termasuk orang-orang Islam.” (HR Ibnu as-Sani)

    Dua riwayat tersebut berstatus shahih. Tetapi para periwayat hadits dari kalangan sahabat tidak menyebutkan bahwa Nabi SAW mengucapkannya saat bercermin. Adapun riwayat yang menyebutkan Nabi SAW saat memegang kaca dan mengucapkan dia tersebut, maka riwayat tersebut sangat lemah.

    Dalam hadits dari Ali bin Abi Thalib RA berkata bahwa Nabi SAW apabila melihat wajahnya di kaca berkata: “Alhamdulillah, Allahumma Kama Hassanta Khalqi fahassin Khuluqi.”

    Adab Bercermin

    Mengutip buku Living Hadis: Pola Hidup Nabi dalam Kegiatan Santri di Pondok Pesantren yang disusun Salim Rosyadi dkk, berikut beberapa adab bercermin:

    1. Mengingat nikmat yang telah diberikan Allah SWT sambil berdoa
    2. Tidak terlalu mengagumi kecantikan diri sendiri
    3. Tidak terlalu lama berada di depan cermin
    4. Tidak berlebih-lebihan dalam bercermin
    5. Tidak mencela kekurangan fisik sendiri
    6. Bersyukur dengan segala kelebihan diri
    7. Bersabar dengan segala kekurangan diri

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Kafaratul Majelis: Bacaan Lengkap dan Keutamaannya


    Jakarta

    Doa kafaratul majelis dapat diamalkan saat muslim berada di dalam majelis. Makna dari majelis sendiri adalah tempat berkumpulnya orang-orang untuk membicarakan hal khusus maupun umum.

    Menurut Buku Pintar 50 Adab Islam sesuai Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW yang disusun Arfiani, majelis tidak hanya berisi sekumpulan orang melainkan juga ajang mengobrol satu sama lain. Obrolan yang dibahas bukanlah melenceng dari kebutuhan dan syariat, melainkan hal-hal yang bermanfaat.

    Membaca doa kafaratul majelis bertujuan agar perkumpulan tersebut tidak sia-sia dan memberi manfaat dunia maupun akhirat. Doa ini berasal dari hadits Rasulullah SAW.


    Doa Kafaratul Majelis: Arab, Latin dan Arti

    Berikut kumpulan doa kafaratul majelis yang dikutip dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah oleh Abdullah Zaedan.

    1. Doa Kafaratul Majelis Pertama

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” (HR At Tirmidzi dan Abu Daud)

    2. Doa Kafaratul Majelis Kedua

    سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Subhaana rabbikaa rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin

    Artinya: “Maha Suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” (QS As Saffat: 180-182)

    3. Doa Kafaratul Majelis Ketiga

    اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا

    اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

    Arab latin: Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahulu bainanaa wa baina ma’shiyyatik, wa min thaa’atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi ‘alaina mashaaibad dunya.

    Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj’alhul waaritsa minna waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa.

    Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

    Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.” (HR Tirmidzi)

    Keutamaan Membaca Doa Kafaratul Majelis

    Ada sejumlah keutamaan yang diperoleh muslim jika membaca doa kafaratul majelis. Apa saja? Berikut bahasannya yang dikutip dari buku 52 Kultum Favorit untuk Muslimah oleh Zakiah Nur Jannah dan Noor Hafild.

    1. Penutup Kesalahan

    Membaca doa penutup majelis dapat menutup kesalahan yang dilakukan selama bermajelis. Dari Abu Barzah Al-Aslami berkata bahwa Rasulullah SAW di akhir majelis ketika hendak berdiri meninggalkan majelis bersabda,

    Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

    Ada seseorang yang berkata pada Nabi SAW, ‘Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan suatu perkataan selama hidupmu.” Beliau bersabda, “(Doa itu sebagai penambal kesalahan yang dilakukan dalam majelis).” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

    2. Sebagai Bentuk Zikir kepada Allah SWT

    Doa kafaratul majelis juga merupakan bentuk zikir kepada Allah SWT. Dengan membaca doa tersebut, niscaya kita mengingat Allah SWT dalam kegiatan yang dilaksanakan pada majelis, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

    “Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak ada zikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR Abu Daud dan Ahmad)

    Adab Bermajelis bagi Muslim

    Menukil dari buku Dimensi-dimensi Pendidikan Islam karya Prof Dr Ridhahani M Pd, berikut beberapa adab bermajelis yang perlu diperhatikan muslim.

    1. Bersalaman dengan orang yang ada di majelis
    2. Duduk sejajar dengan jemaah lain, tidak di tengah-tengah
    3. Jangan berbisik-bisik tanpa melibatkan orang ketiga
    4. Membaca doa kafaratul majelis
    5. Tidak duduk di antara dua orang yang telah duduk terlebih dahulu

    Itulah bacaan doa kafaratul majelis disertai keutamaan membacanya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Terhindar dari Siksa Kubur, Fitnah Dajjal dan Api Neraka


    Jakarta

    Doa terhindar dari siksa kubur bisa diamalkan muslim agar mendapat perlindungan dari Allah SWT di alam kubur kelak. Doa ini juga bisa ditujukan untuk meminta perlindungan dari fitnah Dajjal dan siksa api neraka.

    Siksa kubur adalah hal yang akan ditimpa bagi mereka yang enggan beriman semasa hidupnya. Sebaliknya, muslim yang senantiasa menaati perintah Allah SWT akan memperoleh nikmat kubur.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Hajj ayat 7,


    وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ ٧

    Artinya: “Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.”

    Diterangkan dalam buku 1001 Siksa Kubur susunan Ustaz Asan Sani ar Rafif, siksa kubur ditujukan bagi orang-orang zalim, munafik dan kafir. Tak hanya satu, ada berbagai macam siksa kubur yang ditimpakan kepada mereka yang layak mendapatkan.

    Doa Terhindar dari Siksa Kubur, Fitnah Dajjal dan Api Neraka

    Doa terhindar dari siksa kubur bisa diamalkan muslim ketika tahiyat akhir. Dengan membacanya, muslim akan diberi perlindungan dari siksa api neraka, azab kubur, bencana serta fitnah Dajjal.

    Berikut bacaan doa siksa kubur yang didasarkan pada hadits Rasulullah SAW seperti dikutip dari Fiqhul Islam wa Adillatuhu oleh Prof Wahbah Az Zuhaili yang diterjemahkan Abdul Hayyie al-Kattani dkk.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami kebaikan dalam kehidupan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksaan api neraka,” (HR Bukhari)

    Selain itu dalam hadits lainnya yang bersumber dari Aisyah RA, ada juga doa terhindar dari siksa kubur versi lain. Dikatakan, Nabi Muhammad SAW selalu membaca doa ini ketika salat.

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

    Arab latin: Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Amalan Surah Al Mulk agar Terhindar dari Siksa Kubur

    Selain kedua bacaan di atas, muslim juga dianjurkan membaca surah Al Mulk setiap malam tepatnya sebelum tidur. Hal ini dijelaskan dalam buku Biografi dan Akidah Imam Al-Muzani susunan Abu Utsman Kharisman, dari Ibnu Mas’ud RA berkata:

    “Barangsiapa yang membaca Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surah Al Mulk) tiap malam, Allah SWT akan mencegahnya dari siksa kubur. Kami (para sahabat) di masa Rasulullah SAW menamakannya (surat) Al Maani’ah (yang mencegah dari azab kubur).” (HR An Nasa’i)

    Itulah beberapa doa agar terhindar dari siksa kubur. Semoga kita termasuk orang-orang beriman yang tidak merasakan siksa kubur, Aamiin.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Membaca Al-Qur’an dan Artinya Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Doa setelah membaca Al-Qur’an bisa menjadi amalan yang dilakukan setelah membaca Kitabullah. Membaca dan mempelajari Al-Qur’an merupakan perintah dari Allah SWT.

    Dalam Al-Qur’an surat Al Alaq ayat 1, Allah SWT berfirman,

    ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ


    Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.

    Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dalam kitab tafsirnya, wahyu Al-Qur’an pertama yang diturunkan adalah ayat-ayat yang mulia dan diberkahi. Ayat-ayat ini merupakan permulaan rahmat Allah SWT yang dia berikan kepada para hamba-Nya, dan merupakan nikmat yang pertama diberikan Allah SWT kepada mereka.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW banyak menjelaskan tentang anjuran membaca Al-Qur’an. Dari Abu Amamah RA, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat’.” (HR Muslim)

    Dalam hadits lain dari Utsman RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain’.”

    Doa setelah Membaca Al-Qur’an Sesuai Sunnah

    Doa setelah membaca Al-Qur’an dijelaskan berdasar hadits dari Aisyah RA, ia mengatakan:

    “Tidaklah Rasulullah duduk di suatu tempat atau membaca Al-Qur’an ataupun melaksanakan sholat kecuali beliau akhiri dengan membaca beberapa kalimat,”

    Aisyah kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, tidaklah engkau duduk di suatu tempat, membaca Al-Qur’an ataupun mengerjakan sholat melainkan engkau akhiri dengan beberapa kalimat?”

    Lalu beliau menjawab, “Betul, barang siapa yang mengucapkan kebaikan maka dengan kalimat tersebut amal tadi akan dipatri dengan kebaikan. Barang siapa yang mengucapkan kejelekan maka kalimat tersebut berfungsi untuk menghapus dosa. Itulah ucapan:

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Subhanakallahumma wa bihamdika, laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu,” (HR Nasa’i)

    Keutamaan Membaca Al-Qur’an

    Merangkum buku Keutamaan Membaca Al-Qur’an, Berdzikir, Berdo’a dan Bershalawat oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Abu Khodijah Ibnu Abdurrohim, disebutkan beberapa hadits keutamaan membaca Al-Qur’an.

    1. Masuk dalam Golongan Mulia

    Imam Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang gemar membaca Al-Qur’an dan sudah lihai dalam membacanya kelak akan bersama golongan mereka yang mulia lagi berbakti. Adapun orang yang gemar membaca Al-Qur’an, namun dalam membacanya masih terbata-bata, maka ia akan mendapat dua pahala.”

    2. Dinaungi Malaikat

    Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah SWT, lalu membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan akan turun ketenangan kepada mereka, akan diliputi rahmat, dinaungi para malaikat dan Allah SWT akan membanggakan mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.”

    3. Membawa Syafaat di Hari Kiamat

    Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Umamah, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Bacalah Al-Qur’an, sebab kelak pada hari kiamat dia akan datang memberikan syafaat kepada pembacanya’.”

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Gempa Bumi Sesuai Sunnah, Minta Perlindungan kepada Allah


    Jakarta

    Tidak ada yang dapat memprediksi kapan bencana alam akan datang. Saat menghadapi atau menyaksikan bencana seperti gempa, kita sebaiknya selalu mengingat Allah SWT dan mengamalkan doa ketika gempa bumi.

    Bencana alam merupakan bentuk ujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Melalui bencana seperti letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, atau bahkan tsunami, Allah SWT ingin menguji seberapa besar kesabaran hamba-Nya.

    Gempa Bumi dalam Al-Qur’an

    Allah SWT telah menjelaskan tentang gempa bumi dalam Al-Qur’an sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya dan peringatan bagi umat manusia. Dalam Al-Qur’an, gempa bumi disebutkan sebagai fenomena alam yang bisa menjadi pengingat bagi manusia akan hari kiamat serta pentingnya beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.


    Dikutip dari arsip detikcom, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan peristiwa gempa bumi dalam Al-Qur’an. Berikut ini adalah penjelasan tentang gempa bumi dalam Al-Qur’an:

    1. Surat Az Zalzalah Ayat 1-2

    إِذَا زُلْزِلَتِ ٱلْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

    Arab-Latin: Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā

    1. Artinya: Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

    وَأَخْرَجَتِ ٱلْأَرْضُ أَثْقَالَهَا

    Arab-Latin: Wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā

    2. Artinya: Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.

    2. Surat Al-‘Ankabut Ayat 37

    فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

    Arab-Latin: Fa każżabụhu fa akhażat-humur-rajfatu fa aṣbaḥụ fī dārihim jāṡimīn

    Artinya: Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.

    3. Surat Al-An’am Ayat 65

    قُلْ هُوَ ٱلْقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

    Arab-Latin: Qul huwal-qadiru ‘alaa ay yab’asa ‘alaikum ‘ażaabam min fauqikum au min taḥti arjulikum au yalbisakum syiya’aw wa yużīqa ba’ḍakum ba`sa ba’ḍ, unẓur kaifa nuṣarriful-ayati la’allahum yafqahụn

    Artinya: Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”.

    4. Surat Al-A’raf Ayat 78

    فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ – ٧٨

    Arab Latin: Fa aakhodzathumu rajzfatu fa ashbahuu fii daarihim jaatsimiin.

    Artinya: Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.

    5. Surat Al Waqiah Ayat 4

    اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ – ٤

    Arab Latin: Idzaa rujjatil ardhu rajjaaa

    Artinya: Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.

    6. Surat Al-Mulk Ayat 16

    ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُۙ – ١٦

    Arab Latin: A amintum man fissamaaa i an yakhsifa bikumul ardho fa idzaa hiya tamuur.

    Artinya: Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?

    3 Bacaan Doa ketika Gempa Bumi

    Terdapat sejumlah doa yang bisa kita panjatkan saat terkena musibah, termasuk juga ketika dihadapkan dengan bencana gempa bumi yang sesuai dengan sunnah. Dikutip dari buku Tiket ke Surga (Doa-doa Mustajab) oleh Abdul Majid dan Isfa’udin, berikut ini adalah doa ketika gempa:

    Doa ketika gempa bumi sesuai sunnah, lengkap Arab dan artinya:

    ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ

    Bacaan latin: Allaahumma innii asaluka khairaha wa khaira maa fîhaa, wa khaira maa arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihaa, wa syarri maa fîhaa wa syarri maa arsalta bihi.

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kehadiratMu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari keburukan atas apa yang terjadi dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepadaMu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.” (HR An Nasa’i)

    Selain itu, bisa juga membaca doa mohon perlindungan dari gempa bumi sesuai sunnah berikut ini. Doa ini dibaca oleh Nabi Nuh AS ketika memohon kepada Allah SWT agar diselamatkan dari bencana alam. Berikut bacaan doanya:

    قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    Bacaan latin: Rabbi innii ‘a’uu dubika ann as alaka maa laisa lii bihi ‘ilmun waillaa tag firlii wa tar ham nii akum minal khaa siriin

    Artinya: “Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepadaMu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS Hud: 47)

    Adapun doa yang bisa dipanjatkan bagi orang yang terkena gempa telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Mengutip dari buku Kumpulan Do’a dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas, berikut adalah bacaannya,

    إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْه

    Bacaan latin: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha”.

    Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik.”

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com