Category: Doa Hadits

  • Doa Minta Jodoh yang Baik dan Cara Mencarinya dalam Islam


    Jakarta

    Setiap manusia di dunia ini diciptakan untuk hidup saling berpasangan dengan jodohnya. Jodoh adalah sosok yang dapat melengkapi, mendampingi, dan memberikan kebahagiaan dalam kehidupan kita.

    Allah SWT juga menuliskan dalam Al-Qur’an bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Allah SWT berfirman dalam surat An-Najm ayat 45,

    وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰ


    Artinya: “Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita,”

    Dalam kehidupan ini, menemukan jodoh adalah salah satu perjalanan yang paling berarti bagi banyak orang. Untuk itu, banyak dari kita yang terus berdoa dan berusaha untuk menemukan pasangan yang tepat, seseorang yang dapat memahami dan menerima kita apa adanya.

    Doa Minta Jodoh Terbaik

    Salah satu cara untuk mendapatkan jodoh yang tepat adalah dengan berdoa, memohon petunjuk dan kemudahan kepada Allah SWT. Dikutip dari buku Kitab Cinta Muslimah oleh Assyabiya Ariffah, berikut ini adalah doa untuk mendekatkan jodoh:

    فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

    Arab latin: Fa saqā lahumā ṡumma tawallā ilaẓ-ẓilli fa qāla rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr

    Artinya: “Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku,”

    Nabi Zakaria AS juga pernah bermunajat kepada Allah SWT untuk meminta didekatkan dengan jodohnya. Mengutip sumber sebelumnya, berikut ini adalah doa minta jodoh yang pernah dipanjatkan Nabi Zakaria AS:

    وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

    Arab latin: Wa zakariyyā iż nādā rabbahụ rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn

    Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik,”

    Setelahnya, bisa dilanjutkan dengan membaca doa berikut:

    “Ya Allah, cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat kelak. Dengarkanlah rintihan hamba-Mu yang dhaif ini. Jangan Engkau biarkan aku sendirian di dunia ini maupun di akhirat kelak. Sebab itu menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran. Maka, karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman, supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup ke jalan yang Engkau ridhai. Dan karuniakanlah padaku keturunan yang saleh, Aamiin, Aamiin ya Rabbal alamin,”

    Menurut buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf, bagi seseorang yang telah lama hidup sendiri dan ingin memulai kehidupan baru, dianjurkan untuk mengamalkan doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Zakaria AS.

    Sebelum memanjatkan doa tersebut, seorang muslim sebaiknya mengawalinya dengan membaca shalawat terlebih dahulu.

    Cara Mencari Jodoh dalam Islam

    Dalam pandangan Islam, jodoh merupakan salah satu takdir Allah SWT yang bisa berubah apabila seseorang berusaha atau berikhtiar.

    Para ulama juga menyarankan agar setiap muslim tidak hanya pasrah menunggu datangnya jodoh, tetapi aktif berusaha untuk menjemputnya.

    Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menjemput jodoh sesuai dengan ajaran Islam. Berikut ini delapan cara mendapatkan jodoh menurut Islam, sebagaimana dirangkum dari buku Adakah Namamu dalam Catatan Takdirku? yang ditulis oleh Angkasa Putra:

    1. Niat yang Lurus

    Niat merupakan langkah pertama yang harus diambil dalam melakukan segala hal, termasuk saat mencari jodoh. Jika niat seseorang dalam mencari jodoh semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT, maka ia akan dipertemukan dengan orang yang memiliki niat yang sama.

    2. Perbaiki Diri

    Setelah menetapkan niat yang benar, langkah berikutnya adalah memperbaiki diri untuk mendapatkan jodoh yang baik. Jika kita menginginkan jodoh yang baik, maka kita pun harus menjadi pribadi yang baik.

    3. Mendekatkan Diri kepada Allah

    Untuk mendekatkan diri kepada jodoh, seseorang harus terlebih dahulu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

    Artinya, laksanakan ibadah wajib dengan disiplin dan lengkapi dengan ibadah sunnah secara rutin.

    4. Memperluas Relasi

    Manusia tidak pernah tahu di mana jodohnya berada-bisa saja jodohnya sangat dekat, atau mungkin berada di tempat yang sangat jauh. Oleh karena itu, kuncinya adalah memperluas pergaulan atau relasi agar memiliki lebih banyak pilihan.

    Namun, perlu diingat untuk memilih pergaulan yang tepat agar dikelilingi oleh orang-orang yang baik.

    5. Pasang Kriteria yang Tidak Menyulitkan Diri Sendiri

    Mengharapkan jodoh yang baik bukanlah sesuatu yang salah. Namun, menetapkan standar yang terlalu tinggi dapat menyulitkan diri sendiri. Jika kriteria yang ditetapkan masih realistis untuk dicapai, tidak ada masalah. Namun, jika terasa sulit dijangkau, sebaiknya coba menyesuaikan atau merevisi kriteria tersebut.

    6. Meminta Bantuan Orang Lain

    Jika merasa kesulitan menemukan jodoh melalui relasi yang ada saat ini, pertimbangkan untuk meminta bantuan dari orang lain yang dapat dipercaya dan memiliki reputasi baik, seperti orang tua, teman, saudara, atau guru mengaji.

    7. Nyatakan Niat Secara Langsung

    Ketika sudah menemukan seseorang yang diinginkan, cobalah untuk mengungkapkan perasaan dan niat secara langsung kepada orang tersebut. Hal ini pernah dilakukan oleh Khadijah, istri pertama Rasulullah SAW.

    Cara Khadijah menyatakan perasaannya kepada Nabi Muhammad SAW berbeda dengan cara yang umum dilakukan saat ini; ia menyampaikan niatnya melalui seorang perantara.

    8. Terus Berdoa

    Setelah semua usaha tersebut dilakukan, langkah terakhir adalah berdoa kepada Allah SWT. Jangan pernah berhenti berdoa karena tidak ada doa yang sia-sia.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Sulaiman Mengusir Semut, Jangan Dibunuh!


    Jakarta

    Doa Nabi Sulaiman untuk mengusir semut dapat menjadi salah satu cara alternatif dalam mengatasi kehadiran semut di rumah. Semut adalah serangga kecil yang sering kita temui di berbagai tempat, termasuk di dalam rumah.

    Semut termasuk hewan yang dilarang dibunuh. Dalam kitab Hadis Qudsi susunan Imam an-Nawawi dan Imam Qasthalani yang diterjemahkan Abu Firly Bassam Taqiy terdapat sebuah hadits yang menyatakan hal ini, Ibnu Abbas berkata:

    “Sesungguhnya Nabi melarang membunuh empat binatang, yaitu semut, lebah, burung hudhud, dan burung shurad.”


    Selanjutnya Al-Qasthalani menyatakan bahwa larangan membunuh semut itu dikhususkan kepada semut besar, sedangkan semut kecil diperbolehkan untuk membunuhnya. Imam Malik menyatakan bahwa makruh hukumnya membunuh semut kecuali jika ia membahayakan dan tidak dapat menolaknya kecuali dengan membunuhnya.

    Mengutip buku Hadis Shahih Bukhari-Muslim Jilid 3 oleh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi, larangan membunuh semut juga diceritakan dalam salah satu hadits Abu Hurairah, beliau bersabda:

    “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Seekor semut menyengat seorang nabi dan para nabi yang ada, lalu dia memerintahkan untuk mendatangi sarang semut, maka dibakarlah sarang semut itu. Maka Allah mewahyukan kepadanya, “Apakah hanya seekor semut menyengat kamu, lalu engkau membakar satu umat dari umat-umat yang bertasbih (mensucikan Allah)?” (HR Bukhari)

    Dari uraian di atas, Islam melarang membunuh semut. Oleh sebab itu penting sekali bagi kita mengetahui doa Nabi Sulaiman saat mengusir semut sebagai alternatif untuk tidak membunuh semut.

    Doa Nabi Sulaiman Mengusir Semut

    Bersumber dari buku karya Adil Mustafa Abdul Karim yang berjudul Kisah Bapak dan Anak dalam Al-Qur’an, doa mengusir semut telah diajarkan Nabi Sulaiman kepada rombongannya saat berada di lembah di negeri Syam yang banyak dihuni semut. Kisah ini tercantum dalam surah An-Naml ayat 18:

    حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    Arab latin: Hattaa idzaa atau ‘alaa waadin-namli qaalat namlatuy yaa ayyuhan-namludkhulụ masaakinakum, laa yahṭimannakum sulaimaanu wa junuduhụ wa hum laa yasy’urụn

    Artinya: “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

    Nabi Sulaiman dan Tentara Semut

    Ada sebuah kisah antara Nabi Sulaiman dan tentara semut sebagaimana diceritakan dalam Tafsir Qashashi Jilid III karya Syofyan Hadi. Suatu hari, Nabi Sulaiman mengumpulkan pasukan dari berbagai golongan, termasuk jin, manusia, dan burung, untuk mengadakan parade.

    Melihat Nabi Sulaiman dan rombongannya yang sangat banyak, ratu semut memerintahkan pasukannya untuk menghindar dan memberi jalan. Semut-semut tersebut kemudian bersembunyi di dalam lubang-lubang agar tidak terinjak Nabi Sulaiman dan rombongannya.

    Sebagai Nabi yang diberi mukjizat dapat berbicara dengan hewan, Nabi Sulaiman mendengar perkataan yang diucapkan semut-semut itu. Beliau kemudian membaca doa agar hewan kecil itu diberi petunjuk oleh Allah SWT.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk dan Keluar Masjid Arab-Latin Versi Panjang-Pendek



    Jakarta

    Doa masuk dan keluar masjid menjadi amalan yang bisa dibaca setiap muslim. Doa ini berisi ucapan salam yang penuh kebaikan.

    Banyak aktivitas ibadah yang bisa dikerjakan di masjid, seperti salat, tadarus ataupun berkumpul dalam majelis ilmu.

    Mengutip buku Masjid karya Teguh Purwantari, masjid merupakan istilah yang ditujukan untuk menyebut tempat ibadah umat Islam. Kata masjid berasal dari bahasa Arab, sajada yang artinya bersujud. Dengan demikian masjid berarti tempat bersujud.


    Seorang muslim yang hendak masuk ke area masjid ataupun hendak meninggalkan masjid dianjurkan untuk membaca doa.

    Menurut buku Doa dan Adab di Masjid Serta Tata Cara Azan dan Iqamah: Seri Doa dan Zikir oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Abu Firly Bassam Taqiy, ada hadits yang berisi anjuran mengucapkan salam dan doa saat masuk dan keluar masjid. Hadits tersebut bersumber dari Abu Humaid atau Abu Usaid yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

    “Apabila seseorang di antara kalian memasuki masjid, hendaklah mengucapkan salam kepada Nabi SAW, kemudian mengucapkan, ‘Ya Allah, bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.’ Dan apabila ia keluar, hendaknya mengucapkan, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari kemurahan-Mu’.” (HR. Muslim)

    Doa Masuk dan Keluar Masjid Sesuai Sunnah

    Merangkum buku Zikir dan Doa Penghuni Surga oleh Supriyadi, berikut bacaan doa masuk masjid.

    1. Doa Masuk Masjid agar Terbuka Pintu Rahmat

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لي أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Latin: Allahummaftha lii abwaaba rahmatik

    Artinya: “Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.” (HR Muslim)

    2. Doa Masuk Masjid Versi Panjang

    أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

    Latin: A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukakan lah bagiku segala pintu kemurahan-Mu.”

    Ketika hendak keluar masjid maka disunnahkan untuk membaca doa berikut:

    1. Doa Memohon Ampunan saat Keluar Masjid

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

    Latin: Allaahumma innii as’aluka min fadhlik

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon fadilah kepada-Mu.” (HR Muslim)

    2. Doa Keluar Masjid Versi Panjang

    أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

    Latin: A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukakan lah bagiku segala pintu kemurahan-Mu.”

    Adab ketika di Masjid

    Mengutip buku Ringkasan Kitab Adab oleh Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika berada di masjid. Berikut beberapa diantaranya:

    1. Dianjurkan Bersegera Pergi ke Masjid

    Semasa hidup, Rasulullah SAW memotivasi umatnya untuk bersegera pergi ke masjid. Abu Hurairah RA meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Seandainya manusia tahu keutamaan yang ada pada adzan dan barisan pertama shalat, kemudian mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara diundi, maka mereka pasti akan mengundinya. Dan seandainya manusia tahu keutamaan yang ada pada salat Dzuhur, mereka pasti akan berlomba untuk datang lebih awal. Dan seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat pada salat Isya dan salat Subuh, mereka pasti akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.”

    Hadits ini menerangkan tentang pahala orang yang datang lebih awal ke masjid.

    2. Berjalan ke Masjid dengan Khusyuk dan Tenang

    Dianjurkan bagi orang yang pergi ke masjid untuk berjalan dengan tenang dan khusyuk. Karena itu akan membuatnya lebih konsentrasi ketika shalat dan menghadirkan hati ketika menghadap Allah SWT.

    Dari Abu Qatadah RA, dia berkata,

    “Ketika kami sedang salat bersama Nabi SAW, terdengar suara gerakan dan keterburuan beberapa lelaki yang tergesa-gesa untuk salat. Setelah salat selesai, Rasulullah SAW bertanya, ‘Ada apa dengan kalian?” Mereka menjawab, ‘Kami buru-buru ya Rasulullah.’

    Rasulullah SAW bersabda, “Jangan lakukan itu. Jika kalian mendatangi masjid, kalian harus tenang, yang kalian dapatkan, maka ikutlah salat, dan yang tertinggal, maka sempurnakanlah.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Ad-Darimi)

    3. Salat Dua Rakaat

    Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk melaksanakan salat dua rakaat seperti hadits Abu Qatadah As-Sulami RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Apabila salah seorang dari kalian masuk ke dalam masjid, maka salatlah dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR Bukhari, Muslim)

    4. Dibolehkan Duduk Menjulurkan Kaki

    Di masjid, umat Islam diperbolehkan menjulurkan kaki dengan maksud beristirahat. Rasulullah SAW pernah melakukannya, beliau duduk menjulurkan kakinya dan meletakkan salah satu kakinya di atas kaki lainnya.

    Meskipun diperbolehkan, namun tetap harus menjaga sopan santun dan menjaga aurat agar tetap tertutup.

    5. Dibolehkan Tidur di Masjid

    Diperbolehkan tidur di dalam masjid bagi orang yang ingin istirahat. Para sahabat yang tinggal di masjid, mereka tidur di dalam masjid.

    Dan Ibnu Umar RA juga pernah tidur di masjid sebelum dia berkeluarga. Dari Nafi, dia menceritakan, “Abdullah bin Umar memberitahukan kepadaku bahwasanya dia pernah tidur di Masjid Nabawi ketika dia masih remaja dan belum berkeluarga.”

    Namun, harus diperhatikan, apabila seorang muslim mengalami mimpi basah di dalam masjid, secepatnya dia harus keluar dari masjid untuk mandi junub.

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Orang Baik di Dunia Adalah Orang Baik di Akhirat, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Orang yang baik di dunia adalah orang yang baik di akhirat. Keterangan ini mengacu pada sabda Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.

    Hadits ini diriwayatkan dari Qabishah ibnu Burmah Al Asadi, ia berkata,

    كُنتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: أَهْلُ الْمَعْرُونِ في الدُّنْيَا هُمْ أَهْلُ الْمَعْرُوفِ فِي الْآخِرَةِ، وَأَهْلُ الْمُنْكَرِ فِي الدُّنْيَا هُمْ أَهْلُ الْمُنْكَرِ فِي الْآخِرَةِ


    Artinya: “Saya pernah berada di samping Nabi SAW, lalu saya mendengarkannya bersabda, ‘Orang yang baik di dunia adalah orang yang baik di akhirat, dan orang yang keji di dunia adalah orang yang keji di akhirat’.” (Shahih Lighairihi dalam kitab Ar-Ruadhun-Nadhir)

    Menurut penjelasan dalam kitab Shahih Adabul Mufrad karya Imam Bukhari yang ditakhrij Syaikh Al-Albani dan diterjemahkan Abu Ahsan, maksud hadits tersebut adalah pelaku kebaikan mendapat kebaikan dari Allah SWT dan pelaku kemungkaran akan ditimpa kemungkaran yakni siksa di akhirat.

    Pentakhrij kitab mengatakan seolah-olah hadits tersebut merupakan tafsir firman Allah SWT dalam surah Az Zalzalah ayat 8,

    وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ ٨

    Artinya: “Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.”

    Hadits serupa turut diriwayatkan dari Mu’tamir, ia berkata,

    ذَكَرْتُ لِأَبِي حَدِيثَ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ سَلْمَانَ، أَنَّهُ قَالَ: إِنَّ أَهْلَ الْمَعْرُوفِ فِي الدُّنْيَا هُمْ أَهْلُ الْمَعْرُوفِ فِي الْآخِرَةِ، فَقَالَ: إِنِّي سَمِعْتُهُ مِنْ أَبِي عُثْمَانَ يُحَدِّثُهُ، عَنْ سَلْمَانَ، فَعَرَفْتُ أَنَّ ذَاكَ كَذَاكَ فَمَا حَدَّثْتُ بِهِ أَحَدًا قَطُّ حَدَّثَنَا مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

    Artinya: “Saya menyebutkan kepada bapak saya hadits Abu Utsman dari Salman, bahwasanya dia berkata, ‘Sesungguhnya pelaku kebaikan di dunia mereka adalah pelaku kebaikan di akhirat’.” Lalu Mu’tamir berkata, “Sesungguhnya saya mendengarkan hadits tersebut dari Abu Utsman, yang meriwayatkan dari hadits Salman, maka saya tahu bahwa kebaikan itu seperti itu dan aku sama sekali tidak pernah mengatakan hadits itu pada orang lain.” (Menurut riwayat dari Abu Utsman, Rasulullah SAW bersabda seperti itu)

    Hadits tersebut derajatnya shahih, diriwayatkan dengan periwayatan yang mauquf dan merupakan hadits shahih lighairihi yang diriwayatkan dengan periwayatan yang marfu’. Keterangan ini terdapat dalam kitab Ar-Radhun-Nadhiru.

    Setiap Kebaikan Adalah Sedekah

    Masih dalam kitab Shahih Bukhari, ada sejumlah hadits yang menyatakan setiap kebaikan adalah sedekah. Hadits ini diriwayatkan dari Jabir ibnu Abdullah dari Nabi SAW yang bersabda, “Setiap kebaikan adalah sedekah.”

    Sedekah bisa dilakukan dengan berbagai cara, tak semata melalui harta. Abu Musa berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Wajib (atas) setiap orang muslim untuk bersedekah.”

    Para sahabat berkata, “Bagaimana jika dia tidak mendapatkan (sesuatu untuk disedekahkan)?”

    Nabi SAW menjawab, “Hendaknya dia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga memberikan kemanfaatan bagi dirinya lalu bersedekah.”

    Para sahabat bertanya, “Jika dia tidak mampu (bekerja) atau tidak dapat melakukannya?”

    Nabi SAW menjawab, “Hendaknya dia menolong orang yang sangat membutuhkan bantuan.”

    Sahabat bertanya, “Jika dia tidak mampu untuk melakukannya?”

    Nabi SAW menjawab, “Hendaknya dia memerintahkan kebaikan atau memerintahkan yang ma’ruf.”

    Sahabat bertanya, “Jika dia tidak mampu untuk melakukannya?”

    Nabi SAW menjawab, “Hendaknya dia menahan diri untuk tidak melakukan kejahatan, maka sesungguhnya hal itu adalah sedekah baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Hadits tersebut shahih, sebagaimana dikeluarkan dalam kitab Ash-Shahihah. Bukhari mengeluarkan dalam kitab Al Adab bab Kullu Ma’rufin Sadaqah dan Muslim mengeluarkannya dalam kitab Az-Zakat bab Bayanu Anna ismas-Shadaqati yaqa’u ‘ala kulli nau’in minal-ma’ruf.

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa Dimudahkan Segala Urusan, Hajat, hingga Rezeki


    Jakarta

    Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, jalannya pasti tidak selalu lancar. Kita pasti akan dihadapi berbagai hambatan dan rintangan.

    Dalam menghadapinya, kita tentu membutuhkan bantuan dan kemudahan dari Allah SWT. Oleh karena itu, memanjatkan doa dimudahkan segala urusan menjadi salah satu ikhtiar yang dianjurkan dalam Islam.

    Perintah berdoa juga Allah SWT sampaikan dalam surah Al Ghafir ayat 60:


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ

    wa qâla rabbukumud’ûnî astajib lakum, innalladzîna yastakbirûna ‘an ‘ibâdatî sayadkhulûna jahannama dâkhirîn

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.’”

    1. Doa Dimudahkan Segala Urusan

    Dikutip dari buku bertajuk Doa Mengundang Rezeki: Sukses dalam Hidup, Berkah dalam Usaha Oleh Islah Susmian, berikut adalah bacaan doa mohon dimudahkan segala urusan:

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

    Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin

    Artinya: “Wahai Tuhanku Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu.” (HR Tirmidzi).

    2. Doa Dimudahkan Rezeki

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Allahmumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa mala’ikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu lailaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, malaikat-malaikat, serta seluruh mahkluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu,” (HR Abu Daud).

    3. Doa Dimudahkan Segala Urusan Pekerjaan

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئتَ سَهْلاً

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi-ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah, dan jika Engkau menghendaki, maka kesedihan dapat Engkau jadikan kemudahan.” (HR Ibnu Sunni, dari Anas bin Malik).

    4. Doa Dimudahkan Hajat

    Mengutip buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, ini adalah bacaan doa agar hajat atau keinginan terkabul”

    لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، يَا قَدِيمُ يَا دَائِمُ يَا فَرْد ُيَا وَتْرُ يَا أَحَدُ يَا صَمَدُ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ ُيَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

    Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziimi, yaa qadiimu yaa daaimu yaa fardu yaa watru yaa ahadu yaa shamadu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa dzal jalaali wal ikraami

    Artinya: “Tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah Dzat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Wahai Dzat Yang Maha Dahulu, Yang Maha Kekal, Yang Maha Tunggal, Yang Maha Ganjil, Yang Maha Esa, Tempat Bergantung, Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”

    5. Doa Dimudahkan Lisan dan Urusan

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Rabbisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahu qawli

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS Taha: 25-28).

    6. Doa agar Diberi Kemudahan dalam Bekerja

    رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

    Robbanaa aatinaa minladunka rohmataw wahayya lanaa min amrinaa rosyada).

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami,” (Q.S Al Kahfi 10).

    7. Doa agar Diberi Kemudahan dan Kesuksesan Dunia dan Akhirat

    اللهم الطف بي في تيسير كل عسير، فإن تيسير كل عسير عليك يسير، وأسألك اليسر والمعافاة في الدنيا والآخرة

    Bacaan latin: Allaahummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiirin, fa inna taisiira kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir, as ‘alukal yusra wal mu’aafaata fid dun-yaa wal aakhirati

    Artinya: “Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan, karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagiMu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat,” (HR Thabrani).

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Bismika Allahumma Ahya Wabismika Amut dan Amalan Sebelum Tidur


    Jakarta

    Bismika Allahumma Ahya Wabismika Amut adalah doa sebelum tidur yang sering diucapkan oleh umat Muslim. Memang, sejatinya segala aktivitas hidup seorang muslim tidak lepas dari doa.

    Hal tersebut sebagai salah satu menghadirkan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk sejak bangun hingga hendak tidur lagi. Bahkan, hal ini juga diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

    Doa Sebelum Tidur

    Berikut adalah kalimat “bismika allahumma ahya wabismika amut” tulisan Arab dan artinya:


    بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

    Bismika allahumma ahya wabismika amut.

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang menghidupkan dan mematikan.

    Anjuran doa saat hendak tidur juga bertujuan agar Allah SWT memberi perlindungan, serta menambahkan kebaikan setelah kita bangun nantinya.

    Mengucapkan doa ketika hendak tidur adalah salah satu hal yang di ajarkan Rasulullah SAW. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat dari Abi Dzar RA:

    وَرَوَيْنَا فِي ” صَحِيْحِ الْبُخَارِي ” رَحِمَهُ اللهُ ، ِمنْ رِوِايَةِ حُذَيْفَةَ ، وَأَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ : ” بِاسْمِكَ اللُّهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوْتُ “.

    Artinya:
    “Kami meriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari RA. dari riwayat Hudzaifah dan Abi Dzar RA bahwasanya Rasulullah SAW apabila beranjak ke tempat tidurnya, berdoa: ‘Dengan menyebut nama Allah yang menghidupkan dan mematikan.’”

    Pada riwayat lain dari hadits dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW juga mengajarkan amalan doa sebelum tidur dengan cara berikut.

    • Membaca takbir (اَللهُ اَكْبَرُ) sebanyak 33 x.
    • Membaca tasbih (سُبْحَانَ اللهِ) sebanyak 33 x.
    • Membaca tahmid (اَلْحَمْدُ لِلّهِ) sebanyak 33 x.

    Ada juga doa sebelum tidur versi panjangnya:

    للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

    Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

    Artinya: “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepadaMu lantaran mengharap dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancamanMu kecuali hanya kepadaMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabiMu yang Kau utus.” (HR, Muslim, Bukhari dan Abu Dawud).

    Selain doa-doa tadi, diriwayatkan oleh Anas RA, Rasulullah SAW juga memanjatkan doa sebelum tidur berikut ini:

    Alhamdulillahilladzi ath ‘amana wasaqona wakafana wa awana fakammimman lakafiya lahu walamu’wiya.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah zat yang telah memberi makan dan minum kepada kami, serta telah mencukupi dan memberi tempat tinggal kepada kami. Betapa banyak orang yang tak ada yang mencukupi dan tak memberi tempat kepadanya.” (HR Muslim)

    Amalan Sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah

    Sebelum membaca doa ketika ingin tidur, Rasulullah SAW juga biasa melakukan beberapa. Berikut di antara sunnahnya:

    • Berwudu
    • Mengibaskan tempat tidur
    • Memanjatkan doa.

    Amalan sebelum tersebut dijelaskan dalam hadits berikut.

    “Jika seseorang di antara kalian hendak tidur, ambillah potongan kain dan kibaslah tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucap ‘Bismillah,’. Karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050.)

    “Jika kamu ingin tidur maka berwudhulah lebih dulu sebagaimana wudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah ke kanan dan bacalah doa doa sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda: ‘Jadikanlah doa itu sebagai akhir dari semua perkataanmu,” (HR Bukhari Muslim).

    Doa Bangun Tidur

    Dikutip dari buku Penuntun Doa, Yuk! karya Abu Ihsan, berikut adalah bacaan doa bangun tidur:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

    Alhamdulillahilladhi ahyana ba’dama amatana wa ilaihinnushur.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan kehidupan, mematikan kami, dan hanya kepada-Nyalah kami kembali.”

    Masih mengutip buku yang sama, berikut adalah amalan atau adab setelah bangun tidur yang bisa dilakukan umat muslim:

    • Membaca istighfar 3 x.
    • Membaca syahadat.
    • Membaca doa bangun tidur.
    • Jangan mengusap tangan ke mata, dikhawatirkan tangan kita kurang bersih sehingga bisa menjadikan mata kita gatal atau sakit.
    • Bergegas bangun agar tidak bermalas-malasan.
    • Salat subuh tepat waktu.
    • Merapikan tempat tidur dan kamar.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa dalam Perjalanan Jauh agar Diberi Keselamatan


    Jakarta

    Ada berbagai tantangan yang mungkin ditemui dalam perjalanan dimulai dari cuaca yang buruk, jalan yang sulit, hingga kemungkinan kecelakaan. Oleh karena itu, muslim perlu melindungi diri dengan mengamalkan doa dalam perjalanan.

    Doa dalam perjalanan juga merupakan sebuah upaya untuk menenangkan hati, menumbuhkan rasa syukur, dan memperkuat keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi berada di bawah kendali Yang Maha Kuasa.

    Meminta perlindungan dari Allah SWT sebelum melakukan perjalanan juga merupakan kebiasaan Rasulullah SAW. Imam an-Nawawi mengutip sebuah riwayat dari kitab Shahih Muslim, dari Abdullah bin Sarjis RA, ia berkata,


    “Jika Rasulullah SAW melakukan perjalanan beliau meminta perlindungan dari beratnya perjalanan, buruknya tempat kembali dan kebengkokan setelah lurus, doanya orang-orang dizalimi, serta buruknya pandangan dan harta.” (HR Muslim)

    3 Doa dalam Perjalanan dalam Islam

    Doa di perjalanan adalah permohonan perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan agar terhindar dari segala marabahaya dan kesulitan selama perjalanan. Dengan berdoa, kita menyerahkan segala kekhawatiran dan ketidakpastian kepada Yang Maha Kuasa, sehingga hati menjadi tenang dan perjalanan terasa lebih aman.

    Berikut ini adalah doa dalam perjalanan:

    1. Doa Perjalanan Jauh

    Dijelaskan dalam buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah oleh Muhammad Rahmatullah, Abdullah bin Sarjis berkata bahwa apabila Rasulullah SAW bersafar (melakukan perjalanan jauh), beliau melantunkan doa berikut,

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Latin: Allahumma antash-shohibu fissafari wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-issafari wa ka-abatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesedihan tempat kembali, doa orang yang teraniaya, dan dari pandangan yang menyedihkan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    2. Doa Naik Kendaraan

    Ketika melakukan perjalanan dengan kendaraan, membaca doa menjadi cara untuk memohon perlindungan dan bimbingan Tuhan agar terhindar dari kecelakaan serta rintangan di jalan. Doa ini juga membantu menenangkan pikiran dan menumbuhkan rasa aman, sehingga perjalanan terasa lebih lancar dan selamat sampai tujuan.

    Menurut buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya Hamdan Hamedan, Ibnu Umar RA menceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW hendak memulai perjalanan jauh dengan menaiki untanya, beliau sering mengucapkan doa khusus.

    اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوَنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ.

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, subhaanalladzii sakhkhara lanaa hadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin. Wa innaa ilaa Rabbinaa lamun-qalibuun.

    Allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal-birra wat-taqwaa, wa minal-‘amali maa tardhaa. Allaahumma hawwan ‘alaynaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu.

    Allaahumma antasshoohibu fissafari, wal-khaliifatu fil-ahli, Allaahumma innii a’uudzubika min wa’tsaa-issafari, wa kaabatil-man-zhari, wa suu-‘il-munqalabi fil-maali wal-ahli.

    Artinya: “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Mahasuci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat).

    Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang meridhakan-Mu. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami.

    Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga (yang ditinggal). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang buruk dalam harta dan keluarga.” (HR Muslim)

    3. Doa dalam Perjalanan Menggunakan Kapal

    Ketika melakukan perjalanan dengan kapal, ada doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca agar perjalanan di atas air diberkahi dan dilindungi oleh Allah SWT. Doa ini bertujuan untuk memohon keselamatan dari segala bahaya laut

    Dalam buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih karya Anshari Taslim, dijelaskan bahwa ada doa khusus yang dapat dibaca ketika melakukan perjalanan dengan kapal. Doa ini pernah diucapkan oleh Nabi Nuh AS saat beliau menaiki kapalnya, memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT selama berada di atas air.

    بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Latin: Bismillaahi majreeha wa mursaahaa, inna Rabbii laghafuurur Rahiim.

    Artinya: “Dengan nama Allah ketika dia berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Hud: 41)

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Menyegerakan Berbuka Puasa Dijelaskan melalui Hadits Rasulullah SAW



    Jakarta

    Menyegerakan berbuka puasa menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan. Setiap muslim yang berpuasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah, diperintahkan untuk segera berbuka saat matahari telah terbenam.

    Hukum menyegerakan berbuka puasa merupakan sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW semasa hidup. Beliau juga menjelaskannya melalui beberapa hadits.

    Dalam Syarah Hadits Pilihan Bukhari-Muslim, Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam menjelaskan hadits yang berisi anjuran menyegerakan berbuka puasa.


    Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Manusia senantiasa dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka.”

    Dalam riwayat Ahmad, “Dan mengakhirkan sahur.”

    Hadits ini menegaskan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan terbenamnya matahari sebagai waktu berbuka bagi orang yang berpuasa. Beliau memerintahkan untuk segera berbuka pada awal waktu dan mengabarkan, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka.” Dengan begitu, mereka tetap memelihara as sunnah.

    Dalam hadits lain dari Umar bin Khattab RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika waktu malam tiba dari arah sana dan waktu siang berlalu dari arah sana, berarti orang yang berpuasa telah berbuka.”

    Mengutip buku Ramadhankan Dirimu oleh Ishaq Subu, Rasulullah SAW tidak sekedar menganjurkan kepada umatnya, tetapi beliau juga memberi contohnya.

    Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Sungguh Rasulullah SAW tidak menunaikan salat maghrib sampai beliau berbuka walau hanya dengan seteguk air.” (HR Tirmidzi)

    Makna Hadits Menyegerakan Berbuka Puasa

    Hadits yang menerangkan anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa ini berlaku bagi setiap muslim yang berpuasa.

    Menyegerakan berbuka puasa berlaku ketika matahari telah terbenam. Sebelum berbuka puasa, harus dipastikan dahulu wujud datangnya malam.

    Hadits ini menjelaskan bahwa waktu puasa menurut ketetapan syariat ialah semenjak terbit fajar hingga matahari terbenam. Karena itulah Rasulullah SAW memberikan pengertian kepada umatnya bahwa jika waktu malam mulai terlihat di arah timur dan siang hari berlalu di arah barat, artinya terbenamnya matahari, berarti orang yang berpuasa telah memasuki waktu berbuka, yang tidak seharusnya ditunda-tunda.

    Bahkan orang yang menunda berbuka puasa layak dicela, karena mengikuti perintah syariat dan mewujudkan ketaatan serta membedakan antara waktu ibadah dan selain ibadah, serta memberikan hak kepada jiwa untuk menikmati kehidupan yang mubah.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Manfaat Berdoa dalam Hadits, Salah Satunya Menolak Bencana


    Jakarta

    Sebagai seorang hamba Allah SWT, sudah sepatutnya kita memohon kepada-Nya dengan cara berdoa. Bahkan, dalam surat Gafir ayat 60 sang Khalik memerintahkan manusia untuk senantiasa berdoa kepada-Nya.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ

    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”


    Secara bahasa, doa artinya memohon atau meminta. Sementara dari segi istilah, doa dimaknai permohonan dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT seperti dijelaskan dalam buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera susunan M Khalilurrahman Al-Mahfani.

    Doa adalah proses penghambaan diri kepada Allah SWT. Kedudukan doa menempati yang penting dalam Islam.

    Dari Nu’man bin Basyir, Rasulullah SAW bersabda, “Berdoa adalah suatu ibadah.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah & Tirmidzi)

    Ada banyak manfaat yang terkandung dari doa. Apa saja? Simak bahasannya dalam artikel berikut.

    Berikut manfaat berdoa yang dinukil dari buku Doa dan Dzikir untuk Ibu Hamil susunan Ustaz K Akbar Saman.

    1. Penolak Bencana

    Doa menjadi sarana penolak bencana. Seperti diketahui, bencana membuat manusia tersiksa dan memandang hidup kurang bermakna.

    Meski demikian, tidak ada yang bisa diperbuat jika Allah SWT menghendaki datangnya bencana. Salah satu cara menolak bencana adalah dengan berdoa kepada Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,

    “Doa adalah penolak bala.” (HR Abu Hurairah)

    2. Pembuka Kunci Rahmat Allah SWT

    Dengan berdoa, niscaya muslim membuka rahmat Allah SWT. Rahmat ini menjadi wujud kasih sayang sang Khalik terhadap hamba-Nya, khususnya mereka yang beriman dan bertakwa.

    Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, “Doa adalah kunci rahmat Allah SWT, wudhu adalah kunci salat dan salat adalah kunci surga.” (HR Ad-Dailami)

    3. Sumsumnya Ibadah

    Keutamaan doa lainnya adalah sebagai sumsumnya ibadah. Pada dasarnya, ibadah menjadi bukti ketaatan hamba kepada Tuhannya.

    Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya, “Doa adalah ibadah.” (HR At-Tirmidzi)

    4. Sarana Pengubah Takdir

    Muslim yang berdoa dapat mengubah ketentuan Allah SWT. Seperti diketahui, manusia dianjurkan untuk berusaha sementara hasilnya akan ditentukan oleh Allah SWT di akhir.

    Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Doa dapat menolak ketentuan Allah SWT. Sesungguhnya kebaikan dapat menyebabkan bertambahnya rezeki. Seorang hamba rezekinya pasti terhalang jika ia berbuat dosa.” (HR Imam Al Hakim)

    Dilansir dari Sunan Ibnu Majah Jilid 1 terjemahan Abdul Hayyie Al-Kattani, takdir yang dapat tertolak dengan adanya doa adalah takdir selain Maa Fii Ilmillah (takdir yang bersifat qadim dan ajali atau tiada berawal dan berakhir). Surah Ar Ra’d ayat 39 juga menjelaskan Allah SWT bahkan dapat menghapus atau menetapkan sesuatu di dalam Lauhil Mahfudz.

    5. Senjata dan Perisai

    Doa juga disebut sebagai senjata dan perisai. Maksudnya, doa menjadi alat untuk menjaga diri seorang muslim.

    Rasulullah SAW bersabda, “Bagi orang yang beriman, doa merupakan senjata, tiang agama dan cahaya langit dan bumi.” (HR Abu Ya’la dan Al-Hakim)

    6. Memberi Manfaat Terhadap Sesuatu

    Doa dapat menjadi pemberi manfaat terhadap sesuatu. Jadi, doa diibaratkan sebagai pupuk penunjang kesuksesan hidup.

    Dari Ibnu Umar RA berkata, Nabi SAW bersabda, “Doa dapat memberikan manfaat terhadap sesuatu yang telah turun ataupun belum turun. Wahai hamba-hamba Allah, berdoalah kamu sekalian.” (HR Al Hakim)

    7. Melancarkan Rezeki

    Doa juga dapat melancarkan rezeki dan menyelamatkan diri dari musuh. Hal ini diterangkan dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi susunan Syamsuddin Noor.

    Rasulullah SAW bersabda, “‘Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang menyelamatkan kalian dari musuh kalian dan mempercepat datangnya rezeki kalian?’ (Rasulullah melanjutkan), ‘Maka berdoalah pada tengah malam dan pada siang hari kalian, sebab hanya doa yang menjadi senjata ampuh orang beriman’.” (HR Abu Ya’la, dari Jabir bin Abdullah)

    8. Membantu Keberlangsungan Hidup

    Manfaat lainnya dari berdoa adalah membantu keberlangsungan hidup manusia, baik itu yang lalu maupun mendatang. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Doa itu bermanfaat untuk apa yang sudah terjadi dan apa yang belum terjadi. Karena itu para hamba Allah SWT, hendaklah kalian berdoa.” (HR Hakim)

    Itulah manfaat doa bagi kehidupan muslim. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Melihat Ka’bah Pertama Kali Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Melihat Ka’bah secara langsung adalah impian yang didambakan oleh banyak muslim di seluruh dunia. Ada doa melihat Ka’bah yang bisa diamalkan muslim terutama bagi mereka yang baru pertama kali melihatnya.

    Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia datang ke Makkah untuk merasakan kedekatan dengan Allah SWT.

    Salah satu cara untuk memperdalam pengalaman spiritual ini adalah dengan berdoa saat melihat Ka’bah. Doa-doa tersebut tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membawa ketenangan hati dan kedamaian batin bagi mereka yang mengucapkannya dengan penuh keikhlasan.


    Ka’bah sendiri menjadi rumah ibadah pertama yang dibangun di bumi untuk umat manusia. Hal itu disampaikan oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam surat Al-Imran ayat 96-97:

    اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ ٩٦
    فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ ٩٧

    Artinya: “Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia adalah (Baitullah) yang (berada) di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.”

    Doa ketika Melihat Ka’bah

    Terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibacakan ketika melihat Ka’bah, yang dipercaya dapat membawa keberkahan dan memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar oleh Imam Nawawi terjemahan Ulin Nuha, berikut bacaan doa ketika melihat Ka’bah.

    اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَمَهُ وَعَظَمَهُ يَمَنْ حَجَّهُ أَوْ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبَرًا

    Bacaan latin: Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wata’dziiman watakriiman wamahaabatan wazidman syarrafahu wakaramahu wa ‘adzamahu yaman hajjahu aw i’tamarahu tasyriifan watakriiman w ta’dziiman wabaran

    Artinya: “Ya Allah, semoga Engkau menambahkan kemuliaan, keagungan dan kehormatan terhadap tempat ini dan berilah tambahan kemuliaan, kehormatan, keagungan serta kebaikan kepada orang yang memuliakan dan mengagungkannya yaitu orang-orang yang meramaikannya dengan berhaji dan berumrah.”

    Setelah itu mengucapkan:

    اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلام وَمِنْكَ السَّلام فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَم

    Bacaan latin: Allahumma antassalam, wamingkassalam, fahayyina rabbana bissalam.

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah yang memiliki keselamatan dan dari-Mulah keselamatan. Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah hidup kami dengan keselamatan.”

    Apa Isi Ka’bah?

    Di dalam Ka’bah, terdapat tiga tiang kayu berwarna keunguan yang dipasang oleh Abdullah bin Zubair untuk menopang atap. Di antara ketiga tiang tersebut, terdapat kayu yang melintang dari arah utara ke selatan yang berfungsi sebagai tempat menggantungkan lampu-lampu beragam.

    Berdasarkan buku Al-Ka’bah Al-Musyarrafah wa Al-Hajar Al-Aswad (Ru’yah ‘ilmiyyah) karya Muhammad Abdul Hamid Asy-Syarqawi dan Muhammad Raja’i Ath-Thahlawi yang diterjemahkan oleh Luqman Junaidi dan Khalifurrahman Fath, lantai dan setengah dari dinding Ka’bah terbuat dari marmer. Bagian dalam dinding Ka’bah dihiasi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan diberi wewangian seperti yang digunakan di Hajar Aswad.

    Berdasarkan kesaksian mereka yang pernah memasuki Ka’bah, ruangan di dalamnya benar-benar kosong.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com