Category: Doa Hadits

  • Bertasbih 100 Kali Sehari Dapat Pahala 1000 Kebaikan dan Dosa Dihapus


    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan bertasbih 100 kali sehari. Amalan ini disebut memiliki pahala besar, bahkan tak ada yang melebihi pahalanya pada hari kiamat kelak.

    Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim dan kitab Al Adzkar Imam an-Nawawi. Sa’ad bin Abi Waqqas RA saat berada di sisi Rasulullah SAW mendengar beliau bersabda,

    “Apakah seseorang di antara kalian tidak mampu mendapatkan 1000 kebaikan dalam satu hari?” Seseorang yang duduk di sana bertanya, “Bagaimana agar seseorang di antara kami mendapatkan 1000 kebaikan?” Beliau bersabda, “Bertasbihlah 100 kali, dicatat untuknya 1000 kebaikan, atau dihapus darinya 1000 kesalahan.” (HR Muslim)


    Dalam riwayat lain disebutkan,

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

    Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa ketika pagi dan sore mengucapkan bacaan ‘Mahasuci Allah dengan segala puji-Nya’ sebanyak 100 kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.” (HR Muslim)

    Menurut penjelasan dalam Al-Minah Al-‘Aliyah fii Bayaani As-Sunan Al-Yaumiyyah karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al-Furaih yang diterjemahkan Muhamad Yasir, hadits-hadits yang berkaitan dengan macam-macam dzikir dan keutamaannya sangat banyak. Adapun yang disebutkan di atas adalah sebagian dzikir yang paling masyhur dan paling shahih yang memiliki keutamaan.

    Keutamaan tasbih turut dijelaskan melalui riwayat lain yang termuat dalam Shahih Muslim. Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat timbangannya, serta disenangi oleh Allah Yang Maha Pengasih, yaitu bacaan ‘Subhaanallaah wa bihamdihi, subhaanallaahil ‘Azhiim (Maha Suci Allah dengan segala puji-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung’.”

    Bacaan Tasbih 100 Kali Sehari

    سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhanallah wa bihamdihi

    Artinya: “Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya”

    Sunnah Mengucapkan Tasbih setelah Salat

    Menurut penjelasan dalam kitab adz-Dzikru wa ad-Du`a` fi Dhau`il Kitab wa as-Sunnah karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, edisi Indonesia terbitan Griya Ilmu, kaum muslim disyariatkan mengucapkan tasbih-tasbih yang biasa diucapkan Nabi SAW setelah salat.

    Keterangan tersebut bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,

    مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ اللهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ اللهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِيْنَ، فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ، وَقَالَ تَمَامَ المِائَةِ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

    Artinya: “Barang siapa bertasbih kepada Allah di belakang setiap salat 33 kali, memuji Allah 33 kali, bertakbir 33 kali, sehingga jumlahnya 99 kali, lalu dia mencukupkan seratus kali, ‘Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu’ niscaya diampuni kesalahan-kesalahannya meskipun seperti buih lautan.” (Shahih Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Hadits tentang Sabar dalam Menghadapi Cobaan Hidup


    Jakarta

    Setiap manusia akan diuji dengan berbagai cobaan hidup oleh Allah SWT. Dalam menyikapinya, muslim harus menanamkan sifat sabar dan yakin akan rencana sang Khalik.

    Allah SWT mencintai hamba-Nya yang bersabar seperti tercantum dalam surah Ali ‘Imran ayat 146,

    وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ


    Artinya: “Allah mencintai orang-orang yang sabar.”

    Selain ayat suci Al-Qur’an, dalam beberapa hadits dikatakan tentang perintah sabar dalam menghadapi ujian hidup. Seperti apa? Berikut beberapa haditsnya yang dikutip dari buku Ilmu dari Guruku tulisan Ihsan Nur dan Jamiul Ulum wal Hikam fi Syarhi Haditsi Sayyidil Arab wal Ajm oleh Ibnu Rajab yang diterjemahkan Fadhli Bahri.

    Hadits tentang Sabar

    1. Larangan Mengharap Mati ketika Ditimpa Cobaan Hidup

    Ketika ditimpa ujian hidup, muslim hendaknya bersabar dan tidak mengharap mati. Rasulullah SAW bersabda,

    “Janganlah salah seorang di antara kalian mengarapkan mati sebab kesengsaraan yang menimpanya.” (HR An Nasa’i)

    2. Anjuran Bersabar Hadapi Musibah dan Cobaan Hidup

    Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Tidak ada seorang hamba yang meneguk satu tegukan (menerima musibah) yang lebih utama di sisi Allah dari pada satu tegukan yang berat yang ditahan untuk mencari ridha Allah ta’ala.” (HR Ahmad dan At Thabrani)

    3. Perintah untuk Sabar ketika Diuji Allah SWT

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya. Muslim diperintahkan untuk bersabar ketika menghadapi ujian dari Allah SWT.

    “Siapa saja yang tidak rela menerima ketetapan-Ku (takdir-Ku) dan tidak sabar menghadapi ujian-ujian-Ku kepada dirinya, silakan dia mencari Tuhan selain Aku.” (HR Ath Thabrani dan Ibnu ‘Asakir)

    4. Muslim yang Sabar saat Diuji Termasuk Golongan Beriman

    Orang yang bersabar ketika diberi cobaan hidup oleh Allah SWT termasuk golongan orang yang beriman, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat:

    “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR Muslim)

    5. Sabar Menghadapi Ujian Akan Diberi Surga

    Allah SWT menganugerahkan surga bagi orang-orang yang sabar menghadapi ujian-Nya. Berikut bunyi haditsnya:

    “Allah berfirman, jika seorang hamba ditinggal mati orang yang paling dicintainya; lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, maka tidak ada pahala baginya kecuali surga.” (HR Bukhari)

    6. Dosa-dosa Orang Sabar Digugurkan

    Dosa-dosa orang yang sabar dalam menghadapi ujian dari Allah SWT akan digugurkan oleh-Nya. Rasulullah SAW dalam haditsnya bersabda,

    “Seorang muslim yang tertimpa suatu gangguan berupa penyakit atau yang lainnya pasti Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

    7. Derajat Orang Sabar Meningkat hingga Ratusan

    Muslim yang senantiasa bersabar menyikapi musibah dan cobaan hidup dari Allah SWT akan dinaikkan derajatnya hingga ratusan kali. Rasulullah SAW bersabda,

    “Nabi SAW bersabda, “Sabar ketika musibah (diganjar) dengan sembilan ratus derajat.” (HR An Nawawi)

    8. Sabar Menghadapi Ujian akan Dicintai Allah SWT

    Allah SWT mencintai hamba-Nya yang bersabar dengan ujian yang ia timpakan. Ini sesuai dalam hadits Nabi Muhammad SAW,

    “Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian, dan bahwa Allah, apabila menyayangi atau mencintai suatu kaum, maka Allah akan mengujinya, dan bagi siapa saja ridha, maka baginya keridhaan dari Allah, dan barangsiapa yang membenci, maka baginya kebenciaan dari Allah SWT.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    9. Sabar sebagai Anugerah Allah SWT

    “Barang siapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barang siapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari No 1469)

    10. Orang Sabar Disukai oleh Allah SWT

    “Jika sabar itu seorang laki-laki, niscaya ia adalah orang yang pemurah dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (HR At Thabrani)

    Doa agar Diberi Kesabaran dan Kemudahan

    Mengutip buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-doa Harian tulisan Mahmud Asy-Syafrowi, ada beberapa doa yang bisa diamalkan muslim agar diberi kesabaran dan kemudahan oleh Allah SWT. Berikut salah satunya,

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Arab latin: Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati wa rabbul ardli wa rabbul asrsyl kariim

    Artinya: “Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Muslim juga bisa mengamalkan doa-doa kesabaran yang termaktub dalam Al-Qur’an, seperti disebutkan dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya Sulaeman bin Muhammad Bahri. Salah satunya seperti dalam surah Al Baqarah ayat 250,

    رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Arab-latin: Rabbanā afrig ‘alainā ṣabraw wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

    Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.”

    Bisa juga membaca doa mohon kesabaran seperti bacaan surah Al A’raf ayat 126 ini,

    رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ ࣖ

    Arab-latin: Rabanā afrig ‘alainā ṣabraw wa tawaffanā muslimīn

    Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa dan Dzikir setelah Sholat Qobliyah Dzuhur


    Jakarta

    Ada sejumlah sholat sunnah rawatib atau pengiring sholat wajib yang bisa dikerjakan muslim. Salah satunya sholat qobliyah Dzuhur yang dilanjutkan dengan membaca doa dan dzikir.

    Sholat qobliyah Dzuhur adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum sholat Dzuhur. Diterangkan dalam buku Ahkam Ash-Sholah karya Syaikh Ali Raghib yang diterjemahkan Abdillah al-Faqih dan M. al-Mu’tashim Billah, dalil sholat tersebut bersandar pada hadits dari Ibnu Umar RA,

    صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَسَجْدَتَيْنِ بَعْدَهَا وَسَجْدَتَيْنِ بَعَدَ الْمَغْرِبِ وَسَجْدَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَ سَجْدَتَيْنِ بَعْدَ الْجُمُعَةِ


    Artinya: “Aku pernah sholat bersama Rasulullah SAW sebelum Dzuhur dua kali sujud (dua rakaat) dan dua kali sujud sesudahnya; dua kali sujud sesudah Maghrib; dua kali sujud sesudah Isya; serta dua kali setelah sholat Jumat.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    Doa setelah Sholat Qobliyah Dzuhur

    Sholat qobliyah Dzuhur bisa dilanjutkan dengan memanjatkan doa dan dzikir sembari menunggu iqamah. Menurut sebuah hadits, waktu antara adzan dan iqamah termasuk mustajab.

    Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Doa tidak akan ditolak di antara adzan dan iqamah.” (HR Abu Dawud, an-Nasa’i, dan at-Tirmidzi)

    Dikutip dari Buku Kumpulan Do’a Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa setelah sholat qobliyah Dzuhur hampir sama seperti doa setelah sholat wajib yakni:

    1. Membaca Istighfar 3 Kali

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوْبُ إِلَيْه

    Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Maha Hidup, Maha Kuasa, dan kepada-Nya aku bertaubat.”

    2. Membaca Tahlil 10 Kali

    لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَي كُلِّ شَيْءٍ قَدِير

    Artinya: “Tiada tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya miliknya kerajaan dan pujian, (Ia) pula yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.”

    3. Mohon Perlindungan dari Api Neraka 3 Kali

    اللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ

    Artinya: “Ya allah, jauhkan kami dari api neraka.”

    4. Mohon Keselamatan

    اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَ يَعُودُ السَّلامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَا الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau sumber keselamatan dan dari pada-Mulah datangnya keselamatan dan kepada-Mu kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan, dengan selamat sejahtera dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan. Maha banyak anugerahMu dan Maha Tinggi Engkau Wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan.”

    5. Doa Berserah kepada Allah

    اللَّهُمَّ لأَمَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَ ی الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

    Artinya: “Ya Allah tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak ada yang bisa menolak ketetapanmu. Tidak berguna kekayaan dan kemulian itu bagi pemiliknya. Hanya dari-Mu kekayaan dan kemulian.”

    6. Mohon Mohon Pertolongan Jadi Hamba yang Syukur

    اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Artinya: “Ya Allah…Bantulah aku untuk senantiasa berdzikir dan bersyukur kepadaMu, serta selalu beribadah dengan baik kepadamu.”

    7. Tasbih, Tahmid, Takbir 33 Kali

    سُبْحَانَ اللهِ

    Artinya: “Maha Suci Allah.”

    وَالْحَمْدُ لِلَّهِ

    Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

    الله أَكْبَرُ

    Artinya: “Allah Maha Besar.”

    Bacaan doa dan dzikir setelah qobliyah Dzuhur tersebut dapat dilafalkan dengan tenang dan khusyuk.

    Keutamaan Sholat Qobliyah Dzuhur

    Dijelaskan dalam kitab Fikih Sunnah Jilid 1 karya Sayyid Sabiq, sholat rawatib memiliki sejumlah keutamaan. Salah satunya, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu langit.

    Hal tersebut bersandar pada riwayat dari Abu Ayyub al-Anshary, bahwasanya dia (Rasulullah) mengerjakan sholat empat rakaat sebelum Dzuhur. Saat dia (Rasulullah) ditanya, “Apakah engkau selalu mengerjakan sholat sunnah ini?” Dia menjawab, aku melihat Rasulullah SAW mengerjakannya, dan ketika aku bertanya, beliau bersabda, “Saat itu adalah saat ketika pintu-pintu langit dibuka. Oleh karena itu, aku ingin amal kebaikanku dinaikkan (ke langit) pada saat itu.” (HR Ahmad)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Turun Hujan Tulisan Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Salah satu sunnah saat hujan adalah berdoa. Doa turun hujan dianjurkan untuk diamalkan umat Islam sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

    Hujan dapat menyuburkan tanah, menghidupkan tanaman, dan menambah persediaan air. Dalam Islam, hujan dipandang sebagai tanda rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.

    Membaca doa turun hujan adalah salah satu bentuk ungkapan rasa syukur atas rahmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk memohon agar hujan yang datang tidak membawa malapetaka, melainkan mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi makhluk-Nya.


    Berikut ini beberapa doa turun hujan yang dapat diamalkan muslim. Ada juga doa khusus untuk meminta perlindungan agar terhindar dari banjir, doa ketika mendengar petir, dan doa saat menghadapi angin kencang.

    Simak berikut ini beberapa doa yang bisa diamalkan saat hujan turun.

    Doa Turun Hujan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Latin: Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi’â.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

    Doa turun hujan tersebut tercantum pada kitab Maslakul Akhyar sebagaimana dilansir dari situs Kementerian Agama RI.

    Kumpulan Doa Seputar Hujan

    Berikut adalah doa-doa seputar hujan dirangkum dari situs Kemenag RI dan Buku Doa dan Dzikir Seputar Hujan karya Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani.

    1. Doa Ada Angin Ribut

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِهَا

    Latin: Allahumma innii as aluka khoirohaa wa a’uudzubika min syarrihaa

    Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya.”

    2. Doa saat Mendengar Petir

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Latin: Subhaanalladzii yusabbihurro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya.”

    3. Doa Minta Turun Hujan

    اللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْئًا مُغِيْئًا مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍ، عَاجِلاً غَيْرَ أَجِلٍ

    Latin: Allahumma asqinaa ghoitsan mughiitsan mariian marii’an, naafian ghoiro doorrin, ‘aajilan ghoiro aajilin

    Artinya: “Ya Allah! Berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.”

    4. Doa setelah Hujan Turun

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Latin: Muthirnaa bifadhlillahi warohmatihi

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    5. Doa agar Hujan Berhenti/ Doa agar Hujan tidak Mendatangkan Banjir/ Doa agar Hujan Dialihkan ke Tempat Lain

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الْأَكَامِ وَالظُّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Latin: Allahumma hawalainaa walaa ‘alainaa, allahumma ‘alal aakaami wazzhiroobi, wa buthuuni’ audiyati wa manaabitissyajari

    Artinya: “Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

    Apakah Doa ketika Hujan Mustajab?

    Doa yang dipanjatkan ketika hujan disebut mustajab. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan dengan sanad mursal sebagaimana dipaparkan Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm. Rasulullah SAW bersabda,

    اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

    Artinya: “Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika salat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Turun Hujan: Allahumma Shoyyiban Nafi’an


    Jakarta

    Doa Allahumma shoyyiban nafi’an bisa diamalkan setiap kali melihat dan mengalami hujan. Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.

    Hujan adalah salah satu nikmat Allah SWT yang diturunkan dari langit untuk penduduk bumi. Hujan yang turun merupakan bentuk keberkahan.


    Dalam Al-Qur’an surah Qaf ayat 9, Allah SWT berfirman,

    وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَٰرَكًا فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ جَنَّٰتٍ وَحَبَّ ٱلْحَصِيدِ

    Artinya: “Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengannya kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.”

    Dijelaskan dalam buku Amalan Pembuka Rezeki oleh Karya Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, hujan menjadi salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Beberapa hadits Rasulullah SAW juga menegaskan keistimewaan hujan.

    Rasulullah SAW bersabda, “Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika turun hujan.” (HR Al Hakim)

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan sholat dan ketika turun hujan.” (HR Asy Syafi’i)

    Doa Turun Hujan Allahumma Shoyyiban Nafi’an

    Doa Allahumma Shoyyiban Nafi’an adalah doa yang dibaca Rasulullah SAW saat hujan. Berikut bacaan doanya:

    اللَّهُمَّ صَيِّباً نافِعاً

    Arab latin: Allahumma Shoyyiban Nafi’an

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

    Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca doa berikut,

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

    Setelah hujan reda, umat Islam bisa membaca doa berikut,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatihi

    Artinya: “Kita mendapat hujan hanya karena karunia dan rahmat Allah.”

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa untuk Kedua Orang Tua yang Masih Hidup dan Sudah Meninggal


    Jakarta

    Memanjatkan doa untuk orang tua merupakan salah satu cara berbakti yang bisa dilakukan anak. Doa ini bisa dipanjatkan untuk orang tua yang masih hidup maupun sudah meninggal.

    Allah SWT juga menunjukkan cara berbakti kepada kedua orang tua yang tercantum dalam firman-Nya surah Al-Isra’ ayat 23-24,

    وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا ؕ اِمَّا يَـبۡلُغَنَّ عِنۡدَكَ الۡكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوۡ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوۡلًا كَرِيۡمًا‏ (٢٣) وَاخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحۡمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِىۡ صَغِيۡرًا ؕ‏ (٢٤)


    Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”

    Dikutip dari buku Berbakti kepada Ayah Bunda karya Ahmad Isa Asyurda, seorang laki-laki bertanya kepada Sufyan RA “Berapa kali kah seorang anak mendoakan orang tuanya, apakah sekali dalam sehari, tiap bulan, atau setahun sekali?” Sufyan RA menjawab, “Betapa baiknya jika engkau mendoakan kedua orang tua setiap selesai membaca syahadat di dalam salat.”

    Sementara itu para tabi’in berpendapat, “Siapa yang mendoakan orang tuanya lima kali dalam sehari semalam, ia telah menunaikan kewajiban kepada keduanya.”

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam potongan surah Luqman ayat 14,

    … أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَى الْمَصِيرُ

    Artinya: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

    Dalam riwayat lain, Anas RA berkata bahwa dia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang hamba enggan mendoakan orang tuanya, rezekinya akan tersendat-sendat.” (HR Hakim dan Ad-Dailami dalam Musnadil Firdaus)

    Bacaan Doa untuk Kedua Orang Tua

    Merangkum dari buku Sayangi Ibumu karya Ahfa Waid dan buku Cara Nabi Mengatasi Masalah Hidup karya Abdillah F. Hasan, berikut 4 doa yang dapat diamalkan untuk orang tua yang masih hidup dan yang sudah meninggal:

    1. Doa Kasih Sayang untuk Orang Tua

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا.

    Arab latin: Allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiraa.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku pada waktu kecil.”

    2. Doa untuk Kesembuhan Orang Tua yang Sedang Sakit

    اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا.

    Arab latin: Allahumma rabbinnaasi adzhibilbaasa, isyfi antasy syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR Bukhari dan Muslim).

    3. Doa Memohon Ampunan untuk Orang Tua di Hari Akhir

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

    Arab latin: Rabbannaghfirli wa li wa li dayya wa lil mukminina yauma yaquumul hisaab

    Artinya: “Ya Tuhan Kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).”

    4. Doa agar Keluarga Dijauhkan dari Orang Zalim

    رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَلِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَتِ وَلَا تَزِدِ الظَّلِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

    Arab latin: Rabbighfirlii waliwaalidayya waliman dakhala baitiya mu’minan walilmukminiina wal mukminaati walaa tazididzaalimiina illa tabaaraa

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki- laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”

    Demikian doa-doa yang dapat diamalkan untuk kedua orang tua. Doa-doa tersebut bukan hanya membawa orang tua dalam keberkahan di dunia saja, tapi juga pada di akhirat kelak.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Zikir Malam Jumat agar Doa Terkabul di Waktu Mustajab


    Jakarta

    Membaca zikir pada malam Jumat adalah amalan yang sayang dilewatkan muslim. Mengingat, Jumat termasuk waktu mustajab.

    Perintah zikir termuat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 41,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ٤١


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya.”

    Hari Jumat dianggap sebagai hari yang istimewa. Pada malam dan hari Jumat, merupakan waktu-waktu mustajab yang diyakini doa lebih cepat dikabulkan.

    Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana, hari Jumat adalah harinya ibadah. Jika dibandingkan dengan hari-hari lain dalam seminggu, hari Jumat itu istimewa, seperti bulan Ramadan yang lebih istimewa dibanding bulan-bulan lainnya.

    Begitu mustajabnya, hari Jumat juga seperti malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan, begitu juga malam jumat.

    Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari Jumat itu ada saat yang apabila kebetulan seorang muslim salat sambil meminta sesuatu kepada Allah SWT, maka Allah akan memberi apa pun yang ia minta.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Mustajabnya hari Jumat turut dijelaskan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin sebagaimana diterjemahkan Purwanto. Namun, tidak diketahui dengan pasti letak waktu mustajab itu.

    Doa dan Zikir Malam Jumat

    Berikut doa dan zikir yang dapat diamalkan pada malam Jumat untuk memperbanyak amal kebaikan dan menghapus dosa-dosa keburukan dirangkum dari kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, buku Doa dan Zikir Khusus Wanita karya Muhammad Alcaff, dan buku Kenikmatan Abadi Berjumpa dengan Nabi karya Alwi Mauladdawilah.

    1. Membaca Sholawat Nabi

    يَا دَائِمَ الْفَضْلِ عَلَى الْبَرِيَّةِ يَا بَاسِطَ الْيَدَيْنِ بِالْعَطِيَّةِ يَا صَاحِبَ الْمَواهِبِ السَّنِيَّةِ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَآلِهِ خَيْرِ الْوَرَى سَجِيَّةً وَاغْفِرْ لَنَا يَا ذَا الْعُلَيَ فِي هَذِهِ الْعَشِيَّةِ.

    Arab latin: Yâ dâ’imal fadhli ‘alal bariyyah, yâ bâsithal yadaini bil ‘athiyyah, yâ shâhibal mawahibis saniyyah, shalli ‘ala Muhammadin wa âlihi khairil warâ sajiyyah, waghfir lanâ yâ dzal ‘ulâ fi hadzihil ‘asyiyyah.

    Artinya: “Wahai yang karunia-Nya senantiasa ada pada semesta alam. Wahai Yang Maha Pemurah dengan pemberian-pemberian. Wahai Pemberi segala anugerah. Sampaikan salawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Ampunilah dosa-dosa kami di malam ini wahai Yang Maha Agung.”

    2. Membaca Istigfar

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab latin: Astaghfirul laah, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, Yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Yang Maha menghidupkan, dan aku ber- tobat kepadanya.”

    Menurut hadits yang diriwayatkan dari Anas RA dari Rasulullah SAW, doa tersebut bisa dibaca tiga kali pada Jumat pagi sebelum salat Subuh, maka dosa-dosanya diampuni meskipun sebanyak buih lautan.

    3. Membaca Sayyidul Istighfar

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’ûdzu bika min syarri mâ shana’tu. Abû’u laka bini’matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

    Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada Tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakan. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

    Merujuk kembali pada buku Kenikmatan Abadi Berjumpa dengan Nabi, pada malam Jumat juga hendaknya membaca surat-surat yang di anjurkan seperti surat Al-Kahfi, As-Sajdah, Yasiin, Ad-Dukhan, Al-Jum’ah, Al-Munafiqun, Al-Mulk, Al- Muzammil, Al-Buruj, At-Thoriq, Ad-Dhuha, Alam Nasyrah, Al-Qadr, Qurays, Al-Kautsar, Al-Kafiruun, An-Nashr, Tabbat, Al-Ikhlas (lima belas kali), Al- Falaq dan An-Nas.

    detikers bisa membaca surah-surah tersebut di sini.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mendengar Petir Lengkap Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Kaum muslim bisa membaca doa ketika mendengar petir. Doa ini menjadi salah satu bentuk pengingat bagi umat Islam akan kekuasaan Allah SWT yang mengatur alam semesta.

    Petir, yang sering dianggap menakutkan oleh sebagian orang, merupakan tanda kebesaran Allah SWT yang bisa menjadi alasan bagi muslim untuk mengingat dan berzikir kepada Allah SWT.

    Petir sendiri pernah disebut dalam Al-Qur’an dalam surah Ar-Ra’d yang berarti gemuruh atau petir. Allah SWT berfirman,


    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ

    Artinya: “Guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar-Ra’d: 13)

    Tak hanya menjadi pengingat kekuasaan-Nya, membaca doa saat mendengar petir juga membawa keberkahan tersendiri bagi mereka yang mengamalkannya. Hal ini mengajarkan umat Islam agar selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama di momen-momen menegangkan seperti ketika mendengar suara gemuruh petir.

    Bacaan Dzikir dan Doa Mendengar Petir

    Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW beberapa kali mengucapkan sebuah doa ketika mendengar suara petir sebagai bentuk perlindungan dan pengharapan.

    Imam an-Nawawi dalam kitab Al Adzkar yang diterjemahkan Masturi Irham dan Muhammad Aniq menukil riwayat dalam kitab At-Tirmidzi, Abdullah bin Umar RA mengatakan jika Rasulullah SAW mendengar suara kilat atau petir, maka beliau mengucapkan:

    اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Latin: Allahumma laa taqolnaa bighodoobika walaa tuhliknaa bi’adzaabika wa ‘afinaa qobla dzalik

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau membunuh kami dengan kemurkaan-Mu dan janganlah Engkau membinasakan kami dengan siksa-Mu, dan sehatkanlah kami sebelumnya.” (HR Bukhari)

    Dalam riwayat lain, sebagaimana terdapat dalam Al-Muwaththa’, Abdullah bin Zubair RA mengatakan jika Rasulullah SAW mendengarkan petir maka beliau langsung meninggalkan perbincangan, lalu mengucapkan:

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Latin: Subhaanalladzii yusabbihurro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Mahasuci Dzat yang menjadikan petir itu bertasbih dengan memuji-Nya dan demikian pula para malaikat yang juga bertasbih karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik dan Bukhari)

    Doa mendengar petir di atas merupakan salah satu doa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW yang diambil langsung dari penggalan ayat Al-Qur’an dalam surah Ar-Ra’d ayat 13. Doa tersebut bisa dibaca tiga kali.

    Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm turut meriwayatkan bacaan doa mendengar petir yang dipanjatkan Rasulullah SAW. Thawus yang merupakan seorang imam dan pengikut Rasulullah SAW yang terhormat mengatakan, “Apabila mendengar suara petir, dia (Rasulullah SAW) mengucapkan:

    سُبْحَانَ مَنْ سَبَّحَتْ لَهُ

    Latin: Subhana Man Sabbahta Lahu

    Artinya: “Mahasuci Dzat yang menjadikan sesuatu bertasbih kepadanya.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berhubungan Suami dalam Istri Islam: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa berhubungan suami istri bisa diamalkan ketika suami istri hendak melakukan hubungan intim. Doa ini menjadi cara untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan.

    Dalam Islam, hubungan intim antara suami dan istri adalah bentuk sedekah. Hal ini seperti dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, “Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.”

    Etika Berhubungan Suami Istri

    Merangkum buku Fikih Wanita oleh Ustaz Muiz al Bantani dijelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak melakukan hubungan suami istri. Berikut etikanya:


    1. Membersihkan Diri

    Sebelum berhubungan, baik suami maupun istri hendaknya membersihkan diri terlebih dahulu. Awali dengan mandi untuk menghilangkan hadas kecil yang menempel pada tubuh.

    Disarankan juga untuk melakukan buang air kecil terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan badan.

    2. Sholat Sunnah Dua Rakaat

    Disunnahkan juga untuk melakukan salat sunnah dua rakaat sebelum melakukan hubungan suami istri.

    Sholat sunnah ini dilakukan agar jiwa pasangan suami istri menjadi bersih dari berbagai macam penyakit hati. Salat sunnah bisa dikerjakan secara berjamaah.

    3. Awali dengan Senda Gurau

    Hubungan suami istri hendaknya diawali dengan perasaan suka cita yang hadir di antara keduanya. Cara memancing perasaan suka ini bisa dengan bersenda gurau atau bercanda.

    Senda gurau yang mesra ini dianjurkan agar membuat istri merasa rileks dan memiliki perasaan bahagia karena mendapat curahan kasih sayang.

    4. Mencium dan Memeluk Istri

    Suami disarankan melakukan sentuhan kecil kepada sang istri. Bisa dengan mencium dan memeluk penuh kasih sayang.

    5. Membaca Doa

    Membaca doa menjadi adab yang paling penting ketika hendak melakukan hubungan suami istri. Dalam sebuah hadits disebutkan jika pasangan suami istri tidak membaca doa maka hubungan intimnya akan diganggu setan.

    Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    « لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

    Artinya: “Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a: [Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa], “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Doa Berhubungan Suami Istri

    Merujuk buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi oleh Imam an-Nawawi dijelaskan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk pasangan suami istri yang hendak melakukan hubungan intim.

    Doa tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Abbas RA yang telah disebutkan sebelumnya.

    Berikut bacaan doanya:

    بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

    Arab latin: “Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa”.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

    Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca doa ini ketika mengeluarkan air mani. Berikut bacaan doanya,

    اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً

    Arab latin: “Allahummaj’alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah”.

    Artinya: “Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).”

    Setelah selesai berhubungan intim, lajutkan dengan membaca doa yang mengandung ungkapan syukur. Berikut bacaan doanya,

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

    Arab latin: “Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa”.

    Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).

    Adab Setelah Berhubungan Suami Istri

    Dalam buku Fikih Sunnah Jilid I: Kitab Thaharah, Fakhrizal Idris menjelaskan sebuah hadits dari Abu Said Al Khudri, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika salah seorang di antara kalian telah mendatangi istrinya (berhubungan badan), kemudian dia ingin mengulanginya hendaknya dia berwudhu terlebih dahulu.” (HR Muslim)

    Berikut penjelasan hadits tersebut:

    1. Disyariatkan berwudhu setelah melakukan hubungan badan, sebelum melakukan aktivitas lainnya (makan, minum, tidur) termasuk jika ingin mengulangi hubungan badan. Meskipun disepakati jumhur ulama yaitu mazhab Asy Syafi’i dan Imam Malik bahwa wudhu tersebut tidak wajib hukumnya.

    2. Thaharah bukan syarat ketika seseorang berhubungan badan, pada hadits tersebut, thaharah (wudhu) yang dilakukan sebagai anjuran. Wudhu yang dimaksud adalah mencuci kemaluan dan membersihkan najis di badan agar merasa lebih segar dan bertenaga.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melihat Bulan Purnama, Bisa Diamalkan Malam Hari


    Jakarta

    Bulan purnama merupakan fenomena alam yang terjadi atas kuasa Allah SWT. Ada doa yang bisa diamalkan setiap muslim ketika melihat bulan purnama bersinar.

    Bulan termasuk ciptaan Allah SWT yang sekaligus menjadi bukti kebesaran-Nya. Hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya termaktub dalam surah Fushshilat ayat 37. Allah SWT berfirman,

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ


    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, jika Ialah yang kamu hendak sembah.”

    Sinar pada bulan juga menjadi tanda kuasa Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam surah Yunus ayat 5. Allah SWT berfirman,

    هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءً وَٱلْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

    Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

    Doa ketika Melihat Langit Cerah

    Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha menerangkan bahwasannya Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan kepada umat Islam untuk membaca doa ketika melihat langit cerah. Berikut bacaan doanya:

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab-latin: Rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā, sub-ḥānaka fa qinā ‘ażāban-nār.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Bacaan doa ini merupakan kutipan dari Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 191. Dalam versi lengkap, ayat ini berisi perintah bagi manusia untuk senantiasa mengingat kuasa Allah SWT melalui penciptaan langit dan bumi.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 190-191:

    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ . ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Doa Melihat Bulan Purnama

    Mengutip kitab Fiqh as-Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan Abu Aulia dan Abu Syauqina, dijelaskan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca tasbih, tahmid dan takbir saat menyaksikan fenomena alam, termasuk bulan purnama.

    Selain bacaan tasbih, tahmid dan takbir, bisa juga dilanjutkan membaca doa berikut sebanyak tiga kali,

    اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ

    Arab latin: Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni was salâmati wal islâmi. Hilâlu khairin wa rusydin.

    Artinya, “Wahai Tuhanku, terangkanlah ini bulan di atas kami dengan sentosa, iman, selamat, dan islam. Ini bulan menerangkan kebaikan dan petunjuk.”

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com