Category: Doa Hadits

  • Doa Hari Tasyrik, Bisa Dibaca pada 11, 12 dan 13 Zulhijah


    Jakarta

    Hari tasyrik yaitu sebutan untuk tiga hari setelah Idul Adha. Hari tasyrik jatuh pada 11, 12, 13 Zulhijah pada kalender Islam.

    Hari tasyrik bisa dimanfaatkan dengan memperbanyak amalan, salah satunya doa. Terdapat doa khusus yang dianjurkan dibaca di hari tasyrik.

    Merangkum buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat oleh M. Ghofur Khalil dijelaskan hari tasyrik merupakan salah satu hari, di mana umat Islam dilarang berpuasa.


    Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda “Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim).

    Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari tasyrik, umat Islam dilarang untuk berpuasa.

    Beberapa dzikir yang dianjurkan oleh ajaran Islam pada hari tasyrik, yaitu berdzikir kepada Allah SWT dengan bertakbir.

    Dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 200, Allah SWT berfirman tentang amalan di hari tasyrik,

    فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَٰسِكَكُمْ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَذِكْرِكُمْ ءَابَآءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ

    Artinya: Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

    Dilanjutkan dengan urat ayat 201,

    وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Artinya: Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

    Doa Sapu Jagat Hari Tasyrik

    Doa sapu jagad merupakan salah satu doa yang dijadikan untuk berdzikir di hari tasyrik. Doa ini juga merupakan doa yang paling banyak dibaca Rasulullah SAW.

    Dari Anas bin Malik mengatakan,

    “Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi Muhammad SAW, “Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina adzaban naar.”

    Berikut bacaan doa sapu jagat:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Bacaan latin: Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

    Bacaan doa sapu jagat terbilang ringkas namun sarat akan keutamaan yang mencakup kebaikan segala urusan dunia dan akhirat.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Urutan Lengkap Doa Ziarah Kubur: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa ziarah kubur bisa diamalkan ketika mengunjungi makam keluarga atau kerabat. Ziarah kubur menjadi amalan yang diperbolehkan bagi muslim. Salah satu hikmah dari ziarah adalah untuk mengingatkan pada kematian.

    Ziarah kubur merupakan hal yang disyariatkan dalam agama Islam. Hal ini dijelaskan Mutmainah Afra Rabbani S. Ag dalam buku yang berjudul Adab Berziarah Kubur Untuk Wanita, ziarah kubur menjadi amalan yang bisa menjadi pengingat adanya akhirat.

    Ziarah kubur termasuk ibadah yang mulia bila dilandasi dengan bimbingan dari Rasulullah SAW.


    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah. Karena dengannya, akan bisa mengingatkan pada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka barang siapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan hujr (ucapan yang buruk).” (HR. Muslim)

    Urutan Doa Ziarah Kubur

    Berikut doa yang dapat dibacakan ketika melakukan ziarah kubur.

    1. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

    السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

    Arab latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn wa yarhamullâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

    Artinya: Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul) kami. Sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian.

    2. Membaca Surat Al Fatihah

    Ayat 1

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Latin: bismillâhir-raḫmânir-raḫîm

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Ayat 2

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

    Latin: al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn

    Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

    Ayat 3

    الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

    Latin: ar-raḫmânir-raḫîm

    Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

    Ayat 4

    مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

    Latin: mâliki yaumid-dîn

    Artinya: Pemilik hari Pembalasan.

    Ayat 5

    اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

    Latin: iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în

    Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

    Ayat 6

    اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

    Latin: ihdinash-shirâthal-mustaqîm

    Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

    Ayat 7

    صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ

    Latin: shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn

    Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

    3. Membaca Al Baqarah ayat 1-5

    Ayat 1

    الٓمٓ
    Arab-latin: alif lām mīm
    Artinya: “Alif laam miim.”

    Ayat 2

    ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
    Arab-latin: żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn
    Artinya: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”

    Ayat 3

    ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
    Arab-latin: allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn
    Artinya: “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

    Ayat 4

    وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
    Arab-latin: wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn
    Artinya: “dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.”

    Ayat 5

    أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
    Arab-latin: ulā`ika ‘alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn
    Artinya: “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

    4. Membaca Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Arab-latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Maha Agung.” (QS. Al-Baqarah: 255)

    5. Membaca Al Baqarah ayat 284-286

    لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
    Arab-Latin: lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa in tubdụ mā fī anfusikum au tukhfụhu yuḥāsibkum bihillāh, fa yaghfiru limay yasyā`u wa yu’ażżibu may yasyā`, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

    Artinya: Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ
    Arab-Latin: āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aṭa’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr

    Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

    لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
    Arab-Latin: lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

    Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

    6. Membaca Surat Al Ikhlas 3x

    1. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

    Arab-Latin: qul huwallāhu aḥad

    Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”

    2. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

    Arab-Latin: allāhuṣ-ṣamad

    Artinya: “Allah tempat meminta segala sesuatu.”

    3. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

    Arab-Latin: lam yalid wa lam yụlad

    Artinya: “(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.”

    4. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

    Arab-Latin: wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

    Artinya: “Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

    7. Membaca Surat Al Falaq 3x

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

    1. Qul a’udzu birabbil-falaq
    Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).

    مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
    2. Min syarri ma khalaq
    Artinya: dan kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

    وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
    3. Wa min syarri ghasiqin iza waqab
    Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

    وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
    4. Wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad
    Artinya: dan dari kejahatan(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

    وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
    5. Wa min syarri hasidin idza hasad
    Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

    8. Membaca Surat An Nas 3x

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Bacaan latin: Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

    Ayat 1
    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١

    Bacaan latin: Qul a’ụżu birabbin-nās

    Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,”

    Ayat 2
    مَلِكِ النَّاسِۙ – ٢

    Bacaan latin: Malikin-nās

    Artinya: Raja manusia,

    Ayat 3
    اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣

    Bacaan latin: Ilāhin-nās

    Artinya: Sembahan manusia,

    Ayat 4
    مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤

    Bacaan latin: Min sharril-waswāsil-khannās

    Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

    Ayat 5
    الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥

    Bacaan latin: Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās

    Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

    Ayat 6
    مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦

    Bacaan latin: Minal-jinnati wan-nās

    Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.

    9. Perbanyak dzikir seperti membaca istighfar dan tahlil

    Bacaaan istighfar:

    أَسْتَغْفِرُ الله

    Astaghfirullah

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

    Bacaan tahlil:

    لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

    Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”

    10. Membaca Doa untuk Jenazah

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang yang Menghina Kita dan Cara Menyikapinya


    Jakarta

    Dalam kehidupan bermasyarakat, sangat mungkin jika ada orang lain yang tidak menyukai kita. Bahkan mungkin ada orang yang secara frontal menghina kita.

    Sebagai muslim, kita harus menyikapi sesuai dengan tuntunan yang benar, antara lain dengan mendoakan orang tersebut. Dalam artikel ini kita ulas mengenai doa untuk orang yang menghina kita, serta cara menyikapinya sesuai pandangan ulama.

    Doa untuk Orang yang Menghina Kita

    Bagaimanakah doa untuk orang yang menghina kita sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad saw? Nabi Muhammad sendiri sering mendapat hinaan dari kaum kafir. Beliau mencontohkan untuk mengucapkan doa yang baik.


    1. Memohonkan Ampun

    Ketika mendapatkan hinaan, Rasulullah saw memohon kepada Allah SWT agar dosa-dosa orang tersebut diampuni. Ucapan Rasulullah berikut ini dapat kita contoh adalah sebagai berikut:

    اللهم اغفر لقومي، فإنهم لا يعلمون

    Arab latin: Allahummaghfir li qaumi fa innahum la ya’lamun.

    Artinya: “Ya Allah ampunilah kaumku, (mereka berbuat demikian) karena mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    2. Doa Minta Perlindungan Allah dari Fitnah

    Hinaan dapat berupa fitnah. Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Lampung, KH Sujadi, yang dilansir NU Online, mengatakan agar sebaiknya muslim tetap bersabar dan berlindung kepada Allah.

    Hal ini pernah dialami Siti Maryam ibunda Nabi Isa yang difitnah kaumnya. Doa Maryam termaktub dalam surat Ali Imran ayat 173:

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

    Arab latin: Hasbunallah wa ni’mal wakil. Ni’mal maula wa ni’man nasir

    Artinya: “Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung”.

    Ayat tersebut dapat menguatkan hati kita menghadapi fitnah dan meyakini bahwa Allah yang akan menolong kita.

    3. Mendoakan agar Berlapang Dada

    Orang lain menghina kita karena mungkin merasa iri dan dengki. Berikut ini doa untuk orang yang menghina kita karena merasa iri dan dengki:

    اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِحَاسِدِيْنَا فَإِنَّهُمْ لِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الضَّيْقِ لَا يَحْتَمِلُوْنَ رُؤْيَةَ النِّعَمِ الَّتِي عَلَيْنَا دُوْنَهُمْ، وَلَوِ اتَّسَعَتْ نُفُوْسُهُمْ لَمْ يَقَعُوْا فِي حَسَدِنَا

    Arab latin: Allâḥummaghfir li hâsidînâ, fa innahum li mâ ‘indahum minadl dlaiqi lâ yaḫtamilûna ru’yatan ni’amil latî ‘alainâ dûnahum. Wa law ittasa’at nufûsuhum lam yaq’û fî hasadinâ

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah para pendengki kami karena mereka dalam kesempitan hatinya tidak kuat melihat nikmat-nikmat yang dianugerahkan pada kami, bukan pada mereka. Andai berhati lapang, mereka tentu takkan iri dengki kepada kami,”(Imam Abdul Wahab As-Sya’rani, Tanbihul Mughtarrin, [Semarang, Thaha Putra: tanpa tahun], halaman 37).

    Cara Menyikapi Hinaan dari Orang Lain

    Mendapat hinaan dari orang lain mungkin akan membuat hati kita sakit dan bersedih. Namun bukan berarti kita harus membalasnya dengan hal serupa atau mendoakannya dengan keburukan.

    Berikut ini cara menyikapi hinaan dari orang lain sesuai dengan pandangan ulama

    1. Dianjurkan Mendoakan yang Baik

    Kitab Syarah Hisnul Muslim karya Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Akhmadi menjelaskan adanya hadits tentang anjuran berdoa untuk kebaikan. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW pernah menjenguk seseorang dari kaum muslimin yang sudah sangat kurus seperti seekor anak ayam.

    Beliau bertanya orang tersebut, “Apakah kamu sudah berdoa memohon sesuatu atau meminta kepada-Nya?”

    Orang itu menjawab, “Ya, aku telah mengatakan, ‘Ya Allah, apa yang telah Engkau tentukan hukumanku di akhirat, tolong segerakanlah hal itu untukku di dunia.”

    Rasulullah SAW lalu bersabda, “Maha Suci Allah. Bukankah sebaiknya kamu berdoa saja, ‘Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhriat, serta jagalah kami dari azab neraka.’”

    Setelah itu, Rasulullah SAW mendoakan orang itu kepada Allah SWT dan orang itu kemudian sembuh. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

    2. Jangan Melewati Batas

    Dalam kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali mengingatkan agar tidak mendoakan jelek kepada orang yang menzalimi kita. Dikhawatirkan bobot doa kita melebihi batas kezaliman orang tersebut, sehingga justru kita yang berbalik berbuat zalim kepadanya.

    Hal ini sebagaimana keterangan Syekh M Nawawi Banten yang menjelaskan Kitab Bidayatul Hidayah tersebut.

    السابع الدعاء على الخلق) بالهلاك (فاحفظ لسانك عن الدعاء على أحد من خلق الله تعالى، وإن ظلمك) أحد (فكل) أي فوض (أمره) الظالم (إلى الله تعالى) واكتف به تعالى (ففي الحديث إن المظلوم ليدعو على ظالمه) بالهلاك (حتى يكافئه) يقابله في ثقل المظلمة (ثم يبقى للظالم فضل) زيادة (عنده) المظلوم (يطالب به) أي يطلب الظالم من المظلوم ذلك الفضل (يوم القيامة)

    Artinya: “Peliharalah mulutmu agar tidak mendoakan seorang pun dari makhluk Allah sekalipun kamu dizalimi oleh orang tersebut. (Pasrahkan) serahkan (urusannya) masalah orang yang menzalimi[mu] (kepada Allah). Cukup Allah yang menyelesaikannya. (Dalam hadits disebutkan, ‘Sungguh, orang yang dizalimi mendoakan) kebinasaan (untuk orang yang menzaliminya sampai lunas terbayar) pembalasan dengan kezaliman yang setimpal (tetapi yang tersisa kemudian adalah kelebihan) ketambahan (hak orang yang berbuat zalim terhadapnya) terhadap orang yang dizalimi (yang akan dituntut olehnya), maksudnya orang yang zalim kelak akan menuntut kelebihan haknya terhadap orang yang dizaliminya (pada hari kiamat).” (Syekh M Nawawi Banten, Maraqil Ubudiyyah ala Bidayatul Hidayah).

    3. Berintrospeksi Diri

    Salah satu Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zakky Mubarak dalam akun Facebook miliknya, Jumat (24/11/2023), menjelaskan sikap yang harus dilakukan ketika ada orang yang menghina kita adalah berintrospeksi.

    “Dari orang yang mencela, kita harus mengambil pelajaran dari ucapan mereka karena dia itu menunjukan kekurangan kita. Untuk itu, baik ada orang yang menghina maupun mencemooh dan membenci kita, kita sama-sama tahu itu menunjukkan apa yang salah pada diri kita dan harus diperbaiki,” tuturnya.

    4. Doa Buruk untuk Orang Kafir Zalim

    Dikutip dari situs Institut Agama Islam Sahid, sebagian ulama memperbolehkan berdoa keburukan jika hinaan dilakukan oleh orang kafir yang zalim dan menginjak kemuliaan agama Islam.

    Namun jika hinaan tidak sampai menginjak kemuliaan agama, cukuplah berdoa agar mendapatkan ampunan dan diberikan taubat.

    Hal ini dijelaskan oleh Ibnu hajar Al-asqolani dalam Fathul Bari Syarah Shohih Bukhari, Jilid 1 halaman 352 yang mengomentari hadits mengenai Nabi yang pernah mendoakan Abu Jahal dkk dengan kebinasaan.

    “Dan dalam hadits tersebut ada kebolehan mendoakan keburukan untuk orang zalim. Akan tetapi sebagian ulama berkata: tempat diperbolehkan doa itu adalah apabila orang yang zalim itu adalah orang kafir. Adapun orang muslim, maka sunnahnya adalah memintakan ampunan dan mendoakan agar bertobat.”

    Syekh Badruddin Al-Aini menjelaskan dalam Umdatul Qori, orang kafir yang kezalimannya sampai menginjak kemuliaan islam boleh didoakan dengan kebinasaan.

    “Sebagian ulama berkata: apabila mereka (orang kafir yang zalim) menginjak-injak kemuliaan agama maka didoakan dengan kebinasaan, apabila tidak sampai menginjak-injak maka didoakan agar diberi tobat.” (Umdatul Qori jilid 7 hal 27)

    Nah, itulah tadi sejumlah doa untuk orang yang menghina kita. Jika menerima hinaan, sebaiknya kita menyikapinya sesuai tuntunan Nabi Muhammad dan para ulama. Wallahu a’lam.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Zikir dan Doa untuk Kesehatan Mental, Bisa Dibaca saat Mengalami Tekanan


    Jakarta

    Doa untuk kesehatan mental adalah lafaz zikir dan harapan yang dibaca seorang muslim untuk menjaga kondisi kejiwaannya. Tentunya, harapan hanya bisa terlaksana dengan izin Allah SWT.

    Menurut psikiater senior Dadang Hawari dalam laman Kemenag, doa berperan penting dalam perkembangan fisik dan mental. Sementara menurut Quraish Shihab, doa adalah bagian dari dzikir dan permohonan kepada Allah SWT.

    Doa untuk Kesehatan Mental Arab, Latin, dan Terjemah

    Dikutip dari laman NU Online, berikut beberapa doa untuk kesehatan mental yang dianjurkan Rasulullah SAW.


    1. Doa untuk Kesehatan Mental Riwayat Imam An-Nasa’i

    Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa untuk menjaga kesehatan mental kepada Siti Fatimah. Beliau menganjurkan Sang Putri untuk membacanya di pagi dan sore hari dengan bacaan berikut.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

    Arab Latin: Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ashlih lī sya’nī kullahū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.

    Artinya: “Wahai Dzat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Janganlah Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap.” (HR An-Nasa’i, Ibnu Sunni, Al-Hakim, Al-Baihaqi).

    2. Doa untuk Kesehatan Mental Riwayat Ahmad bin Amr bin Dhahak

    Doa berikut adalah permintaan yang sering diucapkan Rasulullah ketika menghadapi lawan di bukit Uhud. Ahmad bin Amr bin Dhahak meriwayatkan doa ini yang berisikan pertolongan untuk mengatasi berbagai urusan.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، اكْفِنِي كُلَّ شَيْءٍ وَلا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

    Arab Latin: Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ikfinī kulla syai’in, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin

    Artinya: “Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Cukupilah aku dalam mengatasi segala urusan. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap.” (HR Ahmad bin Amr bin Dhahak).

    3. Doa untuk Kesehatan Mental Riwayat Bukhari

    Berdasarkan Kitab Al-Adabul Mufrad karya Imam Bukhari dijelaskan, terdapat doa yang dianjurkan dibaca ketika buntu atau hampir putus asa menangani masalah. Mengamalkan doa ini dapat membantu seseorang mencari jalan keluar atas masalah yang menimpanya.

    اللهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ

    Arab Latin: Allāhumma, rahmataka arjū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin, ashlih lī sya’nī kullahū, lā ilāha illā anta.

    Artinya: “Ya Allah, kepada rahmat-Mu kuberharap. Janganlah Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau.” (HR Bukhari dalam Kitab Al-Adabul Mufrad).

    4. Doa agar Dimudahkan dan Disempurnakan Allah SWT

    رَبِّ يَسِرْ لَنَا وَلَا تُعَمِّرْ عَلَيْنَا رَبِّي تَمِّمْ لَنَا بِالخَيْرِ أَعْمَالَنَا

    Arab Latin: Robbi yassir wala tu’assir ‘alaynaa rabbii tammim lana bal khoiro a’maalanaa.

    Artinya: “Ya Tuhanku, mudahkanlah segala sesuatu bagi kami, janganlah Kau persulit atas kami. Yaa Allah Tuhanku, berikanlah kesempurnaan atas kami dengan segala kebaikan atas perbuatan kami.” (HR Bukhari Muslim).

    5. Doa untuk Membuka Pintu Hidayah Urusan Dunia dan Akhirat

    رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاحِيْنَ

    Latin: Robbanaftah baynanaa wabayna kouminaa bilhaqqi wa anta khoirul faatihiin.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.” (QS. Al A’raf ayat 89)

    Zikir Penenang Jiwa untuk Kesehatan Mental

    Dikutip dari artikel ilmiah berjudul Manfaat Zikir dan Doa Menurut Quraish Shihab Bagi Kesehatan Mental karya Ari Siswoyo, zikir dapat menimbulkan ketenangan dan ketentraman jiwa.

    Menurut Hasbi Ash Syiddieqy, zikir tidak hanya menyebut nama Allah melalui tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir. Tapi juga dalam doa, zikir, sholat, dan membaca basmalah.

    Berikut lafadz zikir yang bisa dibaca untuk kesehatan mental mengutip Buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati Karya Darul Insan.

    1. Zikir Dimudahkan Segala Urusan

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab Latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    2. Zikir agar Diberikan Kelapangan Hati

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab Latin: Robbisrohlii sodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    3. Zikir agar Terhindar dari Keburukan

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Arab Latin: Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    4. Zikir agar Hati Memperoleh Ketetapan Hidayah

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Arab Latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”

    5. Zikir Mengatasi Kesedihan Mendalam

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Latin: Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati wa rabbul ardli wa rabbul arsyil kariim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

    Selain untuk kesehatan mental, manfaat lain zikir yang lain adalah:

    • Memperlancar rezeki
    • Memunculkan rasa istiqomah di segala urusan
    • Selalu merasa takut dan diawasi oleh Allah
    • Menjadi penerang di kala diri dalam kondisi yang salah
    • Menghapus dosa dan memperbanyak amal kebaikan
    • Terhindar dari godaan setan
    • Selalu diberikan ketenangan dan rasa aman
    • Mendapat perlindungan dan dijauhkan dari bencana.

    Membaca doa untuk kesehatan mental beserta zikir dapat dilakukan setiap saat, terutama ketika mengalami tekanan batin, demi kebaikan tiap muslim. Tentunya usaha menjaga kesehatan mental harus dibarengi penerapan pola hidup sehat sehari-hari.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin dan Manfaat Membacanya


    Jakarta

    Ada berbagai bacaan doa dari Al-Qur’an yang penuh makna dan keutamaan dahsyat bagi siapa saja yang mengamalkannya. Salah satu doa yang terkenal akan keistimewaannya adalah doa Nabi Yunus AS berlafalkan “La ilaha illa anta inni kuntu minadzolimin”.

    Lafadz doa yang merupakan potongan ayat 87 dari surat al-Anbiya ini dipanjatkan oleh Nabi Yunus, ketika terjebak dalam perut ikan paus. Lantas, apa arti doa ini dan apa saja keutamaannya? Berikut penjelasannya.

    Arti dan Tulisan Arab Latin La Ilaha Illa Anta Inni Kuntu Minadzolimin

    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ


    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Anbiya ayat 87).

    Keutamaan Doa Nabi Yunus

    Meskipun singkat, doa Dzun Nun atau doa Nabi Yunus AS ini ternyata menyimpan berbagai keutamaan yang luar biasa. Dirangkum dari catatan detikHikmah dan buku Orang Indonesia Banyak Masuk Surga oleh AM. Waskito, berikut adalah manfaat membaca doa Nabi Yunus:

    1. Mendapat Pahala Mati Syahid

    Menurut hadits riwayat Al-Hakim yang dishahihkan oleh Adz-Dzahabi, barangsiapa yang membaca lafadz “La ilaha illa anta inni kuntu minadzolimin” sebanyak 40 kali ketika sakit, maka ia akan mendapatkan pahala mati syahid apabila meninggal akibat sakitnya tersebut. Adapun jika seseorang yang mengamalkan doa ini akhirnya sembuh dari sakitnya, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT.

    2. Dipermudah dalam Menghadapi Kesulitan

    Sedang menghadapi masalah atau kesulitan yang berat dalam hidup? Doa Nabi Yunus bisa menjadi amalan yang membukakan jalan keluar bagi segala masalah. Rasulullah SAW bahkan pernah menganjurkan untuk membaca doa ini ketika tengah dilanda ujian.

    Dalam hadist riwayat Al-Hakim, Rasulullah SAW bersabda: “Maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu jika kamu ditimpa suatu masalah atau ujian dalam urusan dunia ini, kemudian berdoa dengannya (yaitu doa Dzun Nun atau Nabi Yunus).” Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam buku Tadabbur Doa Sehari-hari karya Jumal Ahmad.

    Bisa disebut, La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin berarti doa untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT saat dalam kesulitan.

    3. Dikabulkan Hajatnya

    Keutamaan dahsyat berikutnya dari bacaan doa Dzun Nun yaitu mempermudah terkabulnya hajat. Oleh karena itu, setiap umat muslim yang memiliki hajat untuk kebaikan dunia ataupun akhirat, hendaknya memperbanyak membaca doa satu ini.

    Lebih lanjut, keistimewaan ini pernah disebut dalam sebuah hadist yang berbunyi, “Doanya Dzun Nun (Nabi Yunus) saat berdoa di dalam perut ikan, La ilaha illa anta inni kuntu minadzolimin. Tidaklah seorang muslim berdoa dalam hal apapun, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Al Hakim).

    4. Mendapat Ampunan dari Allah SWT

    Sesuai ajaran Nabi Yunus yang bertobat dan berdoa kepada Allah SWT ketika terperangkap berhari-hari dalam perut ikan paus, hendaknya kita juga bertobat kepada Allah ketika melakukan kesalahan. Melalui bacaan La illaha illa anta inni kuntu minadzolimin, seorang muslim dapat berharap kepada Allah SWT agar menerima tobatnya dan mengampuni segala dosa yang telah diperbuat.

    5. Berserah Diri Kepada Allah SWT

    Sebagai seorang hamba, sudah semestinya kita senantiasa berserah dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT yang Maha Besar. Salah satu bentuk kepasrahan diri ini dapat dibuktikan dengan memanjatkan doa Nabi Yunus.

    6. Pujian Kepada Allah SWT

    Dengan menyebut lafadz La ilaha illa anta yang terkandung dalam bacaan doa Nabi Yunus, maka artinya kita mengakui keesaan Allah SWT.

    Demikian penjelasan mengenai arti lafadz la ilaha illa anta inni kuntu minadzolimin yang merupakan doa Nabi Yunus. Melihat banyaknya keutamaan dalam doa ini, ada baiknya untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Adzan: Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Adzan yang dikumandangkan lima kali sehari merupakan tanda masuk waktu salat bagi umat Islam. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya adab yang baik ketika mendengarkan adzan dan membaca doa sesudahnya.

    Malik bin Al Huwairits menyatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila waktu salat telah tiba, hendaklah salah seorang di antara kalian adzan (untuk sholat waktu itu). Dan hendaklah yang tertua di antara kalian yang bertindak sebagai imam bagi kalian.” (HR. Ahmad, Bukhori, dan Muslim).

    Berikut ini bacaan Doa Setelah Adzan


    Jabir bin Abdulla ra. mengabarkan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa setelah mendengar adzan mengucapkan doa: ‘Al-loohumma robba haadzihid da’watit taammah, wash sholaatil goo imah, aati sayyidana Muhammadanil wasiilata wal fadlilah, wasy syarofa wadd- arojatal ‘aaliyatar rofii’ah, wab’atshul maqoomal mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aad’ (Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini dan pemilik sholat yang didirikan, berilah junjungan kami Nabi Muhammad wasilah, keutamaan, kemuliaan, derajat yang tinggi, dan tempatkanlah beliau pada tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan. Sesungguhnya Engkaulah ya Allah, Dzat yang tidak akan mengubah janji), maka wajib baginya syafa’at pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud).

    Bacaan Doa Setelah Adzan Lengkap

    Mengutip buku Dahsyatnya Adzan karya M. Syukron Maksum disebutkan contoh bacaan doa setelah adzan adalah:

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    Arab-latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

    Ada doa khusus yang dibacakan saat adzan Maghrib dan Subuh. Berikut ini adalah tambahan bacaan untuk adzan Maghrib:

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    Arab-latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”

    Sementara itu, bacaan doa adzan Subuh berbunyi:

    اللهم هَذَا إِقْبَالُ هَارِنَكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي

    Arab-latin: Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”

    Berdoa antara Adzan dan Iqamah

    Mengutip buku Fikih Sunnah – Jilid 1 karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa berdoa diantara adzan dan iqamah adalah waktu-waktu terkabulnya doa. Maka pada waktu tersebut dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa.

    “Doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak..” (HR Abu Daud, Nasai dan Tirmidzi).

    Dia menyatakan bahwa hadits ini hasan dan shahih. Anas menambahkan, para sahabat bertanya, apa yang mesti kami ucapkan, wahai Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab, “Mintalah kepada Allah kesehatan dan keselamatan di dunia dan akhirat.”

    Dari Abdulah bin Umar, bahwasanya seseorang berkata kepada Rasulullah, sesungguhnya orang yang mengumandangkan adzan memiliki kelebihan daripada antara kami. Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Ucapkan sebagaimana yang dia ucapkan. Dan jika telah selesai, mintalah, maka permintaanmu akan dikabulkan.” (HR Ahmad dan Abu Daud).

    Sahal bin Sa’ad berkata, Rasulullah SAW. bersabda, “Ada dua perkara yang tidak akan ditolak; doa ketika (selesai) adzan, dan doa dalam keadaan terjepit, yaitu ketika sebagian orang saling menyerang antara yang satu dengan yang lain.” (HR Abu Daud dengan sanad yang shahih).

    Demikian pembahasan mengenai doa setelah adzan. Bahwasanya berdoa sesudah mendengar dan menjawab adzan merupakan anjuran dari Rasulullah SAW yang baik untuk diikuti oleh umat Islam, karena pada waktu tersebut diharapkan doa akan terkabul.

    (lus/aeb)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Susah Tidur dan Amalan Sunnah yang Dibaca agar Bisa Istirahat


    Jakarta

    Doa susah tidur dapat dibaca tiap muslim yang kesulitan beristirahat total di malam hari. Usai membaca doa, seorang muslim diharapkan lebih ikhlas menyerahkan jiwa raganya pada Allah SWT saat tidur.

    Bacaan doa susah tidur juga disertai harapan agar bangun dengan kondisi lebih baik di pagi hari. Dengan istirahat yang berkualitas, seorang muslim bisa beraktivitas lebih baik.

    Kumpulan Doa Susah Tidur Arab, Latin, dan Terjemah

    Doa sulit tidur tersedia dalam berbagai versi sesuai ajaran para alim ulama. Tiap muslim bisa memilih bacaan yang sesuai dengan harapan dan kondisinya.


    1. Doa Susah Tidur sesuai HR. Ibnu Sunni dan Thabrani dari Zaid bin Tsabit

    Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, diceritakan Zaid bin Tsabit yang gelisah dan mengadu kepada Nabi Muhammad SAW. Ia merasakan kesulitan untuk tidur dan Rasulullah memberikan doa yang berhasil menghilangkan kegelisahannya yang berbunyi:

    اللَّهُمَّ غَارَتِ النُّجُومُ وَهَدَأَتِ الْعُيُونُ وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّومٌ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ أَهْدِئْ لَيْلِيْ وَأَنِمْ عَيْنِي

    Arab Latin: Allâhumma ghâratin nujûm wa hada’atil ‘uyûn, wa anta hayyun qayyûmun, lâ ta’khudzuhû sinatun wa lâ naum. Yâ hayyu, ya qayyûm, ahdi’ laylî wa anim ‘aynî

    Artinya: “Tuhanku, bintang-bintang telah ‘tenggelam’, dan banyak bola mata menjadi tenang sementara Kau adalah zat maha hidup dan zat maha tegak. Kantuk dan tidur tidak mempengaruhi-Mu. Wahai Zat Maha Hidup dan Zat Maha Tegak, tenangkan malam hamba dan istirahatkan sepasang bola mata hamba.” (HR. Ibnu Sunni dan Thabrani dari Zaid bin Tsabit)

    2. Doa Susah Tidur Kutipan Kitab Imam Nawawi

    Dikutip dari Buku Induk Doa & Dzikir karya Imam Nawawi, ketakutan sebelum tidur dapat diatasi dengan membaca lafadz berikut:

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    Arab Latin: A’uudzu bi kalimatilllaahit-taammaati min syarri maa kholaq

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan ciptaan-Nya.”

    Amalan Sunnah yang Dibaca Sebelum Tidur

    Islam mengatur seluruh kehidupan umatnya supaya mendatangkan keberkahan. Umat muslim disarankan untuk bersikap pasrah kepada Allah SWT dengan senantiasa mengingat Allah SWT.

    Sebagaimana ajaran Rasulullah SAW kepada Aisyah ra, berikut empat hal yang sebaiknya dikerjakan sebelum tidur:

    1. Membaca Surat Al Ikhlas Tiga Kali

    Membaca surat Al Ikhlas sebanyak 3 kali diibaratkan seperti mengkhatamkan Al Qur’an. Bacaan ini adalah pembuka dari 3 doa lainnya.

    2. Membaca Sholawat Tiga Kali

    Berikut bacaan sholawat yang ditujukan untuk mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى جَمِيْعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ

    Arab Latin: Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala jami’il ambiyaai wal mursaliina

    Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami baginda Muhammad, semua nabi dan rasul.”

    3. Membaca Istighfar Satu Kali

    Berikut bacaan istigfar untuk mendapatkan ridha Allah dan meminta ampun seluruh umat muslim di dunia.

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِىْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

    Arab Latin: Allahummagfirli waliwadlidayyal muslimiina wal muslimaati wal mukminiina wal mukminaati

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, semua kaum muslim laki-laki dan perempuan, dan semua kaum mukmin laki-laki dan perempuan.”

    4. Membaca Tasbih 7 Kali

    Membaca tasbih sebelum tidur diibaratkan seperti melaksanakan haji dan umrah. Berikut lafadz yang harus dibaca mengutip dari laman NU Online.

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Latin: Subhanallahi wal khamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar walaa khaula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhziimi

    Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha besar, tidak ada daya menjalankan ketaatan dan tidak ada kemampuan menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha tinggi dan agung”

    Selain menerapkan hal tersebut, Rasulullah juga menganjurkan beberapa amalan sebelum tidur mengutip dari buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al-Furaih yaitu:

    • Membaca ayat kursi
    • Membaca QS Al Baqarah ayat 285-286
    • Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (masing-masing 3 kali) kemudian meniup dan mengusapkannya ke wajah
    • Membaca doa sebelum tidur
    • Membaca takbir, tasbih, dan tahmid (masing-masing 33 kali)
    • Berwudhu sebelum tidur.

    Demikian doa susah tidur dan amalan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur. Selain berdoa, detikers juga perlu memperbaiki pola hidup agar tidur semakin nyenyak.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Kemarau Panjang untuk Meminta Hujan Sesuai Tuntunan Rasulullah


    Jakarta

    Indonesia mulai memasuki musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi di semua wilayah. BMKG menyebutkan, puncak musim kemarau ekstrem terjadi di bulan Juli-Agustus 2024 karena pengaruh El Nino Southern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), dan suhu permukaaan laut di sekitar Indonesia.

    Tiap muslim tentu harus siap menghadapi cobaan ini dengan penuh iman dan taqwa. Seperti dicontohkan dalam doa kemarau panjang yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika menghadapi cobaan tersebut.

    Doa adalah salah satu ‘senjata’ tiap muslim saat menghadapi tantangan. Doa kemarau panjang berisi harapan agar Allah SWT mengampuni dosa serta memberi ridhoNya pada tiap muslim. Tentunya, disertai harapan agar kemarau cepat berlalu.


    Kumpulan Doa Kemarau Panjang: Arab, Latin, dan Terjemah

    Dikutip dari laman NU Online, berikut beberapa doa kemarau panjang untuk meminta hujan.

    1. Doa Kemarau Panjang dari HR Abu Dawud

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

    Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kau Turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan.” (HR Abu Dawud).

    2. Doa Kemarau Panjang Rasulullah saat Khutbah Jumat (Muttafaq Alaih)

    Nabi Muhammad SAW pernah membacakan doa permintaan sahabatnya ketika khutbah Jumat. Ia menceritakan tentang kekeringan yang terjadi dan Rasulullah membaca doa berikut.

    اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami.” (Muttafaq Alaih)

    3. Doa Istisqa’ yang Pernah Dibaca Rasulullah (HR Awanah dari Sahabat Sa’ad ra)

    اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Latin: Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām.

    Artinya: “Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia.” (HR Abu Awanah).

    4. Doa Istisqa’ Semut di Zaman Nabi Sulaiman (sesuai cerita Rasulullah di HR Imam Ahmad)

    Keistimewaan Nabi Sulaiman AS atas kedekatannya dengan seluruh hewan terbukti dari kisah semut ini. Diceritakan beliau dan umatnya gagal melakukan sholat istisqa’ karena hujan telah turun setelah seekor semut mendoakan lafadz berikut.

    اَللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ, لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَ

    Latin: Allāhumma innā khalqun min khalqika, laysa binā ghinan ‘an suqyāka

    Artinya: “Ya Allah, kami adalah salah satu makhluk-Mu. Kami tidak dapat berlepas ketergantungan dari anugerah air-Mu.” (HR Ahmad).

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَي القيوم وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

    Latin: Astaghfirullahal azhim, la ilaha illa huwal hayyul qayyum, wa atubu ilaihi

    Artinya: “Aku meminta ampun kepada Allah yang Maha Agung. Tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Maha Tegak. Aku bertobat kepada-Nya.”

    6. Doa Kemarau Panjang sesuai Muktamar Tarjih Muhammadiyah

    Dikutip dari laman Muhammadiyah, berdasarkan Keputusan Muktamar Tarjih XX Garut tahun 1976, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa berikut ketika kemarau panjang.

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا طَبَقًا مَرِيعًا غَدَقًا عَاجِلًا غَيْرَ رَائِث

    Latin: Allahummaskina ghaitsan marii’an thobakon marii’an ‘aajilan ghaira raaitsan

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kami hujan yang lebat, menyegarkan, merata, deras, segera, dan tidak menyebabkan kerusakan.”

    Perintah Allah untuk Memohon Ampun Saat Kemarau

    Anjuran untuk memohon ampunan sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT tercantum dalam QS An-Nuh ayat 10-12.

    (10) فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
    (11) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
    (12) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

    Arab latin: fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā. yursilis-samā`a ‘alaikum midrārā. wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj’al lakum jannātiw wa yaj’al lakum an-hārā

    Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.

    Disebutkan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Nya maka akan mendapatkan.

    • Mengirimkan hujan yang lebat ke daerahnya.
    • Memperbanyak rezeki berupa harta dan anak.
    • Memberikan berkah untuk kebun dan sungai dengan aliran air yang deras.

    Mengutip dari laman BPBD Kabupaten Bogor, musim kemarau panjang dan kekeringan di Indonesia terjadi karena letak geografis, minimnya daerah resapan, curah hujan yang rendah, dan pemanasan global. Akibatnya terjadi berbagai kerusakan bumi yang merugikan seperti:

    • Kekurangan sumber air bersih
    • Banyak tanaman yang kering dan mati
    • Meningkatnya kadar polusi udara
    • Kebakaran hutan
    • Gagal panen.

    Menurut QS Ar-Rum ayat 41, terjadinya kerusakan di bumi adalah perbuatan tangan manusia sebagai akibat yang harus ditanggung. Hal ini akan terus terjadi hingga manusia kembali ke jalan yang benar. Mengutip dari Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir dari laman Baznas, berikut solusi umat muslim dalam menghadapi kerusakan lingkungan.

    • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
    • Meningkatkan kesadaran lingkungan
    • Tidak mengeksploitasi lingkungan
    • Mengelola lingkungan dengan sistem berkelanjutan
    • Menjaga dan tidak merusak lingkungan

    Demikian doa kemarau panjang untuk menurunkan hujan sesuai dengan hadist dan amalan Rasulullah. Perlu adanya kesadaran lingkungan untuk menjaga ketersediaan air dari kekeringan demi kepentingan manusia, hewan, maupun tumbuhan.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sapu Jagat, Bacaan Utama Hari Tasyrik 11, 12, 13 Dzulhijjah


    Jakarta

    Hari tasyrik merupakan waktu yang penuh berkah bagi muslim. Pada hari itu, muslim dianjurkan untuk membaca banyak doa. Salah satu doa yang dapat dibaca pada hari tasyrik adalah doa sapu jagat.

    Mengutip buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah karya Amirullah Syarbini dan Sumantri Jamhari, hari tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau tiga hari setelah Idul Adha yang bertepatan dengan 18, 19, dan 20 Juni 2024.

    Hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan mengingat Allah SWT sehingga muslim dilarang untuk berpuasa. Hal ini dijelaskan dalam salah satu riwayat hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hari-hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR Muslim)


    Kemudian, dari Amr ibn ‘Ash, ia meriwayatkan, “Bahwa hari-hari tasyrik merupakan hari ketika Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berbuka dan melarang kita untuk puasa.”

    M. Ghofur Khalil menjelaskan dalam buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat, hari tasyrik merupakan salah satu hari yang paling mustajab. Hari ini merupakan momen yang sangat penting karena seluruh doa mudah terkabulkan.

    Untuk itu, perlunya membaca doa sapu jagat di hari tasyrik ini, supaya apapun hajat kita di dunia dan akhirat bisa dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan membaca doa sapu jagat di hari tasyrik itulah, diharapkan keselamatan dunia dan akhirat selalu menyertai kita. Doa sapu jagat ini dipandang sebagai doa yang isinya melingkupi semua bentuk kebaikan dan menolak semua bentuk keburukan.

    Sebagaimana diriwayatkan dari Al-Jashshosh, dari Kinanah Al Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al-Asy’ariy berkata ketika berkhutbah di hari An-Nahr (Idul Adha), “Tiga hari setelah hari An-Nahr (yaitu Hari-hari tasyrik) itulah yang disebut oleh Allah dengan ayyam ma’dudat (hari yang terbilang). Doa pada hari tersebut, tidak akan tertolak (pasti terkabul), maka segeralah berdoa dengan berharap pada-Nya.” (Latho-if Al Ma’arif)

    Bacaan Doa Sapu Jagat Arab, Latin, Artinya

    Pada dasarnya, doa sapu jagat adalah potongan dari surah Al Baqarah ayat 201. Berikut bacaan doa sapu jagat di hari tasyrik seperti yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW:

    رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban nar

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

    Anjuran Baca Doa Sapu Jagat pada Hari Tasyrik

    Masih merujuk buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat, karena kandungannya doa tersebut tersebut membuat Rasulullah SAW sering membaca doa ini. Seperti yang diriwayatkan dari dari Anas RA, ia berkata bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Nabi SAW adalah, “Allahumma aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.” (HR Bukhari Muslim)

    Anjuran memperbanyak doa sapu jagat di hari tasyrik dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 200-201 yang artinya: https://www.detik.com/hikmah/quran-online/al-baqarah/tafsir-ayat-200-207

    “Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. Dan di antara mereka, ada orang yang berdoa, ‘Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar (Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka)’.”

    Berdasarkan ayat tersebut, ulama salaf pun menganjurkan untuk memperbanyak doa sapu jagat terlebih selama hari-hari tasyrik. Hal tersebut dikatakan pula oleh Ikrimah. “Disunahkan membaca doa pada hari tasyrik, ‘Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar’.”

    Wallahu a’lam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sebelum Baca Yasin Malam Jumat untuk Orang Meninggal


    Jakarta

    Surah Yasin adalah surah yang biasa dibaca sebelum tahlil. Sebelum membaca surah Yasin, umat Islam dianjurkan membaca doa. Berikut bacaan doa sebelum baca Yasin lengkap dengan artinya.

    Surah Yasin bisa dibaca pada malam hari. Menukil buku Surah Yasin dan Tahlil karya Muhammad Abdul Karim, keutamaan membaca surah Yasin dijelaskan dalam salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa membaca surah Yasin pada satu malam dengan mengharap ridha Allah, ia akan diampuni (dosa-dosanya).”


    Dalam Tafsir Ibnu Katsir terdapat hadits serupa yang menyatakan keutamaan membaca Yasin pada suatu malam. Hadits ini dikeluarkan Ibnu Hibban dalam kitab hadits shahihnya dari Jundub bin ‘Abdullah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang membaca surah Yasin pada malam hari, karena semata-mata mencari ridha Allah, maka ia telah diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.”

    Ada juga hadits yang menyebut keutamaan membaca surah Yasin pada malam Jumat. Rasulullah SAW bersabda,

    من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله

    Artinya: “Siapa yang membaca surah Yasin dan As Saffat pada malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Dawud dari al-Habr. Al Manawi dalam Faydl al-Qadir menyebut hadits ini sanadnya terputus)

    Umat Islam yang akan membaca surah Yasin bisa mengawalinya dengan mengamalkan doa sebelum baca Yasin. Doa ini disebut tawasul Yasin.

    Doa sebelum Baca Yasin

    Mengutip buku Masalah Garis Perbatasan Nahdlatul Ulama karya Cholil Nafis, tawasul secara bahasa berarti perantara atau mendekatkan diri. Tawasul disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’idah ayat 35.

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.”

    Tawasul dalam konteks doa adalah doa kepada Allah SWT melalui suatu perantara, baik berupa amal baik ataupun melalui orang saleh yang dianggap memiliki posisi lebih dekat dengan Allah SWT. Tawasul menjadi salah satu usaha agar doa yang dipanjatkan diterima dan dikabulkan Allah SWT. Maka dari itu, tawasul bukan merupakan suatu keharusan.

    Selain dalam ayat Al-Qur’an, tawasul juga dijelaskan dalam sebuah hadits yang menyebutkan perilaku sahabat Rasulullah SAW.

    “Dari Anas bin Malik bahwa ketika mereka menghadapi kemarau panjang, Umar bin Khattab meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib. Umar berkata, ‘Ya Allah, kami telah bertawasul dengan Rasulullah SAW dan Engkau beri kami hujan, maka kini kami bertawasul dengan paman Rasulullah SAW, maka turunkanlah hujan….’ Maka hujan pun turun.” (HR Bukhari)

    Mengutip situs resmi Nahdlatul Ulama, berikut beberapa doa tawasul yang bisa dibaca sebelum surah Yasin.

    Doa Tawasul 1

    إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ

    Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafâ sayyidinâ Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa âlihi wa azwâjihi wa awlâdihi wa dzurriyyâtihi al-fâtiḫah.

    Artinya: “Kepada yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah….”

    Doa Tawasul 2

    ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى اٰبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ الْفَاتِحَةُ

    Tsumma ilâ jamî’i ahlil-qubûri minal-muslimîna wal-muslimâti wal-mu’minîna wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli ilâ maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khushushan ilâ abâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtina wa masyâkhinâ wa masyâyikhi masyâyikhinâ wa asâtidzati asâtidzatinâ wa liman aḫsana ilainâ wa liman ijtama’nâ hâhunâ bisababihi, al-fâtiḫah.

    Artinya: “Kemudian kepada semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari timur ke barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah….”

    Doa Tawasul 3

    ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أهْلِ الْقُبُوْرِ مِمَّنْ ذُكِرَتْ أَسْمَاؤُهُ فِيْ هٰذِهِ الرِّسَالَةِ حَضْرَةِ رُوْحِ … وَحَضْرَةِ رُوْحِ … وَحَضْرَةِ رُوْحِ … رَحِمَهُمُ اللهُ وَغَفَرَهُمْ، الْفَاتِحَةُ

    Tsumma ilâ jamî’i ahlil-qubûri mimman dzukirot asmâ’uhu fi hâdzihir risâlati, ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, roḫimahumullâhu wa ghafarahum, al-fâtiḫah.

    Artinya: “Kemudian kepada semua ahli kubur, yang namanya disebutkan dalam risalah ini. Kepada…, dan kepada…, dan kepada…. Semoga Allah merahmati dan mengampuni mereka. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.”

    Doa sebelum baca Yasin di atas bisa dipanjatkan untuk orang yang meninggal dunia atau ahli kubur.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com