Category: Doa Hadits

  • 4 Doa untuk Orang Tua, Dibaca Selalu Setelah Salat Fardhu


    Jakarta

    Kasih sayang orang tua tidak akan pernah tergantikan oleh apapun. Namun, orang tua juga hanyalah manusia yang bisa berbuat dosa dan kesalahan. Agar orang tua kita mendapatkan ampunan dan perlindungan, sebagai anak, kita bisa mendoakannya. Berikut ini adalah doa untuk orang tua dalam Al-Qur’an.

    Perintah untuk mendoakan orang tua bahkan tertuang dalam Al-Qur’an surah Al-Ahqaf ayat 15:

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ١٥


    Artinya: “Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”

    Serta sabda Rasulullah SAW:

    مَنْ بَرَ وَالِدَيْهِ طُوبَى لَهُ وَرَادَ اللَّهُ فِي عُمُرِهِ . (رواه ابخاری

    Artinya: “Barangsiapa yang berbakti kepada ibu ayahnya, maka kebahagiaanlah baginya dan Allah akan tambahkan umurnya.” (HR. Bukhari)

    1. Doa untuk orang tua

    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Arab-latin: Allahumma firlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shaghiraa.Artinya:

    Artinya: “Wahai Tuhanku. ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”

    2. Doa untuk orang tua dalam surah Al-Hasyr

    Doa untuk orang tua yang terkandung dalam surah Al-Hasyr ayat 10 juga bisa dibaca:

    وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ࣖ ١٠

    Arab-latin: Walladzîna jâ’û mim ba’dihim yaqûlûna rabbanaghfir lanâ wa li’ikhwâninalladzîna sabaqûnâ bil-îmâni wa lâ taj’al fî qulûbinâ ghillal lilladzîna âmanû rabbanâ innaka ra’ûfur raḫîm

    Artinya: Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

    3. Doa untuk orang tua

    Doa untuk orang tua menurut surah Al-Isra ayat 24:

    وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ ٢٤

    Arab-latin: Wakhfidl lahumâ janâḫadz-dzulli minar-raḫmati wa qur rabbir-ḫam-humâ kamâ rabbayânî shaghîrâ

    Artinya: Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

    4. Doa meminta limpahan Allah SWT untuk orang tua

    Doa meminta limpahan Allah SWT untuk orang tua dari surah Nuh ayat 28:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا ࣖ ٢٨

    Arab-latin: Rabbighfir lî wa liwâlidayya wa liman dakhala baitiya mu’minaw wa lil-mu’minîna wal-mu’minât, wa lâ tazididh-dhâlimîna illâ tabârâ

    Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Minum Air Zamzam dan Sejumlah Keutamannya dalam Islam


    Jakarta

    Bagi umat muslim, air zamzam tidak hanya sekadar air biasa. Soalnya, air ini mempunyai banyak keistimewaan dan keberkahan. Selain itu, air zamzam diyakini memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk tubuh.

    Maka dari itu, banyak jamaah haji dan umroh yang pulang dari Tanah Suci membawa beberapa galon liter air zamzam untuk dikonsumsi sendiri atau dibagikan kepada kerabat maupun saudara.

    Namun, sebelum meminum air zamzam sebaiknya membaca doa terlebih dahulu agar memperoleh keberkahan. Ingin tahu doa minum air zamzam? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Doa Minum Air Zamzam agar Berkah

    Sebelum meminum air zamzam, disunnahkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Ahmad dari Jabir RA, disebutkan bahwa,

    مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

    Artinya: “Air zamzam sesuai dengan apa yang diniatkan peminumnya.” (HR Ibnu Majah)

    Berikut bacaan doa minum air zamzam agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT:

    اللهم اني اسألك علما نَافِعًا، وَرِير قا واسعا، سأَلَكَ وشفاء من كل داء

    Arab Latin: “Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wasyifaa-an min kulli daa-in.”

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari tiap penyakit.”

    Terdapat juga bacaan doa lainnya ketika meminum air zamzam sambil berdiri dan menghadap kiblat. Berikut bacaan doanya:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    Arab Latin: “Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan wasi’an wa shifa’an min kulli da’in wa saqamin bi rahmatika ya arhamarrahimin.”

    Artinya: “Ya Allah, Sesungguhnya aku bermohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan penawar bagi segala penyakit; Dengan Rahmat Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

    Adab saat Minum Air Zamzam

    Berbeda dengan meminum air putih pada umumnya, terdapat adab khusus yang harus diikuti ketika meminum air zamzam. Hal ini agar air zamzam bisa memberikan keberkahan bagi yang meminumnya.

    Berikut sejumlah adab saat minum air zamzam:

    1. Membaca basmalah sebelum meminumnya.
    2. Tidak meminumnya dalam satu tegukan.
    3. Mendoakan dan memohon keberkahan sebelum meminumnya.

    Keutamaan Air Zamzam dalam Islam

    Air zamzam begitu istimewa bagi umat muslim. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau pernah menggunakan air zamzam sebagai penawar penyakit. Dalam suatu hadits dijelaskan bahwa,

    حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ

    Artinya: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa air zamzam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkan dengan air zamzam.” (HR Al Baihaqi).

    Dalam hadist lain, Rasulullah SAW menyebut jika air zamzam merupakan air yang paling baik di muka bumi. Jadi tak hanya digunakan untuk melepas dahaga, tapi juga sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

    إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

    Artinya: “Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa sebagai obat penyakit.” (HR Muslim).

    Lalu, dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah 2/1018, Ahmad 3/357, dan Al-Baihaqi dalam Sunan 5/148, Rasulullah SAW mengatakan bahwa manfaat air zamzam tergantung dari niat seseorang yang meminumnya.

    عَنْ جَابِرٍ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ يَقُوْلُ: مَاءُ زَمْزَمَ لمِاَ شُرِبَ لَهُ

    Artinya: “Dari Jabir berkata ‘Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa air zamzam itu tergantung niat orang yang meminumnya’.” (HR Ibnu Majah)

    Itu dia bacaan doa minum air zamzam dan sejumlah keutamannya dalam Islam. Jika kamu mendapatkan air zamzam, jangan lupa membaca doa terlebih dahulu sebelum meminumnya.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sebelum Wudhu dan Tata Caranya yang Benar Sesuai Sunnah



    Jakarta

    Doa sebelum wudhu dapat diamalkan muslim ketika hendak salat. Dalam Islam, wudhu adalah aktivitas yang dilakukan untuk membersihkan hadats kecil sebelum mendirikan salat.

    Dalil terkait wudhu dijelaskan dalam surah Al Maidah ayat 6. Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Mengutip buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi susunan Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh bin Baz, wudhu artinya menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah disyariatkan Allah SWT. Secara sederhana, wudhu berarti bersuci sebelum salat.

    Bacaan Doa sebelum Wudhu

    Berikut bacaan doa sebelum wudhu yang bisa diamalkan muslim seperti dinukil dari Syarah Hishnul Muslim karya Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Ahmad terjemahan Abdul Rosyad Shiddiq.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولَهُ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.”

    Masih dari sumber yang sama, Imam Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar-nya mengatakan bahwa beberapa ulama seperti Syekh Abu Fath dan dan Nashr Al-Maqdisi az-Zahid orang yang hendak wudhu bisa membaca lafaz di atas setelah mengucap basmalah.

    Selain doa sebelum wudhu, muslim juga bisa melafalkan niat wudhu. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari karya KH Muhammad Habibillah.

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala.”

    Tata Cara Wudhu yang Baik dan Benar

    Setelah membaca doa dan niat wudhu, muslim bisa langsung membasuh anggota tubuh untuk berwudhu. Mengutip dari buku Fikih Sunnah Wanita susunan Abu Malik Kamal ibn Sayyid Salim terjemahan Firdaus, berikut tata caranya.

    1. Membaca niat wudhu dan basmalah

    2. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

    3. Berkumur tiga kali

    4. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

    5. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

    6. Membasuh kedua tangan hingga siku, mulai dari yang kanan lanjut tangan kiri, sebanyak tiga kali

    7. Mengusap kepala tiga kali

    8. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri

    9. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, mulai dari yang kanan dahulu.

    10. Membaca doa setelah wudhu

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj ‘alnii minal mutathaahiriina subhaanaka Allahumma wa bihamdika laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus Rasul utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci. Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

    Itulah doa sebelum wudhu dan tata caranya yang dapat diamalkan muslim.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Dilancarkan Segala Urusan Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Ketika dilanda masalah, muslim dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT. Salah satu doa yang dapat diamalkan yakni doa dilancarkan segala urusan dan rezeki.

    Berdoa ketika memiliki masalah, urusan atau hajat sangat dianjurkan. Allah SWT berjanji akan mengabulkan segala doa hamba-Nya sebagaimana firman Allah SWT pada surah Al Baqarah ayat 186 yang berbunyi:

    وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦


    Artinya: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

    Kemudian, mengutip buku Yuk! Shalat Tasbih karya Fatkhul Anas, menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW pun menganjurkan agar kita berprasangka baik dalam berdoa.

    Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan engkau merasa yakin akan dikabulkannya doa.” (HR. Tirmidzi)

    5 Doa Dilancarkan Segala Urusan dan Rezeki

    Merangkum buku Doa Mengundang Rezeki karya Islah Susmian dan Shalat saat Sulit karya Abu Zahwa, berikut beberapa doa yang dapat dipanjatkan agar dilancarkan segala urusan.

    1. Doa Dilancarkan Segala Urusan Versi Pertama

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

    Robbanaa laa tuaa khidznaa innasiinaa au akhtho’na, robbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘ala al ladziina min qoblinaa, robbana walaa tuhammilnaa maa laa thoo qatalanabih, wa’ fuanna waghfirlanaa warhamnaa, anta maulana fansurnaa ‘ala al qaumilkaafiriin

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kamu memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS Al Baqarah 286)

    2. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Kedua

    اللهم الطف بي في تيسير كل عسير، فإن تيسير كل عسير عليك يسير، وأسألك اليسر والمعافاة في الدنيا والآخرة

    Allaahummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiirin, fa inna taisiira kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir, as ‘alukal yusra wal mu’aafaata fid dun-yaa wal aakhirati

    Artinya: “Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan, karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagi-Mu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat.” (HR Thabrani)

    3. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Ketiga

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu selamanya.” (HR Tirmidzi)

    4. Doa Mohon Dilancarkan Segala Urusan Versi Keempat

    فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارٌ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

    Faqultustaghfirû rabbakum innahu kâna ghaffâran. Yursilis-samâ-a ‘alaikum midrâran. Wayumdidkum bi amwâlin wa banîna wayaj’al lakum jannâtin wayaj’al lakum anhâran.

    Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai.” (QS Nuh ayat 71)

    5. Doa Dilancarkan Segala Urusan Versi Kelima

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَارْضَ عَنا وَتَقَبَلْ مِنَّا وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ وَأَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا

    Allaahummaghfirlanaa warhamnaa wardha ‘annaa wa taqabbal minnaa wa adkhilnal jannata wa najjinaa minan naar wa ashlih lanaa sya nanaa kullahu

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Berilah keridaanmu pada kami dan terimalah kebaikan kami, masukkanlah kami ke dalam surga-Mu dan selamatkanlah kami dari api neraka serta berilah kebaikan dalam segala urusan kami.”

    Wallahu a’lam.

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Akhir dan Awal Tahun: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Membaca doa adalah salah satu amalan yang dapat dilakukan saat pergantian Tahun Baru Islam. Doa memiliki berbagai makna dan tujuan bagi yang memanjatkannya, salah satunya berharap di tahun depan bisa memperoleh hikmah dan pembelajaran yang lebih berharga lagi.

    Dalam kalender Hijriyah Indonesia Tahun 2024 terbitan Kementrian Agama (Kemenag) RI, Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah atau 1 Muharram jatuh pada Minggu, 7 Juli 2024. Dengan demikian, malam pergantian tahun dimulai sejak masuk waktu Maghrib pada Sabtu, 6 Juli 2024.

    Tidak ada dalil khusus yang mengatur tentang doa akhir dan awal tahun. Namun demikian, ada doa-doa yang bisa dpanjatkan untuk awal dan akhir tahun Hijriah yang bisa diamalkan.


    Doa Akhir dan Awal Tahun

    Mengutio buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun oleh H. Hamdan Hamedan, MA., berikut doa akhir dan awal tahun lengkap dengan tulisan arab, arab latin dan terjemahannya:

    1. Doa Akhir Tahun

    Dianjurkan oleh Rasulullah SAW, doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali sebelum waktu Maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.

    اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Latin: Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîha ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilattaubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fiha mimma tardha, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.

    Artinya: “Ya Allah, segala perbuatan yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau larang dan aku belum bertaubat darinya, sementara Engkau masih bersabar terhadapku dengan karunia-Mu padahal Engkau berkuasa untuk menghukumku, dan Engkau mengajakku untuk bertaubat setelah aku berani berbuat maksiat kepada-Mu, maka aku memohon ampunan-Mu, ampunilah aku. Dan segala perbuatan yang aku lakukan tahun ini yang Engkau ridai dan Engkau janjikan pahala atasnya, aku memohon kepada-Mu untuk menerimanya dariku. Janganlah Engkau memutuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia.”

    2. Doa Awal Tahun

    Sementara itu, memasuki awal tahun ada pula doa yang dapat dipanjatkan dengan harapan memperoleh anugerah dan kemurahan Allah SWT pada tahun berikutnya. Doa awal tahun ini dapat dibaca begitu masuk pergantian tahun dan dapat dibaca sebanyak tiga kali.

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

    Latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikrâm.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Dengan karunia dan kemurahan-Mu yang besar, Engkau adalah harapanku yang teguh. Ketika memasuki tahun baru ini, aku memohon perlindungan dari godaan setan dan pengikut-pengikutnya. Aku juga memohon pertolongan-Mu untuk menaklukkan hawa nafsu yang sering menggoda untuk berbuat jahat. Aku memohon petunjuk dari-Mu agar setiap aktivitasku sehari-hari dapat mendekatkan diriku pada rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”

    Demikian doa akhir dan awal tahun. Semoga jalan kita dimudahkan pada tahun berikutnya, amin.

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Umat yang Paling Banyak Jadi Penghuni Surga Menurut Hadits


    Jakarta

    Allah SWT menjanjikan surga bagi orang-orang yang beriman. Surga akan dihuni oleh berbagai umat dan ada satu di antaranya menjadi umat paling banyak yang menjadi penghuni surga.

    Kabar gembira bagi orang-orang beriman ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 25. Allah SWT berfirman,

    وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ


    Artinya: “Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya.”

    Menurut Tafsir Ibnu Katsir yang diterjemahkan M. Abdul Ghoffar E.M dkk, kenikmatan dalam surga bersifat kekal. Para penghuni surga terbebas dan aman dari kematian dan terputusnya nikmat.

    Umat Islam Jadi Penghuni Surga Paling Banyak

    Sebuah hadits menyebut, umat Islam mendapatkan keistimewaan menjadi penghuni surga terbanyak. Dalam kitab Hadil Arwaah ila Biladil Afraah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang diterjemahkan Fadhli Bahri terdapat hadits yang menjelaskan perihal ini.

    Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

    أَمَا تَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الْجَنَّةِ قَالَ فَكَبَّرْنَا ثُمَّ قَالَ أَمَا تَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّةِ قَالَ فَكَبَّرْنَا ثُمَّ قَالَ إِنِّي لَأَرْجُوْ أَنْ تَكُونُوا
    شَطْرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَسَأَخْبِرُكُمْ عَنْ ذَلِكَ مَا الْمُسْلِمُونَ فِي الْكُفَّارِ إِلَّا كَشَعْرَةٍ بَيْضَاءَ فِي ثَوْرٍ أَسْوَدَ أَوْ كَشَعْرَةٍ سَوْدَاءَ فِي ثَوْرٍ أَبْيَضَ.

    Artinya: “Apakah kalian tidak ridha kalau kalian menjadi seperempat penghuni surga?” Maka kami serentak membaca takbir. Rasulullah SAW bersabda lagi, “Apakah kalian tidak ridha kalau kalian menjadi sepertiga penghuni surga?” Maka kami semua serentak bertakbir. Rasulullah SAW bersabda lagi, “Sesungguhnya saya berharap bahwa kalian menjadi setengah dari penghuni surga dan yang demikian akan aku beritahukan kepada kalian. Apa yang dimiliki orang-orang Islam dibandingkan dengan apa yang ada pada orang-orang kafir tak ubahnya seperti sehelai rambut putih pada sapi hitam atau seperti sehelai rambut hitam pada sapi putih.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Ibnu Qayyim dalam kitabnya yang lain, Zadul Ma’ad, yang diterjemahkan Saefuddin Zuhri, juga memaparkan hadits yang menggambarkan perbandingan umat Islam dengan umat lainnya.

    Seperti yang diriwayatkan oleh Buraidah bin Al-Hushaib Al-Aslami, ia bercerita, Rasulullah SAW bersabda, “Penghuni surga itu ada 120 barisan, 80 baris di antaranya berasal dari umat ini, sedang 40 baris darinya adalah umat-umat yang lain.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi)

    Ali Muhammad Shallabi dalam kitab Al-Wasathiyyah fil Qur’anil Kariim terjemahan Samson Rahman menjelaskan alasan mengapa umat Islam menjadi penghuni surga terbanyak.

    Disebut, umat Islam paling banyak menerima seruan para Rasul, hingga Rasulullah SAW menjadi Rasul dengan pengikut terbanyak, maka umat ini memiliki kelebihan sebagai umat yang terbanyak masuk surga bila dibandingkan dengan umat sebelumnya. Hal ini menunjukkan dengan sangat jelas atas keutamaan dan kebaikan umat Islam.

    Umat Islam yang Paling Awal Masuk Surga

    Merujuk sumber yang sama, disebut juga umat Islam akan pertama kali masuk surga walaupun mereka datang lebih akhir dari umat lainnya.

    Ini adalah pemuliaan Allah SWT dan penghormatan atas kaum muslimin. Rasulullah SAW bersabda mengenai hal ini, “Kami adalah yang terakhir dan terawal pada hari kiamat. Kami umat yang paling awal masuk surga.” (HR Muslim)

    Ibnu Hajar mengatakan, “Kami datang paling akhir dalam hal waktu, namun paling awal dalam hal posisi.” Menurutnya, umat Islam hadir belakangan di dunia tetapi akan masuk surga lebih awal di akhirat.

    Mereka akan menjadi yang pertama dikumpulkan di Padang Mahsyar, yang pertama dihisab, diselesaikan perkara di antara mereka, dan masuk surga pertama kali.

    70 Ribu Umat Islam akan Masuk Surga Tanpa Hisab

    Selain jadi yang paling banyak dan paling awal masuk surga, umat Islam juga diberikan keistimewaan berupa masuk surga Allah SWT tanpa hisab. Disebutkan dalam Rihlah Ila Ad-Dar Al-Akhirah karya Syaikh Mahmud Al-Mishri terjemahan Ghilmanul Wasath dkk, keistimewaan ini diberikan kepada tujuh ribu orang muslim.

    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Tuhanku berjanji padaku akan memasukkan umatku 70 ribu tanpa hisab dan adzab. Setiap seribu, ada 70 ribu orang.” (HR Ahmad)

    Kemudian, diterangkan dalam hadits lain, disebutkan mereka akan memasuki surga dengan wajah bercahaya bagai purnama. Rasulullah SAW bersabda, “Umatku masuk surga 70 ribu orang, saling bergantungan, saling memegang tangan, yang pertama tidak akan masuk surga sampai yang terakhir masuk, wajah mereka bagaikan bulan purnama.” (HR Ahmad)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Awal Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H Arab-Artinya


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca saat momen pergantian tahun baru Islam. Doa awal tahun baru Islam ini berisi permohonan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan di sepanjang tahun.

    Muharram adalah bulan pertama dalam sistem penanggalan Islam. Pergantian tahun baru Islam, bertepatan dengan datangnya 1 Muharram.

    Di Indonesia, 1 Muharram 1446 H diperkirakan jatuh pada 7 Juli 2024.


    Merangkum buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah oleh Ida Fitri Shohibah, dijelaskan kata Muharram diambil dari bahasa Arab “Harrama-Yuharrimu-Tahriiman-Muharrimun-wa-Muharramun,” yang artinya “diharamkan.” Muharram adalah sesuatu yang dihormati atau yang terhormat dan yang diharamkan (dari hal-hal yang tidak baik).

    Dalam sejarahnya, bulan Muharram ini umat Islam diharamkan Allah SWT untuk berperang.

    Sebelum datang ajaran Islam, Muharram sudah dikenal lebih dulu sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Setelah Islam datang, Muharram tetap menjadi bulan yang dimuliakan namun kebiasaan masyarakat Jahiliyah ditinggalkan.

    Doa Awal Tahun Baru Arab, Latin dan Artinya

    Dilansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), dijelaskan doa yang dapat dibaca saat memasuki tahun baru Islam. Doa ini dapat dilafalkan pada 1 Muharram 1446 H.

    Merujuk pada kitab Al-Jami’ Al-Kabir karya Imam As-Suyuthi, beliau mencantumkan doa akhir dan awal tahun. Doa dalam kitab Imam As-Suyuthi tersebut kemudian ditambahkan lafadz shalawat di awal kalimat oleh Mufti Batavia, Habib (Sayyid) Utsman bin Yahya.

    Berikut doa awal tahun dalam tulisan Arab, latin dan artinya:

    اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَاعَامٌ جَدْيُدٌ قَدْ أَقْبَل. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشْيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وِالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم

    Latin: “Allahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal. Wa ‘alaa fadhlikal-‘azhimi wujuudikal-mu’awwal. Wa haadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbal. Nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa-ihii wa junuudihii. Wal’auna ‘alaa haadzhihin-nafsil-ammarati bis-suu-i. Wal-isytighaala bimaa yuqorribuni ilaika zulfa. Yaa dzal-jalaali wal-ikraam. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.”

    Artinya: “Ya Allah Engkaulah yang abadi, dahulu, lagi awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu perlindungan dalam tahun ini dari godaan setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.”

    Doa Akhir Tahun Baru Arab, Latin dan Artinya

    Sehari sebelumnya, yakni pada akhir Dzulhijjah bisa membaca doa akhir tahun. Berikut bacaan doanya:

    اَللّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنَيْ عَنْهُ وَ لَمْ تُرُضِهِ وَ نَسِيْتَهُ وَ لَمْ تَنْسَهُ وَ حَلَمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَي عُقُوْبَتِيْ وَ دَعَوْتَنِيْ اِلَي التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيتَكَ اَللّهُمَّ فَاِنِّيْ اسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ وَ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدتْنِي الثَّوَابَ فَاَسْاَلُكَ اللّهُمَّ يَا ذَا الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ اَنْ تَقْبَلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم

    Latin: “Allahumma maa ‘amiltu fi haadzhis-sanati mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubatii wa da’autanii ilat taubati ba’da jur-atii alaa ma’syiyatika, Allahumma fa inni astagfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa’adtanitsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa dzal judi wal karami an tataqabbalahuu minnii wa laa taqtha’ rajaaii minka yaa kariim. wa shallalahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam.”

    Artinya: “Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-mu, sedang kami belum bertaubat, padahal engkau tidak melupakannya dan engkau bersabar, yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau sudah mengajak saya untuk bertaubat sesudah saya maksiat. Karena itu ya Allah saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala yang telah saya kerjakan selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat yang maha pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas pendahulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.” Wallahu a’lam bis ash shawab (Isyatami Aulia, ed: Nashih).

    Hukum Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam

    Dalam ajaran Islam, membaca doa akhir dan awal tahun baru memang tidak disebutkan secara khusus. Tidak ada dalil dalam Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW yang membahas secara eksplisit.

    Dilansir dari Firman Arifandi dalam buku Menjawab Hujatan Musiman untuk Hajatan Musiman, dalil seperti Al-Qur’an dan hadits tidak selalu harus eksplisit menjelaskan hukum sesuatu.

    “Pada amaliyah membaca doa khusus yang tidak ada landasannya secara eksplisit dalam Al-Qur’an dan sunnah, seperti halnya doa akhir tahun dan awal tahun ini, sebenarnya sah saja kita gunakan dalil umum anjuran berdoa,” jelasnya.

    Membaca doa saat akhir tahun dan awal tahun merujuk pada anjuran berdoa secara umum. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Perintah berdoa juga dijelaskan dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

    Artinya: “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman: “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dalil ini menjadi landasan bahwa doa yang berisi hal baik dan permohonan kepada Allah SWT hukumnya diperbolehkan, bahkan dianjurkan.

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Dibaca Kapan? Ini Ketentuan Waktunya


    Jakarta

    Doa akhir tahun dan awal tahun berisi permohonan agar Allah SWT melimpahkan nikmat dan karunianya di tahun yang akan datang. Amalan ini dapat diamalkan muslim pada pergantian tahun baru Islam yaitu hijriah.

    Muharram menjadi bulan paling awal pada kalender hijriah. Dikutip dari buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Puasa, Zakat, dan Haji yang ditulis Syamsul Rijal Hamid, Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram (suci) selain Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

    Rasulullah SAW bersabda,


    “Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari Muslim)

    Mengacu pada Kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama (Kemenag RI), 1 Muharram 1446 H jatuh pada Minggu, 7 Juli 2024. Jelang pergantian tahun itu, ada doa akhir tahun dan awal tahun yang bisa diamalkan muslim.

    Lantas, kapan waktu membaca doa-doa tersebut?

    Waktu Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam

    Melansir Majalah Aula Nahdlatul Ulama Edisi Juli 2024, setidaknya ada dua waktu mengamalkan doa akhir tahun dan awal tahun baru Islam, yaitu:

    1. Sebelum Salat Maghrib

    Doa akhir tahun Islam dapat dibaca sebelum salat Maghrib. Berikut bunyi doanya,

    اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Arab latin: Allaahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fii haadzihis sanati ma nahaitanii ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiihaa ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii wa da’autanii ilat taubati min ba’di jaraa-atii ‘alaa ma’shiyatika. Fa innii astaghfiruka, faghfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardha, wa wa’attanii ‘alaihits tsawaaba, fa-as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha’ rajaa-ii minka yaa kariim.

    Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

    2. Setelah Salat Maghrib

    Jika doa akhir tahun dibaca sebelum salat Maghrib, maka doa awal tahun baru Islam diamalkan seusai salat Maghrib. Berikut lafaznya,

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

    Arab latin: Allaahumma antal abadiyyul qadiimul awwal. Wa ‘alaa fadhlikal ‘azhiimi wa kariimi juudikal mu’awwal. Haadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbal. As-alukal ‘ishmata fiihi minas syaithaani wa auliyaa-ih, wal ‘auna ‘alaa haadzihin nafsil ammaarati bis suu-i, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa, yaa dzal jalaali wal ikraam.

    Artinya, “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

    3. Dibaca pada Akhir Tahun

    Mengutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit susunan H Hamdan Hamedan, doa akhir tahun versi kedua ini juga dapat diamalkan muslim. Bacaan tersebut bersumber dari kitab Kanzun Najah was Surur karya Syeh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdil Qadir.

    Kaum muslimin dianjurkan membacanya sebanyak tiga kali tanpa keterangan setelah salat Ashar atau salat Maghrib.

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَيْ مَعَ التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ تَقْطَعْ رَجَايْ مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مَعَ قَدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي ودعوني الله مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

    Arab latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu ta’ala ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihi wasallam. Allahumma maa ‘alimtu min ‘amalin fis-sanatil maadhiyati mimma nahaitanii `anhu wa lam atub minhu wa lam tardhahu wa nasiituhu wa lam tansahu wahalumta ‘annii ma’a qudratika ‘alaa ‘uquubatii wada’autanii ilat-taubati ba’da jaraa’atii ‘alaika. Allahumma innii astaghfiruka minhu faaghfirlii. Allahumma wa maa `amiltu min `amalin tardhaahu wa wa’adtanii `alaihits-tsawaaba wal ghufraana fataqabbalhu minnii wa laa taqtha` rajaa-ii minka yaa kariimu yaa arhamar rahimiin. Wa shallallaahu ta`aala `alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, amal yang telah aku lakukan pada tahun lalu dari sekian amal yang Engkau cegah diriku darinya, yang aku belum tobat darinya dan Engkau pun tidak meridainya, yang telah aku lupakan namun tidak Engkau lupakan, Engkau telah berbuat bijak kepadaku meskipun sebenarnya mampu untuk menghukumku, Engkau menyeru kepadaku untuk bertobat setelah kenekatanku (bermaksiat) kepada-Mu. Ya Allah sungguh aku memohon ampunan kepada-Mu dari amal itu, maka ampunilah diriku. YaAllah dan amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridai dan Engkau janjikan pahala dan ampunan atasnya, maka terimalah amal itu dariku, dan jangan Engkau putus harapanku kepada-Mu, wahai Zat yang Maha Mulia, wahai Zat yang Maha Pengasih dari para kekasih. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.”

    Hukum Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun

    Tidak ada dalil yang menyebut secara eksplisit terkait doa akhir tahun dan awal tahun baik dalam Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW. Walau demikian, bacaan ini merujuk pada anjuran berdoa secara umum seperti diterangkan dalam surah Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Itulah ketentuan waktu membaca doa akhir tahun dan awal tahun. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hari Pahlawan 2024 untuk Upacara dan Ziarah Nasional


    Jakarta

    Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November. Perayaan hari tersebut dilakukan dengan upacara dan tabur bunga seraya memanjatkan doa.

    Mengacu Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2024 dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, perayaan Hari Pahlawan 2024 mengusung tema “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu.”

    Pembacaan doa menjadi salah satu agenda dalam upacara dan ziarah nasional. Melalui doa, peserta diajak untuk merenungkan perjuangan para pahlawan dan menyatukan harapan bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.


    Doa yang dipanjatkan dalam upacara ini bukan hanya seremonial, melainkan juga ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada para pahlawan atas pengorbanan mereka. Doa tersebut juga menjadi wujud permohonan kepada Tuhan agar para pahlawan yang telah gugur diterima di sisi-Nya.

    Berikut bacaan doa Hari Pahlawan 2024 mengacu panduan yang dikeluarkan Kemensos.

    Doa Hari Pahlawan 2024

    Doa Ziarah Nasional Hari Pahlawan 10 November 2024

    بسمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    الحمد لله رب العالمين حمد الشاكرين حمدًا يوافي نعمة ويكافي مزيدة يا ربنا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك . اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Rahman,

    Segala puji dan syukur kepada-Mu kami persembahkan
    Atas semua karunia yang telah Engkau anugerahkan
    Kami bersyukur karena Engkau masih memberi kesempatan
    Mengenang perjuangan dan besarnya pengorbanan para pahlawan
    Masukkan mereka semua ke surga-Mu yang penuh kemuliaan
    Semoga kegigihan dan pengorbanan mereka, kami jadikan teladan

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Membalas

    Kami yang mewarisi bangsa ini belum mampu membalas
    Jasa dan pengorbanan para pahlawan yang penuh tulus ikhlas
    Yang menghadiahkan kami generasi bangsa jembatan emas
    Semoga jejak pahlawan mampu kami retas sebagai bentuk balas
    Membangun ibu pertiwi sepenuh daya dengan integritas tanpa batas

    Ya Allah, Tuhan yang merajut Nusantara dalam bingkai kebangsaan

    Rahmati para pendahulu kami dengan rida dan ampunan,
    Anugerahi kami jalan keteladanan,
    Muliakan kami dalam iman,
    Kuatkan hati dan langkah kami meraih kejayaan,
    Agar tak sia-sia air mata dan pengorbanan,
    Agar tak durhaka generasi kami yang hanya melanjutkan,
    Agar bangsa ini menapak tegak mengusung harapan,
    Agar hidup dan kehidupan senantiasa lekat dengan kerukunan,
    Agar panjang menghela napas hingga akhir zaman tanpa rintangan.

    Ya Allah, Tuhan Pemilik Kalbu

    Bimbing kami dalam langkah yang malu,
    Agar kami bisa meneladani sikap mereka yang syahdu,
    Menjaga persatuan, bak api yang menyatu,
    Dalam setiap tindakan, di mana pun kami bertemu,
    Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Tunggal

    Hanya kepada-Mu kami pasrah dan bertawakkal
    Warisilah generasi bangsa kami kecukupan ilmu sebagai bekal
    Lengkapilah bangsa kami dengan sumber daya manusia yang handal
    Ilhamkanlah kecerdasan akal, kejujuran budi dan kesantunan moral
    Sehingga terkelola kekayaan alam dan sumber daya dengan optimal
    Tercipta kesinambungan pembangunan spiritual dan material
    Demi tercapainya cita kemakmuran rakyat dan keadilan sosial

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Menyayangi

    Atas semua karunia dan anugerah-Mu mampukan kami mensyukuri
    Semoga persaudaraan, persatuan dan kesatuan terpelihara lestari
    Terbangun keindahan sinergi, harmoni, kolaborasi dan toleransi
    Hindarkan semua gangguan, bahaya yang mengancam eksistensi
    Hantarkan negeri ini menuju keadaan yang Engkau cintai dan Engkau ridhai
    Semoga semua salah dan khilaf kami Engkau ampuni

    رَبَّنَا اغْفِرلنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا علا للذين آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيمٌ ربنا آتنا في الدُّنْيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار ، سبحان ربك رب العزة عما يصفون. وسلام على المرسلين والْحَمْدُ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Doa Upacara Bendera dan Tabur Bunga Hari Pahlawan 10 November 2024

    يمسمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    الحمد لله رب العالمين حمد الشاكرين حمدا يوافي نعمة ويكافي مزيدة يا ربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك – اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه أَجْمَعِينَ

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Rahman,

    Segala puji dan syukur kepada-Mu kami persembahkan
    Atas semua karunia yang telah Engkau anugerahkan
    Kami bersyukur karena Engkau masih memberi kesempatan
    Mengenang perjuangan dan besarnya pengorbanan para pahlawan
    Masukkan mereka semua ke surga-Mu yang penuh kemuliaan
    Semoga kegigihan dan pengorbanan mereka, kami jadikan teladan

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Membalas

    Kami yang mewarisi bangsa ini belum mampu membalas
    Jasa dan pengorbanan para pahlawan yang penuh tulus ikhlas
    Yang menghadiahkan kami generasi bangsa jembatan emas
    Semoga jejak pahlawan mampu kami retas sebagai bentuk balas
    Membangun ibu pertiwi sepenuh daya dengan integritas tanpa batas

    Ya Allah, Tuhan yang merajut Nusantara dalam bingkai kebangsaan

    Rahmati para pendahulu kami dengan rida dan ampunan,
    Anugerahi kami jalan keteladanan,
    Muliakan kami dalam iman,
    Kuatkan hati dan langkah kami meraih kejayaan,
    Agar tak sia-sia air mata dan pengorbanan,
    Agar tak durhaka generasi kami yang hanya melanjutkan,
    Agar bangsa ini menapak tegak mengusung harapan,
    Agar hidup dan kehidupan senantiasa lekat dengan kerukunan,
    Agar panjang menghela napas hingga akhir zaman tanpa rintangan.

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Tunggal

    Hanya kepada-Mu kami pasrah dan bertawakkal
    Warisilah generasi bangsa kami kecukupan ilmu sebagai bekal
    Lengkapilah bangsa kami dengan sumber daya manusia yang handal
    Ilhamkanlah kecerdasan akal, kejujuran budi dan kesantunan moral
    Sehingga terkelola kekayaan alam dan sumber daya dengan optimal
    Tercipta kesinambungan pembangunan spiritual dan material
    Demi tercapainya cita kemakmuran rakyat dan keadilan social

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Menyayangi

    Atas semua karunia dan anugerah-Mu mampukan kami mensyukuri
    Semoga persaudaraan, persatuan dan kesatuan terpelihara lestari
    Terbangun keindahan sinergi, harmoni, kolaborasi dan toleransi
    Dalam semangat moderasi, kemuliaan insani dan kesetaraan imani
    Semoga beserta rahmat-Mu jualah derap langkah bangsa ini teriringi
    Hindarkan semua gangguan, bahaya yang mengancam eksistensi
    Hantarkan negeri ini menuju keadaan yang Engkau cintai dan Engkau ridhai
    Semoga semua salah dan khilaf kami Engkau ampuni

    رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلاخواتنا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا هلا للذينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا صلة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار ، سبحان ربكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وسلام

    Pembacaan doa Hari Pahlawan 2024 dilakukan setelah amanat pembina upacara. Berikut urutan selengkapnya.

    • Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
    • Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
    • Pengibaran bendera Merah Putih, diiringi Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.
    • Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina Upacara.
    • Pembacaan Pancasila.
    • Pembacaan Pembukaan UUD’45.
    • Pembacaan pesan-pesan Pahlawan (ditentukan panitia).
    • Amanat Pembina Upacara.
    • Pembacaan Doa
    • Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
    • Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara
    • Upacara selesai.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com