Category: Doa Hadits

  • Doa Terhindar dari Penyakit Ain dan Upaya Pencegahannya



    Jakarta

    Tahukah detikers bahwa tatapan mata dapat menyebabkan seseorang jatuh sakit? Penyakit yang dimaksud di sini adalah ain. Dalam Islam, penyakit ain dikenal berbahaya.

    Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi dalam kitab Al-Lu’lu wal Marjan menjelaskan penyakit ain, “Maksudnya adalah penyakit yang disebabkan mata (ain). Yaitu apabila seseorang melihat orang lain dengan kekaguman, tetapi dibarengi dengan perasaan dengki atau iri. Maka itu akan menimbulkan kemudharatan, berdasarkan kebiasaan yang ditetapkan Allah.”

    Diterangkan juga, ain merupakan pandangan hasut jin atau tatapan hasut setan. Imam Al-Khaththabi mengemukakan bahwa penyakit ain ini lebih mudah terkena orang lanjut usia. Meski demikian, bisa pula terjangkit pada anak-anak hingga orang dewasa.


    Kebenaran adanya penyakit ain disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Ibnu Abbas:

    العَيْنُ حَقٌّ، وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ القَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

    Artinya: “Ain adalah hak (benar). Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya ain-lah yang bisa mendahuluinya.” (HR Muslim [2188] & Tirmidzi [2063])

    Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi memaparkan, “Hadits ini mengandung makna pekara ain itu adalah benar adanya, dan penyakit ain mempunyai kekuatan yang membahayakan.”

    Lebih lanjut dikemukakan, “Walau begitu, segala sesuatu itu semuanya berdasarkan takdir Allah SWT, sehingga tiada yang terjadi kecuali sesuai takdir-Nya. Karena itu, bahaya ain juga tidak akan terjadi kecuali dengan takdir-Nya.”

    Sebagai hamba-Nya, dalam menghadap takdir tentu kita perlu bertawakal kepada Allah SWT. Namun, berserah diri juga mesti dibarengi dengan usaha. Adapun upaya yang dapat muslim lakukan untuk mencegah terkena penyakit ain adalah dengan berdoa kepada-Nya beserta mengamalkan apa yang Nabi SAW ajarkan.

    Doa Terhindar dari Penyakit Ain

    Masih dari kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi melampirkan hadits riwayat Ibnu Abbas yang berisi doa untuk dipanjatkan kepada Allah SWT supata tercegah dari penyakit ain, di mana dahulu Nabi SAW seringkali men-ta’widz (memohon perlindungan) bagi cucunya, Hasan dan Husain.

    Berikut doa terhindar dari penyakit ain yang Rasul SAW baca:

    أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Artinya: U’iidzuka bikalimatillahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin

    Artinya: “Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kamu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan dan binatang yang berbahaya serta dari ain yang mencela.” (HR Bukhari [3371], dari Ibnu Abbas)

    Kata ‘u’iidzuka’ ditunjukkan bagi laki-laki, sementara perempuan menggunakan kata ‘u’iidzuki’.

    Upaya Mencegah Penyakit Ain

    Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani dalam buku Hishnul Muslim min Adzkaaril Kitab was Sunnah menyebutkan beberapa cara untuk menghindari penyakit ain:

    1. Membentengi atau melindungi diri dan orang yang dikhawatirkan terkena ain dengan berbagai bacaan dzikir, doa, surat al-muawwidzatain (Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas), hingga lafal ta’awwudz yang disyariatkan.

    2. Mendoakan keberkahan bagi orang yang dikhawatirkan akan terserang ain apabila dipandang, baik menyangkut diri orang tersebut, harta, anak, saudara atau hal apa saja yang bisa menimbulkan kekaguman. Dengan berucap:

    مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَيْهِ

    Latin: Maa syaa-allaahu laa quwwata illa billaahi Allahumma baarik ‘alaih

    Artinya: “(Inilah) apa yang dikehendaki Allah, tiada kekuatan selain dengan Allah, ya Allah berkahilah ia.”

    3. Tidak memamerkan apa pun yang mungkin dapat memunculkan ketakjuban dan kekaguman bagi orang yang menatapnya, lantaran khawatir terkena ain.

    Itulah doa terhindar dari penyakit ain dan sejumlah upaya dalam menghindarinya, semoga bermanfaat!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Doa Selamat agar Mendapat Perlindungan, Kamu Wajib Tahu



    Jakarta

    Islam selalu mengajarkan umatnya untuk tidak pernah lepas dari doa. Termasuk ketika kita sedang melakukan aktivitas, bahkan sebelum melakukan suatu aktivitas.

    Doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang mulia. Melalui Surat Ghafir ayat 60, Allah SWT memerintahkan seluruh hamba untuk berdoa kepada-Nya dan berjanji akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan.

    Simak 8 doa selamat yang bisa kamu lafalkan sehari-hari agar selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT berikut ini.


    Kumpulan Doa Selamat

    Agar selalu mendapatkan perlindungannya dari segala keburukan dan kemalangan, kamu bisa memanjatkan 8 doa selamat berikut ini.

    1. Doa Selamat Dunia Akhirat

    Doa selamat dunia akhirat bisa kamu panjatkan kapan pun, terutama saat sedang berdzikir. Berikut ini adalah doa selamat duni akhirat agar kamu selalu mendapatkan perlindungan Allah SWT.

    رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

    Arab-latin: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaaban naar

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

    2. Doa Selamat dari Bahaya

    Agar terlindung dari marabahaya, kamu bisa memanjatkan doa selamat dari bahaya yang sering dibacakan oleh Rasulullah SAW berikut ini.

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).”

    3. Doa Selamat dalam Perjalanan

    Sebelum berpergian, kamu dianjurkan untuk membaca doa selamat dalam perjalanan agar terhindar dari marabahaya. Simak doa selamat dalam perjalanan berikut ini.

    الحَمْدُ للهِ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Alhamdulillahilladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinina, wa inna ila rabbina lamunqalibuna.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kita. Padahal kamu sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآاِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

    Arab-latin: Bismillaahi majrahaa wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim.

    Artinya: “Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar, berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    4. Doa Selamat dari Fitnah

    Berikut ini adalah doa selamat dari fitnah yang bisa kamu panjatkan agar selalu dilindungi dari fitnah orang-orang yang dzalim yang diambil dari Surat Yunus ayat 85-86.

    فَقَالُوْا عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا ۚرَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Arab-latin: Rabbana la taj’alnaa fitnatan lil qaumi dzolimin wa najina birohmatika minal qoumil kaafiriyn

    Artinya: “Ya Tuhan kami janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.”

    5. Doa Selamat dari Kedengkian

    Perasaan dengki adalah sifat buruk yang hendaknya kamu jauhi. Berikut ini adalah doa selamat dari kedengkian agar terhindar dari sifat dengki.

    رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

    Arab-latin: Rab banagfir lanaa wali ikwaa ninal lazina sabaquunaa bil imaani wa laa tajal fi quluubinaa gilal lil lazina aamanu rab banaa in naka rauufur rahim

    Artinya: “Artinya: Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

    6. Doa Selamat dari Penyakit

    Agar selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT, kamu bisa memanjatkan doa selamat dari penyakit berikut ini. Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

    Arab-latin: Allohumma Innii A’uudzu Bika Min Zawaali Ni’matik, Wa Tahawulli ‘Aafiyatik, Wa FuJaa’ati Niqmatik, Wa Jamii’i Sakhothik

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku ini berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engaku berikan, dari ubahnya kesehatan yang Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, serta dari segala murka-Mu.”

    7. Doa Selamat atas Kelahiran

    Kelahiran bayi merupakan hal yang menggembirakan. Berikut adalah doa selamat atas kelahiran yang bisa kamu berikan kepada keluarga yang baru dikaruniai anak.

    بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

    Arab-latin: Baarakallahu laka fil mawhubi laka, wa syakartal waahib, wa balagha asyaddahu warazaqta birrahu.

    Artinya: “Semoga keberkahan kepada kamu pada apa yang dianugerahkan kepadamu, dan engkau bersyukur kepada Zat yang memberi, dan semoga dia dewasa dan engkau dianugerahkan kebaktiannya.”

    8. Doa Selamat Ulang Tahun

    Ketika temanmu sedang berulang tahun, kamu bisa memberikannya hadiah berupa doa. Simak doa selamat ulang tahun berikut ini agar ulang tahun semakin berkah.

    اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالۤاخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Arab-latin: Allahumma thawal ‘umurana washah ajsadana wanawir qulubana watsabit imanana wa ahsan u’malana wawasi’ arzaqana wa ilalkhoiri qarabna wa ‘anisy syahri ab’idna waqdhi khawaijana fid daini wad dunnya wal akhirat innaka ‘ala kuli syai’in qadir.

    Artinya: “Ya Allah panjangkanlah umur kami, sehatkanlah badan kami, terangilah hati kami, kuatkanlah hati kami, baikkanlah amal kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami dengan kebaikan dan jauhkanlah kami dengan kejahatan. Kabulkanlah semua kebutuhan kami dalam agama di dunia ataupun di akhirat. Sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.”

    Itulah 8 doa selamat yang bisa kamu panjatkan agar selalu diberi perlindungan oleh-Nya dari segala keburukan, kemalangan, dan marabahaya. Jangan lupa untuk terus berdoa ya, detikers!

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud Sesuai Sunnah



    Jakarta

    Sholat tahajud merupakan amalan sunnah yang dianjurkan Allah SWT. Ada baiknya jika sholat tahajud dilanjutkan dengan berdzikir dan berdoa agar mendapatkan rahmat yang berlimpah.

    Keutamaan dan anjuran sholat tahajud dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al Isra ayat 79, Allah SWT berfirman,

    وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا


    Latin: wa minal-laili fa taḥajjad bihī nāfilatal laka ‘asā ay yab’aṡaka rabbuka maqāmam maḥmụdā

    Artinya: Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.

    Setelah mengerjakan sholat tahajud, seorang muslim bisa memohon ampunan lewat doa dan dzikir. Ini menjadi momen sekaligus kesempatan berharga untuk menyampaikan hajat, keinginan maupun harapan. Tentunya semua ditujukan hanya kepada Allah SWT.

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud

    Mengutip buku 10 Kesaksian Pengamal Tahajud karya Hendri Kusuma Wahyudi, Lc, ada bacaan dzikir setelah sholat tahajud yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Dzikir ini dikerjakan dengan memperbanyak istighfar dan memohon ampunan.

    Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah membaca dzikir dan doa sesudah sholat tahajud dengan bacaan, sebagai berikut

    Arab: اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya, “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.

    Keutamaan Sholat Tahajud

    Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan sholat tahajud. Mengutip buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh, & Dhuha oleh Adnan Tarsyah dijelaskan bahwa sholat tahajud merupakan waktu yang dapat dimanfaatkan untuk memohon doa.

    1. Kebiasaan orang sholeh

    Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sholat tahajud merupakan kebiasaan yang dikerjakan oleh orang sholeh. Sebagaimana sabdanya,

    “Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang shaleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit tubuh” (HR. Tirmidzi)

    2. Diampuni dosa dan dikabulkan doa

    Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf, sholat tahajud bisa menjadi amalan yang dikerjakan untuk memohon ampunan. Sholat tahajud juga menjadi momen untuk melantunkan doa-doa.

    “Pada tiap malam, Tuhan Kamu turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Dia berfirman, “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Kuperkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepadaKu, akan Kuperkenankan permintaannya. Dan barangsiapa yang meminta ampunan kepadaKu, Aku ampuni dia”. (HR. Bukhari dan Muslim)

    3. Mendapat jaminan surga

    Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Dirikanlah sholat di waktu malam ketika manusia sedang tidur, dan masuklah surga dengan kedamaian” (HR. Ahmad, Ibnu HIbban, dan Hakim).

    Demikian bacaan dzikir dan doa setelah sholat tahajud serta beberapa keutamaan mendirikan sholat sunnah malam.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa setelah Sholat Witir, Tata Cara, dan Keutamaannya Sesuai Hadits



    Jakarta

    Sholat witir adalah sholat sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, baik di bulan Ramadhan, maupun di luar Ramadhan. Oleh karenanya, membaca doa setelah sholat witir juga memiliki keutamaan yang sangat besar.

    Berikut ini bacaan doa setelah sholat witir beserta tata cara urutan, lengkap dengan tulisan Arab, latin dan artinya sesuai tuntunan hadits.

    Bacaan Doa Setelah Sholat Witir Serta Tata Caranya

    Berikut ini tata cara dan bacaan doa setelah sholat witir lengkap yang dilansir dari nu.or.id.


    1. Sholat Witir

    Menjalankan sholat witir dengan rakaat ganjil. Sholat witir tidak dianjurkan berjamaah kecuali pada saat bulan Ramadhan.

    2. Baca Syahadat, Istigfar, Mohon Ridho

    Setelah salam, membaca syahadat, istigfar dan permohonan ridho dan surga Allah SWT.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
    أَسْتَغْفِرُ اللهَ
    أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

    Asyhadu an lā ilāha illallāh, Astaghfirullāh, Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a’ūdzu bika min sakhathika wan nār (3 kali)

    Artinya:

    “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Aku memohon ampunan Allah. Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada (rahmat)-Mu dari murka dan neraka-Mu.”

    3. Baca Tasbih

    Membaca tasbih seperti ini:

    سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

    Subhānal malikil quddūs (3 kali)

    Artinya:

    “Mahasuci Tuhan yang kudus,” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

    4. Baca Pujian Kesucian

    Membaca pujian kesucian seperti ini:

    سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

    Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh

    Artinya:

    “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni).

    5. Baca Pujian Keluasan Ampunan

    اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘annī (3 kali)
    Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna

    Artinya:

    “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku. Wahai Zat yang maha pemurah, (aku memohon) atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.”

    6. Mohon Ampun dan Keselamatan

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

    Allāhumma inī a’ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu’āfātika min ‘uqūbatika. Wa a’ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.

    Artinya:

    “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

    7. Doa Setelah Sholat Biasa

    Membaca doa setelah sholat fardlu pada umumnya.

    8. Doa Sholat Witir

    Selanjutnya membaca doa shalat witir seperti ini:

    أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi’an. Wanas-aluka ‘ilman naafi’an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka ‘amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas-aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wanas-aluka tamaamal ‘aafiyah. Wanas-alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a ‘anin naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu’anaa watadharru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaah yaa allaah yaa allaah yaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu ‘alaa khairi khalqihii muhammadin wa ‘alaa aalihii wasahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina

    Artinya:

    “Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, Tuhan kami terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.”

    9. Penutup

    Setelahnya membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca doa pendek penutup.

    Keutamaan Doa Setelah Sholat Witir

    Sholat witir termasuk sholat yang sangat dianjurkan Rasulullah karena dicintai Allah SWT. Berikut beberapa keutamaan sholat witir dan doa setelah sholat witir yang dilansir dari gontor.ac.id.

    1. Waktu yang Mustajab

    Waktu pelaksanaan sholat witir, yaitu di waktu tengah malam, adalah saat yang tepat untuk berdoa. Karena di saat itulah manusia akan bisa merasa sangat dekat dengan Allah SWT, sehingga doa setelah sholat witir akan diijabah oleh Allah.

    2. Didoakan Malaikat

    Sholat witir di akhir malam juga disaksikan para malaikat yang ikut mendoakan kita. Maka doa-doa di waktu tersebut juga disertai oleh para malaikat.

    3. Sholat yang Dicintai Allah SWT

    Salat witir sangat dicintai Allah, sesuai dengan hadits Rasulullah SAW berikut ini:

    نَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ

    “Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai orang-orang yang melakukan salat witir, maka salat witirlah, wahai para ahli Al-Quran.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    4. Lebih Besar Nilainya dari Unta Merah

    Sholat witir memiliki keutamaan nilai yang lebih besar dari seekor unta merah, terutama jika dikerjakan sebelum waktu subuh.

    حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَاشِدٍ الزَّوْفِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُرَّةَ الزَّوْفِيِّ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ حُذَافَةَ قَالَ أَبُو الْوَلِيدِ الْعَدَوِيُّ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ وَهِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ وَهِيَ الْوِتْرُ فَجَعَلَهَا لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ

    Telah menceritakan kepada Kami [Abul Walid Ath Thayalisi] dan [Qutaibah bin Sa’id] dari [Kharijah bin Hudzafah], Abu Al Walid Al Adawi berkata: Rasulullah shallallahu wa alaihi wa sallam keluar menemui Kami dan berkata: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah salat yang dia lebih baik bagi kalian dari pada unta merah, yaitu salat witir, dan telah menjadikannya berada di antara salat Isya hingga terbit fajar.” (HR Abu dawud)

    5. Mendapat Hidayah dan Keselamatan

    Orang yang melaksanakan sholat witir akan selalu mendapatkan petunjuk Allah, sehingga akan kuat menghadapi cobaan. Terlebih jika kita membaca doa qunut yang berisi permohonan petunjuk dan keselamatan kepada Allah SWT.

    Demikian tadi penjelasan mengenai doa setelah sholat witir beserta tata caranya, lengkap dengan tulisan Arab, latin dan artinya sehingga Anda akan lebih mudah memahami.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ketika Marah, Dibaca Saat Emosi Agar Bisa Meraih Surga



    Jakarta

    Doa ketika marah bisa dilafalkan saat emosi sedang memuncak. Doa ini dapat meredam marah sehingga kita tidak terjerumus dalam godaan setan.

    Marah merupakan jalan tipu daya setan dalam menjebak manusia. Siapapun yang marah ketika emosi maka ia telah gagal mengendalikan diri. Padahal setiap umat muslim dianjurkan untuk bersabar dan menghindari marah.

    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda,


    وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

    Artinya: “Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari No 1469).

    Doa Saat Marah

    Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh Hamdan Hamedan, berikut bacaan doa ketika marah.

    أعُوذُ بالله من الشيطان الرَّحيم

    Arab latin: A’udzu billahi min asy-syaithaani ar-rajiimi

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Adapun, riwayat lengkap mengenai doa tersebut dikisahkan dari Sulaiman bin Shurad RA berkata, “Ada dua orang saling memaki di hadapan Rasulullah SAW, saat itu kami sedang duduk di sampingnya. Salah seorang dari keduanya memaki temannya dengan sangat marah, sehingga tampak mukanya memar merah.

    Rasulullah SAW lalu bersabda, ‘Sesungguhnya saya mengetahui sebuah kalimat yang apabila diucapkan, maka marah kalian akan hilang, yaitu: A-‘uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).’” (HR Muslim)

    Selain itu, bisa juga membaca doa ketika marah yang lebih panjang dengan lafaz berikut,

    أعُوذُ بالله من الشيطان الرَّحيم اللهم اغْفِرْلِي ذَلِبِي وَأَذْهَبْ غَيْظَ قَلْبِي وَأَجِرْنِي مِنَ النَّارِ

    Arab latin: A’uudzu billahi minasy syaithaanir rojiim. Allahummaghfirlii dzanbi wa adzhib ghoizha qalbii wa ajirnii minan naar

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan Syaitan yang terkutuk. Ya Allah, ampunilah aku, lenyapkanlah amarah dari hatiku dan peliharalah aku dari siksa neraka.” (HR Ibnu Sunni)

    Dilansir dari NU Online, Jumat (12/3/2023) Rasulullah SAW mengajarkan doa saat dilanda marah, seperti disebutkan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar:

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

    Arab Latin: Allâhummaghfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî minas syaithâni.

    Artinya: Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.

    Keutamaan Menahan Marah

    Sayyid Muhammad Nuh dalam bukunya yang berjudul Penyebab Gagalnya Dakwah, menjelaskan beberapa keutamaan menahan marah. Semasa hidup, Rasulullah SAW telah banyak bersabda tentang orang-orang beriman yang mampu menahan marah.

    1. Anjuran dari Rasulullah SAW

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya ada seseorang yang berkata kepada Rasulullah SAW, “berilah aku nasihat.”

    Beliau bersabda, “Janganlah kamu marah,” Beliau mengulanginya beberapa kali. (HR Bukhari dan Tirmidzi)

    2. Menghindari murka Allah

    Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bahwasanya ia bertanya pada Rasulullah SAW, “apa yang akan menyelamatkanku dari murka Allah?”

    Beliau bersabda, “Janganlah kamu marah.” (HR. Ahmad)

    3. Mendapat ganjaran surga

    Diriwayatkan dari Abu Darda yang berkata, “Wahai Rasulullah SAW tunjukkan kepadaku sebuah amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga.”

    Beliau bersabda, “Janganlah kamu marah.”

    Ketika merasa marah, upayakan untuk tidak meluapkannya. Cukup bersabar dan tenangkan diri agar emosi tidak menguasai. Perbanyak membaca taawudz dan istighfar. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi hamba-Nya.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ashabul Kahfi, Bisa Dibaca agar Segala Urusan Dipermudah



    Jakarta

    Ashabul Kahfi adalah sekelompok pemuda yang bersembunyi di sebuah gua demi menghindari kejaran raja yang zalim. Bala tentara kerajaan ingin menangkap pemuda tersebut karena dianggap memiliki keyakinan yang bertentangan dengan sang raja.

    Para pemuda yang mendiami gua ini juga dikisahkan tertidur selama 309 tahun. Cerita ini dijelaskan dalam surat Al Kahfi 9-26.

    Prof Dr Wahbah az-Zuhaili melalui Tafsir al Munir Jilid 8 menuturkan bahwa kisah mengenai Ashabul Kahfi termasuk ke dalam keajaiban yang diisyaratkan dalam kitab suci tersebut. Dikatakan juga para Ashabul Kahfi merupakan pemuda mukmin yang berasal dari keluarga terhormat kota Dikyanus.


    Berkaitan dengan itu, ada sebuah doa yang dipanjatkan oleh Ashabul Kahfi ketika menyelamatkan diri. Menukil dari buku Pasti Terkabul Koleksi Doa untuk Berbagai Kesulitan susunan Thoriq Anwar, doa ini diabadikan dalam Al-Qur’an yaitu pada salah satu ayat surat Al Kahfi.

    Bacaan Doa Ashabul Kahfi

    رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

    Arab latin: Iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini),” (QS Al Kahfi: 10)

    Mengacu pada sumber yang sama, doa Ashabul Kahfi ini mustajab untuk melancarkan segala urusan yang berkaitan dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan lain sebagainya.

    Kisah di Balik Doa Ashabul Kahfi

    Berdasarkan Tafsir Al Munir, para pemuda Ashabul Kahfi selama pelariannya kerap membaca doa tersebut untuk menyibukkan diri. Mereka lantas masuk ke dalam gua tersebut dan ditidurkan oleh Allah SWT selama 309 tahun.

    Penyebutan 309 tahun ini dijelaskan dalam surat Al Kahfi ayat 25 yang berbunyi,

    وَلَبِثُوا۟ فِى كَهْفِهِمْ ثَلَٰثَ مِا۟ئَةٍ سِنِينَ وَٱزْدَادُوا۟ تِسْعًا

    Arab latin: Wa labiṡụ fī kahfihim ṡalāṡa mi`atin sinīna wazdādụ tis’ā

    Artinya: “Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi),”

    Dibangunkannya Ashabul Kahfi setelah 309 tahun bertujuan untuk menguji orang-orang seputar pengetahuan mereka tentang lama waktu mereka berada di dalam gua seperti dalam firman Allah yaitu, “… agar Kami mengetahui bahwa golongan yang tepat itu ada,”

    Mengutip buku Teka-teki Surat Al Kahfi oleh Abu Lukman Fathurrahman, sudah seharusnya kita mengambil hikmah dan pelajaran dari Ashabul Kahfi dengan fakta sejarah yang mudah diterima dan tidak dapat disangkal.

    Tujuan dikisahkan Al Kahfi disebutkan dalam surat Al Kahfi ayat 21,

    وَكَذٰلِكَ اَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوْٓا اَنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّاَنَّ السَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيْهَاۚ اِذْ يَتَنَازَعُوْنَ بَيْنَهُمْ اَمْرَهُمْ فَقَالُوا ابْنُوْا عَلَيْهِمْ بُنْيَانًاۗ رَبُّهُمْ اَعْلَمُ بِهِمْۗ قَالَ الَّذِيْنَ غَلَبُوْا عَلٰٓى اَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَّسْجِدًا

    Artinya: “Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka, agar mereka tahu, bahwa janji Allah benar, dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka, maka mereka berkata, “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.” Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya,”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Salat Tahajud, Dibaca pada Sepertiga Malam



    Jakarta

    Sebagai salat utama setelah salat wajib lima waktu, Tahajud dilaksanakan pada waktu terbaik yang apabila memanjatkan permohonan kepada Allah SWT di kala itu maka Dia akan mengabulkannya. Berikut bacaan doa setelah salat Tahajud yang dianjurkan Nabi SAW!

    Mengenai Tahajud merupakan salat sunnah terbaik sesudah salat fardu lima waktu, bersandar pada hadits riwayat dari Abu Hurairah. Ia meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya:

    أَيُّ الصَّلَاةِ أَفْضَلُ بَعْدَ الْمَكْتُوبَةِ ؟ قَالَ: الصَّلَاةُ فِي خَوْفِ اللَّيْلِ قِيْلَ فَأَيُّ الصِّيَامِ أَفْضَلُ بَعْدَ رَمَضَانَ؟ قَالَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ


    Artinya: “Salat apakah yang paling utama setelah salat wajib?” Beliau bersabda, “Salat tengah malam (lail).” Ditanya lagi, “Puasa apakah yang paling utama setelah puasa Ramadan?” Beliau menjawab, “Puasa yang pada bulan Allah menyucikannya (Muharram).” (Hadits Shahih)

    Selain itu, utamanya Tahajud dari salat sunnah lainnya yakni lantaran diperintah langsung oleh Allah SWT lewat kalam-Nya dalam Surat Al-Isra ayat 79. Dia berfirman:

    وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا – ٧٩

    Artinya: “Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

    Melalui kedua dalil di atas dapat diketahui bahwasanya salat Tahajud dikerjakan pada malam hari. Namun kapan waktu terbaik pelaksanaan Tahajud?

    Waktu Utama Tahajud adalah Waktu Mustajab Doa

    Mengutip buku Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan oleh Nasrul Umam S, dkk, sholat Tahajud didirikan pada malam hari yang dimulai setelah menunaikan salat Isya hingga terbitnya fajar.

    Adapun waktu paling utama menunaikan Tahajud, yaitu pada sepertiga malam terakhir, kisaran pukul 01.00 sampai menjelang Subuh tiba. Sebagaimana Abu Muslim pernah bertanya kepada Abu Dzar,

    “Di waktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan salat malam?” Abu Dzar menjawab, “Aku telah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini. Beliau bersabda, ‘Perut malam yang masih tinggal adalah sepertiga yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)

    Pada sepertiga malam akhir ini, ternyata Nabi SAW pernah katakan sebagai waktu diijabahnya permohonan. Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir 1 menegaskan waktu tersebut merupakan waktu mustajab, dengan berdasarkan hadits mutawatir. Di mana Rasul SAW menuturkan:

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرِ، يَقُولُ : مَنْ يَدْعُوْنِي فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلْنِي فَأَعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرْ لَهُ

    Artinya: “Rabb kita Tabaraka wa Ta’aala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir. Dia berfirman, Siapa berdoa pada-Ku niscaya Aku mengabulkannya, siapa meminta kepada-Ku niscaya Aku memberinya, dan siapa mohon ampunan pada-Ku niscaya Aku mengampuninya.” (HR Bukhari [1145, 6321, 7494], & Muslim [758])

    Syaikh Abdurrazaq menerangkan bahwa hadits di atas menunjukkan keistimewaan waktu sepertiga malam akhir yang berkah, dan menjadi seutama-utamanya waktu berdoa, istighfar dan menghadap Allah SWT dengan mengajukan permohonan, sebagaimana doa pada waktu itu akan dikabulkan.

    Doa setelah Salat Tahajud

    Bacaan doa yang bisa kaum muslim panjatkan kala sepertiga malam akhir tepatnya setelah salat Tahajud, yaitu seperti yang Rasulullah SAW ajarkan. Berikut lafalnya yang dilansir dari buku Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan:

    اللَّهُمَّ لكَ الحَمْدُ أنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ لكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ أنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ أنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ، ولَكَ الحَمْدُ أنْتَ الحَقُّ ووَعْدُكَ الحَقُّ، ولِقَاؤُكَ حَقٌّ، وقَوْلُكَ حَقٌّ، والجَنَّةُ حَقٌّ، والنَّارُ حَقٌّ، والنَّبِيُّونَ حَقٌّ، ومُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ حَقٌّ، والسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لكَ أسْلَمْتُ، وبِكَ آمَنْتُ، وعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وإلَيْكَ أنَبْتُ، وبِكَ خَاصَمْتُ، وإلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لي ما قَدَّمْتُ وما أخَّرْتُ، وما أسْرَرْتُ وما أعْلَنْتُ، أنْتَ المُقَدِّمُ، وأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لا إلَهَ إلَّا أنْتَ

    Latin: Allahumma lakal hamdu anta qoyyumussamawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta malikussamawati waman fihinna wa lakal hamdu anta nurussamawati wal ardhi waman fihinna wa lakal hamdhu anta haqqu wawa’dhukal haqqu waliqaa ‘ukal haqqun wa qoulukal haqqun wal jannatun haqqun wannaaru haqqun wan nabiiyuna haqqun wa muhammadun sallalahu alaihi wasallama haqqun, was saa’atu haqqun. allahumma laka aslamtu, wa bika amantu, wa ilaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu wabika khasamtu wa ilaika hakamtu fagfirli maa qoddamtu wamaa akkhortu, wamaa assrortu, wamaa a’lantu wamaa anta a’lamu bihi minni antal muqoddimu wa antal walahaula wala kuata illa billah. muakkhiru lailahailla anta

    Artinya: “Ya Allah segala puji bagi-Mu. Engkaulah pengatur langit, bumi, dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Kepunyaan-Mu lah kerajaan langit dan bumi dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Engkaulah cahaya langit dan bumi dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Kepunyaan-Mu lah kekuasaan langit dan bumi dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Engkau Maha Haq, janji-Mu haq, pertemuan dengan-Mu haq, firman-Mu haq, surga itu haq, neraka itu haq, nabi-nabi itu haq, Muhammad SAW itu haq, dan kiamat itu haq. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, dengan-Mu aku beriman, terhadap-Mu aku bertawakal, ke pangkuan-Mu aku kembali, karena-Mu (memberi hujjah dan penjelasan) aku berdebat, dan kepada-Mu lah aku ber hakim. Ampunilah dosaku yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan, yang aku lakukan dengan diam-diam maupun yang aku lakukan secara terang-terangan. Engkaulah Yang Maha Dahulu, dan Engkaulah Yang Maha Akhir. Tidak ada Tuhan kecuali Engkau atau tidak ada Tuhan selain Allah “.

    Itulah doa setelah salat Tahajud yang bisa dibaca pada sepertiga malam terakhir yang mana merupakan waktu mustajab doa. Semoga bisa diamalkan!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa di Multazam, Salah Satu Tempat Mustajab



    Jakarta

    Multazam adalah salah satu tempat mustajab untuk berdoa ketika berada di Tanah Suci. Memanjatkan doa di Multazam dapat dilakukan setelah tawaf.

    M Syukron Maksum dalam buku Bimbingan Lengkap Haji dan Umrah menjelaskan bahwa nama Multazam diambil dari kata lazim yang berarti “harus”. Multazam adalah tempat di mana Allah SWT mengharuskan atas diri-Nya untuk menerima permohonan setiap orang yang tulus kepada-Nya.

    Multazam merupakan dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Tempat ini merupakan tempat yang utama untuk berdoa dan dipergunakan oleh jemaah haji dan umrah untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT setelah selesai melakukan tawaf.


    Bacaan Doa di Multazam

    Mengutip Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, berikut bacaan doa di Multazam:

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَكَ وَيُكَافِيءُ مَزِيدَكَ أَحْمَدُكَ بِجَمِيعِ مَحَامِدِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ عَلَى جَمِيعِ نِعَمِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْها وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَعَلَى كُلّ حَالٍ، اَللَّهُمَّ صَلِ وَسَلّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ أَعِذْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وأَعِذْنِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَفَنِعْنِي بِمَا رَزَقْتَنِي وَبَارِكْ لِي فِيهِ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَكْرَمِ وَفْدِكَ عَلَيْكَ وَأَلْزِمُنِي سَبيل الاسْتِقَامَةِ حَتَّى أَلْقَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

    Arab latin: Allahumma lakal hamdu hamday yuwaafi ni’amika wa yukaafiu maziidak, ahmaduka bi jamii-i mahaamidika maa ‘alimtu minhaa wa maa lam a’lam ‘alaa jamii-i ni’amika maa ‘amiltu minhaa wa maa lam a’lam wa ‘alaa kulli haal, alaahumma shalli wa sallim ‘alaa muhammadin wa’alaa aali muhammad, allaahumma a’idznii minasy syaithaanir rajiim, wa ‘aid- znii min kulli suu’, wa qanni’nii bi maa razaqtanii wa baarik lii fiih. Allaa- hummaj ‘alnii min akrami wafdika ‘alaika, wa alzimnii sabiilal istiqaamati hattaa alqaaka yaa rabbal ‘aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah, Segala puji bagi-Mu, dengan pujian yang menyampaikan pada kenikmatan-Mu dan menepati tambahan kenikmatan itu. Aku memuji-Mu dengan semua pujian baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui atas seluruh kenikmatan-Mu baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, atas segala keadaan. Ya Allah, limpahkanlah shplawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW dan keluarga Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, lindungilah aku dari syaitan-syaitan yang terkutuk, dan lindungilah aku dari segala keburukan dan jadikanlah aku qanaah menerima apa yang Engkau berikan dan berkahilah di dalamnya untukku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mulia yang Engkau utus, dan tetapkanlah istikamah sampai aku bertemu kepada-Mu, wahai Tuhan pemilik seluruh alam.”

    Ketika melaksanakan tawaf, menurut pendapat Imam Syafi’i dan kebanyakan ulama Syafi’iyah disunnahkan membaca Al-Qur’an. Hal ini dikarenakan tawaf merupakan tempatnya zikir, sedangkan zikir yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an.

    Membaca Al-Qur’an lebih diutamakan dibandingkan dengan doa-doa yang tidak ma’tsur. Asy-Syaikh Abu Muhammad al-Juwaini mengatakan: “Disunnahkan membaca Al-Qur’an di dalam tawaf hingga khatam, dan pahalanya sangatlah besar. ” Wallahu a’lam.

    Ketika melaksanakan tawaf, disunnahkan pula untuk mengusap Hajar Aswad dan ketika memulai tawaf membaca:

    بسم الله والله اكبر. اللهم إيماناً بك وتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ واتباعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Arab latin: Bismillaahi wal laahu akbar, allaahumma iimaanan bika wa tash- diiqan bikitaabika wa wafaa-an bi’ahdika wat tibaa’an lisunnati nabi- yyika shal lallaahu ‘alaihi wasallam

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, dan Allah Mahabesar ya Allah tawaf ini karena iman kepada-Mu, pembenaran kepada kitab-Mu penunaian terhadap janji-janji-Mu dan mengikuti Nabi-Mu SAW.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 30 Doa Sehari-hari yang Umat Muslim Harus Tahu, Mudah Dihafal



    Jakarta

    Sebagai umat Muslim, sudah selayaknya kita dianjurkan untuk selalu memanjatkan doa sebelum dan sesudah beraktivitas sehari-hari.

    Doa menjadi salah satu cara umat Muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT. Melalui doa, umat Muslim dapat memohon kepada Allah SWT dan berserah diri atas hasil yang akan diberikan. Memanjatkan doa sebelum berkegiatan sehari-hari juga akan memudahkan kita dalam segala urusan dan perlindungan dari Allah SWT. Selain itu, berdoa juga akan memberikan keberkahan pada suatu hal yang umat Muslim kerjakan.

    Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umat Muslim untuk selalu memanjatkan doa dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Doa harian ini mudah dihafal sehingga mudah dikerjakan dan diamalkan, mulai dari bangun tidur hingga kembali istirahat pada malamnya. Biasanya beberapa doa pendek sehari-hari bahkan sudah diajarkan saat masih anak-anak.


    Lantas apa saja doa-doanya? Yuk simak doa sehari-hari yang umat Muslim wajib tahu berikut ini.

    30 Doa Sehari-Hari yang Umat Muslim Harus Ketahui

    Mulai dari bangun tidur hingga menyambut sore ada doa yang bisa dibacakan. Berikut doa-doanya:

    1. Do’a Ketika Bangun Tidur

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

    Artinya: “Segala Puji bagi Allah yang menghidupkan kami sesudah mati/tidur kami, dan kepada-Nya kami kembali”

    2. Doa Sebelum Tidur

    بِسْمِكَ االلّٰهُمَّ اَحْيَا وَبِاسْمِكَ اَمُوْتُ

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku hidup dan aku mati”

    3. Doa Ketika Mimpi Baik

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ قَطْلَ الْحَاجَتِ

    Alhamdulillahil ladzii qodzoo haajaati

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku”

    4. Doa Ketika Mimpi Buruk

    اللَّهُمَّ إنِّي أعوذُ بِكَ مِن شرِّها وشرِّ ما فيها

    Allahumma innî a’udzûbika min syarrihâ wa syarri mâ fîhâ.

    Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari mimpi buruk dan apa yang buruk di dalam mimpi.

    5. Doa Masuk WC/Kamar Mandi

    اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

    Allahumma Innii a’uudzubika minal khubutsi wal khoaaitsi

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan setan laki-laki dan setan perempuan”

    6. Doa Keluar WC/Kamar Mandi

    غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

    Ghufraanakal hamdu lillaahil ladzii adzhaba ‘annil adzaa wa ‘aafaanii

    Artinya: “Dengan mengharap ampunanMu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan”

    7. Doa Melepas Pakaian

    بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

    Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa

    Artinya: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya”

    8. Doa hendak berpakaian

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثوْبَ وَرَزَقَنيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنيِّ وَلَا قُوَّةٍ

    Alhamdulillahi alladzi kasaamii hadza ats-tsauba wa razaqanihi min ghairi hawlinn minni walaa quwwatin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugrahkan pakaian ini kepadaku, tanpa ada daya serta kekuatan dariku.” (HR Tirmidzi & Ibnu Majah, dari Mu’adz bin Anas Al-Anshari)

    9. Doa Memakai Pakaian Baru

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِهِ وَشَرِ مَا صُنِعَ لَهُ

    Allahuma lakalhamdu anta kasautaniihi as’aluka min khairihi wa khairi maa suni’a lahu wa a’uudzubika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu

    Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau yang telah memakaikan pakaian itu kepadaku. Aku meminta kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya (pakaian) dan kebaikan apa saja yang ia dibuat untuknya. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa saja yang ia dibuat untuknya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, & Hakim, dari Abu Sa’id Al-Khudri)

    10. Doa Ketika Bercermin

    اَلْحَمْدُ ِللهِ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِىْ فَحَسِّـنْ خُلُقِىْ

    Alhamdulillaahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku”

    11. Doa Sebelum Makan

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَناَ فِيْمَا رَزَقْتَنا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، بِسْمِ اللهِ

    Allahumma barik lana fi ma razaqtana wa qina adzaban nar, bismillah.

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah kamu pada apa yang telah Engkau karuniakan dan lindungilah kami dari siksa neraka. Bismillah (atas nama Allah).”

    12. Doa Sesudah Makan

    اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ المُسْلِمِيْن

    Alhamdulillahilladzi ath’amana wa saqana wa ja’alana minal muslimin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan telah memberi kami minum, dan menjadikan kamu termasuk orang yang patuh.”

    13. Doa Berpergian

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Allohumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa waathwi ‘annaa bu’dahu. Allohumma antashookhibu fiissafari walkholiifatu fiil ahli.

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga”.

    14. Doa Sampai di Tempat Tujuan

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى سَلَمَنِى وَالَّذِى اَوَنِى وَالَّذِى جَمَعَ الشَّمْلَ بِ

    Alhamdulillahil ladzi sallamani wal ladzi awani wal ladzi jama’asy syamla bi

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan akau dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkanku dengan keluargaku.

    15. Doa Naik Kendaraan Darat

    بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآاِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

    Bismillaahi majrahaa wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim.

    Artinya: “Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar, berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    16. Doa Sebelum Belajar

    يَارَبِّ زِدْنِىْ عِلْمًا وَارْزُقْنِىْ فَهْمًا

    Yaarobbi zidnii ‘ilman warzuqnii fahmaa

    Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman”

    17. Doa Mohon Ilmu yang Bermanfaat

    اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Allahumma innii as-aluka ‘ilmaan naafi’aan wa rizqoon thoyyibaan wa ‘amalaan mutaqobbalaan

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rezki yang baik dan amal yang baik Diterima. (H.R. Ibnu Majah)”

    18. Doa Sesudah Belajar

    اَللّٰهُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

    Allaahumma innii astaudi’uka maa ‘allamtaniihi fardud-hu ilayya ‘inda haajatii wa laa tansaniihi yaa robbal ‘alamiin

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan kepada Engkau ilmu-ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan kembalikanlah kepadaku sewaktu aku butuh kembali dan janganlah Engkau lupakan aku kepada ilmu itu wahai Tuhan seru sekalian alam.”

    19. Doa Keluar Rumah

    بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِالله

    Bismillaahi tawakkaltu ‘alalloohi laa hawlaa walaa quwwata illaa bilaahi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tiada daya kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah.”

    20. Doa Masuk Rumah

    اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَسْأَلُكَ خَيْرَالْمَوْلِجِ وَخَيْرَالْمَخْرَجِ بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللهِ رَبّنَا تَوَكَّلْنَا

    Allahumma innii as-aluka khoirol mauliji wa khoirol makhroji bismillaahi wa lajnaa wa bismillaahi khorojnaa wa’alallohi robbina tawakkalnaa

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu baiknya tempat masuk dan baiknya tempat keluar dengan menyebut nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakkal”

    21. Doa Masuk Masjid

    أَعُوذُ بِاللهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيْمِ. بسْمِ اللهِ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

    A’uudzu billahil ‘adziimi wa bi wajhihi al-kariimi wa sulthaanihi al-qadiimi minasy syaithaani arrajiim. Bismillah wassalaamu ‘ala rasuulillahi Allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah- Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Swt., dan semoga keselamatan terlimpahkan atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.” (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah, & Thabrani)

    22. Doa Keluar Masjid

    أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

    A’udzu billahil azhim wa biwajhihil karim wa sulthanihil qadim minas syaithanir rajim. Bismillahi walhamdulillah. Allahumma shalli wa sallim’ala sayyidina muhammadin wa’ala ali sayyidina Muhammadin. Allahummaghfirli dzunubi waftahli abwaba fadhlik.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya yang sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Wahai Tuhanku, berilah salawat dan sejahtera atas sayyidina Muhammad dan atas keluarga sayyidina Muhammad. Wahai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Buka lah bagiku segala pintu kemurahan-Mu.”

    23. Doa Sebelum Wudhu

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala”

    24. Doa Setelah Wudhu

    اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ

    الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

    Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina, waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiina.

    Artinya: “Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh”

    25. Doa Pergi ke Masjid

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُوْرًا وَفِيْ لِسَانِي نُوْرًا وَفِي سَمْعِيْ نُوْرًا وَفِي بَصَرِي نُوْرًا وَمِنْ فَوْقِي نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِي نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِي نُوْرًا وَعَنْ شِمَالِي نُوْرًا وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا وَمِنْ خَلْفِيْ نُورًا وَاجْعَلْ لِي فِي نَفْسِي وَأَعْظِمْ لِي نُوْرًا وَعَظِّمْ لِي نُوْرًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا وَاجْعَلْنِي نُورًا اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي عَصَبِيْ نُوْرًا وَ فِي لَحْمِي نُوْرًا وَفِي دَمِيْ نُوْرًا وَفِي شَعْرِيْ نُورًا وَفِي بَشَرِيْ نُورًا.

    Allahummaj’al fii qalbii nuuran wa fii lisaanii nuuran wa fii sam’ii nuuran wa fii basharii nuuran wa min fawqii nuuran wa min tahtii nuuran wa ‘an yamiinii nuuran wa ‘an syimaalii nuuran wa min amaamii nuuran wa min khalfii nuuran waj’al lii fii nafsii wa a’dzim lii nuuran wa ‘adzdzim lii nuuran waj’al lii nuuran waj’alnii nuuran. Allahumma a’thinii nuuran waj’al fii ‘ashabii nuuranwa fii lahmii nuuranwa fii damii nuuranwa fii sya’rii nuuran wa fii basyarii nuuran

    Artinya: “Ya Allah, ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, perbesarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untukku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku.” (HR Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Abbas)

    26. Doa Setelah Iqamah

    أَقَامَهَا اللَّهُ وَأَدَامَهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ

    Aqaamahallaahu wa adaamahaa maa daamatis samaawaatu wal ardhu

    Artinya: “Semoga Allah menegakkan dan mengekalkan shalat selama masih ada langit dan bumi.”

    27. Doa Setelah Adzan

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    Allahumma rabba hadzihi ad-da’wati at-taammati wash sholaatil qaa’imati aati muhammadan al-wasiilata wal fadhiilata wab’atshu maqaaman mahmuudan alladzi wa’adtah

    Artinya: “Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini, dan shalat yang akan didirikan, berilah Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangkitkan untuknya kedudukan terpuji yang Engkau janjikan.” (HR Bukhari, dari Jabir bin Abdullah)

    28. Menyambut Sore

    اَللّٰهُمَّ بِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ اَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

    Allahumma bika amsainaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir

    Artinya: “Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu petang dan waktu pagi, karena Engkau kami hidup dan mati dan kepada-Mu juga kami akan kembali.”

    29. Doa Menjelang Shubuh

    اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا وَضِيْقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

    Allaahumma inni a’udzubika min dzhiiqid-dunyaa wa dzhiiqi yaumal-qiyaamati

    Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dunia dan kesempitan hari kiamat. (HR. Abu Daud)”

    30. Doa Menyambut Pagi Hari

    اَللّٰهُمَّ بِكَ اَصْبَحْنَا وَبِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَاِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Alloohumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuuru

    Artinya: “Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu pagi dan waktu petang, dan karena Engkau kami hidup dan mati dan kepada-Mu juga kami akan kembali.”

    Nah, itulah doa sehari-hari yang mudah dihafalkan dan di amalkan oleh umat muslim, semoga bermanfaat bagi detikers!

    (elk/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Arab, Latin, dan Artinya



    Jakarta

    Ziarah kubur biasanya dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia kepada orang tua, kerabat, leluhur ataupun orang terdekat. Saat melakukan tradisi ini, sebaiknya kita mengetahui mengenai doa ziarah kubur khususnya kepada orang tua.

    Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk mendoakan orang tua memohon agar mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT. Ziarah kubur menjadi salah satu kegiatan yang bisa dijadikan sarana untuk mendoakan sekaligus dianjurkan Rasulullah SAW.

    Melalui sebuah riwayat hadits dari Buraidah bin Al-Hashib, ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda,


    كُنْتُ نَهَيْتُكُم عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَزُورُوهَا

    Artinya: “Aku (Rasulullah) dahulu pernah melarang kalian berziarah kubur, dan kini berziarahlah.” (HR Muslim, Ahmad, & Nasa’i)

    Dari riwayat Buraidah bin Al-Hashib, Rasulullah SAW bersabda:

    فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَزُورَ فَلْيَزُرْ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرًا

    Artinya: “Barang siapa ingin ziarah maka hendaklah dia ziarah, dan jangan kamu mengucapkan hujran.” (HR Muslim)

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2 menerangkan perkara yang dimaksud hujran adalah ucapan batil. Contoh dari hujran ini adalah seperti berdoa memohon kepada ahli kubur, meminta bantuan dari mereka yang meninggal, tawasul dan minta keberkahan dari mereka. Hal seperti disyariatkan dengan tegas bahwa tidak diperkenankan.

    Selanjutnya, berikut ini adalah bacaan doa ziarah kubur orang tua yang dilansir dari arsip detikHikmah. Bacaan-bacaan ini menukil buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2, dan Al-Adzkar: Buku Induk Doa Zikir oleh Imam Nawawi, berikut adalah bacaannya.

    5 Pilihan Bacaan Doa Ziarah Kubur Orang Tua

    1. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Versi Pertama

    السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

    Arab Latin: “Assalaamu ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta’khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun”

    Artinya: “Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang Mukminin dan Muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu.” (HR Muslim, dari Aisyah)

    2. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Versi Kedua

    السَّلَامُ عَلَيْكُم دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

    Arab Latin: “Assalaamu ‘alaikum daara qaumin mu’miniin wa innaa in syaa’allaahu bikum laahiquun”

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kuburan dari kaum mukmin, dan insyaAllah kami akan menyusul kalian.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

    3. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Versi Ketiga

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

    Arab Latin :”Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar”

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

    4. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Keempat

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، أسألُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُم العَافِيَةَ

    Arab Latin: “Assalaamu ‘alaikum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun wa asalu Allahu lanaa wa lakumul ‘aafiyah”

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat.” (HR Muslim, dari Buraidah)

    5. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Versi Kelima

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ

    Arab Latin: “Assalaamu ‘alaikum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un”

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian.” (HR Nasa’i & Ibnu Majah)

    Begitulah tulisan kali ini membahas mengenai doa ziarah kubur orang tua. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com