Category: Doa Hadits

  • Doa setelah Akad Nikah dalam Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Setelah akad nikah, di dalam budaya Islam, disunnahkan untuk mengucapkan doa kepada pengantin pria. Doa ini memiliki tujuan untuk memohon keberkahan Allah SWT bagi pengantin pria dan mengharapkan agar Allah SWT menyatukan keduanya dalam kebaikan.

    Pada pembahasan kali ini kita akan membahas doa-doanya serta merujuk kepada hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan dan tuntunan doa untuk pengantin pria setelah akad nikah.

    Doa setelah Akad Nikah dalam Islam

    Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah: Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, doa yang disunnahkan untuk diucapkan kepada pengantin pria setelah akad nikah adalah sebagai berikut,


    بَاركَ اللهُ لَكَ أَوْ بَارَكَ اللهُ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab Latin: “Baarakallaahu laka, atau baarakallaahu ‘alaika wa jama’a baina-kumaa fii khair,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah untukmu, atau semoga keberkahan Allah untukmu dan semoga Dia mengumpulkan antara kalian berdua dalam kebaikan.”

    Selain itu, disunnahkan juga untuk mengucapkan doa pada tiap-tiap mempelai dengan bacaan berikut.

    بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِي صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab latin: “Baarakallaahu likulli wahidin min kumaa fii shaahibihi wa jama’a bainakumaa fii khair,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas tiap-tiap dari kalian dalam perjodohannya, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    Dalam Kitab Shahih Bukhari-Muslim, ada hadits yang diriwayatkan dari Anas RA. Hadits tersebut menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Abdurrahman bin Auf RA,

    بَارَكَ اللهُ لَكَ

    Arab Latin: “Baarakallaahu laka,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah untukmu.”

    Dalam riwayat yang sama, Nabi Muhammad SAW juga bersabda kepada Jabir RA. Saat itu, dia memberitahu Rasulullah SAW tentang pernikahannya. Rasulullah SAW mengatakan,

    بَارَكَ اللهُ عَلَيْكَ

    Arab Latin: “Baarakallaahu ‘alaika,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas kamu.”

    Dalam Kitab-kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Diceritakan bahwa ketika ada seseorang yang menikah, Rasulullah SAW mengucapkan,

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

    Arab Latin: “Baarakallaahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fil khair,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah untukmu, semoga Dia memberikan keberkahan-Nya atasmu, dan semoga Dia menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    Demikian pembahasan mengenai doa setelah akad nikah. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Penutup Acara dan Adab yang Harus Diperhatikan Saat Membacanya


    Jakarta

    Doa penutup acara bisa dipanjatkan kaum muslimin selepas acara. Doa dibaca agar orang-orang yang hadir di sana diberkati dan diberi kebaikan, kesehatan, serta keselamatan saat perjalanan pulang.

    Saking pentingnya doa, Rasulullah SAW sendiri menyebut doa sebagai ibadah yang utama. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

    “Ibadah yang paling utama adalah doa,” (HR Al-Hakim)


    Dikatakan dalam buku Doa-doa dalam Acara Resmi, Keagamaan dan Kemasyarakatan susunan Drs M Ali Chasan Umar, dengan berdoa maka kita akan memperoleh naungan rahmat Allah, dilindungi dari bencana, menghilangkan kegelisahan dan mempermudah kesulitan.

    Doa Penutup Acara: Arab, Latin dan Artinya

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

    Arab latin: Subhaanakallaahumma wa bi-ḥamdika, asyhadu allaa Ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayka

    Artinya: “Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu,”

    Doa penutup majelis di atas berdasarkan hadits yang diriwayatkan Tirmidzi. Dengan memanjatkan doa tersebut, niscaya dosa-dosa akibat perkataan atau perbuatan yang tidak bermanfaat ketika acara berlangsung.

    Selain membaca doa penutup acara, doa juga dipanjatkan ketika acara dibuka. Mengutip dari buku Doa Para Nabi dan Rosul karya Nurul Huda dikatakan doa itu tercantum dalam surat Al A’raf ayat 43 yang berbunyi,

    … الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ …

    Arab latin: “Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk,” (QS Al A’raf: 43)

    Adab ketika Membaca Doa Penutup Acara

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut sejumlah adab yang bisa diperhatikan ketika membaca doa penutup acara.

    • Dalam keadaan suci dan menghadap kiblat
    • Dengan penuh kekhusyukan dan tadharru’
    • Memuji kepada Allah di permulaan berdoa dan menyanjungkan shalawat atas Nabi Muhammad SAW dalam doanya
    • Mengulang doa itu sampai dua-tiga kali
    • Mengangkat kedua tangannya pada waktu berdoa
    • Pada waktu akan berdoa, diawali dengan membaca Basmalah dan disudahi dengan bacaan Hamdalah
    • Mengokohkan kepercayaan bahwa doa itu akan diperkenankan Allah dan tidak merasa gelisah jika doa itu tidak diperkenankan-Nya
    • Bertawakal dan penuh dengan harap kepada Allah atas doanya.

    Demikian bacaan doa penutup acara dan adabnya. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk Pasar Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Keutamaannya



    Jakarta

    Pasar adalah tempat terjadinya aktivitas jual beli dalam keseharian manusia. Doa masuk pasar dapat dibaca umat muslim agar terhindar dari urusan duniawi yang dapat membuatnya lalai.

    Terkait dengan pasar, ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa Allah SWT membenci tempat tersebut karena suatu alasan. Dinukil dari buku Amalan-Amalan Pembuka Pintu Rezeki karya Nasrudin & Husnul Akib, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا


    Artinya: “Tempat yang paling Allah cintai adalah masjid, dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar.” (HR Muslim).

    Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menerangkan alasan yang mendasari hadits tersebut, yaitu karena di pasar banyak sekali tindakan kecurangan, penipuan, riba, persaingan duniawi, dan terkadang membuat manusia lalai terhadap perintah-Nya.

    Supaya pasar tetap mendatangkan berkah dan kerahmatan Allah SWT, alangkah baiknya umat muslim memanjatkan doa ketika memasuki pasar.

    Rasulullah SAW pun dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab RA telah memerintahkan umatnya untuk melafalkan doa setiap kali akan masuk ke pasar. Di balik perintah tersebut juga mengandung keutamaan pahala yang istimewa, sebagaimana beliau bersabda:

    مَنْ دَخَلَ سُوقاً مِنَ الأَسْوَاقِ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ

    Artinya: “Barang siapa masuk pasar, kemudian dia membaca (doa masuk pasar), siapa yang membaca doa tersebut ketika masuk pasar, Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, dan menghapuskan darinya satu juta keburukan,” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Darimi, Al Hakim).

    Lantas, seperti apa doa masuk pasar yang dibaca Rasulullah SAW? Berikut ini bacaannya, dirangkum dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ust. Ahmad Zacky El-Syafa & Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hayat karya Nurdin Hasan.

    Doa Masuk Pasar Sesuai Sunnah

    1. Doa Masuk Pasar Versi Pertama

    لا اله الا الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ قدير

    Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syaarika lahu lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil khairu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiirun.

    Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang Maha Esa. Ti- ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia adalah Zat Yang Menghidupkan dan Mematikan serta Dia adalah Zat Yang Maha Hidup tidak akan mati. Dalam kekuasaan-Nya segala ke- baikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. Tirmizi).

    2. Doa Masuk Pasar Versi Kedua

    بِسْمِ اللهِ الهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السُّوْقِ وَخَيْرَ مَافِيهَا أعوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَافِيهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أصِيْبَ فِيْهَا يَميْنًا فَاجرَةً أَوْ صَفَقَةً حَاسِرَةً

    Latin: Bismillaahi allaahumma innii as’aluka khairo haadzihis suuqi wa khaira maa fiihaa wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa. Allaahumma innii a’uudzu bika an ushiiba fiihaa yamiinan faajirotan au shafaqatan khaasirotan.

    Artinya: “Dengan nama Allah ya Allah, aku memohon kepada Engkau kebaikan pasar ini dan kebaikan apa yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan apa yang ada di dalamnya. Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau jangan aku terkena musibah padanya, karena sumpah durhaka atau laba yang merugikan.” (HR. Hakim).

    Demikian bacaan doa masuk pasar yang dibaca Rasulullah SAW. Umat muslim yang mengamalkannya, akan dicatat satu juta kebaikan oleh Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Nabi Musa yang Bisa Diamalkan dalam Kehidupan


    Jakarta

    Nabi Musa AS adalah rasul yang diutus oleh Allah SWT di tengah kepemimpinan Raja Firaun. Sang penguasa dari Mesir itu memperlakukan rakyatnya dengan kejam tanpa ada rasa belas kasih.

    Mengutip buku Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir, Firaun juga senang menagih pajak yang tinggi serta menjadikan kaum Bani Israil sebagai budak kerajaan. Alhasil, sikap Firaun yang angkuh dan kejam membuat rakyatnya jadi sengsara.

    Melihat kekejaman Firaun, Nabi Musa bertekad untuk menemui Firaun dan mengajaknya untuk masuk ke dalam Islam. Mendengar hal tersebut, Firaun menolak karena menganggap Nabi Musa bukanlah rasul utusan Allah SWT.


    Sejumlah ahli tafsir menyebut bahwa Nabi Musa AS kurang fasih dalam berbicara. Jadi selama berdakwah, ia dibantu oleh saudaranya yakni Nabi Harun AS untuk menyampaikan ajaran Islam, khususnya kepada kaum Firaun.

    Dalam surah Al-Qashash ayat 34, Allah SWT berfirman:

    وَاَخِيْ هٰرُوْنُ هُوَ اَفْصَحُ مِنِّيْ لِسَانًا فَاَرْسِلْهُ مَعِيَ رِدْءًا يُّصَدِّقُنِيْٓ ۖاِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ ٣٤

    Latin: Wa akhī hārụnu huwa afṣaḥu minnī lisānan fa arsil-hu ma’iya rid`ay yuṣaddiqunī innī akhāfu ay yukażżibụn

    Artinya: “Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku. Sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku.”

    Semasa hidupnya, Nabi Musa terus berdoa kepada Allah SWT agar selalu diberikan perlindungan dan kemudahan. Apa saja doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa? Simak dalam artikel ini.

    Doa Nabi Musa yang Bisa Diamalkan

    Dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi: Mengungkap Rahasia Kemustajaban Doa Para Nabi dan Keutamaannya untuk Diamalkan oleh Syamsuddin Noor, terdapat sejumlah doa Nabi Musa yang bisa diamalkan dalam kehidupan. Doa ini juga telah tertuang dalam beberapa surat di Al-Quran.

    1. Doa Nabi Musa AS Ketika Menghadapi Firaun

    Ketika menghadapi bala tentara Firaun, Nabi Musa berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan. Hal ini termaktub dalam surat Thaha ayat 25-28:

    رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى يَفْقَهُوا۟ قَوْلِى

    Latin: Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

    Artinya: Musa berkata: “Ya Rab-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

    2. Doa Nabi Musa Agar Diberi Keselamatan

    Nabi Musa juga berdoa kepada Allah SWT untuk diberikan keselamatan agar terhindar dari kedzaliman pasukan Firaun. Doa ini terutang dalam Surat Al-Qashash ayat 21, yakni sebagai berikut:

    فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Latin: Fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn.

    Artinya: Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa, “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”

    3. Doa Nabi Musa Agar Dituntun ke Jalan yang Benar

    Dalam kisahnya, Nabi Musa pernah kabur agar terhindar dari pasukan Firaun yang kejam. Lalu, Nabi Musa berdoa kepada Allah SWT agar dituntun ke jalan yang benar, seperti yang termaktub dalam surat Al-Qashash ayat 22:

    وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَآءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّىٓ أَن يَهْدِيَنِى سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

    Latin: Wa lammā tawajjaha tilqā`a madyana qāla ‘asā rabbī ay yahdiyanī sawā`as-sabīl.

    Artinya: Dan tatkala ia menghadap ke negeri Madyan, ia berdoa (lagi) “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar.”

    4. Doa Nabi Musa Agar Mendapat Kebaikan

    Nabi Musa pernah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan suatu hal yang baik meski berada di tengah kesulitan. Doa ini tertuang dalam surat Al-Qashash ayat 24:

    فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

    Latin: Fa saqā lahumā ṡumma tawallā ilaẓ-ẓilli fa qāla rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr.

    Artinya: Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

    5. Doa Nabi Musa Agar Dilindungi dari Perbuatan Dzalim

    Suatu waktu, Nabi Musa secara tidak sengaja pernah membunuh seorang pria dari kaum Firaun. Sebab, kala itu ia terlibat perkelahian dengan seorang pria dari kaum Bani Israil.

    Atas perbuatannya tersebut, Nabi Musa kemudian memohon ampun kepada Allah SWT. Doa tersebut kemudian termaktub dalam surat Al-Qashash ayat 16, yakni sebagai berikut:

    قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

    Latin: Qāla rabbi innī ẓalamtu nafsī fagfir lī fa gafara lah, innahụ huwal-gafụrur-raḥīm.

    Artinya: Musa berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku.” Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Nah, itu dia kumpulan doa Nabi Musa yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini dapat menambah ilmu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Pembuka Majelis beserta Adab ketika Menghadirinya


    Jakarta

    Doa pembuka majelis dibaca ketika acara hendak dimulai. Umumnya, majelis ilmu diawali dan diakhiri dengan doa.

    Abdul Hamid melalui bukunya yang berjudul Memaknai Kehidupan menjelaskan terkait definisi majelis. Secara bahasa, majelis berasal dari bahasa Arab majlis yang artinya tempat duduk. Namun, dalam konteks ini yang dimaksud majelis ialah majelis ilmu atau majelis taklim.

    Majelis juga disebut sebagai acara Islam yang mana menjadi ajang bertemunya orang-orang dengan tujuan tertentu. Sejak zaman Rasulullah SAW berbagai kegiatan majelis ilmu telah digelar.


    Hal tersebut sebagaimana termaktub dalam Sirah Nabawiyyah bahwa majelis ilmu pertama beliau sejak diangkat menjadi Rasulullah adalah di rumah Arqam bin Abi al-Arqam. Kala itu, majelis ilmu tidak hanya berfungsi untuk menyebarkan ilmu, tetapi sekaligus tempat kaderisasi para sahabat Rasulullah.

    Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda:

    “Jika kalian melewati taman surga, maka berhentilah. Mereka bertanya, apakah taman surga itu? Beliau menjawab, halaqah dzikir (majelis ilmu)” (HR Tirmidzi)

    Mengenai doa pembuka majelis sendiri tercantum dalam surat Al A’raf ayat 43 seperti dikutip dari buku Doa Para Nabi dan Rosul karya Nurul Huda.

    Doa Pembuka Majelis: Arab, Latin dan Arti

    … الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ …

    Arab latin: “Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk,”

    Selain itu, ada juga doa pembuka majelis versi lainnya yang lebih panjang, berikut bunyinya:

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . أَمَّا بَعْدُ

    Arab Latin: “Innal hamdalillaah, nahmaduhuu, wa nasta’iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na’uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a’maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Ammaa ba’du.”

    Artinya: “Segala puji hanya kepada Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya,”

    Adab Menghadiri Majelis

    Berikut sejumlah adab yang dapat diperhatikan saat menghadiri majelis seperti dinukil dari buku Kuliah Adab susunan ‘Aabidah Ummu ‘Aziizah dan buku Penuntun Doa Beserta Tata Caranya oleh Abu Ihsan.

    1. Memilih Tempat Duduk yang Paling Depan

    Adab lainnya dalam menghadiri majelis ialah memilih tempat duduk yang paling depan. Jangan memilih tempat duduk yang jauh, hendaknya duduk dengan sambil menyimak majelis.

    2. Jangan Berputus Asa

    Maksudnya, dalam menghadiri majelis hendaknya seorang muslim tidak berputus asa saat merasa sulit mencerna ilmu yang disampaikan. Hal-hal itu disebut sebagai rintangan dan ujian yang Allah berikan, seperti merasa bosan, tidak ada teman kajian, dan lain sebagainya.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga,” (HR Muslim)

    3. Ikhlas karena Allah SWT

    Saat menghadiri majelis, hendaknya seseorang merasa ikhlas untuk menuntut ilmu. Luruskan niat hanya kepada Allah SWT agar dapat menerima ilmu dengan mudah.

    4. Perhatikan Ilmu yang Disampaikan

    Dikisahkan oleh Imam az-Zahabi dalam Takzirah al Huffadz, Ahmad bin Sinan mengatakan tidak ada seorang pun yang mengobrol di majelis Abdurrahman bin Mahdi. Bahkan, pena pun tidak bersuara.

    Dengan menerapkan hal ini, maka ilmu yang diperoleh dari majelis dapat lebih dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

    5. Tidak Makan dan Minum

    Ketika menghadiri majelis, hendaknya seseorang fokus memperhatikan majelis yang berlangsung. Jangan makan ketika menghadiri majelis.

    Demikian doa pembuka majelis dan adab ketika menghadirinya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa agar Rezeki Dimudahkan, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Rezeki merupakan hak-hak tiap makhluk di muka Bumi. Dalam Islam, rezeki tidak melulu soal materi atau finansial, melainkan lebih dari itu.

    Nikmat sehat, berkah umur, mudah jodoh dan terhindar dari segala marabahaya termasuk ke dalam rezeki yang Allah berikan kepada tiap-tiap umatnya. Rezeki ditujukan kepada siapa saja yang Allah SWT kehendaki.

    Dengan demikian, rezeki tidak hanya diberikan kepada mereka yang taat beribadah, tetapi juga bagi mereka yang ingkar. Rezeki bagi orang-orang ingkar disebut dengan istidraj, artinya rezeki tersebut dapat mendatangkan azab.


    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dapat dibaca agar rezeki seseorang dimudahkan. Menukil dari buku Surga yang Allah Janjikan karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Allah SWT menyukai hamba yang paling sering berdoa dan orang yang memohon dengan sungguh dalam berdoa.

    Diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    “Barangsiapa tidak mau meminta kepada Allah, Allah akan marah kepadanya,” (HR Bukhari, Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

    Bacaan Doa agar Rezeki Dimudahkan

    Mengutip buku Doa Mengundang Rezeki susunan Islah Susmian dan buku Cara Kaya Seperti Nabi Sulaiman tulisan Ahmad Zainal Abidin, berikut sejumlah doa yang bisa dipanjatkan agar rezeki seseorang dimudahkan.

    1. Doa Dimudahkan Rezeki di Pagi Hari

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Arab latin: Allahmumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa mala’ikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu lailaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, kepada semua malaikat, dan kepada semua makhluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu,” (HR Abu Daud).

    2. Doa Dimudahkan Rezeki serta Ilmu yang Bermanfaat

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Arab latin: Allaahumma inii as-aluka rizqan thayyiban wa ‘ilman naafi’an wa ‘amalan mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima,” (HR Al Mustaghfiri).

    3. Doa Dimudahkan Rezeki yang Luas

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَ مَشَقَّةٍ وَلاَ ضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Allaahumma innii as’aluka an tarzuqanii rizqan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin, innaka a’laa kulli sya’in qadiirun

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk berkenan memberiku rezeki yang luas serta baik, tanpa payah. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu,”

    4. Doa Pembuka Pintu Rezeki

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ وَ أَمْسَيْتُ وَأَنَا أُحِبُّ الْخَيْرَ وَأُكْرِهُ الشَّرِّ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ

    Arab latin: Allahumma innii ashbahtu wa amsaitu wa ana uhibbul khaira wa ukrihusy syarra wa subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

    Artinya: “Ya Allah, aku bangun di pagi hari dan pulang pada sore hari, dan aku senang terhadap perkara yang baik dan aku benci akan perkara yang buruk. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah. Maha Besar Allah, tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung,”

    5. Doa agar Rezeki Berlimpah

    اللَّهُمَّ يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا مَوْجُوْدُ يَا جَوَّادُ يَابَاسِطُ يَا كَرِيمُ يَاوَهَّابُ يَاذَا الطُّوْلِ يَاغَنِيُّ يَا مُغْنِي يَافَتَاحُ يَارَزَّاقُ يَا عَلَيْمُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَارَحْمَنُ يَا رَحِيمُ يَابَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَاذَا جَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَنَّانُ يَامَنَّانُ الْفَحْنِي مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ تُغْنِنِي عَمَّنْ سَوَاكَ

    Arab latin: Allaahumma yaa ahadu ya waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baasithu yaa kariimu ya wahhaabu yaa dzath thauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa rozzaaqu yaa ‘aliimu yaa hayyu yaa qayyuum yaa rahmaanu yaa rahiim yaa badii’us samaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannanu yaa mannaanu infahni minka binafhati khairin tughnini ‘amman siwaaka.

    Artinya: “Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Esa tiada terbagi-bagi, wahai Dzat yang Maha Esa tiada bersekutu, wahai Dzat yang Maujud, wahai Dzat yang Maha Pemurah, wahai Dzat yang Maha Pembagi, wahai Dzat yang Maha Mulia, wahai Dzat yang Maha Pemberi, wahai Dzat yang Memiliki Anugrah, wahai Dzat yang Maha Kaya, wahai Dzat yang Maha Pemberi wahai Dzat yang Maha pembuka pintu rezeki, wahai Dzat yang Maha Mengetahui, wahai Dzat yang Maha Hidup, wahai Dzat yang Maha Pengasih, wahai Dzat yang Maha Penyayang, wahai Dzat yang Maha Pemberi Anugrah, limpahkanlah rezeki dari-Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian siapapun selain Engkau,”

    6. Doa Nabi Sulaiman AS Memohon Rezeki pada Allah SWT

    Nabi Sulaiman diberikan harta yang melimpah oleh Allah SWT. Kala itu, tak ada seorang pun yang dapat menandingi jumlah kekayaannya.

    Beliau senantiasa berdoa untuk memohon rezeki kepada Allah SWT, salah satunya dengan membaca doa yang termaktub dalam Al-Qur’an sebagai berikut,

    قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

    Arab latin: Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb

    Artinya: Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi,” (QS Shaad: 35).

    Demikian sejumlah doa yang dapat dipanjatkan untuk memudahkan rezeki. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Surga di Telapak Kaki Ibu dalam Islam, Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Ada salah satu bunyi hadits yang mungkin dekat dengan keseharian masyarakat muslim Indonesia dan mungkin kerap diperbincangkan dalam konteks pembahasan keluarga. Isi hadits tersebut tentang surga di bawah telapak kaki ibu.

    Diketahui, hadits tersebut merupakan potongan hadits yang diriwayatkan dari An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad. Berikut bunyi hadits yang bersanad shahih oleh Al-Hakim berikut,

    عن معاوية بن جاهمة السلمي، أن جاهمة رضي الله عنه جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله أردت أن أغزو وقد جئت أستشيرك . فقال : هل لك من أم؟ قال نعم. قال : فالزمها فإن الجنة تحت رجليها


    Artinya: Dari Mu’awiyah bin Jahimah As-Sulami, ia datang menemui Rasulullah SAW. la berkata, “Wahai Rasulullah, saya ingin ikut berperang dan saya sekarang memohon nasihat kepadamu?” Rasulullah SAW lalu bersabda, “Kamu masih punya ibu?” Mu’awiyah menjawab, “Ya, masih. Rasulullah SAW bersabda, “Berbaktilah kepada ibumu (lebih dahulu) karena sungguh ada surga di bawah kedua kakinya!”

    Arti Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

    Terdapat berbagai hikmah yang dapat dipahami dan dipelajari dari hadits di atas. Menurut penjelasan Ronny Strada dalam buku Mencari Surga di Telapak Kaki Ibu karya Abdul Wahid, makna dari mencari surga di telapak kaki ibu adalah sebagai bentuk pengabdian kepada orang tua, terutama ibu.

    Surga yang dimaksud di sini tidak hanya merujuk kepada surga akhirat semata. Sebaliknya, ini merujuk kepada upaya untuk mendapatkan ridha, kasih sayang, cinta, dan keikhlasan dari ibu.

    Dengan berbakti kepada ibu, kita berharap agar Allah SWT memberikan petunjuk dan pengampunan-Nya kepada kita. Dengan demikian, di masa depan kita akan mendapatkan perlindungan dalam menjalankan semua perintah-Nya dan diberikan kekuatan untuk menjauhi segala larangan-Nya.

    Di dalam teks juga dijelaskan bahwa surga di bawah telapak kaki ibu merupakan kiasan yang menunjukkan bahwa sebagai anak, kita wajib untuk patuh dan berbakti kepada ibu. Cara berbakti kepada ibu adalah dengan menghormati, menghargai, dan memberikan prioritas pada kepentingannya.

    Surga di bawah telapak kaki ibu adalah lambang dari ketaatan dan pengabdian kepada ibu. Sebab itulah, pengabdian tersebut menjadi jalan bagi kita untuk mencapai surga.

    Beberapa Cara Mendapatkan Surga di Telapak Kaki Ibu

    Dikutip dari sumber yang sama, ada beberapa cara agar kita dapat meraih surga di telapak kaki ibu. Berikut ini adalah caranya.

    1. Memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada ibu, seperti membantu dalam tugas-tugas rumah tangga atau memberikan hadiah yang berarti, sebagai tanda penghargaan dan kebaikan terhadap ibu.

    2. Menggunakan bahasa yang sopan dan menghormati ketika berkomunikasi dengan ibu, dengan menghindari ucapan yang kasar atau menyakitkan hati, sehingga mencerminkan rasa hormat dan perhatian kepada ibu.

    3. Mendoakan ibu dengan ikhlas dan memohon doanya, mengungkapkan harapan baik dan kebaikan untuk ibu serta memohon berkah Allah agar ibu senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keselamatan.

    4. Memberikan semangat dan penghargaan yang besar kepada ibu, dengan kata-kata pujian, ungkapan terima kasih, dan memberikan dukungan moral yang kuat, sebagai bentuk penghormatan atas peran dan dedikasi ibu dalam hidup kita.

    Berbakti kepada orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain. Perkara ini bahkan diterangkan dalam firman-Nya surah Al Isra ayat 23 dan 24.

    وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

    وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

    Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

    Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

    Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah menyebut bahwa orang tua adalah pintu surga paling pertengahan. Beliau bersabda, “Orang tua merupakan pintu surga paling pertengahan, jika engkau mampu maka tetapilah atau jagalah pintu tersebut.” (HR Ahmad)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Hadits tentang Kebersihan, Bisa Diterapkan dalam Keseharian


    Jakarta

    Kebersihan sebagian dari iman. Ungkapan tersebut menjadi bukti pentingnya kebersihan dalam ajaran Islam.

    Bahkan, Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan umat Islam untuk menjaga kebersihan. Dijelaskan dalam buku Pendidikan Akhlak Berbasis Hadits Arba’in An-Nawawiyah susunan Dr Saifudin Amin MA, kebersihan jadi tolak ukur kehidupan kaum muslimin.

    Hal tersebut dibuktikan dalam kitab-kitab fikih klasik diawali dengan pembahasan thaharah atau bersuci. Selain itu, kaum muslimin juga harus membersihkan diri sebelum menghadap Allah SWT, seperti berwudhu.


    Berikut sejumlah hadits yang membahas tentang kebersihan seperti dinukil dari Kitab Ihya’ Ulumuddin oleh Imam Al-Ghazali dan buku Fiqih Thaharah karangan Ibnu Abdullah.

    7 Hadits tentang Kebersihan

    1. Sebagai Kunci Diterimanya Salat

    مِفْتاَحُ الصَّلاَةِ الطُّهُوْرُ.

    Artinya: “Kunci (diterimanya atau sahnya) shalat adalah bersuci,” (HR Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, Hakim, Ibnu Majah, ad-Daruquthni, dan ad-Darimi)

    2. Allah SWT Menyukai Tempat yang Bersih

    إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ, نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ, كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ, جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ, فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

    Artinya: “Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu,” (HR Tirmidzi)

    3. Kebersihan Sebagian dari Iman

    الطُهُورُ نِصْفُ الإِيْمَانِ.

    Artinya: “Kesucian adalah sebagian dari iman,” (HR Muslim)

    4. Islam Dibangun Atas Dasar Kebersihan

    تَنَظَّفُوْا بِكُلِّ مَا اِسْتَطَعْتُمْ فَاِنَ اللهَ تَعَالَي بَنَي الاِسْلاَمَ عَلَي النَظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلاَ كُلُّ نَظِيْفٍ

    Artinya: “Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta’ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih,” (HR Ath-Thabrani)

    5. Menjaga Kebersihan Masjid dan Mushola

    أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وسلم ببنيان المساجد في الدور ، وأمر أن تنظف وتطيب “. أخرجه أحمد في “المسند” (26386) ، وصححه الشيخ الألباني في السلسة الصحيحة (2724)

    Artinya: “Rasulullah SAW memerintahkan untuk membangun masjid di perkampungan. Dan memerintahkan untuk membersihkan dan memberi wewangian,” (HR Ahmad)

    6. Anjuran Membersihkan Halaman

    طَهِّرُوا أَفْنِيَتَكُمْ ، فَإِنَّ الْيَهُودَ لَا تُطَهِّرُ أَفْنِيَتَهَا ” . أخرجه الطبراني في “المعجم الأوسط” (4057) ، وحسنه الشيخ الألباني في “السلسلة الصحيحة”

    Artinya: “Bersihkan halaman kamu, karena sesungguhnya orang Yahudi tidak membersihkan halamannya,” (HR Thabrani)

    7. Pahala Menjaga Kebersihan

    Rasulullah mengatakan bahwa Allah SWT menjanjikan surga bagi yang membersihkan dahan pohon di jalanan,

    مرَّ رجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ فَقَالَ : وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهُمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ

    Artinya: “Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalangi jalan, lalu ia berkata, “Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin,” maka Allah pun memasukkannya ke surga,” (HR Muslim)

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Surga Disebut Ada 100 Tingkatan, Jaraknya Sejauh Langit dan Bumi



    Jakarta

    Surga disebut memiliki 100 tingkatan dengan Firdaus sebagai tingkatan tertinggi. Menurut sebuah hadits, jarak setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi.

    Hadits yang memuat tingkatan surga ini dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dari Muadz bin Jabal dan turut dinukil Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Shifat Al-Jannah wa ma ‘A’adda Allahu li Ahliha min An-Na’im. Muadz bin Jabal mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang mengerjakan salat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadan, maka menjadi kewajiban bagi Allah untuk mengampuninya, baik ia ikut hijrah atau duduk saja di tempat ia dilahirkan ibunya.”


    Muadz bin Jabal bertanya, “Ya Rasulullah, tidakkah sebaiknya aku keluar untuk memberitahukan hal ini kepada orang-orang?”

    Beliau menjawab, “Jangan biarkan orang-orang itu beramal. Sesungguhnya dalam surga ada seratus tingkatan, di mana jarak antara setiap dua tingkatan sama seperti jarak antara langit dan bumi. Tingkatannya yang paling tinggi adalah surga Firdaus. Di sana terdapat Arasy, dan surga tersebut merupakan bagian yang paling tengah dari surga. Darinyalah memancar sungai-sungai surga. Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus.” (HR At Tirmidzi)

    Dalam hadits Atha’ dari Ubadah bin Ash-Shamit juga dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya dalam surga terdapat seratus tingkatan.”

    Senada dengan itu, Abu Hurairah RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dalam surga ada seratus tingkatan yang jarak antara setiap dua tingkatan sama dengan perjalanan seratus tahun.” Ibnu Qayyim mengatakan bahwa hadits ini hasan-gharib.

    Sementara itu, dalam riwayat dari Abu Said yang secara sanadnya terangkat dikatakan, “Sesungguhnya dalam surga ada seratus tingkatan yang seandainya seluruh alam berkumpul pada salah satu di antara tingkatan-tingkatan tersebut, maka ia dapat menampung mereka.” (HR Ahmad)

    Derajat Tertinggi dalam Surga

    Imam Muslim dalam Kitab Shahih-nya mengeluarkan hadits dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA yang mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَى صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدِ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ فِى الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

    Artinya: “Apabila kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bacalah sholawat atasku. Karena barang siapa yang bersholawat atasku satu sholawat, maka Allah bersholawat atasnya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Allah wasilah untukku, karena ia adalah suatu tempat di surga yang tidak kecuali untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Allah, dan aku berharap sekiranya akulah menjadi hamba tersebut. Barang siapa memintakan wasilah untukku maka syafaat halal untuknya.”

    Menurut riwayat lain, wasilah ini adalah derajat yang paling tinggi dalam surga. Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika kalian bersholawat atasku, maka mohonlah wasilah kepada Allah untukku.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu wasilah?” Beliau menjawab, “Derajat yang paling tinggi dalam surga, tidak ada yang memperolehnya kecuali satu orang, dan aku berharap sekiranya akulah orang itu.” (HR Ahmad)

    Wallahu a’lam.

    (kri/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Minum Air Zamzam dan Artinya Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Bertepatan dengan momentum pulang haji 2023, para kerabat atau pun keluarga dari jemaah haji biasanya mendapatkan oleh-oleh berupa air zamzam. Ada bacaan doa minum air zamzam yang dapat diamalkan muslim ketika hendak meminumnya.

    Ketika seseorang ingin minum air zamzam, disunnahkan untuk membaca doa kepada Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad dari Jabir RA disebutkan,

    مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ


    Artinya: “Air zamzam sesuai dengan apa yang diniatkan peminumnya.” (HR Ibnu Majah)

    Oleh karena itu, Imam Nawawi dalam Kitab Al Adzkar mengatakan, para ulama menyarankan agar sebelum meminumnya, kita memohon ampun, kesehatan, atau mengutarakan keinginan lain kepada Allah SWT. Tabi’in ahli tafsir Mujahid RA pun menyatakan hal serupa bahwa atas izin Allah SWT, kehendak awal dari sang peminum dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

    Dikutip dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera karangan M. Khalilurrahman Al Mahfani dan buku Khasiat Air Zam-zam oleh Taufiqurrohman, M.Si, berikut bacaan doa minum air zamzam.

    Bacaan Doa Minum Air Zamzam dan Artinya

    اللهم اني اسألك علما نَافِعًا، وَرِير قا واسعا، سأَلَكَ وشفاء من كل داء

    Arab Latin: “Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wasyifaa-an min kulli daa-in.”

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari tiap penyakit.”

    Terdapat juga bacaan doa lain untuk minum air zamzam sembari berdiri dengan menghadap kiblat. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    Arab Latin: “Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan wasi’an wa shifa’an min kulli da’in wa saqamin bi rahmatika ya arhamarrahimin.”

    Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya daku bermohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan penawar bagi segala penyakit; Dengan Rahmat Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang!”

    Adab Minum Air Zamzam

    Saat kita merasa haus dan melihat air segar zamzam di hadapan kita, kebiasaan kita mungkin langsung meraihnya dan meneguknya dalam satu tegukan. Namun, berbeda dengan air biasa, ada etika yang harus diikuti saat meminum air zamzam.

    Berikut adalah adab-adab dalam meminum air zamzam.

    1. Membaca basmalah sebelum meminumnya.

    2. Tidak meminumnya dalam satu tegukan.

    3. Mendoakan dan memohon hajat sebelum meminumnya.

    Air zamzam juga mengandung beberapa keutamaan sebagaiamana dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW. Beliau berkata,

    إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

    Artinya: “Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam zam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa sebagai obat penyakit.” (HR Muslim).

    Menurut keterangan riwayat lain, Rasulullah SAW sendiri pernah menggunakan air zam zam sebagai penawar penyakit. Hadits ini telah dishahihkan Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah yang berbunyi,

    حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ

    Artinya: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa air zam-zam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkan dengan air zam-zam.” (HR Al Baihaqy).

    Demikianlah doa minum air zamzam dan adab yang dapat diamalkan oleh muslim, baik mereka yang sedang menjalankan ibadah haji maupun yang tidak. Semoga bermanfaat.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com