Category: Doa Hadits

  • Doa Khatam Quran 30 Juz, Bisa Dibaca saat Selesai Membaca Al-Qur’an


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca ketika seorang muslim selesai membaca 30 juz dalam Al-Qur’an. Doa ini mengandung makna ungkapan syukur sekaligus memohon agar dapat mengamalkan isi Al-Qur’an dengan baik.

    An-Nawawi berpendapat bahwa cara membaca Al-Qur’an yang utama adalah membaca dengan urutan mushaf yang ada. Dimulai dari surat Al-Fatihah (surat pertama), kemudian dilanjutkan surat Al-Baqarah (surat kedua), surat Ali Imran (surat ketiga) dan seterusnya hingga surat terakhir yakni surat An-Naas surat ke-114.

    Mengutip buku Mendidik Anak: Membaca, Menulis dan Mencintai Al-Quran oleh Ahmad Syarifuddin, dijelaskan bahwa para sahabat Rasulullah SAW dengan keimanan dan keikhlasan hati berlomba-lomba membaca Al-Qur’an sampai khatam. Ada yang khatam dalam sehari semalam saja, bahkan ada yang khatam dua kali dalam sehari semalam.


    Imam asy-Syafi’i diceritakan beliau membiasakan khatam Al-Quran sepanjang bulan Ramadan dua kali dalam sehari. Sementara para sahabat rata-rata khatam Al-Qur’an sekali dalam seminggu. Seperti Abdullah bin Umar, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Mas’ud dan Ubai bin Ka’ab. Semua biasanya khatam Al-Qur’an di hari Jumat.

    Doa Khatam Al-Qur’an

    Dilansir laman NU Online (11/8/2023), membaca doa khatam Quran memiliki keistimewaan.

    اِذَا خَتَمَ الْعَبْدُ الْقُرْأٓنَ صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ خَتْمِهِ سِتُّوْنَ اَلْفِ مَلِكٍ

    Artinya: “Apabila seorang hamba telah mengkhatamkan Al Quran, maka akan hadir 60.000 malaikat yang membacakan istighfar untuknya saat khatam Al Quran tersebut.” (HR ad-Dailamy)

    Bacaan Doa Khatam Quran 1

    Terdapat beberapa bacaan doa khatam quran yang bisa dibaca saat selesai mengkhatamkan 30 Juz. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai doa khotmil (khatam) quran adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Allhummarhamni bilquran. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa’atrofannahaar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin.

    Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”

    Doa Khatam Quran 2

    Selain doa di atas, ada berbagai doa khatam Quran lainnya yang juga sering dibaca. Salah satunya sebagaimana yang disebutkan Imam an-Nawawi dalam kitab at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, sebagai berikut:

    اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ۞ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْم فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ۞

    اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا وَأَزِلْ عُيُوْبَنَا وَتَوَّلَنَا بِالْحُسْنَى وَزَيِنَّا بِالتَّقْوَى وَاجْمَعْ لَنَا خَيْرَ الآخِرَةِ وَالْأُوْلَى وَارْزُقْنَا طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنَا ۞ اَللَّهُمَّ يَسِّرْنَا لِلْيُسْرَى وَجَنِّبْنَا الْعُسْرَى وَأَعِذْنَا مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا وَأَعِذْنَا مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ ۞

    اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتَّقْوَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى ۞ اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَبْدَانَنَا وَخَوَاتِيْمِ أَعْمَالِنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَهْلِيْنَا وَأَحْبَابَنَا وَسَائِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَجَمِيْعَ مَا أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ مِنْ أُمُوْرِ الآخِرَةِ وَالدُّنْيَا ۞

    اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاجْمَعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ أَحْبَابِنَا فِي دَارِ كَرَامَتِكَ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ ۞ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَدْلِ فِي رِعَايَاهُمْ وَالْاِحْسَانِ إِلَيْهِمْ وَالشَّفَقَةِ عَلَيْهِمْ وَالرِّفْقِ بِهِمْ وَالْإِعْتِنَاءِ بِمَصَالِحِهِمْ وَحَبِّبْهُمْ إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةِ إِلَيْهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِصِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَالْعَمَلِ بِوَظَائِفِ دِيْنِكَ الْقَوِيْمِ ۞

    اللَّهُمَّ الْطُفْ بِعَبْدِكَ سُلْطَانَنَا وَوَفِّقْهُ لِمَصَالِحِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَحَبِّبْهُ إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةَ إِلَيْهِ ۞ اللّهُمَّ ارْحَمْ نَفْسَهُ وَبِلَادَهُ وَصُنْ أَتْبَاعَهُ وَأَجْنَادَهُ وَانْصُرْهُ عَلَى أَعْدَاءِ الدّيْنِ وَسَائِرِ الْمُخَالِفِيْنَ وَوَفِّقْهُ لِإِزَالَةِ الْمُنْكَرَاتِ وَإِظْهَارِ الْمَحَاسِنِ وَأَنْوَاعِ الْخَيْرَاتِ وَزِدِ الْاِسْلَامَ بِسَبَبِهِ ظُهُوْرًا وَأَعِزَّهُ وَرَعِيَّتَهُ إِعْزَازًا بَاهِرًا ۞

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِي أَوْطَانِهِمْ وَاقْضِ دِيْوَنَهُمْ وَعَافِ مَرْضَاهُمْ وَانْصُرْ جُيُوْشَهُمْ وَسَلِّمْ غُيَّابَهُمْ وَفُكَّ أَسْرَاهُمْ وَاشْفِ صُدُوْرَهُمْ وَأَذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمُ الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، إِلهَ الْحَقِّ، وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ ۞

    اللّهُمَّ اجْعَلْهُمْ آمِرِيْنَ بِالْمَعْرُوْفِ فَاعِلِيْنَ بِهِ نَاهِيْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ مُجْتَنِبِيْنَ لَهُ مُحَافِظِيْنَ عَلَى حُدُوْدِكَ قَائِمِيْنَ عَلىَ طَاعَتِكَ مُتَنَاصِفِيْنَ مُتَنَاصِحِيْنَ ۞ اللَّهُمَّ صُنْهُمْ فِي أَقْوَالِهِمْ وَأَفْعَالِهِمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِي جَمِيْعِ أَحْوَالِهِمْ الحمد لله رب العالمين حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده ۞

    اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ۞ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْم فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ۞

    Artinya:

    “Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam dengan pujian yang memadai dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya

    ۞ Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah penghulu kami Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkati Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

    ۞ Ya Allah, perbaikilah hati kami, hilangkanlah keburukan kami, bimbinglah kami dengan jalan yang terbaik, hiasilah kami dengan ketaqwaan, kumpulkanlah bagi kami kebaikan akhirat dan dunia dan anugerahkanlah kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau menghidupkan kami.

    ۞ Ya Allah, mudahkanlah kami ke jalan kemudahan dan jauhkanlah kami dari kesukaran, lindungilah kami dari keburukan diri kami dan amal-amal kami yang buruk, lindungilah kami dari siksa neraka dan siksa kubur, fitnah semasa hidup dan sesudah mati serta fitnah Al-Masih Ad-Dajjal

    ۞ Ya Allah, kami mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri dan kecukupan

    ۞ Ya Allah, Kami titipkan pada-Mu agama, jiwaraga dan penghabisan amal-amal kami, keluarga dan orang-orang yang kami cintai, kaum muslimin lainnya dan segala urusan akhirat dan dunia yang Engkau anugerahkan kepada kami dan mereka

    ۞ Ya Allah, kami mohon kepadaMu maaf dan keselamatan dalam agama, dunia dan akhirat. Kumpulkanlah antara kami dan orang-orang yang kami cintai di negeri kemuliaanMu dengan anugerah dan rahmatMu

    ۞ Ya Allah, perbaikilah para pemimpin muslimin dan jadikanlah mereka berlaku adil terhadap rakyat mereka, berbuat baik kepada mereka, menunjukkan kasih sayang dan bersikap lemah-lembut kepada mereka serta memperhatikan kemaslahatan mereka. Jadikanlah mereka mencintai rakyat dan mereka dicintai rakyat. Jadikanlah mereka menempuh jalanMu dan mengamalkan tugas-tugas agamaMu yang lurus

    ۞ Ya Allah, berlembutlah kepada hambaMu, penguasa kami dan jadikanlah dia memperhatikan maslahat-maslahat dunia dan akhirat. Jadikanlah dia mencintai rakyatnya dan jadikanlah dia dicintai rakyat

    ۞ Ya Allah, rahmatilah diri dan negerinya, jagalah para pengikut dan tentaranya, tolonglah dia untuk menghadapi musuh-musuh agama dan para penantang lainnya. Jadikanlah dia bertindak menghilangkan berbagai kemungkaran dan menunjukkan kebaikan-kebaikan serta berbagai bentuk kebajikan. Jadikanlah Islam semakin tersebar dengan sebabnya, muliakanlah dia dan rakyatnya dengan kemuliaan yang cemerlang

    ۞ Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin dan murahkanlah harga-harga mereka, amankanlah mereka di negeri-negeri mereka, lunasilah hutang-hutang mereka, sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara mereka, bebaskanlah mereka yang ditawan, sembuhkanlah penyakit hati mereka, hilangkanlah kemarahan hati mereka dan persatukanlah diantara mereka. Jadikanlah iman dan hikmah dalam hati mereka, tetapkanlah mereka di atas agama Rasul SAW. Ilhamilah mereka agar memenuhi janjiMu yang Engkau berikan kepada mereka, tolonglah mereka dalam menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Tuhan Yang Maha Besar dan jadikanlah kami dari golongan mereka

    ۞ Ya Allah, jadikanlah mereka menyuruh berbuat kebaikan dan mengamalkannya, mencegah dari kemungkaran dan menjauhinya, memelihara batas-batasMu, melakukan ketaatan kepadaMu, saling berbuat baik dan menasehati

    ۞ Ya Allah, jagalah dalam pendapat dan perbuatan mereka, berkatilah mereka dalam semua keadaan mereka

    ۞ Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam dengan pujian yang memadai dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya

    ۞ Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam ke atas Muhammad dan keluarga Penghulu Kami Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah Penghulu kami Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkati Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.” (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, Dar el-Minhaj, halaman 184-186)

    Doa Khatam Quran 3

    Doa Khatam Quran Lengkap dengan Tawassul

    Dalam penjelasan lain, tata cara membaca doa Khatam Quran juga dapat dimulai dengan membawa tawasul kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Juga kepada para nabi terdahulu, para ulama dan para ahli kubur.

    Tawasul:

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    ١- الْفَاتِحَةَ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ عَلَى أٰلِهِ وَ أَزْوَاجِهِ وَ ذُرِّيَّاتِهِ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. شَيْءٌ لِهِ۫حَ لَهُمُ الْفَاتِحَةْ.

    ۲- ثُمَّ إِلَى حَضَرَاتِ جَمِيْعِ اِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْمُجْتَهِدِيْنَ وَ مُقَلِّدِيْهِمِ فِى الدِّيْنِ وَ الْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَ المُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ وَ جَمِيْعِ أَوْلِيَاءِ اللهِ الْكِرَامِ خُصُوْصًا سُلْطَانَ الْأَوْلِيَاءِ سَيِّدَنَا الشَّيْخَ عَبْدَ الْقَادِرِ اَلْجَيْلاَنِيِّ قَدَّسَ اللهُ سِرَّهُ الْعَزِيْزَ.شَيْءٌ لِهَِ۫ا لَهُمُ الْفَاتِحَةْ. ۳-

    ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وإِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَ بَحْرِهَا خُصُوْصًا ا۫بَاءَنَا وَ أُمَّهَاتِنَا وَ أَجْدَادِنَا وَ جَدَّاتِنَا وَ أَعْمَامِنَا وَ عَمَّاتِنَا وَ أَخْوَالِنَا وَ خَالَاتِنَا وَ نَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَاه۫هُنَا بِسَبَبِهِ وَ لِأَجْلِهِ …. (sebutkan ahli kubur dimaksud) لَهُمُ الْفَاتِحَةْ.

    ٤- ثُمَّ الْفَاتِحَةَ بِنِيَّةِ الْقَبُوْلِ وَالْوُصُوْلِ وَ حُصُوْلِ تَمَامِ كُلِّ سُوْلٍ وَ مَاْمُوْلٍ وَصَلاَحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَ بَاطِنًا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْأۤخِرَةِ دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّ جَالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِأَوْلَادِنَا وَلِأَحْبَابِنَا وَمَشَايِخِنَا فِى الدِّيْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَ عَلَى نِيَّةٍ اَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا وَ قَوَالِبَنَا مَعَ التُّقَى وَالْهُدَى وَالْعَفَافِ وَالْمَوْتِ عَلَى دِيْنِ الْٳِسْلاَمِ بِلاَ مِحْنَةٍ وَلاَ امْتِحَانٍ بِجَاهِ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانٍ جَامِعَةً لِكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ وَزِيَادَةً وَمَحَبَّةً فِيْ شَرَفِ الْحَبِيْبِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ اٰلِهِ وَسَلَّمَ. الْفَاتِحَةْ.

    Artinya:

    1. Al-Fatihah untuk hadrat Nabi Mustofa, Rasulullah SAW, beserta keluarga, keturunan, dan para sahabatnya yang mulia. Sesuatu yang menguntungkan bagi mereka adalah membaca Al-Fatihah.

    2. Kemudian kepada seluruh saudara-saudara dari para nabi, rasul, para sahabat, para pengikut, para shiddiqin, para syuhada, orang-orang shaleh, ulama yang gigih berusaha, para pengikut mereka dalam agama, para penulis yang ikhlas, dan para mujahidin di jalan Allah serta semua wali-wali Allah yang mulia, terutama sultan dari para wali, Sayyidina Syekh Abdul Qadir al-Jailani, semoga Allah menyucikan rahasianya. Sesuatu yang menguntungkan bagi mereka adalah membaca Al-Fatihah.

    3. Kemudian kepada seluruh orang Muslim dan Muslimah yang berada dalam kubur, di Timur dan Barat, darat dan laut, terutama kepada ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, dan khususnya kepada mereka yang kita kumpulkan di sini karena alasan tertentu, (sebutkan orang-orang di kubur yang dimaksud). Sesuatu yang menguntungkan bagi mereka adalah membaca Al-Fatihah.

    4. Kemudian Al-Fatihah dengan niat untuk diterima, untuk mencapai kedekatan dengan Allah, untuk meraih segala kebutuhan, kesuksesan dalam urusan dunia dan agama, dan lain-lain.

    (dvs/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah Tobat 100 Kali Sehari, Begini Istighfar yang Beliau Baca


    Jakarta

    Rasulullah SAW memiliki sifat maksum atau terhindar dari perbuatan dosa. Meski demikian, beliau tetap bertobat dan meminta ampun kepada Allah SWT setiap harinya.

    Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan dalam kitab At-Taubah Wa al-Inabah, Rasulullah SAW bertobat dan meminta ampun sebanyak 70 atau 100 kali sehari. Dalam hadits beliau bersabda,

    “Hai manusia, bertobatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.”


    Sementara itu, dalam hadits lain sebagaimana dinukil Ibnu Jauzi dalam kitab Al Wafa, Ibnu Umar RA pernah mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Wahai manusia bertobatlah kepada Tuhanmu, karena saya bertobat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.” (HR Abu Ashim dan Az-Zabidi)

    Bacaan Istighfar Rasulullah

    Dalam Sunan Abi Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah melalui hadits yang berasal dari Ibnu Umar RA dikatakan, setiap harinya Rasulullah SAW bertobat dan membaca istighfar berikut sebanyak 100 kali,

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Arab latin: Raabbighfir lii watub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim

    Artinya: “Ya Allah Tuhanku, ampunilah aku dan berikanlah tobat atasku, sungguh Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Pengasih.”

    Imam at-Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan. Hadits tersebut turut diriwayatkan Al-Qurthubi, Asy-Suyuthi, dan Abu Nu’aim.

    Sa’id bin Abi Burdah turut meriwayatkan dari bapaknya dari kakeknya yang mengatakan, “Kami kedatangan Rasulullah ketika kami sedang duduk-duduk. Beliau langsung bersabda, ‘Aku tidak pernah bangun pagi kecuali aku beristighfar seratus kali.” (HR Muslim, As-Suyuthi)

    Tobatnya Umat Islam Lebih Cepat Diterima dan Mudah Dilakukan

    Tobatnya umat Nabi Muhammad SAW lebih sempurna dari umat-umat yang lain, lebih cepat diterima, dan lebih mudah dilakukan, sebagaimana dikatakan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Jami’ as-Sirah.

    Diketahui, tobatnya umat nabi terdahulu dilakukan dengan proses yang sulit. Contohnya tobat yang dilakukan sekelompok orang dari bani Israil yang menyembah sapi dilakukan dengan cara dibunuh saudaranya yang tidak ikut melakukan dosa itu.

    “Apabila demikian halnya umat bani Israil, maka umat Islam–karena karamah yang dianugerahkan Allah–diperintahkan bertobat dengan cara menyesali dan berhenti melakukan perbuatan dosa yang pernah dilakukannya,” jelas Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Setan Ikut Santap Makanan yang Tak Dibacakan Basmalah, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca basmalah dalam memulai setiap aktivitas, termasuk saat hendak makan. Ada sebuah hadits yang menyebut, setan akan ikut menyantap makanan yang tidak dibacakan basmalah.

    Hadits yang menyebut bahwa setan akan ikut makan makanan yang tidak dibacakan basmalah ini termuat dalam Shahih Muslim. Imam Muslim meriwayatkannya dari Hudzaifah, ia berkata,

    “Jika kami menghadiri jamuan makan bersama Nabi SAW maka kami tidak menjamah makanan sebelum Rasulullah mengawali dan menjamah makanan. Suatu kali, kami menghadiri jamuan makan bersama beliau lalu datanglah seorang budak perempuan yang seolah-olah didorong. Ia hendak menjamah makanan maka Rasulullah menahan tangan budak tersebut. Selanjutnya, datang seorang laki-laki badui yang seolah-olah didorong maka beliau menahan tangan badui ini. Lantas beliau bersabda,


    ‘Sesungguhnya, setan itu menghalalkan makanan yang tidak disebut asma Allah atasnya dan ia mendatangkan budak perempuan ini untuk menghalalkan makanan maka aku menahan tangannya. Selanjutnya, ia datangkan laki-laki badui ini untuk menghalalkan makanan maka aku pun menahan tangannya. Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan bersentuhan dengan tanganku bersama tangan di budak perempuan.’” (HR Muslim)

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dijelaskan, hadits tersebut mengandung dalil tentang amar ma’ruf dan nahi munkar. Beberapa anjuran yang terdapat dalam hadits tersebut di antaranya agar menjaga adab terhadap orang yang lebih tua, dianjurkan bersumpah untuk meneguhkan suatu urusan, dan dianjurkan mengajarkan adab makan dan minum dalam Islam kepada orang-orang.

    Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar menjelaskan dalam ‘Alam al-Mala’ikah al-Abrar & Alam al-Jinn wa asy-Syayathin, setan tidak menghalalkan makanan, kecuali yang dimakan oleh seseorang tanpa membaca asma Allah (basmalah). Jika ia menyebut nama Allah SWT, kata Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar, makanan tersebut menjadi haram bagi setan.

    Setan juga akan ikut makan dan minum bersama manusia yang makan atau minum menggunakan tangan kiri. Hal ini bersandar pada pada hadits yang termuat dalam Musnad Ahmad, Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa yang makan dengan tangan kiri maka ia makan bersama setan. Siapa yang minum dengan tangan kiri maka setan minum bersamanya.” (HR Ahmad)

    Masih dalam Musnad Ahmad, terdapat riwayat yang berasal dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW melihat seorang laki-laki minum sambil berdiri.

    Beliau menegurnya, “Jangan!” Laki-laki itu bertanya, “Mengapa?” Beliau menjawab, “Apakah engkau senang jika kucing ikut minum bersamamu?” Ia menjawab, “Tidak.”

    Rasulullah bersabda, “Nah, sekarang telah minum bersamamu makhluk yang lebih buruk daripada kucing, yaitu setan.” (HR Ahmad)

    Kisah-kisah tentang setan ikut makan bersama manusia turut diceritakan dalam sejumlah hadits. Umayyah bin Makhsyi an-Shahabi RA berkata,

    وَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسم اللهَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ لُقْمَةٌ. فَلَمَّا رَفَعَهَا إلى فيه، قَالَ: بسم الله أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، فَضَحك النَّبِيُّ ﷺ ثُمَّ قَالَ: «مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ اسْتَقَاءَ مَا فِي بَطْنِهِ

    Artinya: “Rasulullah SAW duduk, ada pada saat itu seorang laki-laki tanpa mengucapkan basmalah, sehingga makanannya tidak tertinggal kecuali sesuap saja. Setelah orang itu hendak menyuap makanan ke mulutnya, maka tiba-tiba ia mengucapkan. ‘Bimillaahi awwalahu wa aakhirahu (Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhirnya).’ Kemudian Nabi SAW tertawa dan bersabda, ‘Tidak henti-hentinya setan makan bersama orang itu. Tetapi setelah ia ingat untuk menyebut nama Allah, maka setan tersebut memuntahkan seluruh makanan yang ada dalam perutnya.’” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i dalam kitab as-Sunanul Kubraa)

    Dalam riwayat lain, Aisyah RA mengatakan,

    كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَأْكُلُ طَعَامًا فِي سِتَّةِ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَجَاءَ أَعْرَابِيِّ، فَأَكَلَهُ بِلُقْمَتَيْنِ فَقَالَ رسُولُ ﷺ أَمَّا إِنَّهُ لَوْ سَمَّى لَكَفَاكُمْ

    Artinya: “Rasulullah SAW makan suatu makanan bersama enam sahabatnya. Lalu datang seorang badui, dan makan makanan itu dalam dua kali suap saja. Rasulullah SAW bersabda, ‘Seandainya orang ini membaca basmalah, maka makanan ini pasti cukup untuk kalian.’” (HR at-Tirmidzi dan ia mengatakan hadits ini hasan shahih)

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sujud Syukur, Kapan Waktu Membacanya?


    Jakarta

    Sujud syukur merupakan amalan yang dilakukan oleh kaum muslimin sebagai wujud terima kasih atas nikmat Allah SWT. Sujud dilakukan sambil membaca doa sujud syukur.

    Dijelaskan dalam kitab Manhajus Salikin, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimullah berkata:

    “Begitu pula ketika seseorang mendapatkan nikmat baru atau terselamatkan dari suatu musibah, ia bersujud kepada Allah dalam rangka syukur. Hukum sujud syukur sama dengan hukum sujud tilawah.” tulisnya.


    Adapun, dalil mengenai sujud syukur bersandar dalam sebuah hadits dari Abdurrahman bin Auf RA, ia berkata Nabi SAW keluar menuju bangunan tinggi lalu masuk ke dalam, menghadap kiblat, dan bersujud. Ia memanjangkan sujudnya lalu mengangkat kepalanya.

    Beliau bersabda,

    “Jibril telah mendatangiku dengan membawa kabar gembira; ‘Sesungguhnya Allah telah bersabda untukmu: siapa saja yang bershalawat kepadamu, maka ia akan memaafkannya dan siapa saja bersalam kepadamu, maka ia akan menyelamatkannya.’ Maka aku bersujud sebagai ungkapan terima kasihku kepada-Nya.” (HR Ahmad)

    Mengutip dari buku Rahasia Dahsyat di Balik Kata Syukur susunan Yana Adam, hukum sujud syukur sendiri adalah sunnah saat mendapat nikmat dan selamat dari musibah. Ketetapan hukum sujud syukur ini mengacu pada pendapat mazhab Syafi’i dan Hanbali.

    Doa Sujud Syukur: Arab, Latin dan Artinya

    Berikut bacaan doa sujud syukur yang dinukil dari buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Dr KH M Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, berikut bacaannya:

    سُبْحَانَ اللهِ والْحَمْدُ لِلَّهِ ولا إِلَهَ إِلَّا اللهُ واللهُ أَكْبَرُ

    Arab latin: Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar.

    Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha besar.”

    Selain itu, dalam buku Doa dan Zikir Harian Nabi karya Imam Abu Wafa, dikatakan bahwa doa sujud syukur juga bisa membaca doa seperti sujud saat salat.

    سُبحانَ ربِّيَ الأعلَى وبحمدِه

    Arab latin: Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi

    Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang tinggi dan pujian-Nya.”

    Atau bisa dengan doa berikut,

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

    Arab latin: Subhaanaka allahumma rabbanaa wa bihamdika allahummaghfirli

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, wahai tuhan kami, dengan memuji-Mu ya Allah, ampunilah aku.”

    Cara Melakukan Sujud Syukur

    Cara melakukan sujud syukur ialah dengan satu kali sujud. Sebelum melaksanakan sujud syukur, seorang muslim harus dalam keadaan suci, menghadap ke arah kiblat, dan bertakbir.

    Setelahnya, lakukan sekali sujud dengan membaca doa seperti yang telah dipaparkan pada pembahasan sebelumnya. Kemudian, bertakbir lagi dan mengangkat kepala.

    Perlu dipahami, dalam sujud syukur tidak ada tasyahud dan tidak diakhiri dengan salam.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Upacara Hari Pramuka pada 14 Agustus 2023



    Jakarta

    Hari Pramuka di Indonesia diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Untuk memperingatinya, biasanya digelar upacara bendera yang juga mencakup pembacaan teks doa upacara Hari Pramuka.

    Tahun ini, Gerakan Pramuka Indonesia memasuki usia yang ke-62 tahun. Adapun tema yang diusung tahun ini yaitu. “Sumber Daya Manusia yang Profesional dan Proporsional” yang menyatu dengan logo angka 62 dan tunas kelapa.

    Tema dan logo tersebut diharapkan dapat membangun citra positif Gerakan Pramuka ke depannya. Salah satunya dengan mempersiapkan dan melibatkan sumber daya manusia yang profesional dan proporsional.

    Pelaksanaan upacara Hari Pramuka diselenggarakan dengan khidmat sesuai susunan upacaranya. Adapun petunjuk pelaksanaan susunan upacara Hari Pramuka tercantum dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 178 Tahun 1979.


    Menurut susunan upacara tersebut, pembacaan doa dipimpin oleh pembina upacara. Tahapan doa dilakukan setelah sesi mengheningkan cipta.

    Adapun contoh bacaan doa upacara Hari Pramuka 2023 dapat dinukil dari contoh pembacaan teks doa yang pernah dibacakan pada upacara Hari Pramuka di SMK YPPP Wonomulyo melalui lamannya.

    Contoh Teks Doa Upacara Hari Pramuka 2023

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh,
    Lakalhamdu ya ma’bud hamdan yuafini ‘amahu wayukafi’u majidah

    Segala puji kami panjatkan kepada Allah, Dzat Yang Maha Abadi. Dzat yang telah menciptakan alam semesta, Dzat yang mengatur siang dan malam, Dzat yang telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa ini.

    Sholawat teriring salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Rasulullah SAW dan kepada kita selaku umatnya hingga akhir zaman. Aamiin.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,
    Di hari yang amat berbahagia bagi kami Anggota Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia ini dan SMK YPPP Wonomulyo khususnya. Kami satukan rasa, satukan jiwa seraya meminta kepada-Mu, Dzat Yang Maha Mulia.

    Ya Rabb,
    Di yang penuh berkah ini. Kami seluruh Anggota Gerakan Pramuka SMK YPPP Wonomulyo
    menengadahkan kedua tangan memanjatkan doa.

    Ya Allah, Yang Maha Pengasih, Yang tentu tak pilih kasih,
    Karuniakan kasih sayang-Mu kepada kami melalui Gerakan Pramuka, jadikan ia sebagai sumber ilmu dan sumber pengalaman bagi kami.

    Ya Rabb, Tuhan Yang Maha Pemberi,
    Baguskanlah agama kami yang akan menjadi kehormatan bagi segala urusan kami. Berikan kami kebaikan di dunia sebagai tempat kami menjalani hidup. Berikan kami kebaikan di akhirat yang akan menjadi tempat kami kembali.

    Ya Allah,
    Jadikan hidup kami ini penuh manfaat seperti Pramuka yang telah banyak berbuat mendidik dan menjadikan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang bermartabat.

    Ya Allah, Ya Ghaffar, Ya Hadi, Ya Ghaniy.
    Kami tahu, tidaklah Engkau sisakan sebuah dosa bagi kami kecuali Engkau memupusnya. Tidaklah Engkau sisakan kegelisahan pada hati kami melainkan Engkau memberi jalan keluarnya. Tidaklah Engkau berikan utang bagi bangsa kami melainkan Engkau melunasinya.

    Ya Allah, jadikanlah ia menjadi organisasi yang besar. Bukan hanya besar nama tapi besar pula
    kebaikannya bagi masyarakat, bangsa dan negara. Jangan Engkau tundukkan kami pada orang-orang atau pemimpin-pemimpin yang tidak menyayangi kami juga bangsa ini.

    Ya Allah, Yang mempunyai Keagungan dan Kemuliaan
    Jadikanlah Gerakan Pramuka Indonesia sebagai garda terdepan pelaku perubahan dalam pembentukan karakter kaum muda.

    Engkau Dzat Yang Maha Menerima dan Mengabulkan segala doa. Semoga Engkau menerima dan mengabulkan segala harap dan pinta kami, Ya Allah.

    Robbana aatina fiddunia hasanah, wafil akhiroti hasanah waqina adzaa bannar. Aamiin yaa rabbal’alamin.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Dagangan Laris dan Rezeki Mengalir, Yuk Dibaca!



    Jakarta

    Doa agar dagangan laris bisa dibaca bagi semua muslim yang berjalan ataupun bekerja. Doa ini dapat dipanjatkan sebagai bentuk ketakwaan.

    Mencari rezeki halal merupakan satu kewajiban bagi umat muslim. Alangkah baiknya jika ikhtiar mencari rezeki diiringi dengan doa memohon kepada Allah SWT Yang Maha Kaya.

    Mengutip buku Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah oleh Abdullah Zaedan disebutkan bahwa doa merupakan ‘senjata’ bagi umat muslim dalam menghadapi masalah serta mewujudkan impian kehidupan di dunia ataupun di akhirat. Dia juga memiliki fungsi sebagai media untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.


    Doa dapat dipanjatkan kapanpun, bahkan Allah SWT menganjurkan untuk senantiasa berdoa. Sebagaimana tercatat dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Doa Mohon Dagangan Laris

    Dikutip dari buku berjudul Kumpulan Doa Pembuka Rezeki karya Ust. Fayumi Al-Maliki, berikut adalah beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon agar dagangan laris dan juga mengalir rezeki.

    اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ صِحَّةً فِى اِيْمَانٍ وَ اِمَانًا فِى حُسْنِ خُلُقٍ وَنَجَاحَا يَتْبَعُهُ فَلاَحٌ وَرَحْمَةٌ مِنْكَ وَعَافِيَةً وَمَغْفِرَةً مِنْكَ وَرِضْوَانًا

    Allaahumma inni as’aluka shihhatan fii iimaanin wa iimaanan fii husni khulukin wa najaahan yatba’uha falaahun warahmatan minka wa’aafiyatan wa maghfiratan minka wa ridhwaanan

    Artinya: Ya Allah, sungguh diriku memohon kepada-Mu, kemurnian iman dan akhlak terpuji, dan kesuksesan yang disertai keberuntungan, serta aku mohon rahmat, kesehatan pengampunan, dan keridhaan dari-Mu.

    Doa Dimudahkan Mendapat Rezeki

    اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنَى رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ اِنَّكَ

    عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Allahumma innii as’aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar engkau melimpahkan rezeki kepadaku rezeki yang halal, luas, tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan, dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.

    Doa agar Usaha Lancar

    Salah satu doa agar usaha bisa lancar juga tertuang dalam Surat Al Maidah ayat 114, Allah SWT berfirman:

    قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Qāla ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā ‘īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn

    Artinya: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan, turunkanlah kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami, maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki”.

    Doa Memohon Keluasan Rezeki

    Umat muslim juga bisa membaca doa untuk memohon keluasan rezeki. Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah At Talaq ayat 3,

    وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Arab Latin: “Wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā”

    Artinya: “dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Barangsiapa bertawakal kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

    (dvs/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa ketika Turun Hujan, Tergolong sebagai Waktu Mustajab


    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat yang Allah SWT berikan kepada makhluk hidup. Rasulullah SAW dalam sejumlah riwayat bahkan membaca doa ketika hujan turun.

    Menurut buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku susunan Masriyah Amva, hujan adalah salah satu tanda atas kebesaran dan rahmat Allah SWT untuk semua makhluk-Nya yang ada di bumi. Ketika hujan turun, pikiran dan perasaan seseorang bisa mengalami perubahan seperti mengingat Tuhan, kebesaran-Nya, dan menjadi lebih banyak bersyukur.

    Bahkan waktu turunnya hujan dianggap mustajab. Imam Syafi’i dalam Kitab Al-Umm meriwayatkan sebuah hadits namun dengan sanad mursal bahwa turunnya hujan termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, Rasulullah SAW bersabda,


    اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

    Artinya: “Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika sholat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”

    Berikut sejumlah doa yang dapat dibaca ketika hujan turun sebagaimana dinukil dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit susunan H Hamdan Hamedan dan arsip detikHikmah.

    Doa yang Bisa Dipanjatkan ketika Hujan

    1. Doa saat Turun Hujan

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa setelah Hujan Turun

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    3. Doa ketika Hujan disertai Petir

    سُبْحاَنَ الَّذِي يُسْبِحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ والْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah, petir dan para malaikat memuji Allah dan menyucikan-Nya karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik)

    4. Doa ketika Hujan Lebat

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    5. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    Itulah sejumlah doa yang dapat dibaca ketika hujan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa Menjenguk Orang Sakit: Arab, Latin, dan Arti


    Jakarta

    Menjenguk orang sakit termasuk ke dalam anjuran Nabi Muhammad SAW. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda:

    “Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiring jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dikatakan bahwa Nabi SAW menjenguk orang yang sedang sekarat. Kemudian beliau memberi salam dan bertanya mengenai keadaan orang tersebut: “Bagaimana kondisimu?” Ia menjawab, ‘Baik, wahai Rasulullah. Pada satu sisi, aku sangat berharap kepada Allah SWT, tetapi di sisi lain aku takut terhadap dosa-dosaku.’


    Rasulullah berkata, “Ketika kedua pemikiran itu menyatu dalam hati seseorang yang dalam keadaan seperti ini, pasti Allah SWT akan memenuhi harapannya serta memberinya rasa aman dari yang ditakutkannya,”

    Menurut buku Rahasia Doa Mustajab susunan Ibnu Qayyim, menjenguk orang sakit sambil mendoakan umur panjang dan kesembuhan bagi yang bersangkutan akan membuatnya terhibur sekaligus senang.

    Lantas, bagaimana doa yang dapat dipanjatkan ketika menjenguk orang sakit?

    Bacaan Doa Menjenguk Orang Sakit

    1. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Pertama

    Mengutip dari Kitab Miftah al-Falah wa Mishbah al-Arwah tulisan Ibn Athaillah al-Sakandari, berikut doa yang dapat dilafalkan ketika menjenguk orang sakit.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Arab latin: Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa’an lā yughaadiru saqaman

    Artinya: “Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tidak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.”

    2. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Kedua

    Dalam buku Kitab Induk Doa dan Dzikir oleh Imam Nawawi, ada juga doa lainnya yang bisa dibaca saat menjenguk orang yang sakit.

    اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوّاً أَوْ يَمْشِيْ لَكَ إِلَى صَلَاةٍ

    Arab latin: Allaahummasy fii ‘abdaka yanka-u laka ‘aduwwan au yamsyii laka ilaa shalaatin

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini, sehingga dia bisa menyembuhkan musuh untuk-Mu atau dapat berjalan untuk menunaikan shalat.”

    3. Doa Menjenguk Orang Sakit Versi Ketiga

    Dalam sebuah riwayat dikatakan Nabi SAW pernah menjenguk orang badui yang sakit ringan, ia memanjatkan doa berikut.

    لاَ بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ الله

    Arab latin: Laa ba’sa thahur insyaa Allah

    Artinya: “Tidak apa, semoga menjadi penghapus (dosa), jika Allah menghendakinya.” (HR Bukhari)

    Demikian doa menjenguk orang sakit yang bisa dibaca. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Hujan Deras, Mencontoh Rasulullah SAW di Masa Kekeringan


    Jakarta

    Doa agar hujan deras bisa diamalkan bila hujan tak kunjung turun. Bacaan doanya dapat mencontoh dari Rasulullah SAW yang beberapa kali mengamalkannya.

    Dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, dikisahkan dalam sebuah hadits, ada sekelompok orang yang datang sambil menangis kepada Rasulullah SAW. Mereka meminta beliau berkenan berdoa agar turun hujan.

    Setelahnya, Rasulullah SAW melafalkan sebuah doa dan hujan pun turun. Berikut ini adalah bacaan doa agar hujan deras yang dicontoh Rasulullah SAW.


    3 Versi Bacaan Doa agar Hujan Deras

    • Doa agar Hujan Deras Versi Pertama

    Menurut buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd Rohim, terdapat beberapa doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon turunnya hujan deras kepada Allah SWT. Salah satu doa tersebut adalah sebagai berikut,

    اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا سرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

    Arab Latin: Allahummasqinaa ghoitsan mughiitsan mariyyan sarii’an naafi’an ghoiro dhoorrin, ‘aajilan ghoiro aajilin

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kepada kami hujan yang deras, yang membawa berkah, yang menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang datang dengan cepat dan tidak ditunda-tunda.”

    • Doa agar Hujan Deras Versi Kedua

    Selain itu, ada juga doa lain yang mengacu pada hadits Rasulullah SAW.

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Arab Latin: Allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa

    “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

    • Doa agar Hujan Deras Versi Ketiga

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

    Bacaan latin: Allahummasqi ‘ibaadaka wa bahaa-imika wansyur rohmataka wa ahyi baladakal mayyit

    Artinya: “Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hambaMu, hewan ternak, berilah rahmatMu dengan merata, dan suburkan bumiMu yang tandus,”

    Menurut Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab yang dikutip dari buku Syama’il Rasulullah tulisan Ahmad Mustafa Mutawalli, Hadi Rahman, dan Muflih Kamil, ada beberapa cara yang dilakukan beliau dalam melafalkan doa meminta hujan. Berikut ini 5 cara yang dilakukan Rasulullah SAW dalam meminta hujan.

    • Saat sedang khutbah di atas mimbar pada hari Jumat
    • Menjadwalkan suatu hari khusus agar orang-orang keluar bersama ke tempat sholat. Beliau keluar ketika matahari terbit dengan merendahkan diri, khusyuk, berwasilah, dan dalam keadaan tunduk
    • Membaca doa meminta hujan di atas mimbar Madinah pada hari selain Jumat. Tidak diketahui bahwa saat itu beliau melakukan sholat
    • Membaca doa Istisqa dengan posisi duduk di dalam masjid seraya mengangkat tangan
    • Berdoa meminta hujan di Ahjar Zait yang berdekatan dengan Dzuwara. Tepatnya di luar pintu masjid yang sekarang dikenal dengan nama Babussalam (kira-kira seukuran lemparan batu balok ke kanan dari luar masjid)

    Ketentuan mengamalkan doa agar hujan deras menurut Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf dalam bukunya yang bertajuk Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat, dianjurkan untuk dibaca sebanyak-banyaknya setelah melaksanakan sholat Istisqa atau sholat meminta hujan. Doa agar hujan deras juga dibaca pada saat waktu-waktu mustajab doa.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sebelum Bekerja agar Dipermudah Urusan Rezeki


    Jakarta

    Bekerja adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk mendapatkan rezeki. Jemputlah dengan cara yang baik dan benar agar memperoleh keberkahan dari Sang Pemberi.

    Sebelum bekerja, sebaiknya diawali dengan berdoa. Hal itu dilakukan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT agar diberi kelancaran dan kemudahan.

    Doa sebelum Bekerja

    Dalam kitab ad-Du’a, Imam al-Thabrani menuliskan doa sebelum bekerja sebagai berikut:


    َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا

    Allahumma innii as’aluka min fadhlika wa athaa’ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du’aa’i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa’daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi’ annal islaam ba’da iz a’thaitanaa.

    Artinya :”Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaan-Mu dan pemberian-Mu, rezeki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya Engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan Engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang Engkau sukai, kecuali Engkau jadikanlah kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.”

    Bisa juga membaca doa ini :

    اَللّهُمَّ ارْزُقْنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّباً, وَاسْتَعْمِلْنِيْ طَيِّباً. اَللّهُمَّ اجْعَلْ اَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمْرِيْ. اَللّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَاَغِْننِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا نَافِعًا. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ نَعِيْمًا مُقِيْمًا, اَلَّذِيْ لاَ يَحُوْلُ وَلاَ يَزُوْلُ.

    Alloohummarzuqnii rizqon halaalan thoyyibaa, wasta’milnii thayyibaa. Alloohummaj’al ausa’a rizqika’alayya’inda kibari sinnii wanqithoo’i’umrii. Alloohummakfinii bihalaalika’an haraamika. wa aghninii bifadhlika’amman siwaaka. Alloohumma in nii as-aluka rizqon waasi’an naafi’an. Alloohumma innii as-alukan na’iimaan muqiiman, alladzii laa yahuulu wa laa yazuulu.”

    Artinya:”Ya Allah, berilah padaku rezeki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezeki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu nikmat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.”

    Sedangkan dalam kitab Ihya Ulumuddin (Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 408), Imam Al-Ghazali menganjurkan doa sebagai berikut:

    رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

    Rabbanā ātinā min ladunka rahmatan, wa hayyi’ lanā min amrinā rasyadan, rabbisyrah lī shadrī, wa yassir lī amrī.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.”

    Doa selesai Bekerja

    Setelah bekerja, jangan lupa membaca doa lagi sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nasa’i, Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah.

    Berikut doanya:

    اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَضِلّ اَوْ أُضَلَّ اَوْ اَزِلَّ اَوْ أَظْلَمَ اَوْ أَجْهَلَ اَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.

    Arab latin: Allahuma innii a’uudzubika an adhilla, au udhalla, au azilla, au adzlama, au ajhala, au yujhala ‘alayya. (dibaca 3x)

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan atau aku tergelincir atau digelincirkan atau aku berbuat dzalim atau didzalimi atau aku berbuat bodoh atau dibodohi.” (HR. Nasa’i, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com