Category: Doa Hadits

  • 5 Doa Iftitah yang Diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW


    Jakarta

    Doa iftitah adalah doa yang dipanjatkan saat salat setelah takbiratul ihram. Hukum membacanya adalah sunnah dan tak perlu melakukan sujud sahwi bila tak sengaja lupa untuk membacanya.

    Menurut Kusnadi S.Ag M.Ag M.AHum dalam bukunya yang berjudul buku QnA Persoalan Islam, doa iftitah memiliki banyak bentuk. Berdasarkan riwayat-riwayat hadits, ada sebanyak 5 jenis doa iftitah yang bisa diamalkan.

    Berikut 5 doa iftitah yang bisa dipakai saat melaksanakan salat sunnah maupun salat wajib.


    5 Versi Bacaan Doa Iftitah dan Artinya

    Doa Iftitah 1

    Berikut doa iftitah yang pertama berdasarkan hadits riwayat Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi:

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

    Arab-latin: Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta’aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk.

    Artinya: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.

    Doa Iftitah 2

    Doa iftitah selanjutnya berdasarkan hadits riwayat Muslim. Doa ini dibaca ketika Rasulullah SAW melakukan salat malam.

    اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

    Arab-latin: Allahumma robba jibroo-iila wa mii-ka-iila wa isroofiila, faathiros samaawati wal ardhi ‘aliimal ghoibi wasy syahaadah anta tahkumu bayna ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznik, innaka tahdi man tasyaa-u ilaa shirootim mustaqiim.

    Artinya: Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang gaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki.

    Doa Iftitah 3

    Doa iftitah ini mungkin tak asing ditelinga pembaca. Doa ini umum dipakai oleh umat Islam ketika awal diajari salat oleh orang tuanya.

    الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا.

    Arab-latin: Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila

    Artinya: Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyak pujian. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

    أنى وجهت وجهي للذى فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين

    Arab-latin: inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin

    Artinya: Kuhadapkan wajahku kepada zat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah.

    ان صلاتى ونسكى ومحياي ومماتى لله رب العالمين لاشريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين

    Arab-latin: inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin

    Artinya: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. Dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim.

    Doa Iftitah 4

    Nabi Muhammad SAW juga membaca doa iftitah pendek lainnya seperti hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Arab-latin: Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod.

    Artinya: Ya Allah, jauhkan lah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.

    Doa Iftitah 5

    Berdasarkan hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah pernah mengamalkan doa iftitah ini:

    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

    Arab-latin: Allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilla a’udzu billahi minasy syaithooni min nafkhihi, wa naftshihi, wa hamzih.

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Berdoa Pakai Bahasa Indonesia setelah Salat, Begini Hukumnya


    Jakarta

    Rasulullah SAW mengajarkan berdoa dengan bahasa Arab. Bolehkah jika menggantinya dengan bahasa Indonesia?

    Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60)

    Imam ahli tafsir, Ibnu Katsir, dalam kitabnya menjelaskan, ayat tersebut berisi anjuran Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka, seperti yang dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri.

    Dalam menjelaskan ayat ini, Ibnu Katsir turut menukil hadits Imam Al-Hafiz Abu Ya’la alias Ahmad ibnu Ali ibnul Musanna Al-Mausuli dalam kitab musnadnya, dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi SAW bersabda dalam hadits qudsi,

    “Ada empat perkara, yang satu darinya untuk-Ku dan yang satu untukmu, dan yang satunya lagi antara Aku dan kamu, sedangkan yang terakhir antara kamu dan hamba-hamba-Ku. Adapun mengenai yang untuk-Ku ialah hendaknya engkau menyembah-Ku, tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Adapun yang untukmu dari-Ku ialah amal kebaikan apa pun yang engkau lakukan, Aku akan membalasnya untukmu. Dan adapun yang antara Aku dan kamu ialah engkau berdoa dan Aku yang memperkenankannya. Adapun yang antara engkau dan hamba-hamba-Ku ialah retakanlah untuk mereka apa yang engkau relakan untuk dirimu sendiri.”

    Imam Ahmad juga meriwayatkan dari An-Nu’man ibnu Basyir RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya doa itu ibadah.”

    Kemudian beliau SAW membaca firman-Nya: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina. (QS Ghafir: 60)

    Rasulullah SAW mengajarkan berdoa pada setiap kesempatan, termasuk setelah salat. Doa yang diajarkan nabi menggunakan bahasa Arab. Lantas, bagaimana hukumnya jika berdoa menggunakan bahasa sesuai daerah tempat tinggal, seperti bahasa Indonesia?

    Hukum Berdoa Menggunakan Bahasa Indonesia

    Para ulama telah menjelaskan hukum berdoa menggunakan bahasa Indonesia. Imam Abu Wafa menjelaskan dalam buku Panduan Shalat Rasulullah, berdoa menggunakan bahasa Indonesia dalam pandangan ulama Syafi’iyah terbagi ke dalam dua hukum, yakni doa yang berasal dari Al-Qur’an dan hadits, dan yang bukan dari Al-Qur’an dan hadits.

    Pertama, doa yang berasal dari Al-Qur’an dan hadits boleh dipanjatkan bagi orang yang tidak mampu berbahasa Arab dan tidak boleh bagi orang yang mahir berbahasa Arab. Pendapat lain memperbolehkan bagi siapa saja, dan lainnya mengatakan tidak boleh bagi siapa pun karena tidak darurat.

    Kedua, orang boleh berdoa dengan bahasa non Arab jika doa yang dipanjatkan bukan berasal dari Al-Qur’an dan hadits, asalkan doa tersebut adalah doa yang mubah dan tidak mengandung kata-kata permusuhan atau mengandung dosa dan tidak pula kata-kata yang memutus hubungan kerabat.

    Kebolehan memanjatkan doa dengan bahasa Indonesia turut dijelaskan M. Quraish Shihab dalam buku Shihab & Shihab. Selain itu, Abu Aunillah Al-Baijury dalam Buku Pintar Agama Islam menerangkan, jika tidak bisa menggunakan bahasa Arab, boleh menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah masing-masing, sebab Allah Maha Mengetahui terhadap semua bahasa hamba-hamba-Nya.

    Namun, jika doa yang dimaksud dalam hal ini adalah doa-doa yang berada dalam salat, maka tidak boleh jika menggantinya dengan bahasa Indonesia. Ini merupakan pendapat Imam an-Nawawi dan para ulama lainnya.

    Imam an-Nawawi mengatakan dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab sebagaimana dinukil Ustaz Abdul Somad dalam buku 77 Tanya-Jawab Seputar Shalat,

    “Tidak boleh membuat-buat doa yang tidak ma’tsur (bukan dari Al-Qur’an dan sunnah), kemudian diucapkan dalam bahasa asing (bukan Arab), tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini, salat menjadi batal disebabkan perbuatan tersebut.”

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Qobliyah Subuh Lengkap dengan Artinya


    Jakarta

    Sholat qobliyah subuh bisa ditunaikan sebelum sholat subuh. Ibadah ini bisa dikerjakan dengan sholat 2 rakaat.

    Rasulullah SAW sering melakukan sholat qobliyah subuh semasa hidupnya. Hal itu berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Aisyah RA berkata:

    أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ


    Artinya: “Nabi SAW tidaklah menjaga sholat sunnah yang lebih daripada menjaga sholat sunnah rakaat sebelum Subuh.” (HR Muslim)

    Dalam hadits lain yang tertulis dalam buku Fikih Salat Sunah karya Ali Musthafa Siregar dan Dr. Nurhadi, dikatakan sholat qobliyah subuh memiliki keutamaan yang besar. Sehingga Nabi Muhammad SAW menjaga betul sholat tersebut.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Dua rakaat sholat sunnah fajar (qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

    Dalam hadits lain Rasulullah SAW juga bersabda,

    “Hanya orang yang banyak taubatlah yang memelihara dua rakaat sholat sunnah fajar (qobliyah subuh).” (HR al-Baihaqi)

    Niat Sholat Qobliyah Subuh

    Cara melaksanakan sholat qobliyah subuh sama seperti sholat-sholat sunnah pada umumnya, yang membedakan hanya niatnya saja.

    Berikut niat sholat qobliyah subuh yang bisa dilafalkan maupun dibaca di dalam hati.

    اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Usholli sunnatash subhi rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah.”

    Doa setelah Sholat Qobliyah Subuh

    Ada beberapa macam doa yang bisa dipanjatkan usai melaksanakan sholat qobliyah subuh.

    Dinukil dari buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki karya Nasrudin, berikut doa agar untuk meminta rezeki yang tak pernah putus.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ رَزَقَنِيْ هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَاقُوَّةٍ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ.

    Arab latin: “Alhamdu lillaahil ladzii rozaqonii haadzaa min khoiri haulin minnii wa laa quwwatin, Alloohumma baarik fiihi.”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezeki kepunyaanku.”

    Sedangkan doa lainnya yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ، وَإِسْرَافِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَمُحَمَّدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّار

    Arab latin: Allahumma rabbi jibrila, wa israfila, wa mikaila, wa muhammadin nabiyyi shallallahu alaihi wasallam, a’udzu bika minan-nar.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan Jibril, Israfil, Mikail dan Tuhan Nabi Muhammad. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka.”

    Doa ini dibaca oleh Nabi Muhammad sebanyak tiga kali. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar, ia menukil doa sholat fajar dari Kitab Ibnu Sunni melalui riwayat Amir bin Usamah.

    Badruddin Hasyim Subky dalam bukunya yang berjudul Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir dan Doa juga menjelaskan mengenai zikir dan doa sesudah sholat qobliyah subuh, berikut bacaannya:

    للَّهُمَّ إِلَى أَسْتَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي مَا قَلْي وَتَجْمَعُ هَا شَمْلِي وَتَلُمُ مَا شَعْنِي وَتَرُدُّ بها الفتَنُ عَنِّى وَتَصْلُحُ بها دِيْنِي وَتَحْفَظُ مَا غَائِبِي وَتَرْفَعُ مَا شَاهِدِى وَتُزَكَّى بِمَا عَمَلِي وَتَبْيَضُهَا وَجْهَى وَتُلْهِمُنِي هَارُشدِى وَتُعْصِمُنِيهَا مِنْ كُلِّ سُوْء

    Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisi-Mu. yang dapat menunjukkan hatiku, yang mengumpulkan harapan baikku, yang membersihkan rambut-rambutku (dosa) yang kotor, yang mengembalikan semua fitnah dariku, yang menyelesaikan segala urusan agamaku, yang memelihara ketika gaibku, yang mengangkat derajat ketika nampak-ku, yang membersihkan (kesalahan) amalan-amalan-ku, yang memutihkan wajahku, yang memberi ilham kepada keilmuanya, dan yang memelihara aku dari setiap kejahatan.”

    أَللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيْمَانَا صَادِقًا وَيَقِينَا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ وَرَحْمَةٌ أَنَالُ بهَا شَرْفُ كَرَامَتِكَ في الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. أَللَّهُمَّ إنِّى أسفلُكَ الْفَوْز عِنْدَ القَضَاء وَمَنَازِلَ الشُّهَدَا وَعَيْشَ السُّعَدَاء وَالنَّصْرَ عَلَى الأَعْدَاءِ وَمُرَافَقَةَ الأَنْبِيَاءِ. أَللَّهُمَّ إِنِّي أُنْزِلُ بِكَ حَاجَتِي وَإِنْ ضَعُفَ رَأْيِي وَقَلَّتْ حِيْلَتِي وَقَصْرَ عَمَلِي وَافْتَقَرَّتْ إِلَى رَحْمَتُكَ، فَأَسْتَلُ يَا كَافِي الْأُمُوْر وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِ كَمَاتَجُرُّ بَيْنَ الْبُحُوْرِ أَنْ تُحِيْرَنِي مِنْ عَذَابِ لسَّعِيرِ وَمِنْ دَعوة التبور ومن فتنة القبور

    Artinya : “Ya Allah berilah aku keimanan yang mendalam, keyakinan yang tidak diakhiri dengan kekufuran, berikanlah rahmat padaku, sehingga aku mendapat kedudukan yang amat mulia baik di dunia maupun di akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keberuntungan ketika aku maut (al- Qada), memohon kedudukan para syuhada, kehidupan yang membahagiakan, pertolongan untuk melawan musuh-musuh- Mu, dan memohon dikumpulkan dengan para Anbiya. Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganugerahkan segala kemampuanku dengan sebab kekuasaan-Mu, penuhilah hajatku, meskipun lemah pendirianku, sedikit sekali usaha baikku, lalai amalanku, namun aku sangat membutuhkan rahmat-Mu. Aku memohon kepada-Mu hai Zat Yang Mencukupkan segala urusan, Wahai Zat Penyembuh hati, sebagaimana Engkau telah memelihara air di lautan, peliharalah aku dari siksa neraka sa ir, dan lindungilah aku dari doa yang sia-sia dan dari fitnah kubur.”

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Sholat Dhuha: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Sholat dhuha adalah salah satu sholat sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sholat ini memiliki keutamaan yang luar biasa soal rezeki.

    Hal itu tertuang dalam sebuah hadits dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan 4 rakaat shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang,” (HR Ahmad)


    Dikutip dari buku Sholat Dhuha Dulu, Yuk karya Imron Mustofa, Rasulullah pernah berwasiat kepada Abu Hurairah RA untuk menjaga sholat dhuha. Ia berkata,

    “Kekasihku, Rasulullah SAW telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, serta dua rakaat dhuha dan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

    Artinya, sholat dhuha bisa dikerjakan minimal dua rakaat. Sedangkan tidak ada jumlah maksimal dalam mengerjakannya, bisa dilakukan sesuai kemampuan.

    Doa Setelah Sholat Dhuha

    Menukil buku Bertambah Kaya & Berkah Dengan Shalat Dhuha karya Ustaz Khalillurahman El-Mahfani, berikut doa setelah sholat dhuha:

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dluha itu waktu dluhaMu, kecantikan ialah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu”.

    “Ya Allah, jika rizkiku masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dluha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Dalam buku Keberkahan Sholat Dhuha: Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki karya Ustadz Arif Rahman, ada beberapa hadits yang menyebutkan keutamaan dalam mengerjakan sholat dhuha.

    Berikut bunyi haditsnya:

    “Siapapun yang melaksanakan Sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi).

    “Barang siapa Sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    “Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah sholat subuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat sholat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)

    “Dari Zaid bin Argam RA. Berkata Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang sholat dhuha. Beliau bersabda, sholat awwabin (duha’) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR. Ahmad Muslim dan Tirmidzi).

    “Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW Sholat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat” (HR Abu Daud).

    (hnh/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Contoh Doa 17 Agustus 2023 dalam Islam untuk Upacara HUT RI


    Jakarta

    Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) digelar pada Kamis, 17 Agustus 2022. Sesuai dengan pedoman dari Kementerian Sekretariat Negara, pelaksanaan upacara disisipi dengan pembacaan doa upacara bendera.

    Pedoman pelaksanaan upacara itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor B-761 /M/S/TU.00.04/08/2023 tentang Pedoman Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI Tahun 2023. Edaran tersebut berisikan pedoman upacara di tingkat pusat hingga daerah.

    Sebelum teks doa dibacakan, petugas pembaca doa diimbau menjelaskan bahwa doa upacara dibacakan secara agama Islam dan mempersilakan kepada peserta upacara yang tidak beragama Islam untuk berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.


    Adapun teks bacaan doa upacara bendera 17 Agustus 2023 dalam Islam dapat menggunakan naskah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Berikut bacaan doa selengkapnya.

    5 Contoh Naskah Doa 17 Agustus 2023 dalam Islam

    1. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Pertama

    Bismillaahirrahmaanirrahiim… Alhamdulillaahi Rabbil’aalamiin…

    Wassholaatu wassalaamu’ala asyrofil ambiyaa’i walmursaliin wa’ala aalihi sahbihi ajma’iin…

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,

    Dengan penuh kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia mempersembahkan puji syukur kehadirat-Mu. Engkaulah Sang Pencipta alam semesta ini, Engkaulah Dzat yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pulalah yang menentukan segala-galanya. Oleh karena itu, hanya kepada-Mu kami berserah diri dan memohon pertolongan.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Rahim,

    Atas segala rahmat dan karunia-Mu, hari ini kami seluruh bangsa Indonesia, kembali dapat memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78. Tambahkanlah curahan kasih sayang-Mu sebagai berkah bagi kami mengisi kemerdekaan menuju negeri yang adil dan makmur di bawah Ridho-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,

    Jadikanlah peringatan upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah bangsa kami dari buruk sangka, percekcokan, perselisihan, dan perpecahan.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

    Masih panjang perjuangan bangsa kami dan masih jauh pula perjalanan sejarah bangsa kami, oleh karena itu hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya. Mantapkanlah tekad kami untuk membangun negara dan bangsa, agar menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, adil, makmur, dan sejahtera.

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun,

    Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, para pemimpin dan para pejuang kami. Terimalah amal dan perjuangan mereka, karena Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang,

    Kabulkanlah permohonan dan doa kami, agar kami semua tergolong hamba-hambaMu yang beruntung.

    Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina ‘adzabannar…

    Rabbana taqabbal minna innaka anta sami’ul alim wa tub alaina innaka antat tawwaburrahim…

    Walhamdulillahirabbil ‘alamin.

    2. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Kedua

    Ya Allah, ya Tuhan kami, ampunilah kami, para pemimpin kami, dan segenap rakyat kami; Engkaulah sebaik-baik pengampun.

    Ya Allah, ya Tuhan kami, rahmatilah kami, para pemimpin kami, dan segenap rakyat kami; Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat.

    Ya Allah, ya Tuhan kami ilhamilah kami para pemimpin kami dan rakyat kami untuk mensyukuri nikmat anugerah-Mu.

    Ilhamilah kami untuk mensyukuri nikmat negeri indah anugerah-Mu dengan menjaga keindahannya.

    Ilhamilah kami untuk mensyukuri nikmat bangsa ramah anugerahmu dengan menjaga keramahannya.

    Ilhamilah pemimpin-pemimpin kami untuk mensyukuri nikmat anugerah-Mu dengan memahami dan mengayomi rakyat yang mereka pimpin.

    Ilhamilah kami dan pemimpin-pemimpin kami untuk mensyukuri nikmat anugerah-Mu dengan menyadari tanggung jawab masing-masing kami.

    Ilhamilah kami untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan anugerah-Mu secara tulus mengisinya dengan kerja nyata bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuat, berilah kami kekuatan untuk pulih lebih cepat bangkit lebih kuat. Menatap masa depan, menyongsong Indonesia maju bermartabat.

    Ya Allah, ya Tuhan kami, ampunilah dan rahmatilah kami dan kabulkanlah doa kami.

    3. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Ketiga

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa

    Segala puji kami panjatkan ke hadirat-Mu atas nikmat tidak terhingga yang Engkau berikan kepada bangsa kami. Atas rida dan kuasa-Mu, Engkau bebaskan kami dari belenggu penjajahan.

    Karenanya, perkenankanlah kami pada hari ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita, memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan bangsa kami.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana

    Dengan semangat proklamasi kemerdekaan ini, berikanlah rida-Mu yang tak terputus pada kami, untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju, sejajar, dan berkompetisi dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia.

    Teguhkan persatuan dan kesatuan kami, agar kami dapat menapak dengan kokoh kuat dalam membangun bangsa tercinta ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih

    Curahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada para pahlawan kami yang telah mengorbankan jiwa dan raganya bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia

    Ampunilah segala kesalahan mereka dan terimalah budi baik dan keikhlasan pengorbanan mereka, serta tinggikan derajat dan muliakan mereka, dalam golongan hamba-hamba-Mu yang syuhada

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun

    Dengan sifat ‘Afuwwun Ghafuur-Mu, ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pahlawan kami, serta dosa dan kesalahan para pemimpin kami. Perkenankan doa kami, Ya Allah.

    4. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Keempat

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
    Pagi ini, kami,
    Para pemimpin dan seluruh rakyat bangsa ini,
    Bersimpuh, tengadahkan tangan, persembahkan puja-puji,
    Kami bersyukur, atas 78 tahun kemerdekaan bangsa dan negara kami, serta anugerah yang tak terbilang dan tercurah di bumi pertiwi

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
    Beri kami petunjuk agar peringatan proklamasi kemerdekaan ini bisa menjadi
    momentum merekatkan kesatuan dan persatuan.
    Anugerahi kami kebeningan hati dan kejernihan pikir, dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah
    Negeri ini punya cita, mudahkanlah dalam menggapainya
    Hindarkanlah nusantara kami dari bencana dan marabahaya

    Teguhkan rasa cinta tanah air, tumbuh-suburkan tenggang rasa, solidaritas antar sesama, dan gotong royong dalam membangun bangsa. Sehingga, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dapat diwujudkan segera

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa
    Jangan tinggalkan kami dalam kesendirian dan ketidakberdayaan
    Beri kami petunjuk serta kekuatan untuk membawa negeri ini ke arah kemajuan

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun
    Ampunilah semua dosa kami
    Dosa orangtua dan guru-guru kami.
    Ampuni para tokoh bangsa dan para pemimpin kami
    Terimalah amal dan perjuangan para syuhada bangsa kami,
    Mereka yang telah korbankan jiwa raga, darah dan air mata dalam upaya memerdekakan negeri ini,
    Masukkan mereka ke surga-Mu, muliakan kedudukan mereka di sisi-Mu

    Ya Allah
    Kami terus berharap limpahan rahmat-Mu
    Kami terus meminta keluasan ampunan-Mu
    Kiranya Engkau juga mengabulkan doa hamba-hambaMu
    Aamiin

    5. Naskah Doa 17 Agustus 2023 Versi Kelima

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
    حَمْدًا شَاكِرِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ
    يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِ
    اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Esa,

    Dengan penuh kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia mempersembahkan puji syukur kehadirat-Mu. Engkaulah Sang Pencipta alam semesta ini, Engkau-lah Dzat yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pulalah yang menentukan segala-galanya. Oleh karena itu, hanya kepada-Mu kami berserah diri dan memohon pertolongan.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Rahim,

    Atas segala rahmat dan karunia-Mu, hari ini kami seluruh bangsa Indonesia, kembali dapat memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78.

    Tambahkanlah curahan kasih sayang-Mu sebagai berkah bagi kami mengisi kemerdekaan menuju negeri yang adil dan makmur di bawah ridho-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,

    Jadikanlah peringatan upacara proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah bangsa kami dari buruk sangka, percekcokan, perselisihan, dan perpecahan.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Bijaksana,

    Masih panjang perjuangan bangsa kami dan masih jauh pula perjalanan sejarah bangsa kami, oleh karena itu hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa, agar menjadi bangsa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, adil, makmur, dan sejahtera.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengampun,

    Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, para pemimpin dan para pejuang kami. Terimalah amal dan perjuangan mereka, karena Engkau dzat Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang,

    Kabulkanlah permohonan dan doa kami, agar kami semua tergolong hamba-hamba-Mu yang beruntung. Aamiin

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
    وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Malam Tirakatan 17 Agustus, Ini Contoh Bacaannya


    Jakarta

    Tirakatan adalah tradisi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI). Tradisi ini digelar pada malam 17 Agustus setiap tahunnya untuk mengungkapkan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa yang salah satunya melalui pembacaan doa malam tirakatan 17 Agustus.

    Dikutip dari laman Repository Universitas Gadjah Mada (UGM), malam tirakatan 17 Agustus dapat mencakup serangkaian kegiatan seperti doa bersama, ceramah sejarah, pertunjukan seni, hingga momen untuk pemberian hadiah kepada pemenang lomba-lomba 17 Agustus yang telah diselenggarakan sebelumnya. Pada dasarnya, rangkaian acara sesuai dengan kesepakatan panitia yang menggelar.

    Menurut tulisan ilmiah dari Indonesia Moslem Tradition and Nationality (Case Study of Malam Tirakatan in Yogyakarta) yang terbit dalam Jurnal Al Qalam UIN Banten, malam tirakatan adalah bentuk akulturasi antara tradisi muslim di Indonesia dan rasa nasionalisme.


    Berdasarkan studi tersebut, melalui malam tirakatan, umat Islam Indonesia dan masyarakat senantiasa menjaga negaranya dan mengingat sejarah nenek moyang mereka yang telah mengorbankan diri untuk kemaslahatan.

    Doa yang bisa diamalkan ketika melakukan doa bersama salah satunya adalah doa seperti yang dikutip dari laman MTSN 2 Kudus, laman Kementerian Agama Karanganyar, dan situs Pemerintah Kota Salatiga.

    3 Contoh Bacaan Doa Malam Tirakatan 17 Agustus

    1. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Versi Pertama

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

    الحمدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ * حَمْداً شَاكِرِيْنَ حَمْدًا حَمْدًا النَّاعِمِيْنَ يُ وَافِي

    نِعَمَوُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ * يَا رَبَّ نَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَ نْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ

    عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ * اللّّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِوِ

    وَصَحْبِوِ اَجْمَعِيْن

    Arab Latin: “Bismillāhirraḥmānirraḥīm Alḥamdu lillāhi rabbilʿālamīn * ḥamdan shākhirīn ḥamdan ḥamdan an-nāʿimīn yu wāfīniʿamahu wa yukāfīʾu mazīdahu * yā rabbana lakal-ḥamdu kamā yanbaghī lijālali wajhika waʿaẓīmi sulṭānik * Allāhumma ṣalli wa sallim ʿalā sayyidinā Muḥammadin wa ʿalā ālihi wa ṣaḥbihi ajmaʿīn”

    Ya Allah Tuhan yang Maha Kuasa

    Puji syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu, atas nikmat tidak terhingga yang Engkau berikan pada bangsa kami. Atas rida dan kuasa-Mu Engkau bebaskan kami dari belenggu penjajahan.

    Karenanya, perkenankanlah kami pada hari ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita, memperingati hari proklamasi kemerdekaan bangsa kami yang ke-78.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Bijaksana

    Dengan semangat proklamasi kemerdekaan yang ke-78 ini, berikanlah inspirasi yang tak terputus pada kami, untuk mengiringi langkah kami, dalam membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju, sejajar dan berkompetisi dengan bangsa-angsa maju lainnya di dunia.

    Teguhkan persatuan dan kesatuan kami, agar kami dapat menapak dengan kokoh kuat dalam membangun bangsa tercinta ini.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Pengasih

    Curahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada para pahlawan kami, yang telah mengorbankan jiwa dan raganya bagi tegaknya negara kesatuan republik indonesia.

    Ampunilah segala kesalahan mereka, dan terimalah budi baik dan keikhlasan pengorbanan mereka, serta tinggikan derajat dan muliakan mereka, dalam golongan hamba-hamba-Mu yang syuhada.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Melindungi

    Pasca diterjang wabah COVID-19 yang pernah merajalela, semakin menyadarkan kami, bahwa betapa lemahnya kami tanpa pertolongan-Mu.

    Karenanya ya Allah, dengan qudrat dan iradah-Mu mohon Engkau berkenan mengangkat segala wabah yang mungkin akan datang dari negeri tercinta ini. Sehat, kuatkan, dan tabahkan kami dalam menghadapinya.

    Ya Tuhan yang Maha Pengampun

    Dengan sifat afuwun ghofur-Mu, ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pahlawan kami, serta dosa dan kesalahan para pemimpin kami. Perkenankan doa kami.

    رَبَّ نَا اَتِناَ فِى الدُّنْ يَا حَسَنَةً وَفِى الَْْخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ * وصَلَّى

    اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِوِ وَصَحْ بِوِ اَجْمَعِيْنَ * بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ

    رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عِلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Arab Latin: “Rabbana atina fid-dunya yā ḥasanatan wa fil-ākhirati ḥasanatan wa qinā ʿadhāba an-nār * waṣalla Allāhu ʿalā sayyidinā Muḥammadin wa ʿalā ālihi wa ṣaḥbihi ajmaʿīn * bifaḍli subḥāna rabbika rabbil-ʿizzati ʿammā yaṣifuun * wa salāmun ʿalal-mursalīn wa al-ḥamdu lillāhi rabbil-ʿālamīn.”

    2. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Versi Kedua

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahi robbil ‘alamin wash-sholatu wassalamu ‘ala asrofil anbiya wal mursalin wa’ala alihi washohbihi ajma’iin. Warhamnaa ma’ahum birohmatika ya arhamar rohimiin.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa pada saat ini kami seluruh bangsa Indonesia sedang bertafakur, memuji kebesaran-Mu memanjatkan doa syukur kehadirat-Mu atas nikmat kemerdekaan yang telah Engkau anugerahkan kepada bangsa kami yang telah genap berusia 78 tahun. Untuk itu terimalah doa dan rasa syukur kami ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa

    Berkat rahmat dan karunia-Mu serta semangat persatuan dan kesatuan yang membara, bangsa kami dapat mengusir penjajah dari bumi pertiwi Indonesia, untuk itu Ya Allah, dengan kekuasaan-Mu jua, berilah kemampuan kepada bangsa Indonesia untuk mampu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana

    Hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya, jauhkan kami dari permusuhan dan perpecahan. Sadarkanlah kepada seluruh bangsa kami akan pentingnya persatuan dan kesatuan, kuatkan jiwa kami untuk tetap bersatu padu dalam kebersamaan dan jauhkan kami dari sifat iri dan dengki serta mementingkan diri sendiri, yang akan dapat menumbuhkan benih perpecahan dan disintegrasi.

    Ya Allah, Tuhan Penentu Masa Depan

    Masa depan adalah milik anak cucu kami. Jadikanlah generasi masa kini dan generasi mendatang sebagai generasi yang penuh Iman dan Taqwa, generasi yang hormat kepada orang tua dan menghargai jasa para pahlawan. Jadikanlah kami dan anak cucu kami manusia yang dapat membawa bangsa dan negara kami ke tingkat kemajuan dan keadilan yang kami cita-citakan, serta terciptanya masyarakat yang saling menghormati dan penuh sayang.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun

    Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pemimpin kami. Para pahlawan dan syuhada yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Terimalah doa permohonan kami.

    Rabana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqinaa ‘azzabannar.

    3. Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Versi Ketiga

    Bismillahirrahmanirrahim

    Alhamdulillahirobbil ‘alamin washolatu wassalamu ala asrofil anbiyai wal mursalin sayyidina muhammadin waala alihi wasohbihi ajmain,

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah

    Dengan segala kerendahan hati, kami mempersembahkan puji syukur kehadirat-Mu, karena Engkaulah Maha Pencipta Alam Semesta ini, Engkaulah yang mengatur dan Engkau pulalah yang menentukan segala-galanya, kepada-Mu kami berserah diri dan kepada- Mu kami tawakal, kehadirat-Mu semua akan kembali.

    Atas segala rahmat dan karunia-Mu, pada hari ini kami dapat berkumpul di tempat ini untuk menyambut peringatan Kemerdekaan Ke- 78 Republik Indonesia Tahun 2022.

    Ya Allah, Ya Tuhan Kami,

    Dengan semangat Proklamasi 1945, berikanlah kepada kami hidayah-Mu, sehingga dapat memperkokoh persatuan dan kebersamaan menuju Indonesia yang aman, demokratis dan sejahtera.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

    Perjuangan bangsa kami belum selesai, perjalanan sejarah bangsa kami masih jauh, oleh sebab itu, Ya Allah, hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya.

    Jauhkanlah kami dari perpecahan dan permusuhan, berilah kami jalan keluar atas segala krisis, dan mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami.

    Jadikanlah bangsa kami bangsa yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemersatu,

    Jadikanlah peringatan menyambut Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia ini, sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa kesatuan, persatuan dan kegotong-royongan di antara kami.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,

    Ampunilah para syuhada pahlawan bangsa kami, serta terimalah amal perjuangannya, karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mengetahui.

    Ampuni pula semua kesalahan dan dosa kami, dosa orang tua kami, dan kabulkanlah permohonan dan doa kami. Aamiin ya rabbal alamin.

    Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar.

    Demikian pembahasan mengenai contoh doa malam tirakatan 17 Agustus. Semoga bermanfaat dan selamat merayakan Hari Kemerdekaan.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Tahlil Singkat dan Panjang Lengkap dengan Artinya


    Jakarta

    Tahlil adalah kumpulan doa-doa yang disusun oleh para ulama. Isinya terdiri dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.

    Pernyataan itu diungkapkan oleh M Quraish Shihab pada bukunya yang berjudul Hidangan Ilahi dalam Ayat-ayat Tahlil. Quraish juga menyebut, tahlil adalah bentuk akronim dari kalimat La Ilaha illa Allah.

    Bacaan doa tahlil ini biasanya dibaca sebagai doa untuk orang yang meninggal dunia. Ada yang pendek, ada pula yang panjang doanya.


    Doa Tahlil Versi Pendek

    Dalam Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa Yasin, Tahlil, Doa Haji & Umrah Ibnu Watiniyah memaparkan doa tahlil versi pendek. Berikut bacaannya:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا تُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ وَعَظِيمٍ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ قَبْلَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَابِما أَبَدًا

    Arab latin: Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin hamday yuwaafii ni-amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa rabaanaa lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik. Subhaanaka laa nuhshii tsanaa-a ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika falakal hamdu qablar ridha wa lakal hamdu badar ridha wa lakal hamdu idzaa radhiita annaa daa-iman abadaa.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

    Doa Tahlil Versi Panjang

    Dinukil dari buku Surat Yasin dan Tahlil karya Muhammad Abdul Karim, berikut bacaan doa tahlil versi lengkap:

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدَا الشَّاكِرِينَ حَمْدَ النَّاعِمِينَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِحَلالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللهُمَّ صَلّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّلهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةٌ وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةٌ وَبَرَكَةٌ شَامِلَةٌ وَصَدَقَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ نُقَدِّمُ ذَلِكَ وَنُهْدِيهِ إِلَى حَضَرَاتِ حَبِينَا وَشَفِيعِنَا وَقُرَّة أَعْيُنِنَا سَيِّدنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ وَإِلَى جَمِيعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْعَامِلِينَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ وَالْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَة الْمُقَرَّبِينَ ثُمَّ إِلَى جَمِيعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المسلمينَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِينَ والْمُؤْمِنَات مِنْ مَشارِقِ الأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرْهَا وَبَحْرِهَا خُصُوصًا إِلَى أَبَاتِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هُهُنَا بِسَبَبِهِ وَلأَجْلِهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيْنَا وميتنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغَيْرنَا وَكَبِيْرنَا وَذَكَرنَا وَأَنْتَانَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلَامِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيْمَانِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةٌ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا أَحْرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُل خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرِّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي كُل خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرِّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ . اَلْفَاتِحَةُ

    Arab latin: A’uudzubillaahiminasyaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. Hamdan syaakriin, hamdan naa’imiin. Hamdan yuwaafii ni’amahu wayukaafi`u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa Muhammad. Allaahumma taqobbal wa aushil tsawaba maa qoro’naahu minal qur’aanil ‘azhiimi wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shollainaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin shollalloohu ‘alaihi wa sallama hadiyyatan waashilatan wa rohmatan naazilatan wa barokatan syaamilatan ilaa hadhrotin habiibinaa wa syafii’inaa wa qurroti a’yuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ilaa jamii’i ikhwaanihii minal anbiyaa’i walmursaliina wal auliyaa’i wasy-syuhadaa’i wash-shoolihiina wash shohaabati wattaabi’iina wal ‘ulamaa’il ‘aalimiina wal mushonnifiinal mukhlishiina wa jamii’il mujaahidiina fii sabiilillaahi robbil’aalamiin, wa malaa’ikatil muqorrobiin. tsumma ilaa jamii’i ahlil qubuur minal muslimiina walmuslimaati walmu`miniina walmu`minaati min masyaariqil ardhi wamaghaaribihaa barrihaa wa bahrihaa, khushushan abaa`naa wa`ummahaatinaa wa`ajdaadanaa wajaddaatinaa wanakhushu khushushan manijtama’naa hahunaa bisababihi wali ajlihi. Allaahummagh firlahum warhamhum wa’aafihim wa’fu ‘anhum. Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaa ibinaa washaghiirinaa wakabiirinaa wadzakarinaa wauntsaanaa Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa-‘ahyihi ‘alal islaam, waman tawafaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaan. Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa ‘ishmatu amrinaa, wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fiihaa ma’aasyunaa, wa ashlih lanaa akhiratanaal latii ilaihaa ma’aadunaa, waj-‘alil hayaata ziyaadatan lanaa fii kulli khairin, waj-‘alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin. Rabbanaa aatinaa fiddun- yaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar. Washallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihi wasallam. Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun. Wasalaamun ‘alal mursaliin, walhamdu lillaahir rabbil ‘aalamiin. Alfaatihah.

    Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah. Tuhan semesta alam. Sebagaimana orang-orang yang bersyukur, dan orang-orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan puji yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana apa yang patut bagi keluhuran Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan- Mu. Ya Allah, berilah rahmat dan keselamatan atas penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur’an yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan sholawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh sahabat baginda dalam kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada, orang soleh, para sahabat, para tabiin, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah. Kemudian juga kepada seluruh ahli kubur dari kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat dari belahan bumi sebelah timur dan barat, baik yang di daratan maupun yang di lautan, khususnya, kepada bapak dan ibu kami, kakek dan nenek kami, dan kepada orang yang menyebabkan kami semua dapat berkumpul di sini dan untuk keperluannya. Ya Allah, ampuni dan rahmatilah mereka, selamatkanlah dan maafkanlah kesalahan mereka. Ya Allah, ampunilah yang hidup di antara kami dan yang telah wafat, yang hadir (di tempat ini) dan yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, laki- laki maupun perempuan. Ya Allah, siapa yang hidup di antara kami, maka hidupkanlah ia dalam keislaman dan yang wafat, wafatkanlah dalam keadaan iman. Ya Allah, luruskanlah kehidupan beragama kami, karena itulah pegangan kami dalam segala persoalan, sejahterakanlah dunia kami, karena di sanalah kehidupan kami (serta sarana pengabdian kami). Bahagiakanlah kehidupan akhirat kami karena ke sanalah tempat kami kembali. Jadikanlah kehidupan (kami) bersinambung di dalamnya segala macam kebajikan, dan kematian kami (kelak setelah usia yang panjang) akhir dari segala petaka. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. Semoga rahmat dan kesejahteraan selalu tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, para keluarga, dan sahabat beliau. Maha Suci Tuhanku, Tuhan yang bersih dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Dan kesejahteraan semoga senantiasa dilimpahkan kepada para utusan Allah. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Alfatihah… (kemudian baca surah Al-Fatihah).

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Para Pahlawan Kemerdekaan, Dibaca saat 17 Agustus 2023



    Jakarta

    Indonesia telah memasuki tahun kemerdekaan yang ke-78. Jangan lupa untuk memanjatkan doa kepada para pahlawan yang sudah membuat Tanah Air ini bebas dari penjajahan.

    Untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, setiap tahunnya pasti selalu ada upacara bendera. Pada saat itu, pembacaan doa tak boleh terlewatkan untuk mendoakan bangsa ini serta para pahlawan yang sudah berjasa memerdekakan Indonesia.

    Jika Anda bertugas dalam membaca doa saat upacara peringatan Kemerdekaan RI, ada beberapa rekomendasi doa yang bisa dipakai. Berikut contoh teks doanya yang bisa dipanjatkan pada tanggal 17 Agustus 2023, sebagaimana dikutip dari laman Kemendikbud dan berbagai sumber.


    Doa untuk Pahlawan 1

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا شَاكِرِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعْمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ

    يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Bismillahirrohmanirrohim

    Alhamdulillahi rabbil alamin, hamdan syakirin hamdan yuwafini’mahu wayukafi mazidah

    yaa rabbana lakal hamdu kamaa yan bagi lijalali wajhikal karimi wa azimi sulthonik. Allahumma a innaka aladzikrika wa syukrika wa husnil ibadatik.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,

    Segala puji dan syukur kami persembahkan hanya untuk-Mu, atas izin dan perkenan-Mu pada hari ini kami dapat menyelenggarakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari
    Kemerdekaan Indonesia yang ke-78. Semoga acara ini senantiasa mendapat curahan rahmat dan ridha-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,

    Kami mohon kepada-Mu ya Allah, terimalah persembahan dharma bhakti para pahlawan kesatria kusuma bangsa yang telah gugur dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa kami, ampunilah mereka, lipat gandakanlah pahala atas keikhlasan mereka, dan tempatkanlah mereka di surga Mu bersama para suhada dan para nabi dan rasul- Mu.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,

    Jadikan keteladanan para pahlawan, sebagai modal kami merawat bangsa Indonesia dan landasan untuk menjaga, memellara dan memperkokoh persatuan dan semangat kami dalam membangun negeri ini. Curahkanlah kami keikhlasan, sebagaimana para pahlawan meniaga
    martabat bangsa Indonesia. Hiasi diri kami dengan perilaku terpuji dan nilai-nilai pengabdian dan kepahlawanan, serta jauhkan diri kami dari sifat dan perilaku yang tercela.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk,

    Sadarkan hati kami sebagai generasi penerus, bahwa kemerdekaan yang kami nikmati hari ini adalah hasil jerih payah, cucuran keringat dan tetesan air mata serta tumpahan darah para
    pahlawan. Oleh karena itu ya Allah, tunjukkan kami jalan yang benar, jalan yang telah ditempuh
    oleh para pahlawan kami dan berilah kami kekuatan dan petunjuk-Mu dalam melanjutkan
    perjuangan mereka untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir batin di bawah maghfirah dan rahmat-Mu.

    Ya Allah, jadikanlah Peringatan Hari Kemerdekaan ini sebagai momentum membangkitkan semangat pahlawan di dada kami untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa kami.

    Ya Allah, Yang Maha Pengampun,

    Ampunilah segala kesalahan dan dosa kami, dosa orang tua kami, guru-guru kami, para pemimpin kami, serta para pahlawan kami, Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar. Wa sholallahu ala syaiidina muhammadin wa ala alihi wa syohbihi ajmain walhamdulillahi rabbil alamin.

    Doa untuk Pahlawan 2

    Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahirobbil ‘alamin, washolatu wassalamu ala asrofil anbiyai wal mursalin waala alihi wasohbihi ajmain.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Esa. Pada saat ini kami seluruh bangsa Indonesia sedang bertafakur.

    Kami memuji kebesaran-Mu, memanjatkan doa syukur kehadirat-Mu atas nikmat kemerdekaan yang telah Engkau anugerahkan kepada bangsa kami yang telah genap berusia 78 tahun. Untuk itu terimalah doa dan rasa syukur kami ini.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Kuasa. Berkat rahmat dan Karunia-Mu, serta semangat persatuan dan kesatuan yang membara, bangsa kami dapat mengusir penjajah dari bumi pertiwi Indonesia.

    Untuk itu ya Allah, dengan kekuasaan-Mu jua, berilah kemampuan kepada bangsa Indonesia untuk mampu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Bijaksana. Hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya. Jauhkan kami dari permusuhan dan perpecahan.

    Sadarkanlah seluruh bangsa kami akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Kuatkan jiwa kami untuk tetap bersatu padu dalam kebersamaan

    Jauhkan kami dari sifat iri dan dengki serta mementingkan diri sendiri. Sebab itu bisa menumbuhkan benih perpecahan dan disintegrasi.

    Ya Allah, Tuhan Penentu Masa Depan. Masa depan adalah milik anak cucu kami.

    Jadikanlah generasi masa kini dan generasi mendatang sebagai generasi yang penuh Iman dan Taqwa. Generasi yang hormat kepada orang tua dan menghargai jasa para pahlawan.

    Jadikanlah kami dan anak cucu kami manusia yang dapat membawa bangsa dan negara kami, ke tingkat kemajuan dan keadilan yang kami cita-citakan. Serta terciptanya masyarakat yang saling menghormati dan penuh kasih sayang.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengampun. Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pemimpin kami.

    Ampunilah para pahlawan dan syuhada yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Terimalah doa permohonan kami.

    Rabana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqinaa ‘azzabannar. walhamdulillahi rabbil alamin.

    Doa untuk Pahlawan 3

    Ya Allah, Tuhan Alam Semesta
    Dalam keheningan dan kesyahduan suasana
    keharibaan-Mu kami persembahkan puji syukur serta doa
    Curahkanlah rahmat dan kasih-Mu kepada para pahlawan ksatria
    mereka yang telah gugur sebagai kusuma bangsa

    Ampunilah mereka
    lipat gandakanlah pahala
    atas keikhlasan pengabdian dan pengorbanan mereka
    dan masukkanlah mereka ke dalam kelompok hamba-hamba-Mu yang berhak menikmati surga

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memberi
    Berilah kami kekuatan, kesabaran, dan petunjuk-Mu penentram hati
    untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan pahlawan kami

    Berilah kami kemampuan memelihara dan mengisi kemerdekaan ini
    mewujudkan bangsa yang berdaulat, berkepribadian, dan berdikari
    penuh rahmat-Mu yang tiada bertepi

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengasihi
    Jadikanlah Ziarah Nasional ini
    sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa persaudaraan
    bangsa kami

    Sinarilah kami dengan cahaya pengetahuan
    Agar kami selalu berkemampuan menyikapi kemajemukan dengan kearifan
    Jadikanlah keragaman sebagai modal kami merawat keIndonesiaan
    Dan landasan untuk senantiasa menjaga dan memelihara persatuan

    Ajarkanlah kami, sebagaimana Engkau telah ajarkan pendahulu kami
    Cara menyelesaikan perbedaan dengan tetap memelihata integrasi NKRI
    Cara permusyawaratan sebagai tradisi dan jati diri kami

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Mengampuni
    Ampunilah segala kesalahan dan dosa kami
    Dosa orangtua dan guru-guru kami
    Serta dosa para pahlawan dan pemimpin kami
    Kelak suatu saat nanti
    Pulangkanlah kami dalam kondisi husnul khatimah yang Engkau ridhai
    Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik tempat kembali

    (hnh/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Rakaat sebelum Subuh Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Salat dua rakaat sebelum Subuh memiliki keutamaan lebih baik dari dunia dan seisinya. Amalan sunnah ini diterangkan dalam sejumlah hadits shahih.

    Imam an-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menyebut hadits yang berasal dari Aisyah RA, bahwa Nabi SAW bersabda,

    رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا رَوَاهُ الدُّنْيَا مُسْلِمٌ. وَفِي رِوَايَةٍ: «لَهُمَا أَحَبَّ إِلَيَّ مِنَ جميعا


    Artinya: “Dua rakaat sebelum salat Subuh itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan, “Dua rakaat sebelum Subuh itu lebih aku sukai daripada dunia dengan segala isinya.”

    Imam Bukhari dan Muslim turut meriwayatkan masing-masing dalam Shahih-nya dengan redaksi,

    كَانَ رَسُولُ اللهِ يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى وَيُوَترُ برَكْعَة مِنْ آخر اللَّيْلِ وَيُصَلِّى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاةِ الْغَدَاةِ وَكَأَنَّ الْأَذَانَ بِأَذْنَيْهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

    Artinya: “Rasulullah SAW biasa salat malam dua rakaat dua rakaat salam, dan pada akhir malam beliau salat Witir satu rakaat. Dan beliau juga biasa salat dua rakaat sebelum salat Subuh, seolah-olah beliau telah mendengar iqamah.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Makna dari hadits tersebut, kata Imam an-Nawawi, bahwa Rasulullah SAW bersegera melaksanakan dua rakaat salat sunnah sebelum Subuh (salat Fajar) seperti orang yang mendengar iqamah karena khawatir terlewat di awal waktu.

    Dalam hadits lain, Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga amalan salat 2 rakaat sebelum Subuh itu. Aisyah RA berkata,

    لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ تَعَاهُدًا مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَي الْفَجْرِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

    Artinya: “Nabi SAW tidaklah lebih menjaga suatu shalat sunnah melebihi dua rakaat sebelum salat Subuh.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Salat dua rakaat sebelum Subuh ini dikerjakan dengan pendek agar dapat melaksanakan salat fardhu dengan waktu yang luas, sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin. Salat ini dikerjakan setelah muncul fajar shadiq (cahaya yang muncul di ufuk) dengan jelas.

    Lebih lanjut Imam an-Nawawi menjelaskan, Nabi SAW bersegera mengerjakan salat sunnah dua rakaat sebagai bukti bahwa salat ini sangat penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan.

    Amalan setelah Salat Subuh

    Ada sejumlah amalan sunnah berpahala besar lain yang bisa dikerjakan umat Islam setelah salat Subuh. Mengutip Al-arba’uunal muniiratu fil ajuuril Kabiirati’alal ‘amaalil yasiirati karya Iyadah bin Ayyub al-Kubaisi, berikut beberapa amalan sunnahnya:

    • Berdzikir dengan bacaan doa pagi dan sore sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, seperti istighfar, membaca doa sayyidul istighfar, tasbih, tahlil, dan tahmid, serta doa-doa lain yang mencakup bentuk syukur atas nikmat
    • Membaca doa mohon ampunan untuk umat Islam dan seluruhnya
    • Melanjutkan dengan i’tikaf di masjid jika sebelumnya melaksanakan salat Subuh berjamaah
    • Salat Dhuha semampunya asalkan konsisten
    • Menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif dan selaras dengan syariat Islam

    Salat Dhuha sendiri termasuk amalan yang bernilai sedekah. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى

    Artinya: “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan salat Dhuha dua rakaat.” (HR Muslim

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mohon Kemudahan dan Kemenangan, Yuk Baca saat Lomba 17-an!



    Jakarta

    Berdoa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat muslim. Bahkan Allah SWT secara langsung memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa.

    Ketika seseorang mengikuti sebuah kompetisi tentu harapannya adalah kemenangan. Demikian pula saat mengikuti lomba dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus.

    Selain diperlukan usaha, seorang muslim juga bisa melafalkan doa agar diberi kemudahan sehingga dapat meraih gelar juara. Pada dasarnya semua doa adalah mustajab, tetapi bagaimana cara kita menempatkan doa yang kita panjatkan dengan penuh keikhlasan, itulah yang akan menjadikan kemustajaban sebuah doa.


    Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri disebutkan bahwa doa adalah sebagian dari ibadah. Berdoa atau menyampaikan permohonan merupakan ciri ibadah seseorang kepada Yang Maha Kuasa.

    Hampir semua orang menginginkan segala sesuatu dapat dicapai dengan mudah. Namun, hal itu tidak mungkin tanpa adanya perjuangan (usaha). Berdoa tanpa putus, khusyuk, penuh kesabaran dan keikhlasan merupakan salah satu bentuk usaha. Selain permohonan, kita juga perlu mengucapkan terima kasih kepada Alah SWT atas apa yang telah kita terima.

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 186,

    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

    Ada juga salah satu hadits yang menjelaskan tentang pentingnya doa. Rasulullah SAW bersabda,

    “Tiap muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah atau dijauhkan Allah daripadanya suatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang.” (HR. At Turmudzi).

    Kumpulan Doa Keberuntungan dan Kemenangan

    1. Doa Mohon Kemenangan

    Berikut merupakan bacaan doa keberuntungan yang dinukil dari buku Doa dan Zikir Orang Sukses susunan Zaki Zamani,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالْفَوْزَ بالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma inni as’aluka mujibati rahmatika, wa ‘aza’ima maghfiratika, was-salamata min kulli ithmin, wal-ghanimata min kulli birrin, wal-fawza bil- jannati, wannajata mina-nar

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang menyebabkan turunnya rahmat-Mu, segala sesuatu yang memastikan ampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, keberuntungan dari setiap perbuatan baik, kemenangan dengan meraih surga dan keselamatan dari neraka,”

    2. Doa Memohon Rahmat

    Selain doa di atas, ada juga bacaan lainnya yang bisa dipanjatkan untuk memohon keberuntungan seperti dikutip dari buku Keajaiban Shalat 5 Waktu Bersama Nabi SAW karya Yanuar Arifin,

    رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    Arab latin: Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa il-lam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin

    Artinya: “Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya kami telah berbuat dzalim terhadap diri-diri kami. Dan jika Engkau tidak memberi ampunan untuk kami dan merahmati kami, sungguh benar-benar kami menjadi termasuk dari golongan orang-orang yang rugi,”

    3. Doa Kemenangan dan Keselamatan

    Mengutip dari Majalah Asy-Syariah Edisi 105 terbitan Oase Media, berikut doa keberuntungan versi lain yang bisa dipanjatkan,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الفلاح والنجاح

    Arab latin: Allahumma inni as’alukal falaaha wannajaaha

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, keberuntungan dan keselamatan,”

    4. Doa Kemenangan Rezeki Halal

    Dalam buku Sapu Jagat Keberuntungan yang ditulis oleh Ahmad Mudzakir S Pd M Si, berikut doa yang bisa dipanjatkan untuk meraih kemenangan dan juga rezeki halal,

    اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairita’abin wala masyaqqatin walaa dhoirin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai in qadiir.”

    Artinya: “Ya Allah, aku minta pada Engkau akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan, sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu,”

    Doa ini dapat dibaca ketika hendak mengikuti kompetisi. Namun hendaknya membaca doa kapanpun dan dimanapun agar pertolongan Allah SWT senantiasa menaungi. Semoga berhasil!

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com