Category: Doa Hadits

  • Doa Dipermudah Segala Urusan: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Segala sesuatu harus diawali dengan doa. Berharap, urusan yang kita jalani ditolong oleh ALlah SWT.

    Banyak doa yang bisa dipanjatkan untuk mempermudah segala urusan. Doa tersebut adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW supaya bisa diamalkan oleh umatnya.

    Menukil buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 susunan Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dan buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M. Khalilurrahman Al-Mahfani, berikut doa-doanya:


    Doa Dipermudah Segala Urusan 1

    اللَّهُمَّ اِنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

    Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wa dhala’id daini wa ghalabatir rijaal

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan, kesedihan, kelemahan (pikun), kemalasan, kekikiran, banyak hutang, dan dari penguasaan seseorang.”

    Doa Dipermudah Segala Urusan 2

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئتَ سَهْلاً

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi-ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah, dan jika Engkau menghendaki, maka kesedihan dapat Engkau jadikan kemudahan.”

    Doa Dipermudah Segala Urusan 3

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Rabbisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahu qawli

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    Doa Dipermudah Segala Urusan 4

    Lafal doa ini dikutip dari hadist riwayat Imam Tirmidzi dari Said bin Abu Waqqash

    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadzh dzhaalimiin

    Artinya: “Tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sunnguh aku termasuk orang-orang yang dzhalim.”

    Doa Dipermudah Segala Urusan 5

    رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

    Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaaban naar

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu yang Tepat untuk Memanjatkan Doa agar Terkabul?


    Jakarta

    Berdoa adalah wujud permohonan atau permintaan sesuatu dari seorang hamba yang berisikan hal-hal baik kepada Allah SWT. Kapan waktu mustajab untuk memanjatkan doa tersebut?

    Dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa oleh Nurhasanah Namin, tujuan dalam berdoa setiap orang juga bermacam-macam. Misalnya, mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk dan siksaan api neraka, memohon keselamatan hidup, memohon bimbingan serta jalan yang lurus agar selamat dunia akhirat, dan lain sebagainya.

    Agar doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT, muslim bisa memanfaatkan waktu-waktu yang mustajab. Kapan saja?


    Kapan Waktu yang Tepat untuk Memanjatkan Doa?

    1. Setelah Salat Wajib

    Dikutip dari buku Rahasia Terkabulnya Doa karya Wawan Susetya & Ari Wardhani seringkali karena kesibukan duniawi, kita tidak sempat untuk berdoa banyak kepada Allah SWT. Hal ini sudah pernah diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits dari Tirmidzi yang berbunyi,

    فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ : عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلّى، إذَا صَلَّيْتَ فَقَعَدْتَ فَاحْمَدِ اللَّهَ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ، وَصَلِّ عَلَيَّ ثُمَّ ادْعُهُ) قَالَ : ثُمَّ صَلَّى رَجُلٌ آخَرُ بَعْدَ ذَلِكَ فَحَمِدَ الله وَصَلَّى عَلَى النَّي ، فَقَالَ النَّبِيُّ : ((أَيُّهَا الْمُصَلِّي أَدْعُ تُحَبْ))

    Artinya: Kemudian Rasulullah bersabda, “Engkau tergesa-gesa wahai orang yang shalat. Jika engkau melakukan salat lalu engkau duduk, maka pujilah Allah dengan pujian yang pantas bagi-Nya, bacalah sholawat untukku kemudian berdoalah.” Perawi berkata, “Setelah itu, seorang laki-laki lain melakukan salat, lalu ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi SAW. Nabi SAW. bersabda, “Wahai orang yang telah melakukan salat, berdoalah maka engkau akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi)

    Dalam riwayat hadits lainnya dari Abu Umamah RA, Rasulullah SAW pernah ditanya oleh sahabatnya, “Pada waktu apakah doa itu sangat didengar (dikabulkan oleh Allah)?”

    Rasulullah SAW menjawab, “Yaitu pada tengah malam yang akhir dan sesudah salat-salat fardhu.” (HR At Tirmidzi)

    2. Sepertiga Malam

    Waktu lain mustajab doa yang akan dikabulkan Allah SWT adalah di sepertiga malam. Artinya, waktu malam hari mendekati waktu subuh atau di waktu sahur seperti yang dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana.

    Menurut salah satu hadits juga menyebut bahwa pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia. Berikut bunyi haditsnya,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

    Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepadaKu akan kuberikan, orang yang meminta ampunan dariKu akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    3. Saat Sujud dalam Salat

    Momen sujud dalam pelaksanaan salat disebut sebagai waktu terdekat seorang hamba dengan Allah SWT. Hal ini dilandasi dari hadits Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhannya yaitu ketika ia sujud, maka banyak-banyaklah berdoa di dalam sujud.” (HR Muslim)

    4. Saat Turun Hujan

    Dikutip dari buku Induk Doa dan Zikir yang ditulis oleh Kasimun, Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm telah meriwayatkan dengan sanadnya sebuah hadits mursal, yang berbunyi:

    أطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنُزُولِ الْغَيْثَ

    Artinya: Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan; di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah); ketika salat diiqamahkan; dan ketika hujan turun.

    5. Antara Azan dan Iqomah

    Waktu yang tepat untuk memanjatkan doa selanjutnya adalah waktu antara azan dan iqomah. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, “Tiada ditolak sesuatu doa yang dimohonkan antara azan dan iqomah.” (HR At-Tirmidzi)

    6. Hari Jumat

    Rasulullah SAW menyebutkan bahwa hari Jumat adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa. Rasulullah SAW dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 oleh Imam an-Nawawi,

    فِيهَا سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّى يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

    Artinya: “Pada hari itu ada waktu yang apabila seorang hamba muslim menepati waktu itu dalam keadaan salat lalu ia mohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan permohonannya.” Dan beliau memberi isyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut. (HR Muttafaq ‘alaih)

    Ada yang berpendapat, waktu mustajab di hari Jumat terletak pada waktu imam naik mimbar pada saat khutbah Jumat hingga salat Jumat selesai. Ada pula yang menyebut waktu antara Ashar dan Maghrib adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa pada hari Jumat.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid Lengkap dengan Artinya


    Jakarta

    Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam yang dimuliakan oleh Allah SWT. Maka dari itu, sebaiknya membaca doa terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam masjid.

    Tak hanya itu, umat muslim juga dianjurkan membaca doa ketika keluar dari masjid. Hal ini sebagai bentuk kemuliaan kepada Allah SWT karena telah melaksanakan sholat demi memperoleh pahala serta ampunan-Nya.

    Ingin tahu bacaan doa masuk dan keluar masjid yang lengkap dengan artinya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Bacaan Doa Masuk Masjid

    Sebagai umat muslim, detikers dianjurkan untuk membaca doa saat memasuki masjid. Mengutip buku Zikir dan Doa Penghuni Surga oleh Supriyadi, berikut bacaan doa masuk masjid dalam versi pendek dan panjang lengkap dengan artinya.

    1. Doa Masuk Masjid Versi Panjang

    أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

    Latin: A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukakan lah bagiku segala pintu kemurahan-Mu.”

    2. Doa Masuk Masjid Versi Pendek

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لي أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Latin: Allahummaftha lii abwaaba rahmatik

    Artinya: “Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.” (HR. Muslim).

    Bacaan Doa Keluar Masjid

    Setelah menunaikan ibadah di dalam masjid, disunnahkan juga untuk membaca doa ketika keluar dari masjid. Simak doa keluar masjid versi pendek dan panjang di bawah ini.

    1. Doa Keluar Masjid Versi Panjang

    أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

    Latin: A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukakan lah bagiku segala pintu kemurahan-Mu.”

    2. Doa Keluar Masjid Versi Pendek

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

    Latin: Allaahumma innii as’aluka min fadhlik

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon fadilah kepada-Mu.” (HR. Muslim).

    Keistimewaan Masjid

    Dalam Al-Quran surat Al-Jinn ayat 18, Allah SWT telah berfirman mengenai keistimewaan masjid:

    وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًاۖ

    Latin: wa annal-masājida lillāhi fa lā tad’ụ ma’allāhi aḥadā

    Artinya: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.”

    Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada umat muslim untuk senantiasa mengamalkan doa masuk dan keluar masjid. Hal ini seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan lainnya, yakni sebagai berikut:

    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا دخل أحدكم المسجد فاليسلم على النبي صلى الله عليه وسلم ، ثم ليقل : اللهم افتح لي أبواب رحمتك ، وإذا خرج فليقل : اللهم إني أسألك من فضلك

    Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘jika salah satu di antara kalian itu masuk masjid, salamlah kepada Nabi SAW (bershalawat), kemudian berdoalah, Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.’ Ketika keluar, berdoalah (sebagaimana lafalnya), Ya Allah, sesungguhnya aku memohon fadilah kepada-Mu.”

    Bahkan, langkah kaki seseorang saat menuju masjid mengandung banyak kebaikan dan pahala. Keutamaan tersebut telah tertuang dalam hadits sebagai berikut:

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

    Artinya: Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat.” (Shahih Muslim HN 1070; Sunan Abu Daud HN 1243; Musnad Ahmad HN 7118 & 8906; Sunan Ad-Darimi HN 359)

    Itu dia bacaan doa masuk dan keluar masjid lengkap dengan artinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi detikers yang ingin mengamalkan sunnah Islam di kehidupan sehari-hari.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa Agar Anak Sholeh dan Penurut dalam Al-Qur’an, Baca Ini Yuk Bun


    Jakarta

    Setiap orang tua tentu menginginkan buah hatinya menjadi anak sholeh dan penurut. Tahukah detikers, kamu bisa kok memohon kepada Allah SWT untuk diberikan putra-putri yang taat dan bertakwa. Lantas, bagaimana caranya?

    Caranya ya tentu dengan kerap memanjatkan doa kepada Allah SWT. Di dalam doa, mintalah dengan sungguh-sungguh kepada-Nya agar Dia berkenan memberikanmu keturunan yang sholeh, penurut, taat, serta bertakwa.

    Adapun Islam mengajarkan doa-doa yang dapat dipanjatkan supaya memiliki anak-anak yang sholeh lho, detikers. Bacaan doa ini tepatnya termuat dalam kitab suci Al-Qur’an.


    Doa-doa ini bahkan sebelumnya pernah dipanjatkan oleh para nabi, rasul, dan sejumlah orang pilihan Allah SWT. Dan Dia mengabulkan doa mereka dengan benar-benar memberikan keturunan yang takwa lagi penurut.

    Lalu, seperti apa redaksi bacaan doa anak sholeh yang tercantum dalam Al-Qur’an? Cari tahu pada uraian di bawah ini, ya.

    Doa Memohon Anak Sholeh dalam Al-Qur’an

    Mengutip buku Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, berikut doa-doa anak sholeh dalam Al-Qur’an yang pernah dipanjatkan para nabi dan rasul serta orang-orang bertakwa pilihan Allah SWT:

    1. Surat Al-Furqan Ayat 74

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

    Latin: Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yuniw waj’alnaa lil-muttaqiina imaamaa(n).

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    2. Surat Ali Imran Ayat 35

    رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    Latin: Rabbi innii nadzartu laka maa fii bathnii muharraran fataqabbal minnii, innaka antas-samii’ul ‘aliim(u).

    Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitul Maqdis). Maka, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Doa Istri Imran atau Ibunda dari Siti Maryam]

    3. Surat Ali Imran Ayat 36

    وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

    Latin: Wa innii u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy-syaithaanir-rajiim(i).

    Artinya: “(Aku) memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk.” [Doa Istri Imran atau Ibunda dari Siti Maryam]

    4. Surat Ali Imran Ayat 38

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

    Latin: Rabbi hab lii mil ladunka dzurriyyatan thayyiba(tan) innaka samii’ud-du’aa-(i).

    Artinya: “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” [Doa Nabi Zakaria AS]

    5. Surat Ash-Shaffat Ayat 100

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

    Latin: Rabbi hab lii minash-shaalihiin(a).

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.” [Doa Nabi Ibrahim AS]

    6. Surat Al-Anbiya Ayat 89

    رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ

    Latin: Rabbi laa tadzarnii fardaw wa anta khairul-waaritsiin(a).

    Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris.” [Doa Nabi Zakaria AS]

    7. Surat Ibrahim Ayat 35

    رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ

    Latin: Rabbij’al haadzal-balada aaminaw wajnubnii wa baniyya an na’budal-ashnaam(a).

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari penyembahan terhadap berhala-berhala.” [Doa Nabi Ibrahim AS]

    Demikian sejumlah doa memohon anak sholeh yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an, yang pernah dipanjatkan para nabi dan rasul beserta orang-orang takwa pilihan Allah SWT.

    Jadi, bagi para orang tua mari senantiasa baca dan amalkan doa-doa di atas agar putra-putri menjadi sholeh dan penurut ya!

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Nabi Yunus punya doa khusus saat dirinya sedang berada dalam kesulitan. Kala itu, ia memohon pertolongan kepada Allah SWT ketika dilahap oleh ikan paus.

    Mengutip buku Kumpulan Kisah & Doa Para Nabi karya Abi Abbari, kisah ini berawal saat Nabi Yunus marah dan kecewa pada penduduk Ninawa yang menyembah berhala. Karena tidak bisa dinasihati, Nabi Yunus memohon kepada Allah agar mereka dihukum.

    Nabi Yunus kemudian pergi meninggalkan kaumnya. Ia berlayar menggunakan kapal sampai akhirnya terjun ke laut.


    Allah SWT yang marah kepada Nabi Yunus kemudian mengutus seekor paus yang bernama Nun untuk menelannya. Nabi Yunus yang terjebak dalam perut ikan paus kemudian memohon ampun kepada Allah SWT.

    Setelah berdoa, Nabi Yunus dikeluarkan dari ikan paus dalam keadaan sakit. Ia dilembar ke darat hingga akhirnya kembali ke Ninawa.

    Nabi Yunus terkejut karena tidak adalagi berhala di sana. Orang-orang yang menentangnya telah beribadah kepada Allah SWT dan menanti kedatangan Nabi Yunus.

    Doa Nabi Yunus

    Menukil buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, berikut doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus saat berada di dalam perut ikan paus.

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Latin: lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.”

    Doa ini tercantum dalam Al-Quran surat Al Anbiyaa ayat 87 yang berbunyi:

    وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (Q.S Al Anbiyaa: 78).

    Keutamaan Doa Nabi Yunus

    Rasulullah SAW pernah mengamalkan doa Nabi Yunus ketika dirinya sedang bersedih. Hal ini berdasarkan riwayat dari Imam Muslim dan Imam Bukhari dari Ibnu Abas RA, Rasulullah SAW bersabda:

    لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Latin: Laailaaha illalloohul ‘azhiimil haliim, laa ilaaha illallohu robbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illalloohu robbus samaawaati wa robbul ardhi wa robbul ‘arsyil kariim

    Artinya: “Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang Mahaagung lagi Mahasantun, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arasy yang agung, Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan menguasai Arasy yang agung.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Imam Thabrani mengatakan, doa Nabi Yunus dinamakan sebagai doa Al Kurb. Artinya doa kesedihan atau kesusahan. Para ulama salafus shalih disebut biasa mengamalkan bacaan doa ini. Mereka kemudian sepakat memberikan nama doa ini “Al Kurb” artinya doa kesedihan atau kesusahan.”

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Kanzul Arsy Teks Arab dan Latin, Ketahui Arti dan Manfaatnya


    Jakarta

    Doa kanzul arsy dipercaya sebagai ajaran Nabi Muhammad kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, yang diyakini membawa manfaat dan keutamaan tertentu.

    Doa kanzul arsy juga dikenal dengan nama “Doa Kasyful Ghummah” atau “Doa Pelindung dari Kesusahan.” Lantas bagaimana bacaan doa kanzul arzy? Simak dalam artikel berikut ini!

    Teks Arab dan Latin Doa Kanzul Arsy

    Dikutip dari buku Majmu Syarif (Laki-Laki), berikut ini adalah bacaan doa kanzul arsy:


    بسم الله الرحمن الرحيم

    لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَملِكِ الْقُدُّوْسِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْجَبَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّءُوْفِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الغَفُوْرِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَرِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَوِيِّ اْلوَفِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللَّطِيْفِ الْخَبِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْمَعْبُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الْوَدُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَكِيْلِ الْكَفِيْلِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّقِيْبِ الْحَفِيْظِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الدَّائِمِ الْقَائِمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُحْيِ الْمُمِيْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الْبَارِئِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ اْلاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمُئْومِنِ الْمُهَيْمِنِ،

    لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَبِيْبِ الشَّهِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَلِيْمِ الْكَرِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاول القديم، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْاَوَّلِ الْاَخِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الظَّاهِرِ الْبَاطِنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْمُتَعَالِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَاضَىِّ الْحَاجَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّي الْاَعْلَى، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْبُرْهَانِ السُّلْطَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ الْبَصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْحَكِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ الْغَفَّارش، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ الدَيَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكَبِيْرِ الْاَكْبَرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلِيْمِ الْعَلَّامِ،

    لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الشَّافِى الْكَافِي، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَظِيْمِ الْبَاقِيّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّمَدِ الْاَحَدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْاَرْضِ وَالسَّمَوَتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ خَالِقِ الْمَخْلُوْقَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ مَنْ خَلَقَ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ الرّاَزِقِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَتَّاحِ الْعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَزِيْزِ الْغَنِيِّ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَفُوْرِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَظِيْمِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلعِزَّةِ وَاْلعَظَمَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِي الْهَيْبَةِ وَاْلقُدْرَةِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْكِبْرِيَاءِ وَالْجَبَرُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعَظْيْمِ،

    لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَالِمِ الْغَيْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَمِيْدِ الْمَجِيْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَكِيْمِ اْلقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْعَظِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْعَلَّامِ السَّلَامِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ النَّصِيْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الرَّحِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَرِيْبِ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْوَلِيِّ الْحَسَنَاتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّبُوْرِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِقِ النُّوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلغَنِيِّ الْمُعْجِزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْفَاضِلِ الشَّكُوْرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْغَنِيِّ الْقَدِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْجَلَالِ الْمُبِيْنِ،

    لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْخَالِصِ الْمُخْلِصِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الصَّادِقِ اْلوَعْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى اْلقُوَّةِ الْمَتِيْنِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقَوِيِّ الْعَزِيْزِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَايَمُوْتِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلعَلَّامِ الْغُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ السَتَّارِ اْلعُيُوْبِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْمُسْتَعَانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحْمَنِ السَتَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الرَّحِيْمِ الْغَفَّارِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلَعَزِيْزِ الْوَهَّابِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْقَادِرِ الْمُقْتَدِرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْغُفْرَانِ الْحَلِيْمِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الملك، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ البارئ المصور، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ العزيز الجبار، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الجبار الْمُتَكَبِّرِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ،

    لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اْلقُدُّوْسِ السُبُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ رَبِّ الْمَلِائِكَةِ وَالرُّوْحِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ ذِى الْاَلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَقْصُوْدِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ الْحَنَّانِ الْمَنَّانِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ سُبْحَانَ اَدَمُ صَفِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ نُوْحٌ نَجِيُّ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِبْرَاهِيْمُ خَلِيْلٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اِسْمَاعِيْلُ ذَبِيْحُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُوْسَى كَلِيْمُ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ دَاُوْدُ خَلِيْفَةٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ عِيْسَى رُوْحٌ اللهِ، لاَإِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلٌ اللهِ، اَلَّلهُمَّ ارْحَمْنَا بِبَرْكَةِ تَوْرَاةِ مُوْسَى وَاِنْجِيْلِ عِيْسَى وَزَبُوْرِ دَاوُدَ وَفُرْقَانِ مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Bismillaahir Rahmanir Rahiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal malikil qudduus.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `aziizil jabbaar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanar rauufir rahiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal ghafuurir rahiim.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal kariimil hakiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal qawiyyil wafiy.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal lathiifil khabiir.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanash shamadil ma`buud.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal ghafuuril waduud.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal wakiilil kafii.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal raqiibil hafizh.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal daa-imil qaa-imi.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal muhyil mumiit.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal hayyil qayyuum.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal khaaliqil baari-i.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal aliyyil azhiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal waahidil ahadi.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal mu-minil muhaimini.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal khabiibisy syahiid.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal haliimil kariim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal awwalil qadiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal awwalil aakhir.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanazh zhaahiril baathini.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal kabiiril muta`aali.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal qaadhil haajaat.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana rabbil `arsyil `azhiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanar rahmaanir rahiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana rabbiyal a`laa.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal burhaanis sulthaan.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanas samii`il bashiir.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal waahidil qahhaar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `aliimil hakiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanas sattaaril ghaffaar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanar rahmaanid dayaani.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal kabiiril akbar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `aliimil `allaam.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanasy syaafil kaafii.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `azhiimil baaqii.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanash shamadil ahadi.

    Laa ilaaha illallaahu subhaana rabbil ardhi was samaawaat.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana khaaliqil makhluuqaat.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana man khalaqal laila wan nahaar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal khaaliqir razzaaq.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal fattaahil `aliim.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `aziizil ghaniyyi.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal ghafuurisy syakuur.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `azhiimil `aliim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana dzil mulki wal malakuut.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana dzil `izzati wal`azhamah.

    Laa ilaaha illallaahu subhaana dzil haibati wal qudrah.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana dzil kibriyaa-i wal jabaruut.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanas sattaaril `azhiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `aalimil ghaibi.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal khamiidil majiid.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal khakiimil qadiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal qaadiris sattaar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanas samii`il `aliim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal ghaniyyil `azhiimi.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `allaamis salaam.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal malikin nashiir.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal ghaniyyir rahmaan.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal qariibil hasanaat.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanash shabuuris sattaar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal khaaliqin nuur.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal waliyyil hasanaat.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal ghaniyyil mu`jiz.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal fadhilisy syakuur.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal ghaniyyil qadiim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana dzil jalaalil mubiin.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal khaalishil mukhlish.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanash shaadiqil wa`di.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal khaqqil mubiin.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana dzil quwwatil matiin.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal qawiyyul `aziiz.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal khayyil ladzii laa yamuut.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `allaamil ghuyuub.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanas sattaaril `uyuub.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana dzil ghufraanil musta`aan.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana rabbil `aalamiin.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanar rahmaanis sattaar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal baari-il mushawwir.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanar rahiimil ghaffaar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `aziizil wahhab.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal qaadiril muqtadir.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanadzil ghufraanil haliim.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal malikil mulki.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal `aziizil jabbaar.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal jabbaari mutakabbir.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanallaahi `amma yashifuun.

    Laa ilaaha illallaahu subhaanal qudduusis subuuh.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana rabbil malaa-ikati warruuh.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana dzil aalaa-I wan na`maa.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal malikil maqshuud.
    Laa ilaaha illallaahu subhaanal hannaanil mannaan.

    Laa ilaaha illallaahu subhaana aadamu shafiyyullaah.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana nuuhu najiyyullaah.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana ibraahiimu khaliilullaah.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana ismaa`iilu dzabiihullaah.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana muusaa kalimullaah.

    Laa ilaaha illallaahu subhaana daawuudu khaaliifatullaah.
    Laa ilaaha illallaahu subhaana `Iisaa ruuhullaah.
    Laa ilaaha illallaah, muhammadur rasuulullaah.

    Allahummar hamnaa bibarakati tauraati muusaa wainjiili `iisaa wazabuuri daawuuda wafurqaani muhammadir rasuulillaahi shallallaahu `alaihi wasallama birahmatika yaa arhanar raahimiiin.
    Wal hamdu lillaahi rabbil `aalamiin.

    Arti Doa Kanzul Arsy

    Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci raja yang Maha Qudus.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Memenuhi.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu lagi yang disembah.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Pecinta.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Penolong lagi Maha Pelindung.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Mengawasi lagi Maha Memelihara.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang kekal lagi mengurus makhluk-Nya.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang menghidupkan lagi yang mematikan.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang menciptakan lagi menjadikan.

    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang satu lagi Esa.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang memberikan keamanan lagi Maha Memelihara.
    Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Mahasuci Tuhan yang Maha Mencintai lagi Maha Menyaksikan.

    Manfaat Doa Kanzul Arsy

    Berikut manfaat atau keutamaan yang diperoleh setelah membaca doa kanzul arsy:

    • Mendapat pengampunan dosa
    • Mendapat pahala berlipat ganda
    • Meningkatkan keimanan pada Allah dan para Nabi
    • Diberikan cahaya terang di wajahnya
    • Dimudahkan melewati jembatan sirotol mustaqim
    • Dijauhkan dari kekafiran
    • Dikabulkan doanya
    • Diangkat penyakitnya

    Demikian bacaan dan arti Doa Kanzul Arsy yang bisa diamalkan. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Tahlil dan Ziarah Kubur: Arab, Latin dan Terjemahannya



    Jakarta

    Doa tahlil dan ziarah kubur adalah doa yang umumnya dibaca oleh umat Muslim ketika mengunjungi kuburan atau makam, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk orang yang telah meninggal dunia. Tujuan utama dari doa ini adalah untuk mendoakan almarhum agar diberikan ampunan, rahmat, dan keselamatan oleh Allah SWT.

    M. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Hidangan Ilahi mengatakan, doa tahlil disusun dari ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang berasal dari Rasulullah SAW. Dinamakan tahlil karena inti dari kalimat yang dibaca dalam doa tersebut adalah lafaz tahlil yang berbunyi ‘Laa ilaaha illallaah’.

    Mengutip buku Tahlilan-Hadiyuwan Dzikir dan Ziarah Kubur karya Sutejo Ibnu Pakar, berikut bacaan doa tahlil dan ziarah kubur yang bisa dipakai:


    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدَا الشَّاكِرِينَ حَمْدَ النَّاعِمِينَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِحَلالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللهُمَّ صَلّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّلهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةٌ وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةٌ وَبَرَكَةٌ شَامِلَةٌ وَصَدَقَةٌ مُتَقَبَّلَةٌ نُقَدِّمُ ذَلِكَ وَنُهْدِيهِ إِلَى حَضَرَاتِ حَبِينَا وَشَفِيعِنَا وَقُرَّة أَعْيُنِنَا سَيِّدنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ وَإِلَى جَمِيعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْعَامِلِينَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ وَالْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَة الْمُقَرَّبِينَ ثُمَّ إِلَى جَمِيعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المسلمينَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِينَ والْمُؤْمِنَات مِنْ مَشارِقِ الأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرْهَا وَبَحْرِهَا خُصُوصًا إِلَى أَبَاتِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هُهُنَا بِسَبَبِهِ وَلأَجْلِهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيْنَا وميتنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغَيْرنَا وَكَبِيْرنَا وَذَكَرنَا وَأَنْتَانَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلَامِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيْمَانِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةٌ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا أَحْرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُل خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرِّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي كُل خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرِّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ . اَلْفَاتِحَةُ

    Arab latin: A’uudzubillaahiminasyaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. Hamdan syaakriin, hamdan naa’imiin. Hamdan yuwaafii ni’amahu wayukaafi`u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa Muhammad. Allaahumma taqobbal wa aushil tsawaba maa qoro’naahu minal qur’aanil ‘azhiimi wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shollainaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin shollalloohu ‘alaihi wa sallama hadiyyatan waashilatan wa rohmatan naazilatan wa barokatan syaamilatan ilaa hadhrotin habiibinaa wa syafii’inaa wa qurroti a’yuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ilaa jamii’i ikhwaanihii minal anbiyaa’i walmursaliina wal auliyaa’i wasy-syuhadaa’i wash-shoolihiina wash shohaabati wattaabi’iina wal ‘ulamaa’il ‘aalimiina wal mushonnifiinal mukhlishiina wa jamii’il mujaahidiina fii sabiilillaahi robbil’aalamiin, wa malaa’ikatil muqorrobiin. tsumma ilaa jamii’i ahlil qubuur minal muslimiina walmuslimaati walmu`miniina walmu`minaati min masyaariqil ardhi wamaghaaribihaa barrihaa wa bahrihaa, khushushan abaa`naa wa`ummahaatinaa wa`ajdaadanaa wajaddaatinaa wanakhushu khushushan manijtama’naa hahunaa bisababihi wali ajlihi. Allaahummagh firlahum warhamhum wa’aafihim wa’fu ‘anhum. Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaa ibinaa washaghiirinaa wakabiirinaa wadzakarinaa wauntsaanaa Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa-‘ahyihi ‘alal islaam, waman tawafaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaan. Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa ‘ishmatu amrinaa, wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fiihaa ma’aasyunaa, wa ashlih lanaa akhiratanaal latii ilaihaa ma’aadunaa, waj-‘alil hayaata ziyaadatan lanaa fii kulli khairin, waj-‘alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin. Rabbanaa aatinaa fiddun- yaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar. Washallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihi wasallam. Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun. Wasalaamun ‘alal mursaliin, walhamdu lillaahir rabbil ‘aalamiin. Alfaatihah.

    Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah. Tuhan semesta alam. Sebagaimana orang-orang yang bersyukur, dan orang-orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan puji yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana apa yang patut bagi keluhuran Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan- Mu. Ya Allah, berilah rahmat dan keselamatan atas penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur’an yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan sholawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh sahabat baginda dalam kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada, orang soleh, para sahabat, para tabiin, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah. Kemudian juga kepada seluruh ahli kubur dari kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat dari belahan bumi sebelah timur dan barat, baik yang di daratan maupun yang di lautan, khususnya, kepada bapak dan ibu kami, kakek dan nenek kami, dan kepada orang yang menyebabkan kami semua dapat berkumpul di sini dan untuk keperluannya. Ya Allah, ampuni dan rahmatilah mereka, selamatkanlah dan maafkanlah kesalahan mereka. Ya Allah, ampunilah yang hidup di antara kami dan yang telah wafat, yang hadir (di tempat ini) dan yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, laki- laki maupun perempuan. Ya Allah, siapa yang hidup di antara kami, maka hidupkanlah ia dalam keislaman dan yang wafat, wafatkanlah dalam keadaan iman. Ya Allah, luruskanlah kehidupan beragama kami, karena itulah pegangan kami dalam segala persoalan, sejahterakanlah dunia kami, karena di sanalah kehidupan kami (serta sarana pengabdian kami). Bahagiakanlah kehidupan akhirat kami karena ke sanalah tempat kami kembali. Jadikanlah kehidupan (kami) bersinambung di dalamnya segala macam kebajikan, dan kematian kami (kelak setelah usia yang panjang) akhir dari segala petaka. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. Semoga rahmat dan kesejahteraan selalu tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, para keluarga, dan sahabat beliau. Maha Suci Tuhanku, Tuhan yang bersih dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Dan kesejahteraan semoga senantiasa dilimpahkan kepada para utusan Allah. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Alfatihah… (kemudian baca surah Al-Fatihah).

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sesudah Adzan: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Adzan adalah panggilan atau seruan yang diberikan oleh seorang muadzin (pemberi adzan) untuk mengumumkan waktu-waktu shalat dalam agama Islam. Adzan dilakukan secara terbuka di masjid atau tempat ibadah Islam lainnya dengan tujuan untuk mengajak umat Muslim melakukan shalat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

    Pengumuman adzan biasanya terdiri dari beberapa frasa pendek yang diucapkan secara berulang-ulang. Adzan mencakup kalimat-kalimat seperti “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar), yang diucapkan empat kali, “Ashhadu an la ilaha illallah” (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah), dan lain-lain. Setelah adzan selesai, umat Muslim diundang untuk bergerak menuju masjid atau tempat shalat untuk melaksanakan shalat wajib.

    Adzan juga memiliki nilai simbolis dan spiritual dalam Islam. Ini mengingatkan umat Muslim tentang kewajiban untuk melaksanakan shalat dan mengingatkan mereka akan kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari. Adzan biasanya dilakukan oleh seorang muadzin yang memiliki suara yang jelas dan bermakna, sehingga panggilan ini dapat didengar oleh banyak orang dalam wilayah sekitarnya.


    Saat mendengar adzan, seorang muslim dianjurkan melakukan tiga hal ini sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda:

    إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

    Artinya: “Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian membacalah sholawat untukku. Sebab barang siapa yang membaca sholawat untukku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Sebab wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR Muslim).

    Doa Setelah Adzan Lengkap dengan Artinya

    Menukil buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi, berikut doa sesudah adzan yang diriwayatkan oleh Al Bukhari. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    Bacaan latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

    Khusus untuk adzan magrib, seorang muslim bisa menambahkan bacaan sebagai berikut:

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    Arab latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Kejujuran, Sifat Baik yang Harus Dimiliki Muslim



    Yogyakarta

    Sebagai insan yang beriman, jujur merupakan sifat yang sangat penting dimiliki guna menjaga hubungan antar manusia.

    Kejujuran mencakup tindakan menghindari kebohongan, integritas, dan kebenaran dalam segala aspek kehidupan. Dalam Islam, kejujuran ditegaskan dalam Al-Qur’an dan disampaikan melalui hadits-hadits yang penuh hikmah.

    Pentingnya Kejujuran dalam Islam

    Dikutip dari buku Jujur Kunci Hidup Makmur karya Izzal Afifir Rahman bahwa terdapat 28 surat dan 47 ayat yang memberikan bukti betapa pentingnya memiliki sifat jujur.


    Beberapa di antaranya terdapat dalam Al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 70, bahwa Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”.

    Masih mengutip dari sumber buku yang sama bahwa Allah SWT berfirman dalam QS. al-Ma’idah ayat 119, Allah akan memberikan balasan berupa surga, hal tersebut memberitahukan betapa pentingnya memiliki sifat jujur.

    Hadits tentang Kejujuran

    Rasulullah SAW secara tegas menyampaikan pentingnya kejujuran melalui hadits-haditsnya.

    Dikutip dari buku Mungkinkah Kita Jujur karya Shafwat Abdul Fattah, beberapa hadits tentang kejujuran antara lain:

    – Hadits dari Ibnu Mas’ud RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Kalian harus jujur, karena jujur itu akan menunjukan (jalan) kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan (jalan) ke surga. Dan seseorang yang senantiasa jujur dan ia bersungguh-sungguh untuk senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dituliskan di sisi Allah sebagai orang yang jujur sekali (shiqqiq). Dan hati-hatilah kamu dengan berbohong, karena berbohong itu menunjukkan (jalan) kepada perbuatan jahat, dan sesungguhnya perbuatan jahat itu menunjukkan (jalan) ke neraka. Dan seseorang yang selalu bohong dan ia bersungguh-sungguh untuk senantiasa di sisi Allah ia kan dicatat sebagai orang yang pembohong.” (HR. Bukhari, Musli, Ahmad, dan Tirmidzi)

    – Hadits dari Abu Bakar RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Kalian harus jujur, karena jujur itu bersama-sama dengan kebaktian yang sempurna (birr). Keduanya akan berada di dalam surga. Dan hati-hatilah kalian dengan bohong, karena bohong itu bersama-sama perbuatan dosa yang terus-menerus (fuqur). Keduanya akan masuk neraka. Dan mintalah kalian keyakinan dan perlindungan dari segala penyakit kepada Allah. Karena seseorang setelah diberi keyakinan akan lebih baik daripada diberi perlindungan dari segala penyakit. Dan janganlah kalian saling hasut, saling membenci, saling memutuskan (tali silaturahmi), saling membelakangi, serta jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah perintahkan kepada kalian.” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Maajah)

    – Hadits dari Ubadah ibnu Shamit RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Berilah aku dari kalian jaminan dengan enam perkara, niscaya aku akan menjamin kalian dengan surga; jujurlah kalian jika berbicara, sempurnakanlah janji oleh kalian jika berjanji, tunaikanlah amanah jika kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, pejamkanlah penglihatan, dan tahankanlah tangan kalian (dari meminta-minta).” (HR. Ahmad, Ibnu Abid Dunya, Ibnu Hibban, al-Haakim, dan al-Baihaqi)

    – Hadits dari Abdullah bin Umar RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Ada empat hal yang dapat menjadikan (kesan) kalian tidak akan pernah hilang dari dunia, yaitu menjaga amanah, bicara jujur, berakhlak baik, dan hati-hati dari makanan (yang haram).” (HR. Ahmad, Ibnu Abid Dunya, ath-Thabrani, dan al-Baihaqi.)

    – Hadits dari Hasan bin Ali RA

    “Aku masih hafal apa yang dipesankan oleh Rasulullah SAW, “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu menuju sesuatu yang tidak menjadikanmu ragu, karena jujur itu menenteramkan, sedangkan bohong itu dapat menjadikanmu bimbang.”” (HR. Tirmidzi)

    Dari pemaparan beberapa hadits di atas dapat disimpulkan bahwa kejujuran merupakan sifat yang wajib dimiliki oleh seluruh umat, dan Allah menjanjikan surga untuk hamba-Nya yang selalu menerapkan kejujuran.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memohon Panjang Umur, Agar Diberi Kesehatan dan Keberkahan Hidup



    Yogyakarta

    Dalam Islam, memohon panjang umur dapat menjadi ekspresi dari rasa syukur atas kehidupan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Umat muslim dapat berdoa agar diberikan umur yang panjang dan penuh keberkahan.

    Doa memohon panjang umur bukan hanya sekedar menginginkan waktu yang lebih lama, tetapi juga sebuah pengharapan untuk terus beribadah, memperbaiki diri, dan berbuat baik selama hidup di dunia.

    Doa Memohon Panjang Umur

    Terdapat beberapa doa yang bisa dibaca untuk memohon agar panjang umur.


    Doa Panjang Umur

    Dikutip dari buku Pintar Ibadah karya Ust. H. Fatkhur Rahman, bahwa doa yang dapat dibaca ketika memohon panjang umur yaitu:

    اللهمَّ طَولُ عُمرِنَا فِي طَاعَتِكَ وَطَاعَةِ رَسُولِكَ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Bacaan latin: Allaahumma thawwil ‘umuranaa fii thaa’atika wathaa’ati rasuulika waj’alnaa min ‘ibaadikash shaalihiina.

    Artinya: “Ya Allah, panjangkanlah umurku dalam mentaati-Mu, dan mentaati rasul-Mu serta jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang shalih.”

    Doa Mohon Banyak Harta, Badan Sehat dan Bertakwa

    Selain memohon agar diberikan umur yang panjang, umat muslim juga dapat memanjatkan doa untuk mengharapkan rezeki yang banyak dan dianugerahkan badan yang sehat. Doa ini tentunya ditujukan kepada Allah SWT semata.

    Dikutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hameda,MA, berikut bacaan doanya:

    اللَّهُمَّ أَكْثِرُ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِك لَهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَهُ وَأَطِلْ حَيَاتَهُ عَلَى طَاعَتِكَ وَأَصِحَ جِسْمَهُ وَأَحْسِنْ عَمَلَهُ وَاغْفِرْ لَهُ.

    Bacaan latin: Allaahumma aktsir maalahu wa waladahu wa baarik lahu fiima a’thaitahu wa athil hayaatahu ‘alaa thaa’atika wa ashihha jismahu wa ahsin ‘amalahu waghfir lahu.

    Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah hidupnya (umurnya) dalam ketaatan kepada-Mu, sehatkanlah tubuhnya, perbaguslah amalnya, dan ampunilah dia.”

    Doa tersebut merupakan doa yang dibacakan oleh sahabat Rasulullah SAW kepada kerabat dan keluarganya, dan anjuran Rasulullah SAW untuk memohon panjang umur tetapi dipenuhi ketaatan dan amal yang baik. (HR. Bukhari dan Al-Adab Al-Mufrad).

    Doa Agar Diberi Panjang Umur dan Banyak Rezeki

    Dikutip dari buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ust. Ahmad Zacky El-Syafa bahwa dapat membaca doa berikut agar diberi panjang umur dan rezeki yang banyak oleh Allah SWT:

    سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَعْلَمُ قَدْرَهُ غَيْرُهُ وَلَا يَبْلُغُ الْوَاصِفُونَ صِفَتَهُ

    Bacaan latin: Subhaana man laa ya’lamu qadruhu walaa yablughul waashifuuna shifatahu

    Artinya: “Maha Suci Zat yang orang tidak akan mengetahui kekuasaan-Nya selain hanya Dia dan tidak akan tercapai Orang-orang yang memberikan sifat terhadap sifatnya.”

    Doa tersebut memiliki khasiat bahwa jika terdapat seorang muslim yang membaca doa tersebut secara rutin setelah sholat fardhu sebelum membaca wirid setelah sholat, maka dia akan diberikan umur panjang dan rezeki yang banyak oleh Allah SWT.

    Selain dengan membaca doa-doa seperti yang dipaparkan di atas, dengan berbakti kepada orang tua dapat memperpanjang umur, seperti yang dikutip dari buku Keajaiban Doa & Ridho Ibu karya Mutia Mutmainah.

    Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ بَر وَالدَيْهِ طُوبَى لَهُ وَزَرَادَ اللَّهُ فِي عُمُرِه

    Artinya: “Barangsiapa yang berbakti kepada ibu ayahnya, maka kebahagiaanlah baginya dan Allah akan memanjangkan umurnya.” (HR. Bukhari).

    Demikian beberapa doa untuk memohon umur yang panjang dan penuh keberkahan. Doa ini dapat dibaca setelah sholat fardhu.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com