Category: Doa Hadits

  • Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim dalam Islam, Ini Dalilnya


    Jakarta

    Berdoa adalah salah satu amalan dengan sejumlah keutamaan yang dapat dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits pun menjelaskan keutamaan mendoakan sesama muslim.

    Islam sangat menganjurkan untuk berdoa karena terdapat keutamaan-keutamaan di dalamnya. Allah SWT berfirman dalam surah Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri. Seorang muslim juga dapat berdoa untuk orang lain apalagi bila orang yang didoakan juga tidak mengetahui hal tersebut.

    Keutamaan dan Dalil Mendoakan Sesama Muslim

    Keutamaan mendoakan sesama muslim disebutkan dalam salah satu hadits riwayat Muslim. Berdasarkan hadits tersebut, malaikat juga turut mendoakan orang yang berdoa tiap kali mereka mendoakan sesama muslim.

    مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu kecuali malaikat berkata, ‘Dan untuk kamu juga seperti itu.’” (HR Muslim)

    Melalui riwayat lainnya disebutkan pula bawah mendoakan sesama muslim termasuk jenis doa yang mustajab atau dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

    دَعْوَةُ الْمَرْء الْمُسْلِم لأخيه بظهر الغيب مُسْتَجَابَةٌ، عندَ رأْسه مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلِّمَا دَعَا الأَخِيهِ بِخَيْرِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ، وَلَكَ بمثل رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

    Artinya: “Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu mustajab. Di kepala seorang muslim itu ada malaikat yang diberi tugas; bila ia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang diberi tugas itu mengucapkan, ‘Amin, dan untukmu juga seperti itu.’”

    Selain itu, dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 3 karya Imam an Nawawi, ada beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya. Salah satunya, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hasyr ayat 10,

    وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ࣖ ١٠

    Artinya: “Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

    Surah Muhammad ayat 19 berisikan memohonkan ampunan dosa bagi orang lain. Allah SWT berfirman:

    فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ ࣖ ١٩

    Artinya: “Ketahuilah (Nabi Muhammad) bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Ibrahim ayat 41 tentang bacaan doa yang dapat diamalkan untuk mendoakan sesama muslim. Berikut bacaannya:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ ٤١

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Ketenangan Hati dan Pikiran, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Sebagai seorang hamba sudah sepatutnya kita memohon kepada Allah SWT dengan cara berdoa. Dalam Islam, segala sesuatu harus diawali dan diakhiri dengan doa.

    Doa juga dapat menjadi penenang kala hati dilanda rasa gundah dan gelisah. H M Amrin Ra’uf melalui bukunya yang berjudul Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah menjelaskan bahwa doa memiliki pengaruh baik bagi psikis seseorang.

    Ketika berdoa, rasa cemas dalam hati dan pikiran dapat teratasi. Berkaitan dengan itu, ada sejumlah doa ketenangan hati dan pikiran yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati susunan Darul Insan dan buku Panduan Lengkap Mengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an oleh Eko Nani Fitriono S Th I M P I.


    6 Doa Ketenangan Hati dan Pikiran

    1. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Pertama

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ (رواه البخاري)

    Arab latin: Allahumma innī a’ūdzu bika minal hammi wal ḥazan wal ‘ajzi wal kasal wal bukhli wal jubni wa dhala’id daini wa ghalabatir rijāl.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemas dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

    2. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Kedua

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin.

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    3. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Ketiga

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Arab latin: Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati wa rabbul ardli wa rabbul arsyil kariim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

    4. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Keempat

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    5. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Kelima

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Arab latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”

    6. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Keenam

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Robbisrohlii sodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    Demikian doa ketenangan hati dan pikiran yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bercermin dalam Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Bercermin bukan hanya sekadar melihat bayangan diri di permukaan kaca, tetapi juga merupakan momen yang dapat kita manfaatkan untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT dengan membaca doa. Seperti apa bacaan doa bercermin?

    Bercermin adalah salah satu aktivitas berhias diri yang bisa dilakukan muslim. Dikutip dari buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian karya karya Mahmud asy Syafrowi bahwa sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan umatnya dengan baik, seperti firman-Nya dalam surah At Tagabun ayat 3,

    خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْۚ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ ٣


    Artinya: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar, Dia membentuk kamu lalu memperindah bentukmu, dan kepada-Nyalah kembali(-mu).”

    Dari firman Allah SWT tersebut, hendaknya kita bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Salah satunya dapat diamalkan dengan memanjatkan doa bercermin.

    2 Doa Bercermin dalam Arab, Latin, dan Artinya

    Dikutip dari buku Doa dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya M Quraish Shihab bahwa doa yang dapat dibaca ketika bercermin:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنُ خُلُقي

    Bacaan latin: Alhamdulillaah allaahumma kamaa hassanta khalqi fahassin khuluqii.

    Artinya: “Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah perindah tubuhku, maka perindah juga akhlakku.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).

    Dikutip dari buku 63 Adab Sunnah karya Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto, Lc., M.A. al-Hafizh, bahwa doa bercermin yang dapat dibaca:

    اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي

    Bacaan latin: Allahumma ahsanta kholqii fa ahsin khuluqii

    Artinya: “Ya Allah Engkau telah membaguskan penciptaanku maka baguskanlah akhlakku.”

    Dalam kedua doa tersebut, umat muslim tidak hanya menghargai keindahan ciptaan Allah dalam bentuk fisik, tetapi juga memohon pertolongan-Nya untuk menjaga dan memperbaiki akhlak serta perilaku umat muslim.

    Adab Bercermin

    Adab bercermin mengajarkan tentang tindakan yang bermakna, penuh kesadaran, dan sesuai dengan tuntunan agama. Dikutip dari buku Living Hadis oleh Salim Rosyadi, dkk, ada beberapa adab bercermin sebagai berikut:

    • Mengingat nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT
    • Tidak berlebihan ketika mengagumi keindahan diri sendiri
    • Tidak mencela kekurangan fisik diri sendiri
    • Bersabar dengan kekurangan diri
    • Bersyukur dengan kelebihan yang dimiliki
    • Tidak terlalu lama ketika berada di depan cermin
    • Tidak berlebih-lebihan dalam bercermin

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagaimana Cara Mendoakan Orang Sakit agar Cepat Sembuh?


    Jakarta

    Mendoakan orang sakit agar cepat sembuh adalah salah satu bentuk kepedulian dan kasih sayang yang bisa ditunjukkan kepada sesama. Rasulullah SAW dalam beberapa hadits telah mengajarkan cara mendoakan orang sakit agar cepat sembuh.

    Selain memberikan dukungan moral dan bantuan materi, doa juga merupakan senjata ampuh yang bisa digunakan untuk memohon kesembuhan dari Allah SWT.

    Cara Mendoakan Orang Sakit

    Dikutip dari buku Akidah Akhlak karya H.Aminudin dan Harjan Syuhada, cara mendoakan orang sakit agar cepat sembuh sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut.


    • Duduk berdekatan dengan arah kepala orang yang sakit dan meletakkan tangan di kening dan wajah serta mengusap-usap dada dan perut si sakit.
    • Bertanya tentang keadaannya, sambil menempelkan tangan kanannya di tubuh orang yang sedang sakit dan membaca doa.

    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ar-Rabi’ bin Abdullah, ia berkata, “Saya pernah pergi bersama Al-Hasan menjumpai Qatadah untuk menziarahinya dan ia duduk di sisi kepalanya. Lalu bertanya kepadanya dan mendoakan kesembuhan baginya.”

    • Mengucapkan ucapan yang baik.

    Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian menghadiri orang yang sakit atau mayit maka ucapkanlah ucapan yang baik karena sesungguhnya malaikat mengaminkan atas apa yang kalian ucapkan.”

    • Mendoakan orang yang sakit.

    Doa untuk Orang yang Sedang Sakit

    Dikutip dari kitab Al-Adzkar karya Al-Imam An-Nawawi, terdapat beberapa doa yang Rasulullah SAW baca ketika sedang menjenguk orang yang sakit agar mendapatkan kesembuhan dari Allah SWT. Beberapa di antaranya yaitu:

    • Mengusap dengan tangan kanan di badan orang yang sedang sakit dengan membaca,

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaauka syifaa’an laa yughadiru saqaman

    Artinya: “Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah, Engkau-lah Dzat Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”

    • Meletakkan tangan ke bagian yang terasa sakit dengan mengucap sebanyak 3x

    بِسْمِ اللّهِ

    Bismillah

    Artinya: “Dengan Nama Allah”

    • Mengucap doa ini sebanyak 7x

    أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    A’udzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir

    Artinya: “Aku berlindung dengan keperkasaan dan kuasa Allah dari keburukan apa yang aku rasakan dan apa yang aku khawatirkan.”

    • Ketika Rasulullah SAW menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash, beliau mengucapkan,

    اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

    Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad.”

    • Mengucap doa ini sebanyak 7x

    أَسْأَلُ الله العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

    As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhannya Awasy yang agung, semoga Dia menyembuhkanmu,”

    • Membaca doa seperti yang malaikat Jibril doakan ketika Rasulullah SAW sakit,

    بِاسْمِ اللهِ، أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ

    Bismillahi arqika min kulli syai’in yu’dzika min syarri kulli nafsin aw ainin haasidin, Allahu yasyfika bismillahi arqika

    Artinya: “Dengan Nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan segala jiwa atau mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan Nama Allah aku meruqyahmu.”

    • Doa yang Rasulullah SAW ucapkan ketika menjenguk orang Salman,

    يَا سَلْمَانُ، شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِينِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Ya Salaman, Syafallahu saqomaka, Wa ghafara dzanbaka, Wa ‘afaka fi dinika wa jismika, Ila muddati ajalika

    Artinya: “Wahai Salman, semoga Allah menyembuhkan sakitmu, mengampuni dosamu, dan memberi keselamatan dalam urusan agamamu, serta menyehatkan badanmu hingga waktu ajalmu tiba.”

    Doa menjenguk orang sakit seperti dipanjatkan Rasulullah SAW saat mendoakan Salman tersebut namanya bisa diganti dengan orang yang akan didoakan.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits Keutamaan Menuntut Ilmu, Salah Satunya Dimudahkan Masuk Surga


    Jakarta

    Menuntut ilmu termasuk anjuran dalam Islam. Terkait hal ini bahkan dijelaskan dalam sejumlah dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits.

    Hukum menuntut ilmu sendiri bagi muslim adalah wajib sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi,

    “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR Muslim)


    Dijelaskan dalam buku Syarah Hadits Keutamaan Menuntut Ilmu karya Prima Ibnu Firdaus al-Mirluny, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa warisan terbaik bukan harta yang ditinggalkan, melainkan ilmu yang bermanfaat. Begitu mulianya ilmu dalam pandangan Islam.

    Merangkum arsip detikHikmah dan buku Inilah! Wasiat Nabi Bagi Para Penuntut Ilmu oleh Drs Wendi Zarman, berikut sejumlah hadits yang menyebut terkait keutamaan menuntut ilmu.

    1. Termasuk Sedekah Jariyah

    “Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim)

    2. Mendapat Ridho Allah SWT

    “Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti.” (HR Abu Daud).

    3. Dimudahkan Masuk Surga

    “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)

    4. Warisan Para Nabi

    “Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    5. Disambut Rasulullah SAW

    “Selamat datang wahai penuntut ilmu. Sesungguhnya penutup ilmu benar-benar ditutupi para Malaikat dan dinaugi dengan sayap-sayapnya. Kemudian mereka saling bertumpuk-tumpuk hingga mencapai langit dunia (langit paling dekat dari bumi), karena kecintaan mereka (Malaikat) kepada ilmu yang dipelajarinya.” (Shahih: HR Ath-Thabrani no. 7347 dalam Al-Mu’jam Al-Kabir)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Sabar dan Syukur, Bukti Keimanan kepada Allah SWT



    Jakarta

    Sabar dan syukur adalah dua sifat terpuji yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Keduanya merupakan bukti keimanan kepada Allah SWT, yang menciptakan segala sesuatu dengan hikmah dan rahmat-Nya.

    Sabar dan syukur juga merupakan kunci untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

    Terdapat beberapa hadits yang menyinggung tentang sabar dan syukur yang termasuk dalam bukti keimanan umat muslim kepada Allah SWT.


    Pengertian Sabar dan Syukur

    Dikutip dari buku Rahasia Superdahsyat dalam Sabar & Shalat karya Amirulloh Syarbini dan Novi Hidayati Afsari, sabar merupakan gambaran kekuatan seseorang dalam menghadapi segala cobaan dan persoalan dengan semangat melakukan usaha, gigih, dan tidak putus asa, sambil berpegang teguh pada tuntunan Allah SWT.

    Imam al-Ghazali dalam bukunya yang berjudul Syukur, Mengapa Kita Wajib Bersyukur?, mengartikan bahwa syukur adalah bentuk penghormatan untuk menghindari kemurkaan orang yang telah berbuat baik kepadanya.

    Hadits tentang Sabar

    Dikutip dari buku Dahsyatnya Sabar, Syukur, Ikhlas Muhammad SAW karya Amirulloh Syarbini dan Jumari Haryadi, dijelaskan beberapa hadits yang menyinggung tentang sabar yaitu,

    “Dari Anas bin Malik bahwa Ummu Rubayyi’ binti Bara’ yaitu ibunya Haritsah bin Suraqah, datang kepada Nabi SAW, lalu dia berkata, “Wahai Nabi Allah, hendaklah engkau memberitakan kepadaku tentang (nasib) Haritsah; dimana ia terbunuh pada perang Badar terkena anak panah yang asing (tidak diketahui siapa pemanahnya dan dari mana datangnya). Jika ia di surga, maka aku bersabar, dan jika tidak demikian, maka aku hendak bersungguh-sungguh menangisinya.” Beliau bersabda: “Wahai ibunya Haritsah, sesungguhnya itu derajat-derajat di surga, dan sesungguhnya anakmu mendapat surga Firdaus yang luhur.” (HR Bukhari)

    “Rasulullah SAW bersabda: “Kalaulah kesabaran itu berwujud seorang lelaki, niscaya ia akan menjadi orang mulia dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (HR Thabrani)

    “Sabar terhadap sesuatu yang engkau benci merupakan kebajikan yang besar.” (HR Tirmidzi)

    “Dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Siapa yang membenci penguasanya terhadap sesuatu (urusan agama) maka bersabarlah; karena sesungguhnya orang yang keluar dari (kepatuhan kepada) penguasa barang sejengkal, maka dia pasti meninggal sebagaimana meninggal ala Jahiliyah (dalam kesesatan, perpecahan, dan kekosongan imam yang dipatuhi.” (HR. Muslim)

    Rasulullah SAW bersabda, “Sabar itu sebagian dari iman” (HR Abu Nu’aim)

    Hadits tentang Syukur

    Dikutip dari buku Ihya Ulumuddin 8, Sabar dan Syukur karya Imam Al-Ghazali, beberapa hadits tentang syukur yaitu,

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang makan yang bersyukur adalah seperti kedudukan orang yang berpuasa yang sabar.” (HR Imam Bukhari, At-Tirmidzi, dll)

    Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Ayyub AS, “Sesungguhnya Aku rela dengan syukur sebagai balasan dari para kekasih-Ku dalam cerita yang panjang. Dan Allah SWT mewahyukan kepadanya tentang sifat orang-orang yang sabar, bahwa negeri mereka adalah negeri as-salam (sejahtera). Apabila mereka memasukinya, niscaya Allah SWT ilhamkan kepada mereka akan kesyukuran, dan sikap syukur itu adalah sebaik-baiknya perkataan. Dan ketika bersyukur, Aku akan tambahkan nikmat kepada mereka.”

    Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah seseorang dari kamu mengambil lisan yang berdzikir atau kalbu yang bersyukur.”

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Takbiratul Ihram ‘Allahu Akbar’ Lengkap dengan Doa Iftitah


    Jakarta

    Saat menunaikan sholat, setiap umat muslim wajib mengucapkan takbiratul ihram. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa iftitah, lalu disambung dengan Surat Al-Fatihah dan surat pendek di dalam Al-Quran.

    Lantas, bagaimana bacaan takbiratul ihram yang benar? Lalu seperti apa bacaan doa iftitah? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Pengertian Takbiratul Ihram

    Takbiratul ihram adalah takbir yang diucapkan ketika seorang muslim mengawali sholat sambil mengarah ke kiblat, baik itu sholat fardhu maupun sunnah.


    Mengutip buku Fiqih Islam wa Adillatuhu Jilid 2, disebut takbiratul ihram karena seseorang yang telah berniat melaksanakan sholat, maka haram baginya untuk mengerjakan segala sesuatu yang tadinya halal, seperti makan, minum, berbicara, dan lain sebagainya yang dapat membatalkan sholat.

    Ketika seorang umat muslim sholat sendiri, maka ia perlu membaca takbiratul ihram secara pelan minimal bisa terdengar oleh dirinya sendiri. Ketika sholat berjamaah, imam disunnahkan membaca takbiratul ihram dengan suara yang sedikit dikeraskan, seperti halnya yang dilakukan Rasulullah SAW agar seluruh makmum dapat mendengarnya.

    Adapun Rasulullah SAW menegaskan kepada umatnya bahwa yang belum benar dalam melaksanakan sholat untuk mengucapkan takbiratul ihram. Beliau bersabda:

    “Sesungguhnya salat seseorang tidak sah, kecuali jika ia berwudhu terlebih dahulu. Selanjutnya, orang itu berwudhu dengan benar kemudian melafalkan Allahu akbar.” (HR Thabrani).

    Bacaan Takbiratul Ihram

    Ingin mengetahui bacaan takbiratul ihram yang tepat? Dalam buku Sifat Shalat Nabi oleh Syaikh Muhammad Nasirrudin al-Albani, berikut bacaan takbiratul ihram:

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Latin: Allahu Akbar

    Artinya: “Allah Maha Besar.” (HR Muslim dan Ibnu Majah)

    Bacaan Doa Iftitah

    Setelah membaca takbiratul ihram, umat muslim dianjurkan membaca doa iftitah untuk kesempurnaan sholat. Simak bacaan doa iftitah di bawah ini:

    الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا.

    Latin: Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila

    Artinya: Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyak pujian. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

    أنى وجهت وجهي للذى فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين

    Latin: inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin

    Artinya: Kuhadapkan wajahku kepada zat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah.

    ان صلاتى ونسكى ومحياي ومماتى لله رب العالمين لاشريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين

    Latin: inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin

    Artinya: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. Dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim.

    Doa iftitah di atas merupakan doa yang paling umum dibaca dan didengar oleh kita. Selain itu, aja juga doa iftitah yang telah diajarkan Rasulullah SAW, hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi, yakni sebagai berikut:

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

    Latin: Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta’aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk.

    Artinya: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.

    Nah, itu dia pembahasan mengenai bacaan takbiratul ihram lengkap dengan doa iftitah. Semoga artikel ini dapat membantumu untuk mempelajari rukun sholat yang baik dan benar.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri Doa Apa? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Bacaan robbisrohli sodri wayassirli amri adalah penggalan ayat yang ada pada surah Taha. Ayat ini sering dipakai sebagai doa oleh umat Islam untuk meminta kemudahan dan kelancaran lisan.

    Mengutip buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, doa ini pernah dipakai oleh Nabi Musa AS saat berhadapan dengan Firaun. Ia meminta pertolongan kepada Allah SWT agar dimudahkan saat berbicara dengan rivalnya.

    Allah pun mengabulkan doa Nabi Musa. Beliau akhirnya bisa menyampaikan kebenaran tentang agama Islam supaya Firaun sadar dan beriman kepada Allah SWT. Meskipun pada akhir hayatnya, Firaun meninggal dunia dalam keadaan su’uk khatimah.


    Robbisrohli Sodri Wayassirli amri juga bisa menjadi doa penenang hati jika yang sedang merasa gelisah. Jika sering mengamalkannya, insyaallah bisa memberikan ketenangan.

    Berikut bacaan robbisrohli sodri wayassirli amri versi lengkap.

    Bacaan Robbisrohli Sodri Arab, Latin dan Terjemahannya

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Bacaan latin: Robbisrohli sodri, wayassirli amri, wahlul ‘uqdatammil lisani yafqohu qouli.

    Artinya: “Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Taha ayat 25-28).

    Doa Penenang Hati

    Tak hanya doa di atas, masih ada lagi doa penenang hati lainnya yang bisa diamalkan. Menukil buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati karya Daruk Insan, berikut doa-doa penenang hati yang bisa dibaca.

    1. Doa Saat Merasa Sedih

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Bacaan latin: La ilaha illallahul ‘azimul haliim, la ilaha illallahu rabbul ‘arsyil ‘azim, laa ilaha illallahu rabbussamawati, wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil karim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah SWT, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah SWT, Rabb (Pemilik) Arsy yang Agung. Tidak ada Tuhan yang berhak Disembah dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik Arsy yang mulia.”

    2. Doa Agar Dimudahkan Urusan

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Bacaan latin: Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzolimin

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    3. Doa Agar Hati Ditetapkan Hidayah

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Bacaan latin: Rabbana la tuzig quluu banaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa milladunka rahmatan innaka antalwahhab

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Kau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Kau beri petunjuk kepada kami, karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Kau. Karena sesungguhnya Kaulah Maha Pemberi (karunia).”

    4. Doa Agar Hati Tenang dari Keburukan

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Bacaan latin: Allahumma inni a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal haromi wal bukhl. Wa a’udzubika min ‘adzabil qabri, wamin fitnatil mahya wal mamaati

    Artinya: “Ya Tuhan, hamba berlindung kepadaMu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepadaMu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Keutamaan Mengucap Alhamdulillah, Ini Dalilnya



    Jakarta

    Alhamdulillah adalah kalimat tahmid yang memiliki arti segala puji bagi Allah SWT. Kalimat tersebut memiliki keutamaan yang besar bagi orang yang mengucapkannya.

    Alhamdulillah menunjukkan rasa syukur, pengakuan, pengagungan, dan pujian kepada Allah SWT atas segala nikmat, karunia, dan rahmat yang diberikan-Nya kepada umat-Nya.

    Bacaan Alhamdulillah

    الْحَمْدُ للهِ


    Bacaan latin: Alhamdulillah

    Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

    Dikutip dari buku Usir Gelisah dengan Ibadah karya Ustadz Syauqi Abdillah Zein, bahwa secara bahasa, tahmid berarti “pujian”.

    Meskipun bacaannya sangat pendek, tahmid memiliki makna dan keutamaan yang besar.

    Tahmid atau Alhamdulillah mengandung makna bahwa segala pujian ditujukan hanya bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam.

    Dalil tentang Alhamdulillah

    Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang cara bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah, beberapa diantaranya yaitu:

    Surat Al Kahfi ayat 1

    Allah SWT berfirman dalam surat Al Kahfi ayat 1,

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ ١

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.”

    Surat Ibrahim ayat 7

    Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7,

    وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧

    Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.””

    Surat Al Baqarah ayat 152

    Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 152,

    فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ ١٥٢

    Artinya: “Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”

    Hadits tentang Alhamdulillah

    Rasulullah SAW bersabda, “Alhamdulillah memenuhi Mizan, dan Subhanallah serta Alhamdulillah keduanya memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi.” (HR Muslim)

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah memberikan kenikmatan kepada seorang hamba, kemudian ia mengucapkan alhamdulillah kecuali apa yang dia berikan itu lebih utama daripada apa yang telah ia terima.” (HR Ibnu Majah)

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hamba Allah yang paling utama pada hari kiamat adalah orang-orang yang gemar mengucapkan hamdalah.” (HR Ath-Thabrani)

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang pertama yang dipanggil masuk surga adalah mereka yang gemar membaca tahmid, yakni memuji Allah dalam kondisi lapang maupun sulit.” (HR Ath-Thabrani)

    Keutamaan Bacaan Alhamdulillah

    Terdapat beberapa keutamaan yang akan didapatkan jika seorang muslim mengucapkan Alhamdulillah.

    Mengutip sumber buku yang sama, bahwa dengan membaca tahmid atau Alhamdulillah akan mengajarkan diri untuk selalu memuji-Nya sebagai bentuk rasa syukur terhadap segala nikmat dan anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT.

    Mengutip buku Usir Gelisah dengan Ibadah karya Ustadz Syauqi Abdillah Zein, dengan mengucapkan Alhamdulillah, maka akan mendapatkan berbagai keutamaan yakni memperberat timbangan amal dan ditambahkan kenikmatan oleh Allah SWT.

    Dalam buku Tanya & Jawab Bersama Nabi: Kitab Ihsan karya Lingkar Kalam, bahwa dengan mengucapkan tahmid atau Alhamdulillah maka akan mendapatkan keutamaan menjadi hamba Allah yang paling utama di hari kiamat dan menjadi orang pertama yang dipanggil masuk surga.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Keutamaan Menjaga Lisan Menurut Hadits bagi Kaum Muslimin


    Jakarta

    Lisan merupakan anugerah yang Allah SWT berikan kepada manusia. Dengan lisan, manusia dapat mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan di lubuk hatinya.

    Sudah sepatutnya manusia menjaga lisan yang mereka miliki. Terkait hal ini, dalam surat Al Qaf ayat 18 Allah SWT berfirman:

    مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ


    Artinya: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

    Nabi Muhammad SAW juga meminta kaum muslimin untuk membatasi ucapannya. Bahkan ia menganjurkan untuk menghindari berbicara jika tidak penting.

    “Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berzikir kepada Allah. Sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa zikir kepada Allah akan mengeraskan hari, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras.” (HR Tirmidzi)

    Terdapat banyak perbuatan yang berasal dari lisan dan berujung menjadi dosa. Contohnya seperti ghibah, mengadu domba, pembicaraan yang tidak bermanfaat, candaan yang berlebihan, dan lain sebagainya seperti dikutip dari buku Sejumlah Amalan Penting Penghuni Surga saat di Dunia susunan Ahmad Abi Al-Musabbih.

    Lantas, apa saja keutamaan yang diperoleh dari menjaga lisan? Simak bahasannya yang dinukil dari buku Reuni Ahli Surga (Sejumlah Amalan Penting Penghuni Surga Saat di Dunia) karya Ahmad Abi Al-Musabbih.

    Keutamaan Menjaga Lisan bagi Kaum Muslimin

    1. Dijauhkan dari Kebinasaan

    Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa mereka yang tidak bisa menjaga lisannya akan binasa di akhirat kelak. Dikatakan juga wajah mereka akan tersungkur dalam neraka sebagaimana sabdanya ketika berbincang dengan Mu’adz bin Jabal RA,

    “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabnya: “Iya, wahai Rasulullah.” Maka Beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka Beliau bersabda, “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR Tirmidzi)

    2. Mendapat Ridha Allah SWT

    Orang yang menjaga lisannya niscaya akan mendapat ridha Allah SWT. Hal ini sesuai dalam sebuah hadits yang berbunyi,

    “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Imam Malik dan Ahmad)

    3. Dekat dengan Rasulullah SAW di Surga

    Menjaga lisan jadi fondasi suatu akhlak yang baik. Dengan akhlak yang baik itu maka akan membawa diri kaum muslimin dekat kepada Nabi Muhammad SAW di surga kelak.

    “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah kalian yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmidzi)

    4. Diganjar Surga

    Mereka yang dapat menjaga lisannya dari perkataan buruk dan tidak berguna niscaya akan diganjar surga oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits dari Sahl bin Sa’ad,

    “Barang siapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya, yakni mulut atau lidah, serta antara kedua kakinya, yakni kemaluannya, maka saya memberikan jaminan surga untuknya.” (HR Bukhari)

    5. Memperoleh Kedudukan Tinggi sebagai Muslim

    Dalam sebuah riwayat, Nabi SAW ditanya:

    “Siapakah muslim yang paling utama?’ Kemudian beliau menjawab, “Orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat buruk kepada orang lain.” (HR Bukhari)

    Bacaan Doa Menjaga Lisan

    Merangkum arsip detikHikmah, ada doa yang dapat dibaca agar lisan kita tetap terjaga dari perkataan buruk. Berikut bunyi doanya,

    اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, qalbu, dan maniku.” [Sunan Abu Dawud no. 1551; Sunan At-Tirmidzi no. 3492]

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com