Category: Doa Hadits

  • Doa Ketika di Dalam Masjid, Amalkan agar Mendapat Berkah


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca ketika berada di dalam masjid. Doa ini merupakan sunnah Rasulullah SAW dan bisa menjadi amalan mulia untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT.

    Masjid merupakan tempat yang suci yang didalamnya menjadi area untuk melakukan ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah SWT. Masjid tempat yang mulia, oleh karenanya ketika berada di dalam masjid dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti dzikir, sholawat ataupun berdoa.

    Mengutip buku Al-Adzkar Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah oleh Imam Nawawi dijelaskan bahwa ketika seorang muslim berada di dalam masjid maka dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir. Begitu pula membaca tasbih, tahlil, tahmid, takbir, doa-doa dan dzikir lainnya.


    Dianjurkan pula memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan membaca hadits-hadits Rasulullah, memperdalam ilmu fikih, dan ilmu-ilmu syariat lainnya.

    Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 36

    فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ

    Artinya: Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW pun menjelaskan tentang masjid sebagai tempat yang mulia dan istimewa.

    Diriwayatkan dari Buraidah, dia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya masjid-masjid itu dibangun sesuai dengan tujuannya.” (HR Muslim)

    Dari Anas bin Malik , dia mengatakan, Rasulullah SAW berkata kepada si badui yang kencing di salah satu sudut masjid, “Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak pantas sama sekali untuk dikencingi seperti ini dan tidak pula dikotori. Karena sesungguhnya masjid-masjid itu hanyalah untuk berdzikir kepada Allah, sholat, dan membaca Al-Qur an.” (HR Muslim)

    Doa ketika Duduk di Masjid

    Orang yang duduk di masjid hendaknya berniat i’tikaf agar memperoleh keutamaan. Orang yang duduk di masjid, hendaklah berupaya melakukan amar makruf dan nahi mungkar. Tujuannya yakni untuk menjaga, menghormati, memuliakan, dan mengagungkan masjid.

    Duduk di masjid bisa sambil melantunkan doa yang merupakan bacaan tasbih, takbir, tamid.

    ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪْ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠﻪْ ﻭَﻵ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮْ

    Artinya: “Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar

    Keutamaan Membaca Doa dan Dzikir di Masjid

    Dikutip dari buku Berzikir Cara Nabi: Merengkuh Keutamaan Zikir Tahmid, Tasbih, Tahlil, dan dan Hauqala oleh Abdur Razzaq Ash-Shadr dijelaskan beberapa keutamaan dari dzikir di dalam masjid. Berikut diantaranya:

    1. Kalimat yang Paling Dicintai Allah.

    Imam Muslim dalam kitab shahihnya meriwayatkan dari hadits Samurah bin Jundab ra, dia berkata:

    “Rasulullah SAW bersabda: Kalimat yang paling dicintai Allah ada 4. Kamu bisa memulai dari kalimat mana saja: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar.

    2. Kalimat Pelebur Dosa

    Dalam kitab Al Musnad, Sunan At Tirmidzi, dan Musadrak Al Hakim, terdapat riwayat dari hadits Abdullah bin ‘Amr ra, dia berkata:

    “Rasulullah SAB bersabda: “Di muka bumi ini, setiap kali seseorang membaca kalimat laa ilaaha illallaah, Allaahu Akbar, Subhaanallah, Alhamdulillaah, dan Laa haula walaa quwwata illaa billaah, maka dosa-dosanya dilebur meskupun lebih banyak dari buih di laut.”

    Dosa yang dilebur yakni dosa kecil. Sedangkan dosa besar tidak bisa dilebur dengan tobat.

    3. Tanaman Surga

    At Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra, dari Nabi SAW, Beliau bersabda: “Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisra’kan. Lalu Ibrahim berkata, ‘Wahai Muhamamd, samapaikan salamku kepada umatmu dan beritahulah mereka bahwa surga itu baik tanahnya, tawar airnya, dan surga itu qi’an, yang tanamannya adalah subhaanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar.”

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Ayah yang Sudah Meninggal, Yuk Amalkan!



    Jakarta

    Sebagai seorang anak yang berbakti, sudah sepatutnya kita mendoakan kedua orang tua ketika mereka masih hidup maupun telah tiada. Berkaitan dengan itu, ada sebuah doa untuk ayah yang sudah meninggal yang dapat dibaca oleh kaum muslimin.

    Perintah mendoakan orang tua tercantum dalam surah Al-Ahqaf ayat 15,

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ١٥


    Artinya: “Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”

    Adapun, mengenai cara berbakti bagi orang tua yang sudah meninggal disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya yang berbunyi:

    “Jika orang tua yang sudah meninggal masih ada cara berbakti yang harus dilakukan seorang anak, yakni dengan mendoakan mereka untuk keselamatan dan pengampunan, memenuhi janji, membayar utang-utang mereka, dan menjalin silaturahmi dengan kerabat dan sahabatnya.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

    Menukil buku Bersahabat dengan Orang Tua susunan Nurul Asmayani, doa anak untuk orang tua menjadi hal yang sangat berharga. Dari Abu Hurairah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Sungguh seseorang dapat naik kelasnya di surga!” Seorang sahabat bertanya keheranan, “Ya Rasulullah! Dari mana saya mendapatkan tempat setinggi itu?” Lalu Rasulullah menjawab, “Dengan permohonan ampun anakmu untuk dirimu.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al Baihaqi)

    Bacaan Doa untuk Ayah yang Sudah Meninggal: Arab, Latin dan Arti

    Mengutip buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu: Amalan-amalan Dahsyat untuk Orangtua oleh Muhammad Abdul Hadi, berikut doa yang dapat dipanjatkan seorang anak untuk ayahnya yang sudah meninggal dunia.

    1. Doa untuk Ayah yang Sudah Meninggal

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

    Arab latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

    Setelahnya, bisa membaca doa berikut:

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

    Arab latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

    Terakhir untuk menutup doa untuk ayah yang sudah meninggal, selanjutnya dapat membaca doa sapu jagat, sholawat nabi dan membaca surah al-Fatihah.

    رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ …

    Arab latin: Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.

    Artinya: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (Lalu bacalah Surat Al-Fatihah).”

    Doa-doa tersebut alangkah baiknya jika dibaca setelah selesai menjalankan salat fardhu. Sebab doa setelah salat fardhu termasuk salah satu doa yang mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

    رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

    Arab latin: Rabbigh firlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil.”

    Demikian doa untuk ayah yang sudah meninggal. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Sabar dalam Menghadapi Ujian, Jadikan Motivasi Hidup


    Jakarta

    Sabar termasuk ke dalam salah satu sifat terpuji. Makna sabar secara terminologis berarti menahan jiwa, lisan, dan lain sebagainya dari segala sesuatu yang sifatnya merugikan atau buruk.

    Menurut buku Hikmah Sabar susunan Pracoyo Wiryoutomo, Imam Al-Khawas mendefinisikan sabar sebagai keteguhan untuk merealisasikan Al-Quran dan sunnah. Dengan demikian, sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidakmampuan.

    Dalam surat Al Baqarah ayat 153, Allah SWT berfirman:


    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

    Sementara itu, Al Ghazali dalam buku Dahsyatnya Sabar, Syukur, Ikhlas Muhammad SAW tulisan Amirulloh Syarbini dkk mengartikan sabar sebagai kesanggupan diri ketika hawa nafsu bergejolak, atau kemampuan untuk memilih melakukan perintah agama tatkala datang desakan nafsu.

    Berkaitan dengan itu, ada sejumlah dalil dari Al-Hadits yang membahas tentang sabar dalam menghadapi ujian. Apa saja? Simak bahasannya berikut ini yang dinukil dari buku Ilmu dari Guruku susunan Ihsan Nur.

    Hadits tentang Sabar dalam Menghadapi Ujian

    1. Perintah Sabar saat Menghadapi Ujian

    Dalam sebuah hadits, diterangkan tentang perintah sabar ketika mendapat ujian dari Allah SWT.

    “Siapa saja yang tidak rela menerima ketetapan-Ku (takdir-Ku) dan tidak sabar menghadapi ujian-ujian-Ku kepada dirinya, silakan dia mencari Tuhan selain Aku.” (HR Ath Thabrani dan Ibnu ‘Asakir)

    2. Hadits Orang Sabar Menghadapi Ujian akan Diganjar Surga

    Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Allah berfirman, jika seorang hamba ditinggal mati orang yang paling dicintainya; lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, maka tidak ada pahala baginya kecuali surga.” (HR Bukhari)

    3. Hadits Dosa-dosa Orang Sabar Digugurkan

    Orang yang sabar ketika menghadapi ujian niscaya Allah SWT akan menggugurkan dosa-dosanya. Rasulullah SAW bersabda,

    “Seorang muslim yang tertimpa suatu gangguan berupa penyakit atau yang lainnya pasti Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

    4. Hadits Larangan Mengharap Mati ketika Diberi Ujian

    Dalam hadits lainnya juga disebutkan terkait larangan mengharap mati ketika diuji oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana bunyi sabda Nabi SAW yaitu,

    “Janganlah salah seorang di antara kalian mengarapkan mati sebab kesengsaraan yang menimpanya.” (HR An Nasa’i)

    5. Hadits Sabar Menghadapi Ujian Tergolong Orang Beriman

    “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR Muslim)

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ciri-ciri Orang yang Cerdas Menurut Hadis Nabi


    Jakarta

    Rasulullah SAW pernah menyebutkan ciri-ciri orang yang cerdas dalam salah satu hadisnya. Apa saja?

    Ciri-ciri orang yang cerdas menurut hadis nabi berkaitan dengan amal dan perbuatan semasa hidup di dunia. Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dalam Akhlaq Al-Islam menukil hadits yang menyebut tentang hal ini. Rasulullah SAW bersabda,

    الْكَيْسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ


    Artinya: “Orang cerdas adalah yang bermuhasabah atas dirinya dan beramal untuk apa yang setelah kematian. Orang lemah adalah siapa saja yang dirinya mengikuti hawa nafsunya lalu ia berangan-angan terhadap Allah.” (HR Ahmad)

    Sesuai dengan hadits di atas, ciri-ciri orang yang cerdas menurut hadis nabi adalah orang yang selalu bermuhasabah diri dan menyiapkan amalan berpahala sebagai bekal menghadapi kematian.

    Dikutip dari buku tersebut, Imam An-Nawawi menyebutkan, menurut Imam At-Tirmidzi dan ulama lainnya, makna dari “Al-kayyis” adalah “orang cerdas.” Sedangkan lafal “dana nafsahu” berarti “bermuhasabah atas dirinya.”

    Bermuhasabah diri bisa dilakukan dengan cara selalu mencari kesalahan dalam diri sendiri dan bukan orang lain, sehingga ia bisa selalu menyadari kesalahan tersebut dan memperbaikinya.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Syaibah, dari Umar RA, dia berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab! Timbanglah amal perbuatan kalian sebelum semua itu dihitung atas kalian.”

    Dikatakan pula dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, Maimun bin Mahran pernah berkata, “Orang bertakwa lebih ketat menghisab dirinya daripada seorang penguasa yang lalim, atau dari seorang teman kongsi yang pelit.”

    Muhasabah diri merupakan salah satu di antara pokok-pokok akhlak tarbiyah di dalam Islam. Hal ini sesuai dengan urgensi muhasabah diri dari ijma para ulama sufi, ahli akhlak, dan para murabbi.

    Muhasabah diri memiliki banyak manfaat dan kebaikan. Manfaat muhasabah diri antara lain adalah selalu mendorong diri untuk berusaha memperbaiki kesalahan, menyempurnakan kekurangan, mencari kesempurnaan, serta akan menjauhkan kita dari sikap ujub, terperdaya oleh amalnya sendiri, dan mengejek orang lain.

    Cara Muhasabah Diri

    Selalu muhasabah diri karena selalu ingat mati dan agar menjadi orang yang jauh dari hawa nafsu merupakan salah satu ciri-ciri orang yang cerdas menurut hadis nabi.

    Dengan ingat mati, kita akan selalu ingat pula dengan kehidupan yang terjadi setelah kematian. Akhirnya dirinya akan selalu bermuhasabah diri agar terhindar dari segala dosa dan pengaruh buruk hawa nafsu.

    Agar bisa menjadi orang cerdas menurut hadis nabi, maka kita perlu muhasabah diri. Abu Abdullah bin Qayyim Al Jauziyyah menyebut beberapa cara untuk muhasabah diri, seperti dinukil Majdi Fathi Sayyid dalam buku Amal yang Dibenci dan yang dicintai Allah: Panduan untuk Muslimah oleh Majdi Fathi. Antara lain:

    1. Muhasabah Terhadap Kewajiban

    Cara muhasabah diri yang pertama adalah dengan melakukan introspeksi terhadap ibadah-ibadah wajib terlebih dahulu. Jika ada kekurangan maka harus segera diperbaiki dan dilengkapi.

    2. Muhasabah Terhadap Kelalaian

    Muhasabah diri terhadap kelalaian bisa dilakukan dengan cara berzikir dan memusatkan diri kepada Allah SWT. Lalu, mengingat-ingat apa saja yang sudah dilakukannya, terutama hal-hal yang tak disadari atau tidak sengaja. Lalu perbaiki ketidaksengajaan itu dengan taubat dan menumpuknya dengan perbuatan yang baik.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa saat Angin Kencang, Bisa Dibaca ketika Cuaca Buruk



    Jakarta

    Doa saat angin kencang menjadi amalan yang bisa dikerjakan umat muslim. Angin merupakan fenomena alam sekaligus tentara Allah SWT.

    Sama seperti hujan, angin juga diciptakan Allah SWT untuk membawa keberkahan. Namun ada kalanya angin bertiup dengan sangat kencang sehingga dikhawatirkan akan menjadi sebuah bencana.

    Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Angin itu adalah bagian dari rahmat Allah. Ia bisa datang membawa rahmat dan bisa datang membawa azab. Jika kalian melihat angin, janganlah kalian memakinya! Mintalah kepada Allah kebaikannya dan mintalah perlindungan kepada Allah dari kejelekannya!” (HR Nasa’i)


    Doa saat Angin Kencang

    Dikutip dari laman NU Online, terdapat doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang bisa dibaca saat merasakan angin kencang. Doa ini semata-mata dibaca untuk mendapat perlindungan Allah SWT dari marabahaya.

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلَا تَجْعَلْهَا ضَرُوْرَةً.

    Arab Latin: Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ fîhâ wa khairamâ ursilat bih, wa a’ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ fîhâ wa syarrimâ ursilat bih. Allâhummaj’alhâ rahmatan wa lâ taj’alhâ ‘adzâban. Allâhummaj’alhâ riyâhan wa lâ taj’alhâ dharûratan.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, aku minta kepada-Mu kebaikan ini angin, kebaikan barang yang ada di dalamnya, dan kebaikan barang yang diutus melaluinya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan ini angin, kejahatan barang yang ada di dalamnya, dan kejahatan barang yang diutus melaluinya. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin rahmat dan jangan jadikan ini sebagai angin siksa. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin manfaat dan jangan jadikan ini sebagai angin bahaya.”

    Selain doa di atas, terdapat juga doa lainnya yang bisa diamalkan saat terjadi angin kencang, berikut bacaan doanya:

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَمَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلَا تَجْعَلْهَا رِيْحًا

    Arab Latin: Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ fîha wa khairamâ ursilat bih, wa a’ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ fîha wa syarrimâ ursilat bih. Allâhummaj’alhâ rahmatan, wa lâ taj’alhâ ‘adzâban. Allâhummaj’alhâ riyâhan, wa lâ taj’alhâ rîhan.

    Artinya: “Tuhanku, kepada-Mu aku mohon kebaikan angin ini, kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan tujuan dihembuskannya. Kepada-Mu aku berlindung dari unsur negatif angin ini, unsur negatif yang terkandung di dalamnya, dan unsur negatif tujuan dihembuskannya. Tuhanku, jadikan angin ini sebagai rahmat. Jangan jadikan ia sebagai azab. Tuhanku, jadikan angin ini sebagai angin baik, bukan angin yang membawa akibat negatif.”

    Saat angin terlalu kencang dan diiringi dengan hujan lebat, bisa amalkan doa yang dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, berikut doanya:

    Arab latin: Allohuma laqhan laa aqiiman, allohummaj’alhaa rahmatan wa laa taj’alhaa adzaaban, allohummaj’alhaa riyaahan wa laa taj’alhaa riihan.

    Artinya: Ya Allah, jadikanlah angin ini pembawa hujan, bukan angin yang kosong dan tiada membawa kebaikan. Ya Allah, jadikanlah ia sebagai rahmat dan jangan Engkau jadikan sebagai azab. Ya Allah, jadikanlah ia riyah (angin yang membawa kebajikan), dan jangan Engkau jadikan dia riih (angin yang membawa keburukan).”

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan, Begini Cara Mengamalkannya


    Jakarta

    Ayat kursi merupakan sebutan bagi Surat Al-Baqarah ayat 255. Rutin mengamalkan ayat ini disebutkan punya keutamaan besar, di antaranya dapat melindungi dari kejahatan setan dan mengusir gangguan jin.

    Mengutip buku Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafa’is oleh Syaikh Ash-Shafuri, ulama Najmuddin an-Nasafi menuturkan bahwa Malaikat Jibril berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya ifrit dari kalangan jin mau menipumu, maka usirlah dia dengan ayat kursi.”

    Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada kaum muslim, “Tiada kamu membaca ayat kursi di sebuah tempat yang ada setannya, kecuali setan akan keluar dari tempat itu.” (Al-Hadits)


    Ayat ini memiliki berbagai khasiat dan keistimewaan lantaran di dalamnya mengandung makna yang agung. Abdur Razzaq Ash-Shadr dalam buku Berzikir Cara Nabi mengungkap kalau ayat kursi terdiri dari kalimat tauhid kepada Allah SWT, pengagungan dan pujian terhadap-Nya, serta penyebutan sifat-sifat-Nya yang sempurna

    Untuk bisa memahami makna dari ayat ini, simak tulisan Arab Surat Al-Baqarah ayat 255 beserta latin dan artinya pada uraian berikut.

    Doa Ayat Kursi: Arab, Latin, dan Artinya

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ – 255

    Latin: Allaahu laa ilaaha illaa huwal ḥayyul-qayyuum(u), laa ta’khużuhuu sinatuw wa laa naum(un), lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil arḍ(i), man żal lażii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi iżnih(ii), ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuḥiiṭuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-(a), wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal arḍ(a), wa laa ya’uuduhuu ḥifẓuhumaa, wa huwal ‘aliyyul ‘aẓiim(u).

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    Benarkah Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan?

    Seperti penjelasan di atas, Surat Al-Baqarah ayat 255 atau ayat kursi mampu lindungi pembacanya dari kejahatan setan. Dengan membaca ayat ini pula, jin dan setan pengganggu juga bisa hengkang, lho.

    Ini sebagaimana hadits beredaksi panjang yang diriwayatkan Imam Nasa’i dari Abu Hurairah RA. Di mana kala itu Nabi SAW menugaskan Abu Hurairah RA untuk menjaga harta zakat fitrah pada bulan Ramadhan. Namun tiba-tiba ada yang datang dan mengambil makanan dari zakat tersebut

    Abu Hurairah RA kemudian menangkapnya dan berkata, “Aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah SAW.” la berkata, “Tolong, lepaskan aku. Sebab aku orang yang sangat membutuhkan. Aku juga mempunyai tanggungan, sehingga aku benar-benar terdesak.” Mendengar itu, Abu Hurairah pun membebaskannya.

    Pada pagi harinya, Nabi SAW bertanya, “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu tadi malam?”

    Abu Hurairah RA menjelaskan kalau orang yang mengambil harta zakat dalam keadaan terdesak dan sangat membutuhkan sehingga ia kasihan dan melepaskannya. Tapi Rasul SAW mengatakan, “Sebenarnya dia telah menipumu dan akan datang kembali.”

    Mendengar informasi dari Nabi SAW tersebut, lalu Abu Hurairah RA mengintai kedatangan pencuri harta zakat itu. Benar saja, orang itu datang lagi dan langsung mengambil makanan. Abu Hurairah RA pun kembali menangkap dan berkata akan melapor kepada Rasulullah SAW.

    Si pencuri zakat lalu mengungkap alasan yang sama, kalau ia sangat membutuhkannya lantara punya tanggungan. Kemudian ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mendengarnya, Abu Hurairah RA pun luluh kembali dan melepaskannya.

    Rasul SAW bertanya lagi kepada Abu Hurairah RA di pagi harinya mengenai orang yang mencuri harta zakat. Dan ia kembali kemukakan alasan dirinya melepaskan pencuri itu kepada beliau. Lagi-lagi beliau SAW bersabda kalau dia sudah menipu Abu Hurairah RA dan akan datang kembali.

    Karena Nabi SAW berkata lagi seperti itu, Abu Hurairah RA lalu mengintai kembali. Dan ternyata, ia menemukan orang itu datang ketiga kalinya untuk mengambil harta zakat. Ia segera menangkapnya seraya menuturkan, “Aku benar akan melaporkanmu kepada Rasulullah SAW. Ini kali ketiga bahwa kamu berjanji tidak akan mengulangi kembali, tapi kamu akan datang lagi.”

    Dia berkata, “Tolong, lepaskan aku. Aku akan mengajarimu beberapa kalimat, yang mana Allah SWT akan memberikan manfaat kepadamu dengannya.” Abu Hurairah RA bertanya, “Apakah itu?”

    Dia menjawab, “Apabila engkau akan beranjak ke tempat tidur, bacalah ayat kursi (Allaahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum..) sampai selesai. Dengan begitu, engkau akan selalu mendapat penjagaan dari Allah SWT dan sama sekali tidak akan didekati setan sampai pagi hari.”

    Abu Hurairah RA melaporkan kepada Rasul SAW, dan beliau bersabda, “Dia sungguh telah berkata benar, namun dia tetap sebagai pendusta.” “Wahai Abu Hurairah, tahukah engkau siapa yang telah berbicara denganmu tiga malam berturut-turut kemarin?” lanjut beliau. Abu Hurairah RA menjawab, “Tidak.” Nabi SAW berkata, “Dialah setan.” (HR Nasa’i)

    Dari hadits di atas bisa dipahami kalau setan mengajari Abu Hurairah secara langsung untuk mengamalkan ayat kursi sebelum tidur supaya tidak dapat didekati bahkan diganggu oleh makhluk halus sejenisnya.

    Dan ini dibenarkan oleh Rasulullah SAW bahwa amalan ayat kursi itu memang dapat dipraktikkan ketika hendak tidur agar terjaga dari setan dan jin.

    Cara Mengamalkan Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan

    Selain hendaknya dibaca sebelum tidur, Abdul Mun’im Qindil melalui kitab at-Tadaawaa bil Qur’aan memberi tahu cara lain untuk mengamalkan ayat kursi sebagai pengusir setan.

    Ia memaparkan, “Apabila kamu berkeinginan agar Allah SWT menjagamu dari kejahatan jin (setan) sepanjang siang, bacalah ayat kursi sesudah bangun tidur. Apabila ingin agar Allah SWT menjagamu sepanjang malam, bacalah ayat kursi setelah matahari terbenam. Jika kamu berkeinginan agar setan tidak memasuki rumahmu, maka bacalah ayat kursi pada waktu pagi dan petang. Niscaya setan (jin) tidak akan memasuki rumahmu.”

    Demikian cara mengamalkan ayat kursi supaya terlindung dari setan dan mengusir jin dari penjelasan tersebut, yakni dengan:

    • Membaca ayat kursi sebelum tidur agar tidak didekati setan sampai pagi hari
    • Membaca ayat kursi sesudah bangun tidur agar dijaga Allah SWT dari kejahatan jin dan setan sepanjang siang
    • Membaca ayat kursi setelah matahari terbenam supaya terlindungi dari jin dan setan sepanjang malam
    • Membaca ayat kursi pada pagi dan petang hari agar setan dan jin tidak bisa memasuki rumah.

    Itulah penjelasan mengenai doa ayat kursi sebagai pengusir setan serta pelindung dari gangguan jin dilengkapi dengan tulisan Arab, latin, dan artinya. Jangan lupa diamalkan ya, detikers.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Merasa Gelisah dan Takut? Baca Doa Ini Yuk!



    Jakarta

    Dalam kehidupan, sering kali menghadapi kondisi yang membuat gelisah dan takut. Agar perasaan merasa tenang, amalkan doa untuk menghilangkan gelisah, khawatir dan takut.

    Berdoa bisa menjadi cara untuk menenangkan jiwa dan mendapatkan ketenangan dalam diri. Dengan berdoa juga, umat muslim bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan rasa ikhlas.

    Doa saat Merasa Gelisah dan Takut

    Terdapat beberapa doa yang dapat dibaca saat merasa gelisah dan takut. Beberapa diantaranya yaitu:


    Dikutip dari buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi, jika sedang merasa gelisah dan takut maka doa yang dapat dibaca yaitu:

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

    Bacaan latin: A’uudzu bikalimaatil laahit taammati min ghadlabihii wa syarri ‘ibaadihii wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdluruun.

    Artinya: “Aku berlindung dengan firman Allah yang sempurna, dari murka Allah dan keburukan hamba-Nya dan dari godaan syaitan agar mereka tidak mendatangiku.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    Dikutip dari buku Nggak Takut Dosa karya Kang Yadi, doa yang dapat dibaca ketika sedang gelisah dan takut yaitu:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Bacaan latin: Allahumma inni a’uudzubika minal hammi walhazani wa a’uudzubika minal ‘ajzi walkasali wa a’uudzubika mina jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatid daini wa qahri rijaali.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sumpek dan gelisah, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung pada-Mu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung pada- Mu dari cengkraman utang dan kekerasan orang.”

    Dikutip dari Buku Fikih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, doa yang dapat dibaca ketika sedang gelisah yaitu,
    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

    Bacaan latin: Yâ hayyu yâ qayyûmu, bi-rahmatika astagîtsu.

    Artinya: “Wahai Zat yang Mahahidup, wahai Zat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.” (HR At-Tirmidzi)

    Pentingnya Doa dalam Mengatasi Gelisah dan Ketakutan

    Doa menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan oleh seseorang jika sedang merasa gelisah atau takut. Dengan berdoa, maka seseorang akan memungkinkan untuk mengingat Allah SWT dan dengan mengingat-Nya maka seseorang akan merasa tenteram.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ar-Rad ayat 28,

    الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨

    Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

    Mengatasi Gelisah dan Takut setelah Berdoa

    Dikutip dari buku Usir Gelisah dengan Ibadah karya Syauqi Abdillah Zein, setelah membaca doa di atas, seseorang dapat beribadah untuk mengatasinya.

    Ibadah terbukti sangat efektif dan ampuh dalam mengatasi berbagai permasalahan, misalnya gelisah dan rasa takut. Ibadah yang dapat dilakukan yaitu dengan cara salat, berdzikir atau pun bersedekah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Beristinsyaq saat Wudhu dan Tata Caranya Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Istinsyaq artinya menghirup air ke dalam hidung. Aktivitas ini termasuk ke dalam sunnah dalam berwudhu yang dilakukan oleh kaum muslimin.

    Sama seperti membasuh anggota wudhu lainnya, beristinsyaq disunnahkan sebanyak 3 kali. Prof Wahbah Az Zuhaili melalui karyanya yang berjudul Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 1 menjelaskan bahwa dalam sebuah riwayat yang sanadnya disahkan oleh Ibnul Qaththan, Nabi SAW bersabda:

    “Apabila kamu berwudhu, hendaklah berlebihan ketika bermadhmadhah (berkumur) dan beristinsyaq selama kamu tidak berpuasa.”


    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dapat dilafalkan ketika seseorang beristinsyaq. Seperti apa? Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Doa Yuk oleh Mochamad Soleh S Ag.

    Doa saat Beristinsyaq: Arab, Latin dan Arti

    اللّهُم أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَأَنْتَ عَنِّي رَاضِ

    Arab latin: Allohumma arihni roihatal jannati wa anta anni rodliin

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku penciuman menghirup wangi surga, dan Engkau meridhaiku.”

    Tata Cara Beristinsyaq sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Merujuk pada Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 1, ketika beristinsyaq disunnahkan untuk mubalaghah. Maksudnya, air dihirup hingga ke pangkal hidung lalu dikeluarkan.

    Dalam riwayat lainnya dari Laqith bin Sabrah menyebutkan,

    “Sempurnakanlah wudhu, gosoklah celah-celah jari, dan melebihkan istinsyaq kecuali jika kamu berpuasa.”

    Mengacu pada hadits tersebut maka cara beristinsyaq yang baik ialah secara berlebihan. Namun, hal tersebut jadi makruh hukumnya jika dilakukan saat berpuasa karena dapat khawatir membatalkannya.

    Berlebih-lebihan dalam beristinsyaq dilakukan dengan memasukkan air dan menghisap nafas hingga ke dalam hidung. Imam Nawawi dalam Kitab al-Minhaj menyebut berkumur dan istinsyaq dilakukan secara serentak lebih diutamakan ketimbang melakukan keduanya sendiri-sendiri.

    Cara berkumur yang dianjurkan ialah memasukkan air sampai ke akhir langit-langit atau ujung tenggorokan, dua sisi gigi dan anak lidah. Sunnah hukumnya memasukkan jari tangan kiri ke bagian-bagian tersebut, begitu pula menggerakkan air ke sana kemari dalam mulut sebelum mengeluarkannya.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Maulid Nabi Muhammad Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Sebentar lagi umat Islam akan memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, yakni pada 12 Rabiul Awal. Dalam menyambut hari tersebut, umat Islam bisa memanjatkan bacaan doa Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW biasa disebut dengan Maulid Nabi. Semua umat Islam mengetahui bahwa hari ini diperingati pada tanggal 12 Rabiul Awal. Orang-orang bahkan sudah merayakannya sejak awal bulan Rabiul Awal, jelas Yusuf Al-Qaradhawi dalam Ibnul Qaryah wal Kuttab, Malamih Sirah wa masirah.

    Perayaan Maulid Nabi dilakukan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari menyedekahkan makanan atau sembako kepada orang sekitar, membacakan kisah-kisah semasa hidup Rasulullah SAW, ataupun dengan membaca doa Maulid Nabi Muhammad SAW.


    Doa yang dipanjatkan ketika memperingati hari lahir Rasulullah SAW biasanya berupa sholawat. Bacaan sholawat itu bisa berupa sholawat Maulid Simtudduror, Maulid Ad-Diba’i, Maulid Al-Barzanji, Maulid Azab, sholawat Bushairi, dan Maulid Ad Diya’ullami, seperti dijelaskan dalam buku Berkah Pena Bertinta Emas karya Zainal Ilmi.

    Bacaan Doa Maulid Nabi Muhammad: Sholawat Maulid Simtudduror

    Dinukil dari buku yang berjudul Kitab Shalawat Terbaik & Terlengkap oleh Ustadz Rusdianto, berikut bacaan sholawat Maulid Simthud Durar.

    Sholawat Pembuka

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmanirrahim

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا لَاحَ فِي الْأُفْقِ نُورُ كَوْكَبٌ

    Latin: Maa laaha fil ufuqi nuuru kaukab

    Artinya: Selama cahaya bintang bersinar di ufuk

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    الْفَاتِحِ الْخَاتِمِ الْمُقَرَّبْ

    Latin: Al-faatihil khaatimil muqarrab

    Artinya: Pemuka, penutup, dan hamba yang didekatkan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    الْمُصْطَفَى الْمُجْتَى الْمُحَبَّبْ

    Latin: Al-mushthafal mujtabal muhabbab

    Artinya: Insan pilihan dan hamba yang terkasih

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا لَاحَ بَدْرُ وَغَابَ غَيْهَبْ

    Latin: Maa laaha badrun wa ghaaba ghaihab

    Artinya: Selama bulan purnama bersinar dan kegelapan hilang

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا رِيحُ نَصْرِ بِالنَّصْرِ قَدْ هَبْ

    Latin: Maa riiha nashrin bin nashri qad hab

    Artinya: Selama angin pertolongan menghembuskan pertolongan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا سَارَتِ الْعِيْسُ بَطْنَ سَبْسَبْ

    Latin: Maa saaratil ‘iisu bathna sabsab

    Artinya: Selama unta masih berjalan di padang sahara

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَكُلِّ مَنْ لِلْحَبِيْبِ يُنْسَبْ

    Latin: Wa kuli man lilhabiibi yunsab

    Artinya: Dan, setiap orang yang bernasab kepada beliau

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَكُلِّ مَنْ لِلنَّبِي يَصْحَبْ

    Latin: Wa kuli man linnabiyyi yash-hab

    Artinya: Dan, setiap orang yang menjadi sahabat beliau

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاغْفِرْ وَسَامِحْ مَنْ كَانَ أَذْنَبْ

    Latin: Waghfir wa saamih man kaana adznab

    Artinya: Ampunilah dan maafkanlah orang yang telah berbuat dosa

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَبَلَّغِ الْكُلَّ كُلَّ مَطْلَبْ

    Latin: Wa ballighil kulla kulla mathlab

    Artinya: Dan, sampaikanlah semuanya kepada segala yang diinginkan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاسْلُكْ بِنَا رَبِّ خَيْرَ مَذْهَبْ

    Latin: Wasluk binaa rabbi khaira madzhab

    Artinya: Dan, tempuhkanlah untuk kami jalan yang terbaik, ya Tuhan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاصْلِحْ وَسَهَلْ مَا قَدْ تَصَعَبْ

    Latin: Washlih wa sahhil maa qad tasha’ab

    Artinya: Perbaikilah dan mudahkanlah segala yang sulit

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    أَعْلَى الْبَرَايَا جَاهَا وَأَرْحَبْ

    Latin: A’lal baraayaa jaahan wa arhab

    Artinya: Makhluk yang tertinggi dan terluas kedudukannya

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    أَصْدَقِ عَبْدِ بِالحَق أَعْرَبُ

    Latin: Ashdaqi ‘abdin bil haqqi a’rab

    Artinya: Hamba yang paling jujur yang menyampaikan kebenaran

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    خَيْرِ الْوَرَى مَنْهَجًا وَأَصْوَبْ

    Latin: Khairil waraa manhajan wa ashwab

    Artinya: Manusia yang paling baik dan benar manhajnya

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا ظَيْرَ يُمْن عَنِّى فَأَطْرَبْ

    Latin: Maa thaira yumnin ghan-nan fa athrab

    Artinya: Selama burung keberkahan berdendang dan bernyanyi

    Sholawat Kedua

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَشْرَفِ بَدْرٍفِى الْكَوْنِ اَشْرَقْ

    Latin: Asyrafi badrin fil kauni asyraq

    Artinya: Bulan purnama termulia yang bersinar di semesta

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَكْرَمِ دَاعٍ يَدْعُوْ اِلَى الْحَقْ

    Latin: Akrami daa’in yad’uu ilal-haq

    Artinya: Penyeru terbaik yang mengajak kepada kebenaran

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَلْمُصْطَفَى الصَّادِقِ الْمُصَدَّقْ

    Latin: Almushthafaash shaadiqil mushaddaq

    Artinya: Insan pilihan, yang benar dan dibenarkan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَحْلَى الْوَارَى مَنْطِقًاوَاَصْدَقْ

    Latin: Ahlal waraa manthiqan wa ashdaq

    Artinya: Manusia yang paling manis dan paling tutur katanya

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَفْضَلِ مَنْ بِالتُّقَى تَحَقَّقْ

    Latin: Afdhali man bit tuqaa tahaqqaq

    Artinya: Orang yang paling utama yang mewujudkan ketakwaan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَنْ بِالسَّخَاوَالْوَفَاتَخَلَّقْ

    Latin: Man bis sakhaa wal wafaa takhallaq

    Artinya: Pemilik akhlak dermawan dan setia

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاجْمَعْ مِنَ الشَّمْلِ مَاتَفَرَّقْ

    Latin: Wajma’ minasy syaamli maa tafarraq

    Artinya: Dan persatukanlah setiap yang tercerai dari kumpulannya

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاصْلِحْ وَسَهّلْ مَاقَدْتَعَوَّقْ

    Latin: Washlih wa sah-hil maa qad ta’awwaq

    Artinya: Perbaiki dan mudahkanlah segala yang terhambat

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَافْتَحْ مِنَ الْخَيْرِكُلَّ مُغْلَقْ

    Latin: Waftah minal khaairi kulla mughlaq

    Artinya: Bukalah segala kebaikan yang terkunci

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاَلِهِ وَمَنْ بِاٌلنَّبِيّ تَعَلَّقْ

    Latin: Wa aalihi wa man bin-nabii ta’allaq

    Artinya: Dan atas keluarganya serta yang cinta kepada Nabi

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاَلِهِ وَمَنْ لِلْحَبِيْبِ يَعْشَقْ

    Latin: Wa aalihi wa man lilhabbiib ya’syaq

    Artinya: Dan atas keluarganya serta yang merindukan beliau

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَمَنْ بِحَبْلِ النَّبِيّ تَوَثَّقْ

    Latin: Wa man bihablin nabii tawatstsaq

    Artinya: Dan yang berpegang dengan tali Nabi

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    يَارَبّ صَلّ عَلَيْهِ وَسَلّمْ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaihi wa sallim

    Artinya: Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada beliau

    Selanjutnya dapat membacakan kisah Maulid Nabi.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Doa untuk Kedua Orang Tua yang Masih Hidup



    Jakarta

    Mendoakan kedua orang tua seharusnya tidak mengenal kondisi. Artinya, amalan ini harus dilakukan di saat keduanya masih hidup maupun sudah meninggal.

    Bentuk berbakti kepada kedua orang tua bermacam-macam jenisnya. Seorang anak dapat berbakti kepada kedua orang tuanya dengan selalu membantunya atau dengan selalu menyenangkannya.

    Cara lain untuk berbakti kepada kedua orang tua yang harus dilakukan oleh anak adalah mendoakan ibu dan bapak. Bagaimana bunyi doanya?


    2 Doa untuk Kedua Orang Tua yang Masih Hidup

    1. Doa Versi Pertama

    Doa untuk kedua orang tua yang masih hidup yang pertama diambil dari buku Doa Yuk; Kumpulan Doa Sehari-Hari untuk Pembetukan Karakter Anak yang ditulis oleh Mochamad Soleh. Doa itu berbunyi:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Arab-latin: Allahummaghfirlii waliwaalidayya war ham humaa kama rabbayaanii shagiiraa

    Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”

    2. Doa Versi Kedua

    Doa yang kedua diambil dari buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya: Kekuatan Doa Orang Tua Bisa Mengubah Takdir, Bahkan Menghidupkan Anak yang Sudah Mati karya Aulia Fadli.

    Doa untuk kedua orang tua ini bersumber dari firman Allah SWT dalam surah Ibrahim ayat 41, yang berbunyi:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

    Arab-latin: Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb(u).

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

    Keutamaan Mendoakan Kedua Orang Tua

    Doa anak yang berbakti kepada kedua orang tua merupakan doa yang mustajab dan pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT.

    Mendoakan kedua orang tua yang masih hidup tergolong sebagai salah satu bentuk bakti anak kepada ibu bapak yang paling utama. Keutamaannya bahkan melebihi jihad fii sabilillah di medan perang.

    Ridhahani dalam bukunya Dimensi-dimensi Pendidikan Agama Islam menuliskan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أُجَاهِدُ؟ قَالَ: لَكَ أَبَوَانِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيْهِمَا فَجَاهِدْ

    Artinya: “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, ‘Apakah aku boleh berjihad?’ Beliau menjawab, ‘Apakah engkau memiliki kedua orang tua?’ la menjawab, ‘Ya,’ Nabi bersabda, ‘Berjihadlah (dengan berbakti) kepada keduanya.’” (HR Bukhari)

    Begitu pula dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Isra’ ayat 23-24 yang memerintahkan hamba-Nya untuk selalu berbuat baik kepada kedua orang tua dan mendoakannya. Ayat itu berbunyi:

    وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا (23)

    وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ (24)

    Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com