Category: Doa Hadits

  • Doa ketika Masuk Area Pemakaman Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Seorang muslim hendaknya membaca doa ketika masuk area pemakaman. Ada beberapa doa yang bisa dibaca sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

    Anjuran untuk membaca doa ketika masuk area pemakaman bersandar pada hadits yang berasal dari Buraidah RA, ia berkata,

    “Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum Mukminin dan Muslimin. Sesungguhnya kami insya Allah menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah untuk kami dan untuk kalian.” (HR Muslim)


    Imam Muslim mengeluarkan riwayat tersebut dalam kitab Jenazah. Hadits ini turut dinukil Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin.

    Doa Masuk Area Pemakaman

    Dikutip dari buku Kelengkapan Tarikh Muhammad Jilid 6 karya Moenawar Chalil, berikut doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika masuk area pemakaman:

    • Diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dari Ibnu Mas’ud RA, “Apabila masuk ke pemakaman, Rasulullah SAW mengucapkan,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيَّتُهَا الأَرْوَاحُ الْقَانِيَةُ. وَالأَبْدَانُ الْبَالِيَةُ وَالْعِظَامُ النَّخِرَةُ الَّتِى خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِاللَّهِ مُؤْمِنَةٌ. أَللهُمَّ أَدْخِلْ عَلَيْهِمْ رَوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنا

    Bacaan latin: Assalamu’alaikum ayyatuhaal ‘arwaahul qaaniyat. Wal abdaanul baaliyatu wal’ithomunnakhiratul ti kharajat minaddunyaa wa hiyabillahi mu’minat. Allahumma adkhil ‘alaihim rawkhaan minka wa salaaman minna.

    Artinya: “Kesejahteraan semoga dilimpahkan atas kamu, hai semua roh yang rusak tubuhnya dan badan-badan yang busuk serta tulang-tulang yang hancur, yang telah keluar dari dunia, padahal ia beriman kepada Allah. Ya Allah, masukkanlah kepada mereka itu kelapangan dari Engkau dan kesejahteraan dari kami.”

    • Ibnus Sunni meriwayatkan bahwa Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah jika berjalan melalui pemakaman, beliau mengucapkan,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ كَانَ رَسُولُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّالِحَاتِ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

    Bacaan latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyari mina kaana rasuulul mu’miniina wal mu’minaati wal muslimina wal muslimaati wassholihiina wassholihaat, wa inna insyaa allahu bikum laa khiquun

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, hai para ahli kubur yang beriman laki-laki dan wanita, yang Islam laki-laki dan wanita, dan yang saleh laki-laki dan wanita. Sesungguhnya kami jika dikehendaki oleh Allah akan menyusul kamu.”

    • Ibnu Abbas RA berkata dalam riwayat At Tirmidzi, “Rasulullah SAW pernah berjalan melalui kuburan di Madinah. Beliau menghadapkan mukanya kepada mereka (ahli kubur), lalu beliau mengucapkan,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ، يَغْفِرُ الله لَنَا وَلَكُمْ ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالأَثَرِ

    Bacaan latin: Assalaamu’alaikum yaa ahlal qubuur, yaghfirullahu lanaa walakum, antum salafnaa wa nakhnu bil ‘atsari

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, wahai ahli kubur. Mudah-mudahan Allah mengampuni kami dan kamu. Kamu mendahului kami dan kami menyusul kamu di belakang.”

    Adab Ziarah Kubur

    Ada beberapa adab dalam ziarah kubur. Disebutkan dalam buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa karya Sopian Riduan, berikut tujuh adab ziarah kubur menurut Islam.

    Sangat dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum pergi berziarah dan menyucikan niat dalam menjalankan ziarah kubur.

    • Mengucapkan doa ketika masuk area pemakaman

    Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya untuk mengucapkan doa ketika masuk area pemakaman. Seseorang dapat membaca salah satu doa ketika masuk area pemakaman di atas.

    • Menghadap ke arah kiblat saat berdoa untuk almarhum dan berdzikir

    Ketika berdoa dan berdzikir untuk almarhum, seseorang hendaknya mengarah ke kiblat.

    Doa ziarah yang dapat dibaca yaitu,

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Bacaan latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa allahu bikum laahiquun, as’alullahal ‘aafiyata lanaa wa lakum.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah SWT merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

    • Berdoa untuk almarhum kepada Allah SWT

    Setelah berdoa untuk almarhum kepada Allah SWT, umat muslim sangat dianjurkan untuk membaca surah Al Fatihah.

    Setelah membaca Al Fatihah, hendaknya membaca ayat-ayat pendek seperti surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.

    • Tidak duduk atau menginjak bagian atas kuburan

    Dalam sebuah hadits berkata bahwa, “Janganlah kalian salat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya.” (HR Muslim)

    • Tidak melakukan hal yang berlebihan

    Contoh dari tidak melakukan hal yang berlebihan yaitu menjadikan makam menjadi masjid, mencium batu nisan, atau menangis sambil meratapi makam di depannya.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hari Santri 2023, Bisa Dibaca saat Apel 22 Oktober



    Jakarta

    Hari Santri 2023 diperingati setiap tanggal 22 Oktober 2023. Dalam rangkaian acara ini terdapat agenda apel atau Upacara Hari Santri akan digelar di Tugu Pahlawan Kota Surabaya, Jawa Timur pada pukul 07.00 WIB. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, H Syaifullah Yusuf mengatakan bahwa PCNU-PCNU di Indonesia juga akan melaksanakan secara serentak di tempat masing-masing secara serentak pada pukul 07.00 WIB.

    Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Indonesia dijadwalkan akan mengikuti apel di berbagai lokasi. Semua serentak apel mulai pukul 07.00 WIB.

    Dalam rangkaian upacara Hari Santri 2023, terdapat pembacaan doa. Ada doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.


    Doa Upacara Hari Santri 2023

    Berikut beberapa contoh doa yang bisa dibaca saat upacara peringatan Hari Santri 2023.

    1. Doa Hari Santri versi 1

    Bismillahirrahmanirrahim
    Alhamdulillah hamdas syākirin, hamdan nā’imin hamdan yuwāfī niamahu wa yukāfiu mazīdah.
    Yā rabbanā lakal hamdu kamā yanbaghii lijalāli wajhikal karīmi wa ‘adhīmi sulthānik
    Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad

    Ya Allah, segala puji dan syukur kami limpahkan pada Mu
    Pada hari ini kami semua berkumpul disini untuk melaksanakan upacara Hari Santri 2023.

    Ya Allah, berkahilah kami selalu dengan rahmat dan hidayah-Mu
    Berikanlah santri santri kami pengetahuan, semangat, dan kekuatan untuk terus memajukan negeri tercinta ini ya Allah.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui bimbing lah kami dan para santri penerus bangsa ke jalan yang benar.

    Serta berikan pula kesabaran, kesehatan, dan umur panjang pada guru-guru kami yang tanpa lelah memberikan ilmunya kepada kami. Hapuslah peluh dan rasa lelahnya dengan ridho-Mu.

    Subhaana rabbikaa rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

    Waassalamualaikum warahmatullahu wabarakatuh.
    Alhamdulillahi robbil’alamin

    2. Doa Hari Santri versi 2

    Bismillahirrahmanirrahim
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Ya Allah pada upacara hari santri ini kami berkumpul untuk bersimpuh mempersembahkan puji syukur atas kehadirat-Mu.

    Ya Allah pada momentum Hari Santri Nasional ini, kami kibarkan bendera merah putih.

    Semoga bendera merah putih yang berkibar di hadapan kami menjadi simbol persatuan, keberanian, serta semangat dalam menuntut ilmu sesuai dengan tema Hari Santri 2023 “Jihad Santri Jayakan Negeri”

    Ya Allah, ridohi lah perjalanan hidup kami dan jadikan para santri kami sebagai generasi santri yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

    Kuatkan kaki dan tangan kami agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman ini ya Allah.

    Rabbana atina fiddunya hasanah
    Wa fil akhirati hasanah
    Waqina ‘adzabannar

    Waassalamualaikum warahmatullahu wabarakatuh.
    Alhamdulillahi robbil’alamin

    3. Doa Hari Santri versi 3

    Doa upacara Hari Santri berikut juga bisa dibaca. Doa ini dipanjatkan saat Hari Santri 2021 yang dibacakan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

    Bismillahirrahmanirrahim

    Alhamdulillah hamdas syākirin, hamdan nā’imin hamdan yuwāfī niamahu wa yukāfiu mazīdah.
    Yā rabbanā lakal hamdu kamā yanbaghii lijalāli wajhikal karīmi wa ‘adhīmi sulthānik
    Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad

    Wahai Tuhan yang melapangkan jalan ke surga bagi para penuntut ilmu
    Wahai Tuhan yang mengajarkan nama-nama segala sesuatu
    Wahai Tuhan yang memukadimahkan Iqra sebagai pembuka wahyu
    Wahai Tuhan yang memuliakan Adam melebihi malaikat yang diciptakan lebih dahulu

    Wahai Tuhan yang meninggikan derajat kaum beriman pewaris ilmu
    Anugerahi kami sedikit pengetahuan-Mu,
    Agar tak sesat langkah kami menuju ridlo-Mu

    Wahai Tuhan yang memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam,
    Himpun lah kami bersama mereka yang mencintai indahnya kalam
    Wahai Tuhan yang mengutus para Rasul dan para Nabi
    Teguhkan hati anak-anak kami para santri

    Wahai Tuhan yang memerintahkan kami menuntut ilmu dari buaian hingga usainya nadi
    Izinkan kami menitipkan negeri ini kepada para santri
    Karena mereka lah pengemban misi para nabi
    Memakmurkan bumi, mengabarkan cinta Ilahi

    Wahai Tuhan Sang pemberi rezeki
    Mudahkan urusan para pencari tuntunan Ilahi
    Dengan izin dan kehendak-Mu Ya Rabbi,
    Percayakan lah di tangan mereka masa depan negeri ini

    Wahai Tuhan yang Maha Mewujudkan Mimpi
    Izinkan kami terus berjuang menyejahterakan negeri
    Membangun negeri yang berdikari
    Mengharumkan nama bangsa dan ibu pertiwi

    Rabbana atina fiddunya hasanah
    Wa fil akhirati hasanah
    Waqina ‘adzabannar

    Subhanaka rabbil izzati ‘amma yasifuna
    Wa salamun ‘alal mursalina
    Walhamdulillahi Rabbill ‘alamina.

    Demikian beberapa contoh doa yang bisa dibaca saat Upacara Hari Santri 2023. Puncak perayaan Hari Santri 2023 digelar di Surabaya, Jawa Timur. Jutaan santri dari berbagai daerah pun diagendakan hadir dalam rangkaian acara ini.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang yang Berbuat Kebaikan, Bisa Dibaca Ya



    Jakarta

    Kebaikan telah menjadi salah satu tindakan mulia dalam kehidupan seluruh umat. Berbuat kebaikan merupakan perintah Allah SWT kepada hamba-Nya.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nahl ayat 90,

    ۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ٩٠


    Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 195,

    وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ١٩٥

    Artinya: ” Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

    Ketika seseorang melakukan suatu kebaikan, seorang muslim dapat membaca doa untuk orang yang berbuat kebaikan kepadanya sebagai ungkapan terima kasih.

    Berikut bacaan doa untuk orang yang berbuat kebaikan.

    Doa untuk Orang yang Berbuat Kebaikan

    Doa pertama

    Dikutip dari buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah karya Wulan Mulya Pratiwi, bahwa Rasulullah menganjurkan untuk membaca doa berikut:

    جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا
    Bacaan latin: Jazaakallahu khairan

    Artinya: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan” (HR Tirmidzi)

    atau

    جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا كَثِيرًا

    Bacaan latin: Jazaakallaahu khairan katsiiran

    Artinya: “Semoga Allah Swt. membalasmu dengan ganjaran yang baik.”

    Doa kedua

    Dikutip dari buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi, setiap muslim dianjurkan untuk membaca doa berikut ketika ada orang yang berbuat kebaikan,

    وَفِيْكَ بَارَكَ اللهُ.

    Bacaan latin: Wa fiika baarakallah

    Artinya:”Semoga Allah juga melimpahkan keberkahan kepadamu.”

    atau

    وَفِيهِمْ بَارَكَ اللهُ

    Bacaan latin: Wa fiihim baarakallah

    “Semoga Allah juga melimpahkan keberkahan kepada mereka.”

    Hadits Tentang Membalas Kebaikan

    Dalam Islam, berbuat kebaikan kepada orang lain adalah salah satu tindakan penting. Rasulullah SAW adalah suri tauladan dalam berbuat baik kepada sesama. Setiap orang yang menerima kebaikan dari orang lain juga sangat dianjurkan untuk membaca doa untuk orang yang berbuat kebaikan kepadanya. Hal tersebut terdapat dalam beberapa sabda Rasulullah SAW yang terdapat di dalam beberapa hadits.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa memberi kebaikan kepada kalian, hendaklah kalian membalasnya. Jika kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia hingga kalian melihat diri kalian telah membalasnya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Hakim).

    Rasulullah SAW bersabda, “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) selama sebulan penuh.” (HR Thabrani)

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang diberikan kebaikan lalu dia berkata kepada pelaku kebaikan itu, “Jazakallahu khairan” (semoga Allah memberikan balasan yang terbaik), maka dia telah sempurna dalam memuji.” (HR At-Tirmidzi)
    Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang Anshar tentu tidak mendapatkan semua pahala, karena sungguh karunia Allah itu sangat luas. Permasalahannya tidak seperti yang kalian duga, jika kalian pandai berterima kasih atas kebaikan mereka maka itu artinya kalian telah membalas kebaikan itu.” (HR Abu Dawud, At Tirmidzi, dan Bukhari)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Dua Nama yang Paling Disukai Allah Menurut Hadits Shahih



    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar memberi nama bayi dengan nama yang baik dan indah, bisa juga memberi nama dengan panggilan yang disukai Allah SWT. Menurut sebuah hadits shahih, ada dua nama yang paling disukai Allah SWT.

    Dua nama yang paling disukai Allah SWT adalah Abdullah dan Abdurrahman. Abdullah artinya hamba Allah, sedangkan Abdurrahman artinya hamba Yang Maha Pengasih. Hal ini diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih Muslim kitab al-Adab dan At-Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi.

    Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Zadul Ma’ad turut menyebutkan hadits shahih tersebut. Dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,


    أَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ وَأَصْدَقْهَا حَارِثُ وَهَمَّامٌ وَأَقْبَحُهَا حَرْبُ وَمُرَّةً

    Artinya: “Nama yang paling disukai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman, yang paling tepat adalah Harits dan Hammam, sedang nama terjelek adalah Harb dan Murrah.”

    Rasulullah SAW juga pernah menyuruh salah seorang di antara sahabat nabi agar mengganti nama bayi yang tadinya Qasim menjadi Abdurrahman. Syaikh Al-Albani dalam Mukhtashar Shahih Muslim menukil hadits yang berbunyi,

    عن جَابِرٍ بْن عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ وُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلَامٌ فَسَمَّاهُ الْقَاسِمَ فَقُلْنَا لَا نَكْنِيكَ أَبَا الْقَاسِمِ وَلَا نُنْعِمُكَ عَيْنًا فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ أَسْمِ ابْنَكَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ

    Artinya: Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, “Suatu ketika ada salah seorang di antara kami yang mempunyai bayi lelaki dan diberi nama Qasim. Lalu kami pun berkata, “Kami tidak akan memberikan julukan kepadamu Abu Qasim dan kami tidak senang dengan nama anaknya itu.” Kemudian orang tersebut membawa bayinya kepada Rasulullah seraya menceritakan kepada beliau tentang apa yang telah dialaminya. Maka Rasulullah berkata, “Berilah anakmu nama Abdurrahman.” (HR Muslim)

    Ada juga riwayat yang menceritakan kala Rasulullah SAW menahnik seorang bayi laki-laki lalu memberinya nama Abdullah. Riwayat ini berasal dari Urwah bin Zubair dan Fatimah binti Mundzir bin Zubair. Keduanya menceritakan,

    “Pada suatu ketika Asma binti Abu Bakar keluar untuk berhijrah. Kebetulan saat itu ia sedang mengandung Abdullah bin Zubair. Sesampainya di Quba ia pun melahirkan bayinya di sana. Setelah melahirkan, ia pun pergi menemui Rasulullah SAW agar beliau berkenan menahnik bayi lelakinya itu.

    Lalu beliau mengambil bayi tersebut dan meletakkannya dalam pangkuan beliau. Setelah itu, beliau meminta kurma. Aisyah berkata, “Kami harus mencarinya beberapa saat sebelum akhirnya kami temukan.”

    Tak lama kemudian Rasulullah mulai mengunyah kurma itu dan meludahkannya ke dalam mulut si bayi, hingga yang pertama-tama masuk ke dalam perutnya adalah ludah beliau. Selanjutnya, Aisyah berkata, “Kemudian Rasulullah mengusap, mendoakan, dan memberinya nama Abdullah.”

    Ketika berumur tujuh atau delapan tahun, anak lelaki itu datang untuk berbaiat kepada Rasulullah SAW. Ayah anak tersebutlah, yaitu Zubair, yang telah menganjurkannya seperti itu. Rasulullah SAW tersenyum bangga saat melihat anak itu datang menghadap beliau berbaiat, maka kemudian beliau membaiatnya.” (HR Muslim)

    Selain Abdullah dan Abdurrahman, dalam beberapa hadits shahih juga dianjurkan memberi nama bayi dengan nama para nabi dan nama-nama orang saleh.

    Ada pula anjuran agar mengganti nama yang buruk. Sebagaimana Ishaq bin Yusuf Al-Azrah mendengar Syarik berkata,

    “Adalah Rasulullah SAW jika mendengar nama (seseorang) buruk, beliau mengubahnya. Ketika melewati sebuah kampung bernama Afrah, beliau mengubahnya dengan nama Khadirah.” (HR Ath-Thabrani)

    Afrah artinya tandus, karenanya Rasulullah SAW mengganti nama tersebut dengan Khadhirah dengan harapan kampung itu menjadi subur, sebagaimana dijelaskan Syamsul Rizal Hamid dalam buku 1500++ Hadis & Sunah Pilihan.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Hadits tentang Tetangga, Anjuran Berbuat Baik dengan Orang Terdekat


    Jakarta

    Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang pentingnya berbuat baik dan menjalin hubungan kekeluargaan dengan tetangga. Tetangga adalah orang-orang terdekat yang tinggal di sekitar kita, Islam mengajarkan untuk berhubungan baik dengan tetangga.

    Perintah untuk berbuat dan bersikap baik diturunkan langsung oleh Allah SWT dalam surat Al Isra ayat 7. Allah SWT berfirman:

    اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرً


    Artinya: Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.

    Hadits Tentang Tetangga

    Rasulullah SAW dalam beberapa hadits menjelaskan tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga. Berikut hadits tentang tetangga yang wajib diketahui oleh muslim.

    1. Larangan mengganggu tetangga

    Dikutip dari Syarah Bulughul Maram karya Abdullah bin Abdurrahman Al Bassam, berikut merupakan hadits tentang tetangga,

    Rasulullah SAW bersabda,

    لَا يَمْنَعْ حَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ حَشَبَةٌ فِي حِدَارِهِ، ثُمَّ يَقُولُ أَبو هُرَيْرَةَ : مَا لِي أَرَاكُمْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ وَاللَّهِ لِأَرْمِينَ بِهَا بَيْنَ أَكْتَافِكُمْ

    “Janganlah seorang tetangga melarang tetangganya yang lain untuk menancapkan kayu di tembokknya.” Lalu Abu Hurairah berkata, “Mengapa aku melihat kalian berpaling? Demi Allah aku akan melemparkan kayu tersebut pada panggung-panggung mereka.”” (HR Muttafaq ‘Alaih)

    2. Anjuran berbuat baik pada tetangga

    Dikutip dari buku Shahih Bukhari Muslim karya Muhammad Fu’ad Abdul Baqi, hadits tentang tetangga yaitu:

    Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    مَا زَالَ يُوصِيني جِبْرِيلُ بِالجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّتُهُ

    “Jibril selalu berpesan padaku supaya berbuat baik pada tetangga, sehingga aku menyangka kemungkinan akan diberi hak waris.”” (HR Bukhari)

    Dalam hadits lain, Ibnu Umar RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُورثه

    “Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berlaku baik pada tetangga sehingga aku kira kemungkinan akan diberi hak waris.” (HR Bukhari)

    3. Kebaikan yang diganjar surga

    Dikutip dari buku Fiqih Bertetangga karya Fathiy Syamsuddin Ramadlan an-Nawiy, hadits tentang tetangga yaitu:

    Rasulullah SAW bersabda,

    لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بِوَائِقِهِ

    “Tidak akan masuk ke dalam surga siapa saja yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR Imam Bukhari)

    4. Memuliakan tetangga

    Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ واليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ، وَمَنْ كانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا ، أَوْ لِيَصْمُتْ

    “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berbuat baik kepada tetangganya; dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia menghormati tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berbicara yang baik atau lebih baik diam.” (HR Imam Bukhari)

    5. Selalu berbagi dengan tetangga

    Rasulullah SAW bersabda,

    وَإِذَا صَنَعْتَ مَرَقَةٌ فَأَكْثِرْ مَاءَهَا، ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهُ بِمَعْرُوفٍ

    “Jika engkau memasak, perbanyaklah kuahnya, lalu perhatikan penghuni rumah dari tetanggamu, dan berikanlah kepadanya dengan cara yang baik.” (HR Imam Bukhari)

    6. Tanda beriman kepada Allah SWT

    Rasulullah SAW bersabda,

    وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ

    “Sungguh tidak beriman kepada Allah (3X).” Para shahabat bertanya, “Siapakah orang tersebut ya Rasulullah? Rasulullah SAW. menjawab, “Orang yang tetangganya tidak pernah selamat dari gangguannya.” (HR. Imam Bukhari)

    7. Saling menjaga dengan tetangga

    الرابعة قوله تعالى: (وَالْجارِ ذِي الْقُرْبى وَالْجارِ الْجُنُبِ أما الحجار فقد أمر الله تعالى بحفظه والقيام بحقه والوصاة برعي ذمته في كتابه وعلى لسان نبيه.

    “Keempat; Firman Allah SWT. [wa al-jâr dziy al-qurbay wa al-jâr al- junub]. Adapun tetangga, Allah SWT. telah memerintahkan untuk menjaganya, menunaikan haknya, dan Dia juga telah berwasiat untuk memelihara dzimmahnya di dalam KitabNya dan di atas lisan NabiNya”. (Imam Qurthubiy, Tafsir Qurthubiy, Surat An Nisaa: 36)

    8. Menghargai tetangga

    Rasulullah SAW pernah bersabda:

    عن أبي هُرَيْرَةَ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ قالَ: كَانَ النَّبِيُّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ يَقُوْلُ: يَا نِسَاءَ المُسْلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ. رواه البخاري ومسلم

    Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, Rasulullah Saw pernah bersabda, “Wahai perempuan-perempuan muslimah, janganlah seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya meskipun berupa ujung kaki kambing.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bacaan Doa Memohon Anak yang Saleh dan Salihah



    Jakarta

    Anak yang saleh dan salihah merupakan harapan terbesar umat muslim yang telah menikah. Anak yang saleh dan salihah juga menjadi anugerah yang sangat berharga karena mereka adalah harta yang membawa keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

    Muhammad Sani dalam buku Jalan Ke Surga Bagi Para Ayah Pahala Memanjakan Istri dan Menyanyangi Anak menyatakan bahwa kedua orangtua dapat mendoakan anaknya agar menjadi soleh dan sholehah. Rasulullah SAW bersabda,

    “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang berpergian (safar), dan doa orang yang dizalim.” (HR Abu Dawud).


    Allah SWT akan mengabulkan doa untuk hamba-Nya. Allah SWT berfirman dalam surah Ghaffir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.””

    Terdapat doa memohon anak yang saleh dan salihah ketika pasangan muslim menginginkannya, seperti yang telah diajarkan Allah SWT dalam beberapa Al-Qur’an. Berikut bacaan doanya.

    Doa Memohon Anak yang saleh dan salihah

    Dikutip dari buku Tafsir Maudhui Sosial: Menjadi Pribadi yang Lebih Baik penerbit Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin PTIQ, doa yang dapat dibaca ketika memohon anak yang saleh dan salihah yaitu:

    Doa memohon anak yang soleh dan sholehah dalam surah Al Baqarah ayat 128,

    رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ١٢٨

    Bacaan latin:

    Artinya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

    Doa memohon anak yang soleh dan sholehah dalam surah Ali Imran ayat 38,

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

    Artinya: “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

    Doa memohon anak yang soleh dan sholehah dalam surah As Shaffat ayat 100,

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ١٠٠

    Artinya: “”Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”

    Doa memohon anak yang saleh dan salihah dalam surah Al Furqan ayat 74,

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

    Bacaan latin: Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa Qurrata a’yuuniw waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    Muhammad Sani menambahkan bahwa mendoakan anak menjadi saleh dan salihah merupakan sebuah kewajiban orang tua karena memiliki kekuatan yang luar biasa. Segala usaha manusia tidak akan berhasil atau menjadi sesuatu jika tidak sesuai dengan ketentuan atau takdir Allah SWT. Namun sebuah doa bisa mengubah takdir.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan) Allah ta’ala selain doa. Dan tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR At Tirmidzi)

    Wallahualam

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kriteria Pemimpin yang Ideal Menurut Rasulullah SAW



    Jakarta

    Kriteria pemimpin ideal pernah dijelaskan Rasulullah SAW dalam beberapa hadits. Tentu sebagai umat Islam, harus mengikuti kriteria tersebut agar bisa menjadi pemimpin yang adil serta bertanggung jawab.

    Dalam ajaran Islam, pemimpin terbaik sepanjang masa tentu saja Rasulullah SAW. Beliau menjadi suri tauladan dan sosok panutan dalam memimpin umat.

    Melalui Al-Qur’an, Allah SWT berfirman tentang perintah menaati Ulil Amri atau pemimpin. Sebagaimana termaktub dalam surat An-Nisa Ayat 59,


    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

    Mengutip buku Al-Ahkam As-Sulthaniyyah: Hukum-Hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syariat Islam oleh Imam Al Mawardi dijelaskan bahwa pada ayat di atas, Allah SWT mewajibkan umat Islam mentaati ulil amri di antara kita dan ulil amri yang dimaksud adalah para imam (khalifah) atau pemimpin yang memerintah.

    Hisyam bin Urwah meriwayatkan dari Abu Shalih dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
    “Sepeninggalku akan datang kepada kalian pemimpin-pemimpin, kemudian akan datang kepada kalian pemimpin yang baik dengan membawa kebaikannya, kemudian akan datang kepada kalian pemimpin jahat dengan membawa kejahatannya. Maka dengarkan mereka, dan taatilah apa saja yang sesuai dengan kebenaran. Jika mereka berbuat baik, maka kebaikan tersebut untuk kalian dan mereka, dan jika berbuat jahat, maka kalian mendapat pahala dan mereka mendapat dosa.”

    Setiap calon pemimpin diperbolehkan untuk berusaha dan berkompetisi memperebutkan posisi sebagai pemimpin. Jumhur ulama dan fuqaha’ berpendapat, bahwa memperebutkan jabatan imamah (kepemimpinan) bukan merupakan sesuatu yang tercela dan terlarang.

    Pemimpin yang Ideal Menurut Rasulullah SAW

    Pemimpin ideal dalam sejarah Islam adalah Nabi Muhammad SAW. Dalam masa kepimpinannya, Rasulullah SAW memiliki beberapa sifat yakni siddiq (jujur), amanah (dipercaya) dan fathanah (cerdas). Sifat ini dapat menjadi landasan kriteria pemimpin yang baik.

    1. Pemimpin yang Jujur

    Rasulullah SAW pernah menegaskan salah satu sahabatnya untuk tidak meminta jabatan, ucapan ini terekam dalam hadis riwayat al-Bukhari:

    عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ وَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ

    Artinya: “Dari Abdurrahman bin Samurah, beliau mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku: “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika kamu diberi jabatan dengan tanpa meminta, maka kamu akan ditolong, dan jika kamu diberinya karena meminta, maka kamu akan ditelantarkan, dan jika kamu bersumpah, lantas kamu lihat ada suatu yang lebih baik, maka bayarlah kafarat sumpahmu dan lakukanlah yang lebih baik.” (Hadis riwayat Imam al-Bukhari).

    Melansir laman NU Online, al-Wallawi dalam Dzahirah al-‘Uqba berpendapat, “Makna hadits tersebut adalah siapa pun yang meminta kepemimpinan dan dikabulkan, maka Allah akan menghilangkan pertolongan karena kerakusannya. Adapun lafaz hadits [Dan jika kamu diberikan kepemimpinan tanpa diminta, maka kamu akan mendapatkan pertolongan], maksudnya adalah Allah SWT akan menolongmu dan mengilhamimu dengan kebenaran, sehingga kamu dapat bahagia di dunia dan akhirat.” (Muhammad ibn ‘Ali al-Wallawi, Dazhirah al-‘Uqba fi syarh Sunan al-Nasa’i al-Mujtaba, Dar al-Mi’raj al-Dauliyah, juz 39, halaman 235)

    2. Pemimpin yang Amanah

    Seorang pemimpin haruslah bersikap amanah dan tidak curang. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pemimpin yang curang tidak Allah masukkan ke dalam surga.

    ماَ مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيْهِ اللَّهُ رَعِيَّةً، يَمُوْتُ يَوْمَ يَمُوْتُ، وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

    Artinya: “Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia meninggal dunia dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, kecuali Allah mengharamkannya masuk surga.” (Hadis riwayat Imam al-Bukhari)

    3. Pemimpin yang Bertanggung Jawab

    Sifat bertanggung jawab merupakan sifat mendasar yang harus ada pada seorang pemimpin. Sifat amanah dan bertanggung jawab ini akan berpengaruh pada putusan yang diambilnya.

    Rasulullah SAW bersabda,

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

    Artinya: “Dari ‘Abdullah bin Umar radliallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketahuilah setiap dari kalian adalah seorang pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin orang banyak akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan isteri pemimpin terhadap keluarga suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, budak juga seorang pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.”

    4. Pemimpin yang Ahli dan Cerdas

    Seorang pemimpin haruslah orang yang ahli dan cerdas. Keahlian ini meliputi berbagai hal, termasuk menata kewarganegaraan yang akan membawa negara dan rakyat pada kestabilan di berbagai bidang, baik kemananan, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

    Memberikan kepercayaan kepada yang bukan ahlinya merupakan suatu tanda kehancuran, sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda:

    فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ، قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا؟ قَالَ: إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظَرْ السَّاعَةَ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

    Artinya: “Apabila sifat Amanah sudah hilang, maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu bertanya, “Bagaimana hilangnya amanah itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat”. (Hadis riwayat Imam al-Bukhari).

    5. Pemimpin yang Mencintai dan Dicintai Rakyat

    Kemudian kriteria pemimpin selanjutnya yaitu yang dicintai dan mencintai rakyatnya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

    خِيارُ أئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ ويُحِبُّونَكُمْ، ويُصَلُّونَ علَيْكُم وتُصَلُّونَ عليهم، وشِرارُ أئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ ويُبْغِضُونَكُمْ، وتَلْعَنُونَهُمْ ويَلْعَنُونَكُمْ

    Artinya: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian cintai dan mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” (Hadits riwayat Imam Muslim).

    Demikian 5 kriteria pemimpin ideal menurut Rasulullah SAW. Semoga para pemimpin memiliki tanggung jawab dalam mengemban amanah.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Dhuha Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya


    Jakarta

    Sholat Dhuha adalah salah satu sholat sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Saat mengerjakannya, umat Islam bisa menutup dengan membaca doa sholat Dhuha.

    Sholat Dhuha dapat dikerjakan dari matahari naik setinggi tombak hingga matahari tergelincir. Namun disunnahkan mengakhirinya hingga matahari cukup tinggi dan terik, ungkap Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah.

    Dalam sholat Dhuha terdapat doa khusus. Berikut doa sholat Dhuha lengkap dengan bacaan latin dan artinya yang dapat dibaca oleh setiap muslim seperti dinukil dari buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari: Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki karya Arif Rahman.


    Doa Sholat Dhuha Lengkap: Arab, Latin, Artinya

    اللهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقَى فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرَبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

    Bacaan latin: Allahumma innadh dhuha’a dhuha’uka, wal bahaa’a bahaa’uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahumma inkaana rizqa fis samaa’i fa ‘anzilhu wa inkaana fil ardhi fa ‘akhrijhu wa inkaana mu’asaran fayassirhu wa inkaana haraaman fathahhirhu wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa ‘ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah. Dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Jika seorang muslim melaksanakan sholat Dhuha dan mengamalkan doa sholat Dhuha, maka ia akan mendapatkan keutamaan yang mulia. Beberapa keutamaan sholat Dhuha seperti yang dikemukakan oleh Sayyid Sabiq berdasarkan hadits yaitu:

    1. Sholat Dhuha Adalah Sedekah

    Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian bersedekah untuk setiap ruas tulang tubuh pada setiap pagi. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, tahmid adalah sedekah, tahlil adalah sedekah, takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan kemungkaran juga sedekah. Semua itu dapat dilakukan dengan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)

    2. Sholat Dhuha Dapat Menggantikan 360 Kali Sedekah

    Rasulullah SAW bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 ruas tulang. Setiap orang dituntut mengeluarkan sedekahnya untuk masing-masing ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang mampu melaksanakannya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dahak yang ada di masjid lalu dipendam ke tanah dan menyingkirkan gangguan di tengah jalan, itu termasuk sedekah. Namun, jika tidak mampu, cukup bagi kalian mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.”

    Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman: Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (yakni sholat Dhuha), (jika kamu senantiasa mengerjakannya) niscaya Aku memenuhi keperluanmu pada akhirnya (sore hari).” (HR Hakim dan Thabrani)

    4. Akan Mendekatkan Diri dengan Kemenangan

    Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih dekat (tercapainya) dari kejayaan perang (kemenangan) yang mereka peroleh, lebih banyak harta rampasannya, dan dekat (waktu) kembalinya? Siapa yang berwudhu, lantas pergi ke masjid untuk mengerjakan sholat sunnah Dhuha, orang itulah yang lebih dekat kemenangannya, lebih banyak memperoleh harta rampasan, dan lebih cepat kembalinya.” (HR Ahmad, Thabrani, dan Abu Ya’la)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Arab, Latin, Terjemahan, serta Keutamaannya


    Jakarta

    Surat Yasin adalah surat ke-36 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 83 ayat dan termasuk golongan surat Makiyyah. Menurut buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur’an karya Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari, surat Yasin banyak menerangkan tentang aqidah, keimanan, dan kehidupan akhirat.

    Umat muslim di Indonesia seringkali membaca Yasin Fadilah pada malam Jumat. Menurut situs NU Online, Yasin Fadhilah merupakan bacaan Surah Yasin yang beberapa ayatnya diulang-ulang dan diselipi doa selain ayat Al-Qur’an. Hal tersebut ternyata pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW seperti yang terdapat dalam hadist berikut.

    عن حُذَيْفَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صلّى الله عليه وسلّم كَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ خَوْفٍ تَعَوَّذَ وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ سَأَلَ


    “Rasulullah jika membaca ayat tentang siksa maka beliau minta perlindungan kepada Allah, jika Rasulullah membaca ayat tentang rahmat maka beliau memintanya kepada Allah.” (HR Ahmad No 24012 dan Ibnu Khuzaimah No 684).

    Selain itu, ada pula sebuah hadits yang menjelaskan mengenai membaca ayat Al-Qur’an yang diselipi bacaan doa. Hadis tersebut berbunyi:

    عن أَبِي هَرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صلّى الله عليه وسلّم كَانَ إِذَا قَرَأَ أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَى قَالَ بَلَى وَإِذَا قَرَأَ أَلَيْسَ اللهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِيْنَ قَالَ بَلَى (رواه الحاكم رقم ٢٨٨٣ وقال هذا حديث صحيحاإسناد ولم يخرجاه تعليق الذهبي قي التلخيص : صحيح. وكذا أبو داود والترمذى وابن السنى فى عمل يوم وليلة والبيهقى عن أبي هريرة

    “Jika Rasulullah membaca akhir Surat al-Qiyamat (ayat 40), Rasulullah menjawab: Balaa (Ya, Allah Maha Kuasa). Dan ketika beliau membaca akhir Surat at-Tiin, maka Rasulullah menjawab: Balaa, (dalam riwayat lain: wa ana ‘ala dzalika min asy-syaahidiin) (Ya, saya bersaksi)” (HR Al-Hakim No 3882, ia menilainya sahih dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Hadis yang sama juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, Turmudzi, Ibnu Sunni, dan al-Baihaqi)

    Forum Bahtsul Masail yang diadakan Majelis Musyawarah Pondok Pesantren di seluruh Karesidenan Kediri pada Oktober 1991 dan Bahtsul Masail Pesantren Mambaul Hikam Blitar Jawa Timur menetapkan, hukum membaca Yasin Fadilah adalah sunah. Penetapan ini mempertimbangkan tujuan utama membaca Yasin Fadilah adalah berzikir.

    Tentunya, seorang muslim jangan hanya membaca Yasin Fadilah sebagai amalan sehari-hari. Seorang muslim bisa membaca surat lain dalam Al-Qur’an, sholat sunah, dan amalan lain yang tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT namun juga lingkungan sekitar.

    Bacaan Yasin Fadilah Arab, Latin, dan Terjemahannya

    Sayyid Muhammad Haqqi An-Nazili dalam kitabnya Khozinatul Asror, yang dikutip dari sebagian ulama, telah mengajarkan tata cara membaca Yasin Fadhilah, yaitu sebagai berikut.

    1. Ayat pertama dibaca 7 kali

    يٰسٓ

    (Yasin.)

    2. Bagian dari ayat 38 dibaca sebanyak 14 kali

    وَالشَّمۡسُ تَجۡرِىۡ لِمُسۡتَقَرٍّ لَّهَا ؕ ذٰلِكَ تَقۡدِيۡرُ الۡعَزِيۡزِ الۡعَلِيۡمِؕ‏

    (Wasysyamsyu tajrii limustaqorrillahaa dzaalika tqdiirul aziizil aliim.)

    Artinya: “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.”

    Pada ayat tersebut, bacaan ‘Dzaalikal taqidiirul ‘aziizil ‘aliim’ diulang sebanyak 14 kali.

    3. Ayat 58 dibaca sebanyak 16 kali

    سَلٰمٌ قَوۡلًا مِّنۡ رَّبٍّ رَّحِيۡمٍ

    (Salaamung qoulamminrrabbirrakhiim.)

    Artinya: “(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”

    Setelah dibaca sebanyak 16 kali, biasanya dilanjut dengan membaca doa berikut: “Ya Allah selamatkan kami dari ujian di dunia dan di akhirat.” Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca ayat ke 59 dan seterusnya.

    4. Ayat 81 dibaca 4 kali

    اَوَلَيۡسَ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنۡ يَّخۡلُقَ مِثۡلَهُمۡؔؕ بَلٰی وَهُوَ الۡخَـلّٰقُ الۡعَلِيۡمُ

    (Awalaisalladzi khalaqassamawati wal ardho biqodirin ‘ala ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal kholakul’alim.)

    Artinya: “Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.”

    Sebagai informasi, bacaan Yasin Fadilah memiliki beberapa versi yang sama-sama mengharapkan sesuatu pada Allah SWT. Setiap muslim tentu bisa membacanya dengan ikhlas dan ridho.

    Keutamaan Membaca Surat Yasin

    Setiap surat dalam Al-Qur’an memiliki manfaat dan keutamaannya masing-masing. Dikutip dari situs NU Ponorogo, berikut ini manfaat dan keutamaan membaca Surah Yasin.

    1. Dimudahkannya Segala Urusan oleh Allah

    Sebagian ulama mengatakan bahwa ketika Surah Yasin dibaca dalam suatu urusan yang sulit, maka Allah akan mempermudah urusan tersebut. Hal ini dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya sebagai berikut:

    وَلِهَذَا قَالَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ: مِنْ خَصَائِصِ هَذِهِ السُّورَةِ: أَنَّهَا لَا تُقْرَأُ عِنْدَ أَمْرٍ عَسِيرٍ إِلَّا يَسَّرَهُ اللَّهُ. وَكَأَنَّ قِرَاءَتَهَا عِنْدَ الْمَيِّتِ لِتُنْزِلَ الرَّحْمَةَ وَالْبَرَكَةَ، وَلِيَسْهُلَ عَلَيْهِ خُرُوجُ الرُّوحِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.

    Sebagian ulama berkata: “Di antara keistimewaan surat ini (surat Yasin), sesungguhnya tidaklah surat Yasin dibacakan pada suatu perkara suit, melainkan Allah Swt memudahkannya. Seakan-akan dibacakannya surat Yasin di sisi mayat agar turun rahmat dan berkah dan memudahkan baginya keluarnya ruh.”

    2. Dikabulkannya Hajat Pembacanya

    Manfaat membaca Surat Yasin berikutnya adalah dikabulkan hajatnya oleh Allah sebagaimana yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan Abu Daud berikut:

    من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله

    Artinya: “Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Daud dari al-Habr)

    3. Mendapat Pahala 10 kali Membaca Al-Qur’an

    Dalam sebuah riwayat, diterangkan bahwa orang yang membaca surah Yasin akan mendapat pahala setara dengan sepuluh kali membaca Al-Qur’an.

    ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس. وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بقراءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ

    Artinya: “Dari Anas RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai kalbu (inti) dan kalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa membaca surat Yasin, maka Allah mencatat baginya karena bacaan surat Yasin itu pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”

    Jika sempat, jangan lupa membaca Yasin Fadilah di hari-hari kamu ya detikers.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Mau Makan dan Adabnya yang Perlu Diperhatikan


    Jakarta

    Sebelum makan, kaum muslimin dianjurkan untuk memanjatkan doa. Berdoa juga termasuk ke dalam salah satu adab yang dilakukan sebelum dan sesudah makan.

    Sebelum makan dan minum hendaknya disertai niat agar dapat menjadi kekuatan untuk beribadah kepada Allah SWT. Menukil dari Mutiara Ihya’ Ulumuddin susunan Imam Al-Ghazali yang diterjemahkan oleh Iwan Kurniawan, Allah SWT berfirman dalam surah Al Mu’minun ayat 51:

    يٰٓاَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبٰتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ ۗ


    Artinya: “Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

    Terkait makanan yang dikonsumsi, Islam mengajarkan umatnya untuk makan makanan yang halal dan baik. Dijelaskan dalam buku Makanan dan Minuman dalam Al-Quran karya Mifta Novikasari, makanan yang halal belum tentu baik bagi tubuh, karenanya Allah SWT memerintahkan kaum muslimin untuk memilih makanan yang baik sebagai ikhtiar untuk senantiasa menjaga tubuh dan kesehatan.

    Doa Mau Makan: Arab, Latin dan Artinya

    Menukil buku Zikir dan Doa Penting Sehari-hari karya Al-Habib Al-Alamah Umar bin Hafizh, berikut doa mau makan yang dapat dipanjatkan.

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaa bannaar.

    Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami, dan karuniakanlah rezeki yang lebih baik dari itu dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

    Doa ketika Lupa Membaca Doa Sebelum Makan

    بِسْمِ اللهِ آوَلُهُ وَآخِرُهُ

    Arab latin: Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, untuk awal dan akhir (makan).”

    Bacaan di atas disandarkan dari hadits yang diriwayatkan Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang kalian hendak makan, sebutlah nama Allah Ta’ala, jika terlupa katakanlah (doa di atas).”

    Adab ketika Makan dan Minum

    Berikut sejumlah adab makan dan minum yang dirangkum dari arsip detikHikmah.

    1. Membaca Basmalah

    Melafalkan basmalah sebelum makan dan minum termasuk ke dalam adab yang utama ketika makan. Hal ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena merupakan satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan.

    Mengutip buku Mukjizat Makanan dan Minuman Kesukaan Rasulullah SAW tulisan Mochammad Syahrowi Yazid, dalam sebuah riwayat, Abu Hafs Umar Bin Abu Salamah berkata:

    “Ketika aku berada dalam bimbingan Rasulullah SAW, pernah suatu kali tanganku bergerak di atas piring ke segala arah, hingga Rasulullah pun berkata kepadaku, ‘Wahai anak laki-laki, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah dari makanan yang dekat denganmu,’ Maka, demikianlah cara makanku sejak saat itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

    2. Menggunakan Tangan Kanan

    Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk makan dengan tangan kanan. Beliau dikenal suka melakukan segala kegiatan dengan tangan kanan.

    Dari Abdullah Bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya dan minum dengan tangan kanannya. Sesungguhnya, setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad).

    3. Tidak Sambil Berdiri

    Makan dan minum sambil berdiri tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, Anas Bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah menyebut perbuatan makan sambil berdiri sebagai perbuatan yang buruk. Rasulullah SAW bersabda,

    “Kalau makan (sambil berdiri) maka itu lebih buruk dan keji,” (HR Muslim).

    Larangan makan dan minum sambil berdiri bukan tanpa alasan. Banyak hikmah yang terkandung di dalamnya selain etika sopan santun. Makan dan minum sambil berdiri akan mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga akan mengakibatkan sel-sel kerongkongan mengalami iritasi.

    4. Tidak Meniup Makanan dan Minuman yang Panas

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan,” (HR. Bukhari).

    Alasan dilarangnya meniup makanan dan minuman yang panas karena dapat membahayakan kesehatan. Setelah dilakukan beberapa penelitian ilmiah, udara yang keluar melalui tiupan atau hembusan nafas merupakan udara rusak serta penuh dengan zat karbon dioksida.

    Akibatnya, makanan bisa terpapar bakteri helicobacter pylori yang menyebar melalui pernafasan. Bakteri tersebut dapat menyebabkan peradangan lapisan lambung yang berakhir menjadi tukak lambung.

    5. Tidak Berlebihan

    Sesuatu yang berlebihan dilarang dalam ajaran Islam. Sifat berlebihan berdampak negatif dan merugikan, termasuk dalam kegiatan makan dan minum.

    Islam mengatur tata cara makan dan minum, termasuk anjuran agar tidak makan dan minum secara berlebihan. Bahkan, dalam Al-Qur’an surah Al A’raaf ayat 31, Allah SWT berfirman:

    يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

    Artinya: “Wahai anak cucu Adam! Pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan,”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com