Category: Doa Hadits

  • Bacaan Doa Khutbah Kedua dan Penutup Khutbah Jumat


    Jakarta

    Menyampaikan dua khutbah termasuk syarat sah salat Jumat menurut kesepakatan ulama. Dalam pelaksanaannya, khatib akan membaca doa khutbah kedua sebelum menutup khutbah Jumat.

    Imam Syafi’i berpendapat bahwa kedua khutbah Jumat harus berisikan pujian kepada Allah SWT, sholawat atas Nabi Muhammad SAW, wasiat taqwa, dan pembacaaan ayat-ayat suci Al-Qur’an pada salah satu dari kedua khutbah tersebut, sebagaimana diterangkan dalam kitab Al-Fiqh ‘ala al-madzahib al-khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah.

    Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an akan lebih utama apabila dilakukan pada khutbah pertama dan pembacaan doa dilakukan pada khutbah kedua. Demikian menurut pandangan Imam Syafi’i.


    Bacaan doa khutbah kedua umumnya berisi doa untuk kebaikan kaum mukminin. Melansir laman Kementerian Agama RI, berikut contoh doa khutbah kedua.

    Doa Khutbah Kedua

    الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ

    اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

    أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا

    اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

    Artinya:

    Segala puji bagi Allah atas rahmat-Nya terlaksana amal shaleh, atas rahmat-Nya turun kebaikan dan keberkahan, dan atas rahmat-Nya tercapai maksud dan tujuan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan tidak ada nabi setelahnya.

    Ya Tuhan, semoga sholawat dan salam terlimpah kepada junjungan kami Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, para mujahidin yang suci. Adapun berikut ini, wahai kalian yang hadir, saya berpesan agar kalian dan saya bertakwa kepada Allah dan mentaati-Nya, agar kalian berhasil. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebagaimana Dia ditakuti, dan janganlah kamu mati kecuali sebagai orang Islam, dan rezekilah dirimu sendiri, karena rezeki yang paling baik adalah taqwa.

    Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah dan para malaikat-Nya melimpahkan sholawat kepada Nabi SAW. Wahai orang-orang yang beriman, sholawatlah dia dan sholawatilah dia.

    Ya Allah, berkahilah junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarga junjungan kami Ibrahim, dan berkahilah junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarga kami keluarga tuan kami Ibraham, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam.

    Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya Engkaulah yang Mendengar, Yang Paling Dekat, Yang Menjawab Doa.

    Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka membesarkan kami ketika kami masih kecil.

    Mengutip laman SMAIT Raflesia, berikut contoh doa khutbah kedua lainnya yang bisa dipanjatkan khatib.

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
    رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
    رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

    Latin: Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati. Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa. Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina. Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, Sesungguhnya, Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar, Maha Dekat, Dzat yang mengabulkan doa. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Doa Penutup Khutbah Jumat

    Setelah membaca doa khutbah kedua bisa dilanjutkan dengan membaca doa penutup khutbah Jumat berikut,

    اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

    Innallāha ya’muru bil-‘adli wal-iḥsāni wa ītā’i żil-qurbā wa yanhā ‘anil-faḥsyā’i wal-munkari wal-bagyi ya’iẓukum la’allakum tażakkarūn

    Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.”

    Doa penutup khutbah Jumat tersebut termaktub dalam Al-Qur’an surah An Nahl ayat 90.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Dalil Mengangkat Tangan saat Berdoa, Anjuran Rasulullah atau Bukan?



    Jakarta

    Hampir seluruh umat muslim di Indonesia mengangkat dan menengadahkan tangan ketika berdoa. Ini menjadi salah satu gerakan yang khas saat berdoa.

    Dalam Al-Qur’an tidak ada dalil ataupun perintah mengangkat tangan ketika berdoa, namun Rasulullah SAW semasa hidup pernah melakukan hal ini saat memanjatkan doa kepada Allah SWT.

    Meskipun bukan syariat, namun mengangkat tangan saat berdoa juga bukanlah sebuah larangan dalam ajaran Islam.


    Mengutip buku Kumpulan Tanya Jawab Islam Hasil Bahtsul Masail dan Tanya Jawab Agama Islam dijelaskan, ulama-ulama pakar dari berbagai madzhab yakni Hanafi, Maliki , Syafi dan lain sebagainya, selalu mengangkat tangan waktu berdoa. Hal ini termasuk adab atau tata tertib cara berdoa kepada Allah SWT.

    Dalil Mengangkat Tangan saat Berdoa

    1. Rasulullah SAW mengangkat tangan dan berdoa

    Dalam kitab Riyadus Shalihin jilid 2 oleh H. Salim Bahreisj disebutkan beberapa hadits riwayat yang menjelaskan hal ini.

    Sa’ad bin Abi Waqash ra. berkata, “Kami bersama Rasulullah SAW keluar dari Makkah menuju ke Madinah, dan ketika kami telah mendekati Azwara, tiba-tiba Rasulullah SAW turun dari kendaraannya, kemudian mengangkat kedua tangan berdoa sejenak lalu sujud lama sekali, kemudian bangun mengangkat kedua tangannya berdoa, kemudian sujud kembali, diulanginya perbuatan itu tiga kali. Kemudian berkata:

    “Sesungguhnya saya minta kepada Tuhan supaya diizinkan memberikan syafa’at (bantuan) bagi umat ku, maka saya sujud syukur kepada Tuhanku, kemudian saya mengangkat kepala dan minta pula kepada Tuhan dan diperkenankan untuk sepertiga, maka saya sujud syukur kepada Tuhan, kemudian saya mengangkat kepala berdoa
    minta untuk umatku, maka diterima oleh Tuhan, maka saya sujud syukur kepada Tuhanku.” (HR.Abu Dawud).

    Dalam hadits ini menerangkan bahwa Rasulullah SAW tiga kali berdoa sambil mengangkat tangannya setiap berdoa, dengan demikian berdoa sambil mengangkat tangan adalah termasuk sunnah Rasulullah SAW

    2. Mengangkat tangan setinggi bahu

    Dalam Kitab Fiqih Sunnah Sayid Sabiq jilid 4 dijelaskan sebuah hadits berdasarkan riwayat Abu Daud dari Ibnu Abbas ra.,
    “Jika kamu meminta (berdoa kepada Allah SWT) hendaklah dengan mengangkat kedua tanganmu setentang kedua bahumu atau kira-kira setentangnya, dan jika istighfar (mohon ampunan) ialah dengan menunjuk dengan sebuah jari, dan jika berdoa dengan melepas semua jari-jemari tangan”.

    Melalui hadits ini, kita diberi tahu sampai dimana batas sunnahnya mengangkat tangan saat berdoa, dan waktu mengangkat tangan tersebut disunnahkan dengan menunjuk sebuah jari waktu mohon ampunan, melepas semua jari-jari tangan (membuka telapak tangannya) waktu berdo’a selain istighfar.

    3. Mengangkat tangan dengan bagian telapak terbuka

    Diriwayatkan dari Malik bin Yasar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu meminta(berdoa kepada Allah), maka mintalah dengan bagian dalam telapak tanganmu, jangan dengan punggungnya.”

    Dalam hadits lain, dari Saman, sabda Rasulullah SAW,

    “Sesungguhnya Tuhanmu yang Mahaberkah dan Mahatinggi adalah Mahahidup lagi Mahamurah, ia merasa malu terhadap hamba-Nya jika ia menadahkan tangan (untuk berdoa) kepada-Nya, akan menolaknya dengan tangan hampa”

    Hadits ini menjelaskan bahwa Allah SWT tidak akan menolak doa hamba-Nya waktu berdo’a sambil menadahkan tangan kepadaNya, dengan demikian doa kita akan lebih besar harapan dikabulkan.

    4. Rasulullah SAW mengangkat tangan sampai terlihat ketiak

    Hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik menuturkan,
    “Aku pernah melihat Rasulullah SAW mengangkat dua tangan ke atas saat berdoa sehingga tampak warna keputih-putihan pada ketiak beliau.”

    5. Rasulullah SAW mengangkat tangan saat berdoa usai sholat istisqa

    Dalam buku Fiqih Kontroversi Jilid 1: Beribadah antara Sunnah dan Bid’ah oleh H. M. Anshary, disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Anas yang menerangkan bahwa ada seorang Arab pedesaan yang datang kepada Rasulullah SAW dan menyampaikan bahwa banyak
    hewan yang mati dan orang-orang mengalami kesulitan karena kekeringan, lama tidak turun hujan.

    Kemudian Rasulullah SAW berdoa dengan mengangkat tangan dan orang-orang juga berdoa dengan mengangkat tangan untuk memohon hujan bersama Rasulullah SAW. Menurut Anas bahwa tidak lama setelah itu turunlah hujan.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus untuk Rezeki yang Bisa Diamalkan


    Jakarta

    Nabi Yunus AS sangat terkenal dengan kisahnya ketika berada dalam perut ikan. Di tengah gelapnya perut ikan tersebut, ia mengucapkan doa yang dapat menyelamatkan dirinya.

    Doa Nabi Yunus AS ini sangat terkenal dalam Islam sebab memiliki nilai spiritual yang mendalam dalam konteks mencari rezeki dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Menurut sebuah hadits, doa Nabi Yunus AS dapat membuka rezeki karena dengan mengucapkannya Allah SWT pasti akan mengabulkan doa orang tersebut, sebagaimana ditulis dalam buku Miracle Rezeki karya Naufal Arifin.


    Rasulullah SAW bersabda,

    دَعْوَةُ ذِي النَّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ: لا إله إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قطِّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

    Artinya: “Doa Dzunnun (Nabi Yunus ‘alaihissalam) ketika di perut ikan adalah “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Sesungguhnya tidak seorang muslim pun yang berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah akan mengabulkan doanya.” (HR Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

    Doa Nabi Yunus untuk Rezeki

    Doa Nabi Yunus AS untuk rezeki dan ampunan dari Allah SWT terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya ayat 87 yang bunyinya,

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧

    Artinya: (Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis) “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Doa tersebut berada di akhir ayat 87 sebagaimana berikut ini.

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

    Arab-latin: laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz-dzaalimiin

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Kisah Nabi Yunus AS dalam Tiga Kegelapan

    Nabi Yunus AS adalah nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk sebuah kaum di sebuah desa bernama Ninawa, daerah Mosul, Irak. Kaum itu telah menyimpang jauh dari jalan Allah SWT karena menyembah berhala.

    Ketika kaum tersebut diseru oleh Nabi Yunus AS agar mau kembali menyembah Allah SWT dan berhenti dari kemaksiatannya, mereka menolak dan menetap dalam kesesatan. Bahkan setelah Nabi Yunus AS sudah menyampaikan azab yang akan menimpa kaum itu mereka tetap berada dalam kesesatan.

    Nabi Yunus AS pun marah dan meninggalkan kaum tersebut. Ia pergi ke tepi pantai dan menaiki sebuah kapal. Kapal itu pun terombang-ambing di lautan karena Allah SWT belum mengizinkannya untuk pergi meninggalkan kaumnya.

    Alasannya adalah ternyata kaum Nabi Yunus AS sudah kembali ke jalan yang benar. Mereka memohon ampun dengan berdoa kepada Allah SWT agar azab yang akan menimpa mereka diangkat. Sehingga, Allah SWT benar-benar mengabulkannya.

    Keadaan kapal Nabi Yunus AS tidak baik-baik saja karena merasa terlalu berat, akhirnya awak kapal lain menyuruhnya untuk ikut dibuang ke laut bersama barang-barang lainnya agar beban kapal lebih ringan.

    Ketika terjun ke air, Nabi Yunus AS langsung dilahap oleh ikan yang sangat besar sehingga berada di dalam perut ikan tersebut. Ia diselimuti tiga kegelapan, yakni kegelapan perut ikan, kegelapan lautan, dan kegelapan malam.

    Dalam keadaan yang sempit inilah, Nabi Yunus AS memohon ampunan kepada Allah SWT dengan mengucap “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

    Allah SWT akhirnya mengampuni Nabi Yunus AS dan menyelamatkannya ke tepi pantai. Allah SWT juga kembali memerintahkan Nabi Yunus AS untuk menemui kaumnya dengan membawa berita gembira bahwa Dia telah menerima tobat mereka.

    Kaum Nabi Yunus AS yang telah beriman kepada Allah SWT pun diberikan berkah kepada harta dan anak-anak mereka, sebagaimana diterangkan Allah SWT dalam firman-Nya,

    “Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS Ash-Shafat: 147-148)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Jumat Berkah, Muslim Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Dalam Islam, Jumat disebut sebagai hari yang mulia dan agung. Saking istimewanya, terkait hal ini Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Hari Jumat adalah ‘tuannya’ semua hari, dan hari yang paling agung. Di mata Allah, hari Jumat lebih agung dari Hari Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR al-Baihaqi)

    Dalam riwayat lain dikatakan,


    “Penghulu hari (Sayyidul Ayyam) adalah hari Jumat, dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah, bahkan lebih agung bagi Allah daripada Hari Raya Fitri dan Adha. Dan pada hari Jumat itu terdapat lima kejadian, yaitu: Allah menciptakan Adam, Allah menurunkan Adam ke dunia, Allah mewafatkan Adam, hari Jumat adalah saat yang tidaklah seseorang memohon kepada Allah melainkan pasti dikabulkan selama ia tidak meminta barang yang haram, dan pada hari itu akan terjadi kiamat. Tidak ada malaikat yang dekat kepada Allah, langit, bumi, angin, gunung-gunung, lautan melainkan semuanya mencintai hari Jumat.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

    Keutamaan hari Jumat turut dikatakan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Kitab Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad. Menurutnya, hari Jumat adalah tambahan hari bagi orang yang telah masuk surga dan sebagai hari raya bagi orang yang ada di dunia.

    Salah satu amalan yang bisa dikerjakan umat Islam pada hari Jumat yang mulia ini adalah memanjatkan doa. Allah SWT berfirman dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Gafir: 60)

    Berkaitan dengan hal itu, ada kumpulan doa Jumat berkah yang dapat dibaca oleh kaum muslimin. Seperti apa? Simak bahasannya berikut ini.

    Kumpulan Doa Jumat Berkah: Arab, Latin dan Arti

    Mengutip buku dengan judul Agar Hidup Selalu Berkah karya Habib Syarief Muhammad Alaydrus, berikut sejumlah doa yang dapat dipanjatkan ketika hari Jumat.

    1. Doa Jumat Berkah untuk Sesama

    Berikut ini merupakan doa yang bisa dipanjatkan agar diberikan keberkahan di hari Jumat untuk sesama.

    أدام الله لكم بركة الجمعة دهوراً، وألبسكم من تقواه نوراً، جمعة مباركة

    Arab latin: Adamallahu lakum barakatal Jumat duhuran, wa albasakum min taqwahu nuron, jumatan mubarakah

    Artinya : “Semoga Allah SWT memberikan berkah kepada kalimat pada hari Jumat ini, serta Allah mengenakan cahaya dari kesalehan hari ini, Jumat yang diberkahi.”

    2. Doa Jumat Berkah Agar Diberi Rezeki

    Selanjutnya ialah doa agar diberikan keberkahan rezeki serta terhindar dari siksa kubur.

    الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma barik lana fi ma razaqtana wa qina adza bannar.

    Artinya: “Ya Allah, berikan kami berkah pada rezeki yang telah Engkau berikan dan peliharalah kamu dari siksa neraka,”

    3. Doa Agar Diberi Berkah dalam Musibah yang Dihadapi

    Ada juga doa yang bisa dipanjatkan agar terhindar dari musibah dan diberkahi oleh Allah SWT.

    بَارَكَ اللهُ لَكُماَ وَبَارَكَ عَلَيْكُماَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab latin: Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khairin.

    Artinya: “Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam kebaikan. Semoga Allah memberi berkah dalam musibahmu. Dan semoga Allah mengampuni kalian berdua (sebagai suami istri) dalam kebaikan,”

    4. Doa Jumat Berkah Memohon Kebajikan dan Keselamatan Dunia dan Akhirat

    Merangkum arsip detikHikmah, doa ini juga bisa dipanjatkan agar hari Jumat seorang muslim dipenuhi berkah.

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Arab latin: Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah)

    Itulah doa Jumat berkah yang dapat dipanjatkan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Dalil Anjuran Sholat Gerhana Beserta Tata Cara Melakukannya



    Jakarta

    Beberapa dalil tentang anjuran sholat gerhana telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Umat Islam disunahkan untuk melakukan sholat dua rakaat untuk mengingat kebesaran Allah SWT.

    Gerhana adalah sebuah fenomena alam di mana cahaya matahari atau bulan tidak sepenuhnya terpancar sampai ke bumi. Akibatnya, bumi menjadi gelap untuk sementara waktu.

    Di saat seperti ini, Rasulullah SAW mengajarkan pada umat Islam untuk mendirikan sholat sunnah dua rakaat sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT yang sudah menciptakan langit seisinya.


    Dalil Anjuran Sholat Gerhana

    Perintah untuk melakukan sholat sunah ini dirangkum dalam berbagai buku. Berikut adalah dalil anjuran sholat gerhana yang bisa detikHikmah sampaikan.

    Dinukil dari buku Bulughul Maram: Panduan Lengkap Masalah Fiqih, Akhlak, dan Keutamaan Amal karya Ibn Hajar Al-Asqalani, Al-Mughirah ibn Syu’bah RA pernah berkata bahwasanya,

    الْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ النَّاسُ : اِنْكَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيْمَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوْا حَتَّى تَنْكَشِفَ

    Artinya: “Pada zaman Rasulullah SAW pernah terjadi gerhana matahari, yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru, Terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya (mengalami gerhana), berdoalah kepada Allah dan shalatlah hingga kembali seperti semula.” (HR Al- Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan, “Sampai terang kembali.”)

    Dalam riwayat lain, Imam Al-Bukhari menyebutkan, dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    فَصَلُّوا وَادْعُوْا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

    Artinya: “Maka shalatlah dan berdoalah sampai kembali seperti semula.”

    Tata Cara Sholat Gerhana

    Tata cara sholat gerhana juga sudah dijelaskan secara rinci dalam sebuah dalil sahih. Pada saat itu, Rasulullah SAW melakukan sholat gerhana dengan cara seperti pada hadits berikut ini.

    Rasulullah SAW mengisyaratkan untuk memulai sholat gerhana berjamaah dengan seruan:

    فَبَعَثَ مُنَادِيًا يُنَادِي: الصَّلَاةُ جَامِعَةٌ

    Artinya: “Lalu beliau menyuruh seorang penyeru untuk menyerukan, ‘Datanglah untuk shalat jamaah.”

    Lalu, selanjutnya, sholat dilaksanakan dengan cara berikut ini.

    الْحَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا نَحْوا مِنْ قِرَاءَةِ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طويلاً ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طويلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّل ثم رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَفَعَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُوْنَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوْعًا طَوِيْلاً وَهُوَ دُونَ الرَّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيْلاً وَهُوَ دُونَ الرَّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ سَحَدَثُمَّ انْصَرَفَ وَقَدْ تَجَلَّتِ الشَّمْسُ فَخَطَبَ النَّاسَ

    Artinya: “Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah SAW, maka beliau shalat. Beliau berdiri sangat lama sekitar lamanya bacaan surah Al-Baqarah, kemudian rukuk dengan lama, lalu bangun dan berdiri lama pula, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan berdiri yang pertama. Kemudian beliau rukuk dengan lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan rukuk yang pertama. Lalu beliau sujud, dan kemudian berdiri lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan berdiri yang pertama. Lalu beliau rukuk dengan lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan rukuk yang pertama. Kemudian, beliau bangun dan berdiri lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan berdiri yang pertama. Lalu beliau rukuk lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan rukuk yang pertama. Kemudian beliau mengangkat kepala, lalu sujud, sehingga selesailah dan matahari telah terang. Lalu beliau berkhotbah di hadapan orang-orang.” (HR Al-Bukhari dan Muslim, sedangkan redaksinya berdasarkan riwayat Al-Bukhari. Dalam suatu riwayat Muslim disebutkan”

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara Lengkap dengan Artinya



    Jakarta

    Doa naik kendaraan darat, laut, dan udara disunahkan untuk diucapkan sebelum seorang muslim hendak bepergian.

    Membaca doa naik kendaraan, baik darat, laut, maupun udara, tentunya hanya mengharapkan satu tujuan, yakni mendapat perlindungan dari Allah SWT Sang pemilik alam semesta.

    Lalu, bagaimanakah tuntunan doanya? Berikut ulasannya.


    Doa Naik Kendaraan Darat

    Dinukil dari buku berjudul Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam karya Anshari Taslim, doa naik kendaraan darat yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana berikut.

    Membaca takbir tiga kali,

    اللَّهُ أَكْبَرُ, اللَّهُ أَكْبَرُ, اللَّهُ أَكْبَرُ

    Arab-latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar

    Terjemahan: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    Lalu dilanjutkan untuk membaca,

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلٰى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُوْنْ

    Arab-latin: Subhaanal-ladzii sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.

    Terjemahan: “Mahasuci Tuhan yang memudahkan ini kendaraan bagi kami, sedangkan bagi kami tidak bisa memudahkan kepada-Nya, dan kepada Allah kami kembali.”

    Hikmah Membaca Doa Naik Kendaraan Darat

    Ketika seseorang membaca doa naik kendaraan darat sebelum melakukan perjalanan maka dirinya akan mendapat hikmah dalam bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada kendaraan tersebut untuk bisa ditunggangi sampai tempat tujuan.

    Apabila di zaman dahulu kendaraan yang dipakai Rasulullah adalah unta, kuda, keledai, atau kapal, maka di zaman sekarang ini kendaraan berupa motor, mobil, kereta, becak, dan lain sebagainya. Untuk itu, kita tetap dianjurkan untuk mengucapkan doa tersebut dengan ikhlas dan penuh keyakinan.

    Tujuannya tidak lain hanya untuk mengharap rida dari Allah SWT sehingga kendaraan yang dinaiki menjadi berkah, tidak menyusahkan, dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

    Doa Naik Kendaraan Laut

    Doa naik kendaraan laut di bawah ini dikutip dari sebuah buku karya Islah Gusmian yang berjudul Setiap Saat Bersama Allah: Doa-Doa Pilihan Penentram Jiwa. Berikut lafalnya.

    بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰهَا وَمُرْسٰهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Arab-latin: Bismillahi majrâhâ wa mursâhâ inna rabbi laghafûrur-rahîm.

    Terjemahan: Dengan nama Allah yang menjalankan dan melabuhkan kendaraan ini. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemaaf lagi Maha Pengasih. (HR Ibn Sunni dalam Imam Al-Nawawi, Al-Adzkâr, h. 199)

    Hikmah Membaca Doa Naik Kendaraan Laut

    Ketika berkendara, seseorang tidak tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan tersebut. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi, baik itu suatu hal yang menyenangkan atau malah musibah.

    Mengalami musibah di daratan tentu merupakan hal yang tidak diinginkan. Apa lagi jika harus mengalami sebuah musibah di kendaraan laut. Tentu hal ini adalah hal yang lebih menakutkan.

    Oleh karena itu, ketika menaiki kendaraan laut dan melakukan sebuah perjalanan membelah lautan, seorang muslim dituntunkan untuk selalu memohon rahmat, kasih, cinta, dan maaf-Nya agar tak mudah terpeleset pada kejadian yang tidak diinginkan.

    Doa Naik Kendaraan Udara

    Diambil dari arsip detikHikmah, berikut adalah doa ketika hendak naik kendaraan udara yang bisa diamalkan.

    للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai.

    Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

    Itulah bacaan doa naik kendaraan baik darat, laut ataupun udara yang bisa kita amalkan sebelum bepergian.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Hasbunallah Wanikmal Wakil ‘Doa Minta Pertolongan Allah’, Ini Manfaat Membacanya


    Jakarta

    Hasbunallah wanikmal wakil adalah doa untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT. Bacaan dzikir ini merupakan salah satu pegangan umat Islam, bahwa Allah selalu bersama mereka dalam segala situasi.

    Lebih lanjut, ketahui bacaan Arab dan arti dari hasbunallah wanikmal wakil, waktu dibacanya kalimat ini, hingga manfaatnya berikut ini.

    Tulisan Arab dan Arti Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Kalimat “hasbunallah wanikmal wakil” dalam bahasa Arab dituliskan sebagai berikut:


    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

    Artinya: Cukuplah Allah sebagai penolong bagiku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.

    Sejatinya, bacaan doa tersebut juga merupakan penggalan ayat Al Qur’an dalam surat Ali ‘Imran Ayat 173, Allah SWT berfirman:

    ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

    Allaziina qoola lahumun naasu innan naasa qad jama’uu lakum fakhshawhuin fazaadahum iimaannanwa wa qooluu hasbunal laahu wa ni’malwakiil

    Artinya: “(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung”. (QS Ali-Imran:173).

    Bacaan tersebut juga menjadi penanda bahwa seorang hamba sejatinya hanya bisa pasrah kepada Allah SWT, dan menjadikan-Nya sebagai tempat untuk bersandar.

    Sebagaimana dalam ebook Mencari Pahala di Saat Haid oleh Ratu Aprilia Senja, bacaan dzikir hasbunallah wanikmal wakil disebut juga sebagai doa tawakal.

    Kapan Membaca Doa Hasbunallah Wanikmal Wakil?

    Hasbunallah wanikmal wakil bisa dibaca saat kita tengah menghadapi masalah atau kesulitan dalam hidup, seperti saat tengah terpuruk, menghadapi derita, mengalami kesusahan, ketakutan, serta bisa dipakai untuk menghilangkan kekhawatiran.

    Di sisi lain, sejatinya dzikir ini juga bisa dibaca kapan saja selagi memungkinkan. Terutama bila hendak bertawakkal pada Allah dan meminta pertolongan dari-Nya. Insya Allah, dengan membaca doa ini Allah SWT akan memberi pertolongan dan perlindungan-Nya.

    Dikutip dari ebook Mencari Pahala Disaat Haid oleh Ratu Aprilia Senja, Hasbunallah wanikmal wakil juga menjadi kalimat yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim as.

    Dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu berkata, “Kalimat terakhir yang diucapkan Nabi Ibrahim saat dilemparkan ke dalam api yaitu ‘hasbunallah wanikmal wakil’.

    Saat itu, Nabi Ibrahim as. telah menyerahkan seluruh jiwa raganya hanya kepada Allah SWT. Maka Allah SWT pun kemudian berfirman kepada api “Hai api, menjadi dinginlah, dan menjadilah keselamatan bagi Ibrahim!”.

    Api yang panas pun kemudian menjadi dingin seketika, dan Nabi Ibrahim as. akhirnya tidak terbakar.

    Saat menghadapi ancaman dari pasukan kafir, Rasulullah dan para sahabatnya juga membacakan “hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah yang menjadi penolong kami dan allah sebaik-baiknya pelindung).”

    Manfaat Membaca Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Dilansir dari laman Ilmi Book, berikut adalah beberapa manfaat hasbunallah wani’mal wakil:

    • Diberi kemudahan dalam setiap urusan ataupun tugas
    • Diberi kelimpahan rezeki
    • Dipermudahkan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan

    Dengan membaca hasbunallah wanikmal wakil, insya Allah segala persoalan yang berkaitan dengan uang, kekayaan, hingga permasalahan dengan pasangan, anggota keluarga, hingga teman akan terselesaikan, dan kita harus yakin Allah akan segera mengganti kesulitan itu semua dengan hal yang lebih baik.

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Hujan Reda, Muslim Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Turunnya hujan menjadi rahmat sekaligus berkah bagi makhluk hidup di muka bumi. Terlebih di musim kemarau, hujan menjadi momen yang paling ditunggu.

    Dalam surah Asy Syura ayat 28, Allah SWT berfirman:

    وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ


    Artinya: “Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmatNya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji.”

    Meski demikian, hujan yang turun terus menerus tanpa henti membuat khawatir sejumlah orang. Berkaitan dengan itu, ada doa yang dapat dipanjatkan agar hujan reda.

    Doa tersebut tercantum dalam Kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi yang dinukil dari hadits riwayat Anas bin Malik, ia berkata:

    “Ada seseorang masuk ke dalam masjid pada hari Jumat, sementara Rasulullah SAW sedang berdiri hendak berkhutbah. Dia (orang itu) mengatakan, “Wahai Rasulullah, harta benda telah hancur, tanaman-tanaman telah rusak, berdoalah kepada Allah SWT agar menurunkan hujan kepada kami’

    Kemudian Rasul SAW mengangkat kedua tangannya dan berdoa, ‘Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, turunkan hujan kepada kami, turunkanlah hujan kepada kami.’

    Anas bin Malik berkata, “Demi Allah, aku tidak melihat sedikitpun awan di langit, sementara antara kami dan Bukit Sila’ dan rumah kami tidak ada satu pun rumah atau bangunan. Dari belakang beliau tiba-tiba muncul awan seperti perisai. Kemudian setelah awan menjadi gelap menutupi langit dan turunlah hujan. Demi Allah, setelah itu seminggu lamanya kami tidak melihat matahari.”

    Anas melanjutkan, “Kemudian pada seminggu setelahnya orang (yang sama) tersebut masuk lewat pintu yang sama, sedangkan Rasulullah SAW akan berkhutbah. Dia menghadap beliau dengan berdiri dan mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, harta benda telah hancur dan tanaman telah menjadi rusak, berdoalah kepada Allah SWT supaya menghentikan hujannya.’

    Maka Rasul SAW mengangkat kedua tangannya dan berdoa, ‘Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, bukan hujan di sekitar kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di tanah yang gersang, lahan tandus, dasar lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.’ Hujan pun reda, kami pulang dan berjalan di bawah sinar matahari.” (HR Bukhari & Muslim)

    Doa Hujan Reda: Arab, Latin dan Arti

    Berikut doa hujan reda yang dinukil dari sumber yang sama,

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابَةِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allaahumma hawaalainaa wala ‘alainaa, Alaahumma ‘alal aakaa- mi wadzhdzhiraabi wa buthuunil awdiyati wa manaabatisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, bukan hujan di sekitar kami. Ya Allah turunkanlah hujan di atas tanah yang gersang, lahan tandus, dasar lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik)

    Selain itu, ada juga doa lainnya yang dapat dipanjatkan setelah hujan reda. Berikut doanya yang dikutip dari buku Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera tulisan M Khalilurrahman Al-Mahfani,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    Itulah doa hujan reda yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Kafaratul Majelis, Dalil, Hikmah, dan Adab-adabnya


    Jakarta

    Doa kafaratul majelis adalah doa yang dibaca untuk menutup majelis. Doa ini memiliki kandungan yang agung sehingga bermanfaat besar jika dibaca setelah selesai bermajelis.

    Simak bacaan doa kafaratul majelis berikut ini, dari tulisan Arab, latin, dan artinya, lengkap dengan dalil, hikmah membaca, serta adab-adab dalam bermajelis.

    Bacaan Doa Kafaratul Majelis dan Artinya

    Dikutip dari buku Doa Sehari-hari untuk Muslim Cilik (2018) yang disusun Wylvera W, berikut ini doa kafaratul majelis, mulai dari tulisan Arab, latin, dan artinya:


    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Subhaanakallaahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka waatuubu ilaik

    Artinya:

    “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertobat kepada-Mu.”

    Dalil Membaca Doa Kafaratul Majelis

    Membaca doa kafaratul majelis menjadi sunnah karena selalu dilakukan Rasulullah saat mengakhiri majelis. Hal ini seperti diriwayatkan para sahabat dan sejumlah hadits.

    Dikutip dari buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari (2015) oleh Dr. Raghib As-Sirjani, diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

    “Barangsiapa yang duduk pada sebuah tempat lalu dia tidak berzikir kepada Allah di situ maka hal itu akan menjadi tirah (penyesalan) baginya.

    Barangsiapa yang berjalan pada sebuah jalan lalu dia tidak berzikir kepada Allah di situ maka hal itu akan menjadi tirah (penyesalan).

    Barangsiapa yang beranjak menuju tempat tidurnya lalu dia tidak berdzikir kepada Allah maka hal itu akan menjadi penyesalan baginya.”

    Riwayat selanjutnya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

    “Tidaklah satu kaum berdiri dari satu majlis dan mereka tidak berdzikir di dalamnya melainkan seperti bangkai keledai dan mereka akan menyesalinya.”

    Dalam buku Doa-Doa Rasulullah SAW (2003) oleh Ibnu Taimiyah, disebutkan pula beberapa riwayat mengenai membaca doa kafaratul majelis. Dari Abu Hurairah RA, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa duduk di suatu majelis, kemudian di dalamnya banyak kegaduhan, lalu ia membaca doa berikut sebelum meninggalkan majelisnya: ‘Subhaanaka Allahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaika’, niscaya akan diampuni apa-apa yang terjadi di majelis tersebut.” (At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan- shahih.”)

    Abu Hurairah juga meriwayatkan, apabila Rasulullah meninggalkan majelis, maka beliau berdoa dengan doa kafaratul majelis.

    Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah: “wahai Rasulullah, engkau telah mengatakan sebuah perkataan atau ucapan yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya,” Rasulullah bersabda, “itu merupakan penebus dosa dari apa yang telah kita lakukan dalam majelis.”

    Hikmah Membaca Doa Kafaratul Majelis

    Dari sejumlah dalil bermajelis, maka terdapat sejumlah hikmah dan fadhilah yang dapat diperoleh dari membaca doa kafaratul majelis tersebut:

    • Bentuk zikir kepada Allah, sehingga kita selalu mengingat Allah SWT kapan pun.
    • Menambal segala kekurangan yang disampaikan di majelis.
    • Penebus dosa selama berada di majelis.

    Adab-adab Bermajelis

    Dilansir dari buku Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam (2021) oleh Prof. Dr. Ridhahani, M. Pd., ada enam adab dalam bermajelis yang dapat Anda terapkan, yakni sebagai berikut:

    1. Bersalaman dengan orang yang ada di majelis

    Sesuai HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya, yang berbunyi: “Tidak ada dua orang muslim yang bertemu kemudian saling berjabat tangan, kecuali Allah mengampuni keduanya sebelum mereka berpisah.”

    2. Duduk sejajar dengan jemaah lain, bukan di tengah-tengah

    Dengan duduk sejajar dengan jemaah yang lain, maka hal tersebut lebih sopan, karena kita tidak membelakangi mereka. Jika kita duduk di tengah, maka kita akan membelakangi sebagian jemaah.

    3. Tidak duduk di antara dua orang yang sudah duduk terlebih dahulu

    “Tidak halal bagi seseorang memisahkan dua orang, kecuali atas izin keduanya.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud).

    4. Jangan berbisik-bisik dengan orang ketiga tanpa melibatkan orang kedua

    “Apabila kalian bertiga, janganlah dua orang di antara kalian berbisik-bisik tanpa mengajak orang yang ketiga. Karena hal itu akan membuatnya terluka” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

    5. Berhak kembali ke tempat duduk semula sesaat setelah meninggalkan majelis

    “Apabila salah seorang di antara kalian meninggalkan majelis, kemudian kembali lagi, ia berhak atas tempat duduk sebelumnya”.

    6. Membaca doa kafaratul majelis

    Terakhir adalah membaca doa kafaratul majelis sebagai penebus dosa dari apa yang telah kita lakukan dalam majelis.

    Demikian tadi telah kita ketahui bacaan doa kafaratul majelis, lengkap dengan dalil, hikmah, dan adab-adab dalam bermajelis. Semoga bermanfaat.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lirik Salamullah Ya Sadah Beserta Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Salamullah Ya Sadah merupakan bacaan yang dibaca oleh umat muslim ketika berziarah ke makam para wali. Perlu diketahui bahwa ziarah ke makam wali merupakan budaya umat Islam di Indonesia yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

    Saat berziarah, umat muslim dianjurkan untuk membaca dzikir dan doa-doa. Dilansir situs NU Online, hal ini diniatkan agar mendapatkan keberkahan dari para wali.

    Nah, salah satu bacaan yang dianjurkan dibaca oleh para peziarah di makam wali adalah Salamullah Ya Sadah atau ‘salam kepada para wali’. Syair ini diciptakan oleh Habib Abdullah bin ‘Alwali al-Haddad.


    Qasidah yang berisi salam penghormatan dan doa-doa tersebut sebaiknya dibaca ketika peziarah baru datang ke makam wali dan sebelum beranjak dari tempat duduk.

    Ingin tahu lirik Salamullah Ya Sadah lengkap dengan bahasa Arab, Latin, dan artinya? Simak selengkapnya di bawah ini.

    Lirik Salamullah Ya Sadah Beserta Arab, Latin, dan Artinya.

    سَـــلاَمُ اللهِ يـَا سَـــادَةْ ۩ مِنَ الرَّحْمٰنِ يَغْـْشَاكُمْ عِبَـــــادَ اللهِ جِـئْنَــاكُمْ ۩ قَـصَدْنَاكُمْ طَلَبْنَـاكُمْ تُـعِــيـْنُوْنَــــا تُـغِــــيْثُوْنَــــا۩ بـهِمَّتِكُمْ وَجَــدْوَاكُـمْ فَأَحْبُـوْنَـــــا وَأَعْـطُوْنَــــا ۩ عَـطَاَياكُمْ هَـــدَايَـاكُمْ فَــــلاَ خَيَّـبْتُـمُوْا ظَـــنِّيْ ۩ فَحَــاشَاكُمْ وَحَاشَاكُمْ سَــعِدْنَـــا إِذْ أَتَيْنــَاكُمْ ۩ وَفُزْنَــا حِيْنَ زُرْنَــــاكُمْ فَـقـُوْمُوْا وَاشْفَعُوْا فِيْنَا ۩ إِلَى الرَّحْمٰنِ مَـوْلاَكُمْ عَسَى نُحْظَى عَسَى نُعْطَى ۩ مَـزَايـَا مِنْ مَزَايـَاكُمْ عَسَى نَظْرَةْ عَسَى رَحْمَـــةْ ۩ تَـغْشَـانَا وَتَـغْشَاكُمْ سَــــلاَمُ اللهِ حَـيــَّــاكُـــم ۩ وَعـَيْنُ اللهِ تَـرْعَــاكُمْ وَصَـــــلَّى اللهُ مـَوْلاَنَـــا ۩ وَسَـــــلَّمَ مَا أَتَـيْنَـــاكُـــــمْ عَلَى الْمُخْـتَارِ شَـــافِعِنَــا ۩ وَمُـنْقـِذِنَـا وَإِيَّـــــاكُمْ

    Latin:

    Salâmullâhi yâ sâdah minar-Rahmâni yaghsyâkum ‘Ibâdallâhi ji’nâkum qashadnâkum thalabnâkum Tu’înûnâ tughîtsûnâ bihimmatikum wa jadwâkum Fa ahbûnâ wa a’thûnâ ‘athâyâkum hadâyâkum Falâ khayyabtumû dzannî fahâsyâkum wahâsyâkum Sa’idnâ idz ataynâkum wa fuznâ hîna zurnâkum Faqûmû wasyfa’û fînâ ilâr-rahmâni mawlâkum ‘Asâ nuhdzâ ‘asâ nu’thâ mazâyâ min mazâyâkum ‘Asâ nadzrah ‘asâ rahmah taghsyânâ wa taghsyâkum Salâmullâhi hayyâkum wa ‘ainullâhi tar’âkum Wa shallâllâhu mawlânâ wasallam mâ atainâkum ‘Alâl mukhtâri syâfi’înâ wa munqidzinâ wa iyyâkum

    Artinya:

    Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Wahai Tuanku, semoga salam Allah tetap tercurah padamu. Wahai hamba-hamba Allah, kami datang kepadamu. Kami bermaksud (bersentuhan dengan rohanimu) dan kami berharap (berkahmu). Untuk menolong kami, menyejukkan kami dengan siraman yang berasal darimu, sesuai dengan tekad dan pencapaianmu (selama ini). Maka cintailahlah dan berikanlah kepada kami hal-hal yang Allah berikan dan hadiahkan padamu. Jangan biarkan pengharapan ini sia-sia, jauhlah engkau semua (dari sifat tega menyia-nyiakan kami). Kami sangat beruntung datang di haribaanmu dan kami amat berbahagia dengan menziarahimu, maka bangkitlah dan syafaatilah kami bermohon pada Allah yang bersifat Ar-Rahman, Tuanmu. Mudah-mudahan kami diberi (Allah) keberuntungan dan diberi limpahan karunia yang selama ini dianugerahkan kepadamu. Mudah-mudahan kita dipandang dan dilimpahi rahmat yang akan menyelimuti kami dan engkau. Semoga engkau semakin dihidupkan dengan keselamatan (dari) Allah dan semoga pandangan Allah senantiasa menuntun engkau. Mudah-mudahan rahmat Allah dan keselamatan semakin terlimpah kepada tuan kita, manusia pilihan yang mensyafaati dan menyelamatkan kita”

    Anjuran Membaca Salamullah Ya Sadah

    Masih dilansir NU Online, membaca qasidah Salamullah Ya Sadah sangat dianjurkan ketika umat muslim berziarah ke makam para wali. Sebab, membaca Salamullah Ya Sadah merupakan bentuk takzim atau penghormatan dari umat muslim yang masih hidup kepada wali yang telah meninggal.

    Itu dia lirik Salamullah Ya Sadah lengkap dengan bahasa Arab, Latin, dan artinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com