Category: Doa Hadits

  • Pakaian yang Paling Disukai Rasulullah Menurut Hadits



    Jakarta

    Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berbagai hal tak terkecuali dalam berpakaian. Menurut sejumlah hadits, ada satu jenis pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW.

    Pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW adalah gamis. Hal ini diterangkan dalam hadits yang dihimpun Imam at-Tirmidzi dalam kitab As-Syamail Al-Muhammadiyyah.

    Ummu Salamah berkata,


    كَانَ أَحَبُّ (أَحَبَّ ) القِيَابِ إِلَى رَسُولِ اللهِ الْقَمِيصَ (الْقَمِيصُ)

    Artinya: “Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah SAW adalah gamis.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib)

    Gamis adalah baju berlengan panjang. Baju ini memiliki panjang labuh hingga betis.

    Menurut hadits yang berasal dari Asma’ binti Yazid, panjang lengan baju gamis Rasulullah SAW sampai pergelangan tangan. Dikatakan,

    كَانَ كُمُّ قَمِيصِ رَسُولِ اللهِ ﷺ إِلَى الرُّسْغِ

    Artinya: “Lengan baju gamis Rasulullah SAW sehingga pergelangan tangan.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini statusnya hasan gharib)

    Ada juga hadits yang menyebut bahwa Rasulullah SAW paling suka mengenakan hibarah. Hibarah adalah kain buatan Yaman berbahan kapas dan memiliki hiasan dan jalur-jalur merah–kadang juga hijau.

    Anas bin Malik mengatakan,

    كَانَ أَحَبُّ القِيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ يَلْبَسُهُ الْحِبَرَةَ

    Artinya: “Pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW untuk dipakai adalah hibarah.” (HR Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i. At-Tirmidzi menyebut hadits ini hasan shahih gharib)

    Jenis pakaian berwarna merah tersebut turut diriwayatkan Abu Juhaifah. Ia berkata,

    رَأَيْتُ النَّبِيِّ ﷺ وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ، كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَرِيقِ سَاقَيْهِ. قَالَ سُفْيَانُ: أَرَاهَا حِبَرَةً

    Artinya: “Aku melihat Rasulullah SAW memakai pakaian berwarna merah. Aku seolah-olah melihat kilauan cahaya memancar dari kedua betis Baginda.”

    Menurut Sufian As-Tsauri, maksud pakaian berwarna merah dalam hadits tersebut adalah hibarah.

    Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Mahmud bin Ghailan, dari Abdul Razaq, dari Sufian As-Tsauri, dari Aun bin Abu Juhaifah yang berasal dari Abu Juhaifah. At-Tirmidzi mengatakan, status hadits ini hasan shahih.

    Al-Bara’ bin ‘Azib mengaku tidak pernah melihat seorang pun yang berpakaian lebih indah daripada Rasulullah SAW saat mengenakan pakaian berwarna merah. Ia juga mengatakan, rambut Rasulullah SAW hampir menyentuh kedua bahu beliau. Keterangan ini dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan An-Nasa’i.

    Anjuran Rasulullah Kenakan Pakaian Putih

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengenakan pakaian berwarna putih. Beliau menyebut, pakaian dengan warna ini merupakan sebaik-baik pakaian bagi seorang mukmin. Rasulullah SAW bersabda,

    عَلَيْكُمْ بِالْبَيَاضِ مِنَ القِيَاب، لِيَلْبَسُهَا أَحْيَاؤُكُمْ، وَكَفَنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ، فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرٍ (خِيَارِ) ثِيَابِكُمْ

    Artinya: “Hendaklah kalian berpakaian putih. Kalian yang masih hidup, hendaklah memakai pakaian berwarna putih. Pakaikan kain kafan berwarna putih juga bagi mereka yang meninggal dunia dalam kalangan kalian. Sebab, pakaian berwarna putih adalah sebaik-baik pakaian bagi kalian.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

    At-Tirmidzi mengatakan hadits anjuran mengenakan pakaian putih tersebut bertaraf shahih. Hadits tersebut diriwayatkan Qutaibah bin Said dari Basyar bin Al-Mufadhal, dari Abdullah bin Utsman Ibnu Khaitsam, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas.

    Sunnah Berdoa saat Mengenakan Pakaian

    Rasulullah SAW senantiasa berdoa ketika memakai pakaian baru. Menurut hadits yang berasal dari Abu Said Al-Khudri, apabila Rasulullah SAW memakai pakaian baru seperti serban, gamis, atau selendang, beliau berdoa:

    اللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِهِ وَشَرِ مَا صُنِعَ لَهُ

    Artinya: “Ya Allah, seluruh pujian hanya untuk-Mu, sebagaimana Engkau memberikan aku pakaian, aku mohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini, juga kebaikan sesuatu yang diciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu daripada keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang diciptakan untuknya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi dan ia menilainya hasan shahih gharib)

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits Keutamaan Menyayangi Anak Yatim, Salah Satunya Selamat dari Siksa Kiamat


    Jakarta

    Yatim merupakan kondisi di mana ketika seseorang ditinggal wafat oleh ayahnya. Dalam bahasa Arab, yatim berarti anak dalam usia belum baligh yang ayahnya telah meninggal dunia.

    Dalam Islam, mereka yang memuliakan anak yatim niscaya akan diganjar oleh berbagai keutamaan. Dijelaskan dalam buku Keajaiban Menyantuni Anak Yatim karya Mujahidin Nur bahwa menyantuni anak yatim termasuk ke dalam akhlak mulia.

    Dalam surah An Nisa ayat 8, Allah SWT berfirman:


    وَاِذَا حَضَرَ الۡقِسۡمَةَ اُولُوا الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنُ فَارۡزُقُوۡهُمۡ مِّنۡهُ وَقُوۡلُوۡا لَهُمۡ قَوۡلًا مَّعۡرُوۡفًا

    Artinya: “Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

    Hadits Keutamaan Menyayangi Anak Yatim

    Mengacu pada sumber yang sama dan arsip detikHikmah, berikut sejumlah hadits yang membahas keutamaan menyayangi anak yatim.

    1. Diganjar Surga

    Kaum muslimin yang menyayangi dan mengasuh anak yatim akan diganjar surga oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

    “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga kecuali ia melakukan dosa yang tidak diampuni.” (HR Tirmidzi)

    2. Dekat Kedudukannya dengan Rasulullah SAW

    Menyayangi anak yatim akan menjadikan kedudukan kita lebih dekat dengan Rasulullah SAW di surga. Kedekatan itu bahkan diibaratkan jari telunjuk dan tengah sebagaimana disebutkan dalam hadits,

    “Bahwa aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim dengan baik akan berada di surga, bagaikan dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah, lalu nabi mengangkat tangannya dan memperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu ia renggangkan.” (HR Bukhari)

    3. Mendapat Pahala Jariyah

    Menyantuni dan menyayangi anak yatim dapat menjadi pahala jariyah bagi siapapun yang melakukannya. Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR Muslim)

    4. Selamat dari Siksa Kiamat

    Keutamaan menyayangi anak yatim dalam hadits lainnya ialah selamat dari siksa kiamat. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

    “Demi yang mengutusku dengan Hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR Thabrani)

    5. Mendapat Berkah Rumah Baik dari Allah SWT

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

    “Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk.” (HR Ibnu Majah)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ketika Dipuji Orang Lain, Baca Agar Tak Merasa Sombong



    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca ketika mendengar atau melihat pujian dari orang lain. Doa ini dapat dibaca agar tetap merasa rendah hati dan terjauh dari sifat sombong.

    Mendapatkan pujian dari orang lain adalah pengalaman yang dapat membuat siapa pun merasa bahagia dan dihargai. Pujian merupakan bentuk pengakuan atas usaha, prestasi, atau sifat positif yang dimiliki seseorang.

    Dalam Islam, pujian dari orang lain harus selalu menjadi kesempatan untuk bersyukur kepada Allah. Semua pujian dan kebaikan yang dimiliki seseorang berasal dari Allah SWT.


    Seorang muslim dapat membaca doa ketika mendapat pujian dari orang lain. Berikut doa ketika dipuji orang lain.

    Doa Ketika Dipuji Orang Lain

    Dikutip dari buku Doa dan Zikir Harian Nabi karya Imam Abu Wafa, ketika dipuji atau dilebih-lebihkan dari muslim lain, maka jangan tertipu dengan sanjungan tersebut. Hendaknya membaca doa ketika dipuji orang lain. Doa yang dapat dibaca yaitu:

    اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ

    Bacaan latin: Allahumma laa tu’akhiznii bimaa yaquuluuna waghfirlii ma laa ya’lamuuna waj’alnii khairan mimma yadhunnun

    Artinya: “Ya Allah, janganlah engkau siksa aku dengan apa yang mereka ucapkan, ampunilah aku apa yang mereka tidak ketahui, dan jadikanlah bagiku yang lebih baik dari apa yang mereka kira.” (HR Bukhari)

    Keutamaan Membaca Doa Ketika Dipuji Orang Lain

    Pujian adalah sumber fitnah. Perlu diperhatikan apakah pujian yang orang lain berikan tersebut berakibat baik pada diri atau tidak, ungkap Mahmud Asy Syafrowi dalam buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian. Untuk terhindar dari fitnah serta keburukan lainnya, sangat di anjurkan untuk seorang muslim membaca doa ketika mendapat pujian dari orang lain.

    Memuji dan Menyebutkan Kebaikan Diri Sendiri

    Dikutip dari buku Buku Induk Doa dan Zikir oleh Kasimun, Allah SWT melarang hamba-Nya untuk mengatakan bahwa dirinya suci. Larangan tersebut termaktub dalam surah An-Najm ayat 32,

    اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى ࣖ ٣٢

    Artinya: “(Mereka adalah) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji. Akan tetapi, mereka (memang) melakukan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa.”

    Terdapat dua macam dalam menyebut kebaikan diri sendiri, yaitu yang tercela dan yang disukai. Yang tercela tujuannya menyombongkan diri, menampakkan ketinggian dan merasa lebih istimewa daripada yang lain, dan lain sebagainya. Kebaikan yang tercela ini dilarang untuk dilakukan.

    Sedangkan yang terpuji adalah yang mengandung maslahat agama seperti guru amar ma’ruf dan nahi munkar, penasihat, penceramah, pendidik, dan lain sebagainya. Jika demikian, maka ia boleh menyebutkan kebaikannya dengan niat semoga ucapannya bisa diterima dan dipegang.

    Terdapat sebuah hadits dalam buku Shahih Adabul Mufrad karya Imam Bukhari disebutkan bahwa, “Ar-Rabi’ mendatangi Alqamah pada hari Jum’at. Apabila saya tidak ada, mereka mengirim (utusan) kepada saya. Suatu kali utusan itu datang, sedangkan saya tidak ada. Kemudian Alqamah menemui saya dan berkata, ‘Apakah engkau tidak melihat apa yang telah dibawa Ar-Rabi’?’ Alqamah berkata, ‘Apakah engkau tidak melihat sebanyak-banyak hal yang (diharapkan) manusia dalam berdoa, dan amat sedikit dari mereka dikabulkan (doanya)? Hal itu karena Allah tidak akan menerima doa kecuali doa yang ikhlas.” “Saya berkata, “Bukankah Abdullah telah mengucapkan hal itu?” Alqamah berkata, “Apa yang diucapkan Abdullah?” Abdur Rahman ibnu Yazid berkata, “Abdullah berkata, ‘Allah tidak akan mendengar (doa) dari orang yang ingin dipuji orang lain, tidak pula dari orang yang riya, tidak pula dari orang yang bermain- main, akan tetapi (hanya menerima doa) dari orang yang berdoa dengan keteguhan hatinya. ‘Abdurrahman bin Yazid berkata, “Lalu Alqamah ingat dan berkata, Ya.””

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Membasuh Hidung ketika Wudhu dan Tata Caranya


    Jakarta

    Doa membasuh hidung dapat dibaca oleh kaum muslimin ketika berwudhu. Ketika melakukan hal demikian, ada sejumlah ketentuan yang penting dipahami.

    Membasuh hidung dikenal dengan istilah istinsyaq. Dijelaskan oleh Prof Wahbah Az Zuhaili dalam Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 1, beristinsyaq disunnahkan sebanyak tiga kali. Istinsyaq termasuk ke dalam sunnah wudhu.

    Dalam sebuah riwayat yang sanadnya disahkan oleh Ibnu Qaththan, Rasulullah SAW bersabda:


    “Apabila kamu berwudhu, hendaklah berlebihan ketika bermadhmadhah (berkumur) dan beristinsyaq selama kau tidak berpuasa.”

    Doa Membasuh Hidung ketika Wudhu

    Menukil buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab Al-Adzkar Imam An-Nawawi susunan Imam Nawawi, berikut doa yang dapat dilafalkan ketika membasuh hidung.

    اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نَعِيْمِكَ وَجَنَّاتِكَ

    Arab latin: Allaahumma laa tahrimnii raaihata naʼiimika wa jannaatika

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau mengharamkan kepada kami dari harumnya kenikmatan dan surga-Mu.”

    Cara Membasuh Hidung sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Merujuk buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 1, dalam riwayat lainnya dari Laqith bin Sabrah menyebutkan:

    “Sempurnakanlah wudhu, gosoklah celah-celah jari, dan melebihkan istinsyaq kecuali kamu berpuasa.”

    Berdasarkan hadits di atas, cara membasuh hidung atau beristinsyaq yang baik ialah dengan berlebihan. Hal ini dilakukan dengan memasukkan air dan menghisap nafas hingga ke dalam hidung.

    Imam Nawawi melalui Kitab Al-Minhaj menyatakan bahwa berkumur dan beristinsyaq secara serentak lebih diutamakan ketimbang melakukan keduanya sendiri-sendiri. Caranya ialah dengan tiap satu dari tiga gayungan air digunakan untuk berkumur terlebih dahulu, lalu digunakan juga untuk istinsyaq.

    Tata Cara Wudhu yang Benar

    Merangkum dari arsip detikHikmah, berikut tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah.

    1. Berniat dalam hati untuk berwudhu

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala”

    2. Membaca basmalah,
    “bismillaahirrahmaanirrahiim”.
    3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali
    4. Berkumur tiga kali
    5. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali
    6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali
    7. Membasuh kedua tangan hingga siku, mulai dari yang kanan lanjut tangan kiri, sebanyak tiga kali
    8.Mengusap kepala tiga kali
    9. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri
    10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan kemudian kaki kiri
    11. Membaca doa setelah wudhu

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj ‘alnii minal mutathaahiriina subhaanaka Allahumma wa bihamdika laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus Rasul utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci. Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

    Demikian bacaan doa membasuh hidung ketika wudhu dan tata caranya sesuai sunnah. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Dzikir yang Paling Dahsyat sebagai Penghapus Dosa


    Jakarta

    Dzikir merupakan amalan yang penuh keutamaan dan dianjurkan bagi umat Islam. Rasulullah SAW mencontohkan banyak bacaan dzikir dan di antaranya ada yang disebut paling dahsyat.

    Anjuran berdzikir termuat dalam Al-Qur’an dan hadits. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 41,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ٤١


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya.”

    Allah SWT juga berfirman,

    فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ ١٥٢

    Artinya: “Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS Al Baqarah: 152)

    Adapun dalam hadits, anjuran berdzikir terdapat dalam sejumlah hadits. Salah satunya seperti diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari dari Nabi SAW, beliau bersabda,

    مَثَلُ الّذِيْ يَذكُرُ رَبَّهُ وَالّذِيْ لَا يَذكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

    Artinya: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya, adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR Bukhari)

    Keutamaan Dzikir

    Selain menjadikan dekat dengan Allah SWT, dzikir memiliki sejumlah keutamaan. Disebutkan dalam Syarhu Hishn Al-Muslim min Adzkar Al-Kitab wa As-Sunnah karya Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, berikut beberapa keutamaan dzikir.

    • Dzikir dapat mengusir setan, menghantamnya dengan telak dan membinasakannya.
    • Dzikir itu mengundang keridhaan Allah SWT
    • Dzikir menjadi pengusir rasa sedih dan gundah dalam hati serta menjadikannya bahagia dan semangat
    • Dzikir menguatkan hati dan badan
    • Dzikir dapat mengundang rezeki
    • Dzikir mewariskan tobat dan kembali kepada Allah SWT
    • Dzikir dapat membukakan pintu agung di antara pintu-pintu pengetahuan
    • Dzikir mewariskan rasa takut kepada Rabbnya dan semangat untuk mengagungkan-Nya
    • Dzikir bisa membersihkan hati dari karatnya
    • Dzikir dapat menggugurkan lalu melenyapkan berbagai kesalahan. Dzikir adalah kebaikan paling agung yang dapat menghapus dosa dan perbuatan buruk.
    • Dzikir merupakan penyelamat dari azab Allah SWT
    • Dzikir adalah tanaman surga
    • Dzikir adalah cahaya bagi ahli dzikir semasa hidup di dunia, dalam kubur, dan di akhirat kelak akan memancar di atas jembatan.

    Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani menukil keutamaan dzikir di atas dari kitab Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, Al-Wabil Ash-Shayyib.

    Dzikir Paling Dahsyat

    Ada banyak bacaan dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW. Imam an-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menukil sejumlah hadits yang salah satunya menyebut tentang bacaan dzikir yang paling dahsyat untuk menghapus dosa.

    Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ سَبَّحَ اللهُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ الله ثَلَاثًا وَثَلَاثِيْنَ، وَكَبَّرَ اللهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِيْنَ، وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى شَيْءٍ قَدِيرٌ. غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

    Artinya: “Barang siapa membaca tasbih tiga puluh tiga kali setiap selesai salat, membaca tahmid tiga puluh tiga kali, dan takbir tiga puluh tiga kali kemudian melengkapinya dengan bilangan seratus ia membaca, ‘Tiada tuhan selain Allah yang maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu’ maka diampunilah dosa-dosanya walaupun dosa-dosa itu seperti buih di lautan.” (HR Muslim dalam kitab Dzikir dan Doa bab Keutamaan Tasbih dan Tahlil)

    Bacaan dzikir paling dahsyat untuk menghapus dosa yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah:

    1. Tasbih

    سُبْحَانَ الله

    Latin: Subhaana Allah

    Artinya: “Maha Suci Allah.”

    2. Tahmid

    الْحَمْدُ للهِ

    Latin: Alhamdulillah

    Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

    3. Takbir

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Latin: Allahu Akbar

    Artinya: “Allah Maha Besar.”

    4. Tahlil

    لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Latin: La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala syai’in qadir

    Artinya: “Tiada tuhan selain Allah yang maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Dzikir paling dahsyat sebagai penghapus dosa tersebut dapat diamalkan setiap selesai salat.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Hadits tentang Tanggung Jawab dalam Islam


    Jakarta

    Tanggung jawab termasuk ke dalam karakter yang patut dimiliki oleh kaum muslimin. Sifat ini identik dengan perilaku seseorang ketika melaksanakan tugas dan kewajiban yang diberikan.

    Menurut buku Konsep Tanggung Jawab Pendidik dalam Islam susunan Mustari, tanggung jawab diartikan sebagai sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, serta kepada Tuhan.

    Islam sendiri mengajarkan sikap tanggung jawab dalam sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits. Kaum muslimin yang bertanggung jawab akan membuktikan keimanannya dengan beribadah dan mengerjakan berbagai amalan saleh lainnya kepada Allah SWT.


    Nabi Muhammad SAW bahkan mengingatkan kaum muslimin akan dampak dan perilaku menghindari tanggung jawab. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

    “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; “Bagaimana maksud amanat disia-siakan?”, Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR Bukhari)

    Menurut penafsiran para ulama, hadits di atas ditafsirkan dengan istilah al-mas’uliyyah atau tanggung jawab atas anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia, baik itu jabatan maupun nikmat yang berlimpah. Artinya, manusia berkewajiban untuk menyampaikan pertanggungjawaban di hadapan Allah atas limpahan karunia yang diberikan.

    Hadits tentang Tanggung Jawab

    Menukil dari buku Fikih Responsibilitas Tanggung Jawab Muslim dalam Islam susunan Ali Abdul Halim Mahmud, berikut sejumlah hadits yang membahas tentang tanggung jawab.

    1. Allah SWT Mempertanyakan Amanah yang Ditanggung

    Diriwayatkan oleh Anas RA Rasulullah SAW bersabda,

    “Allah SWT akan mempertanyakan semua orang yang memegang amanah atas amanah yang ia tanggung, apakah ia memeliharanya atau menyia-nyiakannya? Hingga Allah SWT akan mempertanyakan seseorang pada keluarganya.” (HR. Muslim)

    2. Semua Manusia Akan Dimintai Pertanggungjawaban

    Diriwayatkan Abdullah bin Umar RA, ia menuturkan mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    “Semua kamu adalah pemimpin dan seluruh pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya atas mereka yang dipimpin. Imam (presiden, raja) adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas keluarganya itu. Istri adalah pemimpin di rumah tangganya dan bertanggung jawab atas rumah tangganya itu. Pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya dan bertanggung jawab atasnya. Dan, kalian semua adalah pemimpin serta bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    3. Dipertanyakan Terkait Lima Perkara

    Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud RA menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Dua kaki seorang hamba tidak akan bergeser dari hadapan Rabbnya, hingga ia dipertanyakan akan lima perkara: tentang umurnya dia pergunakan untuk apa? Tentang masa mudanya di mana ia habiskan? Tentang hartanya dari mana ia dapatkan? Dan, ke mana ia nafkahkan? Serta, bagaimana ia mempraktikkan dengan ilmu yang ia miliki?” (HR. Tirmidzi)

    4. Dipertanyakan Terkait Nikmat

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA menuturkan, Rasulullah SAW bersabda,

    “Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, engkau akan ditanyakan tentang nikmat ini pada hari kiamat, engkau keluar dari rumahmu dalam keadaan lapar, dan engkau tidak kembali hingga engkau mendapatkan nikmat.” (HR. Imam Muslim)

    5. Allah SWT Mempertanyakan Manusia pada Hari Kiamat

    Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Allah SWT akan mempertanyakan manusia pada hari kiamat nanti, hingga menanyakan tentang: apa yang menghalangimu ketika melihat kemungkaran sehingga engkau tidak mencegah kemungkaran itu? Ketika Allah SWT mengajarkan kepada sang hamba untuk menjawabnya, sang hamba akan segera menjawab, “Wahai Rabbku, aku hanya mengharapkan-Mu, dan aku telah meninggalkan manusia.” (HR Imam Ahmad)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Keutamaan Silaturahmi Berdasarkan Hadits, Salah Satunya Dilapangkan Rezekinya


    Jakarta

    Silaturahmi berarti menghubungkan tali kekerabatan atau rasa kasih sayang terhadap sesama manusia. Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 36,

    وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

    Artinya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”


    Dalam buku Keajaiban Shalat, Sedekah, dan Silaturahmi susunan H Amirulloh Syarbini, istilah silaturahmi berasal dari dua kata gabungan bahasa Arab, yaitu shilah dan ar-rahim. Maknanya sendiri ialah karib-kerabat.

    Silaturahmi tidak mengenal waktu dan dapat dilakukan kapan saja. Berkaitan dengan itu, ada sejumlah hadits yang menjelaskan tentang keutamaan silaturahmi.

    Hadits Keutamaan Silaturahmi

    Menukil dari buku Ensiklopedi Akhlak Rasulullah Jilid 2 tulisan Syaikh Mahmud Al-Mishri, berikut sejumlah hadits keutamaan silaturahmi.

    1. Dilapangkan Rezekinya

    Selain mempererat tali persaudaraan, silaturahmi juga melapangkan rezeki seseorang sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits. Nabi SAW bersabda,

    “Barangsiapa yang senang agar dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari)

    2. Diganjar Surga

    Menjalin silaturahmi merupakan amalan yang menyebabkan seseorang masuk surga. Disebutkan dalam hadits dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan seorang muslim ke dalam surga, ia menjawab:

    “Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR Bukhari)

    3. Diampuni Dosanya

    Silaturahmi juga dapat menghapus dosa-dosa kaum muslimin yang mengerjakannya. Hal ini disebutkan dalam hadits yang berbunyi,

    “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu saling bersalaman, kecuali keduanya diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah.” (HR Abu Dawud)

    4. Memperpanjang Umur Seseorang

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Silaturahmi dapat menambah umur, sedangkan sedekah dengan sembunyi-sembunyi dapat meredam murka Allah.” (HR Ath Thabrani)

    5. Dijauhkan dari Masa-masa Sulit

    Memperbanyak silaturahmi akan dicukupkan kebutuhannya oleh Allah SWT, baik itu dari segi materi atau masalah lain. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Tidaklah sebuah keluarga yang gemar menyambung tali silaturahmi kemudian mereka akan meminta-minta.” (HR Ibnu Hibban)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Qunut Nazilah untuk Rakyat Palestina



    Jakarta

    Doa qunut nazilah biasanya dibaca ketika terjadi musibah atau bencana. Doa ini bisa dipanjatkan untuk saudara kita yang berada di Palestina.

    Menurut Prof. Dr. H. Abudin Nata, MA, dalam bukunya yang berjudul “Bimbingan Praktikum Ibadah,” secara harfiah, “qunut” berarti “sedang,” sementara “nazilah” berarti “yang turun.” Secara umum, doa qunut nazilah dibaca untuk memohon perlindungan dari bencana.

    Profesor Wahbah Az-Zuhaili dalam bukunya yang berjudul Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu, menjelaskan bahwa doa qunut nazilah dibacakan secara jahar atau dengan keras. Qunut nazilah merujuk pada doa yang dibacakan ketika terjadi bencana atau musibah yang melanda umat Muslim.


    Mazhab Hanafi membolehkan pembacaan doa ini dalam salat-salat jahriyyah, yakni salat Subuh, Maghrib, dan Isya. Hukum membacanya adalah sunnah, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

    “Rasulullah SAW benar-benar membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan, sebagai respons terhadap (tragedi) pembunuhan para qurra’ (ahli Al-Qur’an) radhiyallahu ‘anhum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Macam-Macam Doa Qunut Nazilah

    Doa Qunut Nazilah Versi 1

    Mengacu pada buku “Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2,” doa qunut nazilah terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Umar RA. Ketika Rasulullah membaca doa qunut, beliau membaca:

    اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَأَصْلِحْ ذَات بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْ عَلَى عَدُوّكَ وَعَدُوِّهِمْ اللَّهُمْ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ. اللَّهُمْ خَالِفٌ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ

    Arab latin: Allahummaghfir lilmu’minina walmu’minat, walmuslimina walmuslimat, wa alifa bayna qulubihim, wa ashlih dzat baynihim, wanshur ala a’uduwka waaduwwihim allahum an kafarata ahlil kitaabil ladziina yukadzibuuna rusulaka, wayuqaa tiluuna aw liyaa aka. Allahum khoolifun bayna kalimatihim, wazalzil aqda mahum, waanzil bihim ba’salkalladzii laayuraddu anilqowmil mujrimin. bismillahirrahmanirrahim. allahumma innanasta ‘inuk.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa orang mukmin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Satukanlah hati-hati mereka, ciptakanlah kedamaian di antara mereka, dan bantu mereka mengatasi musuh-musuh-Mu dan musuh mereka. Ya Allah, timpakanlah kutukan kepada orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab yang telah mendustakan para utusan-Mu dan melawan para wali-Mu. Ya Allah, gagapkanlah kata-kata mereka, pecah belahkan kekuatan mereka, dan berikanlah hukuman-Mu yang tak terhindarkan bagi mereka. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kami memohon pertolongan kepada-Mu.”

    Doa Qunut Nazilah Versi 2

    Menukil laman NU Online, berikut adalah doa qunut nazilah yang diijazahkan oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

    اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ. اَللّٰهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ. اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا اْلمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَائَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الصُهْيُوْنِيِّيْنَ الْمَلْعُوْنِيْنَ، وأَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Bacaan latin: Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka wa nastahdika wa nu’minu bika wa natawakkalu ‘alayka wa nutsni ‘alaykal khayra kullahu, nasykuruka wa la nakfuruka wa nakhla’u wa natruku may yafjuruka. Allahumma iyyaka na’budu wa laka nushalli wa nasjudu wa ilayka nas’a wa nahfidu, narju rahmataka wa nakhsya ‘adzabaka, inna ‘adzabakal jidda bil kuffari mulhiqun. Allahumma tsabbit ikhwananal mujahidina fi Filistin, khusushan fi Ghazzah, wahqin dima’ahum. Allahumma ‘alayka bil Yahud, ash-shuhyuniyyina, al-mal’unina, wa anzil ghadhabaka ‘alayhim. Allahumma-nshur dinaka wa kitabaka wa sunnata nabiyyika Muhammadin shallalluhu ‘alayhi wa sallam

    Artinya,”Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, pengampunan-Mu, dan petunjuk-Mu. Kami beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, dan bersyukur atas segala kebaikan-Mu. Kami bersyukur kepada-Mu dan tidak kufur kepada-Mu. Kami menjauhi orang-orang yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, kami hanya beribadah kepada-Mu, bersujud dan berdoa kepada-Mu. Kami berusaha dan bergerak dengan harapan rahmat-Mu dan rasa takut akan siksaan-Mu. Kami menyadari bahwa azab-Mu yang berat menimpa orang-orang kafir. Ya Allah, kuatkan saudara-saudara mujahidin kami di Palestina, terutama di Gaza, dan lindungi mereka. Ya Tuhan, hukumlah orang-orang Yahudi Zionis yang berdosa, dan tunjukkan murka-Mu kepada mereka. Ya Tuhan, bantu agama-Mu, kitab-Mu, dan sunnah Nabi-Mu, Muhammad. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kedamaian atas beliau.”

    اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ

    Bacaan latin: Allahummanshuril musliminal mustadl’afina fi kulli makan(i). Allahumma-rhamil mustadh’afina min ‘ibadik(a). Allahummaksyifil ghummah ‘an ummatina. Allahumma inna nas’aluka an tarfa’al bala-a ‘an Ghazzah wa ahliha, wa an tanshurahum ‘ala ‘aduwwihim, wa an tarḫamal mustadl’afina min ‘ibadika, wa an taksyifal ghummah ‘an ummatina. Allahumma ‘afina walthuf bina waḫfadhna wanshurna wa farrij ‘anna wal muslimin(a). Allahummakfina wa iyyahum jami’an syarra masha-ibid dun-ya wad din(i)

    Artinya: “Ya Allah, bantu umat Islam yang menderita di seluruh dunia. Kasihanilah mereka yang terzhalim di antara hamba-hamba-Mu. Ya Tuhan, hilangkanlah penderitaan dari umat kami. Kami mohon agar Engkau mengangkat kesulitan dari Gaza dan penduduknya, memberi mereka kemenangan atas musuh mereka, mengampuni mereka yang tertindas di antara hamba-hamba-Mu, dan singkirkanlah penderitaan di bangsa kami. Ya Allah, berikanlah kami kesehatan, berikan hati yang baik kepada kami, lindungilah kami, dan dukunglah kami, serta seluruh kaum Muslim. Ya Allah, peliharalah kami dan mereka dari segala bahaya, baik dalam urusan dunia maupun agama.”

    اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ مَنْ فِيْ صَلَاحِهِ صَلاَحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لاَ تُهْلِكْنَا وَأَهْلِكْ مَنْ فِيْ هَلَاكِهِ صَلاَحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَالرَّحْمَةَ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَالْبَرَكَةِ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُوْمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْفَعْ وَاصْرِفْ عَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ الْأَذَى وَالْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْقَحْطَ وَالْحُمَّى وَالْجَدْبَ وَالْجَوْرَ وَالظُّلْمَ وَجَمِيْعَ أَنْوَاعِ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ وَالشَّدَائِدِ وَالزَّيْغِ وَالضَّلَالِ وَالزَّلَازِلِ وَالرِّيْحِ وَالْجَهْلِ وَالْبَلَاءِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وأَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَالْمَنْكُوْبِيْنَ وَالْمَكْرُوْبِيْنَ وَالْمَظْلُوْمِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاكْلَأْهُمْ وَصُنْهُمْ وَتَوَلَّهُمْ وَارْعَهُمْ وَأَلْهِمْهُمْ رُشْدَهُمْ، وَوَفِّقْنَا وَإِيَّاهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَالْطُفْ بِنَا وَبِهِمْ فِيْ مَا يَجْرِيْ بِهِ الْقَضَاءُ، وَاصْرِفْ وَادْفَعْ وَأَبْعِدْ وَأَزِلْ عَنَّا وَعَنْهُمْ شَرَّ الطَّاغِيْنَ وَالْبَاغِيْنَ وَالظَّالِمِيْنَ وَالْمُعْتَدِيْنَ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَالْمُؤْذِيْنَ وَالْعَائِنِيْنَ وَالسَّاحِرِيْنَ بِمَا شِئْتَ عَاجِلاً غَيْرَ اٰجِلٍ فِيْ عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Bacaan latin: Allahumma ashlihna wa ashliḫ man fi shalahihi shalahul muslimin(a). Allshumma la tuhlikna wa ahlik man fi halakihi shalahul muslimin(a). Allahumma-sqinal ghaytsa war rahmata ma’al luthfi wal ‘afiyati wal barakati wa la taj’alna minal mahrumin. Allahummarfa’ washrif ‘anna wa ‘anil musliminal adza wal ghala-a wal bala-a wal qahtha wal humma wal jadba wal jawra wadh dhulma wa jami’a anwa’il fitani wal mihani wal amradhi wal asqami wasy-syada-idi wazzayghi wadl dlalali waz zalazili war rihi wal jahli wal bala-i ma dhahara minha wa ma bathana. Wa anjil mustadh’afina wal mankubina wal makrubina wal madhlumina minal muslimina wakla’hum washunhum wa tawallahum war’ahum wa alhimhum rusydahum wa waffiqna wa iyyahum lima tuhibbu wa tardla, wal-thuf bina wa bihim fi ma yajri bihil qadha-u, washrif wadfa’ wa ab’id wa azil ‘anna wa ‘anhum syarrath thaghina wal baghina wadh dhalimina wal mu’tadina wal mufsidina wal mu’dzina wal ‘a-inina was sahirina bima syi’ta ‘ajilan ghayra ajilin fî ‘afiyatin wa salamatin birahmatika ya arhamarrahimina

    Artinya, “Ya Allah, perbaikilah kami dan perbaiki orang-orang yang mendatangkan kebaikan bagi kaum Muslimin. Ya Allah, jangan hancurkan kami, dan hancurkanlah siapa pun yang jika mereka hancur akan membawa kebaikan bagi kaum Muslimin. Ya Allah, limpahkan kepada kami hujan dan rahmat, kebaikan, kesehatan, dan keberkahan. Janganlah Engkau menjadikan kami termasuk orang-orang yang terhalang dari berkah-Mu. Ya Allah, jauhkan dari kami dan kaum Muslimin segala mara bahaya, bencana, kesengsaraan, kekeringan, penyakit, kesakitan, kemalangan, penyimpangan, kesesatan, gempa bumi, angin yang merusak, kebodohan, dan kesengsaraan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Lindungilah umat Islam yang tertindas, diinjak-injak, dianiaya, dan dizalimi. Berikan mereka perlindungan, bimbingan, dan pertolongan. Tunjukkan kami dan mereka kepada jalan yang Engkau ridhai, dan selalu lembutkanlah hati kami dalam menerima takdir-Mu. Lindungi kami dari kejahatan orang-orang zalim yang ingin menyakiti dan menindas. Juga orang-orang yang menyerang, merusak, menyakiti, beserta para penolong mereka dan tukang sihirnya sesuai apa saja yang Engkau kehendaki, secepatnya tanpa penundaan, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

    Cara Mengerjakan Qunut Nazilah

    Pembacaan doa qunut nazilah dapat dilakukan pada rakaat terakhir setelah rukuk dalam setiap salat fardhu. Doa qunut dibaca dengan suara pelan (sirr) jika salat dilaksanakan pada waktu Zuhur dan Ashar. Namun jika salat berjamaah diwaktu Subuh, Maghrib, dan Isya, doa qunut harus dibaca dengan keras.

    Seorang imam yang membaca doa qunut nazilah memiliki opsi untuk mengubah kata ganti sendiri menjadi kata ganti untuk orang banyak. Sementara para makmum cukup mengaminkannya.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Penutup Dzikir Setelah Sholat, Lengkap dengan Latin dan Artinya



    Jakarta

    Sholat adalah salah satu kewajiban utama dalam agama Islam. Melakukan sholat lima kali sehari adalah cara utama umat Islam untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.

    Dikutip dari buku Kitab Al-Adzkar: Kumpulan Do’a dan Dzikir karya Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilai, menurut kesepakatan para ulama, membaca dzikir setelah sholat fardhu adalah sunnah. Dzikir adalah perintah Allah SWT yang termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 152,

    فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ ١٥٢


    Artinya: “Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”

    Setelah dzikir diucapkan, terdapat doa penutup dzikir setelah sholat. Begini bacaan doa penutup dzikir setelah sholat.

    Doa Penutup Dzikir Setelah Sholat

    Dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Moh. Rifa’i, berikut bacaan doa penutup dzikir setelah sholat,

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

    اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ

    Latin: Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu wa yukaafii maziidahu. Ya rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghhi lijalaali wajhika wa’azhiimi sulthaanika. Allahumma shalli sayyidinaa ‘alaa muhammad.

    اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَا مَنَا وَرُكُوْ عَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّوْ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَ نَا يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ

    Allahumma rabbanaa taqabal minnaa shalaataana washi yaamanaa warukuu’anaa wasujuudanaa wa qu’uudanaa wa tadlarru’anaa, watakhasysyu’anaa wata’abbudanaa, watammim taqshiiranaa Ya Allah Ya Rabbal’aalamiin.

    رَبَّنَا ضَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْ حَمْنَا لَنَكُوْ نَنَّ مِنَ الْخَا سِرِ يْنَ رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِ يْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَا قَتَا لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَ نَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِيْنَ

    Rabbana dzhalamnaa andusanaa wa-in lam taghfir lana wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kama hamaltahuu’alal ladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bihii wa’fu ‘annaa waghdfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.

    رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْ بَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُ نْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

    Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab

    رَبَّنَا غْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ أَلْأَ حْيَآءِمِنْهُمْ وَاْلأَ مْوَاتِ, اِنَّكَ عَلَى قُلِّ ثَيْءٍقَدِيْرِ

    Rabbanaghfir lana wa li walidina wa li jami’il-muslimina wal-muslimati wal-mu’minina wal-mu’minati al-ahyai minhum wal amwat innaka ‘ala kulli syai in qadir.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbanaa aatinaa fiddun yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaabannaar

    اللهم اغفر لنا ذنوبناوكفرعنا سيئاتنا وتوفنا مَعَ الْأَ بْرَارِ

    Allahummaghfir lanaa dzunuubanaa wakaffir ‘annaa sayyiaatinaa watawaffanaa ma’al abraari.

    سُبْحَانَ رَبِّكِ رَبِّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Subhaana rabbika rabbil izzati ‘amma ya shifuuna wa salaamun ‘alal mursaliina wal hamdu lillaahi rabbil’aalamiin

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

    Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya.Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan Keagungan kekuasaanMu. “Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.

    Ya Allah terima sholat kami, puasa kami, ruku kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyu’ kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat ya Allah. Tuhan seru sekalian alam.

    Ya Allah! Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang yang sesat. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang di luar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan orang yang tidak suka kepada agama-Mu.

    Ya Allah Tuhan kami, janganlah engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah yang maha Pemurah.

    Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

    Maha suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa agar Cepat Menghafal, Bantu Kuatkan Ingatan


    Jakarta

    Doa agar cepat menghafal biasanya dikaitkan dengan doa-doa untuk belajar, menguatkan pikiran, serta perlindungan dari sifat lupa.

    Kegiatan menghafal biasanya dilakukan ketika seseorang hendak menghafal Al-Qur’an, menghafal buku pelajaran, atau menghafal apapun. Kegiatan ini membutuhkan ingatan yang kuat, memori yang panjang, dan terhindar dari sifat lupa.

    Oleh karena itu, detikHikmah sudah rangkumkan beberapa doa dari beberapa sumber yang bisa diamalkan untuk membantu cepat menghafal dan belajar.


    Doa agar Cepat Menghafal Al-Qur’an

    Dinukil dari buku Metode Cepat Menghafal Juz ‘Amma karya Ahmad Zainal Abidin, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Ali bin Abi Thalib RA, beliau bersabda,

    “Aku akan mengajarkan sebuah doa yang membuat dirimu tidak akan melupakan ayat-ayat Al-Qur’an.”

    اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ مَعَاصِيْكَ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي. وَارْحَمْنِي مِنْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِيْنِي. وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظْرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي. اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ لَا تَرَامُ أَسْتَلْكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُوْرِ وَجْهِكَ أَنْ تَلْزِمَ قَلْبِي حِفْظُ كِتَابَكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي. وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوْهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيْكَ عَنِّي، اللَّهُمَّ نَوْرُ بِكِتَابِكَ بَصَرِي وَاشْرَحْ بِهِ صَدْرِي وَفَرَّحْ بِهِ قَلْبِي وَأَطْلِقْ بِهِ لِسَانِي. وَاسْتَعْمِلْ بِهِ بَدَنِي. وَقَوْنِي عَلَى ذَلِكَ. وَأَعِنِّي عَلَيْهِ إِنَّهُ لَا مُعِيْنُ عَلَيْهِ إِلَّا أَنْتَ. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

    Arab-latin: Allaahummar hamnii bitarkil ma’aashii abadan maa abqaitanii, warhamnii min an atakallafa maa laa ya’nii nii. Warzuqnii husnan nazhri fii maa yurdhiika ‘annii. Allaahumma badii’as samaawaati wal ardha dzal jalaali wal ik-raami, wal ‘izzati laa taraam, as aluka ya allah ya rahmaan bi jalaalika wa nuuri wajhika an talzima qalbi hifzha kitaabaka kama ‘allamtanii, warzuqnii an atluuhu ‘alan nahwil ladzii yurdhiika ‘annii.

    Allaahumma nawwir bikitaabika basharii, wasyrah bihii shadrii, wa farrih bihii qalbii, wa athliq bihii lisaanii. Wasta’mil bihii badani. Wa qawwinii ‘alaa dzaalika. Wa a’innii ‘alaihi innahuu laa ma’iinun ‘alaihi illaa anta. Laa ilaaha illaa anta.

    Terjemahan: Ya Allah rahmati untuk (dapat) meninggalkan maksiat kepada-Mu selamanya, selagi Engkau masih memberi kesempatan kepadaku. Kasihani diriku dari hal yang tak sanggup aku pikul. Karuniailah aku iktikad baik dan ketertarikan kepada hal yang Engkau sukai. Teguhkan hatiku untuk menghafal kitab-Mu, sebagaimana Engkau ajarkan kepadaku. Karuniailah aku untuk (dapat) membacanya sesuai yang Engkau sukai. Ya Allah dengan kitab-Mu terangilah penglihatanku, lapangkanlah dadaku, bahagiakan diriku, bebaskan (belenggu) lidahku, terapkanlah kepada badanku, kokohkanlah dirik atasnya dan bantulah diriku untuk hal tersebut. Sesungguhnya, tiada penolong untuk hal tersebut, kecuali Engkau. Tiada Tuhan selain Engkau.”

    Doa agar Tidak Mudah Lupa

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِى وَعَلَانِيَتِي فَاقْبِلْ مَعْذِرَنِي وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَاعْطِنِي لِسُؤَالِي وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي يَا مَنْ يَعْلَمُ خَابِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ. وَاللَّهُ يَقْضِى بِالْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ لَا يَقْضُوْنَ بِشَيْءٍ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ.

    Arab-latin: Allaahumma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaaniyatii faqbil ma’dziratii wa ta’lamu haajatii fa’thinii lisu- aalii wa ta’lamu maa fii nafsii faghfirlii dzanbii yaa man ya’lamu khaa-inatal a’yuni wa maa tukhfish shuduur. Wallaahu yaqdhii bil haqqi walladziina yad’uuna min duunihi laa yaqdhuuna bisyai-in innallaaha huwas samii’ul bashiir.

    Doa agar Kuat Hafalannya

    Diambil dari buku Amalan Mujarab Pencerdas Otak karya Ipnu Rinto Noegroho

    اللهمّ اجْعَلْ نَفْسِي مُطْمَيِنَةً تُؤْمِنُ بِلِقَابِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطابِكَ وَتَرْضَى بِقَضَابِكَ

    Arab-latin: allahummajal nafsi muthmainnatan tu’minu biliqa-ika wa taqna’u biatha-ika wa tardha biqadha-ika

    Terjemahan: “Ya Allah, jadikanlah jiwaku tenang, mengimani perjumpaan dengan-Mu, merasa cukup dengan pemberian-Mu, dan ridha dengan ketentuan-Mu.”

    Doa Mencegah Lupa

    رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الكافرين

    Arab-latin: Rabbana wa la tahmil ‘alaina isrann kama hamaltahu ‘alallažina min qablina, rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih, wa’fu ‘anna, wagfir lana, warhamna, anta maulana fansurna ‘alal-qaumil-kafirin

    Terjemahan: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Berilah kami maaf; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

    Doa Dimudahkan Menyerap Ilmu

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلماً نافعاً، وَرِزْقاً طيباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Arab-latin: Allahumma inni as-aluka ilman naafi’an, wa rizqan tayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu As-Sunni).

    Itulah beberapa doa yang dapat dipanjatkan umat muslim agar otak dapat mengingat dan lebih mudah menghafal.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com