Category: Doa Hadits

  • Aroma Luka Para Syuhada Seharum Kasturi, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Para syuhada memiliki keutamaan di sisi Allah SWT saat mendatangi-Nya pada hari kiamat kelak. Menurut sebuah hadits, aroma luka mereka seharum kasturi.

    Hadits ini terdapat dalam Shahih Bukhari dari riwayat Abu Hurairah RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    مَا مِنْ مَكْلُوْمٍ يُكْلَمُ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ، إِلا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَكَلْمُهُ يَدْمَى، اللونُ لَوْنُ اللَّهِ، وَالرِّيحُ رِيحُ الْمِسْكِ


    Artinya: “Tidaklah ada seseorang yang terluka di jalan Allah melainkan dia datang pada hari kiamat, sedang lukanya mengeluarkan darah, rupanya adalah rupa darah namun aromanya adalah aroma minyak kasturi.”

    Dalam kitab Misykat al-Mashabih, At-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Abu Dawud turut meriwayatkan hadits shahih serupa dari Mu’adz bin Jabal yang mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa yang berperang di jalan Allah dari pagi hingga petang, ia memperoleh surga. Siapa yang terluka atau berdarah di jalan Allah, maka darah itu pada hari kiamat akan tampak seperti yang dahulu pernah keluar paling banyak dengan warna minyak za’faran (merah) dan mau minyak misik (kasturi, wangi).”

    ‘Umar Sulaiman al-Asyqar mengatakan dalam kitab Al-Yaum al-akhir al-Qiyamat al-Syughra wa alamat al-Qiyamah al-Kubra, menurut Ibn Hajar dan para ulama, hikmah adanya luka saat para syuhada dibangkitkan adalah sebagai saksi atau bukti keluhurannya mengorbankan jiwa dalam ketaatan kepada Allah SWT.

    Para ulama menyatakan bahwa jenazah para syuhada perang tidak perlu dimandikan dan disalatkan, melainkan langsung dimakamkan beserta bercak darah yang masih melekat dalam tubuhnya. Dikatakan dalam kitab Fiqh Sirah an-Nabawiyah karya Al-Buthy, para ulama menyandarkan hal ini pada hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari bahwa Rasulullah SAW memerintahkan agar jenazah para syuhada Uhud langsung dimakamkan dan darah mereka tidak perlu dibersihkan.

    Roh Orang Beriman Juga Wangi Kasturi

    Selain para syuhada, roh orang beriman juga akan mengeluarkan aroma kasturi saat meninggal dunia, sebagaimana diterangkan dalam kitab Al-Maut wa ‘Alam Al-Barzakh karya Mahir Ahmad Ash-Shufiy dengan bersandar pada riwayat Al-Barra’ bin ‘Azib RA dari Rasulullah SAW.

    Aroma ini muncul tatkala Malaikat Maut mengambil roh dan meletakkannya pada kain kafan yang telah disiapkan. Bau semerbak tersebut akan terus keluar ketika malaikat membawanya ke langit.

    Berikut bunyi penggalan haditsnya,

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang beriman jika menghadapi kematian, malaikat turun kepadanya dengan wajah yang bersinar bagaikan sinar matahari dengan membawa kain kafan surga, mereka duduk di hadapannya hingga Malaikat Maut datang kemudian duduk di bagian kepala.

    Ia bertanya, ‘Hai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan rahmat Allah.’ Maka Roh keluar dengan mudah dan dipegang oleh Malaikat Maut. Ketika Malaikat Maut telah mengambilnya, mereka segera meletakkan pada kain kafan yang telah disiapkan, ketika roh keluar, bau harum semerbak memenuhi ruangan.

    Para malaikat itu terus melintas dengan membawa roh tersebut hingga penghuni langit bertanya, ‘Roh siapa yang baunya harum semerbak ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini roh Fulan bin Fulan’ seraya menyebutkan nama yang paling indah sebagaimana namanya di dunia.

    Mereka terus membawa roh yang harum semerbak hingga ke langit dunia dan semua penghuni langit sampai langit yang ketujuh maka Allah berfirman, ‘Tetapkan hamba-Ku itu dalam golongan orang-orang mulia di sisi Allah dan kembalikan ke bumi karena dari tanah Aku ciptakan, ke tanah pula akan dikembalikan, dan dari tanah akan dikeluarkan kembali.”

    Dalam Shahih Muslim juga terdapat riwayat serupa dari jalur Abu Hurairah RA yang menyebut,

    “Jika orang beriman menghadapi kematian, roh tersebut berbau harum semerbak sehingga para penghuni langit berkata, ‘Bau harum semerbak ini datang dari bumi. Semoga rahmat bagimu dan jasad yang kamu bawa.’

    Malaikat yang membawa roh tersebut terus berjalan untuk menghadap Allah. Kemudian Allah berfirman, ‘Pergilah bersamanya hingga kiamat datang.’

    Jika orang kafir yang menghadapi kematian, roh tersebut berbau busuk yang menyengat hidung sehingga penghuni langit berkata, ‘Bau busuk ini berasal dari bumi.’ Dikatakan pada bangkai busuk itu, ‘Rasakanlah siksaan hingga kiamat datang!’”

    Abu Hurairah RA mengatakan, “Rasulullah SAW menutup kembali hidungnya dengan kain tipis tersebut. Beliau melakukan itu seolah-olah beliau mencium bau busuk tersebut agar kain itu dapat menahan bau yang tak sedap itu.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits yang Membahas tentang Pernikahan, Penting Diketahui Muslim


    Jakarta

    Pernikahan menjadi sebuah jalan untuk mewujudkan asasi dari syariat Islam yaitu menjaga nasab. Hal ini dinilai penting untuk menghindari manusia agar tidak terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan oleh Allah SWT seperti zina.

    Mengutip buku Serial Hadist Nikah 1 Anjuran Menikah dan Mencari Pasangan susunan Firman Arifandim Lc MA, anjuran menikah tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi,

    “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)


    Dalam buku Fiqih Keluarga Terlengkap karya Rizem Aizid bahkan dijelaskan bahwa pernikahan termasuk ke dalam ibadah yang mulia. Sejumlah dalil mengenai pernikahan juga tersemat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

    Hadits tentang Pernikahan

    Berikut sejumlah hadits yang membahas tentang pernikahan seperti dinukil dari buku Ensiklopedia Fikih Indonesia: Pernikahan susunan Ahmad Sarwat.

    1. Hadits Pernikahan sebagai Penyempurna Iman

    Pernikahan disebut sebagai penyempurna iman seseorang. Hal ini disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Ath-Thabrani.

    “Siapa yang menikah maka sungguh dia telah menyempurnakan setengah iman, maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.” (HR Ath-Thabrani)

    2. Hadits Pernikahan Termasuk Sunnah Rasul

    Salah satu sunnah rasul ialah pernikahan sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Dari Abu Ayyub RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Ada empat perkara yang termasuk sunnah para rasul: rasa malu, memakai wewangian, bersiwak dan menikah.” (HR At-Tirmidzi)

    3. Hadits Orang yang Menikah Termasuk Golongan yang Ditolong Allah SWT

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Ada tiga golongan yang sudah pasti akan ditolong Allah, yakni: Orang yang kawin dengan maksud menjaga kehormatan diri, seorang hamba yang berjihad di jalan Allah, dan seorang budak yang berusaha memerdekakan diri.” (HR. Ahmad, Nasa’i, Tarmizi, Ibnu Majah, dan Al Hakim)

    4. Hadits Anjuran Menikah

    Salah satu dari tujuan menikah ialah agar memperoleh keturunan dan meneruskan nasab. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda;

    “Nikahilah wanita-wanita yang bersifat penyayang dan subur (banyak anak), karena aku akan
    berbangga-bangga dengan (jumlah) kalian di hadapan umat-umat lainnya kelak pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Thabrani)

    5. Hadits Membujang Tanpa Menikah Termasuk Perbuatan yang Tidak Diizinkan Rasulullah SAW

    Terkait hal ini disebutkan oleh Sa’ad. Sa’ad meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menolak Usman bin Maz’unin membujang. Seandainya Nabi mengizinkan padanya, niscaya dia melakukannya. (HR Ibnu Majah)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sehabis Wudhu: Arab, latin dan Terjemahan


    Jakarta

    Umat Islam dianjurkan untuk berdoa sehabis wudhu. Hal ini sebagai bentuk sempurna usai melakukan penyucian.

    Dalam kitab “at-Targib wat-Tarhib,” dijelaskan bahwa setelah berwudhu, seseorang hendaknya berdoa dengan posisi tangan diangkat dan menghadap kiblat. Kemudian wajah dianjurkan untuk mengarah ke langit.

    Menukil buku “Gantung Wudhu” yang ditulis oleh Dr. dr. H. Sagiran, Sp.B, doa yang diucapkan setelah wudhu memiliki makna yang sangat penting. Dalam doa tersebut, kita memohon kepada Allah SWT agar wudhu menjadi sarana untuk meningkatkan ibadah kita dan menjadikan kita lebih bersih, baik secara fisik maupun batin.


    Anjuran untuk berdoa sehabis wudhu berlandasan hadis Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam sebagai berikut:

    مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

    Artinya: “Barangsiapa berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya kemudian ia membaca doa (yang artinya) ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.’ Maka dibukalah delapan pintu surga untuknya yang dapat ia masuki dari mana saja ia mau.” (HR. Tirmidzi; hadits shahih)

    Doa Setelah Wudhu dan Artinya

    Ada beberapa jenis doa sehabis wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah. Dari yang versi pendek hingga panjang.

    Mengutip beberapa sumber, berikut doa sehabis wudhu yang bisa diamalkan.

    Doa Sehabis Wudhu 1

    Doa sehabis wudhu yang pertama diambil dari buku Kumpulan Do’a Sehari-Hari yang diterbitkan oleh Kemenag. Berikut doanya.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدُا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ وَاجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Bacaan Latin: Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuluh. Allaahummaj’alni minat-tawwabina waj’alni minal mutathahirin, waj’alni min ‘ibadikas-sholihin.

    Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.

    Doa Sehabis Wudhu 2

    Merujuk kepada buku “Tuntunan Doa & Zikir untuk Berbagai Situasi & Kebutuhan” karya Ali Akbar bin Aqil, berikut adalah doa setelah wudhu yang kedua.

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Bacaan latin: Asyhaduanla ilaha illallaah wahdahu la syariikalahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu, allaahummaj’alni minat-tawwaabina, waj’alni minal mutathahhirina, subhanakallahumma wa bihamdika, asyhaduanla ilahailla anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Esa, yang tidak memiliki sekutu. Aku juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai salah seorang yang bertaubat dan yang menjalani penyucian diri. Engkau Maha Suci, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu.”

    Doa Sehabis Wudhu 3

    Berikut doa sehabis wudhu ketiga yang dinukil dari kitab “Targib war Tarhib”.

    أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّااللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِ كَ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ عَمِلْتُ سُوْءًاوَظَلَمْتُ نَفْسِى أَسْتَغْفِرُكَ اللَّهُمَّ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ فَاغْفِرْلِى وَتُبْ عَلَىَّ اِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ .اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ وَاجْعَلْنِى عَبْدًا صَبُوْرًاشَكُوْرًاوَاجْعَلْنِى أَذْكُرُكَ كَثِيْرًاوَأُسَبِّحُكَ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا.

    Bacaan latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosuluhu. Subhanaka allahumma wabihamdika la ilaha illa anta ‘amiltu suan wadzolamtu nafsi astaghfiruka. Allahumma wa atubu ilaika faghfirli watub ‘alayya innaka antat-tawwabur-rohiimi. Allahummaj ‘alni minat-tawwabina waj’alni minal mutatohirina waj ‘alni min ‘ibaadikas-sholihin waj’alni ‘abdan shoburon syakuron waj’alni adzkuruka katsiron wa asabihuka bukrotan waashila.

    Artinya: Aku bersaksi tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Aku bersaksi sesungguhnya nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu bahwa tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Aku telah melakukan kejahatan dan telah menganiaya diri, maka Aku memohon ampunan-Mu dan Aku kembali bertobat kepada-Mu. Maka ampunilah dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau adalah Zat yang banyak menerima tobat lagi Penyayang. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang mensucikan diri. Jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang saleh, jadikanlah aku hamba yang banyak kesabaran(nya) lagi banyak kesyukuran(nya), jadikanlah aku orang yang banyak ingat kepada-Mu dan selalu menyucikan-Mu pagi dan petang.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Hadits tentang Umat Muslim di Akhir Zaman, Bagaimana Keadaannya?



    Jakarta

    Tanda akhir zaman mungkin sudah mulai muncul beberapa. Tentunya hal ini sudah seharusnya menjadi pengingat bahwa dunia ini hanya sementara. Dalam sebuah hadits dijelaskan mengenai gambaran akhir zaman, seperti apa?

    Salah satu tanda hari kiamat yakni adanya fitnah akhir zaman. Tanda-tanda hari kiamat terbagi menjadi dua yaitu tanda-tanda kecil dan besar. Dikutip dalam buku Fikih Akhir Zaman karya Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto, Lc., M.A. Al Hafizh dijelaskan bahwa tanda-tanda kecil yang dimaksud adalah tanda-tannda yang terjadi setelah Rasulullah SAW wafat. Para ulama menyebutkan bahwa fitnah dimulai dengan terbunuhnya khalifah ke-2, Umar bi Khattab.

    Sedangkan tanda-tanda besar hari kiamat adalah tanda-tanda yanng akan terjadi sanngat berdekatann dengan hari kiamat.


    Hadits Tentang Umat Muslim di Akhir Zaman

    1. Hilangnya Wibawa Umat Islam

    Setiap umat memiliki masa kejayaan. Umat Islam berjaya ratusa tahun, menjadi umat yang disegani dalam banyak aspek oleh musuh-musuhnya sehingga datang zamanumat ini kehilangan wibawanya. Nabi bersabda:

    Dari Tsauban berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Hampir saja umat-umat menyerang kalian sebagaimana para pemakan menyerbu piringnya”. Maka ada seorang yang mengatakan, “Apakah karena jumlah kami sedikit ketika itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab, “Akan tetapi kalian ketika itu berjumlah banyak. Akan tetapi kalian seperti buih seperti buih-buih di air yang mengalir dengan deras. Dan sungguh Allah akan mencabut dari hati musuhmu rasa takut. Dan sungguh Allah akan melemparkan di dalam hatimu al-Wahn”. Maka ada seorang yang berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu al-Wahn?” Rasulullah SAW menjawab, “Cinta dunia dan benci kematian.” (HR Abu Dawud)

    2. Terjadinya fitnah Dajjal

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai diutus para dajjal (kecil), para pendusta, jumlahnya hampir 30 orang, seluruhnya mengaku dirinya utusan Allah.” (HR Muslim dan lainnya)

    3. Umat muslim akan menguasai Baitul Maqdis

    Auf bin Malik berkata, “Aku mendatangi Nabi SAW. Dalam perang Tasbuk beliau sedang berada di dalam tenda dari kulit, beliau bersabda:

    “Hitunglah enam perkara sebelum terjadinya hari kiamat, kematianku, kemudian penaklukan Baitul Maqdis, kematian yang menimpa kalian seperti penyakit domba yang mematikan, berlimpahnya harta sehinga seorang diberikan 100 Dinar, ia menjadi marah, fitnah yang terjadi dimana tidak ada satu rumah dari orang Arab kecuali dimasuki fitnah itu. Kemudian perjanjian damai antara kalian dan Bani Ashfar (orang Romawi), kemudian mereka melanggar perjanjian itu dan mendatangimu dengan membawa 80 bendera (untuk memerangimu). Pada setiap bendera ada dua belas ribu orang”. (HR Bukhari)

    4. Banyak Muslim yang Murtad

    Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Segerakanlah beramal sebelum terjadinya fitnah-fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap. Di pagi hari seorang lelaki beriman, namun di sore harinya menjadi kafir. Atau di sore harinya ia beriman, esok paginya ia menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan barang dunia.’ (HR Muslim)

    5. Umat muslim akan kehilangan rasa malunya

    Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW bersabda, “Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya tidak hancur umat ini sehingga (datang satu masa) seorang lelaki mendatangi perempuan kemudian ia menghamparkan kasur untuknya di jalanan (untuk berzina). Kemudian datang seorang pilihan/mulia dari kaum itu mengatakan: Wahai fulan andai engkau menyembunyikannya di balik tembok ini”. (HR Ahmad)

    6. Umat Muslim Mengikuti Kebiasaan Pemeluk Agama Lain

    Dari Abu Said al-Kudri dari Nabi SAW bersabda, “Kalian akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa. Sehingga apabila mereka masuk lubang biawak kalian akan mengikutinya”. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka Yahudi dan Nasrani?” Nabi menjawab, “Siapa lagi?” (HR Bukhari)

    7. Menghalalkan Zina dan Khamar

    Rasulullah SAW bersabda, “Akan muncul dari umatku beberapa kaum, mereka menghalalkan zina, sutra, khamar, dan alat-alat musik. Dan sungguh akan tinggal beberapa kaum di samping gunung, datang di sore hari kepada mereka penggembala ternaknya dengan hewan piaraannya – yaitu orang fakir – karena ada hajat. Mereka mengatakan: Kembalilah engkau besok hari, maka Allah menyiksa mereka, meletakkan gunung di atas mereka. Dan merubah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi sampai hari kiamat.” (HR Bukhari)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hadits yang Membahas Perbuatan Curang, Bukan Termasuk Golongan Umat Nabi SAW


    Jakarta

    Perbuatan curang sama dengan tidak jujur. Dalam Islam, perilaku ini termasuk ke dalam akhlak yang tidak terpuji.

    Menukil dari buku At-Tadzkir susunan Tim Genta Hidayah, perbuatan curang sangat dibenci oleh Allah SWT. Setiap manusia yang berbuat curang akan diadili dengan seadil-adilnya di akhirat kelak.

    Terkait perbuatan curang dalam Al-Qur’an tercantum dalam surah Al Mutaffifin ayat 1-4,


    1. وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ

    Arab latin: wailul lil-muṭaffifīn

    Artinya: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang.”

    2. ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

    Arab latin: allażīna iżaktālụ ‘alan-nāsi yastaufụn

    Artinya: “(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi.”

    3. وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

    Arab latin: wa iżā kālụhum aw wazanụhum yukhsirụn

    Artinya: “dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”

    4. أَلَا يَظُنُّ أُو۟لَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ

    Arab latin: alā yaẓunnu ulā`ika annahum mab’ụṡụn

    Artinya: “Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.”

    Dijelaskan dalam jurnal Fraud dalam Perspektif Islam Volume 5 Nomor 1 susunan Safuan dan Ismartaya, kecurangan terbagi atas beberapa jenis, yaitu taghrir (menipu), ghabn (menjual dengan harga sangat tinggi), gharar (melakukan transaksi yang tidak jelas), ghulul (korupsi), risywah (suap), dan ihtikar (menimbun).

    Hadits tentang Perbuatan Curang

    1. Hadits Pelaku Curang Tidak Termasuk Golongan Rasulullah SAW

    Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah bersabda bahwa orang-orang yang berbuat curang tidak termasuk dari golongannya. Nabi SAW bersabda,

    “Siapa saja menipu (berbuat curang) maka dia bukan dari golonganku.” (HR Muslim)

    Hadits tersebut menyebutkan segala bentuk kecurangan adalah perbuatan tercela. Orang-orang yang berbuat curang tidak dianggap sebagai golongan nabi.

    2. Hadits tentang Pemimpin Curang

    Jika seorang pemimpin curang dan berkhianat kepada rakyatnya, kemudian dia meninggal dalam keadaan belum bertaubat, maka Allah SWT akan mengharamkan surga baginya. Ketetapan tersebut dijelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi:

    “Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu, niscaya Allah mengharamkan surga atasnya.” (HR Muslim)

    3. Hadits tentang Menerima dan Memberi Suap

    Islam melarang umatnya untuk berbuat curang dengan cara menerima dan memberi suap. Hal ini termaktub dalam hadits Rasulullah SAW, ia bersabda:

    “Allah melaknat penyuap dan penerima suap.” (HR Ibnu Majah)

    4. Hadits Berbuat Curang dengan Mengambil yang Bukan Haknya

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Barangsiapa dari kalian yang aku angkat atas suatu amal, kemudian dia menyembunyikan dari kami (meskipun) sebuah jarum atau sesuatu yang lebih kecil daripada itu, maka hal itu termasuk ghulul (pencurian) yang pada hari kiamat akan ia bawa.” (HR Muslim)

    Hadits tersebut menjadi peringatan bagi orang yang diberi amanah kemudian mengambil yang bukan haknya maka dapat dikatakan sebagai korupsi atau mencuri.

    Itulah sejumlah hadits yang membahas tentang perbuatan curang. Semoga kita senantiasa bukan termasuk di antaranya, naudzubillah min dzaalik.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang Sakit Perempuan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Mendoakan orang yang sakit termasuk ke dalam anjuran Nabi Muhammad SAW. Doa untuk orang sakit perempuan dapat disimak dalam artikel berikut.

    Sakit merupakan satu dari sekian banyak ujian yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Dikutip dari buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian susunan Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang sakit merupakan hak sesama muslim.

    Rasulullah SAW bersabda,


    “Hak muslim atas muslim lainnya terdapat lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

    Doa untuk Orang Sakit Perempuan

    Dijelaskan dalam buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, doa untuk orang sakit perempuan ialah Syafakillah. Apabila diucapkan untuk laki-laki, maka berubah menjadi Syafakallah.

    Arti dari doa tersebut ialah “Semoga Allah menyembuhkanmu,”. Selain Syafakillah, ada juga Syafahallah dan Syafahannallah yang digunakan untuk orang sakit perempuan. Perbedaannya terletak pada cara penggunaan dan orang yang dituju.

    Dalam tatanan bahasa Arab, Syafakillah diucapkan ketika yang sedang sakit berjenis kelamin perempuan dan dilafalkan langsung kepada orang yang sakit. Sementara itu, Syafahallah digunakan untuk orang ketiga perempuan dan Syafahannallah untuk orang ketiga lebih dari satu perempuan.

    Alangkah lebih baiknya apabila ucapan doa untuk orang sakit perempuan ditambahkan menjadi seperti ini,

    شفاك الله لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Arab latin: Syafakillah laa basa thogur insyaAllah

    Artinya: “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan). Tidak mengapa, Insya Allah sakitmu ini membuat dosamu bersih.”

    Mengutip buku Al-Adzkar atau Kitab Induk Doa dan Dzikir karya Imam Nawawi, disebutkan beberapa doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit. Salah satunya berbunyi sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

    Arab latin: “Allaahuma rabbin naas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa,”

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

    Keutamaan Orang yang Sakit

    Mengutip buku Sakit Menguatkan Iman yang disusun oleh Prof KH Alie Yafei dkk, disebutkan bahwa sakitnya seorang muslim yang beriman dapat membawa beberapa keutamaan, antara lain sebagai berikut:

    1. Doanya Mustajab

    Dari Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika kamu datang mengunjungi si sakit, maka mintalah ia berdoa untukmu karena doanya seperti doa malaikat (yakni besar kemungkinan dikabulkan).” (HR Ibnu Majah)

    2. Dijadikan Penduduk Surga

    Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Atha bin Ribah bahwa Ibnu Abbas bertanya kepadanya:

    “Inginkah kamu melihat wanita penduduk surga?” Jawabku, “Tentu saja.”

    Kata Ibnu Abbas, “Nah wanita hitam itu, ia pernah datang mengadu kepada Nabi SAW, “Saya ini sering jatuh pingsan dan terbuka aibku, maka doakanlah untukku agar Allah menyembuhkanku.” Ujar Nabi SAW, Jika kamu mau, kamu terima itu dengan sabar, dan sebagai ganjarannya kamu mendapat surga. Atau kalau tidak, saya doakan agar Allah menyembuhkanmu.

    Ujar wanita itu, ‘Saya akan bersabar, tetapi saya sering terbuka aib saya kalau pingsan, maka doakanlah untukku agar aibku tidak tersingkap.’ Lalu Nabi mendoakan untuknya.”

    3. Dicatat Kebaikan Pahala Saat Sedang Sakit

    Firman Allah SWT kepada para malaikat dalam hadits Qudsi:

    “Jika Aku menguji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, maka berilah dia pahala sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan kepadanya.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    Demikian doa untuk orang sakit perempuan yang dapat dipanjatkan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Senin Kamis dan Puasa Ganti, Lengkap dengan Niatnya



    Jakarta

    Puasa Senin Kamis adalah salah satu puasa sunnah dalam Islam. Rasulullah SAW sering berpuasa pada hari Senin Kamis.

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal-amal diajukan (di depan Allah) pada setiap hari Senin dan Kamis, lalu Allah mengampuni setiap muslim atau setiap orang yang beriman kecuali dua orang yang berseteru. Allah berfirman, ‘Tangguhkanlah amal kedua orang itu’.” (HR Ahmad)

    Sedangkan puasa ganti atau puasa qadha adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti puasa wajib yang tertinggal. Puasa tersebut tertinggal karena batal puasa wajibnya, tetapi tidak ada unsur kesengajaan, hanya karena tidak mampu menjalankan puasa tersebut, ungkap Muh Hambali dalam buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan Hingga Kematian.


    Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 184,

    اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ١٨٤

    Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

    Bagaimana bacaan niat dan doa buka puasa Senin Kamis dan puasa ganti? Begini bacaannya.

    Bacaan Niat Puasa Senin Kamis

    Pelaksanaan puasa Senin Kamis harus menggunakan niat yang terpisah. Niat puasa Senin Kamis dapat dilakukan meskipun sudah tengah hari, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Mengutip dari sumber buku sebelumnya, bacaan niat puasa Senin yaitu,

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Sengaja saya berpuasa hari Senin karena Allah Ta’ala.”

    Sedangkan, bacaan niat puasa Kamis yaitu,

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Nawaitu shauma yaumal khamiisi sunnatan lilaahi ta’aalaa

    Artinya: Sengaja saya berpuasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”

    Bacaan Niat Puasa Ganti

    Mengutip dari sumber buku sebelumnya, bacaan niat puasa ganti yaitu,

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa’i fardhi syahri ramadhaana lillahita’ala

    Artinya: “Sengaja saya berpuasa pada esok hari untuk mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

    Doa Buka Puasa Senin Kamis dan Puasa Ganti

    Bacaan doa buka puasa bersifat umum. Artinya, doa buka puasa dapat dibaca ketika berbuka puasa yang wajib, seperti puasa Ramadhan, puasa Senin Kamis, puasa ganti, dan lainnya. Mengutip buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud asy-Syarowi, bacaan niat puasa ganti atau puasa qadha yaitu, bacaan doa buka puasa Senin Kamis dan Puasa Ganti yaitu sebagai berikut,

    Doa buka puasa yang dari para ulama
    اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ.

    Bacaan latin: Allahumma lakasumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika ‘afthartu

    Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu/karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka.”

    Doa buka puasa menurut riwayat Imam Bukhari dan Muslim
    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Bacaan latin: Allahumma lakasumtu wabika amantu wa’alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamarrahiimin

    Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Angin yang Membawa Roh Orang-orang Beriman Jelang Kiamat



    Jakarta

    Kiamat adalah peristiwa kehancuran alam semesta dan seisinya. Tanda-tanda kiamat sendiri disebutkan dalam sejumlah riwayat, salah satunya terkait angin lembut yang diutus untuk mencabut roh para mukmin.

    Terkait hal ini diceritakan dalam Kitab Kasyf al-Minan fi ‘Alamat as-Sa’ah wa al-Malahim wa al-Fitan susunan Mahmud Rajab Hamady yang diterjemahkan oleh Ibnu Tirmidzi. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Allah SWT akan mengirim dari arah Yaman, angin yang lebih halus dari sutra. Maka setiap orang yang di hatinya ada keimanan seberat sawi, rohnya akan dibawa oleh angin tersebut.” (HR Muslim)


    Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa angin tersebut nantinya membawa roh orang-orang mukmin. Sementara itu, di dunia hanya tersisa manusia dengan perangai buruk, merekalah yang nanti akan merasakan mencekamnya hari kiamat.

    Nabi SAW bersabda,

    “…kemudian Allah SWT mengirimkan angin dingin dari arah Syam mencabut roh setiap orang yang berada di muka bumi yang memiliki iman walau sebiji sawi, sehingga sekalipun di antara kalian ada yang masuk ke dalam perut gunung, angin itu akan mengikutinya dan mengambil rohnya. Tinggallah di muka bumi manusia yang berperilaku jelek, bodoh seperti burung dan akalnya seperti binatang buas yang tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemunkaran.” (HR Muslim)

    Berdasarkan pendapat Imam An-Nawawi, kemungkinan ada dua angin. Satunya berhembus dari Syam dan satunya dari Yaman.

    Kemungkinan lainnya, angin tersebut mulai berhembus dari arah salah satu dari dua daerah tersebut lalu berakhir pada daerah yang lain dan dari sanalah angin menyebar. Pendapat tersebut didasarkan dari dua hadits yang menyebut perbedaan terkait dari mana angin itu berasal.

    Melalui ‘Asyarah Yantazhiruhal ‘Aalam ‘Indal Muslimin wal Yahuud wan Nashaara susunan Mansur Abdul Hakim terjemahan Abdul Hayyie al-Kattani dan Uniqu Attaqi, ada kemungkinan pengiriman angin tersebut akan terjadi setelah peristiwa diangkatnya Al-Qur’an dari hati manusia dan dari lembaran-lembaran mushaf.

    Peristiwa angin lembut untuk membawa roh orang mukmin ini terjadi setelah berakhirnya masa kekuasaan Nabi Isa bin Maryam dan setelah keluarnya hewan melata. Keduanya adalah tanda-tanda menjelang datangnya kiamat yang disebutkan oleh sejumlah ulama dalam kitabnya, termasuk Imam Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim.

    Pendapat lainnya yang menguatkan ialah yang menyebut pada masa keluarnya daabbah, manusia masih terbagi ke dalam dua kelompok, yakni mukmin dan kafir. Peristiwa tersebut menjadi tanda kecil kiamat yang terjadi setelah keluarnya hewan tersebut.

    Wallahu a’lam bishawab.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Dhuha Lengkap: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Doa Dhuha bisa dibaca setelah mengerjakan salat sunnah Dhuha. Doa ini mudah dihapal bagi siapa saja yang ingin mengamalkan.

    Mengutip buku Lautan Mukjizat Shalat Dhuha karya Yazid Abu Fida, salat dhuha merupakan salat sunnah yang dilaksanakan setelah naiknya matahari, yaitu setelah dilarangnya salat pada waktu sekitar setinggi satu tombak hingga sebelum matahari tergelincir.

    Terdapat pandangan lain yang menyatakan bahwa salat dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan di waktu pagi. Hal ini dijelaskan oleh M. Khalalurrahman Al Mahfani di buku Berkah Shalat Dhuha.


    Artinya, salat dhuha adalah salat sunnah yang dilakukan ketika matahari sedang naik dan berakhir sebelum matahari tergelincir pada waktu dhuhur. Hukum mengerjakannya adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).

    Doa Setelah Salat Dhuha

    Salat dhuha dikerjakan minimal dua rakaat. Cara pengerjaannya sama sebagaimana salat-salat sunnah yang lainnya, yang membedakan hanyalah niatnya saja.

    Setelah menyelesaikan shalat dhuha dengan sempurna, langkah selanjutnya adalah duduk dengan khushu’ untuk membaca doa. Berikut adalah doa yang dibaca setelah menunaikan shalat dhuha, dinukil dari buku he Miracle of Shalat Tahajjud, Subuh & Dhuha karya Nazam Dewangga dan Aji ‘el-Azmi’ Payuni.

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    bacaan latin: Allahumma innad-duha’a duha’uka wal baha’a baha’uka wal jamala jamaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma ing kana rizqi fis-sama’i fa anzilhu, wa ing kana fil ardi fa akhrijhu, wa ing kana mu’asiran fa yassirhu, wa ing kana haraman fa tahhirhu wa ing kana ba’idan fa qarribhu bi haqqi duha’ika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, atini ma ataita ‘ibadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu, dan pemeliharaan itu adalah pemeliharaan-Mu. Ya Allah, bila rezekiku masih berada di langit maka turunkanlah, bila di dalam bumi maka keluarkanlah, bila sukar maka mudahkanlah, bila haram maka sucikanlah, bila jauh maka dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku segala apa yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-Mu yang shaleh.”

    Hadits yang Menjelaskan Salat Dhuha

    Berikut adalah beberapa dalil yang menunjukkan perintah atau anjuran untuk melaksanakan salat dhuha:

    Hadis 1

    Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a:

    أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ بثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِن كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَ نامَ

    Artinya: “Kekasihku SAW mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Hadis 2

    Hadits yang diriwayatkan oleh istri nabi, Aisyah ra:

    عن عائشةَ رَضِيَ اللهُ عنها، قالت: كان رسولُ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي الضحى أربعًا، ويَزيد ما شاءَ الله

    Artinya: “Dari Aisyah ia berkata, Rasulullah shalat dhuha empat rakaat dan menambahnya menurut kehendak Allah.” (HR. Muslim).

    Hadis 3

    Abu Dzar Al-Ghifari ra berkata bahwa Nabi saw bersabda:

    Artinya: “Setiap pagi terdapat sedekah bagi setiap persendian kalian, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan laa ilaha illaallah) adalah sedekah, setiapa takbir adalah sedekah, menyuru kepada kebaikan adalah sedekah, dan mencegah dari kemungkaran adalah sedekah, semua itu bisa dicukupi dengan dua rakaat dhuha.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan Ahmad).41

    Dalil dan hadis-hadis shahih di atas memberikan landasan yang kuat untuk menunjukkan keutamaan pelaksanaan shalat dhuha yang sangat dianjurkan. Meskipun Rasulullah memberikan wasiat kepada para sahabat, namun wasiat tersebut berlaku untuk seluruh umatnya dan tidak terbatas pada satu individu saja.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Dzikir yang Paling Ditakuti Jin, Dibaca agar Tak Terjerumus dalam Kesesatan



    Jakarta

    Jin dan setan adalah makhluk yang lemah. Mereka dapat dikalahkan dengan mudah menggunakan dzikir. Lalu apa saja dzikir yang paling ditakuti jin dan setan?

    Jin dan setan juga merupakan makhluk Allah SWT. Bedanya, mereka sering menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan dan perbuatan dosa dan melanggar larangan Allah SWT.

    Tempat jin dan setan tidak hanya ada di sekitar manusia, melainkan juga berada di dalam hati atau qalbu. Hal ini sebagaimana dituliskan oleh Totok Waryatna dalam bukunya yang berjudul Pusaka Langit: Solusi Sembuh Dari Gerd.


    Jin dan setan membuah benteng ghaib yang sangat kokoh berlapis lapis hingga lima lapisan tebalnya yang disebut dengan hijaban masturo. Mereka dengan sekuat tenaga akan menjerumuskan manusia ke jalan yang tidak baik.

    Namun demikian, sebenarnya benteng-benteng itu adalah selemah-lemahnya benda, bahkan lebih lemah daripada sarang laba-laba. Benteng-benteng itu mudah hancur jika dilawan dengan dzikir kepada Allah SWT.

    Lantas, apa saja dzikir yang paling ditakuti jin dan setan sehingga manusia bisa terhindar dari gangguannya?

    5 Dzikir yang Paling Ditakuti Jin dan Setan

    Masih dari sumber yang sama, dzikir yang paling ditakuti jin dan setan adalah,

    Tahmid

    Adapun lafal tahmid atau hamdalah adalah sebagaimana berikut,

    الْحَمْدُ للَّهِ

    Arab-latin: Alhamdulillah

    Artinya: segala puji bagi Allah.

    Takbir

    Adapun lafal takbir adalah sebagaimana berikut,

    للَّٰهُ أَكْبَرُ

    Arab Latin: Allahu akbar

    Artinya: Allah Maha Besar

    Istighfar

    Lafal istighfar adalah sebagaimana berikut ini.

    اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ,

    Arab-latin: Astagfirullahaladzim

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

    Ta’awudz

    Dikutip dari buku Rahasia Dzikir yang Mengasyikkan: Panduan Dzikir dan Doa Buat Remaja dari Al-Qur’an dan Sunnah yang ditulis oleh Ubaidurrahman Al-Bumany dzikir yang paling ditakuti jin dan setan serta dapat melindungi dari gangguan mereka adalah ta’awudz.

    أعُوذُ بالله من الشَّيْطَانِ الرّحِيم

    Arab-latin: A’udzibillahi minasy syaithanir rajiim

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.” (HR Abu Dawud, al-Tirmidzi, lihat Shahih At-Tirmidzi 1/77).

    Dzikir Keluar Rumah

    Buku Ensiklopedia Adab Islam karya ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi As-Sayyid Nada menambahkan bahwa dzikir yang paling ditakuti jin dan setan, serta dapat mengusir mereka ada dua macam.

    Dzikir ini dapat mengusir dan melindungi orang yang mengucapkannya, serta dapat menyelamatkannya dari kejahatan manusia dan jin. Dzikir itu adalah doa keluar rumah yang berbunyi,

    بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ. فَإِنَّهُ يُقَالُ لَهُ: هُدِيتَ وَكُفَيْتَ، وَوُقِيْتَ، وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ.))

    Arab-latin: Bismillahi, tawakkaltu ‘alallahi, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah. Fa Innahu yuqaalu lahu, hudiita wa kufiita, wa wuqiita, wa tanha ‘anhu syaithaan.

    Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Maka dikatakan kepadanya: ‘Engkau telah diberi petunjuk, diberi kecukupan, diberi perlindungan, dan dijauhkan dari syaitan.””

    Atau yang kedua adalah,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أَضَلُّ، أَوْ أَزِلٌ أَوْ أَزَلٌ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أَظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.

    Arab-latin: Allahumma inni a’uudzubika an adilla au adhulla, au azilla au azalla, au adhlima au adhluma, au ajhala au yujhala ‘alayya

    Artinya: “Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari berbuat zhalim atau dizhalimi, dan dari berbuat jahil atau dijahili.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com