Category: Doa Hadits

  • Arti Doa Iftitah Lengkap dengan Arab dan Latinnya


    Jakarta

    Ada beberapa versi doa iftitah yang bisa diamalkan ketika salat. Hukum membacanya adalah sunnah, tidak wajib untuk dibaca.

    Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam punya berbagai doa iftitah yang pernah ia pakai, mulai dari yang pendek hingga panjang. Semuanya pernah dibaca oleh Rasul di berbagai kesempatan.

    Namun kali ini, cobalah untuk melihat arti doa iftitah agar kita paham apa yang dibaca. Menukil buku QnA Persoalan Islam karya Kusnadi S.Ag M.Ag M.AHum, berikut doa iftitah yang bisa diamalkan.


    Doa Iftitah 1 berikut Artinya

    Doa Iftitah ini mungkin sudah biasa kita dengar. Doa iftitah ini yang biasa diajarkan oleh guru-guru kita ketika dulu mengaji.

    اللهُ أَكْبَر كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً.أنى وَجَّهْتُ وَجُمِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مسلما وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شريك له وبذلك أُمِرْتُ وأنا من المُسْلِمِينَ

    Arab latin: Allahu akbar kabiro walhamdulillahi katsiro wa subhanallahi bukrotaw-wa ashila. Inni Wajjahtu wajhiya lilladzi fatarassamawati wal ardha hanifam-muslima wama anaminal musyrikin. inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin. La syarikalahu wabidzalika umirtu wa anaminal muslimin.

    Arti doa iftitah 1: “Aku menghadapkan wajahku kepada Sang Pencipta langit dan bumi, dengan penuh ketulusan dan penyerahan. Aku juga tidak tergolong dalam kelompok orang musyrik. Semua salatku, ibadahku, kehidupanku, dan kematianku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam semesta, tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karenanya, aku dengan tulus menerima perintah-Nya dan aku adalah seorang muslim.

    Doa Iftitah 2 berikut Artinya

    Doa ini berdasarkan hadis riwayat Abu Daud, berikut bacaannya:

    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

    Arab latin: Allahu akbar kabira, allahu akbar kabira, allahu akbar kabira, walhamdulillahi katsira, walhamdulillahi katsira, walhamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw-wa ashila, wa subhanallahi bukrotaw-wa ashila, wa subhanallahi bukrotaw-wa ashilla, a’udzu billahi minasy-syaithani min nafkhihi, wanaftshihi, wahamzih.

    Arti doa iftitah 2: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Puji syukur hanya bagi Allah dengan pujian yang melimpah, puji syukur hanya bagi Allah dengan pujian yang melimpah, puji syukur hanya bagi Allah dengan pujian yang melimpah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang, Maha Suci Allah pada pagi dan petang, Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.

    Doa Iftitah 3 berikut Artinya

    Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam juga membaca doa iftitah lainnya seperti hadis riwayat Bukhari, dan Muslim,

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Arab latin: Allahumma baa ‘id baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa ‘adta baynal masyriqi walmaghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots-tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silni min khotoyaya bil ma-i wats-tsalji wal barod.

    Arti doa iftitah 3: Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.

    Doa Iftitah 4 berikut Artinya

    Doa iftitah ini pernah dibaca oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam ketika salat malam, sebagaimana hadis riwayat Muslim:

    اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

    Arab Latin: Allahumma robba jibra-iila wa mii-ka-iila wa israa fiila, faathiras-samawati wal ardhi ‘alimal ghaibi wasy-syahadati anta tahkumu bayna ‘ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdini limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznika innaka tahdi man tasyaa-u ilaa shiratim-mustaqim.

    Arti doa iftitah 4: Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Ya Pencipta langit dan bumi, Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menetapkan hukum untuk mengadili perselisihan mereka. Tunjukkanlah aku kebenaran dalam perbantahan ini dengan seizin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada jalan yang lurus bagi siapa yang Engkau kehendaki.

    Doa Iftitah 5 berikut Artinya

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

    Arab latin: Subhaa nakallahumma wabihamdika watabarakasmuka wata’alaa jadduka walaa ilaha ghoiruk.

    Arti doa iftitah 5: Engkau Maha Suci, ya Allah, aku memuji-Mu, dan Maha Berkah Nama-Mu. Kekayaan dan kebesaran-Mu begitu tinggi; tidak ada yang layak untuk diibadahi dengan benar kecuali Engkau.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Akhir Pertemuan, Bisa Dibaca Seusai Menghadiri Majelis


    Jakarta

    Doa akhir pertemuan biasa dipanjatkan usai menghadiri pengajian, majelis dan semacamnya. Dengan mengamalkan doa tersebut, kegiatan yang telah dilaksanakan niscaya menjadi berkah dan bermanfaat.

    Bahkan, doa ini menjadi salah satu yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana dalam hadits dari Abu Barzah Al Aslami RA,

    “Rasulullah SAW hendak bangun dari suatu majelis, beliau membaca Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaiik. Kemudian seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, Engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca. Rasulullah menjawab, “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” (HR Abu Dawud dan Imam Tirmidzi)


    Doa akhir pertemuan ini juga biasa disebut sebagai doa penutup majelis. Selain doa di atas, ada juga bacaan lainnya yang dapat dipanjatkan.

    4 Versi Doa Akhir Pertemuan

    Mengutip buku Penuntun Doa, Yuk! Beserta Tata Caranya karya Abu Ihsan, berikut sejumlah doa akhir pertemuan yang bisa dibaca.

    1. Doa Akhir Pertemuan Versi Pertama

    ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ

    Arab latin: Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik.”

    Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah. Segala sanjungan untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.”

    2. Doa Akhir Pertemuan Versi Kedua

    Selain itu, ada juga doa akhir pertemuan yang tercantum dalam surah Ash Shaaffaat ayat 180-182,

    سُبۡحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الۡعِزَّةِ عَمَّا وَسَلٰمٌ عَلَى الۡمُرۡسَلِيۡنَۚ يَصِفُوۡنَۚ‏ وَالۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَ

    Arab latin: Subhaana Rabbika Rabbil ‘izzati ‘amma yasifuun Wa salaamun ‘alalmursaliin Walhamdu lillaahi Rabbil ‘aalamiin

    Artinya: “Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan, Dan selamat sejahtera bagi para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”

    3. Doa Akhir Pertemuan Versi Ketiga

    ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺭْحَمْنَا ﺑِﺎْﻟﻘُﺮْﺁﻥْ، ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻪُ ﻟَﻨَﺎ ﺇِِﻣَﺎﻣًﺎ ﻭَﻧُﻮْﺭًﺍ ﻭَﻫُﺪًﺍ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔْ، ﺃَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺫَﻛِّﺮْﻧَﺎ ﻣِﻨْﻪُ ﻣَﺎ ﻧَﺴِﻴْﻨﺎ وَعَلِّمْنَا ﻣِﻨْﻪُ ﻣَﺎ ﺟَﻬِﻠْﻨَﺎ ﻭَﺍﺭْﺯُقْنَا ﺗِﻼَﻭَﺗَﻪُ ﺁﻧَﺎﺀَ ﺍﻟْﻠَﻴْﻞِ ﻭَﺃَﻃْﺮَﺍﻑَ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭْ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻪُ ﻟَﻨَﺎ ﺣُﺠَّﺔً ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍْﻟﻌَﺎﻟَﻤْﻴِﻦ

    Arab latin: Allohummarham na bil qur’an. Waj’al hu lanaa imaama, wa nuuro, wa hudaa, wa rohmah. Allohumma dakkir na minhu ma nasiina, wa ‘allimna minhu ma jahilna warjuqna tilaawatahu. Aana-al laili wa atroofan nahaar. Waj’alhu lana hujjatan, yaa Robbal ‘alamiin.”

    Artinya: “Ya Allah, rahmatilah kami dengan al-Qur’an. Jadikan ia pimpinan, cahaya, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah kami apa yang terlupa darinya dan ajarkanlah apa yang tidak kami ketahui darinya. Dan berikanlah kami rejeki membacanya sepanjang siang dan malam. Serta jadikanlah ia hujjah penolong kami. Wahai Allah Tuhan semesta alam.”

    4. Doa Akhir Pertemuan Versi Keempat

    Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H Hamdan Hamedan MA, berikut doa akhir pertemuan versi lainnya yang pengamalannya sekaligus untuk memohon keselamatan.

    اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ ٱلْيَقِينِ مَا تُهَوَنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ فَأَرَنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمَنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنًا وَلَا تُسَلَّطَ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمْنَا.

    Arab latin: “Allahummaqsim lanaa min khasy-yatika maa tahuulu bihii bainanaa wa baina ma’shiyyatika wa min thaa’atika maa tuballighuna bihii jannataka wa minal yaqiini maa tuhawwinu bihii ‘alainaa mashaa-ibad dunya.

    Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarinaa wa quwwatinaa ma ahyaytanaa waj’alhul waaritsa minnaa waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadaanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa.”

    Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.”

    “Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami, dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau hadirkan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Doa melancarkan rezeki dan usaha dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Rezeki sendiri merupakan salah satu ketetapan Allah SWT bagi hamba-Nya.

    Setiap manusia tentu ingin memiliki rezeki yang baik dan berasal dari sumber halal. Hal ini dimaksudkan agar rezeki yang didapat membawa keberkahan.

    Allah SWT berfirman dalam surah Saba ayat 36,


    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

    Rasulullah SAW juga pernah bersabda dalam sebuah hadits terkait rezeki yang telah dijamin oleh Allah SWT,

    “Andai kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Pada pagi hari, ia pergi dengan perut kosong, dan pada sore hari ia pulang dengan perut kenyang.” (HR Tirmidzi dan Hakim)

    Dijelaskan dalam buku Mengetuk Pintu Rezeki susunan Irwan Kurniawan, rezeki terbagi ke dalam dua jenis yaitu rezeki lahiriah dan batiniah. Rezeki lahiriah berhubungan dengan badan atau berupa materi seperti kesehatan. Sementara itu, rezeki batiniah erat kaitannya dengan hati, seperti rasa bahagia dan ilmu pengetahuan.

    Kumpulan Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha

    Mengutip buku 99 Doa untuk Bisnis Lancar Rezeki Berlimpah susunan Abdurrahim Hamdi, Kitab Doa Mustajab Terlengkap Bahasa Arab, Latin dan Terjemahnya karya Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf dan arsip detikHikmah, berikut sejumlah doa yang dapat dibaca untuk melancarkan rezeki dan usaha.

    1. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Pertama

    اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairita’abin wala masyaqqatin walaa dhoirin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai in qadiir.”

    Artinya: “Ya Allah, aku minta pada Engkau akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan, sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.”

    2. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيْمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri, wal ‘aziimata ‘alar rusydi, wa as-aluka syukra ni’matik, wa as-aluka husna ‘ibaadatik, wa as-aluka qalban saliiman, wa as-aluka lisaanan shaadiqa, wa as-aluka min khairi maa ta’lam, wa astaghfiruka lima ta’lamu innaka anta ‘allamul ghuyuub.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi permasalahan dan memohon agar Engkau berkenan memberikan petunjuk. Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar giat beribadah kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui. Aku juga memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui, karena Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” (HR Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad)

    3. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Ketiga

    اَللَّهُمَّاِنِّيأَسْئَلُكَأَنْتَرْزُقَنَىرِزْقًاحَلَالًاوَاسِعًاطَيِّبًامِنْغَيْرِتَعْبٍوَلَامَشَقَّةٍوَلَاضَيْرٍوَلَانَصَبٍاِنَّكَ عَلَىكُلِّشَيْءٍقَدِيْرٌ

    Arab latin: Allaahumma inni as-asluka antarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    4. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Keempat

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلً

    Arab latin: Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR Ibnu Majah)

    5. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Kelima

    اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

    Arab latin: Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.

    Artinya: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”

    Demikian kumpulan doa melancarkan rezeki dan usaha. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Membantu Sesama Muslim dan Perintah Tolong Menolong


    Jakarta

    Hadits membantu sesama menjelaskan tentang perintah setiap muslim untuk membantu orang lain dalam hal kebaikan agar mendapat ridha dan pahala dari Allah SWT.

    Membantu sesama muslim sudahlah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang beriman. Perintah untuk tolong menolong dalam hal kebaikan difirmankan oleh Allah SWT secara langsung dalam surah Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْاۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ٢


    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah) jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram) jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qalā’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda) dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitul Haram sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya!) Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.

    Menurut buku 333 Mutiara Kebaikan karya Syaikh Abu Hamzah Abdul Hamid, sesungguhnya tolong menolong antar sesama muslim sudah sejatinya harus dilakukan sebab umat Islam itu bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan. Apabila salah satu bagian dari bangunan itu tidak kuat maka seluruh bangunan mudah roboh.

    Dari Abu Musa RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagai sebuah bangunan yang sebagiannya mengokohkan sebagian yang lain.” (HR Bukhari)

    Rasulullah SAW juga mengumpamakan bahwa sesama muslim itu bagaikan satu tubuh yang bisa merasakan satu sama lain, apalagi ketika salah satunya ada yang merasa kesulitan.

    Dari An-Nu’man bin Basyir RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan kaum mukmin dalam saling cinta, saling mengasihani, dan belas kasih mereka bagaikan satu jasad. Apabila satu anggotanya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR Muslim)

    Hadits Membantu Sesama Muslim

    Tolong menolong kepada sesama manusia, terutama sesama muslim tidak hanya diperintahkan oleh Allah SWT saja, namun Nabi Muhammad SAW juga turut menekan umatnya untuk berbuat demikian.

    Dalam sebuah hadits yang dinukil dari buku Sunan At-Tirmidzi Jilid 2 oleh Muhammad bin Isa bin Saurah (Imam at-Tirmidzi) dituliskan, dari Qutaibah, dari Abu Awanah, dari Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia mengutip perkataan Rasulullah SAW yang bersabda,

    ١٤٢٥ – (صَحِيحٌ) حَدَّثَنَا فَتَيَبةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: ((مَنْ نَفْسَ عَنْ مُؤْمِن كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ سَتَرَهُ اللهُ في الدُّنْيَا وَالْآخِرَة وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ)).

    Artinya: “Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang mukmin ketika di dunia, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi keburukan seorang muslim, Allah akan menutupi keburukannya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim)

    Faqihuddin Abdul Kodir dalam buku Relasi Mubadalah Muslim dengan Umat Berbeda Agama turut menjelaskan bahwa membantu sesama manusia dan sesama muslim harus dilakukan agar tidak ada yang dizalimi dan tidak juga yang menzalimi.

    Sebuah hadis membantu sesama juga disabdakan oleh Rasulullah SAW. Beliau berkata,

    عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ تَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ (صحيح البخاري ، رقم: ٦٤٨٤).

    Artinya: Dari Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tolonglah saudaramu, yang berbuat zalim maupun yang dizalimi.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, ini (kami paham) menolong orang yang dizalimi. Tetapi, bagaimana menolong orang yang justru menzalimi?” Rasulullah SAW menjawab, “Ambil tangannya (agar tidak berbuat zalim lagi).” (HR Bukhari)

    Hadits di atas menganjurkan setiap muslim untuk saling menolong sesama saudara muslim yang lainnya dan tidak menzaliminya. Bahkan, jika melihat saudaranya berbuat zalim, seorang muslim wajib untuk menghentikan saudaranya agar tidak berlaku demikian dan kembali ke jalan yang benar.

    Sebaliknya, apabila seorang muslim tidak mau menolong sesama padahal dirinya mampu untuk membantunya, maka Allah SWT akan membalasnya dengan balasan yang setimpal. Pernyataan di atas sebagaimana dikutip dari buku 1100 Hadits Terpilih yang ditulis oleh Dr. Muh Faiz Almath.

    Riwayat lainnya berbunyi,

    إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعْمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابِ مِنْهُ. (رواه أبو داود)

    Artinya: “Bila orang-orang melihat seorang yang zalim tapi mereka tidak mencegahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan hukuman terhadap mereka semua.” (HR Abu Dawud)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Yahdikumullah Wa Yuslihu Balakum, Cara Menjawab dan Mendoakan Orang Bersin



    Jakarta

    Bacaan yahdikumullah wa yuslihu balakum adalah balasan untuk menjawab orang yang mendoakan orang bersin. Bersin adalah sesuatu yang dicintai oleh Allah SWT.

    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهُ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُوْلُ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ، وَأَمَّا التَّتَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ


    Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap, jika salah seorang dari kalian bersin dan mengucapkan alhamdulillah, maka hak setiap Muslim yang mendengarnya mengucapkan untuknya (يَرْحَمَكَ الله ) semoga Allah merahmatimu. Adapun menguap, itu adalah dari syetan. Jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah semampunya…” (HR Al-Bukhari)

    Terdapat ucapan doa jika ada orang yang mendoakan kita ketika bersin, yaitu yahdikumullah wa yuslihu balakum. Lantas, apa arti yahdikumullah wa yuslihu balakum? Berikut jawabannya beserta adab ketika bersin.

    Bacaan Yahdikumullah wa Yuslihu Balakum

    Mengutip buku Kumpulan Doa Makbul oleh Neni Nuraeni, berikut bacaan dan arti yahdikumullah wa yuslihu balakum,

    يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

    Bacaan latin: Yahdikumullah wa yuslihu balakum

    Artinya: “Semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu.” (HR Bukhari)

    Adab Ketika Bersin

    Terdapat adab ketika bersin yang harus diperhatikan oleh setiap musim. Merujuk pada buku Ringkasan Kitab Adab oleh Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, berikut beberapa adab ketika bersin:

    1. Mendoakan orang yang bersin

    Islam mensyariatkan umatnya untuk berdoa setelah bersin dengan memuji Allah SWT. Sebab dengan bersin, umat Islam diberikan rahmat dan meminta hidayah dan kebaikan urusan kepada Allah SWT. Mendoakan orang yang bersin merupakan fardhu kifayah. Jika sebagian orang sudah melakukannya, maka kewajiban yang lain gugur.

    Dari Al-Bara’ bin Azib Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Nabi SAW memerintahkan kami untuk melaksanakan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara,” beliau lalu menyebutkan, “menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang yang bersin, menjawab salam, menolong orang yang dizhalimi, memenuhi undangan, dan menunaikan sumpah.” (HR Bukhari dan lainnya)

    2. Mendoakan orang yang bersin ketika mendengar yang bersin itu mengucapkan alhamdulillah

    Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, dia berkata, “Dua orang lelaki bersin di hadapan Rasulullah SAW, maka salah satu dari keduanya didoakan oleh Rasulullah dan satu lagi tidak. Laki-laki itu berkata, ‘Wahai Rasulullah SAW engkau mendoakan dia dan tidak mendoakan aku?’ Beliau menjawab, ‘Dia mengucapkan alhamdulillah, sedangkan engkau tidak’.” (HR Bukhari dan lainnya)

    3. Disunnahkan membaca alhamdulillah atau alhamdulillah ala kulli hal

    Sesuai dengan hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bersin, ucapkanlah: alhamdulillah.”

    Diriwayatkan oleh Abu Dawud berbunyi, “Maka ucapkanlah: alhamdulillah ala kulli hal (pada segala keadaan).” (HR Bukhari dan lainnya)

    4. Disunnahkan bagi orang yang mendengar doa orang yang bersin untuk membaca yarhamukallah

    Sesuai dengan hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bersin, maka ucapkanlah alhamdulillah, dan teman atau saudaranya hendaklah mengucapkan untuknya yarhamukallah

    Setelah di doakan oleh orang lain, bagi yang bersin disunnahkan mengucapakan yahdikumullah wa yuslihu balakum atau mengucapkan yarhamunallah wa ‘iyyakum wa yaghfirulanaa wa lakum

    5. Di anjurkan merendahkan suara bersin

    Kebanyakan orang yang bersin biasanya mengeluarkan suara keras yang mengganggu dan mengagetkan. Maka di anjurkan untuk merendahkan suaranya dengan meletakkan tangannya atau bajunya pada mulutnya.

    6. Mendoakan orang yang bersin cukup untuk tiga kali bersin, lebih dari itu, maka bersin itu adalah flu

    Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Doakanlah saudaramu tiga kali bersin, bila lebih dari itu, maka dia sedang sakit flu.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Pelaris Dagangan agar Ramai dan Berkah, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Berdagang adalah salah satu pekerjaan yang digeluti oleh manusia, termasuk umat Islam. Bahkan, Nabi Muhammad SAW terkenal sebagai pedagang yang ramah sekaligus jujur hingga menyandang gelar Al Amin.

    Agar dagangan yang dijajakan laris, sudah sepatutnya kaum muslimin berdoa kepada Allah SWT. Jadi, tidak hanya berusaha melainkan juga memohon kepada Allah yang Maha Menentukan.

    Doa pelaris dagangan dipanjatkan agar kita paham bahwa sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan dan perlu bantuan Sang Khalik. Doa juga harus diiringi dengan perbuatan baik selama berdagang, seperti jujur, amanah, dan semacamnya.


    Berikut berbagai versi doa pelaris dagangan yang dapat diamalkan oleh para pedagang muslim seperti dikutip dari buku 99 Doa untuk Bisnis Lancar Rezeki Berlimpah karya Abdurrahim Hamdi dan Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah tulisan Abdullah Zaedan.

    Kumpulan Doa Pelaris Dagangan

    1. Doa Pelaris Dagangan Versi Pertama

    Doa pelaris dagangan versi pertama tercantum dalam Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 114,

    قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Arab latin: Qala ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā ‘īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn

    Artinya: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan, turunkanlah kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami, maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki.”

    2. Doa Pelaris Dagangan Versi Kedua

    اللهم اني أسْأَلُكَ صِحَةٌ فِي إِيْمَانِ وَإِيْمَانَا فِي حُسْنِ خُلُقٍ وَنَحَاحًا يَتْبَعُهُ فَلَاح وَرَحْمَةٌ مِنْكَ وَعَافِيَةٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنْكَ وَرِضْوَانًا

    Arab latin: Alloohumma innii as-aluka shihhatan fii iimaanin wa iimaanan fii husni khulukin wa najaahan yatba-‘uhu falaahun warohmatan minka wa-‘aafiyatan wa maghfirotan minka wa ridhwaanan

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kemurnian iman dan akhlak terpuji, serta kesuksesan yang disertai keberuntungan, dan aku mohon rahmat, kesehatan, pengampunan, dan keridhaan dari-Mu.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    3. Doa Pelaris Dagangan Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَامَشَقَّةٍ وَلَاضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: “Allaahumma inni as’aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai`in qadiir”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki untukku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    4. Doa Pelaris Dagangan Versi Keempat

    اللهُمَّ يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا مَوْجُودُ يَاجَوَّادُ يَا بَاسِطُ يَا كَرِيْمُ يَاوَهَّابُ يَاذَا الطَّوْلِ يَاغَنِيُّ يَا مُغْنِي يَافَتَاحُ يَارَزَّاقُ يَا عَلِيمُ يَا حَيُّ يَاقَيُّومُ يَا رَحْمَنُ يَارَحِيْمُ يَابَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَاذَ الجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَاحَنَّانُ يَامَنَّانُ انْفَحْنِي مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ تُغْنِنِي عَمَّنْ سِوَاكَ

    Arab latin: Allaahumma yaa ahadu yaa waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baasithu yaa kariimu yaa wahhaabu yaa dzath thauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa razzaaqu yaa ‘aliimu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa rahmaanu yaa rahiimu yaa badii’us samaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannaanu yaa mannaanu infahnii minka binafhati khairin tughninii ‘amman siwaaka.

    Artinya: “”Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Esa tiada terbagi-bagi, wahai Dzat yang Maha Esa tiada bersekutu, wahai Dzat yang Maujud, wahai Dzat yang Maha pemurah, wahai Dzat yang Maha pembagi, wahai Dzat yang Mahamulia, wahai Dzat yang Maha pemberi, wahai Dzat yang memiliki Anugrah, wahai Dzat yang Mahakaya, wahai Dzat yang Maha pemberi wahai Dzat yang Maha pembuka pintu rezeki, wahai Dzat yang Maha mengetahui, ‘wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang Maha pengasih, wahai Dzat yang Maha penyayang, wahai Dzat yang Maha pemberi anugerah, limpahkanlah rezeki dari-Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian siapa pun selain Engkau.”

    Demikian doa penglaris dagangan yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Jangan lupa dibaca ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Saat Turun Hujan dan Setelah Hujan, Bacaan Sunnah bagi Umat Muslim


    Jakarta

    Seorang hamba perlu berdoa kepada Allah SWT dalam segala keadaan dan di setiap urusannya. Termasuk ketika musim hujan tiba, umat muslim dianjurkan membaca doa ketika turun hujan.

    Pasalnya, hujan termasuk rahmat dari Allah SWT. Dalam hal ini, jika hujan tidak kunjung turun, hujan terus menerus, dan saat mendengar guntur hendaknya kita berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT.

    Simak doa saat turun hujan dalam bahasa Arab, latin, beserta artinya di bawah ini.


    Doa Ketika Turun Hujan

    Dikutip dari Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2 oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr, saat air hujan turun ke bumi, maka termasuk sunnah bagi seorang Muslim untuk berdoa ketika hujan, dengan mengucapkan:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Allahumma shoyyiban nafi’an’

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.”

    Doa Turun Hujan Deras

    Dikutip dari ebook Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqi, berikut merupakan doa ketika hujan turun dengan deras:

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Allaahumma hawaa lainaa wa laa ‘alainaa, Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiroobi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami, jangan kepada rumah-rumah kami. Ya Allah, berilah hujan ini pada daratan-dataran tinggi, bukit-bukit, dasar lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.”

    Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia menceritakan bahwa saat ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah SAW, mereka meminta agar beliau berdoa supaya hujan berhenti.

    Pasalnya, hujan tersebut turun terus menerus selama satu minggu, sehingga membuat hewan ternak mereka terancam mati dan jalanan pun terputus. Kemudian, Rasulullah SAW pun membaca doa tadi, dengan doa ini dan hujan pun berhenti.” (HR Bukhari no. 1014).

    Dengan demikian, doa hujan deras tersebut juga bisa dibacakan sebagai doa untuk memohon hujan berhenti.

    Doa Setelah Turun Hujan

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatihi

    Artinya: “Kita mendapat hujan hanya karena karunia dan rahmat Allah.”

    Berdasarkan hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    “Barangsiapa yang mengatakan, ‘Kita mendapat hujan karena karunia dan rahmat Allah’, maka orang itu beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada bintang-bintang. Sebaliknya orang yang berkata, ‘Kita diberi hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka orang tersebut kafir terhadap-Ku (Allah) dan beriman kepada bintang-bintang.” (HR Muslim no. 71).

    Turunnya hujan wajib disyukuri, karena merupakan nikmat dari Allah SWT. Itu tadi bacaan doa turun hujan serta doa setelah hujan yang bisa dipanjatkan umat muslim.

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Imam Besar Masjidil Haram untuk Palestina: Ya Allah, Tolong Mereka


    Jakarta

    Potongan video khutbah Jumat Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Abdurrahman bin Abdulaziz As Sudais tersebar di media sosial. Pasalnya, momen khutbah Jumat tersebut dimanfaatkan Syaikh Sudais untuk mengangkat isu Palestina di Tanah Suci.

    Dilansir dari unggahan akun media sosial X Haramain, Jumat (17/11/2023), Syekh Sudais mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu mendukung perjuangan masyarakat Palestina. Selain itu, ia menyebut, ajakan meringankan penderitaan warga Palestina juga datang dari Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

    “Penjaga dua masjid suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud beserta Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah mengambil sikap mulia terhadap kejadian-kejadian yang mengkhawatirkan di Palestina. Mereka telah mengerahkan rakyat untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza dan seluruh Palestina,” katanya.


    Kepala Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang setingkat menteri ini juga menyinggung keberhasilan atas terselenggaranya KTT Gabungan Luar Biasa Arab-Islam. Ia mengatakan, kesepakatan akhir dari hasil KTT tersebut sejalan dengan posisi Kerajaan Arab Saudi yang senantiasa mendukung masyarakat Palestina.

    Syekh Sudais dalam khutbahnya turut mengingatkan muslim bahwa mendukung kelompok tertindas di muka bumi adalah salah satu bentuk ketauhidan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

    “Agresi Zionis, penderitaan karena penindasan dan kekejamannya, telah menghancurkan saudara-saudara kita yang mulia di Palestina, menghancurkan tanah, dan menggugurkan generasi muda,” ujar dia.

    Lebih lanjut, Syekh Sudais mengajak warga Palestina untuk terus optimis dengan bantuan dari Allah SWT. Ia menguatkan para masyarakat di sana bahwa kemenangan Allah SWT sudah dekat.

    “Wahai saudara-saudara kita di Palestina, bersabarlah, dan tabahlah. Kita semua punya harapan, optimisme, dan kabar gembira bahwa sesungguhnya kemenangan Allah sudah dekat,” tutur Syekh Sudais.

    “Solidaritas dan keyakinan teguh mendorong muslim mendukung rekan-rekan kita yang tangguh di Palestina untuk mencapai keamanan, kemenangan, (mencegah) pertumpahan darah, stabilitas, memecahkan pengepungan, menghentikan kekerasan dan pengungsian paksa, serta memastikan datangnya bantuan kemanusiaan,” lanjut dia lagi.

    Syekh Sudais kemudian memimpin jamaah salat Jumat minggu kemarin di Masjidil Haram untuk mengirim doa bagi masyarakat Palestina. Berikut isi lengkap doa yang dipanjatkan selengkapnya.

    Doa Lengkap Imam Besar Masjidil Haram untuk Palestina

    Ya Allah, pidato semakin panjang, penderitaan semakin memburuk bagi saudara-saudara kami di Palestina.

    Ya Allah, tolonglah mereka dan percepat kemenangan mereka, Wahai Tuhan Yang Maha Perkasa.

    Ya Allah, kasihanilah saudara-saudara kami yang tertindas di Gaza.

    Ya Allah, lindungi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri, dan dari atas.

    Kami kembali dengan keagungan-Mu agar mereka aman dari bawah.

    Ya Allah, kasihanilah para ulama, orang-orang yang rendah hati, dan bayi-bayi.

    Kirimkan ketenangan kepada mereka dan berilah mereka kemenangan atas orang-orang yang mendurhakai mereka.

    Ya Allah, tolonglah para tentara yang menjaga perbatasan kami, bimbing pasukan keamanan kami.

    Terimalah para syuhada, sembuhkan segala luka, pulihkan segala segala rasa sakit, bimbing mereka mengatur strategi, berikan mereka kemenangan atas musuh-musuh mereka.

    Ya Allah, sesungguhnya mereka tertindas maka dukunglah mereka kecuali sedikit.

    Serahkan urusan mereka kepada-Mu karena mereka mengeluh atas kelemahan dan keterbatasan sumber daya mereka.

    Jadilah pendukung, penolong, dan bantuan nyata bagi mereka.

    Kami mempercayakan mereka kepada-Mu ketika mereka mengeluhkan kelemahan dan keterbatasan sumber daya mereka.

    Ya Allah, kami memuji-Mu atas nikmat hujan, perbanyaklah untuk kami dan jadikanlah sumber kebaikan dan keberkahan bagi negara dan rakyatnya.

    Ya Allah, berikan keamanan di tanah kami, perbaiki pemimpin dan penguasa kami, tolong pemimpin kami dan penjaga dua masjid suci. Bimbinglah dia pada apa yang diridai-Mu, berilah dia petunjuk yang saleh, dan jagalah penerusnya. Berilah dia kesuksesan dalam apa yang diridai-Mu dan bermanfaat bagi negara dan rakyatnya.

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum dan Tata Cara Sholat di Pesawat, Bisa Dibaca Sebelum Perjalanan



    Jakarta

    Sholat adalah ibadah wajib setiap muslim. Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk melaksanakan sholat. Perintah tersebut termaktub dalam beberapa surah dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam surah Al-Baqarah ayat 43,

    وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ ٤٣

    Artinya: “Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”


    Kewajiban untuk melaksanakan sholat menuntut setiap muslim harus mengerjakannya dimanapun ia berada, entah sedang dalam perjalanan atau yang lainnya. Jika seorang muslim meninggalkan sholatnya, maka ia akan mendapatkan dosa yang sangat besar.

    Ketika bepergian dengan pesawat, para musafir Muslim seringkali dihadapkan pada tantangan dalam menjalankan ibadah sholat. Maka dari itu, penting untuk memahami hukum dan tata cara sholat di pesawat agar ibadah tetap dapat dilaksanakan dengan penuh khusyuk dan sesuai dengan ajaran agama. Berikut hukum & tata cara sholat di pesawat.

    Hukum Sholat di Pesawat

    Merujuk pada buku Ensiklopedi Shalat Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah karya Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani, hukum sholat di pesawat adalah sah. Hal ini disebabkan karena pesawat terbang di udara sama seperti kapal di lautan (di atas air). Setiap muslim wajib mengerjakan apa yang wajib dikerjakan dalam sholat.

    Namun jika muslim tersebut tidak bisa melakukan semua yang wajib dikerjakan dalam sholat, maka hendaklah ia tidak sholat di pesawat, tetapi menunggu sampai pesawat mendarat. Terkecuali jika ia mengetahui bahwa pesawat itu akan mendarat setelah berlalunya waktu sholat, sedangkan sholat yang akan dikerjakan di udara itu tidak mungkin dijamak dengan sholat setelahnya, misalnya sholat Asar dan Subuh.

    Tata Cara Sholat di Pesawat

    Mengutip dari sumber buku sebelumnya, jika mampu sholat sambil berdiri, hendaknya melaksanakan sholat sambil berdiri. Jika tidak mampu, maka boleh melakukan sholat sambil duduk dengan menghadap kiblat dan berputar terus menghadap kiblat mengikuti putaran pesawat.

    Hal tersebut didasarkan pada firman Allah SWT yang termaktub dalam surah At-Taghabun ayat 16, https://www.detik.com/hikmah/quran-online/at-tagabun

    فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ١٦

    Artinya: “Bertakwalah kamu kepada Allah sekuat kemampuanmu! Dengarkanlah, taatlah, dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu! Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

    Dirangkum dari buku Peta Perjalanan Haji dan Umrah (Edisi Revisi) karya Arifin, terdapat dua macam tata cara sholat di pesawat. Pertama, tayamum dengan menepukkan tangan ke dinding pesawat atau sandaran kursi kemudian melaksanakan sholat sambil duduk. Kedua, tanpa tayamum sholat seperti biasa sambil duduk (lihurmatil wakti) tetapi harus diulang salatnya (i’adah) setelah sampai di darat. (Menurut sumber dari Departemen Agama RI)

    Tata Cara Tayamum

    1. Menepukkan kedua telapak tangan (perlahan) ke sandaran kursi pesawat di depan atau dinding pesawat

    2. Menyapukan kedua telapak tangan ke wajah secara merata, dari ujung rambut (jidat) sampai ke dagu dilanjutkan dari daun telinga kanan sampai ke daun telinga kiri.

    3. Menepukkan kembali kedua telapak tangan, namun diusahakan di tempat yang berbeda.

    4. Menyapukan tangan kanan hingga siku dmenggunakan telapak tangan kiri secara merata dan menyapu tangan kiri hingga siku menggunakan telapak tangan kanan secara merata.

    Tata Cara Sholat

    1. Duduk di kursi pesawat, menghadap ke depan, dilanjutkan dengan berniat sholat.

    2. Mengangkat kedua tangan dan mengucapkan takbiratul ihram.

    3. Tangan bersedekap, membaca doa iftitah, surah Al Fatihah, dilanjutkan dengan surat yang lain.

    4. Rukuk dengan cara membungkuk sedikit, membaca bacaan rukuk

    5. I’tidal dengan cara mengangkat kedua tangan dengan punggung lurus, dan tetap dalam posisi duduk

    6. Sujud dengan cara membungkukkan badan (lebih rendah dari rukuk), membaca bacaan sujud

    7. Duduk di antara dua sujud dengan cara poisi duduk sempurna, membaca bacaan duduk di antara dua sujud

    8. Sujud kembali seperti poin nomor enam. Kemudian kembali ke posisi semula untuk memulai rakaat kedua, dengan gerakan yang mirip dengan gerakan poin nomor tiga, tanpa doa iftitah

    9. Seterusnya sama dengan rakaat pertama hingga posisi seperti poin nomor delapan.

    10. Tahiyat akhir dengan cara duduk sempurna. Meletakkan kedua tangan di atas lutut dan mengacungkan telunjuk jari tangan

    11. Menoleh ke kanan dan kiri sambil mengucap salam.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Dhuha Lengkap dan Bacaan Surat Pendeknya


    Jakarta

    Ketika selesai mengerjakan sholat, seorang muslim diperintahkan untuk memanjatkan doa dan permintaan kepada Allah SWT, termasuk ketika selesai sholat Dhuha. Bagaimanakah doa sholat Dhuha lengkap? Berikut ulasannya.

    Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dilaksanakan pada waktu dhuha, yaitu mulai dari nampaknya matahari kurang lebih antara jam tujuh pagi, sampai bergesernya matahari (masuk waktu Zuhur).

    Pengertian sholat Dhuha ini sebagaimana dijelaskan di buku Fasholatan Lengkap: Tuntunan Sholat Lengkap oleh Cepi Burhanudin.


    Sholat Dhuha bisa dilakukan sebanyak dua rakaat, utamanya delapan rakaat, sampai dengan dua belas rakaat. Cara mengerjakannya adalah dengan salam setiap dua rakaat.

    Disebutkan dalam buku tersebut, sholat Dhuha memiliki wasilah sebagai penambah rezeki dan menghilangkan kefakiran dari diri seorang muslim.

    Lantas, apa yang dibaca pada saat sholat Dhuha?

    Doa Sholat Dhuha Lengkap dan Bacaan Surat Pendeknya

    Bacaan Sholat Dhuha Lengkap dengan surat pendek yang bisa dipanjatkan ketika sholat.

    1. Rakaat Pertama

    Surah Al Fatihah ayat 1-7, yang berbunyi:

    (1) بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    (2) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

    Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan) semesta alam

    (3) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

    Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

    (4) مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

    Artinya: Pemilik hari Pembalasan.

    (5) اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

    Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

    (6) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

    Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

    (7) صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

    Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

    Surah Asy-Syams ayat 1-15 yang berbunyi,

    (1) وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ

    Artinya: Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),

    (2) وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ

    Artinya: demi bulan saat mengiringinya,

    (3) وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ

    Artinya: demi siang saat menampakkannya,

    (4) وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ

    Artinya: demi malam saat menutupinya (gelap gulita),

    (5) وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ

    Artinya: demi langit serta pembuatannya,

    (6) وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ

    Artinya: demi bumi serta penghamparannya,

    (7) وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ

    Artinya: dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,

    (8) فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ

    Artinya: lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

    (9) قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ

    Artinya: sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)

    (10) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ

    Artinya: dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

    (11) كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ

    Artinya: (Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas

    (12) اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ

    Artinya: ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit (untuk menyembelih unta betina Allah).

    (13) فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ

    Artinya: Rasul Allah (Saleh) lalu berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina Allah ini beserta minumannya.”

    (14) فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ

    Artinya: Namun, mereka kemudian mendustakannya (Saleh) dan menyembelih (unta betina) itu. Maka, Tuhan membinasakan mereka karena dosa-dosanya, lalu meratakan mereka (dengan tanah).

    (15) وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا ࣖ

    Artinya: Dia tidak takut terhadap akibatnya.

    2. Rakaat Kedua

    Setelah membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Ad-Dhuha ayat 1-11, yang berbunyi

    (1) وَالضُّحٰىۙ

    Artinya: Demi waktu duha

    (2) وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

    Artinya: dan demi waktu malam apabila telah sunyi,

    (3) مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ

    Artinya: Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.

    (4) وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ

    Artinya: Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).

    (5) وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ

    Artinya: Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.

    (6) اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

    Artinya: Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);

    (7) وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ

    Artinya: mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);

    (8) وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ

    Artinya: dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?

    (9) فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ

    Artinya: Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

    (10) وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ

    Artinya: Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.

    (11) وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ

    Artinya: Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).

    3. Rakaat Ketiga

    Setelah membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Ikhlas ayat 1-4, yang berbunyi,

    (1) قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.

    (2) اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

    Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

    (3) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

    Artinya: Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan

    (4) وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ

    Artinya: serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

    4. Rakaat Keempat

    Setelah membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Kafirun ayat 1-6, yang berbunyi,

    (1) قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,

    (2) لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ

    Artinya: aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

    (3) وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ

    Artinya: Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.

    (4وَ0 لَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ

    Artinya: Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

    (5) وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ

    Artinya: Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

    (6) لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ

    Artinya: Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

    Meski demikian, apabila seorang muslim hendak mengucapkan surah lain yang ada pada Al-Qur’an juga tetap diperbolehkan. Sebab semua surah yang ada di Al-Qur’an sama baiknya dengan surah-surah yang sudah disebutkan di atas.

    Doa Sholat Dhuha Lengkap

    Doa sholat Dhuha lengkap dianjurkan untuk dibaca setelah melakukan sholat tersebut. Menukil dari buku Doa & Dzikir Lengkap Sunnah: Prayer & Zikir Complete Sunnah. Doa tersebut berbunyi:

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab-latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu.

    Ya Allah, jika rezeki masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh,”

    Selain mengucapkan doa ini, seorang muslim diperbolehkan untuk mengucapkan doa apa saja sesuai yang ia kehendaki. Allah SWT pasti akan mendengar permintaan dan permohonan orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Nya.

    (rah/lus)



    Sumber : www.detik.com