Category: Doa Hadits

  • Inikah Tanda-tanda Kiamat yang Muncul di Makkah?



    Jakarta

    Pegunungan di Makkah, Arab Saudi tampak menghijau belakangan ini usai beberapa kali diguyur hujan. Ada sebuah hadits yang menyebut, menghijaunya tanah Saudi merupakan salah satu tanda kiamat.

    Potret menghijaunya pegunungan di Makkah dibagikan oleh media yang berbasis di Makkah, Inside the Haramain (Haramain Sharifain) melalui media sosialnya pekan lalu.

    “Pegunungan berubah jadi hijau di Makkah setelah turun hujan baru-baru ini,” tulis Haramain, seperti dilihat detikHikmah, Selasa (28/11/2023).


    Sejumlah warganet turut mengomentari unggahan tersebut dan di antaranya mengatakan hal itu sebagai tanda kiamat.

    Menurut penelusuran detikHikmah, ada sejumlah hadits yang menyebut menghijaunya tanah Arab Saudi merupakan salah satu tanda kiamat. Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda,

    لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

    Artinya: “Hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR Muslim)

    Imam Muslim turut meriwayatkan hadits serupa dari Abu Hurairah RA dengan redaksi yang lebih panjang. Disebutkan, pada suatu ketika Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai.” (HR Muslim)

    Hadits-hadits tersebut termuat dalam kitab Shahih Muslim dan kitab kumpulan hadits Misykat Al-Mashabih serta dinukil para ulama dalam kitab tentang kiamat. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar turut menukilnya dalam Al-Madkhal ila Dirasah Al-Akidah Al-Islamiyyah.

    Ulama tafsir sekaligus ahli hadits Imam Ibnu Katsir dalam kitab An-Nihayah Fi Al-Fitan wa Al-Malahim juga menyampaikan riwayat serupa dari Sufyan ats-Tsauri, dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda,

    “Siang dan malam tidak akan hilang sampai tanah Arab kembali menjadi kebun-kebun dan sungai-sungai sehingga Sungai Furat mengeluarkan gunung emas dan orang-orang berperang karenanya. Setiap seratus orang, tewas 99 orang dan satu orang selamat.” (HR Muslim)

    Menurut penjelasan dalam Asyratus Sa’ah karya Yusuf bin Abdullah bin Yusuf al-Wabil sebagaimana diterjemahkan Atho’illah Umar, hadits menghijaunya tanah Arab dan dipenuhi sungai-sungai tersebut menunjukkan bahwa dulu tanah Arab adalah daerah yang membentang luas dan memiliki banyak sungai. Keadaan ini akan kembali ketika kiamat sudah dekat.

    Imam an-Nawawi dalam Syarh Nawawi li Muslim memaknai maksud “tanah Arab kembali terbentang luas dan dipenuhi sungai” sebagaimana disebutkan dalam riwayat Muslim, bahwa mereka meninggalkan tanah Arab dan menjadikannya kosong serta tidak ada aktivitas pertanian di sana.

    “Hal itu karena jumlah kaum laki semakin sedikit dan pula banyaknya peperangan dan fitnah yang terjadi, dan karena semakin dekatnya hari kiamat, dan kecilnya harapan dan cita-cita dan tidak ada waktu untuk mengurus tanah yang kosong itu,” jelas Imam an-Nawawi seperti diterjemahkan Atho’illah Umar.

    Penerjemah sendiri mendebat pendapat Imam an-Nawawi saat mensyarah hadits tersebut. Ia berpendapat, hadits ini menunjukkan bahwa tanah Arab akan menjadi kaya air sehingga banyak sungai dan tumbuhlah tetumbuhan hingga menjadi taman dan hutan belantara.

    Terlepas dari itu, menghijaunya tanah Arab merupakan satu dari sekian tanda kiamat. Beberapa tanda kiamat lain sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih adalah munculnya Dajjal, matahari terbit dari barat, keluarnya asap, hingga turunnya Nabi Isa AS.

    Hudzaifah bin Usaid mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya: (1) terbitnya matahari dari barat, (2) asap, (3) binatang melata, (4) munculnya Ya’juj dan Ma’juj, (5) keluarnya Dajjal, (6) munculnya Isa bin Maryam, (7) tiga gerhana; gerhana di barat (8) gerhana di timur, (9) gerhana di Jazirah Arab, (10) api yang keluar dari dasar Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia dan bersama mereka di mana saja berada.” (HR Muslim, Ahmad, dan lainnya. Ibnu Katsir mengatakan hadits ini shahih)

    Beberapa tanda kiamat lain yang mungkin saat ini sudah terjadi adalah sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik RA. Rasulullah SAW bersabda,

    “Di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, kebodohan merebak, zina merajalela, meminum khamar, kaum lelaki banyak yang meninggal, sedangkan kaum wanita masih bertahan (atau bertambah) sehingga selisih antara perempuan dan lelaki lima puluh dibandingkan satu.” (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengamalkan Ayat Seribu Dinar, Dibaca agar Rezeki Lancar



    Jakarta

    Memohon kelancaran rezeki dalam Islam bisa dilakukan dengan membaca sebuah doa yang disebut sebagai ayat seribu dinar. Bagaimana cara mengamalkan ayat seribu dinar tersebut?

    Ayat seribu dinar adalah ayat yang apabila diamalkan secara khusus bisa mendatangkan rezeki dari arah yang tak terduga. Oleh karena itu, ayat seribu dinar juga biasa disebut dengan amalan kekayaan.

    Hal ini sebagaimana dituliskan oleh Zakiyah Ahmad dalam bukunya yang berjudul Shalat Dhuha untuk Wanita Disertai Doa-Doa Pemanggil Rezeki.


    Ayat seribu dinar sendiri adalah ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an. Tepatnya pada surah At-Talaq ayat 2-3 yang berbunyi,

    فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ(1) وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (2)

    Arab-latin: Fa iżā balagna ajalahunna fa amsikūhunna bima’rūfin au fāriqūhunna bima’rūfiw wa asyhidū żawai ‘adlim minkum wa aqīmusy-syahādata lillāh(i), żālikum yū’aẓu bihī man kāna yu’minu billāhi wal-yaumil-ākhir(i), wa may yattaqillāha yaj’al lahū makhrajā(n). Wa yarzuqhu min ḥaiṡu lā yaḥtasib(u), wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh(ū), innallāha bāligu amrih(ī), qad ja’alallāhu likulli syai’in qadrā(n).

    Artinya: “Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, rujuklah dengan mereka secara baik atau lepaskanlah mereka secara baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil dari kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Yang demikian itu dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.”

    Lalu, bagaimana cara mengamalkan ayat seribu dinar tersebut?

    Cara Mengamalkan Ayat Seribu Dinar

    Cara mengamalkan ayat seribu dinar menurut sumber di atas adalah dengan dibaca secara istiqomah, terus menerus, dan mengamalkan kandungan maknanya. Yaitu dengan cara bertakwa, bertawakal, serta mengimani takdir secara benar.

    Seorang muslim tidak boleh hanya membacanya saja, namun juga harus dibarengi dengan memahami dan mengamalkan apa yang terkandung dalam ayatnya. Dan selalu percaya bahwa Allah SWT pasti akan mengabulkannya.

    1. Membaca Al-Fatihah

    Cara khusus mengamalkan ayat seribu dinar adalah dengan diawali membaca Al-Fatihah pada malam pertama dari tiap bulan kalender Hijriah dan bukan kalender masehi sebanyak 1000 kali.

    2. Membaca Al-Maidah ayat 114 Sebanyak 21 Kali

    Setelah membaca Al-Fatihah sebanyak 1000 kali, dilanjutkan dengan membaca Al-Maidah ayat 114 yang berbunyi,

    قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Arab-latin: Qāla ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā’idatam minas-samā’i takūnu lanā ‘īdal li’awwalinā wa ākhirinā wa āyatam minka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn(a).

    Artinya: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”

    Ayat ini dibaca sebanyak 21 kali.

    3. Membaca Ayat Seribu Dinar Sebanyak 21 Kali

    Setelah membaca surah Al-Maidah ayat 114 sebanyak 21 kali, kemudian dilanjutkan dengan membaca ayat seribu dinar sebanyak 21 kali juga.

    4. Membaca Asma Allah SWT Sebanyak 10 Kali

    Cara terakhir untuk mengamalkan ayat seribu dinar adalah dilanjutkan dengan membaca asma Allah SWT di bawah ini sebanyak 10 kali. Lafal tersebut berbunyi,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِسْمِكَ يَا فَتَّاحُ يَا رَزَّاقُ يَا كَرِيمُ يَا غَنِي يَا كَافِي يَا بَسِيطُ .

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu dengan nama Mu, wahai Yang memberi rezeki, wahai Yang membuka, wahai yang memberi karunia, wahai Yang Maha Kaya, wahai Yang mencukupi, wahai Yang membentangkan”.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Sujud Terakhir untuk Rezeki dan Hukumnya


    Jakarta

    Doa merupakan senjata ampuh umat Islam dalam mencari keberkahan dan kelancaran rezeki. Allah SWT telah berfirman ke dalam beberapa ayat Al-Qur’an mengenai anjuran dan keutamaan berdoa.

    Hal tersebut termaktub dalam surah Ghafir ayat 60. Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Sujud merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Membaca doa pada sujud terakhir salat merupakan salah satu cara untuk memperlancar rezeki. Berikut pilihan bacaan doa sujud terakhir yang dapat diamalkan.

    Bacaan Doa Sujud Terakhir dan Artinya

    1. Doa Sujud Terakhir Versi Pertama

    Dikutip dari buku Doa: Sebuah Petunjuk dan Contoh-contoh karya Miftah Faridl. Berikut bacaan doa sujud terakhir,

    رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

    Bacaan latin: Rabbanaa aatinaa mil ladunka rahmataw wahayyi’ lanaa min amrinaa rasyadaa. Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yuniw waj’alnaa lil muttaqiina imaa- maa. Rabbijʻalnii muqiimash shalaati wa min dzurriyyatii. Rabbanaa wa taqabbal duʻaa’

    Artinya: “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dan sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami. Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

    2. Doa Sujud Terakhir Versi Kedua

    Dikutip dari buku Kalkulator Rezeki karya Ahmad Zainal Abidin, berikut bacaan doa sujud terakhir untuk rezeki dengan bacaan Asmaul Husna,

    يَاوَهَّابُ

    Bacaan latin: Yaa Wahhab (40 x)

    Artinya: “Maha Pemberi”

    3. Doa Sujud Terakhir Versi Ketiga

    Dikutip dari buku 33 Strategi Bebas Utang Riba dari Rasulullah karya Riskaninda Maharani. Berikut bacaan doa sujud terakhir,

    الله رَبِّي لَا أَشْرِكْ بِهِ شَيْئًا.

    Bacaan latin: Allaahu rabbii. Laa usyriku bihii syai-aa. (40-100 x)

    Artinya: “Allah adalah Rabbku, aku tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (HR Abu Daud)

    Hukum Membaca Doa saat Sujud Terakhir

    Sujud merupakan salah satu waktu mustajab untuk doa. Dalam hadits disebutkan bahwa, “Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa ketika itu.”

    Merujuk pada buku Panduan Shalat Rasulullah karya Imam Abu Wafa, Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimim rahimahullah menyatakan bahwa memperlama sujud bukan termasuk sunnah. Sebab, perkara yang sunnah adalah antara gerakan salat waktunya hampir sama baik rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud sebagaimana yang dikatakan oleh Barra bin Azib RA,

    “Saya pernah salat bersama Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu saya lihat berdirinya, rukuknya, i’tidalnya, sujudnya, duduk di antara dua sujudnya, sujudnya, duduknya hingga salam dan berpaling, hampir sama (lamanya)”. (HR Muslim dan Ahmad)

    Inilah yang lebih utama. Namun, ada tempat khusus berdoa selain sujud, yaitu saat tasyahud. Ketika Rasulullah SAW mengajarkan tasyahud kepada Abdullah bin Mas’ud, beliau bersabda, “Lalu hendaknya ia memilih doa yang ia sukai.” Pada saat itulah seseorang boleh menyedikitkan doa atau memperlama setelah tasyahud akhir sebelum salam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Ada Petir sesuai Hadits Rasulullah SAW


    Jakarta

    Doa ketika ada petir dapat dibaca saat hujan. Petir atau guntur seringkali muncul ketika musim hujan dengan suara bergemuruh.

    Dalam Al-Qur’an, terkait petir disebutkan pada surah Ar Ra’d ayat 13,

    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣


    Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar Ra’d: 13)

    Petir identik dengan kilatan listrik yang disertai suara gemuruh keras. Kerap kali, petir membuat siapa saja yang mendengar dan melihatnya ketakutan.

    Doa ketika Ada Petir: Arab, Latin dan Arti

    Dikutip dari Terjemah Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, dalam kitab al-Muwatha‘, dari Abdullah bin Azzubair RA, ia berkata: ‘Sungguh, jika Rasulullah melihat petir dan mendengar guruh, beliau meninggalkan obrolan dan membaca,

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Nabi Muhammad SAW menganjurkan kaum muslimin membaca doa di atas sebanyak tiga kali, niscaya mereka akan terlindung dari petir dan suara gemuruhnya yang menakutkan. Imam Nawawi dalam Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar menyebut dalil lain yang berisi anjuran berdoa saat melihat petir berasal dari Abdullah bin Zubair RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Mahasuci Zat, yang petir selalu membaca tasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat pun bertasbih memuji-Nya karena takut kepada-Nya”. Kemudian ia berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah peringatan yang sangat keras dari Allah kepada para penghuni bumi, yaitu ancaman turunnya petir, banjir, dan sebagainya. Doa ini dikutip dari surah Ar-Ra’d ayat 13″. (HR Malik)

    Masih dari sumber yang sama, berikut doa lain yang dapat dibaca ketika mendengar petir,

    اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

    Itulah doa yang dapat dibaca ketika ada petir. Jangan lupa baca ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Mengamalkan Hasbunallah Wanikmal Wakil untuk Hajat


    Jakarta

    Hasbunallah wanikmal wakil merupakan salah satu doa tawakal yang memiliki banyak sekali manfaat terutama menjadi penolong saat ditimpa kesulitan dan menginginkan sebuah hajat. Lantas, bagaimana cara mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil untuk hajat?

    Zikir hasbunallah wanikmal wakil biasa disebut juga dengan doa tawakal. Hal ini sebagaimana dikutip dari buku Ladang-Ladang Pahala bagi Wanita karya Umi Hasunah Ar-Razi.

    Lafal doa tawakal adalah sebagaimana berikut ini:


    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ.

    Arab-latin: Hasbunallaah wani’mal wakiil

    Artinya: “Cukuplah Allah penolong bagi kami, karena Dia sebaik-baiknya penolong.”

    Doa tawakal ini diucapkan ketika seseorang sedang dilanda cemas, khawatir, dan ketika sedang menghadapi sebuah masalah. Dengan mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil, maka benih-benih keberanian akan muncul dan percaya bahwa Allah SWT selalu menyertai.

    Selain menumbuhkan keberanian saat dilanda masalah, doa ini juga akan membangkitkan seseorang yang sedang terpuruk karena masalah yang rumit.

    Cara Mengamalkan Doa Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hajat bisa diartikan sebagai maksud, keinginan, kehendak, kebutuhan, keperluan, atau keselamatan. Ketika menginginkan sesuatu maka seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa hasbunallah wanikmal wakil.

    Cara mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil untuk hajat sudah dibahas oleh Muhammad Arifin Rahman dalam bukunya yang berjudul Berlimpah Harta dengan Beragam Dzikir, Shalat, dan Puasa Khusus.

    Seseorang yang menginginkan sebuah hajat atau keinginan, kemudahan, mendapat rezeki, dan pertolongan dari Allah SWT, maka ia bisa mengamalkan doa hasbunallah wanikmal wakil sebanyak 450 kali selama sehari semalam.

    Syekh Abul Al-Hasan Asy-Syadzili mengatakan, “Barang siapa ingin dicukupi segala kebutuhannya, dilindungi dari kejelekan semua makhluk, selalu mendapat pertolongan, dan dianugerahi kekayaan, maka bacalah ‘hasbunallah wanikmal wakil’ setiap hari sebanyak 450 kali.”

    Selebihnya, seorang muslim tadi juga harus senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT agar bisa beramal saleh, menjauhi segala kemaksiatan, dan tidak malas mengerjakan kebaikan.

    Para ulama menganjurkan untuk membaca hasbunallah wanikmal wakil bukan tanpa alasan, melainkan karena banyaknya fadhilah dan manfaat yang didapat setelah mengamalkan doa ini.

    Apa saja fadhilah dan manfaat doa hasbunallah wanikmal wakil?

    Fadhilah Doa Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Berikut adalah beberapa fadhilah atau manfaat dari membaca hasbunallah wanikmal wakil sebagaimana diungkapkan oleh Syekh Abil Hasan Asy-Syadzhili yang dituliskan oleh Ahmad FAthoni El-Kaysi.

    • Orang yang mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil akan mendapat kekayaan, pertolongan Allah SWT, dan dicintai oleh orang banyak.
    • Allah SWT akan selalu melindungi dan menjaga hamba-Nya yang mengamalkan doa hasbunallah wanikmal wakil.
    • Bermanfaat untuk keberhasilan melobi para pejabat.
    • Allah SWT akan mencurahkan kemuliaan yang langgeng, perasaan dan keadaan yang berkecukupan, dan memberikan pertolongan saat terdesak.
    • Hasbunallah wanikmal wakil bermanfaat untuk menarik massa atau menambah pengikut.
    • Bisa melumpuhkan kekuatan orang zalim yang hendak berbuat buruk.
    • Akan mendapat jalan keluar saat dilanda masalah dan kebuntuan apa saja.
    • Menyelesaikan masalah yang terjadi pada dua orang atau kelompok orang.
    • Bisa menolong bila diremehkan karena miskin.
    • Mendapat rezeki dari arah yang tidak terduga.
    • Bermanfaat untuk memudahkan seseorang agar dipatuhi oleh semua orang.
    • Meredam demonstrasi.
    • Menjadikan harta benda atau tempat tinggal aman dari hama dan pencuri.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits tentang Taqwa, Disebut Sebagai Wasiat Rasulullah SAW


    Jakarta

    Hadits tentang taqwa perlu dipahami oleh kaum muslimin. Dalam Al-Qur’an, terkait taqwa disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 35,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al Maidah: 35)


    Pengertian taqwa secara bahasa ialah menjaga. Sementara itu, menurut istilah taqwa dimaknai sebagai bentuk penjagaan diri seorang hamba terhadap kemurkaan Allah SWT dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

    Mengutip buku Quantum Takwa oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab, taqwa berarti penjagaan diri terhadap sesuatu yang sifatnya mengkhawatirkan. Taqwa dapat menjadi landasan utama seorang muslim untuk meraih ridha serta ampunan Allah SWT.

    Tidak hanya melalui ayat Al-Qur’an, sifat taqwa juga dijelaskan dalam sejumlah hadits. Berikut kumpulan hadits tentang taqwa yang dinukil dari buku Metafora Hikmah: Perumpamaan dalam Alquran oleh Abi Abdullah At-Tirmidzi.

    5 Hadits yang Membahas tentang Taqwa

    1. Hadits Wasiat Bertaqwa

    Dari Abu Dzar RA, Nabi SAW pernah berpesan kepadanya:

    “Aku wasiatkan kepadamu untuk bertakwa kepada Allah dalam urusanmu yang rahasia maupun yang terang terangan. Jika kamu berdoa, berdoalah dengan baik! Janganlah kamu meminta sesuatu apapun kepada orang lain! Jangan kamu menyimpan amanat ; dan janganlah kamu memberi keputusan di antara dua orang!” (HR Ahmad)

    2. Hadits Orang Bertaqwa Dianggap Keluarga Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW pernah ditanya perihal “Siapakah yang dimaksud dengan keluarganya?”

    ‘Siapa saja yang bertakwa,’ jawab Rasulullah SAW.” (HR Baihaqi)

    3. Hadits Bertaqwa Sebagai Pesan Nabi SAW

    Hadits tentang taqwa lainnya ialah disebutkan oleh Nabi SAW sebagai pesan dari sang rasul.

    “Dari Abi Najih Al-Irbadh bin Sariyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menasehati kami dengan sebuah pesan yang membuat hati takut dan air mata berlinang. Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, wejanganmu ini seakan nasihat terakhir. Berilah kami nasihat.’ Rasulullah menjawab, ‘Aku berpesan kepadamu untuk bertakwa kepada Allah, patuh, dan taat sekalipun seorang budak Habsyi menjadi pemerintahmu.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

    4. Hadits Anjuran Bertaqwa dalam Segala Keadaan

    Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabal meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Bertakwalah kepada Allah bagaimanapun keadaanmu! Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik yang akan menghapusnya! Bergaullah dengan orang-orang dengan akhlak yang baik.” (HR At-Tirmidzi)

    5. Hadits Taqwa Termasuk Doa Nabi Muhammad SAW

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nabi SAW berdoa:

    “Ya Allah, datangkan untuk diriku ketaqwaannya! Sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah yang terbaik yang menyucikannya! Engkaulah penolong dan penguasanya.” (HR Ahmad)

    Itulah sejumlah hadits yang membahas tentang taqwa. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa, Aamiin ya rabbal alamin.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bacaan Doa Pagi Sesuai Anjuran Rasulullah dan Keutamaannya



    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa pada waktu pagi. Doa ini bisa dibaca sebelum memulai aktivitas agar senantisa mendapat perlindungan dari Allah SWT.

    Allah SWT menganjurkan hamba-Nya untuk membaca doa setiap waktu, termasuk ketika pagi hari. Anjuran-anjuran tersebut termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Berikut beberapa ayat yang menerangkan tentang doa di pagi hari.

    Surah Thaha ayat 130

    فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى ١٣٠


    Artinya: “Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.”

    Surah Al A’raf ayat 205

    وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ ٢٠٥

    Artinya: “Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.”

    Surah Shad ayat 18

    اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ ١٨

    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi.”

    Bacaan Doa Pagi Sesuai Anjuran Rasulullah

    Terdapat beberapa doa pagi yang dibaca oleh Rasulullah SAW. Dikutip dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan, berikut bacaan doa pagi Rasulullah SAW:

    1. Doa pertama

    أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلَامِ وَكَلِمَةِ الإخلاصِ وَدِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

    Bacaan latin: Asbahnaa ‘ala fithrotil islaami wa kalimatil ikhlash, wa diini nabiyyinaa muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa millati abiina ibroohiima, wamaa anaa minal musyrikiin

    Artinya: “Kami menjalani pagi hari di atas kesucian (fitrah) Islam, di atas kalimat ikhlas, di atas agama nabi kami Muhammad saw, dan di atas millah (agama) bapak kami Ibrahim. Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (HR An Nasai)

    2. Doa kedua

    اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ

    Bacaan latin: Allaahumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wabika namuutu wa ilaikan nusyuur

    Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami menjalani waktu pagi dan sore, dan dengan pertolongan-Mu kami hidup dan mati, dan kepada- Mu tempat kami kembali.” (HR An Nasai)

    3. Doa ketiga

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ وَفِتْنَةٍ فِي الدُّنْيَا وَعَذَابِ فِي النَّارِ

    Bacaan latin: Amsainaa wa amsal mulku lillaahi walhamdulillaahi laa ilaaha illallahahu wahdahu laa syariikalahu, allaahumma inni a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa suu’il kibari wa fitnatin fiddun yaa wa ‘adzaabin finnaar

    Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami menjalani waktu sore dan di sore hari kekuasaan bagi-Mu ya Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang wajib disembah kecuali Engkau yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut, kikir, jeleknya sifat sombong, fitnah waktu di dunia, dan dari siksa api neraka.” (HR An Nasai)

    Keutamaan Membaca Doa Pagi

    Dirangkum dari buku Al-Matsurat Qubro & Dzikir Asmaul Husna, berikut keutamaan membaca doa dan dzikir pagi dan petang:

    1. Ibadah yang mulia

    Berdoa menjadi amalan yang mulia, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. HR. Timidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

    2. Dicintai Allah SWT

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya”. (HR Tirmidzi)

    3. Meningkatkan ketakwaan

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya : Apa yang dimaksud tergesa-gesa ? Beliau menjawab : ” Dia berkata ; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa”. (HR Muslim)

    4. Dijauhkan dari keburukan

    Dari Ubadah bin Shamit ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak ada seorang muslim berdoa kepada Allah di dunia dengan suatu permohonan kecuali Allah akan mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya, selagi tidak berdoa sesuatu dosa atau pemutusan kerabat. Ada seorang laki-laki dari suatu kaum berkata : Jikalau begitu saya akan memperbanyak (doa). Beliau bersabda : ‘”Allah mengabulkan doa lebih banyak daripada yang kalian minta”. (HR. Tirmizi)

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Selamat dan Tolak Bala, Muslim Bisa Amalkan Setiap Hari



    Jakarta

    Doa selamat dan tolak bala adalah doa yang ditujukan untuk mendapat perlindungan dari Allah SWT. Amalkan doa-doa ini agar hidup selalu dilindungi oleh-Nya!

    Doa adalah ucapan yang diungkapkan oleh seorang hamba kepada tuhannya yang berisi tentang harapan, permintaan, dan permohonan, dengan tujuan agar dikabulkan oleh Allah SWT.

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memanjatkan doa kepada-Nya. Ketika seseorang tidak mau berdoa, berarti ia telah meninggalkan perintah-Nya. Hal ini sebagaimana dikutip dari buku Rahasia Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah oleh Fahruddin Ghozy.


    Perintah berdoa kepada Allah SWT tercantum dalam Al-Qur’an surah Gafir ayat 60 yang berbunyi,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Berdoa bisa tentang apa saja sesuai dengan permintaan dan kebutuhan seorang hamba. Oleh karena itu, tak jarang seseorang juga berdoa untuk meminta keselamatan dan perlindungan. Lantas, bagaimana doa keselamatan dan tolak bala tersebut?

    Berikut, beberapa doa keselamatan dan tolak bala yang bisa detikHikmah rangkumkan.

    Doa Keselamatan dan Tolak Bala

    Diambil dari arsip detikHikmah, doa keselamatan dan tolak bala yang dikeluarkan oleh NU adalah sebagaimana berikut ini:

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah.

    Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anna bi haqqil qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah.

    Ghafarallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil; izzati ‘an ma yashifun, wa salamun a’alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu surga.

    Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hal Al Qur’an yang agung dan derajat Nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhan, Tuhan keagungan dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada Rasul. Segala puji bagi Allah, semesta alam.

    Doa Tolak Bala

    Doa tolak bala secara khusus tercantum dalam buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya Hamdan Hamedan. Doa tersebut berbunyi:

    اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةٌ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya: Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

    Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat

    Selanjutnya, di dalam Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan sudah dicantumkan sebuah doa meminta keselamatan kepada Allah SWT yang diriwayatkan oleh Nasai. Doa itu berbunyi:

    اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Alloohumma aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil aakhiroti hasanatan wa qinaa adzaaban naari

    Artinya: Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. (HR An-Nasai)

    Doa Meminta Perlindungan Allah SWT

    Puspa Swara dan Ibnu Wathiniyah turut mencantumkan sebuah doa untuk mohon perlindungan kepada Allah SWT dalam buku mereka yang berjudul Majmu’ Syarif (Perempuan). Doa tersebut berbunyi:

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja-‘altahu sahlaa, wa anta taj-‘alul hazna idza syi-ta

    sahlaa.

    Artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan). Jika Engkau kehendaki, pasti akan menjadi mudah.

    Doa Keselamatan Diri dari Kesulitan Hidup

    Doa keselamatan diri dari kesulitan hidup ini diucapkan oleh Rasulullah SAW setelah orang-orang munafik mencerca beliau karena dianggap serakah karena tidak puas hanya dengan kemenangan kota Makkah. Padahal beliau hanya menyampaikan bahwa suatu saat imperium Romawi dan Persia akan jatuh pada kekuasaan Islam.

    Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Doa Harian: yang Dianjurkan Para Nabi dan Orang Saleh karya Tim Lentera Hati. Ketika itu, Rasulullah SAW di mengucapkan doa yang berbunyi,

    قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Qulillāhumma mālikal-mulki tu’til-mulka man tasyā’u wa tanzi’ul-mulka mim man tasyā'(u), wa tu’izzu man tasyā’u wa tużillu man tasyā'(u), biyadikal-khair(u), innaka ‘alā kulli syai’in qadīr(un). Tūlijul-laila fin-nahāri wa tūlijun-nahāra fil-laili wa tukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa tarzuqu man tasyā’u bigairi ḥisāb(in).

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.” (QS Ali-Imran : 26-27)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sujud Terakhir dalam Salat, Boleh dengan Bahasa Indonesia?


    Jakarta

    Saat sujud terakhir, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Namun, bolehkah berdoa saat sujud terakhir dengan bahasa Indonesia?

    Rasulullah SAW dan Allah SWT telah memerintahkan muslimin untuk memperbanyak berdoa dalam kehidupan sehari-hari terutama di waktu-waktu mustajab.

    Salah satu waktu atau kondisi yang mustajab dalam memanjatkan doa kepada Allah SWT adalah ketika sujud dalam salat. Sujud yang utama adalah sujud yang terakhir. Hal ini juga termasuk salah satu sunah dalam sujud.


    Dikutip dari buku Fiqh Shalat Terlengkap oleh Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, umat Islam disunahkan untuk memperbanyak doa memohon kebaikan dunia dan akhirat saat sujud dalam salat.

    Dalam sujud ini Rasulullah SAW sudah mengajarkan banyak sekali doa-doa ma’tsur yang bisa diamalkan. Namun, jika tidak hafal bolehkah berdoa saat sujud terakhir dengan bahasa Indonesia?

    Bolehkah Berdoa saat Sujud Terakhir dengan Bahasa Indonesia?

    Tidak semua orang di dunia ini bisa berbahasa Arab. Tentu untuk berdoa dalam sujud terakhir dalam bahasa Arab menjadi hal yang sulit bagi sebagian orang, terutama orang Indonesia. Lalu, bolehkah berdoa saat sujud terakhir dengan bahasa Indonesia?

    Masih melansir sumber sebelumnya, ada dua pendapat di kalangan ulama mengenai doa ma’tsur dalam sujud terakhir salat.

    Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad berpendapat, berdoa dengan bahasa selain Arab, termasuk doa yang bukan ma’tsur (yang diajarkan Rasulullah SAW) hukumnya haram.

    Pendapat ini menyebutkan bahwa muslim tidak boleh mengarang doanya sendiri (tidak ma’tsur) untuk meminta sesuatu kepada Allah SWT. Jika dirinya tetap mengarangnya dengan bahasa selain Arab maka salatnya menjadi tidak sah atau batal.

    Terlebih lagi dijelaskan dalam buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2 karya Wahbah Az-Zuhaili bahwa berdoa dalam salat dengan doa yang menyerupai ucapan bias tidak diperbolehkan. Misalnya, seseorang berdoa, “Ya Allah, berilah aku ini, berilah aku itu” atau “Ya Allah, nikahkanlah aku dengan si fulanah.” Doa seperti ini hukumnya disebut makruh tahrim dan dapat membatalkan salat.

    Ulama-ulama yang berpendapat demikian mendasarkan hukum ini berdasarkan hadits riwayat Muslim yaitu, “Salat itu tidak sah jika di dalamnya terdapat ucapan manusia, karena salat itu tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an.”

    Sementara itu, pendapat lainnya disebutkan oleh sebagian ulama lain di luar ulama-ulama mazhab Hanafiyah, membolehkan orang salat untuk berdoa sesuai keinginannya. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Ibnu Mas’ud yang berbunyi, “Kemudian pilihlah doa yang diinginkan dan memohonlah dengan doa tersebut.”

    Riwayat lain menyebutkan, “Kemudian berdoalah sesuai keinginan hati.” Atau riwayat lain yang berbunyi, “Setelah itu pilihlah doa yang dikehendakinya.”

    Oleh sebab itu ulama lain seperti ulama mazhab Syafi’iyyah, Abu Yusuf, dan Muhammad berpendapat, berdoa di dalam salat boleh menggunakan bahasa selain bahasa Arab,termasuk dalam sujud terakhir.

    Ketentuan ini ditujukan terutama untuk orang yang tidak mampu berbahasa Arab. Mereka boleh berdoa menggunakan bahasa yang ia bisa.

    Sementara itu, untuk orang yang bisa berbahasa Arab, lebih baik ia tidak menggunakan bahasa selain Arab. Hal ini lebih shahih hukumnya karena tidak ada uzur baginya.

    Doa Ma’tsur saat Sujud Terakhir dari Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW sudah mencontohkan beberapa doa yang bisa dibaca pada saat sujud terakhir. Doa ini dikenal dengan sebutan doa yang ma’tsur. Berikut contohnya.

    1. Doa Sujud Terakhir Versi Pertama

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: Ya Allah, berilah kami kebaikan dalam kehidupan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksaan api neraka.

    2. Doa Sujud Terakhir Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku telah banyak berbuat aniaya kepada diriku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. Oleh karena itu berikanlah ampunan kepadaku, dan sayangilah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Penyayang.

    3. Doa Sujud Terakhir Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, siksa kubur. Aku berlindung dari fitnah hidup, dan mati serta dari kejahatan Dajjal.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Mensyukuri Nikmat, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Sebagai seorang hamba, sudah sepatutnya kita bersyukur atas nikmat dan rezeki yang Allah SWT berikan. Nikmat yang diberikan tidak hanya harta, melainkan juga kesehatan dan lain sebagainya.

    Cara bersyukur kepada Allah SWT juga dapat dilakukan dengan memanjatkan doa kepada-Nya. Allah SWT bahkan berjanji menambah kenikmatan bagi hamba-Nya yang bersyukur.

    Dalam surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman:


    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

    Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

    Kumpulan Doa Mensyukuri Nikmat

    Mengutip buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI serta buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun oleh H Hamdan Hamedan MA, berikut sejumlah doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin dalam mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan.

    1. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Pertama

    Doa mensyukuri nikmat tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surat An Naml ayat 19:

    فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

    Arab latin: Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    2. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Kedua

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي شَكُورًا وَاجْعَلْنِي صَبُوْرًا وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنَيَّ صَغِيرًا وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيرًا.

    Arab latin: Allaahummaj-‘alnii syakuuran waj-‘alnii shabuuran waj-‘alnii fii ‘ainayya shaghiiran, wa fii a’yunin-naasi kabiiraa.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur kepada-Mu, sabar menerima cobaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku sendiri, tetapi besar dalam pandangan orang lain.”

    3. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأمْرِ وَالْعَزِيمَةِ عَلَى الرَّهْدِ وَأَسْأَلُكَ مُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا وَلِسَانًا صَادِقًا.

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri wal ‘aziimati ‘alar-rusydi wa as-aluka syukra ni’matika wa husna ‘ibaadatika wa as-aluka qalban saliiman wa lisaanan shaadiqan.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kemantapan dalam setiap urusan, dan aku memohon kepada-Mu niat yang kuat untuk mendapatkan petunjuk-Mu, dan aku memohon kepada-Mu untuk mampu mensyukuri nikmat-Mu dan kebaikan melakukan ibadah, dan aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang mampu berkata jujur.” (HR. Nasa’i no. 1.304)

    4. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Keempat

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِالنَّهَارِ وَجَاءَ بِاللَّيْلِ سَكَنًا نِعْمَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا لَكَ مِنَ الشَّاكِرِينَ الْحَمْدُ اللَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي يَوْمِي هَذَا فَرُبَّ مُبْتَلًى قَدِ ابْتُلِيَ فِيمَا مَضَى مِنْ عُمْرِي ، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِيمَا بَقِيَ مِنْهُ وَفِي الْآخِرَةِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Alhamdulillahil ladzi dzahaba bin nahar wa jaa bil laili sakanan ni’matan minhu wa fadhlan. Allahummaj’alna laka minasy syakirin. Alhamdulillaahil ladzi ‘afani fi yaumi hadza farubba mubtalan qad ibtuliya fima madla min ‘umri. Allahumma ‘afini fima baqiya minhu wa fil akhirati wa qina ‘adzaban nar.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan siang hari dan mendatangkan malam untuk waktu beristirahat sebagai nikmat dan karunia dari-Nya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang bersyukur kepada-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan aku hari ini. Telah banyak cobaan yang telah aku jalani dari umurku. Ya Allah, sehatkan aku dari sisa umurku, dan dikhirat lindungilah aku dari siksa neraka.”

    5. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Kelima

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شريكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الفكر.

    Arab latin: Allaahumma maa ashbaha bii min ni’matin au bi-ahadin min khalqika fa minka wahdaka laa syariika laka fa lakal hamdu wa lakasy syukru.

    Artinya: “Ya Allah, nikmat apa pun yang ada padaku di waktu pagi atau yang ada pada setiap makhluk-Mu, semuanya hanya dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu segala syukur.” (HR Abu Dawud no. 5.073 & HR. Baihaqi no. 4.459)

    Itulah deretan doa yang dapat dipanjatkan untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com