Category: Doa Hadits

  • 7 Dalil Matahari Terbit dari Barat Jadi Tanda Kiamat


    Jakarta

    Kiamat merupakan hari kehancuran alam semesta dan seisinya. Kiamat akan datang dengan beberapa tanda, salah satunya matahari terbit dari barat.

    Terbitnya matahari dari barat sebagai salah satu tanda kiamat ini disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Merujuk pada Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam karya Abdul Wahab Abdussalam Thawilah yang diterjemahkan Subhanur, berikut dalilnya.

    Dalil Al-Qur’an Matahari Terbit dari Barat

    Surah Al-An’am Ayat 158

    Allah SWT berfirman,


    هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ اَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ ۗيَوْمَ يَأْتِيْ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا اِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ اٰمَنَتْ مِنْ قَبْلُ اَوْ كَسَبَتْ فِيْٓ اِيْمَانِهَا خَيْرًاۗ قُلِ انْتَظِرُوْٓا اِنَّا مُنْتَظِرُوْنَ ١٥٨

    Artinya: “Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dalam masa imannya itu. Katakanlah, “Tunggulah! Sesungguhnya Kami pun menunggu.”

    Jumhur mufassir menafsirkan maksud firman Allah SWT tersebut adalah matahari terbit dari barat.

    Dalil Hadits Matahari Terbit dari Barat

    Hadits Riwayat Ahmad dan Tirmidzi

    Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda tentang ayat: “Pada hari datangnya beberapa ayat dari Tuhanmu.” Maksudnya adalah matahari terbit dari barat. (HR Ahmad dan Tirmidzi)

    Hadits 6 Perawi kecuali Tirmidzi

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Jika matahari telah terbit dan manusia menyaksikannya, lalu spontan mereka beriman secara bersama-sama maka saat itu tidak bermanfaat iman seseorang untuk dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (HR enam perawi kecuali Tirmidzi)

    Hadits Riwayat Muslim, Ahmad, Hakim, Abdu bin Humaid, dan Ibnu Mardawih

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah kaian beramal saleh sebelum terjadi enam perkara: matahari terbit dari arah barat, (turun) kabut tebal, Dajjal, hewan melata, kematian, dan kiamat.” (HR Muslim dan lainnya)

    Hadits Riwayat An-Nasa’i, Ibnu Majah, Dari Quthni, dan Tirmidzi

    Dari Shafwan bin Asal RA, Rasulullah SAW bersabda, “Allah memiliki sebuah pintu tobat di ufuk barat (luasnya sepanjang perjalanan 70 tahun), pintu itu tidak ditutup sebelum matahari terbit dari arah pintu itu (barat), sesuai dengan firman Allah SWT: ‘Pada hari datangnya beberapa ayat dari Tuhanmu’.” (HR An-Nasa’i dan lainnya)

    Hadits Riwayat Muslim

    Dari Abu Dzar RA, pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kalian tahu kemana matahari pergi?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Lalu beliau bersabda, “Matahari beredar hingga ke tempat peredarannya di bawah ‘Arasy, lalu ia menunduk bersujud, dan matahari tetap bersujud sehingga dikatakan kepadanya, “Angkatlah, kembalilah dari arah kamu tiba.” Lalu matahari kembali terbit di timur, kemudian beredar, tak seorang pun manusia yang mengingkari hal ini sehingga matahari tiba di tempat peredarannya di bawah ‘Arasy, lalu dikatakan kepadanya, “Angkatlah, engkau telah diperkenankan terbit dari barat sehingga matahari terbit di barat, apakah kalian tahu kapan itu terjadi? (yaitu) ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (HR Muslim)

    Hadits Riwayat Ahmad, Muslim, dan Ahli Sunan

    Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari RA, Rasulullah SAW bersabda, “Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum melihat sepuluh tanda, lalu ia menyebutkan (antara lain) awan tebal, keluarnya Dajjal, keluarnya hewan melata, matahari terbit dari barat, keluarnya Yakjuj dan Makjuj, turunnya Isa bin Maryam, tiga kali gempa, yaitu di ufuk timur, ufuk barat, dan di kawasan Arab, dan api keluar dari lembah ‘Adn yang menggiring manusia, (api itu) tidur di malam hari bersama mereka di mana pun mereka tidur, dan istirahat di siang hari di mana pun mereka beristirahat.” (HR Ahmad dan lainnya)

    Kepastian datangnya kiamat dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al Hajj ayat 7. Meski demikian, tak ada yang tahu kapan hari tersebut akan tiba kecuali Allah SWT. Allah SWT berfirman,

    وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ ٧

    Artinya: “Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Rajab Arab, Latin dan Artinya Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Umat Islam yang tengah menjalankan puasa Rajab bisa membaca doa buka puasa Rajab setelah tiba waktu Maghrib. Sebab, doanya orang yang puasa ketika berbuka itu mustajab.

    Disebutkan dalam Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa’il wa Thuruq wa Amaliyah karya Raghib As-Sirjani yang diterjemahkan Andi Muhammad Syahrir, keutamaan doanya orang berpuasa ketika berbuka disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al Ashr RA, ia mengatakan mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ لِلصَّابِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ


    Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka: doa yang tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah dalam kitab Ash-Shiyam. Al-Bushiri mengatakan sanadnya shahih dan Ibnu Asakir menyatakan hadits ini hasan)

    Imam Ahmad dan lainnya turut mengeluarkan hadits yang menyebut doanya orang yang berpuasa tidak akan tertolak. Rasulullah SAW bersabda,

    ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزْنِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

    Artinya: “Ada tiga orang yang tidak ditolak doanya: imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa orang dizalimi, Allah akan mengangkatnya di atas awan, dan membukakan untuknya pintu-pintu langit dan berkata, ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu walaupun setelah saat ini’.”

    Hadits tersebut diriwayatkan Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, At-Tirmidzi dalam kitab Ad-Da’wat dan ia mengatakan hadits ini hasan, Ibnu Hibban dalam bab Shiyam, Al Baihaqi dalam kitab Al-Kubra dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah.

    Doa Buka Puasa Rajab

    Imam an-Nawawi dalam kitab Al Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha memaparkan sejumlah doa buka puasa yang dibaca Rasulullah SAW. Berikut bacaan doa buka puasa Rasulullah SAW:

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud)

    Dalam Sunan Abu Dawud juga terdapat hadits dari Muadz bin Zuhrah yang mengatakan bahwa Nabi SAW jika telah berbuka puasa beliau membaca doa:

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    Allahumma laka shumtu a ‘alaa rezekika afthartu

    Artinya: “Ya Allah, untukmu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.”

    Selain itu, Imam an-Nawawi juga meriwayatkan doa buka puasa dalam kitab Ibnu Sunni, dari Ibnu Abbas RA, “Jika Rasulullah SAW berbuka puasa beliau membaca:

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Dalam kitab Ibnu Sunni juga terdapat bacaan doa buka puasa versi lainnya yang berasal dari riwayat Muadz bin Zuhraj, berikut bacaannya,

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصَمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

    Alhamdulillaahil ladzii a’aani fashamtu wa razaqanii fa afthartu

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa dan telah memberikan rezeki kepadaku sehingga aku dapat berbuka.”

    Sejumlah doa buka puasa di atas tidak spesifik untuk puasa Rajab saja melainkan doa buka puasa secara umum yang bisa dibaca baik dalam puasa wajib maupun sunnah.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan dan Keutamaan yang Terkandung


    Jakarta

    Doa kedua orang tua dipanjatkan sebagai tanda bakti anak terhadap ayah dan ibunya. Mendoakan orang tua dapat dilakukan ketika mereka hidup maupun sudah meninggal dunia.

    Berbakti kepada orang tua tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits, salah satunya surah Luqman ayat 14.

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ


    Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

    Lantas, doa seperti apa yang dapat dipanjatkan untuk kedua orang tua?

    Doa Kedua Orang Tua: Arab, Latin dan Artinya

    Mengutip dari buku Doa Yuk: Kumpulan Doa Sehari-Hari untuk Pembentukan Karakter Anak oleh Mochamad Soleh, berikut doa kedua orang tua yang dapat dipanjatkan.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Arab latin: Allahummaghfirlii waliwaalidayya war ham humaa kama rabbayaanii shagiiraa

    Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”

    Selain itu, ada juga doa kedua orang tua versi lainnya yang merujuk pada surah Al Isra ayat 24.

    رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرً

    Arab latin: Rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā

    Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

    Disebutkan dalam buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya: Kekuatan Doa Orang Tua Bisa Mengubah Takdir, Bahkan Menghidupkan Anak yang Sudah Mati susunan Aulia Fadli, doa kedua orang tua juga bersumber dari firman Allah SWT dalam surah Ibrahim ayat 41.

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

    Arab latin: Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb(u).

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

    Keutamaan Mendoakan Orang Tua

    Mendoakan orang tua menjadi salah satu bakti seorang anak. Ada keutamaan yang terkandung di dalamnya, salah satunya termasuk sebagai amal yang paling utama seperti disebutkan dalam hadits..

    Dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah, apakah amal paling utama?’ ‘Salat pada waktunya,’ Jawab Rasul. a bertanya lagi, ‘Lalu apa?’ ‘Lalu berbakti kepada kedua orang tua,’ jawabnya. Ia lalu bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ ‘Jihad di jalan Allah,’ jawabnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Selain itu, doa anak yang berbakti kepada orang tuanya menjadi doa yang mustajab. Mendoakan kedua orang tua yang masih hidup tergolong sebagai salah satu bentuk bakti anak kepada ibu bapak yang paling utama. Keutamaannya bahkan melebihi jihad fii sabilillah di medan perang.

    Itulah doa kedua orang tua dan keutamaan di baliknya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Sungai Eufrat Mengering Disebut Jadi Tanda Kiamat, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Mengeringnya Sungai Eufrat disebut jadi salah satu tanda kiamat. Setelah itu, akan muncul gunung emas di wilayah tersebut.

    Sungai Eufrat adalah sungai yang terletak di Timur Tengah, memanjang melintasi tiga negara yakni Turki, Suriah, dan Irak. Menurut buku The Tigris & Euphrates River karya Shane Mountjoy, sungai ini mengalir dari dataran tinggi Turki Timur sejauh 1.739 mil.

    Menjelang datangnya kiamat, Sungai Eufrat akan mengering. Hal ini dikatakan dalam hadits yang dikeluarkan Imam Muslim sebagaimana dinukil Muhammad al ‘Areifi dalam Nihayatul ‘Alam yang diterjemahkan Zulfi Askar. Imam an-Nawawi turut menukil hadits ini dalam kitab Riyadhus Shalihin.


    Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab RA, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو

    Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi sampai al-Furat (Sungai Eufrat) mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat’.” (HR Muslim)

    Dalam riwayat lain yang berasal dari Abu Hurairah RA dikatakan Rasulullah SAW bersabda,

    عَنْ أَبِي هُرَيرَةَ قالَ: قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: “يُوشِكُ الفُرَاتُ يَحْسِرُ عن كَنْزِ مِنْ ذّهَبِ، فَمَنْ حَضَرَهُ فَلاَ يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئاً .

    Artinya: “Hampir terbuka al-Furat dengan (berisi) simpanan emas. Siapa yang mendatanginya jangan sekali-kali mengambilnya.” (HR At-Tirmidzi)

    Imam an-Nawawi menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim sebagaimana dinukil Brilly El-Rasheed dalam Al-Jannah: Misteri Sugra Terungkap di Akhir Zaman, makna mengeringnya Sungai Eufrat dalam hadits tersebut adalah terbukanya dasar sungai karena airnya surut. Kata Imam an-Nawawi, bisa jadi ini karena adanya perubahan aliran sungai.

    Lebih lanjut Imam an-Nawawi menjelaskan, kekayaan atau gunung emas tertimbun tanah dan tidak diketahui keberadaannya. Jika aliran sungai berubah atau karena sebab lain, maka tanah yang menimbun gunung emas itu akan terkikis dan emas pun akan tampak.

    Menurut pendapat Abu ‘Ubaidah dalam ta’liq-nya terhadap kitab An-Nihayah Fi Al-Fitan wa Al-Malahim karya Ibnu Katsir, gunung emas yang disebut dalam hadits tanda kiamat ini adalah kiasan. Contohnya, gunung emas bisa saja dikiaskan dengan minyak bumi karena keduanya memiliki nilai manfaat yang sama.

    Wallahu a’lam.

    Selanjutnya Sungai Eufrat diprediksi mengering total pada 2040>>>

    Prediksi Sungai Eufrat Mengering Sepenuhnya pada 2040

    Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang turut mengkaji Sungai Eufrat menyebut Sungai Eufrat berisiko mengering akibat perubahan iklim. Suhu di timur laut Suriah mengalami peningkatan satu derajat dibandingkan 100 tahun lalu dan rata-rata curah hujan menurun sebesar 18 milimeter per bulan per abad.

    Perdana Menteri Irak Mohammed Shia’ Al Sudani menyebut negara-negara di kawasan Sungai Eufrat dan Tigris akan mengalami “bencana lingkungan” yang parah jika masyarakat internasional gagal kembali ke jalur yang benar untuk mengekang perubahan iklim.

    “Bencana lingkungan hidup akan lebih parah bagi Irak dan negara-negara di kawasan ini, dengan kenaikan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang membuat kehidupan normal menjadi sangat sulit, bahkan hampir mustahil,” ujar Al Sudani saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-78 di New York pada 22 September 2023 lalu, lapor Arab News.

    Kementerian Sumber Daya Air Irak dalam laporannya pada 2021 memperingatkan bahwa Sungai Eufrat dan Tigris akan mengering sepenuhnya pada 2040 akibat kekeringan yang berkepanjangan dan penurunan permukaan air yang disebabkan oleh perubahan iklim.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Rajab dan Keutamaannya


    Jakarta

    Bulan Rajab menjadi salah satu ajang mencari kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yaitu, berpuasa sunnah di bulan Rajab.

    Hal itu juga dikuatkan oleh kebiasaan Rasulullah SAW untuk berpuasa pada Rajab. Berikut bunyi haditsnya,

    حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا عِيسَى، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ، – يَعْنِي ابْنَ حَكِيمٍ – قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صِيَامِ رَجَبَ، فَقَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ


    Artinya: Dinarasikan ‘Uthman bin Hakim, “Saya bertanya apda Sa’id bin Jubair tentang puasa selama Rajab. Dia mengatakan: ‘Ibnu ‘Abbas berkata Rasulullah SAW biasa berpuasa selama beberapa hari hingga kami berpikir dia tidak akan berhenti, dan dia tidak berpuasa selama beberapa hari hingga kami berpikir dia tidak akan berpuasa.” (HR Abu Daud)

    Bulan Rajab adalah salah satu bulan suci urutan ke-7 dalam kalender Islam. Bulan Rajab termasuk bulan yang mulia. Selain terdapat peristiwa Isra Mi’raj di bulan Rajab, perintah salat juga diwajibkan pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda,

    “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.”

    Dilansir Abdullah bin Abdul Aziz At-Tuwaijiry dalam buku Ritual Bid’ah dalam Setahun, tidak ada pengamalan puasa Rajab yang secara khusus dianjurkan muslim. Sebaliknya, puasa Rajab yang dapat diamalkan muslim di antaranya puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis dan puasa Ayyamul Bidh. Adapun bacaan doa berbukanya dapat disimak pada ulasan berikut.

    Doa Buka Puasa Rajab

    Dikutip dari buku Magnet Rezeki Keluarga oleh Ustadz Arifin Ibnu Jumani, berikut bacaan doa berbuka puasa sunnah:

    اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu. Dzahabazh-zhama-u wab-tallatil ‘uruuqu watsabatal ajru insyaa-allaah.

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat, serta telah ditetapkan pahala, insyaAllah.”

    Setelah membaca doa berbuka puasa, dilanjutkan dengan membaca doa sebelum makan:

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، بِسْمِ اللَّهِ

    Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa adzaaban naar, bismillaah.

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang telah Engkau karuniakan dan lindungilah kami dari siksa neraka. Dengan menyebut nama Allah.”

    Doa tersebut penting dibaca oleh umat muslim agar Allah SWT memberikan karunia dan keberkahan-Nya kepada hamba-Nya. Bahkan, barang siapa yang membaca doa sebelum makan, niscaya ia juga akan mendapatkan perlindungan Allah SWT dari siksa neraka yang pedih.

    Rasulullah SAW dalam haditsnya memberi pedoman waktu untuk berbuka puasa dapat disesuaikan pada masing-masing wilayah. Beliau menyebutkan, waktu berbuka puasa pada saat memasuki waktu Magrib atau saat awal tenggelamnya matahari.

    إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

    Artinya: “Jika malam telah datang dari sini dan siang telah tertutup dari sini, serta matahari terbenam, itulah waktu berbuka bagi yang berpuasa.” (HR Bukhari)

    Keutamaan Puasa Rajab

    Merujuk pada buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah oleh Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari, salah satu cara menunjukkan cinta seorang hamba kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW pada bulan Rajab adalah dengan melaksanakan puasa sunah. Sebab, puasa sunah di bulan Rajab memiliki keutamaan yang sangat istimewa.

    Rasulullah SAW menyatakan orang yang melaksanakan puasa pada bulan Rajab akan mendapatkan manisnya hidangan surga. Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits,

    “Sesungguhnya di surga ada suatu sungai yang bernama Rajab. Warnanya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada manu. Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa Sebelum Ujian, Panjatkan agar Diberi Kelancaran


    Jakarta

    Doa sebelum ujian dapat dibaca pelajar ketika hendak mengerjakan ulangan. Tujuannya sendiri agar Allah SWT memberi kemudahan dan ujian berlangsung dengan lancar.

    Pada dasarnya, sebagai hamba Allah SWT sudah sepatutnya kaum muslimin memanjatkan doa. Hal ini tercantum dalam surah Al Mu’min ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Doa Sebelum Ujian: Arab, Latin dan Terjemahnya

    Berikut kumpulan doa sebelum ujian yang bisa dibaca sebagaimana dinukil dari Kitab Doa Mustajab Terlengkap susunan Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha.

    1. Doa Sebelum Ujian Versi Pertama

    بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِينَ

    Arab latin: Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimil ‘aziizil ‘aliimi ‘adada kulli harfiin kutiba wa yuktabu abadal abidiina wadahrad daahiriina

    Artinya: “Dengan menyebut asma Allah, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha Mengetahui bilangan huruf yang telah ditulis dan sedang serta akan ditulis sepanjang masa.”

    2. Doa Sebelum Ujian Versi Kedua

    اللَّهُمَّ بِحُبِّ ذَاتِكَ تَحَصِّنَّ يَا اَللهُ لا إلهَ إِلَّا اللَّهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ حَقًّا وَصِدْقًا

    Arab latin: Allaahumma bihubbi dzaatika tahashshinna yaa allah, laa ilaaha illallahu sayyidunaa muhammadur rasuulullaahi haqqan wa sidqan

    Artinya: “Ya Allah, dengan mencintai Dzat-Mu, kuatkanlah kami ya Allah, tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang benar dan yang haq.”

    3. Doa Sebelum Ujian Versi Ketiga

    قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
    وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
    وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
    يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

    Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaha: 25-28)

    4. Doa Sebelum Ujian Versi Keempat

    رَبِّ يَسِّرْ وَأَعِنْ وَلَا تُعَسِّرْ

    Arab latin: Rabbi yassir wa a’in wa laa tu’assir

    Artinya: “Wahai Rabb-ku, mudahkanlah (urusanku). Bantulah aku, jangan Engkau persulit.”

    5. Doa Sebelum Ujian Versi Kelima

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الحَكِيمُ

    Arab latin: Subhaanakallaahumma laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa’allimnaa maa yanfa’unaa wa baarik lanaa fii maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiimu

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak akan memiliki ilmu kecuali Engkau mengajari kami, maka ajarilah kami ilmu yang bermanfaat bagi kami dan berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau ajari untuk kami. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.”

    6. Doa Sebelum Ujian Versi Keenam

    اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

    Arab latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    7. Doa Sebelum Ujian Versi Ketujuh

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Arab latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

    Itulah doa sebelum ujian yang dapat dibaca. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus untuk Hajat Mendesak dan Keutamaannya


    Jakarta

    Doa merupakan permohonan seorang hamba terhadap Allah SWT Yang Maha Pendengar, termasuk segala kebutuhan dan hajat seorang muslim. Hajat tersebut dapat dicapai dengan berusaha dan berdoa.

    Salah satu doa yang dapat diamalkan muslim bila memiliki hajat yang mendesak adalah membaca doa Nabi Yunus AS. Doa tersebut termaktub dalam surah Al-Anbiya ayat 87. Berikut bacaan doa selengkapnya.

    Doa Nabi Yunus AS untuk Hajat Mendesak

    Merujuk pada buku Mutiara Doa Para Nabi dan Rasul dari Al-Qur’an dan Hadis oleh Ahmad Suhendra, doa ini diamalkan Nabi Yunus AS saat ditelan paus untuk meminta pertolongan Allah SWT.


    لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Bacaan latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    Doa Nabi Yunus AS tersebut merupakan potongan dari surah Al Anbiya ayat 87. Allah SWT berfirman,

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧

    Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim’.”

    Dalam riwayat lain, Rasulullah juga mengungkapkan keistimewaan lain doa Nabi Yunus AS. Doa ini disebut dapat mengabulkan permohonan seorang muslim kepada Allah SWT.

    دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

    Artinya: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin’ Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR At Tirmidzi)

    Latar belakang doa tersebut bermula saat Nabi Yunus AS berusaha mengajak kaumnya untuk menyembah Allah SWT. Bukannya mengikuti ajakannya, kaumnya justru menolak Nabi Yunus AS.

    Kemudian Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya dengan menaiki sebuah kapal. Namun, kapal yang dinaikinya tenggelam karena jumlah penumpang yang banyak.

    Hingga pada akhirnya, penumpang kapal tersebut meminta Nabi Yunus AS keluar dari kapal. Nabi Yunus AS menceburkan diri ke laut dengan keadaan yang sedih.

    Kemudian Nabi Yunus AS ditelan oleh seekor paus. Di dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus memanjatkan doa dengan khusyuk.

    Nabi Yunus AS mengakui kesalahannya. Allah SWT pun mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut paus tersebut dengan keadaan yang utuh dan selamat.

    Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi Yunus AS mengira dirinya telah meninggal di perut paus itu. Namun ketika Nabi Yunus AS mampu menggerakkan kakinya, ia langsung sujud dan bermunajat kepada Allah SWT, “Ya Allah, aku bersujud kepada Engkau di tempat yang tidak mungkin orang lain pernah mendapatkannya.”

    Keutamaan Doa Nabi Yunus

    Doa Nabi Yunus AS memiliki keutamaan yang sangat mulia. Kaum muslimin dianjurkan memanjatkan doa Nabi Yunus AS agar mendapat ampunan dari Allah SWT.

    Merujuk pada buku Tadabbur Doa Sehari-hari oleh Jumal Ahmad, berikut beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan doa Nabi Yunus AS. Salah satunya dari Sa’ad bin Abi Wawwash RA berkata, Nabi SAW bersabda,

    “Doa Nabi Yunus tatkala ia berada di dalam perut ikan: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Sesungguhnya tak seorang muslim yang berdoa kepada Rabb-nya dengan doa tersebut dalam kondisi apapun kecuali Allah akan mengabulkan untuknya.” (HR Tirmidzi)

    Dalam riwayat Al-Hakim, Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu sesuati jika kamu ditimpa suatu masalah atau ujian dalam urusan dunia ini, kemudian berdoa dengannya yaitu, doa Dzun Nun atau Nabi Yunus.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Amalan Sunnah dan Doa ketika Hujan, Yuk Amalkan agar Menjadi Berkah!



    Jakarta

    Rasulullah SAW mencontohkan beberapa hal yang bisa menjadi amalan sunnah saat turun hujan. Amalan saat turun hujan ini membawa keutamaan bagi muslim yang mengerjakannya.

    Hujan merupakan nikmat yang diturunkan Allah SWT dari langit ke bumi. Melalui hujan, Allah SWT kemudian menumbuhkan aneka tanaman dengan subur dan mengisi aliran sungai dengan air yang berlimpah.

    Dalam surat Nuh Ayat 10-12, Allah SWT berfirman,


    (10) فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
    (11) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
    (12) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

    Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

    Merangkum buku Amalan Pembuka Rezeki karya Haris Priyatna dijelaskan hujan merupakan nikmat dari Allah SWT yang diturunkan dari langit. Semua kehidupan di dunia menjadi asri karena adanya hujan.

    Ternyata hujan bukan hanya membawa nikmat dan Rahmat Allah SWT saja, hujan juga menjadi waktu terkabulnya doa. Berdoa saat hujan menjadi satu amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan.

    Rasulullah SAW bersabda,
    “Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika turun hujan.” (HR Al Hakim)

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,
    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan sholat dan ketika turun hujan.” (HR Asy Syafi’i)

    Amalan saat Hujan

    Berikut beberapa amalan yang bisa dikerjakan saat turun hujan:

    1. Menyingkap pakaian

    Rasulullah SAW menyingkap bajunya saat hujan hingga rintik-rintiknya membasahi sebagian tubuhnya. Hal itu dilakukan karena Nabi SAW hendak menunjukkan bahwa hujan termasuk rahmat yang diciptakan Allah SWT.

    Diriwayatkan (Imam) Muslim dalam kitab Shahihnya, dan (Imam) Abu Dawud, dari Anas, ia berkata: Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya. (Riwayat lain dari Imam) Abu Dawud, (Anas) bekata: Nabi menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan. Kami berkata: Ya Rasulullah, kenapa engkau berbuat seperti ini? Rasulullah menjawab: Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah.

    2. Berdoa saat melihat awan hitam

    Rasulullah akan bergegas meninggalkan semua pekerjaannya dan langsung membaca doa berikut ini (HR Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi):

    وروت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي ناشئا في أفق السماء ترك العمل, وإن كان في الصلاة ثم يقول: ((اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا)) فإن أمطرنا قال: (اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا)

    Artinya: Diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ. (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).

    3. Berdoa saat hujan

    Ketika turun hujan, Rasulullah SAW berucap: Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).

    Rasulullah SAW bersabda,

    Dari Sayyidina Abu Hurairah RA beliau berkata: Aku mendengar Nabi SAW bersabda: Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya. (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad) )

    Doa ketika Hujan

    1. Doa saat Turun Hujan

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab-latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa saat Hujan Disertai Petir

    Menurut hadits Imam Malik, Rasulullah SAW pernah membaca doa turun hujan yang disertai petir:

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

    Artinya: “Maha Suci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbillah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepadaNya.”

    Diriwayatkan juga oleh Abdullah bin Umar dan ayahnya, Umar bin Al-Khattab R.A. bahwa ketika Nabi s.a.w. akan mendengar suara guntur, dia akan berkata:

    اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Allahumma la taqtulna bi-ghadobika, wa-la tuhlikna bi-‘adhabika, wa-‘afina qabla dhalik

    Artinya: “Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan hancurkan kami dengan hukuman-Mu, dan maafkan kami sebelum itu” (H.R. At-Tirmizi)

    3. Doa Setelah Hujan

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Berdasarkan riwayat hadits, Rasulullah SAW pernah berkata, “Barangsiapa yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah’, maka orang itu beriman kepada Allah dan tidak beriman terhadap bintang-bintang.

    Sebaliknya orang yang berkata, ‘Kita diberi hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka orang tersebut kafir terhadap-Ku (Allah) dan beriman kepada bintang-bintang.” (HR Muslim no. 71).

    4. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab-latin: Allaahumma hawaa laynaa wa laa ‘alaynaa. Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiraabi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajar.

    Artinya: “Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah, berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit dasar lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

    Doa tersebut bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia menceritakan, “Ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah SAW dan meminta agar beliau berdoa supaya hujan berhenti.

    Rupanya hujan tersebut telah berlangsung selama satu minggu sehingga hewan ternak mereka terancam mati dan jalanan pun terputus. Rasulullah SAW lalu berdoa dengan doa ini dan hujan pun berhenti.” (HR Bukhari no. 1014).

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa agar Husnul Khatimah yang Bisa Diamalkan


    Jakarta

    Meninggal dalam keadaan husnul khatimah merupakan sebuah keberuntungan. Sebagai salah satu ikhtiar, seorang hamba bisa memanjatkan doa agar husnul khatimah.

    Merujuk pada buku Istiqomah until Husnul Khotimah karya Ririn Rahayu dan Umar Habib, husnul khatimah artinya seorang muslim tutup napas di dunia dalam keadaan iman yang penuh kepada Allah SWT. Mereka tutup usia dengan amal-amal saleh yang kelak akan menjadi penerangnya untuk menuju menghadap Ilahi.

    Terdapat beberapa doa yang bisa dibaca oleh setiap muslim jika ia menginginkan husnul khatimah. Begini doa husnul khatimah.


    Doa Husnul Khatimah: Arab, Latin, Artinya

    Merangkum buku Doa dalam Al-Quran dan Sunnah karya M. Quraish Shihab dan buku Doa-doa Menjelang Kiamat karya Ziyad Syarif, berikut bacaan doa husnul khatimah yang bisa dipanjatkan umat Islam.

    Doa Husnul Khatimah Versi Pertama

    رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

    Bacaan latin: Rabbana afrigh ‘alayna shabran wa tawaffana muslimin

    Artinya: “Tuhan kami! Tuangkanlah kesabaran (ke dalam hati kami sehingga memenuhi relung-relungnya) dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”

    Doa Husnul Khatimah Versi Kedua

    اَنْتَ وَلِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَّالْحِقْنِي بِالصَّلِحِينَ

    Bacaan latin: Anta waliy fi ad-dunya wa al-akhirah, tawaffani musliman wa alhiqni bi ash-shalihin

    Artinya: “Tuhan Pemeliharaku, Engkau adalah Pembelaku (yang paling dekat kepadaku) dalam kehidupan dunia ini (demikian juga) di akhirat nanti. Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim (yang berserah diri dengan tulus kepada-Mu) dan ikutkanlah aku dalam kelompok orang-orang yang saleh (yakni yang selalu melakukan aktivitas yang baik dan bermanfaat).”

    Doa Husnul Khatimah Versi Ketiga

    اللهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى وَ ارْزُقْنَا مُرَافَقَةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ النَّظْرَ إِلَى وَجْهِكَ الْكَرِيمِ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي قَبْلَ الْمَوْتِ تَوْبَةً وَعِنْدَ الْمَوْتِ شَهَادَةً وَبَعْدَ الْمَوْتِ جَنَّةً اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي حُسْنَ الْخَاتِمَةِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا آخِرَهُ وَ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهُ وَ خَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ لِقَائِكَ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ سَلَّمَ

    Bacaan latin: Allahumma ikhtim lana bi al-husna wa urzuqna murafaqah nabiyyik Muhammad shalla Allah ‘alay-hi wa sallam wa an-nazhra ila wajhik al-karim. Allahumma urzuqni qabla al-mawt tawbah wa ‘inda al-mawt syahadah wa ba’da al-mawt jannah. Allahumma urzuqni husna al-khatimah. Allahumma ij’al khayra a’marina akhirahu wa khayra a’malina khawatimahu wa khayra ayyamina yawm liqa’ika wa shalla Allah ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala alih wa shahbihi wa sallam.

    Artinya: “Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan akhir yang baik, anugerahilah kami rezeki berupa keberadaan bersama Rasul-Mu Muhammad SAW serta memandang ke wajah-Mu Yang Mahamulia. Ya Allah, anugerahilah aku pengampunan sebelum wafat, dan syahadat pada saat kematian dan surga setelah kematian. Ya Allah, anugerahilah aku husnul khatimah/akhir yang baik. Ya Allah, jadikanlah perjalanan hidup kami yang terbaik adalah akhirnya, amal-amal kami yang terbaik adalah kesudahannya, dan hari terbaik kami adalah hari pertemuan dengan-Mu.”

    Doa Husnul Khatimah Versi Keempat

    رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ . رَبَّنَا وَعَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

    Bacaan latin: Rabbana faghfirlana dzunubana wakaffir ‘anna sayyi-atina watawaffana ma’al abraar rabbana wa-atina maa wa’adtana ‘ala rusulika wala tukhzina yaumal qiyamati innaka laka tukhliful mi’ad.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami, hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Wahai Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Sabar, Sikap Mulia yang Perlu Diteladani Muslim


    Jakarta

    Sabar termasuk ke dalam akhlak terpuji yang patut dimiliki oleh kaum muslimin. Terkait sabar, Allah SWT berfirman dalam surah Al Kahfi ayat 28,

    وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

    Artinya: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”


    Mengutip buku Sabar dan Syukur susunan Ulya Ali Ubaid, Allah SWT mensifatkan orang-orang yang sabar dengan sejumlah sifat dan menyebutkan kata sabar sebanyak 70 kali di dalam Al-Qur’an. Sabar diartikan sebagai menahan jiwa atau diri untuk tidak galau, menahan lisan untuk tidak mengeluh dan semacamnya.

    Kumpulan Hadits tentang Sabar

    Selain dalil Al-Qur’an, ada juga sejumlah hadits yang menjelaskan sifat sabar. Menukil buku Hikmah Sabar oleh Pracoyo Wiryoutomo, berikut hadits tentang sabar.

    1. Hadits tentang Sabar Mendatangkan Kemenangan

    Sifat sabar dapat mendatangkan kemenangan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang berbunyi:

    “Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti ada kemudahan.” (HR Abd Humaid)

    2. Hadits tentang Sabar sebagai Sesuatu yang Baik

    Sebagai akhlak mulia, tentu sabar termasuk ke dalam sesuatu yang baik. Dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits dari Suhaib RA,

    “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar karena ia mengetahui bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR Muslim)

    3. Hadits tentang Sabar Dapat Menggugurkan Dosa

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, marabahaya, dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim)

    4. Hadits Orang Sabar akan Dijaga Oleh Allah SWT

    Orang yang memiliki sifat sabar akan dijaga oleh Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari,

    “Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran.” (HR Bukhari)

    5. Hadits tentang Ganjaran Sabar bagi Orang yang Tertimpa Musibah

    “Sesungguhnya sabar terhadap musibah ditulis tiga ratus derajat bagi seorang hamba, sabar dalam ketaatan ditulis enam ratus derajat bagi seorang hamba, dan sabar dari maksiat-maksiat ditulis sembilan ratus derajat bagi seorang hamba.” (Diriwayatkan Ibnu Abu Ad-Dunya dan Ibnu Jarir Ath-Thabari)

    Itulah sejumlah hadits tentang sabar. Semoga kita senantiasa diberi kesabaran dalam menghadapi segala ujian hidup yang diberikan Allah SWT.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com